Jumat, 8 Mei 2026
Beranda blog Halaman 12555

Bangunan di RoW Jalan Semakin Marak

0
ilustrasi kios liar.
Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Lahan penghijauan di sepanjang jalan Brigjen Katamso, Tanjunguncang marak dimanfaatkan sebagian warga untuk kepentingan pribadi atau kelompok. Bangunan kios liar, gudang material toko bangunan hingga tempat usaha-usaha lain seperti pujasera dan tempat cuci kendaraan bermotor tumbuh subur di sepanjang row jalan yang ada.

Row jalan nyaris tak tersisah lagi. Bahkan ada juga perusahaan yang nekad memperlebar kawasan perusahaannya dengan memanfaatkan lokasi row jalan.

Maraknya penyalahgunaan lahan penghijauan tersebut karena minimanya pengawasan dan tindakan tegas dari instansi pemerintah terkait. Bahkan sebagian warga menduga bangunan yang berdiri diatas lahan penghijauan itu dilindungi oleh instansi pemerintah yang berwenang.

“Sudah pasti itu. Dulu ada warung dan kios depan PT BTG itu digusur katanya untuk lahan penghijauan, tapi sekarang ditembokin oleh pihak perusahaan kok diam. Mana fungsi lahan penghijaunya kalau ditembokin begini,” ujar Leo Putera, tokoh masyarakat di Tanjunguncang, kemarin.

Pihak Satuan Polisi Pamong Praja saat dikonfirmasi mengelak tudingan masyarakat itu. Meskipun mengakui cukup banyak penyalahgunaan lahan penghijauan di sepanjang jalan itu namun pihak Satpol PP belum mengambil tindakan sebab mereka masih fokus menata lokasi jalan di Nagoya dan Batam Center.

“Iya memang banyak, cuman belum bisa kami. Anggota semua masih fokus penataan di Nagoya dan Batamcenter. Itu tetap akan ditindak. Setelah di wilayah kota selesai baru masuk Batuaji dan Sagulung,” ujar Sekretaris Satpol PP Batam Fridkalter, kemarin.

Terpisah Camat Batuji Ridwan saat dikonfirmasi malahan mengaku belum mengetahui secara pasti pemanfaatan lokasi row jalan itu. Dia baru akan mengerahkan anggota untuk turun cek ke lapangan.

“Nanti kami cek dulu ya,” ujar Ridwan.

Padahal sebelumnya saat Fridkalter masih menjabat sebagai camat Batuaji, sudah berulang kali mewacanakan penertiban row jalan itu. Namun sampai saat ini belum terwujud.

Warga kembali bersuara agar wacana tersebut segera dilaksanakan sebab Batuaji saat ini krisis ruangan terbuka hijau (RTH) untuk warga.

“Jangan untuk RTH, bangun sekolah saja katanya tak ada lahan. Kok row jalan seperti ini dibiarkan orang bangun tanpa izin,” tutur Asmoro, warga lainnya. (eja)

Manisan Jadi Idola Buah Tangan Wisman

0
Manisan buah yang dijual di Pelantar 2 Tanjungpinang, belum lama ini. F.Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Setiap pengujung pekan, kawasan Pelantar Dua Tanjungpinang dipadati wisatawan mancanegara. Rata-rata mereka yang berbelanja di sana datang dari negara jiran seperti Malaysia dan Singapura. Keberadaan mereka di sini tidak lain dan tidak bukan adalah untuk berbelanja oleh-oleh atau buah tangan.

Seperti pengakuan Zaidah Osman, pelancong asal Malaysia yang kedapatan sedang belanja di seputar Pelantar Dua, akhir pekan kemarin. “Kami sebulan sekalilah sering main kat Tanjungpinang ini,” katanya.

Perempuan yang datang bersama putrinya ini mengaku berada di ibu kota Provinsi Kepri ini untuk dua tujuan. Pertama bertemu dengan kerabat jauhnya. Kedua, apalagi kalau bukan belanja. “Saya dan anak saya ini suka bilis dan manisan di sinilah,” katanya seraya tertawa.

