Senin, 6 April 2026
Beranda blog Halaman 12826

Curi Sepeda Motor untuk Balapan

0
Ilustrasi

batampos.co.id – Siswa putus sekolah berinisial Mbk,15, ini memang tidak pernah tobat. Meski sudah dua kali keluar masuk sel, ia masih nekad mencuri sepeda motor. Kamis (12/10) kemarin pelaku kembali diamankan untuk ketiga kalinya dengan kasus yang sama.

Mbk diamankan atas kasus pencurian sepeda motor ini terjadi pada 16 November lalu. Pada hari itu dini hari korban melakukan pencurian motor di rumah kos di belakang Wisma Sari Bintan Jalan Yos Sudarso Kelurahan Tanjunguban Kota, Kecamatan Bintan Utara.

Kapolsek Bintan Utara Kompol Jaswir mengatakan, korban curanmor terakhir bernama M Faisal Arba bin Tobiin. Saat itu ia memakirkan sepeda motornya di depan kos di belakang Wisma Sari Bintan di Tanjunguban. Saat akan pulang ke rumahnya di Tanjungpermai, korban menyadari sepeda motornya sudah hilang dan kemudian melaporkan kejadian tersebut ke polisi.

Dari laporan korban, pihaknya melakukan pengembangan dan mendapati jika motor telah dicuri pelaku. Diungkapkan Jaswir, pelaku merupakan siswa putus sekolah sudah dua kali diamankan karena mencuri. Alasan pelaku mencuri, dijelaskannya karena sudah ketagihan balapan sepeda motor. “Ya untuk balapan atau kebut-kebutan saja,” katanya.

Ketika kasus pertama terjadi, pelaku berhasil lolos dari jeruji penjara berkat upaya diversi yang dilakukan sejumlah pihak baik kepolisian, komisi anak dan kejaksaan. “Waktu itu, pelaku tidak diproses dan dikembalikan ke orangtuanya,” katanya.

Kemudian, pelaku kembali diamankan polisi karena kembali mencuri sepeda motor. “Yang kedua pelaku divonis 8 bulan, dan telah bebas,” sebutnya. Ternyata, pelaku tidak pernah tobat. Ia kembali mencuri dan akhirnya diamankan polisi. “Ini yang ketiga kalinya,” tutur Kapolsek. (cr21)

Cicipi Kopi Luwak di Taman Ayu, Bali

0

Suasana sejuk, nyaman, hijau, menusuk hingga batas kulit ari. Gemericikan air di kolam menambah kental nuansa alam di taman seluas 5 hektare itu. Sungai besar yang tenang mengalir di bawah, dan Pura Beiji di bibirnya, memperkuat cita rasa Bali, sebagai destinasi nomor wahid dunia versi TripAdvicer 2017.

Menpar Arief Yahya tertegun lama menapaki Taman Ayu, Singapadu, Gianyar, Bali. Selain, karena hobinya berpetualang di alam, mendaki gunung dan trekking di kebun. “Tempat ini bagus, luas, pohon-pohon langka tertata rapi,” ucap Arief Yahya di sudut gazebo Taman Ayu itu.

Beberapa musang atau luwak menjadi pemandangan asyik. Di Taman Ayu itu, ada 12 produk minuman herbal, alami yang disajikan. Dari Kopi Kintamani, Kopi Ginseng, Kopi Luwak, Kopi Rosella, Kulit Manggis, Cokelat, dan lainnya. Semua bahan itu diambil dari tanah Bali.

“Silakan datang ke tempat ini, kapasitas parkir nya bisa 10-20 bus, tidak kelihatan besar dari luar, tetapi jika masuk, seperti kantung semar. Besar dan luas di bagiam dalam,” kata Menteri Arief.

Atraksi lain, ada proses pembuatan kopi, dari luwak dijemur, lalu di goreng (sangrai), atau roasting, tanpa minyak, hingga biji kopinya warna cokelat. Di Taman Ayu itu ada tempat menggoreng dengan api dari kayu bakar. “Ini atraksi bagus, edukatif, dan bisa dilihat langsung,” jelas Arief Yahya.

Menpar Arief disambut pemilik Taman Ayu, Prof Dr I Wayan Ramantha SE, MSi, Ak CPA, bersama anaknya, Komang. “Dulu cerita soal Taman Ayu ini, dulu ibu saya sakit, lalu bapak saya membuat taman seperti ini, sekaligus untuk penyembuhan,” ujar Komang.

