Rabu, 22 April 2026
Beranda blog Halaman 12817

Ditodong Ponsel, Buronan Lapas Terdiam

0
Effendi, tahanan lapas yang berhasil diamankan setelah kabur dari lapas. F. Slamet/Batam Pos.

batampos.co.id – Polisi mengamankan satu dari dua buronan narapidana Lapas Klas IIA Tanjungpinang, Muhammad Effendi (33) Bin Herman di Jalan Wisata Bahari Km 27 Kawal dekat dari Masjid An Nur Gunung Kijang, Jumat (10/11) sekitar pukul 01.00 WIb.

Penangkapan bermula ketika Kanit Intelkam Polsek Gunung Kijang, Ipda Nyoman Ananta Mahendra pulang dinas bersama anggotanya Brigadir Dani. Mereka melihat gerak gerik
dua orang warga yang berjalan kaki karena tiba-tiba membuang kantong kresek dan berlari kencang.

Saat didekati, buronan bernama Effendi dan temannya Rio Sapriyan alias Rio (29) Bin Ramli langsung berlari kencang di jalan raya menuju Tanjungpinang. Ipda Nyoman langsung keluar dari mobilnya dan mengejar keduanya, bahkan sambil mengejar dia mengertak akan menembak keduanya.

“Waktu itu saya tidak bawa senjata, saya pakai hape mungkin karena malam kelihatan seperti senjata. Hape itu saya pakai untuk mengertak dan mengancam akan menembak mereka,” katanya. Waktu itu juga, satu naspi berhasil diamankan, sedangkan satu lagi kabur ke dalam hutan.

Kapolsek Gunung Kijang AKP Hendriyal mengatakan, pihaknya telah menyerahkan Muhammad Effendi ke pihak Lapas. Penyerahan dilakukan dirinya langsung dan diterima Kepala Lapas Klas IIA Tanjungpinang, Haswen Hasan di Mapolsek Gunung kijang, Jumat (10/11) sekitar pukul 15.30 sore.

Sementara, satu napi yang masih kabur, akan terus melacak keberadan napi bernama Rio itu. Disinyalir, Rio masih bersembuyi di hutan dan pihaknya dibantu Polres Bintan dengan senjata laras panjang menyisir hutan.

Kepada awak media, Haswen mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi kinerja pihak kepolisian yang sudah menangkap narapidana yang kabur. Dengan tertangkapnya seorang buronan ini, ia menegaskan, hak Muhammad Effendi seperti hak mendapatkan remisi dan hak bebas bersyarat dicabut sesuai undang undang nomor 12 tahun 1999 tentang pemasyarakatan karena Muhammad Effendi tidak menujukkan sikap yang baik. Tak hanya itu, petugas sipir yang piket malam itu, akan dikenakan sanksi administrasi.

Sementara itu, narapidana yang kabur Muhammad Effendi mengatakan, mendengar ancaman akan ditembak, dirinya tidak kabur karena takut ditembak. “Makanya saya berhenti dan terdiam. Tapi, kawan saya (Rio) lari ke dalam hutan,” katanya.

Ia juga mengungkapkan alasannya kabur karena terbujuk rayu teman-temannya. Menurutnya, awalnya ada empat orang yang akan kabur, namun seorang rekannya di blok E2 tidak bisa keluar kamar tahanan, sedangkan seorang lainnya mengurunkan niat kabur, meski sudah di atas plapon gudang masjid. “Saya dan Rio saja yag kabur, yang satu lagi
anak pesantren tidak jadi kabur,” kata dia.

