Minggu, 21 Juni 2026
Beranda blog Halaman 12661

Kukuhkan Pengurus Daerah, KC Batam Kunjungi Panti Asuhan

0

batampos.co.id – Pengurus Daerah (Pengda) Karimun Club (KC) Batam resmi dikukuhkan, Minggu (25/3). Menariknya, pengukuhan tersebut tidak dilakukan secara formal di lokasi khusus nan mewah. Namun, diadakan di panti asuhan, tepatnya di Panti Asuhan At-Taqwa yang beralamat di Taman Seruni Indah, Batamcentre.

Ketua KC Batam, Stefanus Ary, mengungkapkan, cara tersebut sengaja dilakukan agar pengukuhan Pengda KC Batam terasa lebih berkesan. Selain itu, juga agar kegiatan pengukuhan tidak hanya bersifat hiburan yang hanya dinikmati oleh sesama anggota komunitas, tetapi juga dapat memberi manfaat, meski saat ini hanya untuk lingkup yang masih terbatas.

“Selain potong tumpeng dan acara seremonial khas pengukuhan Pengurus Daerah Karimun Club, kami juga memberikan sumbangan dan santunan kepada anak-anak panti sebagai bentuk kepedulian. Jumlahnya memang tidak banyak, tapi mudah-mudahan dapat membantu,” ungkap pria yang akrab disapa Ary tersebut disela acara pengukuhan.

Pengukuhan Pengda KC Batam tersebut dihadiri sekitar 55 orang anggota dan keluarga besar KC Batam serta 35 pengurus dan anak Panti Asuhan At-Taqwa. Acara pengukuhan berlangsung singkat. Sebelum acara utama, seluruh keluarga besar Karimun Club Batam berkumpul di Kepri Mall untuk berkendara bersama ke panti asuhan. Setelah selesai melakukan acara inti di panti asuhan, kemudian bertolak ke landmark Welcome to Batam.

“Komunitas ini dibuat untuk lebih mengeratkan tali silaturahmi antar pemilik kendaraan Suzuki Karimun di Batam, baik Karimun Klasik, Estilo, New Estilo, maupun yang terbaru Wagon R. Melalui komunitas ini kami berbagi beragam informasi, baik mengenai Suzuki Karimun, maupun hal lain yang terkait otomotif,” ujarnya.

Apalagi Ary mengungkapkan, per Desember 2017, Karimun Club sudah memiliki 42 Pengda yang tersebar di seluruh Indonesia. Karimun Club Indonesia (KCI) bahkan menjadi salah satu komunitas mobil tertua di Indonesia. Tahun ini akan merayakan hari jadi yang ke-17 dengan jumlah anggota per Maret 2018 lebih dari 4.600an orang di seluruh Indonesia.

“Melalui club ini, kami berbagai informasi mengenai suku cadang, masalah dan solusi terkait Suzuki Karimun hingga berbaur di acara lokal maupun nasional. Bila memiliki kendaraan Suzuki Karimun, dan tertarik untuk berbagi informasi, dapat bergabung bersama kami,” tutupnya. (uma)

Ouh…. Ditpam Tak Bisa Angkat Alat Penambang Pasir sebab…

0
Anggota Ditpam BP Batam menertibkan tambang pasir ilegal di Tembesi, Sagulung dengan membakar peralatan tambang dan merubuhannya, Rabu (14/3). F Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Direktorat Pengamanan (Ditpam) Badan Pengusahaan (BP) Batam tetap berkomitmen mengawasi dan melakukan penertiban tambang pasir ilegal. Namun Ditpam menegaskan perannya hanya sampai disitu, sedangkan urusan hukum merupakan ranah dari aparat terkait.

“Kami hanya bisa tertibkan, tapi tak bisa membawa ke ranah hukum. Kewenangannya tak ada di kami,” kata Direktur Ditpam Brigjen Polisi Suherman, Selasa (27/3).

Makanya dalam setiap penertiban, Suherman mengatakan pihaknya tidak bisa mengangkat mesin-mesin penambang pasir, tugasnya ada di instansi terkait. Pihaknya hanya bisa membakar pipa-pipanya saja.

Tugas utama Ditpam katanya adalah menjaga aset-aset milik BP Batam dan melakukan penertiban bila ada pelanggaran di sekitar area aset-aset tersebut.”Urusan selanjutnya adalah instansi terkait,” jelasnya.

