Rabu, 29 April 2026
Beranda blog Halaman 12333

Terkait Penundaan Pajak Daerah, Pemko Batam Ajukan Dua Opsi

0

batampos.co.id – Tertanggal 29 Maret 2018, Pemerintah Kota (Pemko) Batam bersurat ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Batam, meminta pertimbangan terkait permohonan Wajib Pajak (WP) Hiburan berupa penundaan tarif baru pajak hiburan.

Untuk diketahui, seperti yang tertuang dalam Peraturan Daerah (Perda) Kota Batam nomor 7 tahun 2017 tentang Pajak Daerah, sektor hiburan seperti diskotek, karaoke, klub malam, panti pijat, refleksi, mandi uap, spa ditetapkan 35 persen. Naik 20 persen dari yang semula pada Perda Nomor 5 tahun 2011 hanya 15 persen. Bahkan ketangkasan dari yang semula 15 persen naik jadi 50 persen, khusus ketangkasan dewasa.

“Dengan alasan keadaan perekonomian Batam yang masih terpuruk dengan pertumbuhan ekonomi saat ini hanya pada kisaran 2,5 persen yang berdampak pada semua sektor usaha,” bunyi surat yang ditandatangani langsung oleh Wali Kota Batam Muhammad Rudi tersebut.

Melalui surat ini, Pemko Batam meminta pertimbangan untuk dua opsi. Pertama, menurunkan tarif pajak hiburan dari 35 persen berdasar Perda 7 tahun 2017 menjadi 25 persen sampai tanggal 31 desember 2018. Selanjutnya terhitung 1 januari 2019 kembali 35 persen.

Kedua, menunda kembali penerapan kenaikan tarif pajak hiburan direncanakan 1 Maret 2018. Selanjutnya dapat diberlakukan tanggal 1 januari 2019 dengan ketentuan tarif pajak hiburan tetap mengacu sesuai peraturan sebelum Perda 7 tahun 2017 yakni sebesar 15 persen.

Kepala Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Batam Raja Azmansyah menyebutkan hingga kini pihaknya menunggu penjadwalan dari DPRD Batam kapan surat tersebut dibahas. “Mungkin sedang susu schedule. Ini produk bersama tentu harus ada kesepakatan bersama antara DPRD Batam dan Pemko Batam,” ucap Raja.

Sementara itu, Anggota Komisi II DPRD Batam Mukriyadi mengaku surat tersebut belum terjadwalkan untuk dibahas. NAmun demikian, ia mengklaim pembicaraan awal sudah dilakukan.

“Tinggal waktunya saja yang belum terjadwal,” imbuhnya.

Untuk diketahui, tarif baru sesuai Perda nomor 7 tahun 2017 direncanakan mulai berlaku sejak tanggal 20 November 2017. Namun mempertimbangakan kondisi ekonomi Batam, Muhammad Rudi memutuskan menerbitkan Peraturan Wali Kota (Perwako) Batam Nomor 72 tahun 2017 sehingga menunda kenaikan hingga akhir februari 2017 dan berlaku Maret 2017.

Namun hingga Maret, pelaku usaha hiburan menilai kini ekonomi belumpulih dan meminta kembali penundaan tarif baru tersebut hingga ekonomi benar-benar pulih (adi)

Kepada Pak Menko, Pak Walikota Batam Lapor bahwa ….

0
Suasana rapat dengan Pak Menko

batampos.co.id – Menteri Koordinator Perekonomian Republik Indonesia Darmin Nasution memanggil Wali Kota Batam Muhammad Rudi rapat terkait perkembangan persiapan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Batam. Dalam pertemuan tersebut, Menteri Darmin mempertanyakan perkembangan transformasi Free Trade Zone ke Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

Rudi melaporkan tidak ada perkembangan sejak Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam Lukita Dinarsyah Tuwo dilantik, Oktober 2017 lalu. Soal KEK, ia mengatakan sejatinya merupakan amanah yang diemban oleh BP Batam. Sejauh ini yakni baru memproses peralihan enam aset dari BP Batam ke Pemko Batam.

