Minggu, 5 April 2026
Beranda blog Halaman 12378

Kolaborasi Apik Polisi dan Bea Cukai Ungkap Penyelundupan Sabu 1,6 Ton

0
foto: cecep mulyana / batampos

batampos.co.id – 1,6 ton Narkoba jenis sabu berhasil digagalkan beredar oleh Tim Gabungan dari Satgasus Polri, Direktorat IV Tipidnarkoba, Bea Cukai Pusat dan Bea Cukai Batam.

Aksi penyeludupan sabu tersebut, dilakukan dengan menggunakan kapal berbendera Singapura yang berisikan empat orang anak buah kapal (ABK) warga negara China.

Keempat ABK tersebut diketahui bernama Tan Merhai,69; Tan Yi,33; Tan Hui,43 sebagai nakhoda kapal; dan Liu Yin Hua, 63.

Berdasarkan infomasi yang diperoleh, kapal tersebut ditangkap saat berada di perairan Kepulauan Anambas, Kepri.

Dalam penangkapan itu, petugas gabungan menemukan 81 karung yang berisikan Methampetamine yang masing-masing karung kurang lebih berisikan 20 kilogram sabu.

Pengungkapan ini dilakukan bermula dari patroli yang dilakukan tim gabungan menggunakan Kapal Bea Cukai dengan Nomor Lambung BC 2005. Dimana patroli lakukan di perairan Anambas, Kepri, pada Minggu (18/2/2018).

Sehari kemudian, pada Senin (19/2/2018), tim mendapat informasi mengenai koordinat kapal target yang berlokasi di 01.09.227 U / 103.48.023 T. Setelah mendapatkan koordinat, selanjutnya dilakukan koordinasi dengan Bea Cukai Kanwil Kepri untuk dilakukan penyisiran dan pengejaran kapal target yang diinformasikan membawa sabu.

Selanjutnya, pada Selasa (20/2) sekira pukul 02.00 WIB dinihari dilakukan penangkapan oleh Satgassus Polri dan Bea Cukai dengan menggunakan Kapal BC 7005 di perairan Karang Helen Mars yang berdekatan dengan Karang Banteng.

Tim berhasil mengamankan satu unit kapal ikan berisi jaring ketam asal Taiwan dengan bendera Singapura. Dalam pemeriksaan yang dilakukan, kapal tersebut juga tidak memiliki dokumen serta surat-surat kapal.

Setelah ditangkap, sekira pukul 08.00 WIB, kapal digiring menuju Pangkalan Bea Cukai Sekupang bersamaan dengan Kapal Bea Cukai 20007 yang turut serta Tim Bareskrim Polri.

Kabid Humas Polda Kepri Kombes Erlangga saat dikonfirmasi membenarkan adanya penangkapan ini. Ia mengatakan bahwa, Kapolda Kepri Irjen Didid Widjanardi bahkan sudah berada di lokasi pelabuhan untuk melihat langsung tangkapan ini.

Namun demikian, Erlangga belum memberikan keterangan lebih terkait dengan hasil tangkapan ini.

“Kita tunggu Kapolda (Irjen Didid Widjanardi) nanti yang memberikan keterangan,” jelasnya.

(bbi/JPC)

Batam Darurat Jalan Berlubang

0

batampos.co.id – Sejumlah titik jalan di Batam mengkhawatirkan meski sudah ada perbaikan dan pelebaran jalan oleh Pemerintah Kota Batam. Dimana masih banyak titik jalan yang berlubang dan dinilai rawan kecelakaan.

Bahkan lubang besar masih terlihat di jalan protokol. Seperti yang terlihat di jalan Laksamana Bintan atau Simpang Gelael ke Underpass (Pelita, red). Terdapat belasan lubang menganga di tengah jalan. Diameter lubang pun cukup besar sehingga tak jarang pengendara, terutama roda dua menjadi korban.

Siatuasi jalan berlubang ini sudah sering dikeluhkan warga, namun belum ada respon dari pemerintah. Bahkan dari lubang yang awalnya kecil sekarang sudah menjadi besar.

