Jumat, 1 Mei 2026
Beranda blog Halaman 12508

Batam Aero Technic Tingkatkan Kualitas SDM

0
Teknisi Batam Aero Technic (BAT) sedang melakukan perawatan pesawat lion air di MRO (Maintenance, Repair, and Overhaul) Lion Air Grup, di Bandara Hang Nadim Batam.
Foto Cecep Mulyana/Bata,m Pos

batampos.co.id – Batam Aero Technic (BAT) Lion Air Grup memberikan fasilitas pembiayaan pendidikan pegawai, untuk sertifikasi AMTO (Aircraft Maintenance Training Organization) yang di fasilitasi oleh Politeknik Negeri Batam. President Direktur Lion Group, Edward Sirait menuturkan sertifikasi ini untuk mendukung peningkatan kualitas SDM (Sumber Daya Manusia) pegawai BAT.

Ia mengatakan BAT yang bergerak di bidang perbaikan dan perawatan pesawat, sangat membutuhkan SDM yang berkualitas dan mumpuni.

“Kami kerjasama dengan Bank Mandiri, dalam pembiayaan pendidikan ini,” kata Edward Sirait, Rabu (21/2).

Edward menuturkan kerjasama ini akan memberikan dampak yang besar, guna menghasilkan tenaga-tenaga profesional yang berkualitas yang dapat bersaing di dunia penerbangan international.

“Pada tahap awal tahun 2018, sebanyak 96 pegawai Batam Aero Teknik akan melakukan sertifikasi di Politeknik Negeri Batam,” ucapnya.

Ia mengatakan Batam Aero Technic beroperasi Sejak 2014, di kawasan Bandara Internasional Hang Nadim, Batam. BAT memiliki beberapa fasilitas pelayanan perawatan dan perbaikan pesawat seperti terhadap mesin, APU, landing gear, komponen pesawat udara, dan sebagainya. “Saat ini sedang dalam proses pembangunan pada tahap kedua dengan mendirikan painting shop, APU turboprop shop, fuel farm jet, dan storehouse plb,” tuturnya

Ekspansi perluasan hangar BAT akan terus dilakukan hingga tahap ke 5 nantinya. Dalam hal ini tentu Batam Aero Technic akan selalu senantiasa membutuhkan dan memerlukan jasa terampil yang handal serta tangguh. Serta memiliki semangat juang untuk belajar yang tinggi dalam menekuni bidang perawatan dan perbaikan sebuah pesawat udara.”oleh sebab itu AMTO ini sangat berguna, untuk meningkat kemampuan SDM BAT,” ujarnya.

Saat ini, kata Edward telah berjalan penyelenggaraan pelatihan pendidikan, program magang bagi siswa Politeknik Negeri Batam di Batam Aero Technic. Tak hanya meningkatkan kualitas SDM BAT. Edward menuturkan juga mencoba menjaring SDM yang berkualitas melalui program magang.

“Lion Air Group sendiri merupakan perusahaan penerbangan yang menaungi beberapa maskapai seperti Lion Air, Wings Air, dan Batik Air, serta Malindo Air yang beroperasi di Malaysia, lalu Thai Lion Air yang berbasis di Thailand. Telah beroperasi hingga saat ini lebih dari 300 armada dengan berbagai tipe seperti Boeing, Airbus, dan ATR yang seluruhnya melakukan perawatan dan perbaikan di hangar Batam Aero Technic,” tuturnya.

Sehingga keberadaan BAT dianggap dapat mendukung dan memaksimalkan ratusan armada yang gunakan oleh maskapai Lion Air Grup. (ska)

Pemko Batam Harus Tegas, Banyak Pihak Menikmati Hasil Tambang Pasir

0
Penambang pasir liar di belakang Perumahan Arira, Batu Besar, Nongsa.
Foto: Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Ketegasan Pemko Batam melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) termasuk pegawai penyidik sipilnya, sangat dinantikan memberantas aktivitas tambang pasir di Batam. Ini karena Pemprov sudah menyatakan bahwa semua tambang yang ada di Batam adalah ilegal.

”Kuncinya ada di sikap dan ketegasan dari pemimpin daerah. Harusnya kalau memang sudah jelas aktivitas penambangan pasir tersebut ilegal, dampak kerusakan lingkungannya juga sudah melebihi ambang batas, pemerintah daerah sesegera mungkin mengambil sikap tegas. Boleh saja ada penambangan pasir, tapi harus ditentukan jumlah maupun titiknya, bukan dibiarkan seperti sekarang ini,” ujar legislatif dari PPP ini, Jumat (23/2).