Di Taman Ayu ini, punya 18 kamar, swimming pool, meeting points, Taman Ayu Shop, Gazebo dan tempat nongkrong dengan lapangan parkir yang luas.

Sebelumnya, Menpar Arief juga berdialog dengan GM Inaya Putri Hotel di Nusa Dua, Bali, Mantra. Menurutnya, okupansi hotelnya masih 87% naik dari tahun lalu. “Wisman dan wisnus masih oke, nyaman berada di Bali,” ungkap Mantra.

Dalam kunjungannya, Menpar didampingi Deputi BPDIP, Dadang R. Ratman, Staf Khusus Bidang Komunikasi, Don Kardono, Staf Khusus bidang Aksesibilitas Udara, Judi Rifajantoro, dan Staf Khusus bidang IT, Samsriyono Ketua GIPI dan sekaligus Wakil Ketua Bali Tourism Hospitality, Ida Bagus Partha, Ketua Umum DPD Putri I Gusti Agung Ayu Inda Trimafo Yudha, Ketua STP Nusa Dua Bali Byomantara.(*)

 

Pesawat Bangau Air Mendarat Darurat

0
Tim penyelamat mengevakuasi korban tergelincirnya pesawar Bangau Air dalam Latihan Penaggulangan Keadaan Darurat di Bandara Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang, Kamis (12/10). F.Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Massa melakukan aksi protes. Menolak kehadiran tamu yang akan mendarat di Bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang, Kamis (12/10) kemarin. Aksi unjuk rasa ini lantas menganggu upaya Bangau Air yang akan mendarat di landasan bandara Tanjungpinang tersebut.

Kesulitan semakin jadi ketika masuknya drone di wilayah udara bandara. Tak terarahnya kontrol drone bahkan kian mendekat ke Bangau Air. Hingga akhirnya drone tersebut masuk ke mesin dari sisi sayap kanan pesawat.

Bangau air berisi puluhan penumpang lantas oleng. Akhirnya mulai mengeluarkan asap dari sisi masuk drone hingga akhirnya terjatuh karena tak mampu melakukan pendaratan dengan sempurna.

Seluruh tim penyelamatan dari pihak aparat, pemadam kebakaran, rumah sakit terdekat, KKP hingga puskesmas yang berada di sekitar bandara langsung menuju lokasi jatuhnya pesawat.

Api yang membumbung tinggi, langsung diupayakan untuk dipadamkan. Sebelum akhirnya tim medis melakukan upaya penyelamatan penumpang dan awak maskapai.

Demikian skenario simulasi upaya penyelamatan dari kecelakaan pesawat yang dilangsungkandi bandara RHF Tanjungpinang, Kamis pagi kemarin.

Melakukan pelatihan dan pemantapan koordinasi akan adanya kemungkinan kecelakaan, pihaka Bandara RHF menggandeng beberapa instansi melangsungkan simulasi tersebut. General Manager RHF Tanjungpinang, Yogi Prasetyo P menuturkan, keselamatan dan keamanan merupakan elemen penting dari jasa pelayanan yang ditawarkan.

Sehingga koordinasi seperti simulasi kemarin, merupakan salah satu proses untuk menjaga koordinasi antar lembaga dalam melakukan penyelamatan. Jika kecelakaan akhirnya tak dapat dielakkan.

“Bagaimana berkomunikasi hingga upaya masuk ke lokasi kejadian memang harus terkoordinir dengan baik saat kejadian seperti itu terjadi. Maka itu simulasi ini dilangsungkan,” tutur Yogi. (aya)

Pianis Mancanegara Dominasi Batam International Open Piano Competition 2017

0

Setelah sukses di Bali International Piano Competition 2017 di Legian, kini Kemenpar berencana mengulang cerita sukses. Kali ini, lokasinya di crossborder Batam, Kepri. Tittle-nya, Batam International Open Piano Competition 2017, yang akan digulirkan 21-22 Oktober 2017.

Persisnya di Swissbel Harbour Bay, Batam. “Hari ini, Kamis 11 Oktober pendaftaran sudah kami tutup, lebih dari separoh peserta adalah pianis dari mancanegara, Singapore, Malaysia, Vietnam dan China,” kata Ketua Panpel Eleonora Aprilita.

Mereka harus menghafal partitur yang panjang, sekitar 1-3 bulan. Mereka sudah menyiapkan diri untuk ke Indonesia. Dan itu akan menjadi point positif, karena mereka akan mempersiapkan diri dengan optimal.

