Rabu, 1 April 2026
Beranda blog Halaman 12623

Presiden Jokowi Pilih KSAU sebagai Panglima TNI

0
KSAU Marsekal Hadi Tjahjanto (dua dari kanan) bersama Kapolri, KSAL, dan KSAD. (Miftahulhayat/Jawa Pos)

batampos.co.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) hanya menyiapkan satu nama untuk pengganti Jenderal Gatot Nurmantyo sebagai Panglima TNI.

Calon tunggal itu yakni Kepala Staf Anggkatan Udara (KSAU) Marsek‎al TNI Hadi Tjahjanto. Keputusan itu berdasar surat dari Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno yang diterima Wakil Ketua DPR Fadli Zon.

Fadli Zon mengatakan, pihaknya baru saja bertemu Mensesneg Praktino. Dalam pertemuan itu, Praktikno menyerahkan surat penunjukan calon panglima TNI dari Presiden Jokowi.

“Surat dari Presiden tentang rencana pemberhentian dengan hormat Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, dan juga pengangkatan untuk pergantian kepada Marsekal TNI Hadi Tjahjanto sebagai panglima yang baru,”‎ ujar Fadli saat ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (4/12).

Fadli menambahkan, Presiden Jokowi hanya menunjuk Hadi Tjahjanto untuk menggantikan Jenderal Gatot Nurmantyo. “Iya hanya satu nama saja yang diampaikan,” katanya.

Oleh sebab itu, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra ini bersama pimpinan DPR lainnya akan menyelenggarakan rapat pimpinan untuk membahas surat pergantian posisi Panglima TNI itu. “Kebetulan nanti juga kami akan menyelenggarakan rapat pimpinan,” pungkasnya.

Sekadar informasi, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo akan pensiun dari karir militernya pada Maret 2018 nanti. Saat ini pun surat pergantian Gatot juga sudah diajukan oleh Preisden Jokowi dengan menunjuk KSAU Marsekal TNI Hadi Tjahjanto. (ce1/gwn/JPC)

Rusunawa BP Batam di Tanjunguncang Rampung

0
Rusun BP Batam di jalan Brigjen Katamso, Tanjunguncang, Batuaji. F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Pembangunan rumah susun sewa (Rusunawa) Badan Pengusahaan (BP) Batam di Tanjunguncang memenuhi target. Rusunawa tersebut dipastikan akan rampung akhir tahun ini. Saat ini pembangunan sudah rampung 90 persen dan tinggal penyelesaian tahap akhir.

Pantauan di lapangan, pengerjaan saat mulai fokus pada pemasangan aksesoris seperti pemasangan keramik dan pengecatan. Sementara pembangunan fisik gedung sudah selesai yang mana bangunan dua twin blok telah berdiri tegak di pinggir jalan menuju kawasan Teluk Pandan. Puluhan pekerja terus gesah menyelesaikan dua gedung rusunawa itu.

“Iya akhir tahun sudah harus selesai ini, makanya harus digesa. Pekerjaan tinggal ini saja. Pemasangan keramik sampai cat,” ujar Jimi, seorang pekerja.

Pihak BP Batam sebelumnya mengakui jika pembangunan rusunawa tersebut rampung akhir tahun ini.

“Ini program dari Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk menyediakan rumah sewah murah kepada pekerja di Tanjunguncang dan sekitarnya. Akhir tahun sudah rampung,” ujar Humas BP Batam Andi Antono, beberapa waktu lalu.

Sesuai dengan rencana yang ada, rusunawa tersebut terdiri dari dua twin blok seperti yang sudah dibangun itu dengan total rumah sebanyak 244 unit.

