Selasa, 7 April 2026
Beranda blog Halaman 12662

Nusa Penida Festival Siap Digelar

0

Festival Nusa Penida akan berlangsung pada 6 hingga 9 Desember 2017 mendatang di Kabupaten Klungkung, Bali.

Selain sebagai bentuk pelestarian adat budaya, festival yang memasuki tahun ke-4 penyelenggaraan ini juga menjadi bentuk promosi pariwisata dalam meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara. Terlebih saat ini di tengah meningkatnya aktivitas vulkanik Gunung Agung.

“Meskipun kondisi Gunung Agung masih awas dan menyebabkan menurunnya jumlah wisatawan secara umum, namun kami tetap melakukan promosi wisata. Karena Nusa Penida masih aman untuk dikunjungi dan layak untuk didatangi, apalagi Bandara Ngurah Rai sudah dibuka kembali untuk penerbangan,” ujar Bupati Klungkung, I Nyoman Suwitra.

Bupati mengatakan, kegiatan ini akan menjadi bukti kepada wisatawan bahwa kehidupan masyarakat dan pariwisata di Bali masih berjalan seperti biasa. Kegiatan yang terganggu hanyalah dalam radius tertentu dari puncak Gunung Agung.

Hingga saat ini pihak berwenang menekankan bahwa Bali masih aman. Lokasi zona bahaya Gunung Agung hanya berada di radius delapan kilometer dari puncak dengan perluasan sektoral sepuluh kilometer dari puncak Gunung Agung ke arah utara, timur laut, tenggara, selatan dan barat daya.

“Saya berharap pariwisata Bali tidak terjun bebas dan kami berharap temen-teman yang bergerak di pariwisata agar mengeluarkan segala inovasinya dan meyakinkan wisatawan bahwa Bali masih aman,” ujarnya.

Nusa Penida sendiri memang dikenal dengan deretan pantainya yang indah. Sederet ulasan tentang pulau nan cantik, pantai berpasir putih, dihempas ombak laut lepas, akan langsung terpampang. Sudah tak terhitung media, baik lokal maupun asing yang mengulas tentang keindahan Nusa Penida.

Sejumlah pantainya antara lain Broken Beach alias Pantai Pasih Uug dan Pantai Atuh. Namun, banyak spot di Nusa Penida yang sebenarnya sayang dilewatkan oleh wisatawan.

Air Terjun Seganing, Pura Gunung Cening, dan Teluk Manta adalah beberapa tempat lain yang bisa Anda kunjungi. Cukup? Tentu saja belum. Keindahan Angels Billabong bagaikan permata tersembunyi. Angels Billabong menawarkan kolam alami berwarna biru kehijauan di antara tebing kapur.

Semua keindahan itu dapat dinikmati dalam Nusa Dua Festival 2017 yang dirangkai dengan berbagai kegiatan.
Seperti diketahui, selama empat hari penyelenggaraan, Festival Nusa Penida 2017 akan menggabungkan kekuatan seni budaya serta olahraga air yang menjadi potensi besar yang ada di Nusa Penida atau Kabupaten Klungkung. Selain Nusa Penida, juga ada Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan.

Para wisatawan akan diajak untuk menikmati wisata bahari seperti sailing, snorkeling, surfing dan olahraga laut lainnya juga akan tersedia.

Selain itu ada juga kejuaraan surfing internasional, lomba sampan, snorkling serta diving. Juga akan melakukan kegiatan bersih pantai dan penanaman terumbu karang.

“Dalam festival ini akan memperlihatkan agenda kegiatan ritual ngaturang pekelem dan touring maupun diskusi tentang pariwisata,” ujarnya.

Dalam diskusi nanti, kata Suwitra, juga membahas bagaimana mencari solusi melihat situasi pariwisata saat ini ditengah aktivitas vulkanik Gunung Agung saat ini.

“Kami tidak ingin menyerah pada nasib dan sebagai manusia harus tetap berusaha dan mendorong semua pihak ikut membangkitkan pariwisata Bali lagi,” ujarnya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Klungkung yang tetap menghadirkan Nusa Dua Festival 2017. Hal ini akan menjadi bukti bahwa pariwisata dan kehidupan di Bali aman dan berjalan seperti biasa.

Pemerintah sendiri ujar Menpar Arief Yahya akan selalu memberikan informasi terupdate mengenai perkembangan aktivitas vulkanik Gunung Agung.

“Salah satunya melalui Bali Tourism Hositality (baca: Crisis Centre Kemenpar) untuk mengantisipasi kebutuhan Wisman selama periode terjadinya bencana,” ujar Menpar Arief Yahya.

Ada tiga hal yang akan menjadi acuan dalam Bali Tourism Hospitality. Yakni tahap Mitigasi Krisis Pariwisata yang terdiri atas Tahap Tanggap Darurat, Tahap Rehabilitasi, dan Tahap Normalisasi sesuai acuan standar UNWTO.

