Rabu, 24 Juni 2026
Beranda blog Halaman 12667

PT Delbiper Cahaya Cemerlang Masukkan Daftar Hitam

0

batampos.co.id – Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Anambas melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) terpaksa mem-black list PT. PT Delbiper Cahaya Cemerlang. Perusahaan pemenang tender pembangunan pusat perkantoran tahap ketiga di Pasir Peti desa Pesisir Timur Kecamatan Siantan senilai Rp 23,4 miliar.

Pasalnya perusahaan tersebut tidak mampu menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan kontrak kerja yang sudah disepakati sebelumnya. Perusahaan ini seharusnya sudah menyelesaikan pekerjaan pada 26 Desember tahun 2017 silam. Namun kenyataan di lapangan pada akhir tahun tersebut pekerjaan tidak kunjung selesai.

Bahkan pemerintah daerah sudah memberikan perpanjangan kontrak melalui adendum perpanjangan kontrak selama 90 hari, tapi hingga akhir perpanjangan yakni tanggal 26 Maret kemarin, perusahaan tersebut juga tidak dapat menyelesaikan pekerjaan.

“Pembangunan gedung sudah selesai, tapi pemecahan batu yang belum selesai sehingga kita putuskan kontrak dan perusahaan terkait akan dimasukkan kedalam daftar hitam (black list),” ungkap Kepala Bidang Bina Marga DPUPR Anambas, Khairul Anwar, Rabu (28/3).

Selain dimasukkan ke dalam daftar hitam, perusahaan tersebut juga dikenakan denda yang dibebankan yakni penyitaan jaminan pelaksanaan serta denda keterlambatan pekerjaan maksimal 5 persen dari nilai kontrak atau sekitar “Jaminan pelaksanaan Rp 1,169 miliar dan akan disita sebesar 5 persen dari nilai kontrak,” ungkapnya lagi.

Selain itu masih dikenakan denda keterlambatan pekerjaan 1/1000 kali 90 hari dari sisa anggaran yang belum dibayarkan yakni sebesar 10 persen atau Rp 2,34 miliar.

Lanjutnya, saat ini pengawas lapangan dan konsultan pengawas sedang melakukan perhitungan hasil pekerjaan per 26 Maret 2018. “Untuk rekapan pekerjaan sedang dihitung. Kita belum bisa tentukan berapa anggaran yang dikembalikan ke kas negara karena ini lagi proses penghitungan,” pungkasnya. (sya)

Bea Cukai Ajak Siswa Natuna Melanjutkan Pendidikan ke PKN STAN

0

batampos.co.id – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC)
Khusus Kepulauan Riau menggelar kegiatan Marine Customs Goes to School
di SMAN 1 Ranai, Natuna, Kamis (29/3). Tujuannya mengajak siswa di perbatasan melanjutkan pendidikan di Politeknik Keuangan Negara Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (PKN STAN).

Kegiatan Marine Customs Goes to School tersebut untuk mengenalkan tugas dan fungsi dari bea dan cukai sekaligus menjelaskan soal kepabeanan. Selanjutnya tim roadshow yang terdiri dari pegawai bea cukai Kepulauan Riau juga menggelar Forum Group Discussion tentang Penerimaan Mahasiswa Baru PKN STAN plus short class atau kelas
singkat.

Tim roadshow ke Natuna diantaranya Kepala seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi
(PLI) KPPBC TMP B Tanjung Pinang, Oka Ahmad. Kanwil DJBC Khusus
Kepulauan Riau, Nur Alim. Pangkalan Sarana Operasi Bea Cukai Tg. Balai
Karimun, Agung Rizqa Widodo dan Tanty Sweetra Siregar dari KPPBC TMP B
Tanjung Balai Karimun.

Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi (PLI) KPPBC TMP B Tanjung Pinang Oka Ahmad mengatakan, program Marine Customs Goes to School salah satu media untuk mengenalkan keberadaan bea cukai kepada pelajar. Baik itu berkaitan tugas pokok dan fungsi KPPBC sampai dengan cara rekruitmen di bea cukai.

