Jumat, 17 April 2026
Beranda blog Halaman 12661

Walikota Batam Minta Lahan untuk Drainase

0
Drainase di jalan Marina City yang sempat tertimbun matrial tanah dikeruhkan pihak pengembang. Camat Batuaji minta Pengembang Peduli dengan drainase supaya tidak terjadi banjir, Rabu (15/11). F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Walikota Batam, Muhammad Rudi meminta kepada BP Batam untuk bersama-sama mengentaskan permasalahan banjir yang belum terselesaikan di tahun ini. Peralihan lahan yang diperuntukkan sebagai aliran air menjadi pembangunan merupakan masalah yang harus diselesaikan.

“Dulunya drainase, tiba-tiba sudah dialokasikan untuk bangunan. Ini banyak terjadi tahun ini,” kata Rudi, Sabtu (16/12).

Untuk itu, pihaknya akan bekerjasama dengan BP Batam sebagai penanggung jawab terhadap lahan yang ada di Batam untuk tidak mengalokasikan lahan drainase untuk dibangun tahun depan.

“Saya sangat berharap Pak Lukita mau membantu Pemko Batam soal ini,” sebutnya.

Ia menambahkan, banjir tidak saja menjadi masalah Pemko Batam, melainkan semua pemangku kebijakan atau stakeholder termasuk masyarakat sendiri. “Setiap terjadi banjir, Pak Yu selalu menyampaikan ada aliran air yang sudah ditutup, jadi aliran air tidak lancar dan menyebabkan rumah warga terendam,” terang mantan anggota DPRD Kota Batam ini.

Rudi berharap BP Batam mau mengalokasikan lahan untuk pembangunan drainase di tahun 2018 mendatang. Hal ini bertujuan membenahi permasalahan titik-titik banjir di Batam. “Selama ini permasalahannya hanya lahan, jadi tahun depan semoga ada titik cerah untuk ini, jadi drainase lebih lebar sehingga bisa menampung debit air yang lebih banyak,”imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (BMSDA) Kota Batam, Yumasnur mengakui salah satu penyebab banjir adalah drainase yang beralih fungsi, karena pembangunan. Hal ini ditambah lagi pengelola tidak menyediakan space yang cukup untuk drainse.

“Jadi aliran air mau mengalir tak bisa karena jalannya sudah tertutup,” sebutnya.

Untuk itu, pihaknya sangat berharap ke depan koordinasi dengan BP Batam lebih baik lagi untuk mengatasi permasalahan banjir ini. Ia menyebutkan lokasi pembangunan harus mengutamakan estetika pembangunan agar tidak merugikan pemukiman yang ada sebelumnya.

“Membangun boleh saja, tapi mohon bersedia untuk menyediakan space yang cukup untuk aliran airnya,” tutup dia.(cr17)

Ekspor Kepri Menurun

0
Sejumlah pekerja sedang melakukan bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Batuampar. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Ekspor Kepri untuk bulan November 2017 menurun dibanding Oktober 2017. Nilainya turun sebesar 3,92 persen dari 1.032,04 juta Dolar Amerika menjadi 991,64 juta Dolar Amerika.

“Penurunan nilai ekspor ini disebabkan oleh turunnya ekspor komoditas migas sebesar 7,68 persen dan nonmigas sebesar 2,29 persen,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kepri, Panusunan Siregar, Sabtu (16/12).

Nilai ekspor tersebut dibagi atas ekspor migas dan nonmigas. Ekspor migas November mencapai 287,45 juta Dolar Amerika atau turun dibanding Oktober 2017. Sedangkan ekspor nonmigas bulan November mencapai 704,18 juta Dolar Amerika atau turun 2,29 persen dibanding bulan sebelumnya.

Sedangkan berdasarkan negara tujuan, ekspor ke Singapura pada bulan November 2017 menjadi yang paling besar mencapai 475,6 juta Dolar Amerika.

