Kamis, 21 Mei 2026
Beranda blog Halaman 12646

Bunga Kredit Tetap Bisa Turun

0

batampos.co.id – Bank Indonesia (BI) yakin ruang penurunan suku bunga kredit masih terbuka. Meskipun, suku bunga BI-7days reverse repo rate (BI-7DRRR) tidak berubah. Saat ini BI-7DRRR tetap 4,25 persen dengan suku bunga deposit facility 3,5 persen dan lending facility 5 persen. Kebijakan tersebut berlaku mulai 19 Februari 2018.

Deputi Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, sejak 2016 suku bunga BI-7DRRR sudah turun 200 basis points (bps). Namun, suku bunga kredit baru turun 150 bps. Transmisi penurunan suku bunga acuan ke suku bunga kredit menghasilkan rata-rata bunga kredit konsumsi 12,54 persen. Sedangkan bunga kredit investasi 10,51 persen dan kredit modal kerja 10,75 persen.

”Stance (sikap) BI terkait kebijakan moneter, dalam hal ini suku bunga, adalah cukup memadai atau konsisten sesuai inflasi yang tahun ini sasarannya 3,5 plus minus 1 persen (2,5–4,5 persen, red). Selanjutnya, akankah suku bunga kredit kita masih bisa turun? Ya, masih bisa,’’ ujarnya setelah rapat dewan gubernur BI, Kamis (15/2).

Gubernur BI Agus D.W. Martowardojo menambahkan, pelaku pasar mengantisipasi keputusan Bank Sentral AS (The Federal Reserve) untuk menaikkan suku bunganya tiga kali pada tahun ini. Era suku bunga rendah di negara maju seperti AS diperkirakan berubah naik mengikuti perkembangan perekonomian. Hal itu juga berdampak kepada suku bunga acuan di Indonesia.

’’Stance BI, kami yakini bahwa BI-7DRRR 4,25 persen itu sejalan dengan makroekonomi dan sistem stabilitas keuangan Indonesia yang stabil. Stance kami netral,’’ katanya.

Sementara itu, untuk kebijakan makroprudensial, BI cenderung pro pelonggaran untuk mendorong pembiayaan. Misalnya, mengeluarkan kebijakan mengenai pelonggaran giro wajib minimum rata-rata (GWM averaging) dan penghitungan rasio pembiayaan terhadap pendanaan atau financing to funding ratio (FFR). (rin/c4/fal/jpg)

Turis Singapura dan Malaysia Bertandang ke Batam

0
Penumpang kapal fery yang bearsal dari Singapur maupun Malaysia memadati pint kedatangan saat akan melakukan cap paspor saat tiba di Pelabuhan Internasional Batamcenter, kamis (15/2). Memasuki liburan Tahun Baru Imlek penumpang yang melalui pelabuhan Internasional Batamcenter mengalami peningkatan. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Ribuan turis asal Singapura dan Malaysia mulai membanjiri Batam sejak Kamis (15/2). Mereka bakal menghabiskan libur Imlek 2018 di Batam.

Kedatangan turis negeri jiran itu terpantau di sejumlah pelabuhan feri internasional di Batam, kemarin. Di antaranya di Pelabuhan Feri Internasional Batamcenter.

“Hari ini (kemarin) termasuk puncak kedatangan. Jumlah kedatangan meningkat lebih dari 100 persen dari hari biasa,” kata Kasi Operasional Pelabuhan Feri Internasional Batamcenter, Sobri, Kamis (15/2).

Sobri menjelaskan, pada hari-hari biasa jumlah kedatangan penumpang di pelabuhan tersebut rata-rata 5.000 orang. Namun sepanjang hari kemarin, kedatangan melonjak hingga 10 ribu lebih.

Sobri memperkirakan, puncak arus kedatangan penumpang ini akan berlanjut hingga hari ini, Jumat (16/2). “Malaysia dan Singapura sudah mulai libur. Ada yang datang memang untuk Imlek, ada juga yang hanya untuk berlibur,” paparnya.

Ia menjelaskan, melonjaknya jumlah penumpang ini membuat sejumlah operator kapal menambah jadwal keberangkatan kapal. Jika biasanya hanya empat kali pelayaran, maka mulai kemarin ditambah enam lagi jadwal keberangkatan.

“Jadi total ada 10 trip,” katanya.

Melonjaknya arus kedatangan ini menybabkan antrean panjang di konter Imigrasi Pelabuhan Feri Internasional Batamcenter. Bahkan antrean mengular hingga ke luar terminal kedatangan.

Pemandangan berbeda terlihat di terminal keberangkatan. Mulai pagi hingga menjelang siang, terminal keberangkatan pelabuhan terlihat sepi. Namun Sobri mengatakan, biasanya jumlah penumpang yang berangkat akan meningkat jelang sore hari.

“Warga Batam umumnya memilih merayakan Imlek dulu, baru ke luar negeri,” jelasnya.

Sementara General Manager Pelabuhan Feri Internasional Batamcenter Nika Astaga menambahkan, puncak arus penumpang di pelabuhan tersebut akan terjadi pada Minggu (18/2) nanti.

