Kamis, 23 April 2026
Beranda blog Halaman 12816

ATM BNI Mega Mal Dibobol Maling

0

batampos.co.id – Satu unit mesin anjungan tunai mandiri (ATM) Bank BNI di Mega Mal, Batamcenter dibobol maling, Selasa (14/11) siang. Belum diketahui berapa kerugian dari aksi pembobolan ini. Pasalnya, hingga Selasa (14/11) sore kemarin pihak Bank BNI belum membuat laporan kepada pihak kepolisian.

Kasat Reskrim Polresta Barelang Kompol Agung Gima Sunarya saat dikonformasi Batam Pos membenarkan adanya pembobolan ATM ini. Hingga kemarin, Unit Opsnal Polresta Barelang bersama dengan Unit Opsnal Polsek Batamkota tengah melakukan pengejaran terhadap pelaku pembobolan.

“Kami masih melakukan pengejaran terhadap satu pelaku lainnya. Pelakunya ada dua orang saat kejadian, satunya telah kami amankan,” ujar Gima, Selasa (14/11) sore.

Dilanjutkan Gima, kejadian ini terjadi sekiitar pukul 12.40 WIB. Pada saat kejadian itu, salah satu sekuriti Mega Mal melihat ada dua orang yang mencurigakan di dalam ATM Bank BNI, Mega Mal Batamcenter. Usai keluar dari ruangan ATM itu, selanjutnya sekuriti yang merasa curiga itu masuk ke dalam ATM dan mengecek kondisi mesin ATM.

“Sewaktu di dalam, dia melihat ada kerusakan di bagian atas mesin ATM dan langsung mengejar kedua orang itu sampai ke parkiran motor,” tuturnya.

Dari pengejaran itu, satu orang berhasil diamankan oleh sekuriti tersebut. Sementara satu orang lainnya berhasil kabur dari pengejaran sekuriti. Hingga sore kemarin, polisi masih mengumpulkan bukti-bukti petunjuk untuk mengejar satu pelaku yang berhasil kabur. (cr1)

Tim Teknis PT TSD Survei Proyek Smart City di Tanjung Aru

0

batampos.co.id – PT Teknika Solusi Dinamika (TSD) dan PT Bahtera Pasir Multi Infrastruktur (BPMI) membentuk tim teknis konsorsium, melakukan survei pengembangan proyek smart city di Desa Tanjung Aru, Kecamatan Tanjung Harapan, Kabupaten Paser, Kalimantan Utara. Salah satu sektor pengembangan smart city ini pembangunan industri perikanan berbasis plasma inti dengan menyerap ribuan tenaga kerja.

Konsorsium ini diwakili masing-masing anggota yang diketuai Heryanto perwakilan dari PT TSD. Dikatakan Heryanto, pihaknya mengucapkan terima kasih atas kelancaran pelaksanaan survei berkat pendampingan yang diberikan Pemda Kabupaten Paser.

“Termasuk pendampingian dari unsur muspika selama di Desa Tanjung Aru. Kapolsek Tanjung Aru Iptu Rahmad Wiwit Dianto dan personel Koramil setempat. Bahkan, turut mendampingi kegiatan tim survei daratan menggunakan motor trail,” ujarnya.

Terima kasih juga tertuju kepada Camat Tanjung Harapan, Noor Arsikin bersama warganya menjamu makan siang dengan menu kepiting di rumah Sunarno, warga setempat.

“Masyarakat cukup antusias menyambut rencana proyek smart city Tanjung Aru. Bahkan, ada beberapa warga yang meminta foto bersama dengan tim survei. Jelas bermanfaat bagi masyarakat dan Pemda mendapatkan sumber peningkatan pendapatan asli daerah,” bebernya.

Wakil Bupati Paser, HM Mardikansyah (berpeci) menerima kunjungan kolaborasi tim teknis dari PT Bahtera Pasir Multi Infrastruktur (BPMI) dengan PT Teknika Solusi Dinamika (TSD) di gedung baru sadurengas ruang rapat Bupati Paser, kompleks perkantoran Pemda Paser Jalan RM Notosunardi Nomor 1 Tanah Grogot, Kamis (9/11).
F. DOK PT TSD untuk Batam Pos

Terkait pelaksanaan survei ini, Direktur Utama PT BPMI, Sofyan Basuki Rachmad dan Komisaris Utama H2O Group, Udi Sesnanto saat tatap muka dengan Wakil Bupati Paser H.M. Mardikansyah di gedung baru sadurengas ruang rapat Bupati Paser, kompleks perkantoran Pemda Paser Jalan RM Notosunardi Nomor 1 Tanah Grogot pada Kamis (9/11), mengatakan, setelah kegiatan survei selanjutnya dilakukan kajian terhadap outline business case proyek Smart City Tanjung Aru di Universitas Brawijaya Malang.

