Kamis, 21 Mei 2026
Beranda blog Halaman 12647

Taksi Online Tak Boleh Dirazia

0

batampos.co.id – Harapan pemerintah untuk menegakkan Peraturan Menteri Perhubungan (PM) Nomor 108 tahun 2017 tentang pengaturan angkutan umum berbasis daring (online) pupus sudah. Setelah didesak oleh ribuan demonstran yang berunjukrasa di depan Istana Presiden di Jakarta, Rabu (14/2), peraturan tersebut dinyatakan berstatus quo atau tidak diberlakukan sementara.

Sejak siang, ribuan demonstran yang rata-rata adalah sopir taksi online tersebut mememenuhi kawasan silang Monas barat laut dan Taman Aspirasi. Juga sebagian ruas Jalan Medan Merdeka Barat. Mereka tergabung dalam Aliansi Nasional Driver Online (Aliando) yang menaungi beberapa perkumpulan driver online dari beberapa kota di indonesia.

”PM 108 status quo. Sampai ketemu duduk persoalan yang betul, dan definisi yang betul tentang angkutan sewa,” kata April Baja, perwakilan dari Aliando.

Kata April, dalam beberapa waktu ke depan, Aliando dan pemerintah akan bermediasi. Sebelum ada keputusan baru, Permenhub 108 tidak berlaku meski sifatnya sementara.
Konsekuensinya, Kemenhub tidak boleh melakukan razia ataupun penindakan terhadap taksi online selama masa mediasi antara Alinado dan pemerintah.

”Yang memediasi KSP, kepolisian berjanji menyediakan tempat,” jelas April.

Meski demikian, Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiadi menolak menyebut PM 108 mengalami status quo. Menurutnya, hanya pertemuan kembali untuk menfasilitasi aspirasi para driver. Menelaah kembali PM 108 dan membahas poin-poin mana yang tidak disetujui, atau bahkan ingin direvisi. “Terlalu mendramatisir, ini bukan status quo,” kata Budi.

Namun, Budi mengakui bahwa kegiatan penegakan PM 108 seperti razia dan tilang simpatik dihentikan untuk sementara. Budi juga mengungkapkan bahwa tidak menutup kemungkinan akan ada aturan baru. “Apa nanti bentuknya Perpres atau PP kita lihat,” katanya.

Pengamat Transportasi dari Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Djoko Setijowarno menuturkan, bila Permenhub 108/2017 itu benar-benar dibekukan bisa dianggap sebagai langkah mundur. Karena sudah banyak upaya yang dilakukan pemerintah untuk mencari jalan tengah sinergi angkutan online dan angkutan konvensional.

”Makin tidak dijalankan (Permenhub 108/2017, red) makin bikin gaduh,” ujar dia kemarin.
Bisa jadi ada kekosongan hukum dengan tidak diberlakukannya Permenhub tersebut.

”Justru kalau Permenhub dibekukan bisa dianggap ilegal angkutan online. Kalau ilegal malah bisa ditangkapi,” imbuh dia.

Bahkan, perkara taksi online itu bisa berdampak pula pada dukungan terhadap pemerintah Presiden Joko Widodo. Djoko menilai para sopir taksi konvensional pun banyak yang tidak suka dengan pemerintah karena membiarkan taksi online tanpa aturan. Sedangkan di sisi lainnya, para pengemudi taksi online juga merasa dikekang dengan pemerintah. ”Jokowi bisa dirontokkan gara-gara taksi online,” imbuh dia.

Akademisi dari Unika Soegijapranata itu menilai yang perlu mendapatkan perhatian lebih dalam tata kelola transportasi online adalah aplikator. Selama ini, pemerintah masih terkesan lunak terhadap keberadaan aplikator. Lantaran aplikator juga menentukan tarif yang semestinya tidak diperkenankan. ”Dia tak boleh atur tarif, dia aplikator bukan operator. Tetapi praktiknya seperti operator,” kata Djoko.

Sementara itu, Dirjen Aplikasi Informatika (Aptika) Kemenkominfo Semuel Abrijani Pangerapan menyerahkan hasil kustomisasi digital dashboard angkutan sewa khusus kepada Dirjen perhubungan Darat, Rabu (14/2). Semmy mengatakan, surat hasil finalisasi digital dashboard sesuai yang telah disepakati dengan Ditjen Hubdar Senin (12/2) lalu telah dikirimkan.

Suasana demo taksi online di Jakarta.
foto: jawapos.com

“Dilampiri petunjuk atau manual serta kode otorisasi akses untuk Ditjen Hubdat dan beberapa Dinas Perhubungan Provinsi. Sejak kemarin digital dashboard sudah diselesaikan sebenarnya,” kata Semmy.

Digital Dashboard tersebut dikembangkan dari mock-up yang telah ditampilkan pada rapat 2 Februari 2018 yang dihadiri oleh Menteri Kominfo dan Menteri Perhubungan. Sebagai sebuah aplikasi, digital dashboard tersebut selalu dikembangkan dan dimutakhirkan sehingga masukan-masukan dari kalangan Dinas Perhubungan sangat diperlukan.

Begitu juga dengan data yang harus ditampilkan di dalam digital dashboard. Data atau informasi apa saja yang benar-benar dibutuhkan untuk mendukung pengambilan keputusan dan pengendalian oleh Dinas Perhubungan.

