Jumat, 8 Mei 2026
Beranda blog Halaman 12854

Menpar Dorong Homestay di Lembah Bakara

0

Kamis (23/11) siang, Menpar Arief Yahya menyempatkan diri mengunjungi Homestay di Lembah Bakkara di Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara.

Didampingi Bupati Humbang Hasundutan Dosmar Banjarnahor, Ketua Tim Percepatan Pengembangan Homestay Desa Wisata Anneke Prasyanti, dan Dirut BOPDT Arie Prasetyo, Menpar meninjau Homestay yang bakal menunjang pariwisata Danau Toba. Di kawasan Lembah Bakara ini terdapat atraksi budaya, Istana Sisingamangaraja.

Kehadiran Menpar disambut antusias masyarakat. Disimbolkan dengan memakaikan ulos kepada Menpar dan diantar masuk menuju Istana Sisingamangaraja.

“Kehadiran saya di sini adalah untuk menindaklanjuti instruksi Presiden agar pariwisata dapat memberi dampak langsung kepada masyarakat. Salah satu upaya terobosannya adalah melalui Homestay Desa Wisata,” ujar Menpar Arief Yahya.

Menpar mengatakan, Danau Toba adalah salah satu destinasi prioritas yang dikembangkan pemerintah atau yang juga disebut sebagai “Bali Baru”. Progressnya pun semakin menunjukkan peningkatan. Terlebih setelah bandar udara internasional Silangit dibuka dan resmi melayani penerbangan internasional dari Singapura.

Arus wisatawan terbuka lebar. Singapura yang merupakan pusatnya wisatawan dunia, mulai tertarik ke Danau Toba. Danau Toba pun makin terlihat seksi. Karena itu dibutuhkan atraksi lain yang dapat menunjang keberadaan Danau Toba. Salah satunya adalah di Lembah Bakkara ini.

“Istana Sisingamangaraja menjadi daya tarik di Bakara. Akses saat ini tidak masalah karena sedang dikerjakan. Untuk amenitas, Kementerian Pariwisata siap mendukung dan memberi pendampingan. Terutama homestay,” kata Menpar.

Lembah Bakara memang menyimpan potensi wisata yang tinggi. Utamanya di kekuatan budaya. Bakara dulunya adalah pusat peradaban, tercermin dari adanya Istana Raja Sisingamangaraja yang sudah menjadi objek wisata. Selain itu juga terdapat budaya pertanian tradisional Masiripa dan sanggar seni Batak.

Desa Lembah Bakara juga dikeliling oleh perbukitan. Di Desa ini juga memiliki keunikan, yakni adaya batu vulkanik yang bertebaran di tengah sawah. Desa ini juga berbatasan langsung dengan Danau Toba dan memiliki pantai. Cukup langka di Danau Toba. Desa ini juga memiliki beberapa air terjun.

Di desa ini pula terdapat potensi 153 unit rumah yang terdata untuk dijadikan homestay. Untuk itu Menpar menyatakan, Kemenpar akan memberi 150 bantuan untuk stimulus Homestay. Yakni berupa pemberian kasur, selimut, spresi, handuk dan buku tamu.

Nantinya pengelolaan operasional akan difasilitasi melalui pendampingan oleh Kementerian Pariwisata dan rencana pembangunan tahun depan akan dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan kementerian terkait.

Dalam pengelolaan homestay, nantinya kepemilikan tetap ada di masyarakat. Namun pengelolaannya akan diserahkan kepada ahlinya dan dibantu oleh Kemenpar. Hingga pemasarannya juga dapat dibantu dalam pemasaran penjualan sewa homestay secara digital.

“Penghasilannya untuk masyarakat dan pemasaran secara online akan dibantu Kemenpar,” kata Arief Yahya.

Apabila konsep homestay ini berkembang maka developer akan banyak membangun homestay. Dan pemerintah pusat juga akan membantu modal investasinya dengan menggunakan desain arsitektur nusantara.

“Arahan Pak Presiden, sebelum membangun destinasi yang besar sebaiknya kita melibatkan peran serta masyarakat. Restoran, sesuai arahan Presiden, nantinya juga akan dibangun dengan mencerminakan arsitektur nusantara dengan kearifan lokal masyarakat,” ujar Menpar. (*)

Creativity Day for Teachers

0

Workshop Creativity Day for Teachers (23/11/2017), berlangsung sukses. Sebanyak 285 guru PAUD se-Belitung sukses di drive ke arah wawasan wisata. Semuanya dikawal langsung Ikatan Alumni ITB Komisariat 85 dan Kementerian Pariwisata (Kemenpar).

“Kita harus terus membangun masyarakat kreatif berwawasan pariwisata yang berkesinambungan. Untuk itulah kita mendukung workshop ini,” kata Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Esthy RekoAstuti yang didampingi Kepala Bidang Penguatan Jejaring Kemenpar Hidayat, Jumat (24/11).

Lebih Lanjut Hidayat mengatakan, memajukan sektor pariwisata tidak akan lepas dari Sumber Daya Manusia (SDM) yang andal. Dengan menumbuh kesadaran dan kepekaan terhadap kepariwisataan sejak dini.

