Potongan video aksi pengrusakan pada taksi online.
batampos.co.id – Terkait kasus perusakan terhadap mobil taksi online milik, Herman di kawasan Batam City Hotel (BCH), Rabu (10/1) lalu, jajaran Sat Reskrim Polresta Barelang telah menetapkan dua orang berinisial J dan P sebagai tersangka. Saat dilakukan penangkapan terhadap tersangka J, polisi menemukan sabu di dalam rumahnya.
“Untuk narkobanya, kita serahkan ke Satres Narkoba Polresta Barelang untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut. Kita sejauh ini hanya mengusut kasus tindak pidana perusakan,” ujar Kasat Reskrim Polresta Barelang Kompol Arwin A Wientama, Minggu (14/1) siang.
Dijelaskan Arwin, penetapan J dan P sebagai tersangka setelah pihaknya melakukan gelar perkara Sabtu (13/1) lalu. Gelar perkara ini dilakukan setelah penyidik memeriksa delapan orang saksi termasuk J dan P. Dari delapan orang saksi itu, polisi akhirnya mengantongi alat bukti yang cukup untuk penetapan tersangka terhadap keduanya.
“Saat ini keduanya sudah kita lakukan penahanan. Untuk kemungkinan adanya tersangka lain, nanti akan kita lakukan pengembangan lagi terhadap alat bukti yang kita miliki dan keterangan dari saksi,” bebernya. (gie)
Sejumlah pengemudi taksi online berkumpul pasca keributan antara pengemudi taksi konvensional dengan taksi online di Simpang Pos Polisi Jodoh, Minggu (14/1). F Cecep Mulyana/Batam Pos
batampos.co.id – Untuk yang kesekian kalinya, keributan antara sopir taksi online dengan sopir taksi konvensional terjadi di Batam. Kali ini, keributan antara kedua sopir taksi itu terjadi di kawasan Harbourbay, Minggu (14/1) siang. Keributan ini dipicu karana pengemudi taksi online mengambil penumpang dikawasan Harbourbay.
Wakil Ketua Taksi Harbourbay, Beni Duha mengatakan bahwa permasalahan ini terjadi saat taksi online mengambil penumpang di kawasan Harbourbay. Jadi, seperti yang disepakati bersama pengemudi taksi Harbourbay bahwa taksi online belum memiliki izin. Sehingga dilarang untuk mengambil penumpang.
“Ternyata, tadi itu ada dua orang di Harbourbay yang mengorder taksi online. Begitu nampak dia mengorder, kita sampaikan ke mbak itu jangan order taksi aplikasi karena belum ada izin. Di Harbourbay begitu nampak dia order langsung kami ikuti” ujarnya, Minggu (14/1) sore.
Kepada dua orang penumpang perempuan itu, sopir taksi online mengarahkan untuk menunggu di luar kawasan Harbourbay. Begitu kedua penumpang ini naik, beberapa sopir taksi pangkalan langsung mengamankan sopir taksi pangkalan tersebut. Selanjutnya, para sopir taksi pangkalan mengarahkan sopir taksi online itu ke pos polisi agar dilakukan penilangan.
“Terjadi adu argumentasi saat kita amankan, jadi tidak selesai disana. Sehingga sopir taksi online ini menelpon temannya yang lain dan diarahkan ke Morning Bakery Jodoh,” katanya.
Sesampainya di Morning Bakery Jodoh, Beni mengaku disana sudah banyak rekan dari taksi onloine. Sehingga, sopir taksi pangkalan itu pun menelepon anggota Sat Lantas untuk datang ke Morning Bakery, Jodoh. Setelah tiba di Morning Bakery, selanjutnya anggota Sat Lantas itu membawa mobil dan sopir taksi online itu ke pos polisi.
“Sampai di sana kami minta polisi lakukan penilangan seperti biasa . Tapi mereka bertahan tidak mau karena nunggu pengacara dan massa. Kami minta ditilang agar tidak terjadi keributan. Sementara polisi tidak mau menilang, tidak tahu alasannya apa,” katanya.
Di Pos Polisi Jodoh itu, massa dari taksi online telah memenuhi bagian luar pos. Sehingga keributan dan adu argumentasi antar sesama sopir pun tak terhindarkan. Untuk melerai terjadinya keributan, polisi terpaksa melepaskan tembakan ke udara untuk membubarkan massa. Pada saat itu bukannya bubar, massa dari taksi pangkalan mendatangi Polresta Barelang.
“Akhirnya teman-teman kita datang untuk menyampaikan aspiasi. Permintaan kami tetap sama, hapus aplikasi online dan kembali tegakkan hukum dengan melakukan penilangan terhadap taksi online karena belum memiliki izin,” harapnya.
batampos.co.id – Yayasan Pondok Pasantren Hidayatullah Batam kembali meluncurkan lembaga pendidikan terbaru. Adalah Institut Agama Islam (IAI) Abdullah Said Batam yang rencananya akan mulai tahun ajaran baru di tahun 2018 ini.