“Itu, penumpang yang datang-pergi sama-sama meningkat 100 persen lebih,” ungkap Nika. (nji)

Fitur Evaluasi Deputi Pangkas Waktu Perizinan

0
ilustrasi

batampos.co.id – Upaya untuk mempercepat perizinan lahan kini diupayakan hadir lewat sarana aplikatif yakni fitur Evaluasi Deputi yang terdapat dalam Line Management System (LMS). Dengan aplikasi ini, maka Deputi III BP Batam yang membidangi urusan lahan bisa dengan mudah mengevaluasi dokumen pengajuan perizinan lahan yang masuk kedalam sistem.

“Cukup lewat HP, sekarang tak perlu tandatangan lagi,” jelas Deputi III BP Batam, Dwianto Eko Winaryo belum lama ini.

Fitur Evaluasi Deputi mampu memuat berkas-berkas pengajuan yang masuk kedalam sistem LMS. Waktu melakukan simulasi, Eko menunjukkan ada pengajuan perpanjangan hak atas tanah yang masuk kepadanya.

“Saya bisa langsung evaluasi berkas, sebelum buat keputusan untuk menerima atau menolak pengajuan tersebut,” paparnya.

Jika luasan lahan menunjukkan angka 0 hektare maka akan dianggap mencurigakan, sehingga tak bisa diterima.”Jadinya saya menolak berkas tersebut,” katanya.

Jika sudah dievaluasi oleh Deputi, maka dalam fitur tersebut akan muncul tombol Setuju atau Ditolak. Dengan konsep yang tertuang dalam sistem ini, waktu untuk persetujuan berkas bisa dipangkas hingga paling lama satu hari.

“Setelah persetujuan dari Deputi dikantongi, izin lahan yang diajukan sudah bisa keluar. Ini upaya kami untuk percepat perizinan,” jelasnya.

Lalu mengenai verifikasi berkas juga menjadi semakin mudah. Selama ini pemohon izin mengupload berkas lewat sistem Batam Single Windows (BSW) dan mendapat nomor antrian. Butuh waktu sekitar dua minggu sebelum pemohon diminta membawa berkas fisik untuk proses verifikasi di BP Batam.

Jika berkas tak lulus verifikasi, pemohon harus pulang melengkapi izinnya, kemudian kembali mengambil nomor antrian melalui BSW. Sistem ini dianggap tidak efisien, karena membuat pengurusan izin jadi jauh lebih lama.

Sistem ini sekarang disederhanakan BP Batam. Setelah mengupload berkas lewat BSW, Kantor Pengelolaan Lahan langsung melakukan verifikasi. Setelah verifikasi rampung, barulah pemohon izin diminta membawa berkas fisiknya.

“Sekarang kalau masuk, langsung masuk ke dapur. Sehingga lebih cepat dan efisien,” paparnya.

Sedangkan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Real Estate Indonesia (REI) Batam, Achyar Arfan menyarankan agar pelayanan berbasis online terus ditingkatkan. Karena pada dasarnya tuntutan zaman meminta pelayanan semakin cepat, apalagi pada saat penundaan layanan tahun lalu sehingga banyak pengembang mengeluh.

“Yang terpenting BP Batam harus terus merealisasikan kinerja pelayanan berbasis online. Kami akan terus menunggu hasilnya,” pungkasnya. (leo)

Ponsel Ilegal Ditangkap di Batam, Dimusnahkan di Jakarta

0
Sri Mulyani dalam pemusnahan barang-barang ilegal di kantor Ditjen Bea Cukai (Uji Sukma/JawaPos.com)

batampos.co.id – Pemerintah memusnahkan barang-barang yang melanggar aturan kepabeanan dan cukai sebagai tindak lanjut Program Penertiban Impor Berisiko Tinggi (PIBT) dan Program Penertiban Cukai Berisiko Tinggi (PCBT), Rabu (15/2). Sebagian barang ilegal tersebut merupakan hasil penindakan di Batam.

Barang ilegal yang dimusnahkan di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Rawamangun, Jakarta Timur, kemarin antara lain terdiri dari ribuan ponsel, 142.519 botol minuman keras, 12.919.499 batang rokok, 1.008.624 keping pita cukai, 720 liter etil alkohol, dan 11.974 kemasan obat-obatan, kosmetik, dan suplemen ilegal.

“Barang-barang ilegal ini merugikan negara lebih dari Rp 45 miliar. Barang-barang masuk melalui kontainer impor ataupun yang berada di dalam pabrik dan jalur pelabuhan tikus, terutama di kawasan Sumatera,” ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, saat konferensi pers kemarin.

Menkeu juga merilis beberapa hasil tangkapan yang telah dilakukan DJBC, antara lain ponsel ilegal dan minuman keras (miras) ilegal. Penangkapan ponsel ilegal dilakukan di beberapa lokasi yang tersebar di Jakarta, Depok, dan Tangerang. Sementara, penangkapan miras ilegal dilakukan di Indragiri Hilir, Riau.

“Jumlah nilai barang yang akan dimusnahkan dan telah disita adalah untuk yang miras nilainya Rp 87 miliar. Ponsel ilegal kami akan memusnahkan 20.545 unit dari 1.208 kasus yang kami tindak. Nilai ponsel Rp 59,6 miliar dan estimasi kerugian negara Rp 10,3 miliar,” ujar Sri Mulyani.

Menurut Sri Mulyani, barang tersebut berasal dari impor maupun barang yang dibawa oleh penumpang secara ilegal atau barang kiriman. Lokasi penyitaan antara lain Jakarta, Mataram, Tanjung Perak, Batam, Entikong, dan Bali.