Sebab, kerusakan pasca tambang yang sudah tak digunakan lagi menambang, berupa kubangan yang dalam dan luas, tak satupun pihak ataupun pemerintah yang mau memperbaiki area bekas pertambangan tersebut.

Eky tak memungkiri bahwa permasalahan pertambangan pasir di Batam yang sudah terang-terangan ini sudah bukan komplek lagi, tapi sudah sistemik. Banyak pihak yang mengambil untung di dalam aktivitas penambangan pasir tersebut.

“Sudah bukan rahasia lagi di Batam ini penambangan pasir itu di dalamnya terdapat pundi-pundi yang tak kecil nilainya. Banyak pihak yang sudah terlibat menikmati di dalamnya. Ini sudah sistemik, sulit untuk diurai dan sepertinya mustahil Pemko Batam mampu menertibkannya bahkan menutupnya. Siapapun di Batam ini saya yakin tak akan sanggup,” terang Eky.

Info yang didapat Batam Pos dari internal anggota DPRD Batam lainnya, hasil dari aktivitas penambangan pasir tersebut sudah mengalir ke berbagai pihak agar aktivitas tambang itu aman beroperasi.

“Banyak yang ikut menikmati hasilnya atau madunya dari aktivitas pertambangan pasir di Batam,” ujar informan Batam Pos. (gas)

Minggu, Besok, Donor Darah bersama Kaskuser di Kantor PMI Batam

0
Ilustrasi Donor darah PMI.
Foto.Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – KASKUS bersama Palang Merah Indonesia (PMI) akan menyelenggarakan Donor Darah Serentak bersama Komunitas Regional KASKUS di 58 Regional, Minggu (25/2) besok.

Kegiatan ini berlatarbelakang aksi sosial yang rutin dan sering dilakukan oleh rekan-rekan Regional KASKUS.

Untuk wilayah Batam sendiri, akan diadakan di kantor PMI di Batamcenter, mulai pukul 09.00 WIB hingga 13.00 WIB.

Panitia Acara Donor Darah Kaskus, Bagir Abunumay mengatakan, kegiatan ini bertujuan mempererat tali persaudaraan antar Kaskuser Regional dan Memperkenalkan kegiatan sosial yang sering dilaksanakan oleh Regional KASKUS kepada Masyarakat.

“Selaib itu, kami juga ingub menjalin kerjasama yang simultan antara KASKUS dan PMI untuk membantu meningkatkan kebutuhan akan darah di Indonesia,” ujar Bagir di kawasan Nagoya siang ini.

Menurutnya, kegiatan donor darah ini juga bertujuan mendorong gaya hidup sehat masyarakat.

“Meningkatkan kesadaran masyarakat pentingnya melakukan donor darah dan memberikannya kepada yang membutuhkan,” tutup Bagir.

Bagir pub mengatakan, acara ini terbuka untuk umum. “Jadi bagi warga Batam yang ingin mendonorkan darahnya, silakan datang besok, Minggu 25 Februari mulai pukul 09.00 WIB ke kantor PMI Batamcenter. Kita donor bersama,” tutupnya. (cha)

Curhatan Susy Safitri, Supir Taxi Online Batam

0

batampos.co.id – Permasalahan angkutan sewa khusus (taxi online/taxol) masih menjadi polemik di Kota Batam. Sejak pertama kali hadir di Batam, perselisihan antar angkutan konvensional dan taxol ini kian memanas. Namun begitu, sejumlah wanita justru memilih untuk tetap menggantungkan nasib dengan menjadi driver online.

Usia tidak menjadi halangan bagi seorang single parent beranak tiga ini. Adalah Susy Safitri yang kini menjalani usia 48 tahun. Statusnya sebagai orang tua tunggal melekat sejak 2015 silam. Sejak saat itu, ia dituntut berjuang keras mengais rezeki demi putra-putrinya.

“Anak tiga, dua kuliah di Jogja, dan si bungsu masih sekolah di Batam. Biaya yang dibutuhkan bukan sedikit. Sementara saya sudah berumur. Mau cari kerja dimana?,” ujar Susy, dengan logat khas Jawa-nya.