Institut yang didirikan sesuai dengan keputusan Direktorat Jendral Pendidikan Islam nomor 5461 tahun 2017 itu bertempat di yayasan Hidayatullah, Tanjunguncang dan diresmikan, Minggu (14/1) pagi. Peresmian disaksikan langsung oleh Wakil ketua Kopertis Wilayah Riau-Kepri dr Saifuddin, Bupati Anambas Abdul Haris, perwakilan Pemko Batam dan Provinsi Kepri di gedung Asia Hidayatullah Tanjunguncang.
Dengan adanya IAI Abdullah Said itu, lembaga pendidikan di yayasan pondok pasantren Hidayatullah Batam sudah cukup lengkap mulai dari Paud, TK, SD, SMP, SMA, SMK hingga Institut. Bahkan sebelumnya yayasan yang sama juga sudah mendirikan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Hidayatullah. STIT itu sudah sudah berjalan setahun belakangan ini.
“Untuk IAI Abdullah Said ini baru akan dibuka tahun ini. Pertengahan tahun nanti sudah bisa diterima Mahasiswa baru,” ujar Pendiri IAI Abdullah Said Batam ustad Jamaluddin Nur, kemarin.
Untuk tahun pertama IAI Abdullah Said Batam akan membuka tiga fakultas yakni; Syariah, Ekonomi Islam dan Tarbiyah.
Masing-masing fakultas mengusung dua program studi. Fakultas Syariah ada program studi AhwalSyakhsiyyah dan program studi Jinayah Siyasah. Fakultas Ekonomi Islam ada program studi Akutansi Syariah dan Manajemen Bisnis Syariah. Fakultas Tarbiyah ada program studi Bimbingan Konseling Islam dan pendidikan bahasa Arab.
“Segala persiapan sudah matang. Mulai dari rektor, Dosen, gedung serta perlengkan kampus sudah ada. Tinggal tunggu waktu pendaftaran nanti,” tutur Jamaluddin.
Sebagai langkah awal dan untuk memenuhi persyaratan sebuah Institut kata Jamaluddin, pihaknya target akan menerima 40 mahasiswa untuk masing-masing program studi.
“Insyallah, kami optimis target itu tercapai. Karena selain berharap dari (masyarakat) umum kami juga punya kader dari masing-masing kota atau kabupaten. Termsuk dari Anambas yang mana hari ini pak bupati Anambas sudah MoU dengan kami untuk mengirim mahasiswa dari Anambas ke sini,” urainya.
Rektor IAI Abdullah Said Dudung menambahkan, pendirian IAI tersebut sudah sesuai prosedur yang ada sehingga diakui negara sebagai lembaga pendidikan lanjutan. Untuk itu dia berharap agara keberadaan IAI itu didukung sepenuhnya warga Batam dan sekitarnya untuk mendidikan generasi penerusa bangsa dengan akhlak yang mulai.
“Tujuan kami adalah menghasilkan cendekiawan muslim yang memiliki kecerdasan spritual yang tinggi,” ujarnya.
Saifuddin dalam arahannya menyambut baik kehadiran IAI Abdullah Said itu. Dia berharap agar lembaga pendidikan itu tidak melenceng dari tujuan pendiriannya.
“Karena kami akan terus awasi kedepannya. Segalah prosedur dan aturan yang ada harus dipatuhi,” ujarnya.
Sebagai lembaga pendidikan baru, tantangan yang akan dihadapi oleh pihak yayasan sangat berat. Salah satunya adalah untuk mencapai target jumlah mahasiswa untuk masing-masing program studi yang ada.
“Kalian sudah tetapkan 12 prodi, masing-masing prodi minimal 40 mahasiswa. Itu syaratnya. Jadi harus terapkan sistem jemput bola kedepannya agar tujuan pendirian institut ini berjalan mulus,” imbau Saifuddin.
Pemerintah kata Saifuddin, pada dasarnya mendukung penuh lembaga pendidikan swasta yang ada. Itu karena pemerintah sendiri cukup kesulitan untuk mendirikan sekolah ataupun lembaga pendidikan negeri yang merata di seluruh pelosok tanah air.
“Tapi itu tadi dukungan pemerintah ini harus dimanfaatkan dengan baik. Jalankan tugas dan fungsi lembaga pendidikan dengan baik dan taati aturan yang ada,” ujarnya. (eja)
Warga menggendong bayi sambil memberi susu botol saat di Polek Batuaji dan bayi ini ditemukan didalam koper di Perumahan Villa Paradise, Batuaji, Selasa (9/1). Warga memberi nama Paradisa yang baru berumur satu hari ini. F. Dalil Harahap/Batam Pos
batampos.co.id – Paradisa Puteri, bayi yang dibuang oleh Ic dan Dn, orangtuanya perumahan Villa Paradise, Batuaji, Selasa (1/9) lalu, masih dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah Batam di Batuaji hingga, Minggu (14/1). Bayi yang berusia satu minggu itu dalam keadaan sehat dan normal.
