Jumat, 3 April 2026
Beranda blog Halaman 12328

Serba Naik di Situasi Sulit

0

batampos.co.id – Kenaikan sejumlah kebutuhan pada awal tahun membuat masyarakat Batam menjerit di tengah kondisi ekonomi yang belum pulih. Mulai dari harga kebutuhan pokok, tarif listrik, bahan bakar minyak (BBM), hingga sejumlah pajak daerah.

Rahmatio duduk sembari memainkan ponsel di tokonya, Kamis (1/3) pekan lalu. Ia membunuh rasa jenuhnya dengan membuka beragam informasi di dunia maya karena tak banyak pembeli yang datang ke tokonya.

Pedagang beras di Pasar Fanindo, Sagulung, ini mengaku kesulitan menjual beras belakangan ini. Hal itu, lantaran harga beras yang sangat mahal.

“Akhir-akhir ini sepi pembeli,” ujar Rahmatio. Jemarinya masih bermain di layar sentuh gawai pintarnya.

Pria berusia 42 tahun ini mengungkapkan mahalnya harga beras membuat warga yang biasa membeli beras dalam jumlah banyak (per karung ukuran 25 kg) beralih membeli per kilogram saja. Satu kilogram beras dijual dengan harga Rp 12 ribu hingga Rp 13 ribu.

“Paling banyak warga membeli lima kilo saja,” katanya.

Akibat kenaikan harga tersebut, selain pembelian berkurang, masyarakat beralih membeli beras berkualitas medium ke bawah atau cukup rendah.

“Mau tak mau harus konsumsi. Kalau tak ya kita tak bisa makan nasi,” ujar Misna, warga Sagulung.

Harga beras selama dua bulan belakangan ini memang sangat tinggi. Rahmatio menyebut beras premium satu karung ukuran 25 kilogram dijual Rp 300 ribu ke atas. Sementara harga beras kualitas rendah Rp 200 ribu. Tak ada lagi beras Rp 100 ribu per karung.

“Beras Bulog saja harganya Rp 8.000 per kilonya. Sekarung 25 kg ya Rp 200 ribu juga,” sebutnya.

Kenaikan harga kebutuhan pokok, terutama beras, mulai dirasakan mencekik warga Batam sejak penghujung tahun 2017 yang berlanjut hingga Maret 2018 saat ini.

Sebelumnya masyarakat sudah harus merogoh kocek dalam-dalam karena kenaikan tarif listrik PLN Batam untuk sektor rumah tangga. Seperti diketahui pada 2017 lalu tarif listrik Batam naik tiga kali. Total akumulasi kenaikan mencapai 45 persen.

Kenaikan tarif PLN Batam itu membuat warga kaget saat membayar tagihan pada akhir Januari dan Februari 2018.

“Naiknya sekitar Rp 100 ribuan di bulan-bulan akhir tahun lalu. Eh, tagihan awal tahun ini naik lagi,” ujar Akut Wibowo, salah satu karyawan di Mukakuning.

Kenaikan tarif listrik PLN Batam ini tak hanya memberatkan masyarakat, juga memicu kenaikan harga-harga kebutuhan pokok. Sehingga, setiap mau membeli sesuatu, masyarakat harus ekstra berhitung.

Tak hanya itu, terhitung dari Januari hingga Februari 2018, pemerintah pusat melalui Pertamina sudah tiga kali menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM). Kenaikan terakhir pada 24 Februari lalu.

Kenaikan BBM ini kembali memicu kenaikan harga-harga kebutuhan pokok dan sayuran. Khususnya sembako karena biaya transportasi yang makin mahal seiring naiknya harga BBM.

Mirisnya, Pemerintah Provinsi Kepri menangguk uang dari kenaikan BBM tersebut. BBM jenis Pertalite misalnya, Pemprov Kepri tetap menerapkan pajak bahan bakar kendaraan bermotor (PBBKB) di angka maksimal, yakni 10 persen. Sehingga dengan harga Pertalite Rp 8.000 per liter, maka Pemprov Kepri mendapatkan uang segar Rp 800 dari setiap liter Pertalite terjual. Begitupun untuk BBM non subsidi lainnya.

Di Indonesia, hanya dua provinsi yang menerapkan PBBKB di angka maksimal, yakni Kepulauan Riau dan Riau. Sehingga BBM Kepri dan Riau menjadi yang termahal di Indonesia. Selebihnya menggunakan angka di bawah 10 persen, sehingga harga BBM jenis Pertalite dan BBM non-subsidi lainnya lebih rendah, di bawah Rp 8.000 per liter.

Kepala Bidang Pendapatan, Badan Pengelola Pajak dan Retrebusi Daerah (BP2RD) Kepri Herman Prasetyo membenarkan kalau Kepri menerapkan PBBKB di angka maksimal. Ketentuan ini tertuang dalam Perda tentang Pajak Daerah.