Di antara sekian toko yang sering dipadati wisatawan adalah toko milik A San. Hampir tiap akhir pekan terlihat antrean di depan tokonya. Antrean yang menanti-nanti camilan ataupun manisannya untuk dapat ditimbang. Toko A San menjajakan camilan dan manisan dengan sistem kiloan.

“Sabtu dan Minggu bisa lebih ramai dari hari ini. Selain orang Pinang, biasanya turis dari Malaysia dan Singapura juga sering beli buat oleh-oleh,” katanya, kemarin.

Sepintas, beragam camilan dan manisan yang dijual secara kiloan di Tanjungpinang memang terlihat sulit didapati. Namun jika menyempatkan diri untuk mampir ke pelantar dua, yang mana juga jalan menuju pasar ikan dan Hotel Laut Jaya, setidaknya ada tiga toko yang menjual jenis makanan ringan tersebut.

Kios sejenis milik A San terlihat mencolok sekali di sepanjang lorong menuju Pelantar Dua. Di muka toko mereka, akan terlihat toples kaca berisi camilan. Mulai dari kacang mente manis atau asin, kacang campur, dan kacang-kacang lainnya. Ada pula camilan berupa berbagai macam kerupuk dari pulau-pulau di sekitar Tanjungpinang.

Berbagai asal, berbagai bentuk dan warna, dan juga terbuat dari bahan yang berbeda.
Beragam manisan, penuh warna seakan menghiasi toko, juga bisa menjadi salah satu alternatif buah tangan yang dapat dibawa pulang. Dan jika datang pada musim durian, lempok pun menjadi salah satu dagangan yang diserbu. (aya)

Suara Pengusaha Batam; Sulit Dapatkan Insentif Tax Holiday di Indonesia

0

batampos.co.id – Reformasi kebijakan ekonomi yang bertujuan untuk mempermudah perizinan investasi tampaknya sebentar lagi akan diberlakukan untuk pengajuan insentif Tax Allowance dan Tax Holiday. Banyak investor yang ingin masuk Batam mempertanyakan ketentuan dari insentif tersebut tapi harus terbentur kenyataan bahwa syarat yang harus dimiliki sangat berat. Sehingga banyak yang lebih memilih berinvestasi di negara tetangga, seperti Myanmar yang menawarkan insentif pajak yang lebih menggiurkan.

“Untuk pengajuannya rumit, minta ampun, susah. Di Indonesia baru sembilan saja yang dapat. Siapa yang mau investasi jika syarat dapatkan fasilitas Tax Holiday harus investasi atau ekspansi dengan nilai Rp 1 triliun,” ujar Wakil Ketua Koordinator Himpunan Kawasan Industri (HKI) Kepri, Tjaw Hoeing di Batamindo, Rabu (21/2).

Sedangkan untuk mendapatkan insentif Tax Allowance harus berinvestasi dengan nilai yang tinggi atau nilai ekspor yang tinggi, bisa menyerap tenaga kerja serta memanfaatkan sumber daya lokal yang tinggi.

Kemudian, jika ada perusahaan yang memenuhi syarat tersebut, maka harus berjibaku dengan lambatnya birokrasi pengurusan persetujuan insentif pajak tersebut.”Ini pengajuannya ke Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) lalu ke Kementerian Keuangan untuk menentukan besaran tarifnya. Waktunya bisa setahun menunggu keputusan persetujuannya. Setelah berlaku, jangka waktunya tertentu saja,” tambah pria yang akrab disapa Ayung ini.

Menurut Ayung, angka Rp 1 triliun terlalu berat untuk dipenuhi calon investor. Dan tentu saja bertentangan dengan keinginan Presiden yang terus mengeluarkan regulasi yang mempermudah perizinan berusaha, contohnya lewat penerbitan Peraturan Presiden Nomor 91/2007.

Tax Allowance ini diberikan semua bidang perusahaan tapi tentu saja dengan syarat dan ketentuan yang berlaku sesuai dengan ketentuan Menteri Keuangan (Menkeu).

