Selasa, 26 Mei 2026
Beranda blog Halaman 12754

Via Vallen dan Nella Kharisma akan Sepanggung, Alamak… Asyik Neh…..

0

batampos.co.id – Anda penyuka dangdut koplo? Silakan baca artikel ini. Kalaupun tidak, Anda pun layak baca.

Ini artikel tentang dua penyanyi dangdut koplo milenial asal Jawa Timur yaitu Via Vallen dan Nella Kharisma.

Lagu mereka sama-sama ditonton lebih dari 100 juta penonton di Youtube. Sesuatu yang belum pernah dicapai oleh pemusik dangdut sejak era digital muncul.

Sampai Selasa (23/1/2018), video musik Jaran Goyang yang dinyanyikan Nella Kharisma menembus 129 juta viewers. Sementara video musik Sayang milik Via Vallen mencapai 125 juta viewers. Jika kedua penonton digabungkan, jumlahnya hampir sama dengan penduduk Indonesia yang mencapai 262 juta penduduk.

Kedua perempuan cantik Jawa Timur itu memang membawa nuansa berbeda terhadap musik dangdut. Popularitas mereka juga mendongkrak musik lain yang dinyanyikannya. Misalnya Via Vallen, lagu Kimcil Kepolen sudah ditonton 32 juta viewers, Selingkuh sebanyak 36 juta viewers.

Dari Nella Kharisma, ada Konco Mesra yang ditonton 63 juta viewers, Ditinggal Rabi sudah 34 juta viewers, maupun Bojo Galak sebanyak 41 juta viewers. Popularitas mereka diikuti dengan tumbuhnya penggemar yang sangat banyak. Tidak terbatas di Jawa Timur.

Seperti halnya selebriti lain, mereka juga memiliki die hard fans. Malah tidak sedikit yang suka membandingkan keduanya. Via dan Nella sendiri tampaknya tidak mau larut dalam perang dingin yang dilakukan penggemar. Mereka berdua justru tampak akrab dan saling dukung.

Via Vallen (kiri) bersama Nella Kharisma di Surabaya, Senin (22/1) (Hanung Hambara/Jawa Pos)

Itu terlihat saat Via Vallen dan Nella Kharisma hadir bersama di acara Gus Ipul, Senin (22/1). Calon Gubernur Jawa Timur itu memang merangkul kedua penyanyi dangdut terpopuler zaman now untuk kampanye. Saat itulah, keduanya seakan menuntaskan perang dingin antara Vyanisty (fans Via Vallen) maupun Nella Lovers (fans Nella Kharisma).

Untuk mencairkan suasana, Via bahkan sempat melontarkan candaan.

“Ini namanya habis digoyang (lagu Jaran Goyang, Red) terus disayang (lagu Sayang, red),” kata Via merujuk pada dua judul lagu paling hits miliknya dan Nella.

Malah, Via dan Nella kompak menyebut tak masalah kalau harus naik dalam satu panggung. Bahkan, Via yang arek Sidoarjo itu mengiyakan karena sudah pernah menyanyi bareng Nella.

“Sudah pernah lho (sepanggung) sama Nella,” tuturnya.

Via menjelaskan, dirinya juga harus bersikap profesional. Artinya, saat diminta tampil dengan siapa pun, dia akan menurutinya.

“Tergantung request-nya. Mau dikolaborasikan sama siapa saja ayo, enggak masalah,” tambahnya.

Senada dengan Via, Nella juga tidak masalah tampil dengan siapa saja. Dia menegaskan bahwa hubungannya dengan Via tidak pernah ada persoalan. Bahkan, Nella mengaku bersyukur diajak Gus Ipul karena bisa ketemu Via Vallen.

“Lama enggak ketemu, kangen loh sama Mbak Via. Terakhir ketemu di Banyuwangi, sekitar enam bulan lalu,” tegasnya kepada JawaPos.com.

Sementara itu, Gus Ipul menjelaskan bahwa bergabungnya Via dan Nella itu adalah bentuk konkret dari seduluran.

“Saya gembira Mbak Via maupun Mbak Nella punya konsep yang sama. Orang kan membayangkan, Via sama Nella iki onok opo? Padahal yo gak ono opo-opo, malah seneng ketemu, iso reunian,” ucap pria asal Pasuruan itu.

