Minggu, 3 Mei 2026
Beranda blog Halaman 12919

Usaha Money Change pun Lesu

0
Seorang warga saat transaksi di Money Changer . F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Usaha tempat penukaran mata uang asing atau money change di Batam, saat ini banyak yang memilih menutup tempat usahanya. Lesunya perekonomian di Batam, minimnya pembelian mata uang asing di tingkat lokal Batam, serta berkurangnya drastis tingkat kunjungan wisman ke Batam, menjadi penyebab utama para pemilik usaha money change menutup usahanya.

Hal tersebut dibenarkan oleh Ketua Asosiasi Penukaran Valuta Asing (APVA) pusat, Amat Tantoso kepada Batam Pos, Jumat (27/10).

“Saat ini memang dengan kelesuan ekonomi sekarang yang ada di Batam, kebutuhan mata uang asing, khususnya Dolar Singapura, sangat minim sekali. Di samping itu juga, akhir-akhir ini kan banyak pengangguran, perusahaan banyak tutup yang biasanya mereka lah pembeli mata uang asing di Batam untuk transaksi, baik pembelian maupun pembayaran,” ujar Amat Tantoso.

Dalam kondisi perekonomian yang serba sulit saat ini, lanjut Amat, banyak warga di Batam yang memiliki mata uang asing, sengaja menyimpannya, tak menukarkannya ke mata uang rupiah.

“Dalam kondisi kurs rupiah lagi jatuh seperti hari ini (kemarin) terhadap mata uang asing Dolar Singapura yakni sudah mencapai hampir Rp 10 ribu per Dolar Singapura, atau tepatnya Rp 9.980, warga Batam berbondong-bondong menukarkan dolarnya ke money change. Ini sedikit membantu juga terhadap kelangsungan usaha money change, meski tak signifikan,” terang Amat Tantoso.

Justru, lanjut Amat, saat ini mayoritas money change di Batam hanya mengandalkan orderan pembelian mata uang asing dari luar kota seperti dari Jakarta, Medan dan Surabaya.

Sementara untuk pembelian mata uang asing untuk lokal di Batam, terjadi penurunan drastis hingga lima puluh persen lebih.

“Saat ini di Kepri, money change ada 150. Separuhnya lebih berada di Batam. Sementara yang awalnya eksis dan saat ini lebih menutup tempat usaha penukaran uang asingnya di Batam jumlahnya ada lumayan banyak, sekitar belasan, tapi angka pastinya saya tak hafal,” kata Amat Tantoso.

Ada juga, lanjut Amat, pemilik tempat penukaran uang asing yang awalnya membuka usahanya di Nagoya-Jodoh, dipindah operasinya di wilayah yang saat ini lagi berkembang di Batam seperti Batuaji, Tiban dan Batamkota.

“Itu memang benar. Sebab di Nagoya dirasa usahanya stagnan, tak ada perkembangan karena saking banyaknya money change, mereka memilih berpindah tempat usahanya seperti yang saat ini lumayan omzetnya yakni di Batamkota seperti di kawasan Botania I dan II, ada juga di kawasan Tiban Center, serta di Batuaji yang tersebar di beberapa titik kawasan seperti Aviari serta SP Plaza,” ujar Amat Tantoso.

Logikanya, lanjut Amat, kalau tempat yang dirasa berkembang saat ini dijadikan tempat membuka usaha money change, berarti tempat daerah tersebut ada prospek dan omzetnya. Intinya menurut Amat, saat ini beberapa wilayah di Batam hampir merata semua sudah ada tempat penukaran uang asingnya atau money change, selain perbankan, tak seperti sebelumnya terfokus di kawasan Nagoya-Jodoh saja.

Dari APVA sendiri, lanjut Amat, saat ini fokus menganjurkan ke anggota APVA di Batam dan Kepri pada keamanan bertransaksi, demi menjaga agar jangan sampai usaha money change disalahgunakan oleh tindakan kriminal pencucian uang.

“Semua pemilik usaha money change di Batam dan Kepri, apabila melakukan transaksi usahanya baik pembelian maupun penjualan mata uang asing, wajib harus melalui rekening atas nama perusahaan money change nya, bukan atas nama rekening pribadi. Hal itu kami tegaskan, supaya mudah dipantau atau di audit oleh PPATK dan pengusaha juga nyaman,” terang Amat Tantoso.

Amat Tantoso yakin tahun depan, usaha money change di Batam akan kembali bangkit dan bergeliat lagi, mengingat Wali Kota Batam, Rudi akan fokus pada peningkatan pembangunan infrastruktur demi menghidupkan dan memajukan sektor pariwisata baik jasa maupun lainnya di Batam.