Wanita kelahiran Lumajang, Jatim itu menceritakan, semasa almarhum suaminya ada, profesinya tak lebih dari seorang ibu rumah tangga. Namun, sejatinya ia adalah seorang wanita yang supel, dan juga aktif mengikuti perkembangan zaman.

“Bermodal mobil sedan milik suami, saya freelance jadi supir travel ticketing. Jadi antar-jemput penumpang ke bandara atau pelabuhan. Kan 2015 taxol belum masuk ke Batam,” terangnya.

Lain dari itu, kendaraan miliknya terkadang disewakan. Tapi pekerjaan tersebutmasih menjadi keadaan sulit untuk memenuhi kebutuhan rumah tangganya. Tak jarang, keluarga pun menjadi penopang. “Berat lah, sempat putus asa,” tutur Susy.

Hingga Mei 2017, angin surga baginya itu datang dengan masuknya aplikasi angkutan sewa khusus yang pertama di Batam, yakni WakJek. Bergegas mendaftarkan diri menjadi driver taxol, lagi-lagi rintangan itu datang. Kendaraan sedan jelas tidak masuk dalam kendaraan angkutan khusus itu.

“Kembali mutar otak lagi gimana harus ganti kendaraan. Karena saya yakin, dengan taxol ini bisa membantu saya,” ucapnya.

Singkat cerita, Susy akhirnya mampu mengganti kendaraannya dengan mobil SUV sebagaimana kendaraan yang memenuhi persyaratan taxol. Sekira Agustus 2017 ia resmi menjadi driver Wak-Car. Sistem bagi hasil dan bonus pencapaian target nyatanya sangat membantu.

Susy Safitri seorang driver taksi Online Batam saat menunggu orderan penumpang dikawasan Batamcenter, Jumat (23/2). F Cecep Mulyana/Batam Pos

“Di satu sisi saya juga gigih mencari penumpang dari pagi hingga malam,” lanjutnya.

Namun lagi-lagi masalah kembali muncul terkait larangan online, hingga akhirnya aplikasi WakJek tak lagi beroperasi. Lepas dari WakJek, Susy beralih ke aplikasi lain yang masih bertahan hingga kini, yakni menjadi driver GoCar. “Maju terus karena disitu ladang rezeki saya saat ini,” ungkapnya.

Meski belum mendapat dukungan dari pemerintah setempat, profesinya kini tetap ditekuni walaupun ketakutan tetap menghantuinya. “Saya ibu-ibu, sudah tidak kuat lagi membela diri. Dibentak saja gemetaran juga apalagi sampai mobil dikandangi (ditahan Dishub),” kata wanita berhijab itu.

Mengakali risiko tersebut, ia memilih untuk menghindari zona merah bagi taxol. Bahkan yang berdekatan dengan kawasan zona merah itu, Susy masih enggan mengambil penumpang. “Kadang si-user nya kan masih diikuti juga. Saya ketimbang cari masalah, bagus hindari masalah,” sebutnya.

Hampir setahun menjadi driver wanita Go-Car yang hanya sepersekian persen dari 1.500 driver yang ada, Susy mengaku tak gentar menghadapi keadaan dalam pekerjaannya hingga masa naik daunnya taxol menghilang dengan sendirinya. “Harapan saya hanya kepada Pilkada nanti, karena membutuhkan pemimpin yang betul-betul melek IT,” tutur Susy.

Menurutnya, Pemko Batam terkesan lamban mencari jalan tengah dalam permasalahan ini, karena berkaca dari daerah lain yang kini sudah mulai melegalkan taxol. “Tidak bisa dipungkiri basis online sudah jadi kebutuhan masyarakat. Semua tahu, taxol adalah salah satu dari sekian banyak kemudahan yang telah berkembang itu. Saya sangat berharap, pemerintah ke depan bisa memberi solusi baik untuk taxol maupun konvensional agar polemik ini terhentikan,” tutupnya. (FEBBY ANGGIETA PRATIWI)

Bunga Rendah Dorong Bisnis Properti

0
ilustrasi

batampos.co.id – Awal tahun ini perbankan gencar memberikan bunga murah untuk kredit pemilikan rumah (KPR). Bunga murah dipandang mampu mendorong pembelian rumah yang cenderung masih landai akibat rendahnya daya beli masyarakat.

