Jumat, 24 April 2026
Beranda blog Halaman 12815

KPU Sediakan Rumah Pintar Pemilu

0

batampos.co.id – Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Bintan menghadirkan rumah pintar pemilu di Sekretariat KPU Bintan di Jalan Tata Bumi Ceruk Ijuk Kecamatan Toapaya. Tujuannya untuk menambah wawasan bagi para pemilih khususnya pemilih pemula mengenai tata cara dan tahapan – tahapan pemilu.

“Kita sangat berharap para generasi muda memanfaatkan fasilitas yang ada di rumah pintar pemilu,” harap Kepala Divisi SDM, Sosialisasi dan Partisipasi Masyarakat KPU Bintan, Carnita kemarin.

Dia mengundang pihak sekolah untuk mengadakan study tour ke rumah pintar pemilu karena di dalamnya ada fasilitas yang disediakan gratis antara lain wifi, infokus dan buku-buku bacaan pemilu dan kepemimpinan. Dengan berkunjung ke rumah pintar pemilu, diharapkan pemilih dan pemilih pemula khususnya menjadi pemilih yang baik.

“Hakikatnya tujuan pemilu itu, sebagai warga negara yang baik tidak saja menggunakan hak pilihnya melainkan juga berhak untuk dipilih,” katanya. Ia juga menambahkan, keberadaan rumah pintar pemilu sudah dipromosikan ke sejumlah partai politik waktu
pendaftaran. Harapannya, semakin banyak pengunjung yang datang ke rumah pintar bisa menyukseskan dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pemilu di masa yang akan datang. (cr21)

Alumni Gontor Bangun Pesantren

0
Bupati Karimun Aunur Rafiq meletakan batu pertama pembangunan pontren modren Al Gontory di Kundur. F. Al Gontory untuk Batam Pos.

batampos.co.id – Pondok Pesantren Modern Darussalam Al-Gontory 02 cabang Tanjungbatu menggelar seremoni peletakan batu pertama pembangunan di Dusun 03 Dabit Desa Lubuk, Kecamatan Kundur. Peletakan batu pertama pembangunan komplek Yayasan Wakaf Pondok Modern Darussalam Al-Gontory 02 cabang Tanjungbatu dilakukan oleh Bupati Karimun Aunur Rafiq, beberapa hari yang lalu.

Semua tenaga pengajar di pondok modern itu nantinya diisi oleh alumni pondok pesantren Gontor. Penerapan mata pelajaran pun menganut pesantren asal Jawa Timur tersebut. Di antaranya Bahasa Inggris, Arab, Prancis, dan Mandarin. Ijazah alumni Gontor sudah diakui di seluruh Indonesia, terdaftar di Kementrian Agama.

“Kami bersyukur Bupati mau hadir dan meletakkan batu pertama di sela kesibukannya. Mudah-mudahan kehadiran pondok modern Al-Gontory mampu mengimplementasikan pilar peningkatan iman dan takwa,” ujar Ketua Yayasan Wakaf Pondok Pesantren Al-Gontory (PMDAG) 02 cabang Tanjungbatu, Ustadz Taten Rustandi S.Th.I.M.Pd, kemarin.

Sementara Bupati Aunur Rafiq mengapresiasi kehadiran Pontren Modern Al Gontory di Tanjungbatu. Dengan begitu, sudah ada sekitar 13 pondok pesantren di Kabupaten Karimun, 4 di antaranya dibangun di Kecamatan Kundur. “Masalah pintu masuk menuju pesantren yang saat ini masih berupa jalan setapak, Insya Allah, kami akan lakukan pengerasan untuk membantu percepatan pembangunan pondok pesantren modern Al-Gontory,” terang Rafiq. (ims)

Nelayan Karimun Dapat Bantuan Jaket Pelampung

0
Kapolres Karimun AKBP Agus Fajaruddin dan Danlanal Tanjungbalai Karimun Letkol Laut (p) Totok Irianto foto bersama perwakilan nelayan yang mendapatkan bantuan life jacket, Rabu (15/11). F. Sandi/Batam Pos.

batampos.co.id – 50 orang nelayan yang ada di Kabupaten Karimun, kemarin (15/11) mendapatkan bantuan life jacket yang dibagikan oleh jajaran Polres Karimun, Lanal Tanjungbalai Karimun dan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Karimun di Mako Lanal TBK.