“Itupun masih saja berproses di Kementrian Keuangan,” ucap Rudi

Ia mengaku transformasi ini membutuhkan regulasi, hal ini ia akui butuh waktu yang agak panjang. Namun demikian, ia mengatakan seharusnya di daerah juga mulai bergerak untuk mengerjakan yang bisa dikerjakan di daerah. Ia mengatakan KEK adalah jawaban agar kewenangan BP Batam dan Pemko Batam dalam menjalankan roda organisasi untuk kepentingan bangsa.

“Soal pusat, kapan mereka selesaikan kita tunggu saja. Pak Lukita harus serius tangani ini, baru (menjabat) tak juga bisa jadi alasan. Yang ringan kan bisa didahulukan,” kata dia.

Ia mengatakan, sebelum ada penentuan titik KEK sesuai dengan zonasi, ada beberapa hal yang bisa dimulai. Menurutnya, kelak yang di dalam KEK sudah menjadi wewenang BP Batam sementara itu diluar KEK merupakan tanggungjawab Pemko Batam.

Ia mencontohkan, ketika KEK diberlakukan, jalan adalah salah satu yang sudah pasti di luar KEK, maka dari itu ia meminta seluruh pengelolaan jalan.

“Tunggu apalagi, jalan yang ngurus kami nih, ngapain ditahan-tahan. Jalan inikan untuk kepentingan umum, untuk rakyat. Kami minta serahkan dulu jangan pinjam pakai, kami lagi tangani jalan nih,” imbuhnya.

Soal jalan ini, Rudi mengatakan Lukita telah berjanji untuk diselesaikan dalam tiga bulan. Kelak, semua ruas jalan dari ruas jalan kota hingga nasional dikelola Pemko Batam. Maka dari itu kini sudah dipersiapkan tim untuk memperlancar peralihan jalan.

“Tak perlu tunggu tiga bulan, sambil saja kerjanya. Begitupun drainase, aset lain juga, sehingga menjelang dua tahun semua ada titik terang . yang A ke kanan, B ke Kiri sudah terbagi.,” ucap dia.

Tak hanya soal jalan hal lain yang medesak yakni soal drainase yang diperlukan untuk menanggulangi banjir di Batam juga soal area pemakamam, TPA hingga stadion lapangan bola.

“Drainase sudah kasih ke swasta kami minta tarik balik dan kami akan kembalikan fungsinya untuk drainase. Lalu, pemakamam kayak di Seibeduk sudah dijual (alokasikan), masa untuk orang meninggal dijual juga, harusnya diputihakn dong. Ini harus didudukan bersama,” pungkasnya. (adi)

Pertamina Bantah Premium Langka di Batam

0
Yudi, petugas SPBU Ocarina, Batamcentre mengisi bahan bakar pertalite ke pemotor, Jumat (6/4). Saat ini premium mulai langka di SPBU yang ada di Kota Batam. F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Langkanya Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium di hampir seluruh SPBU di Batam mendapat tanggapan dan kecaman dari beberapa pihak. Tak terkecuali dari Komisi II DPRD Batam.

Menurut anggota Komisi II DPRD Batam, Salon Simatupang, langkanya BBM jenis premium di SPBU se-Batam merupakan tanggung jawab mutlak pihak Pertamina selaku kepanjangan dari pemerintah terkait BBM.

“Pertamina harus bertanggung jawab terhadap kelangkaan kecukupan BBM premium di Batam. Sebab, 80 masyarakat di Batam ini masih menggantungkan BBM premium untuk menjalankan kendaraannya,” ujar Salon, Jumat (6/4).

Salon juga meminta transparansi pihak Pertamina, berapa sesungguhnya kuota pasokan BBM bersubsidi jenis premium untuk kebutuhan masyarakat Batam.