Herman menyebutkan, dari penerapan PBBKB di angka maksimal itu (10 persen), Pemprov Kepri membukukan pendapatan asli daerah 2017 sebesar Rp 286,98 miliar. Lebih tinggi dari target Rp 264,19 miliar.

Ia menjelaskan, peningkatan pendapatan ini diukur dari tingkat konsumsi masyarakat menggunakan BBM. Semakin tinggi konsumsi BBM, semakin besar pula PAD dari PBBKB yang didapat provinsi.

“Tahun ini kami targetkan Rp 278,40 miliar,” ujar Herman.

Namun pendapatan daerah dari PBBKB ini, kata Herman, ada juga yang dikembalikan ke masing-masing daerah termasuk Batam yang besarnya sudah diatur. Wujudnya dalam bentuk pembangunan infrastruktur. Sehingga PBBKB tidak semata dinikmati provinsi.


***
Di tingkat Kota Batam, masyarakat tak hanya dihadapkan pada kenyataan tarif PLN Batam naik hingga 45 persen dan kenaikan BBM, serta PBBKB yang diterapkan di angka tertinggi 10 persen, sebelumnya masyarakat juga dikejutkan dengan kenaikan tarif uang wajib tahunan otorita (UWTO) Batam. Meski sudah ada revisi, namun tetap naik dan menambah pengeluaran masyarakat Batam. Bahkan masyarakat membayar juga pajak bumi dan bangunan (PBB) di objek yang sama.

Bahkan terhitung Januari 2018, tarif PBB juga naik akibat kebijakan Pemko Batam yang melakukan penyesuaian Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) tanah dan bangunan. NJOP merupakan penentu besaran PBB yang harus dibayarkan. (Selengkapnya lihat grafis).

Kenaikan NJOP tertinggi diterapkan di Nagoya, Kecamatan Lubukbaja. Dari semula tahun 2017 lalu paling tinggi Rp 5,6 juta per meter kini menjadi Rp 6,8 juta permeter.

Kepala Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Kota Batam Raja Azmansyah mengakui, penyesuaian NJOP tahun ini tidak ada yang turun. Artinya semua wilayah di Batam NJOP mengalami kenaikan.

“Di Batam kan tak ada bencana sehingga tidak ada hal yang membuat nilai tanah turun. Malah naik, terutama di daerah-daerah yang Pemko Batam perlebar,” kata dia.

Namun ia mengklaim kenaikan tersebut masih di bawah harga pasar dan bisa dijangkau masyarakat umum. Bahkan menurutnya NJOP di Batam lebih rendah dibanding Kota Medan (Sumatera Utara) dan Pekanbaru, Riau.

“Meksi nilai NJOP naik, namun besaran PBB yang dibayar tak sebesar itu. Ada hitungannya, misal nilai ruko di Nagoya Rp 2 miliar dikalikan 0,12 persen, maka bayar PBB-nya hanya Rp 2 juta,” imbuhnya.

Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kepri Achmad Makruf Maulana menilai, kenaikan PBB sebagai efek dari meningkatnya NJOP sepintas memang tak terlihat memberatkan masyarakat. Namun jika dicermati lebih jauh, kenaikan NJOP itu tidak hanya terkait dengan PBB, tapi juga otomatis ke harga properti.

Harga properti menurut Makruf otomatis melambung di tengah kondisi ekonomi yang sulit saat ini. Sehingga masyarakat yang akan membeli properti khususnya tempat tinggal makin kesulitan. Pengembang, khususnya rumah tapak juga harus berjuang keras agar properti mereka terjual.

“Mestinya kita fokus pada peningkatan pertumbuhan ekonomi. Bagaimana di kota ini banyak tersedia lapangan kerja, banyak proyek masuk, banyak investasi masuk sehingga ekonomi kita bergerak,” ujar Makruf.

***

Tak hanya menaikkan NJOP, Pemerintah Kota (Pemko) Batam memastikan mulai menerapkan kenaikan tarif pajak daerah berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 7 tahun 2017 tentang Pajak Daerah, sejak Rabu (1/3) lalu.

Merujuk pada Peraturan Daerah (Perda) Batam Nomor 7 tahun 2017 tentang revisi Perda Nomor 5 tahun 2011 tentang Pajak Daerah, tertuang beberapa tarif baru untuk sejumlah komponen pajak. Di antaranya, pajak hiburan yang antara lain pajak diskotek, kelab malam, panti pijat, spa, dan sejenisnya mengalami kenaikan dari 15 persen menjadi 35 persen.

Sementara permainan ketangkasan atau gelanggang permainan yang semula tunggal 15 persen, kini dibagi dua. Khusus ketangkasan dewasa naik menjadi 50 persen sedangkan untuk anak-anak tetap 15 persen. Di dalamnya juga diatur pajak pacuan kuda dan balap kendaraan bermotor yang semula 10 persen naik menjadi 20 persen. Pajak bowling dari 5 persen menjadi 15 persen.