Di Kota Batam, event kompetisi piano ini baru kali pertama. Karena itu, pesertanya pun masih saling melihat kemampuan masing-masing. Sedangkan dari Indonesia, peserta yang ikut berpartisipasi antara lain: Jakarta, Tangerang, Bandung , Medan, Pontianak, Pekanbaru, Batam, Palembang, Tanjung Pinang.

Peserta yang telah masuk adalah 85 orang, secara tidak terduga peserta yang berpartisipasi pada kompetisi ini di dominasi oleh peserta dari luar Indonesia sebanyak 52 persen.

Ini adalah kompetisi International kali pertama yang di adakan di Indonesia dan diikuti oleh peserta yang 50 persen lebih peserta nya dari luar Indonesia. “Peserta yang ikut dari luar negeri pun cukup bergengsi, karena beberapa peserta dari Singapore saat ini berasal Konservatory Musik ternama di Singapore seperti Nanyang Academy of Fine Arts dan lainnya,” lanjutnya.

Sekolah2 musik di Vietnam juga tidak ketinghalan mengirim murid murid untuk berkompetisi di Batam seperti Music school Vietnam Ted Saigon.

Singapore mendominasi peserta hal ini karena Batam tidak terlalu jauh dari Singapore hanya 45 menit dengan ferry.

Peserta dari mancanegara sudah akan datang pada hari Jumat, 20 Oktober untuk melakukan daftar Ulang. Seperti biasanya peserta tidak datang sendiri, melainkan dengan para suporternya antara lain orangtua, kakek nenek, guru atau keluarga untuk memberi dukungan.

Mereka tidak hanya datang berkompetisi di Batam, tetapi sekaligus berlibur menikmati Batam dan kulinernya. Dan untuk peserta dari Singapore mendapatkan tiket Ferry Promo (PP) kerjasama dengan Swiss Bel Hotel , sebesar 32 dolar Sin.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Nusantara Kemenpar Esthy Reko Astuty menjelaskan musik adalah cultural activities yang bersifat universal. Terlebih musik klasik, yang sudah eksis di Eropa berabad-abad silam, dan sudah menjadi gaya hidup kelas atas. “Karena itu musik bisa menjadi alat promosi yang efektif,” kata Esthy.

Musik klasik juga bisa menjadi alat komunikasi non verbal, yang mengkoneksi banyak budaya di dunia. Dengan partitur yang sama, dengan alat yang sama, dengan komposer yang sama, semua bangsa bisa merasakan sensasi yang sama. “Yang beda adalah suasananya, main di Eropa, Asia, dan Indonesia, yang membedakan adalah atmosfernya,” ungkap Esthy.

Berpiano di Indonesia, bisa sekaligus menikmati alam dan budaya yang khas. Dambil berwisata, melihat pantai, gunung, bawah laut dan kuliner Batam yang enak-enak. “Biasanya, kompetisi piano itu supporternya adalah keluarga dekat, dan kompetisi ini bisa jadi alasan untuk berlibur keluarga,” ungkap dia.

Menpar Arief Yahya selalu berasumsi bahwa wisman yang masuk ke Indonesia itu lengkap. Semua level ekonomi digarap secara simultan. Ada event untuk level tertentu, seperti Golf, yachting, diving, dan piano ini. Ada juga crossborder yang disajikan atraksi musik pop seperti Slank, Wali, di Atambua maupun di wilayah perbatasan yang lain.

“Jadi jangan disikotomi kelas atas dan bawah, semua digarap berdasarkan target market. Saya paham, revenue itu dihitung dengan ARPU, average revenue per user, itu beda-beda. Belum tentu yang spendingnya kecil itu, menghasilkan profit margin yang kecil juga, kalau jumlahnya banyak, ujungnya juga menghasilkan benefit yang besar,” ungkap Menpar Arief.

Piano itu seperti kalau di telecommunication adalah pelanggan premium, biasanya corporate. Jumlahnya kecil, tapi spendingnya besar. Beda dengan pelanggan umum, yang belanjanya kecil, tapi jumlahnya besar. “Dua-duanya digarap secara bersama-sama,” ungkap Arief Yahya.(*)

 

Bapak-Ibu Warga Batam, Maaf Tarif Air Terpaksa Naik

0
ilustrasi

batampos.co.id – Rencana Pemprov Kepri menaikkan pajak air permukaan (PAP) dari Rp 20 menjadi Rp 180 membuat Badan Pengusahaan (BP) Batam tak punya pilihan lain selain menaikkan tarif air bersih. BP menilai, kenaikan tarif air bersih merupakan konsekuensi logis dari kebijakan Pemprov tersebut.

