batampos.co.id – PT Bionesia Organik Food, perusahaan asal Jerman akan melakukan kegiatan usaha di Kawasan Industri Bintan (KIB) Lobam, Kecamatan Seri Kuala Lobam, Bintan. Perusahaan di bidang produksi berupa produk olahan kelapa itu akan menyerap sekitar 100 tenaga kerja.
GM PT Bintan Inti Industrial Estate (BIIE) Lobam, Surya Cahyadi menuturkan perusahaan asal Jerman itu telah menandatangani kontrak untuk melakukan kegiatan usaha industri di Kawasan Industri Bintan, Lobam. “Sudah kontrak, baru tanda tangan. Mereka akan mengirimkan mesinnya dari Jerman ke sini,” kata Surya.
Di KIB, perusahaan itu akan melakukan berbagai produksi olahan kelapa. Mulai dari kelapa kental, cair, kecap kelapa, dan nata de coco. Termasuk kelapa parut kering yang biasa digunakan sebagai bahan campuran biskuit ternama merek Roma. “Pabrik di sini bukan gudang, rencana material dari sekitar sini ,” katanya.
Dalam produksinya lanjut Surya, akan diperlukan mesin boiler. “Memang membutuhkan boiler dan akan setup. Kemarin ada kemungkinan mereka mau sewa mesin kita, pakai BBM,” jelasnya.
Disinggung serapan tenaga kerja, Surya menjelaskan tidak banyak sebab produksi olahan kelapa banyak menggunakan mesin atau otomatis. Sedangkan untuk investasinya, ia menyebut sekitar ratusan miliar.”Berapa banyak produksinya kita koordinasi lagi, namun material kelapa akan datang melalui pelabuhan kita dan diolah di sini,” tukasnya.(met)
batampos.co.id – Ketua DPRD Batam, Nuryanto meminta Bulog tidak mendistribusikan 800 ton beras raskin yang tidak layak konsumsi. Bulog pun berkewajiban untuk mengganti dengan beras berkualitas.
“Kalau memang sudah tidak layak konsumsi, jangan dipaksakan lah. Bulog harus mencari alternatif lain. Jangan gara-gara sayang dibuang, malah masyarakat yang dirugikan,” tegas Nuryanto, Kamis (8/3).
Ia menilai, bulog harus lebih terbuka terkait proses ulang beras tersebut. Paling penting harus ada jaminan, jika beras yang sudah diolah ini benar-benar layak dan tidak berbahaya bila dikonsumsi.
“Proses ulang itu seperti apa. Seberapa besar jaminan beras yang sudah diolah itu sehingga baru bisa dikonsumsi itu harus jelas. Kalau memang tidak ada, mending jangan didistribusikan,” sebut dia.
Nuryanto menambahkan, Bulog seharusnya menyalurkan beras yang berkualitas. Mutu dan gizinya juga harus diperhatikan.
Sementara itu, Anggota Komisi I DPRD Batam, Sukaryo mengingatkan, jangan sampai beras 800 ton bulog tak layak konsumsi itu didistribusikan kepada masyarakat. Sebab sesuai undang-undang perlindungan konsumen, masyarakat berhak mendapatkan beras yang layak dan berkualitas sesuai dengan kadar mutu yang sudah ditetapkan.
“Kita ingatkan karena tanggungjawabnya melekat di bulog,” tegasnya.
Terkait ketersediaan beras sendiri, ia melihat bulog harus memiliki solusi lain. Apakah mendatangkan beras dari daerah lain atau semacamnya. “Yang jelas ini tak boleh diedarkan, meskipun bulog bilang akan diproses, kita tidak tahu ini tidak berbahaya,” jelasnya.
Terpisah, Heri Nurdi, Surveyor beras dari PT PAN Asia menilai seharusnya Disperindag, satgas pangan, bulog melakukan uji laboratorium terhadap cemaran kimia yang diakibatkan oleh fungigasi. Fungigasi itu untuk menghalau hama, jika beras tersebut sudah sangat lama 1-2 tahun, tentu memerlukan fungigasi beberapa kali, biasanya diatasi 10 kali. Kalau sudah berlebihan, residu akan masuk kedalam beras.
Ia mengatakan, beras yang masuk ke gudang Bulog Batam sejak 2016 lalu dari Jawa Tengah, jelas tidak layak konsumsi.