Karena memiliki wewenang yang terbatas, Ditpam BP Batam mengambil inisiatif dengan mengajak kerjasama instansi-instansi terkait seperti kepolisian, Dinas Lingkungan Hidup, Pejabat Penyidik Negeri Sipil (PPNS) dan lainnya untuk bekerjasama memberantas tambang pasir ilegal ini.

Ia menyadari bahwa kerusakan yang ditimbulkan oleh penambangan pasir ilegal seperti di sekitar Dam Tembesi mengancam keberlangsungan sumber air di Batam tersebut.”Ini akan tetap jadi perhatian bagi kami,” jelasnya.

Sewaktu penertiban tambang pasir beberapa minggu lalu, Ditpam memang hanya memantau 2 titik tambang pasir. Padahal ada 12 titik tambang pasir yang beroperasi di sekitar Dam Tembesi.

Penambangan pasir ilegal di sekitar Dam Tembesi sudah sangat meresahkan karena merusak lingkungan. Dam Tembesi pun juga ditakutkan akan ikut terpengaruh akibat kerusakannya sudah menjamah daerah sekitar dam tersebut.

Penertiban dari petugas Direktorat Pengamanan Badan Pengusahaan (Ditpam BP) Batam beberapa waktu lalu tidak berdampak apapun. Bahkan lokasi tambang pasir yang sudah ditertibkan sebelumnya juga kembali beraktifitas normal.

Anggota Komisi III DPRD Batam Jefri Simanjuntak mengungkapkan penambangan pasir ilegal sangat merugikan negara. Total kerugian bisa mencapai ratusan miliar.”Penambangan pasir sudah belasan tahun berlangsung. Ratusan miliar diperoleh dari pengerukan negara,” katanya.

Ia menjelaskan saat ini ada tiga titik tambang pasir ilegal yang masih terus beroperasi yakni Galang, Nongsa dan Tembesi. Di setiap titik, minimal 25 unit truk pengangkut pasir setiap harinya. Di mana satu truk pasir dihargai minimal Rp 800 ribu.

“Jadi satu bulan saja sudah lebih dari Rp 2 miliar. Itu hanya hasil pasir saja. Bayangkan kerugian berupa pohon yang ditebangi dan kerusakan jalan yang dibuat oleh pengangkut pasir itu sendiri,’ katanya.(leo)

Banting Stir, Sedan Terperosok di Parit

0
foto: yuyun / batampos

batampos.co.id –  Kecelakaan tunggal terjadi di Jalan Gajah Mada,  Sekupang, Selasa (27/3) sekitar pukul 15.30 WIB. Sebuah mobil sedan BP  14xx ZT terseperosot di dalam parit setelah sebelumnya menabrak pohon yang ada di pinggir jalan. Rusdi pemilik mobil mengatakan kecelakaan tunggal tersebut terjadi karena mobilnya tiba-tiba hilang kendali.

Untuk menghindari tabrakan dengan mobil lain, ia pun banting setir ke kanan lalu menabrak pohon dan terperosot di dalam parit.

“Tiba-tiba nggak bisa dikontrol,”ujar Rusdi saat dilokasi kejadian.B eruntung kejadian itu tidak sampai melukainya. Hanya saja mobilnya mengalami kerusakan cukup parah. Bagian bumper depan hancur dan kaca mobilnya pecah.

“Kejadiannya sangat cepat. Untung saya cuman luka kecil di pergelangan saja,” ucapnya.

Namun demikian, akibat kejadian itu, Rusdi terlihat trauma dan wajahnya sedikit memucat.

“Tadi dari rumah mau ke Cipta Puri. Tapi sampai di sini dapat musibah,” jelasnya.

Sementara  mobilnya dibawa ke Polresta Barelang untuk diamankan untuk dimintai keterangan terkait kecelakaan tersebut.

Wakasat Lantas Polres Barelang, Kartijo mengatakan kejadian itu disebabkan pengemudi melaju dengan kecepatan tinggi. Karena tidak bisa dikendalikan, mobil akhirnya banting setir ke kanan dan terperosot ke parit.

Ia pun mengimbau kepada pengedara untuk berhati-hati, apalagi kondisi jalan yang licin karena hujan.

