Jumat, 3 April 2026
Beranda blog Halaman 12672

GenPI: Generasi Zaman Now

0

Minggu (26/11/2017) Generasi Pesona Indonesia (GenPI) bikin gebrakan lagi. Kalau sebelumnya Kids Zaman Now yang peduli dengan pariwisata ini sukses melakukan kopdar yang sarat kegiatan positif yaitu Pasar Karetan di Kendal, maka kini event yang sama dengan konsep yang berbeda akan dibesut di tiga lokasi pasar sekaligus.

Tiga lokasi tersebut adalah: Pasar Pancingan di Lombok diselenggarakan oleh GenPI NTB; di Pasar Baba Boen Tjit di tepian Sungai Musi, Palembang oleh GenPI Sumsel; dan terakhir di Pasar Siti Nurbaya di Padang oleh GenPI Sumbar.

Konsep kegiatan offline ini bisa dibilang baru, karena selama ini format kegiatan GenPI lebih banyak fokus pada kegiatan online di media sosial dengan memposting destinasi wisata, calender of event, atau kebijakan kepariwisataan, dan setiap hari menjadi Trending Topic di Twitter.

Event berkonsep pasar ini hampir semua aktivitasnya bersifat offline dan bertujuan mengajak netizen, termasuk para followers, subscribers, friends dari para awak GenPI untuk ikutan bergabung di satu tempat secara rutin setiap Minggu Pagi.

Memang saya selalu berpesan kepada teman-teman GenPI agar selalu inovatif dan selalu fresh dalam menyelenggarakan kegiatan aktivasi komunitas. Kenapa begitu? Karena karakteristik anak-anak milenial memang suka yang inovatif. Agar komunitas GenPI ini tetap relevan, sustainable, dan mampu menarik sebanyak mungkin followers dan friends maka setiap acaranya harus selalu mengandung unsur kebaruan.

Saya sering menyebutnya 2C, yaitu Creative Value dan Commercial Value. Pertama, creatif dalam mengangkat tema-tema pariwisata di media sosial, dari soal desain, angel, pemilihan kata, interaktif di medsos, sampai mengemas event. Kuncinya, harus selalu fresh dan kekinian.

Kedua, event itu harus menciptakan nilai komersial yang bermanfaat bagi setiap anggota komunitas maupun masyarakat sekitar. Saya jelaskan ke anak-anak GenPI, dalam bisnis itu ada operational return dan non operational return. Di event seperti pasar-pasar itu, komposisinya 70-85% untuk masyarakat, 15-30% untuk menghidupi komunitas GenPI. Angka itu memang tidak terlalu besar bagi GenPI, yang besar justru di data customer di non operational returnnya.

Sekilas GenPI
Ide kelahiran GenPI sesungguhnya spontan saja. Semula GenPI dibentuk sebagai bagian tim pemenangan kompetisi World Halal Tourism Award (WHTA) tahun 2015 dan 2016. GenPI yang pertama adalah GenPI Lombok Sumbawa yang saya resmikan pada tanggal 3 Oktober 2016 di hotel Lombok Raya, kota Mataram. Tak lama setelah dibentuk, GenPI langsung membuktikan kontribusinya dengan ikut menyukseskan vote kompetisi WHTA. Dan tak dinyana, hasilnya sungguh luar biasa. Indonesia berhasil memenangkan 12 penghargaan bergengsi tersebut dari 16 kategori yang dikompetisikan.

GenPI pula yang ikut berjasa memviralkan vote video Wonderful Indonesia di ajang UNWTO Award. Setiap hari kita bikin trending topic di medsos dan hasilnya tak kalah luar biasa, dua kategori bergengsi kita menangkan sekaligus. Terakhir, GenPI kembali berperan dalam memenangkan polling online di laman Dive Magazine. Hasilnya, majalah pariwisata dunia asal Inggris itu lagi-lagi menobatkan Indonesia sebagai destinasi nomor satu di dunia selama dua tahun berturut-turut.

Setelah GenPI, kita juga mulai membantuk Generasi Wonderful Indonesia atau disingkat GenWI yang mirip dengan GenPI. Kalau GenPI memproduksi foto-foto, video, grafis, text story yang bagus dari destinasi wisata dan calender of events, GenWI membantu memviralkan di mancanegara. Pasar utama GenWI adalah wisatawan mancanegara di originasi tempat mereka tinggal. Jadi, GenPI lebih fokus ke destinasi, sedangkan GenWI lebih fokus ke originasi.

GenPI/GenWI merangkul volunteer dari berbagai kalangan komunitas yang bergerak mempromosikan pariwisata berbasis digital. Pembentukan GenPI/GenWI merupakan salah satu bentuk komitmen Kemenpar untuk menghidupkan media sosial di kalangan anak-anak muda Indonesia. Apalagi untuk memenangkan pasar pariwisata dunia, Indonesia harus menguasai dunia digital. Seperti yang sering saya katakan, the more digital, the more personal. Semakin digital, saya meyakini bisa menyentuh satu-persatu konsumen secara personal.