“Keberhasilan pembangunan kepariwisataan tidak akan pernah lepas dari SDM yang handal, dan untuk itu pengenalan masyarakat kreatif berwawasan pariwisata ini sangatlah tepat jika dimulai dari generasi emas, generasi usia dini. Dan salah satu pihak yang berperan membangun generasi emas ini adalah guru. Untuk itulah workshop ini dibuat,” kata Hidayat.

Menurut Hidayat sangatlah tepat jika workshop ini diadakan di Belitung. Belitung merupakan salah satu dari 10 Bali baru yang dicanangkan pemerintah. Nantinya diharapkan para pendidik ini dapat membentuk karakter generasi sadar wisata. Sehingga pariwisata Belitung dapat berkembang.

“Proses kita mulai dari sekarang, walau pun hasilnya tidak akan langsung kita rasakan. Tetapi kedepannya kreatifitas dari apa yang kita bangun sekaranglah yang akan membangun pariwisata Belitung nantinya,” kata Hidayat.

Workshop yang di Ikatan Alumni ITB Komisariat 85 gagas ini merupakan salah satu bentuk komitmen Kemenpar dalam membangun pariwisata di Belitung.

“Ini merupakan bentuk komitmen kami dalam mengembangkan pariwisata Belitung. Untuk itu kita menggandeng semua pihak, salah satunya Ikatan Alumni ITB Komisariat 85 ini,” tambahnya.

Dalam workshop yang berlansung di Hotel Santika Premiere tersebut para pendidik di ajarkan untuk kreatif dalam mengajarkan anak didiknya. Sehingga diharapkan nantinya akan lahir individu-individu yang kreatif. Disamping itu para guru juga di ajarkan untuk menanamkan nilai-nilai budaya melalui gerak dan lagu serta story telling.

“Individu kreatif dapat diciptakan melalui pendidikan kreatif yang sudah selayaknya diperkenalkan sejak usia dini. Melalui gerak dan lagu serta story telling kita mendorong penanaman nilai-nilai budaya. Disamping itu pula kita ajarkan para guru tersebut utuk berperan aktif dalam membangun generasi sadar wisata,” Kata ketua Ikatan Alumni ITB Komisariat 85 ini, Larasati Sedyaningsih.

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya pun mengapresiasi acara tersebut. Menurutnya dunia pariwisata itu dituntut harus kreatif dan terus berinovasi. Maka dari itu pembangunan guru yang siap membentuk generasi sadar wisata yang kreatif mutlak diperlukan. Sehingga nantinya akan tumbuh generasi sadar wisata yang kreatif. Siap bersaing dalam membangun pariwisata.

“Generasi emas ini harus kita bentuk, sehingga nantinya akan sesuai dengn apa yang kita harapkan. Kita butuh SDM handal yang kreatif membangun pariwisata,” kata Arief Yahya. (*)

Bisa Bayar Tagihan air ATB di Seluruh Kantor Pos di Indonesia

0

Pembayaran tagihan air ATB juga bisa dilakukan di seluruh kantor pos di Indonesia yang telah dimulai sejak Februari 2013, dengan cabang loket kantor pos sebanyak 25 cabang , 91 unit agen pos serta lebih dari 1920 agen pospay yang hadir di lingkungan perumahan di Batam,

“Seluruh layanan kantor pos sampai ke agen-agen pospaynya bisa membayar tagihan ATB. Tidak hanya di Batam, saat berada di luar Batam di seluruh wilayah di Indonesia tetap bisa membayar tagihan air reguler ATB,” ucap Enriqo Moreno, Corporate Communication Manager ATB, Jumat (24/11)

Tidak hanya sebatas itu, perusahaan air bersih terbaik di Indonesia ini, segera mempersiapkan layanan mobil kas keliling (mobile payment). Mobil kas keliling ATB dirancang untuk memanjakan pelanggan dengan mengunjungi langsung ke daerah-daerah pelanggan.

“Adanya mobil kas keliling ATB sebagai bentuk pelayanan ATB memberikan yang terbaik buat pelanggan. Karena selain selalu meningkatkan kualitas, kuantitas dan kontinuitas suplai air pelanggan diiringi dengan kemudahan membayar tagihan. Nantinya mobil kas keliling ATB dapat menjangkau langsung ke pelanggan yang ingin membayar tagihan air,” ujarnya.

Mobil kas keliling ATB akan disiapkan sebanyak empat unit, dengan jadwal tersebar di beberapa wilayah strategis mulai dari wilayah Nongsa, Tanjung Uncang, Marina hingga Batu Ampar. Setiap harinya mobil keliling yang disiapkan akan bergerak dari satu tempat ke tempat lainnya.

