Senin, 4 Mei 2026
Beranda blog Halaman 12867

Cemburu Kekasihnya Digoda, Acong Bacok Zam

0
Polisi menggiring Acong ke dalam sel Mapolsek Tanjungpinang Kota, Selasa (15/11). f, Choky Nainggolan/Batam Pos.

batampos.co.id – Polsek Tanjungpinang Kota, berhasil mengamankan Acong, 33, pelaku pembacokan terhadap M. Zam (55), di Kampung Bugis, Selasa, (14/11) kemarin, sekitar pukul 12.30 WIB.

Pelaku ini nekat membacok korban, lantaran cemburu karena kekasihnya digoda.

“Pelaku kita amankan beserta barang bukti sebilah parang yang digunakan untuk membacok korban (Zam, red),” jelas Kapolsek Tanjungpinang Kota, AKP Edy Supandi, di ruang kerjanya, Selasa (15/11).

Ia menjelaskan peristiwa pembacokan ini berlangsung sangat cepat. Dimana pelaku tiba-tiba datang dan menyerang korban, dengan mengayunkan sebilah parang saat sedang duduk sambil minum kopi di teras PT Ketam Tanjungpinang.

“Mendapat serangan, korban tiba-tiba refleks dan langsung menangkis. Sehingga tangan dan bahunya mengalami luka robek,” terangnya.

Menurutnya kejadian ini disebabkan karena faktor cemburu terhadap korban yang mengetahui bahwa kekasihnya telah digoda.

“Ini salah paham, yang berujung cemburu, karena mendengar omongan orang lain yang menyampaikan kalau pacarnya telah dirayu oleh si korban itu,” sebutnya.

Sementara, Acong yang akrab dipanggil Zulkarnaen ini mengaku khilaf, telah melakukan perbuatan yang membahayakan nyawa tersebut.

“Saya khilaf melakukan itu. Saya nyesal, gak mau lagi melakukannya,” ungkapnya sedih dibalik jeruji besi di Polsek Tanjungpinang Kota. (cr20)

 

 

Ekonomi Kepri Mulai Membaik

0
Kepala Bank Indonesia Cabang Kepri Gusti Raizal Eka Putra memberikan pemaparan pertumbuhan ekonomi Kepri 2017 di Grand i Hotel Nagoya, rabu (15/11/2017). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Pertumbuhan ekonomi Kepri belum menunjukkan tren positif. Bank Indonesia (BI) kantor Perwakilan Kepri memprediksi, ekonomi Kepri pada triwulan IV tahun ini akan tumbuh di kisaran 2,26 hingga 2,4 persen.

Kepala BI Perwakilan Kepri Gusti Raizal Eka Putra mengatakan, jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, pertumbuhan ekonomi Kepri triwulan IV 2017 tergolong rendah dan melambat. Sebab tahun lalu, pertumbuhan ekonomi mencapai 5,03 persen.

“Tapi secara year on year, ekonomi Kepri pada triwulan IV 2017 menguat di kisaran 4,0-4,4 persen,” kata Gusti di Grand i-Hotel Batam, Rabu (15/11).

Gusti mengatakan, dengan hanya tumbuh sekitar 2,2 sampai 2,4 persen, pertumbuhan ekonomi Kepri masih yang terendah jika dibandingkan dengan provinsi lain di wilayah Sumatera.

Meski begitu, Gusti menyebut pencapaian tersebut merupakan hal yang positif. Sebab, meski rendah, ekonomi Kepri mulai bangkit. Terutama jika dibandingkan dengan triwulan II tahun ini yang hanya menyentuh angak 1,6 persen.

Menurut Gusti, pertumbuhan ekonomi Kepri banyak ditopang industri pengolahan, perbaikan tingkat konsumsi pemerintah dan rumah tangga, serta tingkat permintaan ekspor luar negeri yang tetap menguat.

“Survei kegiatan dunia usaha, pelaku usaha optimistis. Survei konsumen sampai Oktober 2017 ada tanda-tanda perbaikan,” katanya.

Seperti diketahui, perekonomian Provinsi Kepri tumbuh lebih baik pada triwulan III sebesar 2,41 persen (yoy) dibanding triwulan kedua sebesar 1,04 persen (yoy). Pada triwulan keempat, indikasi perbaikan meningkat seiring membaiknya harga komoditas seperti migas, batubara, dan crude palm oil (CPO), akan menodorong peningkatan kebutuhan kapal.

“Investasi kontruksi di Kepri diperkirakan tetap kuat terutama didorong oleh konsumsi pemeritah seperti waduk Seigong dan beberapa proyek swasta seperti pembangunan hotel dan apartemen,” imbuhnya.