Karena diluar syarat mutu SNI, syarat umumnya beras tidak boleh bau apek, tidak boleh berhama, tidak boleh ada campuran dedak dan debu, dan tidak boleh terdapat zat kimia yang berbahaya.
“Bagaimana kita mau tau kalau itu tidak berbahaya, karena tidak diuji laboratorium. Dari syarat umum saja sudah teridentifikasi bahwa beras itu sudah tidak layak, harusnya di musnahkan,” tegasnya.
Kepala Gudang Bulog Batam sedang memeriksa stok beras yang ada di pergudangan Bulog Batam di Batuampar. | Cecep Mulyana/Batam Pos
Beras dikatakan normal itu benar-benar bebas dari serangan hama, bebas gigitan serangga. Kalau secara visual sudah seperti ada telur kutunya sudah dinyatakan tidak layak saja, tidak untuk dikonsumsi.
Disperindag seharusnya memberikan tindakan atau minimal berkoordinasi dengan Bulog agar beras ini tidak boleh dikeluarkan atau didistribusikan kepada masyarakat.
“Solusinya beras ini harus dimusnahkan dengan cara dibakar atau dijual ke pabrik tepung,” jelas Heri. (rng)
batampos.co.id – Untuk memeriahkan suasana ulang tahun ke-2, Roasteree Cafe mengundang dua bintang tamu, Jumat (9/3) malam. Kafe yang berada di sebelah i Hotel, Baloi Batam ini mengusung tema “Spec2cular’ dengan menghadirkan DJ Lola Alicia dan Miss Happy.
Acara yang dikemas dalam suasana party ini dimulai pukul 19.00 WIB. “Kehadiran DJ Lola Alicia dan Miss Happy di Roasteree ini akan membuat suasana party jadi lebih meriah lagi,” ujar Manajer Roasteree Cafe, Jefta.
DJ yang bernama lengkap Fisca Alicia Arianti ini merupakan wanita kelahiran Semarang 1980. Ia piawai dalam meramu beat-beat nada yang dipastikan akan membuat pengunjung hanyut dalam hentakan irama. Dan, penampilan Lola Alicia dan Miss Happy di Batam ini, diyakinkan akan menjadi pelengkap kemeriahan perayaan dua tahun Roasteree Cafe nanti malam.
Sementara Miis Happy lewat suaranya yang khas akan melantunkan lagu-lagu terkenal yang lagi up to date saat ini. Live PA Miss Happy bersama DJ Lola Alicia nanti merupakan penampilan yang spektakular di Roasteree.
“Kami sengaja mengundang keduanya, sebagai apresiasi kepada tamu-tamu Roasteree Cafe. Event Spec2cular ini dikemas dalam atmosfir party yang meriah. Selain itu, juga bakal ada penampilan dari home band Roasteree yang siap menyuguhkan lagu-lagu yang menarik dan terkenal serta penampilan Sexy Back dan Diva 3,” tegas Jefta. (suc)
Mantan Bupati Natuna Daeng Rusnadi bebas setelah menjalani hukuman penjara di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Tanjungpinang, Kamis (8/3). F. Yusnadi/batampos.co.id
batampos.co.id – Mantan Bupati Natuna, Daeng Rusnadi akhirnya menghirup udara segar setelah menjalani hukuman penjara di Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Tanjungpinang.
Mantan Ketua DPRD Natuna yang terjerat kasus korupsi 8 tahun silam tersebut langsung menggelar syukuran bersama keluarga dan tokoh masyarakat serta warga Natuna di aula Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Tanjungpinang, Kamis (8/3). “Alhamdulillah badai pasti berlalu, saya masih seperti yang dulu, cukuplah saya yang melakukan kesalahan,” kata Daeng.
Menurutnya, masa lalu nya yang kelam sudah menjadi takdir dan cobaan yang harus dijalani. “Alhamdulillah dalam penjara saya mendapatkan ilmu yang bermanfaat,” bebernya.
Selama di penjara, Daeng mengaku banyak mendapatkan bimbingan dan ilmu agama dari ustaz sehingga dirinya bisa menghafal beberapa ayat Alquran. “Alhamdulillah, saya bersyukur selama di penjara bisa hafal ayat Alquran,” ujarnya.
Tak lupa, Daeng mengucapkan terimakasih kepada keluarga besarnya, tokoh masyarakat dan warga Natuna yang selalu mendoakannya saat menjalani hukuman. “Terimakasih saya ucapkan kepada seluruh masyarakat karena telah mendoakan saya,”
Setelah bebas, Daeng mengatakan dirinya belum memiliki rencana selanjutnya, hanya berencana menghabiskan waktu bersama keluarganya. “Belum ada rencana, yang pertama mengevaluasi diri dan saya akan menghabiskan waktu bersama keluarga dulu,” pungkasnya.