“Transparansi itulah kunci utamanya. Kalau Pertamina serba tertutup sampai berapa seharusnya kuota BBM premium agar bisa mencukupi kebutuhan masyarakat Batam. Kalau itupun tak dibuka selebar-lebarnya ke publik, bagaimana kami bisa tahu berapa pastinya jumlah kuota yang mencukupi untuk masyarakat di Batam,” terangnya.

Masih kata Salon, saat ini Pertamina mengklaim bahwa masyarakat sudah pada sadar dan beralih dari menggunakan BBM premium ke pertalite, hal itu patut dipertanyakan.

“Masyarakat Batam yang mana yang kata Pertamina sudah pada beralih ke pertalite daripada menggunakan premium. “Buktikan lah. Kenyataannya banyak masyarakat yang berteriak mengeluhkan kelangkaan BBM jenis premium di SPBU. Kalaupun ada, pasti antrenya panjang sekali dan tak sampai dua jam habis itu premium di SPBU,” ujarnya.

Sementara Humas Pertamina Sumbagut, Rudi dalam pesan singkatnya ke Batam Pos menampik adanya kelangkaan dan pengurangan pasokan BBM jenis premium di Batam.

Menurutnya penyaluran BBM jenis premium di SPBU se-Batam sudah dilakukan Pertamina sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Rudi mengklaim seharusnya tak ada lagi kelangkaan premium di SPBU.

“Kita juga giatkan promo untuk produk-produk BBM berkualitas, agar masyarakat tetap memilih menggunakan BBM dengan RON 90 ke atas sesuai tuntutan teknologi kendaraan dan lingkungan yang lebih sehat dan lebih baik,” ujar Rudi di pesan singkatnya.

Rudi juga menegaskan, menggunakan BBM pertalite diklaimnya lebih irit dibandingkan dengan BBM premium. Hal tersebut, lanjutnya, perlu dukungan dari semua pihak untuk mengedukasi masyarakat selaku konsumen agar lebih cerdas dalam memilih dan menggunakan BBM berkualitas. (gas)

Bagas Terpilih sebagai Ketua IJTI Kepri 2018 – 2021

0
Bagas (tanda centang merah) bersama anggota IJTI Kepri.

batampos.co.id – Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Provinsi Kepri menggelar Musyawara Daerah (Musda) ke-III pemilihan ketua baru IJTI Kepri periode 2018-2021 di aula Saung Sunda Sawargi Batam Kota, Sabtu (7/4/2018) siang.

Pada Musda III pemilihan Ketua IJTI Kepri ini ada tiga kandidat yang maju dalam pencalonan ketua yakni Agus Siswanto Siagian, Alboim Hironimus, dan Agus Faturrahman alias Bagas.

Dalam Musda kali ini terdapat 20 anggota yang memiliki hak suara karena sudah terdaftar resmi di keanggotaannya di IJTI untuk menentukan siapa Ketua IJTI Kepri periode 2018-2021 ini.

Sebelum pemilihan digelar, ketiga kandidat diberikan kesempatan masing-masing selama 15 menit untuk memaparkan visi misinya terhadap kemajuan organisasi IJTI kedepannya.

Satu persatu mulai memaparkan visi misinya yang akan dilakukannya apabila nantinya terpilih sebagai Ketua IJTI Kepri periode 2018-2021.

Yang paling menyita perhatian seluruh anggota IJTI Kepri yang hadir, saat salah satu calon ketua, Agus Siswanto menyampaikan visi misinya hingga air matanya mengucur membasahi pipinya.

Sayangnya dalam pemilihan dengan cara voting atau suara terbanyak, Agus Siswanto memperoleh suara paling buncit yakni hanya tiga suara saja. Sedangkan ketua terpilih, Agus Faturrahman memperoleh sepuluh suara. Disusul calon kedua, Alboim Hironimus memperoleh tujuh suara.