“Jika (Pemprov Kepri) berkeras, maka tak ada jalan lain selain mengevaluasi tarif air saat ini,” kata Deputi IV BP Batam, Robert Purba Sianipar di Hotel Harris Batamcentre, Batam, Kamis (12/10).

Robert mengakui, pihaknya sudah menerima surat dari Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kepri, TS Arif Fadillah, terkait persoalan ini. Intinya, Sekda Kepri menyampaikan keseriusan Pemprov Kepri memungut pajak air permukaan (PAP) sebesar Rp 180 per meter kubik.

Namun kata Robert, ada keanehan dalam surat tersebut. Dimana Sekda Kepri meminta agar BP Batam tidak menaikkan harga air baku untuk PT Adhya Tirta Batam (ATB). Sehingga menurut Sekda, ATB tidak perlu menaikkan tarif air bersih kepada para pelanggannya.

“Makanya saya akan ketemu dengan Sekda Kepri untuk membahas ini,” kata Robert.

Menurut dia, mustahil bagi ATB dan BP Batam tidak menaikkan tarif air jika Pemprov Kepri menaikkan pajak air permukaan hingga 900 persen. Yakni dari Rp 20 menjadi Rp 180 per meter kubik air. Sebab jika ATB tidak menaikkan tarif sementara pajak yang harus dibayar membengkak hingga 900 persen, maka ATB akan kehilangan biaya produksi yang cukup besar.

“Darimana kami nanti dasar ambil uangnya. BP Batam bukan objek pajak. Dan selam ini ATB hanya mengalokasikan Rp 20 per meter kubik untuk bayar pajak,” jelasnya.

Makanya Robert menegaskan jika Pemprov Kepri berkeras dengan keinginannya, BP Batam dan ATB tidak punya pilihan lain selain menyesuaikan tarif. Artinya tarif air bersih harus naik.

“Kalau memang itu keputusannya, maka harus disosialisasikan terlebih dahulu ke masyarakat,” pungkasnya.

Sementara anggota Komis II DPRD Kota Batam, Hendra Asman, meminta PT ATB maupun BP Batam tidak membuat kegaduhan baru dengan mengeluarkan pernyataan akan menaikkan tarif air bersih jika tarif PAP naik.

“ATB jangan mengeluarkan statement bernada ancaman. Segala sesuatunya ada aturan yang mengatur,” kata Hendra Asman, Kamis (12/10).

Menurutnya, pernyataan menaikan tarif air tersebut akan membuat masyarakat cemas. Jika ATB merasa dirugikan dengan apa yang diminta pemprov, harusnya mereka duduk bersama. Bukan mengeluarkan pernyataan yang bernada ancaman sehingga membuat masyarakat resah.

”Artinya ketika Pemprov meminta kenaikan pajak air, saya pikir penyataan ATB menaikan tarif tidak bijak. Jangan gunakan kewenangan untuk mengancam kenaikan,” sebut Asman.

Anggota Komisi I DPRD Batam Tumbur M. Sialoho menambahkan, persoalan ini harus disikapi dengan bijak. Bagi Pemprov Kepri, ia meminta peka karena kebijakan menaikkan tarif PAP akan berimbas pada kenaikan tarif air bersih. Sementara ATB diminta tidak serta merta menaikkan tarif. Menurut dia, harus ada solusi dari persoalan ini.

“Air dan listrik kebutuhan utama masyarakat. ATB harus menahan diri,” ucapnya.

Menurut dia, kenaikan tarif air bersih akan menambah beban bagi masyarakat. Sebab saat ini tarif listrik PLN Batam sudah naik cukup besar.

“Kasihlah masyarakat kesempatan untuk bernapas. Jangan semua tarif naik,” pintanya. (jpg/rng/leo)

HET Beras Premium Rp 13.300 Perkilo

0
Sejumlah pekerja mengangkat karung berisi beras yang akan dijual di jalan Pramuka Tanjungpinang, Senin (23/1) lalu. F.Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Kepala Dinas Perdagangan dan Industri (Disprindag) Provinsi Kepri, Burhanuddin Husein mengatakan Pemerintah Provinsi Kepri melalui Gubernur sudah mengeluarkan Surat Edaran (SE) terbaru tentang harga beras premium dan medium di Provinsi Kepri. Disprindag juga mengingatkan pengusaha, pedagang retail untuk mengganti kemasan yang sudah ditetapkan.