“Jangan terlalu buru-buru. Jalan licin,” katanya.

Sementara akibat kecelakaan itu, ruas jalan dari Nagoya ke Sekupang maupun sebaliknya mengalami kemacetan dan menjadi tontonan pengendara yang tengah melalui. Anggota Satlantas Polresta Barelang pun harus turun tangan guna mengurai kemacetan. (une)

Gara-gara Sebidang Tanah Dua Pria Patam Lestari Adu Mulut

0

batampos.co.id – Gara-gara masalah tanah hibah, dua orang warga Patam Lestari Sekupang adu mulut, Selasa (27/3).

Keduanya adalah Abdul Latif Hasan dan Muhammad Kasim. Pemilik lahan Muhammad Kasim kesal kepada Abdul Latif yang tidak mengakui jika tanah seluas 500 meter persegi tersebut merupakan lahan dihibahkan olehnya untuk Yayasan Syamsul Huda yang kelola oleh Abdul Latif sendiri.

Padahal kata Kasim, hibah tanah tersebut disaksikan oleh warga dan perangkat RT setempat.

“Saya cuman nanya status lahan itu. Apakah lahan itu atas nama yayasan atau pribadi,” ujar Kasim saat bermediasi di kantor Kelurahan Patam Lestari, Sekupang.

Kasim mengatakan tanah yang ia hibahkan untuk pembangunan panti asuhan itu ia beli dari Sumarsono seharga Rp 120 juta. Kemudian tahun 2012 ia serahkan untuk pembangunan yayasan.

Bahkan katanya, pembangunannya yayasan iti juga dibantu dana sebesar Rp 60 juta.

“Dia nggak mau akui jika itu tanah saya hibahkan. Sebenarnya bukan permasalahkan tanah, cuman ada kata-kata dia yang membuat saya sakit hati,” katanya.

Ketua Yayasan Syamsul Huda, Abdul Latif sempat tidak mengakuinya. Namun karena Kasim membawa sejumlah saksi, akhirnya ia pun mengaku.

Sementara saat mediasi, tampak terlihat Lurah Patam Lestari, Muhammad Ali, pihak kepolisian Sekupang, Babinsa kelurahan Patam Lestari dan tokoh masyarakat setempat. (une)

Jaga Amanah yang Diberikan

0
Gubernur Kepri Nurdin Basirun memberikan tausiah saat safari subuh di Masjid Al Ihsan, Tanjungpinang, Senin (26/3). F. Humas Pemrpov Kepri untuk batampos.co.id

batampos.co.id – Gubernur Kepri Nurdin Basirun mengatakan, bahwasanya ada amanah yang diemban oleh setiap kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Kepri. Sebab itu, Nurdin berharap apa yang sudah dilakukan oleh seluruh kepala OPD memberikan manfaat positif bagi masyarakat luas.

Menurutnya, ada Sekda, ada Wali kota, ada Kepala Bappeda, Kadis Perdagangan dan sebagainya. Mereka adalah para pemimpin pilihan untuk memegang amanah. Ada titipan masyarakat melalui pundak-pundak mereka. Diharapkan mereka bisa menjaga dan menjalankan amanah yang diberikan.

“Saya berharap apa yang sudah mereka lakukan bermanfaat bagi masyarakat luas,” kata Gubernur dalam ceramahnya usai salat subuh di Masjid Al Ihsan, Tugu Pahlawan, Tanjungpinang, Senin (26/3).

Adapun khusus untuk masyarakat Tanjungpinang yang sedang menjalankan proses pemilihan wali kota dan wakil wali kota saat ini, Gubernur menginginkan agar semuanya berjalan lancar dan melahirkan pemimpin seperti yang diharapkan masyarkat.

“Jangan jadikan pemilihan wali kota sebagai ladang perpecahan. Jadikanlan Pilwako ini sebagai ladang silaturahmi untuk memilih pemimpin yang mumpuni. Buang sifat iri, dengki dan saling fitnah, karena itu tidak baik dan dibenci Allah,” kata Gubernur.

Di akhir tausiahnya Gubernur berharap salat subuh berjamaah bisa membudaya di masyarakat Kepri. Karena melalui salat subuh, awal mula terbentuknya generasi yang berkepribadian kuat, tangguh, dan disiplin.

