Rabu, 1 April 2026
Beranda blog Halaman 12624

Long Weekend, Desa Wisata Pentingsari Kebanjiran Tamu

0

Liburan long weekend Maulid Nabi yang jatuh di awal bulan menjadi berkah bagi pariwisata. Tempat-tempat wisata di seluruh tanah air pun ramai dikunjungi wisatawan.

“Tiga hari berturut-turut, Jumat, Sabtu, Minggu libut itu sesuatu banget, buat industri pariwisata,” ungkap Arief Yahya.

Dia berharap cuaca ekstrem tidak terlalu mengganggu aktivitas travelling.

“Silakan berwisata budaya, alam, atau buatan. Enjoy your holiday!” sebut Arief Yahya. Tak terkecuali tempat wisata seperti yang berada di Sleman, Yogyakarta.

Salah satunya Desa Wisata Pentingsari. Desa Wisata pemenang Indonesia Sustainable Tourism Award 2017 kategori Green Bronze ini kebanjiran seribuan tamu dari 30 November. Baik yang datang berkegiatan (field trip) maupun yang menginap (live in).

Ada beberapa rombongan besar tamu menginap. Tanggal 30 November-1 November rombongan dari Desa Wisata Panglipuran melakukan studi banding pengelolaan desa wisata. Bersamaan dengan rombongan Panglipuran ini ada pula 200 orang mahasiswa Universitas Santa Darma Yogya yang melakukan live in.

Kemudian ada juga family gathering keluarga GKBI sebanyak 50 orang. Lalu satu rombongan dari SMA Al Azhar 3 Jakarta yang berkegiatan di Jogja sejak 29 November hingga 2 November. Sebanyak 199 siswa beserta guru pendamping dan pengurus komite sekolah ini pun menginap di Pentingsari.

Rombongan lainnya, Trah S. Wirjomihardjo dari Surabaya, Jawa Timur. Rombongan Trah S. Wirjomihardjo ini ada 80-an orang.

Sabtu (2/12) pagi ada dua group field trip masing-masing 120 orang dan 60 orang. Kemudian sore harinya ada 120 orang lagi dari Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY).

Selama di Pentingsari, siswa Al Azhar melakukan berbagai kegiatan. Selain melakukan wawancara dengan warga sekitar dan menyusun laporan kegiatannya, mereka juga mengikuti kegiatan harian tuan rumah homestay tempat mereka tinggal.

“Kelompok kami lakukan survei mengenai kripik jamur sebagai tugas sekolah. Kelompok yang lain temanya lain. Senang bisa merasakan keramahan warga di sini,” tutur M Aksan, salah seorang siswa Al Azhar.

Sedangkan Trah S Wirjomihardjo memiliki agenda utama mengadakan pemilihan ketua. Pemilihan berlangsung di Pendopo Tengah dilakukan setelah mereka kembul bujono (makan bersama). Rombongan keluarga ini juga “pesta” bakar jagung usai pemilihan ketua berlangsung.

Dengan rombongan tamu kelompok besar yang menginap ini, suasana malam di Pentingsari pun terlihat semarak. Jalan-jalan kampung ramai dengan lalu-lalang sekelompok siswa yang mengerjakan tugas kelompoknya.

Pengelola Desa Wisata Pentingsari Doto Yogantoro terlihat sibuk berkordinasi dengan sejumlah pengurus. Mereka berbagi tugas sesuai dengan bidangnya masing-masing.

Serombongan ibu terlihat menyiapkan konsumsi bagi tamu, beberapa pemuda memandu tamu menuju homestay, yang lain pun menyiapkan peralatan sound system yang dibutuhkan tamu dan sebagainya.

“Semua terlibat. Tidak hanya yang terlihat di Pendopo ini. Yang di rumah pun menyiapkan kamar homestay untuk tamu. Kemudian memberikan layanan pada tamunya, termasuk menyiapkan sarapan pagi. Kami batasi maksimal seribu tamu dalam sehari dengan kegiatan berbeda. Kenyamanan tamu yang kami utamakan,” urai Doto.