Dengan fasilitas-fasilitas tersebut, setidaknya pelanggan akan semakin banyak pilihan tempat dan cara untuk membayar tagihan air, sehingga dapat membayar lebih tepat waktu dan terhindar dari denda keterlambatan pembayaran. Kedepan, ATB akan melakukan kerjasama dengan berbagai pihak untuk memperluas layanan fasilita pembayaran tagihan air. (*)

Cara Bayar Tagihan Air ATB di ATM

0

Pelanggan dapat mengakses layanan pembayaran tagihan air melalui perbankan, hanya cukup dengan mengikuti panduan langkah-langkah di setiap layanan yang dipilih.

Seperti Bank Mandiri pelanggan bisa memanfaatkan pembayaran tagihan air dengan cara transfer melalui fasilitas Anjungan Tunai Mandiri (ATM), Mobile Banking hingga Internet Banking.(*)

Berikut langkah-langkah cara pembayaran melalui ATM Bank Mandiri:
1.Masukkan kartu
2.Pilih Menu bayar/beli
3.Pilih PAM
4.Ketik “4” untuk PAM lainnya “ya”
5.ketik “30000” untuk kode perusahaan, kemudian pilih “benar”
6.Ketik “0013” untuk kode PAM kemudian pilih benar
7.Masukkan nomor pelanggan ATB kemudian pilih “benar”
8.Selanjutnya akan muncul informasi tagihan yang belum dibayarkan
9.Apabila tagihan sudah dibayar, maka muncul informasi “Tagihan telah dibayar”
10.Ketik “1” kemudian pilih “Ya”
11.Pilih “Ya” untuk konfirmasi pembayaran
12.Struk pembayaran keluar selesai.

Berikut langkah-langkah cara pembayaran melalui Mobile Banking Bank Mandiri :
1.Buka aplikasi MAndiri Mobile
2.Login Aplikasi
3.Pilih “Bayar”, lalu pilih “PAM”
4.Pilih “Penyedia Layanan”
5.Pilih “PAM Premium”
6.Ketik “0013” untuk Kode PAM
7.Masukkan nomor pelanggan ATB, lalu tekan “Lanjut”
8.Selanjutnya akan muncul informasi tagihan yang belum dibayarkan
9.Jika sudah dibayarkan, maka akan muncul informasi “Tagihan Sudah dibayarkan”
10.Beri tanda Pada “Total”
11.Masukkan PIN lalu tekan “OK”
12.Selanjutnya bukti pembayaran Muncul (selesai)

Berikut langkah-langkah cara pembayaran melalui Internet Banking Bank Mandiri :
1.Masuk ke Website http://ib/bankmandiri.co.id
2.Masukkan user ID dan PIN
3.Pilih “kirim”
4.Pilih menu “bayar”
5.Pilih menu “PAM”
6.Pilih “PAm Premium” untuk penyedia layanan
7.Ketik “0013” untuk kode PAM
8.Masukkan nomor pelanggan ATB, kemudian pilih “Lanjutkan”
9.Kemudian akan muncul informasi tagihan yang belum dibayar
10.Apabila tagihan sudah dibayarkan, maka akan muncul informasi “tagihan sudah dibayarkan”
11.Beri tanda “V” pada total
12.Pilih “Lanjutkan”
13.Masukkan PIN dari token kemudin pilih “kirim”
14.Bukti pembayaran muncul (selesai)

Sementara itu, untuk cara pembayaran PDAM ATB Batam melalui ATM BNI hampir sama.
Berikut tahap-tahapan yang bisa dilakukan pelanggan :
1.Masukkan Kartu dan Nomor PIN Anda
2.Pilih menu “Lainnya”
3.Pilih menu “Pembayaran”
4.Pilih “Air Minum/PDAM”
5.Masukkan Kode PDAM ATB Batam dengan “131018”, lalu masukkan nomor pelanggan ATB
6.Selanjutnya tekan “YA” untuk melanjutkan pembayaran. (*)

Sedangkan untuk pembayaran tagihan air melalui ATM bank CIMB Niaga, langkah-langkahnya sebagai berikut:
1. Masukan kartu dan Pin.
2. Menu pembayaran.
3. Fasilitas Umum.
4. Perusahaan daerah.
5. Pilih Kode ATB (510).
6. Masukkan No pelanggan.

Selain merangkul sejumlah perbankan dengan kerjasama host to host (H2H) untuk layanan pembayaran tagihan air, ATB juga semakin ekspansi dengan menghadirkan beberapa kantor cabang pelayanan. Jika sebelumnya ATB hanya memiliki kantor pusat ATB Sukajadi dan satu kantor cabang Batu Aji yang telah dibuka sejak April 2014,
ATB telah hadir lebih luas lagi melalui kantor cabang pelayanannya untuk menjangkau pelanggannya di kawasan Tiban dan di kawasan Bengkong. (*)

KPK Siap Hadapi Novanto

0

batampos.co.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan persiapan menghadapi gugatan praperdilan yang dilayangkan Ketua DPR Setya Novanto (Setnov) ke Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan tidak mengganggu proses penyidikan. Lembaga antirasuah optimistis mereka dapat melakansakan penyidikan sekaligus melalui praperdilan dengan baik.