Sedangkan Tax Holiday diberikan kepada perusahaan pioner yang bergerak di bidang industri pertambangan, industri mesin dan komunikasi.

Dari segi fasilitas, Tax Holiday akan memberikan pengurangan PPh sebesar 20 hingga 100 persen. Jangka waktunya dari lima hingga 20 tahun.

Kemudian untuk Tax Allowance, maka perusahaan akan diberikan potongan pajak sebesar 30 persen dihitung dari nilai investasi yang ditanamkan serta kompensasi kerugian yang tidak lebih dari 10 tahun.

Ayung menilai peraturan tersebut tidak mencerminkan kepastian karena ada rentang jarak dan waktu. Makanya saat ini setelah mendapat banyak tangapan dari pengusaha, pemerintah tengah menggodok peraturan baru yang akan mempermudah pengajuan Tax Allowance dan Tax Holiday.

Myanmar sebagai negara saingan baru bagi Indonesia juga terus menerapkan kebijakan untuk mempermudah investasi. Ayung mengatakan negara yang beribukota di Yangon itu memberikan kemudahan lewat insentif pengurangan pajak penghasilan (PPh) selama 10 tahun. Setelah itu, maka tarifnya akan berlaku normal.

“Investor selalu menanyakan hal tersebut saat akan berinvestasi. Namun karena terlalu tinggi, jadi kehilangan minat. Padahal kita harus bisa melihat sisi baiknya yakni dengan kemudahan ini maka serapan tenaga kerja akan semakin besar karena industri berlomba-lomba masuk ke Batam,” ungkapnya.

Jika pemerintah pusat benar-benar merevisi peraturan soal insentif Tax Holiday dan Tax Allowance, Ayung meyakini investor akan berlomba-lomba masuk di Batam.

Mereka tidak perlu menunggu lagi datangnya era Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), dimana insentif Tax Allowance dan Tax Holiday diberikan tapi tentu saja harus mengikuti syarat dan ketentuan yang berlaku.

Revisi pemberian insentif pajak kepada Investor dipercaya mampu mengakselerasi investasi di Batam. Selama ini banyak Investor yang kesulitan mendapatkan fasiltias Tax Allowance dan Tax Holiday karena terhalang aturan dan prosedur yang rumit.

Direktur PTSP BP Batam Adi Sugiharto mengatakan, minat investor untuk mendapatkan fasilitas Tax Allowance dan Tax Holiday cukup tinggi. Namun sejumlah perusahaan terbentur aturan pembatasan bidang usaha. Sejauh ini, hanya ada 145 bidang usaha yang bisa mendapatkan fasilitas Tax Allowance.

Salah satu contoh, beberapa perusahaan penunjang Migas di kawasan Industri Kabil tak bisa mendapatkan fasilias tersebut, karena tak semua bidang usahanya masuk dalam daftar penerima fasiltias tersebut.

“Tak semua sektor bidang usaha Migas bisa masuk daftar,” jelasnya.

Selain masalah keterbatasan bidang usaha, syarat pengajuan insentif Pajak juga cukup ketat. Investor harus mengajukan permohonan kepada pemerintah Pusat, kemudian pengajuannya harus dievaluasi secara mendalam oleh kementerian dan lembaga terkait.

Untuk pemeriksaan dokumen investor bisa saja diwakilkan oleh pegawai setingkat supervisor. Namun saat pengecekan dokumen dengan tim teknis dari Kementerian dan Lembaga, investor harus menghadirkan pimpinan perusahaan yang mengerti teknis di perusahaan.

“Butuh waktu dan cost. Karena dia harus bolak balik Batam-Jakarta,” jelasnya.

Dalam tiga tahun belakangan, baru PT. Eco Green yang mendapatkan fasiltias Tax Allowance dari pemerintah. Perusahaan yang berlokasi di Kabil ini mendapatkan fasilitas tersebut ketika berekspansi Rp 1 triliun pada 2015 silam.