“Kehadiran kita di sini memberikan informasi tentang rekruitmen masuk di bea cukai melalui PKN STAN. Kita ingin adik adik siswa di Natuna bersedia bergabung di bea cukai dengan cara melanjutkan pendidikan di PKN STAN,” kata Oka.

Oka mengatakan, program tahunan yang sudah dilaksanakan Kanwil berlangsung diberbagai kabupaten dan kota di Kepri. Rencananya setelah Kabupaten Natuna, menyusul Kabupaten Anambas dan Lingga. Dan tergetnya mengajak anak anak pulau terluar agar termotivasi untuk menggapai cita-cita dengan bekerja sebagai punggawa keuangan negara.

Untuk masuk di PKN STAN sambung Oka, peserta didik harus memiliki kemampuan berbahasa asing yakni bahasa inggris. Karena dalam pelaksanaan tugas keseharian di bea cukai, selalu berhadapan dengan warga asing dari berbagai negara.

“Dari sekolah mana saja bebas, SMA sederajat, semua jurusan, terpenting dalam seleksi nanti pokok utama adalah memiliki potensi akademis dan bisa berbahasa inggris dengan baik,” katanya.

Selama kegiatan berlangsung, antusias pelajar saat mengikuti acara sangat tinggi. Bahkan tidak Adapun peserta Marine Customs Goes to School melibatkan pelajar dari SMAN 1 Bunguran Timur, SMAN 2 Bunguran Timur, SMAN 1 Bunguran Tengah, SMAN 1 Bunguran Timur Laut, SMAN 1 Bunguran Utara, SMAN 1 Batubi, SMK Pariwisata, SMAN 1 Bunguran Selatan, SMK Bunguran Timur, MAN Natuna dan SMK YPMN Ranai. (arn)

Penetapan Sita Aset Bintan Lagoon Ricuh

0
Juru Sita PN Tanjungpinang berusaha membacakan penetapan sita aset Bintan Lagoon di Dormitorinya di Sungai Kecil, Kamis (29/3). F. Slamet Nofasusanto/Batampos.co.id

batampos.co.id – Penetapan sita terhadap aset Bintan Lagoon terkait persoalan pesangon 18 mantan pekerjanya yang belum dibayar ricuh. Kericuhan terjadi ketika juru sita Pengadilan Negeri (PN) berupaya membacakan penetapan sita aset Bintan Lagoon di Dormitori di Sei Kecil, Desa Sebong Lagoi, Kecamatan Telok Sebong, Kamis (29/3) siang. Pihak kuasa hukum Bintan Lagoon terlibat adu mulut dengan pihak perwakilan serikat pun terjadi.

Kuasa Hukum Bintan Lagoon, Cordelia Sitinjak semula menolak pembacaan penetapan sita dari juru sita PN Tanjungpinang, Daniel Kendek dan Yanti disaksikan Panitia Muda PHI Tanjungpinang, Ali Bakri dan pemohon diwakilkan Ketua SPSI Reformasi Bintan, Darsono.”Saya keberatan,” teriak Cordelia.

Menurut ia, keberatan permohonan sita eksekusi sudah disampaikan ke PN Tanjungpinang pada 23 Maret 2018 lalu. Bahkan pihak Bintan Lagoon telah menyiapkan perlawanan untuk maju di persidangan.

Dia menjelaskan, penetapan sita eksekusi ini prematur , karena PTUN Tanjungpinang di Batam telah memenangkan pihak Bintan Lagoon. Kemudian pihak serikat mengajukan banding di PTUN Medan dan keputusan kembali dimenangkan Bintan Lagoon.

“Sekarang sudah diajukan kasasi ke Mahkamah Agung dan belum ada putusan tetap. Eksekusi sita ini masih prematur, seharusnya tunggu putusan Mahkamah Agung,” jelas dia.