Pajak reklame juga naik. Kenaikan dibagi dalam dua katagori, jika reklame non rokok dan non alkohol naik dari 15 persen jadi 20 persen. Sementara, reklame rokok dan alkohol dari 15 persen jadi 25 persen. Sedangkan pajak parkir dari 20 persen menjadi 25 persen.

Ketua Asosiasi Jasa Hiburan (Ajahib) Kota Batam, Gembira Ginting mengatakan kenaikan pajak hiburan tidak tepat untuk kondisi saat ini. “Kondisi ekonomi di Batam saat ini sangat sepi. Tempat hiburan juga sepi. Di mana-mana sepi. Kalau bebannya ditambah ya tutuplah,” kata dia.

Gembira Ginting benar-benar tak gembira dengan kondisi hiburan malam saat ini. Membayar gaji karyawan saja sulit sehingga banyak yang memilih tutup atau tidak beroperasi.

“Pacific saja sudah tutup. Kondisi sekarang ini sudah sangat berat, eh ditambah lagi bebannya jadi makin berat,” katanya.

Gembira menilai, mestinya Pemko dan DPRD memberi kabar gembira pada pengusaha hiburan dengan mengurangi beban pajak mereka. Paling tidak, tidak menambah beban mereka. Tapi faktanya, disaat industri hiburan di Batam diambang kematian, pajak justru naik.

“Mestinya DPRD dan Pemko Batam mengundang kita sebelum memutuskan menaikkan pajak. Kalau industri hiburan makin banyak tutup pemda malah kehilangan pajak,” katanya.

***

Lalu seberapa besar pengaruh kenaikan pajak daerah dan kenaikan lainnya dengan ekonomi Batam? Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Kepri masih mencermati. Termasuk efek dari kenaikan NJOP dan pajak hiburan.

Namun yang pasti, dari survei yang dilakukan oleh BI, kenaikan harga beras, kenaikan tarif listrik, dan kenaikan harga BBM memang pengaruhnya langsung dirasakan masyarakat. Begitupun dengan efek dominonya.

Itu sebabnya, ia menyarankan perlu ada solusi cepat untuk masalah kebutuhan bahan pokok seperti beras dan bahan kebutuhan pokok lainnya agar tetap tercukupi stoknya dan harganya tidak melambung.

Sebagai bagian dari Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), BI mendukung penuh upaya Pemko Batam menyurati pemerintah pusat agar kuota beras impor Kepri khususnya Batam ditambah. Jika perlu membuka kran impor langsung dengan pintu masuk Batam.

“Impor memang salah satu solusi karena memang harga di daerah asal dan biaya transportasi ke Batam yang mahal membuat pengusaha kesulitan menjual beras sama dengan harga ecerean tertingi (HET), apalagi di bawah HET,” ujar Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kepri, Gusti Raizal Eka Putera, Rabu (28/2) di Harris Hotel Batam Centre.

Terkait kenaikan NJOP dan pajak daerah, meski masih sedang dicermati efeknya oleh BI, namun Gusti Raizal mengingatkan Pemda untuk tidak menambah beban dunia usaha dan masyarakat.

Ia menyarankan jauh lebih baik Pemda, baik itu Pemko Batam, BP Batam, dan Pemprov Kepri fokus pada upaya pemulihan dan peningkatan pertumbuhan ekonomi Kepri, khususnya Batam. Salah satunya, segera mengesekusi program-program pembangunan yang telah dibuat.

“Sebagus dan sebanyak apapun program yang dibuat kalau tidak ada eksekusi juga percuma,” ujarnya.

Selain itu, ia juga menyarankan Pemko Batam dan Pemprov Kepri untuk sengera mengeksekusi sejumlah proyek yang dibiayai oleh APBD. Dengan kata lain, APBD harus segera dibelanjakan karena sedikit banyaknya juga memberi kontribusi pada pergerakan ekonomi di daerah ini.

“Kalau ekonomi bergerak, ada harapan tumbuh. Kalau ekonomi tumbuh, ya otomatis pendapatan Pemda dari sektor pajak, retribusi, dan lainnya bisa mencapai target. Intinya gerakkan dulu ekonomi daerah ini, itu yang paling penting,” tegasnya.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Batam Rahayudin menambahkan, inflasi di Batam memang turun pada Februari lalu menjadi 0,08 persen (mtm). Sedangkan Tanjungpinang naik menjadi 0,99 persen (mtm).

Pada Januari tercatat Batam mengalami inflasi 0,99 (mtm), sementara Tanjungpinang mengalami inflasi sebesar 0,18 (mtm). Gabungan IHK dua kota ini menunjukkan inflasi sebesar 0,88 persen.