Menurut catatan DJBC, setiap tahunnya, penindakan yang dilakukan oleh Bea Cukai meningkat signifikan. Jumlah penindakan DJBC secara nasional sepanjang 2016 sebanyak 14.890 kasus, dan pada 2017 sebanyak 24.337 kasus. Jumlah tersebut meningkat 70 persen dari tahun sebelumnya.

“Keberhasilan seluruh tangkapan ini tidak lepas dari kerja sama DJBC dengan Polri, TNI, Kejaksaan, serta kementerian atau lembaga dan instansi terkait lain,” beber Sri Mulyani.

Tindakan penertiban tersebut disebut Sri Mulyani berdampak baik pada penerimaan pajak pemerintah dan industri dalam negeri. Sehingga dirinya berharap pengawasan semua pihak terus diperketat.

Tax base kita naik. Jumlah setoran naik 67 persen. Dari sisi pelaku penyelundupan merosot 37 persen, dan industri dalam negeri naik 30 persen,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan bahwa pemerintah sudah memberi kemudahan bagi pengimpor ponsel, sehingga seharusnya sudah tak ada lagi pelanggaran yang tak perlu.

“Sertifikasi yang biasanya 2 bulan sudah jadi 2 hari, dulu ada ppnbm sekarang udah nggak ada. Ke depannya kami akan kerja sama dengan Kemenperin terkait database Imei. Sehingga peredaran ponsel di Indonesia makin terkontrol,” ujar Rudiantara.

Dari sisi pengusaha sendiri, mereka sangat mendukung langkah pemerintah untuk mentertibkan peredaran ponsel ilegal. “Tidak adanya produk ilegal tentu akan membuat bisnis kita lebih baik,” ujar Ketua Asosiasi Ponsel Seluruh Indonesia (APSI) Hasan Aula.

Grup Industri Minuman Malt Indonesia (GIMMI) juga turut mengapresiasi tindakan pemerintah melakukan pemusnahan Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA) ilegal terbesar sepanjang sejarah.

“GIMMI berterima kasih atas semangat pemerintah dalam memberantas produk ilegal sehingga mampu menciptakan stabilitas ekonomi dalam negeri,” ujar Executive Committee Grup Industri Minuman Malt Indonesia (GIMMI) Bambang Britono.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menyebutkan bahwa pelaku usaha atau perusahaan yang terbukti melakukan pelanggaran akan dikenai sanksi tegas. Bagi yang melakukan penyelundupan kita telusuri importirnya begitu dapat izin akan dicabut.

“Dia tidak akan lagi pernah bisa melakukan aktivitas ekspor impor. Berlaku semua komoditi. Selanjutnya kita juga akan telusuri siapa pemegang saham dan komisarisnya, akan kita tindak juga,” tegas Enggar. (agf/jpg)

BPOM Bongkar Produsen Kosmetik Ilegal

0
Kepala BPOM, Penny Lukito menunjukan sejumlah produk kosmetik ilegal di kawasan Jakarta Barat, Kamis (15/2). (Istimewa)

batampos.co.id – Pabrik kosmetik ilegal dengan area edar seluruh Indonesia berhasil dibongkar. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyita barang bukti berupa bahan baku dan kosmetik siap edar senilai Rp 2,5 miliar. Seorang pelaku berinisial HS, 57, pemilik ruko tiga lantai di Jalan Jelambar Utama Raya, Jakarta Barat, ditetapkan sebagai tersangka.

Kondisi pabrik kosmetik itu jauh dari kata higienis. Bahan-bahan baku dicampur dalam panci sebesar tandon air di lantai satu yang penuh sesak dengan tumpukan barang. Campuran bahan untuk krim malam dan krim siang itu ditempatkan dalam galon air yang dipotong bagian bawahnya. Galon itu difungsikan sebagai corong untuk memasukan bahan-bahan itu ke dalam wadah lebih kecil yang siap edar.

Sedangkan di lantai dua difungsikan untuk pengemasan dan lantai tiga untuk menyimpan kemasan kosong. Dalam sepekan bisa diproduksi tak kurang 1.300 kemasan kosmetik siap edar.

Kepala BPOM Penny Kusumastuti Lukito mengatakan, pabrik kosmetik itu tidak memenuhi standar mutu. Mulai dari kondisi pabrik yang tidak higienis, tidak ada tenaga ahli kosmetik yang terlibat, serta menggunakan bahan-bahan berbahaya seperti merkuri. ”Formula campurannya pakai catatan seperti ini dari kardus,” ujar Penny, Kamis (15/2).
Dia lantas menunjukan potongan kardus usang yang ditulisi daftar bahan beserta jumlahnya. Di antara bahannya adalah asam stearat, gliserin, merkuri, lilin, paselin, konsentrat, dan TCA (tri chloroacetid acid).

Dari pemeriksaan awal terhadap tersangka HS, produk kosmetik yang dibuat terdiri atas krim malam, krim siang, sabun cair dan padat, serta toner rambut. Ada yang sudah dikemas dalam paket komplit disertai tas kecil merah muda dan dikemas dalam kardus. Merek yang terpasang pada kemasan antara lain HN, Natural 99, dan Ling Zhi. Ada pula yang dikemas dalam ember putih berukuran sekitar 20 liter yang juga siap jual.