Ketua SPSI Reformasi, Bintan Darsono menyampaikan, pihak perusahaan melakukan pemutusan 93 tenaga kerja sepihak pada awal tahun 2015 lalu. Mereka di PHK tanpa pesangon. “Dari 93 tenaga kerja yang di PHK, sebanyak 18 orang pekerja memperjuangkan hak mereka,” jelasnya.

Juru sita, Daniel Kendek menjelaskan, saat ini pihaknya sebatas menjalankan peletakkan sita dengan dibacakan di depan pemohon dalam hal ini pihak serikat. “Belum disita atau eksekusi tapi penetapan sita terhadap objek agar objek aset jelas dan berstatus quo,” ujarnya.

Eksekusi kata dia, masih lama. Karena setelah ini akan dilaporkan ke pimpinan PN Tanjungpinang. “Nantinya masih bisa mediasi. Kalau manajemen bersedia bayar pesangon pekerja ya dicabut penetapan sita. Kalau tidak ya dilelang,” ungkapnya.

Untuk diketahui penetapan sita dilakukan berdasarkan penetapan dari ketua PN Tanjungpinang nomor 03/Pen.EKS/Pdt.Sus-PHI/2016/ PN.Tpg terhadap dormitori Bintan Lagoon blok Red A. Meski awalnya sempat alot, namun akhirnya pembacaan penetapan sita yang dilakukan juru sita tetap dilakukan. Meskipun kuasa hukum Bintan Lagoon menolak menandatangani berita acara.(met)

Tunda Bayar Akibat Target Tidak Tercapai

0

batampos.co.id – Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Wali Kota Tahun 2017 dalam rapat paripurna, Kamis (29/3).

Dia menyebutkan pendapatan daerah pada 2017 mencapai 91,73 persen atau realisasi sebesar Rp 2,15 triliun dari target Rp 2,35 triliun. Sementara belanja daerah sebesar 89,15 persen atau Rp 2,25 triliun dari target Rp 2,49 miliar.

“Untuk urusan wajib secara umum sudah mencapai target. Semisal mengalokasikan 20 persen untuk pendidikan, 10 persen kesehatan dan 30 persen dari belanja daerah untuk infrastruktur,” kata Amsakar.

Ia mengaku, tidak tercapainya target pendapatan yang telah ditetapkan membuat sebagian hasil kegiatan belanja modal tidak dapat dibayar (tunda bayar) di tahun 2017. Selain itu petunjuk teknis pelaksanaan kegiatan dana alokasi khusus (DAK) juga terlambat dari pemerintah pusat, sehingga mempengaruhi proses pembayaran paket pekerjaan kegiatan DAK.

Adanya pihak rekanan yang tidak menyelesaikan pekerjaan sesuai ketentuan kontrak, sehingga ada kegiatan yang mengalami keterlambatan tidak sesuai jadwal. “Selain itu tertundanya kegiatan di lapangan karena masih adanya permasalahan lahan.

Amsakar menambahkan, dalam mengatasi permasalahan ini pihaknya mengatasi dengan menyusun anggaran pendapatan dan belanja lebih realistis dan terukur dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi nasional dan daerah. Memberikan teguran kepada pihak rekanan serta melakukan Blacklist kepada rekanan yang tidak menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan kontrak.

“Kami juga menginstruksikan agar SKPD dalam penyusunan program kegiatan kedepan memastikan lahannya tidak bermasalah dan mempercepat pelaksanaan proses pengadaan barang dan jasa,” paparnya.

