Minggu, 5 April 2026
Beranda blog Halaman 12411

Pusat Kucurkan Rp 3,6 M untuk Bangun Puskesmas

0

batampos.co.id – Kementerian Kesehatan Republik Indonesia melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik mengucurkan anggaran sebesar Rp 3,65 miliar untuk merenovasi gedung Pusat Kesehatan Masayarakat (Puskesmas) Sungai Kecil di Desa Sebong Lagoi, Bintan. Rencananya, bangunan lama akan dirobohkan lalu dibangun gedung dua lantai.

Kepala Puskesmas Sungai Kecil, Muslim mengatakan, bantuan tersebut berawal ketika pemerintah pusat melihat pelayanan terpisah dengan kantor manajemen puskesmas. “Waktu itu bangunan dibangun satu satu, tidak sekaligus,” bebernya.

Setelah dilakukan akreditasi, recananya pelayanan dan manajemen puskesmas akan ditempatkan di satu gedung bertingkat dua. “Nanti akan dibuka ruang konsultasi serta ruang khusus untuk pemeriksaan iva atau leher rahim,” jelasnya.

Informasi yang ia dengar, bangunan lama yang saat ini digunakan untuk pelayanan akan dibongkar. Akan tetapi, bagian bagian yang masih digunakan akan tetap dipertahankan untuk dilelang kemudian. “Itu bagian aset yang akan menentukan, tapi saya rasa kalau dinding mungkin akan dibongkar,” katanya.

Ia berharap setelah dibangun ulang, bangunan semakin luas, sehingga pasien lebih leluasa saat menunggu pemeriksaan. “Kita juga berharap pelayanan semakin baik,” ungkapnya. (met)

Komitmen Wujudkan Pilwako Damai

0
Pilwako Pinang.

batampos.co.id – Penjabat Wali Kota Tanjungpinang, Raja Ariza tidak menyangkal tugas beratnya selama memegang jabatan baru ini adalah mewujudkan penyelenggaraan pelaksanaan Pemilihan Wali Kota (Pilwako) Tanjungpinang yang aman, damai, dan kondusif. Agar tercapai, Ariza tak bisa bekerja seorang diri, Ia perlu mendapat sokongan dari lintas instansi.

Setelah sebelumnya bersilaturahmi dengan jajaran DPRD Tanjungpinang, Ariza selanjutnya bersilaturahim dengan Kapolres Tanjungpinang, AKBP Ardiyanto Tedjo Baskoro di Rupatama Polres Tanjungpinang, Kamis (8/2) kemarin. “Saya yakin pelaksanaan Pilkada di Kota Tanjungpinang Kepulauan Riau akan berlangsung dengan penuh rasa kekeluargaan, silaturahim dan kebersamaan yang kuat, berkat komitmen kita semua di sini,” kata Ariza di hadapan Kapolres dan sejumlah tokoh masyarakat yang hadir.

Menurut Ariza, selama sembilan bulan ke depan, kerja mewujudkan Tanjungpinang yang kondusif dan aman merupakan tugas yang tak mudah. Namun, jika didukung lintas instansi dan komitmen bersama seluruh warga Tanjungpinang, hal itu bukan hal yang sukar diwujudkan.

Sebelumnya Kapolres Tanjungpinang, AKBP Ardiyanto Tedjo Baskoro mengajak masyarakat semakin cerdas dalam menerima dan menanggapi isu-isu jelang Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tanjungpinang mendatang. Terutama berkaitan dengan informasi yang dapat menimbulkan konflik sosial di masyarakat.

“Tanjungpinang merupakan primadona dalam penyelenggaraan Pilkada serentak, karena satu-satunya Kota di Provinsi Kepri yang menyelenggarakan Pilkada, di sini fungsi Polres sebagai pengamanan. Untuk itu, saya perlu dukungan dan peryataan sikap dari semua pihak, agar Pilwako di Kota Tanjungpinang dapat berjalan aman dan damai,” ajaknya.