Rampungnya pembangunan rusunawa itu disambut baik oleh kalangan pekerja galangan di Tanjunguncang. Mereka berharap agar biaya sewa rusun tersebut benar-benar murah sehingga bisa dijangkau oleh kalangan pekerja. “Bagus itu tapi kalau boleh ya jangan mahal-mahal sewanya nanti. Namanya sewah murah ya harus benar-benar murah dan tidak salah sasaran,” harap Hartono, warga Kampung Cunting yang lokasinya tak jauh dari pembangunan Rusunawa tersebut. (eja)

Pemko Batam Anggarkan Rp 290 Miliar untuk Infrastruktur 2018

0

batampos.co.id – Ambisi Pemerintah Kota (Pemko) Batam untuk mengebut pembangunan infrastruktur terbaca dalam anggaran tahun depan. Infrastruktur masih jadi fokus utama program pembangunan pemko dalam beberapa tahun terakhir.

Dalam Nota Keuangan APBD 2018, disebutkan besaran anggaran infrastruktur yang dikucurkan Pemko Batam mencapai Rp 290 miliar. Anggaran ini terdiri dari pembangunan dan peningkatan jalan jembatan sebesar Rp 207,4 miliar, peningkaan kebinamargaan Rp 39,1 miliar, pengendalian banjir Rp 32,6 miliar serta infrastruktur hinterland yakni Rp 10,5 miliar.

“Anggaran pembangunan infrastruktur ini menjadi kegiatan di Dinas Bina Marga Sumber Daya Air Batam,” kata Ketua Komisi III DPRD kota Batam, Nyanyang Haris Pratamura, Minggu (3/12).

Adapun pembangunan dan peningkatan jalan dibagi untuk beberapa wilayah. Wilayah satu meliputi Bengkong dan Batuampar dialokasikan Rp 8,9 miliar, semisal peningkatan jalan Simpang kuda ke simpang Bengkong seken sebesar Rp 7,2 miliar. Untuk wilayah dua meliputi Batamkota sebesar Rp 15,3 miliar serta wilayah tiga yakni Lubukbaja sebesar Rp 108 miliar.

Sementara itu untuk program peningatan kebinamargaan terdiri dari pembangunan lampu penerangan jalan umum sebesar Rp 4,8 miliar, pembangunan lampu highmast Rp 1,2 miliar dan pembangunan lampu hias sebesar Rp 1,9 miliar. Ada lagi biaya operasional alat berat Dinas Bina Marga Sumber Daya Air Rp 8,8 miliar dan pemeliharaan rutin alat berat Rp 1 miliar.

Untuk program pembangunan infrasturktur dan sarana prasarana hinterland sendiri terdiri dari peningkatan jalan sebesar Rp 3,5 miliar, pembangunan jembatan beton wilayah hinterland Rp 5,1 miliar, pembangunan lampu penerangan jalan umum Rp 1,12 miliar serta pemeliharaan lampu penerangan jalan umum di hinterlan sebesar 766 juta.

“Anggaran pembangunan infrasturtur bersumber dari APBD 2018, dana alokasi khusus dan dana luncuran 2018,” jelas Nyanyang. (rng)

Rp 11,2 Miliar untuk Tambah Tiga Alat Berat

0
Excavator jenis amfibi milik Bina Marga Kota Batam  F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Pemko Batam menganggarkan Rp 11,2 miliar untuk penambahan tiga alat berat di Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2018. Penambahan alat berat itu diperuntukan untuk mengatasi permasalahan banjir di kota Batam.

“Tahun ini melalui dinas bina marga sumber daya air kita anggarkan untuk menyelesaikan masalah banjir,” kata Ketua Komisi III DPRD Batam, Nyanyang Haris Pratamura, Minggu (3/12).

menurut dia, Komisi III selalu besinergi untuk pengawasan mitra kerjanya. Ketiga alat berat itu adalah dua unit long arm excavator dan satu unit excavator amfibi. “Apa saja yang jadi aspirasi masyarakat, pelan-pelan kita selesaikan,” terang Nyanyang.

Kepala Dinas Bina Marga Sumber Daya Air Pemko Batam, Yumasnur mengatakan, pengadaan alat ini bertujuan menambah kekuatan untuk penanganan banjir. Alat berat ini digunakan untuk proses normalisasi drainase, parit, dan pekerjaan lainnya.