“Hasil studi akademik tersebut, kemudian dilanjutkan ke Kementerian Keuangan dalam hal ini PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia, ditargetkan akhir tahun 2017 proses legal dokumen di level pusat sudah selesai. Sehingga, awal tahun 2018 sudah dapat dimulai berbagai persiapan dalam pengerjaan fisik proyek smart city di Tanjung Aru ini. Jika ini sudah terwujud, diharapkan ikut berkontribusi mendorong pertumbuhan ekonomi,” ujar Sofyan.

Wakil Bupati Paser, HM Mardikansyah yang di dampingi Kepala Dinas Perizinan Ir Madju Simangunsong, Kabag Ekonomi III Drs Chandra Irwandi Msi, Kasubid Ekonomi Ahmad Safari Sp Msi serta jajaran Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Paser, menyampaikan harapannya mewakili masyarakat Paser, terbangunnya smart city dapat mengentaskan kemiskinan dengan meningkatnya taraf kesejahteraan masyarakat, penyerapan tenaga kerja yang besar, dan meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).

Ditambahkan Wakil Bupati, dalam merencanakan kegiatan ini, otomatis investor harus mengacu pada Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Paser.

Menanggapi hal ini, Komisaris Utama PT BPMI, Diah Mustika Sari S. Mm yang juga hadir dalam kesempatan tersebut menyampaikan, program usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) nantinya akan diserap dari masyarakat setempat. BPMI, kata Diah, memberikan pembinaan secara berkelompok.

“BPMI juga akan menyediakan kelengkapan teknologi produksi bagi UMKM binaan, begitupun juga untuk marketnya nanti,” tegasnya. (ash/ adv)

Miss International 2017 ialah Kevin Lilliana

0
Kevin Liliana

batampos.co.id – Usaha dan kerja keras Kevin Lilliana di ajang Miss International 2017 berbuah manis. Runner-up 1 Puteri Indonesia 2017 sekaligus Puteri Indonesia Lingkungan 2017 asal Bandung itu berhasil meraih gelar Miss International 2017.

Berlangsung di Tokyo Dome City Hall, Tokyo, Jepang, Selasa (14/11) malam, Kevin menggondol gelar juara dalam salah satu ajang ratu-ratuan sejagad itu. Saat nama Indonesia diucapkan presenter, Kevin tidak bisa menyembunyikan rasa harunya. Dia terus menutupi mulutnya dan terisak haru.

Pun saat Miss International 2016 Kylie Verzosa dari Filipina memberikan mahkota dan jubahnya, Kevin berusaha mengendalikan rasa harunya. Isak bahagia yang membanggakan negara.

Kevin pun tampak langsung menangis terharu usai dinyatakan sebagai pemenang Miss International 2017. Tampil dibalut gaun malam light blue rancangan Ivan Gunawan, wanita kelahiran 5 Januari 1996 itu terlihat tak percaya dirinya disebut sebagai juara.

“Inilah pencapaian yang saya raih dan saya persembahkan untuk Indonesia. Terima kasih Indonesia, we did it,”ucap Kevin.

Kevin Lilliana mengalahkan tujuh kontestan lainnya yang sebelumnya sama-sama masuk babak delapan besar Miss International 2017. Dia berhasil mengalahkan finalis dari Venezuela, Australia, Jepang, Ekuador, Laos, Inggris, dan Curacao.

Saat mengenakan mahkota, Kevin ditemani gaun rancangan presenter dan desainer Ivan Gunawan yang menjadi saksi bisu penobatannya Miss International 2017. Gaun malam yang membalut tubuh Kevin itu juga mengantarkannya meraih pengharaan Miss Best Dressed alias Putri Berbusana Terbaik.