Semmy mengatakan, sementara ini, masukan yang dari kalangan Dinas Perhubungan belum banyak. Pihaknya berharap  masukan-masukan dari kalangan dinas perhubungan untuk pengembangan digital dashboard secara terus menerus.

“Ini juga berkenaan dengan data agar dicermati data apa saja yang dibutuhkan. Untuk kali ini, kami pertimbangkan tidak menampilkan data nomor telepon pengemudi karena sangat melindungi data pribadi para pengemudi”, tegas Semmy.

Semmy menambahkan, setelah mendapatkan akses ke dashboard dinas-dinas perhubungan daerah bisa mulai melakukan pencocokan data yang mereka punya dengan data yang ada di dashboard. Jika di lapangan terjadi ketidakcocokan data, hal tersebut bisa langsung diselesaikan.

”Misalnya ada nama driver yang ternyata belum masuk di dashboard. Dinas nanti yang akan berdialog langsung dengan aplikator. Dashboard ini kan punyanya aplikator. Kominfo hanya memberikan akses,” kata dia.

Kemenkominfo, kata Semmy, baru akan memberikan sanksi kepada aplikator jika terjadi pelanggaran besar. Misalnya adanya pelanggaran terhadap kuota. Sanksi pun baru dijatuhkan jika ada permintaan dari Kementerian Perhubungan.

”Kita kan tidak tahu kuotanya. Kemenhub yang tahu. Kalau Kemenhub memberikan instruksi sanksi. Kita sendiri tidak punya sanksi khusus untuk aplikasinya. Tunggu dari Kemenhub, akan kita lakukan,” jelas dia.

Dalam demo kemarin, Aliando menyuarakan tuntutannya untuk mencabut PM 108 yang selama ini dianggap tidak berpihak pada para pengemudi taksi online. ”Ini aturan yang dipaksakan,” kata Ari Azhari, koordinator aksi.

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) juga dianggap tidak mengakomodir aspirasi para pengemudi dalam beberapa pertemuan yang telah lalu. Juga memalsukan persetujuan asosiasi driver.

”Kemenhub bilang para sopir sudah setuju semua, makanya dia sosialisasi kemana-mana, padahal kami tidak pernah setuju,” kata Uyung Sirlan, pembina Aliando.

Setelah menggelar orasi selama beberapa jam, lima orang perwakilan demonstran diterima di Kantor Staf Presiden (KSP). Mereka ditemui oleh Deputi Bidang Komunikasi Politik dan Disseminasi Informasi Eko Sulistyono, didampingi oleh Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiadi serta Dirjen Aplikasi Informatika (Aptika) Kominfo Semuel Abrijani Pangerapan.  (tau/jun/and/jpg)

Imlek, Penumpang Feri Naik 100 Persen

0

batampos.co.id – Libur nasional Tahun Baru Imlek 2569 yang jatuh pada Jumat (16/2) besok dipastikan akan membuat jumlah penumpang di sejumlah pelabuhan feri internasional di Batam naik drastis. Lonjakan penumpang diperkirakan mencapai 100 persen lebih.

General Manager Pelabuhan Feri Internasional Batamcenter Nika Astaga mengatakan, dari pengalaman tahun sebelumnya, lonjakan penumpang biasanya terjadi mulai hari ini, Kamis (15/2) hingga hari H+3 Hari Raya Imlek, Minggu (18/2) mendatang. Lonjakan penumpang terjadi baik yang datang maupun yang berangkat ke luar negeri.

“Hari biasa jumlah penumpang yang datang maupun pergi sekitar 5.000-an. Namun pada libur Imlek diperkirakan sekitar 10 ribu lebih,” kata Nika saat ditemui di kantornya, Rabu (14/2).

Nika mengatakan, pada libur Imlek tahun lalu, jumlah penumpang yang datang maupun berangkat dari Pelabuhan Feri Batamcenter mencapai 14.600 orang per hari.

“Libur Imlek ini saya prediksi sama, belasan ribu juga,” terang Nika.

Menurut dia, selama libur Imlek banyak warga Malaysia dan Singapura yang menghabiskan waktunya di Batam. Selain belanja, mereka juga memanfaatkan liburan untuk wisata kuliner.

“Mereka lebih sering menginap daripada pulang hari,” terang Nika.

Sementara penumpang yang berangkat ke luar negeri, terutama Malaysia, rata-rata memilih pulang di hari yang sama. Kebanyakan dari mereka tidak menginap.

“Ada juga yang menginap tapi lebih banyak yang pulang hari,” ujar Nika.

Untuk mengatasipasi lonjakan penumpang yang berangkat dan datang, beberapa operator kapal telah mengajukan penambahan armada dan penambahan jadwal keberangkatan kapal. Penambahan Armada kapal diajukan mulai Kamis (15/2) hari ini sampai Minggu (18/2).

“Rata-rata operator kapal mengajukan penambahan selama tiga dan empat hari. Dan itu semua kapal tujuan Singapura, untuk Malaysia belum ada,” tegas Nika.

Dia merinci, untuk operator kapal Sindo mengajukan penambahan kapal 10 armada selama tiga hari yakni untuk tanggal 16 sebanyak dua armada, tanggal 17 sebanyak tiga armada, dan lima armada untuk tanggal 18 Februari. Sedangkan operator kapal Majestik mengajukan penambahan armada sebanyak 21 unit selama empat hari, pada tanggal 15 mengajukan penambahan tiga kapal, tanggal 16-17 masing-masingnya lima kapal, dan 8 armada untuk tanggal 18.

