Jumat, 15 Mei 2026
Beranda blog Halaman 12546

Pulau Laut Kini Terang Benderang

0

batampos.co.id – Impian masyarakat Pulau Laut terwujud, di mana mereka sudah mendapatkan penerangan listrik. Ini menjadi salah satu keberhasilan di pemerintahan Bupati Natuna Abdul Hamid Rizal dan Wakil Bupati Natuna Ngesti Yuni Suprapti yang mendorong pemerataan kelistrikan di Natuna.

Sebelumnya hanya satu desa diterangi listrik yakni Desa Air Payang. Sementara dua desa masih gelap sejak subisidi listrik dicabut 2016 lalu yakni Desa Kadur dan Desa Tanjungpala. Hal ini muncul keresahan bahkan sempat situasi memanas karena dinilai tidak adil.

Camat Pulau Laut Sudirman mengatakan, masyarakat di Pulau Laut sudah sangat bersyukur, meratanya listrik sejak pertengahan Februari lalu. Sebelumnya kata Sudirman, PLN sudah mengoperasikan mesin pembangkit di Pulau Laut 2017.

“Walau pun jam operasinya terbatas. Paling tidak waktu malam hari pulau kami tidak gelap. Teralirinya listrik secara merata ini atas dukungan masyarakat yang bersedia menebang kelapa yang menjadi sumber pendapatan petani,” kata Sudirman, Senin (5/3).

Saat ini PLN Pulau Laut sudah mengoperasikan mesin pembangkit berkapasitas 1,5 megawatt plus 250 Kilowatt. Mereka sudah mengoperasikan listrik selama 17 jam. Menyala mulai pukul 17.00 WIB hingga pukul 07.00 WIB.

Menurutnya, program PLN persiapan operasi penuh 24 jam. Namun untuk tahap awal dioperasikan pada malam hari. “Menyala 17 jam sehari saja masyarakat sangat bersyukur. Selama ini bertahun-tahun Pulau Laut sudah gelap gulita,” ujar Sudirman. (arn)

Kadisduk : Batam Kota Sudah, Sagulung sedang Diproses

0
Pegawai Kecamatan Sagulung, Alafajri dan Rahman menyusun E-KTP dan KK yang sudah siap akan dibagikan ke warga, Senin (5/3). Sebanyak 18.000 KTP belum dicetak karena tidak adanya belanko KTP. Warga yang mau mengurus berkas lain kesusahan karena tidak memiliki KTP. F Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Batam mengklaim sudah menyelesaikan pencetakan KTP elektronik untuk kecamatan Batam Kota. Dan dalam minggu ini, pihaknya mencoba menyelesaikan untuk mencetak KTP elektronik wilayah Sagullung.

“Sudah, kata siapa Batam Kota belum. Saya sebutkan yah urutannya yang sudah itu, Bulang, Galang, Belakangpadang, Nongsa, Batuaji, Batamkota. Dan ini sedang mengerjakan untuk Sagullung,” katanya, Senin (5/3).

Ia mengatakan sesuai target yang diberikan Walikota ke Disduk Kota Batam, Mei tahun ini akan menyelesaikan seluruh pencetakan KTP elektronik. “Targetnya begitu, kapan perlu kami akan lembur,” tuturnya.

Khaidar merasakan keresahan masyarakat. Dan ia juga mengapresiasi kesabaran masyarakat sampai saat ini. “Saya rasa masyarakat sudah sabar, kemarin ini karena blangko tak ada. Sekarang sudah ada, jadi kami usahakan mencetaknya secepat mungkin,” ucapnya.

Ia menghimbau masyarakat tak perlu khawatir lagi tentang blangko. Karena saat ini blangko yang tersedia sangat cukup. “Kalau kurang kami tinggal minta lagi, dan cepat dikasih,” tuturnya.