Pencapaian Kevin ini bukan yang pertama kalinya di ajang ratu-ratuan sejagad. Di tahun yang sama, perwakilan Indonesia Ariska Putri Pertiwi juga berhasil memenangi ajang Miss Grand International 2017 yang digelar di Vietnam, 25 Oktober lalu. Saat dinobatkan sebagai pemenang, Ariska juga mempopulerkan ucapan “Indonesia, we did it” yang kemudian menjadi trending topic.

Sebelum berangkat, dia memamerkan beberapa busana yang bakal dikenakan selama kontes. Ada lima busana yang dia perlihatkan di Aula Sasono Wiwoho, Menteng, Jakarta Pusat, pada Rabu lalu (18/10). Yakni cocktail dress, gaun malam, gaun kasual, kebaya, dan national costume.

Busana yang paling menarik perhatian adalah national costume. Jika kebanyakan kostum puteri-puteri sebelumnya berupa outfit yang megah dan berat, punya Kevin lebih simpel. Baju rancangan desainer Banyuwangi Annisa Febby itu diberi judul Mbok Jamu and Ancient Secret Potion. Wujudnya kebaya modifikasi ungu yang dipadu dengan bawahan bermotif batik dilem sempleh Banyuwangi.

Saat menggenakan busana itu, Kevin terlihat sangat cantik. Cemerlang dan aura kecantikannya memancar. Dalam kostum itu Kevin menggunakan caping berhias payet dan membawa keranjang berisi botol-botol jamu dengan selendang yang diikat di pundak.

Kevin Liliana

Ada delapan botol, tapi yang berisi jamu sungguhan hanya satu botol. Sisanya adalah botol yang dicat.

”Kalau semua ada isinya, nanti bisa repot bawanya,” kata Annisa.

Kevin melengkapi kostum itu dengan ember kecil yang dihias. Berjalan di catwalk, Kevin berlagak seperti penjual jamu sungguhan. ”Jamu…jamu…” ujarnya.

Annisa mengungkapkan, inspirasi national costume berasal dari ide seorang pageant lover, Imam Syafei. Di akun media sosialnya, Imam mengunggah desain yang mirip dengan kostum penjual jamu gendong. Oleh Annisa, desain itu lantas dimodifikasi sehingga jadilah kostum yang dipakai Kevin. Dengan mengangkat tema jamu, Yayasan Puteri Indonesia (YPI) ingin mengenalkan salah satu warisan nenek moyang yang sudah turun-temurun tersebut. (tia/AFP/jpgroup)

Pembina UTI Pro dan YUTI Grand Master Lioe Nam Khiong Ikut Ujian Kenaikkan DAN IX

0

batampos.co.id -Pembina Yayasan Universal Taekwondo Indonesia YUTI dan Universal Taekwondo Indonesia UTI Pro, Grand Master Lioe Nam Khiong menjalani ujian kenaikkan DAN IX, yang dilaksanakan di KUKKIWON ( World Taekwondo Headquarter) di Seoul , Korea Selatan 10 Nopember 2017.

“Ujian kenaikkan tingkat dari DAN VIII ke DAN IX ini cukup berat dan tidak mudah karena melewati serangkaian test yang dilaksanakan para instruktur di KUKKIWON , kata Grand Master Lioe Nam Khiong saat dihubungi Minggu (12/11)

Dikatakan , DAN IX merupakan tingkat tertinggi dalam ilmu beladiri Taekwondo.

“Bagi saya bisa mengikuti ujian kenaikkan DAN ini adalah anugerah dalam kehidupan saya ,” jelas Lioe Nam Khiong yang sudah menekuni beladiri ini 44 tahun lalu.

Tahun 1973 Taekwondo pertama kali masuk ke Indonesia melalui kota Medan.

Menurut Lioe Nam Khiong, mengikuti ujian kenaikkan DAN dijadikan sebagai pemicu untuk terus mengembangkan olahraga Taekwondo di Indonesia.

“Saya tidak pernah berhenti untuk terus mengembangkan olahraga Taekwondo bersama UTI Pro,” kata Lioe Nam Khiong.

Selain Grand Master Lioe Nam Khiong , 6 Master dari UTI Pro juga mengikuti Ujian Kenaikkan DAN tinggi di KUKKIWON. Ke- enam Master tersebut Lamting,Ganis Hartono,Rizon Oktalybsa,Suwandi gunawan,,Billy Komara dan Azhari Dari DAN VII ke DAN VIII.