Sementara operator Batam Fast mengajukan 18 armada selama empat hari di antaranya untuk tanggal 15 sebanyak dua kapal, tanggal 16 sebanyak enam kapal, tanggal 17 sebanyak tiga kapal, dan enam kapal di tanggal 18 Februari.

“Untuk puncak arus penumpang diperkirakan tanggal 18 Februari. Karena itu, operator kapal banyak mengajukan penambahan armada. Peak season. Hampir semua kapal baru ukuran besar,” jelas Nika.

Bahkan untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan penumpang, ada bantuan armada kapal yang biasanya bersandar di Sekupang. Bantuan kapal itu untuk tanggal 17 dan 18 Februari.

“Bantuan kapal dari Sekupang sebanyak tiga unit. Jumlah penumpang di Sekupang tak seramai di Batamcenter, karena itu ada penambahan kapal untuk Batamcenter,” ungkap Nika.

Tak hanya dari segi kapal, pihaknya juga menyiagakan petugas keamanan. Seluruh petugas keamanan diwajibkan untuk lembur selama libur perayaan Imlek.

“Kalau kami punya 36 petugas keamanaan dan semuanya wajib lembur. Keamanan juga dibantu petugas Ditpam BP Batam dan polisi,” terang Nika. (she)

BP Batam Luncurkan Fitur LMS

0
ilustrasi

batampos.co.id – Badan Pengusahaan (BP) Batam terus berupaya memperbaikai sistem perizinan terkait lahan, termasuk izin alokasi lahan. Di antaranya dengan menerapkan sistem evaluasi berkas perizinan secara online melalui aplikasi Land Management System (LMS). Dengan layanan ini, proses perizinan lahan dijanjikan akan lebih mudah dan cepat.

“Cukup lewat hape, sekarang tak perlu tandatangan lagi,” jelas Deputi III BP Batam, Dwianto Eko Winaryo, belum lama ini.

Dwi menjelaskan LMS merupakan fitur evaluasi yang mampu memuat berkas-berkas pengajuan yang masuk ke dalam sistem. Sehingga pejabat terkait bisa langsung mengecek kelengkapan berkas yang disampaikan secara online tersebut.

“Saya bisa langsung evaluasi berkas sebelum buat keputusan untuk menerima atau menolak pengajuan tersebut,” paparnya.

Jika luasan lahan menunjukkan angka 0 hektare maka akan dianggap mencurigakan, sehingga tak bisa diterima. “Jadinya saya menolak berkas tersebut,” katanya.

Jika sudah dievaluasi oleh Deputi III, maka dalam fitur tersebut akan muncul tombol ‘Setuju’ atau ‘Ditolak’. Dengan konsep yang tertuang dalam sistem ini, waktu untuk persetujuan berkas bisa dipangkas hingga paling lama satu hari.

“Setelah persetujuan dari deputi dikantongi, izin lahan yang diajukan sudah bisa keluar. Ini upaya kami untuk percepat perizinan,” jelasnya.

Lalu mengenai verifikasi berkas juga menjadi semakin mudah. Selama ini pemohon izin mengunggah berkas lewat sistem Batam Single Windows (BSW) dan mendapat nomor antrean. Butuh waktu sekitar dua minggu sebelum pemohon diminta membawa berkas fisik untuk proses verifikasi di BP Batam.

Jika berkas tak lolos verifikasi, pemohon harus pulang melengkapi berkasnya, kemudian kembali mengambil nomor antrean baru melalui BSW. Sistem ini dianggap tidak efisien, karena membuat pengurusan izin jadi jauh lebih lama.

Sistem ini sekarang disederhanakan BP Batam. Setelah mengunggah berkas lewat BSW, Kantor Pengelolaan Lahan langsung melakukan verifikasi melalui LMS. Setelah verifikasi rampung, barulah pemohon izin diminta membawa berkas fisiknya.

“Sekarang kalau masuk, langsung masuk ke dapur. Sehingga lebih cepat dan efisien,” paparnya.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Real Estate Indonesia (REI) Batam, Achyar Arfan menyarankan agar pelayanan berbasis online terus ditingkatkan. Karena pada dasarnya tuntutan zaman meminta pelayanan semakin cepat, apalagi pada saat penundaan layanan tahun lalu sehingga banyak pengembang mengeluh.

“Yang terpenting BP Batam harus terus merealisasikan kinerja pelayanan berbasis online. Kami akan terus menunggu hasilnya,” kata Achyar. (leo)

Pisau di Tangan Benjamin Chua dan Manish

0

Tibalah saat operasi itu. Tempat tidur saya didorong dari kamar 803. Menuju ruang operasi di rumah sakit Farrer Park Singapura ini.

Jam menunjukkan pukul 16:00. Robert Lai dan istrinya berjalan di belakang tempat tidur saya.

Setelah naik-turun lift terbacalah oleh saya tulisan besar: ruang operasi.

Robert melambaikan tangan. Juga istrinya. Pertanda mereka hanya boleh mengantar sampai batas itu.