”Omsetnya sekitar Rp 50-100 juta per pekan. Nilai barang yang ditemukan saat penggerebekan sekitar Rp 2,5 miliar,” ungkap Penny.

Kepala Balai Besar POM di Jakarta Dewi Prawitasari menambahkan, dari pemeriksaan awal terhadap HS, kosmetik itu telah dijual ke berbagai daerah. Bahkan ada yang dijual di mal. ”Kalau di mal yang dijual di booth itu,” kata dia.

Bukan kali ini saja BPOM menggerebek kosmetik ilegal di kawasan Jelambar. Dewi mengungkapkan sekitar dua tahun lalu ada pula penggerebekan distributor kosmetik ilegal siap edar di daerah tersebut.

”Sudah siap dikirim, dijual juga secara online,” ungkap dia.

Penangkapan terhadap tersangka HS itu atas laporan masyarakat. Petugas lantas menyelidiki dan menggerebek pabrik tersebut pada Rabu (14/2) malam. Selain tersangka HS sebagai pemilik, petugas juga memeriksa 13 karyawan sebagai saksi. Dari pengakuan HS, bisnis ilegal itu dijalankan sejak setahun terakhir. ”Para karyawan masuk sebelum subuh dan keluar pada malam hari sehingga tidak mudah dicurigai tetangga sekitar,” ujar seorang petugas yang turut dalam penggerebekan.

HS dijerat dengan pasal 196 dan pasal 197 Undang-Undang 36/2009 tentang Kesehatan. Ancaman hukumannya maksimal 15 tahun penjara dan atau denda maksimal Rp 1,5 miliar. (jun/agm/jpg)

Pelaku Usaha Yakin Ekonomi Batam Bangkit

0

batampos.co.id – Para pelaku usaha di Batam optimistis tahun baru Imlek 2569/2018 akan membawa banyak perubahan bagi sejumlah sektor di Batam. Terutama sektor ekonomi yang sempat terpuruk dalam beberapa tahun terakhir.

Tokoh pengusaha Batam Amat Tantosa yakin, di tahun baru Imlek dengan shio Anjing Tanah ini perekonomian Batam akan terdongkrak. Selain itu, sejumlah aspek usaha juga akan mengalami kemajuan.

“Kuncinya satu, kekompakan dan bisa koordinasi lintas pemerintahan di Batam,” kata Amat, Kamis (15/2).

Ketua Asosiasi Pedagang Valuta Asing (APVA) ini mengatakan, optimisme tersebut muncul karena ia menilai saat ini Pemko Batam fokus membenahi infrastruktur. Sementara Badan Pengusahaan (BP) Batam terus membenahi sistem layanan perizinan. Sinergi kedua instansi itu juga semakin baik.

“Pimpinan BP Batam juga mudah untuk diajak berdiskusi dan berkoordinasi membahas tentang sektor usaha di Batam,” ujar Amat.

Optimisme juga disampaikan Komisaris Utama Formosa Residence Tjoa Kian Hwa. Pria yang akrab disapa Arianto Chua mengaku yakin sektor usaha akan bangkit di tahun Anjing Tanah. Khususnya usaha sektor properti.

Senada dengan Amat, Arianto juga menilai Pemko Batam dan BP Batam memiliki komitmen yang sama dalam membangun Batam. Baik dari sektor perekonomian, infrastruktur, dan perbaikan di sisi pelayanan.

“Baik wali kota Batam maupun kepala BP Batam saat ini sudah sangat terbuka dan mau mendengarkan apa keluhan dan masukan dari para pelaku usaha di Batam,” ujar Arianto, kemarin.

Menurut Arianto, tahun Anjing Tanah identik dengan hewan penjaga. Artinya, pelaku usaha di Batam arus mampu menjaga eksistensinya dalam mengelola dan mempertahankan usahanya. Sekaligus mulai bangkit dan bersatu bersama pengusaha lokal lainnya di Batam.

“Sudah saatnya pengusaha di Batam ini harus kompak. Tak ada lagi saling sikut-sikutan,” katanya.

Sejumlah pekerja sedang melakukan bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Batu Ampar.
Foto Cecep Mulyana/Batam Pos

Ekspor-Impor Kepri Turun

Sementrara Badan Pusat Statistik (BPS) Kepri merilis, realisasi ekspor Kepri sepanjang Januari 2018 turun 15,7 persen jika dibandingkan Desember 2017. Penurunan terjadi hampir di setiap sektor. Baik minyak dan gas (migas) maupun non-migas semisal hasil industri, hasil pertanian, dan tambang.

Kepala BPS Kepri Panusunan Siregar mengaku, nilai ekspor migas Kepri pada Januari 2018 tercatat sebesar 297,55 juta dolar Amerika. Angka tersebut turun 7,29 persen dibanding Desember 2017.

Sementara ekspor non-migas sebesar 626,30 juta dolar Amerika sepanjang Januari 2018. Angka ini juga mengalami penurunan sebesar 19,19 persen dibanding Desember 2017.

Sektor non-migas memiliki andil terbesar dalam ekspor di Kepri. Yakni sekitar 67,79 persen dari total nilai ekspor. “Ekspor ke Singapura pada bulan Januari 2018 mencapai nilai terbesar yaitu 486,92 juta dolar Amerika dengan kontribusi mencapai 52,71 persen,” ujar Panusunan, Kamis (15/2).