Sesuai Regulasi di KUKKIWON untuk ujian kenaikkan DAN 7 ke DAN VIII minimal harus aktif berkecimpung 8 tahun.

Sedangkan dari DAN VIII ke DAN IX 9 tahun.Grand Master Lioe Nam Khiong optimis seluruh perwakilan UTI Pro yang mengikuti ujian DAN tersebut dpt lulus .

” Saya optimis para perwakilan UTI Pro bisa lulus dalam mengikuti ujian kenaikkan DAN ,” ungkap Lioe Nan Khiong. (iwa)

Kapolda Kepri: Ini loh, Orang-orang yang Menguasai Lahan di Batam

0
Kapolda Irjen Sam Budigusdian

batampos.co.id – Kapolda Kepri Irjen Pol Sam Budigusdian mendukung penuh, pulihnya perekonomia Batam. Salah satu bentuk dukungannya, ia membeberkan data-data mafia lahan ke jajaran BP Batam yang baru.

“Data-datanya saya sampaikan. Ini loh, orang-orang yang menguasai lahan di Batam,” kata Sam, Selasa (14/11).

Sam menuturkan walau pihaknya sudah menyerahkan. Lukita ternyata juga sudah mengantongi nama-nama para pemain lahan tersebut. Namun walau begitu, pihak kepolisian menjabarkan pontensi yang menganggu keamanan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).

Tak hanya menyerahkan data pemain lahan. Sam juga menyampaikan potensi-potensi yang akan menyebabkan terjadi kerusuhan. Dari pantauan kepolisian lokasi-lokasi itu di Baloi Kolam, Sei Gong, Tanjunguma, dan beberapa tempat lainnya.

“Kami sharing data. Lalu menyampaikan harapan dan tuntutan masyarakat (Baloi Kolam, Sei Gong, Tanjunguma,red),” ujarnya.

Ia mengatakan permasalahan yang ada di daerah-daerah itu, dapat diselesaikan oleh BP Batam. Setiap kebijakan BP Batam ini, sangat dinanti warga di daerah itu.

“Muara, tolak ukur semua berada di BP Batam,” ungkapnya.

Sam menuturkan data-data ini disampaikan ke BP Batam. Karena tidak ingin segala kesalahan, kekisruhan yang terjadi di masa lalu terulang kembali. Data-data diharapkan jadi pedoman bagi BP Batam dalam bersikap dan bertindak. Maupun dalam mengambil keputusan.

Selain itu, Sam meminta Kepala BP Batam yang baru Lukita juga dapat berlaku adil. Ia mencontohkan saat ada lahan yang merupakan kawasan hutan lindung. Dalam peraturan tak diperbolehkan ditempati atau didiami.

“(Jangan satu lokasi saja,red) larang semua,” ucapnya.

Langkah jajaran pimpinan BP Batam yang baru, dengan melakukan safari ke berbagai lembaga instansi dan elemen masyarakat. Sangat diapresiasi oleh Sam. Karena langkah itu bentuk nyata dari menjalin sinergitas dan merekat persatuan. Agar dapat mewujudkan apa yang direncankan oleh Lukita. (ska)

Mengelola Masalah Menjadi Utuh Bukan Runtuh

0
karimun Rica Irma Dhiyanty saat bedah buku bersama maman suherman dan glory oyong. F. Dok Rica untuk Batam Pos.

batampos.co.id – Namanya Rica Irma Dhiyanty, wanita berjilbab ini sehari-hari berprofesi sebagai mediator non hakim di Pengadilan Agama Karimun. Selain itu juga, menjadi penceramah diberbagai masjid serta menjadi motivator dan trainer pengembangan diri yang mempunyai sertifikat. Panggilan akrabnya, Ica yang kini sudah menerbitkan buku motivasi disalah satu penerbit buku Nasional. Bagaimana suka dan duka, menuangkan pikiran dalam bentuk buku dan masuk seleksi di penerbit Nasional.

Berawal dari hobi menulis diberbagai media, baik cetak maupun medsos dirinya memberanikan diri untuk merangkai tulisan tersebut menjadi satu buku yang rata-rata memotivasi diri dan mengembangkan diri bagaimana mengelola masalah menjadi lebih utuh bukan runtuh. Dalam penulisan buku tersebut, membutuhkan waktu yang cukup lama dikarenakan aktivitas sehari-hari.