“Gubernur sudah mengeluarkan SE terbaru tentang harga beras premium. Dan ini sudah disosialisi di Kabupaten/Kota di Kepri,” ujar Burhanuddin Husein menjawab pertanyaan Batam Pos, Kamis (12/10) di Tanjungpinang.

Dijelaskannya, perubahan HET beras Premium dan Medium adalah merupakan keputusan Pemerintah Pusat melalui Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 57 Tahun 2017. Bahkan ukuran harga dibagi dalam beberapa zona. Untuk Kepri harganya setara dengan Riau, dan Medan. Lebih lanjut katanya, ketentuan harga tersebut berlaku untuk segala merek beras dengan kualitas premium dan medium.

“Untuk beras premium harganya Rp13.300 per kg. Sedangkan medium adalah Rp9.950 per kg. Kualitas yang membedakannya patahan beras tersebut,” jelasnya.

Ditegaakannya, menindaklajuti hal ini, pihak juga akan mengundang pengusaha retail maupun pihak distributor untuk diberikan pemahaman tentang perubahan harga ini. Pria yang pernah mengecap pengalaman di Provinsi Riau tersebut menegaskan, pengusaha retail tidak dibenarkan untuk melakukan menggantikan ukuran kemasan yang sudah ditetapkan.

“Karena tindakan tersebut sama halnya melakukan oplosan. Masalah inilah yang terjadi di Tanjungpinang belum lama ini,” tegas Burhanuddin.

Ditambahkannya, untuk mencegah terjadi praktik culas dalam perdagangan, pihaknya juga sudah memperkuat kerjasama dengan pihak-pihak terkait dalam melakukan pengawasan. Karena sanksi terberat bagi pelaku usaha yang melanggar aturan untuk kepentingan usahanya, adalah pencabutan izin usaha

“Praktik pengoplosan beras yang sudah terjadi, selain merugikan negara juga merugikan masyarakat. Karena menjadi korban,” tutup Burhanuddin.(jpg)

KAGAMA Mbangun Karimunjawa, saatnya Kita Berwisata

0

Potensi Karimunjawa yang luar biasa menjadi perhatian penuh Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama). Sejak 2015, PP Kagama membentuk Satuan Tugas (Satgas) Pengembangan Potensi Daerah Karimunjawa. Satgas ini kemudian menggelar program “Bhakti Kami Kagama Mbangun Karimunjawa.”

Inilah yang oleh Menpar Arief Yahya disebut Academician (A) dalam Pentahelix model. ABCGM, Academician, Business, Community, Government dan Media. Mereka kalau sudah alumni dan aktif, juga bisa menjadi C (community).

“Pariwisata akan semakin cepat bergerak, jika 5 sisi dari Pentahelix itu bersatu, solid, dan berkolaborasi bersama-sama,” kata Menpar Arief Yahya. Karena itu, dia mengapresiasi dan berterima kasih atas apa yang dilakukan Kagama untuk membangun Karimunjawa melalui visi dan misinya.

Program ini meliputi bidang Kepariwisataan, bidang Konservasi Ekosistem Laut, bidang Pengabdian Kesehatan Masyarakat, serta bidang pengabdian umum.

Bidang pariwisata berupa pelatihan bagi Pelaku Pariwisata Karimunjawa, pelatihan Pertolongan Pertama Kegawatdaruratan Kecelakaan Laut, Homestay Award, penyediaan tong sampah di perahu wisata serta pengelolaan sampah di Pulau Nyamuk bekerja sama dengan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Tengah.

Kegiatan bidang yang lain berupa Pasar Murah, Pentas Hiburan, penanaman terumbu karang, pelepasan Tukik dan penanaman Mangrove. Kemudian ada pula pemeriksaan dan pengobatan kesehatan, pemeriksaan gigi, serta penyuluhan kesehatan.

Program dari Pengurus Pusat KAGAMA, Pengurus Daerah Jawa Tengah dan didukung penuh oleh Pengurus Cabang Kabupaten Jepara, Pati, Demak, dan Kabupaten Blora serta KAGAMA Virtual ini pun segera berakhir.