Bank Mandiri, misalnya. Perbankan pelat merah tersebut memberikan bunga 5,55 persen fixed selama dua tahun pertama dan 6,55 persen fixed pada tiga tahun setelahnya. Khusus pembelian rumah dari developer rekanan, ada subsidi bunga 3,55 persen fixed dua tahun pertama dan dilanjutkan 6,55 persen fixed tiga tahun setelahnya. Sementara itu, BCA memberikan bunga fixed 5,61 persen pada dua tahun pertama dan bunga capping 6,61 persen tiga tahun berikutnya.

Senior Vice President Consumer Loan PT Bank Mandiri Tbk Harry Gale menyatakan, bisnis KPR selalu menarik bagi perbankan. Namun, tantangan utama saat ini adalah market dari generasi milenial yang mendominasi jumlah populasi. Yakni, mencapai 33 persen dari total 255 juta penduduk Indonesia. ”Sebab, harga tanah jauh sekali naiknya. Tidak secepat kenaikan gaji. Jadi, harus niat benar-benar didisiplinkan keuangannya supaya bisa mencicil uang muka. Selanjutnya, baru dipikirkan angsurannya,” ujarnya Kamis, (22/2).

Selain persoalan gaji, gaya hidup generasi milenial yang boros menjadi penghambat kemampuan membeli rumah. Bahkan, di kota-kota besar, konsumen generasi milenial rata-rata hanya mampu membeli rumah pertama berupa rumah tapak (landed house) di pinggiran kota. Ada pula yang membeli apartemen berukuran kecil di tengah kota yang harganya lebih terjangkau.

”Maka, bank itu harus mendorong pembelian dari mereka (generasi milenial, red) dengan suku bunga yang ringan,” ungkap Harry.

Hingga akhir tahun lalu, Bank Mandiri menyalurkan KPR senilai Rp 39,7 triliun atau naik 11 persen secara year-on-year (yoy). Tahun ini Bank Mandiri menargetkan pertumbuhan KPR sebesar 15 persen. Selain mendorong kredit dengan bunga ringan, perseroan memaksimalkan penyaluran KPR subsidi fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP).

Sementara itu, Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk BCA Jahja Setiaatmadja menuturkan, perbankan sudah cukup agresif dengan memberikan bunga murah kepada nasabah. Menurut dia, tantangan tahun ini adalah daya beli masyarakat, kenaikan harga rumah yang sangat tinggi, dan tidak adanya kebijakan makroprudensial dari Bank Indonesia (BI) untuk kredit konsumsi.

”Makanya, kami terus mendorong supaya developer juga aktif membangun dan memasarkan properti. Kalau dari bank, kami sudah bersaing sekali ini bunganya,” jelasnya.

Sepanjang 2017, perseroan membukukan outstanding kredit perumahan mencapai Rp 79 triliun. Perseroan menargetkan pada tahun ini KPR tumbuh 10 persen.

Ekonom Bank Permata Josua Pardede menilai tahun ini permintaan rumah akan dipengaruhi peningkatan pendapatan masyarakat. Di sisi lain, tingkat suku bunga akan berpengaruh besar terhadap realisasi pertumbuhan KPR. ”Secara keseluruhan, pertumbuhan KPR akan lebih ditopang KPR rumah tapak ukuran sedang,” ucapnya.

Menurut Josua, yang akan mendominasi masih pembelian rumah untuk digunakan sendiri atau end user. (rin/c20/fal/jpg)

Ancaman Batam Makin Tinggi

0

batampos.co.id – Maraknya kasus penyelundupan narkotika di perairan Batam menjadi atensi khusus Menteri Keuangan Sri Mulyani. Ia mengatakan fenomena ini membuktikan ancaman dan tingkat kerawanan Batam sebagai jalur penyelundup narkoba semakin tinggi.

Karenanya, menteri yang akrab disapa Ani ini mengatakan, pihaknya akan meningkatkan kesiapan aparat dalam melakukan pengawasan. Sebab menurut dia, setiap minggu bahkan setiap hari ada penyelundupan narkotika ke Indonesia. Di antara penyelundupan itu melalui perairan Batam.

“Di Batam ancamannya semakin tinggi,” kata Ani saat ekspose penangkapan 1,6 ton sabu di Pelabuhan Logistik Sekupang, Batam, Jumat (23/2).