Melihat penurunan inflasi selama Februari, Rahayudin menilai daya beli masyarakat Batam mulai membaik. Nilai uang, lanjutnya, lebih berarti dibanding Januari lalu, sebab nilai uang lebih tinggi pada Februari lalu.

“Iya, daya beli masyarakat mulai bagus,” ujar Rahayudin kepada Batam Pos, Kamis (1/3).

Lalu bagaimana pada bulan-bulan mendatang seiring kenaikan sejumlah pajak, harga BBM, dan tarif listrik? Rahayudin mengatakan kenaikan sejumlah item tersebut belum tentu berdampak pada daya beli masyarakat dan kenaikan inflasi. Sebab kenaikan pajak, seperti pajak hiburan, pajak bumi dan bangunan, belum tentu berandil besar terhadap kenaikan inflasi. (uma/nur/jpg/adi/ian/leo)

ASN Kantor Camat Kundur Kena OTT Pungli Pengurusan Surat Tanah

0

 

Syahrul (baju oranye), oknum ASN yang bekerja di Kantor Camat Kundur yang ditangkap tim saber pungli Polres Karimun saat tiba di pelabuhan antar Pulau Tanjungbalai karimun. F. Sandi/batampos.co.id.

batampos.co.id – Tim Saber Pungli Sat Reskrim Polres Karimun, kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap satu orang oknum ASN yang bertugas di Kantor Camat Kundur berinisial Sl, Jumat (2/3) pukul 15.00 WIB. Penangkapan dilakukan di ruang seksi pemerintahan Kantor Camat Kundur beserta barang bukti uang tunai sebanyak Rp 7 juta.

”Uang tersebut disimpan di dalam amplop warna coklat. Kami juga mengamankan dua bundel dokumen registrasi surat tanah atas nama dua orang warga,” ujar Kasat Reskrim Polres Karimun, AKP Lulik Febyantara.

Untuk penyidikan lebih lanjut, tentunya penyidik akan memangguil saksi-saksi. Termasuk juga keterangan dari Sl akan dijadikan dasar untuk memanggil saksi yang terkait dengan hal ini.

Pantauan Batam Pos, setelah ditangkap, Sl langsung dibawa ke Tanjungbalai Karimun menggunakan kapal terlihat santai. Kedua tangan tidak diborgol, bahkan, Sl masih sempat merokok. Tiba di pelabuhan antar Pulau Sri Tanjung Gelam pada pukul 19.30 WIB. Setelah itu dengan menggunakan satu unit mobil Sl langsung dibawa ke ruang unit penyidikan tindak pidana korupsi Sat Reskrim Polres Karimun.

Bupati Karimun, Aunur Rafiq secara terpisah menyebutan, dalam hal ini pihaknya mengedepankan azas pra duga tak bersalah. ”Kita masih menunggu keterangan resmi dari pihak kepolisian. Untuk itu, kita tunggu proses yang saat ini sedang dijalankan oleh polisi. Yang jelas, kita dari pemerintah daerah sudah berkali-kali mengingatkan seluruh ASN dan pegawai honor untuk tidak melakukan pungli,” jelasnya. (san)

Subsidi 1.375 Pelanggan PLN Dicabut

0

batampos.co.id – Subsidi listrik untuk masyarakat sudah banyak yang dicabut. Sedikitnya, selama satu tahun terakhir ini sudah ada 1.375 pelanggan yang dicabut subsidinya diseluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Kepulauan Anambas. Hal ini yang membuat masyarakat merasa keberatan dan resah, pasalnya tagihan listrik membengkak.

“Biasanya kita bayar sekitar Rp 70 Ribu sampai Rp 80 ribu per bulan. Sekarang bisa sampai Rp 300 ribu,” ungkap salah seorang warga Tarempa W, kepada wartawan Minggu (4/3).

Ironisnya meski jadi lebih mahal, pelayanan juga belum maksimal. Kadang-kadang masih mati lampu bahkan kadang tanpa pemberitahuan dulu.

Sementara itu S, warga lainnya mengaku sangat kurang setuju dengan langkah yang diambil PLN Tarempa yang secara sepihak tanpa memberikan sosialisasi dulu langsung mencabut subsidi listrik tersebut. “Awalnya, saya pikir ada kecurangan, ternyata setelah dicek, subsidi listrik saya dicabut,” ungkapnya.

Menanggapi hal ini Supervisor Pelayanan Administrasi PLN Rayon Anambas Dedy Prima Irawan, mengakui pencabutan subsidi yang dilakukan PLN Rayon Anambas tanpa memberikan sosialisasi dulu. Dirinya juga tidak bisa menjelaskan dan membuktikan secara administrasi seperti surat surat keputusan pencabutan subsidi dari PLN pusat. Dirinya hanya menjelaskan jika pencabutan subsidi merupakan arahan dari pemerintah pusat. “Berdasarkan data daerah, yang mendapatkan subsidi di Anambas hanya 87 rumah saja sementara itu lainnya dicabut subsidinya,” ungkapnya.