Polsek Batuaji yang menangani kasus pembungan bayi itu berencana akan segera menyerahkan bayi perempuan itu ke Dinas Sosial (Dinsos) Batam. “Bagaimanapun bayi ini harus secepatnya mendapat hak asuh yang layak. Makanya ini akan segera diserahkan ke Dinsos. Rencananya besok (Hari ini),” ujar Kanit Reskrim Polsek Batuaji Ipda Yanto, kemarin.
Ini lakukan kata Yanto, murni untuk kebaikan sang bayi sendiri agar mendapat hak asuh dan perhatian yang sesuai dari orang yang bisa dipercayai.”Siapa yang akan asuh anak ini, tentu akan dipertimbangkan sesuai aturan yang ada. Untuk sementara ya kami akan serahkan ke Dinsos dulu,” kata Yanto.
Rencana penyerahan bayi ini juga sesaui dengan pertimbangan medis dari petugas medis di RSUD. “Tidak baik juga kalau anak ini lama-lama di RSUD. Kondisi kesehatannya baik-baik saja jadi ini harus segera dibawa keluar. Maakanya kami akan koordinasi dengan Dinsos,” tutur Yanto.
Terkait permintaan Ic dan Dn yang akan kembali merawat puteri pertama mereka itu, Yanto mengaku belum bisa diputuskan. Bagaimanapun keduanya harus melalui proses hukum terlebih dahulu atas tindakan mereka yang berusaha membuang bayi mungil mereka itu. “Itukan permintaan mereka. Keputusan tetap harus di pengadilan. Mereka harus melalui dulu proses hukumnya,” kata Yanto.
Begitu juga dengan masyarakat umum lainnya yang ingin mengadopsi bayi cantik itu tetap harus melalui prosedur hukum yang ada.”Sama semua harus melalui prosedur,” kata Yanto.
Untuk proses hukum terhadap Ic dan Dn, kata Yanto, saat ini pihaknya terus melengkapi berkas perkara pembuangan bayi tersebut. Keduanya dijerat Undang-Undang Perlindungan Anak, nomor 12 tahun 2012 pasal 76 B tentang penelantaran anak dengan ancaman maksimal lima tahun penjara.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, Ic dan Dn dibekuk polisi karena tegah membuang bayi perempuan mereka yang baru lahir. Bayi mungil yang belakangan diberi nama Paradilla itu dibuang di depan perumahan Villa Paradise, kelurahan Bukit Tempayang, Batuaji, Selasa (9/1) pagi. Berdasarkan petunjuk foto yang ditemui dalam koper sebagai wadah untuk membuang bayi, polisi membekuk Ic dan Dn di Marina, malam harinya.
Kepada Polisi keduanya mengakui perbuatan mereka itu. Mereka membuang bayi tersebut karena malu sebab hamil sebelum nikah. “Kalap kami pak, apalagi Dn nganggur,” kata Ic.
Meskipun telah berusaha membuang sang bayi, belakangan kedua pasangan ini mengaku ingin kembali merawat bayi mereka itu.
“Kalau urusan hukum sudah selesai, kami mau rawat kembali anak itu,” ujar Ic. (eja)
Warga melewati gapura Dendang Melayu di Jembatan I Barelang, Minggu (17/12). Sabtu dan Minggu banyak warga mendatangi wisata Dendang Melayu ini. F. Dalil Harahap/Batam Pos
batampos.co.id – Tahun 2018 ini, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Batam mendapat kucuran Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp 2,4 miliar dari pemerintah pusat. Jumlah tersebut meningkat dibanding tahu 2017 yang hanya Rp 1,2 miliar, dengan kata lain naik 100 persen.
“Tiap tahun meningkat, ini dana dari Kementrian Pariwisata. Tahun depan (2019) kami usulkan Rp 4 miliar,” kata Kepala Disbudpar, Pebrialin, Minggu (14/1) siang.
Menurutnya, dana tersebut akan digunakan sepenuhnya untuk mengembangkan pembangunan fisik destinasi wisata Dendang Melayu, Sagulung atau sebelum Jembatan I Barelang. Lokasi ini kerap jadi spot foto wisatawan yang berkunjung ke Jembatan Barelang. Dalam penataannya Pebrialin menyebutkan pihaknya akan melanjutkan desain yang sudah ada.
“Kami akan tambah pergola-nya, jalan setapak hingga pembuatan taman,” papar dia.