Usai terpilih, Agus Faturrahman atau akrab dipanggil dengan sebutan Bagas ini langsung dipersilakan membetuk struktur kepengurusan baru dan dilantik langsung oleh Ketua IJTI pusat, Yadi Hendriana yang ikut menyaksikan Musda III pemilihan Ketua IJTI Kepri.

“Setiap orang punya masa lalu yang buruk iya, tapi orang yang baik adalah orang yang bisa mengubah masal lalunya yang buruk menjadi lebih baik lagi. IJTI Kepri ini bukan milik ketua terpilih, tapi milik semua anggotanya,” ujar Ketua IJTI Kepri terpilih, Bagas.

Masih kata Bagas, ia berjanji akan membesarkan organisasinya secara bersama dengan merangkul semua anggota baik di Batam maupun di daerah lainnya.

“Kebersamaan yang akan saya tonjolkan di organisasi IJTI Kepri ini nantinya serta merapikan kembali administrasi keanggotaan IJTI Kepri. Kami ingin keberadaan IJTI Kepri ini tak hanya dirasakan oleh anggota di Batam saja, tetapi anggota di kabupaten/kota lainnya di Kepri juga harus ikut merasakan dan turut andil langsung membesarkan organisasi ini,” terang Bagas.

Sementara kandidat yang tak terpilih, Agus Siswanto berharap, Ketua IJTI yang baru mampu mempersatukan perbedaan anggota yang selama ini susah diurai. (gas)

Apa yang Ditunggu Warga Terkena Dampak Pembangunan Dam Sei Gong segera Cair

0
Pekerja menggesa pembangunan Bendungan Seigong, Barelang, Senin (14/8). Bendungan Seigong ini sudah mencapai 50 persen pengerjaanya. Dan nantinya airnya akan menyuplai untuk air di batam. Jadi warga Batam tidak perlu khawatir krisi air. F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Dana kerohiman untuk warga di sekitar kawasan pembangunan Waduk Sei Gong akan segera cair minggu depan.

“Sekarang tinggal menunggu Surat Keputusan (SK) dari Gubernur, maka akan langsung dikasih. Mudah-mudahan dalam minggu depan ada,” kata Deputi IV BP Batam, Eko Budi Soepriyanto di Gedung BP Batam, Jumat (6/4).

Sayangnya ia belum mengetahui berapa besaran dana kerohiman tersebut. Nilainya ada di tangan tim appraisal atau tim independen yang ditunjuk oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri dan BP Batam.

“Tim appraisal yang ditunjuk sudah berpengalaman menangani masalah-masalah sosial di Jakarta, Lampung dan lainnya. Nilai dari dana itu diperoleh lewat rumusan mereka,” jelasnya lagi.

Rumusan itu diperoleh setelah mereka melakukan survey langsung ke lapangan.

Sedangkan Ketua Pelaksana Tim Terpadu untuk penyelesaian masalah Sei Gong Syamsul Bahrum mengatakan sebenarnya dana kerohiman akan diberikan sejak Maret silam. Namun karena kesibukan Gubernur, maka hingga awal April ini belum terealisasi juga.

SK sudah di Sekda, tinggal menunggu Gubernur tandatangan baru kami bisa berikan ganti rugi,” ujarnya.

Syamsul menjelaskan, terpenting adalah sudah terselesaikannya proses verifikasi data penerima yang dikerjakan tiga tim di lapangan. Setiap tim terdiri atas mereka yang memang memiliki kapasitas untuk menghasilkan data dengan perhitungan yang akurat. Sehingga tidak menimbulkan masalah di kemudian hari.

Mereka bekerja setelah mendapatkan data dari BP Batam. Setelah data diperoleh maka diverifikasi oleh tim verifikasi independen dan terakhir adalah proses finalisasi oleh tim verifikasi internal.