Dijelaskannya jika untuk pelanggan yang masih menggunakan spedometer kapasitas 2 ampere, tetap membayar dengan tarif subsidi yakni Rp 415 per kwh. Untuk keluarga yang menggunakan spedometer 4 ampere subsidi membayar dengan tarif subsidi yakni Rp 586 per kwh. Dan untuk keluarga yang menggunakan spedometer 4 ampere non subsidi harus membayar biaya listrik dengan tarif Rp 1352 per kwh. Sementara itu untuk keluarga yang menggunakan spedometer kapasitas 6 ampere dikenai tarif Rp 1467 per kwh. “Tarif ini sama secara nasional,” ungkapnya.

Jika ada pelanggan yang keberatan maka harus lapor kecamatan, kemudian pihak kecamatan akan meneruskan masalah ini kepada tim percepatan penanggulangan kemiskinan yang ada di Balitbangpeda. “Merek yang klasifikasi,” jelasnya. (sya)

Oknum Karyawan Bank Bobol ATM

0

batampos.co.id – Satreskrim Polres Tanjungpinang mengamankan Zalman, oknum karyawan bank BNI Tanjungpinang yang membobol ATM BNI, Jumat (2/3) lalu. Pelaku diduga melakukan pencurian sekitar Rp744 juta selama tahun 2017 yang dilakukan secara berulang-ulang.

“Setelah mendapat laporan dari pihak bank, dan pemeriksaan saksi, petugas langsung bergerak menangkap pelaku,” jelas Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang AKP Dwihatmoko Wiroseno.

Modus yang dilakukan pelaku dengan mengambil kunci mesin ATM dari ruangan kepala cabang BNI Tanjungpinang. Atas aksinya tersebut, pihak bank dirugikan hingga ratusan juta rupiah.

“Malam hari, pelaku mengambil kunci, subuh hari melancarkan aksinya,” Katanya.

Saat ini, sambung Dwihatmoko penyidik masih melakukan pemeriksaan secara intensif terhadap pelaku.

“Penyidik masih melakukan pengembangan karena masih ada satu pelaku lainnya, jika ada informasi selanjutnya akan kami kabarkan” pungkasnya.(odi)

Pejudi Cingkoko Berlarian, Bandar dan Seorang Pemain Diamankan

0

batampos.co.id – Angota Kepolisian Resor (Polres) Bintan menggerebek warung yang digunakan untuk lapak permainan judi cingkoko di Kampung Kelong, Desa Kelong Kecamatan Bintan Pesisir, Kabupaten Bintan, Kamis (1/3) malam. Penggerebekan ini, membuat beberapa pemain judi spontan berlari kocar kacir meninggalkan warung.

Dalam pengerebekan itu, polisi mengamankan bandar bernama Solihin serta pemain bernama Tedy. Sedangkan barang bukti yang disita antara lain lapak cingkoko, piring kecil, mangkuk plastik, 3 buah dadu dan uang Rp 2.740.000.

Kasat Reskrim Polres Bintan AKP Adi Kuasa Tarigan yang dihubungi Minggu (4/3) kemarin mengatakan, pengerebekan dilakukan atas laporan masyarakat karena praktik judi kocok dadu di warung itu sudah menimbulkan keresahan.

Atas laporan itu yang diterima sekitar pukul 20.00 WIB, polisi langsung bergerak ke lokasi. Saat di lokasi, petugas kepolisian yang berpakaian preman yang dipimpin Kaur Bin Ops Satreskrim Polres Bintan Martias menemukan permainan judi cingkoko yang sedang berlangsung.

Setelah memastikan informasi yang diterima benar, polisi langsung menggerebek lapak permainan judi yang sedang berlangsung. Sontak, aksi polisi membuat permainan judi terhenti. Beberapa pemain langsung loncat dari kursinya dan berlari kocar kacir meninggalkan warung.

Sedangkan bandar dan seorang pemain tidak sempat kabur, karena keduanya sudah diamankan petugas kepolisian. “Kita amankan keduanya, mereka bandar dan pemain, untuk pemain yang lain sudah melarikan diri,” ungkap ia.

Selanjutnya, kedua pelaku bersama barang bukti yang digunakan dalam permainan itu dibawa ke Mapolres Bintan. “Kedua pelaku akan kita minta keterangan untuk penyelidikan lebih lanjut,” tukasnya. (met)

Akhirnya, PBB Lolos ke Pemilu

0

batampos.co.id – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) meloloskan Partai Bulan Bintang (PBB) sebagai peserta Pemilu 2019. Hal itu ditetapkan lewat sidang putusan ajudikasi sengketa penyelenggaraan Pemilu 2019 di Kantor Bawaslu di Jakarta, Minggu (4/3).