Camat Batamkota Mohammad Fairus Batubara menuturkan sebanyak 5 ribu KTP elektronik sudah tercetak. Dan proses distribusinya sudah berjalan. “Pagi ini saya dapat angkanya segitu (pencetakan KTP elektronik), terkait yang belum di cetak juga masih ada. Tapi tidak tau berapa, saya tak pegang datanya,” ujarnya.

Terkait adanya komplain masyarakat, Fairus memaklumi hal itu. Ia mengatakan pasti ada masyarakat yang kurang puas, tapi Fairus beserta jajaranya di Kecamatan Batamkota akan terus memberikan pelayanan yang terbaik.

“Kami berusaha sebaik mungkin. Saat ini kami hanya perekaman, pencetakan di Disduk. Kalau ada KTPnya belum, kami juga menungggu proses pencetakan di Disduk,” ucapnya. (ska)

Pemkab Belajar Kelola Sampah ke Bali

0
Wakil Bupati Kepulauan Anambas Wan Zuhendra (baju merah) sedang mengamati pengolahan sampah di Desa Pedang Tegal, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali. F. Humas Pemkab Anambas untuk batampos.co.id

batampos.co.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Anambas melakukan studi banding ke Kabupaten Gianyar, Provinsi Bali untuk mempelajari tata kelola sampah menjadi pupuk kompos.

“Saya bersama pak Wakil Bupati (Wan Zuhendra) melakukan pertemuan dulu dengan Bupati Gianyar I Ketut Rochineng, beserta Sekda I Made Gede Wisnu Wijaya, serta dan Kepala BLH Wayan Kujus Pawitra. Setelah itu langsung meninjau langsung pengolahan sampah menjadi pupuk kompos di rumah kompos Desa Padang Tegal, Kecamatan Ubud,” ungkap Kepala Dinas Perhubungan dan Lingkungan Hidup Kabupaten Kepulauan Anambas Nurman, Senin (5/3).

Rombongan diperkenalkan dengan metode penyaringan sampah yang dilakukan desa tersebut mengurangi jumlah sampah mengalir ke pantai melalui sungai. “Upaya yang dilakukan Kabupaten Gianyar, akan diaplikasikan di Anambas untuk mengurangi jumlah intensitas sampah yang ada di Anambas, khususnya di wilayah pantai agar bisa mendukung pengembangan pembangunan sektor pariwisata,” ungkapnya lagi.

Nurman, menjelaskan, jika sampah di desa tersebut dikelola oleh swasta dan desa maka tidak terlalu sulit, karena menggunakan alat yang sederhana dan cukup ekonomis.
“Warga desa cukup diberikan dua tong sampah untuk memisahkan sampah organik dan non organik, ini untuk memudahkan supaya desa selaku pengelola sampah dapat dengan mudah mengolah sampah organik, sementara itu sampah non organik dimanfaatkan untuk kepentingan lain,” ungkapnya lagi.

Untuk menjadikan pupuk kompos cukup 3 minggu saja. Satu kilogram pupuk kompos dijual Rp 20 ribu. “Rata-rata dalam satu bulan, desa tersebut meraih omset Rp 135 juta,” jelasnya.

Untuk penerapan di Anambas, saat ini masih dalam proses koordinasi dengan pimpinan. Oleh karena itu belum bisa memperkirakan anggaran untuk penerapan metode ini. “Kita baru akan bicarakan dengan kepala daerah,” jelasnya. (sya)

 

Tanjungriau Fisherism Dibuka Akhir Maret

0

batampos.co.id – Destinasi wisata baru, Tanjungriau Fisherism akan segera dibuka pada akhir Maret mendatang. Untuk tahap pertama, BP Batam akan mengajak kalangan pelajar mengenal flora dan fauna disana.

“Softlaunching akhir Maret, Fisherism buka kunjungan anak sekolah mulai TK sampai dengan SMA,” kata Direktur Pemanfaatan Aset BP Batam, Dendi Gustinandar di Gedung BP Batam, Senin (5/3).

Ia mengatakan anak-anak TK dan PAUD akan diajarkan pengenalan tanaman buah-buahan dan sayuran. Lalu diajarkan pengenalan binatang ternak dan bagaimana cara memberi pakan ternak sapi dan kambing.

