batampos.co.id – Sempena menyambut Tahun Baru 2018, Noname Cafe, menggelar acara spesial, Minggu (31/12) malam ini. Acara yang dikemas dalam tema tokoh-tokoh superhero dan kartun dunia itu dinamakan “Cartoon Wonderland: New Year Celebration”.
“Event khusus ini kami gelar dua malam berturut-turut. Mulai malam Sabtu dan puncaknya pada malam pergantian tahun, yakni Minggu 31 Desember 2017. Acara ini kami bikin dalam kemasan tema tokoh-tokoh kartun ataupun superhero,” ujar Evan, selaku Manajer Operasional Noname Cafe, kemarin.
Acara yang dimulai pukul 21.30 WIB ini dimeriahkan oleh DJ Bluck, R-Lux Model, DJ Heng-Q, The Level band dan Extra Indonesia Band.
Evan menambahkan, pada puncak acara penghujung tahun ini, kafe yang terletak di Hotel Harmoni ini memberikan suguhan event yang berbeda dari sebelumnya. Yaitu, dengan menampilkan model-model cantik, sexy dan glamour , yang turut memeriahkan acara dengan diringi musik party dari DJ Blucks.
DJ asal Bandung ini akan memberikan sentuhan musik dari lagu – lagu party yang akan dimainkannya nanti pada malam penghujung tahun ini.
Untuk itu, Even mengajak para clubbers Batam maupun Nonameholic untuk datang ke Noname Cafe “place to party” dalam acara puncak penghujung 2017 untuk ber-party ria bersama-sama.
“Come on, Nonameholic datang ke sini, kita party bareng weekend ini. Kita rayakan bersama berakhirnya tahun 2017 dan kita sambut 2018, ” pungkas Evan. (suc)
batampos.co.id – Polda Kepri akan menyelesaikan kasus dugaan korupsi yang dilakukan oleh Mantan Kasi BPN Kota Batam, Bambang Supriyadi di tahun 2018. Kasus ini sudah mengantung selama satu tahun lebih.
Dan permasalahan kasus ini, karena perbedaan pendapat antara penyidik tipidkor Polda Kepri dengan Kejaksaan Tinggi Kepri. Polisi sebut perbuatan Bambang sebagai korupsi, sedangkan kejaksaan tinggi merasa itu hanyalah pelanggaran administratif saja.
“Kami akan selesaikan secepatnya, dan kami sudah berkoordinasi dengan KPK,” kata Direktur Ditreskrimsus Polda Kepri Kombes Pol Budi Suryanto, Jumat (29/12).
Budi mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan lembaga anti rasuah ini sebanyak dua kali. Hasil dari koordinasi ini, kesimpulan dari KPK menyatakan perbuatan yang dilakukan oleh Bambang mengarah ke tindak pidana korupsi.
“Ini kami mau koordinasikan lagi,” ujarnya singkat.
Terkait dengan perbedaan pendapat ini. Budi mengatakan pihaknya akan menjalin komunikasi dengan kejaksaan tinggi Kepri. Langkah ini untuk menyamakan persepsi penyidik dan jaksan dalam memandang kasus ini.
Sebelumnya diberitakan kasus polisi, kejaksaan, dan KPK sudah beberapa kali duduk bersama membahas kasus ini. KPK dan Polisi memandang sebagai korupsi, dan kejaksaan melihat hanyalah pelanggaran administratif.
Berbagai saksi ahli juga didatangkan Polda Kepri mulai dari ahli Badan Pertanahan Nasional (BPN) yang menyatakan kasus ini ada perbuatan yang melawan hukum. Sementara itu ahli dari Dirjen Perbendaharaan Kemenkeu, mengatakan ada kerugian negara akibat perbuatan itu. Sementara itu dari ahli BPKP juga menyatakan adanya kerugian negara yang diakibatkan dari perbuatan melawan hukum. Sementara itu ahli dari Universitas Brawijaya perbuatan Bambang adalah delik tindak pidana korupsi.
Kasus dugaan korupsi yang awalnya merugikan negara sebesar Rp 1,5 miliar ini, menyeret Kepala Seksi Hak Tanah dan Pendaftaran Bambang Supriyadi sebagai tersangka utamanya. Walau uang negara ini sudah dikembalikan oleh Bambang pada tahun lalu, tapi kepolisian tetap melanjutkan penyidikan kasus ini.