Tak hanya itu, dana tersebut juga akan digunakan menata para pedagang di sekitar jembatan. Pihaknya, kata Pebrialin, akan menyiapkan tempat berdagang yang lebih baik bagi para pedagang tersebut, sehingga tak lagi berjualan sembarangan.
“Lokasinya kami akan tentukan, di situ mereka bisa jualan souvenir dan lain-lain,” ungkapnya.
Selain Dendang Melayu, Pebrialin mengaku belum bisa mengembangkan lokasi wisata pantai lain karena terkendala status lahan. Menurutnya, Kementrian Pariwisata tak akan mengucurkan dana hingga status lahan ada pada Pemko Batam.
“Harus jelas, termasuk peruntukkannya,” imbuhnya. Status lahan ini, sebelumnya telah disampaikan Wali Kota Batam yang akan diusahakan legalitas penuh dibawah Pemko Batam.
Selain mendapat DAK, ia mengklaim sedang melobi pusat agar membantu Batam menggelar agenda wisata yang tak tercover APBD Batam, dalam hal ini seperti Tour De Barelang . Agenda yang sejatinya kerap mendatangkan pesepeda mancanegara tersebut tidak dianggarkan Disbudpar dengan alasan keterbatasan anggaran.
“Kami minta support mereka untuk selenggarakan ini,” ujarnya.
Namun ia menyampaikan, kelompok maupun komunitas dapat memanfaatkan dana dari Kementrian Pariwisata, alhasil tak hanya pemerintah pengembangan wisata bisa dilakukan oleh semua stakeholder. “Kita sama-sama kembangkan wisata,” pungkasnya. (adi)
batampos.co.id –Wall Street Journal merilis sebuah laporan menarik.
Dlam laporannya, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump membayar mantan bintang film porno Sebanyak USD 130 ribu untuk diam dan tak membicarakan perselingkuhan singkat di antara keduanya pada tahun 2006.
Menurut laporan tersebut, Michael Cohen, seorang pengacara Trump mengatur pembayaran kepada bintang film biru tersebut sebagai bagian dari kesepakatan rahasia yang harus diselesaikan sebulan sebelum pemilu 2016.
Bintang film biru tersebut diidentifikasi oleh Wall Street Journal sebagai Stephanie Clifford. Ia dilaporkan setuju untuk tetap diam dan tak menceritakan kepada publik tentang pertemuan-pertemuan seksnya dengan Trump. Clifford sendiri memiliki nama populer Stormy Daniels.
Seperti dilansir Haaretz, Sabtu, (13/1), Clifford pertama kali berkenalan dengan Trump pada turnamen golf selebriti Juli 2006 di tepi Danau Tahoe.
Clifford diduga mengeluh setelah kesepakatan tersebut diselesaikan. Sebab ia tidak menerima pembayaran secepat yang dia harapkan, bahkan ia sempat mengancam akan membatalkan kesepakatan dengan Trump.
Laporan menyebutkan, ia akhirnya mendapat pembayaran melalui pengacaranya Keith Davidson. Uang itu ditransfer ke rekening klien terpercaya di City National Bank di Los Angeles.
Sebelumnya ada laporan yang isinya mengklaim kalau mantan bintang porno 38 tahun tersebut menegosiasikan kemungkinan tampil sebagai tamu di ABC ‘Good Morning America’ dua tahun yang lalu untuk membicarakan Trump.
Saat ini Clifford menolak menanggapi permintaan untuk mendapatkan komentarnya. Sementara pengacara yang pernah disewanya juga tak mau memberikan keterangan karena menghormati kliennya. (met/JPC)
Tanah Papua punya sembilan kerajaan yang eksis hingga saat ini. Salah satunya Kerajaan Sekar. Di kerajaan itulah, Rustuty menjadi ratu. Hampir lima tahun dia mengayomi puluhan ribu warga di 23 kampung di wilayah Kerajaan Sekar.
’’MAMA mati baru anak-anak bisa jadi raja.” Pernyataan sikap warga Kerajaan Sekar pada 2013 itu membuat Rustuty Rumagesan terhenyak. Dia merasa tidak mungkin menjadi raja. Sebab, raja haruslah laki-laki. Namun, warga tetap mendesak agar dia mau bertakhta. Rustuty tetap pada keputusannya, menolak menjadi ratu Kerajaan Sekar.
Karena terus didesak, Rustuty akhirnya mengambil jalan tengah. Dia meminta dicarikan gelar baru. Masyarakat akhirnya menyepakati Rustuty diberi gelar ratu petuanan tanah rata kokoda. Dia pun menerimanya. Sedangkan raja Kerajaan Sekar dipegang keponakannya. Rustuty berbagi peran dengan keponakannya dalam mengelola kerajaan. Dengan kedudukan tersebut, dia menjadi ratu pertama dan satu-satunya di tanah Papua saat ini.