Dan yang pasti, nilai dari dana kerohiman tersebut dihitung dengan memperhatikan nilai ekonomisnya. Sehingga sebuah pohon tidak dihargai hanya sebatang. Namun juga diperhitungkan berapa hasil dari buah yang dihasilkan sebatang pohon tersebut. (leo)

Empat Ruli Ludes Terbakar

0

batampos.co.id – Empat rumah liar (ruli) yang berada di Komplek Orchid Centre Blok A RT 02 RW 06 Jodoh Batuampar habis terbakar, Jumat (6/4) sekitar pukul 22.30 WIB.

Kebakaran tersebut diduga disebabkan lilin yang terjatuh saat menyala dan ditinggal tidur oleh pemilik rumah. Hal tersebut dibenarkan beberapa warga yang juga tinggal di sekitar lokasi kejadian. Salah satunya adalah korban yang rumahnya juga ikut terbakar, Nur Afni.

“Api pertama membakar rumah paling ujung yang ditempati bapak-bapak yang sudah tua. Kami saja tetangganya tak kenal bapak itu karena memang orangnya tertutup dan kurang familiar ke warga,” ujar Nur Afni.

Api saat pertama membakar satu rumah, pemilik rumah sedang berada di dalam rumahnya. Mengetahui rumahnya terbakar, pemilik rumah mencoba menyelamatkan diri dengan keluar dari rumahnya tanpa sempat menyelamatkan barang di dalam rumahnya seperti satu sepeda motor.

“Kebetulan saat kebakaran, warga lagi sepi dan sudah pada tidur. Beruntung saat rumah saya juga ikut terbakar, saya dan anak langsung saya bawa keluar tanpa memikirkan barang-barang di dalam rumah. Saya pilih nyawalah. Harta bisa dicari lagi,” terang Nur Afni.

Saat rumahnya ikut ludes dilalap api, Nur Afni lagi tertidur bersama anaknya. Ia terbangun dan kaget setelah mengetahui atap rumahnya sudah dipenuhi api.

“Saat saya hendak keluar rumah, api itu sudah membakar tak hanya atap rumah, tapi sudah hampir semuanya lah, bahkan sampai lemari pun terbakar. Makanya saya pilih lari keluar sama anak menyelamatkan diri,” katanya.

Setengah jam berlalu, empat mobil pemadam kebakaran dari Pemko Batam dan BP Batam turun ke TKP memadamkan api yang sudah membakar empat ruli tersebut.

Beruntung saat kebakaran, tak sampai merenggut korban jiwa dari penghuni rumah.

Istri dari Ketua RT 02, Misrin di Komplek Orchid Centre yang tak mau menyebut namanya mengatakan, saat kejadian, ada beberapa warga yang rumahnya ikut ludes terbakar, sempat menyelamatkan tiga sepeda motornya yang diletakkan di dalam rumahnya.

“Gimana lagi, saat warga terbangun, api sudah membesar membakar dua rumah hingga merembet sampai empat rumah. Warga yang terbangun langsung membantu memadamkan api dengan menyiramkan air menggunakan peralatan seadanya seperti ember,” ujarnya mengakhiri. (gas)

Jelang Ramadan, Sejumlah Fasilitas Masjid Raya Batam Diperbaiki

0
Lantai Masjid Raya Batam

batampos.co.id – Jelang Ramadan tahun ini, Pemerintah Kota (Pemko) Batam mendorong kesiapan masjid-masjid. Tak terkecuali, Masjid Raya Batam (MRB). Untuk itu sejumlah peralatan tempat ibadah umat islam yang juga salah satu ikon Kota Batam ini akan diperbaharui atau diperbaiki.

“Air pembuangan yang tersumbat, tempat wudhu, sound system dan lantainya diperbaiki,” kata Wali Kota Batam Muhammad Rudi, kemarin.

Rudi ikut gotong royong di MRB Jumat (6/4). Setelahnya, melakukan peninjauan.Dilokasi kegiatan, terlihat sejumlah pegawai Pemko Batam dan Satpol PP Batam, melakukan bersih-bersih. Sebagian mengecek peralatan yang ada di masjid.