Kasus ini bermula dari PT Karimun Pinang Jaya memenangkan tanah hasil lelang di Pengadilan Negeri Batam seluas 12,5 haktare di daerah Batamcenter. Nilai lelang tanah itu Rp 31 miliar. Setelah memenangkan lelang tersebut, PT Karimun Pinang Jaya kemudian mengurus sertifikatnya ke BPN Batam.
Sesuai dengan aturan dan perhitungan yang berlaku, maka PT Karimun Pinang Jaya menyetor uang BPHTB sebesar Rp 1,5 miliar. Namun uang ini tak langsung disetorkan oleh Bambang.
Mengacu kepada pasal 90 ayat 2 UU 28 tahun 2009 tentang pajak daerah. Dimana BPHTB harus dibayarkan, begitu SHGB dikeluarkan. Namun kenyataannya BPHTB tersebut tak dimasukan ke dalam rekening Pemerintah Daerah. Malah, baru ditransfer setelah beberapa waktu kemudian. (ska)
batampos.co.id – DPD Alisa”Khadijah”ICMI Kota Batam melaksakan bakti sosial dengan berbagi sembako kepada warga kurang mampu sempena Hari Ibu, Sabtu (30/12/2017).
Baksos dilaksanakan di Dapur Arang, Batu Aji, Sagulung, Batam.
Ketua DPD Alisa”Khadijah”ICMI kota batam Hj.Arizki Novi mengatakan, Dapur Arang layak dijadikan lokasi baksos sebab di sana masih ada warga yang sangat membutuhkan bantuan.
Benar, sampai di sana masyarakat sudah menunggu dengan sambutan penuh kehangantan dan kekeluargaan.
Warga di Dapur Arang menceritakan kehidupan mereka.
Dari kisah mereka, DPD Alisa”Khadijah”ICMI Kota Batam berharap tidak kali saja kami dapat berbagi rejeki bersama mereka.
Selesai dari Dapur Arang, rombongan menuju ke bengkong untuk berbagi dengan penghuni panti jompo.
Asosiasi Muslimah Pengusaha Indonesia atau sering disingkat Alisa Khadijah ICMI adalah organisasi berkumpulnya pengusaha muslimah yang didirikan oleh Departemen Pengembangan Peranan Wanita (DPPW) Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Pusat.
Alisa Khadijah diresmikan sebagai Badan Otonom ICMI oleh mantan presiden ketiga Indonesia, Bacharuddin Jusuf Habibie pada 6 Juni 1997 lalu. Asosiasi ini dipelopori oleh Almarhumah Hasri Ainun Habibie. (*)
batampos.co.id – Polda Kepri akan menutup jalan-jalan disekitaran Dataran Engku Putri, Batamcenter, 31 Desember mulai dari pukul 18.00. Dirlantas Polda Kepri AKBP Yuli Kurniawan menuturkan jalan yang ditutup itu yakni Jalan Raja H Fisabiillah, Engku Putri, dan Ahmad Yani.
“Bagi masyarakat yang ingin masuk ke Dataran Engku Putri, kami menyediakan kantong-kantor parkir,” katanya saat ditemui Batam Pos di Mapolda Kepri, Jumat (29/12).
Yuli mengatakan pihaknya menyediakan lima kantong parkir, yang terletak di di Kantor BP Batam, Jasa Raharja, BPJS, Asrama Haji dan PT Gas. Tempat parkir ini disediakan karena kendaraan mulai pukul 18.00 (31/12) sudah tidak bisa memasuki jalan-jalan di Kawasan Engku Putri.
“Ada jalan yang biasanya dua arah, kami jadikan satu arah saja,” ucap Yuli.
Jalan di depan kantor BPJS biasanya dua arah, saat 31 Desember hanya satu arah dari persimpangan Jalan Ahmad Yani menuju ke Jalan Raja M Tahir. Begitu juga jalan dari Polsek Batamkota menuju bundara Pusat Informasi Haji.
“Nantinya setiap persimpangan akan dijaga olah Polantas, mengatur arus lalulintas kendaraan,” ujarnya.
Yuli mengatakan tidak hanya persimpangan sekitaran Batam Center saja yang akan dijaga oleh Polisi Lalu Lintas (Polantas). Tapi daerah-daerah yang akan menjadi pusat keramaian saat perayaan tahun baru. “Nagoya, Harbour Bay, Bukit Senyum,” tuturnya.