Di antara upaya peningkatan pengawasan itu, kata Ani, dengan menambah armada kapal patroli berteknologi tinggi. Sebab selama ini kapal-kapal penyelundup memiliki kecepatan di atas rata-rata. Sehingga, kadang, kapal aparat milik Bea Cukai, TNI, maupun Polri kerap keteteran saat mengejar kapal penyelundup.

“Hal ini yang akan kami perbaiki nantinya,” ujarnya.

Ani menambahkan, penambahan fasilitas dan anggaran ini tidak hanya untuk Bea dan Cukai. Tetapi menyeluruh bagi TNI, Polri, dan Badan Narkotika Nasional (BNN).

Selain membutuhkan kapal-kapal cepat yang canggih, Ani menyebut aparat juga memerlukan teknologi pendeteksi kapal-kapal penyelundup. Terutama penyelundup narkotika. Untuk itu, Ani berjanji akan memperkuat mesin dan teknologi pendeteksi.

“Penyelundup sudah semakin berani, karena itu kami akan terus melakukan perbaikan kinerja, personel, hingga peralatan,” katanya.

Ani kerja aparat gabungan dalam menggagalkan upaya penyelundupan sabu ke Indonesia. Terutama yang terjadi di perairan Batam dan Kepri.

Namun di satu sisi, ia mengaku prihatin karena maraknya tangkapan tersebut justru menunjukkan betapa ancaman narkoba untuk Indonesia begitu besar.

“Coba lihat ini, tahun 2017 saja kami menanganni 342 kasus dengan jumlah barang bukti 2,132 ton sabu. Tapi tahun ini, tak sampai dua bulan kami sudah menangani 57 kasus. Dan barang bukti sabunya 2,532 ton,” katanya.

Di tempat yang sama Kapolri Jenderal Tito Karnavian meminta jajarannya untuk tak segan-segan menindak setiap aksi penyalahgunaan narkoba. Ia jua meminta anggotanya menindak tegas pelaku yang melawan.

“Saya instruksikan, jangan ragu-ragu bertindak tegas. Bandar yang melawan, tembak di tempat,” ujarnya.

Ia mengatakan secara teknis, pihaknya telah memetakan jalur-jalur pelayaran jaringan international tersebut. Menurut dia, narkotika yang masuk ke Indonesia umumnya dari Tiongkok. Sebelum masuk Indonesia, narkotika asal Tiongkok itu dibawa ke Myanmar. Di sana, kata Kapolri, ada satu daerah yang tak bertuan yang dikuasai para bandar narkoba.

“Setelah itu baru ke Selat malaka,” ucapnya.

Kapolri menduga, kapal Mv Min Lian Yu Yun 61870 (Penuin Union) yang ditangkap Selasa (20/2) lalu itu memiliki keterkaitan dan kapal Sunrise Glory yang ditangkap pada Rabu (7/2) lalu. Kedua kapal itu masing-masing membawa sabu seberat 1,6 ton dan 1 ton 30 Kg dari Tiongkok.

“Ini komplotan yang sama dengan sebelumnya,” ungkapnya.

Tangkap Bandar dan Pemesan

Pasukan Brimob Polda Kepri mengawal para tersangka yang membawa sabu 1,6 ton saat ekspos di Pelabuhan Logistik Sekupang, Jumat (23/2). Ekpos pengungkapan narkoba langsung oleh Mentri Keuangan Sri Mulyani bersama Kapolri Jendral Tito Karnavian dan sejumlah Muspida. F Cecep Mulyana/Batam Pos

Kapolri Tito Karnavian dan Menkeu Sri Mulyani mencoba menginterogasi langsung keempat tersangka penyelundup sabu 1,6 ton di Pelabuhan Logistik Sekupang, kemarin. Keempat tersangka merupakan kru dan nakhoda kapal Mv Min Lian Yu Yun 61870.

Saat itu, Kapolri bertanya kepada salah satu ABK, Chen Tan Mai, dari mana asal 1,6 ton sabu tersebut. Mendengar pertanyaan itu, Tan Mai langsung berbicara menggunakan bahasa Mandarin. Wajahnya tampak memerah dan suaranya terdengar bergetar.

Dengan tangan terborgol dia mencoba untuk bicara sebanyak-banyaknya. Ia menyebut bahwa sabu 1,6 ton itu milik sesorang bernama Lao. Menurut dia, seharusnya Lao yang ditangkap, bukan ia dan ketiga rekannya.