“Sekarang bersih-bersih dan memperbaiki apa yang tidak berfungsi. Ini untuk menghadapi ramadhan,” jelasnya.

Ia menyampaikan, proses perbaikan menyonsong ramnadan ini tak membutuhkan waktu lama. Maka dari itu, saat bergotong rpyong pun ia membawa serta sejumlah pimpinan Oragnisasi Perangkat Daerah (OPD).

“Tiga minggu ini selesai,” ucap dia.

Sementara itu, sebelumnya perbaikan menyongsong ramadan ini berbeda dengan rencan revitalisasi MRB. Untuk diketahui, revitalisasi MRB direncanakan akan dilakukan pada 2019 mendatang.

“Bisa jadi multi year, pada prinsipnya Cak Nur (Ketua DPRD Batam) oke,” kata Rudi usai Rapat Pemko Batam menjaring aspirasi dari pemuka agama Islam Batam terkait revitalisasi Masjid Raya Batam (MRB), di ruang rapat Pemko lantai IV, Selasa (3/4).

Dalam konsepnya, Rudi menegaskan bahwa konsep MRB tetap bernuansa Melayu di bagian luar, dan tidak merubah estetika di bagian dalam masjid sebagaimana konsep sebelumnya.

“Seperti Masjid Agung. Diluar nuansa Melayu, dalamnya agama. Intinya tidak mengganti baru masjid, hanya memperbaiki. Dan ini tidak menggunakan APBD,” tutup Rudi.

dalam rapat tersebut tokoh agama islam melalui, Ketua MUI Batam Usman Ahmad itu, terkuak beberapa konsep yang diajukan. Salah satunya, MUI mengusulkan adanya empat zona yang tersedia dalam kawasan MRB. “Empat zona tersebut yakni, zona ibadah, zona ekonomi, pendidikan, dan perkantoran,” sebutnya. (adi)

Pemko Batam Bisa Ajukan Revitalisasi Masjid Raya pada APBD-P

0
Sejumlah masyarakat beragama islam mengambil air wudhu di Masjid Raya Kota Batam, di Batam Center | .Rezza Herdiyanto/Batam Pos

batampos.co.id – Perbaikan dan pengembangan Masjid Raya Batam telah dimasukkan dalam Rencana Kerja (Renja) Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kota Batam untuk tahun 2019 mendatang. Pengerjaannya akan disesuaikan dengan ketersediaan anggaran.

Ketua Pansus Pengelolan barang milik daerah, Udin P Sihaloho mengatakan, anggaran revitalisasi Masjid Raya Batam bisa dianggarkan di APBD Perubahan. Hal ini mengingat biaya pemeliharaan Masjid Raya, sebelumnya sudah dianggarkan dari APBD.

“Ini tujuannya untuk kenyamanan umat. Saya rasa tak ada masalah dianggarkan di APBD perubahan,” kata Udin, Jumat (6/4).

Ia juga optimis, jika BP Batam selaku pemilik aset memiliki komitemen kuat. Apalagi aset masjid itu untuk kepentingan umat Muslim beribadah. Bukan yang sifatnya komersil.

“Kalau sifatnya memperindah, lalu kita anggarkan. Saya rasa tidak ada masalah,” tutur Udin. Beda cerita dengan aset lain, seperti jalan, Pasar Induk Jodoh, dan TPA Punggur dan lainnya. Memang harus ada bukti tertulis penyerahan aset sebelum, pemerintah daerah melakukan penganggaran untuk aset tersebut.

“Alangkah baiknya, itu dilakukan secara tertulis dulu baru revitalisasi. Ibaratnya, kalau kita punya mobil, suratnya di tangan orang. Tapi kita benahi mobil itu. Itu kan masih abu-abu. Belum bisa diklaim sepenuhnya oleh Pemko,” sebut Udin.

Politisi PDIP itu juga menyinggung penganggaran pelebaran jalan yang mencapai ratusan miliar. Pelebaran jalan tersebut sudah dimulai sejak 2017 lalu. Sementara MOU baru ditandatangani di Maret 2018 dan itupun sifatnya masih pinjam pakai.