Sebanyak 100 personel Polantas yang diturunkan untuk menjaga arus lalu lintas tetap lancar selama perayaan tahun baru. Selain itu juga diperkuat dari satuan lainnya yakni Shabara, Intelkam, Reskrim. “Polda, Polresta, dan Polsek turun semua untuk pengamanan,” ungkapnya.
Ia menghimbau saat perayaan tahun baru nanti, masyarakat tetap mematuhi aturan berlalu-lintas. Hal ini untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan.
“Bagi pengendara roda dua selalu memakai helm, roda empat menggunakan sabu pengaman. Dan paling penting berkendara dengan baik dan tidak ugal-ugalan,” ujarnya.
Pada 31 Desember itu ada beberapa kegiatan di Dataran Engku Putri. Dari pukul 18.00 berlangsung acara “Car Free Night”. Mendekati pergantian tahun baru, Pemko Batam mendatangkan band ibukota yakni Cokelat dan juga band lokal. Puncaknya saat pergantian tahun baru dimeriahkan dengan pesta kembang api.
Meriahnya acara saat pergantian tahun baru ini, tentunya bakal menyedot perhatian masyarakat. Sehingga hal ini diantisipasi pihak kepolisian, dengan memberikan pengamanan extra ketat. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
Dinas Pariwisata Kota Batam Pebrialin mengatakan pesta kembang api durasinya cukup lama. Dan ia berharap hal ini dapat menghibur masyarakat dan menarik wisatawan lebih banyak ke Batam. “Durasinya sekitar 15 menit,” tuturnya. (ska)
Calon penumpang pesawat memedati pintu keberangkatan Bandara Hang Nadim Batam, Senin (18/12). Lonjakan penumpang memasuki liburan sekolah dan menjelang natal dan tahun baru. F Cecep Mulyana/Batam Pos
batampos.co.id – Sebanyak 11 ribu lebih penumpang tercatat meninggalkan Batam melalui Pelabuhan Ferry Internasional Batam Center, Sabtu (30/12). Jumlah penumpang ini meningkat drastis dibandingkan akhir pekan biasa. Diduga para penumpang menyebrang ke Malaysia atau Singapura untuk menikmati libur akhir tahun 2017.
Pantauan Batam Pos, ribuan penumpang memadati area Pelabuhan Batamcenter. Rata-rata mereka yang berangkat membawa ransel atau koper berukuran cukup besar. Tak hanya bagian dalam Pelabuhan Batamcenter yang padat, bagian luar juga telihat padat. Bahkan, jalan di depan Pelabuhan Batamcenter sempat macet.
Kasi Ops Pelabuhan Internasional Batamcenter, Sobri mengatakan lonjakan penumpang sudah terlihat sejak Jumat (29/12) sore. Namun, lonjakan penumpang kembali terjadi mulai Sabtu (30/12) pagi hingga sore hari. Dari data sementara, jumlah penumpang yang berangkat meninggalkan Batam sekitar 11 ribu penumpang.
“Jumlah ini jauh meningkat dibanding akhir pekan biasa. Dimana pada akhir pekan biasa jumlah penumpang hanya 5000an. Semua kapal yang berangkat hari ini full,” terang Sobri.
Tak hanya penumpang berangkat, jumlah penumpang yang datang melalui Pelabuhan Internasional juga meningkat. Pihaknya pun telah mengantisipasi agar tak terjadi penumpukan penumpang baik dikeberangkatan ataupun kedatangan. Beberapa instansi yang bertugas di Pelabuhan juga menambah jumlah anggota, diantaranya Beacukai, Imigrasi, Ditpam dan polisi untuk pengamanan.
“Jumlah penumpang berangkat dan datang hampir sama-sama meningkat. Antisipasi dengan penambahan petugas dari berbagai instansi di Pelabuhan, tujuannya agar tak ada penumpukan,” imbuh Sobri.
Untuk penumpang yang masuk ke Batam didominasi warga negara Singapura dan Malaysia. Rata-rata WNA dari negara tetangga Batam itu datang untuk berbelanja dan perawatan.
“Rata-rata yang masuk dari Malaysia dan Singapura, biasanya mereka bisa sampai dua atau tiga hari untuk berbelanja dan menikmati makanan murah disini,” terang Sobri.