“Untuk anak SD ada tambahan pengenalan hidroponik dan praktek bertanam atau panen sayuran,” jelasnya.

Sedangkan untuk anak SMP dan SMA diajarkan proses pengolahan tanah untuk tanaman sayur, pengenalan penyemaian bibit buah-buahan, mengenal jenis sayuran dan mengenal perikanan air tawar.

“Kami juga sedang menambah beberapa photobooth outdoor, sehingga saat anak-anak ke kebun dan kandang, maka orang tua dapat mengisi waktu dengan berswafoto ria,” katanya.

Selain berswafoto, tersedia juga paket menunggu anak-anak sambil mengikuti kelas kuliner atau kraft untuk ibu-ibu.”Sedangkan untuk bapak-bapak, tersedia kelas Do It Yourself yakni kelas pekerjaan rumah ringan dengan menggunakan bor listrik,” jelasnya.

Untuk melakukan hal tersebut, BP Batam bermitra dengan salah satu produsen produk alat perkakas berkualitas tinggi yang meyediakan berbagai produk rumahan.

Secara geografis, Tanjungriau Fisherism berlokasi setengah di darat dan setengah di laut dan dikhususkan untuk wisata perikanan. Makanya dalam tahapan berikutnya BP Batam akan membangunan area pemancingan, area pembibitan ikan, kolam tangkap ikan dan kawasan agro souvenir.

Area agro souvenir merupakan kawasan yang dimanfaatkan sebagai tempat masyarakat pelaku usaha kecil menengah untuk berjualan.

Pengembangan kawasan agro souvenir sangat menguntungkan pengusaha Usaha Kecil Menengah Mikro (UMKM) di Batam, karena BP libatkan mereka.

Salah satu pengusaha UMKM Batam, Nandra menyambut antusias program ini. Karena mendapatkan pasar untuk memasarkan produknya. “Kalau didukung pemerintah dengan penyediaan pasarnya, maka pasti akan senang. Kami juga berharap agar selalu dilibatkan dalam setiap acara pemerintah,” katanya.(leo)

Guru Daerah Terpencil Kurang Perhatian

0

batampos.co.id– Sejak Pemerintah Pusat menghapuskan tunjangan guru di daerah terpencil, Wakil Ketua II Komisi II DPRD Kabupaten Lingga, Abdul Gani Atan Leman mengakhawatirkan akan berdampak pada kinerja para guru yang ada di pulau-pulau terpencil seperti di Desa Berhala.

“Sekarang guru di daerah terpencil tidak lagi mendapat tunjangan dari Pusat. Hal ini sangat mengkhawatirkan dikarenakan berdampak pada kinerja belajar mengajar,” kata Gani, Senin (5/3) pagi.

Sebelumnya, sejumlah guru yang mengajar di kawasan terpencil atau pulau-pulau uang jauh dari kota dan pusat pemerintahan biasanya mendapat dana bantuan dari Pemerintah Pusat. Tentunya dengan bantuan tersebut, guru dapat mengatasi masalah kebutuhan mereka di daerah terpencil.

Namun saat ini, Pemerintah Pusat telah menghapus kebijakan dana bantuan tersebut. Tentunya hal ini berdampak pada berkurangnya pendapatan guru di daerah terpencil. Dikhawatirkan akan berdampak pada menurunnya kualitas belajar mengajar di sekolah.

Selain masalah pencabutan dana bantuan guru di daerah terpencil, Gani juga menemukan kasus lainnya yakni guru honor komite yang tidak lagi mendapat gaji. Pasalnya banyak guru yang mendapat gaji dari kebijakan sekolah ini tidak terdata dan tertulis di Dinas Pendidikan.

Selama ini banyak sekolah mengambil kebijakan untuk merekrut guru honor yang mendapat gaji dari honor komite. Namun sayangnya banyak juga guru tersebut yang tidak terdaftar dalam catatan Dinas Pendidikan sehingga sulit untuk memperjuangkan para guru tersebut untuk mendapat gaji.