GenPI/GenWI merupakan generasi milenial yang mempunyai kemampuan lebih dalam dunia internet. Mereka adalah generasi milenial berbasis komunitas yang memililiki aktivitas rutin dan aktif dalam mempromosikan Pariwisata Indonesia baik melalui blog atau medsos kepada masyarakat luas. Mereka getol dan tidak henti-hentinya menggunakan jari mereka untuk pariwisata Indonesia. Passion mereka memang di pariwisata. Setiap hari mempromosikan tema-tema pariwisata di Instagram, Facebook, Twitter, YouTube, WeChat, Weibo, Line, Path, dan platform medsos lainnya.

Karena common interest yang sama, mereka bisa kita andalkan untuk mempromosikan destinasi dan event-event pariwisata di tanah air. Mereka sudah menjadi evangelist dan advocator bagi dunia pariwisata Indonesia. Berbagai aktivasi digital bisa dilakukan, seperti lomba baik foto sosmed, vlog dan blog yang terbukti efektif memviralkan promosi pariwisata yang selalu kita gencarkan.

Agar peran mereka lebih efektif, saya mendorong anggota GenPI untuk menjadi entrepreneur terutama di destinasi tempat mereka tinggal. Kita sudah menyediakan platform ITX sebagai online marketplace yang bisa dimanfaatkan oleh seluruh ekosistem industri pariwisata. Melalui ITX ini, GenPI bisa berkolaborasi untuk menjual paket wisata via online dan ini gratis. Mereka bisa ambil bagian menjadi tour operator, penyedia oleh-oleh, pengelola homestay, menjual paket-paket wisata, dan sebagainya. Sekali dayung, dua tiga pulau terlampaui.

Digital Influencer
Dalam konteks strategi media yang sering saya sebut Paid, Owned, Social Media dan Endorser (POSE), GenPI/GenWI merupakan Endorser. Sementara kalau kita melihatnya dari konteks strategi Pentaheliks: Academician, Business, Community, Government, Media (ABGCM), GenPI/GenWI masuk dalam kelompok Community dan sekaligus Media (sosial).

Terkait dengan strategi POSE, saya ingin memberikan catatan sedikit mengenai posisi dari GenPI/GenWI ini. Dalam strategi komunikasi dikenal apa yang disebut Celebrity Endorser dan Digital Influencer. Saya lebih cenderung mengelompokkan GenPI/GenWI ke dalam Digital Influencer. Sedangkan penggunaan Celebrity Endorsers kita jalankan dengan menyewa artis (salah satunya Pevita Pearce) atau melalui kerjasama co-branding dengan 21 artis entrepreneur yang kita tandatangani MOU-nya beberapa waktu lalu.

Apa bedanya Celebrity Endorser dan Digital Influencer? Kalau Celebrity Endorser umumnya adalah pesohor (umumnya artis, penyanyi, komedian, dan lain-lain) yang dikenal luas di masyarakat. Sementara Digital Influencer tak harus sosok yang dikenal luas, namun mereka tetap memiliki followers, fans, friends (3F) yang mungkin kecil tapi sangat solid dan powerful pengaruhnya.

Dari sisi credibility dan trustworthy, Digital Influencer lebih ampuh dari dari Celebrity Endorser. Kenapa? Karena ada Celebrity Endorser yang kita sewa (paid endorser) untuk mempromosikan brand Wonderful Indonesia. Sementara Digital Influencer seperti GenPI umumnya mempromosikan pariwisata di daerah masing-masing bukan karena dibayar tapi kesukarelaan. Jadi sifatnya mereka adalah relawan. Karena tidak dibayar maka dengan sendirinya Digital Influencer memiliki authenticity, credibility, dan trustworthiness yang lebih baik dibanding Celebrity Endorser. Pada prinsipnya siapa yang lebih banyak menghasilkan User Generated Content (UGC), merekalah yang memiliki credibility dan trustworthy yang lebih tinggi.

Perbedaan ketiga adalah dari sisi engagement. Digital Influencer lebih engaging dari Celebrity Endorser. Kenapa? Karena umumnya komunikasi Celebrity Endorser dengan audience-nya bersifat satu arah. Sementara komunikasi antara Digital Influencer dengan 3F-nya bersifat dua arah dan sangat interaktif melalui “comment”, “like”, dan “share”. Tak hanya itu Digital Influencer umumnya adalah content creator, sehingga connection dan engagement mereka dengan para 3F-nya sangat kuat dan solid.