Pada tahun 2017 Pemko Batam memperoleh alokasi dana APBN untuk penyelenggaraan tugas pembantuan sebesar Rp 6.3 miliar. Anggaran ini dipruntukan untuk pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) Sekolah Dasar. Selama tahun lalu, pemko juga memperoleh beberapa penghargaan seperti pelayanan informasi dan komunikasi publik melalui media center daerah teraktif, Anugrah Wahana tata nugraha katagori angkutan dari Kementerian Perhubungan. Pengahargaan Pelaporan Keuangan Pemerintah Wajar Tanpa Pengecualian selama 5 tahun secara berturut-turut serta Kota Potensial Infrastruktur.

Wakil Ketua DPRD Batam Zinal Abidin mengatakan, laporan LKPJ akan ditindaklanjuti dengan pembentukan pansus. Masa kerja pansus selama tiga puluh hari kerja. Sementara untuk ketua pansus dipilih anggota Komisi IV Riky Indarkari dari fraksi PKS, wakil Mesrawati Tambubolon fraksi Demokrat dan sekretaris pansus LKPJ Dandis Rajagukguk fraksi PDI Perjuangan. (rng)

Abellia Delta Wahyuni Tewas Akibat Dicekik

0

batampos.co.id – Jajaran Satreskrim Polresta Barelang bersama dengan Unit Reskrim Polsek Nongsa masih melakukan pengejaran terhadap pelaku pembunuhan Abellia Delta Wahyuni alias Meli, 34 yang ditemukan tewas bersimbah darah di dalam kamar kos di kawasan Teluk Bakau, Nongsa.

“Kasusnya masih ditangani sama Unit Reskrim Polsek Nongsa dengan dibackup sama Sat Reskrim Polresta Barelang,” kata Kasubag Humas Polresta Barelang Iptu Hanif.

Sementara, untuk penyebab tewasnya korban telah diketahui berdasarkan hasil otopsi yang dilakukan oleh dokter forensik Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepri. Dari hasil otopsi itu, diketahui Meli tewas karena kekerasan tumpul di bagian lehernya.

“Kekerasan tumpul dibagian leher itu bisa seperti karena cekikan oleh pelaku,” katanya.

Selain itu, di bagian tubuh korban juga ada beberapa luka. Diantaranya pada bagian tulang pelipis kiri yang patah berkeping, patah tulang tengkorak sisi kanan serta luka memar dibagian otak kecil.

“Diduga pada saat itu korban dicekik dan kepalanya dibenturkan ke dinding. Penyebab utamanya karena kekerasan tumpul di leher itu,” bebernya.

Hanif menambahkan, korban diperkirakan meninggal sekitar 12 jam sebelum ditemukan. Hingga sejauh ini, polisi masih terus melakukan pendalaman terhadap beberapa orang saksi yang berada di sekitar kos korban untuk menyelidiki penyebab meninggalnya korban.

“Dugaan sementara karena masalah asmara. Pelaku cemburu karena korban dekat dengan laki-laki lain karena tuntutan pekerjaannya sebagai pemandu lagu,” imbuhnya. (gie)

Orangtua Bayi Merasa Tidak Pernah Lakukan Kekerasan

0
ilustrasi

batampos.co.id – Jajaran Polsek Batuampar masih malakukan mengusut kasus tewasnya bayi perempuan berusia 3,5 bulan yang diduga dianiaya oleh orang tuanya sendiri. Sejauh ini, polisi masih memintai keterangan dari orang tua Yuni Sintia.

Dari pengakuan ayah bayi, Yudi, 27, dirinya tidak pernah melakukan penganiayaan terhadap anak perempuannya itu. Ia membenarkan, bahwa terdapat luka di bagian bibir bayi itu, namun luka itu merupakan bekas gigitannya.

“Luka itu sudah lama dan hanya bekasnya aja yang tiggal. Saya gigitnya itu sudah lama,” kata Yudi saat ditemui di Mapolsek Batuampar.

Dengan adanya dugaan anaknya tewas akibat kekerasan yang dilakukannya, Yudi mengaku pasrah dan menunggu hasil visum. Jika nantinya dari hasil visum mengatakan anaknya itu tewas akibat penganiayaan, Yudi mengaku pasrah.