Kamis lalu (4/1) dia menjadi representasi Kerajaan Sekar yang hadir dalam audiensi raja-raja Nusantara dengan Presiden Joko Widodo di Istana Bogor. Mengenakan pakaian kebesaran plus mahkota cenderawasih, Rustuty hadir bersama 87 raja maupun sultan dari berbagai kerajaan di tanah air.
Rustuty merupakan putri Raja Al Alam Ugar Pik-Pik Sekar Kokas. Dia adalah anak tunggal. ”Tapi, saudara satu ayah ada enam di atas saya (kakak). Saudara satu ibu ada enam di bawah saya (adik),’’ terangnya saat berbincang dengan Jawa Pos.
Dia menuturkan, sang ayah yang pada 1950-an datang ke Makassar bersama Presiden Soekarno disambut tari-tarian adat. Salah satu penarinya adalah ibunya, Janiba, yang saat itu masih berusia 17 tahun. Raja Al Alam yang waktu itu sudah sepuh, sekitar 90 tahun, tertarik dan melamarnya. Saat Rustuty masih kanak-kanak, ayahnya menikahkan ibunya dengan laki-laki lain sehingga dia punya adik enam orang.
Kerajaan Sekar merupakan satu di antara sembilan kerajaan yang masih eksis di tanah Papua. Delapan kerajaan lainnya adalah Ati-Ati, Patipi, Rumbati, Papagar, Argumi, Wertuar, Namatota, dan Penisi. Kerajaan Sekar berkedudukan di Kecamatan Kokas, Kabupaten Fak-Fak, Papua Barat.
Meski lebih sering disebut entitas budaya, raja-raja di sembilan kerajaan tersebut tetap mendapatkan tempat di hati masyarakat. Mereka tetap mendapat penghormatan layaknya seorang raja meski tidak bisa sama dengan saat Indonesia belum merdeka.
Sebagai ratu, aktivitas Rustuty cukup banyak. Dia berkunjung ke kampung-kampung di wilayahnya, ke berbagai daerah, bahkan ke berbagai negara. Baik dalam rangka silaturahmi antar kerajaan maupun untuk pameran dan ekshibisi. Beberapa negara seperti Brunei Darussalam, Malaysia, hingga Prancis pernah dikunjungi ratu kelahiran 5 Mei 1953 itu.
’’Kalau di luar, saya bawa hasil kerajinan tangan warga untuk dijual. Hasilnya saya serahkan tidak dalam bentuk uang, melainkan barang-barang yang mereka butuhkan,’’ tuturnya. Di kerajaan, dia berlaku layaknya seorang pemimpin. Rustuty berupaya mendorong rakyatnya agar berdaya secara ekonomi. Tidak hanya mendorong, dia juga membantu mengupayakan permodalan dan pelatihan keterampilan.
Peran lain Rustuty adalah juru damai bila ada warganya yang berkonflik. Peran ayahnya dalam perebutan kembali Irian Barat dari tangan Belanda membuat Rustuty yakin bahwa Indonesia adalah takdir Kerajaan Sekar. Karena itu, Rustuty aktif menyosialisasikan cara hidup ber-Pancasila kepada warganya.
’’Kalau mereka berkonflik, saya marah. Kalian itu tidak Pancasila. Jangan mau diadu domba,’’ tuturnya.
Suatu ketika dia mendapat kabar warganya diserang sejumlah orang dari Ambon dan hendak membalas serangan tersebut. Rustuty langsung mendatangi warganya dan melarang mereka untuk membalas. Dia memerintahkan, begitu ada niat untuk berperang, mereka harus kembali bertafakur sesuai agama dan keyakinan masing-masing.
Ratu Petuanan Tanah Rata Kokoda, Hj Dr. Rustuty Rumagesan, MBA saat audiensi dengan raja-raja se-nusantara di Istana Bogor, Kamis (4/1/2018) bersama Presiden Jokowi -Laily Rachev SETPRES
Diharapkan, dengan bertafakur, niat berperang itu bisa hilang. Bila memang sudah terdesak, lebih baik menghubungi kepolisian. ’’Biar aparat yang selesaikan, jangan kalian,’’ lanjutnya. Lewat perintah tersebut, Rustuty hendak mengajarkan bahwa Indonesia adalah negara hukum. Bila ada konflik, penyelesaiannya lewat jalur hukum, bukan dengan berperang atau main hakim sendiri. Sebab, bagaimanapun, yang diperangi adalah saudara sendiri.
Dengan cara tersebut, warga pun semakin menghargai tindakan-tindakan yang dilakukan Rustuty. Apalagi, dia kerap memotivasi warga agar melakukan apa pun yang mereka bisa untuk menopang ekonomi supaya dapur tetap mengepul. Bila warga hanya mampu membuat koteka, dia meyakinkan bahwa koteka itu bermanfaat. Setiap kali ada tamu datang, koteka akan laris. Saat tamu datang itu pula, dia meminta warganya menyambut secara adat. Itu dilakukan untuk memperkenalkan daerah tersebut sehingga makin banyak yang ingin berkunjung.