“Pemberian bantuan life jacket ini juga disejalankan dengan sosialisasi keselamatan nelayan kita yang bekerja sama dengan instansi maritim yang ada di wilayah Kabupaten Karimun. Kami berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kepedulian keselamatan pelayaran serta menjaga hubungan harmonis antarnelayan,” ujar Danlanal Tanjungbalai Karimun, Letkol Laut (P) Totok Irianto.

Nelayan, kata Danlanal, merupakan mata dan telinga pemerintah ketika berada di laut. Sehingga, apa yg terjadi di laut dapat segera dilaporkan. Misalnya, terjadinya pembuangan limbah, kegiatan ilegal, masuknya narkoba, senjata dan hal-hal yang dapat mengancam keamanan NKRI. Selain itu, posisi Kabupaten Karimun berada dekat dengan Selat Malaka yang merupakan selat terpadat di dunia. Di selat ini juga terdapat kerawanan kecelakaan di laut, khususnya terhadap nelayan.

“Setiap ada pelanggaran di laut akan diproses sesuai dengan bidang kejahatan yang dilakukan. Untuk mengawasi wilayah perairan kita, Lanal TBK memiliki tiga Pos AL dan 8 Pos Pengamatan (Posmat) yang terletak di pulau-pulau dan pesisir. Apabila terdapat kejadian di laut agar segera melaporkan ke Pos AL atau Posmat terdekat. Tugas pokok Lanal adalah melaksanakan patroli terbatas di laut,” paparnya.

Sementara itu, Kapolres Karimun, AKBP Agus Fajaruddin menyebutkan, Kabupaten Karimun memiliki lebih dari 200 pulau, dan salah satu fokus adalah mencegah agar masyarakat yang mendiami pulau-pulau dapat terhindar dari faham radikalisme.
“Salah satu bentuk upaya pencegahan tersebut, kami mengharapkan informasi dari masyarakat nelayan. Artinya, jika ada yang menyebarkan paham radikalisme dapat segera melaporkan ke polisi,” jelasnya. (san)

816 Surat Tilang Dikeluarkan

0
Ratusan sepeda motor terjaring razia selama berlangsungnya Operasi Zebra Seligi 2017. F. Tri Haryono/Batam Pos.

batampos.co.id – Selama Operasi Zebra Seligi 2017 yang dilaksanakan Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Polres Karimun selama 14 hari telah mengeluarkan 816 surat tilang untuk pengemudi kendaraan bermotor, baik roda dua dan roda empat yang melakukan pelanggaran.

”Paling banyak surat tilang yang diberikan kepada pelanggar yang mengemudikan sepeda motor dengan jumlah 753 surat tilang. Kemudian, untuk pelanggar yang menggunakan roda empat ada 63 surat tilang.,” ujar Kasat Lantas Polres Karimuin, AKP Teuku F Kenedy kepada Batam Pos, Rabu (15/11).

Untuk jumlah barang bukti, kata Kenedy, yang disita selama operasi terdiri dari tiga jenis. Yakni, untuk sepeda motor ada 221 unit, STNK 490 lembar dan SIM ada 105 lembar. Selain surat tilang, ada juga surat teguran kepada pengguna kendaraan sebanyak 102 lembar.