“Kepri ini butuh generasi yang tidak hanya cerdas, tapi juga punya kepribadian yang kuat dan disiplin. Saya yakin generasi yang seperti itu adalah generasi yang rajin bangun subuh dan melakukan salat subuh berjamaah,” tutup Nurdin. (bni)

Dorong Peningkatan Kegiatan Ekonomi

0
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kepri TS Arif Fadillah saat memimpin rapat dengan Kepala OPD, Senin (26/3). F. Humas Pemprov Kepri untuk batampos.co.id

batampos.co.id – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kepri TS Arif Fadillah kembali mengingkatkan kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov Kepri untuk mengimplimentasikan hasil aktivitas Gubernur Kepri Nurdin Basirun saat turun ke lapangan. Apalagi program-program yang dilaksanakan harus berujung pada kesejahteraan masyarakat.

“Hasil kerja tentu ditunggu masyarakat, diharapkan terus dorong berbagai kegiatan yang membantu pertumbuhan ekonomi,” kata Arif saat mempimpin rapat rutin OPD di Rupatama Lt. 4, Kantor Gubernur, Istana Kota Piring, Tanjungpinang, Senin (26/3).

Sekda Arif mengatakan bahwa dengan rutinnya Gubernur turun ke lapangan, banyak aspirasi masyarakat yang didapat, jangan sampai tidak terdata. Aspirasi itu kadang berupa bantuan sosial maupun bantuan terkait pembangunan.

Sementara itu Kepala Biro Pembangunan Aries Fhariandi dalam paparannya melaporkan bahwa realisasi anggaran terus berlangsung. Dia berharap seluruh OPD dapat bekerja serius dan cepat dalam melaporkan realisasi anggaran tersebut. “Kita terus mengejar agar menjelang akhir triwulan 1 dapat memenuhi target realisasi,” kata Aries.

Aries juga memaparkan beberapa arahan gubernur sebelumnya yang sudah ditabelkan untuk diserahkan ke masing-masing OPD terkait. Kepala Biro ULP Misbardi melaporkan terkait progres lelang sampai saat ini terus berjalan, dilaporkan bahwa 434 paket yang terdata saat ini sebanyak 132 paket sudah masuk ke Biro ULP dan 63 paket telah selesai dan bisa segera dijalankan.

Kepala Barenlitbang Naharuddin menambahkan terkait pelaksanaan Musrenbang 2018, darii arahan Gubernur agar seluruh Eselon III dan IV di lingkungan Provinsi Kepri diwajibkan ikut serta dalam kegiatan tersebut. “Agar semua pejabat terkait dapat memahami rencana kerja,” kata Nahar.

Pada pelaksanaan Musrenbang juga diharapkan semua OPD segera menyerahkan dan memasukan data seluruh usulan yang akan dilakukan yang tertuang di dalam E-Planning.
“Diharapkan selesai Musrembang seluruh usulan sudah masuk kedalam sistem,” lanjut Nahar. (bni)

414 Pamen Polri Nganggur

0

batampos.co.id – Ada 414 anggota Polri berpangkat perwira menengah yang nganggur usai menjalani pendidikan.

Demikian diakui Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

Tito beralasan, banyaknya perwira yang jobless karena efek domino sejak 1980-an. Sebab Polri selalu menambah kuota rekrutmen anggota.

Di Angkatan Kepolisian (Akpol) misalnya. Angkatan atau leting 1982, semula hanya menambah kuota rekrutmen anggota Polri sebanyak 46 orang. 1984, mulai bertambah 100 lebih personel. Di 1985 sudah hampir 200 anggota baru yang direkrut.

“86-87 angkatan saya, juga sampai 197. Setelah itu berturut-turut, sekarang sudah 300 yang masuk Akpol,” beber Tito saat berbicara di Ruang Rapat Utama, Kompleks Mabes Polri, Jakarta, Selasa (27/3).

Efeknya, lanjut dia, mulai terasa saat ini. Mereka yang lulus sekolah kesatuan dan mengemban pangkat Komisaris Besar (Kombes) jadi menumpuk.

“Bottleneck menuju bintang (Perwira tinggi),” jelas Tito.

Sementara, lanjut Jenderal bintang empat itu, kuota pangkat bintang tidak banyak. Bintang tiga, hanya sembilan. Bintang dua hampir 60 perwira. Bintang satu, hampir 220 personel.

