Senin, 11 Mei 2026
Beranda blog Halaman 12913

Mukhtaruddin Minta Tak Ditahan

0
Terdakwa Tengku Mukhtarudin menggunakan kursi roda saat menjalani sidang di Pengadilan Negeri Tanjungpinang, Senin (13/11). F.Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Terdakwa mantan Bupati Kepulauan Anambas, Tengku Mukhtaruddin meminta kepada majelis hakim untuk diberi keringanan, agar tidak ditahan selama masa persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang. Permohonan ini disampaikan penasehat hukumnya melalui pengajuan permohonan surat sakit yang diberikan pada sidang perdana dalam agenda pembacaan dakwaan di PN Tanjungpinang, Senin (13/11).

“Kami meminta mohon kepada majelis hakim, agar sekiranya bisa mempertimbangkan untuk tidak menahan terdakwa Mukhtaruddin, karena kondisi penyempitan saraf tulang belakang dan gangguan jantung yang kini dideritanya. Sehingga menyulitkan terdakwa untuk bisa berdiri dan menjalani masa penahanan,” ungkap Tatang Suprayoga, penasehat hukum Mukhtaruddin, usai pembacaan dakwaan.

Menanggapi permohonan tersebut, Ketua Majelis Hakim, Santonius Tambunan tidak serta-merta mengabulkan permohonan itu. Menurutnya perlu ada pembuktian secara nyata terkait kondisi yang dialami terdakwa saat ini.

Sehingga terdakwa dianggap layak untuk mendapatkan keringanan, agar tidak ditahan selama proses persidangan berlangsung di PN Tanjungpinang. “Kami berikan waktu satu minggu ke depan terhadap terdakwa untuk bisa menghadirkan dokter spesialis saraf tulang belakang yang sudah merawatnya, agar bisa menjelaskan bagaimana kondisi yang dialami terdakwa saat ini. Dari situ nantinya permohonan terdakwa bisa kitakabulkan atau tidak,” jelasnya.

Dalam pembacaan dakwaan, Tengku Mukhtarudin dijerat kasus gratifikasi 25 motor Honda Mega Pro, 1 unit mobil Avanza, serta 1 unit mobil fortuner, dengan nilai kerugian mencapai Rp 1.367.497.166. Namun pemberian dari PT Bank Syariah Mandiri, atas penyimpanan dana APBD di Bank tersebut tidak dijadikan aset pemerintah Pemkab Anambas. Melainkan diduga dalam dakwaan dijual untuk kepentingan pribadi.

“Puas kalian lihat kondisi saya kan. Inilah kondisi saya saat ini. Puas kalian kan. Terimakasih,” ungkap kesal Mantan Bupati Anambas tersebut, usai sidang pembacaandakwaan. (cr20)

Korupsi Alkes, Said Kembalikan Rp 61,9 Juta

0
Said Mukhtar (kiri pakai peci) mengembalikan kerugian negara Rp 61,9 juta ke Jaksa di PN Tanjungpinang yang disaksikan majelis hakim. F. Choky Nainggolan/ Batam Pos.

batampos.co.id – Terdakwa Said Mukhtar, selaku distributor pengadaan barang dalam kasus korupsi Alat Kesehatan (Alkes) di Kabupaten Lingga tahun 2013, mengembalikan kerugian negara sebesar Rp 61,9 juta kepada Kejaksaan Negeri Lingga, yang diwakili oleh Kasintel Kejari Lingga Evan Apuredi dan satu anggota jaksa Kejari Lingga, dalam persidangan agenda pemeriksaan saksi, di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang, Senin (13/11).

Pengembalian kerugian negara ini berdasarkan hasil audit rill dari Badan Pemeriksa Keuangan Pembangunan (BPKP), dimana terdakwa ini dinyatakan telah merugikan negara sebesar Rp 61,9 juta, dalam kasus tersebut. Kasintel Kejari Lingga Evan Apuredi, mengatakan dalam kasus ini diperkirakan kerugian negara mencapai hampir satu miliar. Ini berdasarkan hasil audit BPKP Provinsi Kepri, yang menyatakan kerugian ini diakibatkan dari beberapa pihak yang harus mengembalikan kerugian negara tersebut.