Saya tahu apa yang akan terjadi berikutnya. Suster-suster masuk. Badan saya diangkat ke meja operasi. Lalu saya akan dianestesi. Disuntik cairan untuk mati rasa. Lima menit setelah suntik itu, mestinya, saya akan tertidur. Tidak akan tahu apa-apa. Tidak akan ingat apa-apa. Tidak akan merasa apa-apa.

Saya masih ingat pengalaman seperti itu 10 tahun yang lalu. Saat operasi ganti hati di RS Tianjin, Tiongkok.

Dokter anestesi pun masuk. Memperkenalkan diri. Dan menceritakan apa yang akan dia lakukan. Saya bilang, saya sudah tahu.

Saya lihat dia mulai mengikatkan sesuatu seperti sabuk di lengan atas saya. Pengikatnya rewel. Gak bisa dipasang. Dicoba diperbaiki. Tidak bisa. Dokter minta diganti dengan ikatan dari karet saja. Begitu diikatkan, karetnya putus. Ganti lagi.

Wah pertanda apa ini? Saya tidak percaya takhayul. Saya abaikan saja. Setelah akhirnya sukses, mulailah proses penyuntikan anestesi.

Saya pun melirik jam dinding yang cukup besar. Lima menit berlalu. Kok saya belum tertidur. Lima menit kemudian masih juga sadar. Saya masih bisa mendengar pembicaraan para perawat. Kok lama sekali. Jauh lebih lama dari waktu anestesi di Tianjin dulu.

Mendekati lima belas menit saya tidak ingat apa-apa lagi. Juga tidak tahu apa-apa lagi. Tidak merasa apa-apa lagi. Termasuk tidak merasa ketika bulu kemaluan saya dicukur.

Saya sudah diberitahu apa yang dilakukan dokter saat saya ditidurkan itu. Dokter melubangi tulang belakang saya. Memasang selang kecil untuk mengeluarkan cairan dari sumsum tulang belakang. Agar saya terhindar dari resiko kelumpuhan.

ilustrasi

Dokter Benjamin juga akan memotong saluran darah saya di selangkangan kiri. Untuk dipasangi selang. Dan yang utama, dokter menyayat saluran darah saya di selangkangan kanan. Untuk memasukkan stent. Menuju aorta di dekat jantung. Stent itu akan secara permanen menyatu dengan saluran darah saya yang robek saat saya di Madinah 15 hari sebelumnya.

Stent itu berupa selang. Luarnya terlihat kasar. Mirip selang pemadam kebakaran. Besarnya hampir 4 cm, sebesar aorta. Panjangnya 20 cm.

Lalu dimasukkan lagi stent sambungannya. Untuk melindungi saluran darah utama di bawahnya. Panjangnya 30 cm. Sampai dekat pusar. Yang ini seperti rangkaian kawat berbentuk selang.

Dokter Benjamin melakukan semua itu dalam waktu dua jam.

Sebelum pukul 20:00, saya sudah dibangunkan. Setengah sadar. Dokter Benjamin menunjukkan layar hand phone ke saya.

“Operasi sukses. Ini videonya,” katanya.

Saya mencoba tersenyum padanya. Sebagai ucapan terima kasih. Mata saya hanya melirik sekilas ke layar hand phone. Masih mengantuk. Masih berat.

Untuk melakukan operasi itu dokter Benjamin dibantu dokter Manish, kelahiran New Delhi, pendidikan di Inggris dan kini warga negara Singapura. Manish juga lulusan Edinburg di Scotland.

Saya bertemu dokter Manish hanya sekali. Sehari sebelum operasi. Wajahnya simpatik.

“Nama saya mudah diucapkan kan? Cukup panggil saya manis. Dalam bahasa Indonesia artinya baik kan?,” gurau Dr Manish dalam bahasa Inggris aksen Inggris yang kental.

“Di tangan kami berdua Anda aman,” kata Manish.

Waktu saya dianestesi, dokter Manish belum tiba. Waktu saya sadar dia sudah tidak ada. Dia pun merasa tidak perlu jenguk saya.

“Di mana dokter Manish? Saya kangen wajahnya,” kata saya kepada dokter Benjamin.

Tiga hari setelah operasi. Dokter Benjamin mengatakan akan menyampaikan kekangenan saya itu ke dokter Manish.

Hari itu, lima hari setelah operasi, saya sudah boleh keluar dari RS. Tapi harus tetap tinggal di Singapura. Untuk kontrol. Kebetulan ada hotel di bagian atas rumah sakit ini.

Saya pun mengajukan pertanyaan apakah banyak kesulitan saat mengoperasi saya.

”Tidak ada,” kata dokter.

“Sudah banyak orang yang saya pasangi stent seperti Anda. Bahkan ada yang panjangnya sampai kaki,” katanya.

Stent sepanjang 50 cm ini ternyata biasa baginya. Teknologi begitu maju.

“Jadi, stent Anda ini bukan yang terpanjang,” kata Benjamin.

Saya begitu penasaran. Ingin tahu wujud selangnya seperti apa. Dokter Benjamin menjanjikan untuk memberi contoh stent yang dipasang di pembuluh darah saya.

“Kelak, kalau Anda kontrol ke klinik saya Anda akan lihat wujudnya,” katanya.

Berarti masih seminggu lagi.

Dokter Benjamin menyenangkan. Suka bercanda.

“Dengan stent ini Anda memang sudah tergolong bionic man. Tapi baru setengah,” katanya.