Sedangkan dari sisi permintaan, pertumbuhan ekonomi triwulan IV dipengaruhi oleh perbaikan kinerja investasi dan konsumsi rumah tangga. Investasi meningkat 9.03 persen, khususnya untuk investasi bangunan baru, baik oleh pemerintah dan swasta. Selain itu ada investasi non bangunan, seperti pembelian mesin dan peralatan industri yang mengalami kontraksi. Demikian net ekspor yang masih mencatatkan kontraksi, terutama bersumber pada penurunan ekspor antar Provinsi.

“Konsumsi pemerintah mengalami pertumbuhan 0.04 persen (yoy), lebih baik dibandingkan triwulan sebelumnya yang mengalami kontraksi,” jelasnya.

Sementara itu konsumsi rumah tangga tumbuh menguat sebesar 7.20 persen (yoy) ditopang peningkatan jumlah kunjungan Wisman dan penurunan tingkat pengangguran sejak Agustus 2017. “Sedangkan dari sektor lapangan usaha, pertumbuhan ekonomi bersumber dari perbaikan kinerja sektor industri pengolahan, konstruksi, dan perdagangan,” beber Gusti.

Sementara tekanan inflasi Kepri pada triwulan III 2017 melemah. Hal itu dipengaruhi dengan telah berlalunya perayaan hari besar keagamaan. Inflasi triwulan III sebesar 3.78 persen (yoy), lebih rendah dibanding triwulan sebelumnya dengan inflasi sebesar 4.73 persen (yoy).

“Kelompok administered price, mencatatkan inflasi 8.88 persen (yoy), dengan andil terbesar inflasi dari tarif listrik,” imbuhnya.

Di tengah pertumbuhan ekonomi saat ini, kinerja perbankan Kepri diakui tetap kuat. Hal ini tercermin dari kredit yang tumbuh 5.43 persen (yoy) dibanding triwulan sebelumnya sebesar 4.13 persen (yoy). Penguatan kredit khususnya pada kredit investasi, modal kerja dan konsumsi dana pihak ketiga (DPK) tumbuh melemah 6.87 persen (yoy) dibanding sebelumnya sebesar 7,60 persen (yoy).

“Pelemahan dana pihak ketiga, khususnya pada tabungan dan deposito. Sementara giro menunjukkan penguatan,” pungkasnya. (leo)

Pemko Batam Bongkar Jembatan yang Bikin Sempit Sungai di Tembesi

0

batampos.co.id – Pihak kecamatan Batuaji bersama Dinas Bina Marga kota Batam bongkar jembatan ilegal yang mempersempit alur sungai di belakang perumahan Taman Anugerah RT03/RW15, kelurahan Tembesi, Sagulung, Rabu (15/11) pagi.

Jembatan tersebut dibangun oleh tiga pengembang perumahan sebagai akses untuk aktifitas reklamasi lahan resapan air di sekitar lokasi jembatan itu.

Pembongkaran dipimpin langsung oleh Camat Sagulung Reza Khadafi. Kepada wartawan Reza menuturkan, pembongkaran paksa jembatan illegal itu untuk mengatasi persoalan banjir yang terjadi di perumahan MKGR, kelurahan Buliang, Batuaji dan juga pemukiman warga di kelurahan Tembesi dan Seilangkai, Sagulung.

“Sungai ini akses keluar air dari perumahan warga di MKGR Batuaji dan Sagulung. Jadi kalau disumbat seperti ini tentu banjir tak bisa dielak lagi. Ini memang wajib dibongkar,” kata Reza.

Pembongkaran jembatan illegal itu diakui Reza sudah sesuai prosedur yang mana sebelumnya sudah diperingati namun tidak digubris oleh pihak pembangun jembatan.

“Tak ada alasan lagi. Ini benar-benar sudah keterlaluan. Sudah tahu musim hujan tapi malah cuek. Sudah begitu jembatan ini dibangun tanpa gorong-gorong jadi air tak ngalir sama sekali. Air malah meluap melalui atas badan jembatan. Inikan tak betul,”tuturnya.

Senada disampaikan Lurah Tembesi Hafiz Rosie yang menuturkan, pembongkaran itu memang harus dilakukan sebab tak ada etikad baik dari pengembang yang membangun jembatan itu.

“Jembatan ini tak layak dibangun. Sudah tak ada gorong-gorong, sungai juga dipersempit jadi empat meter. Padahal lebar awal sungai ini sampai 12 meter. Ini yang jadi pemicu banjir selama ini,” ujarnya.

Dengan adanya pembongkaran itu kedepannya baik Reza maupun Hafiz sama-sama berharap agar tidak ada lagi pembangunan jembatan serupa di lokasi yang sama atau disepanjang alur sungai itu.

“Kalaupun mau bangun tentu harus ada izin dan kajian dari Dinas Bina Marga,” ujar Hafiz.

Pihak Kecamatan Sagulung membongkar jembatan yang mempersempit alur sungai di Tembesi, belakang perumahan Taman Anugrah, Rabu (15/11). Bila tidak dibongkar jembatan ini bila hujan datang selalu banjir. F. Dalil Harahap/Batam Pos

Ketua RT 03/RW15, Kelurahan Ttembesi Eko Pujakusuma menyambut baik pembongkaran jembatan illegal itu. Dia juga berharap agar kedepannya pemerintah rutin mengawasi sungai itu agar tidak disalahgunakan.