“Saat ini terdakwa Said Mukhtar yang mengembalikan kerugian negara sebesar Rp 61,9 juta,” ujar Evan saat ditemui usai sidang atas kasus tersebut, Senin (13/11).

Menurutnya Said cukup kooperatif dalam mengikuti arahan jaksa, salah satunya dengan mengembalikan kerugian negara. Ia menuturkan pengembalian uang sebesar Rp 61,9 juta, ini merupakan sebagian kecil dari para terdakwa lainya yang juga telah mengembalikan kerugian negara.

“Sebelumnya terdakwa Syamsuri juga telah mengembalikan kerugian negara sebesar Rp 500 juta. Dan ini pengembalian yang kedua dari terdakwa Said Mukhtar,” ungkapnya.

Evan menambahkan satu terdakwa lainya, yakni Kasmadi juga berkomitmen akan segera mengembalikan sisa kerugian negara yang ditimbulkan olehnya.

Dirinya juga yakin sebelum putusan tuntutan majelis hakim dilaksanakan, seluruh kerugian yang dialami negara, tentunya akan dikembalikan sesuai dengan komitmen dari para terdakwa ini.

“Terdakwa Kasmadi telah berjanji untuk menyanggupi kerugian negara secepatnya. Mudah-mudahan, sebelum dilakukan penuntutan, semua kerugian negara dapat dikembalikan. Karena ini menjadi atensi bahwa kasus korupsi terdakwa, diupayakan mengembalikan kerugian negara,” imbuhnya.

Pengembalian kerugian negara sebesar Rp 61,9 juta ini, diberikan langsung kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU), dengan disaksikan ketiga Majelis hakim, diantaranya hakim ketua Iriati khoirul Umah, Santonius Tambunan dan juga Yon Efri.

Sebelumnya, dalam kasus ini telah ditetapkan 3 terdakwa, yakni Syamsuri Kasubag evaluasi dan perencanaan pemkab Lingga yang juga Ketua lelang. Adapun Kasmadi dan Said Mukhtar yang merupakan rekanan proyek pengadaan Alkes rumah sakit dan Puskesmas. (cr20)

Lagi, Batam View Resort Sedot Turis Singapura ke Batam

0

Estefan Tribute Concert di Batam View Beach Resort, 11 November silam mampu menyedot 350 wisman asal Singapura, Malaysia dan ekspatriat yang tinggal di Negeri Singa Putih.

“Kalau tiap minggu seperti itu dampaknya pasti bagus. Perbanyak atraksi di Batam, Kepri, sebagai daya tarik wisata,” ungkap Menteri Pariwisata Arief Yahya, Senin (13/11).

Batam, kata Arief Yahya, adalah tiga besar wisatawan mancanegara masuk ke Indonesia. Jarak yang dekat, akses yang mudah, hanya 30 menit dari Singapura, baginya adalah modal yang sangat kuat.

“Makin banyak aktivutas event, makin sering orang Singapore dan Malaysia menyeberang ke Batam,” jelas Menteri Arief.

Menpar Arief Yahya yang berasal dari Banyuwangi itu yakin bahwa setiap potensi pergerakan orang dari satu ke kota lain, serta dari satu negara ke negara lain, dalam jumlah masif akan menggerakkan ekonomi. Baginya, pergerakan orang sama dengan pergerakan bisnis. “Setiap pergerakan orang akan menciptakan pergerakan ekonomi, pergerakan barang dan jasa. Karena itu industri pariwisata pasti akan ikut bergerak,” jelas Arief Yahya.

Hal itu ikut diamini Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara, Esthy Reko Astuti. Karenanya diapun langsung menugaskan Kabid Promosi Wisata Alam Hendry Noviardi untuk mengawal even tersebut.

“Batam kan masuk program crossborder tourism. Jadi nggak cuma wisata alam, sport tourism dan MICE saja yang kita support. Wisata berbalut musik juga ikut kami dukung,” tutur Esthy.

Lantaran targetnya menjaring wisman, yang diundang pun artis populer. Ada Singapore All Star Latin Band yang diundang ke Batam, akhir pekan lalu. Dan band papan atas Singapore tadi sukses membawakan seluruh karya Gloria Estefan dengan balutan yang fresh.