(did/ce1/JPC)

Gaji Honorer Sudah Nontunai

0
Bupati Karimun Aunur Rafiq menyerahkan SK perpanjangan pegawai kontrak se-Pulau Kundur, Selasa (23/1) di halaman Kantor Camat Kundur Utara, Selasa (23/1) F. Humas Pemkab Karimun untuk Batam Pos.

batampos.co.id – Para honorer di daerah diminta untuk menyiapkan nomor rekening bank untuk pengganjian, karena gaji kini diberikan secara nontunai tersebut menyebabkan keterlambatan penggajian pada honorer daerah, TPP guru PNS.

“Dananya sudah masuk ke kas bendahara dinas pendidikan, maupun OPD masing-masing. Karena untuk pembayaran gaji sekarang sudah dibayar dengan nontunai,” tegas Bupati Karimun Aunur Rafiq usai penyerahan Surat Keputusan (SK) pegawai kontrak di halaman kantor camat Kundur Utara, Selasa (23/1) kemarin.

Oleh karenanya, lanjut Bupati, masing-masing honorer harus menyiapkan nomor rekening bank. Sehingga, gaji, sertifikasi, maupun isentif guru honor dilakukan secara nontunai. Dan anggaran yang tersisa mencapai Rp 70 miliar,” jelas Rafiq.

Sementara, jumlah SK perpanjangan honorer untuk wilayah Kecamatan Kundur, Kundur Utara, Kundur Barat, Belat, Ungar, Puskesmas Tanjungbatu, Puskesmas Tanjungberlian, Puskesmas Belat, Puskesmas Kundur Barat, UPTD Pendidikan Kecamatan Kundur, UPTD Pendidikan Kundur Utara mencapai 631 honorer. Sementara tenaga kontrak Kecamatan Moro, Buru, dan Durai sebanyak 353 orang.

“Sebagai pengetahuan, hingga tahun 2017 sudah ada 78 pegawai kontrak yang diberhentikan. Termasuk dua pegawai negeri sipil (PNS). Sedangkan tiga orang lagi masih proses pemberhentian,” tutur Rafiq seraya menyebutkan, meski defisit anggaran, namun pemerintah tidak memutus ataupun merumahkan pegawai kontrak. (ims)

 

Penyelundupan Rokok FTZ Masih Marak

0
Ratusan ribu batang rokok FTZ dari Batam bersama pakaian bekas dan aksesoris ponsel ditangkap KPPBC TMP B. F. Sandi/Batam Pos.

batampos.co.id – Penyelundupan berbagai merek rokok tanpa pita cukai yang merupakan rokok kawasan bebas cukai dari Batam ke Tanjungbalai Karimun masih sering terjadi. Hal ini terungkap dari hasil penindakan yang dilakukan petugas dari Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Tipe Madya Pabean (KPPBC TMP) B Tanjungbalai Karimun yang mencapai ratusan ribu batang selama Januari.

”Berdasarkan hasil penindakan yang kita lakukan sejak awal bulan ini sampai dengan Ahad (21/1) ada 167.360 batang rokok untuk kawasan khusus FTZ berbagai merek yang berasal dari Batam berhasil kita sita. Penindakan yang kita lakukan berasal dari kapal penumpang. Karena, memang rokok tersebut tidak boleh beredar atau dimasukkan ke kawasan non FTZ,” ujar Kepala KPPBC TMP B Bernhard, Selasa (23/1).

Selain itu, katanya, pada bulan ini pihaknya juga berhasil melakukan penyitaan terhadap minuman mengandung etil alkohol (MMEA) yang juga tidak dilengkapi dengan dokumen kepabenan. Ada dalam bentuk ginseng kemasan botol, minuman bir kaleng dari Batam. Kemudian, juga ada pakaian bekas sebanyak 609 karung yang berasal dari luar negeri. Untuk pakaian bekas ditemukan di salah satu pelabuhan rakyat di Kolong.

”Nilai barang dari pakain bekas tersbeut mencapai Rp121 juta lebih. Hanya saja, untuk tersangka memang tidak ada. Sebab, pada saat anggota dari seksi penindakan tiba di lokasi kapal pompong yang mengangkut ratusan pakaian bekas tersebut tidak ada nakhoda dan kru kapalnya. Meski sudah ditunggu berjam-jam, namun tetap tidak ada yang mengaku sebagai pemiliknya,” jelasnya.