“Kami selalu menggunakan global standart, yang sudah teruji puluhan kali di seluruh dunia, yang direkomendasi UNWTO. Saat ini masih masuk di tahap Tanggap Darurat,” kata Arief Yahya.(*)

Pencuri Spesialis TV Hotel

0
ilustrasi

Seorang pencuri di India memiliki spsialisasi mencuri televisi hotel.

Alasannya?

”Relatif tak berisiko dan gampang,” kata Vasudev Nanaiah, si pencuri, seperti dikutip AFP.

Gampang? Inilah yang layak dipertanyakan. Sebab, yang jadi sasaran dia adalah hotel-hotel budget alias hotel-hotel berfasilitas terbatas di Bangalore. Otomatis televisi yang tersedia di kamar pun yang model lama. Alias yang dikenal dengan sebutan TV tabung.

Jadi, bisa dibayangkan betapa repot membawanya. Tapi, toh Nanaiah bisa ngembat sampai 120 televisi hotel.

”Kami menangkapnya saat dia berusaha menjual salah satu TV kepada seorang pelayan toko yang lantas mengontak polisi,” kata Chetan Singh Rathor, wakil kepala polisi Bangalore.

Modusnya, Nanaiah selalu check in sembari membawa tas berukuran besar. Kata para saksi, dia tak dicurigai karena selalu bersikap ramah. Juga, tak lupa memberikan tip kepada para staf hotel dan mengatakan kepada mereka bakal tinggal untuk beberapa hari.

Nyatanya, Nanaiah selalu kabur dulu sebelum waktu check out. Sambil membawa tas yang mendadak gemuk karena ada TV di dalamnya.

Di Bangalore saja, dia sudah mencuri 20 TV. Sedangkan di dua negara bagian tetangga, Tamil Nadu dan Andhra Pradesh, ada 100 TV yang dia colong.

Kini Nanaiah tinggal menunggu sidang dan vonis penjara. Dari biasanya menginap di hotel, dia akan tinggal di hotel prodeo. Dan, tanpa televisi untuk dicuri. (c10/ttg)

Pemerintah RI Berhasil Tarik Pajak dari Google

0
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati melantik Robert Pakpahan sebagai Dirjen Pajak (Hana Adi/JawaPos.com)

batampos.co.id – Akhirnya Pemerintah RI berhasil menarik pajak dari raksasa teknologi Google.

Google telah menyelesaikan kewajibannya untuk membayar pajak ke Indonesia.

Keberhasilan itu tercapai di detik-detik terakhir jelas pensiunnya Ken Dwijugiasteadi sebagai Dirjen Pajak.

Menanggapi hal itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengapresiasi pencapaian yang telah dilakukan oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dengan pihak Google.

“Pertama saya tentu menghargai pada akhirnya telah tercapai kesepakatan antara DJP dan Google. Ini proses yang cukup panjang bagi kami dan DJP melakukan berbagai macam negosiasi mengenai cara untuk memajaki dengan prinsip-prinsip perpajakan untuk company seperti Google,” ujarnya di Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (30/11).

Lanjutnya, dengan kesepakatan yang tercapai diharapkan bisa menjadi langkah awal untuk bisa meningkatkan kepatuhan lembaga atau institusi lainnya dalam membayar pajak.

“Dengan settlement yang bisa dicapai, paling tidak ini memberikan suatu langkah awal dan reference yang bisa kita gunakan untuk institusi lain, yang kita lihat memiliki model bisnis yang sama dan ini memberikan kepastian terhadap semuanya,” jelasnya.

“Kita berharap compliance ini terus terjaga karena yang kita diskusikan saat ini adalah kewajiban pajak Google masih ada beberapa tahun ke depan,” sambungnya.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Pajak Ken Dwijugiasteadi malam ini akan mengakhiri jabatannya. Dirinya telah memasuki masa pensiun sebagai pegawai negeri sipil (PNS).

Namun, sebelum dia menutup karirnya sebagai dirjen pajak, Ken akan mengumumkan pencapaian terakhirnya. Disinyalir, pihaknya berhasil ‘menaklukan’ bentuk usaha tetap (BUT) dengan inisial G atau Google untuk membayar pajak di Indonesia.

“Makasih teman-teman berita bagus di Bulan November, kebetulan saya lahir November, dan saya akan berakhir masa sebagai PNS 24.00 WIB, tapi sebelum berakhir jadi PNS nanti malam saya akan umumkan bahwa kinerja dari temen-temen kanwil khusus dan KPP Badora (badan dan orang asing) telah menyelesaikan tugas dengan baik, bahwa ada perusahaan inisalnya G telah melunasi pajaknya sesuai dengan peraturan UU perpajakan di Indonesia,” terangnya.

Ken mengungkapkan, pajak yang dibayar oleh G merupakan kewajiban pada tahun 2015 lalu. Pajak yang dibayarkan berupa pajak penghasilan (PPh) dan Pajak Pertambahan Nilai (PPN).

