Kamis, 9 April 2026
Beranda blog Halaman 12409

Singapura Prioritaskan Batam

0
Penumpang kapal fery yang bearsal dari Singapur maupun Malaysia memadati pint kedatangan saat akan melakukan cap paspor saat tiba di Pelabuhan Internasional Batamcenter, kamis (15/2). Memasuki liburan Tahun Baru Imlek penumpang yang melalui pelabuhan Internasional Batamcenter mengalami peningkatan. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Indonesia dan Singapura telah sepakat melakukan kerja sama pariwisata untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisata. Salah satunya dengan joint destinations. Batam menjadi salah satu destinasi prioritas dalam kerja sama ini.

Duta Besar Indonesia untuk Singapura I Gede Ngurah Swajaya menjelaskan, melalui joint destinations ini pihak Singapura akan menawarkan destinasi wisata Indonesia kepada wisatawan mancanegara yang berkunjung ke negeri Singa itu.

Ngurah mengatakan, jumlah wisatawan asing yang masuk ke Singapura cukup besar. Mencapai angka 19 juta wisatawan setiap tahunnya. Angka tersebut sangat besar untuk negara sekecil Singapura jika dibandingkan dengan Indonesia yang baru berada di angka 14 juta wisatawan pada tahun lalu.

“Kita manfaatkan itu. Singapura pun sudah setuju,” kata Ngurah saat dihubungi, Jumat (16/2).

Dia mencontohkan wisman dari Eropa berlibur selama dua minggu di Singapura. Satu minggu dihabiskan di Singapura. Seminggu lagi dibawa ke Batam atau Bintan atau Danau Toba. Sebab destinasi-destinasi wisata di Indonesia kan sangat berbeda suasananya dengan yang ada di Singapura.

“Destinasi baru, suasana baru,” ungkapnya.

Selain Batam, Bintan, dan Danau Toba, destinasi yang masuk dalam joint destinasions antara lain Yogyakarta yang mencakup Candi Borobudur dan Candi Prambanan, Lombok, dan Labuan Bajo. Ngurah mengatakan, destinasi-destinasi tersebut dipilih karena memang telah memiliki aksesibilitas yang baik dari Singapura.

“Penerbangannya kan sudah ada. Tinggal nanti dikembangkan infrstrukturnya. Bangun hotel dan yang lainnya,” jelas dia.

Paket joint destinations sudah mulai dipasarkan. Menurut Ngurah, beberapa waktu lalu, sudah ada serombongan wisman asal Tiongkok yang berlibur ke Singapura dan melanjutkan perjalanan mereka ke Bintan. Ngurah berharap, nanti akan lebih banyak lagi wisman yang berlibur ke Singapura bisa mampir juga ke Indonesia.

“Sekali pergi bisa dapat beberapa negara sekaligus,” ucap dia.

Selain mengandalkan penerbangan, joint destinations ini juga mengandalkan wisata kapal pesiar alias cruise tourism. Saat ini, sedang disiapkan beberapa tujuan kapal pesiar dari Singapura. Di antaranya Kuala Tanjung untuk tujuan Medan dan sekitaranya, Semarang, Surabaya, dan Bali.

“Yang Bali ini sekaligus ke Surabaya. Sudah berjalan sejak Desember lalu. Sudah reguler. Yang lain akan segera menyusul,” terang dia. (and/jpg)

Selang Rp 500 Juta di Pembuluh Saya

0

Kembali opname, saya langsung diinfus delapan botol. Dokter Mohammed Tauqeer Ahmad, ahli syaraf itu, yakin itu bisa mengatasi keluhan beratnya tengkuk saya.

Soal masih datang-perginya panas, mungkin terjadi infeksi. Di satu atau beberapa titik di sepanjang saluran darah utama saya yang tercabik-cabik tanpa ketahuan selama 15 hari itu. Untuk memastikannya, tiap hari dilakukan pengambilan darah.

Kalau pun bukan infeksi siapa tahu flu. Atau ada virus tertentu. Misalnya virus Australia yang lagi mewabah. Atau virus dari Arab Saudi.

Hasil test darah itu ternyata bagus: semuanya nihil.