 

Oleh Dahlan Iskan

Polisi Tangkap Dua Oknum Ditpam

0
Penumpang memasukkan barang bawaannya didalam X-Ray di Pelabuhan Domestik Sekupang, Rabu (14/2). Pegawai Ditpam BP Batam yang bertugas di PDS kena operasi tangkap tangan (OTT) oleh Polresta Barelang. Foto: Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Tim saber pungli Sat Reskrim Polresta Barelang melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap dua oknum Ditpam (Direktorat pengamanan) BP Batam, Herlan Sadri dan Yani, Rabu (14/2) sekitar pukul 11.00 WIB. Mereka diamankan di depan pintu x ray lantai dua pelabuhan Domestik Sekupang saat menerima uang.

Penangkapan ini diduga karena Herlan dan Yani menerima uang sebesar Rp. 1,5 juta dari salah seorang penumpang yang hendak berangkat melalui pelabuhan Domestik Sekupang. Uang itu diduga sebagai uang pelicin, agar barang-barang yang seharusnya tidak boleh keluar Batam bisa keluar ke daerah lainnya.

Dalam penangkapan ini, polisi langsung membawa Herlan dan Sadri ke Unit II, Bagian Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Sat Reskrim Polresta Barelang untuk dimintai keterangan. Pemeriksaan terhadap keduanya masih berlangsung hingga Rabu (14/2) sore kemarin dan tertutup.

Kapolresta Barelang Kombes Hengki saat ditemui belum bisa memberikan keterangan terkait penangkapan dua oknum Dishub oleh jajarannya. Sebab, sejauh ini keduanya masih menjalani pemeriksaan oleh penyidik dan dirinya belum mendapatkan hasil dari pemeriksaan tersebut.

“Mereka masih diperiksa. Kita tidak mau gegabah, jadi biar penyidik fokus melakukan pemeriksaan dan mengumpulkan barang bukti. Selain itu, kami juga masih melakukan pengembangan,” ujarnya.

Direktur Ditpam BP Batam Brigjen Suherman

Direktur Ditpam BP Batam Brigjen Suherman mendatangi Polresta Barelang dan bertemu dengan Kasat Reskrim Polresta Barelang Kompol Arwin A Wientama. Suherman menuturkan, kedatangannya ke Mapolresta Barelang itu untuk menanyakan langsung kepada Arwin, terkait penangkapan kedua anggotanya tersebut.

“Saya ke sini untuk verivikasi benar atau tidak. Kalau terbukti (pungli), tidak ada masalah dan tidak ada alasan bagi saya terhadap anggota yang melakukan itu. Lanjutkan prosesnya dan tindak tegas,” katanya.

Ia menambahkan, “saya selaku Direktur Ditpam sangat mendukung upaya Polresta dalam memberantas pungli di tubuh Ditpam,” kata Direktur Ditpam BP Batam, Brigjen Pol. Suherman di Media Center BP Batam, Rabu (14/2) sore.

Ia kemudian mengatakan tidak akan pernah melindungi anggotanya yang melanggar hukum.

“Silahkan Polresta selidiki sampai sejauh mana keterlibatannya demi pembersihan nama BP Batam,” tambah Suherman.

Suherman mengatakan kedua anggota Ditpam yang ditangkap bertugas menjadi petugas jaga X-Ray di Pelabuhan Domestik Sekupang.

“Kalau tugas itu, kami hanya sekadar membantu karena tugas pokoknya adalah tanggungjawab Beacukai,” ujarnya.

Mengenai sanksi kepada anggotanya, Suherman mengatakan akan mengikuti prosedur peraturan pegawai negeri.

“Keduanya belum pernah ada catatan buruk sebelumnya. Namun dengan catatan OTT ini, mungkin bisa dapat SP 1 hingga 3, penurunan pangkat dan lainnya,” ujarnya lagi.

Walau baru menjabat selama beberapa bulan, Suherman mengaku tiap minggu selalu adakan pertemuan dengan 400 anggota Ditpam BP Batam. Dalam pertemuan tersebut, ia selalu mengingatkan kepada mereka agar jangan tergoda untuk melakukan pungli.

“Saya selalu ingatkan mereka, bahkan kemarin baru dari Sekupang lakukan pengecekan. Pembinaan akan tetap dlakukan namun kesalahan akan dilihat sesuai tindakannya,” janjinya.(leo/gie)

Bupati Lingga Ancam Tolak Plafon Pagu Anggaran dari Pemprov Kepri

0
Bupati Lingga, Alias Wello

batampos.co.id – Bupati Lingga Alias Wello mengancam akan mengembalikan alias menolak seluruh alokasi anggaran dari Pemerintah Provinsi untuk Kabupaten Lingga pada tahun ini. Ancaman ini bukan tanpa alasan, Pria yang akrab disapa Awe ini geram karena menilai alokasi anggaran terutama pada bidang infrastruktur, kecil.

“Saya sudah perintahkan Kadis PU Lingga, gugat itu hari ini. Kalau perlu, tolak semua plafon pagu dari Provinsi tersebut, silakan walk out dari forum pembahasan,” kata Alias Wello kepada Batam Pos, Rabu (14/2) pagi.

Alias Wello menilai angka Rp 16 milyar yang digelontorkan untuk Kabupaten Lingga pada 2018 sangat kecil sekali. Anggaran itu juga dianggap Alias Wello sangat tidak relevan dengan kondisi yang dibutuhkan Kabupaten Lingga. Tindakan itu juga dinilai sangat keterlaluan.