”Kemudian, juga ada kegiatan penyuluhan penegakan hukum di sekolah-sekolah. Termasuk juga memberikan pelayanan kesehatan terhadap pengemudi kendaraan bermotor. Apa yang kita lalkuklan selama ooerasi tidak lain untuk mengajak masyaralat yang mengemudikan kendaraan bermotor untuk menomor satuklan keselamatan dalam berlalu lintas. Salah satunya dengan selalu tertib dalam berkendaraan dan juga di jalan umum,” jelasnya. (san)

Bali Siap Sambut Peak Seasons

0

Deputi Bidang Pengembangan dan Pemasaran Pariwisata Nusantara, I Gde Pitana mengatakan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), hingga periode September 2017 jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia mencapai 10.458.299. Jumlah ini naik secara signifikan sebesar 25,05 persen dibandingkan dengan capaian tahun lalu.

“Sedangkan untuk periode September naik 20,47 persen dibandingkan bulan yang sama pada tahun lalu,” ujar I Gde Pitana, didampingi Sekretaris Deputi BP3M, Ni Wayan Giri Adnyani.

Kenaikan tersebut, ujar Pitana, tentunya sangat positif. Dibanding ASEAN yang pertumbuhannya hanya 6,5 persen dan dunia yang pertumbuhannya hanya 5 persen, angka 26 persen kedatangan wisman ke Indonesia tentunya cukup untuk membuat optimisme itu terjaga.

“Apakah kenaikan itu besar? Tentunya relatif. Tapi bagi saya ini adakan kenaikan yang optimal karena target (wisman) kita kenaikannya 26 persen. Yakni dari 12 juta di tahun lalu menjadi 15 juta di tahun ini,” ujar Pitana.

Lalu pertanyaanya, apakah target 15 juta wisman akan dapat tercapai? Berdasarkan hitungan yang ada, target akumulatif hingga September 2017 adalah 9,9 juta. Namun pada kenyataanya mencapai 10,458 juta. Artinya hingga September pencapaian target wisman sudah mencapai 105 persen.

“Dari angka itu, saya optimis tercapai. Walaupun harus melihat data di bulan Oktober karena adanya gangguan Gunung Agung di Bali,” kata Pitana.

Ia mengatakan, selama satu bulan lebih sejak 23 September 2017 hingga 29 Oktober 2017, status Gunung Agung ditetapkan dalam level awas. Hal tersebut dikatakan Pitana tentunya memberikan dampak terhadap kunjungan ke Bali, yang merupakan destinasi terbesar penyumbang wisman.

“Ini banyak menimbulkan pertanyaan di luar, sehingga ada sedikit pembatalan kunjungan, tapi tidak drastis,” ujar Pitana.

Di bawah arahan langsung Menpar Arief Yahya, kala itu dibentuk Bali Tourism Hospitality Task Force untuk mengantisipasi pemenuhan kebutuhan wisatawan. Yaitu aksesibilitas (pengantaran), akomodasi (penginapan), dan atraksi (hiburan) sekaligus pemantauan dan penanganan isu yang berkembang di media massa terkait perkembangan Gunung Agung.

“Kita selalu sampaikan bahwa kehidupan di Bali Normal. Yang tidak diperbolehkan aktivitas hanya 9 kilometer dan 12 kilometer dari puncak yang kemungkinan terkena lava panas jika meletus. Dan sejak jelasin itu, cancellation tidak lagi. Kedatangan kembali normal,” ujar Pitana.

Bahkan pada beberapa kesempatan promosi dan travel market di luar negeri promosi Bali sudah semakin intensif. Minat market pun sudah semakin kuat.

Karena itu kegiatan promosi dan direct selling akan terus diperkuat. Termasuk di negara-negara yang dengan karakter masyarakatnya dapat memutuskan perjalanan dalam waktu yang relatif cepat. Seperti Australia.

“Promosi Bali is back. Target 15 juta, kalau tidak ada gangguan lainnya tentu saya optimistis,” ujar Pitana.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menyatakan kini Bali telah siap menyambut wisatawan. Ia mengatakan, dengan menurunnya status Gunung Agung menjadi “Siaga” akan mendorong minat wisatawan mancanegara berkunjung ke Bali semakin tinggi.