Lalu impactful mana Celebrity Endorser dibanding Digital Influencer. Untuk melihatnya saya menggunakan konsep 3R yaitu: Reach, Relevance, Resonance. Reach artinya seberapa besar audience yang bisa dijangkau. Relevance artinya seberapa relevan pesan yang disampaikan ke audience. Dan Resonance artinya seberapa ampuh sebuah pesan menghasilkan viral (ripple effect) kepada audience-nya.

Kalau dari sisi Reach tentu saja Digital Influencer kalah dibandingkan Celebrity Endorser. Namun dari sisi Relevance dan Resonance, dalam banyak kasus Digital Influencer lebih unggul dibanding Celebrity Endorser. Tapi kita tentu tidak perlu membandingkan peran kedua strategi ini secara hitam-putih. Keduanya memiliki advantages dan disadvantages masing-masing dan kita harus secara cerdas menggunakannya mengacu kepada advantages dan disadvantages tersebut agar kita menghasilkan strategi komunikasi yang terbaik dan paling efektif .

****

Beberapa minggu terkahir ini saya mendapat pencerahan dari dua tulisan yang viral di jagat online. Pertama adalah konsep “Leisure Economy” yang ditulis oleh Yuswohady. Yang kedua konsep “Esteem Economy” yang ditulis oleh Prof. Rhenald Kasali. Yang membuat saya bungah dengan dua tulisan tersebut adalah bahwa keduanya membawa impact yang sangat positif kepada apa yang kita perjuangkan selama ini yaitu dunia pariwisata Indonesia.

Tulisan yang pertama meyakinkan kita bahwa leisure kini memainkan peran yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat. “Liburan telah menjadi kebutuhan pokok seperti layaknya sandang, pangan, papan, dan wifi,” ujar Yuswohady. Di samping itu pola konsumsi konsumen Indonesia kini mulai bergesar: dari memiliki “goods” menjadi mendapatkan “experience” termasuk di dalamnya experience dari berliburan.

Sementara dari tulisan Prof. Rhenald saya mendapatkan insight menarik, bahwa self-esteem atau pengakuan dari peers (3F) kini menjadi faktor yang sangat pentung dalam membentuk perilaku konsumen. Tulisan Prof. Rhenald inilah yang paling bisa menjelaskan pidato saya yang menjelaskan apa yang dilakukan GenPI di Lombok, bahwa destinasi yang dibuat GenPI memenuhi “selera baru” generasi milenial yaitu destinasi yang instagramable, dan kemudian menjadi trending topic.

Dengan kata lain, GenPI telah berhasil memenuhi kebutuhan pengakuan (self-esteem) dari wisatawan. Artinya passion dan kesukarelaan GenPI untuk mempromosikan pariwisata bukan didorong oleh pertimbangan finansial tapi terutama oleh faktor untuk mendapatkan pengakuan atau self-esteem.

Sukses selalu buat rekan-rekan GenPI semua! Salam GenPI, Salam GenWI! Gasss!!!

Salam Pesona Indonesia!!!

 

Oleh Arief Yahya
Menteri Pariwisata RI

Mantan Wabup Itu Meninggalkan Banyak Kesan

0
Jenazah Imalko tiba di kediamannya di di jalan DKW Mogh Benteng Ranai. F. Aulia Rahman/Batam Pos.

batampos.co.id – Kabar duka mantan wakil Bupati Natuna, Imalko periode 2011-2016 yang meninggal di Tanjungpinang, Selasa (21/11), disambut isak tangis setelah jenazah tiba di rumah duka di Ranai, Natuna sekitar pukul 01.30 WIB, Rabu (22/11). Jenazah diterbangkan langsung dari Batam.

Kabar duka tersebut mengejutkan, karena almarhum sebelumnya tidak pernah merasakan keluhan sakit. Bupati Natuna Abul Hamid Rizal dan wakil Bupati Natuna Ngesti Suprapti terlihat ikut melayat untuk memberikan penghormatan terkahir.

Sebagai kalangan masyarakat Natuna, Imalko dikenal sosok pemuda yang ramah. Peduli akan lingkungan dan terutama persoalan masyarakat kalangan menengah ke bawah. Imalko juga dikenal penggiat olahraga, bahkan mendirikan persatauan pesebak bola sebelum memulai karir politik.

Imalko juga sebagai perintis berdirinya Partai Demokrat di Natuna. Dan pernah dipernah dipercayakan menduduki jabatan Wakil Ketua II DPRD Natuna periode tahun 2009-2014 dan akhirnya terpilih sebagai wakil Bupati Natuna berpasangan Ilyas Sabli dalam pemilu kepala daerah tahun 2011 hingga 2016.