Pengajuan fasilitas Tax Holiday juga bernasib sama. Caterpillar pernah diberikan fasilitas tersebut ini di tahun 2015, sehubungan dengan rencana ekspansi produksi Chasis dengan nilai diatas Rp 1 triliun. Namun fasilitas tersebut dianulir karena Caterpillar tak jadi memproduksi Chasis di Batam.

“Perusahaan sudah mendapat fasilitas. Tapi karena tak jadi menjalankan bidang usaha itu, mereka minta agar fasiltiasnya ditarik kembali,” jelasnya.

Revisi pemberian insentif pajak ini bisa jadi daya tarik fiskal bagi investor. Dia berharap dengan penambahan daftar bidang usaha yang bisa mendapatkan fasiltias Tax Allowance, bidang usaha yang eksisting di Batam tertarik melakukan ekspansi dengan nilai besar.

“Jika bidang usaha dan proses dipermudah, banyak investor yang akan tertarrik,” jelasnya.(leo)

Potong Bukit Siang Hari, sebabkan Debu Jalan

0
Sejumlah kendaraan melintas dijalan Pelita yang terlihat berdebu, rabu (21/2/2018).
Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Pemotongan bukit (pembukaan jalan untuk pelebaran) di kawasan jalan H Fisabillah Seipanas menyebabkan debu yang tebal dijalanan. Hal itu tentunya berdampak kepada sejumlah pengguna jalan, terutama pengendara roda dua.

Kondisi jalanan berdebu karena alasan pelebaran jalan itu sudah beberapa hari dirasakan pengguna jalan. Apalagi pemotongan bukit dilakukan pada siang hari dan dicuaca yang panas. Sehingga memudahkan debu semakin tebal dan bertebangan kemana-mana.

Niros, salah satu pengendara roda dua sangat merasakan efek dari debu jalanan tersebut. Apalagi jalan tersebut merupakan jalur yang kerap ia lalui setiap hari.

“Terasanya itu saat berhenti di lampu merah (traffic light) debunya itu tebal banget dan bikin sakit mata,” terang Niros.

Menurutnya, pemotongan bukit dilakukan siang hari dan dalam cuaca panas terik oleh petugas. Hal itu tentunya menyebabkan debu semakin mudah bertebangan kemana-mana.

“Paling tidak, petugas tahu tak memotong bukit siang-siang dan cuaca panas begini. Debunya jadi berdampak kepada pengendara,” ujar wanita berusia 25 tahun ini.

Hal yang sama juga dapat dilihat di Jalan Sriwijaya, Pelita. Namun bedanya debu jalanan bukan karena ada pemotongan bukit, namun karena jalan belum diaspal dan adanya beberapa perbaikan.

“Setiap lewat situ pasti berdebu dan macet. Hanya bisa lewat untuk dua kendaraan, jadi harus antre biar bisa lewat,” terang Agus. (she)

Hujan Tak Mengguyur Batam sejak 3 Februari Kondisi Ini akan Berlangsung hingga …

0
Sejumlah kendaraan melintas dijalan Pelita yang terlihat berdebu, rabu (21/2). Sejak Awal februari hujan tang turun di Batam
Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Stasiun Meteorologi (Stamet) Bandara Internantional Hang Nadim Batam mencatat hujan tak mengguyur Batam sejak 3 Februari lalu hingga kini. Fenomena ini diperkirakan akan berlangsung hingga awal Maret.

Penyebab fenomen hujang enggan turun di Batam ini akibat kelembapan udara yang rendah. Sehingga kurang mendukung proses pertumbuhan awan konvektif, yang merupakan cikal bakal kumpulan uap air yang bisa menurunkan hujan.

“Kami mencatat hujan turun terakhir kali itu di Batam tanggal 2 Februari sebesar 5 milimeter, termasuk kategori hujan ringan,” kata Kasi Datin Stamet Hang Nadim, Suratman, Rabu (21/2).

Ia mengatakan fenomena rendahnya curah hujan di Batam ini, termasuk hal yang biasa. Karena dari data yang dimiliki Stamet Hang Nadim, setiap Februari dan Juli intensitas hujan di Batam lebih rendah dari bulan-bulan lainnya.