Sementara itu, lanjut Bernhard, pada Ahad (21/1) kapal patroli KPPBC TMP B juga selain menyita ratusan rbu batang rokok juga berhasil menyita 101 kotak yang berisi aksesoris ponsel yang dibawa menggunakan kapal penumpang dari Batam di perairan Pulau Durian, Moro. Penindakan di atas kapal penumpang ditengah laut ini berdasarkan informasi yang diterima.

”Dan, dari semua penindakan yang kita dlakukan ini, memang tidak ada tersangkanya. Sebab, diangkut dengan kapal penumpang, sehingga tidak ada yang mengaku sebagai pemiliknya. Meski telah coba dikembangkan tetap saja tidak ada yang mengaku sebagai pemilik. Begitu juga untuk ratusan karung pakaian bekas tidak ada pemilknya, sebab kapal ditinggalkan begitu saja,” jelasnya. (san)

ASDP Tata Pelabuhan Uban

0
Pekerja sedang mengerjakan puluhan kios di area Pelabuhan Tanjunguban, Bintan. F. Slamet Nofasusanto/Batam Pos.

batampos.co.id – PT Angkutan Sungai Danau dan Penyebrangan (ASDP) Batam akan menata pelabuhan ASDP Tanjunguban, Bintan. Tahap awal, pedagang yang berjualan di kawasan pelabuhan akan direlokasi ke 21 kios yang sudah rampung dibangun.

“Kita relokasi agar keliatan rapi dan tidak kumuh. Terkait masalah sewa kios, itu tanggung jawab (ASDP Cabang) Punggur, bukan wewenang Tanjunguban,” ujar Supervisor PT. ASDP Tanjunguban, Astuni, Selasa (23/1).

Menurut Astuni, bangunan utama yang selama ini digunakan pedagang untuk berjualan direhab menjadi kantor pelayanan satu atap. “Nantinya jadi kantor bersama, KP3, Syahbandar, Bea dan Cukai dan kantor Karantina,” sebutnya.

Kantor bersama yang saat ini ditempati akan disulap menjadi ruang tunggu penumpang.
gerbang masuk atau toll gate juga akan dibuat terpisah antara toll gate penumpang dan toll gate kendaraan. “Kalau toll gate kendaraan tetap, tetapi rencana mau buat loket khusus
penumpang. Jadi alurnya penumpang dari kantor Bea Cukai lewat kantin,” ujarnya.

Sayangnya, Astuni tak mengetahui persis jumlah dana renovasi pelabuhan ASDP Tanjunguban itu. (met)

Tahanan Lapas yang Kabur Masih Berkeliaran

0

batampos.co.id – Sudah 2 bulan, kepolisian bekerja keras menangkap
tahanan yang kabur dari Lapas kelas IIA Tanjungpinang di Kilometer 18,
Kijang, Rio Syaripan alias Rio bin Ramli (27). Tahanan kasus asusila
anak di bawah umur yang divonis hukuman 14 tahun kurungan penjara ini
masih bebas berkeliaran.

Kapolsek Gunung Kijang AKP Dunot P Gurning yang ditemui di Pasar Tani,
Toapaya, Selasa (23/1) mengatakan, tiap malam pihaknya melaksanakan
patroli di wilayah hukum Polsek, termasuk ke Lapas Kelas IIA
Tanjungpinang.

“Regu patroli kita selalu ke Lapas, karena tidak menutup kemungkinan ia
masih berkeliaran di sekitar sini,” katanya. Beberapa malam terakhir
dirinya juga ikut dalam patroli ke Lapas untuk mengantisipasi kejadian
yang sama terulang.

Selain itu, kepolisian juga sudah berupaya menyebar daftar pencarian
orang (DPO) tahanan itu ke polsek dan polres di wilayah hukum Polda
Kepri.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, dua narapidana Lapas Kelas IIA
Tanjunguban, Muhammad Efendi bin Herman (31) dan Rio Syaripan alias
Rio bin Ramli (27) kabur saat narapidana lainnya sedang melaksanakan
salat magrib, pada Rabu (9/11) lalu. (met)

Server Rusak, Pemda Kirim Pegawai ke LKKP

0

batampos.co.id – Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Anambas dari awal sudah memiliki rencana untuk segera melakukan pelelangan pada bulan Januari tahun ini. Namun sayangnya hal tersebut kemungkinan sulit diwujudkan. Pasalnya ada masalah dengan server dari pusat.

Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Anambas Sahtiar, mengatakan, pihaknya tidak dapat menunggu sistem di server yang rusak itu selesai diperbaiki, karena pembagunan mesti harus terus berjalan dan tidak bisa berhenti disatu titik akibat adannya persoalan.

Oleh karena itu agar target yang telah ditetapkan tidak meleset pihaknya mengirim sejumlah pegawai seperti Kasubag Program Dinas-dinas besar seperti Dinas Perkerjaan Umum, Dinas Pendidikan, Kesehatan dan Perhubungan untuk mengupload RUP langsung di LKPP. “Kerusakan yang terjadi bukan di Anambas namun pada sistem diserver pusat, untuk itu kita Upload langsung disana,” kata Sahtiar, Selasa (23/1).

Sahtiar mengungkapkan, sesuai jadwal para Kasubag Program ini akan pulang pada tanggal (29/1). Maka diperkirakan awal Februari 2018 pelelangan sudah bisa dilaksanakan. “Langkah tersebut digesah agar pada akhir Desember seluruh kegiatan pembangunan telah terselesaikan,” ujarnya.

Disinggung berapa jumlah paket proyek pada tahun 2018 ini, Sahtiar mengaku belum mengetahui secara pasti dikarenakan seluruh perangkat Daerah masih belum dikumpulkan,” Berapa totalnya masih belum pasti, nanti diketahui setelah Perangkat Daerah di Kumpulkan,” jelasnya.

Belajar dari pengalaman tahun 2017 tambah dia, untuk tahun 2018 target yang dicanangkan akan selesai, baik itu paket proyek besar maupun kecil. Apalagi untuk proyek-proyek strategis tetap dilakukan pendampingan tim TP4D dari Kejaksaan. “Untuk paket strategis tetap akan didampingi oleh TP4D,” ujarnya.

Pada tahun 2018 ini sambung Sahtiar, terdapat sejumlah proyek strategis diataranya pembangunan embung sebesar Rp 20 Milliar dikcematan Siantan, Pembangunan Jalan di Palmatak dan Jemaja semuanya menelan anggaran yang cukup besar. “Insya Allah untuk penyebaran pembangunan di tiga pulau besar dapat merata, komposisinya, apalagi besaran dana desa cukup membantu pemerintah dalam melaksanakan pembangunan,” imbuhnya. (sya)

WN Malaysia Kendalikan Bisnis Narkoba dari dalam Penjara Tanjungpinang

0
Kepala BNNP Kepri Ricard Nainggolan bersama Dirnarkoba Polda Kepri Kombes Pol K Yani dan perwakilan dari Kajati, Bea Cukai dan Ditpam mengangkat barang bukti penyelundupan sabu melalui anus.
Foto: Fiska Juanda / batampos

batampos.co.id – Penjara tak mampu membatasi ruang gerak Muchtar dalam bisnis haram narkotika. Warga negara (WN) Malaysia yang dipenjara di Lapas Narkotika Kelas IIA Tanjungpinang itu tetap bisa mengendalikan bisnisnya dengan leluasa.

Namun kali ini sepak terjang Muchtar terendus aparat Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kepri. Ia ditangkap petugas BNNP Kepri di Lapas Narkotika Tanjungpinang, Selasa (23/1) sore.

“Iya,” kata Kepala BNNP Kepri Brigjen Pol Ricard Nainggolan membenarkan penangkapan Muchtar, kemarin.

Ricard menjelaskan, penangkapan Muchtar ini berawal dari penangkapan terhadap empat kurir sabu dari Malaysia, Sabtu (20/1) lalu di Pelabuhan Feri Internasional Batamcenter, Batam. Keempatnya merupakan WN Malaysia. Mereka membawa 839,86 gram sabu.