Keterlibatan masyarakat itulah yang membuat Pentingsari menjadi rujukan pengelolaan wisata berbasis masyarakat. Bahkan oleh organisasi pariwisata dunia PBB atau UNWTO, Desa Wisata Pentingsari ditunjuk sebagai salah satu pilot project program Community Based Tourism dan Sustainable Tourism Development (Pembangunan Pariwisata Berkelanjutan).

Di tengah kesibukan menerima tamu, pengelola Desa Wisata Pentingsari terus meningkatkan pelayanan dan kenyamanan. Peningkatan kapasitas homestay salah satunya.

“Pemilik homestay kami minta berbenah. Dan 6 Desember ini penghargaan lomba homestay internal ini kami umumkan,” tandas Doto. (*)

Cuti Bersama, Pelayanan Masyarakat Harus Tetap Buka

0

batampos.co.id – Pemerintah Republik Indonesia telah menerbitkan Keputusan Bersama Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi nomor 707 tahun 2017. nomor 256 tahun 2017, nomor 01/skb/Menpan-RB/09/2017 tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama tahun 2018.

Dalam keputusan bersama tiga menteri, disepakati hari libur nasional dan cuti bersama tahun 2018 sebanyak 21 hari. Di mana, 16 hari libur nasional dan 5 hari cuti bersama Hari Raya Idul Fitri dan Hari Raya Idul Adha.

Adapun, rincian Hari Libur Nasional tahun 2018 yakni 1 Januari atau Tahun Baru 2018 Masehi), 16 Februari atau Tahun Baru Imlek 2569, 17 Maret atau perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1940), 30 Maret atau peringatan Wafat Isa Al Masih, 14 April atau peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW, 1 Mei peringatan Hari Buruh Internasional, 10 Mei Kenaikan Isa Al Masih, 29 Mei Hari Raya Waisak 2562, 1 Juni peringatan Hari Lahir Pancasila, 15-16 Juni perayaan Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriyah.

Menanggapi hal ini, Bupati Bintan Apri Sujadi mengatakan, pihaknya akan segera menyosialisasikan ke organisasi perangkat daerah di pemerintahan kabupaten Bintan. Selain hal itu, menurutnya, yang penting adalah jadwal hari libur nasional dan cuti bersama tahun 2018 tidak menganggu berbagai pelayanan di masyarakat.

“Meskipun Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama, namun tugas dan fungsi aparatur khususnya yang menyangkut pelayanan hajat orang banyak harus tetap berjalan dan tetap buka, misalnya pelayanan kesehatan di puskesmas dan rumah sakit umum daerah kabupaten Bintan harus buka,” tegasnya. (cr21)

Purwakarta Diserbu 4 Juta Travelista

0

Berbagai langkah cerdas yang diambil Pemkab Purwakarta membuat industri pariwisata makin berkibar.

Setidaknya, hal itu terlihat dari jumlah wisatawan yang berkunjung ke Purwakarta.
Pemkab mengklaim empat juta wisatawan menyerbu Purwakarta pada 2017. Jumlah itu lebih banyak dari target yang dipatok, yakni tiga juta travelista.

Melonjaknya kunjungan wisatawan tak lepas dari gerak cepat Pemkab Purwakarta membangun dan memoles destinasi wisata.
Kabid Pariwisata, Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan Budaya (‎Disporaprbud) Kabupaten Purwakarta Heri Anwar mengatakan, destinasi wisata di daerahnya berjumlah 45.

Destinasi-destinasi itu tersebar di hampir seluruh kecamatan. Menurut Heri, jumlah destinasi wisata di Purwakarta bertambah 13 selama dua tahun.
“‎Pada 2015 lalu, destinasi wisata yang ada hanya 32 lokasi. Setiap tahun ada penambahan. Sampai saat ini sudah ada 45 lokasi wisata. Kebanyakan wisata alam. Selebihnya kuliner serta wisata religi,” kata Heri.