“Batam, atau Kepulauan Riau termasuk daerah dengan tipe hujan Equatorial yang memiliki dua puncak hujan tinggi di bulan Mei dan November. Dan ada juga bulan yang curah hujan rendah,” ungkapnya.

Selama hujan tidak turun di Kota Batam, suhu juga ikut sedikit panas. Stamet Hang Nadim mencatat suhu maksimum Batam itu rata-rata berkisar di angka 31 drajat celcius. “Suhu paling tinggi itu tercatat 32,6 c. Suhu minimum di rat-rata diangka 25 celcius,” ucap Suratman.

Terkait dengan fenomena ini, Suratman berharap masyarakat memperbanyak minum air putih, untuk menghindari dehidrasi.

“Kurangi kegiatan di luar ruangan, agar tak terpapar terik matahari secara langsung,” ujarnya. (ska)

Polres Tanjungpinang Luncurkan SIM Online

0
Petugas melayani pembuatan SIM di Polres Tanjungpinang, Rabu (22/2). F.Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Satuan Penyelenggara Administrasi (Satpas) Surat Izin Mengemudi (SIM) Polres Tanjungpinang meluncurkan layanan pembuatan SIM online. Dengan adanya layanan tersebut, diharapkan bisa mempermudah masyarakat membuat atau memperpanjang SIM, sehingga terhindar dari Pungutan Liar (Pungli).

Satpas juga melayani perpanjangan SIM dari luar daerah, masyarakat yang tinggal di luar daerah Tanjungpinang yang memiliki SIM, dapat memperpanjang SIM di Satpas Polres Tanjungpinang. Selain itu, untuk ujian teori saat mengajukan penerbitan SIM baru, juga menggunakan sistem online.

Kasat Lantas Polres Tanjungpinang AKP Krisna Ramadhani menjelaskan, sistem online yang digunakan adalah sistem layanan komputerisasi online yang memudahkan masyarakat baik dalam permohonan pembuatan SIM baru maupun perpanjangan SIM. Sistem ini telah terkoneksi dengan Satpas seluruh Polres di Indonesia.

Krisna mencontohkan, misalnya ada warga Batam yang bekerja di Tanjungpinang dan hendak mengajukan permohonan SIM baru atau memperpanjang SIM yang akan habis masa berlakunya. Pemohon bebernya, tidak perlu pulang ke Batam untuk membuat SIM, pemohon bisa langsung ke Satpas PolresTanjungpinang.

“Tidak hanya warga Tanjungpinang, tapi juga warga pendatang yang memiliki e-KTP juga bisa memperpanjang SIM di Polres Tanjungpinang,” ujar Krisna, Rabu (22/2).
Untuk biaya pengurusan SIM online tersebut, sambung Krisna sama dengan biaya SIM biasa. Tidak ada perbedaan tarif, sebab semuanya sudah diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP).

“Untuk perpanjangan SIM A Rp 80 ribu dan perpanjangan SIM C Rp 75 ribu, sedangkan biaya pembuatan SIM A baru Rp 120 ribu dan SIM C Rp 100 ribu,” paparnya.

Krisna menambahkan, untuk ke depannya, pihaknya masih terus mengembangkan sistem aplikasi SIM berbasis online. Untuk saat ini Satpas Polres Tanjungpinang masih fokus menggembangkan aplikasi Smart Alarm System. “Semoga ke depannya, masyarakat bisa membuat SIM lebih praktis dengan mendaftar melalui aplikasi SIM Online dari ponsel,” pungkasnya. (odi)

Pak Walikota, Jalan S Parman belum Dilengkapi Lampu Penerangan

0

batampos.co.id – Jalur dua Jalan S Parman, Seibeduk tepatnya di pintu satu hingga pintu empat, Mangsang yang baru selesai dibangun belum dipasangi lampu. Akibatnya, jalan menjadi gelap dan cukup membahayakan pengendara yang lewat. Pada kedua sisi jalan tersebut tidak dilengkapi dengan lampu penerangan. Warga setempat mengaku cukup kesulitan, apalagi di ruas jalan itu kerap ada pengendara yang melawan arus.