Dilakukan juga USG. Untuk melihat seluruh saluran darah yang sudah dipasangi stent. Juga tidak ditemukan pertanda infeksi.

Kesimpulan terakhir: ada pembengkakan di beberapa tempat di sepanjang saluran yang distent. Ini wajar mengingat saat stent dipasang luka-luka akibat retasan darah sudah berumur 15 hari. Darah sudah mengalir zig-zag di antara dinding dalam dan dinding luar aorta.

Setelah diberi obat untuk mengatasi pembengkaan temperatur saya stabil. Lalu boleh meninggalkan rumah sakit lagi. Sudah mulai bisa makan di restoran. Sudah bisa undang anak jenius Surabaya yang lagi di Singapura, Audry, untuk makan siang. Dengan selera makan sekedarnya. Liur masih pahit.

Saya juga mulai bisa bercanda dengan Robert Lai. Dialah yang selalu mengatakan bahwa dia akan mati lebih dulu. Kini ganti saya yang bilang: dengan sakit saya yang terakhir ini hampir pasti sayalah yang akan mati lebih dulu.

Tiga hari sekali saya kontrol ke klinik Dokter Benjamin. Saat itulah saya ingat bahwa dia punya contoh barang yang dipasang di aorta saya.

Saya ulangi permintaan untuk melihat wujud stent yang dipasang di tubuh saya itu.
“Apakah dokter benar-benar punya contoh material stent yang dimasukkan ke saluran darah saya?”

“Punya,” katanya sambil membuka laci di belakang tempat duduknya.

Dia pun mengambil barang itu. Menyerahkannya ke saya.

Ya …. Allah! Jauh beda dengan yang saya bayangkan! Saya pikir mirip stent yang dipasang di jantung! Ternyata sama sekali beda.

Yang ini lebih mirip selang pemadam kebakaran! Yang diberi pelindung rangkaian kawat di luarnya. Rangkaian kawat itu bisa dipenyet tapi tidak penyet. Setelah dipenyet pun dia akan balik ke posisi seperti selang. Ini penting. Agar saat stent dimasukkan posisinya dalam keadaan terpenyet.

Setelah benda pengantarnya ditarik, rangkaian kawat itu mengembang menjadi seperti selang. Fungsinya pun berubah: menjadi dinding terdalam saluran darah.

Dengan demikian darah yang sejak 15 hari sebelumnya lebih banyak mengalir di sela-sela dinding (false lumn) kembali mengalir di tengah-tengah selang baru ini.

“Ini hanya contoh. Aslinya, yang dipasang di badan Anda, tiga kali lebih besar dari ini,” kata dokter Benjamin.

Selang yang dipasang di saluran darah utama saya itu panjangnya sekitar setengah meter.

Tapi tidak semua sama. Bagian paling atas, sepanjang 20 cm, berupa selang khusus. Terbuat dari bahan poleyster khusus. Tipis sekali. Warna putih. Semula saya pikir itu kain. Atau kertas. Ternyata bukan. Itu poleyster tipis. Di luarnya ada rangkaian kawat yang dijahitkan ke poleyster itu. Desain stent ini dari Amerika tapi dibuat di Australia.

Pada dasarnya kerangka rangkaian kawat itu yang berfungsi menormalkan bentuk saluran darah. Tapi lapisan poleyster diperlukan karena kondisi bagian atas aorta saya sudah menua. Sudah keras. Mudah retak.

Dengan lapisan poleyster itu darah saya yang bertekanan tinggi tidak bisa lagi menyentuh langsung dinding saluran darah yang sudah menua itu. Aliran darah itu akan menghantam poleyster yang melapisinya. Kuat.

Baru di bagian di bawahnya stent yang dipasang tanpa poleyster. Hanya rangkaian kawat yang menyerupai selang. Darah yang mengalir tetap langsung bersentuhan dengan dinding saluran darah. Tapi tidak berbahaya. Bagian bawah saluran darah saya masih belum menua.

Saya bisa membayangkan bagaimana dokter Benjamin Chua memasukkan selang begitu besar dan panjang ke saluran utama darah saya. Teknologi kedokteran sudah begitu majunya.