Untuk memberikan contoh, Rustuty pun hidup dari hasil usahanya sendiri. Itu sedikit berbeda dengan para raja lainnya yang masih mendapat bantuan dari pemerintah. Dia membuka salon, tempat menjahit, dan mengajari beberapa warganya untuk ikut berwirausaha. Meski, bukan perkara mudah membuat warga mau berwirausaha.
Saat ini Rustuty menyerahkan hidupnya secara total kepada warga. Empat anaknya sudah dewasa dan bekerja di luar kampung. Ada yang bekerja di perusahaan asal Jepang, di Pertamina Sorong, dosen di Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran Jakarta, dan yang terakhir menjadi Kasatpolair Polres Raja Ampat. Dua laki-laki dan dua perempuan.
Sementara itu, sang suami Sri Harijanto Tjitro Soeksoro telah meninggal pada 2006. Rustuty punya kenangan tak terlupakan bersama suaminya, terutama mengenai asal usulnya. Sebab, sejarah itulah yang membuat putra putri mereka saat ini bergelar raden mas dan raden ayu. Ya, sang suami merupakan keturunan raja di Jawa, Mangkunegara III.
’’Itu laki-laki Jawa yang paling berani,’’ kenangnya.
Sebelum menikah, Tjitro menyembunyikan identitasnya sebagai pangeran. Dia langsung jatuh cinta saat kali pertama bertemu dengan Rustuty. Awalnya, pihak keluarga Rustuty menolak karena terikat dengan aturan kerajaan. Namun, perjuangan yang gigih dari seorang Tjitro meluluhkan hati Rustuty. Dia pun mengiyakan dengan syarat bercerai setelah setahun.
’’Tapi, nggak jadi cerai karena begitu nikah, langsung hamil,’’ ucap perempuan kelahiran Makassar itu. Putra pertamanya baru berusia empat bulan, dia sudah hamil lagi, dan seterusnya.
Rustuty juga baru mengetahui bahwa Tjitro adalah bangsawan setelah datang ke Jawa. Saat itu dia sudah pasrah karena dalam bayangannya, ketika di Jawa, dia akan bertani sebagaimana umumnya masyarakat Jawa kala itu. Ternyata, mereka disambut secara adat dengan begitu meriah. Marahlah Rustuty karena sang suami menyembunyikan identitasnya. Namun, di luar itu, bagi Rustuty, Tjitro adalah orang yang sangat sabar.
Rustuty punya harapan bagi kelangsungan kerajaan-kerajaan di Nusantara.
’’Budaya harus kita angkat kembali. Karena lewat budaya, etika akan terbangun kembali,’’ tuturnya.
Dengan begitu, generasi muda tidak sampai terbawa arus peradaban yang negatif. Mulai tawuran hingga korupsi. Dia yakin, praktik korupsi bisa hilang bila setiap orang mengingat kembali ajaran luhur budayanya.
Sebagai produk budaya, manusia akan berpikir ulang bila hendak berbuat buruk. Sebab, sejak kecil ditanamkan budaya yang luhur bahwa manusia tidak boleh melakukan perbuatan-perbuatan yang merugikan orang lain. ’’Indonesia kaya akan budaya, dan itu indah, seperti terlihat tadi kita hadir semua,’’ ujarnya. Kekayaan itulah yang menjadi keunggulan Indonesia, dan harus dijaga.
Mendikbud Muhadjir Effendy menambahkan, sebelum raja-raja tersebut bertemu presiden, Kemendikbud berdialog dengan mereka. Mereka diharapkan bisa memberikan masukan kepada pemerintah tentang bagaimana membangun kebudayaan.
’’Insya Allah apa yang telah disampaikan kepada kami akan kami tindak lanjuti,’’ ucapnya. (BAYU PUTRA, Bogor/c10/oki)
Meghan Markle dengan rambut ikat bulatnya (People)
batampos.co.id – Jika biasanya seseorang yang berada dalam lingkungan kerajaan Inggris selalu terlihat modis dengan riasan makeup, rambut dan busana rapi. Meghan Markle justru menampilkan style yang berbeda.
Tunangan Pangeran Harry ini, terlihat dengan gaya rambut yang diikat ‘cepol’ dengan menyisakan sedikit rambut pada bagian depan. Buat sebagian orang, sebagai pendamping Pangeran Harry dan status barunya, gaya rambut Meghan dianggap cukup berantakan.