Diakui Yumasnur, dari enam alat berat yang baru didatangkan dinilai belum bisa mencakup semua kawasan banjir. Untuk itu, pihaknya kembali mengusulkan untuk pengadaan tiga alat berat lagi di Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2018.

“Diperkirakan Maret atau April sudah datang alatnya,” ujar Yumasnur.

Sebelumnya, Pemko sudah menggelontorkan Rp 12 miliar lebih untuk enam alat berat.

Ia menambahkan, penanganan banjir memerlukan waktu yang tidak sebentar. Meskipun titik banjir lama beberapa diantaranya sudah diatasi. Namun muncul lagi titik baru akibat pembukaan lahan sehingga sedimentasi jadi cepat menumpuk.

“Selain itu perilaku sebagian masyarakat membuang sampah sembarangan juga menimbulkan banjir,” ucap dia. (rng)

Harga Turun, Namun Cabai Mulai Langka

0
Rianti, 35, pedagang cabai di Pasar Fanindo, Tanjunguncang, Batuaji menjual per kilogramnya Rp 80.000, Sabtu (2/12). Harga cabai mengalami kenaikan dari Rp 40.000 dari biasanya. Kanaikan ini akibat musim penghujan dan banjir di Pulau Jawa ditambah lagi gunung Agung di bali. F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Harga cabai merah kriting di pasaran tradisional Batam sempat meroket beberapa hari lalu. Sekilonya dihargai Rp 80 ribu oleh pedangang. Namun, Minggu (3/12) harga cabai mulai merangsur turun di pasar pagi Tos 3000, Jodoh. Harga yang ditawarkan pun beragam, mulai Rp 50 ribu hingga Rp 60 ribu sekilonya.

Meski harga turun, ternyata cabai merah di pasar tersebut mulai langka. Dari puluhan pedagang yang biasa jualan cabai, sekarang hanya tinggal beberapa saja.

Murni, salah satu pedagang mengatakan harga cabai turun dibanding hari (Sabtu, red) sebelumnya. Harga itu diberikan oleh pemasok cabai.

“Ini harganya (cabai, red) sudah turun. Tapi susah nyarinya, yang jual pun sedikit,” ujar wanita dari Jawa ini.

Para pedagang diduga tak menjual cabai karena harganya yang mahal beberapa waktu lalu. Namun, ternyata harga cabai turun.

“Mungkin pedagang lain mikir cabai masih mahal, makanya banyak tak jual,” imbuh wanita ini.

Dikatakannya, karena harga mahal maka banyak warga yang memilih beli seperempat atau setengah kilo. Beda dibandingkan jika harga cabai dibawah Rp 30 ribu.

“Sekarang pembeli belinya dikit-dikit. Kadang ada yang minta Rp 5000, kami nggak mungkin nolak, jadi kasih alakadarnya saja,” ujar Murni.

Menurut dia, tak hanya cabai merah kriting saja yang langka, cabai rawit, cabai setan dan cabai hantu yang biasanya menjamur dipasar kini sulit didapat. Hanya beberapa pemasok yang menawarkan itu pun dengan jumlah sedikit dan langsung diborong oleh pedagang lainnya.

“Kalau cabai rawit apalagi cabai setan, jangan ditanya. Itu tak ada masuk beberapa hari ini. Kalau ada, itu pasti sedikit,” beber Murni.

Sedangkan harga tomat dan kentang asal Medan turun dibandingkan biasa. Sekilonya tomat dan kentang Medan ditawarkan dengan harga Rp 9 ribu-Rp 10 ribu sekilo.

Sementara, untuk harga ayam potong masih tetap tinggi yakni Rp 35 ribu perkilonya. Namun, ada juga pedagang yang menjual ayam potong ukuran besar Rp 25 ribu perkilo. Harga itu diobral dan diserbu oleh ibu-ibu rumah tangga.

“Harganya murah karena ukuran ayamnya besar. Kalau ayam potong agak kecil masih Rp 35 ribu sekilo,” ujar Endang pedagang ayam.