Menurut Ketua KPK Agus Rahardjo persiapan instansinya menghadapi sidang praperadilan jauh lebih matang ketimbang persidangan serupa sebelumnya. Demikian pula proses penyidikan yang terus berlanjut. ”Dua duanya kami lakukan,” ucap Agus ketika diwawancarai di Gedung Merah Putih KPK, Jumat (24/11). Dia memastikan, kedua proses itu dilakukan secara bersamaan.

Dalam menangani kasus dugaan korupsi e-KTP dengan tersangka Setnov, KPK memang menerjunkan dua tim sekaligus. Yakni tim dari Biro Hukum yang bertugas menghadapi gugatan praperdilan serta tim penyidik yang fokus terhadap pokok perkara. Sebagai bagian penyidikan kasus korupsi yang merugikan negara Rp 2,3 triliun itu, kemarin KPK kembali memanggil Setnov.

Menurut Juru Bicara (Jubir) KPK Febri Diansyah, kemarin Setnov dipanggil sebagai saksi untuk tersangka Anang Sugiana Sudihardjo alias ASS. Kemarin Setnov masuk kantor KPK sekitar pukul 13.00 WIB. Tiga jam kemudian, dia sudah menyelesaikan pemeriksaan. Namun demikian, sikapnya ketika ditanya soal kasus dugaan korupsi e-KTP tetap sama. Pria kelahiran Bandung itu memilih bungkam.

Kemarin KPK juga memanggil Dwiana Michaella yang tidak lain adalah putri Setnov. Dia dipanggil sebagai saksi tersangka ASS. Namun, yang bersangkutan tidak memenuhi panggilan tersebut. Febri menyampaikan bahwa instansinya belum tahu alasan Dwiana tidak hadir. Yang pasti, surat panggilan sudah dikirimkan. ”Surat sudah disampaikan secara patut ke rumah tersangka SN,” imbuhnya.

Serupa Dwiana, sebelumnya putra Setnov, Rheza Herwindo juga tidak memenuhi panggilan KPK Kamis (23/11). Sampai kemarin, Febri mengungkapkan bahwa KPK masih menunggu Dwiana maupun Rheza untuk berinisiatif datang ke kantor KPK atau menghubungi KPK. Dia pun memastikan, kedua anak Setnov bakal kembali dipanggil apabila penyidik membutuhkan keterangan mereka.

Lebih lanjut, Febri menjelaskan bahwa penyidikan kasus dugaan korupsi e-KTP dengan tiga tersangka dilakukan secara pararel. Disamping tersangka SN dan ASS, penyidikan juga dilakukan untuk tersangka Markus Nari (MN). ”Jadi, dua politisi dan satu swasta,” ujarnya. Sampai saat ini, KPK fokus menyidikan tiga tersangka tersebut untuk kasus yang sama.

Pria asal Padang itu menyebutkan, penyidikan yang dilakukan oleh instansinya menitikberatkan pada bukti. KPK sama sekali tidak terburu-buru meski Setnov juga mengajukan gugatan praperdilan. ”Kami juga tidak ingin tergesa-gesa namun kemudian mengabaikan aspek kekuatan bukti,” imbuhnya. ”Kami concern pada dua-duanya (penyidikan dan praperadilan),” tambah dia.

Febri menegaskan, penyerahan berkas ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) untuk tersangka Setnov akan dilakukan apabila proses penyidikan sudah rampung. ”Ketika bukti sudah lengkap dan sudah kuat, sempurna untuk ditingkatkan ke tahap persidangan. Maka kami akan melakukannya,” terang dia. Kapan itu dilakukan? Febri tegas menjawab. ”Kami tunggu kekuatan bukti,” imbuhnya.

Berkaitan dengan permohonan Setnov menghadirkan saksi ahli dan saksi yang meringkankan untuk dirinya, Febri menyampaikan bahwa itu memang diatur dalam ketentuan yang berlaku. Menurut dia, instansinya juga sudah menerima nama-nama yang diajukan sebagai saksi oleh Setnov. ”Jumlahnya delapan saksi dan empat ahli,” tutur dia.

Sementara itu, langkah MKD dalam merespon kasus Setnov dianggap lamban. Koordinator Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MK) Boyamin Saiman mengatakan, MKD sengaja mengulur-ngulur waktu.  Salah satunya dengan alasan melakukan rapat konsultasi dengan fraksi-fraksi. “Alasan rapat dengan fraksi itu jelas mengada-ngada,” terang dia kepada Jawa Pos kemarin.

Menurut pria asal Solo itu, MKD merupakan alat kelengkapan dewan yang independen, sehingga tidak perlu melakukan rapat dengan fraksi dalam menentukan sikap. Mahkamah bisa mengelar rapat internal untuk memutuskan nasib Setnov yang dianggap merusak citra DPR itu.

Boyamin mengatakan, rapat konsultasi dengan fraksi itu dijadikan alasan untuk menunda pembahasan nasib Setnov.  Menurutnya, MKD sengaja menunggu putusan praperadilan. “MKD tidak ada niat untuk menuntaskan kasus itu,” ungkap aktivis yang juga pengacara itu.