“Lao ini di Tiongkok,” kata Herlina, seorang penerjemah menirukan ucapan Chen Tan Mai.

Kepada Kapolri dan Menkeu, Chen Tan Mai mengatakan ia dan ketiga rekannya tidak tahu jika barang yang mereka bawa itu merupakan sabu. Sebab sabu tersebut sudah dikemas dalam kemasan teh yang siap edar.

“Tak tahu dia,”kata Herlina menirukan ucapan Tan Mai.

Tan Mai makin emosional dan nada suaranya terus meninggi. Bahkan ia tetap berteriak saat Kapolri dan Menkeu menyudahi interogasinya.

“Kejar Lao. Lao,” katanya.

Melihat reaksi Tan Mai itu, tersangka lainnya Tan Hui, mencoba menenangkannya. Tan Hui merupakan nakhoda kapal. Sementara Chen Tan Mai adalah ayahnya.

Tersangka lainnya, Tan Yi juga menyebutkan sejumlah nama yang diklaim sebagai pemesan sabu 1,6 ton tersebut. Mereka berada di Jakarta.

“Tinggal ditangkap saja,” ujar Herlina menerjemahkan pernyataan warga Tiongkok tersebut. (ska/yui)

Kapal Ikan Asal Tiongkok Ditangkap di Perairan Karimun Diduga Bawa Sabu

0

batampos.co.id – Aparat Kanwil Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) Khusus Kepri menangkap kapal ikan Win Long BH2998 di perairan Batam, Jumat (23/2). Kapal berbendera Taiwan itu ditangkap karena diduga membawa muatan sabu seberat 1,4 ton.

Humas Kanwil DJBC Khusus Kepri, Refli, membenarkan penangkapan kapal tersebut. Namun saat dikonfirmasi soal muatan sabu di dalam kapal tersebut, Refli belum bisa memastikan. Sebab hingga tadi malam pihaknya masih melakukan pemeriksaan bersama Polres Tanjungbalai Karimun.

“Nanti teman-teman media akan diberitahu,” kata Refli, Jumat (23/2) malam.

Refli hanya menjelaskan, kapal tersebut ditangkap di perairan Batam. Namun kemudian digiring ke pelabuhan DJBC Khusus Kepri di Tanjungbalai Karimun untuk diperiksa lebih lanjut.

Senada dengan Refli, seorang pegawai DJBC Khusus Kepri juga belum memastikan ada sabu di dalam kapal Win Long BH2998. Dia hanya menyebut, kapal tersebut sebelumnya berlayar dari Singapura dan ditangkap saat memasuki perairan Batam.

Pegawai yang enggan namanya dikorankan itu mengatakan, hingga tadi malam ada sekitar 70 anggota polisi dari Polres Karimun dan Polda Kepri yang menjaga kapal tersebut di pelabuhan DJBC Khusus Kepri di Karimun. Penjagaan difokuskan di bagian belakang kapal.

“Intinya, bagian belakang (kapal) steril. Petugas dari BC sendiri tidak bisa masuk sembarangan,” papranya.

Sementara Kasat Narkoba Polres Karimun AKP Nendra Madyatias mengatakan, dari pemeriksaan sementara aparat tidak menemukan sabu ataupun narkoba lainnya di kapal Win Long BH2998. Hingga pukul 20.00 WIB, polisi hanya menemukan umpan ikan yang dikemas dalam karung.

Namun polisi masih akan memeriksa umpan ikan yang dalam kondisi beku tersebut. Polisi langsung menyita umpan ikan tersebut.

“Ada beberapa lori umpan ikan yang kami sita,” kata Nendra.

Hingga pukul 22.40 WIB tadi malam, sudah ada 700 karung umpan ikan yang sudah diturunkan dari kapal. Selanjutnya ratusan karung umpan ikan tersebut diangkut dengan lori dan dibawa ke gudang penyimpanan ikan milik Abun di Puakang, Kabupaten Karimun. Sementara jumlah keseluruhan umpan ikan di dalam kapal mencapai 5.000 karung.

Dihubungi terpisah, Direktur Direktorat IV Bareskrim Mabes Polri Brijen Pol Eko Daniyanto juga mengatakan pihaknya belum memastikan ada atau tidaknya narkoba dalam kapal tersebut. “Saat ini jajaran Bareskrim sedang melakukan pemeriksaan,” kata Eko, tadi malam.