Dari mulai sound system, lightning sampai kemampuan musikalitasnya, semuanya sempurna. “Harus begitu supaya mereka tertarik. Apalagi lagunya merupakan tribute untuk artis sebesar Gloria Estefan,” tutur Esthy.

Hasilnya? Ratusan wisman tadi tak ada pindah dari lobi Batam View Beach Resort. Semuanya antusias mendengarkan semua lagu-lagu hits Gloria Estefan sampai tengah malam. Mereka seakan ingin bernostalgia dengan karya-karya salah satu penyanyi Latin paling sukses di dunia. Ingin bernostalgia dengan artis yang albumnya pernah terjual lebih dari 100 juga kopi.

“Banyak yang excited. Banyak juga yang tanya ada even apa lagi setelah ini. Bagi yang penasaran, masih ada Bollywood Night di Desember 2017. Ada juga SPGA Final Series. Sampai konser Jive Talkin di Cristmas and New Year Celebration,” timpal GM Batam View Beach Resort Anddy Fong. (*)

STP Bali Kampiun Lomba Ide Bisnis Bidang Pariwisata 2017

0

Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Bali menjadi kampiun di Lomba Ide Bisnis bidang Pariwisata 2017.

Kesuksesan itu didapat setelah sukses menggunguli 72 peserta. Dengan mengusung tema Agrorange Kintamani, STP Bali berhasil mengungguli STP NHI Bandung (Casa De Bottela’s ) dan Polterkpar Makassar (HI Housekeeping).

“Peserta lomba berjumlah 72. Setelah itu diputuskan ada 10 finalis oleh tim juri, yaitu tiga grup dari STP Bali, dua grup dari STP NHI
Bandung, dua grup dari Akpar Medan, satu grup dari Poltekpar Makassar, satu grup dari Poltekpar Palembang dan satu orang dari Poltekpar Lombok,” ujar Deputi Bidang Pengembangan Kelembagaan Pariwisata Ahman Sya yang diamini Ketua STP Bali Byomantara, Senin (13/11).

Lomba yang diinisiasi bersama 6 Perguruan Tinggi Pariwisata (PTP) dengan Sekolah Bisnis Manajemen (SBM) Institute Teknologi Bandung (ITB), mengusung tema besar “tourism village, services bussiness and creative products that support local tourism”. Dan semuanya, menghadirkan karya-karya yang sangat menarik. “Mahasiswa dan dosen tak hanya cukup memiliki ilmu pengetahuan saja. Harus diimbangi dengan keterampilan wirausaha,” ujarnya.

Outputnya mengarah penguatan kerja sama antara PTP Kemenpar dan SBM ITB. Juga untuk mengembangkan sumber daya manusia (SDM) dalam bidang kewirausahaan pariwisata.

“Serta sebagai pembekalan pengetahuan tentang model kerja sama daerah wisata, kurikulum kewirausahaan, model
pembiayaan usaha pariwisata, pengembangan kapasitas dosen dalam bidang kewirausahaan, sharing pengetahuan tentang praktik kewirausahaan dalam bidang kepariwisataan,” papar Ahman Sya.

Sementara itu, Byomantara mengatakan, Kegiatan lomba ini adalah bagian dari serangkaian kerjasama 6 PTP di bawah Kemenpar yaitu STP NHI Bandung, STP Bali, Akpar Medan, Politeknik Pariwisata Makassar, Palembang dan Lombok bersama SBM ITB selama 3 tahun (2017-2019).

“Babak final dilaksanakan Kamis (9/11) di Golden Palace Hotel Mataram. Setelah itu diumumkan tiga juara. Para juara mendapatkan uang pembinaan jutaan rupiah,” ujarnya.

Byomantara juga menyebut, kegiatan ini dapat meningkatkan kemampuan dalam proses belajar-mengajar. Serta menjalin kerja sama antara pihak akademisi dalam bidang pembekalan pengetahuan kewirausahaan bidang pariwisata.