Tentu saya bertanya berapa harga “selang” sepanjang 50 cm itu. “Selangnya” saja. Tidak termasuk rumah sakit dan dokternya.

Jawabnya: sekitar Rp 500 juta. Berarti, barang itu, tiap 1 meter seharga Rp 1 miliar.

Rasanya inilah selang termahal.

Padahal seluruh saluran darah seorang manusia panjangnya sekitar 200 km. Besar dan kecil. Berarti total harga saluran darah manusia itu 400.000 x Rp 500 juta = Rp200 triliun.

Itulah nilai pemberian Tuhan ke manusia. Hanya dalam bentuk saluran darah. Belum yang lain.

Itu pun baru harga palsunya. Belum harga yang asli pemberian Tuhan. (*)

 

Oleh Dahlan Iskan

Harmoni Imlek, Harmoni Pilkada

0
Sejumlah warga Tionghoa melaksanakan sembahyang menyambut Imlek di Vihara Bahtera Sasana Tanjungpinang, Jumat (16/2). F.Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Perayaan Tahun Baru Imlek 2569 di Tanjungpinang berlangsung meriah dan hangat, Kamis (16/2). Meriah karena ada panggung besar di Jalan Merdeka yang menyajikan hiburan silih berganti. Hangat karena terasa harmoni para pemeluk agama di ibu kota Provinsi Kepri ini.

Harmoni ini sudah terjalin selama 15 tahun. Dan selama itu pula tidak pernah terjadi gesekan antarpemeluk agama di Tanjungpinang. Semangat harmoni perayaan Tahun Baru Imlek ini yang harus dibawa dalam menyambut pelaksanaan pemilihan kepala daerah tahun ini.

Ketua Walubi Kepri, Hengki Suryawan kepada seluruh warga yang merayakan Tahun Baru Imlek agar turut serta dalam menyukseskan pelaksanaan Pilkada tengah tahun nanti. Bahwasanya semua lapisan masyarakat, kata dia, punya peran yang penting dalam menyukseskan pesta demokrasi lima tahunan itu.

“Dan yang paling penting jangan sampai mudah terpancing isu-isu yang bertujuan memecah-belah harmoni bermasyarakat di Tanjungpinang. Harmoni Imlek ini harus dibawa sampai harmoni Pilkada nanti,” kata pria yang juga pengusaha besar di Tanjungpinang ini.

Pada hari pencoblosan, sambung Hengki, semua warga yang punya hak suara diharapkan bisa meluangkan waktu untuk pergi ke Tempat Pemungutan Suara dan menyalurkan hak pilihnya. Kata dia, sudah tidak zaman lagi apatis terhadap Pilkada yang bisa berdampak selama lima tahun ke depan.

“Jangan pula karena perbedaan pilihan calon wali kota kita lantas terpecah belah. Sudah nyata bahwa harmoni dalam perbedaan ini sudah berlangsung sejak lama dan mari kita rawat bersama,” ajak Hengki.

Penjabat Wali Kota Tanjungpinang, Raja Ariza juga menyuarakan hal yang sama. Harmoni keberagaman di Tanjungpinang adalah modal besar menyambut pesta demokrasi lima tahunan. Pada pelaksanaan Pilkada nanti, Ariza berharap, setiap warga semakin cerdas jika mendapati isu-isu yang mengarah pada disintegrasi dan destruktif terhadap kenyamanan hidup bermasyarakat di Tanjuungpinang.

Ariza bahkan menerangkan bahwa tugasnya selama meneraju kepemimpinan di Pemko Tanjungpinang sepanjang sembilan bulan ke depan adalah memfasilitasi terselenggaranya Pilkada Tanjungpinang yang damai, aman, tertib, dan nyaman.

“Tidak bisa cuma omong saja. Tapi perlu dukungan bapak-ibu semua. Seperti kata Pak Hengky tadi, kita semua yang hadir di sini adalah saudara dalam menuju Tanjungpinang yang lebih nyaman untuk ditinggali,” ucap Ariza.

Unsur kekeluargaan dan silaturahmi, sambung Ariza, mesti menjadi ikatan kuat satu sama lain dalam menyambut Pilkada. Ariza tak ingin, perbedaan pilihan pada pemilu ini justru memperpecah-belah satu sama lain.

