Kamis, 23 April 2026
Beranda blog Halaman 12873

BP Batam Mudahkan Pemko Peroleh Persil

0

batampos.co.id – Badan Pengusahaan (BP) Batam mendukung upaya Pemerintah Kota (Pemko) Batam dalam membangun fasilitas publik. BP Batam akan mempermudah pengalokasian persil asalkan Pemko Batam mengajukan rencana pembangunan dengan seksama.

“Untuk pelayanan publik, kami akan bantu asal sesuai dengan kebutuhan,” kata Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Lukita Dinarsyah Tuwo usai perayaan Hari Bakti BP Batam ke-46 di Gedung BP Batam, Kamis (26/10).

Lukita mengungkapkan BP Batam saat ini memiliki hubungan yang baik dengan Pemko Batam. Sehingga lebih mudah koordinasi soal alokasi persil demi kepentingan publik.

“Namun harus jelas. Jika Pemko ingin bangun sekolah contohnya. Berapa luas kebutuhan lahan, berapa jumlah sekolah dan lainnya harus dikaji dengan seksama,” tambahnya.

Pengalokasian persil akan semakin mudah karena Lukita berjanji bahwa proses perizinan akan semakin dipermudah.

“Kado akhir tahun dari BP Batam adalah akan meningkatkan pelayananannya sehingga bisa melayani masyarakat dan pelaku usaha,” harapnya.(leo)

Pabrik Petasan Meledak dan Terbakar, 47 Meninggal, 46 Luka Parah

0

batampos.co.id – Pabrik petasan di Kosambi, Kabupaten Tangerang, meledak dan terbakar, Kamis (26/10). Hingga pukul 21.00 tadi malam, jumlah korban dalam insiden ini mencapai 47 orang meninggal dan 46 lainnya terluka parah. Seluruh korban merupakan pekerja di pabrik tersebut.

Dari informasi yang dihimpun, jumlah pekerja di pabrik tersebut seluruhnya 103 orang. Namun sampai berita ini ditulis, baru 93 orang yang berhasil diidentifikasi. Sementara 10 lainnya belum diketahui keberadaannya.

Wakapolda Metro Jaya Brigjen Polisi Purwadi datang ke lokasi pada pukul 20.30 untuk melihat secara langsung proses pendinginan dan olah TKP.
Purwadi menyatakan, 10 korban yang hilang akan diselidiki dengan melakukan wawancara pada korban dan saksi-saksi yang masih hidup. Namun, ia mengungkapkan pihak kepolisian masih akan berfokus pada pertolongan dan evakuasi korban.

“Bisa saja mereka lagi izin tidak masuk kerja kan kita tidak tahu,” katanya.

Kepolisian akan melakukan penyelidikan secara ilmiah agar penyebab kebakaran, asal titik api dan penyebaran bisa segera menjadi terang. Suwandi menyatakan bahwa penyelidikan akan dilanjutkan pada hari ini karena lokasi kejadian masih panas dan tertutup abu.

Purwadi menimbau bagi warga yang merasa memiliki keluarga yang bekerja pada pabrik, agar segera mendatangi RS Polri dengan membawa petunjuk-petunjuk berupa identitas dan rekam medis terakhir yang bisa memudahkan penyelidikan. “Misalnya kapan terakhir periksa gigi, di klinik mana,” katanya.

Soal izin, Purwadi mengaku belum mengetahui secara pasti. Pihaknya belum mengecek secara langsung izin pabrik tersebut. Menurut warga sekitar aktivitas pabrik tersebut memang senantiasa tertutup.

“Waktu kejadian kemarin pabrik dikunci, kalau seandainya tidak saya yakin banyak yang selamat,” kata Maskota, Kepala Desa Blimbing.

Menurut Maskota, Pabrik tersebut baru beroperasi sekitar dua bulan. Pemilik pabrik belum pernah sekalipun berkomunikasi dengannya. Apalagi meminta izin. Ia sendiri tidak menyangka kalau pabrik tersebut memproduksi kembang api. “Yang saya dan warga tahu, di situ cuma pabrik ayakan pasir saja,” katanya.

