Jumat, 17 April 2026
Beranda blog Halaman 12927

Kemegahan Candi Borobudur Tertuang dalam Mahakarya Fashion dan Hairstyle

0

Candi Borobudur yang ditetapkan menjadi 10 destinasi prioritas kembali memperlihatkan daya pikatnya. Candi yang diakui sebagai World Heritage oleh UNESCO itu disulap menjadi gelaran fashion show spektakuler. Desainer kenamaan Anne Avantie, memamerkan fashion maupun tata rias dan mode rambut terbaik dalam gelaran “Borobudur: Hairstyle & Fashion”, Sabtu (30/9).

Gelaran yang berlatar belakang candi borobudur dimeriahkan dengan tarian kolosal dari UniYutta Dance Company, penampilan Maria Calista, Lucky Octavian dan Puteri Indonesia 2016 Kezia Warouw.

Direktur Utama PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko (Persero), Edy Setijono mengatakan, acara ini merupakan perpaduan seni dan keterampilan. Acara ini juga merupakan bentuk dari upaya melestarikan warisan budaya, khususnya Candi Borobudur.

“Kita ketahui Candi Borobudur telah diakui sebagai World Heritage oleh UNESCO. Kita punya kewajiban untuk membuat lokasi sejarah ini terus dikenal ke seluruh dunia,” ujar Edy saat sambutannya dalam gelaran “Borobudur: Hairstyle and Fashion”, di Kompleks Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Sabtu (30/9).

Event yang didukung Kementerian Pariwisata (Kemenpar) itu menjadi sebuah persembahan bagi para pecinta fashion maupun tata rambut dari Tanah Air maupun mancanegara yang akan mengangkat nilai-nilai seni dan budaya leluhur. Utamanya dari sisi fashion serta tata rambut, yang selama ini terpahat pada relief Candi Borobudur.

“Semua karya ditampilkan yang terinspirasi dari relief-relief di Candi Borobudur, baik dari sisi fashion maupun untuk mode rambut,” kata Edy.

Di kesempatan yang sama, Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara yang nampak hadir dengan ciri khas hijab dan busana kebaya cokelatnya itu mengatakan, even ini adalah sebuah perpaduan atraktif antara promosi pariwisata, tren fashion, dan kerajinan tangan dalam bentuk pameran bertaraf internasional. Terlebih event ini digelar di Candi Borobudur yang merupakan mahakarya agung yang sakral dan sarat dengan budaya yang telah menjadi inspirasi bagi berjuta umat manusia.

“Acara ini sangat bagus. Ini membuka peluang dengan mempromosikan produk dengan baik sehingga dapat membantu mengoptimalkan brand image produk perusahaan di kalangan masyarakat Indonesia,” ujarnya.

Lebih lanjut, Esthy menjelaskan meskipun tren tata rambut dan fashion terus berubah, namun pesona yang terkandung dalam tatanan rambut dan fashion pada relief Candi Borobudur ini seolah tak lekang oleh waktu. Justru, ini akan semakin memperkaya khasanah fashion dan gaya tata rambut di Tanah Air.

“Penyelenggaraan event ini tidak hanya akan membangkitkan kejayaan masyarakat Jawa Kuno di masa lalu dan melahirkan tren dan inspirasi baru. Namun juga membangkitkan sektor pariwisata, di Candi Borobudur dan berdampak langsung bagi perekonomian terutama bagi masyarakat di sekitar Borobudur” ucap Esthy.

Respon Menteri Pariwisata Arief Yahya juga ikutan positif. Event tersebut, menurutnya, dapat menggerakkan sektor pariwisata dan pengembangan industri kreatif nasional, terutama yang berbasis pada nilai-nilai seni dan budaya Indonesia.

”Event itu merupakan hasil kombinasi dari inspirasi fashion yang harusnya menjadi mendunia, kelasnya harus mancanegara. Arahnya menjadi acuan fashion yang paling digemari di dunia, jadi mode fashion nanti akan menjadi daya tarik tersendiri bagi pariwisata Indonesia,” ujar Menpar Arief Yahya. (*)

 

 

ITdBI Jadi Suksesor Penyelenggaraan Event di Banyuwangi

0

International Tour de Banyuwangi Ijen (ITdBI) 2017 telah sukses digelar. Sebanyak 19 tim dari 29 negara sukses melahap 533 kilometer yang terbagi dalam 4 etape, yang di tiap etapenya mengangkat kekayaan budaya masyarakat lokal.