Imalko semasa hidup juga pemuda yang mencintai permainan tradisional gasing dan hobi berburu babi hutan mengisi waktu lenggang dari rutinitas sebagai wakil Bupati. Imalko juga meninggalkan empat orang anak. Kini masyarakat Natuna kehilangan sosok pemuda yang sukses dan memberikan peran dalam membangun daerah.

Bupati Natuna Abdul Hamid Rizal mengatakan, Pemerintah Kabupaten Natuna mengucapkan duka cita sedalam-dalamnya berpulangnya mantan wakil Bupati Natuna perionde 2011-2016. Menurutnya, Imalko adalah pemuda yang memiliki potensi dalam mengisi pembangunan daerah. Suskes dalam berpolitik dalam usia yang masih muda.

“Almarhum adalah sosok pemuda yang berpotensi sebagai generasi pemimpin daerah, tapi segala urusan sudah ditentukan. Natuna sangat kehilangan sosok pemuda yang sukses berpolitik, teman dan keluarga,” ungkap Hamid Rizal.

Wakil Ketua DPRD Natuna Hadi Candra yang turut memberikan penghormatan di rumah duka, mengatakan, semasa hidup Imalko pernah bersama-sama mengisi peran penting dalam kepemimpinan DPRD periode 2009-2014. Meski berbeda partai politik, hubungan pribadi sangat dekat. Diakui Candra, kabar duka berpulangnya Imalko dari Tanjungpinang
sempat tidak disangka. Dan tidak yakin akan kebenaran berita duka mantan wakil Bupati tersebut. Karena sebelumnya tidak pernah mengeluhkan sakit.

Candra menceritakan, semasa masih menjabat wakil ketua II DPRD. Imalko tidak pernah bersikap aneh dan patuh pada aturan DPRD. Tidak pernah neko-neko setiap rapat dan keputusan sidang. Kami sangat kehilangan pemuda yang baik dan berjiwa sosial,” ungkap Candra.(arn)

Cara Mudah Hitung Pemakaian Air ATB Batam

0

Pelanggan ATB, Anda bisa menghitung sendiri tagihan air yang telah digunakan dengan cukup mudah.

Pelanggan hanya perlu mengkalkulasikan jumlah air yang digunakan dengan harga yang sudah ditentukan berdasarkan Peraturan Kepala Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam No 7 Tahun 2011.

“Penghitungan pemakaian air bersih yang digunakan sangat mudah, dimana tagihan air per 10 meter kubik memiliki harga yang berbeda-beda, tinggal di sesuaikan dengan jumlah yang di pakai dengan tarif yang berlaku,” ujar Enriqo Moreno, Corporate Communication Manager ATB, Rabu (22/11)

Enriqo melanjutkan, setelah menjumlahkan setiap kubik air yang digunakan, pelanggan tinggal menambahkan biaya faktur/administrasi sebesar Rp3.000 dan biaya pemeliharaan meter air. Biaya pemeliharaan meter air berbeda untuk setiap ukuran diameter meter air, maupun untuk setiap golongan pelanggan ATB.

Begitu juga dengan tarif air bersih yang ditentukan ke pelanggan, memiliki aturan tarif berbeda untuk setiap kubikasi sesuai dengan klasifikasinya.

Seperti contoh penghitungan tarif air golongan 2D Rumah Tangga A. Golongan pelanggan tersebut ditetapkan sebesar Rp 2.000 untuk pemakaian air 0-10 m3, Rp2.530 untuk pemakaian 11-20 m3, Rp5.650 untuk pemakaian 21-30 m3 dan 31-40 m3 sebesar Rp 8.425, besar dari 40 m3 sebesar Rp 9.750.

Apabila pelanggan menggunakan air sebanyak 20 m3 selama satu bulan, pelanggan tersebut akan membayar tagihan sebesar Rp58.300. Dengan perhitungan perincian sebagai berikut, pelanggan akan dikenakan biaya pemakaian air Rp2.000×10 m3 pertama yakni Rp20.000 dan 10 m3 kubik kedua senilai Rp2.530×10 m3 sebesar Rp25.300.

“Selain biaya pemakaian air, ditambahkan juga dengan biaya faktur/administrasi Rp 3.000, dan biaya pemeliharaan meter air Rp 10.000 untuk golongan rumah tangga 2D dengan ukuran meter air 0,5 inchi,” jelas Enriqo.

Sejumlah pelanggan memanfaatkan pelayanan di kantor pelayanan ATB Sukajadi beberapa waktu lalu. Pelanggan bisa menghitung pemakaian air dengan mudah sebelum membayar tagihan.

Penghitungan yang dicontohkan tersebut merupakan penghitungan pembayaran tagihan ATB secara normal, bukan pembayaran tagihan air yang mengalami tunggakan. Apabila ada tunggakan, pada tagihan tersebut akan ditambahkan lagi denda sesuai ketentuan yang sudah ditetapkan.