Setelah berhasil kabur, menurut rencananya mereka akan menyeberang melalui pelabuhan Tanjungpinang ke Batam dengan modal uang Rp 340 ribu. Dengan ditangkapnya, ia mengaku pasrah dan siap menerima sanksi akibat perbuatannya. (cr21)

Pekerjaan Pelabuhan Bongkar Muat Tersisa 45 Hari

0
Pekerja saat akan melakukan pemancangan tiang di lokasi pembangunan bongkar muat multifungsi di Tanjunguban, usai dilakukan pemancangan tiang pertama oleh Gubernur Provinsi Kepulauan Riau, Nurdin Basirun, Jumat (10/11). F. Slamet/Batam Pos.

batampos.co.id – Gubernur Provinsi Kepulauan Riau Nurdin Basirun melakukan pemancangan tiang pertama pembangunan pelabuhan bongkar muat
multifungsi di Pantai Mentigi Tanjunguban Kecamatan Bintan Utara, Bintan, Jumat (10/11). Hanya saja pemancangan ini molor dua bulan karena pihak kontraktor PT Dila Permata telah menandatangani kontrak pada tanggal 8 September 2017. Selain itu, waktu pekerjaan tersisa sekitar 45 hari, padahal pada plang proyek senilai Rp 3,7 miliar masa pelaksanaan 100 hari.

Kadishub Provinsi Kepri, Jamhur Ismail optimis pekerjaan selesai tepat waktu meski tersisa tak lebih dari dua bulan. Bila pekerjaan pemancangan shift field berjalan baik dirinya yakin 20 hari pemancangan tiang sepanjang 166 meter akan selesai. Disinggung
mengenai pembangunan yang molor, Jamur menjawab, sejak ditandatangani kontrak pihak kontraktor telah bekerja melakukan persiapan mulai dari mendatangkan alat berat dan merakit material di lokasi pemancangan. “Awal bulan atau tidak sampai tanggal 15 Desember sudah selesai, mudah mudahan selesai,” kata Jamhur.

Jamhur menambahkan, anggaran yang dialokasikan tahun ini sebesar Rp 3,7 miliar untuk pemancangan tiang, sedangkan tahun depan akan dianggarkan senilai Rp 20 miliar. Proyek ini ditargetkan selesai pada tahun 2019 dengan menelan total anggaran sekitar Rp 50 miliar. Dia juga mengatakan, nanti akan dibangun fasilitas pelabuhan seperti
kantor pegawai pelabuhan dan pergudangan. Selain itu, juga akan dibangun musala.

Terpisah, General Admin PT Bila Permata, Wahyu ketika dikonfirmasi mengatakan, tahun ini pihaknya hanya mengerjakan pemancangan tiang sepanjang 166 meter. Sama dengan kadishub, dirinya optimis akan selesai, lantaran tidak ada pekerjaan lain selain pemancangan tiang. Alat berat juga sudah di lokasi pekerjaan. “Mudah-mudahan awal bulan depan selesai,” katanya.

Ditanya soal keberadaan kapal Pagai, yang berada di lokasi pembangunan? Dia menerangkan, bahwa pemancangan tiang yang seharusnya di lokasi kapal Pagai akan diloncati ke sisi kapal, karena pembangunan tidak bisa lagi menunggu sampai kapal tersebut dipindahkan.

Dalam pemancangan itu, ditandai penekanan tombol sirine oleh Gubernur Kepri. Nurdin lalu meninjau lokasi pembangunan dan sempat berbincang dengan masyarakat yang menyaksikan pemancangan tiang. Ia berharap, pembangunan pelabuhan bongkar muat di Tanjunguban bisa meningkatkan ekonomi masyarakat. Tak hanya itu, hadirnya pelabuhan bisa menekan harga kebutuhan yang dibutuhkan masyarakat. Disinggung mengenai
keberadaan kapal Pagai. “Dipotong saja,” celetuknya sembari berlalu. (cr21)

Kecamatan Karimun Keluarkan 700 IUMK

0
Sensissiana. F. Tri Haryono/Batam Pos.

batampos.co.id – Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Karimun, Sensissiana meminta pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK) agar memperbaharui izin usahanya. Seperti SIUP, surat keterangan dari Dinas Kesehatan apabila pelaku usaha di bidang makanan, dan sebagainya. Tujuannya agar usaha yang dijalankan bisa berkembang. Sebab pelaku UMK apabila ingin mengembangkan usahanya ke luar daerah, harus tertera perizinan di kemasan.