Di pasar tradisional Mitra Raya Batamcenter, harga cabai juga ditawarkan Rp 60 ribu perkilonya. Begitu juga dengan cabai rawit Rp 50 ribu perkilo.(she)

Trail Adventure di Sambas, Jelajahi Surga di Ekor Borneo

0
ilustrasi. F Cecep Mulyana/Batam Pos

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menggoda wisman asal Malaysia melalui pintu Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat (Kalbar) lewat One Day-AMTC Trail Adventure, Jelajah Batas Negeri, Surga di Ekor Borneo, 2-3 Desember 2017.

Para crosser di event ini diajak menjelajahi tempat-tempat wisata yang alamnya masih sangat terjaga. Selama sekitar 6 jam perjalanan, 100 peserta, 15 peserta diantaranya dari Malaysia ini melewati Pantai Camar Wulan, Pantai Bahari Teluk Atung, Pantai Maludin dan Pantai Temajuk serta desa-desa sekitar.

Ketua panitia, Erwanto mengatakan, event adventure yang didukung Kemenpar ini sengaja dibuat untuk memperkenalkan destinasi wisata yang ada di desa Temaji dan sekitarnya. Event yang akan menjadi kegiatan tahunan ini akan terus ditingkatkan kualitasnya agar makin diminati warga negara tetangga.

“Kami sengaja membuat event adventure. Peserta harus melewati rintangan tapi tetap menikmati pemandangan alam yang indah. Di Pantai Bahari Teluk Atung, ini salah satu pesisir pantai terpanjang di Indonesia pasirnya sangat lembut. Sedangkan di Pantai Temajuk ada rintangan bebatuan. Pantai ini mirip Tanjung Tinggi di Belitung banyak batu besar-besar juga,” tutur Erwanto, Sabtu (2/12).

Sementara, penasehat lomba, Subhan Nur mengapresiasi dukungan yang diberikan Kemenpar. Menurutnya, Sambas yang merupakan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) perlu sinergi semua pihak untuk pembangunan dan promosinya.

Di menyebut, program crossborder yang digaungkan Kemenpar merupakan promosi yang tepat. Namun dirinya berharap dukungan dari pihak lainnya merespon serius hal ini, khususnya terkait infrastruktur.

“Sambas tidak bisa dikembangkan hanya mengandalkan APBD, harus ada sentuhan langsung dari pemerintah pusat. Jalan paralel sudah dalam proses pembangunan, tinggal infrastruktur penunjang yang harus dipersiapkan untuk mengangkat pariwisata di Sambas,” ujar pria yang juga anggota DPRD Provinsi Kalbar ini.

Dia mencontohkan, Sambas, khususnya Temajo yang berbatasan langsung dengan Malaysia, sangat potensial menarik wisman Malaysia. Yang dibutuhkan selain kemudahan akses, juga jaringan internet dan perbankan.

“Internet sangat diperlukan untuk mempromosikan wisata di sini. Internet juga bisa membuat masyarakat lebih kreatif. Sedangkan ATM, ini agar pengunjung bisa menghabiskan uangnya di sini. Karena wisatawan itu tidak mungkin mau bawa uang cash banyak. Tapi dengan adanya ATM, mereka bisa lebih tenang,” jelas Subhan.

Di hari dan lokasi yang sama juga digelar event lomba mancing mania, lomba fotografi, dan panggung hiburan yang diisi pentas kesenian budaya dan live music. Tentu itu menjadi magnet untuk promosi wisata setempat. Dan melihat peluang yang ada, Kemenpar berniat untuk memaksimalkannya.

“Selain wisata budaya dan alam, salah satu potensi wisata yang bisa mendulang banyak wisatawan ya konsep sport tourism. Konsep ini memadukan antara aktivitas olahraga dengan aktivitas turisme. Saya senang event sport tourism semacam ini diselenggarakan, karena bisa meningkatkan sektor pariwisata. Ajang ini kita support,” ujar Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Esthy Reko Astuti didampingi Kepala Bidang Wisata Perjalanan Insentif Hendri Karnoza.