Salah satu destinasi yang menjadi tujuan wajib wisatawan saat berlibur ke Purwakarta adalah Taman Sri Baduga. Air menari yang soft launchingnya diluncurkan Menpar Arief Yahya itu diharapkan terus melakukan improvisasi dan makin baik.

Belajar dari pertunjukan dengan menggunakan media air di danau West Lake atau XiHu di Hangzhou, sekitar 1 jam dari Shanghai, China. “Mereka bisa menciptakan tarian dan performance di atas air dengan sangat istimewa, itu bisa dijadikan inspirasi,” papar Arief Yahya Menpar RI.

Menurut Heri, sekitar 30 ribu wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, mengunjungi Taman Sri Baduga setiap pekan.
“‎Itu yang datang ke Taman Sri Baduga saja. Belum yang ke lokasi wisata lainnya,” tambah Heri.

Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi pun tak menampik andil Taman Sri Baduga dalam mendatangkan wisatawan.
“Air mancur menari ini memang sudah menjadi ikon Purwakarta. Masyarakat awam sampai Presiden Jokowi juga sudah melihat air mancur ini,” ujar Dedi.

Di sisi lain, Pemkab Purwakarta juga akan menyulap 16 desa menjadi desa wisata. Di antaranya, Desa Pesanggrahan dan Sukamulya di Kecamatan Tegalwaru. Ada juga Desa Sindang Panon, Cihanjawar, dan Cipeundeuy di Kecamatan Bojong.

“Potensi pariwisata di setiap desa itu berbeda. Ada basis kuliner, wisata alam, panjat tebing, dan wisata air. Makanya, kami inventarisasi,” kata Dedi.

Pemkab Purwakarta juga terus memperbaiki akses dan amenitas di destinasi wisata.
Sesuai rumus Menteri Pariwisata Arief Yahya, akses dan amenitas merupakan unsur 3A untuk memajukan pariwisata tanah air. Satu unsur lainnya adalah atraksi.

“Lokasi wisata Gunung Parang, misalnya. Selain hotel gantung, kami tambahkan toilet khusus wisatawan. Jadi, tidak toilet umum lagi. Fasilitas lain berupa akses jalan dan rumah makan pun segera kami bereskan,” imbuh Dedi. (*)

Festival Kora-Kora Hidupkan Wisata Bahari Ternate

0

Kota Ternate memiliki beragam cara untuk mendongkrak potensi wisata bahari.

Salah atraksi paling dinanti setiap tahun adalah, Festival Perahu Kora-Kora.

Pada 2017, Festival Kora-kora memasuki tahun ke-7. Dinas Pariwisata Ternate sengaja memilih kora-Kora karena perahu ini bagian dari sejarah Ternate di masa lalu. Festival ini menjadi cara Pulau Seribu Benteng ini melestarikan budaya.

Kora-Kora nama perahu perang khas Kesultanan Ternate. Zaman Kesultanan Ternate, Kora-Kora menjadi kendaraan perang untuk menalukkan musuh sekaligus memperluas jajahan Kerajaan Ternate.

Kemudian, masa kolonial VOC perahu Kora-Kora digunakan untuk Pelayaran Hongi atau Ekspedisi Hongi, suatu bentuk pelayaran dengan tujuan menjaga monopoli rempah-rempah termasuk Hak Ekstirpasi, hak memusnahkan pala dan cengkeh.

Sejarah panjang Kora-Kora menjadi inspirasi Dinas Pariwisata Ternate membuat event pariwisata reguler setiap tahun. Selain ramai pengunjung, gelaran ini sukses menggaet minat promotor wisata menghelat expo/ pameran untuk plesir ke Ternate.

Deputi Pengembangan Pariwisata Nusantara, Esthy Reko Astuti menilai, Festival Kora-Kora di Ternate bukan cuma atraksi budaya, tetapi memiliki nilai sejarah di masa lampau untuk mengundang wisatawan .