“Untuk perizinan mulai dari tingkat RT/RW, kelurahan/desa, kecamatan hingga Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Karimun. Dengan demikian, melalui sosialisasi Izin Usaha Mikro dan Kecil (IUMK) silakan dimanfaatkan untuk menanyakan berbagai permasalahan terhadap UMK di wilayah Kecamatan Karimun. Terutama bagi pelaku UMK yang belum membuat izin,” kata Sensissianadi Gedung Nasional, Jumat (10/11) kemarin.

Dengan melengkapi persyaratan administrasi UMK bagi pelaku usaha, maka bila ingin usahanya berkembang tentu membutuhkan modal usaha. Pemberi pinjaman tentu akan melakukan pengecekan administrasi terlebih dahulu.

“Manfaat pengurusan izin sangat penting. Nanti bisa mendapatkan kemudahan dalam akses pembiayaan ke lembaga keuangan, perbankan dan non bank. Maupun kemudahan dalam pemberdayaan dari pemerintah pusat, daerah maupun lembaga lainnya,” ungkapnya.

Camat Karimun Arpan mengatakan, hingga kini pihaknya sudah mengeluarkan sekitar 700 IUMK di wilayah Karimun. Dimana para pelaku UMK melakukan usahanya di berbagai bidang, mulai dari perdagangan pakaian, sembako, kedai kopi dan sebagainya.
“Modal usahanya paling tinggi Rp 500 juta bagi pelaku UMK di wilayah Kecamatan Karimun. Yang paling penting adalah pengurusan perizinan usaha tanpa dipungut biaya alias gratis. Asalkan persyaratannya dipenuhi sesuai dengan aturan yang ada,” tuturnya.

Dengan sosialisasi IUMK, diharapkan pelaku usaha bisa mengetahui tentang izin usaha yang selama ini dijalankan. Sehingga, usahanya benar-benar bisa bersaing dengan pelaku usaha dari luar Karimun. “Manfaat pembuatan izin UMK bagi pelaku usaha, di antaranya lebih mudah menjalin kerja sama, mempunyai legalitas, sadar terhadap pajak. Kemudian bisa menjadi nilai tambah untuk akses permodalan maupun lokasi usaha yang terlindungi,” katanya. (tri)

Ruang Pelayanan SIM Dihiasi Merah Putih

0
Ruang pelayanan pembuatan SIM Sat Lantas Polres Karimun dihiasi dengan merah putih termasuk anggota yang bertugas mengenakan kacu pramuka warna merah putih. F. Sandi/Batam Pos.

batampos.co.id – Ruang pelayanan pembuatan SIM di Sat Lantas Polres Karimun, kemarin (10/11) terlihat semarak dan meriah. Dihiasi dengan warna merah putih pada bagian atas dan juga beberapa dinding. Selain itu, anggota polisi lalu lintas (Polantas) yang bertugas di bidang pelayanan pembuatan SIM juga tampil beda.

Kasat Lantas Polres Karimun, AKP Teuku F Kenedy mengatakan, pelayanan pembuatan SIM dipasang dengan pita berwarna merah sesuai dengan tema peringatan Hari Pahlawan 2017. “Bahkan, anggota kami yang bertugas di bidang ini selain mengenakan seragam dinas biasa juga mengenakan kacu warna merah putih dan juga kopiah yang diberi pita merah putih,” ujar

Untuk pelayanan lainnya, kata Kenedy, seperti di Kantor Samsat anggota Polantas yang disana juga mengenakan yang sama. Dengan penampilan seperti ini, masyarakat yang belum tahu kenapa Polantas tamnpil demikian, maka akan menjadi tahu. Bahwa, hari ini seluruh rakyat di Indonesia memperingati8 Hari Pahlawan yang telah berjkuang untuk mempertahakan kemerdekaan RI.

”Dengan warna merah putih ini suasana akan menjadi lebih meriah,” ujarnya. Masyarakat yang datang untuk mendapatkan pelayanan pembuatan SIM dan pengurusan STNK di Samsat juga akan merasakan kemeriahan. Apalagi, di ruang tempat pembuatan SIM juga disediakan dispenser air, teh dan gula.