Terutama menjelang liburan akhir tahun November dan Desember 2017 hingga Januari 2018 yang masuk dalam peak seasons.

Untuk ini Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menggencarkan strategi marketing dan promosi ke pasar-pasar potensial antara lain; Tiongkok, Singapura, Australia Malaysia, dan Jepang sebagai top 5 market.

Kegiatan promosi di antaranya dilakukan dengan menyelenggarakan kegiatan perjalanan wisata pengenalan (famtrip) dengan mengundang media dan tour operator dari masing-masing pasar potensial tersebut.

Famtrip oleh sembilan media Tiongkok dengan mengunjungi objek wisata di Bali dalam rangka memberikan informasi yang aktual dan faktual tentang kondisi Bali pasca aktivitas Gunung Agung, untuk mencitrakan Bali yang siap menyambut kunjungan di akhir tahun serta meningkatkan kunjungan wisman dari Tiongkok.”Bali siap menyambut peak seasons,” ujar Menpar Arief Yahya mantab.

Hingga September 2017 tercatat wisman dari Tiongkok masih menjadi wisman dengan pertumbuhan tertinggi. Yakni sebesar 1.607.615 atau naik 45,68 persen, diikuti Jepang sebesar 416.040 (naik 6,46 persen), Australia sebesar 918.957 (naik 1,38 persen), Malaysia sebesar 885.412 (turun 0.16 persen), dan Singapura sebesar 1.067.242 (naik 0,36 persen).(*)

 

Indonesia 3 Besar Negara dengan Wisatawan Digital Terbesar

0

Travelport, platform travel niaga yang berbasis di Inggris merilis data terbaru tentang tren wisatawan digital. Yaitu wisatawan yang merencanakan, memesan dan melakukan perjalanan dengan memanfaatkan platform digital.

Hasilnya, India dan Cina yang merupakan negara kantong penyumbang wisman potensial ke Indonesia berada di urutan dua teratas. Indonesia sendiri berada di posisi tiga. Kemudian disusul sejumlah negara lainnya seperti Brasil, Arab Saudi, Meksiko, Afrika Selatan, Uni Emirat Arab, Kolombia dan Italia.

Hasil riset tersebut menggambarkan bahwa langkah Menteri Pariwisata Arief Yahya yang menerapkan strategi Go Digital sangatlah tepat. India dan Cina sebagai pasar potensial, serta Indonesia sebagai destinasi telah sama-sama mengarah ke digital lifestyle. Untuk mengoneksikan ketiganya, atau bahkan dengan pasar-pasar lainnya ke Indonesia, strategi digitallah yang paling tepat.

“Sejauh ini saya masih berkeyakinan, hasil yang luar biasa hanya bisa ditempuh dengan cara yang tidak biasa. Dan cara yang luar biasa itu adalah digital,” kata Arief Yahya, yang juga Mantan Dirut PT Telkom itu.

Digital lifestyle saat ini, kata dia, sudah bukan lagi gaya hidup. Tapi sudah merupakan kebutuhan hidup, bahkan menuju ke kehutuhan primer. Kids zaman now, istilahnya anak-anak muda kekinian, sudah tak bisa hidup tanpa gadget, wifi dan jaringan internet.

Ciri khas digital adalah interaktif, dari look, book, pay sudah berada di genggaman. 70% search and share dengan digital. “Karena itu strategi media nya pun, sudah lebih banyak menggunakan digital. Di semua lini sudah digital, baik di pemasaran, destinasi, kelembagaan sudah menggunakan dashboard digital,” kata Arief Yahya.

Data menyebutkan, hingga September 2017 Cina memang menjadi negara penyumbang wisman terbesar ke Indonesia. Dengan jumlah kunjungan mencapai 1.607.615 atau naik 45,68 persen dibanding periode yang sama di tahun lalu. Sementara wisman India tercatat yang paling tinggi pertumbuhannya dengan menempatkan Bali sebagai destinasi favorit.