“Festival ini mempromosikan Kora-Kora sebagai bagian penting sejarah dan budaya masa lalu di Ternate. Sebagai bagian dari budaya, atraksi ini tentu sangat menarik kunjungan wisatawan,” ujar wanita berkacamata ini.

Budaya masih memegang peranan penting sektor pariwisata di Indonesia. Dia menjelaskan ,60 persen wisatawan mancanegara ke Indonesia karena budaya, 35 persen karena alam, dan 5 persen karena faktor buatan seperti meeting, incentive, conference, dan exhibition (MICE), wisata olahraga, dan hiburan.

Menurut Esthy, Ternate terletak di lokasi strategis jalur perdagangan dan jasa menuju ke Indonesia Timur sehingga membuat sektor wisata Ternate memiliki nilai tambah dari daerah lain di ujung timur nusantara.

“Festival Kora-Kora bisa menjadi daya tarik sendiri bagi sebelum berkunjung lebih jauh ke Maluku Utara. Potensi ini sangat besar bagi Ternate untuk mengembangkan sektor parwisata sekaligus meningkatkan sektor perekonomian, karena Ternate ini terletak di lokasi sangat startegis, “ ucap Esthy.

Tahun ini, Festival Kora-Kora dipusatkan di kawasan Land Mark Pantai Ternate atau Alun-Alun Kota Ternate. Kegiatan Festival Kora-Kora beraneka ragam mulai dari lomba dayung perahu kora-kora, peserta hanya bermodal dayung dan peralatan keselamatan seperti life jacket sedangkan untuk perahu kora-kora akan disiapkan oleh Disbudpar Ternate. Festival ini semakin lengkap dengan lansekap pemandangan Gunung Gamalama di kota Ternate.

Meski event ini sudah cukup populer di Ternate, namun Wali Kota Ternate, Burhan Abdurahman menilai event ini masih terlalu singkat dan minim atraksi. Dia berjanji, tahun depan bakal membuat festival serupa namun dengan jangka waktu lebih panjang.

“Tahun depan, kami bakal merancang event ini bakal lebih lama dan menantang. Kami akan buat peserta mengelilingi pulau Ternate sepanjang kurang lebih 10 km. Nanti kami juga membedakan antara kapal kora -kora Sultan dan para hulubalang. Selain menarik, tentu event ini ke depan bakal lebih panjang.” papar Burhan.

Terpenting, dari seluruh rangkaian Festival Kora-kora, bagi Menteri Pariwisata, Arief Yahya ini mampu membangkitkan sektor perekonomian masyarakat.

“Culture values harus ada tiap daerah. Terpenting itu harus ada economic value. Ternate terletak di lokasi startegis, sektor pariwisata di Ternate harus memberikan dampak perekonomian besar bagi masyarakat . Ternate harus menjadi pemain utama untuk menggerakkan sektor pariwisata di Indonesia Timur,”kata Menpar Arief Yahya.(*)

Kapal Pengangkut Ikan Tabrak Karang

0
Ilustrasi

batampos.co.id – Kapal pengangkut ikan Kapal Motor (KM) Dayang Samudra tenggelam di perairan Letung. Sabtu (2/12) sekitar pukul 14.00 WIB. KM. Dayang Samudera yang bermuatan sekitar 6 ton ikan basah tersebut karam setelah bertolak dari Pelabuhan Letung  menuju Pelabuhan Kijang Kabupaten Bintan lantaran diduga menyerempet karang setelah berjalan sekitar 500 meter dari pelabuhan Pemda Letung.

“Setelah lambung kiri kapal serempet karang, langsung bocor sehingga kapal milik Kiapok yang dinahkodai oleh Hairuddin bersama lima ABK lainnya secara perlahan kapal tenggelam,” ungkap Kapolres Kepulauan Anambas AKBP Junoto, Minggu (3/12).

Junoto, mengatakan, dalam Kejadian tersebut tidak memakan korban jiwa tapi cukup mengehbohkan warga setempat. Meski tidak ada korban jiwa, tapi kerugian material diperkirakan mencapai Rp 500 juta.