Sementara, untuk klasifikasi golongan yang saat ini berlaku di ATB mulai dari golongan 2D rumah tangga A, golongan niaga, Industri, Pelabuhan Laut dan Udara pasti akan membayar lebih tinggi dibanding golongan rumah tangga A.

Sebaliknya, golongan sosial umum dan sosial khusus akan membayar tagihan yang lebih rendah. Hal tersebut dikarenakan golongan rumah tangga dan sosial masih diberi subsidi oleh ATB.

“Jadi apabila pelanggan menggunakan air dengan jumlah yang sama, namun tagihannya akan berbeda bila pelanggan memiliki golongan atau klasifikasi yang berbeda,” pesan Enriqo. (*)

Polisi Usut Kasus Penggelapan UWTO Bengkong Kolam

0
Sejumlah warga Bengkong Kolam mendatangi Satreskrim Polresta Barelang untuk menanyakan kelanjutan kasus penggelapan yang mereka laporkan terkait penggelapan pembayaran uang WTO yang dipungut oleh salah satu koperasi di Bengkong Kolam, Selasa (21/11). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Jajaran Sat Reskrim Polresta Barelang tengah mengusut laporan kasus dugaan penggelapan uang pembayaran Uang Wajib Tahunan Otorita (UWTO) dari beberapa warga Bengkong Kolam.

Kasat Reskrim Polresta Barelang Kompol Agung Gima Sunarya membenarkan adanya laporan ini. Saat ini, penyidik Unit Harta dan Benda (Harda) Sat Reskrim Polresta Barelang masih melakukan lidik.

“Laporan dari warga Bengkong Kolam mengenai uang pengurusan UWTO masih dalam proses di Unit Harda Sat Reskrim Polresta Barelang,” kata Gima, Rabu (22/11) siang.

Disebutkan Gima, kasus dugaan penggelapan ini dilaporkan oleh beberapa orang warga yang mengaku telah membayar UWTO secara lunas. Untuk total kerugian yang diterima pihaknya, hanya berkisar puluhan juta.

“Pembayaran uang UWTO ini ada yang sudah lunas dan ada yang belum lunas. Untuk yang melapor ini hanya yang sudah lunas saja,” tuturnya.

Dalam menindak lanjuti laporan itu, penyidik telah memanggil beberapa warga yang telah lunas pembayaran uang UWTO. Selain itu, pihak koperasi juga telah dipanggil oleh penyidik untuk dimintai keterangan.

“Selain saksi, kita sudah mengumpulkan beberapa bukti. Termasuk salah satunya bukti pembayaran uang UWTO tersebut,” bebernya.

Gima menambahkan, pihaknya akan melakukan gelar perkara dalam waktu dekat untuk menentukan, apakah kasus ini termasuk dalam unsur tindak pidana atau tidak.

“Kalau memenuhi unsur pidana, kami akan menaikkan kasusnya menjadi penyidikan,” imbuhnya.

Pada Selasa (21/11) lalu, sekitar 20 orang warga Baloi Kolam mendatangi Polresta Barelang untuk menanyakan kelanjutan kasus penggelapan UWTO yang mereka laporkan sejak bulan Juni 2017 lalu.

Salah seorang warga Bengkong Kolam, Warsiti, 43 menceritakan, penggelapan ini berawal dari adanya penggusuran di kawasan Bengkong Kolam pada tahun 2009 lalu.

Dari penggusuran itu, warga melakukan aksi demo dan disepakati untuk membayar UWTO kepada BP Batam. Untuk membayar UWTO, warga sepakat membayar UWTO melalui koperasi bernama Bhineka Jaya.

“Kami membayar UWTO sebesar Rp. 80 ribu per meternya. Selama kurang lebih 7 tahun, telah terkumpul uang yang dibayarkan oleh warga sebesar Rp. 4,3 miliar,” ujarnya, Selasa (21/11) lalu.

Namun, yang dibayarkan pihak koperasi kepada BP Batam hanya Rp. 1,6 miliar untuk selama enam bulan. Sementara, lahan di Bengkong kolam itu, UWTO nya perbulan Rp. 260 juta.

“Sisa uang itu yang kami tidak tahu. Ketika ditanya sama ketua koperasinya dan diajak rapat, jawabannya selalu mutar-mutar. Waktu diajak rapat alasannya sakit atau ada tamu,” tuturnya.

Kepada warga, pihak koperasi tidak hanya memungut uang UWTO, warga Bengkong Kolam Rw 9 dan Rw 22 yang berjumlah 492 kapling itu juga diminta untuk membayar uang pengurusan dan sebagainya.

“RW 9 dibebankan Rp 1,5 juta, sedangkan RW 22 Rp 3,5 juta. Belum lagi ada dana talangan, dana jual beli lahan,” bebernya.