Sehingga, lembar demi lembar harus menyisihkan waktu dan kondisi fisik serta pikiran yang harus benar-benar fit. Yang akhirnya, terbitlah buku motivasi diri endless happiness atau selalu ada rumput hijau di sekeliling ranjau 140 lembar. Suka duka dalam penulis, terus dilalui dengan berbagai carapun dilakoni supaya hasil karya dapat di jadikan buku dan diterima oleh penerbit Nasional.

”Ya cukup lama juga nulis buku ini satu tahunlah. Dan alhamudillah suami sangat mendukung, sehingga jadi satu buku untuk edisi pertama,” kisah Ica.

Kenapa dirinya menuangkan tulisan melalui cetak buku, bukan melalui buku digital atau elektronik book yang sedang trens saat ini. Dengan cetak buku saya, berharap dapat ketika sudah tiada atau diusia senja bisa ada kenang-kenangan buat keluarga maupun masyarakat yang telah membacanya. Selain itu, buku ini diperuntukan untuk berbagai kalangan usia.

Namun, tetap diprioritaskan untuk kalangan remaja maupun pelajar agar dapat meningkatkan minat baca di seluruh Indonesia. Yang intinya, adalah bagaimana mencapai kebahagian sejati tanpa syarat dalam mengarungi kehidupan ini. Melalui hasil karya tulisan inilah, saya ingin berbagai kebahagian kepada publik.

Masih kata Ica lagi, disaat peluncur di Jakarta beberapa waktu lalu respon masyarakat kabupaten Karimun sangat antusias terhadap buku karyanya. Mulai dari kalangan biasa, pejabat hingga wakil rakyat yang duduk disenayan. Memberikan dukungan moril untuk terus berkarya, melalui tulisan-tulisan motivasi yang dituangkan dalam buku.

”Hidup ini penuh misteris, tantangan maupun musibah pasti datang. Nah, bagaimana merespon terhadap musibah yang dapat menimbulkan rasa tidak bahagia. Menjadi energi positif untuk merespon pikiran dan perasaan kita, ada dalam buku tersebut,” ungkapnya. (tri)

Jangan Jadi Tamu di Rumah Sendiri

0
Sutarto, pendiri Sanggar Sang Nila Utama Bintan, mengajar anak-anak tarian melayu di sanggarnya di Tanjunguban. F. Slamet/Batam Pos.

batampos.co.idBudaya dan kesenian Melayu telah mendarah daging dalam dirinya meski Sutarto merupakan anak yang lahir dari buah cinta pasangan ibu asli Blitar dan bapak asli Banyumas. Tak heran apabila dirinya sering menekankan kepada
generasi muda supaya jangan sampai budaya serta kesenian Melayu menjadi tamu di rumah sendiri.

Lelaki kelahiran 16 Agustus 1966 di Tanjunguban, Bintan ini dikenal sangat sederhana
meski memegang jabatan penting di SMA ykpp Tanjunguban Kecamatan Bintan utara, Bintan. Terlihat bagaimana pendiri dari sanggar tari Sang nila utama menyambut para tamunya.

Meski lahir dari kedua orangtua asli jawa, namun Tarto, demikian sapaannya lahir dan besar di Tanah Melayu. Ia bersekolah di SD negeri 3 Tanjunguban dan SMP negeri 2 Tanjunguban, yang sekarang bernama SMP negeri 12 Tanjunguban lalu melanjukan sekolah pendidikan guru negeri di Tanjungpinang. Setelah lulus, dia merantau ke pekanbaru, Riau untuk melanjutkan kuliah di jurusan pendidikan pada univesritas Islam Riau (uir), Pekanbaru. “S2 di Malang, di univesritas kanjuruhan,” katanya, menambahkan masih di program jurusan pendidikan.

Setelah bergelar sarjana pendidikan, Tarto muda melamar pekerjaan di ykpp Tanjunguban. Ia diterima sebagai guru. Oleh kepala sekolah waktu itu, Drs H Badaruddin, Tarto merupakan guru satu satunya yang lahir di Tanah Melayu, sedangkan guru lainnya didatang kan dari jawa. “Saya diminta pak Badaruddin untuk mengembangkan budaya Melayu di sekolah. Alasannya karena saya lahir di sini,” katanya.