“Karena kami yang rasakan dampaknya. Setiap hujan deras atau air laut pasang, perumahan kami (Taman Anugerah) pasti digenangi banjir. Padahal sebelum jembatan ini dibangun tidak seperti itu,” kata Eko.

Sebagai perwakilan warga setempat, Eko juga berharap agar normalisasi drainase itu dilakukan sampai ke hulu.

“Yang dari depan SP itu juga harus dibongkar pak, karena kalau tak dibongkar percuma juga bongkar jembatan sini. Air tetap tersendat di jembatan masuk SP itu,” ujarnya.

Menanggapi itu Reza menegaskan jembatan masuk SP Plaza juga akan dibongkar dalam waktu dekat ini. Itu karena jembatan di gerbang masuk pusat perbelanjaan itu juga mempersempit drainase.

“Ya itu harus. Ini beda jalur dengan depan SP makanya itu juga tetap akan dibongkar,” kata Reza.

Pihak SP Plaza sendiri saat dikonfirmasi mengaku belum memastikan kapan akan membongkar jembatan yang mempersempit drainase itu.

“Belum tahu. Kita lihat dulu. Kalau setelah jembatan (belakang perumahan Taman Anugerah) dibongkar dan tak banjir maka jembatan depan SP tak perlu dibongkar tapi kalau tetap banjir maka akan dibongkar,” ujar Lina, perwakilan manajemen SP Plaza, kemarin. (eja)

Disperindag Jamin Ketersediaan Sembako Hingga Akhir Tahun

0
Sejumlah warga Kabil sedang membeli sembako murah yang digelar Disperindag Kota Batam di pasar Kabil Center, Nongsa, Jumat (3/11). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam menjamin persediaan sembako aman sampai menjelang perayaan hari raya Natal 2017 dan Tahun Baru 2018.

“Persediaan sembako seperti gula, minyak, beras dan daging tidak ada masalah. Masih cukup dan diprediksi aman hingga akhir tahun,” ujar Kepala Disperindag Batam, Zarefriadi, kemarin.

Menurut Zaref, guna menghadapi kebutuhan di akhir tahun, pihaknya sudah melakukan berbagai persiapan, salah satunya dengan rutin melakukan pengecekan di sejumlah pasar tradisional.

Termasuk juga melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait agar ketersediaan bahan pokok bisa tercukupi. “Mana yang bisa di stok, kita stok dulu. Yang penting bagaimana stok sembako tetap tersedia. Bahkan untuk beras saja udah aman hingga 6 bulan ke depan,” sambung dia.

Untuk pengiriman rutin sembako dari luar daerah sampai saat ini juga masih aman. Meskipun kondisi cuaca di Batam kurang mendukung, namum belum mempengaruhi proses pengirimannya.

Terkait harga, Zaref menambahkan tidak ada kenaikan dan masih sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah pusat. “Selain menjaga ketersedian sembako, kita mengecek harga di pasar. Sampai saat ini masih sesuai HET yang ditetapkan,” imbuh Zaref. (rng)

Pemko Tak Transparan Soal Audit BPKP 14 Sekolah

0
Pekerja menggesa pembangunan ruang kelas SMPN 36 di Sagulung, Senin (24/7).  F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Pemerintah Kota Batam dinilai tak transparan mengenai audit 14 sekolah negeri yang terkendala kelanjutan pembangunan. Padahal, audit BPKP atas 14 sekolah itu telah keluar, namun tak pernah diumumkan.

“Audit BPKP itu harus diumumkan, sementara sampai sekarang Pemko hanya diam saat ditanya soal ini,” kata Riki Indrakari, Anggota Komisi 4 DPRD Kota Batam, kemarin.

Dijelaskannya, masyarakat pasti ingin tahu secara rinci seperti apa pembangunan sekolah yang sempat mangkrak tersebut. Seberapa persen sisa yang akan ditindaklanjuti hingga status sekolah tersebut.

“Kondisi sekolah harus bisa diumumkan, jangan didiamkan saja. Karena masyarakat pasti bertanya seperti apa sekolah yang mangkrak tersebut,” jelas Riki.

Bahkan menurut Riki pada rencana anggaran dan pendapatan daerah (APBD) Kota Batam 2018, Pemko tidak memasukan anggaran untuk menindaklanjuti 14 sekolah tersebut. Padahal, saat ini sudah hampir masuk ke tahap pengesahan karena reses dewan hampir selesai.

“Anggaran untuk menindaklanjuti ini tak ada, bagaimana mau ditindak lanjuti. Disini saja Pemko sudah tak transparan,” imbuh Riki.