Pria yang pernah duduk bangku Ketua DRPD Kabupaten Lingga ini juga menyampaikan, dengan anggaran tersebut Kabupaten Lingga tidak dapat menjalankan empat program prioritas. Antaranya, program yang akan menjadikan Kabupaten Lingga daerah kedaulatan pangan bagi kawasan perbatasan.

“Tentunya program itu tidak hanya berdampak pada Kabupaten Lingga melainkan akan menaikkan nama Provinsi Kepri pada kancah Nasional,” kata Alias Wello.

Sehingga Alias Wello menilai, saat ini Lingga menunjukkan sikap penolakan terhadap alokasi-alokasi anggaran provinsi yang tidak mencerminkan azas berkeadilan, pemihakan bagi pertumbuhan ekonomi wilayah yang setara dan proporsional.

Lebih jauh Alias Wello memastikan jika infrastruktur di daerah tidak dapat mendukung kemajuan tentunya akan berakibat fatal bagi dunia investasi.

Hal senada juga disampaikan Wakil Bupati Lingga M Nizar, yang juga mengaku kecewa dengan keputusan yang diberikan Pemerintah Provinsi terkait anggaran kepada Pemkab Lingga.

Diketahui, untuk pembangunan insfrastruktur dari Pemprov Kepri tahun 2018 ini, Kabupaten Lingga hanya mendapatkan perbaikan 1 kilometer untuk jalan Lintas Timur Pulau Lingga.

Padahal, jalan tersebut mengalami rusak berat sepanjang 11 kilometer dan menjadi kewenangan Pemprov Kepri. Bahkan, kawasan tersebut juga ditetapkan sebagai Kawasan Strategis Pertanian (KSP) Provinsi. (wsa)

Xiaomi Redmi 5 dan Xiaomi Redmi 5 Plus Hadir Kecengin Oppo F5

0
Perbandingan harga dan spesifikasi Redmi 5 Plus dengan Vivo V7 Plus dan Oppo F5. (Rian Alfianto/JawaPos.com)

batampos.co.id – Penggemar ponsel, perkenalkan ….. Xiaomi Redmi 5 dan Xiaomi Redmi 5 Plus.

Head Of Xiaomi South Pacific Region and Xiaomi Indonesia Country Manager, Steven Shi mengatakan bahwa kedua unitnya yang baru diluncurkan di Indonesia ini memiliki harga yang lebih murah dari kompetitornya dengan spesifikasi yang sama.

“Kami kembali hadir dengan aspek rasio layar 18:9, Redmi 5 dan Redmi 5 Plus kembali membawa Xiaomi melangkahi kompetitor kami,” jelas Steven di acara peluncuruan Xiaomi Redmi 5 dan Redmi 5 Plus di Jakarta, Rabu (14/2).

Perbandingan harga dan spesifikasi Redmi 5 Plus dengan Vivo V7 Plus dan Oppo F5. (Rian Alfianto/JawaPos.com)

“Xiaomi Redmi 5 berada di atas Oppo A37 dan Samsung J2 Prime. Keduanya masih dengan layar 16:9. Berbeda dengan kami yang sudah lebih luas,” sambung Steven.

Sementara untuk varian di atasnya yakni Xiaomi Redmi 5 Plus, Steven mengklaim bahwa spesifikasinya setara dengan Vivo V7 Plus dan Oppo F5. Namun Xiaomi Redmi 5 Plus dibanderol dengan harga yang lebih murah dibanding kedua produk yang secara gamblang disebutkannya.

“Xiaomi Redmi 5 kami jual dengan harga Rp 1,699 juta untuk RAM 2 GB dengan penyimpanan internal 16 GB. Sementara varian lain dengan RAM 3 GB dan penyimpanan internal 32 GB dengan harha Rp 1,899 juta,” jelas Steven.

Sementara untuk Redmi 5 Plus dibanderol dengan harga Rp 2,199 juta untuk RAM 3 GB dan penyimpanan internal 32 GB, sedangkan harga Rp 2,699 juta untuk RAM 4 GB dan memori internal 64 GB.

Spesifikasi lainnya untuk Xiaomi Redmi 5 memiliki chipset Snapdragon 459 octa-core dengan clocking time 1.8 Ghz. Kamera utama 12 MP, kamera depan 5 MP dengan led flash-light, baterai 3.300 mAh dan bentang layar 5,7 inch resolusi HD+ 720 x 1.440 piksel dengan aspek rasio 18:9, serta tak ketinggalan fitur keamanan sidik jari di bagian belakang layar.

Sementara untuk Redmi 5 Plus memiliki spesifikasi yang hampir sama dengan Redmi 5 biasa. Namun perbedaan terlihat pada dapur pacunya yang ditenagai oleh Snapdragon 620 yang membuatnya berada di atas Vivo V7 Plus dan Oppo F5.

Kemudian spesifikasi pembeda lainnya terletak pada layar yang lebih luas yakni 5,9 inch dengan resolusi FHD+. Perbedaan lainnya adalah baterai yang lebih bongsor, yakni 4.000 mAh.