“Kami sudah sering berkoar-koar di Medsos yang ada pemerintahnya juga agar didengar pemerintah. Namun sampai sekarang belum ada respon. Apa menunggu jatuh korban dulu,” terang Ramses warga Bengkong yang selalu menggunakan jalan tersebut setiap hari.

Menurut dia, situasi jalan tersebut harus segera diperbaiki, mengingat jalan itu juga kerap dilalui trailer dan mobil besar lainnya. Ia khawatir jalan berlubang itu nantinya makan korban dari pengendara karena tak bisa mengengendalikan laju kendaraan.

“Kalau dengar yang jatuh sering di kawasan itu. Lihat saja, lubangnya setiap hari makin besar dan itu berada ditengah jalan,” imbuh pria berusia 26 tahun ini.

Buruknya kondisi jalan juga dapat terlihat di kawasan Bengkong. Bahkan ada lubang besar yang hanya ditutupi kerikil. Yang lama-lama kerikil itu berserak keluar dan menjadikan jalanan licin.

“Ditambal pake kerikil aja, tapi tahannya sebentar. Jalan tersebut tetap berlubang bahkan membahayakan pengendara karena kerikil bertebaran dimana-mana,” ujar Ramses lagi.

Kondisi jalan berlubang juga terlihat di depan Kawasan Industri Batamcenter. Lubang cukup besar menganga ditengah jalan dan selalu menganggu pengendara yang melintas. Bahkan pengendara kerap memelankan laju kendaraan karena lubang tersebut.

Sementara, Wakil Walikota Batam, Amsakar Achmad tak bisa menjawab banyak terkait banyaknya jalan berlubang di Batam.

“Coba tanya ke pak Yu (Yumasnur) langsung, dialah yang lebih paham,” ujar Amsakar, kemarin .

foto: cecep mulyana / batampos

Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBM-SDA) Kota Batam, Yumasnur mengatakan jalan berlubang yang tersebar di beberapa ruas jalan seperti yang terjadi di Jalan Laksamana Bintan atau arah Batam Center menuju Sungaipanas, Costarina, hingga jalan Orchard Boulevard perlahan akan diperbaiki.

“Jalan itu milik provinsi, nanti akan kami koordinasikan,” kata dia, Selasa (19/2).

Yumasnur menambahkan, untuk jalan Laksamana Bintan tahun ini akan dilakukan pelebaran juga, otomatis jalan yang rusak tersebut juga akan diperbaiki.

Ia menyebutkan ruas jalan tersebut merupakan salah satu jalan yang padat dilalui kendaraan. Saat ini pengerjaan jalan tengah berjalan, dia berharap dalam waktu dekat ini jalan berlubang bisa segera diperbaiki.

“Kami cek dulu, kalau bisa dikerjakan cepat kenapa tidak,” imbuhnya.

Untuk jalan lainnya yang berada di bawah tanggung jawab provinsi. Selain pembangunan jalan, pihaknya juga akan memperbaiki jalan-jalan yang rusak. Sebelumnya, DBM-SDA juga telah menambal jalan berlubang yang ada di Green Land, Batamcenter.

“Bertahap permasalahan ini akan kami selesaikan,” ujarnya.

Pantauan Batam Pos di jalan Laksamana Bintan, jalan berlubang menyebabkan pengendara harus berhati-hati. Lubang yang menganga bisa mengancam pengendara yang melalui jalan tersebut. (yui/she)

Ekonomi Picu Aksi Kejahatan

0
ilustrasi

batampos.co.id – Kasus kejahatan jalanan saat ini masih jadi tindak kriminal yang dominan terjadi di Batam. Walaupun pihak kepolisian mengakui sudah melakukan patroli, para begal masih tetap saja berkeliaran memangsa korbannya.

Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Erlangga menyebutkan tindakan kriminal ini akibat faktor ekonomi Batam yang masih belum tumbuh. Pengangguran yang makin banyak, juga menjadi penyebab kejahatan jalanan masih tetap ada sampai sekarang. Dari data Polda Kepri, tren kejahatan umum meningkat.

“Kami tetap mengkedepankan patroli, baik itu patroli Batara biru maupun Engku Putri. Lalu juga blue light yang selalu melintasi daerah-daerah rawan,” katanya, Senin (19/2/2018).