Diberitakan sebelumnya, Dinas Pendidikan Kota Batam telah menyelesaikan verifkasi 14 sekolah negeri yang terkendala kelanjutan pembangunannya Oktober lalu. Sekolah sebelumnya berada di bawah tanggung jawab Dinas Tata Kota Batam ini tidak bisa dilanjutkan oleh Disdik karena permasalahan dokumen.

Bahkan, Wakil Walikota Batam, Amsakar Achmad mengatakan kelanjutan pembangunan sekolah yang bersifat ringan seperto penambahan RKB akan coba diusulkan di anggaran yang telah ada seperti APBD dan Dana Alokasi Khusus (DAK).

Beberapa sekolah yang kewenangannya berada di bawah Dinas Tata Kota diantaranya, SMPN 53 Batuaji,SMPN di Tanjungsengkuang, SMPN 50 Batam Kota, SMPN Tanjungriau, SMPN Dapur 12, SMPN 54 Mangsang, Seibeduk, SDN 19 villa muka kuning, SDN 20 Kavling Nato, dan SDN 21 Sungailangkai.(she)

SMPN 28 Pindah Lokasi? Bukan Solusi

0

 

Sejumlah guru dan siswa SMPN 28 Batam berusaha menyelamatkan peralatan diruang guru yang terendam air hujan, Selasa (14/11). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Tahun ini dan tahun depan, Pemko Batam tak bisa berbuat banyak untuk mengtasi permasalahan di SMPN 28. Tahun 2019, baru Pemko Batam rencanakan pembangunan ulang sekolah ini di tempat lain. Tapi opsi pemindahan sekolah ini, dinilai Ketua Komite SMPN 28 Jesam Bin Acik, bukanlah solusi yang baik.

“Pemko disebut menganggarkan Rp 6 miliar pembangunan sekolah. Harusnya anggarkan saja untuk perbaikan drainase sekitar Rp 2 miliar saja, mungkin banjir tak akan datang lagi di SMPN 28,” katanya saat dihubungi Batam Pos, Rabu (15/11).

Ia mengatakan perbaikan drainase ini, tak hanya membuat SMPN 28 bebas banjir. Tapi juga daerah sekitar SMPN 28. “Perumahan kadang juga digenangi air, walau tak setinggi di SMPN 28,” tuturnya.

Permasalahan buruknya drainase di sekitaran perumahan ini, kata Jesam sudah disampaikannya ke berbagai pihak. Ia mengatakan setiap pejabat yang datang, perbaikan drainase ini disampaikannya. “Selalu saya sebutkan itu,” ujarnya.

Ia mengatakan bahwa saluran air dari SMPN 28 ini, terhambat di dekat perumahan Geisha. Disebutkannya ada sepanjang 15 meter yang tersumbat. “Kalau saat ini diperbaiki tak menimbulkan masalah. Karena dekat lokasi belum dibangun ruko, tapi kalau sudah. Akan repot jadinya,” ucapnya.

Opsi lain yakni, bila SMPN 28 ditimbun dan ditinggikan. Jesam menyebutkan bila SMPN 28 ditinggikan, ditakutkan banjir beralih ke rumah-rumah masyarakat disekitarnya. “Perbaikan drainase ini pilihan yang terbaik,” pungkasnya. (ska)

Munas X KAHMI di Tengah Pusaran Pragmatisme Politik

0

KORPS Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) yang sudah menapaki usia lebih dari separuh abad (51 tahun) adalah wadah berhimpun alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang berkomitmen mewujudkan Insan Cita sebagai prinsip dasar dalam tujuan HMI.

Maknanya, KAHMI merupakan wadah untuk menghimpun kaum intelektual (insan akademis), kreatif (pencipta), yang ikhlas mengabdi bagi agama–nusa–bangsa (pengabdi) – keindonesiaan dan keislaman, wadah intelektual muslim (bernapaskan Islam), insan yang bertanggungjawab kebangsaan (mewujudkan negara adil makmur yang diridhai Allah SWT).

Selama 51 tahun berkiprah, KAHMI memainkan peran strategis dalam dinamika politik kebangsaan dan politik kenegaraan, sebagai sumber kader bagi penyelenggaraan negara (baik di eksekutif, legislatif, yudikatif), tak terkecuali di kalangan pendidikan tinggi dan eksekutif profesional (Badan Usaha Milik Negara dan swasta), serta kalangan profesi lainnya di berbagai lapangan kehidupan (sosial, ekonomi, dan budaya).

Pada masanya, komunitas alumni HMI yang (secara otomatis) merupakan anggota KAHMI, dikenal sebagai kader tangguh yang egaliter, visioner, dan mumpuni dalam mewujudkan tanggungjawab profesionalnya masing-masing. Apa yang pernah diangankan oleh pahlawan nasional Lafran Pane (pendiri HMI) dan kawan-kawan, nyaris mewujud sempurna dalam praktik kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Sejumlah alumni, penggerak KAHMI menunjukkan pesona persona luar biasa sebagai kader profesional bersikap modern dan mampu menjadi energi besar, bahkan hampir di seluruh partai politik. Harmoni keislaman dan keindonesiaan, serta independensi yang ditanamkan sejak masa menjadi anggota HMI, memungkinkan KAHMI menjadi sumberdaya sekaligus penggerak (energizer) perubahan. Khasnya dalam konteks proses perubahan politik dan penyelenggaraan negara.