“Itulah mengapa semangat perayaan Imlek yang harmonis ini mesti kita bawa sampai pelaksanaan Pilkada dan seterusnya,” pungkasnya. (aya)

BPTP Kepri Hadirkan Varietas Unggul Baru

0
Kepala BPTP Kepri Mizu Istianto (kanan) bersama pejabat lainnya memanen padi di Desa Bukit Langkap Lingga, Kamis (15/2) lalu. F.BPTP Kepri untuk Batam Pos.

batampos.co.id – Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian-Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (BPTP Balitangtan) Provinsi Kepri, Dr.Ir. Mizu Istianto, MS mengatakan pihaknya sudah menghadirkan padi varietas unggul baru di wilayah perbatasan Kabupaten Lingga. Menurutnya kerjsama BPTP dengan petani sudah berjalan dengan baik.

“Kerjasama pengembangan padi sawah antara BPTP Kepri bersama petani sebagai bagian dari ujicoba varietas unggul baru (inpari 40, inpari 33, inpara 2, inpara 5, inpara 3, banyuasin, martapura dan indragiri) seluas 10 hektar dengan menggunakan teknologi spesifik lokasi berjalan dengan baik,” ujar Mizu Isdianto, Minggu (16/2) lewat siaran persnya.

Dijelaskannya untuk mengukur keberhasilan tersebut, pihaknya sudah melakukan panen bersama di Desa Bukit Langkap Kecamatan Lingga Timur, Kabupaten Lingga, Kamis (15/2) lalu. Lebih lanjut katanya, kondisi Lahan yang digunakan merupakan lahan bukaan baru yang masih mengandung Fe (zat besi) dengan pH tanah sangat rendah (asam). Inovasi teknologi yang digunakan adalah dengan menggunakan pendekatan penggunaan varietas unggul baru, pengaturan pupuk berimbang spesifik lokasi, pengendalian hama dan penyakit, dan inttermitten drainase.

“Inovasi teknologi yang digunakan adalah dengan menggunakan pendekatan penggunaan varietas unggul baru, pengaturan pupuk berimbang, pengendalian hama dan penyakit, dan inttermitten drainase,” jelasnya.

Dikatakannya juga, Inpari 33 sengaja dirakit untuk menghadapi berbagai serangan OPT utama padi sawah seperti kresek/Xanthomonas dan wereng batang coklat (WBC) yang akhir-akhir ini sangat tinggi intensitas serangannya, dengan umur tanaman 107 hari setelah sebar dengan potensi hasil 9,8 t/ha, tekstur nasi sedang mengandung amilosa 23,42 persen, sedangkan inpari 40 sengaja dirakit untuk toleran kekeringan dan tahan terhadap hawar daun bakteri, dengan umur 116 hari setelah sebar, tekstur nasi sedang mengadung amilosa 23,6 persen.

Masih kata Mizu, sesuai arahan Menteri pertanian bahwa menjadikan wilayah perbatasan sebagai lumbung pangan berorientasi ekspor. BPTP kepri bersama Dinas Pertanian dan Ketahan Pangan Lingga merencakan akan pengembagan sekitar 31 hektar khusus Bukit Langkap. Kunci keberhasilan program pengembangan padi sawah di Lingga adalah harus ada motivasi masyarakat yang tinggi, ketersediaan sarana produksi, dan menerapkan anjuran inovasi teknologi budidaya padi sawah bukaan baru.

“Kita akan terus mendorong masyarakat untuk mengembangkan varietas yang sudah ada,” paparnya lagi.

Ditambahkannya, BPTP Kepri juga memberikan apresiasi kepada para Marwanto, Jamhari, dan Sahidin. Karena sudah bekerja keras untuk menghasilkan lima ton gabah dari lahan seluas 2 hektar. Adapun varietas inpari 33 salinitas), dan 8.2 ton gabah kering panen (varietas inpari 40).

Kabid Pertanian, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Lingga, Joko Wiyono mengatakan bahwa komitmen pemerintah daerah lingga menjadikan basis ketahanan pangan khususnya lingga dengan pengembangan berbagai komoditas pertanian khususnya padi.