Pengacara Antasari Azhar itu mengatakan bahwa MKD tidak berani menindak Setnov. Jika mereka memecat politikus Partai Golkar itu, keputusan itu akan berbalik arah dan menjadi senjata makan tuan. Bisa saja Setnov akan membongkar siapa saja yang terlibat dalam kasusnya. “Kalau seperti itu akan terjadi tsunami politik,” ungkapnya.

Ketua MKD Sufmi Dasco Ahmad mengatakan, pihaknya serius menangani perkara itu. Sebelum bertemu dengan fraksi-fraksi, pihaknya belum bisa menyampaikan keputusan apa yang akan diambil mahkamah. Pertemuan dengan pimpinan fraksi sangat diperlukan untuk menyamakan persepsi. “Pertemuan itu boleh-boleh saja,” tutur politikus Partai Gerindra itu.

Menurut dia, pihaknya masih mencocokkan agenda MKD dengan kegiatan fraksi. Secepatnya, lanjut dia, rapat konsultasi akan dilakukan. Namun, dia tidak menyebutkan kapan pertemuan itu akan dilaksanakan.

Johnny G Plate, anggota DPR dari Fraksi Partai Nasdem mengatakan, sampai sekarang fraksinya belum mendapat surat dari MKD terkait rapat konsultasi dengan fraksi-fraksi. “Mungkin diberikan kepada anggota MKD dari Partai Nasdem,” tutur Sekjen DPP Partai Nasdem itu

Terkait dengan posisi Setnov sebagai ketua DPR, Plate berharap Fraksi Partai Golkar segera menarik Setnov dan mengganti ketua DPR dengan figur baru yang terpercaya. Jika Fraksi Partai Golkar mengambil langkah cepat, maka tidak dibutuhkan peran MKD dalam menangani masalah tersebut.

Dia menekankan bahwa masalah Setnov adalah perkara hukum atas tindakan pribadi yang dia lakukan. Jangan menggiring masalah tersebut ke ranah politik di DPR.  Saatnya, lanjut politikus asal NTT itu, Fraksi Golkar membantu menjaga marwah DPR sebagai lembaga tinggi negara. “Dengan mengambil tindakan cepat dan tepat sesuai amanat UU MD3,” tegasnya.

Sekretaris Fraksi PAN Yandri Susanto mengatakan, sebaiknya Partai Golkar segera mengganti Setnov. Di internal Golkar banyak orang hebat. “Masak bergantung dengan Novanto,” tuturnya. Dia menegaskan bahwa DPR harus dijaga marwah dan martabatnya, maka tidak ada jalan kecuali mengganti Setnov. (lum/syn/jpg)

Padang Indian Ocean Music Festival, Festival Musik Etnik Negara-negara IORA

0

Pemerintah Kota (Pemko) Padang akan menggelar Padang Indian Ocean Music Festival (PIOMFest) pada 8-10 Desember, mendatang. Festival musik ini akan diikuti negara-negara yang tergabung dalam Indian Ocean Rim Association (IORA).

Kepala Dinas Pariwisata Padang, Medi Iswandi menjelaskan, PIOMFest adalah festival musik yang digelar untuk menjalin silaturahmi budaya antara negara IORA serta negara mitranya. Dikatakannya, dipilihnya musik sebagai wadahnya karena musik adalah bahasa budaya paling universal.

“PIOMFest ini sebagai pengikat setiap negara IORA agar selalu mengenang Padang. Karena Padang pernah menjadi lokasi konferensi IORA. Konferensi IORA dilaksanakan tiap tahun dan dilaksanakan bergantian oleh setiap negara anggotanya,” kata Medi, Jumat (24/11).

Medi menerangkan, ada 21 negara anggota dan 6 negara mitra yang secara bertahap akan diundang untuk tampil pada PIOMFest. Pada tahun pertama PIOMFest ini, grup musik dan musisi dari empat negara sudah mengonfirmasi keikutsertaannya, yakni India, Singapura, Jepang, dan Indonesia.

“Dari Indonesia, grup musik dan musisi yang sudah mengonfirmasi kehadirannya adalah grup musik dari Medan (Brevin Tarigan), Bengkulu (Dol Arastra), Jakarta (Taufik Adam), Riau (Riau Rithym Chamber), dan Sumbar (Talago Buni, Komunitas Nan Tumpah, Sanggar Dayung-Dayung, Grup Musik Gamad, dan Grup Gamang Long Se Tong).

Bukan hanya untuk meningkatkan kerja sama budaya dengan negara IORA, dijelaskan Medi, PIOMFest ini digelar juga untuk meningkatkan angka kunjungan wisatatawan ke Padang. Karena itu, pihaknya berencana menjadikan PIOMFest sebagai festival tahunan.

“PIOMFest akan dijadikan acara tahunan karena menambah daya tarik wisata Kota Padang yang sedang fokus mengembangkan pariwisata dan menarik minat wisatawan,” ujar Medi.PIOMFest akan digelar sepanjang sore dan malam di bawah Jembatan Siti Nurbaya, Muaro Padang, di antara bangunan tua yang masih tersisa. Penonton acara ini tidak dibebani biaya.