“Ini yang kita belum tahu. Bagaimana pertanggungjawaban anggaran 2017 itu yang belum jelas,” ungkap Udin.

Sebelumnya, Wali Kota Batam Muhammad Rudi menyampaikan, revitalisasi MRB ini tidak mengubah desain arsitektur bangunan utama masjid. Namun, dalam pengerjaan akan dikembangkan mulai dari tempat parkir, taman hingga pembenahan tempat wudhu.

“Tempat wudhu akan kami bikin tiga. Toiletnya nanti bukan di samping itu, kami akan tentukan tempatnya,” ujar Rudi.

Selain itu, ruang lapang di depan masjid akan diperluas. Di lokasi ini dapat dipakai untuk kegiatan keagamaan tanpa harus menggunakan bangunan utama. Agar memberikan suasana nyaman kelak lokasi tersebut akan dibuatkan atap.

“Jadi kalau sudah seperti ini, bangunan utama fungsinya betul-betul buat beribadah,” imbuhnya. (rng)

Kemenkeu Beri Pemahaman Mengenai APBN pada Mahasiswa Batam

0

batampos.co.id – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memberikan edukasi mengenai Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) kepada ratusan mahasiswa sekota Batam di Gedung BP Batam, Kamis (5/4).

“Kami memberikan edukasi mengenai APBN mulai dari mekanisme penyusunannya hingga penggunaannya untuk sektor-sektor produktif,” ujar Deputi I BP Batam Purwiyanto usai acara.

Ia memaparkan APBN merupakan salah satu instrumen negara yang digunakan untuk kesejahteraan rakyat.

“Mahasiswa memiliki pemahaman yang objektif tentang APBN sehingga isu-isu yang berkembang terkait APBN bisa disikapi dengan bijaksana dan konstruktif,” jelasnya lagi.

Dalam kesempatan ini, materi yang diajarkan menyangkut soal penyusunan APBN hingga reformasi keuangan negara dan dukungan APBN unutk pembangunan di Indonesia, khususnya di Batam.

“Yang kita harapkan seluruh stakeholder punya persepsi yang sama. Dan yang penting adalah pemahaman yang tepat,” katanya.

APBN ditentukan oleh DPR dan pemerintah. Bentuknya adalah UU yang diajukan oleh pemerintah dan kemudian dibahas dan disetujui oleh DPR dengan saran dari DPD RI.

“Banyak sekali tahapan yang harus dilalui, mulai dari usulan, pembahasan hingga pengesahan,” jelasnya.

Dalam proses pembahasan itu APBN akan digodok bersama. Tujuan untuk mencapai kesejahteraan rakyat akan dibahas lebih mendalam. Sehingga penggunaa APBN di semua daerah, khususnya Batam benar-benar mendukung kesejahteraan rakyat.

“Yang tujuannya harus konstruktif. Untuk Batam misalnya, pembangunan di daerah ini seusai dengan tujuan-tujuan yang sudah dirumuskan,”jelasnya.

Sedangkan Kepala Seksi penyusunan APBN Aksa Nugraha mengatakan tantangan APBN untuk kedepannya dilihat dari Ruang fiskal terbatas, Mandatory spending dan belanja wajib relatif besar dan kualitaas belanja yang lebih baik.

“Lalu penyerapan anggaran belum optimal yang menjadi tantangan kementrian keuangan dalam menyusun APBN,” pungkasnya.(leo)

Alasan Mengapa Batam Menari Tak Dilaksanakan di Temenggung Abdul Jamal

0
Kepala BP Batam, Lukita berbincang dengan Dirut Batam Pos, Marganas Nainggolan. | cecep mulyana / batampos

batampos.co.id – Pergelaran Batam Menari 2018 akan menjadi event tahunan kalender kegiatan pariwisata kota Batam. Event ini akan disematkan sebagai salah satu agenda utama setiap agen travel yang ada di Batam.