”Jika pemohon SIM ingin minum teh bisa buat sendiri tanpa dipungut biaya. Apa yang kami siapkan ini juga termasuk bentuk pelayanan prima kepada masyarakat,” jelasnya.

Diakatakannya, sejak dilaksanakannya Operasi Zebra Seligi 2017, warga yang mengurus pembuatan SIM dan pembayaran pajak serta STNK meningkat. “Untuk pembuatan SIM kenaikannnya mencapai 46 persen. Hal ini menunjukkan bahwa sebagai pengemudi kendaraan bermotor harus memiliki SIM sesuai dengan kendaraan yang dikemudikan. Termasuk juga pengurusan STNK juga mengalami peningkatan,” jelasnya. (san)

APBD Natuna Turun Rp 200 M

0
Hadi Candra. F. Aulia Rahman/Batam Pos.

batampos.co.id – Anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Natuna tahun 2018 mendatang diprediksi mengalami penurunan dibanding tahun 2017. Bahkan penurunan pendapatan tersebut bisa mencapai Rp 200 miliar.

Wakil Ketua DPRD Natuna Hadi Candra mengatakan, menurunnya angka APBD tersebut setelah DPRD menerima KUA PPAS ke DPRD. Dan mengalami pergeseran dari target sebelumnya, sehingga KUA PPAS dikembalikan ke TAPD untuk dilakukan perebuhan.
“Kemungkinan menurun, asumsinya APBD Natuna tahun 2018 nanti di bawah angka Rp 1 triliun,” sebut Hadi Candra kemarin.

Menurut laporan TAPD kata Candra, penurunan angka APBD tersebut bisa mencapai Rp 200 miliar. Penurunan juga disebabkan penerimaan dana perimbangan bagi hasil (DBH) migas menurun. Namun DPRD belum menerima secara rinci penurunan DBH Migas tersebut.

“Sebenarnya KUA PPAS RAPBD 2018 sudah selesai dan diserahkan ke DPRD. Namun ada perubahan mendadak, jadi dikembalikan. Supaya pembahasan revisinya di SKPD masing-masing,” sebut Candra.

Sementara Kepala Bidang Anggaran Badan Pengelolaan Keuangan Pendapatan dan Aset Daerah (BPKPAD) Pemkab Natuna, Suryanto mengatakan pembahasan KUA PPAS RAPBD tahun 2018 belum rampung. Sehingga belum bisa disampaikan berapa penurunan APBD Natuna tahun 2018 mendatang.

“Yang jelas terjadi penurunan pada penganggaran Alokasi Dana Desa (ADD) tahun 2018 dibanding tahun 2017 ini. Namun resminya tunggu KUA PPAS rampung, sekarang belum resmi perubahannya,” ujar Suryanto, Jumat (10/11). (arn)

Tujuh Motor Patroli Selama Pilkades

0
Penyerahan motor patroli , Jumat (10/7). F. Syahid/Batam Pos.

batampos.co.id – Polres Anambas siap amankan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak 23 November 2017 mendatang. Sebagai persiapan, Polres sudah menyerahkan tujuh sepeda motor KLX 150 CC kepada Bhayangkara Pembinaan dan Keamanan Ketertiban Masyarakat (Babinkamtibmas) yang ada di tujuh kecamatan di Kabupaten Kepulauan Anambas. Penyerahan sepeda motor dilaksanakan usai upacara Hari Pahlawan Ke-72 di lapangan Sulaiman Abdullah, Kabupaten Kepulauan Anambas, Jumat (10/11).

Kapolres Kepulauan Anambas AKBP Junoto, mengatakan, kendaraan yang diserahkan saat ini sangat penting untuk patroli menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat. “Ini salah satu langkah dan upaya kami dalam menjaga keamanan masyarakat agar lebih mudah dalam pergerakan ke desa-desa yang ada,” kata Junoto.

Sebenarnya jika personel cukup, maka, dalam satu desa bisa ditempatkan satu Bhabinkamtibmas berikut satu motor patroli. Namun dengan keterbatasan, maka sepeda motor tersebut hanya diberikan satu sepeda motor per kecamatan.
“Masing-masing kecamatan itu satu buah sepeda motor agar memudahkan menjangkau desa-desa yang ada,” ujarnya.