“Dan Indonesia merupakan salah satu negara yang bisa memajaki perusahaan G tersebut, karena di UU pajak kita memenuhi syarat untuk itu,” tuturnya. (hap/JPC)

Bandara Lombok Praya Dibuka Lagi

0
foto: @wdtu

Jumat 1 Desember 2017, Bandara Internasional Lombok Praya dibuka lagi.

Mulai beroperasi pukul 08.50 WITA berdasarkan NOTAMC B9075/17. Ini sekaligus merevisi setelah sebelumnya sempat ditutup sejak pukul 10.35 WITA Kamis (30/11).

Keputusan pembukaan Bandara Lombok ini merupakan hasil rapat koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan Bandara Lombok, seperti Otoritas Bandara Wilayah IV Bali-Nusa Tenggara, maskapai, Ground Handling, Airnav Indonesia, dan BMKG.

Sebelumnya berdasarkan rapat koordinasi antar stakeholder pada pukul 05.00 WITA sempat disepakati bahwa Bandara Lombok akan diperpanjang penutupannya hingga pukul 14.00 WITA Jumat (1/12) ini karena sebaran abu vulkanik berpotensi menuju dan menutup Pulau Lombok karena angin pada lapisan 5000-24.000 kaki bergerak dari arah barat-barat laut ke timur tenggara.

“Namun hasil pengamatan Volcanic Ash Advisory Center (VAAC) Darwin pada pagi hari menunjukkan perubahan arah angin sehingga sebaran abu vulkanik tidak berpotensi menutup ruang udara Pulau Lombok,” ujar Corporate Secretary PT Angkasa Pura I (Persero) Israwadi.

Untuk penerbangan, lanjut Israwadi, akan beroperasi normal. Sebagai informasi pesawat yang berada di apron saat ini adalah 3 pesawat komersial yaitu 1 pesawat Garuda Indonesia B737/800, 1 pesawat Lion Air B737/900, dan pesawat Garuda Indonesia ATR72.

Untuk update informasi perkembangan kondisi Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali dapat menghubungi Posko Terpadu 0361 9351011 ext 6300, Media Center 0361 9351011 ext 5055, untuk informasi perkembangan kondisi Bandara Internasional Lombok dapat menghubungi posko terpadu 0370 6157000 ext. 888 atau dapat menghubungi call center PT Angkasa Pura I (Persero) di nomor 172.

Menpar Arief Yahya yang sedang persiapan Sail Sabang di ujung utara-barat Indonesia terus memantau perkembangan situasi Gunung Agung. Termasuk Bali dan Lombok, yang paling terpengaruh oleh aktivitas gunung yang berada di wilayah Karangasem, Bali itu.

Tiga fase yang dipersiapkan Menpar Arief Yahya terkait dengan pariwisata. Dari fase tanggap darurat, pemulihan atau recovery, dan fase normalisasi. “Sekarang masih di tahap tanggap darurat,” sebut Menpar Arief Yahya.

Di Tanggap Darurat ini, Kemenpar mensupplay infomasi terkini kepada wisatawan, agar mereka punya referensi di Bali. Selain itu, tiga points yang diurus Menpar Arief adalah, akomodasi (diskon di atas 50% dan hari pertama airport cancellation free), transportasi tidak ada cancellation fee maupun resheduling ticket fee.

“Lalu kemudahan pengurusan perpanjangan VISA,” kata Menpar Arief Yahya.(*)

Pengusaha Batam Mengeluh, Katanya Syahbandar Persulit Usaha

0
Sejumlah kapal sedang melakukan bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Batuampar. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Pengusaha pelayaran di Batam mengeluhkan pelayanan dari kantor syahbandar pelabuhan Batam. Pasalnya birokrasi disana sangat berbelit karena perizinan yang seharusnya bisa rampung di tangan Kepala Bidang (Kabid) maupun Kepala Seksi (Kasi) dan bisa langsung digunakan pengusaha ternyata harus melewati restu dulu dari Syahbandar atau Kepala Pelabuhan Laut Batam, Bambang Gunawan. Akibatnya, kegiatan pengusaha terhambat karena harus menunggu restu dari Bambang dan mereka mengaku merugi ratusan juta perhari.

“Ini merupakan masalah lama dan ini sudah keterlaluan. Izin yang seharusnya bisa selesai di tangan Kabid atau Kasi dan bisa kami dapatkan malah harus lewat izin dia (Bambang, red) lagi. Jika dia sedang rapat, maka kami harus menunggu sehari atau dua hari. Benar-benar jadi masalah buat kami karena pelayanan publik tak boleh berhenti karena dia sibuk,” ujar Ketua Indonesia National Shipowners Association (INSA) Batam, Osman Hasyim, Kamis (30/11) di Batuampar.

Osman mengungkapkan pada Rabu (29/11) kemarin, banyak agen pelayaran yang mengantri untuk mendapat restu dari Bambang terkait penerbitan izin-izin penting seperti izin berlayar, izin muat,izin bongkar dan lainnya di depan kantor syahbandar. Mereka sudah menunggu berhari-hari tanpa kepastian.