Baik Xiaomi Redmi 5 maupun Xiaomi Redmi 5 Plus akan tersedia dengan varian warna black, gold, dan blue. Keduanya juga akan berjalan pada sistem Android Nougat dan antarmuka MIUI 9 dan slot kartu SIM Dual Hybrid.

Xiaomi Redmi 5 dan Redmi 5 Plus bisa dibeli mulai tanggal 22 Februari mendatang melalui situs belanja online Lazada, JD.ID, Shopee, dan jaringan retail Era Jaya serta MiStore. (ce1/ryn/JPC)

Izin Reklame Distop

0
Sejumlah papan reklame terpasang di Simpang Gelael Batam Center. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Dinas Penanaman Modal-Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) untuk sementara akan menghentikan izin reklame atau bilboard. Alasannnya, dalam waktu dekat akan dilakukan penataan. Di mana bilboard atau reklame yang diperkenankan adalah yang terbuat dari LCD.

“Dalam waktu dekat akan kita lakukan penataan. Makanya kita harapkan pengertian dari semua pihak. Untuk sementara akan kita hentikan dulu izin reklame atau bilboard,” kata kepala DPM-PTSP,Gustian Riau, Selasa (13/2).

Penataan reklame dan bilboard ini juga karena adanya penataan dan perbaikan ruas jalan di Batam. Di mana hampir semua jalan yang biasa terpasang bilboard terkena perbaikan jalan.

Ia berharap, bilboard yang sudah sempat mendapatkan izin tetapi terdampak pembangunan dalam waktu dekat akan dipindahkan ke lokasi yang berdekatan. Sementara bagi yang bangun sendiri tanpa ada izin akan segera dibongkar.

“Kami berharap yang tidak ada izin segera dibongkar. Salah satu contohnya di depan taman raya dekat, graha niaga dan titik lain,” katanya.

Sementara bilboard yang akan menggunakan LCD nantinya akan dipasang di persimpangan dan bernilai strategis. Sementara yang konvensional harus dipasang lampu sorot sehingga terlihat lebih indah dan lebih terang.

“Ini juga bisa memperindah dan mempercantik jalanan di Batam. Tetapi saya berharap terkait izin ini, BP Batam juga untuk bisa memahami ini,” katanya.

Anggota komisi I DPRD Kota Batam Tumbur Sihaloho mendukung penataan yang dilakukan Pemko Batam. Tetapi ia berharap agar PAD dari reklame ini bisa lebih signifikan untuk Pemko Batam.

“Tapi saya harapkan kalau dalam penertiban ini tidak boleh tebang pilih. harus objekktif,” katanya.

Menurutnya, dalam pemasangan bilboard dan reklame harus tetap mengedepankan keindahan kota. “Jadi jangan lagi semrawut. Harus tertata dengan baik,” katanya. (ian)

Sertifikat ISO 9001 2015 Untuk Perizinan, Ditargetkan Rampung Akhir Februari

0

batampos.co.id – Sistem Online Single Submission (OSS) yang dapat semakin mempermudah pengurusan perizinan di Batam sudah rampung 70 persen. Untuk semakin meyakinkan investor asing menanamkam modalnya di Batam, BP Batam juga akan menggesa penyelesaian audit seluruh perizinan untuk mendapatkan sertifikat ISO 9001 Versi 2015.

“Bersama dengan OSS yang akan mulai pada April, maka saya targetkan PTSP akan dapat sertifikat tersebut pada akhir bulan. Dan untuk mendapatkannya tidak mudah,” kata Deputi V BP Batam, Bambang Purwanto di Gedung BP Batam, Selasa (13/2).

Auditor yang mengaudit BP Batam tengah meneliti satu persatu standar operasional prosedur (SOP) perizinan di PTSP termasuk juga waktu pelayanannya.

“Kalau sudah dapat, berat itu megangnya. Jika kami dapat komplain dari masyarakat berkali-kali, maka pemberi sertifikat akan mengevaluasi kami kembali,” ungkapnya lagi.

Sertifikasi ISO 9001 Versi 2015 yang dipilih BP Batam berasal dari badan sertifikasi The United Kingdom Accreditation Service (UKAS) Inggris. Bambang mengatakan alasan BP Batam memilih UKAS karena Inggris merupakan pusat perdagangan dunia. Sangat sesuai dengan tugas BP Batam yang bertugas mendatangkan investasi.

Terpisah, Direktur PTSP BP Batam, Ady Soegiharto mengatakan pihaknya sudah mengirimkan seluruh 117 jenis perizinan ke Sekretaris Satuan Petugas (Satgas) OSS di Kantor Menteri Koordinator Bidang Perekonomian.

“Kami sebenarnya ditargetkan dua minggu kemarin dan bisa diselesaikan. Data perizinan itu penting bagi tim teknis OSS untuk membuat database perizinan dan non perizinan di Indonesia,” ungkapnya.

Setelah itu, Satgas OSS akan melaporkan hal tersebut ke Presiden sebagai bahan masukan dalam menentukan kebijakan bersifat ekonomis.

“Dari sisi dokumentasi dan konektivitas jaringan ke tim teknis OSS, kami sudah pas karena Batam merupakan ujung tombak,” katanya.

Secara singkat, OSS merupakan implementasi dari penerapan satu server untuk seluruh perizinan baik dari BP Batam hingga lintas instansi bahkan sampai ke pemerintah pusat.