Hendri menambahkan, Kemenpar akan memaksimalkan aspek promosi sebagai bagian dari kampanye “Wonderful Indonesia”. “Sport tourism itu yang besar bukan efek secara langsungnya, justru efek yang tidak langsung lah yang memiliki value atau nilai besar, seperti media value, bantuan rekan-rekan wartawan semua mempromosikan event ini,” kata Hendri.

Menpar Arief Yahya mengapresiasi penyelenggaraan event sport tourism ini. Menurutnya, event Motorcross Lintas Batas yang merupakan sport tourism ini mempunyai nilai pemberitaan (news value) yang tinggi sehingga menjadi sarana promosi efektif serta memberikan dampak langsung (direct impact) pada ekonomi masyarakat termasuk pula mendorong percepatan pembangunan infrastruktur di Sambas.

“Sambil mengembangkan pulau terluar (baca: terdepan, red), dan daerah perbatasan yang harus maju secara ekonomi. Dan pariwisata bisa dijadikan sarana untuk memajukan ekonomi mereka,” ujar Menpar Arief Yahya.(*)

Festival Durian Sinapeul 2017, Mari ke Majalengka

0

Festival Durian Sinapeul 2017 digagas oleh Pemerintah Kecamatan Sindangwangi, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.

Bukan hanya Durian, pesona Majalengka juga akan tersaji di acara yang dijamin seru ini.

Festival yang juga didukung Kementerian Pariwisata (Kemrnpar) ini akan berlangsung pada 9 hingga 10 Desember 2017, tepatnya di Pasar Ikan Regional Desa Lengkongkulon, Kecamatan Sindangwangi, Majalengka.

Acaranya dijamin paten. Apalagi selain durian lokal Sinapeul yang dihadirkan, para wisatawan juga akan disuguhkan dengan acara-acara menarik. Seperti Pameran, Pertunjukan, Games dan Bazaar.

“Ada juga Helaran, atau yang dalam bahasa Sunda artinya adalah arak-arakan, parade, atau pawai. Pada helaran ini nantinya akan ada suguhan penampilan seni dan berbagai kreasi lainnya,” ujar Deputi Bidang Pengembangan dan Pemasaran Pariwisata Nusantara, Kementerian Pariwisata, Esthy Reko Astuti.

Esthy mengatakan, pihaknya mendukung penyelenggaraan “Festival Durian Sinapeul 2017” sebagai bagian dari upaya promosi pariwisata. Khususnya mengangkat Kawasan Wisata Sindangwangi atau yang biasa dikenal dengan nama “Kawitwangi”.

Banyak potensi yang bisa digarap di Sindangwangi ini, termasuk sektor argowisata. “Diharapkan Festival ini akan menjadi promosi pariwisata berbasis kreatifitas masyarakat di Kabupaten Majalengka Provinsi Jawa Barat,” ujar Esthy didampingi Kepala Bidang Promosi Wisata Budaya Kemenpar, Wawan Gunawan.

Lebih lanjut Wawan Gunawan mengatakan, Sindangwangi merupakan Kecamatan dengan potensi Pariwisata berlimpah yang berada di belahan Timur wilayah Kabupaten Majalengka Provinsi Jawa Barat.

“Festival ini berisi rangkaian pameran produk olahan durian, crafts, game, Durian lokal, pertunjukan budaya, dan Promosi Wisata Sindangwangi,” ujar Wawan.

Kecamatan Sindangwangi sendiri dikatakannya memang memiliki potensi yang besar untuk agro wisata, khususnya durian. Sebab di Sindangwangi terdapat hamparan kebun durian yang luasnya mencapai 16 hektar, dan terkonsentrasi di satu Desa Ujungberung.

Selain itu juga tersebar dibeberapa kebun milik masyarakat di desa-desa yang berada di wilayah Kecamatan Sindangwangi dan menghasilkan produk durian lokal unggulan yang cukup dikenal yaitu Durian Sinapeul.