Dari pengakuan rekan-rekan Kepolisian yang datang ke Kota Tanjungpinang, kata Kapolres, situasi Pilkada di Kota Tanjungpinang aman dan damai, bahkan luar biasa, karena nuansa pilwako tidak terasa. Situasi inilah yang harus tetap diupayakan dan dipertahankan dan jaga bersama.

“Kewajiban kami tetap konsen pada penjagaan keamanan di Pilkada 2018, dan Polri tetap profesional, proposional dan netral. Karena itu, saya titip diri pada para tokoh agama, tolong pelaksanaan pilkada dijaga dengan aman, kendalikan umat masing-masing, jangan sampai ada kampanye di tempat ibadah, begitu juga dengan KPU dan Panwaslu, saya minta tetap jaga pelaksanaan Pilwako ini tetap aman, damai dan lancar,” tegasnya. (aya)

Warga Minta Perbaikan Dermaga untuk Jadi Icon Pariwisata

0
Warga memanfaatkan dermaga rusak untuk tempat memancing. Pemerintah Kabupaten Anambas diharapkan segera memperbaiki dermaga yang rusak ini. F. Syahid/Batam Pos.

batampos.co.id – Kepala Desa (Kades) Tiangau, Kecamatan Siantan Selatan Khermansyah merencanakan usulan agar pelabuhan yang sudah rusak dibangun kembali supaya dapat dimanfaatkan dan menjadi ikon desa. Usulan ini akan disampaikan musrenbang tingkat desa yang rencananya dilaksanakan sebelum 15 Februari mendatang.

Saat ini, pelabuhan tersebut sudah rusak parah lantaran tiga tiang pelabuhan tersebut roboh saat digunakan untuk mengikat tongkang berisi bahan material bangunan sekitar 2013 silam. Kemudian dihantam gelombang akhir 2017 lalu.

“Rencananya kita akan tetap usulkan kepada pemerintah daerah agar pelabuhan itu dibangun supaya dapat dimanfaatkan kembali,” ungkap Khermansyah Jumat (9/2).
Menurutnya kondisi pelabuhan sudah semakin memprihatinkan.

Namun tetap digunakan karena tidak ada pelabuhan lain. “Kondisinya sudah sangat membahayakan,” ungkapnya lagi.

Pihaknya sangat ingin pelabuhan Arung Hijau desa Tiangau dibangun lebih megah dari sebelumnya karena Arung Hijau merupakan salah satu destinasi wisata yang kerap dikunjungi wisatawan lokal terutama pada sore hari untuk menyaksikan suset dan hari libur. “Kalau dibangun lebih megah, itu bisa dijadikan salah satu ikon wisata Anambas,” ungkapnya.

Bukan hanya minta pelabuhan saja yang akan diusulkan, sejumlah kegiatan juga akan diusulkan seperti lampu penerangan jalan baik itu di jalan tepi laut maupun jalan raya di desa tersebut. “Kita perlu lampu penerangan jalan. Kita juga akan mengusulkan kepada daerah agar membangun gapura tepatnya dipintu depan wisata Arung Hijau,” tandasnya. (sya)

DLH Kesulitan Atasi TPS Liar

0
Pengendara becak motor (bentor) melintasi tumpukan sampah di jalan menuju Kaveling Baru, Sagulung.
Foto. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam mencatat sedkitnya ada 54 tempat pembuangan sampah sementara (TPS) liar yang tersebar di sembilan kecamatan yang ada di mindland (perkotaan,red).

“Dari 54 itu sudah ada beberapa yang kami tutup,” kata Kepala Bidang Persampahan, DLH Batam, Faisal Novrieco, Kamis (8/2).

Ia mengakui kesulitan untuk menertibkan keberadaan TPS liar ini. Meskipun sudah dipasang tulisan dilang buang sampah, masyarakat tetap saja melakukannya.

“Ini selalu terjadi, ketika kami tutup tiga muncul TPS liar yang baru,” sebutnya.

Ia menyebutkan lokasi yang sering dijadikan TPS liar berada di pinggir jalan, karenanya keberadaan TPS liar ini sangat mengganggu. Beberapa waktu lalu bersama dengan lurah pihaknya sudah meminta untuk mengumpulkan data wilayah yang belum terlayani pengangkutan sampah.