Sementara itu nilai ekspor Januari 2018 terbesar melalui Pelabuhan Batu Ampar sebesar 296,38 juta dolar Amerika. Disusul Pelabuhan Sekupang 192,73 juta dolar Amerika, Pelabuhan Tarempa (Anambas) 181,27 juta dolar Amerika, Pelabuhan Kabil 126,74 juta dolar Amerika dan Pelabuhan Belakangpadang 112,5 juta dolar Amerika.

Serupa dengan ekspor, nilai impor Kepri pada Januari 2018 juga mengalami penurunan sebesar 15,41 persen, atau berada di angka 842,3 juta dolar Amerika. Selama Januari 2018 impor non-migas terbesar adalah golongan peralatan listrik dengan nilai 277,5 juta dolar Amerika atau 38,7 persen dari total impor non-migas.

“Negara pemasok barang impor terbesar pada Januari ditempati oleh Singapura dengan nilai 303,33 juta dolar Amerika, dengan konstribusi 36,01 persen,” sebutnya.

Sedangkan pelabuhan bongkar barang impor terbesar selama Januari adalah Pelabuhan Batu Ampar dengan nilai impor sebesar 408,26 juta dolar Amerika. Kemudian disusul Pelabuhan Sekupang dengan nilai 235,04 juta dolar Amerika.

“Konstribusi kedua pelabuhan ini mencapai 76,37 persen dari total impor,” terang Panusunan. (gas/rng)

Tergoda Lanzhou Lamian Satu-satunya

0

Robert Lai mengabarkan kesuksesan operasi itu ke keluarga saya di Surabaya yang sedang menata barang untuk dibawa ke Singapura keesokan harinya.

Malam itu juga saya dipindah ke ICU. Untuk dua malam. Ketika istri dan anak saya tiba, saya sudah di ICU. Sudah bisa bercanda.

“Bawa tajin?” canda saya ke istri yang pekan sebelumnya bikin tajin tiap hari.

“Alhamdulillah saya lolos lagi dari lubang kematian,” kata saya.

Istri saya hanya nyengir.

Keesokan harinya saya sudah boleh pindah ke kamar biasa. Perasaan saya nyaman. Indikasi di layar monitor juga baik.

Lusanya, pagi-pagi satu per satu selang dilepas. Rasanya lega sekali. Terutama setelah selang yang dimasukkan lewat lubang kemaluan dicabut.

Itulah selang untuk mengalirkan air kencing selama dioperasi.

Sebelum selang di kemaluan dicabut saya ketakutan tanpa alasan. Padahal saya pernah merasakannya di Tianjin.

Tidak sakit.

Tapi kali ini saya ingat ayah. Almarhum. Bayangan saya tiba-tiba tertuju ke penderitaan ayah.

Suatu saat, ayah saya dikateter seperti itu. Umurnya, saat itu, sudah hampir 80 tahun.

Ayah, sebenarnya tidak mau dibawa ke rumah sakit. Apalagi opname. Ayah selalu mengatakan sudah siap dipanggil Yang Maha Kuasa. Kapan saja.

Tapi saya masih melihat peluang sembuh. Saya masukkan RS.

Pagi-pagi darah berceceran di tempat tidur. Juga di lantai. Ayah ternyata mencabut paksa kateter itu tengah malam.

Pasti sakit sekali. Pasti menderita sekali. Ayah tipe orang yang tidak pernah mengeluh. Dia tahan semua jenis sakit seperti itu.

Perawat pada marah. Menyalahkan ayah saya. Saya cegah mereka agar jangan marah lebih lanjut.

Saya tahu ayah saya orang desa. Pelosok.

Dengan pengetahuan kesehatan yang minim. Beliau sangat taat beragama. Sangat menjaga diri dari najis.

Saya kira, dengan kateter di kemaluannya itu, ayah merasa dirinya kotor. Tidak suci. Tidak bisa berwudlu. Dan seterusnya. Saya memahaminya.

Saat kali ini suster menarik selang dari kemaluan saya, bayangan ayah yang lagi menarik paksa kateternya itu memenuhi pikiran saya. Aduh, ayah, alangkah sakitnya saat itu.

Setelah keluar ICU, Isna, anak saya, mengambil alih beberapa tugas Robert. Yang sudah tiga hari kurang istirahat.

Istri saya tinggal di hotel yang satu gedung dengan rumah sakit.

Hari kelima, saya sudah boleh meninggalkan rumah sakit. Saya pun gabung istri di hotel. Bisa tidur nyenyak. Tidak ada perawat yang tiap dua jam mengetuk pintu.

Keesokan harinya Isna bertanya: pengin makan apa. Sudah sekian lama saya hanya makan makanan rumah sakit. Atau makan makanan yang dikirim Meiling, teman baik saya lainnya di Singapura.

Meiling adalah teman lama sejak saya sakit di Tianjin. Dia kawin dengan orang Singapura. Menjadi warga negara Singapura. Kini dia sudah punya dua anak.

Suaminya, Daniel, seorang pengusaha besar. Sehari dua kali Daniel mengirim rantang masakan ke rumah sakit.

“Saya ingin makan mie,” jawab saya pada Isna. Tolong cari di internet di mana ada restoran Lanzhou Lamian. Sudah lama saya jatuh cinta pada Lanzhou Lamian.