Sementara itu, Sahidin, salah satu petani di Desa Bukit Langkap mengatakan bahwa dirinya dan petani lainnya yang mengerjakan lahan persawahan merasa bahagia dengan panen tersebut. Ia mengaku sangat berterima kasih kepada BPTP Balitbangtan Kepri dan pihak terkait sudah memperhatikan petani khususnya melakukan pendampingan dan menghadirkan pilihan varietas unggul baru padi spesifik lokasi. Komitmen bersama petani mewujudkan pengembangan wilayah perbatasan dengan ketahanan pangan berbasis kepulauan berorientasi ekspor.

Turut hadir dalam acara panen bersama , Ketua STTP Malang, Ir. Fathan A. Rasyid MS, perwakilan STTP Bogor, perwakilan STTP Medan, perwakilan Dinas Pertanian dan Ketahanan pangan lingga camat lingga timur, kepala desa bukit langkap, dandramil, petani dan mahasiswa STTP.(jpg)

Fenomena Halo Matahari Hebohkan Warga 

0
Fenomena halo matahari di Natuna hebohkan warga. Fenomena ini dinilai jarang terjadi dan terlihat meski secara meteorologi adalah fenomena biasa. F. Aulia Rahman/Batam Pos

batampos.co.id– Fenomena halo matahari menghebohkan sebagian warga di Ranai Natuna. Fenomena berbentuk cincin warna pelangi mengelilingi matahari ini terlihat beberapa jam mulai sekitar pukul 10.00 WIB, Kamis (15/2).

Sejumlah warga Ranai mengaku jarang melihat penampakan fenomena halo matahari di Natuna. Dan menganggap sebagai pertanda  alam.

“Mudah-mudahan bukan pertanda buruk. Fenomena itu jarang terlihat di Natuna cukup lama. Cuaca pun cukup pasas, tidak biasa secara langsung dilihat mata telanjang,” ujar Ari Warga Ranai.

Sejumlah warga pun sangat heboh terjadinya fenomena halo matahari. Warga pun ramai mengabadikan gambar halo matahari dengan ponsel. Warga pun merasakan suhu udara cukup panas dari biasanya.

Sementara menurut Perakirawan stasiun BMKG Ranai Asrul Saparudin mengatakan, fenomena halo matahari merupakan fenomena alam atau kejadian alam biasa.

Secara teori, fenomena optik yang menampilkan bentuk cincin di sekitar sumber cahaya. Fenomena tersebut terjadi akibat refleksi dan refraksi cahaya matahari oleh kristal-kristal es yang terdapat di awan cirrus, awan yang terletak di tingkatan atmosfer.

“Saat terjadi fenomena halo matahari suhu tercatat 29 Drajat celsius. Tapi fenomena halo matahari adalah kejadian biasa,” ujar Asrul.(arn)

Disparsenbud Promosi Wisata ke Malaysia

0

batampos.co.id – Dinas Pariwisata, Seni dan Budaya (Disparsenbud) Kabupaten Karimun tahun ini mempunyai target kunjungan wisawatan sebanyak 100 ribu ke berbagai daerah di Kabupaten Karimun pada tahun ini. Dari jumlah tersebut target kunjungan turis asing sebanyak 15 ribu orang.

”Secara global, sampai dengan akhir tahun lalu laporan yang kita terima kunjungan wisatawan asing dan lokal lebih dari 90 ribu orang dari target kita 100 ribu orang. Dan, tahun ini target kita juga sama seperti tahun lalu. Hanya saja, khusus untuk kunjungan wisatawan asing tahun lalu kita tergetkan 12 ribu orang. Namun, realisasi 9 ribu lebih. Dan, untuk tahun ini target kita untuk wisatawan asing sebanyak 15 ribu orang,” ujar Plt Kepala Disparsenbud Kabupaten Karimun, Zamri, Jumat (16/2).