Dilansir dari People, Minggu (14/1), gaya California yang digunakan Meghan terlihat saat ia mendampingi Pangeran Harry berkunjung ke radio station di Brixton, London. Kendati terkesan tidak rapi, penampilan aktris ini tetap memukau. Gaya rambut cepol-nya terlihat sangat tepat dipadukan dengan mantel panjang dari ‘Smythe’, dengan syal ‘Jigsaw’, sweater dan celana hitam milik ‘Burberry’.
Dia berhasil mengemas pakaiannya yang chic dengan tampilan gaya rambut ‘bun’ yang berantakan. Jika diperhatikan, gaya rambut Meghan sangat berbeda dengan gaya sanggul milik Kate Middleton yang terkesan klasik.
Kate bahkan sudah dikenal memakai hairnet untuk menjaga riasan rambutnya tetap pada tempat. Tentunya, Meghan dan Kate akan memiliki banyak kesempatan untuk bertukar tips gaya.
Meghan telah disambut keluarga kerajaan, setelah menghabiskan liburan di rumah Sandringham milik Ratu Elizabeth.
Pada usia 91, Ratu dilihat telah melunak dan lebih realistis tentang dunia modern.
“Ini usianya,” kata Ingrid Seward, penulis My Husband & I, biografi baru Ratu Elizabeth dan Pangeran Philip dilansir dari People.
“Dia lebih mudah (fleksibel). Ini menyegarkan bahwa (keluarga kerajaan) dipersiapkan untuk sedikit melunak (lentur),” lanjutnya.
Aktivitas Cut and Fill di Batam. Foto: Rezza Herdiyanto/Batam Pos
batampos.co.id – Dinas Lingkungan Hidup membentuk tim yang akan ditugaskan untuk menindak aktivitas cut and fill yang ilegal.
Kepala DLH Kota Batam, Herman Rozi mengatakan sejumlah prosedur pengurusan izin cut and fill secara bertahap dikaji kembali.
“Jika ada yang tidak jelas kami rincikan lagi,” sebutnya.
Ia menjelaskan sebenarnya tidak ada yang salah dengan aktivitas cut and fill asalkan semua berjalan sesuai dengan aturan.
“Ya kalau mereka ngurus izin ke kami, dan memenuhi ketentuan tidak ada masalah,” ujar mantan camat Lubukbaja ini.
Menurutnya, aktivitas cut and fill yang tidak sesuai dengan prosedur akan merugikan orang lain yang berada di sekitar aktivitas tersebut.
“Contoh mereka tak mengantongi izin, namun tetap melakukan cut and fill,” imbuhnya.
Pembentukan tim ini merupakan usaha DLH dalam menekan aktivitas cut and fill yang tidak memiliki izin. Tahun 2017 lalu sedikitnya ada 15 cut and fill yang dihentikan karena tidak mengantongi izin.
“kalau tidak ikut prosedur berakibat terhadap rumah warga lain hingga mengotori jalan dan tentunya membahayakan penggunan jalan,” tambahnya.
Ia menyebutkan tahun lalu daerah yang cukup banyak ditemukan aktifitas cut and fill adalah Kecamatan Sagulung. Sedikitnya ada delapan aktivitas cut and fill yang tidak berizin.
“Ke depan kami harapkan tak ada lagi yang seperti ini. Semua harus ikut aturan agar tidak ada yang dirugikan,” lanjut mantan Sekretaris Distako ini.(cr17)
JADI calon gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) sudah pernah. Begitu pula calon wakil gubernur di provinsi yang sama.
Tapi, dari semua palagan politik yang pernah diikutinya, barangkali, pemilihan gubernur dan wakil gubernur Sulsel tahun inilah yang paling menguras emosi Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar. Sebab, anggota DPD tiga periode itu bakal berhadapan dengan adiknya, sang Bupati Luwu Andi Mudzakkar.
Aziz merupakan cawagub Nurdin Halid (NH). Sedangkan sang adik yang akrab disapa Cakka itu berpasangan dengan Ichsan Yasin Limpo, juga sebagai cawagub.
”Apa yang menjadi keprihatinan sekian lama, dan kemudian juga ternyata sama juga dengan pemikiran Pak NH, bahwa bangsa kita ini sudah berada di depan jurang. Baik di bidang politik maupun ekonominya,” kata Aziz tentang kesediaannya kembali bertarung di pilgub Sulsel untuk kali ketiga seperti ditulis Fajar (Jawa Pos Group).
Aziz dan Cakka merupakan putra Qahhar Mudzakkar (atau ada yang menulisnya Kahar Muzakkar), dari ibu yang berbeda. Qahhar dikenal sebagai tokoh pejuang, mantan pengawal kesayangan Presiden Soekarno, tapi kemudian membentuk Tentara Islam Indonesia karena kekecewaannya kepada Jakarta.
Oleh tentara yang membunuhnya, Qahhar diklaim tewas tertembak pada 3 Februari 1965. Namun, sampai sekarang jenazah atau makamnya tak pernah ditemukan.