Sementara itu, hingga pukul 21.00 malam proses evakuasi masih berlangsung. Seluruh jenazah, baik yang utuh maupun yang hancur, dibawa ke RS Polri Kramat Djati untuk pemeriksaan. Sementara untuk korban luka, saat ini dirawat di RS Bunda dan RS Mitra Tangerang. (tau)

Pembangunan Citra Aerolink Batam Dimulai

0

batampos.co.id – Batam akan segera memiliki kawasan terpadu berkelas dunia di Kabil, Nongsa. Adalah Citra Aerolink Batam yang akan dibangun di atas lahan seluas 20,6 hektare dengan nilai investasi sebesar Rp 1,3 triliun. Citra Aerolink merupakan kawasan yang terintegrasi dengan area pergudangan, komplek komersil, dan apartemen di lokasi yang sangat strategis.

Komisaris Kabil Industrial Estate, Kris Wiluan, mengatakan proyek prestisius ini merupakan kerjasama dari PT Kabil Citranusa dengan PT Ciputra Residence. Kawasan ini diproyeksikan sebagai Aeromarine Development yang diharapkan menjadi international business hub. Lokasinya strategis karena berada di kawasan industri terpadu Kabil yang sudah sejak lama menjadi kawasan objek vital nasional.

“Ini nilai plusnya,” ujar Pendiri Citramas Grup ini usai acara peletakan batu pertama (project commencement) Citra Aerolink di lokasi, Kamis (26/10).

Hadirnya proyek ini, menurut Kris, karena mereka memanfaatkan lokasinya yang strategis, berada di tengah-tengah pelabuhan Citranusa Kabil Seaport Nongsa, Bandara Internasional Hang Nadim, serta kawasan industri Kabil. “Ini proyek pertama bersama Ciputra di Batam,” ujarnya.

Hadirnya kota baru ini, menjadi angin segar bagi Batam untuk semakin optimistis menjadi sentra pertumbuhan ekonomi, mampu bersaing menjadi pusat pengiriman logistik ke seluruh dunia, serta menghadirkan sektor-sektor ekonomi baru selain maritim, yakni sektor pariwisata dan digital.

“Dewan kawasan membawa perubahan, pengusaha Batam membawa perubahan. Berharap bisa bermitra dengan pemeritah Kepri dan Batam, sehingga kita dapat berpartisipasi merealisasikan pertumbuhan ekonomi 7 persen dalam dua tahun ini,” ujar Kris Wiluan.

Presiden Direktur PT Ciputra Residence, Budiarsa Sastrawinata menyebutkan, tertariknya mereka bekerjasama dengan pengelola kawasan industri Kabil membangun kawasan baru ini, karena lokasi pengembangan di sekitar bandara selalu menjadi proyek pengembangan yang sukses dalam setiap pekerjaan mereka.

Menurut Budiarsa, Batam itu strategis, sebagai simpul logistik nusantara. Apalagi sekarang, menjadi pusat pengembangan industri digital. Belum lagi ada pengembangan kawasan pelabuhan seperti pembangunan Tanjung Sauh yang bisa sekaligus melayani pelayaran dan logistik internasional.

“Sangat potensial,” ujarnya.

Budiarsa menyebutkan, Citra Aerolink ini disebut juga kawasan Aeromarinetropolis. Sebab pusat pengembangannya menjadi kota di antara bandara dan pelabuhan internasional. Mengintegrasikan kawasan industri, pergudangan, perkantoran, niaga, apartemen, dan juga residensial.

Sementara Deputy GM Citra Aerolink Batam, Martinus Wibowo Salim, mengatakan proyek ini dibangun secara bertahap. Tahap pertama untuk pembangunan pergudangan dan industri. “Dijadwalkan bangunan tahap pertama dapat diserahterimakan Mei 2018 nanti,” kata Martinus.

Lebih lanjut ia menuturkan, gudang yang dibangun memiliki tiga tipe. Yaitu tipe Bronze seluas 300 meter persegi, tipe Silver dengan luas 360 meter persegi, dan tipe Platinum seluas 504 meter persegi. Harganya mulai Rp 3,1 miliar sampai Rp 5 miliar.

Gudang multiguna tersebut, memiliki 2 lantai dengan desain bagian depan bangunan sebagai kantor, dan bagian belakang memiliki ceiling height sampai 8 meter yang memungkinkan digunakan sebagai area kerja dan penyimpanan barang. “Proyek ini memiliki 12 keunggulan, mulai dari lokasi dan konsep-konsep yang mumpuni,” ucapnya.