Dikatakan Zamri, pihaknya berani meningkatkan kunjungan wisatawan asing sebanyak 15 ribu karena optimis. Apalagi, pada bulan depan pihaknya akan memenuhi undangan dari salah satu persatuan majelis pemerintah di Malaysia. Dan, kesempatan kunjungan ini akan dijadikan komentum untuk melakukan promosi objek wisata yang ada di Kabupaten Karimun.

”Selain mempromosikan objek wisata pantai yang kita miliki ketika memenuhi undangan di Malaysia nanti, kita juga akan memberitahukan event-event apa saja yang akan kita laksanakan sepanjang tahun ini. Baik event yang bersifat seni budaya dan juga yang bersifat olahraga. Salah satunya, kegiatan Tour of Karimun. Kegiatan tour ini adalah kegiatan bersepeda. Dan, selain Malaysia, kita juga akan mengundang klub-klub sepeda di Singapura,” jelasnya. (san)

Trotoar Coastal Area Dicat Khas Melayu

0
Trotoar di kawasan Coastal Area dicat warna warni sesuai dengan ciri khas melayu untuk memperindah suasana. F. Tri Haryono/Batam Pos.

batampos.co.id – Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) Karimun, beberapa waktu lalu melakukan pengecatan terhadap trotoar di gapura masuk Coastal Area hingga jembatan satu. Pengecatan tersebut, menyesuaikan khas warna melayu yaitu

merah, kuning dan hijau untuk keindahan Coastal Area supaya menjadi daya tarik lagi bagi para pengunjung yang datang ke Coastal Area.

” Kita bantu sedikit saja. Untuk masyarakat ketika sore hari jalan-jalan, sambil mengenalkan warna khas melayu kepada anak-anak,” kata Kepala Dinas PUPR Karimun Zulfan, kemarin (16/2).

Dengan dilakukan pengecatan trotoar tersebut, secara tidak langsung dapat melestarikan budaya melayu yang identik dengan warna khas terang. Sehingga, generasi muda tidak mudah melupakan corak khas melayu nantinya. Selain itu untuk mendukung program Adipura yang akan dilakukan penilaian nanti, dimana Coastal Area masuk dalam penilaian tersebut.

” Intinya, kita memberikan kenyamanan terhadap masyarakat maupun wisatawan lokal dan mancanegara yang berkunjung ke Coastal Area. Anda bisa lihat sendiri, setiap sore banyak masyarakat yang melakukan aktivitas mulai dari duduk-duduk sambil menikmati lalulintas kapal maupun berolahraga bersama keluarga,” ungkapnya.

Namun, kata Zulfan lagi dirinya berharap kepada masyarakat agar saling menjaga kebersihan maupun taman yang ada di sepanjang Coastal Area. Supaya jangan dirusak atau membuang sampah pada tempatnya yang sudah disediakan oleh Pemerintah Daerah. Sehingga, keastrian Coastal Area tetap terjaga hingga ke anak cucu nantinya.

” Insya Allah, kalau ada anggaran apa salahnya kita benahi kawasan Coastal Area ini. Paling penting harus saling menjagalah,” pesannya.

Sementara itu pantauan dilapangan, para pekerja sedang melakukan pengecatan trotoar yang terbuat dari papling blok dengan diselang seling warna merah, kuning dan hijau. Pengecatan tersebut dimulai dari ujung trotoar Coastal Area hingga trotoar jembatan satu di tepi laut yang menjadi daya tarik tersendiri bagi pengguna jalan kaki.

” Baguslah, Coastal Area cukup bersih dan tertata rapih. Saya berharap di Coastal Area kulinernya ditata lebih baik lagi, supaya lebih nyaman,” kata Sima salah seorang wisatawan lokal asa Selat Panjang yang kebetulan liburan ke Tanjungbalai Karimun.(tri)

Enam Perempuan Jadi Anggota PPK

0
Ahmad Sulton. F. Tri Haryono/Batam Pos.

batampos.co.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Karimun, Kamis (15/2) lalu telah mengumumkan hasil seleksi calon anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Pemilu 2019 dengan nomor surat 10/SDM.02.1-Pu/2102/KPU-Kab/II/2018 setelah dilakukan rapat pleno KPU kabupaten Karimun.