Menurut Sobri, puncak arus balik penumpang yang berangkat atau kedatangan diduga kembali terjadi Senin (1/1) 2018. Beberapa armada kapal juga telah mengajukan penambahan kapal untuk mengakut penumpang.
“Untuk hari ini tak ada, namun Senin besok diperkirakan ada penambahan kapal yang berangkat ataupun datang,” pungkas Sobri. (she)
Penumpang boat pancung. F. Dalil Harahap/Batam Pos
batampos.co.id – Setelah pengerjaan yang cukup panjang, akhirnya awal tahun nanti Pelabuhan Rakyat yang berada di samping Pelabuhan Domestik Sekupang (PDS) dioperasikan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam.
“Desember ini pengerjaan rampung, jadi awal tahun sudah bisa ditempati,” kata Kepala Dishub Batam, Yusfa Hendri, Sabtu (30/12).
Ia mengungkapkan tahun ini pihaknya menggelontorkan dana sebesar Rp 3 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja (APBD) 2017 untuk penyelesaian gedung bertingkat tersebut. Saat ini tinggal finalisasi penataan seperti kios yang berada di lantai dasar, hingga lantai satu sebagai kantor atau ruang rapat, dan ruang VIP untuk tamu.
Dia menambahkan ke depan, pihaknya juga akan memperbaiki dermaga pelabuhan yang dilalui penumpang tujuan Belakangpadang ini, agar memungkinkan disandari kapal milik Pemko Batam.
“Biasanya kan ada kunjungan pimpinan, jadi mereka bisa lewat pelra ini saja, sebut Yusfa.
Awal tahun nanti, beberapa personil dari Dishub Batam juga sudah mulai ditempatkan di pelra tersebut. Yusfa menambahkan dengan adanya personil ini, pengamanan dan pengawasan di pelra bisa lebih ditingkatkan. “Khususnya saat angin utara, kan banyak pengemudi yang tidak melengkapi dan menggunakan alat keselamatan.
Ini tentu akan menjadi salah satu fokus kami agar bisa dibenahi. Jangan ada lagi karena sudah biasa atau alasan lainnya,” papar mantan Kepala Dinas Pariwisata ini.
Ia menngungkapkan, pelra Sekupang merupakan salah satu pelabuhan yang sering dilewati wisatawan baik lokal maupun luar. Dia berharap keberadaan pelra ini bisa menunjang faslitas pelra dan memberi wajah baru bagi wisatawan. “Fasilitas seperti toilet juga sudah dibenahi,” tutupnya.(cr17)
Pilot Malindo Air, Amad Syahman (tengah) positif mengkonsumsi sabu, Sabtu (30/12/2017). F Dalil Harahap/Batam Pos
batampos.co.id – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kepri melakukan razia rutin di Bandara International Hang Nadim Batam, Sabtu (30/12/2017).
Dari razia itu, terjaring satu orang pilot Maskapai Malindo Air karena hasil tes urinnya positif menggunakan narkoba.
Pilot bernama Ahmad Syahman bin Saharuddin, berusaha membuang sabu seberat 1,90 gram ke di toilet. Sabu itu disimpan dalam kotak kacamata milik pilot berkewarganeraan Malaysia itu.
“Kami akan proses sesuai dengan Undang-Undang yang berlaku di Indonesia,” kata Kepala BNNP Kepri Ricard Nainggolan, Sabtu (30/12).
Ahmad Syahman, sejak menginjak kakinya di terminal kedatangan Bandara International Hang Nadim Batam, sudah dipantau oleh beberapa anggota BNNP Kepri. Dari caranya berjalan, berbicara dan gerak gerik matanya, petugas BNNP Kepri menduga Ahmad dalam pengaruh narkoba.
Namun petugas BNNP Kepri tidak langsung menangkap Ahmad. Sesuai rencana awal, pemeriksaan tas-tas milik penumpang tetap dilakukan pihak Bea Cukai Batam. Pemeriksaan tidak hanya menggunakan mesin X-ray saja, tapi juga menurunkan anjing pelacak khusus narkoba.
Satu per satu tas milik penumpang masuk X-ray dan diendus anjing pelacak. Ahmad yang sebelumnya sudah diberitahu pemeriksaan ini hanya kepada penumpang saja. Terlihat cukup santai menunggu gilirannya untuk memasukan tasnya ke dalam x-ray.