Seperti diketahui, Daeng Rusnadi divonis bersalah karena terbukti menerima uang dengan keseluruhan Rp 46,138 miliar. Daeng selaku Ketua DPRD Natuna sepakat untuk menganggarkan dana lobi DBH migas tahun 2004. Namun sebelum APBD Natuna disahkan, Daeng sudah menerima Rp 28 miliar.
Daeng Rusnadi terbukti melanggar pasal 3 jo pasal 18 UU 31 tahun 1999 jo pasal 55 ayat (1) ke-1 jo pasal 64 ayat (1) KUHP. Daeng dinilai menguntungkan diri sendiri atau pihak lain dengan menyalahgunakan kewenangan, kesempatan atau sarana karena jabatan. (odi).
Aktivitas guru mengajar di sekolah Toan Hwa jalan Engku Putri Tanjungpinang, belum lama ini. F.Yusnadi/Batam Pos
batampos.co.id – Menggunakan tenaga guru honorer menjadi salah satu alternatif yang diambil pemerintah daerah guna menanggulangi persoalan minimnya jumlah guru di Tanjungpinang. Meskipun tenaganya dibutuhkan, kesejahteraan guru honorer belum dapat dimaksimalkan.
Pasalnya, ketersediaan anggaran yang dimiliki Kota Tanjungpinang, tidak mampu memenuhi angka penggajian yang layak bagi guru honorer. Bahkan masih di bawah taraf Upah Minimum Kota (UMK).
Meskipun demikian, tidak sedikit guru honorer yang rela mengabdi mengajar. Namun bertahun-tahun belum lantas diangkat. Fitriati, salah seorang honorer di sebuah sekolah negeri di Tanjungpinang, menuturkan persoalan penggajian guru honorer diterapkan berbeda.”Honor terbagi-bagi. Ada honor kantor, ada honor dinas, dan honor daerah,” tuturnya.
Untuk honor daerah, lanjut dia, terbagi pada jenjang pendidikan yang bersangkutan. Yang memegang ijazah D2 mendapatkan Rp 1,6 juta. Sementara yang S1 hanya dua ratus ribu lebih tinggi, yakni Rp 1,8 juta. Sementara untuk honor kantor disesuaikan dengan kemampuan sekolah masing-masing.
Fitriati yang telah menjadi tenaga honor sejak 2008 mengaku masih menanti-nantikan dirinya lekas diangkat sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN). “Sampai sekarang belum diangkat-angkat (ASN, red). Semoga saja secepatnya diangkat. Karena kami yang honor daerah hanya 300 orang saja,” terangnya.
Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Tanjungpinang, HZ Dadang AG menuturkan dilema yang dipendam pemerintah daerah selama ini. “Untuk menggaji mereka saja tidak sampai UMK. Tapi bagaimana pun tenaga mereka dibutuhkan untuk melanjutkan pendidikan anak-anak Tanjungpinang,” tutur Dadang lagi.
Bahkan untuk menganggarkan honorarium para tenaga honor ini, diakui Dadang menjadi beban anggaran tersendiri. Berhubung, Pemko Tanjungpinang harus menanggung penggajiannya sendiri. Tanpa adanya bantuan tambahan dari pemerintah provinsi.
Belum pula anggaran daerah Tanjungpinang, yang tidak besar. Namun diiringi dengan kebutuhan belanja yang masif. “Maka itu kami terus mengupayakan mereka segera diangkat saja. Sejak 2017 sudah terus kami ajukan. Kelihatannya tahun ini akan diadakan pengangkatan. Namun kapan? ini yang masih belum ketahuan,” jelas Dadang.
Namun meski diadakan pengangkatan, Dadang memastikan Pemerintah Pusat tidak lantas bakal mengangkat seluruh guru honorer di Tanjungpinang. “Tentu bertahap. Apalagi jumlah guru honorer kita banyak, hampir seimbang dengan guru PNS,” sebut Dadang.