“Dan jika menurut pelabuhan, maka ekspor terbesar melalui Batuampar,” katanya.

Melalui pelabuhan Batuampar, ekspornya mencapai 3.134,79 juta Dolar Amerika dan disusul pelabuhan Sekupang dengan nilai ekspor capai 1.924,13 juta Dolar Amerika.(leo)

Jangan Persulit Lagi Perizinan

0

batampos.co.id – Adanya ratusan perizinan Mal Pelayanan Public di Gedung Sumatera Promotion Centre (SPC) Batam diharap dapat memberi kemudahan bagi masyarakat dan investor. Jangan sampai ada lagi instansi yang mempersulit perizinan karena seluruh perizinan sudah ada di MPP.

Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Asman Abnur menegaskan seluruh instansi di Kota Batam harus memudahkan perizinan kepada investor atau pun masyarakat.

“Jangan adalagi yang mempersulit perizinan. Sebab, semuanya sudah ada di MPP. Seluruh instansi juga harus ramah dalam memberi pelayanan kepada masyarakat dan investor,” ujar Asman Abnur di Nagoya, kemarin.

Ia berharap perizinan yang biasanya butuh waktu hingga satu minggu, harus bisa menjadi satu hari. Begitu juga pengurusan izin satu hari bisa menjadi beberapa jam saja.

“Yang satu minggu jadikan satu hari, yang satu hari jadikan satu jam. Insyallah dengan MPP ini semua bisa beres, bahkan untuk nikah pun bisa disana, tinggal siapkan kiainya saja,” imbuh Asman.

Disisi lain ia juga mengkritik tentang mahalnya biaya kirim via laut di Batam. Hal itu menurutnya menjadi keluhan sejumlah pengusaha dan investor.

“Biaya laut jangan mahal. Pokoknya, jangan ada pelayanan yang tersendat,” ujar Asman.

Menurutnya, semua kemudahan harus diberikan untuk Batam. Agar Batam bisa kembali bangkit dan dilirik oleh pihak investor.

“Dan saat ini saya lihat, Batam sudah mulai bergerak kearah yang lebih maju,” pungkas Asman. (she)

Target PAD 2017 Pemko Batam, Sulit Tercapai

0
Ilustrasi

batampos.co.id – Pemerintah Kota Batam semakin pesimis pendapatan asli daerah (PAD) 2017 Kota Batam hingga akhir tahun tercapai Rp 1 triliun dari target Rp 1,086 triliun. Selain karena devisit, PAD tak tercapai karena rendahnya pendapatan BPHTB dan bertambahnya piutang.

Kepala Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD), Raja Azmansyah mengatakan untuk mencapai PAD hingga 100 persen sangatlah sulit ditengah kondisi perekonomian saat ini. Apalagi, hingga awal Desember lalu target PAD yang tercapai hanya 80,26 persen.

“Berat tercapai 100 persen. Selain karena defisit, ada beberapa kendala lainnya, seperti tak tercapainya BPHTB dan bertambahnya piutang,” imbuh Raja kepada Batam Pos, di Nagoya, kemarin.

Menurut dia, nilai PAD tercapai hingga Jumat (15/12) baru, Rp872 miliar, sehingga dirasa sulit mencapai target PAD RP 1,086 triliun. Bahkan, untuk angka Rp 1 triliun pun dirasa Raja sangat berat.

“Kami bukannya pesimis, namun pendapatan berkorelasi dengan kondisi ekonomi saat ini. Sehingga sulit tercapai. Namun kami masih berharap bisa mencapai Rp 900 miliar,” ujar Raja.

Meski PAD tahun 2017 tak tercapai, Raja optimis dengan target PAD 2018 mendatang. Dimana, naik sehingga 20 persen dari target PAD 2017 yakni Rp 1,3 triliun.