Namun begitu giliran Ahmad dan krunya, General Manager Operasional Bandara International Hang Nadim Suwarso meminta Pilot, Co Pilot dan dua orang pramugrinya menjalani tes urin. Co Pilot dan dua pramugari Malindo Air bersikap kooperatif. Dengan patuhnya ketiga orang ini mengikuti permintaan Suwarso.
Sedangkan pilot Maskapai Malindo Air, Ahmad ini berusaha untuk tidak mengikuti tes urin itu. Ia mengatakan kepada Suwarso, bahwa dirinya sedang terburu.
“Tapi saya bilang sebentar saja,” ucap Suwarso.
Lalu dia mengeluarkan alasan lain, dirinya akan dipanggil pihak Lion Air grup. Tapi alasan ini berhasil dipatahkan Suwarso.
“Dia bilang lagi, sudah selesai buang air kecil, tapi saya bilang lagi ke dia nanti minum. Ikuti saja tesnya, tak lama,’ ungkap Suwarso.
Setelah sekitar 10 menit debat. Akhirnya Ahmad mau mengikuti tes itu. Ahmad terlebih dahulu mengambil gelas untuk menampung air seninya. Lalu disusul oleh Co Pilot dan dua pramugari Malindo Air.
Co Pilot dan dua pramugari ini tak berapa lama keluar. Dan menyerahkan air seni ke petugas BNNP.
“Hasilnya negatif,” ucap Kepala BNNP Kepri Ricard Nainggolan.
Sedangkan Ahmad belum juga keluar dari toilet. Ia beralasan tidak bisa buang air kecil. Sehingga petugaspun menunggu pilot asal Malaysia di depan pintu toilet.
Ahmad masuk ke dalam toilet pukul 11.15. Namun hingga pukul 12.10 belum juga bisa buang air kecil. Petugas sudah memberikan minum, tapi tetap juga tidak bisa.
Akhirnya Ricard meminta Kabid Brantas BNNP Kepri Bubung Pramiadi membawa saja Ahmad menuju ke Kantor BNNP di Nongsa.
“Bawa saja, di kantor kita lanjutkan,” ujarnya.
Ahmad digiring keluar dari toilet. Tapi sebelum keluar, ia membuang kotak kacamatanya. Aksi ini ketahuan oleh petugas. Dan petugas itu mengkode Kabid Brantas BNNP Kepri. Mengerti kode itu, Bubung meminta anggotanya segera membawa Ahmad ke BNNP Kepri.
Setelah sampai di BNNP Kepri, Ahmad akhirnya bisa buang air kecil. Hasil tesnya positif.
“Kami akan bawa hasil ini ke BNN Pusat, untuk uji konfirmasi,” ungkap Ricard.
General Manager Operasional Hang Nadim, Suwarso menegaskan Pilot Malindo Air ini dilarang untuk terbang. Nantinya akan disiapkan pilot cadangan, yang akan membawa pesawat ini kembali ke Malaysia.
“Untungnya mereka baru besok (hari ini, red) berangkat, jadi ada waktu menyiapkan pilot cadangan,” ujarnya.
Corporate Communication Lion Air Group, Ramaditya Handoko membenarkan adanya pilot Malindo Air positif mengkonsumsi zat narkotika.
“Atas nama manajemen Lion Air Group, kembali mengucapkan terima kasih banyak dan mengapresiasi kinerja dari BNN yang terus melakukan pemberantasan Narkoba khususnya di kalangan awak pesawat, yang dimana hal ini sejalan dengan prinsip perusahaan dalam memberikan larangan keras terhadap pegawai nya jika terbukti memiliki ataupun mengkonsumsi obat-obat an terlarang,” tuturnya.
Ia mengatakan akan menyerahkan proses hukum ini kepada pihak yang berwenang, tentunya sesuai dengan aturan yang berlaku. Jika terbukti bersalah, yang Ahmad akan menerima sanksi tegas.
“Sanksinya berupa pemberhentian hubungan kerja,” katanya.
Soal penerbangan Batam ke Subang, Rama meminta masyarakat tidak perlu risau. Pihaknya sudah menyiapkan pilot penganti.
“Sehingga tidak akan mengganggu operasional pada penerbangan tersebut,’ ucapnya.
