Jumat, 24 April 2026
Beranda blog Halaman 12419

7 Tower Dibangun PT Mitratel

0

batampos.co.id – Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Anambas pada tahun 2017 yang lalu telah mengusulkan 13 tower agar dibangun oleh pemerintah pusat. 13 titik pada tersebut sempat di survei oleh perusahaan telekomunikasi pemenang tender yakni PT. Mitratel.

Namun setelah menjalani proses verifikasi dari perusahaan Mitratel, ternyata hanya 7 titik saja yang diakomodir yakni Desa Rewak, desa Belibak kecamatan Palmatak, desa Mengkait Kecamatan Siantan Selatan, desa Air Putih, Batu Belah, Munjan dan Desa Serat kecamatan Siantan Timur. Sementara itu enam titik lainnya tidak jadi dibangun.

“Setelah disurvey ternyata yang diakomodir oleh Kementerian hanya tujuh saja,” ungkap kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Kabupaten Kepulauan Anambas Jefrizal kepada wartawan Rabu (7/3).

Diakuinya jika dari tujuh yang dibangun tersebut sampai saat ini belum semua beroperasi. Namun baru ada dua titik saja yang dinyatakan sudah aktif dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat setempat. Sementara itu lima lainnya belum aktif.

“Yang aktif baru dua titik yakni tower didesa Batu Belah dan Desa Munjan kecamatan Siantan Timur, yang lain memang belum tapi masih dalam proses pengerjaan,” ungkapnya lagi.

Sebelumnya, Kepala Bidang Penyelenggaraan E Government Dinas Komunikasi Informatoka dan Statistik Kabupaten Kepulauan Anambas M. Ari Sofian mengatakan, anak perusahaan telkomsel yakni PT. Mitratel telah memenangkan tender program dari pemerintah pusat yakni program Kewajiban Pelayanan Universal Services Obligation (KP USO). “PT. Mitratel akan membangun 13 tower lagi di Anambas,” ungkapnya saat itu.(sya)

OPD Jangan Asal Susun Program

0
Bupati Bintan, Apri Sujadi bersama Kadis Perkim Kabupaten Bintan, Herry Wahyu meninjau pembangunan di Kijang, Bintan Timur. F. Kominfo Bintan untuk Batam Pos

batampos.co.id – Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Bintan sebaiknya tidak main kira-kira dalam menyusun perencanaan pembangunan. Karena pembangunan yang baik seyogyanya direncanakan sesuai kebutuhan masyarakat.

“Janganlah mengandalkan perkiraan. Apalagi memanipulasi data atau berdasarkan teori tanpa fakta di lapangan. Karena pembangunan harus sesuai mekanisme pasar, kebutuhan, dan kepentingan masyarakat,” ujar Wakil Bupati Bintan, Dalmasri Syam saat membuka konsultasi publik rancangan awal Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) di Conventional Hall, Bhadra Resort Bintan, Kamis (8/3).

Kepala OPD kata Dalmasri, harus berpikir kreatif dan selalu berinovasi di organisasi yang dipimpinnya. Tujuannya untuk peningkatan efektifitas, efisiensi, dan percepatan pembangunan di Kabupaten Bintan. Untuk itu sambungnya, seminar ini sangat penting diikuti oleh kepala OPD, karena hasilnya akan dibahas bersama dalam Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tingkat kabupaten.

Kepala Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Daerah Kabupaten Bintan, Wan Rudi Iskandar setuju pentingnya kegiatan tersebut. Menurutnya, konsultasi publik merupakan aspirasi masyarakat di tingkat kelurahan dan desa yang dilanjutkan ke tingkat kecamatan.

“Selanjutnya hasil konsultasi publik akan dijadikan sebagai tahap awal pembahasan Musrenbang di tingkat kabupaten. Ini sudah diatur dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 54 tahun 2010 tentang tahapan tata cara, penyusunan, pengendalian, evaluasi, dan pelaksanaan perencanaan pembangunan daerah,” pungkasnya.(met)

Percepat Pembangunan Proyek Strategis

0

batampos.co.id – Gubernur Kepri Nurdin Basirun menginginkan percepatan-percepatan realisasi sejumlah proyek strategis yang sudah disetujui Presiden Joko Widodo. Percepatan tersebut akan semakin memicu dan memacu perekonomian Kepri yang akan mendukung perekonomian nasional.