Ia mengatakan kejahatan jalanan ini, sudah menjadi atensi Polda Kepri. Dan hal ini sudah diberitahukan ke jajaran Polda Kepri, untuk menuntaskan kejatanan jalanan. Sehingga membuat masyarakat aman dan nyaman saat berkendara, baik siang maupun malam.

Terkait dengan mulai banyaknya masyarakat yang dibegal di daerah Temiang, Erlangga menuturkan telah mengatahui hal itu. “Kami sudah perintahkan jajaran di Polresta dan Polsek untuk meningkatkan patroli,” ucapnya.

Patroli yang dilakukan jajaran Polda Kepri ini, kata Erlangga akan terus dievaluasi setiap harinya. Agar mengetahui seberapa efektif patroli ini.

“Evaluasi juga berguna untuk melihat apakah perlu meningkatkan pengawasan atau operasi cipta kondisi,” tuturnya. (ska)

Kecamatan Nongsa Menyelesaikan Antrian 7 Ribu Permohonan KTP

0
ilustrasi

batampos.co.id – Kecamatan Nongsa menyelesaikan antrian 7 ribu permohonan KTP. Camat Nongsa, Heriyanto Jusuf menuturkan penyelesaian ini, setelah mendapatkan pasokan blangko e KTP yang cukup dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Batam.

“Sebelumnya ada antrian sebanyak itu (7 ribu permohonan,red), tapi sudah kami selesaikan,” katanya, Senin (19/2).

Ia mengatakan saat ini tidak ada lagi antrian permohonan e KTP di wilayahnya. Semua proses pembuatan e KTP sudah berlangsung dengan lancar, tanpa ada hambatan. “Tak ada lagi permasalahan, clear,” kata Heryanto.

Heryanto menuturkan pihaknya memiliki persedian blangko e KTP. sehingga setiap permintaan untuk pembuatan e KTP baru atau penggantian, bisa langsung dilaksanakan. “Sebelum datang, masyarakat haruslah membawa syarat-syarat yang lengkap,” ujarnya.

Syarat permohonan pembuatan e KTP ini cukup mudah dan gampang. Masyarakat yang masih menggunakan KTP Siak, dapat membawa surat keterangan RT/RW, lalu mengisi form pembuatan KTP di Kelurahan, setelah berkas lengkap bisa langsung menyambangi Kantor Camat Nongsa. Untuk yang belum memiliki KTP, ada syarat tambahan yakni bawa Ijazah terakhir dan akte kelahiran. (ska)

Pembangunan Hang Nadim Menunggu Tawaran Pengembang

0
Para penjemput penumpang pesawat yang baru tiba di Bandara Hang Nadim Batam,
Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Bandara Internantional Hang Nadim terus melakukan pengembangan, agar menjadi aerotropolisnya Kota Batam. Sudah ada beberapa kontraktor yang menyatakan minat, untuk mengembangkan bandara yang memiliki landasan terpanjang se Indonesia ini.

Namun pihak BP Batam selaku pemilik Hang Nadim, mengajukan berbagai syarat ke kontraktor luar negeri tersebut.

“Ada dari Jepang itu perusahaan Mitsui, KLN, Korea itu Incheon dan ada juga dari India. Mereka (empat perusahaan luar negeri) ini sedang menyusun konsep pengembangan Hang Nadim,” kata Direktur BUBU Hang Nadim Batam, Suwarso, Senin (19/2).

Syarat-syarat tersirat yang diajukan oleh Hang Nadim ke empat kontraktor ini yakni meminta tidak hanya membangun terminal bandara, tapi juga bagian kargo. Nantinya Hang Nadim direncanakan jadi pusat pengiriman barang. Sehingga arus lalu lintas barang untuk kebutuhan Industri menjadi lebih mudah.

“Karena Hang Nadim juga akan menyinkronkan diri dengan akses pelabuhan barang maupun penumpang. Tak hanya laut, darat juga,” tuturnya.