Sementara itu, warga lainnya, Edi mengatakan bahwa dari hasil koordinasi itu, penyidik berjanji akan segera melakukan gelar perkara untuk menindak lanjuti laporan dari warga ini.

“Katanya tadi dalam minggu ini akan dilakukan gelar perkara. Paling lambat, Selasa (28/11) depan kami sudah tahu bagaimana hasilnya,” tambahnya. (cr1)

Ribuan Ponsel Hasil Tangkapan Lanal Belum Diserahkan ke Bea Cukai

0
Danlanal Batam, Kolonel Laut (P) Ivong Wicaksono Wibowo (tengah), saat ekspose tangkapan ribuan ponsel xiaomi di Dermaga Lanal Batam, Batuampar, Rabu (8/11). Ribuan ponsel ini diamnakan di hutan Belakangpadang. F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id– Sebanyak 6.960 unit ponsel merek Xiaomi hasil tangkapan Lanal Batam beberapa waktu yang lalu belum diserahkan kepada pihak Bea dan Cukai Batam. Ribuan ponsel itu diamankan Lanal Batam di Pulau Labun, Belakangpadang.

Kepala Bidang Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi (BKLI) Kantor Pelayanan Utama (KPU) Bea Cukai Tipe B Batam, Raden Evy Suratantyo membenarkan bahwa ribuan ponsel hasil tangkapan itu belum diterima oleh Bea dan Cukai Batam.

“Barang bukti ponsel itu hingga saat ini belum diserahkan kepada kami. Sampai sekarang kami masih menunggu penyerahan handphone tersebut,” ujar Evy, Rabu (22/11) siang.

Dijelaskan Evy, menurut aturan yang berlaku dalam peraturan Direktur Jendral (Dirjen) Bea dan Cukai nomor 53 tentang Tatalaksana Pengawasan, tidak ada batas waktu untuk penyerahan barang bukti yang tidak ditemukan tersangkanya.

“Barang bukti yang ditemukan saat penangkapan itu hanya speed boad dan handphone. Sementara, pemilik atau tersangkanya tidak ditemukan pada saat itu,” tuturnya.

Ditambahkan Evy, jika tidak ditemukan tersangka pada saat dilakukan penangkapan, dalam peraturan itu dijelaskan bahwa instansi yang melakukan penangkapan menunggu atau mencari siapa pemilik dari barang tangkapan itu selama 30 hari.

“Setelah lewat selama 30 hari, maka 30 hari selanjutnya kami menetapkan bahwa barang hasil tangkapan itu ditetapkan sebagai barang yang dikuasai oleh negara,” jelasnya.

Sementara itu, Danlanal Batam Kolonel Laut (P) Ivong Wicaksono Wibowo pekan lalu mengatakan, pihaknya sejauh ini masih melakukan penyelidikan untuk mencari tahu siapa pemilik ponsel sebanyak 6.960 unit dan speed boad tersebut.

“Kami masih melakukan pendalaman. Nanti akan diinformasikan kalau ada perkembangan. Untuk barang bukti memang masih sama kami dan belum diserahkan,” ungkap Ivong. (cr1)

Pakai Sabu, Pria Inisial PKW dan JDN Ditahan

0

batampos.co.id – Polsek Siantan menangkap dua orang pria  berinisial PKW,26, dan JDN, 35, diduga mengkonsumsi narkoba jenis sabu, Minggu (19/11) sore. Penangkapan dilakukan pukul 16.00 WIB di kamar kos terduga.

Tim Polsek melakukan penangkapan setelah mendapat laporan dari masyarakat yang merasa curiga melihat geliat kedua pelaku. Mendapat laporan tersebut, tim langsung melakukan penelusuran di sekitar lokasi.

Tidak butuh waktu lama, tim dapatkan sejumlah barang bukti berupa 1 unit tas yang berisikan 3 paket kecil sabu-sabu, 3 unit handphone, 1 unit alat hisap atau bong yang sudah dirakit, dan 1 unit korek api.

“Barang bukti didapati di kamar kos ketika dilakukan penangkapan,” kata AKP Yudha Surya Wardana melakui pres rilisnya kepada sejumlah wartawan, Rabu (22/11).

Kata Yudha, Kedua pelaku diamankan di Mapolsek Siantan untuk penyelidikan selanjutnya. (sya)

Dituduh Menipu Peserta Arisan Online, Ini Penjelasan Liza

0
Korban arisan online melapor ke Mapolres Tanjungpinang. F. Cipi Ckandina/Batam Pos.

batampos.co.id – Liza Afriza, 32, membantah dituduh sebagai penipu yang melarikan uang hingga puluhan juta, dengan modus arisan online.