Hasilnya? Nama Banyuwangi kian berkibar kemana-mana. Dampak ekonominya pun sangat positif, baik direct maupun indirect impact. p

“Ini (ITdBI) bagian kecil dari penyelenggaraan keseluruhan event di Banyuwangi. Bagi kami Banyuwangi harus membuat banyak event agar semakin banyak orang yang tahu Banyuwangi. Mudah-mudahan event ini bisa menyempurnakan event-event lainnya yang akan digelar,” ujar Bupati Banyuwangi Azwar Anas.

Bupati menjelaskan, setelah ITdBI, di bulan Oktober Banyuwangi masih akan diisi dengan berbagai kegiatan event. Sehari setelah ITdBI misalnya, tepatnya pada 1 Oktober 2017 ada “Kebo-Keboan” yang berlangsung di Desa Alasmalang, Kecamatan Singojuruh.

Ritual Kebo-Keboan adalah tradisi kuno sejak masa kerajaan Blambangan yang terus dilestarikan dan diagungkan masyarakat Alasmalang. Sebuah ritual yang mensyukuri karunia Tuhan atas tanah yang subur dan indah serta panen yang melimpah.

Kemudian pada 6 dan 7 Oktober mendatang akan ada Jazz Ijen Summer yang menghadirkan berbagai penyanyi nasional dan internasional. Setelah itu, ada ribuan penari yang akan menari Gandrung pada 8 Oktober di Pantai Boom Banyuwangi.

“Kalau kami tidak membuat berita, kami tidak akan punya value yang lebih. Jadi hampir setiap hari ada event di Banyuwangi. Alhamdulillah event yang kami selenggarakan membuat pemberitaan Banyuwangi tidak pernah berhenti sehingga orang-orang ingin hadir di Banyuwangi,” kata Bupati.

Melalui event-event itu pula menjadikan konsolidasi di masyarakat dan pemerintahan semakin terbangun. Hasilnya pun sudah mulai dapat dirasakan.

Kemiskinan di Banyuwangi yang dulu mencapai 24 persen kini turun drastis tinggal 8,17 persen. Begitu juga dengan pengangguran terbuka yang dulunya mencapai 6 persen kibi tinggal 2,55 persen.

“Income per kapita di hitungan lama sebesar Rp 16 juta per orang per tahun jauh di bawah Jember, Malang dan sebagainya. Tapi sekarang Alhamdulillah, Banyuwangi walau tanpa mall income per kapitanya menyalip jauh hingga Rp 41,6 juta orang per tahun,” ujar Azwar Anas.

Begitu juga dengan Gini Rasio di Banyuwangi juga turun. Jika dulu tidak ada penerbangan, tapi saat ini dengan dukungan dari pemerintah provinsi Jawa Timur terdapat enam penerbangan dalam satu hari. Dan mulai bulan depan Bandara Blimbingsari akan dikelola oleh Angkasa Pura sehingga dengam demikian pelayanan akan semakin baik. “Dan di tahun 2018 internasional flight akan terlaksana di Banyuwangi,” kata Bupati.

Karena itu, ia atas nama Pemda Banyuwangi mengucapkan rasa terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada seluruh pihak yang telah menyukseskan ITdBI 2017 kemarin. Termasuk dukungan dari Kementerian Pariwisata.

“Event ini membutuhkan tenaga dan kerja sama yang besar karena ITdBI merupakan ajang internasional dengan berbagai kriteria yang harus dipenuhi. Karena kalau ada sesuatu yang kurang akan mengurangi nilai dari balapan sepeda ini,” kata dia.

Deputi Bidang Pengembangan dan Pemasaran Pariwisata Nusantara Esthy Reko Astuti yang diwakili Asisten Deputi Segmen Bisnis dan Pemerintah kementerian Pariwisata, Tazbir mengatakan, apa yang dilakukan Bupati Azwar Anas dalam membangun pariwisata di Banyuwangi sangat luar biasa. Ia menyebut Banyuwangi sebagai model sukses dari penyelenggaraan event-event di Indonesia.

“Juga menjadi model dari komitmen kepala daerahnya yang menjadikan pariwisata sebagai prioritas. Sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo yang menjadikan sektor pariwisata sebagai salah satu leading sector perekonomian bangsa,” kata Tazbir.

Ia menyebutkan, menyelenggarakan 70 event lebih dalam satu tahun bukanlah hal mudah. Dibutuhkan komitmen yang tinggi dari kepala daerahnya untuk merangkul dan mengajak seluruh stakeholder terkait.

“Banyuwangi telah membuktikannya. Ini yang akan menjadi model nasional,” kata Tazbir.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengucapkan selamat atas keberhasilan Banyuwangi yang kembali sukses menyelenggarakan International Tour de Banyuwangi Ijen 2017. Menurutnya Kementerian Pariwisata sangat membutuhkan event-event yang dapat menjadi magnet pariwisata.