Selain memeriksa Pilot Malindo Air. Pihak BNNP Kepri juga melakukan tes urin terhadap pilot dan serta kru dari Maskapai Citilinkd dan Lion Air. Namun hasilnya negatif, kru dari Citilink dan Lion Air ini bebas dari narkoba. (ska)
Batam berkonsentrasi menjadi kota destinasi wisata. F Cecep Mulyana/Batam Pos
batampos.co.id – Dinas tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batam kembali menggelar pelatihan untuk tenaga kerja yang ada di Batam. Tahun ini program peningkatan keahlian tenaga kerja paling banyak dibuka untuk mereka yang bergelut di dunia pariwisata.
“Karena Batam lagi menuju kota wisata, jadi butuh SDM yang mumpuni, makanya pariwisata paling diunggulkan disamping yang lainnya,” kata Kepala Disnaker Kota Batam, Rudi Sakyakirti, Sabtu (30/12).
Tahun ini sedikitnya ada 11 bidang keahlian dengan total kuota pelatihan mencapai 843 orang dari bidang perhotelan dan pariwisata seperti, pengembangan bahasa inggris, barista, house keeping hingg sertifikasi HRD dan marketing, sedangkan untuk bidang industri ada 13 bidang dengan kuota peserta sebanyak 130 tenaga kerja, dan sektor lainnya 100 peserta.
“Total keseluruhan ada 956 peserta yng akan diikutkan dalam pelatihan peningkatan kompetensi pekerja ini,” sebutnya.
Rudi menyebutkan baik pelatihan untuk pencari kerja maupun tenaga kerja tahun ini memang tidak sebanyak tahun lalu. Hal ini disebabkan pendapatan IMTA yang menurun. “Kami menyesuaikan dengan anggaran yang ada, kalau banyak anggaran tentu banyak juga pelatihan yang kami gelar dan begitu sebaliknya,” terangnya.
Rudi menambahkan, untuk memaksimalkan pelatihan ini, pihaknya juga telah menjalin komunikasi dengan persatuan pariwisata yang ada di Batam. “Jadi untuk peningkatan kompetensi langsung dikirim dari asosiasinya, biar lebih terokordinir,” jelas mantan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Batam ini.
Ia berharap peningkatan kompetensi ini bisa menjadi nilai jual bagi tenaga kerja untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih tinggi lagi, dan siap bersaing dengan tenaga kerja asing (TKA).
“Ya semoga mereka bisa berkarir di luar Batam dengan gaji yang lebih besar juga, karena kompetensi mereka sudah setara dengan TKA,” ujarnya.
Disinggung mengenai anggaran yang dihabiskan untuk pelatihan ini, Rudi mengaku tidak begitu ingat, namun nilainya tidak sebanyak tahun lalu yang mecapai Rp 15 miliar.Untuk waktu pelaksanaan, ia menyebutkan sekitar bulan Mare atau April karena pihaknya akan menggelar pelatihan untuk pencari kerja terlebih dahulu di Januari nanti.(cr17)
batampos.co.id – Kompetisi sepakbola antar perusahaan yang dulu dikenal dengan nama Galakarya atau Liga Karyawan akan hadir kembali dengan nama baru ‘Lipesia’ yang merupakan singkatan dari Liga Pekerja Indonesia.
Lipesia merupakan gawean bareng antara Kementerian Tenaga Kerja (Kemnaker) dan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora)serta berkoordinasi dengan Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) akan digelar di 34 provinsi di Indonesia.
Melibatkan 544 perusahaan swasta, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).
Tentunya, Kepri termasuk salah satu provinsi yang bakal menghelat Lipesia 2018 ini. Lipesia Zona Kepri 2018 akan dilangsungkan mulai 20 Januari hingga 16 Februari 2018 di Stadion Temenggung Abdul Jamal Batam.
“Mainnya Sabtu dan Minggu, sehingga tidak mengganggu jadwal kerja para karyawan,” ujar Ketua panitia Haris Suhendar kepada Batam Pos, Sabtu (30/12).
Jumlah peserta di setiap provinsi sebanyak 16 tim. Ke-16 tim dibagi ke dalam beberapa grup. Bertanding menggunakan sistem setengah kompetisi. Para juara provinsi akan bertanding di 6 Zona Regional yang dibagi ke dalam 8 grup. Para juara grup berhak melaju ke babak 8 Besar Nasional.