“Yang pastinya saya tidak pernah melakukan kekerasan kepada anak saya. Kita tunggu hasil visum saja. Kalau memang ada (kekerasan) saya akan bertanggungjawab,” tuturnya.

Yudi menambahkan, pada Minggu (25/3) lalu anaknya sempat dilarikannya ke Rumah Sakit Harapan Bunda karena mengalami demam tinggi dan kejang-kejang. Setelah mendapatkan perawatan selama dua hari, anak dari istrinya Nia, 22 meninggal dunia.

“Waktu dimandikan itu katanya ada kekerasan di tubuh anak saya. Saya yakin sekali kalau saya tidak pernah melakukan kekerasan terhadap anak saya,” imbuhnya.

Sebelumnya, Kapolsek Batuampar AKP Ricky Firmansyah mengatakan, awalnya anggota Polsek Batuampar mendapat laporan dari masyarakat mengenai adanya bayi yang meninggal secara tidak wajar dan diduga meninggal dunia akibat dianiaya oleh orang tuanya.

Dari laporan itu, selanjutnya pihaknya melakukan pemeriksaan beberapa orang saksi termasuk orang tua bayi dan membawa bayi itu ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepri untuk dilakukan visum. Sejauh ini, pihaknya belum bisa memastikan penyebab meninggalnya bayi itu.

“Kami menunggu hasil visum dari Rumah Sakit Harapan Bunda. Karena dari hasil visum itu akan kita ketahui penyebab meninggalnya,” ujarnya beberapa waktu yang lalu. (gie)

IMI Kepri Menggelar Baksos

0

batampos.co.id – Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kepri mengadakan kegiatan bakti sosial (Baksos) ke daerah hinterland dan lima panti asuhan di Batam, Jumat (30/3) ini. Kegiatan ini diadakan dalam rangka memperingati ulang tahun IMI ke 112 tahun, 27 Maret lalu.

“Sumbangan ini terkumpul atas partisipasi dari berbagai klub yang tergabung di IMI Kepri,” kata Ketua Panitia Baksos IMI Kepri, Muhammad Fazry, Kamis (29/3).

Klub-klub yang memberikan sumbangan itu antara lain yakni Toyota Agya Batam, Mitsubishi Galant Racing Club, Indonesia Lancer Community, Proteam Motospor, Global Teknologi Motosport (GTM), Strictiy Static, ID42NER Chapter Kepri, Jeep Adventure Club, OMP Garage dan Batampos Motosport.

“Untuk daerah galang itu kami akan memberikan 300 paket. Selain itu kami juga akan membantu pengurus Masjid Raya, dengan memberikan 30 paket sumbangan juga,” kata Fazry.

Ia mengatakan kegiatan ini bentuk kepedulian dari komunitas IMI kepada masyarakat yang kurang mampu.

“Saya harap ini dapat membantu masyarakat yang kurang mampu,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua IMI Kepri Usep RS mengatakan acara baksos ini tidak hanya dilaksanakan di Batam saja. Tapi di beberapa perwakilan wilayah IMI yang ada di Kepri seperti Tanjungpinang.

“Nantinya ada juga di daerah-daerah luar Batam,” ungkapnya.

Usep berharap dengan adanya kegiatan ini dapat membangun rasa kebersamaan di jajaran anggota IMI Kepri. Sehingga terjalin silaturahmi yang erat antar anggota di IMI.

“Kami juga berharap ini dapat membantu menumbuhkan rasa empati anggota ke orang-orang yang kurang beruntung,” ucapnya.