Dari keempat kurir tersebut, petugas BNNP Kepri mengetahui sabu tersebut merupakan pesanan Muchtar yang statusnya merupakan narapidana di Lapas Narkotika Kelas IIA Tanjungpinang. Sabu tersebut rencananya akan dikirim ke Surabaya, Jawa Timur.

Ricard mengatakan, saat ini Muchtar sudah dibawa ke BNNP Kepri di Batam untuk pemeriksaan lebih lanjut. “Kami akan kembangkan kasusnya. Kami sedang interogasi (Muchtar),” katanya.

Dari pemeriksaan awal, Muchtar diketahui sudah terbiasa mengendalikan bisnis narkoba dari balik jeruji besi. Bahkan ia bebas menggunakan telepon genggam untuk alat komunikasi selama di penjara, termasuk untuk memesan sabu ke Malaysia.

Terkait hal ini, Ricard mengaku kaget. Sebab menurut dia, warga binaan di Lapas tidak dibenarkan menggunakan alat komunikasi apapun. Apalagi alat komunikasi untuk kepentingan bisnis narkoba.

“Nanti akan kami selidiki,” katanya.

Terkait penangkapan empat orang kurir sabu pesanan Muchtar pada Sabtu (20/1) lalu, Ricard menyebutkan ini merupakan hasil kerja sama denngan Bea dan Cukai Batam.

Pengungkapan kasus penyelundupan sabu ini berawal dari diamankannya Mf, 29, di Pelabuhan Internantional Batamcenter. Saat memasuki terminal kedatangan, petugas Bea Cukai melihat gerak-gerik Mf yang mencurigakan. Cara jalan Mf agak tidak biasa, begitu juga dengan mimik mukanya. Sehingga petugas Bea Cukai melakukan pemeriksaan.

Namun saat diperiksa, tidak ditemukan barang yang mencurigakan. Lalu petugas Bea Cukai berkoordinasi dengan pihak BNNP Kepri. Kedua instansi ini sepakat untuk membawa Mf ke Rumah Sakit Awal Bros. Saat dilakukan rontgen, ditemukan benda aneh di dalam anus Mf.

“Begitu dikeluarkan, isinya ternyata sabu seberat 241,13 gram,” kata Ricard.

Kabid Brantas BNNP Kepri Bubung Pramiadi menambahkan, pihaknya kemudian menginterogasi Mf. Awalnya, ia mengaku sendirian datang ke Batam dari Malaysia.

Dua kurir narkoba asal Malaysia saat ditangkap, Sabtu (20/1/2018).
foto: bnnp kepri

Tapi saat ponselnya diperiksa, ditemukan riwayat percakapan di grup aplikasi Whatsapp. Selain Mf, ternyata ada tiga orang lainnya yang membawa sabu. Melalui grup tersebut, ke empat orang ini saling berkoordinasi.

Selain sabu seberat 241,13 gram, petugas juga menemukan tiket pesawat rute Batam-Surabaya dari tangan Mf. Dari tiket tersebut diketahui, Mf akan terbang ke Surabaya pada pukul 18.00 WIB, Sabtu (20/1) lalu melalui Bandara Hang Nadim, Batam.

“Lalu kami lakukan pengintaian,” ucap Bubung, Selasa (23/1).

Selanjutnya, petuga BNNP Kepri membawa Mf ke Bandara Hang Nadim. Sesampai di sana, Mf diminta menunjukkan ketiga rekannya. Benar saja, saat waktu check ini hampir habis, ketiga rekannya itu muncul di terminal keberangkatan Bandara Hang Nadim.

“Itu, itu , itu,” kata Bubung menirukan perkataan Mf saat menunjukkan ketiga rekannya, Sabtu (20/1) lalu.

Tanpa menunggu lama, petugas langsung menyergap ketiga rekan Mf. “Dari pengakuan mereka, ternyata sudah delapan kali melakukan penyelundupan sabu dengan modus seperti ini,” ucap Bubung.

Tiga orang teman Mf yang ditangkap itu masing-masing berinisial Mfz, 34, membawa sabu seberat 176,17 gram. Lalu Mn, 37, membawa sabu seberat 243,96 gram dan Mnr, 37, membawa sabu 178,6 gram. Sehingga total sabu yang dibawa keempat kurir tersebut adalah 839,86 gram.

“Semua orang Malaysia. Sabunya disembunyikan di anus,” ujar Bubung.