“Kegiatan Penutupan KAGAMA Mbangun Karimunjawa 2017 dilakukan 20-22 Oktober 2017. Selain dilaksanakan oleh Satgas Karimunjawa KAGAMA juga bekerjasama dengan rekan-rekan dari IKA MEDICA Ikatan Alumni Kedokteran UNDIP,” jelas Ketua Kagama Pengcab Jepara Heri Kusnanto.

Sebagai wujud syukur atas program pengabdian ini Kagama pun mengajak para anggota beserta keluarganya untuk merayakannya dalam kegembiraan. Kagama pun membuat “paket liburan” 3D 2N (tiga hari dua malam). Bagi Kagama dan keluarga keluarga, paket ini senilai Rp 1.250.000/orang. Sedangkan untuk non-Kagama Rp 1.500.000 /orang.

Peserta “wisata penutupan program Kagama Mbangun Karimunjawa” ini akan diajak snorkeling menikmati hasil Konservasi terumbu karang. Lalu keliling Pulau Karimunjawa, mbakar ikan di Pulau Menjangan dan Tour de Mangrove. Jadi bisa merasakan hasil dari program Kagama Mbangun Karimunjawa. Mereka mendapat fasilitas penginapan dan makan 3D 2N selama di Karimunjawa. “Juga tiket Jepara-Karimunjawa PP,” tambah Heri.

Alumnus Geodesi UGM yang kini menjadi pengusaha furniture ini berharap ke depan Kagama dan khususnya Kagama Jepara lebih dapat berperan aktif dalam mendukung dan melestarikan wisata Karimunjawa dengan lebih baik.

“Kami juga sangat concern dengan sampah di kawasan wisata ini. Sebenarnya Pemkab Jepara sudah membuat TPA di dekat desa Alang-Alang tapi belum bisa optimal. Mudah-mudahan segera ada perubahan,” tandas Heri. (*)

 

Investor Asing Jajaki Investasi Pariwisata di Indonesia

0

Langkah gigih serta strategi tepat Kementerian Pariwisata dalam mempromosikan sektor pariwisata terus membuahkan hasil. Tidak hanya minat kedatangan wisatawan mancanegara, tapi juga minat investor asing yang ingin menanamkan modalnya di sektor pariwisata.

Yang terbaru, investor dari London, Paris dan New York menyatakan ketertarikannya untuk berinvestasi di Indonesia. Mereka pun mulai menjajaki kelaikan investasi di sektor pariwisata di Indonesia.

Hal tersebut diketahui setelah Menteri Pariwisata Arief Yahya didampingi Ketua Tim Pokja 10 Destinasi Prioritas, Hiramsyah S Thaib yang menerima audiensi CEO Wellington Capital Advisory (WCA), David Burke di Gedung Sapta Pesona, Kemenpar, Selasa (10/10).

Hiramsyah mengatakan, dalam audiensinya, David Burke melaporkan dan menyampaikan tiga hal. Pertama, bahwa WCA selaku analyst dan financial investment advisor yang berbasis di Jakarta dan Singapura, telah menerima berbagai permintaan kajian untuk kelaikan investasi di sektor pariwisata di Indonesia. “Terutama kliennya dari London, Paris dan New York,” ujar Hiramsyah, Kamis (12/10).

Kedua, dengan sinyal kuat dari para investor itu, Hiramsyah mengatakan, WCA sangat berharap dapat turut membantu mempromosikan peluang investasi di “10 Bali baru” maupun destinasi existing lainnya.

“Karena sudah mendapat banyak intereset dan letter of intent untuk berinvestasi di sektor perhotelan dan pariwisata di beberapa wilayah di Indonesia,” ujar Hiramsyah.

Dan poin ketiganya, penawaran kerja sama yang diajukan WCA ini adalah “Zero Rupiah” alias tanpa biaya. WCA hanya meminta untuk disupply berbagai materi dan lokasi-lokasi potensial destinasi investasi pariwisata yang clean and clear dari sisi perijinan.

“Dan tentunya yang sejalan dengan arah pengembangan pemerintah,” kata dia.

Selanjutnya WCA akan membantu memasarkan peluang destinasi investasi pariwisata kepada kliennya dan berkoordinasi lebih lanjut dengan Kemenpar. Khususnya dalam pemenuhan kebutuhan investasi di sektor pariwisata dan private sektor untuk pemenuhan amenitas yang nilai kebutuhannya mencapai 10 miliar dolar AS.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengapresiasi ketertarikan dari WCA dalam membantu mempromosikan destinasi investasi di sektor pariwisata Indonesia. Hal ini menurut Menpar, karena pariwisata Indonesia memang “seksi”. Bahwa Indonesia memiliki potensi yang tinggi di sektor pariwisata, dan membutuhkan banyak sentuhan dalam penataan destinasi sehingga dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Termasuk kehadiran investor yang berperan di dalamnya.