Namun dengan diadakannya pengangkatan, Dadang memastikan akan membantu Pemko Tanjungpinang untuk meningkatkan kesejahteraan guru honorer yang tersisa.”Jumlah guru honorer berkurang kan, jadi kami bisa tingkatkan angka honor guru honorer lainnya,” pungkas Dadang.(aya)
batampos.co.id – Rencana pembentukan Provinsi khusus, Kepulauan Natuna-Anambas yang memisahkan diri dari Provinsi Kepri kembali digaungkan Bupati Natuna Abdul Hamid Rizal disela Paripurna DPRD Natuna, Kamis (8/3).
“Namanya Provinsi Kepulauan Natuna Anambas (KNA). Dan direncanakan segera membentuk tim kerja merumuskan Pemekaran Provinsi KNA,” kata Hamid Rizal.
Menurut Hamid Rizal, semua pihak yakin pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Natuna Selatan (Nasel) dan Natuna Barat (Nabar) bisa terlaksana pada 2019 mendatang. Dan dapat mendukung rumusan persyaratan dibentuknya Provinsi khusus perbatasan.
Berdasarkan undang-undang Nomor 23 tahun 2014 pasal 49 ayat 1, 2, 3 dan pasal 50 ayat 1 dan 2 tentang Pemerintah Daerah. Pada aturan tersebut Natuna merupakan salah satu daerah yang mencukupi syarat untuk mendapatkan jatah pemerkaran daerah dalam waktu dekat.
“2019 nanti saya yakin akan ada dua Kabupaten baru di Natuna. Aturannya sudah ada dan Natuna telah mencukupi syarat untuk itu,” tegasnya dihadapan anggota DPRD Natuna saat pidato pengantar tujuh Ranperda.
Dalam aturan tersebut dijelaskan bahwa daerah terluar, perbatasan dan kepulauan menjadi prioritas pembentukan DOB bagi pemerintahan periode ini. Hal ini bertujuan untuk memacu laju pembangunan di wilayah-wilayah. Tujuannya untuk memaksimalkan upaya pemanfaatan dan pengelolaan sumberdaya alam di wilayah setempat.
“Selain syarat yang ada di atauran itu, secara faktual kita di Natuna sudah melakukan segala jenis tahapan dan prosedur yang berlaku untuk pembentukan DOB,” ujarnya.
Mengenai syarat demografis, ia mengaku kekurangan pada syarat itu bisa ditutupi oleh syarat-syarat lainnya. “Jumlah penduduk di Natuna memang kurang, tetapi bisa ditutupi luas wilayah yang cukup, sumberdaya alam yang berlimpah, letak georgrafis yang strategis dan rawan ancaman,” ujarnya.
Dalam upaya ini, Bupati Hamid mengaku telah menyiapkan berbagai langkah dan perangkat untuk percepatan realisasi DOB itu. “Timnya sedang bekerja, kita juga melakukan berbagai lobi ke pusat. Dalam waktu dekat ini Pak Presiden rencananya akan berkunjung ke Natuna, maka saya mengajak kita semua untuk menyampaikan hal ini kepada beliau. Dewan harus menyampaikannya kepada Pak Presiden,” ujarnya.(arn)
batampos.co.id – Pendaftaran anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kepulauan Anambas masih sepi peminat. Sejak dibuka 2 Maret hingga kemarin (8/3) baru dua orang yang mendaftar ke panitia seleksi (pansel).
Hal ini disampaikan Sekretaris Pansel Suryadi, ketika dihubungi Batam Pos, Kamis (8/3). “Calon anggota KPU yang ingin mendaftar bisa melalui secara online maupun diantar langsung ke kantor Tim Seleksi di kota Tanjungpinang. Pendaftaran mulai dibuka tanggal 2 sampai 12 Maret 2018,” kata Sekretaris
Suryadi mengaku pihaknya telah melakukan sosialisasi ke seluruh kabupaten atau kota Provinsi Kepri. Namun masih sepi peminat. Oleh karena itu pihaknya berharap calon yang mendaftar lebih banyak, supaya dalam seleksi nanti bisa lebih memilih dan mendapatkan calon komisioner yang berkualitas dan pilihannya tidak terbatas.
“Kami inginkan yang ikut mendaftar sebanyak-banyaknya, tentu Timsel lebih mudah memilih calon yang berkompeten dan berkualitas untuk menjadi komisoner KPU Anambas kedepannya,” jelasnya.
Tambah Suryadi, bagi calon anggota KPU dari Anambas yang ingin mendaftar dan mengalami kendala terkait kepengurusan surat tentang tidak pernah dipidana penjara berdasarkan putusan pengadilan dan itu harus dikeluarkan di pengadilan Natuna maka surat itu bisa menyusul yang terpenting seluruh syarat yang ditentukan sudah terpenuhi dengan lengkap.