Selain itu, Suwarso mengatakan BP Batam meminta kontraktor memanfaatkan lahan Hang Nadim seluas 1.700 haktare. Saat ini, lahan seluas itu hanya digunakan sebagian kecil saja oleh pihak Hang Nadim, untuk terminal penumpang, kargo, ruang VIP, pusat perkantoran, lalu MRO Lion Air.

“Pihak BP Batam meminta kontraktor jangan asal membangun saja. Tapi menawarkan ide terbaik mereka, untuk mengelola lahan-lahan yang kosong itu. Apa keuntungan yang bisa ditarik bagi kami (BP Batam,red) dan mereka juga,” ucap Suwarso.

Terkait hal ini, ke empat kontraktor asing ini sudah menyambangi Hang Nadim beberapa waktu lalu. “Sudah mereka liat semua. Kami masih menunggu penawaran terbaik mereka, dalam pengembangan Bandara Internantional Hang Nadim,” tuturnya.

Hal lain yang diminta adalah pembangunan terminal penumpang Hang Nadim, direncanakan untuk menampung sebanyak 10 juta penumpang. “Karena kami melihat penumpang di Hang Nadim terus bertambah tiap tahunnya. Tahun lalu saja sudah mencapai 6 juta orang pertahunnya, padahal perkiraan kami kapasitas terminal hanya untuk 5 juta orang saja,” ungkap Suwarso.

Karena tidak ingin mengorbankan kenyamanan penumpang, pihak Hang Nadim terpaksa mengurangi jumlah tenan yang ada di lantai II terminal.

“Tak hanya kargo, terminal, kami juga meminta penambahan apron agar dapat menampung pesawat lebih banyak. Tentunya garbarat juga,” ucapnya.

Pembangunan ini, kata Suwarso dari rencana pihak BP Batam akan dilaksanakan tahun 2019. Lalu tiga tahun setelah itu, akan dilanjutkan pembangunan kargo.

Saat ini Bandara Internantional Hang Nadim melayani 20 rute domestik dan satu rute internantional. Untuk rute domestik, Hang Nadim lebih banyak melayani untuk daerah Sumatera dan Jawa. Rute-rute ini dijalani oleh delapan operator penerbangan yakni Garuda, Citilink, Lion Air, Sriwijaya, Wing, Batik, Fore Fly internantional dan Malindo. Sementara di kargo, ada sebanyak 20 perusahaan yang melayani jasa pengiriman. (ska)

Pak Walikota, Harga Bahan Pokok Masih Tinggi

0
ilustrasi

batampos.co.id – Hingga saat ini, harga sejumlah bahan pokok di pasar tradisional Batam masih terpantau tinggi Senin (19/2). Beberapa minggu belakangan ini, beras dan cabai menjadi komoditas yang paling mencolok. Harganya melambung tinggi dan membuat masyarakat kelimpungan.

Harga cabai merah masih bertahan diangka Rp 54 ribu hingga Rp 55 ribu per kilogram, sementara untuk beras rata-rata masyarakat membeli dengan harga Rp 250 ribu hingga Rp 373 ribu per 25 kilogram, sedangkan per kilonya dijual dengan harga Rp 12 ribu hingga Rp 13 ribu.

“Iya, harga beras masih mahal,” kata Endang, penjual sembako di Pasar Fanindo Batuaji.

Dia mengatakan kenaikan harga beras sudah berlangsung selama satu bulan belakangan ini. Kenaikan pun langsung dari distributor atau agen beras.

“Memang kenaikannya mencolok dan sangat cepat,”

Yuni, seorang ibu rumah tangga mengaku kenaikan harga beras cukup berat. Apalagi membeli dalam jumlah yang cukup banyak.

“Di rumah ada lima orang, beli kiloan gak sampai tiga hari beras sudah habis,” katanya.

Untuk itu, mau tidak mau, ia pun harus merogok kocek lebih dalam lagi untuk dapat mendapatkan beras. “Contohnya beras Bumi Ayu yang sepulu kilo biasa saya beli Rp 120 ribu sekarang sudah Rp 133 ribu,” sebutnya.

Sebelumnya, Wakil Walikota Batam, AmsakarAchmad mengatakan salah satu cara untuk meredam kenaikan harga beras adalah dengan membuka kran impor untuk Batam. Pria lulusan UNRI ini juga mengaku sudah bertemu anggota DPR RI, Nyat Kadir. Bahwasanya sudah ada kesepakatan dengan Menteri Perdagangan terkait impor beras termasuk daerah perbatasan.