Belakangan peran itu melemah. Meski tak semuanya kehilangan idealisme untuk berkomitmen pada prinsip dasar Insan Cita, banyak alumni HMI –termasuk pengurus KAHMI yang tak berdaya menegakkan amar ma’ruf nahyi munkar, bahkan menjadi bagian pelaku kemunkaran itu sendiri. Peran besar sebagai bagian dari pemberi solusi atas berbagai persoalan bangsa, pun surut, karena tak sedikit anggota (dan bahkan pengurus KAHMI) yang menjadi bagian dari masalah bangsa itu sendiri.

Zaman bergerak dan berubah. Di lingkungan KAHMI pun terjadi perubahan degradatif yang menyesakkan napas. Anggota KAHMI yang semula merupakan energizer dan kader berkualitas prima (dalam konteks leadership) dan ‘pertarung tangguh’ di ‘luar kandang,’ –terutama di lingkungan partai-partai politik –nyaris kehilangan daya. Di seluruh partai politik, anggota KAHMI tak memainkan peran besar sebagai pemimpin yang menentukan integritas dan arah partai sebagaimana dikehendaki rakyat. Meski secara kuantitatif berjumlah besar, keberadaan mereka laksana buih diayun gelombang.

Ketika gelombang besar pragmatisme politik dan politik transaksional (lewat money politic yang bebal dan membebalkan) partai politik mendegradasi kepemimpinan dalam pemerintahan dan penyelenggaraan negara, KAHMI dan begitu banyak anggotanya tak berkutik. Terutama, karena mereka tak lagi memainkan peran strategis sebagai penentu, khasnya di lingkungan partai dan lembaga politik lainnya.

Akibatnya, KAHMI laksana paguyuban para legiun aktivis yang lebih sibuk sebagai event organizer dengan agenda rutin: dies natalis, buka puasa bersama, halal bi halal, bakti sosial, diskusi –seminar–simposium–lokakarya, dan fund rising. KAHMI abai memainkan peran sebagai institusi yang pantas dan patut melakukan assesment atas kader pemimpin partai, penyelenggara negara dan pemerintahan.

Anggota KAHMI yang berada di lingkungan partai dan lembaga politik lainnya, tidak lagi menjadi ideolog dan penentu arah, sebaliknya justru menjadi kepanjangan tangan partai dan lembaga politik di lingkungan domestik. Secara organisasi, KAHMI pun nyaris kehilangan daya di tengah dinamika kebangsaan dan keumatan, karena lebih banyak memainkan peran sebagai mustami’ (observer) dan penumpang.

Peran strategis KAHMI telah berpindah ke ormas-ormas lain yang banyak bertumbuh sejak era reformasi dan menentukan tune demokrasi. Sebagian besar anggota KAHMI di berbagai partai dan institusi politik, selalu menggelorakan hasrat dan ‘pulang kandang’ –karena kalah berkompetisi di ‘luar kandang’- kemudian berpolitik di ajang domestik.

Hal itu nampak setiap kali akan berlangsung Musyawarah Nasional (Munas) KAHMI yang sesungguhnya merupakan ajang evaluasi dan pembaruan komitmen untuk tetap tegak di atas pondasi trilogi: keislaman, keindonesiaan dan keilmuan (yang menyatu di dalam independensi). Ironisnya, dalam konteks ‘bertarung di dalam kandang’ sendiri, beberapa di antara mereka –kepanjangan tangan parpol dan invisible hand kekuatan politik di luar, membawa serta pragmatisme dan transactional politic.

Mampukah Munas X KAHMI (di Medan, 17-19 November 2017) dapat menghambat arus bebal politik praktis semacam itu? Mampukah peserta Munas X KAHMI berteguh sikap dan integritas untuk mengembalikan peran strategis KAHMI ke depan?

Jawabnya adalah mampu! Sepanjang seluruh peserta Munas X KAHMI mempunyai integritas yang teguh, jeli, dan kritis. Khasnya dalam memilih Presidium KAHMI yang telah diseleksi oleh Panitia Seleksi yang dibentuk Majelis Nasional KAHMI.

Caranya? Tolak politik transaksional, khususnya money politic –politik uang– apapun bentuknya!

Jika praktik money politic –bahasa pasarnya: jual beli suara– terjadi dalam pemilihan Presidium Majelis Nasional di dalam Munas X KAHMI, hal itu sama maknanya dengan penghancuran benteng moral kaum muslim terdidik. Siapapun pelakunya, sedang menghancurkan institusi dan eksistensi KAHMI.