Hal ini disampaikan, setelah adanya pengaduan yang dilakukan Devin beserta kelima rekannya di Mapolres Tanjungpinang, belum lama ini.

“Saya bukan penipu. Dan saya bukan Ayu, yang suka menipu hingga merugikan orang lain. Kalau saya penipu tak mungkin saya ada disini,” jelas Liza, di TCC Mall, Rabu (22/11).

Ia tak menampik bahwa benar adanya keterlibatan dirinya terhadap enam orang tersebut, dalam perkumpulan arisan online. Namun, semua kerugian yang diadukan itu, tentunya tidak benar.

“Apa yang dituduhkan ke saya itu jelas salah. Seperti Devin bilang modal uangnya belum dikembalikan Rp 30 juta. Padahal, uangnya yang disetor hanya Rp 14.400.000, per dua nama. Itu pun yang satu Rp 900 ribu, di bayar selama 8 kali, serta Rp 800 ribu, di bayar 9 kali,” terangnya.

Menurutnya, dari seluruh uang milik Devin itu tentunya sudah ada yang disetor, namun untuk mengetahui jumlah pastinya, harus melihat buku catatan arisan dulu.

“Uang mereka itu tetap akan saya bayar semuanya. Tapi perlahan-lahan, karena harus ditagih dulu setoran dari pemain yang sudah narik duluan, dimana mereka agak susah untuk ditagih,” tegasnya.

Tak hanya Devin, lanjut Liza, jumlah uang yang diadukan Suci juga salah.

Menurutnya, uang suci yang belum dibayarkan hanya tersisa sebesar Rp 1.550.000. Jumlah itu dari total uang yang sudah dibayarkan sebesar Rp 150 ribu, dikali 17 kali pembayaran, yakni Rp 2.550.000.

“Sebagian uangnya sudah kita setor ke Suci sebesar Rp 1 juta, jadi sisanya itu tidak sampai Rp 4 juta. seperti yang sudah diadukannya,” ungkapnya.

Ia juga membantah adanya pengaduan yang menyebutkan kalau dirinya melarikan diri karena tidak membayar arisan online tersebut.

“Gak mungkin saya lari. Rumah saya dan usaha saya ada disini (Tanjungpinang, red). Yang jelas sisa uang arisan yang belum menerima, akan segera saya bayar. Tapi, saya cuma minta sabar, karena yang mau ditagih juga sulit,” imbuhnya.

Sebelumnya, Devin dan kelima rekannya mendatangi Mapolres Tanjungpinang, untuk mengadukan tindak penipuan yang dilakukan Liza Afriza, yang telah melarikan diri, dengan membawa uang dari seluruh pemain arisan yang mencapai puluhan juta, Senin (20/11) kemarin.

Suci,19, salah satu korban penipuan tersebut, mengaku mengalami kerugian sebesar Rp 2.500.000, yang dibawa lari oleh pelaku.

Tak hanya Suci, Devin mengalami kerugian hingga mencapai Rp 30 juta, dari arisan online yang tak kunjung dibayar oleh Liza Afriza.

“Penipu dia (Liza, red) itu. Uang saya Rp 30 juta, dilarikan sama dia, belum dibayar sampai sekarang,” ungkapnya kesal.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang, AKP Dwihatmoko Wiraseno, membenarkan adanya pengaduan penipuan yang dialami 6 orang, dengan modus arisan online.

Ia menuturkan saat ini pihaknya tengah menyelidiki pengaduan tersebut, untuk segera ditindaklanjuti.

“Benar, laporan dalam bentuk aduan sudah masuk ke kami. Ini akan dikembangkan lagi. Tak menutup kemungkinan akan ada korban lain. Kita lihat saja nanti,” imbuhnya. (cr20)

Sering Terjadi Kecelakaan di Depan SDN 21, Pak Wali

0
Murid SDN 021 Sagulung F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Orangtua wali murid SDN 21, Sagulung memintah pemerintah untuk memperhatikan fasilitas penunjang di sekolah tersebut. Pasalnya sekolah yang berada persis di pinggir jalan utama menuju kawasan galangan kapal Seilekop itu masih minim dengan fasilitas keamanan sekolah.

Rambu pengatur lalulintas jalan raya depan sekolah misalkan memang sangat dibutuhkan, sebab pintu keluar sekolah persis di tikungan maut yang selama ini kerap terjadi kecelakaan lalulintas.

“Yang ada hanya garis-garis putih tapi itu tak membuat kendaraan pelan. Ini yang kami kuatirkan, apalagi pintu keluar persis di tikungan. Selama ini sudah banyak kecelakaan di tikungan ini,” kata Ernita, orangtua murid SDN 021, Rabu (22/11).

Seharusnya jalan depan sekolah itu kata Ernita dibuat jalur lambat atau rambu-rambu yang mengingatkan pengendara jika itu lokasi penyebrangan anak sekolah.