“Nah untuk tahun 2018 kami optimis. Apalagi melihat geliat usaha yang mulai bangkit dan pembangunan infrastruktur dimana-mana. Kami akan kejar trus hingga PAD bisa tercapai,” beber Raja. (she)

Polda Kepri Gerebek Judi Dadu

0
ilustrasi

batampos.co.id – Polda Kepri menggerebek judi dadu di Teluk Bakau, Kabil, Jumat (15/12) pukul 22.00. Dari penggerebekan ini diamankan 6 orang yang memiliki peranan berbeda.

“Ini dalam rangka Operasi Pekat (penyakit masyarakat,red),” kata Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Erlangga, Sabtu (16/12).

Ia membeberkan enam orang yang diamankan itu yakni Mr selaku bandar, Pa serta Ri sebagai ceker, Is dan Mr selaku pemain. Lalu diamankan juga To sebagai penonton.

“Barang bukti diamankan dadu, mangkoknya, lapak dadu, dan uang Rp 5.003.000,” ucapnya.

Operasi ini, kata Erlangga akan terus berlanjut. Sasarannya mulai dari perjudian, premanisme, prostitusi dan minuman keras.

“Tidak hanya Polda, Polresta dan Polsek-Polsek juga akan turun,” ucapnya.

Sementara itu Direktur Ditreskrimum Polda Kepri Kombes Pol Arief Dwi Koeswandhono mengatakan operasi pekat ini untuk dalam rangka menciptakan kondisi yang aman dan tentram. Sehingga selama perayaan Natal dan Tahun Baru berjalan dengan lancar tanpa ada hambatan.

Ia meminta ke jajarannya saat apel Operasi Pekat di Mapolresta Barelang, dalam pelaksanaan tugas cipta kondisi ini selalu mengkedepankan sosok polisi humanis.

“Tetap harus, jangan sampai melakukan hal-hal yang bertentangan dengan aturan,” ungkapnya.

Terkait dengan sasaran operasi pekat ini, ia mengatakan pihaknya sudah memetakan daerah-daerah yang rentan.

“Fokus kegiatan operasi dilaksankan hari Jumat, Sabtu dan Minggu,” pungkasnya. (ska)

Menyaksikan Pasukan Raider 136 TS Menyergap Teroris

0
Anggota Raider 136 melakukan penyelamatan kepala daerah yang disekap teroris saat latihan di Engkuputri Batamcentre, Sabtu (16/12). F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Ratusan prajurit dari Batalion Infanteri Raider Khusus 136/Tuah Sakti menggelar latihan penyelamatan sandera dari sekapan teroris di lapangan Engku Putri Batam Centre, Sabtu (16/12) pagi.

Latihan tersebut merupakan puncak kegiatan pembinaan di jajaran Prajurit Raider 136 Tuah Sakti di bawah Komando Resor Militer (Korem 033) Wira Pratama (WP) Kepri di tahun ini.

Menurut Komandan Korem 033 Wira Pratama, Kolonel Gabriel Lema, semua jajaran Korem 033 WP, khususnya batalion Raider 136 Tuah Sakti dilibatkan dalam latihan penyelamatan sandera dari para teroris.

“Pasukan Raider 136 Tuah Sakti (TS) ini adalah satuan tempur yang berada di bawah jajaran Korem 033 WP yang memiliki kemampuan khusus untuk penyelamatan sandera dari tangan teroris, sekaligus kemampuan untuk pengendalian keamanan,” ujar Danrem 033 WP, Kolonel Gabriel.

Latihan penyelamatan sandera dari tangan teroris ini, lanjut Kolonel Gabriel, bertujuan untuk mengetahui sejauh mana kesiapan dan kemampuan prajurit Raider 136 TS dalam hal mengantisipasi hal yang tak diinginkan secara mendadak.

“Sekaligus untuk memantapkan dan meningkatkan kemampuan prajurit Raider 136 TS. Intinya latihan ini untuk meyakinkan ke masyarakat bahwa TNI siap kapan pun dan dimanapun juga untuk melindungi masyarakat dan memberikan rasa aman di tengah masyarakat,” terang Kolonel Gabriel.