“Menyatakan PBB memenuhi syarat mengikuti Pemilihan Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten/ Kota Tahun 2019,” kata Ketua Bawaslu, Abhan, pada sidang tersebut.

Dalam putusan itu Bawaslu juga memerintahkan KPU menetapkan PBB sebagai peserta Pemilu 2019. Keputusan itu paling lambat dilaksanakan KPU tiga hari setelah putusan dibacakan.

Dengan adanya keputusan tersebut, PBB menjadi partai ke15 yang akan berlaga pada Pemilu April 2019.

Putusan Bawaslu sekaligus mengakhiri sengketa antara PBB dengan KPU. Sengketa ini dimulai sejak KPU menyatakan PBB tak lolos menjadi peserta Pemilu 2019. Pada 30 Januari, KPU menyatakan PBB lolos verifikasi tingkat nasional. PBB kemudian melanjutkan verifikasi di tingkat provinsi dan kabupaten/kota.

Pada 11 Februari, PBB dinyatakan lolos verifikasi oleh KPU Papua Barat. Namun tak berselang lama sebelum pengumuman hasil verifikasi oleh KPU pusat pada 17 Februari, partai berlambang bulan dan bintang itu mendadak tak lolos.

PBB dinilai tak memenuhi syarat saat proses verifikasi faktual di Kabupaten Manokwari Selatan.

PBB dinyatakan tak lolos lewat Keputusan KPU Nomor 58/PL.01.1-Kpt/03/KPU/II/2018 tentang Penetapan Partai Politik Peserta Pemilihan Umum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat.

Bawaslu akhirnya menggelar sidang mediasi pada Jumat (23/2) dan Sabtu (24/2) untuk menengahi KPU dan PBB. Namun keduanya tak menemui titik temu.

Proses sengketa pun dilanjutkan ke ajudikasi. Keduanya berkesempatan untuk mengajukan saksi dan bukti dalam tahap ini.

Ajudikasi harus diselesaikan paling lambat 12 hari setelah sengketa diajukan. KPU dan PBB pun menempuh enam kali sidang ajudikasi termasuk sidang putusan hari ini.

Setelah putusan ini, baik PBB maupun KPU diperbolehkan untuk mengajukan tuntutannya ke Pengadilan Tata Usaha Negata (PTUN). Hal tersebut merujuk ke Undang-Undang Nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilihan Umum. (idr/jpg)

BP Batam akan Selektif Terima Industri Asal Tiongkok

0
Industri di China | imgur

batampos.co.id – Rencana relokasi pabrik-pabrik Tiongkok ke Batam mendapat tanggapan beragam dari berbagai pihak. Di satu sisi, relokasi ini akan berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi. Namun pemerintah daerah harus waspada, karena hal ini bisa menjadi ancaman bagi kesehatan lingkungan.

“Kami memahami investasi sangat dibutuhkan, tapi di sisi lain kami tetap harus hati-hati soal lingkungan,” kata Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam Lukita Dinarsyah Tuwo di Batamcenter, Minggu (4/3) sore.

Lukita mengakui, saat ini pihaknya sudah mengetahui ada sejumlah pabrik di Tianjin, Tiongkok, yang berencana akan memindahkan usahanya ke Batam. Pabrik-pabrik di sana sengaja ditutup pemerintah setempat karena dianggap menyebabkan polusi lingkungan dan udara.

Terkait hal ini, Lukita menegaskan pihaknya akan tetap selektif menerima investasi asing, terutama dari Tiongkok. Selain itu, BP Batam akan berkoordinasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) dan Kementerian Perindustrian.

“Ini erat kaitannya dengan sejauh mana kami bisa mengundang investor untuk berinvestasi di Batam,” ucapnya.

Secara khusus, Lukita enggan banyak komentar terkait wacana tersebut. “Bagaimana ke depan, saya belum siap bicara. Kami perlu bicara dengan pusat,” tambahnya.

Namun demikian, ia menyampaikan pengolahan limbah di Batam sudah mumpuni. Temasuk pengolahan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3). Jika kelak pabrik-pabrik asal Tiongkok itu masuk ke Batam, ia menyampaikan sudah seharusnya mereka ikut dan tunduk pada peraturan yang ada di Indonesia.

“Pastinya tidak boleh melanggar ketentuan yang ada,”ujarnya.

Lalu bagaimana dengan ketersediaan lahan? Walau belum memastikan berapa kebutuhan lahan yang diperlukan pabrik-pabrik tersebut kelak, Lukita memastikan di beberapa kawasan industri di Batam yang memiliki ketersediaan lahan.

“Saya kira ada beberapa kawasan-kawasan industri yang siap menampung, seperti di Kawasan Industri Tunas, juga tempat lain,” imbuhnya.