“Kondisi ini tak sebanding dengan jumlah Kombes yang baru keluar, Anjak (analisis kebijakan) dan lain-lain yang sudah selesai sekolah hampir 400-an. Nah, mereka itu yang nyari posisi bintang dan lain-lain,” ujarnya.

Sekadar informasi, 414 perwira Polri yang tidak memiliki jabatan usai sekolah pertama kali disinggung Anggota Komisi Polisi Nasional (Kompolnas) Bekto Suprapto.

Dia pun meminta pada Asisten Sumber Daya Manusia (SDM) Polri Irjen Pol Arief Sulistyanto untuk mengatasi ini. (dna/ce1/JPC)

Tingkatkan Patroli di Lokasi ATM

0
Sejumlah anggota Sat Sabhara Polres Karimun patroli di sejumlah ATM di Karimun. F. Sandi/batampos.co.id

batampos.co.id – Sejak sepekan lalu Sat Sabhara Polres Karimun mulai melakukan patroli, khususnya pada malam hari. Baik menggunakan sarana sepeda motor dan juga mobil. Salah satu yang menjadi perhatian dalam patroli tersebut adalah lokasi anjungan tunai mandiri (ATM) yang ada di Karimun.

”Kita mengetahui ada beberapa kali kejadian di daerah lain tentang pencurian data nasabah bank melalui ATM. Salah satu caranya adanya pemasangan alat skiming. Untuk itu, saya sudah perintahkan kepada anggota polisi yang bertugas siang dan malam untuk rutin melakukan patroli,” ujar Kapolres Karimun, AKBP Agus Fajaruddin, Senin (26/3).

Untuk wilayah Tanjungbalai Karimun, kata Kapolres, terdapat 21 lokasi atau titik ATM. Ada diantaranya memang siang dan malam ramai, namun ada juga yang sepi. Khususnya pada malam hari. Untuk itu, peningkatan patroli dilakukan pada malam hari di lokasi ATM yang jarang digunakan. Hal ini sebagai bentuk pelayanan dari polisi. Sehingga, dapat mencegah adanya pelaku kejahatan.

Tugas patroli untuk wilayah yang terdapat ATM ini tidak hanya dilakukan oleh anggota Polres Karimun saja. Tapi, juga dilakukan oleh anggota yang ada di tingkat Polsek. Dengan patroli ini juga sekaligus dapat mencegah terjadinya tindak kriminal. Bukan hanya menghindari pemasangan alat skiming, tapi juga keamanan nasabah pasca bertransaksi di ATM bisa terhindar. “Selain itu, kita juga menghimbau kepada pihak bank yang memiliki ATM agar meningkatkan keamanan mesin ATM,” jelasnya.

Dikatakan Kapolres, kepada para nasabah bank yang biasa menggunakan ATM, diharapkan selalu berhati-hati. Misalnya, jika menemukan kejanggalan pada ATM, maka tidak menggunakan ATM tersebut. Selain itu, tidak menuliskan nomor rahasia ATM di kartu ATM. Karena, jika mengalami kejadian kehilangan kartu ATM, maka rawan disalahgunakan. Sehingga, bisa menimbulkan kerugian. (san)

Kenaikan Pajak Bisa Ditunda Jika Pemko dan DPRD Batam Menyepakati

0
Ilustrasi

batampos.co.id – Penolakan kenaikan pajak daerah masih disampaikan pengusaha hiburan. Senin pagi (26/3), Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) dan Asosiasi Spa Indonesia (Aspi) mendatangi DPRD Batam. Mereka berharap Peraturan Daerah (Perda) Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pajak Daerah ditunda.

Anggota Komisi II DPRD Batam, Hendra Asman mengatakan, dari hasil pertemuan itu, pelaku usaha sangat keberatan jika pajak hiburan tetap dinaikan. Kenaikan sebesar 35 persen ini dinilai tidak tepat di saat perekonomian Batam yang sedang lesu. Bila dipaksakan akan berdampak kepada pelaku usaha hiburan.

“Mereka sampaikan kondisinya saat ini. Bertahan dengan pajak lalu saja sudah luar biasa,” kata Hendra.