“Setelah event ini memecahkan rekor MURI, maka akan masuk Youtube dan dikenal orang. Lalu saya juga sudah meminta agar Batam Menari ini menjadi agenda utama dalam paket wisata agen travel di Batam,” ujar Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam Lukita Dinarsyah Tuwo saat bertandang ke Batam Pos, Jumat (6/4/2018).

Namun, berbeda dari pergelaran pertama, edisi Batam Menari berikutnya merupakan festival tari nusantara.

“Untuk tahun pertama, kami memang harus buat gebrakan, agar bisa dilihat dunia. Ini merupakan fokus kami untuk gerakan kebangkitan dan menciptakan imbas sosial,” jelasnya lagi.

Menurut Lukita, Batam Menari menimbulkan kebersamaan melalui pesta rakyat. Dan juga membangkitkan kreativitas masyarakat.

“Jika dunia melihat kebersamaan lewat Batam Menari, maka mereka akan menilai bahwa Batam itu aman dan nyaman,” katanya.

Ia juga alasan mengapa memilih kawasan Bundaran BP Batam sekitarnya menjadi lokasi adalah karena menari bersama di jalanan akan menimbulkan kesan pesta rakyat yang sebenarnya.

“Suasana di jalan itu terasa seperti pesta rakyat yang sesungguhnya. Memang pada awalnya kita ragu, namun jika memilih di Stadion Temenggung, maka tidak akan menggambarkan citra seperti itu,” paparnya.

Untuk jumlah peserta saat ini, Lukita menerangkan sudah mencapai 20.167 peserta yang sudah terverifikasi hingga pendaftaran berakhir beberapa hari yang lalu.

Menggelar event pariwisata merupakan cara yang terbaik dalam mengangkat pertumbuhan ekonomi. Lukita menerangkan kondisinya tidak terpengaruh sama sekali dengan kondisi ekonomi global yang belum pulih.

“Event merupakan cara yang tepat. Sedangkan jika menunggu akses dan destinasi dibenahi, maka membutuhkan waktu yang lama. Dan kami tak mungkin menunggu itu, karena kami komitmen dalam dua tahun harus 7 persen,” jelasnya lagi.

Batam Menari diharapkan dapat menjadi salah satu destinasi wisata di Batam. Bagi Lukita, destinasi bukan hanya lokasi tapi juga event.”Kami mulai dari harus kita bisa lakukan,” paparnya.

Event Batam Menari ini mendapat dukungan penuh dari Batam Pos. General Manager (GM) Batam Pos Guntur Marchista Sunan mengatakan media terbesar di Kepri ini sangat mengapresiasi sekali penyelenggaraan event ini.

“Tadi di bandara tak biasanya sangat ramai seperti tadi pagi. Ternyata mereka datang untuk ikut Batam Menari,” jelasnya.

Batam Pos kata Guntur memiliki jaringan ke seluruh Indonesia. Jaringan Jawa Pos National Network (JPNN) mampu membawa kabar dari satu daerah ke seluruh Indonesia.

“Batam Menari ini akan tersiar ke seluruh Indonesia. Kami sangat mendukung upaya pemerintah yang mampu membuat pertumbuhan ekonomi meningkat,” ungkapnya.

Dukungan untuk Batam Menari juga datang dari Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Batam Muhammad Mansur. Ia mengapresiasi sekali penyelenggaraan event pariwisata ini.

“Kami mendukung penuh upaya pemerintah yang ingin mengembangkan ekonomi lewat event menari,” jelasnya.

Ia juga mengaku sudah berkali-kali bertemu dengan BP Batam membahas soal Batam Menari. Mansur juga akan mengakomodir keinginan BP Batam yang mau event ini masuk dalam kalender kegiatan dari para agen travel.

“Namun yang perlu dibenahi adalah membuat lokasi dimana penonton bisa menikmati adegan koreografi massal tersebut,” pungkasnya. (leo)