“Lebih sayang lagi, banyak juga guru honor komite ini yang telah mengabdi hingga puluhan tahun. Kasihan jika mereka tidak mendapat perhatian,” kata Gani.

Kedua masalah Pendidikan ini menurut Gani, adalah hal utama yang mesti dipecahkan Pemerintah Daerah. Karena hal ini menyangkut mutu penerus bangsa yang ada di tangan para guru. Untuk itu, Gani mengharapkan perhatian dari Pemerintah terkait hal ini. (wsa)

Mantan Camat Kundur Diperiksa Terkait OTT Surat Tanah

0
Kapolsek Kota Balai Karimun AKP Lulik Febyantara

batampos.co.id – Penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor) Sat Reskrim Polres Karimun, memeriksa Sukari, mantan Camat Kundur, Senin (5/3).

Pria yang kini menjabat sebagai Plt Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Karimun untuk memberikan keterangan terkait penangkapan Syahril, oknum ASN Kantor Camat Kundur oleh Tim Saber Pungli, Jumat (2/3) lalu.

”Sejak pukul 10.00 WIB kita sudah mulai melakukan pemeriksaan terhadap Sukari selaku saksi tersangka Syahril yang kita tangkap pada beberapa hari lalu. Pemeriksaan terhadap yang bersangkutan memang ada kaitannya dengan tersangka Syahril. Hal ini mengingat surat tim tersbeut yang mengeluarkan adalah Camat lama, yakni Sukari,” ujar Kasat Reskrim Polres Karimun, AKP Lulik Febyantara, Senin (5/3).

Ia juga membenarkan pemeriksaan Sukari memang terkait tersangka Syahril. Hal ini mengingat surat tim yang mengeluarkan adalah camat lama, yakni Sukari. Selain itu kata Lulik, sebelumnya penyidik juga telah meminta keterangan saksi. Khususnya saki masyarakat yang rencananya akan mengambil dokumen surat tanah. Kemudian saksi dari bendahara tim penyelesaian sengketa lahan yang sudah habis hak pakainya. Tim yang dibentuk di Kecamatan Kundur itu suratnya ditandatangani Sukari.

”Karena itu kami perlu meminta keterangan dari Sukari. Di dalam surat kesepakatan yang dibuat dan ditandatangani oleh unsur pimpinan di yang ada Kecamatan Kundur pada 2015,” kata Lulik.

Kesepakatan tersebut dibuat sebagai solusi penyelesaian sengketa lahan seluas 4 hektar yang habis masa hak pakainya dan laha tersbeut sudah digarap oleh masyarakat. Salah satu solusinya dengan cara membuatkan surat tanah. “Tetapi ada biayanya bermacam-macam yang total satu surat tanah sebesar Rp3,5 juta,” terangnya.

Dikatakannya, pungutan sebesar Rp 3,5 juta tersebut meski pun ikut disebutkan di dalam surat, tapi apakah ada dasar hukumnya untuk melakukan pungutan Rp 3,5 juta untuk satu dokumen surat tanah. Untuk itu, pihaknya akan terus melakukan penyidikan untuk mengetahui apakah dasar hukum yang digunakan. Misalnya, dalam bentuk peraturan pemerintah atau undang-undang. (san)

PBB Lolos, KPU Tunggu Surat KPU Pusat

0
Ahmad Sulton. F. Sandi/batampos.co.id

batampos.co.id – Partai Bulan Bintang (PBB) telah dinyatakan lolos sebagai peserta Pemilu 2019 oleh Bawaslu RI. Namun, surat resmi dari KPU Pusat ke KPU Kabupaten Karimun yang menyatakan tentang hal ini belum ada. Sehingga. belum mengeluarkan kebijakan lebih lanjut.