Apalagi, lanjut Danrem, wilayah Kepri ini merupakan wilayah terluar yang berbatasan langsung dengan negara tetangga, serta memiliki pulau-pulau yang jumlahnya sangat banyak. Hal tersebut mengharuskan TNI dituntut selalu siap sedia dan siaga untuk selalu menjaga kedaulatan NKRI dari ancaman yang datangnya baik dari dalam maupun dari luar.

Anggota Raider 136 melakukan penyelamatan kepala daerah menggunakan helikopter yang disekap teroris saat latihan di Engkuputri Batamcentre, Sabtu (16/12). F. Dalil Harahap/Batam Pos

Skenario latihan yang digelar kali ini adalah Wali Kota Batam saat itu disandera oleh beberapa orang teroris bersenjata lengkap. Mengetahui hal tersebut, prajurit TNI dari Raider 136 turun dengan persenjataan lengkap didukung beberapa peralatan tempur pendukung seperti mobil operasional militer serta beberapa sepeda motor dan satu helikopter tempur untuk pembebasan sandera.

“Dengan strategi penyergapan yang matang, pasukan Raider 136 menerobos masuk ke gedung Pemko Batam secara senyap dan terkoordinasi. Setelah target dan sasaran didapat, para teroris ini dilumpuhkan. Sementara sandera diamankan langsung atau di evakuasi ke tempat yang aman,” terang Danrem. (gas)

.

Ada Bakso Kepala Bayi

0

batampos.co.id – Kuliner bakso tak pernah mati. Ada bakso mercon, bakso beranak dan kini ada bakso kepala bayi.

Adalah Bakso Tekwoleh. Lokasi depot bakso milik Imam Khosnan ini memang tersembunyi. Letaknya di samping masjid kecil di bawah pohon kersen pada sebuah desa kecil di wilayah Kabupaten Situbondo.

Desa tersebut juga tak bisa dibilang dekat dari perkotaan. Bahkan jaraknya lebih dari 30 kilometer dari pusat kota santri itu. Bakso Tekwoleh berada di Desa Jatibanteng yang merupakan wilayah Kecamatan Besuki. Jika Anda bepergian menuju Bali via jalan darat dari Surabaya, pastikan berbelok ke kanan saat tiba di alun-alun Besuki.

Baso Tekwoleh dibuat tanpa menggunaka penyedap rasa dan di dalamnya berisi cacahan tulang rusuk sapi yang sangat lezat. (JawaPos.com)

Sekitar 20 menit dari alun-alun tersebut akan terlihat depot bakso di sisi kanan jalan. Mobil dan motor tampak berjajar rapi.

“Kelezatan Bakso Tekwoleh mengundang para penikmat kuliner betapapun jauhnya perjalanan yang harus ditempuh,” kata Imas Wicaksono, pelanggan tetap depot bakso yang berdiri sejak 17 tahun lalu itu.

Ya, Bakso Tekwoleh tidak berada di jalan utama pantai utara alias pantura. Dari jalur legendaris yang menghubungkan Anyer-Panarukan itu masih sekitar 15 kilometer jauhnya. Depot tersebut juga hanya berdinding bambu dengan meja dan kursi sederhana.

Namun yang spesial dari kuliner tersebut adalah pada baksonya. Ada tiga varian bakso yang dibedakan berdasarkan ukuran. Yakni bakso nomor satu, nomor dua, dan nomor tiga. Nomor tiga adalah yang paling kecil. Diameter bola-bola dagingnya sekitar 7 cm. Sama seperti umumnya bakso.

Untuk yang nomor dua, diameternya meningkat sedikit. Sekitar 10 cm. Di dalamnya sudah dimasukkan tetelan alias potongan-potongan cacahan daging tulang rusuk. Begitu bakso dipotong, aroma tetelan langsung menguar memenuhi udara. Membuat para penikmatnya ingin segera menyantapnya.