Tindakan money politic, mengotori misi mulia pahlawan nasional -pendiri HMI, Prof. Drs. Lafran Pane.

Kita yakin, jika saja terjadi praktik buruk semacam itu di Munas X KAHMI, dan Pak Lafran Pane masih hidup, pasti beliau malu, dan akan melangkah ke Istana Negara, untuk mengembalikan gelar Pahlawan Nasional yang dianugerahkan kepadanya. Karena perbuatan money politic, sungguh nyata meluluh lantakkan tujuan pendirian HMI pada 5 Februari 1947.

Kemudian, seluruh peserta Munas X KAHMI, wajib menolak siapa saja kandidat Presidium Majelis Nasional KAHMI yang terindikasi akan bermasalah dengan persoalan hukum, terutama korupsi! Lalu, pilih kandidat yang fresh (muda dalam usia, visioner dan tegas cerdas berpolitik) dan masih fresh (humble dan tangkas dalam berpolitik) dalam formasi yang merepresentasikan daya modal insan KAHMI (yang sekaligus mencerminkan gender mainstrem): negarawan -politisi, akademisi, ilmuwan, eksekutif profesional, entrepreneur, agamawan, budayawan, dan jurnalis).

Buang sejak awal siapa saja yang diproyeksi bakal menjadi noktah dan menyandera KAHMI ke depan. Selamat berjuang di Munas X KAHMI. Ikutilah jalan keselamatan! ***

 

 

Oleh: Sem Haesy

Dahlan Iskan: Koran Tidak akan Mati

0

batampos.co.id – Bos Jawa Pos Group, Dahlan Iskan, mengatakan membangun sebuah media, khususnya koran, membutuhkan komitmen dan pengorbanan. Bahkan banyak pemilik koran yang memilih masuk penjara demi mempertahankan prinsip-prinsip jurnalistik.

Termasuk dirinya sendiri. Dahlan mengaku rela masuk penjara demi mempertahankan prinsip tersebut.

“Kalau saya tidak mau dicari-cari kesalahan saya, saya serahkan saja Jawa Pos kepada orang-orang yang menginginkan,” kata Dahlan saat memberikan kuliah umum di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Airlangga, Surabaya, Rabu (15/11/2017).

Namun, Dahlan tak mau menyerahkan Jawa Pos. Menurut dia, Jawa Pos harus dipertahankan agar tetap independen.

“Saya mau susah asal Jawa Pos independen,” kata Dahlan.

Dahlan mengatakan, tujuan mendirikan koran bukan hanya untuk bisnis. Sebab jika hanya untuk tujuan bisnis, koran akan cepat mati. Karena pemiliknya tidak memiliki idiologi jurnalistik dan akan cepat mengambil keputusan menutup koran jika secara bisnis kurang menguntungkan.

“Tapi kalau pemilik koran adalah wartawan, naik menjadi redaktur, pemimpin tedaksi, hingga penerbit, pasti akan mencari jalan agar koran tidak mati,” katanya.

Dalam kesempatan itu Dahlan juga memastikan koran tidak akan mati. Meskipun sudah sejak lama koran diramalkan akan mati karena gempuran media online. Tapi kenyataannya, koran masih tetap hidup sampai sekarang. Justru media online yang kini sedang dibunuh oleh media sosial. Sedangkan koran masih tetap hidup, karena mau mempertahankan kualitas berita.

Menurut Dahlan, kabar bahwa koran akan mati bukan berita baru. Kabar itu sudah muncul sejak 1.800-an. Koran adalah media massa yang paling tua. Saat muncul radio, koran diramalkan akan mati karena tergantikan oleh radio. Saat itu, radio dianggap lebih cepat. Dan memang beberapa koran mati. Tapi beberapa koran juga hidup. Kesimpulannya, radio tidak mematikan semua koran.

Begitu pun saat muncul televisi. Koran dan radio diramalkan akan mati dengan hadirnya televisi. Tapi setelah sekian puluh tahun kemudian, koran dan radio tetap hidup. Memang ada yang mati, tapi tidak semuanya. Kemudian muncul internet dengan live streaming. Kehadiran internet, diramalkan akan membuat koran, radio dan televisi mati. ”Tapi ternyata tidak ada yang mati. Ini kenyataan,” ujarnya.

Penetrasi internet sangat luar biasa. Banyak yang putus asa mengelola surat kabar dan memutuskan berpindah ke online. Tapi ternyata bisnis media online tidak banyak menguntungkan. Penghasilan dari media online, ternyata tidak cukup untuk membiayai operasional.

Tarif iklan di media online tidak seperti yang banyak dibayangkan. Dulu pembayaran iklan dilakukan untuk sekali pasang, kemudian berkembang menjadi per klik. Berkembang lagi, pemasang iklan tidak mau membayar kalau iklannya tidak benar-benar diikuti. Dan perkembangan selanjutnya, pembayaran iklan di media online, disesuaikan dengan penjualan dari pemasangan iklan.