”Jadi 36 orang resmi kita tetapkan menjadi anggota PPK secara adhoc selama Pemilu 2019 nanti. Dan akan dilakukan pelantikan, langsung bimbingan teknis untuk pelaksanaan tahapan pemilu,” jelas Ketua KPU Karimun Ahmad Sulton, kemarin (16/2).

Dikatakan, setelah dilakukan serangkaian seleksi mulai dari seleksi administrasi yang mencapai 172 orang, kemudian seleksi test tertulis yang lolos hanya 161 orang. Dan terakhir tes wawancara yang hanya diikuti 54 orang dari 12 kecamatan yang masing-masing kecamatan tidak sama. Dimana, setiap kecamatan mempunyai kuota hanya 6 orang yang terpilih, tapi untuk kecamatan Durai dan Buru hanya diisi 5 orang dan kecamatan Kundur Utara hanya 4 orang.

Sedangkan, selebihnya lengkap diisi 6 orang per kecamatan. Dengan latar belakang yang berbeda-beda dimulai dari kalangan mahasiswa, honorer, wirausaha, nelayan, ASN, guru, karyawan swasta, dosen. ” Pas, tes wawancara ada juga yang mengundurkan diri. Yang jelas secara definitif ada 36 orang dan keterwakilan perempuan ada 6 orang,” ungkapnya.

Dari 12 kecamatan tersebut, keberadaan perempuan ada disetiap PPK diantaranya PPK Kecamatan Tebing, Meral, Karimun, Ungar, Kundur Barat dan Meral Barat. Dengan demikian, tahapan seleksi PPK sudah selesai, tinggal pelaksanaan PPS yang masih dalam proses.

” Masih dalam seleksi administrasi PPS. Saya kagum juga, emansipasi wanita terhadap dunia politik cukup besar di kabupaten Karimun. Mereka siap tantangan, Pemilu 2019 nanti bersama KPU Karimun untuk mensukseskan mencerdaskan masyarakat dalam memilih wakil rakyat di Pemilu nanti,” kata Sulton.

Sementara itu Ketua Panwaslu Karimun Tiuridah Silitonga ketika dikonfirmasi mengatakan, tahapan seleksi PPK yang dilaksanakan oleh KPU Karimun selama ini berjalan sesuai koridor aturan yang ada. Walaupun ada latar belakang, honorer, ASN maupun guru mereka mempunyai hak untuk ikut seleksi PPK.

”Yang jelas ketika dilapangan kita dapatkan, anggota PPK yang berlatar belakang honorer, ASN atau guru bermain. Maka akan kita lakukan tindakan tegas,” ucapnya.(tri)

Dua Staf PLN Diperiksa

0
Lulik Febyantara. F. Sandi/Batam Pos.

batampos.co.id – Penyidik Sat Reskrim Polres Karimun masih melakukan pengembangan terkait operasi tangkap tangan (OTT) dengan tersangka CHT yang merupakan oknum pegawai PLN Ranting Tanjungbalai Karimun pada Senin (12/2) dengan barang bukti uang tunai Rp 15 juta yang berasal dari pelanggan PLN di Kecamatan Buru.

”Kita memang masih melakukan pengembangan dalam kasus OTT yang melibatkan oknum pegawai PLN Ranting Tanjungbalai Karimun. Pada Kamis (15/2) penyidik kita telah memanggil Adi Sasmito selaku Supervisor dan Pipuk Trisna selaku Administrasi Pelanggaran. Keduanya kita panggil selaku saksi untuk memberikan keterangan terkait OTT yang kita tangani,” ujar Kasat Reskrim Polres Karimun, AKP Lulik Febyantara kepada Batam Pos, Jumat (16/2).

Dari keterangan keduanya, kata Lulik, dapat diambil kesimpulan bahwa jika ada pelanggan PLN yang melakukan pelanggaran. Seperti ketika petugas PLN melakukan razia penertiban pemakaian tenaga listrik (P2TL) dan menemukan adanya meteran listrik yang terpasang di rumah pelanggan, sementara meteran tersbeut posisinya tidak berada di situ. Sehingga, dianggap pelanggaran dan harus membayar sejumlah denda.