Saat ditanya apakah pihak BNNP Kepri tidak melakukan penelusuran hingga ke Surabaya, Bubung mengatakan tidak mengejar sampai ke sana. Karena jaringan ini tidak akan menyerahkan langsung sabu kepada pemesannya. Tapi, nantinya sabu akan diletakkan di suatu tempat dan diambil oleh orang lain.

“Jadi kurir dan penerima ini tidak pernah bertemu,” ungkapnya.

Pengungkapan kurir sabu dari Malaysia ini bukan satu-satunya dalam bulan ini. Pada 11 Januari lalu, petugas BNNP Kepri mengamankan sabu seberat 102,88 gram.

Sabu tersebut masing-masing diperoleh dari Ma, 24, WN Malaysia yang ditangkap di sebuah hotel di Batamcenter. Dari tangan Ma, petugas mengamankan 100 gram sabu. Dari pengembangan yang dilakukan, petugas kemudian menangkap F dan S. Dari keduanya, petugas mendapati 2,88 gram sabu.

“Jadi totalnya 102,88 gram sabu,” kata Bubung. (FISKA JUANDA, Batam)

Harga Pertalite Naik Rp 100 per Liter

0
Seorang petugas SPBU Regata sedang mengisi bahan bakar minyak pertalite, Selasa (23/1). Harga BBM jenis pertalite mengalami kenaikan 100 rupiah menjadi 8000 per liter. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Terhitung sejak 20 Januari 2017, harga Pertalite naik Rp 100 per liter. Khusus di Batam, dari yang semula Rp 7.900 naik jadi Rp 8 ribu per liter.

Sales Executive Retail Wilayah XII, Ida Bagus Ru Adhi Atma Wiguna mengungkpakan salah satu komponen yang menyebabkan harga pertalite di tiga daerah tersebut tinggi karena Pemerintah Provinsi menerapkan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) maksimun sebesar 10 persen.

“Kalau daerah lain ada yang hanya 7,5 persen, juga 5 persen,” terang Ida.

Namun demikian, ia tak menampik ada faktor lain yang menyebabkan harga pertalite tinggi. Dengan kata lain penerapan pertalite tinggi tak melulu soal penerapan PBB KB maksimum. Namun ia menyampaikan, soal perhitungan harga merupakan ranah Pertamina Pusat.

“Bisa saja soal distribusi yang pengaruhi harga pasar di Batam. Saya tak bisa katakan (penerapan PBBKB maksimum) adalah faktor tunggal, namun yang jelas kompoenen ini punya andil,” ucap dia.

Ia mengungkapkan, seiring penerapan PBBKB maksimun, pihaknya menyetor ke Pemerintah Provinsi Kepri khusus Pertalite sekitar Rp 6 miliar setiap bulannya.

“Hitungan kasar sekitar Rp 6 miliar per bulan, ini khusus Pertalite saja belum yang lain. Kalau secara umum mesti kami komunikasikan dengan bidang yang lain,” imbuhnya.

Untuk diketahui, Pajak Pertambahan Nilai (PPN) juga masuk dalam formula penetapan harga. Terkait hal ini, Batam merupakan daerah yang masuk dalam Free Trade Zone sejatinya dibebaskan dari PPN. Namun sayang fasilitas ini tertutupi dengan penatapan harga dasar yang tinggi dibanding daerah lain, baik di dalam Kepri maupun daerah lain Indonesia. Harga dasar Batam sebesar Rp 7.272,73 sementara secara umum di Kepri sebesar Rp 6.666,67 sementara daerah lain rata-rata Rp 6.608,70 serta Rp 6.638,30.

“Sebenarnya bukan harga Batam seolah naik atau harga dasarnya tinggi. Yang diluar FTZ yang kami sesuaikan dengan Batam,” imbuh Ida.

Sementara itu, Area Manager Communication and Relations Sumbagut, Rudi Ariffianto, mengungkapkan ada beberapa alasan yang menjadi pertimbangan harga pertalite di Batam beda dengan daerah lain, yakni distribusi juga storage (penyimpanan).

“Biaya transportasi atau distribusi hingga storage bisa pengaruhi harga tiap daerah,” imbuhnya.