“Tujuan diadakannya Festival Durian Sinapeul selain mengembangkan potensi wisata Sindangwangi, tapi tujuan utama tentu saja lebih memperkenalkan Durian Sinapeul ke masyarakat Indonesia dan internasional,” ujarnya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menyambut baik rencana penyelenggaraan Festival Durian Sinapeul 2017. Festival ini dikatakannya akan memperkaya Kabupaten Majalengka, dan Jawa Barat pada umumnya sebagai destinasi yang komplit.

Seperti diketahui, Jawa Barat selama ini dikenal dengan ragam potensinya di sektor budaya. Jawa Barat juga menarik dengan keindahan alamnya.

“Dan kini Jawa Barat juga dikenal dengan agro wisata, khususnya durian,” ujar Menpar Arief Yahya.

Lebih lanjut ia mengatakan, dengan acara ini diharapkan popularitas durian Sinampeul bakal makin dikenal. Ia mengatakan, kuliner bisa menjadi salah satu bentuk diplomasi budaya dan juga pariwisata ke dunia luar.

Ia mencontohkan bagaimana durian montong asal Thailand yang begitu dikenal. Banyak wisatawan pun yang kemudian memburunya.

“Setiap daerah harus dapat mengangkat potensi lokal yang dimiliki. Melalui festival ini, Kabupaten Majalengka telah memperkenalkan lagi salah satu potensinya,” ujar Menpar Arief Yahya.(*)

Satu Rumah Warga Hangus Terbakar

0
Ilustrasi. Foto: dok JPNN

batampos.co.id – Rumah milik Rosadi yang terletak di Gang Kembangan, RT 001/ RW 004 Parit Benut, Jalan Letjen Soeprapto, Kelurahan Sei Raya, Kecamatan Meral hangus terbakar, Sabtu (2/12) pukul 20.00 WIB. Saat peristiwa ini terjadi, pemilik rumah bersama istri sedang tidak berada di rumah. Namun, saat kejadian ada satu orang anaknya yang berkebutuhan khusus tinggal di rumah tersebut.

”Berdasarkan keterangan warga sekitar yang melihat peristiwa kebakaran ini bahwa api diperkirakan berasal dari belakang rumah dan semakin membesar. Kemudian, terus menjalar keseluruh bangunan. Agus Hendriansyah, anak pemilik rumah saat itu memang sedang ada di dalam rumah, hanya saja karena berkebutuhan khusus, tidak bisa berteriak,” ujar Kapolsek Meral, AKP Syaiful Badawi.

Meski demikian, katanya, warga melihat Agus Hendriansyah telah ke luar dari rumah. Sementara itu, masyarakat lain yang tinggal disekitar rumah tersebut bersama-sama berusaha memadamkan api. Tidak lama kemudian, dua unit mobil pemadam kebakaran datang dan berhqasil memadamkan api. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun, polisi bersama masyarakat sempat mencari keberadaan Agus Herdiansyah.

”Pada saat itu, masyarakat bersama polisi dan orang tua sempat mencari-cari dimana keberadaan Agus Hendriansyah. Dan, tidak lama kemudian, anak pemilik rumah berhasil ditemukan di Simpang Mutiara. Lokasi tempat ditemukannya cukup jauh dari rumah. Penyebab kebakaran masih belum dpat dipastikan, diduga akibat korsleting arus litrik. Kerugian materil mencapai ratusan juta rupiah,” papar Badawi. (san)

Padang Indian Ocean Music Festival, Menikmati Sajian Musik Sunset di Jembatan Siti Nurbaya

0

Padang Indian Ocean Music Festival (PIOMFest) 2017 yang akan berlangsung pada 8 hingga 10 Desember 2017. Acaranya dijamin oke. Penampilnya musisi klasik dari sejumlah negara Asia. India, Singapura, Jepang dan Indonesia.