Lanzhou adalah nama kota di wilayah barat Tiongkok. Yang mayoritas penduduknya muslim. Lamian berarti “mie tarik”. Mie tarik Lanzhou.

Isna tahu itu. Isna juga sangat suka Lanzhou Lamian. Dengan rasa daging sapinya yang khas.

Setiap ke Tiongkok Isna tahu di mana ada Lanzhou Lamian di kota yang dituju.

Saya sendiri walau sedang di AS sering mencari Lanzhou Lamian. Biasanya di China Town. Yang paling enak di Chicago!

Tentu saya sudah beberapa kali ke Lanzhou. Sudah tahu rasa Lanzhou Lamian yang paling asli.

“Hanya ada satu restoran Lanzhou Lamian di Singapura,” kata Isna sambil melihat layar HP.

Adanya di China Town. Kita ke sana. Naik mobilnya Robert Lai. Nisssan baru. Yang bisa diisi 6 orang.

Sepanjang perjalanan kepala saya ternyata terasa berat. Tengkuk saya tegang. Saya coba tahan. Saya diam saja sepanjang perjalanan.

Cuaca lagi jelek. Hujan rintik-rintik. Sudah lebih seminggu tidak ada matahari di Singapura. Hujan dan hujan. Sepanjang hari. Sampai ada banjir segala.

Dengan google map kami pun menemukan satu-satunya restoran Lanzhou Lamian.

Saya ingin juga minum teh China yang panas. Pas dengan kondisi badan saya yang lagi berat.

Kekecewaan pun datang. “Tidak ada teh yang Anda maksud” jawab pelayannya.

Aneh. Hanya ada satu jenis teh China di sini. Ya, sudah. Nurut saja.

Lalu saya pesan Lanzhou Lamian yang daging sapi. Itulah khasnya. Rasa dagingnya beda. Sapi sekali.

Sebetulnya itu bukan daging sapi, tapi daging semacam bison. Warna binatangnya seperti sapi tapi agak hitam. Bulu di bagian leher dan kepalanya lebat dan panjang. Tampak lebih menakutkan dari sapi biasa.

Di padang pasir sekitar Lanzhou banyak sekali sapi bison seperti itu.

“Tidak ada daging sapi di sini. Hanya ada ayam atau babi,” kata pelayan.

Hah? Tidak ada daging sapi? Bukankah Lanzhou Lamian tanpa daging sapi bukan lagi Lanzhou Lamian?

Sudah terlanjur duduk. Sudah kecewa dua kali. Tidak ada wulong tea dan tidak ada daging sapi. Ini restoran palsu, kata saya dalam hati.

Cita-cita sudah terlanjur tinggi. Bayangan makan Lanzhou Lamian terlanjur menitikkan air liur.

Kepala saya yang berat terasa kian berat. Saya hanya diam terpaku di situ. Sambil menyandarkan kepala ke dinding.

Orang satu meja mengira saya gondok karena kecewa. Yang benar: saya marah! Tapi yang lebih benar, saya lagi tidak sehat. Kondisi saya memburuk.

Begitu teh disajikan, ampuuuun, ini bukan Chinese tea. Tidak panas pula. Saya tambah menyandar ke dinding.

Begitu mie disajikan, ampun-ampun deh. Dari warnanya saja ini sudah palsu! Apalagi rasanya.

Posisi badan saya kian melorot. Tidak mau bicara. Tengkuk kian berat. “Saya bukan marah, tapi sakit,” kata saya pada Robert.

Robert berdiri meninggalkan meja. Saya tahu dia pasti cari obat. Mudah-mudahan minyak kayu putih atau minyak cap macam. Sahidin, sopir saya di Surabaya yang ikut ke Singapura, memijiti tengkuk saya.

Robert ternyata balik membawa koyok. Dia tempel berlapis di tengkuk dan punggung. Terasa hangat.

Kami pun pulang ke hotel. Dengan penuh kekecewaan dan penderitaan. Sepanjang perjalanan Isna melakukan kontak dengan dokter Benjamin. Menurut Isna, saya disarankan langsung masuk UGD di Farrer Park Hospital. Dokter ahli syaraf akan menyusul ke UGD. Namanya: Dr Mohammed Tauqeer Ahmad. Kelahiran New Delhi, pendidikannya di Inggris dan kini warga negara Singapura.

Benjamin punya logika sendiri mengapa ia mengirim ahli syaraf. Mungkin darah saya kekurangan cairan. Akibat operasi. Juga karena kurang minum. Mungkin juga karena tidak ada infus sejak keluar dari ICU.

Kami pun langsung ke UGD. Dibaringkan di tempat tidur UGD. Sakit saya hilang. Tapi begitu saya coba untuk duduk, sakitnya terasa lagi.

Sambil menunggu kedatangan dokter Ahmad saya terus berbaring.

Setelah melakukan pemeriksaan dokter Ahmad menyarankan agar saya opname lagi di rumah sakit. Yang baru saya tinggalkan tadi malam. Dia akan menginfus saya sampai tiga hari. Sekaligus menuntaskan demam saya yang suka timbul tenggelam. Sesekali temperatur saya masih mendekati 38.

Saya nurut. Masuk RS Farrer Park lagi. Di kamar yang sama.

Ngamar lagi.

Beberapa perawat menyambut saya dengan bergurau: welcome home!