“Hal ini untuk meminilisir munculnya TPS liar, jadi kami berusaha untuk mengoptimalkan pelayanan,” imbuh Faisal.

Lanjutnya salah satu TPS liar baru berada di dekat SDN 005 Patamlestari. Meskipun sudah dipasang himbauan. masyarakat tetap membuang juga membuang sampah. “Setiap pagi tetap kami angkut juga sampahnya, hanya saja sangat disayangkan karena itu bukan tps,” keluhnya.

Disinggung mengenai kinerja Tim Yustisi dalam penertiban Perda nomor 11 tahun 2015, Faisal mengungkapkan tim tetap berjalan, beberapa orang yang melanggar juga akan mengikuti sidang minggu depan.

Dalam waktu dekat ini, pihaknya bersama dengan kecamatan hingga lurah akan turun dan kembali menertibkan TPS luar ini. Untuk solusinya, DLH akan menempatkan bin container jika ada lahan yang tersedia.

“Seperti di Batuaji, masyarakat dan kecamatan ada lahan yang tak jauh dariTPS liar. Alhamdulillah sekarang sudah ditutup dan masyarakat buang sampah di tempat yang ada binnya,” tutup Faisal.(yui)

Puluhan Penerima Bantuan Pangan Non Tunai Protes

0

batampos.co.id – 38 warga Perumahan Marina Grand Tanjunguncang yang terdaftar sebagai penerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) protes, lantaran dinyatakan pindah atau pulang kampung.

Hal itu diketahui mereka saat mendatangi Bank BRI sebagai penyalur BPNT untuk mengambil uang berupa slip yang akan di tukar dengan sembako di Rumah Pangan Kita (RPK) yang ditunjuk oleh Kementerian sosial.

“Kami kaget, kok data kami sudah pindah. Padahal kami masih di Batam,” ujar Sri, warga perumahan Marina Grand Tanjunguncang, Kamis (8/2).

Hal tersebut membuat puluhan warga bingung, sebab sebelumnya mereka tidak pernah didatangi oleh petugas survei.

“Kami bingung, kok bisa seperti ini,” katanya.

Sri, mengatakan dirinya sudah terdaftar sebagai penerima bantuan raskin dari pemerintah sejak tahun 2009, dan datanya sudah beberapa kali diperbaharui atau diverifikasi,”Datanya pernah dirubah di tahun 2011 dan tahun 2015 lalu dan saya tetap terdaftar, karena kondisi ekonomi kami,” jelasnya.

Lantas karena mengalami hal itu, mereka pun beramai-ramai melaporkan ke perangkat Rw setempat. Ketua Rw 12 Perumahan Marina Grand Tanjunguncang, Leo mengaku sudah menanyakan hal tersebut kepada Ketua Tenaga Kesejesteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Batuaji. Namun, hingga kini belum ada jawaban. Demikian juga kepada Kelurahan Tanjunguncang.

“Jadi saya juga bingung memberikan jawaban kepada warga kenapa seperti ini,”kata Leo.

Sementara Lurah Tanjunguncang, Anwaruddin juga sempat kebingungan mengenai data 38 warga yang tiba-tiba dinyatakan pindah. Namun demikian, ia mengaku akan segera berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kota Batam.

“Nanti saya tanya juga kepada petugas survei. Mungkin mereka bisa mendata ulang,” tutupnya. (une)

TNI Angkatan Udara Rekrut Prajurit

0

batampos.co.id – Lanud Raden Sadjad Natuna tahun 2018 ini membuka pendaftaran calon prajurit. Khusus pos pengamanan pulau terluar, mengamankan air strip eks Jepang di Pulau Subi.

Komandan Lanud Raden Sadjad (RSA) Natuna, Kolonel Pnb Azhar Aditama mengatakan, rekrutmen anggota TNI untuk Natuna tahun ini diprioritaskan bagi warga Kecamatan Subi.