“Ada empat negara yang akan hadir di festival ini. Semuanya akan menghadirkan musisi musik klasik terbaiknya,” ujar Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenpar Esthy Reko Astuti, yang didampingi Kabid Promosi Wisata Alam Hendry Noviardi.

India misalnya. Mereka akan menampilkan dua musisi klasiknya, Nikhil Patwardhan dan Partha Mukherjee. Sedangkan Jepang menampilkan Seiki Onizuka.

“Selain Jepang dan India, Singapura malah memboyong cukup banyak pemusik. Mulai dari Ms Tan Su-Hui, Sophy, Ms Tan Su-Min, Clara, dan Mr Ng Chee Yao. Semuanya adalah musisi musik etnik yang sangat famous di negaranya,” ujar Esthy.

Sementara tuan rumah Indonesia menampilkan sejumlah grup musik. Seperti Arastra asal Bengkulu, Talago Buni (Sumbar), Riau Rhytm Chambers (Pekanbaru), Taufik Adam (Jakarta), dan De Tradisi (Medan).

“Selain itu, Gazal Himpunan Keluarga Muhadan (Padang). Balega (Padangpanjang), Sanggar Seni Dayung Dayung (INS Kayu Tanam), serta Komunitas Seni Nan Tumpah (Padang),” paparnya.

IORA atau Indian Ocean Rim Association sendiri adalah organisasi negara-negara yang berada di sepanjang Samudera Hindia. Kota Padang adalah satu titik dari 21 negara yang bersentuhan dengan Samudra Hindia. Ditambah lagi dengan enam negara mitra. Seperti Jepang, Cina, Prancis, dan lain-lain.

Bagi Esthy, kehadiran empat negara di tahun pertama Festival ini sudah sangat menggembirakan.

“Baru pertama kali digelar, empat negara berpartisipasi. Ini luar biasa. Kota Padang tegaskan diri sebagai jaringan IORA,” lanjut Esthy

Esthy pun optimistis, ia yakin acara ini bakal menjadi atraksi yang kuat. Wisatawan akan tergoda untuk datang.

Esthy memang tidak asal bicara. Ibarat Nasi Padang dengan lauknya yang lengkap, inilah suguhan yang juga lengkap. Semuanya komplit. Musik, pemandangan indah, kuliner lezat, ditambah temaram lampu, akan membuat suasana begitu hangat.

Seluruh pemusik akan tampil di panggung terbuka POIMFest 2017 dan menghibur penikmat musik. “PIOMFest ini akan menjadi agenda tahunan di Kota Padang,” lanjut Esthy.

Sementara Hendry Noviardi menambahkan, pertunjukan musik etnik ini dimainkan selama tiga hari. Mulai Jumat (8/12) pukul 20.00 WIB hingga 22.30 WIB. Sedangkan pada Sabtu dan Minggu (9-10/12), digelar mulai pukul 15.30 WIB hingga 22.30 WIB.

“Pertunjukkan ini dapat dinikmati pengujung tanpa dipungut biaya,” sebut Henry.

Bicara soal Jembatan Siti Nurbaya, inilah salah satu ikon wisata yang ada di Kota Padang, Sumatera Barat. Jembatan besar ini berada di atas Sungai/Muara Batang Arau. Jembatan ini juga menghubungkan kota tua Padang dengan Taman Siti Nurbaya, tempat yang konon katanya menjadi lokasi Siti Nurbaya dimakamkan.

Mengunjungi lokasi ini memang lebih baik saat matahari terbenam. Melihat detik demi detik matahari kembali ke peraduannya akan menjadi momen yang sangat menyenangkan.

Usai matahari terbenam, para penjual makanan kuliner khas Padang giliran yang akan menggoda. Satai Padang, Jagung Bakar, Teh Talua, adalah deretan makanan yang siap menggoyang lidah.

Jika ingin menikmati suasana sekitar jembatan juga bisa. Anda akan disuguhkan deretan bangunan tua di sekitar jembatan.

Ke arah pusat kota tak jauh dari Jembatan Siti Nurbaya, anda bisa menjangkau deretan pusat oleh-oleh. Salah satu yang paling terkenal adalah keripik balado Christine Hakim.