Hingga Juni 2017 wisatawan asal India ke Bali tercatat sebanyak 129.727 wisatawan. Jumlah tersebut naik 39,90 persen dibanding semester sama tahun sebelumnya yang tercatat 92.371 orang.

Menpar mengatakan, strategi go digital menjadi penting karena konsumen sudah berubah jauh perilakunya yang semakin digital. Traveller saat ini dimanapun dan kapanpun saling terkoneksi dengan adanya mobile apps/devices.

“Maka jika kita tidak berubah mengikuti perilaku konsumen, kita akan mati. Buktinya jelas, wisatawan digital semakin besar,” ujarnya.

Tidak hanya bagi wisman yang akan plesiran ke Indonesia, go digital juga sangat penting dalam mengembangkan perjalanan wisatawan nusantara.

Managing Director Travelport Asia Pacific (APAC), Mark Meehan mengatakan, berdasarkan survei, saat merencakan perjalanan, wisatawan Indonesia lebih suka melakukan riset atau mencari tahu untuk membuat rencana perjalanan. 93 persen responden mengaku menggunakan video dan foto dari media sosial untuk memandu mereka tentang destinasi yang akan dituju. Angka ini di atas rata-rata responden di Asia Pasifik yang hanya 76 persen.

Selanjutnya dari penelitian ini juga diketahui bahwa sebanyak 84 persen wisnus memanfaatkan jasa profesional di agen perjalanan untuk merencanakan perjalanan. 68 persen responden mengaku memesannya melalui smartphone. Ini merupakan persentase tertinggi di dunia.

“Digitalisasi mampu menciptakan jumlah traveler dan permintaan traveling yang lebih besar di Indonesia. Pengalaman perjalanan menjadi semakin transparan. Traveler bisa saling membandingkan berbagai layanan seperti tarif,” ujar Mark Weehan.

Entrepreneur yang juga pendiri Helmy Yahya Broadcasting Academy, Helmy Yahya berpendapat hasil yang dirilis Travelport tentunya sangat sesuai dengan perkembangan yang ada saat ini. Bahwa traveler sangat tergantung kepada smartphone dan teknologi digital untuk apapun. Baik mulai dari perencanaan, mencari informasi, memesan hotel hingga saat mereka tiba di destinasi.

“Setelah mereka selesai dari perjalanan, mereka pun menuliskan atau mengabadikan pengalamanya itu melalui konten digital. Di sosial media,” ujar Helmy Yahya.

Ia mengatakan bahwa perilaku traveler sudah berubah. Jika ingin menjangkau mereka, tentunya harus masuk ke dalam minatnya mereka.

“Celakanya masih banyak di kita, terutama birokrat masih ada yang tidak sadar dengan hal demikian. Traveler saat ini membutuhkan informasi secara digital, pelayanan digital, mereka butuh transaksi digital,” katanya.

Ia pun memberikan apresiasi atas apa yang telah dilakukan Kementerian Pariwisata di bawah komando Menteri Arief Yahya yang telah menggaungkan Go Digital. Merombak pola pikir dan cara kerja di Kemenpar menjadi semakin digital.

“Saya pernah diundang ke War Room, dan saya terkagum-kagum bahwa Kemenpar dengan begitu detail memantau segala perkembangan dengan digital. Perubahan itu diharapkan terus semakin ke bawah ke tingkat daearah. Kemenparnya, menterinya sudah sangat sadar, tinggal bagaimana menularkan ide itu ke daerah-daerah,” ujar Helmy Yahya.

Seperti diketahui, Kemenpar sebelumnya telah meluncurkan War Room. Yaitu pusat kendali “peperangan” berupa perangkat berbasis digital yang memungkinkan Kemenpar mengambil keputusan-keputusan secara cepat berbasis pada data real time.