“Saya yakin itu. Kalau infrastruktur Batam sudah bagus semua, wisman banyak yang datang karena pariwisata di Batam digenjot habis, pasti tingkat hunian hotel meningkat tajam dan perputaran mata uang asing akan kembali menguat. Apalagi Kepala BP Batam yang baru ini juga berjanji akan bersinergi dengan Pemko Batam yang makin membuat optimis kami pengusaha money change di Batam akan bangkit lagi tahun depan,” tegas Amat Tantoso. (gas)

Layanan untuk Pelanggan di Stress Area dan Critical Area Membaik

0
Pekerja memprbaiki jaringan pipa saat perubahan rezim suplai baru beberapa waktu lalu. kini suplai ke pelanggan dengan wilayah elevasi tinggi dan jauh dari ujung pipa semakin membaik.

PT Adhya Tirta Batam (ATB) selalu berupaya memberikan layanan suplai air ke pelannggan dengan baik. Bentuk perubahan nyata yang dilakukan ATB untuk membanahi suplai air kepelanggan terus dilakukan. Secara berkala ATB melakukan perbaikan jaringan pipa-pipa pelanggan.

Berawal dari dilakukannya perubahan rezim suplai baru yang sudah berjalan sejak awal 2017. ATB terus berimprovisasi mencari solusi tepat agar suplai kepelanggan bisa diminimalisir. Hal tersebut dibuktikan dengan berjalannya konsep perubahan rezim suplai baru.

“Pola perubahan rezim suplai baru yang dilakukan ATB jadi solusi tepat untuk mengurangi dampak terhentinya suplai air ke pelanggan. Setelah dijalankan, rezim suplai baru bisa memberikan dampak bagus ke pelanggan,” jelas Enriqo Moreno, Corporate Communication Manager ATB, Jumat (27/10).

Dampak dari perubahan rezim suplai baru tersebut cukup signifikan. Dahulunya banyak daerah pelanggan yang masuk kategori stress area dan critical area. Faktor tersebut dipengaruhi oleh lokasi pelanggan yang berada di elevasi tinggi dan berada diujung pipa distribusi.

“Dibanding tahun 2016 dan sebelumnya, pelanggan dilokasi stress area dan critical area sudah jauh berkurang dan suplai sudah semakin membaik diterima pelanggan,” jelas Enriqo.

Membaiknya suplai ke pelanggan, juga tidak bisa lepas dari peran ATB dalam memperkuat jaringan ke pelanggan untuk mendukung rezim supplai yang baru. Di kawasan pelanggan masih terdapat jaringan pipa-pipa lama yang belum mendapat penggantian. Kondisi tersebut tidak sebanding dengan kondisi kebutuhan suplai air yang ada saat ini.

“Proyek penguatan jaringan pipa pelanggan yang telah dijalankan ATB sampai saat ini sudah mulai dirasakan pelanggan. Bahkan pelanggan telah merasakan suplai air semakin membaik. ATB tentunya akan terus meningkatkan layanan agar suplai air bisa dinikmati seluruh pelanggan,” ucap Enriqo Moreno.

Seiring kerja keras setiap lini ATB dengan orientasi mengutamakan kepuasan pelanggan. ATB selalu berupaya memberikan pelayanan yang terbaik secara berkelanjutan.

Sejalan dengan perubahan rezim suplai yang menghasilkan membaiknya suplai diseluruh wilayah pelanggan di Batam, ATB tidak melupakan pengendalian kebocoran. Keseimbangan antara suplai dan kebocoran ini bisa terwujud, tidak terlepas dari peran pemanfaatan teknologi informasi melalui SCADA dan GIS terintegrasi yang dimiliki ATB.

Dengan SCADA dan GIS terintegrasi yang hanya satu satunya di Indonesia, ATB dapat lebih mudah mengatur suplai dan pengendalian kebocoran air disetiap zona. (*)

 

Soal Lahan Makam, Pemko akan Bicarakan dengan BP Batam

0
Warga sedang berjalan di TPU Seitemiang, Tanjungriau, Sekupang. F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad mengaku, Pemerintah Kota (Pemko) Batam menaruh perhatian akan krisis lahan untuk pemakaman di TPU Seitemiang, Sekupang. Untuk itu ia akan berkomunikasi dengan Badan Pengusahaan (BP) Batam.

“Kami bahas dulu bersama BP Batam. Terus terang antara kami (BP Batam-Pemko Batam) sekarang lagi membuka diri membina komunikasi,” kata Amsakar, kemarin.

Menurut Amsakar, komunikasi yang baik akan melahirkan tindakan yang bagus ke depan. Dengan demikian, koordinasi dan penyelesaian masalah kemasyarakatan pada BP Batam dan Pemko Batam akan mudah dilakukan.

“Jika ini terbangun kami setiap saat bisa kesana, mereka bisa kesini, kita akan perbincangkan tentang itu,” imbuhnya.

Ia mengatakan, sejatinya Pemko Batam menaruh harapan agar makam yang sudah ada tidak diganggu tidak ada pemindahan ataupun ditimpa.