TNI AU membutuhkan personel prajurit dari Subi untuk ditugaskan di air striping pulau Subi yang dulunya digunakan tentara Jepang saat masa penjajahan sebelum kemerdekan.

“Tahun ini kita ada menerima personel. Prioritasnya putra Subi, karena penempatannya juga di Subi. Menjaga aset TNI AU di sana,” kata Danlanud kemarin.

Penerimaan prajurit khusus pulau terluar ini kata Danlanud, belum dipastikan mengenai jumlah personel yang bakal direkrut. Belum menerima kebijakan dari Mabes AU.

“Jumlah akan direkrut belum ditentukan. Tapi tahun ini pendaftaran rekrutmen akan dilaksanakan,” ujar Danlanud.

Danlanud mengatakan, dengan dibukanya penerimaan calon prajurit ini, masyarakat di Pulau Subi memberikan dukungan kepada pemuda lulusan SLTA ikut berpartisipasi mendaftar di Lanud Raden Sadjad.

“Peserta yang mendaftar akan diberikan pembinaan sebelum mengikuti tes, sehingga mereka benar-benar siap mengikuti tes nantinya,” terangnya.

Kolonel Azhar menjelaskan, air strip Subi merupakan aset negara yang dikelola oleh TNI AU. Runway nya berbahan dasar tanah keras sepanjang 800 meter.

“Kedepan bandara itu bakal difungsikan, hanya saja mungkin memerlukan anggaran yang besar,” ujarnya.(arn)

Polda Selidiki Pembangunan Pasar Modern

0

batampos.co.id – Pembangunan gedung pasar modern di jalan DKW Mohd Benteng Ranai kini diselidiki Polda Kepri. Proyek yang habiskan dana APBD Natuna tahun 2015 mencapai Rp 20 miliar kini mangkrak.

Kapolres Natuna AKBP Nugroho membenarkan, proyek pembangunan pasar modern Ranai sudah diselidiki penyidik Polda Kepri. Tim penyidik sudah melakukan pengecekan lokasi pasar dan mengumpulkan keterangan dan bukti.

“Betul, pasar modern sudah masuk penyelidikan Polda Kepri,” kata Nugroho, Jumat (9/2).

Pembangunan gedung pasar modern dikerjakan multi year tersebut dianggarkan total hampir Rp 40 miliar. Namun kini hanya tinggal semak belukar, proyek semestinya selesai dan sudah dimanfaatkan, namun ditenggarai terjadi tindak pidana korupsi.

Temuan kelebihan bayar sebesar Rp 2 miliar lebih kepada perusahaan pemenang tender saat itu PT Mangkubuana Perkasa baru terungkap tahun 2017 lalu, setelah pemerintah daerah meminta diaudit kembali oleh BPKP.

Namun kelebihan bayar hingga saat ini belum dipenuhi perusahaan pemenang tender. Perusahaan pemenang pasar modern, merupakan satu grop perusahaan pemenang tender pembangunan gedung DPRD Natuna. Dimana PT Istaka Karya sebagai pemenang tender sebagai pelaksanan ditahun yang sama dengan anggaran hampir sama.

Kedua proyek puluhan miliar ini sama-sama tidak selesai. Dan ditemukan kelebihan bayar pemerintah daerah sekitar Rp 5 miliar lebih.

Bupati Natuna Abdul Hamid Rizal mengatakan, untuk sementara pemerintah daerah tidak bisa melanjutkan menyelesaikan proyek pasar modern dan Gung DPRD. Sebelum persoalan kelebihan diselesaikan perusahaan.

Diakui Hamid Rizal, audit ulang yang diminta pemerintah daerah karena kawatir terjadi kerugian negara. Sehingga meminta pihak BPKP melakukan audit, meski sebelumnya sudah selesai diaudit BPK.

“Audit BPKP menemukan kelebihan bayar Rp 5 miliar lebih ada proyek pasar modern dan gedung DPRD. Temuan itu harus dikembalikan, memang khusus pemenang gedung DPRD mengembalikan kelebihan bayar dengan dicicil. Tapi tapi regulasinya, pengembalian dicicil itu ada bungnya, bisa-bisa yang Pemda lagi jadi sasaran,” ujar Hamid kemarin.