Tapi, tunggu dulu. Masih ada bakso nomor satu. Bakso inilah yang jadi primadona di warung milik bapak empat anak tersebut. Diameternya mencapai 13 cm. Yang terbesar di kelasnya. Isi tetelan lebih banyak. Daging bakso yang melindunginya juga lebih tebal.

Karena saking besarnya, banyak yang menyebut bakso nomor satu itu sebagai ‘Bakso Kepala Bayi’. “Padahal saya tak pernah memberi nama aneh-aneh. Orang yang ngasih nama. Saya sih terserah diberi nama apa saja,” kata Imam sang pemilik sekaligus pencipta bakso tersebut.

Namun, bukan berarti Imam tak punya nama “resmi” bakso itu. “Saya menyebutnya Bakso Tekwoleh. Singkatan dari nek gak entek isok digowo muleh (kalau tidak habis boleh dibawa pulang),” katanya lantas tersenyum.

Ya, karena saking besarnya, banyak penikmat bakso yang khawatir tidak bisa menghabiskannya. “Itu karena belum nyoba. Begitu dimakan, ternyata habis juga. Bahkan masih mau mbungkus,” kata Imas.

Rahasia kelezatan Bakso Tekwoleh sejatinya bukan pada ukurannya yang beragam dan besar-besar. Tapi pada cita rasa racikan Imam Khosnan. Mencintai profesi sebagai penjual bakso sejak tahun 1978, kakek enam cucu itu tak pernah sedikit pun memakai penyedap rasa.

“Buat apa? Ini kuahnya sudah kuah dari daging sapi asli kok masih mau ditambah lagi,” paparnya.

Kelezatan Bakso Tekwoleh menyebar dari mulut ke mulut sejak diciptakan Imam pada tahun 2000 untuk peringatan ulang tahun anak tetangganya. Bakso Tekwoleh menjadi buruan wajib warga kabupaten di tapal kuda. Mulai dari Probolinggo, Bondowoso, hingga Banyuwangi. “Pegawai PLN di Paiton kalau ke sini rombongan,” kata Imam.

Tak sedikit warga Indonesia yang bekerja sebagai TKI di Malaysia juga “kulakan” Bakso Tekwoleh. Saat harus kembali ke negeri jiran, mereka sengaja memborongnya. Tujuannya, sebagai obat kangen dengan kuliner berkuah tersebut. Erni Wijaya, misalnya. Perempuan 35 tahun itu membeli sampai 20-an bakso.

“Buat dibagi-bagi ke teman yang ada di sana. Mereka penasaran dengan bakso segede kepala bayi ini,” katanya.(dms/ce1/JPC)

Senyum Mengembang Pak Lukita saat Saksikan Karnaval

0
Suasana karnaval di Batam.

batampos.co.id – Senyum Lukita D Tuwo, Kepala BP Batam tak henti mengambang selama karnaval berjalan, Sabtu (16/12/2017).

Tergambar kepuasan di raut mukanya.

Ya, BP Batam International Culture Carnival 2017 boleh dibilang sukses. Dalam tempo singkat acara yang melibatkan banyak pihak ini berjalan, sempurna.

Di deretan bangku VIP (very important people) duduk pejabat. Ada Kapolda Kepri, Walikota Batam, MenPAN-RB, Perwakilan Pemprov Kepri, Perwakilan Menpar juga Kemenpora.

Nagoya jadi arena runway bagi pesera karnaval. Ini karnaval pertama di Batam. Meriah. Mulai dari Simpang Putri Bungsu peserta karnaval mengakhiri langkah mereka di Nagoya City Walk.

“Kami ingin menyapa masyarakat Batam. Kegiatan seperti ini sangat didambakan masyarakat,” ujap Pak Lukita saat memberi sambutan.

“Harapan kami, BP Batam bisa memberi kontribusi dalam menggerak perekonomian.”