Babinkamtibmas nanti akan berkolaborasi dengan unsur TNI yakni Babinsa dan Posal guna mendukung keamanan dan ketertiban masyarakat terutama dalam persiapan pilkades dan pengawasan serta pendampingan penggunaan dana desa di daerah.
Terpisah Bupati Kabupaten Kepulauan Anambas Abdul Haris, mengapresiasi kesiapan Polres Anambas dalam menjaga menjaga keamanan dan kenyamanan pada pelaksanaan pilkades serentak pada 23 November 2017 mendatang. “Ini merupakan fasilitas penunjang dalam menjaga kemanan dan ketertiban masyarakat didaerah ini,” jelasnya.

Menurutnya, dukungan pihak ke TNI Polri ini menjadi salah satu kunci sukses penyelenggaraan pilkades serentak. “Ini sangat reaktif dan nyambung dengan pilkades nanti dan kami berharap dengan dukungan yang diberikan pihak keamanan khususnya TNI Polri pada pilkades dapat memberikan manfaat positif,” tutupnya. (sya)

Dua Pengedar Sabu Ditangkap

0

batampos.co.id – Peredaran narkotika, khususnya jenis sabu sepertinya tidak pernah habis di Karimun. Hal ini terlihat dari penangkapan yang dilakukan oleh para aparat. Seperti yang dilakukan Sat Res narkoba Polres Karimun yang pada Senin (6/11) kembali melakukan penangkapan dua orang tersangka yang diduga terlibat peredaran sabu.

”Dua pria yang jadi tersangka peredaran sabu yang berhasil ditangkap masing-masing berinisial Ms dan Sa. Penangkapan terhadap keduanya dilakukan pada waktu yang bereda. Berawal dari informasi masyarakat yang kita tindaklanjuti dengan menurunkan beberapa orang anggota ke Kampung Harapan, Kecamatan Tebing,” ujar Kasat Res Narkoba Polres Karimun, AKP Nendra Madyatias kepada Batam Pos, Jumat (10/11).

Pada saat anggota Opsnal sampai di lokasi yang diberitahukan, kata Nendra, melihat ada pria yang dicurigai. Pada saat itu, langsung saja anggota melakukan menghampiri pria yang diketahui berinisial Ms. Saat dilakukan penggeledahan ditemukan dua paket sabu yang disimpan di saku celana kiri dan kanan. Kemudian, ketika dompet tersangka diperiksa ditemukan beberapa plastik kecil yang biasa digunakan untuk membungkus sabu. Selain itu, di bawah jok sepeda motor tersangja juga ditemukan piring kaca.

Berdasarkan pengakuan Ms, bahwa sabu tersebut diperoleh dari Sa. Setelah tersangka memberikan keterangan tempat tinggal, polisi kembali bergerak ke rumah Sa di Kelurahan Sei Lakam Timur untuk melakukan penangkapan. ”Pada saat kita datang ke rumah Sa, yang bersangkutan kebetulan ada di rumah. Anggota langsung masuk ke rumah dan menemukan Sa sedang berada di dalam kamarnya. Tidak ada perlawanan ketika kita melakukan penangkapan terhadap Sa. Dari penangkapan Sa kita tidak menemukan barang bukti sabu. Hanya saja, Sa mengaku telah memberikan sabu kepada tersangka Ms,” paparnya. (san)

PT. ADS Tabrak UU Kehutanan

0

batampos.co.id – PT. Adi Karya Dwi Sukses (ADS) melakukan aktivitas eksplorasi timah di Kawasan Hutan Produksi, Sekuning, Bintan diketahui menabrak Undang-Undang Kehutanan. Pasalnya perusahaan tersebut belum mengantongi Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan dari Kementerian Kehutanan. Hal itu di akui, Komisaria Utama PT. ADS, Feri Chairiyadi.

“Izin pinjam pakai kawasan hutan sedang diurus Pemprov Kepri. Yang jelas kita sudah punya izin untuk melakukan eksplorasi,” ujar Feri Chairiyadi menjawab pertanyaan Batam Pos, Jumat (10/11) di Kantor Guber Kepri, Tanjungpinang.