Mengetahui hal itu, tambah Junto, Kapolsek Jemaja yakni Iptu Roswandi, Dan Posal Jemaja Letda Arif Budiman bersama masyarakat dan nelayan melakukan evakuasi korban dan muatan kapal, pada saat dilakukan evakuasi tidak ditemukan korban jiwa.

Salah seorang saksi mata yang enggan  namanya  dipubilkasikan mengatakan, ketika mengetahui ada kapal tenggelam, kepolisian dan Angkatan Laut serta Masyarakat langsung berupaya unttuk melakukan pertolongan dengan menggunaka pompong untuk menjemput korban.

“Selain menjemput korban, masyarakat bersama-sama menevakuasi ikan yang sudah dikemas dalam fiber dari dalam air. Hasilnya ada sekitar 63 fiber ikan alhamdulillah berhasil diselamatkan,” imbuhnya. (sya)

667 Perusahaan Nunggak Iuran BPJS Ketenagakerjaan

0
batampos.co.id – Petugas Pengawas BPJS Ketenagakerjaan Cabang Tanjungpinang, Nico Alfian mengatakan sampai saat ini sebanyak 667 perusahaan masih menunggak pembayaran iuran BPJS Ketenagakerjaan.
Hal ini membuktikan masih minimnya kesadaran perusahaan untuk menyelesaikan kewajiban, demi memperhatikan kesejahteraan para pekerjanya.
“Terhitung dari data terbaru kami, sampai per 15 november, 667 perusahaan masih nunggak dalam membayar kewajibannya,” jelas Nico, belum lama ini.
Melihat kondisi ini, pihaknya pun sudah memberikan surat pemberitahuan kepada perusahaan bersangkutan untuk segera membayarkanya. Namun jika tidak dihiraukan, pihaknya juga sudah menggandeng Kejaksaan, Dinas Tenaga Kerja dan kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang ( KPKNL) dengan MoU untuk melaksanakan penagihan.
“Kita sudah menggandeng MoU dengan kejaksaan, Dinas Tenaga Kerja dan KPKNL. Setidaknya per tanggal 30 Oktober sudah tertagih 1,3 miliar oleh Kejati dan Kejari Tanjungpinang 138 juta,” sebutnya.
Ia juga menegaskan perusahaan yang telah terdaftar dalam keikutsertaanya sebagai BPJS Ketenagakerjaan dan telah memotong gaji pekerja namun tidak menyetorkan iuran kepada BPJS Ketenagakerjaan dapat dikenakan pidana kurungan 8 tahun penjara serta denda 1 miliar.
Hal itu sesuai dengan undang-undang nomor 24 tahun 2011 pasal 19. Dimana undang-undang tersebut mengatur soal kepesertaan perusahaan pada BPJS Ketenagakerjaan.
“Undang-undang tersebut mengatur perusahaan yang tidak menyetorkan iuran namun sudah memotong upah karyawan untuk iuran BPJS maka dapat dikenakan pasal 55-nya dengan denda 1 miliar kurungan penjara 8 tahun,” tegas Nico.
Nico menambahkan dari Data BPJS, untuk cabang Tanjungpinang ini terdapat total tunggakan sebanyak 2,1 miliar pertanggal 30 November 2017.
Mereka merupakan perusahaan yang terdaftar dan memiliki izin usaha berbentuk PT, CV, Yayasan, Yayasan Sekolah dan juga perusahaan perorangan.
Memang untuk di Tanjungpinang lebih banyak perusahaan perorangan seperti halnya Warnet, PS, toko Klontong dan bentuk usaha mikro lainya.
BPJS Cabang Tanjungpinang sendiri rata-rata perbulan dapat menerima penyetoran iuran dari sejumlah perusahaan yang terdaftar sebanyak 6,7 miliar perbulan. Tunjangan itu mulai dari Jaminan Haritua (JHT), Jaminan K‎ematian (JKM), Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan pensiun. (cr20)