”Kita tahu kalau PBB dinyatakan lolos Pemilu 2019 mendatang setelah gugatan dari partai pimpinan Yusril Ihza Mahendra tersebut dikabulkan Bawaslu dari media. Namun, untuk surat resmi dari KPU Pusat ke kita di daerah belum ada. Termasuk apakah KPU Pusat akan mengambil langkah lain kita juga belum menerima pemberitahuan,” ujar Ketua KPU Kabupaten Karimun, Ahmad Sulton, kemarin (5/3).

Yang jelas, lanjut Sulton, ketika tim dari KPU Kabupaten Karimun melakukan verifikasi terhadap PBB, mulai dari kepengurusan dan anggota, maka tidak ada kekurangan. Hasil pemeriksaan dinyatakan lengkap. Untuk itu, tidak perlu lagi dilakukan verifikasi, karena sudah selesai tahapannya dan juga sudah lengkap. Namun, pihaknya belum tahu apakah ada petunjuk baru dari KPU Pusat nanti, sebab belum menerima surat.

”Secara administrasi PBB yang ada di Kabupaten Karimun sudah lengkap. Dan, hasil verifikasi tersbeut juga sudah kita sampaikan ke pusat. Saat ini, kita menunggu saja apa nanti perintah dari KPU Pusat. Mudah-mudahan dalam satu atau dua hari sudah ada kejelasannya,” ungkapnya,.

Menyinggung tentang jadwal dari persiapan Pemilu 2019, Sulton menyebutkan, bahwa seperti diketahui tahapan yang belum lama dilakukan pihaknya sesuai dengan jadwal adalah melantik PPK yang ada di 12 kecamatan se Kabupaten Karimun pada pekan lalu. ”Tahapan selanjutnya yang akan kita laksanakan adalah melakukan pelantikanterhadap PPS yang ada di kelurahan pada pekan ini,” jelasnya. (san)

Kebakaran Lahan Gambut Dekati Pemukiman Warga

0
Seorang petugas pemadam kebakaran berjibaku berupaya memadamkan api saat kebakaran lahan gambut di Mikado Minggu malam. F. Imam Soekarno

batampos.co.id – Lahan gambut di Parit Muda, Kecamatan Kundur sejak, Sabtu (3/3) lalu, terbakar. Kebakaran lahan kosong tersebut sudah mendekati pemukiman warga.

Petugas pemadam kebakaran, Satuan Pamong Praja (Pol PP) dibantu masyarakat kewalahan memadamkan api karena lahan gambut. Ditambah cuaca cukup panas, dan sulitnya medan untuk dijangkau mobil pemadam kebakaran Kecamatan Kundur membuat api sulit dipadamkan.

Joni, salah satu anggota Pol PP Kecamatan Kundur mengaku kebakaran lahan gambut di Parit Muda sulit dipadamkan. Sudah dilakukan sejak sore hingga tengah malam, namun kebakaran tidak bisa dipadamkan. Bahayanya, kebakaran tersebut sudah mendekati rumah yang dulunya dijadikan Restoran Mikado Batu Tiga Kelurahan Tanjung Batu Barat.

“Sejak sore hari, petugas pemadam, sat Pol PP dibantu warga, sulit memadamkan api. Selain itu, lokasi lahan gambut Parit Muda yang terbakar itu, sulit dijangkau mobil pemadam kebakaran,” katanya.

Pantauan di lokasi, asap masih menyelimuti Parit Muda. Bahkan sejumlah titik api sulit dipadamkan. Kebakaran lahan ini juga terjadi di sejumlah tempat seperti di Tanjungsari disebabkan cuaca panas. (ims)

Tengkorak, Film Karya Dosen dan Mahasiswa Universitas Gadjah Mada Raih Prestasi Internasional

0

batampos.co.id – Produk film karya anak negeri, Tengkorak mendapatkan nominasi best film kategori science dictionary, fantasy, and thriller dalam festival film Cinequest 2018 di Sanjose, California, Amerika Serikat.

Karya dosen dan mahasiswa sekolah vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta tersebut mendapat jadwal tayang selama 4 hari pada 1, 2, 3 dan 9 Maret 2018 mendatang.