Hal senada diucapkan oleh Direktur Ditresnarkoba Polda Kepri Kombes Pol Yani Sudarto. Hingga pukul 22.40 WIB tadi malam pihaknya belum menemukan sabu maupun jenis narkoba lainnya di kapal tersebut.

“Satu gram pun kami belum temukan, nanti akan kami kasih tahu,” ucapnya.

Ia mengatakan pihaknya sedang menunggu anjing pelacak K9 milik Bea Cukai. Karena Kapal tersebut cukup luas, dan memiliki beberapa ruangan dan sekat-sekat.

“Jadi butuh anjing pelacak, awak kapal yang kami amankan puluhan. 30 orang lebih,” ujarnya singkat.

Saat ditanya kembali soal kabar 1,4 ton sabu di kapal tersebut, Yani bersumpah hingga tadi malam pihaknya belum menemukannya.

“Saya juga heran, kami belum menemukan satupun,” katanya. (san/ska)

Pedagang Kembali Jualan, Warga Putri Tujuh Protes

0
Pasar kaget di Batuaji.
Foto. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Warga Perumahan Putri Tujuh, RW 05, Kelurahan Kibing, Batuaji protes kepada pedagang Pasar kaget yang kembali berjualan di dekat perumahan tersebut, Jumat (23/2). Padahal, sebelumnya, sejumlah pedagang pasar kaget itu sudah diberi surat peringatan dan berjanji tidak akan melakukan aktivitas apapun di lokasi tersebut.

“Mereka sudah diberi waktu selama dua minggu untuk berjualan di sini. Nah, sekarang sudah lewat, tapi kok mereka balik jualan lagi,” ujar Mawarni, warga Perumahan Putri Tujuh.

Ia mengatakan penolakan terhadap puluhan pedagang pasar kaget itu cukup beralasan. Kehadiran pasar tumpah itu diakui warga mematikan usaha mereka yang ada di dalam perumahan. “Di dalam sana (perumahan) banyak juga penjual. Contohnya saya, jualan saya tak laku kalau mereka tetap berjualan di sini,” katanya.

Selain itu, keberadaan pasar kaget juga meresahkan warga, mereka kerap berjualan di row jalan dan menganggu akses jalan masuk perumahan warga. “Sampah juga banyak beserakan,” ucapnya.

Ia pun meminta untuk merelokasi pedagang tersebut ke lapak pasar tradisional. “Di pasar BCC itu masih banyak lapak kosong. Kenapa mereka tak jualan di sana saja,” ucapnya.

Camat Batuaji, Ridwan Arfandi mengaku sebelumnya warga dan perangkat Rt/Rw setempat memang mengeluhkan persoalan itu kepada pihak kecamatan. Sehingga pihaknya berinisiatif mempertemukan kedua belah pihak.

“Hasil pertemuan itu pedagang diberi waktu dua minggu untuk berjualan. Tapi entah kenapa mereka datang berjualan lagi,” katanya.

Sementara pihak Satpol PP yang mengetahui pedagang kembali membuka lapak langsung mendatangi lokasi. Satpol PP pun meminta kepada pedagang untuk menghentikan aktivitas mereka. Namun, rupanya ditolak. Malah pedagang sempat bersitegang dengan pihak kelurahan.

“Minggu ini diberi kesempatan. Kalau tetap berjualan minggu depan, kami akan bertindak tegas,” ujar seorang anggota Satpol PP saat bermediasi.

Dominik, pedagang pasar kaget mengaku terpaksa menjual di pasar kaget karena alasan ekonomi. “Kalau jualan dipasar tradisional harus menyewa lapak,” katanya.

Sementara berjualan di pasar kaget ia hanya mengeluarkan biaya untuk retribusi sampah sebesar Rp 10 ribu. “Janganlah main usir-usir, kami ini cari makan juga,” tutupnya. (une)

Nikah Dini, Cerai Dini

0
ilustrasi

batampos.co.id – Tingkat perceraian di Batam masih Tinggi, selama kurun waktu lebih kurang dua bulan ini Pengadilan Agama kelas IB Batam mencatat 204 kasus pengajuan cerai yang diterima.

“Trennya masih tinggi untuk Batam,” kata Humas Pengadilan Agama Kelas IB Batam, Ifda, Jumat (23/2).