“Kita pasti bisa dengan bersama-sama dan saling mendukung. Lepaskan ego sektoral untuk kepentingan bangsa dan negara,” kata Nurdin saat Pertemuan dengan Tim Percepatan Investasi Strategis di Provinsi Kepulauan Riau di Ruang Rapat Kantor Gubernur Kepri, Dompak, Tanjungpinang, Kamis (8/3)

Nurdin menyampaikan desain Jembatan Batam-Bintan sudah ada. Regulasi yang mendukung harus dikomunikasikan dengan baik sehingga tidak ada hambatan dan muncul permasalahan kemudian hari. Nurdin sendiri sudah road show di sejumlah kementerian menindaklanjuti percepatan realisasi proyek-proyek tersebut. Bahkan OPD terkait diminta ikut mengkomunikasikan ke Kementerian/Lembaga. “Kita harus bergerak cepat untuk membangkitkan lagi ekonomi,” kata Nurdin.

Ada tujuh proyek strategis yang mendapat restu dalam pertemuan dengan Presiden Jokowi akhir Februari lalu. Proyek-proyek itu adalah Pembangunan Jembatan Batam Bintan, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Sauh, KEK Galang Batang, KEK Pulau Asam, Pengembangan Pelabuhan Batu Ampar, Pengembangan dan Modernisasi Bandara Hang Nadim dan Pembangunan Batam LRT (Light Rapit Transit).

Menurut Nurdin, Pemprov Kepri dan investor sudah siap meluncurkan proyek tersebut. Kini tinggal skema dan mekanisme yang sedang dibahas. Seperti Tanjungsauh, akan memicu banyak aktivitas perindustrian. Juga ikut menopang kepariwisataan.

Pada kesempatan itu, Team Leader Percepatan Investasi dan Pembangunan Strategis di Provinsi Kepri Hadi Pranoto yakin sejumlah proyek bisa mulai dikerjakan pada April ini. Menurut Hadi semua pihak harus bersinergi agar kegiatan ini segera terealisasi sesuai dengan mimpi masyarakat Kepri.

“Presiden berharap cepat terlaksana. Kami dari tim sudah siap bergerak. Tinggal persoalan teknis dan itu bisa teralisasi. Bulan depan kalau bisa peletakan batu pertama,” kata Hadi.

Menurut Hadi, akan ada investasi besar secara bertahap hingga 30 miliar dolar Amerika. Investor dari Tiongkok dan Amerika serta Eropa sudah berkomitmen dan memastikan terlibat dalam sejumlah proyek.

Malah menurut Hadi, Jembatan-Batam Bintan dengan mitra dari Tionkok diperkirakan memakan waktu kurang lebih satu hingga dua tahun. Tim akan bekerja semaksimal mungkin mewujudkan percepatan-percepatan itu.

“Sinergitas antara Pemprov dan investor harus terbilang kuat, sehingga apa yang kita programkan tidak ada halangan yang berarti. Karena tujuan kita satu untuk kepentingan bangsa dan negara,” kata Hadi. (bni)

Bupati Minta Percepat Pembangunan

0
Bupati Bintan, Apri Sujadi bersama Kadis Perkim Kabupaten Bintan, Herry Wahyu meninjau pembangunan di Kijang, Bintan Timur. F. Kominfo Bintan untuk Batam Pos

batampos.co.id – Bupati Bintan, Apri Sujadi memerintahkan beberapa kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) segera berkoordinasi ke Pemerintah Pusat. Mereka harus mempercepat pelaksanaan pembangunan daerah yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik tahun anggaran 2018.

“Beberapa OPD harus segera bergerak, berkoordinasi dengan pemerintah pusat. Karena DAK adalah salah satu instrumen dalam pembiayaan pembangunan yang sangat strategis di daerah,” jelas Apri saat dihubungi, Kamis (8/3).