Ketika ditanya adakah perbedaan mendasar antara biaya yang dimaksud dengan daerah lain di Kepri, Rudi enggan berkomentar banyak. menurutnya, hal tersebut hal yang tidak bisa dipublikasikan dan merupakan kewenangan perusahaan yang harsu dirahasiakan.

“Aku hanya bisa sampaikan secara normatif. Hal ini kan confidensial, pasti tidak bisa disampaikans ecara deti. Setiap perusahaan punya kebijakan masing-masing, korporasi manapun,” ucap Rudi.

Bahkan ia menampik harga pertalite tinggi, ia membandingkan dengan produk serupa dengan milik kompetitor lain.

“Kami masih murah sekitar Rp 300 rupiah (per liter). Sebenranya harga Rp 8 ribu tu tak mahal,” imbuhnya.

Mengapa harus menggunakan pertalite?

Ida mengatakan, sejak akhir 2016 lalu pihaknya sudah memasarkan BBM non subsidi jenis pertalite secara masive. Akibatnya BBM Premium di sejumlah SPBU pun turut berkurang karena digantikan BBM jenis Pertalite. Sehingga terjadinya pengurangan ketersediaan BBM jenis premium di sejumlah SPBU, yang angkanya mencapai 59 juta liter.

“Untuk 2018 kami belum dapat penugasan berapa kuota premium yang disalurkan, karena masih awal tahun. Rata-rata tahun ini kita salurkan 12 juta liter setiap bulannya,” katanya.

Kuota premium sendiri, lanjut Ida, saat ini diatur BPH Migas, sehingga dalam hal ini Pertamina hanya sebatas menyalurkan kuota tersebut. Selain itu, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan menjadikan Premium sebagai BBM penugasan di seluruh Indonesia. Hal ini untuk menunjang pelaksanaan program BBM Satu Harga.

“Karena ini penugasan ada komponen yang menjadi tanggungjawab kami kepada pemerintah. Dalam artian, harus benar benar premium disalurkan kepada orang yang tepat,” bebernya.

Sama halnya dengan penyaluran gas tiga kilogram, yang secara tegas disebutkan untuk masyarakat miskin.

“Sehingga kita harapkan ini juga jadi edukasi pada masyarakat bahwasanya bagi yang mau beralih ke pertalite. Sementara premium benar-benar dipakai oleh kendaraan umum misalnya atau sepeda motor. Mobil pertalite lah,” Sambung Ida.

Ditambahkan dia, pengurangan volume BBM bersubsidi lantaran meningkatnya permintaan BBM non subsidi pertalite. Ditambah lagi tuntutan teknologi pabrikan kendaraan yang mulai beralih ke mesin injeksi sehingga bahan bakar pun perlu penyesuaian. Bahkan ia mengakui seluruh kendaraan sudah merekomendasikan penggunaan bahan bakar ROW 91.

“Kan sayang menggunakian bahan bakar premium yang ROWnya 88 Makanya kami tawarkan Pertalite,” bebernya. (rng/adi)

Imigrasi Kunjungi Sekolah Berikan Sosialisasi

0

batampos.co.id – Kepala Kantor Imigrasi Kelas III Dabo Singkep, Bugie Kurniawan bersama sejumlah petugas Imigrasi mengunjungi SMA Negeri 2 Dabo Singkep. Kedatangan rombongan memberikan sosialisasi keimigrasian. Kegiatan ini memperingati Hari Bhakti ke 68 Imigrasi.

“Kegiatan ini sesuai dengan panduan dari Direktorat Jendral Imigrasi dan Kantor Wilayah Kemenkum HAM Kepri. Ini salah satu rangkaian kegiatan peringatan hari jadi,” kata Bugie ketika ditemui setelah melakukan sosialisasi di SMA Negeri 2 Dabo Singkep, Selasa (23/1) pagi.

Pada sosialisasi kali ini, petugas Imigrasi memberikan pengertian terkait substansi Keimigrasian. Seperti memberikan pengetahuan terhadap produk dan wewenang Imigrasi di tengah-tengah masyarakat maupun program yang menjadi target.

Selain itu, sebanyak 43 siswa Kelas 12 yang mengikuti sosialisasi tersebut juga diberikan pengertian keberadaan Indonesia yang berdampingan dengan negara-negara lainnya. Ada negara yang mesti memerlukan visa ketika dikunjungi ada juga negara yang tidak memerlukan visa.