Ia menngungkapkan untuk awal tahun ini saja, ada beberapa pengajuan yang usia pernikahannya masih satu tahun. “Usia 17 tahun mereka sudah mengajukan cerai, dan yang menggat itu perempuan. Dalam aturan usia menikah perempuan adalah 16 tahun,” ujarnya.

Perceraian dini ini mungkin dampak dari banyaknya pernikahan dini yang dilakukan pada tahun lalu. Sepanjang tahun 2017 lalu sedikitnya 19 dispensasi nikah yang dikeluarkan PA kelas Ib Batam. “Jumlah ini meningkat dua kali lipat dari tahun 2016 yang hanya sembilan surat,” imbuh Ifda.

Dari 204 pengajuan tersebut, 32 kasus diantaranya sudah berhail diputus oleh pengadilan, dan mereka menyandang status baru sebagai janda dan duda.

Ifda mengungkapkan peliknya permasalahan ini yang dihadapi psangan tersebut, tidak jarang proses mediasi yang dilakukan pihak pengadilan berujung pada kegagalan sehingga pernikahan tidak bisa diselamatkan.

“Kami terus berupaya agar perceraian itu tidak terjadi, namun keputusan akhir tetap di tangan mereka,” ujarnya.

Selama proses mediasi, hanya satu pasangan yang berhasi membatalkan niat cerai mereka. Ifda menambahkan hingga tahun ini dominan perempuan yang menggugat cerai masih tinggi.

Berdasarkan data dari PA kelas Ib Batam, tahun 2017 lalu sedikitnya 1.866 kasus perceraian masuk. Untuk penggugat masih didominasi perempuan bila dibandingkan dengan lelaki.

“Masih sama dengan tahun sebelumnya, termasuk untuk penyebab masih soal ekonomi hingga orang ketiga,” tutupnya. (yui)

Pendaftaran Calon Anggota KPUD Kota/ Kabupaten, Dibuka

0
Ilustrasi

batampos.co.id – Tim seleksi (Timsel) pendaftaran anggota KPU Kabupaten/kota se Kepri membuka pendaftaran anggota KPU untuk periode 2018-2023 mendatang.

Ketua Timsel, Razaki Persada mengatakan pendaftaran akan dibuka 23 Maret. Untuk Batam sendiri dibutuhkan lima anggota KPU karena sesuai dengan jumlah penduduknya yang di atas satu juta jiwa.

Ia menyebutkan berdasarkan aturan untuk menjadi anggota KPU, mereka harus memenuhi beberapa syarat di antaranya, WNI dengan usia minimal 35 tahun dan setia kepada Pancasila dan UUD 1945.

Serta memiliki integritas, jujur, adil, dan memiliki pengetahuan dan keahlian yang berkaitan dengan penyelenggaraan Pemilu. Calon pendaftar juga harus berdomisi di wilayah Kepri, hal ini dibuktikan dengan kepemilikan e-KTP. Selain itu pendaftar juga tidak pernah dipenjara karena tindak pindana.

Mereka yang mendaftar nanti akan melalui serangkaian tes seperti tes tertulis, kesehatan, hingga wawancara.

“Tesnya sudah berbasis komputerisasi, jadi usai menjawab mereka bisa melihat langsung hasilnya,” imbuhnya.

Razaki mengungkapkan, setelah menyelesaikan serangkaian tes tersebut. Timsel akan mengirimkan nama calon anggota KPU terbaik untuk dikirimkan ke KPU pusat.

“Sesuai dengan ketentuan jumlah nama-nama yang dikirim berjumlah dua kali lipat dari yang dibutuhkan. Seperti Batam butuh lima jadi ada 10 nama yang akan kami kirim nanti, untuk selanjutnya dites oleh KPU pusat,” bebernya.

Untuk Batam sendiri, masa jabatan anggota yang sekarang aktif akan berakhir pada Juni mendatang.

“Paling lambat April sudah ada penggantinya,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua KPU Batam Agus Setiawan mengatakan tahun ini dia berencana untuk pindah ke KPU provinsi.

“Nanti akan ada ketua baru untuk periode selanjutnya,” sebut dia.

Informasi yang diterimanya, pendaftaran untuk Kabupaten/kota akan dibukan Maret mendatang. Disisa masa jabatan ini dia berusaha menyelesaikan tugas menjelang pemilihan legislatif April 2019 mendatang.

“Berakhirnya baru Juni mendatang,” tutupnya.(yui)