“Ini soal pelayanan publik. Syahbandar harus sediakan ketepatan waktu dan biaya pengurusan sehingga efisiensi bisa tercapai. Namun ini tidak terjadi di Batam. Dua atau tiga hari menunggu sudah biasa, apalagi prosedur pengurusan juga tak jelas,” paparnya.

Imbas lebih jauh mengakibatkan kerugian besar-besaran bagi pengusaha pelayaran. Pertama urusan logistik dan ekspor impor terganggu. Kapal-kapal yang membawa kebutuhan rakyat seperti barang konsumsi sering telat tiba di tujuan. Begitu juga kapal yang mau berlayar keluar negeri membawa hasil ekspor atau membawa bahan baku industri terpaksa harus menunda keberangkatannya dan ini sangat merugikan.

“Ini menyebabkan biaya tinggi. Karena kapal urusan logistik kena biaya demorage atau biaya keterlambatan akibat terikat perjanjian bisnis yang harus dibayar pemilik kapal kepada si pemberi pesanan. Kalau pemesannya di Singapura, maka biaya demorage bisa 2000 Dolar Singapura tergantung jenis kapal,” jelasnya.

Osman mengungkapkan sudah banyak keluhan yang diterima oleh Insa Batam terkait hal ini. Dan mereka telah menyurati Kementerian Perhubungan dan akan terus menyurati sampai kantor syahbandar pelabuhan Batam dievaluasi.”Jika tidak diindahkan, kami akan demo,” tegasnya.

Sebelumnya, pengusaha pelayaran dipersulit oleh tingginya tarif labuh tambat yang diterapkan oleh BP Batam. Namun ketika BP Batam sudah mulai membuka diri dengan menurunkan tarif dan menjalin komunikasi, malah kantor syahbandar masih berkutat dengan masalah klasik seperti mempersulit birokrasi.

“Ini bertentangan dengan keingingan Presiden yang menginginkan agar izin dipermudah dan jangan beranak pinak lagi,” papar Regional Manager PT Bahari Eka Nusantara, Aris Wibowo.

Aris yang datang dari perusahaan pelayaran mengakui tugas kantor syahbandar pelabuhan Batam telah diatur dalam Peraturan Menteri (PM) 36/2012 tentang organisasi dan tata kerja kantor kesyahbandaran dan otoritas pelabuhan di Batam.

“Dalam PM tersebut sudah mengatur dengan jelas tugas masing-masing eselon. Sehingga tak perlu disposisi Kepala Kantor karena sudah ada bidang-bidangnya,” terangnya.

Ia juga mengatakan setiap kebijakan yang diterapkan akan diikuti, tapi pelayanan harus diperbaiki.

“Sudah dua tahun kami menderita. Konsep BP Batam saat ini yang mendukung investasi harus didukung oleh instansi lainnya seperti syahbandar Batam,” harapnya.

Sedangkan syahbandar atau Kepala Pelabuhan Laut Batam, Bambang Gunawan yang coba dikonfirmasi lewat telepon dan pesan singkat belum merespon hingga berita ini diturunkan.(leo)

Hafid Zulqarnaen 15 Tahun Keliling Indonesia

0
Hafidz seorang pramuka tunga rungu yang melakukan perjalanan keliling Indonesia saat kunjungan ke kantor Batam Pos, Kamis (30/11/2017). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Anggota Pramuka luar biasa, dengan keterbatasannya sebagai penderita Tuna Rungu, Hafid Zulqarnaen mampu melakukan aktifitas yang membanggakan dengan berkeliling Indonesia hingga manca negara.

Pria asal Pare-Pare, Makassar ini mengaku, sudah 15 tahun berjalan mengelilingi Indonesia. Hingga ia pun sampai di tanah Melayu, Kota Batam.

“Saya melakukan perjalanan sendiri, berkeliling tanpa henti ke seluruh kabupaten/kota di Indonesia,” ungkap Hafid melalui tulisan tangannya, saat menyambangi Batam Pos, Kamis (31/11).

Di usianya yang menginjak angka 49 tahun, dalam setiap perjalanannya, Hafid menyempatkan untuk mengunjungi kantor-kantor pemerintahan dan instansi tertentu, agar mendapatkan bukti nyata dan apresiasi berupa ucapan selamat yang tertuang di secarik kertas.

Menariknya, kesempatan itu pun diabadikan melalui foto yang dilampirkan bersama surat ucapan selamat tersebut.

“Ini cita-cita saya. Dan saya akan terus berjalan hingga manca negara,” tutupnya. (nji)

Emaaak…. Aku Lulus….. !!!

0
F Cecep Mulyana/batam Pos

Universitas internasional Batam (UIB) menggelar wisuda sarjana angkatan ke-13 di Swissbell Hotel, Kamis (30/11/2017).