“Harapan kita sesungguhnya yang eksisting itu jalan, jangan ada pemindahan, tapi kan kita harus bahas bersama. Bisa kita bahas apa alternatifnya, yang meninggal juga perlu diurus juga,” paparnya.

Ia yakin persoalan ini tak lama lagi akan teratasi. Pasalnya, Pemko Batam dan BP Batam tengah menyusun tim percepatan, tim ini akan bergerak terkait aset termasuk lahan, perizinan hingga percepatan investasi.

Sebelumnya diberitakan, Yayasan Khairul Uma, pengelola Taman Pemakaman Umum (TPU) Muslim Seitemiang, Sekupang kembali mengingatkan kepada ahli waris makam tua untuk segera datang mengurus makam anggota keluarga mereka. Sebab jika tidak maka makam tua yang sudah berpuluh tahun tak diurus ahli warisnya akan ditimpa. Ini dilakukan untuk menjaga ketersediaan halan TPU di sana.

Sekretaris Yayasan Khairul Uma Zailani mengatakan, lahan pemakanan di TPU Seitemiang sudah tinggal sedikit saja. Yang tesedia saat ini hanya satu blok persis di belakang kantor yayasan Khairul Uma. Sementara blok-blok lain sudah terisi semua. Jika tidak ditimpah maka dalam bebera bulan ke depan TPU tersebut tak bisa lagi menerima pemakaman baru.

“Lahan tak bertambah, sementara yang dimakamkan terus bertambah. Rata-rata empat sampai tujuh makam perhari,” ujar Zailani.

Untuk mensiasati persoalan itu, pihak pengelola pemakaman rencana akan menimpah makam yang tak diurus lagi sama ahli warisnya. Saat ini ada dua blok makam yang tak diurus ahli waris. Selain blok X untuk makam Mr dan Mrs X, ada blok A makam tua yang sudah ada sejak tahun 1950 silam.

“Blok A ini sudah berpuluh tahun tak diurus ahli warisnya. Ada sekitar 20 makam. Kalau sampai lahan habis tetap tak ada ahli waris yang datang maka mau tak mau akan kami timpah,” kata Zailani. (cr13)

Internet Gratis yang Tak Lagi Bisa Dinikmati

0
Sejumlah warga memanfaatkan hotspot internet umum di lapangan Pamedan Tanjungpinang, beberapa waktu lalu. Fasilitas hotspot internet gratis untuk umum ini, bertujuan untuk dapat digunakan bagi masyarakat yang akan membutuhkan informasi secara cepat,tepat,akurat. F.Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.idDi Kota Tanjungpinang, terdapat fasilitas Hotspot gratis yang disediakan Pemko Tanjungpinang di sejumlah ruang terbuka hijau (RTH). Namun, saat ini fasilitas tersebut tidak bisa di fungsikan, entah karena rusak atau memang sudah di putus provider penyedia jaringan internet tanpa kabel itu.

Sejumlah RTH seperti taman Tugu Pensil, Panorama dan juga taman Pamedan setiap harinya selalu dipenuhi masyarakat baik itu pelajar, mahasiswa maupun pasangan suami istri yang membawa buah hatinya untuk bersantai di bawah rindangnya pepohonan dan memanfaatkan fasilitas bermain dan fasilitas internet gratis.

Namun, belakangan ini fasilitas internet gratis yang selama ini tersedia. Tak lagi bisa di nikmati seperti biasanya. Sejumlah pelajar dan mahasiswa yang biasanya mengakses internet tanpa media kabel untuk mengerjakan tugas sekolah ataupun kuliah di taman itu pun, sekarang terpaksa beralih ke warung internet (warnet).

“Sudah hampir satu bulan tak bisa akses internet gratis yang ada di taman Tugu pensil ini. Mungkin jaringannya di putus,” ujar salah satu pelajar SMK Negeri 3 Tanjungpinang, Reyhan, 17, saat berbincang dengan Batam Pos, Rabu (25/10) sore.

Dikatakan Reyhan, fasilitas Hotspot gratis di taman tersebut. Sering digunakannya untuk mengerjakan tugas sekolah dan sekedar mengakses jejaring media sosial untuk menyapa teman – teman di dunia maya. “Kan lumayan kalau hotspotnya hidup, tidak perlu ke warnet untuk mengerjakan tugas sekolah. Dari pada ke warnet, sayang uangnya lebih bagus untuk keperluan sekolah,” kata pelajar, yang berasal dari Pulau Abang, Batam.

Reyhan menuturkan, dirinya biasa menggunakan fasilitas internetan gratis di taman itu bersama teman sekolahnya. Namun, hal itu tidak setiap hari dilakukannya. “Tidak setiap hari, karena saya kesini juga di bonceng teman naik motor. Kalau ada tugas sekolah, baru kami kesini (Taman Tugu Pensil),” tutur Reyhan.