Penerapan pajak hiburan tersebut dikhawatirkan akan semakin membuat jumlah pengunjung makin menurun. “Mereka berharap ada perhatian dari pemerintah, agar perda yang sudah disahkan ini bisa ditunda. Minimal setelah kondisi ekonomi pulih. Silakan pemerintah menaikan menjadi 35 persen lagi,” tuturnya.

Menanggapi hal ini, Herman mengaku memang tidak mudah untuk menunda perda yang sudah disahkan. Namun demikian hal ini bisa dilakukan jika ada persetujuan eksekutif dan legislatif. Selain menunda perda, hal lain yang bisa dilakukan ialah merevisi perda. Namun hal tersebut dinilai membutuhkan waktu lama.

“Kalau pemko dan DPRD setuju bisa saja (ditunda). Namun kita perlu tahu sebagai bahan perbandingan, jika pajak ditunda imbasnya terhadap PAD seperti apa. Makanya kita akan panggil BP2RD,” sebut Hendra.

DPRD, lanjut dia, tidak ingin tergesa-gesa menetapkan hal tersebut. Perlu kehati-hatian karena menyangkut sumber PAD Batam.

“Prinsipnya kami mendukung laporan ini. Apapun hasilnya nanti setelah kita bahas dengan Pemko Batam. Artinya laporan ini kita terima untuk selanjutnya dibahas,” jelasnya.

Sementara itu Kepala BP2RD Batam, Raja Azmansyah mengatakan, target pajak daerah sebesar Rp 970 miliar sudah memprhitungkan pemberlakukan pajak daerah sesuai Perda 7 Tahun 2017. Bila ini ditunda tentu ada korelasi yang akan ditimbulkan pada saat pencapaian realisasi di APBD Perubahan 2018 nanti.

Ia mengaku akan menyampaikan rekomendasi kepada DPRD Batam terkait dampak yang akan diakibatkan jika pajak ini tidak diberlakukan.

“Ketika ada kondisi seperti ini, kita lihat hasilnya seperti apa. Kalau itu ditunda atau diturunkan sedikit, tentu harus ada regulasi yang mengatur hal tersebut,” jelas Raja. (rng)

Waspada Penyakit Menular TBC

0
Kadinkes Karimun Rahmadi f,TRI o

batampos.co.id – Badan kesehatan dunia atau WHO menyebutkan Indonesia posisi kedua untuk penyakit tuberculosis (TBC). Ini merupakan salah satu penyakit menular dan berbahaya. Karena, bisa menyebabkan kematian.

Penyakit TBC ini bisa disembuhkan, asal rutin dan teratur minum obat sampai dipastikan sembuh dari TBC. Untuk pengobatan dan penyembuhan penyakit ini tidak ada biayanya.

“Tapi proses penyembuhannya harus tuntas, jika tidak tuntas ada kemungkinan penderita TBC meninggal dunia,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karimun, Rahmadi, Senin (26/3).

”Untuk itu, menjadi tanggungjawab kita bersama untuk menjaga kesehatan diri sendiri. Artinya, kalau mengalami sakit batuk sebagai salah satu contoh yang lebih dua pekan tidak berkurang, maka kita sarankan untuk periksa ke dokter. Jangan membeli atau mengkonsumsi obat sembarangan. Hal ini untuk menghindari penyakit TBC,” kata Rahmadi mengingatkan.

Dikatakannya, hasil penelusuan petugas medis dari Puskesmas yang ada di Kabupaten Karimun, tercatat pada tahun lalu ditemukan 400 lebih kasus baru untuk penderita TBC. Penyakit TBC ini bukan hanya disebabkan paru-paru. Tapi, juga ada yang disebut dengan TBC tulang. TBC tulang ini menyerang bagian tulang, sehingga jika tidak terdeteksi, dapat menyebabkan tulang bengkok.

”Selain itu, di dalam data kita juga diketahui ada kasus TBC yang menimpa anak-anak. Biasanya kalau ada anak-anak yang terjangkit TBC, maka kemungkinanan utamanya disebabkan ada anggota keluarga yang memang memiliki riwayat penyakit ini,” papar Rahmadi.

Untuk itu, saat ini Dinkes juga sudah mengimbau melalui Puskesmas agar melakukan penelusuran di pemukiman masyarakat untuk menekan penyebaran penyakit ini. (san)