Selain itu juga ada platform online marketplace pariwisata Indonesia yaitu ITX (Indonesia Travel Exchange). Platform ini berfungsi sebagai hub yang mempertemukan supply dan demand industri pariwisata Indonesia.

Masyarakat sendiri saat ini juga sudah sangat sadar akan pentingnya go digital. Sejumlah komunitas di berbagai daerah telah memanfaatkan strategi digital dalam menciptakan pasar, berpromosi dan publikasi.

Komunitas Generasi Pesona Indonesia (GenPI) Jawa Tengah misalnya. Yang sukses menghadirkan atraksi wisata “Pasar Karetan”. Pasar ini merupakan hasil terobosan promosi dan sosialisasi pariwisata yang mereka ciptakan. Yakni menggali potensi wisata yang ada di daerah, kemudian secara kreatif menjadikannya satu atraksi dengan sosial media sebagai senjata utama.

Secara berkesinambungan atraksi ini kemudian diadopsi oleh komunitas lainnya. Seperti Pasar Pancingan Lombok dan Pasar Siti Nurbaya di Sumatera Barat.

Gagasan ini menunjukkan bahwa GenPI sebagai komunitas telah membuktikan diri mampu membuat program promosi wisata “go digital” yang gencar dilakukan oleh Kemenpar sebagai salah satu strategi pemasaran pariwisata Indonesia.

CEO Good News From Indonesia, Wahyu Aji menambahkan, apa yang dilakukan GenPI dan GenWI tentunya akan menjadi konten yang baik dalam skema digital. Bahwa etika dan norma di dunia media sosial bisa dihadirkan dengan konten-konten positif. Salah satunya pariwisata.

“Ini bisa menjadi contoh bagi masyarakat dalam menggunakan sosial media untuk berbagi konten menarik yang mempromosikan Indonesia,” ujar Wahyu Aji.

Good News From Indonesia sendiri diutarakan Wahyu sedang menjalankan “Mobile Project” yang mengajak setiap orang menggunakan smartphone mereka untuk menangkat hal-hal menarik tentang Indonesia.

“Saat ini tema yang sedang berjalan adalah tentang budaya. Siapapun kita dorong untuk merekam ragam budaya Indonesia dan berbagi informasinya sehingga menjadi konten yang menarik,” ujar Wahyu.

Dengan konsep yang luas tersebut, hingga akhirnya membuat wisatawan baik nusantara maupun mancanegara datang ke Indonesia, semuanya hanya akan bisa dilakukan dengan Go Digital!.(*)

Baru Cetak 11.300 Lembar e-KTP

0
Sejumlah warga antre mengurus administrasi kependudukan di Kantor Disduk Capil. F. Tri Haryono/Batam Pos.

batampos.co.id – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Karimun, hingga kini sudah mencetak sebanyak 11.300 ribu lembar e-KTP untuk 12 kecamatan di Kabupaten Karimun. Termasuk yang sudah melakukan Print Ready Record (PRR) di setiap kecamatan untuk tahun 2016 lalu. Penduduk yang akan membuat e-KTP harus mengisi data biometrik dengan tahapan berupa pembuatam pasfoto, iris mata, sidik jari dan tanda tangan.

“Ada 2.700 e-KTP yang saat ini dalam proses. Tetapi diprioritaskan untuk warga belum mempunyai e-KTP sama sekali. Sedangkan, untuk pengubahan identitas e-KTP sementara menggunakan surat keterangan dari Disduk Capil,” jelas Kepala Bidang Pelayanan Pendaftaran Pendudukan Disduk Capil Karimun, R Mavia Rozza, Rabu (15/11).