“Sampai saat ini sudah ada 11 tim yang konfirm ikut ajang ini. Pendaftaran akan ditutup tanggal 6 Januari 2018,” kata Haris.
Dikatakan, berdasarkan aturan yang berlaku peserta Lipesia adalah karyawan perusahaan swasta, BUMN dan BUMD. Dengan rentang usia mulai 20 sampai 40 tahun.
“Partai final nasional dijadwalkan digelar 1 Mei 2018 yang bertepatan dengan Hari Buruh atau May Day,” sebutnya.
Haris berharap Lipesia ini dapat menjadikan sarana berkreasi yang menyehatkan seluruh pekerja di Indonesia serta mengeratkan persatuan para Industriawan dalam satu kegiatan sepakbola.
“Semoga kegiatan ini dapat membantu program pemerintah dalam Percepatan Pembangunan Sepakbola di Indonesia,” tutup Haris. (cr16)
Kapolresta Barelang Kombes Hengki (tengah) bersama Wakapolresta (kanan) dan Kasat Reskrim memberikan keterangan pengungkapan narkoba saat ekpos di Mapolresta Barelang, Rabu (27/12). F Cecep Mulyana/Batam Pos
batampos.co.id – Mengantisiasi maraknya peredaran narkoba di lingkungan masyarakat Batam, Kapolresta Barelang, Kombes Hengki berencana menggandeng Pemko Batam untuk membuat program kampung anti narkoba.
Hal tersebut disampaikan Kombes Hengki saat membuka rapat koordinasi peningkatan peran RT/RW dalam rangka penegakan hukum bagi organisasi radikal dan anti pancasila, guna mendukung terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif, Jumat (29/12) siang.
“Kami tak ingin peredaran narkoba tahun depan ini marak di Batam. Untuk menekan peredaran narkoba di masyarakat, salah satu caranya yakni dari Polresta Barelang menggandeng Pemko Batam untuk mengimplementasikan kampung anti narkoba di Batam. Kalau untuk mengandalkan personel polisi, jumlahnya sangat terbatas,” ujar Kombes Hengki.
Peran serta masyarakat seperti misalnya memberitahukan adanya oknum yang bertransaksi narkoba di lingkungan masyarakat, lanjut Kombes Hengkis, sangat membantu sekali bersama-sama memberantas keberadaan peredaran narkoba di masyarakat.
“Dari Polresta Barelang untuk mengawali program kampung narkoba nantinya terealisasi dengan efektif, salah satunya akan lombakan masing-masing Polsek yang tersebar di 12 Kecamatan. Perlombaan yang saya maksud adalah, siapa yang mampu memberantas peredaran narkoba terbanyak di wilayah kerjanya Polsek, merekalah yang akan kami kasih reward, baik itu untuk anggota maupun Kapolseknya,” terang Kombes Hengki.
Seperti apa nantinya teknis program menggalakkan kampung anti narkoba, Kombes Hengki mengatakan, hal itu masih akan ia godok bersama jajajaran Kasat-Kasat.
Sementara, Wakil Wali Kota Batam, Amsakar mendukung penuh apa yang akan dicanangkan oleh Kapolresta Barelang, Kombes Hengki yang akan membuat program kampong anti narkoba.
“Kami dari Pemko Batam sepenuhnya akan mensupport program tersebut demi masa depan masyarakat Batam. Apa yang Pemko Batam bisa dan mampu bantu untuk mendukung program tersebut, saya pasti akan mendukung sepenuhnya. Bila perlu dari Pemko Batam dilibatkan untuk mensukseskan program kampung anti narkoba di Batam,” terang Amsakar Achmad.
Amsakar juga tak mau kalah dengan Polresta Barelang demi terwujudnya program kampung anti narkoba. Ia berencana akan memanggil seluruh camat maupun lurah di Batam.
“Saya berencana akan lombakan camat-camat dan lurah-lurah se-Batam. kelurahan atau kecamatan mana saja yang mampu menekan dan memberikan informasi adana peredaran narkoba di wilayahnya, apalagi sampai ikut menangkap oknum pengedar narkobanya, dari Pemko Batam nantinya akan memberikan reward bagi kecamatan atau kelurahan terbaik yang sudah mampu menekan adanya peredaran narkoba,” terang Amsakar. (gas)