Setelah acara baksos ini, kata Usep pihaknya akan mengadakan kegiatan donor darah dalam waktu dekat. “Setelah inilah, nanti kami rencanakan waktunya,” pungkasnya. (ska)

Polisi Kirim 400 Personel Ikuti Batam Menari

0
Ratusan Personel Polda Kepri berlatih dalam rangka untuk mengikuti Batam Menari. | Fiska Juanda

batampos.co.id – Polda Kepri mengirimkan sebanyak 400 orang personelnya untuk mengikuti even Batam Menari yang diadakan BP Batam, April nanti. Demi even ini ratusan personel Polda Kepri itu telah berlatih sejak, Rabu (29/3) lalu.

“Kami diminta ikut berpartisipasi dalam even ini. Nantinya tak hanya diikuti oleh Bintara Remaja yang baru lulus pendidikan, tapi diikuti oleh anggota polisi lainnya,” kata Karo SDM Polda Kepri Kombes Pol Djoko Susilo, Kamis (29/3).

Djoko mengatakan latihan rutin akan digelar jajarannya, demi optimalnya penampilan Polda Kepri dalam even Batam Menari. Keseriusan itu ditunjukan dengan mendatangkan instruktur tari dari BP Batam. “Tiap hari latihannya,” tuturnya.

Ada sebanyak empat jenis tarian yang akan diperagakan oleh jajaran Polda Kepri dalam even yang diselenggarakan oleh BP Batam itu. Djoko mengatakan pihaknya akan menampilkan tarian dari Batak, Melayu, Minang dan China. “Nama tariannya, rahasia saksikan saja langsung penampilan kami di Batam Menari,” ungkapnya.

Dari pantauan Batam Pos ratusan polisi yang mengikuti latihan tari terlihat antusias. Tak hanya Polwan saja, tapi Polki (polisi laki-laki) meliukan tubuh mereka ke kanan lalu kiri. Walau terlihat gerakannya kaku, namun ratusan anggota polisi ini tak mengeluh mengulang beberapa gerakan.

“Ayoo semangat, ikuti saya yah. Satu, dua, tiga, Satu, dua, tiga,” ucap instruktur manis yang menggunakan hijab hitam tersebut.

Penyelenggaraan event Batam Menari dengan tujuan menciptakan pertumbuhan ekonomi kemasyarakat lewat event pariwisata. Dan tujuan yang lebih besar lagi adalah untuk memecahkan rekor Museum Umum Rekor Indonesia (MURI) dalam jumlah peserta. Hal itu disampaikan oleh Kepala BP Batam, Lukita Dinarsyah Tuwo beberapa waktu lalu.

“Ini untuk menunjukkan kepada dunia jalinan kebersamaan multi etnis di Batam. Makanya kami libatkan masyarakat untuk ikut menari. Kami targetkan 16 ribu dengan mengharapkan unsur msayarakat bisa ikut secara sukarela,” ujarnya.

Dalam acara ini, BP Batam juga akan membagikan stan-stan gratis kepada UKM agar bisa ikut menjajakan kulinernya.”Karena even ini dari BP Batam untuk masyarakat. Agar pertumbuhan ekonominya bisa bergerak,” katanya. (ska)

Serahterima Jabatan 10 Pejabat Utama Polda Kepri

0
Kapolda Kepri Irjen Didid Widjanardi didampingi Wakapolda kepri Brigjen Yan Firi bersalaman dengan perwira Polda Kepri pada acara serah terima jabatan Dirkrimsus, Kapolres diwilayah Polda Kepri di Mapolda kepri, Kamis (29/3). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Kapolda Kepri Irjen Pol Didid Widjanardi memimpin serah terima 10 pejabat utama di jajarannya, Kamis (29/3). Didid juga memimpin pengucapan sumpah lima pejabat baru di Polda Kepri.

Dalam wejangannya, Ia meminta pejabat yang baru agar selalu setia pada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Dan tidak melakukan korupsi, kolusi dan nepotisme,” katanya, Kamis (29/3).

Ia mengatakan mutasi jabatan merupakan hal yang biasa dilakukan di lingkungan organisasi Polri, bertujuan untuk menjaga dinamika operasional dan penyegaran. Dengan adanya mutasi jabatan maka pelaksanaan program kerja yang telah dirumuskan akan dapat berjalan secara efektif dan terjadi peningkatan kualitas kinerja kesatuan.