Hal senada juga di ucapkan, Siti, 20, Mahasiswi Umrah, yang biasanya memanfaatkan fasilitas Hotspot gratis di taman Pamedan Ahmad Yani. Belakangan ini ia juga tidak bisa menggunakan jaringan internet disana tanpa mengetahui apa penyebabnya. “Tak tau juga kenapa hotspotnya gak aktif. Sudah agak lama juga tak bisa internetan di taman ini,” ujar wanita berjilbab itu, Kamis (26/10) pagi.

Mahasiswi yang berasal dari Tanjung Balai Karimun ini menuturkan, bahwa dirinya sering mengakses internet gratis di taman Pamedan untuk mengerjakan tugas kuliah bersama temannya. “Saya di Tanjungpinang ini ngekos tak jauh dari sini (taman Pamedan). Makanya sering memanfaatkan Hotspot gratis disini sama teman kuliah yang juga tinggal satu kos sama saya,” ucapnya.

Diceritakan Siti, dirinya pun pernah mencoba menghubungi nomor kontak layanan pengaduan yang tertera di kotak fasilitas internet gratis tersebut. Saat dihubungi takdijawab ataupun diangkat. “Pernah kemarin coba telpon ke nomor layanan pengaduanyang ada di kotak itu. Saya nak tanya kenapa internetnya gak aktif. Tapi telpon saya gak dijawab,” ucapnya.

Siti pun berharap, Pemerintah Daerah (Pemda) agar melakukan perbaikan jika memang ada kerusakan dari fasilitas internet gratis yang bisa di nikmati masyarakat banyak di sejumlah taman yang ada di Kota Tanjungpinang. “Kami yang perantau saja sangat terbantu dengan adanya fasilitas Wifi gratis ini untuk mengerjakan tugas kuliah dan juga browsing internet. Apalagi masyarakat asli sini (Tanjungpinang) pasti sangat senang. Soalnya kalau kami yang anak kos mau mengerjakan tugas harus ke warnet, sayang uangnya. Lebih bagus uangnya digunakan untuk keperluan lain,” pungkas Siti.

Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Tanjungpinang, Effiyar M Amin, yang dikonfirmasi terkait tidak bisa difungsikannya jaringan Hotspot gratis di sejumlah taman yang ada di Tanjungpinang, tidak bisa dihubungi karena ponselnya sedang dialihkan. Begitu juga pesan singkat yang dilayangkan juga tidak di balas.(ias)

Hotel Baru Bermunculan, Okupansi Masih Rendah

0
Hotel dan Apartemen baru bermunculan di Batam, Namun hal tak seiring dengan tingkat hunian. Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia Batam Batam mengatakan tingkat hunian masih dibawah lima puluh persen, kamis (26/10). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Wali Kota Batam Muhammad Rudi, menilai walau kini hotel dan apartemen baru bermunculan namun tak berarti properti menggeliat. Hal ini ia klaim terjadi seiring rencana pengembangan Batam, terlebih ke arah pariwisata.

“Bukan menggeliat tapi melihat perubahan yang akan kita ambil di masa akan datang, prospek bahasa kerennya,” kata Rudi, kemarin.

Ia mengatakan, kini walau pembangunan hotel dan apartemen bermunculan, tak akan berarti jika tak ada yang membeli atau yang menyewa.

Pada wae lah,” ucapnya.

Ia mengaku, kini okupansi hotel masih rendah. Namun demikian, ia mengklaim okupansi hotel ke arah yang lebih baik.

“Okupansi rendah tapi naik sedikit dibanding yang lama, ini yang mau kita kejar,” imbuhnya.

Menyongsong pengembangan Batam ke sektor pariwisata, pihaknya terus mempersilahkan hotel termasuk apartemen mengurus izin. Walau belum berdampak langsung, pembangunan dipercaya dapat memancing investor dan wisatawan ke Batam.

“Ada lima hotel dan apartemen, semua saya kasih izin, lanjut saja. Minimal dengan membangun orang akan bertanya, ada apa bangun hotel, mall, apartemen bayak banyak, dan akhirnya mereka akan yakin dan tahu ekonomi mulai tumbuh kembali,” paparnya.

Sementara, itu Sekretaris Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Batam, J Tarigan tak menampik pembangunan hotel dan apartemen terus ada di Batam. Namun ia mengatakan ada persoalan lain setelah hotel beroperasi, menurutnya kini ekonomi belum sepenuhnya pulih.

“Memang banyak sih yang bangun, saat udah operasional masalahnya, okupansi kita masih dibawah 50 persen. Ngomong ini (keadaan hotel kini) istilahnya maju kena mundur kena,” kata dia.

Keadaan ini berdasar informasi hotel-hotel yang tergabung di PHRI. Okupansi rendah terjadi sejak 2016 lalu.

“Sebagai aktivis PHRI pasti komunikasi ke mereka tentang okupansi, memang rendah,” terangnya.