“Welcome home!” Perawat rumah sakit menyambut Dahlan Iskan yang harus kembali opname setelah dinyatakan sembuh dari operasi beberapa hari.

 

 

Oleh Dahlan Iskan

Saran Dahlan Iskan untuk Sarjana yang Cari Kerja

0
Mantan Menteri BUMN, Dahlan Iskan saat memberikan kuliah umum di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Gadjah Mada, Kamis (15/2). (Ridho Hidayat/JawaPos.com)

batampos.co.id – Bagi mahasiswa yang baru lulus dari universitas, sangat penting dalam mempertimbangkan langkah awalnya di dunia pekerjaan. Karena itu akan membentuk jiwa yang dalam di setiap orang.

Hal tersebut dikatakan oleh mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Dahlan Iskan dalam kuliah umum ‘Membangun Semangat Pengusaha Muda yang Kreatif dan Inovatif dalam Menghadapi Tantangan di Era Globalisasi‘ di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (UGM) Jogjakarta, Kamis (15/2).

Dikatakannya perusahaan pertama yang dipijakkan oleh seseorang seusai kuliah akan memberikan warna sikap, jiwa, dan perilakunya.

“Karena Anda akan terpengaruh tempat perusahaan atau instansi itu, membentuk jiwa Anda yang sangat mendalam,” katanya.

Mantan Chief Executive Officer (CEO) Jawa Pos Group itu menyarankan, selepas kuliah, bekerja terlebih dahulu selama 1-2 tahun di perusahaan yang memiliki sistem bagus. Baru kemudian menentukan langkah berikutnya apakah akan mandiri atau tetap berkarier dengan memilih tempat yang lebih besar.

Dengan melangkahkan karier awal di perusahaan yang memiliki sistem bagus, maka ia pun akan mendapatkan pengaruh yang baik pula.

“Karena di situ merasa Anda masih hijau, merasa orang lain di perusahaan itu lebih berpengalaman, lebih pintar. Sehingga Anda akan cepat terpengaruh di perusahaan tempat di mana Anda bekerja pertama kali,” tuturnya.

Jangan sampai, lanjutnya, di awal karier hanya karena merasa bahwa perusahaan yang dipilih memberikan gaji besar atau lebih baik. Kenaikan pangkat yang cepat hanya dengan mengambil hati bos-nya, namun mempunyai sistem yang buruk.

Perusahaan seperti itu, menurutnya tidak akan membentuk apa-apa pada diri seseorang.

“Saya tahu perusahaan itu tidak bisa saya harapkan jangka panjang, saya tahu perusahaan itu pelit, saya tahu perusahaan itu tidak mudah menaikkan pangkat. Tetapi saya tahu perusahaan ini sistemnya bagus. Maka ambillah,” ucapnya.

Selain sistem yang baik, yang perlu diperhatikan bekerja di suatu perusahaan adalah orang yang ada di dalamnya. Menurutnya seseorang yang akan masuk bekerja harus mengetahui bos dari pemilik usaha itu bisa menjadi mentor atau panutan yang baik.

“Biarpun Anda tidak akan pernah ketemu dia (pemilik perusahaan), karena jarak yang terlalu tinggi. Beda dengan Anda yang sembarangan masuk (di suatu perusahaan) ternyata bos di situ otoriter, yang mengajarkan yang penting pokoknya untung, yang mengajarkan bahwa menggoreng saham itu baik, yang mengabaikan nilai etika, itu juga akan mewarnai,” ucapnya.

(dho/JPC)

Imlek, Polresta Barelang Siagakan 300 Personel di Berbagai Titik

0
Kapolresta Barelang Kombes Hengki, ketika memimpin apel di Mapolresta Barelang. (Boni Bani/JawaPos.com)

batampos.co.id – Imlek 2569 tahun 2018 telah tiba, Polresta Barelang menerjunkan 300 personel di sejumlah titik di Kota Batam.

Kapolresta Barelang Kombes Hengki menjelaskan, dari beberapa titik pengamanan, sejumlah vihara menjadi fokus utama yang harus diamankan petugas.

Pengamanan yang akan dilakukan, meliputi seluruh rangkaian kegiatan masyarakat dalam perayaan Imlek. Mulai dari sebelum perayaan, hingga nantinya seluruh rangkaian acara perayaan selesai.

“Salah satu bentuknya yakni, melakukan sterilisasi terhadap beberapa vihara yang akan digunakan dalam perayaan Imlek tersebut,” ujar Kombes Hengki, Kamis (15/2).

Hal itu, dilakukan untuk memastikan tidak ada gangguan. Terutama dari oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Pasalnya, belakangan ini, ada beberapa kejadian yang berkaitan dengan pengrusakan tempat ibadah.

Meskipun potensi kejadian seperti itu kecil kemungkinannya di Batam. Tetapi, pihak Polresta Barelang tetap waspada dan pengamanan akan tetap dilakukan.

Setidaknya, ada 16 vihara yang akan dijaga secara ketat selama rangkaian perayaan imlek.

“Kita akan siagakan petugas terutama di vihara yang memang menjadi pusat dalam perayaan ini,” ujarnya.

Untuk waktu pengamanan sendiri, Hengki menjelaskan, tim akan bertugas mulai Kamis (15/2) malam ini. Kendati perayaan imlek jatuh pada Jumat (16/2) besok, aktivitas atau rangkaian acara di vihara sudah mulai dilaksanakan sejak malamnya.