”STP Nusa Dua Bali sangat bangga karena terpilih sebagai pemenang. Lomba ini juga merupakan implementasi kerja sama antara enam PTP di bawah Kemenpar dan SBM ITB,” terangnya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengapresiasi gelaran lomba yang merupakan bentuk sinergi dari SBM ITB dan 6 PTP. Menurutnya, Di zaman global ini, budaya wirausaha bagi mahasiswa dan dosen PTP mesti lebih ditingkatkan.

“Selamat kepada seluruh pemenang lomba. Semoga kegiatan lomba ide bisnis ini dapat meningkatkan kamampuan mahasiswa pariwisata Indonesia dalam berwirausaha ke depannya. Jayalah pariwisata di Indonesia. Wonderful Indonesia Tourism Entrepreuneship (WITE),” pungkas Arief Yahya Menteri Pariwisata RI. (*)

 

 

 

5 Negara Siap ikuti Kenduri Seni Melayu 2017 di Batam

0

Akan ada keramaian di dataran Engku Putri, Batam Center, 17-19 November 2017, Kenduri Seni Melayu (KSM) 2017.

Lima negara dipastikan hadir pada event yang ikut didukung Kemenpar itu.

Evennya pun disiapkan dengan sangat serius. Ratusan umbul-umbul dan banner telah terpasang di sepanjang jalan raya Kota. Itu belum termasuk baliho besar yang terpasang gagah di setiap sudut jalan protokol. Semuanya telah dipersiapkan untuk menyambut hari istimewa tersebut.

“Ada lima negara yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan. Vietnam, Brunei Darussalam, Malaysia, Thailand dan Singapura, bakal ikut ambil bagian. Jadi setting persiapannya harus serius. Semua harus standar ASEAN karena targetnya adalah jumlah kunjungan wisatawan berkunjung ke Kota Batam,” tutur Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenpar Esthy Reko Astuti, Senin (13/11).

Serangkaian acara berupa kegiatan budaya yang sangat menarik juga sudah disiapkan. Dari mulai tari-tarian, musik, dan kesenian lainnya yang menjadi kesenian khas negara peserta, dipastikan siap menyapa setia tamu yang datang. Dan semuanya, akan dibalut dengan tema besar Kenduri Seni Melayu. “Kebetulan kan budaya masing-masing negara sedikit mirip ya. Jadi balutan acaranya bisa ikut diset dengan kesenian khas negara peserta,” ujar Esthy Reko Astuti.

Terpisah, Dinas Parawisata Kota Batam Pebrialin menambahkan, kegiatan KSM selain bertujuan untuk memorial jumlah wisatawan ke Kota Batam. Itu sekaligus upaya untuk melestarikan seni dan budaya Melayu Provinsi Kepulauan.

“Mari kita jaga dan pelihara nilai-nilai budaya yang terkait dengan nilai etika, moral dan adab. Yang merupakan inti adat istiadat kebiasaan masyarakat tempatan, sehingga dapat teraktualisasi dalam kehidupan dan kehidupan seluruh masyarakat,” ujarnya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menyebut, event ini jadi salah satu magnet untuk menarik wisman negara tetangga. “Pertama, Batam punya proximity. Lokasi yang strategis, berdekatan dengan negara tetangga Malaysia, Singapore, Thailand Selatan. Dekat secara geografis atau dekat dalam jarak, dan dekat secara kultural, budaya Melayu,” kata Arief Yahya.

Kedua, Menpar Arief selalu menyebut CEO Commitment. Dan itu mempengaruhi 50% kesuksesan suatu even. “Pemkotnya sudah support. Ke depannya, hal ini harus dibuktikan dengan alokasi anggaran di sektor Pariwisata yang lebih tinggi, lebih konkret untuk membangun destinasi dan infrastruktur dasar pariwisata,” kata Arief Yahya. (*)

 

 

Presiden Instruksikan Maret 2018 Apron Bandara A Yani Beroperasi

0

Pengerjaan bandara baru, Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang Jawa Tengah mendekati peyelesaian akhir.

Saat ini pembangunan bandara paket I sudah mencapai 90 persen. Progres yang tepat mengingat Maret tahun 2018 bandara sudah harus selesai dan bisa digunakan.

