
batampos.co.id – Kondisi dunia pendidikan di Kabupaten Kepulauan Anambas, sangat jauh berbeda dengan pendidikan di luar daerah di Kepulauan Riau. Jika di daerah lain sangat sulit menemukan sebuah sekolah yang minim siswa-siswi, berbanding terbalik dengan di Anambas. Banyak ditemukan sekolah kekurangan siswa, terutama di desa-desa terpencil dan jauh dari pusat kota.
Penelusuran Batam Pos, setidaknya ada 26 dari 86 Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Kepulauan Anambas murid kelas VI – nya kurang dari 10. Ada yang satu kelas hanya 2 siswa saja seperti SDN 9 Palah kecamatan Palmatak dan SDN 03 Belibak kecamatan Palmatak dan SDN 009 Pulau Darak kecamatan Jemaja.
Ada juga yang siswa kelas 6 nya cuma 3 anak saja seperti SD 003 Bukit Padi Kecamatan Jemaja, SDN 005 Lingai Kecamatan Siantan Selatan dan tiga SD Asal kecamatan Siantan Timur masing-masing SDN Etang, SDN 008 Penebung, SDN 009 Nokok. Semuanya siswa kelas 6 nya cuma ada 3 dan masih banyak SD lain di Anambas yang siswa kelas 6-nya dibawah 10 anak. Bahkan ada SD yang tidak memiliki siswa kelas 6 yakni SD Lingai Besar kecamatan Siantan Selatan. Sehingga tahun ini sekolah tersebut tidak mengadakan ujian nasional.
Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kepulauan Anambas Mustajab, mengakui jika ada banyak sekali Sekolah Dasar yang siswa kelas 6-nya minim sekali. Bahkan dirinya juga tahu ada satu SD yang tidak memiliki siswa kelas 6.
Menurutnya, hal tersebut bukan berarti sekolah terkait sepi peminat tapi memang kebetulan siswa kelas 6 tidak ada. Tapi kelas dibawahnya masih ada. “Yang tidak ada itu hanya siswa kelas 6 saja,” ungkapnya kepada wartawan kemarin.
Dijelaskannya jika sebenarnya hal ini bukan saja terjadi pada Sekolah Dasar saja tapi di Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) juga sama. Masih ada 4 sekolah yang siswa kelas 3-nya dibawah 10 siswa. Bahkan Sekolah Mts At-taqwa desa Air Asuk Kecamatan Siantan Tengah tidak memiliki siswa kelas 3 sehingga dipastikan tahun ini juga tidak ada ujian nasional.
Hal ini bukan karena buruknya suatu sekolah tapi diakuinya penduduk terutama usia sekolah di daerah tersebut terbatas, ditambah lagi ada siswa yang melanjutkan sekolah lain. “Memang penduduk disekitar sekolah juga sedikit,” ungkapnya lagi.
Ketika ditanya mengenai alasan kenapa gedung sekolah didirikan di daerah yang sepi penduduk, dirinya menjawab jika pembangunan gedung sudah sejak lama sebelum dirinya menjabat. “Saya tidak tahu karena bangunan itu sudah ada sejak masih gabung dengan Natuna,” jelasnya.
Ketika ditanya jumlah guru, maka disekolah-sekolah tersebut tetap ada. Untuk memantau sekolah daerah terluar tersebut kata Mustajab, pihaknya memberdayakan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Pendidikan yang setiap minggu dapat melaporkan perkembangan sekolah di daerah terluar. “Kita ada UPT yang memantau sekolah-sekolah itu,” ungkapnya.
Meski hanya dua atau tiga siswa saja dalam satu kelas, pihaknya belum bisa memastikan apakah siswa sekolah terkait berprestasi. Karena menurutnya prestasi tergantung pada siswa itu sendiri.
Pemerintah Daerah kata Mustajab, tidak ingin ada anak dipulau terluar tidak mendapat pendidikan. “Oleh karena itu pemerintah tetap konsen ke pulau terluar dan terdepan. Pusat juga intruksikan seperti itu,” katanya.
Karena Anambas merupakan daerah Kepulauan Jadi, banyak pulau-pulau terluar ini hanya diisi beberapa kepala keluarga saja. Kalau kita tidak bangun sekolah dipulau-pulau minim penduduk ini, anak-anak disana tidak akan bisa sekolah terutama saat musim utara. “Jadi, dibangun sekolah dengan jumlah lokal 2-3 saja dan gurunya disesuaikan dengan kebutuhan agar anak-anak disana juga bersekolah,” jelasnya.
Ia pun mengaku, kadang-kadang pihak dinas kesulitan berkomunikasi dengan pihak sekolah. Sebab, masih banyak pulau-pulau terluar di Anambas yang belum terjangkau jaringan telekomunikasi. “Tidak bisa komunikasi langsung. Jadi kalau kita mau komunikasi dengan mereka, lewat Unit Pelaksana Teknis (UPT) setempat,” tutur Mustajab. (sya)



batampos.co.id – Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Veronica Tan resmi bercerai.