Tak terpikir bagaimana mulanya ia harus membina anak-anak di sekolah dan mengajar ekstrakurikuler kesenian Melayu. Meski diakuinya, budaya dan kesenian Melayu mengalir dengan sendiri dalam dirinya. Yang diyakini kala itu adalah kemauan. “Semua orang
yang mau, pasti bisa. Hanya soal waktu saja,” kata dia ringan. Bermula dari acara-acara kecamatan, acara perayaan 17 Agustusan sampai acara-acara di tingkat desa, dirinya bersama anak-anak didiknya diminta tampil.

Lalu, di saat pemekaran terjadi membawa angin segar bagi dirinya dan anak-anak dirinya. kala itu, Bintan berdiri sendiri setelah dimekarkan. Mau tidak mau, Bintan harus memiliki
wakil sendiri, yang selama ini diwakilkan Tanjungpinang. Di sini, sekolahnya mulai aktif mengikuti berbagai ajang maupun lomba seni dan budaya baik di tingkat kabupaten, tingkat provinsi maupun nasional. Tarto pun semakin tertantang. Biasanya jika di event tingkat kecamatan, dirinya masih melatih sendiri anak anak didiknya, tapi bila
ada event skala besar dirinya dibantu oleh teman-temannya yang asli
keturunan Melayu.

“Saya panggil teman-teman dari penyengat untuk melatih. Mereka adalah Azmi Mahmud yang biasa menkreasikan musik dan tari, lalu ide biasanya ada Ikhsan dan Yudi,” katanya. “Saya belajar juga, dulu kalau ada pelatihan selain mengirimkan anak-anak untuk
dilatih, saya juga ikut latihan,” tambahnya tersenyum.

Festival Tari tingkat kabupaten Bintan pada tahun 2007 melambungkan namanya. Dirinya mewakili kecamatan Bintan utara menang di lomba tersebut. Dari itu, anak-anak didiknya semakin tekun berlatih. Bahkan, dari itu, mereka sering mewakili Bintan hampir di setiap tahun. “Tahun 2015 dan 2016, dua tahun berturut-turut kami juara, tahun 2014
mewakili provinsi di tingkat nasional, lalu november tahun lalu mewakili Indonesia di acara Asian di Singapura,” tuturnya.

Meski sering tampil, namun anak-anak didiknya belum memiliki nama pada tahun tahun pertama tampil. Hingga akhirnya terbentuklah sanggar tari, Sang nila utama, yang diambil dari nama Raja Bintan pertama. nama itu diberikan oleh seniman dan budayawan Husnizar Hood. “Zaman itu belum terpikir buat sanggar, apalagi di kasih nama sanggar, tidak terpikir, kasih nama. Lalu pak Husnizar Hood dari dewan kesenian provinsi
memberikan nama yang bagus, yakni Sang nila utama dan saya tidak ada
masalah, saya tidak melupakan asal usul nama itu, Saya pun ikut saja,” katanya.

Sekarang setelah nama sanggarnya sering tampil, ia mengatakan, masih sering berkomunikasi dengan rekan-rekannya itu. Terebih rekannya di penyengat, yang selalu memberi ide untuk tari tari kreasi Melayu. “Cerita rakyat Melayu atau dari kisah kerajaan Melayu banyak yang diangkat dalam tarian, makanya kita perlu kawan kawan yang tahu soal sejarah Melayu,” kata dia.

Saat ini, ia terus mengembangkan tradisi budaya dan kesenian Melayu. Alasannya, sangat sederhana, karena dirinya tinggal di daerah Melayu. “Alhamdulillah banyak generasi muda yang dibina, dan banyak yang mencintai budaya dan kesenian Melayu. Saya juga kerap tekankan agar budaya dan kesenian Melayu jangan sampai jadi tamu di rumah sendiri,”
tukasnya. Oleh karena itu, ia meminta generasi muda menjadikan budaya dan kesenian Melayu sebagai tuan rumah di daeranya sendiri dengan cara menekuni tari Melayu, setidaknya untuk dinikmati masyarakat sendiri. Harapannya ke depan, agar budaya Melayu bukan sebatas menjadi ikon di wilayah sendiri, tapi diminati orang luar.