Apri menuturkan, DAK tahun ini menurun sekitar 14,5 miliar dari Rp 69,5 miliar di tahunm 2017 menjadi Rp 14,5 miliar.Dikatakan Apri, menindaklanjuti peraturan Menteri Keuangan tentang Pengelolaan Transfer ke Daerah dan Dana Desa, maka DAK fisik dilaksanakan per bidang secara bertahap.(met)

Produk Non Label SNI Rugikan Pedagang

0
Barang berlabel SNI.

batampos.co.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri akan segera membahas mengenai regulasi Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk produk elektronik impor yang masuk ke Kepri.

Keputusan ini muncul menyusul banyaknya keluhan dari pedagang yang mengaku merugi karena banyaknya produk elektronik tanpa lisensi SNI yang masuk ke Batam dan ternyata digandrungi masyarakat.

“Ini merupakan upaya bagaimana caranya menata tata niaga di Kepri agar tetap kondusif terutama di dunia perdagangan,” kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Kadisperindag) Pemprov Kepri, Burhanuddin di Kantor Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Batam, Kamis (8/3).

Nantinya, regulasi ini kemungkinan akan mewajibkan importir barang elektronik untuk mengurus SNI-nya sebelum memasarkan di Kepri.

“Makanya ini kami sedang mencari solusi dengan meminta penjelasan dari Badan Pengusahaan (BP) Batam dan Bea Cukai,” ungkapnya.

Menurut Burhanuddin, satu produk elektronik memiliki banyak turunan yang banyak beredar di pasaran. Dan rata-rata banyak yang tak punya SNI.

“Seharusnya importir sudah lengkapi standarnya, sehingga bisa penuhi syarat untuk masuk ke Batam,” jelasnya.

Ia kemudian melanjutkan saat ini, ada 700 importir yang terdata di BP Batam. Burhanuddin meminta agar BP Batam segera melakukan verifikasi bagi perusahaan-perusahaan yang penuhi standar SNI dalam memasukkan barang impor ke dalam Kepri.

Di tempat yang sama, Ketua Kadin Batam Jadi Rajagukguk mengatakan sudah banyak keluhan yang diterima olehnya dari pedagang yang memasarkan produk-produk elektronik berlabel SNI. Mereka meminta agar Kadin Batam segera mencari solusinya agar persoalan ini tidak berlarut-larut.

“Jadi ini terkait dengan SNI barang elektronik yang banyak dikeluhkan pedagang,” ungkapnya.

Jadi memahami memang tidak mudah untuk mengawasi jalur transit pemasukan barang yang tidak berlabel SNI ke Batam. Makanya cara lain ditempuh dengan merencakan pembuatan regulasi baru untuk melindungi pedagang yang mematuhi regulasi terkait SNI.

“Mereka cerita ada pedagang jual speaker bluetooth tanpa label SNI. Harganya murah dan bisa dibeli banyak. Atau mainan yang tak ada label SNI belum tentu aman bagi anak-anak. Ini yang perlu dicari solusinya,” jelasnya.

Jadi menegaskan regulasi baru perlu segera diputuskan. Tujuannya adalah menjaga agar kondusivitas tata niaga di Batam tetap terjaga.

“Jika segera dilakukan, maka tata niaga di Batam akan tumbuh sehat karena tidak beri ruang bagi produk tak berlabel beredar di Batam,” harapnya. (leo)

PMA Jerman Buat Pabrik Olahan Kelapa di Lobam

0

batampos.co.id – PT Bionesia Organik Food, perusahaan asal Jerman akan melakukan kegiatan usaha di Kawasan Industri Bintan (KIB) Lobam, Kecamatan Seri Kuala Lobam, Bintan. Perusahaan di bidang produksi berupa produk olahan kelapa itu akan menyerap sekitar 100 tenaga kerja.

GM PT Bintan Inti Industrial Estate (BIIE) Lobam, Surya Cahyadi menuturkan perusahaan asal Jerman itu telah menandatangani kontrak untuk melakukan kegiatan usaha industri di Kawasan Industri Bintan, Lobam. “Sudah kontrak, baru tanda tangan. Mereka akan mengirimkan mesinnya dari Jerman ke sini,” kata Surya.

Di KIB, perusahaan itu akan melakukan berbagai produksi olahan kelapa. Mulai dari kelapa kental, cair, kecap kelapa, dan nata de coco. Termasuk kelapa parut kering yang biasa digunakan sebagai bahan campuran biskuit ternama merek Roma. “Pabrik di sini bukan gudang, rencana material dari sekitar sini ,” katanya.