Salah satu konsep yang diklaim pertama kali diterapkan dalam pembangunan pergudangan dan industri di Batam, yakni penerapan konsep Eco Culture yang dilihat dari konsep green building. Martinus menjelaskan, dari fasad bangunan terdapat green wall yang memaksimalkan pencahayaan skylight di area kerja dan juga sistem ventilasi silang untuk menjamin sirkulasi udara yang baik.

Nantinya pengelolaan kawasan Citra Aerolink dilakukan secara profesional dan menerapkan integrated loading-unloading dalam memudahkan mengatur kendaraan kontainer untuk bongkar muat. “Sistem parkir juga ditujukan agar tidak terjadi bongkar muat di depan unit gudang yang dapat mengganggu lalu lintas dari kendaraan lain,” ungkapnya.

Gubernur Kepri Nurdin Basirun yang hadir dalam acara peletakan batu pertama tersebut mengungkapkan, hadirnya Citra Aerolink ini menjadi bagian dari peningkatan investasi kawasan dan terobosan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi. Berulang kali ia mengungkapkan rasa harunya.

“Terharu Pak Kris (Kris Wiluan, red) sudah bergabung dengan Pak Budi (Budiarsa, red). Maaf kalau suara saya tak keluar hari ini, karena saya terharu,” ujarnya.

Di tengah melambatnya pertumbuhan ekonomi Batam dan tingginya inflasi dua bulan jelang akhir tahun 2017 ini, Nurdin menyebutkan kehadiran satu proyek ini, perlu membuat satu rumusan yang lebih maksimal lagi dari pemerintahan.

“Berharap semua dunia usaha di Kepri ini akan berkembang dan maju, apalagi Batam belakangan ini pertumbuhan ekonominya agak terganggu. Saya mau mengajak pengusaha, ayo sama-sama mencari terobosan untuk perbaikan ekonomi ini,” jelasnya. (cha/nji)

 

Batam Dapat Tambahan Delapan Ribu Blanko E-KTP

0

 

ilustrasi

batampos.co.id – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Batam kembali mendapatkan tambahan delapan ribu blanko Kartu Tanda Penduduk Elektronik (E-KTP).

“Alhamdulillah, Jumat kemarin kami baru jemput dari Kemendagri,” kata Kepala Disdukcapil Kota Batam, Said Khaidar, Selasa (24/10).

Tambahan delapan ribu keping blanko e-KTP ini belum bisa sepenuhnya mengcover kebutuhan e-KTP yang sudah menumpuk hingga saat ini. Ia menyebutkan dari Januari hingga Oktober 2017 ini jumlah pengajuan yang masuk mencapai 58 ribu pengajuan.

“Jadi kami masih butuh 50 ribu keping blanko e-KTP lagi,” sebutnya.

Delapan ribu keping blanko ini akan dibagi merata di 12 kecamatan yang ada di Batam. Pihaknya akan memanggil seluruh camat untuk menyerahkan data pengajuan sesuai tanggal perekaman.

“Database kami sudah punya, hanya saja membutuhkan pengajuan dari masing-masing camat, karena mereka yang mengetahui data lanjutan yang harus dicetak,” terang mantan Kabag Tapem Pemko Batam ini.

Said mengungkapkan saat ini terdapat 10 mesin cetak e-KTP yang ada di kantor Disdukcapil, jika tidak ada masalah pencetakan delapan ribu keping blanko ini akan selesai dalam empat hari kerja. “Sekarang kan cetak di kami, jadi bisa ngejar penyelesaian e-KTP dengan cepat,” tambah Said.

Mereka yang belum pernah memiliki e-KTP akan menjadi prioritas pencetakan e-KTP. “Masih sama seperti sebelumnya, kami dahulukan pemula, sedangkan yang rusak dan hilang menunggu dulu,” imbuhnya.

Said meambahkan, pihaknya berusaha untuk mengoptimalkan pencetakan e-KTP, karena hal ini juga mempengaruhi untuk mendapatkan tambahan blanko. “Prinsinya blanko akan ditambah jika Pemda menyelesaikan pencetaka, makanya kami kejar penyelesaian pencetakan, dan berharap bisa mendapat tambahan blanko, sehingga tahun ini kami bisa merampungkan pencetakan pengajuan yang masih menumpuk,” tutupnya.