Kepada masyarakat yang merayakan, Hengki mengingatkan, untuk lebih berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan. Ia berharap, masyarakat bisa segera melaporkan apabila menemukan adanya gangguan keamanan di daerahnya masing-masing.

“Harus tetap aspek keselamatan, baik saat meninggalkan rumah, di jalan serta di tempat ibadah,” tandas Hengki.

(bbi/JPC)

Usut Tuntas Penambangan Pasir di Batam

0
Penambang pasir liar di belakang Perumahan Arira, Batu Besar, Nongsa. Foto: Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Pemerintah Provinsi Kepri menegaskan bahwa di Batam bukan merupakan daerah pertambangan dan tak ada satupun pihak atau perusahaan yang diberikan izin melakukan pertambangan seperti misalnya tambang pasir. Namun, hal itu seolah bertolak belakang dengan kondisi di Batam. Seperti pantauan Batam Pos di daerah Nongsa, Batubesar dan sebagian Kabil, tak jauh dari Kampung Jabi. Sudah puluhan hektar lahan tersebut sekarang ini jadi kubangan raksasa karena adanya aktivitas pertambangan pasir.

Hal tersebut menurut anggota Komisi III DPRD Batam, Jefri Simanjuntak, sudah saatnya pemerintah Kota Batam, dalam hal ini Walikota Batam mengambi sikap tegas untuk menginstruksikan penutupan tambang pasir se Batam.

“Seluruh tambang pasir di Batam itu ilegal semuanya. Tak satupun aktivitas tersebut, ataupun yang berembel-embel milik perusahaan tertentu itu legal, semua itu ilegal. Sebab, tak dibenarkan di Batam ini melakukan aktivitas pertambangan pasir,” ujar Jefri Simanjuntak.

Jefri berharap, Walikota Batam, Rudi mau dan serius untuk saatnya peduli dan memikirkan penutupan seluruh aktivitas pertambangan pasir di Batam. ‘

“Pertambangan pasri baik itu di Nongsa maupun Tembesi, saat ini mereka bebas sekali dalam beroperasi menyedos seluruh pasir darat. Padahal itu ilegal. Namun apa kenyataannya? Pemko Batam sebenarnya sudah tahu adanya aktivitas ilegal tersebut, namun hal itu seolah dibiarkan begitu saja, ada apa ini dengan Pemko Batam, dalam hal ini Dinas Lingkungan Hidupnya ,” tanya Jefri.

Sebenarnya, lanjut Jefri, tim saber pungli sendiri sudah bisa bertindak atau turun membongkar adanya kejanggalan terkait tetap beroperasinya aktivitas ilegal penambangan pasir darat di Batam.

“Ini penambangan pasir bukan berlansung satu atau dua tahun loh. Ini sudah berlangsung belasan tahun lamanya. Sudah saatnya aparat penegak hukum, dalam hal ini kepolisian bertindak mengusut tuntas keberadaan tambang pasir ilegal di Batam,” terang Jefri.

Jefri curiga, ada setoran ke oknum-oknum di Pemko Batam terkait langgengnya aktivitas penambangan pasir di Batam ini. Justru kalau tetap dibiarkan, hal itu akan menjadi pertanyaan masyarakat Batam, ada apa ini dengan pemerintahan di Batam dan aparat penegak hukumnya, dalam hal ini kepolisian dan PPNS nya.

“Anggaran untuk pengawasan terhadap keberadaan aktivitas penambangan pasir darat ilegal itu sudah ada loh. Jangan Pemko Batam beralasan, anggaran pengawasan untuk itu tak ada. Saya mencontohkan yang sederhana saja lah. Ini ada misalnya ada aktivitas ilegal seperti perjudian, atau pembuatan narkoba. Pemerintah tahu hal itu marak dan aktivitas itu sebenarnya dilarang, masak pemerintah dan aparat penegak hukum membiarkan begitu saja aktivitas ilegal yang dilarang itu beroperasi. Ini sama saja seperti itulah, membiarkan aktivitas ilegal beroperasi. Ada apa dengan Pemko Batam dan aparat penegak hukum di Batam,” tanya Jefri.

Jefri menegaskan, pihaknya dalam waktu dekat ini akan segera membahas mengenai marakanya penambangan pasir ilegal yang tetap dibiarkan beroperasi oleh Pemko Batam selaku pihak yang memiliki kewenangan penuh untuk menutup aktivitas itu.

“Sudah capek kami dari DPRD meminta Pemko Batam ambil tindakan tegas. Kalau sudah didesak dan masyarakat teriak, baru turun menangkap pemain pasir yang kecil kecil, itupun pekerjanya saja. Pemodalnya tak pernah tersentuh. Nanti setelah ada deal atau setoran ke oknum pemerintah, baik truk ataupun mesin sedot pasir akan dikembalikan lagi. Jadi, itu kan sama aja bohong, sengaja dipelihara untuk diambil setorannya saja,” ujar Jefri.

Apalagi sampai saat ini dari Pemko Batam tak memiliki data yang valid berapa titik adanya penambangan pasir darat di Batam.

“Data itu saja tak dimiliki, apalagi data yang detail siapa pelaku penambang pasirnya, siapa pemodalnya. Itu yang akan kami cari dan kami akan desak Pemko Batam untuk segera menertibkan hal itu. (gas)