”Terkait dengan denda, maka dari keterangan saksi-saksi yang kita lakukan pemeriksaan menyebutkan bahwa pembayaran denda dilakukan oleh pelanggan sendiri. Pembayaran denda itu sendiri dibayar setelah ada surat resmi atau ada penetapan berapa besarnya denda yang dikeluarkan oleh PLN. Kemudian, untuk membayarnya, pelanggan langsung membayar sendiri ke rekning PLN. Bukan dititipkan kepada oknum pegawai PLN ketika kita melakukan penangkapan OTT,” paparnya.

Dikatakan Lulik, pihaknya juga sudah melayangkan surat panggilan kepada Manajer PLN Ranting Tanjungbalai Karimun untuk diminta keterangannya selaku saksi pada pada Sabtu (17/2). Tujuannya sama, seperti dua orang staf PLN yang sudah memberikan keterangan. Sehingga, penyidik perlu mengetahui tata cara pembayaran denda pelanggaran pelanggan PLN.

Sepertri berita di koran ini, Tim Saber Pungli Polres Karimun melakukan OTT trerhadap CHT setelah menerima uang dari pelanggan berinisial Rz di Pulau Buru yang dianggap melanggar ketentuan PLN. Yakni, meteran yang terpasang di rumah RZ posisinya bukan berada di rumah RZ. Dengan kata lain, meteran punya orang lain. Hanya saja, yang memasang meteran tersebut sekitar dua tahun lalu adalah CHT ketika itu menjabat sebagai Kepala PLN Sub Rayon Pulau Buru. (san)

Stok BBM Mencukupi

0
Masyarakat yang menjulan BBM dengan menggunakan bekas botol mineral di jalan umum A Yani Tanjungbalai Karimun. F. Tri Haryono/Batam Pos.

batampos.co.id – Dinas Perdagangan, Koperasi, UKM dan ESDM Karimun menyatakan, stok Bahan Bakar Minyak (BBM) terutama untuk jenis premium dan solar cukup berlimpah hingga setelah Imlek nanti.

Hal ini, dikarenakan BBM tersebut sudah tidak subsidi lagi dan dari pihak SPBU maupun Agen Premium Minyak dan Solar (APMS) sudah melakukan pemesanan BBM ke pertamina sebelum menjelang liburan Imlek.

”Tidak ada masalah. Walaupun ada APMS yang tutup, dikarenakan libur Imlek beberapa hari. Tapi, ketersediaan BBM premium dan solar maupun pratamax tetap ada,” jelas Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, UKM dan ESDM Karimun, kemarin (16/2).

Dimana, untuk kebutuhan pulau Karimun rata-rata jenis premium bensin 33.300 Kilo Liter dan solar 17.319 Kilo Liter. Dan apabila, stok tersebut menipis bisa langsung dipesan ke Pertamina kapanpun. Begitu juga di pulau Kundur dan Moro, juga stok BBM mencukupi. Sebab, aktivitas masyarakat untuk menggunakan kendaraan dalam liburan Imlek kali ini tidak begitu banyak.

”Biasanya masyarakat memanfaatkan keluar daerah liburan Imlek. Jadi, kendaraannya tidak dipergunakan, ataupun kendaraan dipergunakan hanya terbatas. Terutama bagi warga kita yang sedang melaksanakan tahun baru Imlek,” ungkapnya.

Sementara itu pantauan dilapangan, di kedua SPBU yang ada di pulau Karimun tetap buka seperti biasa memberikan pelayanan kepada masyarakat yang ingin mengisi BBM jenis premium, pratamax maupun solar. Sedangkan, di APMS rata-rata tutup di hari pertama tahun baru Imlek.

Selain itu, penjualan BBM di pinggir jalan oleh masyarakat terlihat cukup berlimpah stok BBM premium mapun pratamax. Mulai dari jalan raya utama hingga ke pelosok daerah tetap ada penjualan BBM tersebut. Mulai dari penjualan menggunakan botol mineral, hingga menggunakan mesin literan seperti yang ada di SPBU.

”Selisih sedikit saja dengan yang ada di SPBU. Tapi, lebih praktislah di bandingkan ke SPBU sudah terjadi antrian,” kata Rahmat salah seorang warga Karimun.(tri)