Bahkan, ada hotel yang tutup di bilangan Baloi dan Nagoya, Tarigan enggan menyebutkan hotel tersebut. Ditanya apakah okupansi rendah dan tutupnya karena hadirnya hotel non bintang atau melati, ia tegas mengatakan tak ada pengaruh.

“Saya kira nggak, bukan karena itu. Memang pergerakan orang ke Batam kurang,” ucapnya.

Namun pernyataan ini justru kontras dengan klaim Pemko Batam bahwa kunjungan wisatawan mancanegara naik. Ia membenarakan jika wisman banyak yang sekedar mampir namun tak nginap.

“Ia memang begitu (tak nginap),” katanya.

Namun ia mengapresiasi langkah pemerintah, baik Pemerintah Kota (Pemko) Batam ingin menggalakkan pariwisata. Ia menilai langkah ini bagus karean Batam punya potensi yang besar.

“Ini bagus sekali, pariwisata memang harus terus dikembangkan,” pungkasnya. (cr13)

 

Nongsa Cup 2017 Fully Booked

0
ilustrasi

Wisata golf di Kota Batam selalu diburu turis.

Buktinya adalah ajang turnamen golf internasional terbesar di Batam-Bintan, “The 12th Nongsa Cup 2017” yang akan berlangsung pada 29 dan 30 Oktober 2017 mendatang. Turnamen ini sangat diminati wisatawan minat khusus golf. Bahkan sudah full dipesan. Tidak ada lagi slot kosong untuk peserta.

“Kami sudah fully booked. Dan kita sudah closed booking acara turnamen golf terbesar di Batam-Bintan ini, mayoritas diisi wisatawan mancanegara (Wisman), ” ujar Anddy Fong, Chairman of Nongsa Sensation Batam Island dengan mantap.

Jumlahnya tidak sedikit. Sebanyak 288 pegolf sudah memastikan hadir. Mereka datang dari berbagai negara seperti Singapura, Malaysia, Australia, UK, dan banyak ekspatriat yang sudah menyatakan hadir.

Yang lebih istimewanya lagi, jelas Anddy Fong, tidak hanya para pegolf sendiri yang bakal hadir. Tapi juga para keluarganya yang sudah tidak sabar merasakan sensasi berwisata di Batam. Tidak tanggung-tanggung, sebanyak 98 pax non golfers yang sudah terdaftar. Jumlahnya juga masih bisa terus bertambah.

“Jadi semuanya happy. Bapak-bapaknya main golf, keluarganya belanja dan jalan-jalan di Batam,” ujar Anddy Fong.

Bermain golf di Batam memang dijamin akan membuat para penyuka golf happy. Keindahan Batam memang sudah tidak diragukan lagi. Batam memiliki banyak lapangan golf kelas internasional. Tinggal bebas memilih sesuai keinginan.

Caddynya juga sangat profesional. Mereka tak hanya membawakan tas pemain dan memungut bola. Di Batam, caddy juga piawai memberikan saran atau mengarahkan permainan. Bagaimana menghindari bunker dan fountain, semua dikawal ketat oleh caddy. Membaca angin pun sangat jago dilakukan.

Pujian seperti itu sebelumnya pernah dilontarkan langsung oleh Presiden dan Member Singapore Professional Golfer’s Association (SPGA). Mereka tidak ragu menyebut Batam sebagai surga golf.

Soal ini, Deputi Bidang Pengembangan dan Pemasaran Pariwisata Nusantara, Kementerian Pariwisata, Esthy Reko Astuti ikut mengamini. Menurutnya Batam dan Indonesia secara keseluruhan memiliki faktor lebih yang menjadi keunggulan para penikmat golf dunia.

“Menikmati golf di Indonesia bisa dilakukan kapan saja. Tidak terbatas musim cuaca tertentu,” ujar Esthy Reko Astuti yang didampingi Kabid Promosi Wisata Alam Hendry Noviardi.

Golf di Indonesia akan dapat memberi kesan yang mendalam. Sebab seusai golf, mereka bisa menikmati sajian lainnya yang ada di Batam.

“Batam memang sangat menjanjikan. Daerah itu hanya terpaut 30 menit dari Singapura dan terus didorong menjadi lokomotif besar untuk menggerakkan pariwisata di wilayah perbatasan. Salah satunya melalui turnamen golf ini,” ujarnya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menegaskan, Batam dan Bintan yang berada di Provinsi Kepri, adalah lokasi yang paling dekat dengan Singapore. Tempat bermukimnya, 3,5 juta Singaporean, 1,5 juta pekerja asing di Singapore atau lebih dikenal dengan ekspatriat. Juga ada 15,5 juta orang per tahun atau 1,25 orang wisatawan mancanegara setiap bulan di Negeri Kepala Singa itu.