“Kalau tidak salah ada sekitar 360 ribu ton yang sudah disepakati, dan Batam termasuk salah satu daerah perbatasan yang akan mendapatkan jatah. Namun untuk jumlahnya belum diketahui,” beber Amsakar. (une)

Pemerintah Singapura Bagi-bagi Duit untuk Warganya, Tunai !

0
ilustrasi

batampos.co.id – Kebayang tak jika dikasih duit 300 dolar Singapura?! Itulah yang akan dinikmati warga Singapura.

Warga Singapura yang berusia 21 keatas berhak mendapat bonus hingga 300 dolar Singapura

Anggaran 2017 Pemerintah Singapura surplus hingga 10 miliar solar Singapura.

Menteri Keuangan Heng Swee Keat mengatakan hal ini saat pidato Anggaran di Parlemen pada hari Senin (19/2/2018). Ia berkata, “mencerminkan komitmen lama Pemerintah untuk berbagi hasil pembangunan Singapura dengan warga Singapura”.

Angpao demikian ia sebut seperti dilansir dari The Strait Times.

Angpao ini akan dibayarkan sesuai dengan pendapatan setiap warga. Sekira 2,7 juta orang Warga Singapura akan mendapatkan pembayaran, yang akan jatuh tempo pada akhir 2018.

Mereka yang berpenghasilan tahunan 28.000 dolar Singapura atau lebih rendah akan mendapat 300 dolar Singapura.

Mereka yang berpenghasilan 28,001 – 100.000 dolar Singapura akan menerima 200 dolar Singapura .

Untuk orang-orang yang berpenghasilan lebih dari 100.000 dolar Singapura akan menerima 100 dolar Singapura.

Bonus SG ini akan menelan biaya Pemerintah sebesar S $ 700 juta.

Ini akan menjadi yang pertama kalinya sejak 2011 bagi Pemerintah membagi-bagikan bonus tunai kepada warga Singapura.

Pada tahun 2011, yang juga merupakan tahun pemilihan, 2,5 juta orang Singapura berusia 21 dan di atas diberi “dividen pertumbuhan” antara 100 dolar Singapura dan 800 dolar Singapura, yang menelan biaya Pemerintah 1,5 miliar dolar Singapura .

Sebelum itu, Pemerintah membagikan dividen antara 100 dolar Singapura dan 400 dolar Singapura pada tahun 2008. (*)

Percantik Teluk Keriting, Perkim Siapkan Anggaran Rp 43 Miliar

0
Sejumlah rumah panggung di kawasan pesisir Teluk Keriting Tanjungpinang. Pemprov Kepri akan menata kawasan pesisir Teluk Keriting yang merujuk pada pembangunan kawasan pantai terpadu dan difokuskan di pusat perkampungan seperti pewarnaan rumah penduduk dengan warna-warni. F.Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman (Perkim) Kepri, Heru Sukmoro mengatakan untuk penataan kawasan Teluk Kriting, Tanjungpinang secara keseluruhan membutuhkan anggaran lebih kurang Rp 167,9 miliar sampai 2020 mendatang. Besarnya kebutuhan tersebut disiasati dengan pembangunan secara bertahap.