Ditanya terkait perkara apa, dirinya bersama Humas PT. ADS, Andi Cori ingin berjumpa Gubernur Kepri, Nurdin Basirun. Ketua Asosiasi Tambang Pasir Darat tersebut belum jadi Gubernur. “Gubernur sudah keluar, jadi belum bisa ketemu,” papar Feri.

Sementara itu, pada waktu menggelar konprensi pers, Kamis (9/11) lalu, Humas PT. ADS, Andi Cori mengatakan perusahaan tersebut sedang mengurus revisi perizinan dari tambang timah ke tambang pasir darat. Meskipun mengklaim punya izin eksplorasi timah, tetapi mengaku tidak bersedia untuk memperlihatkan izin tersebut kepada pihak media.

“Izin yang kita kantongi hanya bisa kita perlihatkan kepada pihak pemerintah saja,” ujar Andi Cori.

Berdasarkan UU Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan, dalam pasal 50 ayat 3 dijabarkan, bahwa setiap orang dilarang melakukan eksplorasi terhadap hutan sebelum mendapatkan izin dari pejabat yang berwenang yaitu Menteri Kehutanan. Artikya sebelum izin tersebut diterbitkan, seharusnya kegiatan pertambangan belum boleh dilakukan.

Hal ini ditegaskan pula dalam pasal 2 Permenhut Nomor 43 Tahun 2008 tentang Pedoman Pinjam Pakai Kawasan Hutan yang mengatur bahwa pinjam pakai kawasan hutan dilaksanakan atas dasar izin Menteri. Bahkan dalam pengawasannya UU memberikan kewenangan kepada pejabat kehutanan tertentu sesuai dengan sifat pekerjaannya untuk bertindak sebagai polisi khusus.

Terpisah, Kepala Perizinan Tepadu Satu Pintu (PTSP) Provinsi Kepri, Azman Taufik enggan untuk bicara terkait perizinan eksplorasi tambang timah yang diberikan pihaknya pada Mei 2017 lalu. Meskipun sudah dicecar pihak kepolisian, Azman Taufik tetap saja enggan untuk buka suara.

Sebelumnya, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Kepri, Yerri Suparna mengaku Kementerian Lingkungan Hidup belum ada mengeluarkan izin pinjam pakai kawasan hutan pada lokasi eksplorasi PT. ADS. Seperi diketahui dari PTSP Kepri adalah pada bulan Mei 2017 lalu.(jpg)

Minggu Kedua, Ada Panahan di Pasar Karetan, Kendal

0

Minggu ke-2 Pasar Karetan di RadjaPendapa Camp, di Dusun Segrumung, Desa Meteseh, Kec Boja, Kab Kendal bakal menghadirkan atraksi baru. Yakni panahan atau archery dari Semarang Archery School, yang selama ini berlatih di GOR Manunggal Jati, Jalan Taman Majapahit 1 Semarang. Sebuah cabang olahraga klasik, yang sudah berumur lebih dari 5000 tahun. Panahan melalui evolusi sejarah yang amat panjang.

Dulu panah digunakan untuk berburu dan kemudian berkembang sebagai senjata dalam pertempuran. Kisah Arjuna, Abimanyu dan Adipati Karna dalam pewayangan juga menjadikan panah sebagai senjata andalannya. Panah Pasopati misalnya, sangat tersohor sampai-sampai kini menjadi julukan suporter Persis Solo.

Lalu panahan berkembang lagi menjadi olahraga ketepatan melepas busur ke sasaran. Selama tujuh Olimpiade tanpa medali, akhirnya, untuk pertama kalinya, Indonesia meraih medali di Olimpiade Seoul, Korea Selatan, 1988. Cabang olahraga yang membuat bendera Merah Putih berkibar di pentas dunia adalah panahan!

Medali perak tersebut diraih oleh 3 atlet putri dari cabang olahraga panahan nomor beregu, Lilies Handayani, Nurfitriyana Saiman, dan Kusuma Wardhani. Sayang, olahraga ini kurang popular, kurang banyak diminati, kalah ngehits dari sepak bola, basket, tenis, bulutangkis, tinju, dan lainnya.