“Berbagai event internasional dengan pasar orang yang ada di Singapore itu harus dilakukan di dua detinasi itu. Batam dan Bintan. Dan turnamen ini sebagai salah satu upaya memperkenalkan wisata golf Indonesia ke dunia,” ujar Menpar Arief Yahya. (*)

Sawahlunto International Music Festival 2017

0

Sumatera Barat (Sumbar) menggelar Sawahlunto Internasional Music Festival (SIMFes) 2017 pada 4 hingga 5 November 2017 mendatang.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Kementerian Pariwisata Esthy Reko Astuti mengatakan, Sawahlunto International Music Festival merupakan gelaran kesenian yang dijadikan wadah untuk menuangkan ide-ide kreasi tanpa batas, dalam dunia musik bagi seniman dan musisi. Festival ini mampu memperlihatkan keragaman musik dari berbagai etnik dunia, sehingga dapat mengembangkan dialog budaya antar bangsa berdasarkan semangat bhineka.

“SIMFest juga merupakan perpaduan Heritage City yang indah, musik yang bergelora dan kehangatan interaksi antara musisi dan penonton yang membuat SIMFes selalu ditunggu dan dipadati penikmat musik setiap tahunnya,” ucap Esthy yang didampingi Kepala Bidang Promosi Wisata Budaya Kemenpar Wawan Gunawan di Jakarta, Rabu (25/10).

Esthy juga mengatakan, SIMfes siap menyajikan perpaduan musik komposisi etnik, modern dan kontemporer di Kota Sawahlunto. Berbagai pengisi acara dari dalam dan luar negeri juga siap unjuk gigi di even yang sudah kali ke-8 diselenggarakan.

“Musisi-musisi terbaik dari dalam dan luar negeri seperti Oktivi Ansambel Music, Lalang, Daood Debu, Sisir Tanah, Hototoska, Adien Lopez, The Cigarman Blues, Jesse Lesse, On and On, Diskopantera dan Sawahlunto New Ansamble,” ujar Esthy yang diamini Wawan.

Wawan menambahkan, SIMFest kali ini akan bertemakan “Fullmoon Heritage Wonderland”. SIMFes tahun ini akan memberikan sensasi lain untuk menikmati pagelaran musik. Selain sebagai pertunjukan musik etnik dunia, iven ini juga menyuguhkan fenomena alam bulan purnama terbesar di tahun 2017 yang dapat dinikmati oleh para pengunjung yang dipusatkan di Lapangan Segitiga Kota Sawahlunto.

“Acara ini bertujuan untuk menjadi wadah komunikasi dan kolaborasi antar budaya dan antar benua. Serta mencintai kearifan Kota Tambang Batu Bara menuju Kota Warisan Dunia dan meningkatkan apresiasi terhadap musik etnik kontemporer di tanah air,” katanya.

Selain menikmati pertunjukan Musik, lanjut Wawan, pengunjung SIMFes juga akan dilibatkan dengan berbagai kegiatan dalam program Zero Waste atau kampanye bebas sampah dengan melibatkan siswa/i Sekolah Menengah Pertama sebagai penggerak di Program ini dan akan diikuti oleh komunitas komunitas serta pengunjung.

“Juga akan ada workshop musik yang bersifat edukasi dan transfer knowledge. Akan dikemas kedalam bentuk workshop dengan pemateri dari musisi SIMFes yaitu Daood Debu dengan materi perkusi khas Turki Darabuka dan juga Materi Perkusi khas Flamenco Spanyol,” katanya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya juga sepakat dengan deputinya untuk medukung SIMFest 2017. Menurutnya SIMfest dapat mendorong perkembangan Kota Sawahlunto sebagai kota wisata sejarah dan budaya. Serta terciptanya multiplayer effect perekonomian.

“Sejak SIMFes di laksanakan tahun 2010, berbagai musisi dunia telah tampil menyemarakan panggung musik tahunan ini. Mulai dari sejumlah negara di Afrika seperti Sinegal dan Abijan, juga ada dari Mexico, Hawai, Mongolia, Taiwan, Malaysia dan sejumlah musisi terkemuka dari Indonesia. Selamat dan sukses untuk acara SIMFest 2017,” ucap Menteri Pariwisata Arief Yahya.(*)

ITB Asia Ajang Promosi Wisata Tanah Air di Singapura

0

“Tahun ini Wonderful Indonesia terlihat lebih total di ITB Asia. Desain boothnya atraktif, ada kapal Phinisinya. Tulisan Wonderful Indonesianya juga lebih menonjol. Ada barista, face siluet potrait, therapis, Virtual Reality, semua sangat bagus,” terang Duta Besar RI untuk Singapura Ngurah Swajaya, Rabu (25/10).

Yah, Marina Bay Sands, Singapura, 24-27 Oktober 2017 jadi ajang promosi pariwisata Indonesia.

90 industri pariwisata Indonesia hingga Dubes RI untuk Singapura langsung on menjual destinasi andalan Indonesia.

Paviliun Indonesia di The Sands Expo Convention Center, Basement 2, Hall E, Marina Bay Sands, Singapura memang terlihat paling gagah. Paling anggun. Seluruh desainnya terkesan luas, longgar, dan sangat eye catching.