Wakil Ketua Koordinator Himpunan Kawasan Industri (HKI) Kepri Tjaw Hioeng membenarkan, saat ini memang masih ada lahan tersedia di sejumlah kawasan industri di Batam. Baik lahan kosong maupun bangunan yang bisa langsung diisi perusahaan-perusahaan tertentu. Namun demikian, ia menyampaikan beberapa kawasan industri Batam memiliki aturan atau tata tertib yang sangat ketat. Terutama jika menyangkut masalah lingkungan dan pengelolaan limbah.

“Pada dasarnya kami sambut baik ada rencana relokasi industri dari Tiongkok ke Batam. Tapi beberapa kawasan industri punya aturan atau regulasi yang tidak mau menerima industri yang polutan,” ucapnya.

Selain itu, kata dia, sebagian besar industri atau pabrik di Batam juga sangat peduli dengan kesehatan lingkungan. Sehingga ia memastikan, mereka akan ikut menolak masuknya industri yang polutan.

“Kalau mereka menerima tenan-tenan lain dalam kawasan tertentu, akan terganggu dan komplain. Misalnya soal bau dan segala macam” kata Tjaw.

Namun pria yang akrab disapa Ayung ini mengatakan, sejauh ini tidak semua perusahaan asal Tiongkok yang akan relokasi ke Batam itu adalah industri polutan. Menurut dia, ada juga industri yang bergerak di sektor pendukung ponsel pintar (smartphone).

“Kalau ini tak masalah, kami welcome. Rata-rata kawasan industri di Batam menerima ini, kalau untuk kegiatan seperti sampah plastik tidak semua kawasan menerima. Kebanyakan kami kawasan non-polutan industry, light industry, ini di sampaing oil and gas ya,” ucapnya. (adi)

Di Tanjung Sauh Bisa Saja Dibangun Waduk

0

batampos.co.id – Deputi II BP Batam, Yusmar Anggadinata melihat peluang untuk membangun waduk dapat dilakukan lewat pembangunan Pelabuhan Tanjungsauh.

Ia memaparkan di dekat Tanjungsauh ada sejumlah pulau yang bisa dimanfaatkan untuk dibangun sebagai dermaga. Faktor pertama yang penting adalah dermaga di Pelabuhan Tanjungsauh. “Kan di sana ada satu pulau, dan jika nanti dikoneksikan dengan dermaga di pulau lainnya, maka bisa menghubungkan antara beberapa pulau,” katanya belum lama ini.

Dari hubungan antara dermaga pulau yang satu dengan pulau lainnya bisa dipetakan jalur-jalur yang tepat untuk membendung air laut untuk dijadikan waduk di tengah laut.

“Nanti dari beberapa pulau bisa dijebak airnya, sehingga kita bisa punya waduk di laut. Hanya satu bekerja bisa banyak aktivitas yang dilakukan,” katanya.

“Kalau dikoneksikan antar pulau, bisa jadi dermaga. Cara ini juga bisa mendatangkan keuntungan ganda. Satu untuk dermaga. Satu lagi konektivitas antar pulau ini akan membentuk sebuah waduk baru di tengah gugusan. Bendungan ini bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan air bersih di Batam atau Bintan,” kata Angga.

Sementara itu untuk kondisi terkini di Tanjungsauh, Angga mengatakan saat ini sudah ada Pelabuhan Kabil, tak jauh dari lokasinya. Lebih lanjut Angga mengatakan, dari hasil kajian, Tanjungsauh memiliki kedalaman laut mencapai 20 meter. Dengan kedalaman itu kapal-kapal bermuatan besar juga dimungkinkan sandar di sana.

“Dengan posisinya yang strategis ini, saran kami sebaiknya Pelabuhan Tanjungsauh segera dibangun. Bersamaan dengan itu disiapkan Jembatan Batam Bintan. Tapi Jembatan Batam Bintan ini bisa dibangun lebih dulu,” ujarnya. (leo)

Nuansa Melayu Setiap Jumat di Hang Nadim

0
Para penumpang pesawat yang keluar dari pintu kedatangan saat tiba di bandara Hang Nadim Batam. | Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Bandara Internantional Hang Nadim Batam akan menghadirkan suasana khas budaya melayu setiap Jumat. Nuansa melayu ini diharapkan dapat menarik perhatian dari wisatawan asing saat berada di Hang Nadim.

“Selain untuk meningkatkan pariwisata, juga bentuk komitmen kami mentaati Perda Pemajuan Kebudayaan Melayu,” kata Direktur Bandara Internantional Hang Nadim Batam, Suwarso, Sabtu (3/3.

Ia mengatakan jajaran petugas Bandara International Hang Nadim Batam, selain Avsec akan menggunakan baju melayu. Tak hanya itu saja, customer service hingga petugas di konter cek ini juga akan menggenakan baju khas melayu. “Tenan-tenan juga kami minta agar menggunakan baju khas melayu,” tuturnya.