Dalam produksinya lanjut Surya, akan diperlukan mesin boiler. “Memang membutuhkan boiler dan akan setup. Kemarin ada kemungkinan mereka mau sewa mesin kita, pakai BBM,” jelasnya.

Disinggung serapan tenaga kerja, Surya menjelaskan tidak banyak sebab produksi olahan kelapa banyak menggunakan mesin atau otomatis. Sedangkan untuk investasinya, ia menyebut sekitar ratusan miliar.”Berapa banyak produksinya kita koordinasi lagi, namun material kelapa akan datang melalui pelabuhan kita dan diolah di sini,” tukasnya.(met)

Ketua DPRD Batam Imbau Bulog Tidak Edarkan Beras Tak Layak Konsumsi

0

batampos.co.id – Ketua DPRD Batam, Nuryanto meminta Bulog tidak mendistribusikan 800 ton beras raskin yang tidak layak konsumsi. Bulog pun berkewajiban untuk mengganti dengan beras berkualitas.

“Kalau memang sudah tidak layak konsumsi, jangan dipaksakan lah. Bulog harus mencari alternatif lain. Jangan gara-gara sayang dibuang, malah masyarakat yang dirugikan,” tegas Nuryanto, Kamis (8/3).

Ia menilai, bulog harus lebih terbuka terkait proses ulang beras tersebut. Paling penting harus ada jaminan, jika beras yang sudah diolah ini benar-benar layak dan tidak berbahaya bila dikonsumsi.

“Proses ulang itu seperti apa. Seberapa besar jaminan beras yang sudah diolah itu sehingga baru bisa dikonsumsi itu harus jelas. Kalau memang tidak ada, mending jangan didistribusikan,” sebut dia.

Nuryanto menambahkan, Bulog seharusnya menyalurkan beras yang berkualitas. Mutu dan gizinya juga harus diperhatikan.

Sementara itu, Anggota Komisi I DPRD Batam, Sukaryo mengingatkan, jangan sampai beras 800 ton bulog tak layak konsumsi itu didistribusikan kepada masyarakat. Sebab sesuai undang-undang perlindungan konsumen, masyarakat berhak mendapatkan beras yang layak dan berkualitas sesuai dengan kadar mutu yang sudah ditetapkan.

“Kita ingatkan karena tanggungjawabnya melekat di bulog,” tegasnya.

Terkait ketersediaan beras sendiri, ia melihat bulog harus memiliki solusi lain. Apakah mendatangkan beras dari daerah lain atau semacamnya. “Yang jelas ini tak boleh diedarkan, meskipun bulog bilang akan diproses, kita tidak tahu ini tidak berbahaya,” jelasnya.

Terpisah, Heri Nurdi, Surveyor beras dari PT PAN Asia menilai seharusnya Disperindag, satgas pangan, bulog melakukan uji laboratorium terhadap cemaran kimia yang diakibatkan oleh fungigasi. Fungigasi itu untuk menghalau hama, jika beras tersebut sudah sangat lama 1-2 tahun, tentu memerlukan fungigasi beberapa kali, biasanya diatasi 10 kali. Kalau sudah berlebihan, residu akan masuk kedalam beras.

Ia mengatakan, beras yang masuk ke gudang Bulog Batam sejak 2016 lalu dari Jawa Tengah, jelas tidak layak konsumsi.
Karena diluar syarat mutu SNI, syarat umumnya beras tidak boleh bau apek, tidak boleh berhama, tidak boleh ada campuran dedak dan debu, dan tidak boleh terdapat zat kimia yang berbahaya.

“Bagaimana kita mau tau kalau itu tidak berbahaya, karena tidak diuji laboratorium. Dari syarat umum saja sudah teridentifikasi bahwa beras itu sudah tidak layak, harusnya di musnahkan,” tegasnya.

Kepala Gudang Bulog Batam sedang memeriksa stok beras yang ada di pergudangan Bulog Batam di Batuampar. | Cecep Mulyana/Batam Pos

Beras dikatakan normal itu benar-benar bebas dari serangan hama, bebas gigitan serangga. Kalau secara visual sudah seperti ada telur kutunya sudah dinyatakan tidak layak saja, tidak untuk dikonsumsi.