Sebelumnya, Batam juga mendapatkan tambahan blank sebanyak empat ribu keping, jika ditotalkan hingga Oktober ini Batam telah diberikan 12 ribu keping blanko e-KTP.(cr17)

Ini Faktor Tingginya Perceraian di Natuna

0
ilustrasi

batampos.co.id – Pengadilan Agama Natuna tahun ini menangani kasus perceraian cukup tinggi. Terhitung hingga bulan Oktober 2017 ini, sudah 193 kasus cerai yang disidangkan. Banyak fakta pemicu perceraian suami istri.

Ketua Pengadilan Agama Natuna Darwin mengatakan, tidak hanya faktor ekonomi yang menjadi penyebab perceraian. Faktor pendidikan menjadi salah satu pengaruh perceraian yang diklasifikasi pengadilan agama.

“Pendidikan masih rendah adalah faktor lain menyebabkan tidak bertahan lama hubungan suami istri,” sebut Darwin kemarin.

Dikatakan Darwin, dengan tingkat pendidikan yang masih rendah ini menjadi kurangnya pemahaman per individu dalam tanggung jawab dan pola pikir dalam membina rumah tangga. Dan dari angka perceraian yang terjadi, tidak hanya dari kalangan pegawai pemerintah.

“Perceraian juga tinggi dari kalangan keluarga nelayan dan petani. Hal ini dipengaruhi ekonomi dan tingkat pendidikan yang masih rendah,” ujarnya.

Darwin mengatakan, dari angka perceraian yang terjadi tahun ini. Mayoritas kalangan pendidikan masih tamatan SLTP dan SLTA. Dan kasus rumah tangga yang ditangani saat ini mencapai 250 kasus, namun yang sudah disidang mencapai 193 kasus cerai gugat.

“Banyak yang datang ke melapor ke Pengadilan dengan alasan tidak tanggungjawab. Misalnya tidak dinafkahi atau ditinggalkan begitu saja oleh suami. Dan dipicu adanya orang ketiga, kemudian faktor ekonomi,” ujar Darwin.(arn)

Bangun Kawasan Islamic Centre Terpadu

0
Masjid Raya Nur Ilahi Dompak menjadi salah satu ikon Pulau Dompak, Jumat (6/1). Pemprov Kepri akan menyiapkan 22 miliar untuk menata kawasan Pulau Dompak. F.Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.idSebagai Ibu Kota Provinsi Kepri, Tanjungpinang pantas untuk mendapatkan perhatian pembangunan diberbagai bidang infrastruktur. Untuk menjadi Tanjungpinang lebih hebat, Gubernur Kepri, Nurdin Basirun mencanangkan kawasan Masjid Raya Nur Ilahi, Dompak sebagai pusat Islamic Centre Provinsi Kepri.

Selesainya pembangunan Jembatan I Dompak memberikan warna tersendiri bagi percepatan pembangunan di Pusat Pemerintahan Provinsi Kepri. Hal itu sangat diakui
Gubernur Nurdin. Dirinya yakin, Dompak memiliki potensi yang sangat menjanjikan bagi pembangunan Tanjungpinang ke depan.

“Saya tersenyum sendiri, dengan selesainya pembangunan Jembatan I Dompak beberapa waktu lalu. Karena kehadiran Jembatan tersebut membuka lembaran baru bagi perkembangan Tanjungpinang kedepan,” ujar Gubernur Nurdin menjawab pertanyaan Batam Pos di Stadion Sulaiman Abdullah, Tanjungpinang, Rabu (25/10).

Nurdin memaparkan, tentang mimpi besarnya bagi pembangunan Pulau Dompak ke depan. Salah satunya adalah menjadikan kawasan Masjid Raya Nur Ilahi, Dompak sebagai Islamic Centre Provinsi Kepri. Karena tujuan awal pembangunan Masjid adalah seperti itu. Ide ini muncul karena Masjid Dompak dibangun dengan begitu megah, saat ini secara bertahap infrastruktur pendukung akan dilengkapi. Nantinya, banyak aktivitas keislaman yang akan dilakukan disana.

Menurutnya, Dompak bukan hanya sebagai pusat pemerintahan Provinsi Kepri, tetapi juga menjadi destinasi wisata. “Kita sudah membuat strategi pembangunan yang berkesinambungan. Seperti kawasan sport centre kedepannya,” papar Gubernur.

Guna menindaklajuti mimpi besar ini, dirinya sudah membangunan komunikasi dengan Wali kota Tanjungpinang, Lis Darmasyah. “Keinginan kita tentu sama, yakni ingin menjadikan
Tanjungpinang lebih maju dan lebih baik. Untuk mendapatkan harus bekerja sama secara bersama, dan tidak bisa jalan sendiri-sendiri,” jelas Gubernur.