“Pariwisata merupakan salah satu leading sector di Indonesia, WCA tidak akan salah membantu Kemenpar dalam pengembangan pariwisata,” kata Menpar Arief Yahya.

Hal tersebut lantaran angka pertumbuhan pariwisata Indonesia dan dukungan pemerintah serta Presiden sangat fokus terhadao pariwisata.

Ia mengatakan, pertumbuhan pariwisata Indonesia saat ini adalah yang tertinggi. Sampai bulan Juni pertumbuhan wisatawan mancanegara mencapai 22,4 persen. Dibanding dengan pertumbuhan ekonomi nasional yang 5,01 persen, maka terbilang pertumbuhan wisman yang identical dengan penerimaan devisa naik empat kali lebih cepat dari pertumbuhan ekonomi nasional.

“Untuk branding, tahun 2017 Wonderful Indonesia rangking 47 dan masuk cluster 1. Amazing Thailand ada di rangking 68 dan Truly Asia Malaysia di rangking 85,” ujar Menpar Arief Yahya.

Merujuk pernyataan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman RI Luhut Binsar Panjaitan saat membuka secara resmi “The 19th Teochew International Convention” beberapa waktu lalu, bahwa Indonesia sangat terbuka untuk investasi. Bahwa Indonesia negara yang aman untuk investasi dan memiliki return yang bagus. ” Jadi investasi di Indonesia, di pariwisata pasti bikin untung,” ucapnya. (*)

Kemendagri Tetap Minta Dua Calon

0

batampos.co.id – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) tetap meminta dua Calon Wakil Gubernur (Wagub) untuk dipilih oleh DPRD Kepri. Karena jika hanya ada satu calon, rentan akan terjadinya gugatan di meja hijau.

Ketua Panitia Pemilihan (Panlih), Hotman Hutapea berharap partai pengusung Sani-Nurdin (Sanur) segera bermusyawarah untuk menentukan pengganti Agus Wibowo (AW).

“Memang saran dari Kemendagri adalah, Panlih tetap harus melaksanakan proses sesuai dengan syarat dan ketentuan yang sudah disepakati,” ujar Ketua Panlih Wagub, Hotman Hutapea menjawab pertanyaan Batam Pos, Kamis (12/10) usai melakukan pertemuan dengan Kemendagri.

Politisi Partai Demokrat tersebut menyebutkan, Kemendagri memberikan apresiasi atas kerja Panlih sejauh ini. Ia juga menceritakan bahwa saat ini Panlih masih menunggu salah satu calon melengkapi berkas hingga waktu satu minggu kedua berakhir. Meskipun pada perjalannya salah satu calon, AW sudah menyatakan mundur.

“Kami tetap berpegang pada proses yang sudah ditetapkan. Jika hingga batas waktu, berkas belum juga dilengkapi,maka Panlih akan mengembalikan berkas itu kepada Parpol melalui Gubernur,” jelasnya.

Ketua Komisi II DPRD Kepri itu, menjelaskan, Panlih akan menyurati Gubernur dan menembuskan ke Parpol dan Kemendagri agar Gubernur segera mengganti dan mengusulkan satu nama baru. Menyikapi hal itu, Partai pengusung diharapkan bersiap-siap untuk duduk bersama.

Menurut Hotman, untuk mengganti dan mengusulkan itu, Panlih akan memberikan waktu dua kali tujuh hari kerja. Selama waktu itu, Parpol diwajibkan untuk mengusulkan satu nama baru melalui Gubernur kepada DPRD. Jika dalam tenggat waktu yang diberikan itu, Gubernur dan Parpol belum juga mampu mengusulkan satu nama, maka Panlih akanmengambil langkah berikutnya.

“Kami berupaya untuk menghindari jangan sampai terjadi celah hukum yang bisa menimbulkan gugatan. Jika memang tahapan semua sudah kami lalui, tetap hanya satu calon yang lengkap. Kami akan menggelar rapat pleno, apakah dilanjutkan atau tidak,” tegas Hotman.

Sementara itu, lewat siaran pers DPRD Kepri, Ketua DPRD Kepri Jumaga Nadeak mengatakan bahwa panlih berhak memberikan tenggat waktu kepada Gubernur dan Parpol. Sebab, jika tidak maka pengisian kekosongan jabatan Wagub ini akan semakin lama.