Menpar Arief Yahya menyebut buat pengembangan destinasi itu, membutuhkan 3A, yakni Atraksi, Akses dan Amenitas. Di sisi Akses, maka Airports, Airlines dan Authority (Airnav) menjadi kuncinya, karena 75% wisman masuk ke Indonesia melalui udara.

“Hadirnya Bandara A Yani dengan kapasitas yang lebih besar, akan menjadi peluang yang bagus. Untuk mengembangkan Joglosemar, Jogja Solo Semarang yang dikembangkan dengan ikon Borobudur,” kata Arief Yahya, Menpar RI.

General Manager PT Angkasa Pura I, Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang, Letkol CPN Maryanto menjelaskan, pembangunan bandara paket I berupa pengerjaan akses jalan, stabilitas tanah Zona II area parkir, serta akses kargo.

“Akses jalan sudah baik, mulai dari masuk jalan PRPP sampai Kampung Laut dilanjut akses ke beberapa proyek lainnya. Sisanya 10 persen kekurangannya terkait pengurukan jalan dan finishing,” katanya.

Untuk pengerjaan paket II, dikatakannya, malah sudah rampung 100 persen. Yaitu pengerjaan area parkir pesawat (apron) serta landas hubung (track way) seluas 72.552 meter pesegi. Saat ini sedang masa pemeliharaan yang selanjutnya akan dilakukan serah terima.

“Untuk paket III merupakan pengerjaan terminal. Sudah dilakukan pengerjaan sejak Mei lalu dengan dilakukan penunjukan kontraktor proyek oleh Waskita Karya,” katanya.

Sedangkan untuk progres pengerjaan terminal sendiri saat ini sudah mencapai 30 persen. Yaitu berupa pengerjaan tiang pancang yang digunakan untuk membuat menara traffic air control. Serta pengurugan tanah sebagai akses jalur alat berat dititik pemancangan di Utara terminal bandara. Nilai kontrak pembangunan terminal Rp 930 miliar dari Rencana Kerja Anggaran (RKA) sebesar Rp 1 triliyun.

Sementara, untuk paket IV pihaknya mengaku saat ini sedang berjalan. Dengat paket pengerjaan fasilitas penunjang bandara. Pengerjaan paket IV akan berjalan simultan dengan pembangunan terminal, dan diharapkan bisa rampung bersamaan.

“Kami optimis Maret 2018 bandara sudah dalam beroperasi sesuai instruksi presiden. Nanti Januari akan dilihat perkembangannya agar bisa dioperasikan pada Maret 2018 mendatang,” jalsnya.

Bandara Internasional Ahmad Yani nantinya akan terlihat moderen dengan fasilitas yang lebih canggih. Seperti bangunan dua tingkat dengan ruang tunggu berada diatas, sedangkan pintu kedatangan dan keberangkatan ada di lantai bawah. Fasilitas lainnya eskalator, lift, dan garbarata sebagai akses penumpang menuju pesawat dari ruang tunggu.

Luas total area bandara termasuk terminal adalah sepuluh kali lipat dibanding luasnya sekarang atau 58 ribu meter pesegi. Mampu menampung 6-7 juta penumpang per tahun. Dibanding sekarang yang hanya mampu berkapasitas 800 ribu penumpang karena luasan hanya 6700 meter pesegi. (*)

2018 Sejumlah Event Dunia Berlangsung di Indonesia

0
ilustrasi

Sejumlah even pariwisata kelas dunia siap menyapa Indonesia pada 2018. Dari mulai Asian Games di Jakarta dan Palembang pada Agustus 2018, lalu IMF World Bank Group di Bali pada Oktober 2018. Dan yang terakhir, ada pameran bisnis Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE) Business Event ASEAN di ICE BSD Tangerang pada 9-11 April 2018 mendatang.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Esthy Reko Astuty mengatakan, pameran MICE/Busines Event ASEAN 2018 merupakan kali pertama kali diselenggarakan di Indonesia. Selanjutnya penyelengaraan kegiatan ini akan bergilir di antara 10 negara anggota ASEAN.

“Ini merupakan peluang bagi Indonesia sebagai tuan rumah. Penyelenggara MICE/Busines Event ASEAN 2018 yang tentunya selain mendatangkan wisman, juga akan memberikan kesempatan bagi para sellers merebut peluang bisnis di bidang MICE atau busines event,” kata Esthy Reko Astuty di Jakarta (13/11).