“Kalau perlu pasang itu lampuh (traffic lights) yang menandakan harus pelan dan hati-hati,” ujarnya.

Senada disampaikan oleh Arifin penjaga sekolah sekaligus yang mengatur lalulintas penyebrangan murid di sekolah tersebut. Dia berharap agar jalan depan sekolah itu dipasang rambu-rambu peringatan agar pengendara tahu kalau itu jalur penyebrangan anak sekolah.

“Minggu lalu ada guru SMA (19) yang ditabrak di depan situ. Kecelakaan memang sering terjadi di sini. Kami sangat kuatir dengan anak-anak ini apalagi pagi saat mau masuk sekolah ramai betuk jalan ini. Orang pada ngebut-ngebut semua,” kata Arifin.

Lokasi jalan itu memang jalur ramai sebab tidak saja jadi akses jalan warga di sekitar tapi juga pekerja dan kendaraan perusahaan galangan kapal di Seilekop. Untuk itu pihak sekolah berharap agar keluhan dan permintaan itu segera ditanggapi instansi pemerintah terkait.

“Kami sendiri sudah ajukan (ke Pemko) agar dipasang rambu-rambu tapi belum dipenuhi sampai saat ini,” kata Wahudi, seorang guru di SDN 21. (eja)

Polisi Incar yang Hamili SB

0
Kartini ketika digiring anggota Polsek Bintan Timur ke sel, usai diamankan di rumahnya, Senin (20/11). Foto: Slamet/Batam Pos.

batampos.co.id – Penyidik kepolisian sektor Bintan Timur mengincar laki-laki yang diduga telah menghamili SB (17) di luar nikah, di mana SB merupakan putri dari pelaku pembuangan cucu ke laut, kartini alias Mak Bunga, Senin pagi dini hari lalu. Soalnya, laki-laki yang disebut tunangan SB ini diduga melanggar undang undang perlindungan anak karena telah menghamili anak di bawah umur.

“Masih di dalami, karena kabarnya mereka sudah tunangan,” ungkap kapolsek Bintan Timur AKP Abdul Rahman kemarin.

Ia mengatakan, keberadaan lekaki yang sudah menghamili SB di luar nikah masih dilacak namun sejauh ini pelaku diketahui merupakan warga kelong, Bintan. Tunangan SB ini menurutnya bisa dijerat undang undang perlindungan anak nomor 23 tahun 2012 karena menghamili korban yang masih di bawah umur. “Bisa dijerat, karena SB masih di bawah umur, arahnya ke sana,” tukas dia.

Diberitakan sebelumnya, Mak Bunga nekad melempar cucunya yang baru lahir dari rahim putrinya karena malu anaknya hamil di luar nikah. Ia membuang cucunya ke laut tidak jauh dari rumahnya di Mantang, Kecamatan Mantang, Senin pagi dini hari. Lalu, sekitar pukul 05.00, dia meminta anak laki-lakinya untuk mengambil cucunya yang sudah tidak
bernyawa. Akibat perbuatannya ini, Mak Bunga ditetapkan tersangka dan
dijerat undang undang perlindungan anak serta sudah ditahan. (cr21)

 

Orchard Park’s Fun Walk 2017 Sudah Mencapai 1800an Peserta, masih Bisa Ikutan

0
ilustrasi

batampos.co.id – Mendekati pelaksanaan Orchard Park’s Fun Walk 2017 yang akan digelar Minggu (26/11), peserta yang mendaftar hampir mencapai target.

“Target kita 2000an peserta, dan sekarang yang mendaftar mencapai 1800an peserta,” ujar promosi dan advertising Orchard Park Batam, Opang, Rabu (20/11).

Tingginya antusias masyarakat ini, membuat pihak penyelenggara semakin matang dalam mempersiapkan acara tersebut.

“Berkat kerjasama yang solid dengan EO Batam Pos dan pihak-pihak yang siap menerima pendaftaran peserta untuk mempermudah pendaftaran, sehingga kegiatan ini dapat berjalan sesuai yang diharapkan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, guna menambah kemeriahan Orchard Park’s Fun Walk 2017 tersebut, pihaknya juga menyediakan food bazar di sekitar Orchard Park Batam.

“Ada 20 stand bazar makanan maupun minuman yang akan tersedia. Tentunya dapat mengundang selera para peserta,” terang Opang.

Tidak lupa, usai fun walk dengan mengelilingi sekitar kawasan Orchard Park Batam tersebut, peserta kembali mendapat hiburan dengan disediakannya hadiah lucky draw dengan hadiah utama dua unit motor.

“Tambahan kemeriahan kegiatan ini, ada bagi-bagi hadiah yang diundi di penghujung acara,” pungkasnya. (nji)