Walaupun demikian, pihaknya tetap pengajukan usulan permohonan blangko e-KTP ke Pusat. Dibutuhkan 18 ribu lembar blangko e-KTP. Sebelumnya, pada September lalu Kabupaten Karimun hanya mendapat 2.000 lembar blangko e-KTP dari pemerintah pusat.
Mengenai

Sementara itu Camat Karimun Arpan mengatakan, untuk proses perekaman e-KTP di kantor kecamatan tetap dilakukan. Termasuk juga menumpangkan perekawan daat untuk warga dari kecamatan lain. Sedangkan pencetakan e-KTP tetap masih menunggu blangko dari Disduk Capil Karimun.

“Kami tunggu blangko e-KTP yang didistribusikan oleh Disduk Capil Karimun. Yang lainnya, tetap berjalan seperti biasa dan proses dipercepat untuk persyaratan yang sudah lengkap,” ujarnya. (tri)

KIA Disosialisasikan kepada Kades dan Guru

0

batampos.co.id – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil sosialisasikan
Kartu Identitas Anak (KIA) kepada Kepala Desa dan guru SLTA hingga
Sekolah Dasar di Natuna Hotel Ranai, Rabu (15/11).

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Pemkab Natuna Ilham
Kauli mengatakan, program penerbitan KIA merupakan bentuk pemenuhan
kewajiban kepemilikan dokumen identitas bagi setiap penduduk yang
berusia dibawah 17 tahun.

“Penerbitan KIA merupakan perwujudan kehadiran Negara dalam
peningkatan kualitas publik, karena KIA yang akan menjadi tanda
pengenal atau bukti diri yang sah bagi anak yang belum memiliki KTP,”
terang Ilham Kauli.

KIA ini kata Ilham, memudahkan anak mendapatkan pelayanan publik
secara mandiri, dan memenuhi kebutuhan anak dengan mudah, cepat dan
murah. Baik dalam hak mendapatkan program pendidikan, kesehatan maupun
kegiatan sosial lainnya.

“Batas usia terakhir terhadap kepemilikan KIA ini adalah 17 tahun
kurang satu hari. Karena berkaitan dengan batas usia kewajiban KTP
usia 17 tahun,” terang Ilham Kauli.

Dikatakan Ilham, peran Kepala Desa dan guru dapat memberikan pemahaman
di Desa masing-masing akan pentingnya kartu identitas anak. Kartu ini
layaknya KTP, tapi diperuntukkan untuk anak-anak usia hingga 17 tahun.
Dan diatur dalam Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri), telah
menerbitkan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) nomor 2 tahun
2016 tentang KIA.

“KIA ini penting, tujuannya untuk meningkatkan pendataan, perlindungan
dan pelayanan publik serta sebagai upaya memberikan perlindungan dan
pemenuhan hak kostitusional warga negara,” kata Ilham.(arn)

Nirma, Ternyata Menikah dengan Perempuan! Seminggu setelah Menikah Pergi ke Batam

0
Pasangan pengantin sejenis: warga tengah melihat kondisi rumah orang tua Nirma yang tampak kosong di Desa Batunyana, Kecamatan Bojong, Kabupaten Tegal (YERRY NOVEL/Radar Tegal)

batampos.co.id – Akbar meminang Nirma, dua bulan lalu. Rupanya, Akbar, ialah perempuan juga!.

Kejadian itu diketahui setelah dua bulan pasangan sejenis tersebut menikah.

Pernikahan sesama jenis ini terjadi di Desa Batunyana, Kecamatan Bojong, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Pengantin perempuan bernama Nirma, warga Desa Batunyana. Selanjutnya, pengantin laki-laki bernama Akbar, warga Cilacap.

Ternyata, nama Akbar hanya samaran semata. Dia sebenarnya seorang perempuan tulen yang bernama Syaela Indriani. Bahkan, perempuan yang kerap menggunakan sorban di kepalanya tersebut mempunyai anak di Cilacap. Keluarga Nirma pun sangat terpukul karena merasa tertipu.

Terjadinya pernikahan pada September lalu itu dibenarkan kakek Nirma, Wasto, 62.