Disperindag seharusnya memberikan tindakan atau minimal berkoordinasi dengan Bulog agar beras ini tidak boleh dikeluarkan atau didistribusikan kepada masyarakat.

“Solusinya beras ini harus dimusnahkan dengan cara dibakar atau dijual ke pabrik tepung,” jelas Heri. (rng)

Rayakan Ultah ke-2, Roasteree Undang DJ Lola Alicia & Miss Happy

0
F. Roasteree untuk batam pos

batampos.co.id – Untuk memeriahkan suasana ulang tahun ke-2, Roasteree Cafe mengundang dua bintang tamu, Jumat (9/3) malam. Kafe yang berada di sebelah i Hotel, Baloi Batam ini mengusung tema “Spec2cular’ dengan menghadirkan DJ Lola Alicia dan Miss Happy.

Acara yang dikemas dalam suasana party ini dimulai pukul 19.00 WIB. “Kehadiran DJ Lola Alicia dan Miss Happy di Roasteree ini akan membuat suasana party jadi lebih meriah lagi,” ujar Manajer Roasteree Cafe, Jefta.

DJ yang bernama lengkap Fisca Alicia Arianti ini merupakan wanita kelahiran Semarang 1980. Ia piawai dalam meramu beat-beat nada yang dipastikan akan membuat pengunjung hanyut dalam hentakan irama. Dan, penampilan Lola Alicia dan Miss Happy di Batam ini, diyakinkan akan menjadi pelengkap kemeriahan perayaan dua tahun Roasteree Cafe nanti malam.

Sementara Miis Happy lewat suaranya yang khas akan melantunkan lagu-lagu terkenal yang lagi up to date saat ini. Live PA Miss Happy bersama DJ Lola Alicia nanti merupakan penampilan yang spektakular di Roasteree.

“Kami sengaja mengundang keduanya, sebagai apresiasi kepada tamu-tamu Roasteree Cafe. Event Spec2cular ini dikemas dalam atmosfir party yang meriah. Selain itu, juga bakal ada penampilan dari home band Roasteree yang siap menyuguhkan lagu-lagu yang menarik dan terkenal serta penampilan Sexy Back dan Diva 3,” tegas Jefta. (suc)

Bebas, Daeng Rusnadi Gelar Syukuran

0
Mantan Bupati Natuna Daeng Rusnadi bebas setelah menjalani hukuman penjara di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Tanjungpinang, Kamis (8/3). F. Yusnadi/batampos.co.id

batampos.co.id – Mantan Bupati Natuna, Daeng Rusnadi akhirnya menghirup udara segar setelah menjalani hukuman penjara di Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Tanjungpinang.

Mantan Ketua DPRD Natuna yang terjerat kasus korupsi 8 tahun silam tersebut langsung menggelar syukuran bersama keluarga dan tokoh masyarakat serta warga Natuna di aula Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Tanjungpinang, Kamis (8/3). “Alhamdulillah badai pasti berlalu, saya masih seperti yang dulu, cukuplah saya yang melakukan kesalahan,” kata Daeng.

Menurutnya, masa lalu nya yang kelam sudah menjadi takdir dan cobaan yang harus dijalani. “Alhamdulillah dalam penjara saya mendapatkan ilmu yang bermanfaat,” bebernya.

Selama di penjara, Daeng mengaku banyak mendapatkan bimbingan dan ilmu agama dari ustaz sehingga dirinya bisa menghafal beberapa ayat Alquran. “Alhamdulillah, saya bersyukur selama di penjara bisa hafal ayat Alquran,” ujarnya.

Tak lupa, Daeng mengucapkan terimakasih kepada keluarga besarnya, tokoh masyarakat dan warga Natuna yang selalu mendoakannya saat menjalani hukuman. “Terimakasih saya ucapkan kepada seluruh masyarakat karena telah mendoakan saya,”

Setelah bebas, Daeng mengatakan dirinya belum memiliki rencana selanjutnya, hanya berencana menghabiskan waktu bersama keluarganya. “Belum ada rencana, yang pertama mengevaluasi diri dan saya akan menghabiskan waktu bersama keluarga dulu,” pungkasnya.