“Kita berikan kelonggaran bagi calon asal Anambas terkait surat dari pengadilan dan itu bisa dikirim nanti atau menyusul, bukan berarti syaray tersebut ditiadakan. Pertimbangannya Anambas belum ada pengadilan Negeri sendiri dan masih bergabung dengan Kabupaten Natuna dan letak teritorial cukup jauh,” tutupnya.
Sekretaris KPUD Kabupaten Kepulauan Anambas, Kaharuzaman mengatakan, bahwa pihaknya tidak bagian dari tim seleksi anggota KPU, namun bagi calon yang berminat bisa mendatangi kantor KPU untuk mengambil branko pendaftaran serta persyaratan yang telah ditentukan oleh Timsel. Dirinya juga berharap kepada putra dan putri asal Anambas agar segera mendaftar sebanyak-banyaknya untuk menjadi anggota KPU Anambas kedepannya. (sya)
Dua remaja latihan memanah di lapangan merdeka Dabo Singkep, Lingga, beberapa waktu lalu. F. Wijaya Satria/batampos.co.id
batampos.co.id – Perkembangan olahraga di Kabupaten Lingga semakin maju. Terbukti, saat ini salah satu cabang olahraga panahan yang sebelumnya tidak pernah ada, kini semakin digandrungi pemuda di Kabupaten Bunda Tanah Melayu. Ini dilihat dari munculnya tiga club panahan tersebut.
“Saat ini telah ada tiga club dengan cabang olah raga panahan yang berdiri di daerah ini, LAC, KKM dan KMAD. Karena di sini telah berdiri tiga club, kami juga telah menerima kabar dari Persatuan Panahan Indonesia Provinsi Kepri untuk membentuk Pengkab Perpani Lingga,” kata salah seorang penggagas olahraga panahan di Kabupaten Lingga Bayu, Kamis (8/3) pagi.
Bayu menceritakan, awalnya mereka hanya menyalurkan hobi untuk menggeluti olahraga panahan. Namun karena antusias masyarakat terutama dari kalangan Mahasiswa dan siswa, maka mereka mendirikan klub panahan sebagai wadah pencinta panahan di Kabupaten Lingga.
Bayu juga mengatakan kalau mereka tetap akan menyambut masyarakat yang mau bergabung atau latihan bersama, walau saat ini jumlah anggota klub mereka sudah mencapai 38 orang.
Salah seorang anggota klub panahan Lingga Arcieri Cummuniti (LAC), Septiadinata saat ditemui di lapangan Merdeka Dabo Singkep mengungkapkan, mereka memiliki dua lokasi latihan memanah. Lokasi dalam ruangan berada di bekas Gedung Implasement PT Timah dan untuk di luar ruangan di lapangan merdeka Dabo Singkep.
Bermodalkan panah dan busur sejumlah pemanah mengambil ancang-ancang dari jarak yang sudah ditentukan untuk mencapai target yang sudah ditentukan pula. Ada yang tepat ada juga yang masih melenceng jauh. Namun mereka tetap berlatih memanah tepat pada sasaran.
Olahraga ini juga banyak digandrungi oleh wanita. “Pertama sekali saya mengikuti olahraga panahan ini karena olahraga ini juga Sunnah Rasul. Kemudian olahraga ini yang paling baru berada di Kabupaten Lingga,” kata Septiadinata. (wsa)
batampos.co.id – Pulau Cit Lim yang masuk dalam gugusan pulau-pulau di Kecamatan Moro, Kabupaten Karimun dilirik oleh investro lokal yang akan menjadikan kawasan tersebut sebagai kawasan wisata bahari. Bahkan, juga akan dibangun resort di kawasan sekitarnya.
”Beberapa hari lalu, saya memang menerima kunjungan dari salah satu perusahaan yang bergerak dibidang wisata,” ujar Bupati Karimun, Aun ur Rafiq kepada Batam Pos, kemarin (8/3).
Investor tersebut juga sudah meninjau beberapa pulau di wilayah Kecamatan Moro. Salah satunya Cit Lim yang dipilih untuk dibangun resort dan kawasan wisata bahari
Investor tersebut mengetahui kalau pantai dan laut di sekitra Pulau CIt Lim dan sebagian besar pantai yang ada di pulau-pulau yang ada di Moro sangat indah. Selain airnya yang jernih, pasirnya juga putih. Dan, dia berharap rencana untuk mengembangkan wisataq bahari oleh perusahaan lokal dapat terealisasi. Dan, dalam hal ini pemerintah daerah akan membantu sepenuhnya untuk mendapatkan perizinan.