Panjang mengupas sejarah panahan. “Kami ingin memperkenalkan lebih dekat kepada masyarakat akan panahan ini melalui Pasar Karetan. Kami bekerjasama dengan Sekolah Panahan, mereka akan membawa perlengkapan panahnya ke Pasar Karetan, dan masyarakat bisa ikut mencoba melepas busur,” kata Mei Kristianti.

Itulah sensasi baru, di Pasar Karetan Radja Pendapa, Minggu 12 November 2017. Tema Panahan menjadi menarik perhatian, karena setiap Minggu, Pasar Karetan ingin selalu ada edukasi baru. “Cerita soal panahan, akan mewarnai pekan ini di Pasar Karetan Radja Pendapa. Nah, yang ingin tahu soal panahan, silakan hadir kembali di Dusun Segrumung, Meteseh, Boja, Kendal,” ungkap Mei.

Selain kuliner serba tradisional, baik kemasan, suasana, penampilan, cara memasak, penyajian dan makannya. “Termasuk aneka permainan tradisional yang sudah langka bagi anak-anak kecil,” kata Mei lagi.

Dengan pengalaman bekerja di mall yang terpercaya di Kota Semarang, Mei pun mengajarkan ke masyarakat tentang pentingnya performance. Sopan santun, hospitality, menjaga kualitas, biarpun di tepi hutan, penampilan tetap memikat, makanan tetap enak, tidak ada duanya.

“Kami ajari mereka berbisnis dengan manajemen modern agar bisa maju dan berkelanjutan,” sebut Mei Kristianti, Ketua Pasar Karetan.

Modern yang dimaksud adalah menerapkan standar mal atau pujasera yang memperhatikan kenyamanan pengunjung. Sistem pembayarannya tertib, ditata rapi, performancenya keren, bersih, bebas plastik, dan punya nilai estetika. “Meskipun di kebun, tetapi suasananya dijaga agar tetap nyaman dan hommy,” kata Mei.

Filosofi pasar, adalah pertemuan antara buyers dan sellers, untuk berinteraksi. Ujungnya adalah transaksi. Kalau di digital online, sering disebut sebagai marketplace. Pasar juga bisa dimaknai sebagai sumber gosip, dan tukar menukar informasi.

“GenPI Jateng ingin menjadikan Pasar Karetan sebagai tempat edukasi. Kisah apa saja, cerita apa saja, yang sudah langka dan terancam hilang, bisa dipamerkan di Pasar Karetan, biar bisa menjadi objek foto, video dan vlog netizen. Kami bisa dapat content menarik, mereka bisa mempublikasikan, dan pasar ini akan selalu ditunggu-tunggu publik, ada apa lagi?” lanjut Shafigh Pahlevi Lontoh.

Nah, bagi masyarakat yang ingin mengedukasi sesuatu silakan ke Pasar Karetan. Bagi netizen yang belum gabung GenPI, silakan bergabung. “Kami bersifat terbuka. Aktivitas kami banyak di online. Pasar ini sebagai salah satu cara berkopi darat!” ujar Shafigh.

Aktivis GenPI Jateng Wahyudi menambahkan, bagi netizen seperti yang tergabung GenPi ini, content itu penting. Mereka paling suka memposting sesuatu yang khas, inik, belum banyak yang upload. Edukasi ini akan membuat materi medsosnya lebih variatif, lebih asyik, lebih kekinian. “Ya begitulah kids zaman now!” sebutnya.

Menpar Arief Yahya berharap kreativitas anak-anak muda yang tergabung dalam GenPI ini terus bergerak. Meng-create sesuatu untuk menciptakan destinasi baru. Bisa Atraksi, bisa Akses, bisa Amenitas. “Buat anak-anak muda milenial, menciptakan peluang melalui digital itu sudah dunianya,” kata Menteri Arief Yahya melalui Stafsus Bidang Komunikasi dan Media, Don Kardono.