Menurut Kepala Sekolah SMA Negeri 2 Dabo Singkep, Hendy Wijaya program ini sangat bagus untuk menambah wawasan pelajar. Dengan adanya kegiatan tersebut, membangkitkan keinginan pelajar untuk berkiprah di dunia keimigrasian jika selesai sekolah nanti.

“Ada anak yang telah bertanya terkait sekolah Politehnik Imigrasi. Dia mengaku berkeinginan menjadi petugas Imigrasi,” kata Hendy.

Selain melakukan sosialisasi, Kantor Imigrasi kelas III Dabo Singkep juga menggelar sejumlah kegiatan. Dalam bidang olah raga mereka menggelar turnamen tenis meja dan jalan santai yang diikuti seluruh pegawai. Mereka juga menggelar kegiatan sosial yakni gotongroyong di rumah ibadah dan memberikan sumbangan ke panti jompo dan pesantren.

“Pelayanan keimigrasian tetap berjalan. Khusus pada peringatan kali ini, petugas menggunakan pakaian adat,” kata Bugie.

Ditanya terkait pelayanan yang berhenti beberapa hari terakhir, Bugie menjawab dalam pekan depan kantor Imigrasi Dabo Singkep telah beroperasi kembali melayani pembuatan dan perpanjangan paspor setelah Direktorat Sistem dan Tehnologi Informasi Keimigrasian melakukan instalasi server baru. (wsa)

Mayat Membusuk Ditemukan di Bibir Pantai

0

batampos.co.id – Sesosok mayat laki-laki yang belum diketahui identitasnya kembali ditemukan tewas di Lapangan Tembak Lanal Batam, Tanjungsengkuang, Batuampar, Selasa (23/1) siang. Mayat yang ditemukan sudah dalam kondisi rusak ini ditemukan pertama kali oleh Pekerja Harian Lepas (PHL) Lanal Batam, Mardan, 54.

Kanit Reskrim Polsek Batuampar Ipda Yohanes Bonar Adiguna mengatakan, Awalnya sekitar pukul 10.30 WIB Mardan sedang bekerja membersihkan sampah di kawasan Lapangan Tembak Lanal Batam. Saat sedang membersihkan bibir pantai itu, tiba-tiba Mardan mencium bau yang tidak sedap.

“Karena cium bau busuk, kemudian saksi ini turun ke bibir pantai untuk mencari sumber bau busuk itu dan ditemukannya ada mayat dan langsung hubungi polisi,” ujar Bonar.

Dijelaskan Bonar, saat ditemukan posisi mayat tersebut dalam kondisi terlentang dengan hanya menggunakan celana dalam berwarna biru. Kondisi tubuh mayat itu saat ditemukan sudah dalam kondisi membusuk dan kepalanya hanya menyisakan tulang tengkorak.

“Ciri-ciri mayat itu memiliki tinggi badan sekitar 158 centimeter dan bidang dada sekitar 40 centimeter. Saat ditemukan dia tidak menggunkan baju sama sekali,” tuturnya.

Bonar menambahkan, sejauh ini pihaknya belum bisa memastikan penyebab meninggalnya mayat yang ditemukan tersebut. Untuk mengetahui penyebab meninggalnya, polisi membawa mayat itu ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepri untuk dilakukan visum.

“Kepada mayarakat yang merasa kehilangan keluarganya bisa mendatangi polsek atau menghubungi polisi terdekat. Sejauh ini kami baru memeriksa satu orang saksi. Kepada masyarakat juga kami imbau untuk memberikan informasi sekecil apapun itu,” imbuhnya.

Sementara itu, Komandan Lanal Batam Kolonel Iwan Setiawan menduga, tidak menutup kemungkinan bahwa dua mayat yang ditemukan tanpa identitas di laut dalam beberapa hari belakangan ini merupakan penyelundup narkoba yang terjun ke laut saat hendak ditangkap Lanal Batam.

“Kemungkinan ada hubungannya ke sana. Karena jaraknya dekat sekitar dua mil. Karena sampai saat ini sudah dua mayat yang ditemukan dalam waktu yang berdekatan,” ujarnya. (gie)