“Lewat APBD 2018 ini, kita alokasikan sebesar Rp 43 miliar,” ujar Heru Sukmoro menjawab pertanyaan media di Tanjungpinang, Senin (19/2).
Mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kepri tersebut menjelaskan, budget yang sudah ada tersebut diperuntukan bagi renovasi rumah penduduk sebesar Rp 4 miliar. Menurut Heru, tahun 2018 ini adalah 100 rumah penduduk yang dipercantik dengan warna warni. Sehingga melihat lebih hidup dari kejauhan. Di tahun ini, juga ditandai dengan pembangunan sarana prasarana gedung sebesar Rp 545 juta.
“Kegiatan lainnya berupa pembangunan Sanitasi komunal Rp 1 miliar. Berikutnya adalah pembangunan sarana dan prasarana dasar lingkungan senilai Rp 26,2 miliar,” papar Heru.
Dijelaskannya lagi, Alokasi anggaran sebesar Rp 26,2 miliar adalah untuk pengembangan kawasan Teluk Kriting.
Karena berdasarkan Detail Engineering Design (DED) akan ada taman buatan di atas laut. Ditegaskan Heru, pembangunan kawasan tersebut ditargetkan rampung sampai 2020 mendatang.
“Khusus untuk kegiatan di 2018 ini, tinggal menunggu proses lelang. Rencana kegiatan tersebut sudah ditayangkan di Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP). Artinya tinggal menunggu jadwal lelang,” jelas Heru.
Ditambahkannya, untuk rencana kerja tahun 2019 nanti sesuai dengan sore plan yang sudah ada adalah berupa kelanjutan renovasi rumah penduduk sebesar Rp 5 miliar. Kemudian pembangunan Sanitasi komunal Rp 4 miliar. Pada tahun depan juga akan dibangun Plaza di kawasan Teluk Kriting sebesar Rp 36 miliar.
“Khusus untuk Plaza dilakukan dalam dua tahun. Yakni 2019 sebesar Rp18 miliar. Selanjutnya pada 2020 juga dengan jumlah yang sama,” jelasnya lagi.
Masih kata Heru, lewat APBD 2019 nanti, juga akan dilakukan pembangunan lanjutan, yakni sarana dan prasarana lingkungan dengan nilai Rp25 miliar. Kegiatan lainnya berupaya pembangunan sarana dan prasarana gedung dengan sebesar Rp27 miliar.
“Kebutuhan kelanjutan pembangunan di 2019 akan dirampungkan pada 2020. Karena masih ada pembangunan senilai Rp 57 miliar lagi,” tutup Heru Sukmoro.
Belum lama ini, Gubernur Kepri, Nurdin Basirun mengatakan Teluk Kriting adalah berandanya Ibu Kota Provinsi Kepri, Tanjungpinang. Maka dari itu, ia punya kepedulian yang kuat untuk menata kawasan tersebut. Tujuannya selain itu mempercantik wajah ibu kota, juga untuk menjadikan Tanjungpinang sebagai magnet wisata.
“Semua butuh proses, dan butuh anggaran yang mahal. Maka seauai kemampuan kita lakukan secara bertahap. Semoga hajat sampai niat terkabul,” ujar Gubernur Nurdin.(jpg)

Permudah Distribusi, e-KTP Diserahkan ke Kelurahan

0
ilustrasi

batampos.co.id – Mempercepat proses pendistribusian e-KTP, Kecamatan Batuaji menyerahkan 2017 e-KTP yang telah di cetak kepada empat kelurahan yang ada di wilayahnya. Kasi Pelayanan Umum Kecamatan Batuaji, Safrianto mengatakan pendistribusian lewat kelurahan ini memudahkan warga untuk mengambil e-KTP milik mereka.

“Selain itu warga juga tidak harus jauh-jauh ke kantor kecamatan, mereka bisa langsung hubungi kantor lurahnya,” ujar Safrianto, saat ditemui diruangannya, Senin (19/2).

Dia mengatakan selama ini angka pengambilan e-KTP di kecamatan Batuaji sangat rendah, sehingga, untuk meminimalisir penumpukan e-KTP yang telah dicetak, pihak kecamatan pun berinisiatif membagikan per kelurahan saja.

“e-KTP ini sudah dicetak sejak September 2016. Padahal Disdukcapil dan kecamatan sudah berusaha memprosesnya lebih cepat,” katanya,

Safrianto merincikan e-KTP yang distribusikan di Keluarahan Tanjunguncang sebanyak 441 e-KTP, Kelurahan Kibing sebanyak 459 e-KTP, Kelurahan Buliang sebanyak 833 e-KTP dan Kelurahan Bukit Tempayan sebanyak 284 e-KTP. “Sehingga total semuanya ada 2017 e-KTP,” sebutnya.