Pada wisuda kali ini UIB meluluskan 476 wisudawan yang terdiri dari 31 wisudawan program magister manajemen, 21 wisudawan program magister hukum, 422 wisudawan strata satu dan dua wisudawan diploma.

Arloji Seharga Rp 1,3 M untuk Kado Setya Novanto

0

batampos.co.id – Wajah Andi Agustinus alias Andi Narogong tampak cerah ketika bersaksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Kamis (30/11). Bahkan, terdakwa kasus dugaan korupsi kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) itu terlihat semangat dan lantang menjawab pertanyaan jaksa penuntut maupun majelis hakim.

Gestur pengusaha yang hanya lulusan SMP itu cukup mengejutkan. Sebab, sejak ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Maret lalu, Andi cenderung memilih “tutup mulut” ketika dimintai keterangan sebagai saksi di persidangan Irman dan Sugiharto atau ketika ditanya awak media.

Di persidangan tahap akhir kemarin, Andi memang membuat kejutan. Dia membuka “Kotak Pandora” tentang aliran uang haram e-KTP untuk DPR, khususnya Ketua DPR Setya Novanto. Jumlahnya fantastis, yakni USD 7 juta atau sekitar Rp 94,668 miliar. Uang itu ditransfer dua tahap ke rekening Made Oka Masagung, rekan Novanto, pada akhir 2011 dan awal 2012.

Andi menjelaskan, uang itu berasal dari Direktur Utama PT Quadra Solution Anang Sugiana Sudihardjo, anggota konsorsium pemenang tender e-KTP. Distribusi tahap pertama, yakni sebanyak USD 3,5 juta dikirim Anang dengan difasilitasi pemilik PT Biomorf Lone Indonesia, Johannes Marliem yang dikabarkan tewas beberapa waktu lalu di Amerika Serikat.

Transaksi dilakukan di Singapura dari rekening Biomorf ke rekening Oka Masagung yang memang sengaja dibuat di negara tetangga itu. Sedangkan pengiriman tahap kedua dengan nominal yang sama diurus sendiri oleh Anang. Uang tersebut juga ditransfer ke rekening Oka di Singapura. ”Oka Masagung punya jaringan luas terhadap perbankan,” ungkap Andi.

Keterangan distribusi uang itu belum pernah dijelaskan secara detail di persidangan sebelumnya. Andi mengatakan, pengiriman uang ke Oka itu atas perintah Novanto. Itu setelah mantan Ketua Komisi II DPR Chairuman Harahap menagih Irman soal komitmen fee sebesar 5 persen yang dijanjikan pemenang tender e-KTP kepada sejumlah anggota DPR periode 2009-2014.

”Atas penagihan itu, Pak Paulus Tannos dan saya diundang ke Equity Tower, kantornya Pak Novanto. Waktu itu ada Pak Chairuman, saya, Pak Paulus dan Pak Novanto,” terang suami Inayah itu. Setnov mengenalkan Oka kepada Andi dan Paulus di kediamannya pada November 2011. ”Nanti dia (Oka) yang akan urusi masalah fee ke DPR,” tutur Andi menirukan perintah Novanto kala itu.

Jatah fee 5 persen untuk DPR itu merupakan komitmen awal yang disepakati Irman, pemenang tender e-KTP dan wakil rakyat. Komitmen bagian 5 persen dari nilai proyek e-KTP setelah dipotong pajak itu juga diberikan kepada Irman dan pejabat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Total, 10 persen komitmen fee itu senilai Rp 500 miliar dari proyek senilai Rp 5,9 triliun.

Selain USD 7 juta, Andi mengaku tidak mengetahui distribusi uang haram e-KTP lain untuk DPR. ”Setelah itu, saya tidak mengikutinya kembali. Setahu saya yang USD 7 juta itu,” jelasnya. Andi mengaku tidak lagi mengurusi proyek e-KTP setelah tidak mendapat kepastian terkait pekerjaan yang dijanjikan konsorsium PNRI, pemenang tender e-KTP.

Bukan hanya membeberkan keterangan soal aliran uang itu saja, Andi juga membongkar soal pemberian hadiah jam tangan mewah merek Richard Mille untuk Novanto. Jam tangan senilai USD 135 ribu (sekitar Rp 1,3 miliar saat pembelian 2012) yang dibeli Johannes Marliem di Los Angeles, California, Amerika Serikat itu diberikan saat peringatan ulang tahun Novanto yang ke 57 pada November 2012 lalu.

Namun, jam tangan itu dikembalikan Novanto ke Andi pada awal 2017 atau ketika kasus e-KTP tengah ramai. Andi pun menjual jam tangan itu di Blok M dengan harga sekitar Rp 1 miliar.

”Pak Johannes Marliem bilang mau memperhatikan Pak Novanto. Dia bilang mau ulang tahun patungan saja, beli jam. Saya berikan uang sekitar Rp 650 juta, lalu Pak Johannes Marliem beli di Amerika Serikat,” bebernya.