Dahlan sudah pernah menanyakan ke sejumlah CEO media online yang masih eksis. Ternyata penghasilan dari iklan, tidak lebih dari 10 persen dari penghasilan koran. Penghasilan koran jauh lebih besar dari online. Itu membuat kongres koran sedunia berkesimpulan koran tidak akan mati. Bukan itu saja. Umur media online tidak seperti yang diperkirakan.

”Jangankan media online membunuh koran. Justru online yang kini sedang dibunuh oleh media sosial,” jelasnya.

Karena itulah, lanjut mantan Menteri BUMN itu, ketika arus informasi melalui media sosial yang begitu deras, masyarakat memerlukan clearing house. Pada saat masyarakat tidak percaya pada berita apa pun yang disajikan media sosial, maka koran menjadi pilihan. Sebab berita yang muncul di koran, melalui proses yang terpercaya.

”Ketika lalu lintas informasi begini kacaunya, maka harus ada yang menjadi clearing house. Dan yang punya potensi adalah media cetak,” terang Dahlan.

Menurut Dahlan, koran bisa saja mati, tapi bisa saja bertahan. Untuk bisa hidup atau mati, ada syaratnya. Koran kalau tidak dijaga mutunya, maka betul-betul akan mati. Dan itu sudah banyak terbukti. Di sisi lain, terbukti juga jika diurus dengan baik, maka koran tidak akan mati.

Mantan Dirut PLN itu mengaku, setiap kali mendengar ada koran mati, dia menyimpulkan bahwa itu pasti disebabkan oleh manajemen yang buruk. Sebab hidup matinya koran, bergantung pada manajemen. (eko/gun/jpg)

Rekam Jejak Setya Novanto dalam kasus e-KTP

0
Setya Novanto

batampos.co.id – Ketua DPR Setya Novanto terbukti lincah.

Sejak kasus e-KTP mencuat, nama Setya Novanto memang sudah disebut-sebut terlibat. Puncaknya dalam dakwaan dan putusan majelis hakim atas terpidana Irman dan Sugiharto.

Di situ disebutkan Setya Novanto terlibat dalam korupsi e-KTP yang merugikan negara sekitar Rp 2,9 triliun. Pria yang karib disapa Setnov ini lantas ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 17 Juli 2017.
Berita Terkait

MKD Akan Gelar Rapat Bahas Penonaktifan Setya Novanto?
Fredrich Sebut Anggota DPR Tidak Tahu Ada Aturan Persetujuan Presiden
Tiba-tiba Tak Ada, Begini Kronologi Menghilangnya Setya Novanto

Untuk proyek sendiri terjadi pada kurun waktu 2011-2012, saat Setya Novanto menjabat Ketua Fraksi Partai Golkar di DPR. KPK menduga Setya Novanto ikut mengatur agar anggaran proyek E-KTP senilai Rp 5,9 triliun disetujui anggota DPR.

Dijadikan tersangka, Setnov yang juga Ketua Umum Partai Golkar tak langsung melawan. Dia sempat mengaku akan patuh pada aturan hukum.

Namun, pada 4 September dia resmi melawan. Setya Novanto mendaftarkan gugatan praperadilan terhadap KPK ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Gugatan terdaftar dalam nomor 97/Pid.Prap/2017/PN Jak.Sel. Setya Novanto meminta penetapan statusnya sebagai tersangka dibatalkan KPK.

Kemudian, pada 11 September, panggilan perdana Setya Novanto datang dari KPK sebagai tersangka. Akan tetapi Setya Novanto tak hadir dengan alasan sakit. Hal ini dibenarkan Sekjen Golkar Idrus Marham bersama tim kuasa hukum Setya Novanto yang mengantarkan surat dari dokter ke KPK.

Perlawanan Setnov tak sampai di situ, dia mengirimkan surat ke KPK melalui Wakil Ketua DPR Fadli Zon. Di situ Setya Novanto meminta KPK menunda proses penyidikan terhadap dirinya sampai putusan praperadilan keluar.

Mendapat perlawanan dari Setya Novanto, KPK malah melakukan panggilan kedua, yakni pada 18 September. Namun lagi-lagi Setnov tidak hadir karena sakit. Bahkan kali ini kondisi kesehatannya memburuk sehingga dia harus menjalani kateterisasi jantung di Rumah Sakit Premier Jatinegara, Jakarta Timur.

Kemudian, dalam praperadilan di PN Jaksel, Setya Novanto serasa di atas angin. Pasalnya, Hakim Cepi menolak eksepsi yang diajukan KPK dalam praperadilan Setya Novanto. Bahkan, dalam pembuktian, hakim juga menolak rekaman percakapan berisi dugaan keterlibatan Setya Novanto di sidang.