Hal ini juga disampaikan Kepala Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan (Bappelitbang) Pemprov Kepri, Naharuddin, menurutnya, Pemprov Kepri terus menggesa pembenahan pusat Pemerintah Provinsi Kepri. Fokus pembangunan akan dilakukan selama tiga tahun ke depan.

“Untuk menata Pulau Dompak menjadi lebih elegan memang membutuhkan biaya yang mahal. Sehingga butuh proses dan perlu waktu,” ujar Naharudin.

Saat ini Pemprov Kepri sudah memiliki grand design pembangunan di Pulau Dompak, sekarang ini tinggal menyelesaikan rencana yang sudah ada. “Lewat APBD 2017 ini target pembangunan adalah menata Jembatan Dompak dan pintu masuknya dengan corak yang islami. Kemudian menata Bundaran I Dompak,” papar Nahar.

Namun, untuk melihat keindahan Dompak sebenarnya masih membutuhkan waktu sekitar tiga tahun lagi. Nantinya di kawasan ini akan pembangunan strategis penyelesaian median jalan dan trotoar dikiri kanan jalan. Kemudian pembangunan bundaran II, III, IV, V, dan VI.
“Kita juga akan menata lampu-lampu jalan. Sehingga Dompak tidak hanya menjadi pusat pemerintahan, tetapi menjadi pusat bisnis dan destinasi wisata baru di Ibu Kota Provinsi Kepri,” paparnya lagi.

Nantinya, pembangunan Dompak tidak hanya bertumpu pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang. Akan tetapi juga melibatkan beberapa Organisasi Perangkat Daerah
(OPD) terkait di lingkungan Pemprov Kepri. Seperti Dinas Pertambangan dan Energi untuk menangani penataan lampu jalannya.  “Selain itu ada juga Dinas Perumahan dan Pemukiman. Mudah-mudahan di 2019 nanti Pulau Dompak sudah tampil mempesona,” tutup Naharudin. (jpg)

Sinergitas Wujudkan Masyarakat Sehat

0

batampos.co.id – Mewujudkan masyarakat sehat, tidak bisa mutlak menjadi tanggung jawab pemerintah daerah melalui dinas kesehatan belaka. Tetapi juga perlu melibatkan peran instansi lain dan juga sudah pasti partisipasi kesadaran masyarakat sendiri.

Belum lama ini, Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Tanjungpinang, menggelar Kampanye Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) yang melibatkan instansi lain sebagai bukti dari sinergitas mewujudkan masyarakat sehat.

Sekretaris Daerah Tanjungpinang, Riono mengapresiasi kegiatan ini. Menurutnya, selama lima tahun terakhir, pemerintah daerah cukup perhatian dengan peningkatan kualitas layanan kesehatan. Dibuktikan dengan perbaikan kualitas puskesmas yang ada.

“Sebelumnya bagunan Puskesmas sederhana, itu semua sudah berubah, hingga kita diapresiasi oleh tamu yang datang ke Kota Tanjungpinang,” ungkapnya, kemarin.

Karena bangunan dan fasilitas saja dirasa masih belum cukup, maka perlu kerja sama lintas instansi agar masyarakat yang sehat itu benar-benar bisa terwujud. Riono mengaku sudah mengintruksikan agar seluruh OPD sesuai tupoksinya, bisa turut berpartisipasi pada gerakan kampanye kesehatan ini.

Dinas Kepemudaan dan Olahraga misalnya. Belum lama ini, Dispora sudah melaksanakan lomba lari 10 kilometer, Bappelitbang menggarkan keuangannya dan sebagainya.

Kemudian mengoptimalkan lembaga perguruan tinggi, kesehatan bukan saja di lingkungan internal semata, tetapi pengaruh lingkungan ekternal juga luar biasa. “Semuanya harus sinergi untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di Kota Tanjungpinang,” tegasnya.

Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana, Rustam, menjelaskan germas adalah upaya dalam mewujudkan keshatan masyarakat. Ada tantangan hadapi beban ganda, di satu sisi penyakit menular masih cukup tinggi, dan disisi lain penyakit tidak menular, seperti, jantung, pembuluh darah, hipetensi, kanker, dan kecelakaan, dan jumlah ini dari waktu ke waktu semakin tinggi pengaruhi harapan hidup manusia. Karena itu, gerakan masyarakat hidup sehat sangat penting untuk mencapai masyarakat yang sehat.