Perkuat Pemahaman Hukum, Pemprov Gelar Bimtek

0
Kepala Biro Hukum Kepri, Heri Mokharizal foto bersama panitia penyelenggara Bimtek Penyusunan Produk Hukum Daerah. F. Biro Hukum Kepri untuk Batam Pos.

batampos.co.id – Pemerintah Provinsi Kepri melalui biro hukum terus berupaya meningkatkan pemahaman hukum bagi ASN Kabupaten/Kota yang ada di Kepri. lewat bimbingan teknis penyusunan produk hukum daerah yang digelar, Rabu-Kamis (29-30/11) lalu di hotel BCC, Batam ASN Kota Batam dan Tanjungpinang menjadi target pembekalan.

“Bimtek ini adalah salah satu upaya untuk meningkatkan kapasitas ASN khusunya dalam penyusunan produk hukum daerah yang pada kesempatan ini peserta seluruh OPD dilingkungan pemerintah kota Batam dan pemerintah kota Tanjungpinang,” ujar kepala biro hukum Pemprov Kepri Heri Mokhrizal Minggu (3/12) di Tanjungpinang.

Bimtek ini difokuskan pada perspektif hukum dalam penyusunan produk hukum daerah. Maksudnya adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman aparatur dalam penyusunan produk hukum daerah. Menurut Heri kegiatan ini dilakukan secara berkala di tujuh kabupaten/kota di Kepri.

Kegiatan Bimtek juga difokuskan pada tata cara dalam penyusunan Ranperda, Perkada dan Keputusan kepala daerah. Lebih lanjut katanya, tujuan dari kegiatan kemarin adalah untuk meningkatkan aparatur yang profesional dan kompeten dalam penyusunan produk hukum daerah sehingga melahirkan produk hukum daerah yang berdaya guna dan berhasil guna.

“Aparatur bidang hukum punya peran strategis dalam membantu kepala daerah untuk menghasilkan produk hukum yang tepat, tutup Heri.

Sementara itu, Ketua Penyelenggara, Justimar menambahkan, materi-materi yang menjadi topik dalam kegiatan Bimtek Penyusunan Produk Hukum Daerah adalah Pedoman Penyusunanan Peraturan Daerah (Propemperda) Narasumber dari DPRD Kepri. Kemudian ada juga materi tentang Penyusunan Naskah Akademis yang disampaikan Pejabat Biro Hukum Kepri.

Masih kata Justimar, pada Bimtek kemarin juga dipaparkan Teknik Penyusunan Produk Hukum Daerah berdasarkan UU Nomor 12 Tahun 2011 dan Permendagri nomor 80 Tahun 2015. Adapun narasumbernya adalah pejabat Kanwil Hukum dan HAM Kepri. Sedangkan Penguatan tugas dan wewenang Gubernur sebagai wakil pemerintah pusat di daerah dalam pembinaan dan pengawasan penyusunan produk hukum di kabupaten/kota. Narsumbernya adalah pejabat biro hukum pemprov Kepri.

“Kita berharap melalui bimtek ini bisa memperkuat peran biro hukum dalam penyusunan produk hukum dilingkungan pemerintah kab/kota se-Prov Kepri yang merupakan tugas dan wewenang Gubernur sebagai Wakil Pemerintah pusat dalam pembinaan dan pengawasan produk hukum di daerah. Sebagaimana diamanatkan di dalam UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang pemerintahan Daerah,” ujar Justimar.(jpg)

Cegah Penularan HIV/AIDS di Kalangan Pelajar

0
Ilustrasi penderita HIV/AIDS. Foto: istimewa

batampos.co.id – Pencegahan penyebaran HIV/AIDS diyakini akan jauh lebih efektif jika bisa dilakukan sejak dini. Karena itu, Dinas Kesehatan Kepulauan Riau menggelar sosialisasi yang melibatkan ratusan pelajar di pelataran Gedung Gonggong, Tanjungpinang, Minggu (3/12) pagi.

Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah menilai, sudah semestinya bahaya virus ini diketahui para pelajar. Dengan pengetahuan yang baik tentang virus ini, baik itu gejala maupun penyebarannya, diharapkan para pelajar bisa menjaga diri agar tidak terjangkiti virus yang belum ditemukan obatnya ini. “Agar mereka paham, tahu, dan mengerti bagaimana dampak dari penderita HIV/AIDS,” ujar Lis.

Pada kesempatan itu, Lis juga menegaskan kembali betapa penyebaran HIV/AIDS bisa ditekan jikalau ada dukungan semua lapisan masyarakat. Khusus bagi pelajar, dengan mengetahui sumber penyakit itu, sejak awal sudah bisa dihindari atau diantisipasi. Pencegahan paling efektif adalah dilakukan bekerja sama dengan keluarga yang merupakan orang terdekat.

“Komitmen dalam diri kalian semua, jauhi narkoba dan pergaulan bebas. Bentengi diri dengan iman dan taqwa, yakinlah kalian akan maju menjadi generasi muda yang berhasil di masa depan,” pesan Lis.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Tanjungpinang, Rustam pernah menjelaskan bahwasanya kasus HIV yang ditemui di Tanjungpinang masih cukup tinggi. Terutama pada temuan kasus baru. Hal ini mengidentifikasi masih adanya penularan yang terjadi di Tanjungpinang. “Tapi banyak juga yang jumpa sudah AIDS,”lanjut Rustam.

Hingga September kemarin, jumlahnya mencapai 73 kasus yang tersebar di seluruh kecamatan. “Bisa dipastikan masing-masing kecamatan ada ODHA (Orang dengan HIV/AIDS),” ujar Rustam.

Dari 73 kasus ini sebanyak 54 persen merupakan kalangan pelanggan. Lalu diurutan kedua penderitanya yakni ibu rumah tangga yang mencapai 24 persen. Sementara 12 persen lainnya merupakan kalangan pekerja seks. Kemudian hubungan laki-laki terhadap laki-laki sebanyak empat persen. Dan waria sebanyak tiga persen.

Sementara itu dari klasifikasi jenis kelamin HIV/AIDS yang terjadi pada kalangan lelaki sebanyak 57 persen. Dan 43 persen lainnya kalangan perempuan.

“Kalau untuk usia justru didominasi usia produktif,” papar Rustam.

Dari himpunan data, sebanyak 77 persen penderitanya merupakan kalangan berusia 25-49 tahun. Sementara 11 persen terjadu pada penderita di rentang usia 15-24 tahun. Delapan persen terjadi di kalangan usia lebih dari 59 tahun. Tiga persen terjadi pada penderita usia kurang dari empat tahun. Dan satu persen terjadi pada penderita usia 5-14 tahun. (aya)

Radio Bintan Lahirkan Talenta Baru

0
 KABAG Kominfo Hasfi Handra foto bersama para juara Dangdut Academy 2 Radio Bintan di Pujasera Taman Kota Kijang, Sabtu (2/12) malam. F. Kominfo Bintan untuk Batam Pos

batampos.co.id – Sebanyak 16 finalis meramaikan acara grand final Dangdut Academy 2 Radio Bintan di Pujasera Taman Kota Kijang, Sabtu (2/12) malam.

Camat Bintan Timur Rusli yang membuka acara itu mengungkapkan, Bintan memiliki potensi musisi berbakat khususnya di genre dangdut. Sebagai daerah dengan ciri khas Melayu yang begitu kental, tentu tidak asing lagi jika Bintan memiliki banyak talenta
muda sebagai bibit-bibit bintang masa depan dangdut Indonesia.

“Penyanyi-penyanyi Bintan saya yakin tidak kalah dengan daerah lainnya di luar sana. Apalagi jika mereka diberikan wadah dan bimbingan untuk mengembanhkan bakat yang ada,” ungkapnya.

Hal senada juga disampaikan Kabag Kominfo Hasfi Handra yang juga Direktur Utama Bintan Radio 96,5 Fm. Dirinya menegaskan sejatinya kompetisi ini digagas untuk memberikan wadah bagi musisi-musisi dangdut daerah untuk bisa menunjukkan kemampuannya.