Dekan Sekolah Vokasi UGM Wikan Sakarinto sekaligus produser eksekutif dalam film Tengkorak mengatakan, dalam sesi pertama selama 3 hari itu merupakan pemutaran perdana film Tengkorak yang dilihat di seluruh dunia.

“Dari komentar para penonton, rata-rata mengapresiasi keberanian memilih tema dan diwujudkan dalam eksekusi yang gemilang,” katanya, dalam keterangan tertulis yang dikutip pada Senin (5/3).

Dari diskusi yang dilakukan, banyak menyinggung beberapa celotehan khas Jogjakarta yang gagal ditangkap oleh penonton dunia. Membuatnya mengantarkan Tengkorak sebagai Hard SciFi.

Membuat penonton berpikir dan terhibur oleh jalinan alur cerita Tengkorak yg sangat SciFi,” ucap dia.

Untuk diketahui Cinequest merupakan festival yang menghargai para Maverick atau pioneer di dunia perfilman, dari sisi storytelling, teknologi atau perjuangan (pembuatan) film itu sendiri.

Tengkorak dinyatakan layak karena merupakan film independen panjang pertama sutradara dari negara yang masih jarang menghadirkan genre ini yang dikategorikan, Fiksi Ilmiah atau Science Fiction (SciFi) di kancah perfilman internasional.

Film Tengkorak yang 100% hasil karya dosen dan mahasiswa Sekolah Vokasi UGM ini merupakan wakil dari Indonesia satu-satunya di ajang festival film Cinequest. Mendapatkan penilaian yang relatif tinggi, sehingga masuk Nominasi Best Film, dan telah mendapatkan pengakuan di level internasional.

Shah, seorang penonton yang juga ilmuwan dan Movie Buff menggaris bawahi keberanian sutradara untuk menampilkan tokoh perempuan sebagai karakter sentral, juga sebagai ilmuwan dan presiden di dalam film itu.

(dho/JPC)

Tanjungpinang Butuh 600 ASN

0

batampos.co.id – Tanjungpinang masih membutuhkan 600 Aparatur Sipil Negara (ASN) agar pelayanan pemerintahan ke depannya semakin prima. Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Tanjungpinang, Tengku Dahlan bahkan menegaskan, kebutuhan ini sudah terbilang mendesak.

Karena itu sudah disuarakan kepada Kementerian Pan-RB sejak akhir 2017 lalu. Mengingat beberapa bagian dibutuhkan secara cepat di 2018 ini. Seperti tenaga pendidikan dan juga tenaga kesehatan yang menjadi kuota besar di balik kebutuhan pegawai.

“Kami belum bisa memutuskan kapan akan membuka lowongan untuk mengisi kekosongan itu karena memang belum ada jawaban dari mereka (Menpan-RB, red),” terang Dahlan, Senin (5/3).

Dahlan mengaku, kabar mengenai berapa jumlah PNS yang bakal bisa diterima Pemko Tanjungpinang pun belum diketahui. Termasuk pula bagian-bagian apa yang dapat diterima Pemko pada tahun ini.

Sementara berada pada ketidakpastian penerimaan PNS yang dibutuhkan, Dahlan menuturkan, beberapa pegawai terpaksa sampai ada yang harus menjalankan dua tugas sekaligus. “Sistem seperti apa, itu bergantung kebijakan unitnya. Yang pasti bagaimana caranya agar kendala kekurangan tenaga ini dapat diatasi. Sehingga pelayanan tetap berjalan,” papar Dahlan lagi.

Kondisi seperti ini, menurutnya, tidak dapat diprediksi hingga kapan akan berlangsung. Semula, ia sempat memperkirakan Maret ini proses penerimaan telah bisa berjalan. Nyatanya, kabar belum diterima awal Maret ini.

“Saya pikir tidak Maret inilah. Mungkin Pusat juga masih membahas keuangan negara untuk penerimaan PNS lagi,” pungkas Dahlan. (aya)

Play sound