Andi mengakui jam tangan itu sebagai ucapan terimakasih kepada Novanto atas bantuan anggaran proyek e-KTP. Menurut dia, tanpa bantuan Novanto, proses penganggaran di DPR tidak bisa berjalan mulus.

Selain itu, Andi juga mengungkapkan bahwa dirinya memang kerap bertemu dengan Novantoselama proyek e-KTP tahun anggaran 2011-2012 bergulir. Keterangan itu menepis bantahan Setnov yang mengaku hanya dua kali bertemu Andi. Itu pun bukan terkait proyek e-KTP, melainkan soal jual beli kaos untuk partai. ”Saya sudah kenal (Setnov) dari tahun 2009,” ucapnya. (tyo/jpg)

Kapolda Kepri Ajak Tumbuhkan Optimisme

0
Kapolda Kepri Irjen Pol Dididd Widjanardi didampingi Irjen Pol Sam Budigusdian Wakapolda Kepri Brigjen Yan Firi disambut upacara pedang pora pada acara penyambutan di Mapolda Kepri, kamis (30/11/2017). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Kapolda Kepri Irjen Pol Didid Widjanardi memiliki beragam program dan agenda selama 100 hari kerjanya. Pembangunan perekonomian dan peningkatan keamanan di wilayah Kepri menjadi fokus utamanya.

Namun Didid menyadari, visi besar itu tidak bisa dicapai tanpa kerja sama semua pihak. Karenanya, mengawali masa tugasnya di Polda Kepri ia akan banyak menjalin komunikasi dengan sejumlah instansi vertikal maupun horisontal.

“Langkah pertama saya akan menyambangi semua aparat yang ada di Kepri,” kata Didid usai parade pelepasan Kapolda Kepri yang lama, Irjen Pol Sam Budigusdian, di lapangan Mapolda Kepri, Kamis (30/11).

Didid menjelaskan, keamanan dan perekonomian saling erat berakitan. Pembangunan ekonomi akan berjalan dengan baik jika tingkat keamanan juga kondusif.

“Sehingga (perekonomian) bisa dibangun lebih cepat,” ungkapnya.

Ia mengatakan, pihaknya juga siap menyukseskan program pemerintah dalam berbagai bidang. Tidak hanya itu, Didid juga berjanji akan mengamankan kebijakan-kebijakan pemerintah. Dalam kesempatan itu Didid juga meminta peran media untuk menciptakan pemberitaan yang positif guna menumbuhkan optimisme di semua kalangan.

“Tentunya dengan bantuan teman-teman media sebagai corong informasi,” ujarnya.

Setelah menata hal ini, Didid mengatakan pihaknya akan bersiap-siap menghadapi Pemilu 2019 dan Pilkada di Tanjungpinang. Ia mengatakan, sama halnya dengan membangun perekonomian, dalam pemilu nanti pihaknya juga akan fokus menciptakan rasa aman dalam masyarakat.

Didid melihat Kepri memiliki tingkat kerawanan yang berbeda dengan daerah lain. Lalu kasus kriminalitas Kepri, memiliki spesifikasinya berbeda dibandingkan tempat lainnya di Indonesia. Hal ini, menurut Didid, karena letak geografis Kepri yang dekat dengan negara tetangga.

“Kerawanannya bersifat lintas negara,” ungkapnya.

Oleh sebab itu, dirinya akan melakukan evaluasi di Polda Kepri. Ia mengatakan sumber daya manusia (SDM) di jajaran Polda Kepri sudah sangat bagus. Berbagai prestasi sudah ditorehkan Polda Kepri di tingkat nasional. Tapi menurutnya, masih ada yang perlu diperbaiki.

“Saya akan menyisir apa saja kekurangan itu. Kalau ada nanti akan ditambahkan, sehingga menjadi lebih baik,” ujarnya.

Ia juga menyebut program kapolda yang lama sangat bagus. Program-program ini akan dilanjutkannnya dan disempurnakan lagi. “Apa yang sudah dirintis pejabat lama akan saya teruskan,” ucapnya.

Sementara kapolda lama, Irjen Pol Sam Budigusdian, memuji Didid jauh lebih baik dari dirinya, dalam beberapa hal. Karena Didid peraih Wibawa Seroja Nugraha, penghargaan untuk lulusan terbaik Lemhanas angkatan ke 50. “Sahabat saya, satu almamater, latar belakang pendidikan yang sama. Dan memiliki integritas yang sangat baik,” ungkap Sam.

Sam sangat percaya dengan kemampuan Didid dalam menyelesaikan permasalahan di Kepri. Selain itu, Sam menilai Didid memiliki komitmen yang baik. “Beliau pasti akan lebih baik. Jadi jangan khawatir,” tuturnya.