“Gelap kali. Sama sekali tak ada penerangan,” kata Jusman, warga Kelurahan Mangsang, Rabu (21/2).

Dia mengatakan kondisi gelap itu terjadi sejak jalan itu selesai dibangun akhir tahun 2017. Menurutnya, pembangunan jalan itu tidak disertai dengan penerangan jalan. “Sama halnya dengan jalur dua yang dibangun lebih dulu di pintu empat Batamindo hingga di depan Perumahan Nusa Indah,” katanya.

Menurutnya, keadaan ini cukup berbahaya, berbagai tindakan kejahatan dapat terjadi jika kondisinya tetap seperti itu.

Selain penerangan jalan, warga juga meminta Pemerintah Kota Batam menyegerakan pemasangan marka jalan. Karena ketiadaan marka membuat lalulintas di jalan baru ini kerap dilanggar. “Pada ngebut, kami minta marka segera dipasang, baik marka maupun lampu,” jelas Rahmi, warga lainnya.

Sebelumnya, Kepala Bidang Jalan Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBM) SDA Suratno mengungkapkan, pemasangan lampu pada jalur baru belum dianggarkan tahun 2018 ini. Ia mengaku lampu jalan merupakan tugas Pemko Batam pada jalan yang dibangun oleh Pemerintah Provinsi Kepri itu.

“Tahun ini belum, kami lakukan bertahap. Masih tahap usulan semua, mungkin dianggarkan 2019,” kata Suratno. (une)

Validasi Anak Usia 9 Bulan-15 Tahun

0

batampos.co.id – Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan KB Tanjungpinang sedang melakukan validasi anak usia 9 bulan sampai 15 tahun. Kegiatan ini perlu dilakukan sejak sekarang guna menuju pelaksanaan imunisasi campak dan rubella yang akan digelar sepanjang Agustus dan September tahun ini.

Berdasarkan data yang dikumpulkan sekarang tercatat sekitar 56.021 anak usia 9 bulan sampai kurang dari 15 tahun di Kota Tanjungpinang. Data itu diperoleh dari pendataan siswa SD/MI, SMP/MTS, TK/PAUD, posyandu, masyarakat dan kelas satu SMA yang belum berusia 15 tahun.

“Makanya data yang sudah ada itu perlu divalidasi lagi, agar tidak ada yang melewatkan imunisasi ini nanti,” ujar Kepala Dinkes Dalduk KB, Rustam, kemarin.

Lebih lanjut Rustam menjelaskan, imunisasi itu nantinya akan dimulai dengan kampanye yang akan dilakukan pelayanan pada 75 sekolah dasar, 31 sekolah menengah pertama, 136 posyandu dan 13 pos penimbangan.

“Ditambah dengan seluruh fasilitas kesehatan yang ada seperti puskesmas, puskesmas pembantu, pos kesehatan kelurahan, dan klinik kesehatan ibu dan anak,” terangnya.

Kampanye campak dan rubella adalah suatu kegiatan imunisasi secara massal sebagai upaya untuk memutuskan penularan virus Campak dan Rubella pada usia 9 bulan s.d 15 tahun, tanpa mempertimbangkan status imunisasi sebelumnya.

Imunisasi Ini diberikan untuk semua usia 9 bulan sampai dengan usia kurang dari 15 tahun selama kampanye imunisasi MR bulan Agustus – September 2018. “Karena itu akan dilakukan juga di sekolah-sekolah,” pungkas Rustam. (aya)

Perbaikan Jalan Tidak Masuk Program PIK

0
Sejumlah pekerja Dinas Bina Marga melakukan perbaikan jalan yang rusak dan berlubang.
Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Lurah Mangsang, Said Palid mengatakan terkait jalan rusak yang ada di Pintu satu hingga pintu tiga Mangsang Seibeduk itu, pihaknya telah menyampaikan pada Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrembang).

“Sudah kami sampaikan, semoga bisa diusulkan,” katanya saat dikonformasi melalui sambungan telepon, Rabu (21/2/2018).