Mengenai perekamanan e-KTP, Safrianto menyebutkan ada sekitar 11 ribu berkas yang sedang menunggu untuk dicetak. “Saat ini sedang proses cetak di Disdukcapil,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Disdukcapil, Said Khaidar mengatakan sepanjang tahun 2017 sedikitnya 64 ribu e-KTP sudah rampung dicetak. Dari jumlah tersebut sudah 70 persen yang diambil pemiliknya. “Laporan dari camat memang masih banyak yang belum ambil, padahal sudah diinfokan,” katanya belum lama ini.

Untuk itu, dia mengimbau kepada camat dan lurah untuk bekerjasama demi menyukseskan pendistribusian KTP tersebut.

“KTP ini data penting, jadi tolong yang sudah mendapat SMS untuk bisa mengambil KTP elnya,” imbau Said.

Saat ini pihaknya juga sedang fokus menyelesaikan masalah penumpukan berkas dengan melakukan pencetakan untuk per kecamatan.

“Kita harapkan masalah penumpukan berkas e-KTP bisa diselesaikan secepatnya,” tutupnya. (une)

Pemko Batam Minta Ranperda PKL Dipertimbangkan

0
DPRD Kota Batam menggelar rapat paripurna yang membahas pendapat Walikota Batam tentang Ranperda pedagang kaki lima, Senin (19/2/2018). F. Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad meminta Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Pedagang Kali Lima (PKL) yang menjadi usulan inisiatif DPRD Batam bisa dipertimbangkan kembali. Hal ini mengingat program pembangunan Batam saat ini sedang menitikberatkan pada pembangunan infrastuktur kota.

“Pertama pemko mengucapkan terimakasih dan apresiasi pada DPRD yang mengusulkan ranperda ini. Namun karena RPJMD kita menitikberatkan pada Pembangunan infrastruktur, sehingga kami melihat perlu rasanya dipertimbangkan lagi,” kata Amsakar, saat paripurna jawaban Wali kota atas Ranperda PKL, Senin (19/2).

Selain itu, ia menilai penataan PKL perlu lahan yang memadai sementara kewenangan lahan sendiri bukan menjadi wewenang Pemko Batam. Di sisi lain, aturan mengenai penataan dan pembinaan pedagang kali lima ini sudah diatur melalui peraturan presiden, peraturan menteri dalam negeri dan peratura wali kota Batam.

“Dalam perwako sebenarnya sudah diatur bahwa penataan PKL dilakukan lintas sektor. Bahkan kita memiliki perda pembinaan dan penataan pasar yang juga menjadi dasar penataan PKL,” sebut Amsakar.

Amsakar berharap ada singkronisasi DPRD Batam dengan Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Baperpemda) DPRD Batam. Sehingga ketika dirasa perlu penambahan dan pengayaan materi subtansi PKL bisa diharmonisasikan di pedda yang telah ada, sehingga pemko dan DPRD bisa berkonsentrasi terhadap prioritas pembangunan di RPJMD.

“Atas pemikiran perda ini kami berharap dapat dipertimbangkan lagi,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Batam, Nuryanto menanggapi pada intinya pemko menyambut baik usulan, namun demikian sesuai aturan yang ada seperti perda 8 tahun 2016-2021 RPJMD, Permendagri pasal 72 ayat 1, maka disimpulkan usulan tersebut akan di pertimbangkan dan embahasan penataan PKL ini akan di lanjutkan lagi.

“Semuanya butuh proses dan waktu agar hasilnya lebih maksimal.

Insya Allah akan kita lanjutkan pada 26 februari 2018 yang akan datang,” pungkas Nuryanto.

Pengusul Ranperda PKL, Harmidi Umar Husein mengaku kecewa.

“Kita mengetahui kota Batam ini adalah kota Industri. Tapi industrinya sudah tak ada. Dimana-mana ada PKL. Aneh kalau usulan ini ditolak,” tegas dia.

Harmidi mengatakan apabila usulan ini tidak mendapat dukungan, hal ini sungguh keterlaluan. Karena, kata dia, mereka hanya menginisiasi PKL mempunyai payung hukum yang jelas.

“Saya merasa aneh saja, kita lihat di kota-kota lain PKL diberdayakan dan tersusun rapi. Karena mereka juga sumber PAD,” sesalnya. (rng)