Mengusung tema besar ‘Destin ASEAN plus; for meetings & events’, even itu nantinya akan diikuti 200 peserta (sellers). Buyersnya? Angkanya menembus 300 buyers internasional. Sementara dari Indonesia, jumlahnya mencapai 200 buyers potensial.

“Peningkatan kegiatan MICE dalam negeri ini telah menciptakan peluang pasar yang besar bagi para PCO di Tanah Air. Pangsa pasar di dalam negeri yang tumbuh besar menjadi kekuatan untuk memenangkan bisnis MICE global. Itu sebabnya Kemenpar ikut mendukung even ini,” paparnya.

Yang membuat wanita berkerudung itu makin happy, wisman yang mengikuti kegiatan MICE mempunyai pengeluaran di atas rata-rata. Umumnya 3-5 kali lebih tinggi dari wisatawan biasa. Dan biasanya, mereka datang dalam jumlah besar dan sangat berpeluang datang kembali sebagai repeater guest.

“Jangan lupa, MICE masuk dalam lima teratas atau top five contributors dalam mendatangkan wisman, selain wisata belanja dan kuliner; wisata heritage dan religi; wisata bahari; dan wisata olahraga,” katanya.

Terpisah, Ketua Penyelenggara sekaligus sebagai penggagas pameran Indra Sukirno mengatakan, ASEAN selain sebagai destinasi yang penuh pesona. Juga merupakan pasar yang sangat potensial. Bila digabungkan, jumlah penduduknya mencapai 600 juta. Bila ditambah dengan negara afiliasinya seperti Amerika, Tiongkok, dan India, ASEAN plus, angkanya bahkan enguasai 90 persen total populasi dunia.

“Potensi ini juga terlihat dalam kegiatan MICE/Busines Event. Dari 500 buyers yang diundang diperkirakan akan mendatangkan potensi bisnis minimal US$ 625 juta atau setara Rp 8,250 triliun dalam tiga tahun mendatang. Ini yang harus diperebutkan oleh destinasi di ASEAN dalam ajang pameran tersebut,” katanya.

Indra Sukirno menjelaskan, para peserta pameran adalah dari kalangan industri pariwisata dunia. Ada dari bidang hotel, cruise line, theme and recreational park, event organizers, destinastion management companies.

“Sedangkan para buyers terdapat dari kalangan eksekutif asosiasi, korporasi, perencana pertemuan, konsultan dan event organizer. Para sellers dan buyers ini akan bertemu dalam sesi ‘Pre-Scheduled-Appointments’, yaitu interaksi bisnis setiap 20 menit sekali yang dilakukan oleh peserta pameran dengan para pembeli,” katanya.

Lantas apa bedanya dengan event-event MICE biasanya? Soal ini, Indra punya jawabannya. Yang pertama, para pembeli didatangkan dari pasar internasional. Dan semuanya merupakan ‘hosted buyers’ yang khusus diundang setelah lolos praseleksi. Seleksinya pun ketat. Hanya yang masih aktif dan memiliki potensi bisnis dalam hingga 2021 yang bisa mengikuti pameran itu.

“Setelah itu, berbagai rangkaian acara menarik juga disiapkan. Dari mulai Golf Friendly Game, Marathon Meeting, One Day Conference, Investructure Business Forum, serta kegiatan edukatif, dan networking lainnya, semuanya siap menyapa tamu,” ujar Indra.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengapresiasi gelaran event MICE kelas dunia ini. Menurutnya, berbagai event kelas dunia yang diselenggarakan di Indonesia menjadi momentum untuk mengenalkan destinasi kelas dunia yang ada di Indonesia.

“Ini kesempatan baik. Saatnya mengenalkan Wonderful Indonesia ke dunia. Semua pemangku kepentingan termasuk pariwisata harus terlibat. Melalui cara itu, Indonesia bisa memenangkan persaingan di kelas internasional dalam mendapatkan banyak wisman. Ketika bersatu, maka kita akan kuat dan memenangkan persaingan,” papar Arief Yahya. (*)

Mari Bermain di Air Terjun Resun, Kabupaten Lingga

0
Air terjun Resun, Kabupaten Lingga

Yuk kita main-main ke air terjun Resun di Kecamatan Lingga Utara, Kabupaten Lingga.