Komunitas GenPI ini sangat positif. Yang dibahas betul-betul kreativitas, tidak memposting Hoax, SARA dan politik. Mereka menjaga keutuhan dan komitmennya dengan tiga ethic itu. “Agar sustainable, berkelanjutan, mereka harus punya 2C, creative value dan commercial value,” kata Arief Yahya.

“Pasar-pasar ini hanyalah sebagian kecil dari banyak rencana besar lain, GenPI. Dalam waktu dekat, beberapa pasar Mingguan juga akan dibuat di banyak daerah di Indonesia, sebagai kegiatan offline. Online-nya, juga akan membangun OTA, online travel agent,” kata Don. (*)

 

GenPI NTB Bikin Wah Pasar Pancingan

0
ilustrasi

Namanya Pasar Pancingan. Namanya saja sudah pancingan, pasti berkaitan dengan pemancingan, kolam dan ikan yang menjadi salah satu daya tarik atraksinya.

“Pasti seru,” kata Jhe Ipul Ketua GenPI Lombok Sumbawa.

Lalu kapan? Di mana? Apa kreatifnya?

“Tunggu tanggal mainnya ya! Yang pasti, harus Instagrammable, banyak spot selfie, aneka macam kuliner, tempat yang asyik, alami, dan banyak edukasi,” jelas Jhe.

Ikut terus infonya di Instagram @GenPILombokSumbawa dan @GenPINTB di twitter.

GenPI NTB adalah komunitas Generasi Pesona Indonesia pertama yang dulu dibentuk untuk mempopularkan Wisata Halal atau Family Tourism di NTB. Sampai-sampai selama 2 thn Lombok memborong banyak penghargaan dari World Halal Tourism Awards.

Pasar tiap Minggu seperti inj juga akan dibuat Tepian Sungai Musi, di Bantul Jogjakarta, Aceh, Bandung, Padang, dan banyak destinasi lain untuk mendukung pariwisata. GenPI NTB juga sudah banyak pengalaman dalam membuat events seperti kuliner, blogger camping, famtrip, media partner dan lainnya.

Yang pasti, lanjut Jhe, pasar pancingan itu akan berhasil juga berkolaborasi dengan prinsip Pentahelix, ABCGM. Academician, Business, Community, Government, dan Media.

“Kami adalah community dan media sosial. Pemprov NTB juga hampir pasti setuju,, tinggal menggandeng pelaku bisnis dan intelektual kampus,” ungkapnya.

Koordinator GenPI Nasional Mansyur Ebo menambahkan, ada banyak kreasi pasar yang sedang dipersiapkan. Semua berbasis pada atraksi pariwisata, untuk memperkuat daya tarik dan daya saing destinasi.

“Kami selalu menggabungkan nature alam, culture atau budaya dan dikombinasi dengan manmade,” kata Mansyur Ebo.

Pasaran adalah bentuk kopi darat atau offline komunitas netizen dan masyarakat umum yang tematik. Anak muda zaman “now” tidak mau yang biasa-biasa saja. Semua harus punya cerita, asyik di foto, dan kreatif.

“Mereka maunya berlama-lama nongkrong, seperti di cafe, asal jaringan telekomunikasinya bagus,” kata dia.

Minggu, 12 November 2017 nanti, jaringan telekomunikasi di Pasar Karetan sudah 4G. Lalu, harus disiapkan banyak colokan listrik, karena kebutuhan dasar mereka adalah komunikasi data.

“Jadi mereka bisa live FB, facetime, line dan lainnya,” ungkap Ebo, yang terus membangun GenPI dan GenWI untuk menggaungkan destinasi, event dan kebijakan kepariwisataan.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Nusantara Esthy Reko Astuty yang sempat hadir di Pasar Karetan, Minggu 5 Novembet 2017 lalu, mengapresiasi semangat anak-anak muda dalam berkreasi. Menciptakan pasar-pasar dengan berbagai karakter, sesuai daerahnya.

“Seperti yang di Radja Pendapa Camp ini, menggabungkan antara adventure, nature, culture dan ada banyak sentuhan buatan atau manmade,” jelas Deputi Esthy. (*)