Untuk saat ini, server tersebut masih dalam tahap pengembangan dan beralamat di Ekon.OSS.go.id. Nanti setelah selesai dan siap beroperasi, maka namanyanya akan menjadi OSS.go.id.

Ady menjelaskan selama ini birokrasi perizinan di Batam selalu menjadi momok bagi investor.

“Misalnya jika ada yang datang ke BP urus perizinan, maka nanti masukkan data ke bp.go.id. Nah mau ke Pemko urus perizinan, beda lagi. Lalu jika dia ke Papua, maka websitenya sudah beda lagi,” jelasnya.

Investor tidak menyukai hal tersebut karena secara waktu sangatlah tidak efisien.”Makanya pemerintah membuat semua dalam satu website saja,” jelasnya.

Jika si investor tengah berada di Amerika, maka tinggal mengakses OSS.go.id supaya bisa mengurus perizinan di Papua.”Si pemohon hanya tinggal memasukkan datanya dan mengurus perizinan disana tanpa perlu tahu prosesnya bagaimana,” ungkapnya.

Pemerintah juga telah mengembangkan aplikasi untuk mengakomodir OSS. Namun saat ini baru berbasis Android saja.

Lalu BP Batam juga mempercepat penyelesaian sistem yang bisa mengakomodir digital signature atau tanda tangan digital. Saat ini baru di Jakarta yang menerapkan hal tersebut.

“Di BP Batam lagi persiapkan dan kami juga masih menunggu persetujuan dari Lembaga Sandi negara,” katanya.

Kode tanda tangan digital merupakan kode enkripsi sehingga perlu proteksi dari peran Lembaga Sandi Negara agar tidak disalahgunakan di dunia maya nantinya. (leo)

Ziegler, Si Gahar di Hang Nadim

0

Dari kejauhan tampak terlihat delapan mobil berwarna merah berderet rapi di Kantor Pemadam Kebakaran Bandara Hang Nadim.

Cuaca yang panas sejauh kulit merasa tidak menghalangi niat pewarta koran ini untuk mengetahui sejauh apa kecanggihan mobil merah terbaru milik BP Batam yang sering digembar gemborkan media.

Tipe mobil itu adalah Ziegler dan dibeli sebanyak dua unit dengan total harga Rp 33 miliar dari APBN. Begitu mendekat, suasana yang ditampilkan memang agak sedikit berbeda dari biasa.

Mobil dari Jerman ini memiliki tampilan seperti mobil-mobil yang bisa berubah bentuk menjadi robot dalam film transformer. Ukurannya sangat besar. Jika jalan-jalan di jalan raya, mungkin mobil lain tidak akan bisa lewat di sebelahnya.

Tak lama kemudian, salah seorang petugas damkar menyambut kedatangan pewarta. Tanpa basa basi dia meminta pewarta untuk menempelkan tangannya ke sensor yang memiliki gambar tangan di dalamnya. Posisinya tepat di samping pintu mobil Ziegler tersebut.

Tak disangka, mobil tersebut bereaksi keras. Semua pewarta yang hadir dibuat terkejut. Pintunya tiba-tiba terbuka, mesinnya menderu-menderu seakan siap diajak bertempur.

Belum lagi usai menahan rasa terkejut, Direktur BUBU Hang Nadim, Suwarso kemudian datang menyalami seluruh kontestan arena terkejut yang hadir.

Tanpa basa basi dan dengan sedikit senyuman, ia kemudian mengatakan bahwa mobil Ziegler ini didatangkan BP Batam sejak 8 September tahun lalu.

“Untuk saat ini, Ziegler masih yang tercanggih di Indonesia dengan tipe 1. Sedangkan di Cengkareng, Bali dan Surabaya baru tipe 1b atau 1c,” katanya.

Keunggulannya adalah sistem operasionalnya sudah digital. Seperti contoh yang telah dijelaskan sebelumnya, Ziegler tak perlu kunci kontak, cukup disentuh dengan lembut saja.

Namun usapan lembut tersebut hanya berlaku dalam area tertentu dan diatur oleh petugasnya secara automatisasi.

Ziegler

“Sistemnya otomatis semua. Kecepatnnya mencapai 120 km/jam dan akselerasinya dalam 1 menit bisa 80 km/jam,” ungkapnya.

Untuk kapasitas penampungan air, mobil ini mampu memuat 12.500 liter air dan 1500 busa. Untuk mengoperasikannya dibutuhkan dua orang saja.”Kapasitas minimum untuk bandara kategori 9 seperti Hang Nadim itu 24 ribu. Ini sudah 25 ribu,” kata pria berkacamata ini lagi,

Mobil ini juga dapat menjadi jagoan jika melintasi area yang diselimuti api. Karena begitu lewat, maka sensor otomatis akan menyiramkan air untuk memadamkan api.

Betapa pentingnya Ziegler ini hadir di Hang Nadim adalah karena mengingat bandara internasional ini masih mengandalkan mobil damkar Tipe Morita dari Jepang.

Lima unit Morita sudah ketinggalan zaman dan hanya tiga yang masih sanggup beroperasi.”Morita sudah ketinggalan zaman, makanya kita usulkan dari anggaran untuk beli Ziegler, akhirnya kita dapat,” jelasnya.

Suwarso berharap dengan hadirnya dua unit mobil damkar tangguh ini dapat memberikan rasa aman dan nyaman kepada investor untuk datang ke Batam. (leo)