“Mengajak generasi muda mencintai budaya sendiri, karena budaya kita menarik,” katanya. Selain itu, ia melihat usaha pemerintah dalam mengembangkan pariwisata
di daerah sangat besar. “Ini modal utama kita, wisatawan dari luar ke mari. Sekarang kita sering diminta tampil dari pihak hotel di Lagoi, juga di Batam, dalam beberapa acara acara nikahan dan lainnya,” tukasnya. (cr21)

Rp 14 Miliar Dana Desa Belum Disalurkan

0

batampos.co.id – Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Dirjen Perbendaharaan Kepri, Heru Pudyo Nugroho mengatakan ada sedikit ganjalan yang menyebabkan belum rampungnya proses penyaluran dana desa tahap II.

Persoalan adalah terkait penyerapan anggaran dana desa tahap I yang belum mencapai target. “Dari 91 miliar di tahap II ini yang harus disalurkan. Baru pada angka Rp 77 miliar. Artinya, sekitar Rp 14 miliar yang belum disalurkan bagi sejumlah desa di lima kabupaten di Kepri. Ini yang sedang kita kejar sekarang ini,” ujar Heru menjawab pertanyaan Batam Pos, Senin (13/11).

Heru mengaku tidak bisa menjabarkan secara rinci, desa mana saja yang prospek penyerapan anggarannya belum pada target yang diharapkan. Dijelaskannya, untuk menerima penyaluran tahap kedua, adapun klasifikasi dokumen yang ditentukan adalah pencapaian kegiatan minimal 90 persen.

Selain itu adalah laporan konsolidasi realisasi penyerapan minimal 75 persen dan capaian output Dana Desa tahap I minimal 50 persen. “Saat ini Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara Tanjungpinang dan Batam selaku Kuasa Pengguna Anggaran penyaluran Dana Desa tengah intens mendorong seluruh Pemda melalui Dinas Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) untuk segera melengkapi dan mengajukan persyaratan pencairan ke KPPN hingga batas akhir pencairan akhir Desember 2017,” papar Heru.

Ditegaskan Heru, apabila hingga batas akhir waktu pencairan di akhir Desember 2017, terdapat Pemerintah Daerah (Pemda) yang tidak bisa menenuhi persyaratan tersebut diatas, maka dana desa tahap II tidak bisa dicairkan. Disebutkannya, untuk tahap I kemarin sudah tersalur dari Rekening Kas Umum Negara (RKUN) ke Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) sebesar 60 persen dari total pagu DD kepri sebesar Rp228 milyar.

“Belum tuntasnya penyaluran dana desa tahap II, tentunya tidak lepas dari progres penggunaan dana desa tersebut. Bagi daerah yang sudah menerima, tentu yang sudah memenuhi klasifikasi yang ditentukan,” paparnya lagi.

Disinggung apakah akan terjadi potensi Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (Silpa) Dana Desa di Kepri. Mengenai hal itu, Heru mengatakan sesuai pengalaman tahun lalu nol persen atau semua tersalur ke Rek Kas Daerah. Sedangkan untuk Silpa di Rek Kas Desa, tergantung kemampuan penyerapan di masing-masing desa.

“Outlook nya kalau secara nasional sekitar 4 persen. Meskipun demikian, kita berharap Pemerintah Desa bisa mengoptimalkan penyerapan anggaran sesuai dengan program kerja yang telah disusun,” tutup Heru.(jpg)

Karimun dan Natuna Belum Kirim Usulan UMK 2018

0

batampos.co.id – Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kepri, Tagor Napitupulu yang juga merupakan Ketua Dewan Pengupahan Kepri mengatakan, pihaknya tengah menggesa pembahasan Upah Minimum Kota (UMK) Tahun 2018.

“Kita sudah membahas usulan UMK dari Kabupaten/Kota yang sudah masuk. Secara umum tidak terjadi perubahan, karena usulan yang masuk sudah mengacu pada PP No 78 Tahun 2015,” ujar Tagor, kemarin.

Mantan Komandan Satpol PP Kota Batam tersebut menyebutkan, Dewan Pengupahan Kepri sudah menerima usulan UMK dari daerah-daerah sudah diteken Bupati/ Walikota. Diantaranya adalah Anambas, Lingga, Batam, Bintan dan Tanjungpinang. Sedangkan Karimun dan Natuna masih belum diterima.