Dilepas dengan Air Mata

Kapolda Kepri Irjen Pol Dididd Widjanardi bersama Irjen Pol Sam Budigusdian dibopong oleh anggota Brimob saat acara pisah sambut di Mapolda Kepri, kamis (30/11/2017). F Cecep Mulyana/Batam Pos

Sementara itu, pelepasan Irjen Pol Sam Budigusdian berlangsung penuh haru, Kamis (30/11). Setelah pedang pora terakhir diturunkan, seluruh jajaran Polda Kepri berbaris menunggu giliran bersalaman dengan Sam.

Hormat, rangkulan, pelukan, taburan bunga, dan cucuran air mata mengantar Sam hingga pintu gerbang Mapolda Kepri.

“Dia itu Bapak. Bapak bagi kami semua, mengayomi,” ujar salah seorang polisi di divisi SDM Polda Kepri.

Di mata para wartawan, Sam juga dikenal sosok yang sangat kooperatif dengan media. Bahkan Sam tak segan becanda dengan para wartawan yang biasa nyanggong di Mapolda Kepri.

“Mana pernah ada (kapolda sebelumnya) yang mau becanda seperti Pak Sam,” ujar Asmoro, seorang pewarta TV lokal.

Ia mengatakan, Sam sangat menghargai profesi jurnalis. Dan ada satu hal yang selalu diingat Asmoro, Sam selalu menanggapi pertanyaan wartawan dengan sangat bijak. “Mau itu pertanyaan positif atau negatif tentang Polri, selalu dijawab beliau,” ungkapnya.

Sam merangkul semua pihak. Tidak hanya para pejabat pemerintah atau pengusaha saja. Tapi juga komunitas-komunitas yang ada di Kepri. Berbagai even digelar sejak Sam menjabat sebagai Kapolda Kepri.

“Saya merasa kehilangan, baru kali ini saya merasa seperti ini,” tuturnya.

Sebelum mencapai gerbang keluar Mapolda Kepri, Sam diarak oleh anggota Brimob bersama Kapolda Kepri yang baru. Sesampai di pintu gerbang keluar, sudah menunggu mobil yang akan membawa Sam pergi dari Mapolda Kepri. Tanpa komando seluruh anggota polisi yang berada di sana memberikan penghoramatan terakhir untuk Sam. (ska)

Mengenang Bondan Winarno, Sang Jurnalis Kuliner Maknyus

0

Resah dengan invasi restoran cepat saji internasional, Bondan Winarno mulai akrab dengan dunia kuliner. Dedikasinya terhadap detail dan kejelian reportase tetap terbawa meski ’’hanya’’ menyajikan review makanan. Sang maestro kini tutup usia.

TAUFIQURRAHMAN, Bogor

SETIAP warung yang di dindingnya terpajang foto Bondan memiliki kebanggaan tersendiri. Ibarat hotel, sudah punya sertifikat. Ya, selama beberapa tahun Bondan berkeliling kota-kota di Nusantara, masuk keluar warung.

Kalau masakannya dirasa khas dan maknyus, segera dimasukkan TV. ’’Tapi, sehabis makan, beliau selalu bayar,’’ ungkap Harry Nazaruddin, kawan dekat Bondan, di sela-sela melayat di kediaman Bondan di Perumahan Sentul City, Bogor, Rabu (29/11).

Memang, beberapa warung enggan memungut bayaran. Kedatangan Bondan dan kru TV Wisata Kuliner saja sudah cukup membuat mereka bahagia. Namun, Bondan selalu keukeuh untuk membayar.

Bahkan, untuk memastikan makanan di restoran sasaran Wisata Kuliner terbayar lunas, Bondan harus menggunakan siasat tertentu. Mula-mula, mobil rombongan kru diparkir dekat warung. Beberapa kru dengan muka tidak terkenal lantas turun, kemudian duduk di warung dan memesan makanan.

Mereka pun membayar makanan yang sudah dibeli. Setelah itu, baru Bondan muncul tiba-tiba dengan beberapa kamera. Memunculkan adegan pemilik warung histeris dan kegirangan seperti yang selama ini akrab tampil di layar kaca.

’’Kalau aku yang turun duluan, bisa-bisa mereka nggak mau dibayar,’’ ujar Harry menirukan perkataan Bondan kepada kru.

Awalnya, pada 2003, Bondan, Harry, dan kawan-kawan membentuk semacam grup mailing list (milis) untuk saling berbagi ide tentang kuliner di daerah masing-masing. Grup itu bernama Jalansutra. Terinspirasi kolom-kolom tulisan Bondan di Suara Pembaruan pada dekade 1990-an.

Saat itu mereka berbagi keresahan yang sama. Invasi makanan branded dari jaringan restoran cepat saji internasional ke Indonesia. Prihatin dan bercita-cita ingin mempromosikan masakan khas Nusantara, sejak saat itulah Bondan mulai akrab dengan dunia review makanan.

Biasanya, sebelum berkelana ke kota tertentu, Bondan mengirimkan pesan ke milis Jalansutra. Memberitahukan bahwa dia akan menuju ke kota A.