Untuk mencapai masyarakat sehat, kata dia, perlu keterlibatan lintas instansi, baik Lurah, Camat, OPD, PKK, para kader, bahkan Poltekes, Akbid, dan masyarakat, agar kegiatan germas yang sudah dilakukan lebih terencana, sistematis, dan berkesinambungan.

“Saya ingin Germas diperkuat. Untuk itu, kami membuat dengan penandatangan pernyataan komitmen sebagai langkah koordinasi dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat setinggi-tingginya,” ucapnya. (aya)

Jika Melanggar Diproses Secara Hukum

0

batampos.co.id – Kajari Natuna Juli Isnur didampingi Kacabjari Tarempa Muhammad Bayanullah memantau langsung 14 Proyek strategis di Kabupaten Kepulauan Anambas. Di antaranya Bandara Letung, Puskesmas yang ada di Kecamatan Jemaja Timur, lanjutan pembangunan tahap ketiga pusat perkantoran yang ada di Pasir Peti, Desa Pesisir Timur, Kecamatan Siantan, Masjid Agung dan sejumlah proyek yang ada di luar Kota Tarempa.

Pihak kejaksaan menegaskan tidak ada jaminan 14 paket proyek strategis di Kabupaten Kepulauan Anambas tidak ditindak secara hukum bila ada kesalahan dalam pengerjaanya. Seperti tidak sesuai spesifikasi yang telah ditentukan, misalnya. Maka akan tetap diproses secara hukum. Kajari Natuna Juli Isnur, SH.MH. mengatakan pihak kejaksaan sifatnya mendampingi, bukan melindungi. “Apabila dilakukan teguran sebanyak dua kali tidak juga menggubris maka akan di proses secara hukum,” ungkapnya saat meninjau Bandara Letung Selasa (24/10).

Korp Adhiyaksa ungkap Isnur, melakukan pendampingan agar pembangunan yang dilaksanakan oleh pemerintah itu progresnya berjalan dengan baik serta hasilnya dapat dinikmati oleh masyarakat. Lebih jauh dia mengaku optimis pengerjaan proyek strategis, khususnya yang berada di Pulau Jemaja, seperti pembangunan Rumah Sakit Jemaja Timur yang dilaksanakan PT Eka Cipta Madani sebesar Rp 7,9 miliar, waduk dan irigasi yang dilaksanakan PT Seberong Fatra Rp 5,5 miliar dan landasan pacu Bandara Letung oleh PT Kolam Intan Prima Rp 5,85 miliar. “Kami lihat masih on-progress dan ini normal. Insya Allah tepat waktu,” tuturnya.

Untuk di Tarempa, dengan berjalan kaki Kajari meninjau proyek pembangunan Instalasi Pembuangan Air Limbah (IPAL) Rumah Sakit Umum Daerah yang dilaksanakan PT Pagar Alam Perkasa Rp 4,5 miliar. Lalu pembangunan Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) UMKM yang dilaksanakan Cv Bina Insan senilai Rp 2,64 miliar. Kemudian Pembangunan jalan Tanjung Angkak-Pasir Peti Rp 22,439 miliar yang dilaksanakan PT Pasifik Jaya Makmur. Serta terakhir pembangunan tahap tiga Kantor Bupati Kabupaten Kepulauan Anambas Rp 21,35 miliar yang dilaksanakan PT Delbiper Cahaya Cemerlang.

Di lokasi Isnur berinteraksi langsung dengan panitia pelaksana tugas teknis kegiatan, konsultan perencanaan dan kontraktor pelaksana. Dia mempertanyakan kendala yang dihadapi. “Dari peninjauan di Kota Tarempa, pembangunan sekitar 70 persen. Masih sesuai dengan yang diharapkan, apalagi masih dalam tahap pengerjaan serta pembangunannya masih belum selesai,” jelas Isnur.

Dari sekian banyak proyek yang sudah dipantau, pihaknya mengaku sedikit khwatir dengan pembangunan IPAL rumah sakit yang muaranya ke laut.
Kajari memastikan akan datang kembali ke Anambas Desember mendatang atau paling lambat Januari 2018 untuk melihat progress proyek yang dikerjakan. (sya)

Target RPJMD Kepri Diubah

0

batampos.co.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri belum mampu untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi Kepri pada angka 5,58 persen. Menyikapi hal itu, lewat perubahan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabinet Kerja Gubernur Kepri, Nurdin Basirun hanya memasang target 3 persen untuk pertumbuhan ekonomi di tahun 2017 ini.