“Tidak ada pembahasan yang krusial yang dilakukan pada tingkat dewan pengupahan Provinsi Kepri. Khusus untuk Karimun dan Natuna akan kita jadwalkan Kamis (16/11) nanti,” papar Tagor.

Ditanya mengenai nilai pasti usulan UMK dari Kabupaten/Kota yang sudah diterima. Mengenai hal itu, Tagor mengaku lupa nilai pastinya. Meskipun demikian, menurutnya usulan yang diterima tersebut sudah diteken oleh kepala daerah. Masih kata Tagor, pembahasan UMK diharapkan berjalan baik dan suasana yang sejuk.

“Ketika pembahasan sudah rampung ditingkat dewan pengupahan. Hasil tersebut akan kami sampaikan kepada Gubernur untuk dipelajari lagi. Kemudian setelah itu, lewat kebijakannya, Gubernur yang akan memutuskan,” jelas Tagor.

Ditambahkan Tagor, sesuai aturan untuk pengesahan UMK Kabupaten/Kota adalah 40 hari sebelum berakhirnya tahun 2017. Sehingga apabila tidak ada halangan, pengesahan akan dilakukan pada 21 November mendatang. Acuan untuk usulan UMK 2018 adalah Upah Minimum Provinsi (UMP) Kepri 2018 yang sudah ditetapkan.

“Di tengah situasi dan kondisi ekonomi daerah yang kurang stabil sekarang ini. Apa yang terpenting adalah kita menjaga Kepri tetap aman dan kondusif,” tutup Tagor. (jpg)

Usulan UMK Kabupaten/Kota

Bintan Rp 3.112.618
Batam Rp 3.523.427
Tanjungpinang Rp2.565.187
Lingga Rp 2.590.116
Anambas Rp2932925

Polda Kepri Selidiki Perusahaan Limbah Berkaitan dengan Dendi Purnomo

0
Kapolda Kepri Irjen Sam Budigusdian bersama Irwasda, Dirkrimum dan Kabid Humas Polda Kepri menunjukan barang bukti uang berserta dua tersangka Dendi Purnomo dan Amir yang diamankan pada operasi tangkap tangan saat ekpos di Mapolda Kepri, Selasa (24/10). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Polda Kepri mengirimkan berkas kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Dendi Purnomo dan Direktur PT Direktur Telaga Biru Semesta, Amiruddin, ke kejaksaan, Senin (13/11/2017).

Selesainya pemberkasan kasus ini, membuat pihak kepolisian lebih leluasa melakukan pengembangan. Dalam minggu ini, penyidik akan memeriksa perusahaan-perusahaan yang pernah berurusan dengan Dendi Purnomo, soal limbah.

“Akan dikembangkan dan didalami ke perusahaan itu,” kata Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Erlangga, Senin (13/11).

Ia mengatakan yang ingin disidik pihak kepolisian adalah apakah perbuatan yang dilakukan oleh Dendi Purnomo, kali ini saja atau sudah beberapa kali. Sebab ada dugaan perbuatan ini, tak hanya sekali.
“Akan menyelidiki perusahaan-perusahaan limbah yang diduga melakukan hal yang sama,” ungkap Erlangga.

Dua amplop berisikan Rp 10 juta, didapati penyidik saat OTT di rumah Dendi Purnomo. Saat ini sedang ditelusuri pihak kepolisian. Dari pengakuan Amiruddin, uang itu diperuntukan ke Kabid Ms dan Kasi Hs.

Kedua orang ini juga sudah diperiksa oleh pihak kepolisian. Ms yang ditemui Batam Pos, menepis dirinya meminta uang Rp 5 juta untuk memperlancar izin pengolahan limbah. Ia mengatakan tidak tau sama sekali soal uang yang disiapkan oleh Amiruddin, untuknya.

“Saya tidak tau, dan tak pernah (meminta uang,red),” katanya saat ditemui Batam Pos, Senin (6/11) lalu.

Ms menuturkan dirinya sudah lama mengenal Dendi Purnomo. Ia adalah bawahan Dendi, saat masih di Bapedalda. Saat Dendi pindah ke Dinas Lingkungan Hidup, Ms juga dibawa Dendi. (ska)