Ditanya apakah jalan tersebut masuk dalam program Percepatan Infrastruktur Kelurahan (PIK), Said mengaku untuk perbaikan jalan tidak masuk.

“Untuk jalan tidak ada, hanya fokus drainase saja,” katanya.

Sebelumnya, kondisi jalan di pemukiman warga Mangsang tersebut semakin memprihatinkan. Puluhan lubang yang berdiameter 15 hingga 30 centimeter dengan kedalaman lima centimeter menganga. Pengendara roda empat maupun roda dua harus berhati-hati saat melewati, apalagi saat musim hujan tiba, sebab jalan menjadi licin dan rawan kecelakaan.

“Yang paling parah di pintu empat menuju Perumahan Puriagung IV dan Bukit Kemuning,” ujar Risma warga Mangsang.

Di jalan itu, sambung Risma, lubang hampir menyeluruh. Baik di sisi kanan maupun di kiri jalan. “Jalan itu rusak karena luapan air drainase yang tersumbat oleh bangunan yang berdiri di atasnya,” tutup Risma. (une)

Warga Diminta Tidak Membakar Lahan Kosong

0
Anggota Polsek Tebing memasang spanduk himbauan di lokasi lahan kosong dan sekitar hutan, Rabu (21/2) F. Dokumentasi Polsek Tebing/Batam Pos.

batampos.co.id – Kapolsek Tebing AKP Budi Hartono, menghimbau kepada masyarakat Kecamatan Tebing agar tidak melakukan pembakaran sekitar hutan maupun saat membuka lahan dengan membakar. Mengingat, kondisi cuaca saat ini cukup panas dan dibarengi angin kencang.

“Sepertinya saat ini sudah memasuki musim kemarau. Kita (Polsek Tebing-red) sudah memasang spanduk dibeberapa titik dengan pesan dilarang membakar hutan dengan lahan sembarangan,” kata Kapolsek Tebing AKP Budi Hartono, kemarin (21/2).

wilayah hukum Polsek Tebing rata-rata wilayahnya masih banyak terdapat lahan semak belukar maupun hutan lindung. Dimana, dalam beberapa pekan sering ini sering terjadi kebakaran hutan maupun lahan kosong. Yang rata-rata dahan maupun ranting berguguran dan tidak sengaja masyarakat yang melintasi membuang puntung rokok disekitar lahan maupun di bibir hutan.

“Mohon di informasikan kepada Polsek Tebing apabila terjadi kebakaran. Supaya, dapat mengambil langkah awal dan melakukan koordinasi dengan pihak damkar untuk pemadaman dengan cepat. Agar, tidak merambat ke tempat lain terutama rumah warga disekitarnya,” pesannya.

Kerjasama antarawarga menuruut Budi sangat penting dalam menjaga lingkungan masing-masing untuk mencegah terjadinya kebakaran. Dan apabila masyarakat melakukan pembakaran sampah, diharapkan supaya ditunggu hingga padam apinya. Yang saat ini ada tiga titik kelurahan, sudah dipasang spanduk pelarangan yaitu Kelurahan Pamak, Alor Jongkong Kelurahan Harjosari dan Teluk Lekup desa Pongkar.

“Angota kita juga kemarin, berusaha untuk memadamkan api dilahan kosong yang terbakar bersama anggota damkar,” ujarnya.

Sementara informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Karimun memperkirakan cuaca disekitar Tanjungbalai Karimun beberapa hari kedepan pada pagi hari cuaca cerah hingga sore hari dengan suhu 25 hingga 31 derajat celcius. Dengan kecepatan angin 30 kilometer per jam, kelembaban hanya 60 sampai 90 persen.

Sedangkan pantauan dilapangan, beberapa lokasi lahan kosong dipulau Karimun banyak bekas terbakar. Dan disiang hari, dibeberapa lokasi masih kelihatan kepulan asap.
“Cukup panas cuacanya, ada tu lahan kosong yang terbakar disekitar jalan Poros bang,” kata Salma salah seorang karyawan swasta. (tri)