Menurut sumber dilapangan. Khusus proyek pasar modern Ranai. Penyelidikan masih terkendala menelusuri perusahaan pelaksana tender dilapangan. Perusahaan tersebut merupakan anak perusahaan dari PT Mangkubuana Perkasa. Kabarnya anak perusahaan tersebut sengaja dikaburkan untuk menghilangkan jejak. Bahkan kabarnya dalam proses lelang proyek tersebut melibatkan pejabat daerah waktu itu.(arn)

Pagi Menikah, Sore Tabrakan

0

batampos.co.id – Iwan,28, Kamis (8/2) pagi baru saja menjalani resepsi pernikahan dengan istri tercintanya, Meri, 23. Dihari yang sama, sore hari Iwan mengalami kecelakaan.

Mobil Terois putih dengan nomor polisi BP 1375 HJ yang dikendarainya menabrak empat pengendara motor dan satu mobil.

Akibatnya kejadian itu, lima orang terpaksa harus dirawat di Rumah Sakit Budi Kemulian, Seraya.

“Seperti apa kejadiannya, saya tidak ingat lagi. Karena sudah blank (kosong,red),” kata Iwan saat ditemui Batam Pos di Polresta Barelang, Kamis (8/2/2018).

Ia menuturkan sehabis dari menjalani ritual sembahyang, dirinya berencana akan menuju hotel tempat mereka menginap yang terletak di kawasan Nagoya. Namun diduga karena sudah terlalu lelah, akibat mempersiapkan dan menjalani serangkaian proses pernikahan. Iwan kehilangan fokus saat berada di simpang tiga lampu merah, dekat Hotel Evitel, Lubukbaja.

Untuk menuju hotel tempatnya menginap, harusnya Iwan berbelok di lampu merah dekat Martabak Har. Namun, Iwan berbelok di pertigaan dekat Hotel Evitel. Mulanya Iwan menabrak pengendara motor yang berada di bagian belakang, lalu menabrak mobil toyota corona. Lalu baru menabrak tiga sepeda motor yang berada di depan mobil toyota.

“Saya tidak tau apa yang terjadi, tiba-tiba mobil saya kendarai sudah berputar-putar,” tuturnya.

Pemuda yang mengaku kerja sebagai Tour Guide ini, menuturkan dirinya akan bertanggungjawab terhadap semua korban yang ditabraknya.

“Perasaaan saya saat itu sedih dan kaget. Saya ingin mereka sembuh seperti sediakala,” ungkapnya.

Kanit Lakalantas Polresta Barelang Iptu Efendi Marpaung menuturkan, setelah mendapatkan informasi terkait kecelakaan ini pihaknya langsung turun ke lapangan.

Para korban, kata Efendi telah dibawa ke RSBK. Sedangkan Iwan dan Istrinya dibawa ke Polresta Barelang, untuk dimintai keterangan terkait kecelakaan ini.

“Kami sedang melakukan pemeriksaan mendalam,” ujarnya.

Ia mengatakan Andreas Modumahi yang mengendarai sepeda motor Honda Supra dengan nomor polisi (nopol) BP 3720 OP, mengalami luka robek ditelapak kaki kiri dan patah kaki kiri. Doharman Siagian yang mengendarai sepeda Yamaha dengan nopol BP 5689 OE, mengalamai lecet tangan kanan, bibir atas, luka benturan di kepala.

Sementara itu Andes Tiara penumpang dari motor yang dikendarai oleh Acmad Alizar, mengalami patah kaki kiri dan luka lecet didagu. Pengendara motor Yamaha Jupiter nopol BP 4438 QE, Siswanto mengalami lecet kaki kiri. Sedangkan penumpangnya, Bella Fitria Kartika tangan sebalah kanannya patah, lecet dibagian pipi kiri maupun kanan. (ska)

Diduga Ban Selip, Karyawan Perusahaan Tewas

0

batampos.co.id – Syahrizal, 23, seorang karyawan di salah satui perusahaan pertambangan batu granit, Kamis (8/2) pukul 18.30 WIB mengalami kecelakaan tunggal ketika sedang mengemudikan sepeda motor di Jalan Raya Jeluntung, Kecamatan Meral Barat dan menyebabkan meninggal dunia.