“Baik dalam bidang pembinaan, maupun operasional,” ungkapnya.

Mutasi juga dapat menumbuhkan semangat pengabdian yang tinggi dalam mengukir prestasi pada setiap penugasan yang semata-mata berorientasi kepada kepentingan masyarakat.

Kombes Pol Budi Suryanto yang dulu menjabat sebagai Dirkrimsus Polda Kepri, dimutasikan sebagai Dirkrimum Polda Sumsel. Jabatan yang ditinggalkannya akan diamanatkan kepada AKBP Rustam Mansur.

Kombes Pol Teddy John Sahala Marbun sebelumnya menjabat sebagai Dirpolair Polda Kepri, dimutasikan ke Bareskrim Polri. Posisinya digantikan oleh Kombes Pol Benyamin Sapta, sebelumnya menjabat sebagai Kabid TIK Polda Kepri.

“Pak Benyamin ini digantikan oleh AKBP Set Stephanus Lumowa,” ungkap Didid.

Kapolres Karimun AKBP Agus Fajaruddin dimutasikan sebagai Wadirlantas Polda Jambi. Posisi yang ditinggalkan Agus, akan digantikan oleh AKBP Hengky Pramudya.

AKBP Ardiyanto Tedjo Baskoro sebelumnya menjabat sebagai Kapolres Tanjungpinang, dimutasikan ke Bareskrim Polri. Jabatan Kapolres Tanjungpinang, diamanatkan ke AKBP Ucok Lasdin Silalahi yang sebelumnya ada Kapolres Lingga. Jabatan yang ditinggal Ucok, nantinya akan diemban oleh AKBP Joko Adi Nugroho. (ska)

KPU Batam Siapkan 2.884 Pantarlih

0
Ilustrasi

batampos.co.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Batam tengah merekrut 2.884 panitia pendaftaran pemilih (pantarlih). Angka ini mengacu pada jumlah tempat pemilihan suara (TPS) saat pemilihan umum terakhir. Komisioner KPU Batam, Jernih Siregar mengatakan rekrutmen akan dilaksanakan hingga 10 April mendatang.

“Nanti langsung di-SK-kan. Yang jelas sebelum 17 April sudah harus ada. Karena 17 April itu dimulai coklit (pencocokan dan penilitian) secara nasional,” ujar Jernih di Sekupang, Kamis (29/3).

Dia mengatakan proses perekrutannya dilakukan di tingkat kelurahan, RT/RW. PPS yang merekrut, bisa dari pengurus RT/RW, atau tokoh masyarakat sesuai domisili tempat tinggal.

Terkait jumlah pemilih, Jernih mengaku belum terima daftar penduduk pemilih potensial pemilu (DP4). Pihaknya masih menunggu daftar tersebut dari pelaksana pemilu di tingkat lebih tinggi.

“DP4 kita belum dapat. Memang di jadwal 25 Maret. Tapi itu mulainya. Sekarang kami masih menunggu,” ujarnya.

Sesuai dengan PKPU nomor 11/2018 menetapkan maksimal 300 pemilih per TPS. Sedangkan pada pemilu 2014 lalu, jumlah pemilih per TPS maksimal 500 orang.

Sementara itu, berdasarkan data di situs resmi KPU, kpu.go.id, jumlah pemilih sementara di Provinsi Kepulauan Riau tahun ini sebanyak 144.241 orang. Terdiri dari 71.030 laki-laki dan 73.211 perempuan.

Dengan jumlah pemilih difabel sebanyak 256 orang. Terdiri dari difabel tunadaksa 78 pemilih, tunanetra 14 pemilih, tunarungu/wicara 50 pemilih, tunagrahita 52 pemillih, serta disabilitas lainnya 62 orang pemilih. (une)