“Saat ini Pemerintahan Kepri membutuhkan wakil agar dapat membantu Gubernur berlari mensejahterahkan masyarakat. Masyarakat yang meminta ini,” ujar Jumaga.

Sedangkan, Kasubdit Kepala Daerah dan DPRD Wilayah I, Andi Batara Lifu, Kemendagri, Andi Batara menjelaskan bahwa jika satu nama tidak lengkap, maka Parpol wajib mengusulkan satu nama. Untuk itu, Ia mendorong agar Gubernur dan Parpol menginisiasi pertemuan kembali.

“Bisa Gubernur, bisa parpol yang berinisiatif. Yang penting disini adalah bagaimana parpol sepakat mengusulkan satu nama lagi,” paparnya.

Hadir dalam pertemuan itu, Wakil Ketua DPRD Kepri Husnizar Hood, wakil ketua Panlih Widiastadi Nugraha, anggota Panlih Sahat Sianturi, Onward Siahaan, Taba Iskandar, Asmin Patros. Juga hadir anggota Panlih lainnya Abdulrahman, ketua PPP Sarafudin Aluan dan sekretaris Dewan Hamidi.

Terpisah, Ketua PKB Kepri, Abdul Basit mengatakan, pihaknya tetap menunggu keputusan Panlih. Jika memang dituntut untuk mengusulkan calon pengganti, ia siap untuk bermusyawarah. Menurutnya, sekarang ini sudah ada banyak nama. Dijelaskannya, solusi terbaiknya adalah siap calon yang lengkap itulah yang harus didukung.

“Kita sudah menguras banyak energi untuk menuntaskan persoalan Wagub ini. Sehingga ada baiknya, siapa calon yang lengkap itu yang didukung,” ujarnya.(jpg)

Elsa Lawrent, Banyak Belajar dari Short Movie

0

batampos.co.id – Dari sosok pemalu, Elsaona Mahdayanti Lawrent Hutabarat terus mengasah hobinya di bidang nyanyi dan akting. Mahasiswa Politeknik Negeri Batam ini mengaku banyak belajar dari sosok artis multi talenta, Reza Rahardian.

“Awal suka nyanyi itu dari kecil, karena sering dengar papa nyanyi jadi ikutan suka. Dulu pemalu banget, sekarang sih sudah berani unggah cover lagu bareng teman di media sosial,” kata Elsa, Kamis (12/10).

Mengenai hobinya berakting di depan kamera, ia ceritakan bermula dari tawaran bermain jadi figuran di Kinema Studio. “Meskipun hanya menjadi figuran saya jadi banyak belajar dari artis yang main film waktu itu. Mulai dari bagaimana untuk percaya diri dan mengeluarkan ekspresi di depan kamera,” ungkapnya.

Gadis kelahiran 17 Januari 1997 ini pun mengaku banyak belajar dari sosok Reza Rahardian. Sosok Reza yang pintar memainkan berbagai peran dan multi talenta menjadi hal yang membuat Elsa kagum. “Saya pernah bertemu dengan Reza dan lihat langsung aktingnya di Kinema. Nyesel juga sih enggak minta foto bareng sama dia,” ujarnya.

Elsa juga banyak belajar dari short movie (film pendek) yang dibuat oleh Jastin.Film, sebuah rumah produksi asal Batam. “Senang banget bisa bertemu dengan kru dan teman-teman sehobisana. Bisa sama-sama belajar dan saling melengkapi. Wawasan semakin luas, banyak relasi dan jadi lebih produktif membuat karya short movie,” terangnya.

Ia pun bersama temannya mulai memproduksi film sendiri. Meskipun tidak diekspose ke publik, ia berharap kemampuan dan hobi bisa tersalurkan melalui film pendek yang mereka produksi. “Kalau sudah yakin, barulah kami rencanakan akan dipublish,” ucapnya.

Elsa juga belajar otodidak memanfaatkan media seperti Youtube, Instagram dan media lainnya untuk menambah informasi dan wawasan tentang akting dan memproduksi film pendek.

Di samping itu, ia juga menyalurkan hobinya membuat kerajinan tangan dan latihan band. “Band lebih kepada menyalurkan hobi nyanyi saya. Dan saya paling suka sama penyanyi Isyana, Raisa, Maudy Ayunda dan Gamaliel Audrey Cantika (GAC),” tutupnya. (cr18)