Para anggota komunitas lantas memberikan beberapa rekomendasi tempat-tempat wisata kuliner. Saat itulah Bondan mulai melakukan riset. Mengapa riset? Sebab, Bondan adalah jurnalis tulen. Pada 1997 Bondan membuktikan kelasnya sebagai jurnalis dengan menyajikan laporan investigatif Bre X: Sebungkah Emas di Kaki Pelangi yang ditulisnya dalam sebuah buku. Berkisah tentang sebuah tambang emas palsu di pedalaman Kalimantan. Bre-X saat itu menyabet penghargaan kategori jurnalistik investigatif.

Karena itu, karakter dan standar jurnalistik selalu dia terapkan. Agar sebuah warung bisa mendapat ”sertifikat” Wisata Kuliner, Bondan mengukur banyak hal. Misalnya, seberapa khas makanannya, seberapa lama resepnya dipelihara, hingga seberapa populer dalam perbincangan orang-orang sekitar. ”Kalau dirasa kualitas-kualitas di atas terpenuhi, dia langsung datang, nggak bilang-bilang,” tutur Harry.

Jadi, ”sertifikasi” Maknyus! sangat objektif. Bondan tidak bisa dibayar, tidak bisa diundang. Misalnya, oleh restoran tertentu yang ingin tampil di Wisata Kuliner. Kalau restoran enak, Bondan akan muncul di pintu. Kalau tidak, Bondan tidak bisa diundang dengan uang.

Bagi dia, sebuah program Wisata Kuliner tidak cukup hanya dengan seorang talent cantik yang berkenes-kenes di layar kaca.

Program harus mampu menjalankan misi untuk mempromosikan kekhasan masakan tersebut. Tidak lupa, mengajak orang lain untuk turut merasakannya. Review harus detail, memunculkan kesan dan nilai budaya, serta seni dari makanan tersebut. Misi kuliner Bondan terdiri atas tiga asas utama. Yakni, kuliner, resep, dan cerita. Selain membahas kelezatan tampilan dan rasa, Bondan tidak melupakan cerita, sejarah, dan nilai budaya. Serta yang paling penting, resep.

Kenapa resep? Karena menuliskan resep adalah upaya pelestarian. Harry memberikan contoh brambang asem di sudut Kota Solo. Diketahui, hanya satu orang yang masih berjualan. Jika resep tidak ditulis, makanan itu dipastikan akan punah dari bumi pertiwi.

”Jadi, kita bukukan resepnya agar orang lain bisa membuat kembali. Jaga-jaga kalau simbah tidak jualan lagi,” ungkapnya.

Kuliner, resep, dan cerita hasil perjalanan Bondan diterbitkan dengan rapi dalam bentuk serial buku. 100 Maknyus. Bondan memilih 100 masakan terfavorit dari sebuah kota. Sudah terbit pada 2015. Dimulai dengan seri 100 Maknyus Jakarta, 100 Maknyus Bali, serta yang diterbitkan terbaru tahun ini, 100 Maknyus Joglosemar. Bondan selalu membawa standar jurnalistik pada liputan yang sepertinya sepele. ”Ini pelajaran pada generasi kita agar selalu kroscek ke lapangan,” kata Harry. Berkat usaha Bondan, restoran-restoran tradisional mulai melejit dan populer. Maknyus!

Namun, perjalanan sang maestro pun berakhir. Bondan meninggal kemarin (29/11) sekitar pukul 09.00 di RS Harapan Kita, Jakarta Barat, pada usia 67 tahun. Pria kelahiran 29 April 1950 itu meninggalkan seorang istri, Yvonne Winarno, serta tiga anak. Yakni, Gwendolin Amalia Winarno, Marisol Winarno, dan Eliseo Raket Winarno.

Eliseo mengatakan, sebelum meninggal, ayahnya dirawat lebih dari dua pekan di RS Harapkan Kita dan dua kali menjalani operasi. Operasi pertama dilakukan September lalu, sedangkan operasi kedua baru dijalani Kamis pekan lalu (23/11). ”Dia dioperasi dua kali. Yang pertama operasi aneurisma dan kedua aorta. Untuk jelasnya, tanya tim dokter saja, ya,” katanya.

Setelah operasi yang pertama, ayahnya sempat dibawa pulang ke rumah di Bali. Namun, setelah itu, terdapat infeksi sehingga kembali dibawa ke RS Harapan Kita dan kembali menjalani operasi untuk kali kedua. ”Operasi yang kedua ini ternyata ada komplikasi. Dari komplikasi itu, ada bakteri yang menyebar ke organ-organ tubuh yang lain. Yang saya tahu sebatas itu,” ungkapnya.

Terkait pemakaman, Eliseo mengatakan sesuai kehendak dan keinginan ayahnya sebelum meninggal yang sering bilang ingin dikremasi. Namun, sekarang dia dan keluarga masih akan rembuk bersama. ”Kita akan putusin apakah hari ini atau besok. Sekarang jenazah sedang diformalin,” ujarnya. (dilengkapi sugih mulyono/c5/c10/oki)