Panitia tidak hanya hanya menampilkan peserta lokal, pun mengundang dedengkot karnaval Indonesia, Jember Fashion Carnival. Hadir pula Batik Solo Carnival.

Jember Fashion Carnival menyedot perhatian pengunjung. Aneka tema busana ia usung meramaikan karnaval. Tak heran jika pejabat yang duduk di bangku VIP tak segan meraih ponsel lalu merekam dengan gawai canggih itu.

Termasuk, ya, Pak Lukita.

Deputi V BP Batam, Bambang Purwanto, mengatakan festival budaya ini merupakan persembahan BP Batam pada akhir tahun terhadap masyarakat Batam dan juga untuk memeriahkan dinamika kegiatan pariwisata di Batam.

“Festival budaya ini dilakukan sebagai pendukung kegiatan Batam menjadi tujuan wisata lokal maupun mancanegara. Banyak sekali tempat wisata di Batam termasuk kuliner, bahari, pantai dan lainnya yang didukung transportasi memadai,” katanya saat ditemui di Gedung Marketing BP Batam, Kamis (14/12). (ptt)

 

Fokus Bangun Jalan, Penataan Nagoya Ditunda

0
Kawasan Nagoya. F. Yusuf Hidayat/Batam Pos

batampos.co.id – Rencana penataan kawasan bisnis Nagoya pada 2018 mendatang ditunda. Hal ini dilakukan karena Pemerintah Kota (Pemko) Batam masih ingin fokus memperbaiki infrastruktur jalan.

“Belum, kita arahnya ke jalan dululah,” kata Wali Kota Batam Muhammad Rudi, kemarin.

Tak hanya itu, ia masih mempertimbangkan pemindahan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang ada di sekitar lokasi yang akan ditata tersebut. Dalam hal ini, lokasi yang tengah dipersiapkan adalah Pasar Induk Jodoh. Pasar tersebut akan diperbaiki, setelah ada penyerahan aset dari Badan Pengusahaan Batam.

“Nanti kalau kita sambung (pengatapan, red) jadi dingin tempatnya tak mau pindah pula mereka,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Suhar juga menyampaikan kemungkinan rencana tersebut di kerjakan tahun 2018 nanti.

“Memang kemungkinannya akan beliau (Wali Kota, red) suruh hold dulu,” kata Suhar.

Sejatinya, lanjut Suhar, penataan kawasan Nagoya khusus koridor I (sekitar Martabak Har-Sari Jaya) sudah mulai dianggarkan tahun 2018 mendatang sebesar Rp 3 miliar dari total kebutuhan Rp 9 miliar.

“Dalam hemat kami memang perlu satu kesatuan tanggung jawab pengerjaan (dikerjakan sekaligus). Jadi kemungkinan akan ditunda,” ujarnya.

Namun demikian, ia menegaskan keputusan akan penataan tersebut perlu dibicrakan lagi dengan Wali Kota Batam Muhammad Rudi, untuk mengetahui kepastian lanjutan rencana tersebut.

“Ini akan kami komunikasikan dengan pimpinan terlebih dahulu,” pungkasnya. (cr13)

SMAN 19 Mulai Tempati Gedung Baru

0
Siswa dan siswi SMA 19 Sagulung sudah menempati gedung baru sekolah yang berada di Tunas Regency, Sagulung, Jumat (15/12). F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – SMAN 19 Batam yang semula numpang belajar di gedung sekolah lain kini sudah bisa menempati gedung sendiri. Gedung SMAN 19 yang dibangun pemerintah Provinsi di belakang Tunas Regency, kelurahan Seibinti, Sagulung sudah rampung. Tiga hari belakangan perlengkapan SMAN 19 yang semula berada gedung SDN 21 sudah dipindahkan secara berlahan-lahan.