Dalam pilgub Sulsel tahun ini, kakak beradik bersama pasangan masing-masing itu bertarung pula dengan dua pasangan lainnya. Yakni, Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman dan Agus Arifin Nu’mang-Tanribali Lamo.
Menurut pengamat politik dari Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar Jayadi Nas, secara ketokohan, Aziz lebih unggul daripada Cakka. ”Cakka kan hanya dikenal di Luwu Raya, sedangkan Aziz ketokohannya dikenal hingga ke semua pelosok di Sulsel,” ungkap Jayadi kepada Pojoksulsel (Fajar Group).
Aziz memang tergolong veteran untuk urusan pilgub di Sulsel. Pada pilgub 2007, dia jadi kandidat gubernur berduet dengan Mubil Handaling. Tapi, kalah oleh pasangan Syahrul Yasin Limpo-Agus Arifin Nu’mang.
Syahrul merupakan kakak Ichsan, pasangan Cakka sekarang. Duet Syahrul-Agus pula yang kembali mengalahkan Aziz kala menjadi cawagub berduet dengan Ilham Arief Sirajuddin di Pilgub Sulsel 2013.
Tak mengherankan pula kalau kemudian Aziz kritis dengan kinerja Syahrul sekarang. Menurut dia, di balik angka-angka tinggi keberhasilan Sulsel, masih ada ketimpangan.
”Coba kita lihat di negeri kita ini, kita masuk nomor 4 negara paling tinggi kesenjangannya. Jadi, saya sejak dulu kurang menerima bila ada orang yang bangga dengan pertumbuhan ekonomi sekarang,” katanya dalam diskusi bertajuk Menatap Wajah Sulsel 2023 yang dihelat Fajar Group di Makassar pada Desember.
Di titik itu, dia berseberangan dengan sang adik yang juga hadir dalam diskusi yang sama. Cakka justru memuji kinerja pemerintahan Syahrul-Agus.
”Pak Syahrul dan Pak Agus saya angkat topi dengan standar maksimal tingkat pertumbuhan ekonominya. Hari ini memang sangat diperlukan pertumbuhan ekonomi dari semua sektor yang ada, serta tingkat pendidikan,” katanya.
Dua bersaudara, Aziz Qahhar Mudzakkar (kiri) dan Andi Mudzakkar pada diskusi politik FAJAR Group, di Gedung Graha Pena, Makassar, Sulsel, Senin (18/12/2017). Keduanya maju sebagai Bakal Calon Wakil Gubernur Sulsel pada Pilkada 2018. FOTO: MUHAMMAD IDHAM AMA/FAJAR/JPG
Cakka dalam bahasa Luwu berarti cerah. Seperti Aziz, putra bungsu pasangan Abdul Qahhar Mudzakkar-Hj Andi Haliah itu lahir dan besar di Palopo. Sebelum kemudian berkuliah di jurusan teknik sipil Unhas.
Persaingan sengit dua bersaudara tersebut diperkirakan bakal terjadi di Luwuk Raya. Pasangan masing-masing jelas akan mengandalkan keduanya untuk memperebutkan lebih dari 1 juta suara di sana.
Di mata Jayadi, ada tiga faktor yang membuat Aziz bakal mampu mengungguli Cakka di Sulsel, apalagi hanya sekadar daerah Luwu Raya. Pertama, menurut dia, Aziz hingga saat ini mampu merawat ketokohannya.
Kedua, sebagai tokoh agama, Aziz yang juga dikenal sebagai ustad itu mampu menjaga hubungan dengan semua umat beragama. ”Ketiga, Aziz sangat dekat dengan umat dibandingkan dengan Cakka,” katanya.
Tapi, Andi Luhur Priyanto, pengamat lainnya dari Universitas Muhammadiyah Makassar, menganggap Cakka juga punya kelebihan yang tak dimiliki Aziz. Meski pernah memimpin partai Islam, PBB (Partai Bulan Bintang), Cakka dinilai lebih nasionalis. ”Karakter ini membuat figur Cakka lebih diterima di basis pemilih minoritas dan plural,” kata Andi.
Yang pasti, meski berseberangan di palagan politik kali ini, tidak berarti ”hubungan batin” keduanya terputus. Saat menghadiri Milad Ke-108 Muhammadiyah di Jeneponto pada 25 November tahun lalu, Aziz tertangkap kamera menggunakan ponsel bergambar pasangan Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar di bagian belakang. Lengkap dengan slogan Bersama Itu Kita.
Meski memang sumber fajar.co.id menyebutkan bahwa Aziz tak sadar ada gambar tersebut di ponsel yang dia pinjam. ”Itu HP-nya Syamsuddin Karlos (anggota DPRD Sulsel, Red),” kata sumber tersebut. (MUSTAQIM MUSMA-FAHRIL, Makassar)