Seperti diketahui, Daeng Rusnadi divonis bersalah karena terbukti menerima uang dengan keseluruhan Rp 46,138 miliar. Daeng selaku Ketua DPRD Natuna sepakat untuk menganggarkan dana lobi DBH migas tahun 2004. Namun sebelum APBD Natuna disahkan, Daeng sudah menerima Rp 28 miliar.

Daeng Rusnadi terbukti melanggar pasal 3 jo pasal 18 UU 31 tahun 1999 jo pasal 55 ayat (1) ke-1 jo pasal 64 ayat (1) KUHP. Daeng dinilai menguntungkan diri sendiri atau pihak lain dengan menyalahgunakan kewenangan, kesempatan atau sarana karena jabatan. (odi).

Gaji Guru Honorer di Bawah UMK

0
Aktivitas guru mengajar di sekolah Toan Hwa jalan Engku Putri Tanjungpinang, belum lama ini. F.Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Menggunakan tenaga guru honorer menjadi salah satu alternatif yang diambil pemerintah daerah guna menanggulangi persoalan minimnya jumlah guru di Tanjungpinang. Meskipun tenaganya dibutuhkan, kesejahteraan guru honorer belum dapat dimaksimalkan.

Pasalnya, ketersediaan anggaran yang dimiliki Kota Tanjungpinang, tidak mampu memenuhi angka penggajian yang layak bagi guru honorer. Bahkan masih di bawah taraf Upah Minimum Kota (UMK).

Meskipun demikian, tidak sedikit guru honorer yang rela mengabdi mengajar. Namun bertahun-tahun belum lantas diangkat. Fitriati, salah seorang honorer di sebuah sekolah negeri di Tanjungpinang, menuturkan persoalan penggajian guru honorer diterapkan berbeda.”Honor terbagi-bagi. Ada honor kantor, ada honor dinas, dan honor daerah,” tuturnya.

Untuk honor daerah, lanjut dia, terbagi pada jenjang pendidikan yang bersangkutan. Yang memegang ijazah D2 mendapatkan Rp 1,6 juta. Sementara yang S1 hanya dua ratus ribu lebih tinggi, yakni Rp 1,8 juta. Sementara untuk honor kantor disesuaikan dengan kemampuan sekolah masing-masing.

Fitriati yang telah menjadi tenaga honor sejak 2008 mengaku masih menanti-nantikan dirinya lekas diangkat sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN). “Sampai sekarang belum diangkat-angkat (ASN, red). Semoga saja secepatnya diangkat. Karena kami yang honor daerah hanya 300 orang saja,” terangnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Tanjungpinang, HZ Dadang AG menuturkan dilema yang dipendam pemerintah daerah selama ini. “Untuk menggaji mereka saja tidak sampai UMK. Tapi bagaimana pun tenaga mereka dibutuhkan untuk melanjutkan pendidikan anak-anak Tanjungpinang,” tutur Dadang lagi.

Bahkan untuk menganggarkan honorarium para tenaga honor ini, diakui Dadang menjadi beban anggaran tersendiri. Berhubung, Pemko Tanjungpinang harus menanggung penggajiannya sendiri. Tanpa adanya bantuan tambahan dari pemerintah provinsi.

Belum pula anggaran daerah Tanjungpinang, yang tidak besar. Namun diiringi dengan kebutuhan belanja yang masif. “Maka itu kami terus mengupayakan mereka segera diangkat saja. Sejak 2017 sudah terus kami ajukan. Kelihatannya tahun ini akan diadakan pengangkatan. Namun kapan? ini yang masih belum ketahuan,” jelas Dadang.

Namun meski diadakan pengangkatan, Dadang memastikan Pemerintah Pusat tidak lantas bakal mengangkat seluruh guru honorer di Tanjungpinang. “Tentu bertahap. Apalagi jumlah guru honorer kita banyak, hampir seimbang dengan guru PNS,” sebut Dadang.

Namun dengan diadakannya pengangkatan, Dadang memastikan akan membantu Pemko Tanjungpinang untuk meningkatkan kesejahteraan guru honorer yang tersisa.”Jumlah guru honorer berkurang kan, jadi kami bisa tingkatkan angka honor guru honorer lainnya,” pungkas Dadang.(aya)