Sementara itu, Kurator PIOMFest, Edy Utama menerangkan, konsep PIOMFest mirip dengan konsep Sawahlunto International Music Festival (SIMFest) bahwa musiknya bersumber dari musik etnik. Kreteria pesertanya adalah musisi yang dianggap mewakili tradisi musik atau identitas dari suatu masyarakat etnik atau dari kawasan kebudayaan tertentu.

“Kota Padang adalah salah satu titik penting dari 21 negara yang bersentuhan dengan Samudra Hindia, ditambah lagi dengan enam negara mitra, seperti Jepang, Cina, Perancis, dan lain-lain. Jariangan itu disebut IORA. Salah satu tujuan dari IORA adalah untuk mengembangkan kerja sama kebudayaan. Kita berharap secara bertahap, negara yang tergabung dalam IORA atau negara mitranya, akan tampil di panggung PIOMFest,” kata Edy.

Edy menambahkan, di PIOMFest ini, genre musik yang ditampilkan secara umum disebut world music, yakni musik-musik baru yang digali atau dikembangkan dari suatu tradisi musik tertentu.Peserta PIOMFest kali ini mayoritas grup musik. Pada tahun ini, hanya peserta dari Jepang yang main tunggal, sedangkan peserta lainnya main dengan grup,” pungkas Edy.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengapresiasi langkah Padang dalam mengemas event berskala internasional. Waktunya juga sudah pasti, ada tanggal dan bulannya. Sehingga memudahkan wisatawan membuat perencanaan berwisata ke Padang.

“Yang penting jangan sampai berubah tanggal, apalagi bulan dan tahun. Jangan lupa promosikan melalui pendekatan POP (pre-event, on-event dan post-event) agar mencapai sasaran yang optimal,” pesan Menpar Arief Yahya.

Menpar Arief Yahya menyambut baik terselenggaranya ajang PIOMFest. Menurut Menpar, kegiatan ini menunjukkan Kota Padang khususnya Sumatera Barat sebagai destinasi yang lengkap dan punya potensi besar dalam pariwisata.

“Sumatera Barat khususnya Padang memiliki segalanya mulai gunung, sawah, sungai, pantai, sampai bawah laut yang berkelas. Juga punya budaya yang berkarakter, khas dan punya nilai keindahan yang tinggi. Juga punya arsitektur nusantara, rumah begonjong yang tidak ada duanya di dunia,” ungkap Menpar Arief Yahya.(*)

Jumlah Kunjungan Wisman Mendekati Target

0
Wisatawan mancanegara berswafoto di kawasan wisata Lagoi Bintan, Minggu (20/8) lalu. F.Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Dinas pariwisata Kabupaten Bintan bersama para pelaku usaha pariwisata masih mengenjot angka kunjungan wisatawan mancanegara (wisaman) ke Bintan karena hingga Oktober 2017 angka kunjungan wisatawan mancanegara baru berkisar 260 ribu, sedangkan target tahun ini berkisar 350 ribu.

Insya Allah mencapai target,” ungkap Kadispar Bintan Luki Zaiman Prawira kepada Batam Pos kemarin.

Ia menuturkan, angka kunjungan tahun ini meningkat drastis dari tahun sebelumnya. Dari januari hingga oktober, tercatat sebanyak 260 ribu wisatawan mancanegara yang sudah berlibur ke sejumlah objek wisata di kabupaten bintan. Sementara tahun lalu, angka wisman yang berkunjung ke bintan di bawah itu.

“Tahun ini kunjungan wisatawan mancanegara dari Januari sampai Oktober naik sebesar 150 persen apabila dibandingkan tahun lalu,” kata Luki.

Luki juga optimis akhir tahun kunjungan wisatawan mancanegara yang masuk ke Bintan akan mencapai target karena masih ada dua bulan lagi. Terlebih setiap pelaku usaha terus melakukan promosi dengan cara masing-masing untuk mendatangkan lebih banyak wisatawan mancanegara ke Bintan. “Tiap resort punya agenda masing-masing,” katanya.

Sementara itu, melalui pintu masuk di Lagoi, hingga September tahun ini tercatat sebanyak 9.190 wisman asal Singapura yang masuk ke Bintan. Lalu urutan kedua turis asal Tiongkok sebanyak 7.110 dan urutan ketiga wisman asal India sebanyak 1.935 orang. (cr21)

Menpar Arief Yahya Resmikan 2 Homestay Sigapiton

0

Seusai mendampingi Presiden Jokowi di Peresmian Terminal Internasional Bandara Silangit, enpar Arief Yahya langsung mendatangi Desa Sigapiton, Kabupaten Toba Samosir terletak di pinggir timur Danau Toba.

Sebuah desa kecil, yang dijadikan desa pilot project untuk Pengembangan Homestay Desa Wisata oleh Kementerian Pariwisata. Terakhir, Desa Sigapiton ditinjau Menpar Arief pada saat kunjungan lapangan pertamanya 8 Juli lalu.