“Kita tidak muluk-muluk, kita cuma ingin segala bakat yang ada bisa dikembangkan semaksimal mungkin. Banyak sekali bakat yang kita punya, buktinya peserta yang mendaftar bahkan datang dari beberapa daerah di luar Bintan,” terangnya. (cr21)

Bangun Kreativitas, Kawal dengan Keimanan

0
Gubernur Kepri Nurdin Basirun bersama anak-anak saat lomba mewarnai, Minggu (3/12). F. Humas Kepri untuk Batam Pos.

batampos.co.id – Gubernur Nurdin Basirun mendorong para orang tua untuk terus membangun kreativitas anak-anaknya. Selain itu, mereka juga harus diberi laman untuk berinovasi. Tapi, semua itu harus dikawal dengan iman dan taqwa.

“Para orang tua, marinkita binbing anak-anak untuk semakin kreatif dan inovasi. Saya tahu anak-anak Kepri pinar dan pandai, tinggal kita mengarahkan semua menjadi lebuh baik,” kata Nurdin saat menghadiri pameran foto pembangunan di Mega Mal, Batam Center, Ahad (3/12) petang.

Gubernur menghadiri puncak pameran foto yang mengusung tema Memperkuat Silaturahmi dan Konektivitas Hati untuk Membahagiakan Kepri. Pameran ini diselenggarakan sejak 1 Desember 2017. Pameran yang disaksikan lebih dari 7.500 orang itu ingin menyampaikan pesan-pesan aktivitas pemprov Kepri selamat tahun 2017 ini.

Tampak hadir pada puncak pameran itu Sekdaprov Kepri H TS Arif Fadillah, Ketua Dharma Wanita Kepri H Rosma Rini Arif Fadillah, Asisten Pemerintahan Raja Ariza, Asisten Administrasi Umum Muhammad Hasbi, Kadis Kominfo Guntur Sakti. Hadir juga anggota DPRD Kepri Thomas Suprapto dan Sukri Fakhrial.

Pada kesempatan itu, Gubernur Nurdin berpesan agar anak-anak mengisi liburan dengan hal-hal yang bermanfaat. Berlibur dengan menambah kreativitas dan beraktivitas yang menambah ilmu pengetahuan.

Sekdaprov Arif Fadillah juga menambahkan bahwa Pemprov selalu memberi dorongan supaya anak-anak Kepri bisa berkreativitas pada hal-hal yang positif. Karena, anak-anak inilah yang akan menerajui pembangunan negeri ini kedepannya.

“Kita dorong agar anak-anak kita ini mengisi pembangunan dengan hal-hal positif yang penuh dengan kreatifitas,” kata Arif.

Arif berterima kasih kepada para guru yang selalu mengajarkan hal-hal yang positif dalam rangka mengembangkan potensi generasi penerus bangsa. Pemerintah Provinsi Kepri berharap dalam semua pengajaran selalu melibatkan iman dan takwa.

“Semoga anak-anak Kepri sehat dan akan sukses semuanya dan ikut berperan serta dalam pembangunan di Provinsi Kepulauan Riau,” kata Arif.

Pada pameran foto ini, sebanyak 250 foto aktivitas Gubernur, Sekdaprov, Ketua LKKS Hj Noor Lizah Nurdin Basirun, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kepri Hj Risma Rini Arif, dan aktivitas DPRD Kepri. Di antara ribuan pengunjung itu beberapa di antaranya ada yang ingin membeli foto. Namun, aktivitas yang dipamerkan oleh panitia dijelaskan hanya untuk dipamerkan bukan diperjualbelikan.

Puncak pameran diisi dengan lomba mewarnai yang diikuti anak-anak TK dan PAUD. Sebanyak 486 peserta memenuhi atrium utara Mega Mall Batam Center. Panitia menyediakan hadiah utama untuk juara 1 hingga 6. Selain itu disediakan juga 12 hadiah hadiah berbakat. (bni)