Klimaksnya, pada 29 September saat Hakim Cepi Iskandar mengabulkan sebagian permohonan Setya Novanto. Penetapan Setya Novanto sebagai tersangka oleh KPK dianggap tidak sah alias batal. Hakim juga meminta KPK untuk menghentikan penyidikan terhadap Setya Novanto.

Usai memenangkan praperadilan, Setya Novanto yang sempat terbaring lemah itu langsung bugar. Dia kembali beraktivitas seperti biasa. Meski begitu, lembaga antirasuah tak tinggal diam. Bahkan mereka berjanji menjerat kembali Setya Novanto sebagai tersangka.

Janji itu terbukti, pada 5 Oktober, KPK lakukan penyelidikan baru untuk pengembangan perkara e-KTP. Dalam hal ini, KPK telah minta keterangan sejumlah pihak dan kumpulkan bukti relevan.

Ketika proses penyelidikan telah disampaikan permintaan keterangan Setya Novanto dua kali, yakni pada 13 dan 18 Oktober, tapi yang bersangkutan tidak hadir untuk dimintai keterangan dengan alasan tugas kedinasan.

Setelah proses penyelidikan dan terdapat bukti permulaan cukup pimpinan KPK dan tim penyelidik, penyidik gelar perkara akhir Oktober 2017. Akhirnya, KPK menerbitkan sprindik pada 31 Oktober 2017 atas nama tersangka Setya Novanto.

Di perkara ini, Setya Novanto disangka melanggar Pasal 2 ayat 1 subsider Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.

Sebagai pemenuhan hak tersangka, KPK telah mengantarkan surat perintah dimulainya penyidikan ke rumah Setya Novanto di Jalan Wijaya 13, Melawai, Kebayoran Baru, pada Jumat 3 November.

Dan babak terbarunya adalah proses jemput paksa. Malam ini, sejumlah penyidik KPK dan personel Brimob menyambangi kediaman Setnov. Mereka bermaksud menjemput paksa Setya Novanto yang juga pernah terseret kasus Papa Minta Saham itu.

Hingga sekarang, proses komunikasi antara kubu Setya Novanto dan KPK masih alot. Pasalnya, Setya Novanto tak ada di rumahnya. Setya Novanto enggan dilakukan penahanan oleh KPK.

Bahkan sebelumnya juga Setya Novanto telah melawan dengan mempolisikan dua pimpinan KPK ke Bareskrim Polri. (elf/JPC)

Info Cuaca Batam dan Sekitarnya Bisa Dipantau di Website Hang Nadim

0

batampos.co.id – Batam merupakan daerah kepulauan, yang cuaca sering berubah-ubah. Aktivitas masyarakat pun tak hanya di darat saja, tapi juga di laut. Sehingga memerlukan prakiraan dan informasi terbaru kondisi cuaca suatu daerah.

“Dan itu sekarang bisa dilihat langsung melalui website,” kata Kasi Data dan Informasi Stasiun Meteorologi Hang Nadim Batam, Suratman pada Rabu (15/11).

Berbagai layanan publik disediakan di website tersebut, mulai dari prakiraan cuaca, maritim, prakiraan angin, analisa angin, curah hujan serta permintaan data.

Suratman mengatakan bahwa untuk prakiraan cuaca akan ada pembaharuan setiap harinya. Dalam prakiraan itu berisikan soal hujan, angin, arus dan tinggi gelombang.

“Data disediakan mudah di baca masyarakat. Sehingga jadi acuan saat masyarakat berpergian, baik dengan moda transportasi darat, laut atau udara,” ungkapnya.

Di website ini, kata Suratman pihak maskapai juga bisa mengambil flight dokumen secara online. Sehingga tak perlu lagi untuk tiap saat menyambangi kantor forechaster.

“Data-data yang dibutuhkan maskapai bisa mereka unduh lewat website itu. Dan selalu kami update setiap saat,” ujarnya.

Data-data BMKG ini, kata Suratman tak hanya dimanfaatkan oleh masyarakat umum. Tapi juga oleh berbagai instansi.

“Polda, BNPB dan instansi lainnya, meminta data ke kami. Klaim asuransi juga kadang meminta surat ke kami,” ungkapnya.

Ke depannya, website ini akan lebih ditingkatkan.

Kasi Datin Badan Meotrologi Klimatologi dan Geofisika Hang Nadim Batam Suratman memberikan pemaparan saat sosialisasi peningkatan pelayanan MKG di kantor BMKG Bandara Hang Nadim Batam, Rabu (15/11). F Cecep Mulyana/Batam Pos

Secara umum, Suratman membeberkan kondisi cuaca di Batam. Ia mengatakan bahwa Batam berbeda dari daerah lainnya di Sumatera atau Jawa.

“Di sini tak non zone, atau tak mengenal musim. Hujan sepanjang tahun, tapi tiap bulan berbeda-beda intensitasnya. Mei, November dan Desember, hujan lebih intensif dan curahnya cukup tinggi,” tuturnya. (ska)