“Nikah di rumah. Tidak diramai-ramai. Saya baru tahu setelah nikah karena tidak dikasih tahu. Saya juga tinggal di rumah anak saya (yang lain, Red) di Gunungjati (Kecamatan Bojong),” katanya.

Menurut Wasto, pengantin laki-laki mengaku bernama Akbar dan tinggal di Cilacap.

Identitas Akbar sebagai perempuan baru terungkap setelah Nirma ke rumah Akbar beberapa pekan silam.

“Baru tahu (bahwa Akbar perempuan, Red) di rumah si Akbar,” ucapnya.

Wasto awalnya juga kaget ketika mendengar Nirma sudah menikah. Sebab, orang tua Nirma tidak memberi tahu tentang pernikahan tersebut.

“Saya saja tidak diberi tahu, apalagi saudara-saudara yang lain. Saya malah lebih kaget ketika Akbar itu ternyata perempuan,” tuturnya.

Wasto mengaku tidak mengetahui kelanjutan pernikahan tersebut setelah identitas pengantin laki-laki yang ternyata seorang perempuan terbongkar.

“Yang saya tahu, seminggu setelah menikah mereka pergi ke Batam atau ke mana. Rumah Zamroni (ayah Nirma, Red) juga kosong sejak kemarin,” jelasnya.

Saat mendatangi rumah Zamroni, kondisinya memang sepi. Pintu rumah dengan dinding berupa batako itu tertutup rapat. Kaca jendela di bagian depan juga tertutup tirai. Tidak ada penghuni rumah yang keluar saat coba dipanggil.

Kapolsek Bojong AKP Sugeng Subagyo juga membenarkan adanya pernikahan sesama jenis tersebut. Namun, dia mengaku tidak bisa memberikan keterangan karena pihak keluarga korban belum melaporkan pelaku kepada polisi. “Jadi, kami tidak bisa memberikan keterangan,” ucapnya singkat. (yerry/fat/c22/ami)

MoU KUA PPAS Ditunda

0

batampos.co.id – DPRD Provinsi Kepri bersama Pemprov Kepri batal menggelar Memorandum of Understanding (MoU) APBD Kepri Tahun Anggaran (TA) 2018. Lantaran Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kepri belum merampungkan penyusunan Rencana Kerja Anggaran (RKA).

“Proses penyusunan program sudah close. Memang dijadwalkan hari ini (kemarin,red) untuk penandangaan MoU KUA PPAS APBD 2018. Tetapi TAPD belum merampungkan penyusunan RKA kegiatan yang disusun,” ujar Anggota Banggar Kepri, Hotman Hutapea, kemarin di Kantor DPRD Kepri, Tanjungpinang.

Menurut Ketua Komisi II DPRD Kepri tersebut, TPAD Pemprov Kepri meminta waktu lagi untuk merampungkan RKA tersebut. Sehingga Badan Musyawarah (Banmus) sudah menjadwalkan kegiatan MoU KUA-PPAS APBD 2018 akan digelar pada Jumat (17/11).

“Memang sistem pembahasan menggunakan e-Planning sedikit berbeda dengan pembahasan tahun lalu. Tetapi sudah kita pelajari dengan detail setiap pokok pembahasan,” papar Hotman.

Ditanya berapa banyak kegiatan yang dirancang pada draf APBD Kepri 2018 nanti. Politisi Partai Demokrat tersebut mengaku belum mengetahui hal itu, karena sipatnya sekarang ini masih perkomisi. Dijelaskannya, gambaran tersebut akan terlihat pada waktu pembahasan bersama Banggar nanti.

“Kalau sekarang belum bisa kita ketahui. Secara global kekuatan APBD Kepri 2018 nanti adalah Rp 3,594 triliun,” jelas Legislator Dapil Batam tersebut.

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Provinsi Kepri, Naharuddin belum bisa dikonfirmasi terkait ditundanya MoU KUA PPAS tersebut. (jpg)