Sebanyak 90 industri yang ikut diboyong Kemenpar ke Singapura jadi makin pede menjual destinasi. Apalagi, di tengah area booth Indonesia ada kapal phinisi, perahu tradisional Bugis, Makassar yang sudah melanglang buana sampai ke ujung dunia.

Untuk tamu VIP, kenyamanannya juga sangat terasa. Di Marina Bay Sands, Wonderful Indonesia sudah menyiapkan VIP Corner dengan tempat duduk dari sofa yang nyaman. Dan di sekelilingnya, ada payung-payung warna-warni dan aneka topeng tradisional yang ikut menemani. Suasananya terasa sangat cozy. Sangat Indonesia. Inilah yang menjadi pembeda dengan booth yang lain.

“Sangat kreatif. Terasa sekali totalitasnya. Wonderful Indonesia benar-benar wonderful,” tambah Dubes Ngurah.

Asisten Deputi Pengembangan Pasar Asia Tenggara Kemenpar Rizki Handayani ikutan sumringah. Seluruh tampilan desainnya dirasa sangat pas dengan tema “Maritime Culture of Wonderful Indonesia” yang diusung di ITB Asia 2017.

“Kami memang sengaja mempertahankan desain Phinisi itu karena sedang membangun Indonesia sebagai poros maritim dunia,” kata Kiki, sapaan akrab Rizki Handayani.

Baginya, ini akan makin meningkatkan nilai jual Indonesia. Tak ada lagi rasa minder. Apalagi galau. Yang muncul justru rasa bangga lantaran desain boothnya sangat sempurna. “ITB Asia kan forum untuk mempertemukan buyers dan sellers yang berkualitas. Mereka umunya sudah appointment sejak Juni 2017, sebelum pertemuan. Ini yang menjadi kekuatan even ini. Karenanya kami juga harus all out menyiapkan segalanya, termasuk desain booth yang menarik,” ucapnya.

Saking okenya, aktivitas Wonderful Indonesia di ITB Asia 2017 langsung diacungi dua jempol oleh Menpar Arief Yahya. Baginya, style seperti itu adalah salah satu cara untuk mempertajam image pada pelaku industri pariwisata di Marina Bay Sands, Singapura.

“Ini sudah bagus. Desain boothnya keren. Ada dukungan Dubes RI di Singapura. Mudah-mudahan setelah ini kunjungan wisman bisa belok ke Indonesia, dan merubah bahkan meninggalkan Thailand, Singapura dan Malaysia,” harap Menpar. (*)

Wonderful Indonesia The Journey to a Wonderful World Hibur Penumpang di T1 Soetta

0

Video ini meraih dua penghargaan pada ajang United Nations World Tourism Organization ( UNWTO) Video Competition 2017.

Kini, video berdurasi 3 menit itu kini bisa dinikmati di Terminal 1 Bandara Soekarno Hatta (Soetta), Tangerang, Banten.

“Ini apresiasi kami untuk prestasi dunia pariwisata Indonesia yang memperoleh penghargaan tingkat dunia. Video ini bikin bangga seluruh rakyat Indonesia. Oleh karena itu Angkasa Pura (AP) II mengambil inisiatif menayangkan video ini melalui media-media digital dan televisi yang ada di Terminal 1 Soetta,” ujar Direktur Utama Angkasa Pura II, Muhammad Awaluddin, Kamis (26/10).

Video Wonderful Indonesia: The of a Wonderful sendiri memang diakui memiliki sinematografi dan teknik pengambilan gambar yang bagus. Destinasi yang diekspose keren-keren. Dari mulai Jakarta, Wakatobi, Raja Ampat, Sumatera utara, Lombok, Makassar hingga Banyuwangi, semuanya memperlihatkan nature dan culture kelas dunia.

Teknik pembuatan videonya super sulit. Level kesulitannya di atas rata-rata. Kelasnya sudah dunia. Tengok saja aksi free dive di kedalaman 4-5 meter. Tanpa alat selam, di tengah tekanan air, arus deras, semua bisa di shoot sempurna meski harus ada gerakan ke bawah dan memutar di kedalaman.

Dan semua itu, dirasa makin sempurna saat dimasukkan soundtrack kelas dunia di video itu. Background musiknya diambil dari musik kelas dunia melalui lagu What A Wonderful World yang dinyanyikan Louis Armstrong. Sangat pas dengan ilustrasi gambar, pas dengan brand Wonderful Indonesia, pas menggambarkan antara fakta yang “Wonderful” dan visual yang “Wonderful”.

“Itu sebabnya kami putar video Wonderful Indonesia itu di Terminal 1 Soetta. Selaku BUMN operator Bandara di Indonesia, Angkasa Pura II ingin ambil bagian dalam mendukung target mendatangkan 20 juta wisman pada 2019,” tambahnya.