“Kita melakukan evaluasi atas beberapa capaian. Salah satunya adalah terkait prospek pertumbuhan ekonomi Kepri,” ujar Kepala Badan Perencanaan Penelitian dan Pembangunan (Balitbang) Kepri, Naharuddin menjawab pertanyaan Batam Pos, Rabu (25/10) di Tanjungpinang.

Menurut Nahar, target tersebut juga terus akan naik tiap tahunnya. Karena pada 2021 mendatang target akhirnya adalah pada angka 4 persen. Masih kata Nahar, di tengah kondisi pertumbuhan ekonomi nasional yang sedang tidak menggembirakan, untuk mendapatkan peningkatkan dua digit membutuhkan kerja keras dan investasi yang puluhan triliun.

“Target pada angka 3 persen sampai 4 di 2021 mendatang adalah merupakan target yang realistis. Mudah-mudahan di tahun hadapan, pertumbuhan ekonomi Kepri terus menanjak,” harap Nahar.

Mantan Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kepri tersebut juga menjelaskan, meski pertumbuhan ekonomi Kepri saat ini mengalami perlambatan, yakni pada angka 1,52 persen pada semester pertama 2017. Akan tetapi, menurut teori pertumbuhan ekonomi tidak bisa dijadikan variabel mengukur ekonomi masyarakat di suatu daerah.

Karena, tolak ukur dalam penghitungan pertumbuhan ekonomi suatu daerah, seluruh warganya dihitung sama. Baik warga yang ekonomi menengah keatas maupun kebawah.

“Meski begitu, angka pertumbuhan ekonomi tetap menjadi acuan Pemerintah daerah. Tapi, tidak bisa 100 persen mengukur ekonomi masyarakat,” jelasnya.

Sebelumnya, Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kepri, Gusti Raizal Eka Putra mengatakan untuk mencapai pertumbuhan ekonomi Provinsi Kepri diatas 5 persen, syaratnya adalah Kepri bisa mendatangkan investasi senilai Rp 70 triliun.

“Karena memang pertumbuhan ekonomi Kepri dalam priode yang kurang baik. Tentu perlu melakukan beberapa upaya untuk meningkatkan pertumbuhan tersebut,”ujar Gusti Raizal Eka Putra belum lama ini.(jpg)

Bintan Menjadi Sebelas Kecamatan

0

batampos.co.id – Selain mewacanakan pemekaran Kelurahan Kijang Kota menjadi tiga kelurahan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bintan juga merencanakan memekarkan Kecamatan Teluk Sebong menjadi dua kecamatan. Hal ini terungkap saat sosialisasi rencana pemekaran Kecamatan Teluk Sebong di kantor Kecamatan Teluk Sebong,
Rabu (25/10).

Kabag Pemerintahan Setdakab Bintan Bambang Sugianto kepada awak media, kemarin membenarkan adanya sosialisasi upaya pemekaran kecamatan di Teluk Sebong menjadi kecamatan baru. Ia menyebutkan, Kecamatan Teluk Sebong terdiri Kelurahan Kota Baru, Desa Pengudang, Desa Berakit, Desa Sri Bintan, Desa Ekang Anculai serta Desa Sebong Pereh dan Desa Sebong Lagoi. “Saat ini sedang dikaji oleh tim akademisi. Jika disetujui Pak Bupati, Bintan akan menjadi sebelas kecamatan,” ujarnya.

Disinggung desa atau kelurahan mana yang akan dimekarkan menjadi kecamatan baru? Bambang menyebutkan, kemungkinan yang akan dijadikan kecamatan baru adalah Desa Berakit, Desa Pengudang serta Desa Sri Bintan. Disebutkannya, tujuan pemekaran ini
untuk pemerataan pembangunan dan meningkatkan pelayanan administrasi
masyarakat.

Terpisah, Camat Teluk Sebong Herika Selvia mengatakan, rencana pemekaran ini telah disampaikan ke tokoh masyarakat dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) yang ada di kecamatan Teluk Sebong. “Desa Sri Bintan, Pengudang dan Berakit memang sudah layak dimekarkan menjadi satu kecamatan baru,” tukasnya. (cr21)