Mumpung ada Festival Gunung Daik di Lingga, 19-22 November 2017.

Soal panoramanya? Jangan ditanya lagi. Dijamin Anda bakal berdecak kagum. Di sini Anda bisa menikmati sensasi segarnya air terjun lima tingkat. Kolam-kolamnya pun besar. Inilah yang membuat alirannya tak pernah berhenti meski musim kemarau.

“Masih belum percaya air terjun Resun indah? Googling aja deh, pasti terpukau,” Kata kadispar kabupaten Lingga, M Ishak, Senin (13/11).

Air terjun Resun memang ciamik. Air terjun yang satu ini mempunyai kemiringan 45 derajat sehingga air tidak langsung terjun ke dasar tetapi mengalir di dinding landasan. Beningnya air seolah mengajak setiap tamu yang datang untuk segera turun menikmati kesegarannya.

“Semua masih sangat alami. Hutannya juga masih terjaga. Ini tempat yang pas untuk bersantai atau pun berselfie ria,” kata Ishak.

Air terjun Resun merupakan salah satu dari belasan air terjun di pulau Lingga. Pulau yang menawarkan berjuta pesona tersebut memang memiliki paket lengkap. Dari mulai pantai yang indah, terumbu karangnya yang eksotik, gunung dan hutan yang menantang, sampai budaya serta sejarahnya yang luar biasa, semua ada di sana.

Tak salah memang jika Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Esthy Reko Astuti sampai ikutan nimbrung. Menurutnya, Lingga memang wow banget. Destinasinya memiliki keindahan alam, budaya serta sejarah yang luar biasa.

“Lingga itu paket all in one. Semua yang indah ada di sana. Apa lagi tanggal 19 – 22 November ini ada Festival Gunung Daik di Lingga. Itu waktu yang pas buat berkunjung ke sana” ujar Esthy.

Menpar Arief Yahya mengatakan Lingga punya atraksi yang bagus, untuk nature, adventure, dan juga budaya. Bagi anak-anak netizen, Lingga juga surga forografer dengan air terjun yang jernih di tengah hutan yang hijau asri.

Tentu tugas CEO atau bupati dan gubernurnya adalah membangun 3A agar berkelas dunia. Atraksi sudah kaya, tinggal bagaimana akses dan amenitasnya.

“Arahnya harus menuju Sustainable Tourism. Rumusnya ECE, environment, community dan economic. Environment harus dilestarikan, masyarakat atau community harus diberdayakan, ujungnya adalah kesejahteraan atau economic value,” paparnya.

Karena itu Menpar Arief Yahya sering menggunakan istilah Semakin dilestarikan, semakin mensejahterakan.

“Masyarakat harus happy, kalau tidak, itu akan tidak akan sustainable,” paparnya. (*)

BP Batam Kembangkan Hang Nadim Menjadi Logistic Airport

0
Sejumlah pesawat terbang saat parkir di Bandara Hang Nadim Batam, beberapa waktu lalu, F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Sebelumnya direncanakan Bandara Hang Nadim menjadi pusat aerotropolis, konsep kota, dengan bandar udara sebagai pusatnya. Namun konsep ini lebih dirinci oleh jajaran Pimpinan BP Batam yang baru.

“Kami akan mengembangkan konsep logistical airport,” kata Deputi bidang perencanaan, pengembangan dan promosi BP Batam, Yusmar Anggadinata, Senin (13/11).

Ia menjelaskan konsep Bandara Hang Nadim ini, nantinya tak hanya membuat nyaman para pengusaha bergerak di bidang industri atau perdagangan. Tapi juga dibidang pariwisata. Ada tiga sektor yang akan dirangkul oleh BP Batam.

“Hang Nadim akan memfasilitasi logistik pariwisata, industri dan perdagangan,” ungkapnya.

Hang Nadim, kata Yusmar akan mendukung kegiatan Industri dan Perdagangan. Untuk kedua sektor ini, BP Batam akan mengembangkan sistem ‘Trade anda Logistics Facilitation. Dengan sistem ini, dapat memperlancar segala kegiatan di industri dan perdagangan.