Proses belajar mengajar di gedung sekolah baru itu rencananya akan dimulai awal tahun nanti. “Sudah tiga hari ini kami di sini, tapi masih beresin barang-barang sekolah. Besok (Sabtu,16/12) sudah pembagian rapor, habis tuh langsung libur, jadi belajar di sini baru bisa dimulai awal tahun,” ujar, seorang guru wanita yang tak mau namanya disebutkan, Jumat (15/12).

Pantauan di lapangan, sepanjang hari kemarin, siswa dan guru di sekolah tersebut terlihat sibuk merapikan lingkungan sekolah. Mulai dari penataan ruangan perpustakaan, ruangan belajar sampai pada penempatan poster dan papan informasi ke dinding-dinding sekolah.

Sesuai dengan rancangan pembangunan awal, gedung sekolah baru itu terdapat delapan ruangan belajar untuk siswa serta ruangan kepala sekolah, guru dan perpustakaan. Ada dua gedung sekolah yang berbentuk huruf L. Masing-masing gedung dirancang untuk bangunan berlantai dua namun untuk tahap awal baru jadi satu lantai saja.

Delapan lokal yang ada diakui pihak sekolah sudah cukup untuk mengakomodir kegiatan belajar siswa di sekolah yang sudah memasuki tahun ajaran keempat itu. “Cukuplah untuk saat ini,” kata guru wanita itu lagi.

Kepala Sekolah SMAN 19, Nelly Chandrawati saat dikonfirmasi hanya membenarkan jika mereka sudah menempati gedung sekolah baru itu. Dia enggan berkomentar lebih jauh lagi dengan alasan sedang sibuk.

“Maaf kami lagi sibuk. Nanti saja ya. Kami masih beres-beresin ini semua,” ujar Nelly, saat dijumpai di sekolah tersebut, kemarin.

Siswa dan siswi SMA 19 Sagulung sudah menempati gedung baru sekolah yang berada di Tunas Regency, Sagulung, Jumat (15/12). F. Dalil Harahap/Batam Pos

Penempatan gedung sekolah baru itu disambut baik oleh siswa SMAN 19. Mereka merasa legah sebab keinginan mereka akan gedung sekolah tersendiri dengan fasilitas yang memadai akhirnya terjawab. “Bagaimana tak senang, tiga tahun belajar numpang tak punya perpustakaan, laboratorium. Sekarang mulai terjawab dan saya pribadi sangat senang,” ujar Eko, seorang siswa.

Seperti diketahui, SMAN 19 yang berdiri sejak tahun 2014 lalu itu selama ini numpang belajar di gedung sekolah lain. Dua tahun pertama mereka numpang belajar di gedung SMPN 38, Tanjunguncang, selanjutnya numpang di gedung SDN 21, Sagulung. Bahkan siswa angkatan pertama tamat tanpa menikmati gedung sekolah tersendiri.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepri Arifin Nasir sebelumnya mengakui, pembangunan gedung SMAN 19 itu memang dikebut dalam jangka waktu enam bulan saja. Itu bertujuan untuk segera mengakhiri masa numpang belajar siswa SMAN 19. “Awal tahun harus pakai gedung sendiri mereka, makanya pembangunan (gedung SMAN 19) kami kebut,” ujar Arifin.

Pembangunan gedung sekolah baru itu diakui Arifin dilakukan secara bertahap. Untuk tahap awal pihaknya bangun delapan lokal dulu untuk mengakomodir seluruh siswa SMAN 19 yang sudah ada.

“Pembangunan disesuaikan dengan kebutuhan dulu. Nanti kalau kurang akan ditambah lagi (lokal),” ujar Arifin.

Selain gedung SMAN 19, secara tahun ini Pemprov juga membangun empat gedung sekolah baru lainnya di kota Batam. Empat sekolah itu adalah SMKN 8 Farmasi di Sagulung, SMAN 18, 21 dan 22.

“Semuanya ditargetkan rampung akhir tahun. Awal tahun sudah bisa ditempati,” tutur Arifin. (eja)