Sejak 15 Oktober 2017, sekitar sebulan lalu telah berdiri dua unit Homestay “Jabu Na Ture” yang dijanjikan oleh Menpar Arief Yahya dengan terinspirasi dari desain Sayembara Homestay Nusantara dan Homestay Ecopod yang merupakan percontohan Homestay yang dibuat dari bahan bambu.

Bambu adalah jenis tanaman yang bisa tumbuh cepat dan berkembang di banyak daerah di Indonesia. Bambu mudah dicari bahannya, sehingga mudah maintenance-nya.

Desain Homestay Jabu Na Ture sendiri terinspirasi dari bentuk Jabu Bolon khas Rumah Tradisional suku Batak Toba namun dengan modifikasi material Bambu yang lebih murah dan eco-friendly.

Pembangunan Homestay ini didanai oleh Kementerian Pariwisata untuk mensosialisasikan kepada masyarakat bagaimana mempertahankan ciri khas setempat atau Arsitektur Nusantara, dan menjadikan homestay sebagai salah satu usaha pariwisata masyarakat. Untuk selanjutnya Pembangunan Homestay sangat terbuka untuk didanai oleh Investor lainnya.

Keberadaan dua homestay di tengah masyarakat dan di wilayah otoritatif Danau toba ini diharapkan menumbuhkan ketertarikan bagi anggota masyarakat lainnya untuk menjadikan rumah tinggalnya sebagai homestay dan desa dapat menjalankan usaha pariwisata secara mandiri.

Menpar Arief Yahya juga sempat berkunjung ke Tomok. Dia meninjau Pasar Cinderamata dan Objek Wisata Budaya Sigale-gale yang ada di depan rumah-rumah adat yang khas itu.

“Ya, jika ingin menjadi global players maka pastikan selalu menggunakan global standatd,” tutur Menpar Arief Yahya yang sempat bertemu dengan Kelompok Sadar Wisata (PokDarWis).

Dalam pertemuan dengan PokDarWis itu, diketahui bahwa perkembangan “homestay” semakin marak dan butuh support dari Pemerintah Pusat. Saat ini, telah terdata 14 unit homestay yang membutuhkan bantuan peremajaan dari sisi interior.

Menpar Arief merespon positif informasi dan permohonan dukungan PokDarWis setempat, dan menyatakan Kementerian Pariwisata akan mendukung 20 paket peremajaan interior homestay yang akan diberikan selambat-lambatnya bulan Desember 2017.

Sementara itu, untuk revitalisasi bangunan dan toilet, Menpar akan berkoordinasi dengan K/L teknis terkait seperti PUPR.

Menpar juga melihat sudah ada masuknya instansi lain yang mendukung pariwisata di Tomok, seperti Pelindo, dan berharap PokDarWis dengan didukung Bupati semakin gencar berkoordinasi lintas sektor untuk pengembangan pariwisata yang memakmurkan masyarakat lokal. (*)

Presiden Jokowi Minta Runway Silangit Diperpanjang Lagi

0

Saat meresmikan Bandara Silangit, Siborong-Borong, Tapanuli Utara, sebagai international airport, Jumat 24 November 2017, Presiden Joko Widodo langsung mengeluarkan sebuah instruksi.

Presiden tak ingin bandara hanya memiliki runway sepanjang 2.650 meter. Presiden Jokowi langsung memerintahkan jajarannya untuk memperpanjang landas pacu di Bandar Udara Internasional Silangit yang baru diresmikan itu, menjadi 3.000 meter.

“Sekarang kita sedang membuat ledakan baru di dunia pariwisata. Saat gerbang menuju keindahan Danau Toba yang menyimpan sejarah bumi dan kekayaan seni budaya suku-suku di Tano Batak terbuka lebar,” ujar Presiden.

Presiden Joko Widodo semakin tegas dan serius menjadikan pariwisata sebagai core economy, leading sector dan andalan Indonesia di masa datang. Presiden lagi-lagi berupaya mewujudkan komitmen pemerintah untuk menciptakan babak baru dalam dunia pariwisata Tanah Air.

Menpar Arief Yahya yang berada di lokasi yang sama terlihat sumringah. Dia seperti sedang memutar film lamanya, soal CEO Commitment, yang menentukan 50% sukses tidaknya pengembangan destinasi wisata. Kali ini, komitmen itu ditunjukkan langsung oleh CEO negeri ini untuk pariwisata.

“Kalau CEO nya mau, yang sulit jadi mudah! Sebaliknya, kalau CEO nya tidak komit, yang mudah pun jadi sulit,” kata Menpar Arief Yahya yang selalu mengibaratkan pimpinan daerah, seperti bupati, walikota, gubernur sebagai CEO, Chief Executive Officer atau direktur utamanya.

Presiden juga punya rumus, Danau Toba itu tidak akan kelihatan pesona nya, tanpa ada akses menuju ke sana. Bandara Internasional Silangit ini adalah salah satu jawabannya.

Yakni dengan membangun dan memperbaiki sejumlah proyek infrastruktur untuk mendukung upaya pengembangan pariwisata di setiap daerah, khususnya kawasan Danau Toba dan sekitarnya.