”Selain Pulau Cit Lim, juga ada investor lokal yang melirik Pulau Combol yang merupakan salah satu pulau yang besar di Kecamatan Moro juga sudah ada rencana untuk dijadikan kawasan agro wisata. Kita berharap, jika memang dua investor tersebut merealisasikan renacanya, sudah tentu akan membuka lapangan kerja. Khususnya, bagi masyarakat yang ada di sekitar Kecamatan Moro,” paparnya.
Menyinggung tentang kondisi investasi di Karimun, Rafiq menyebugtkan, peluang untuk berinivestasi di wilayah Kabupaten Karimun sangat terbuka lebar. ”Apalagi, situasi daerah kita dalam dua tahun terakhir dalam keadaan yang kondusif. Hanya saja, memang secara global belum bergeliatnya investor untuk menanamkan modalnya tidak hanya terjadi di Karimun. Tapi, juga yerjadi di berbagai daerah. Termasuk di wilayah Provinsi Kepri. Ditambah lagi, saat ini proses perizinan sesuai dengan UU nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah lebih banyak di provinsi. Sehingga, hal ini memperpanjang birokrasi,” jelasnya. (san)
Ketua KPU Ahmad Sulton (kiri) saat melantik anggota PPS. F. dok KPU Karimun untuk batampos.co.id
batampos.co.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Karimun, Rabu (7/3) lalu melantik 213 anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) untuk Pemilu 2019 secara maraton. Pelantikan PPS tersebut, dilaksanakan di setiap kecamatan selama tiga hari sebanyak 71 desa/kelurahan.
“Hari ini terakhir kita lakukan pelantikan PPS secara definitif. Langsung, dilaksanakan bimtek anggota PPS,” kata Ketua KPU Karimun Ahmad Sulton, (8/3).
Setelah, beberapa waktu lalu pihaknya belum mencukupi kuota anggota PPS di setiap desa/kelurahan. Dan sekarang sudah lengkap anggota PPS yang siap bekerja untuk membantu KPU Karimun dalam pelaksanaan tahapan Pemilu yang sudah berjalan. Dengan dilantiknya PPK dan PPS, diharapkan supaya bisa melakukan koordinasi antara PPK dan PPS nantinya.
“Mereka harus cepat beradaptasi PPK dan PPS dalam menjalankan tugasnya. Sebab, tahapan sudah menanti didepan mata yang tidak bisa ditunda-tunda lagi,” pesannya kepada anggota PPS.
Sulton menambahkan, tugas yang menanti PPK dan PPS diantaranya menetapkan Daftar Pemilihan Sementara (DPS) Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres). Dengan melakukan Daftar Pemilih Hasil Pemuktahiran (DPHP) di Desa/Kelurahan secara berjenjang ke tingkat kecamatan hingga KPU sebagai pusat ditingkat kabupaten.
“Untungnya, kita tidak melaksanakan Pilkada. Jadi anggota PPK dan PPS fokus dalam tahapan Pileg dan Pilpres,” ungkapnya.
Dari 213 orang anggota PPS tersebut , keterwakilan perempuan cukup banyak yang mencapai 37 orang dan 176 laki-laki. Ini berarti sama dengan anggota PPK, keterwakilan perempuan tetap ada. Sehingga, Pemilu 2019 mendatang mudah-mudahan ada warna yang selama ini anggota PPK dan PPS didominasi kaum laki-laki.
“Bagus kok. Mereka mempunyai peranan sangat penting dalam mensukseskan Pemilu serentak di tahun 2019 mendatang. Walaupun, tantangannya cukup berat, tapi kalau dengan kebersamaan dan kekompakkan pasti berhasil,” kata Sulton.
Sementara itu Ketua Panwaslu Karimun Tiuridah Silitonga, hingga saat ini proses seleksi PPK dan PPS berjalan lancar walaupun ada yang honorer. Paling penting, ketika tahapan sudah dilaksanakan jangan ada yang melakukan pelanggaran.
“Sebagai penyelenggara Pemilu. Yang jelas tugas dan fungsi mereka harus sesuai dengan jalur, kalau tidak kita akan tindak dengan Panwascam nantinya,” tegasnya. (tri)