Selain itu, Suwarso juga akan meminta jajaran sopir taxi agar menggunakan baju khas melayu.

“Saya akan sosialisasikan minggu depan, agar pesan ini dapat dilaksanakan,” ucapnya.

Suwarso menuturkan arahan untuk pelaksanaan Perda Pemajuan Kebudayaan Melayu, tidak hanya sebatas pakain saja. Orang-orang yang berada di lingkungan Bandara Internantional menggunakan pakaian khas melayu lengkap.

“Tak baju saja. Tapi menggunakan tanjak dan sendalnya itu. Tapi kami masih mempertimbangkan itu,” ujarnya.

Tidak hanya itu saja yang sedang dipertimbangkan Suwarso. Ia sedang menimbang pemutaran instrumental musik berbau melayu di Hang Nadim. “Kalau musik memang tak bisa, tapi kalau instrumentalnya saja bisa,” katanya.

Ia mengatakan semua hal ini tidak bisa dilakukan sekaligus. “Step by step, bertahap dulu,” ungkapnya.

Suwarso menuturkan untuk menggunakan baju khas melayu, sudah digunakan staf Hang Nadim sejak lama.
“Kami mau menerapkan ke seluruh jajaran yang ada di Hang Nadim, kecuali petugas keamanan,” ucapnya. (ska)

Presiden Jokowi Kirim Dokter Kepresidenan untuk Pantau Kesehatan BJ Habibie

0

batampos.co.id – Presiden Jokowi memantau perkembangan kesehatan Presiden ke 3 Republik Indonesia, B.J. Habibie, yang saat ini tengah dirawat di sebuah rumah sakit di Kota Munchen, Jerman.

“Saya akan mengirim dokter kepresidenan untuk memantau langsung kondisi kesehatan beliau di sana,” ujar Presiden RI melalui aku medsosnya.

Jokowi menambahkan bahwa Pemerintah Indonesia tentu akan memberi dukungan yang terbaik untuk Habibie.

seperti diberitakan Presiden ketiga Indonesia, Bacharuddin Jusuf (BJ) Habibie harus menjalani perawatan di Klinik Starnberg, Munchen, Jerman. Perawatan itu diberikan setelah kondisi kesehatannya drop sejak Selasa, 27 Februari lalu.

Direktur Eksekutif Habibie Center Rahimah Abdulrahim mengatakan kesehatan Habibie drop, kemudian pada hari Kamis (1/3) lalu diputuskan untuk menjalani perawatan di Munchen, Jerman.

Hanya saja, wanita yang akrab disapa Ima itu memastikan kondisi Habibie sudah jauh membaik.

“Bapak tadi pagi malah bersemangat mengirimkan kita pesan yang biasa saja,” ujarnya saat dikonfirmasi tadi malam.

Meski demikian, untuk memulihkan kondisinya seperti sedia kala, ahli pesawat terbang itu masih harus mendapatkan perawatan intensif.

Terkait penyakit apa yang diderita Habibie, Ima enggan membeberkannya lebih jauh. Menurutnya, usianya Habibie yang sudah 81 tahun dan kondisi cuaca Eropa yang sedang tidak kondusif membuatnya sakit.

“Saya bukan dokter tidak bisa memberi statmen sembarangan,” imbuhnya.

Sementara berdasarkan informasi yang beredar di pesan elektronik, Habibie mengalami sesak napas akibat adanya kebocoran di klep jantung. Imbasnya, terjadi penumpukan air pada paru-parunya yang membuat dia sulit untuk bernapas.

Atas kondisinya, tim medis setempat merekomendasikan untuk dilakukan operasi jantung. Namun kabarnya, Habibie menolak opsi tersebut dan memilih menggunakan cara yang lebih canggih.

Namun saat dikonfirmasi, Ima membantah informasi tersebut. Dia menegaskan, kondisinya tidak separah itu.

“Tolong dihargai keluarganya. Keluarganya bilang tidak ada masalah baik-baik saja,” terangnya.

Sebaliknya, dia meminta masyarakat Indonesia untuk mendoakan yang terbaik bagi pria kelahiran Parepare, Sulawesi Selatan, tersebut. Sehingga bisa kembali ke Indonesia dan melanjutkan karya dan kiprahnya untuk bangsa.

“Jangan dianggap yang terburuk. Kita mohon doakan saja,” terangnya.

Seperti diketahui, Habibie memang memiliki riwayat mengidap sejumlah penyakit. Bahkan, sejak masih muda dan saat menempuh pendidikan di Jerman, dia terkena penyakit TBC Tulang. Selain itu, pada November 2017 lalu, Habibie juga sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Jakarta. Kala itu, dia terkena penyakit bronkitis. (far/jpg)