Komitmen tersebut lagi-lagi diwujudkan pemerintah dengan diresmikannya pengoperasian Terminal Bandar Udara Internasional Silangit, pada Jumat, 24 November 2017.

Presiden pun yakin dengan adanya Bandar Udara Internasional Silangit ini, pengembangan pariwisata dan kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan Danau Toba akan semakin meningkat.

“Inilah gerbang bagi wisatawan berkunjung, gerbang kreativitas dalam pelestarian adat Batak, gerbang untuk Marsipature Hutanabe,” ungkapnya.

Presiden tak ingin berpuas diri. Ia langsung memerintahkan jajarannya untuk memperpanjang _runway_ Bandar Udara Internasional Silangit dari 2.650 meter persegi menjadi 3.000 meter persegi.

Hal ini penting dilakukan agar pesawat berbadan besar bisa masuk ke Silangit dan membawa jutaan wisawatan dari dalam maupun luar negeri.

“Paling lambat 2020, paling lambat berarti bisa maju 2018 atau 2019 dan terminalnya dari 3.000 meter persegi menjadi 10.000 meter persegi,” ucap Presiden.

*Peninjauan Terminal*

Tiba sekitar pukul 10.35 WIB, Presiden Joko Widodo disambut Menteri BUMN Rini Soemarno dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. Sebelum masuk ke tempat acara, Presiden terlebih dahulu melihat panel proyek pengembangan Bandar Udara Internasional Silangit.

Bahkan setelah acara, Presiden sempat mengunjungi salah satu kedai kopi yang ada di terminal dan ruang tunggu di mana terdapat sejumlah masyarakat yang akan melakukan perjalanan.

Tentu saja kesempatan tersebut tidak disia-siakan oleh masyarakat untuk berjabat tangan dan berswafoto bersama Kepala Negara.

Selain itu dalam peresmian kali ini, Presiden juga melakukannya dengan cara yang berbeda dari biasanya, yakni dengan memukul gondang. Dalam sambutannya, Presiden juga menyelipkan sejumlah bahasa daerah Toba.

“Bukka ma pittu, bukka ma harbangan. Ai nunga rade labuan ni hopal habang internasional,” kata Presiden yang berarti siapkan diri untuk berubah karena sudah tersedia lapangan terbang internasional.

Turut hadir mendampingi Presiden dalam acara tersebut adalah Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Pariwisata Arief Yahya, Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki dan Gubernur Sumatera Utara Tengku Erry Nuradi.(*)

Cuaca Ekstrem Melanda Kepri

0
Sejumlah kendaraan melintas dikawasan Batamcenter dengan cuaca mendung. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pusat memperkirakan sebagian wilayah Kepri akan dilanda cuaca ekstrem dalam beberapa bulan ke depan. Karenanya, BMKG mengimbau supaya masyarakat waspada, terutama bagi yang beraktivitas di laut.

“Menuju bulan Desember perlu waspada. Intensitas hujan sedang sampai lebat bahkan sangat lebat,” kata Kepala Humas BMKG Pusat, Hery Tirto Djatmiko, Jumat (24/11).

Hery mengatakan, cuaca ekstrem ini berpotensi menimbulkan gelombang tinggi di Kepri, terutama di laut Natuna dan Anambas. Gelombang laut di kedua wilayah itu diperkirakan mencapai 2,5 meter.

Meski demikian, Hery menyebut potensi cuaca ekstrem berkembang menjadi La Nina masih tepantau rendah. Saat ini indikasi potensi La Nina pada kategori lemah. Degan indeks El-Nino Southern Osciliation (ENSO) masih positif sebesar -0.95. La Nina akan terbentuk jika indeks ENSO drop di bawah -0,5.

“Jadi belum begitu berdampak signifikan terhadap wil Indonesia bagian Barat dan Tengah,” katanya.

Selain di Kepri, gelombang tinggi juga berpotensi terjadi di perairan selatan Kalimantan, Laut Sulawesi, perairan Kepulauan Sangihe – Talaud, Laut Maluku bagian selatan, perairan utara Pulau Halmahera, Laut Halmahera, Laut Cina Selatan, Perairan barat Kep. Simeulue hingga Kepulauan Mentawai, Samudra Hindia barat Sumatra hingga selatan Nusa Tenggara, Perairan utara Papua Barat hingga Papua. Laut Cina Selatan, Perairan barat Kepulauan Simeulue hingga Kepulauan Mentawai, Samudra Hindia barat, Sumatra hingga selatan NTB.

Dalam skala intensitas hujan harian, kata Hery,dapat menyebabkan genangan hingga menjadi banjir. Bahkan Hery menyebut ada kemungkinan meningkat menjadi banjir bandang. Semuanya juga harus bersiap kalau terjadi tanah longsor. “Jadi mesti benar-benar waspada,” katanya.

Hery menambahkan, saat ini sebagian besar wilayah Indonesia sudah memasuki musim hujan dengan luasan 61 persen atau seluas 209 Zona Musim (ZOM), sementara sisanya, 39 persen wilayah, atau 133 ZOM, masih mengalami musim kemarau.
(tau/jpg)