“Kami akan secara aktiv mendukung kegiatan itu,” ujarnya.

Tak hanya memperhatikan kelancaran dalam industri dan perdagangan. Yusmar berharap konsep logistical airport ini nantinya, akan tetap membuat para turis yang berkunjung di Batam merasa nyaman saat dengan pelayanan Bandara International Hang Nadim.

Direktur Promosi dan Humas BP Batam, Purnomo Andiantono menuturkan pihaknya sedang menyelesaikan masterplan Bandara International Hang Nadim. Pimpinan BP Batam yang baru, kata Andi, memberikan beberapa masukan untuk menyempurnakan master plan ini.

“Diperkirakan akhir bulan Desember sudah selesai,” ungkapnya.

Bandara Hang Nadim, dari tahun pertahun terus berkembang. General Manager Marketing Hang Nadim Batam Dendi Gustinandar, mengatakan tahun lalu Hang Nadim hanya dapat menampung 5 juta penumpang. Tapi tahun ini sudah dapat menampung 6 juta penumpang. Dapat menampung sebanyak 21 pesawat berbadan sedang, dalam waktu yang bersamaan.

“Saat ini ada 9 gate dan 6 garbarata,” ujarnya.

Dendi mengatakan hingga semester awal tahun ini, tercatat sebanyak 3,1 juta orang penumpang. Naik 7.75 persen dibandingkan tahun lalu. “Tahun lalu itu disemester awal hanya 2,9 juta,” ucapnya.

Sementara itu untuk penerbangan, dalam satu semester ini terdapat 21.812 flight. Dengan rata-rata perharinya ada 144 flight untuk penerbangan domestik dan international. Untuk domestik Hang Nadim terkoneksi ke 23 daerah, dengan rincian 12 di Pulau Sumatera, 8 destinasi di Pulau Jawa, 2 di Kalimantan, satu di Kepri. Sedangkan rute international, baru satu yakni ke Subang.

Di Kawasan Bandara Hang Nadim tak hanya berkutat untuk melayani penumpang saja. Tapi juga ada fasilitas perawatan pesawat. Dendi mengatakan di Hang Nadim sudah ada maintenance, repair, and overhaul (MRO) Batam Aero Technic (BAT) milik Lion Air Group. Dan ke depan bila semua sesuai rencana, Garuda Maintenance Facility (GMF) Aero Asia akan menempati salah satu tempat di Hang Nadim.

“GMF masih MoU,” ungkapnya.

Dendi mengatakan proses investasi GMF ini masih terus berjalan hingga kini.

Sumber Batam Pos di BP Batam menyebutkan bahwa Bandara International Hang Nadim, memiliki konsep yang lebih baik dibandingkan sebelumnya. Konsep yang diusung, dengan memikirkan potensi yang terjadi di masa depan.

“Lebih advant. Pastinya pemikirannya lebih jauh ke depan,” tuturnya. (ska)

Monyet Demen Minum Bensin

0

batampos.co.id – Warga di Panipat, Provinsi Haryana, India, bingung, tiap kali parkir di pasar, tanki bensin motor mereka sering tiba-tiba kosong.

Kagetlah mereka ketika memergoki pencuri bensin di motor-motor itu. Seekor monyet!

”Kayaknya ia kecanduan minum bensin,” kata Gaurav Leekha, volunter organisasi perlindungan hewan setempat.

”Ia bahkan menolak jika ada yang memberikan pisang atau kacang. Maunya bensin,” lanjutnya.

Si monyet memang sering berkeliaran di sekitar tempat parkir itu. Dia tertangkap kamera seorang mekanik sedang menyedot bensin dari tangki sebuah motor. Menurut Leekha, ia tidak berbahaya bagi manusia di sekitarnya.

”Soalnya, dia selalu dalam kondisi mabuk,” ucapnya.

Bensin jelas bukan minuman ringan bagi manusia. Apalagi monyet berukuran kecil. Leekha dan kelompoknya takjub bagaimana si monyet yang kecanduan bensin bisa bertahan hidup. Mungkin ia monyet debus. (adn/c10/na)