”Berdasarkan laporan dan keterangan para saksi, bahwa Syahrizal korban Lakalantas tunggal mengemudikan sepeda motor Yamaha dengan nomor polisi BP 5865 JK dari arah persimpangan Mutiara menuju ke persimpangan Jelutung. Namun, sebelum sampai di persimpangan, yakni ketika berada di tikungan sepeda motor yang dikemudikan hilang kendali dan kemudian terjatuh ke sebelah kanan jalan,” ujar Kasat Lantas Polres Karimun, AKP Teuku F Kenedy kepada Batam Pos, kemarin (9/2).

Diduga ban sepeda motor yang dikemudikan korban selip sehingga korban hilang kendali. Maklum saja, lokasi di jalan tersebut ada tikungan yang tajam. Diperkirakan korban meninggal dunia di lokasi kejadian. Sebab, pada saat korban sampai di rumah sakit dan diperiksa oleh tim medis sudah meninggal dunia. Untuk kondisi luka-luka, yang hanya tampak pada bagian luar hanya kaki sebelah kanan dan juga lutut kiri.

”Anggota dari Unit Lakalantas Satlantas Polres Karimun juga sudah turun ke lokasi kejadian untuk melakukan pemeriksaan lalu lintas. Dan, memang terlihat ada bekas gesekan di aspal. Gesekan tersebut berasal dari helm yang digunakan korban. Sepeda motor milik korban juga mengalami kerusakan pada bagian depan dan samping. Kita berharap pengemudi sepeda motor selalu berhati-hati di jalan. Khususnya, ketika berada di tikungan tajam yang tidak bisa melihat kendaraan yang datang dari arah depan,” paparnya.

Selain itu, lanjutnya, Sat Lantas Polres Karimun tidak pernah bosan-bosa menyampaikan himbauan kepada orang tua agar tidak membiarkan anak-anaknya yang masih di bawah umur untuk mengemudikan sepeda motor. (san)

Hindari Kecelakaan, Warga Swadaya Tambal Lubang Jalan

0
Sejumlah warga bersma staf kantor camat Kundur Barat berupaya menambal titik jalan yang berlubang dengan aspal untuk menghindari jatuhnya kecelakaan lalilintas. F: Imam Soekarno/Batampos.

batampos.co.id – Warga Kundur Barat melakukan aksi timbun jalan yang berlubang, Jumat (9/2) kemarin. Aksi yang dipimpin Camat Kundur Barat, Anji Trisno ini, dilakukan untuk menghindari jatuh korban kecelakaan lalulintas karena mengelak lubang tersebut.
Anji Trisno mengaku cukup banyak titik-titik lubang disepanjang jalan raya Kundur Barat. Tentunya kondisi jalan berlubang akan sangat membahayakan bagi pengendera.

“Memang sebelumnya sudah ada perbaikan jalan dengan tambal sulam. Namun masih ada beberapa titik yang berlubang. Untuk sementara kondisi jalan antar kecamatan Kundur Barat menuju Kundur sudah lancar,” ujar Anji.

Sebelumnya kondisi jalan antar kecamatan rusak berat. Sejak adanya tambal sulam sudah lumayan lancar. Untuk itu disampaikan terimakasih atas peran aktif masyarakat serta staf kantor camat selama ini.

“Kami harapkan, dengan kondisi jalan yang sedikit lebih baik akan mengurangi kecelakaan,” tutur Anji.

Pantauan di lapangan, rusaknya jalan antar kecamatan tersebut karena kondisi jalan sudah lama dan belum ada perbaikan. Bahkan sejumlah jalan di kilometer 8 masih rusak selama ini belum ada perbaikan. Pengendara berharap agar pemerintah segera melakukan perbaikan jalan menyeluruh. (ims)