Menteri Pariwisata Arief Yahya tak kalah antusiasnya dengan acara ini. Ia mengapresiasi kehadiran festival yang dikombinasikan dengan deretan potensi pariwisata lokal.

“Ini menjadi tambahan atraksi baru di kota Padang , membangun platform industri musik di Samudera Hindia. Bila dikemas dengan standar global, akan menjadi daya tarik wisata global juga,” kata Menpar Arief Yahya

Ia selalu melihat sebuah kegiatan itu dari dua sisi. Cultural value dan commercial value. Bahasa mudahnya, semua potensi, kegiatan, dan atraksi harus memberi dampak ekonomis yang konkret bagi masyarakat.

Untuk itu, bagi Menpar Arief, hukumnya wajib untuk memberikan dukungan untuk kegiatan musik ini.

“Musisi-musisi yang tampil sangat keren dan level dunia. Sama menariknya dengan pariwisata Indonesia. Penikmat musik etnik, jangan sampai ketinggalan acara yang satu ini. Ayunkan langkah segera ke Padang,” ajaknya.(*)

863 Santri Diwisuda

0
Bupati dan wakil Bupati saat melakukan proses wisuda santri. F. Tri Haryono/Batam Pos.

batampos.co.id – Sebanyak 863 santri dan santriwati di lima kecamatan Pulau Karimun diwisuda oleh Bupati Karimun Aunur Rafiq didampingi Wakil Bupati Anwar Hasyim di halaman rumah dinas Bupati Karimun, Minggu (3/12).

Dari total 1.006 santri santriwati yang telah lulus belajar Taman Pendidikan Al-Quran (TPQ) se-Kabupaten Karimun di tahun 2017 ini. “Selamat kepada anak-anak ku santri dan santriwati. Teruslah belajar mengaji, walaupun sudah diwisuda,” pesan Aunur Rafiq.

Dikatakan, walaupun wisuda santri dan santriwati secara swadaya dari orangtua. Tidak menjadi alasan, untuk terus memberikan dukungan kepada anak-anak agar dapat meningkatkan pemahaman terhadap isi kandungan Al Quran. Sehingga, saat melanjutkan sekolah hingga jenjang perkuliahan nanti bisa menjadi benteng keimaman anak tersebut.

“Maklum zaman sekarang, kalau tidak dibekali agama anak-anak kita akan salah langkah. Zaman terus berubah, seiiring dengan perkembangan dunia yang tanpa batas, apapun bisa terjadi kepada anak-anak kita,” tuturnya.

Selain itu kata Rafiq juga, telah berjanji secara bertahap ditahun berikutnya akan memperhatikan kesejahteraan guru-guru TPQ yang diwadahi oleh Badan Musyawarah Pengurus dan Guru (BMPG). Sebab, saat ini belum bisa menaikan insentif para guru-guru TPQ tersebut dikarenakan defisit anggaran.

“Saya bersama Pak Wakil Bupati telah berkomitmen untuk memperhatikan guru-guru TPQ. Tapi harap bersabar dahulu,” ungkapnya.

Sementara Ketua TPQ Kabupaten Karimun Zaini mengungkapkan, dari 1.006 santri santriwati se Kabupaten Karimun, hanya 863 orang yang diwisuda dengan rincian kecamatan Karimun 258, Meral 236, Meral Barat 162, Tebing 104, dan Buru 103.
“Wisuda ini atas peran serta orangtua. Sehingga terlaksanakan, wisuda secara masal dari berbagai TPQ yang ada di lima kecamatan,” singkatnya.

Pantauan di lapangan, walaupun sebelum dilaksanakan wisuda cuaca turun hujan namun tidak surut semangat para santri santriwati menunggu untuk diwisuda oleh Bupati Karimun. ” Banggalah, anak saya diwisuda oleh Bupati Karimun,” kata Eddy sambil berfoto bersama dengan Bupati dan anaknya.(tri)