Lantas mengapa harus Bandara Soekarno Hatta? “Karena Bandara Soetta adalah salah satu pintu gerbang utama wisatawan mancanegera. Harapannya para wisatawan akan melakukan perjalanan ke lokasi-lokasi wisata tersebut, sehingga perekonomian di daerah wisata yang didatangi dapat terus meningkat,” tambahnya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya langsung melayangkan ucapan terimakasih untuk Angkasa Pura II. Baginya, Angkasa Pura II sudah berada dalam alur rel yang diimpikan Presiden Joko Widodo, yakni membuka mata dunia, untuk potensi pariwisata Indonesia yang kelas dunia.

“Terimakasih untuk Angkasa Pura II atas dukungannya terhadap pariwisata. Ini namanya Indonesia Incorporated. Semua pihak bekerjasama menjadikan pariwisata sebagai leading sector, penyumbang devisa terbesar, serta menjadi yang terbaik di kawasan dan dunia,” ujar Menpar Arief Yahya. (*)

 

Kinerja Rendah Terancam Dicopot

0
Rapat evaluasi kinerja tri wulan ketiga di Aula Kantor Bupati Kepulauan Anambas Kamis (26/10). F.Syahid/Batam Pos.

batampos.co.id – Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Anambas melakukan rapat evaluasi dengan seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Aula Kantor Bupati Kepulauan Anambas, Kamis (26/10).

Hal ini dilakukan untuk mengetahui progress pekerjaan yang sudah dilaksanakan selama triwulan ketiga ini. Rapat evaluasi tersebut juga untuk mengetahui sampai dimana tingkat kinerja SKPD yang ada di Kabupaten Kepulauan Anambas.

Bupati Kepulauan Anambas Abdul Haris menegaskan, jika ada pencapaian kinerja SKPD yang kurang maksimal, pihaknya akan mencari permasalahan yang terjadi.
“Kami akan tanya apa alasannya sampai tidak memenuhi target ? Jika memang terjadi kelalaian maka akan dicari pengganti yang lebih kompeten,” ujarnya usai rapat, Kamis (26/10).

Dari hasil rapat tersebut progres realisasi pembangunan baik dari segi fisikhampir mencapai 70 persen akhir September lalu.  “Rata-rata realisasi fisik sudah 60 persen lebih hampir mencapai 70 persen. Kalau realisasi keuangan tentunya akan menyesuaikan,” ungkap Haris.

Haris, mengatakan, merujuk hasil yang diperoleh tersebut maka realisasi anggaran hingga Desember mendatang di prediksi akan terus melonjak mencapai 99 persen. “Ini akan sesuai target rata-rata yang telah dipatok pemerintah sebesar 99 persen,” ungkapnya lagi.

Diakuinya jika pencapaian realisasi 70 persen tersebut merupakan capaian rata-rata. Kenyataannya di lapangan ada yang kurang atau yang lebih dari 70 persen. Ada serapan yang sudah mencapai 90 persen terutama SKPD yang tidak melakukan pekerjaan fisik seperti. Dinas Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Disdukcapil, Satpol PP dan pihak Kecamatan menjadi yang tertinggi dalam men-support serapan anggaran.

Sedangkan fisik lanjut Haris, tak dapat dipungkiri masih belum maksimal mengingat sejumlah proses mesti dilalui. Mengingat fisik itu ada prosesnya seperti perencanaan, pelelangan dan pengerjaan dan pengawasan. “Serapannya akan melonjak pada akhir tahun setelah pengerjaan proyek tersebut selesai dilaksanakan,” bebernya.

Kendala tak terealisasi anggaran tersebut tambah Haris, yang paling pertama adalah masalah waktu, kedua adalah kesalahan dalam meletakan nomenklatur, belum lagi tidak komitmennya penyaluran anggaran pusat ke daerah, menjadi pemicu yang tidak bisa di pandang gampang. “Tidak komitnya pemerintah pusat tersebut semisal, dana yang akan dialokasikan tidak ditransfer atau ada keterlambatan proses transfer dan sebagainya,” jelasnya.

Masih kata dia, evaluasi yang dilaksanakan kali ini merupakan yang ketiga pada tahun 2017. Direncanakan evalusi dilaksanakan sebanyak empat kali, namun bisa lebih.
“Apabila dianggap urgent maka akan dilakukan evaluasi. Misal ada suatu kendala yang dapat menghambat kinerja maka akan langsung dievaluasi, dan akan ditanya dimana kendalanya. Kita cari benang merahnya agar persoalannya selesai,” jelasnya.

Haris sangat berharap apa yang telah ditargetkan pihaknya pada tahun 2017 ini dapat terealisasi. Untuk itu pihaknya mengajak segenap elemen yang ada untuk dapat bahu membahu dalam menyukseskan pembangunan seperti yang diharapkan. “Ini merupakan momen yang tepat, ayo bersama-sama bangun Anambas agar ke depan lebih baik,” tutupnya. (sya)