“Banyuwangi dengan event-eventnya harus bisa menjadi magnet yang besar untuk pariwisata Indonesia,” ujar Menpar Arief Yahya.

Melalui pariwisata, ujar Menpar, Banyuwangi dapat berkembang dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Seperti data-data yang telah diungkapkan Bupati di atas sebelumnya.

“Semoga Banyuwangi terus konsisten dengan event-eventnya. Penilaian excellent dari UCI untuk International Tour de Banyuwangi Ijen harus terus dipertahankan dan lebih diperbesar lagi penyelenggaraanya. Sehingga Banyuwangi bisa terus menjadi destinasi wisata populer di Indonesia,” ujar Arief Yahya. (*)

HUT Kepri Bisa Dijual untuk Kegiatan Pariwisata

0

batampos.co.id – Gubernur Kepri, Nurdin Basirun meminta Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Kepri bekerja keras dalam memajukan dunia pariwisata di Provinsi Kepri. Ia berharap iven Festival Bahari Kepri (FBK) bisa terus mencuri perhatian pariwisata internasional.

“Kita tau, kontribusi pariwisata meskipun pelan tapi pasti. Artinya, sektor ini memang harus kita bangun dengan baik,” ujar Gubernur Nurdin menjawab pertanyaan media di Kantor DPRD Kepri, Tanjungpinang, belum lama ini.

Mantan Bupati Karimun tersebut menjelaskan, pekerjaan ini menjadi tanggungjawab Dinas Pariwisata untuk bergotong royong dengan Kabupaten/Kota dalam menyajikan iven-iven wisata yang punya nilai jual untuk menarik wisatawan nusantara (Wisnus) ataupun wisatawan asing (Wisman) untuk datang ke Kepri.

Ditegaskan Gubernur, sektor pariwisata bisa menjadi motor penggerak kegiatan perekonomian di Provinsi Kepri kedepannya. Apalagi Kepri merupakan penyumpang Wisman ketiga setelah Jakarta dan Bali. Menyadari hal itu, Pemprov Kepri terus membangun infrastruktur pendukung untuk kepentingan pariwisata di setiap daerah.

“Tahun depan, kita menginginkan pelaksanaan FBK sedikit digeser. Yakni menjadi rangkaian hari jadi Provinsi Kepri. Momentum hari jadi Kepri harus kita jual dengan kegiatan wisata,” tegas Gubernur. (jpg)

Pelalawan Expo 2017 Promosikan Bono

0

Pelalawan Expo yang akan diselenggarakan 6 – 12 Oktober 2017 mendatangkan penyanyi Iyeth Bustami. Kegiatan yang digelar dalam rangka menyemarakan HUT yang ke-18 Pemkab Pelalawan ini juga diisi berbagai kegiatan dan perlombaan serta karnaval budaya sekaligus mempromosikan destinasi wisata Sungai Bono.

Sungai yang muaranya menciptakan gelombang obak tinggi, panjang, dan tidak putus-putus. Bono dikenal sebagai salah satu ombak sungai yang bisa untuk berselancar, atau surfing.

“Surfer dari Australia, pernah mencetak rekor, dengan selancar ombak Bono dinSungai Kampar, Pelalawan, Riau, 9-12 Maret 2016. Sebutannya, Bono Tujuh Hantu (The Bono Seven Ghosts) yang semakin dicintai turis-turis pencari adventure,” kata Menpar Arief Yahya.

Ada dua rekor yang berhasil pecah sekaligus.
Peselancar dari Inggris, Perancis, Brasil dan Amerika Serikat, Malaysia, Singapore, dan Brunei Darussalam, dibuat terpesona karenanya. Banyak wisman terkesan dengan aksi surfer Australia.

Rekor individual, dipecahkan James Cotton. Dia berada di atas ombak selama 1,2 jam dengan jarak tempuh 172 km. Catatan ini mematahkan rekor sebelumnya atas nama Steve King, Inggris, 12,23 km.

Agenda Pelalawan Expo dari tahun ke tahun memang selalu heboh. Di 2014, pedangdut Zaskia Gotik menghibur malam puncak expo. Sedangkan 2015, Siti Badriah yang didatangkan pelaksana. Untuk 2016, penyanyi dangdut senior Iis Dahlia yang menggoyang Pangkalan Kerinci. Dan di edisi 2017, giliran Iyeth Bustami yang digandeng

“Tahun ini kita mengundang Iyeth Bustami. Itu sudah fix dan telah dikonfirmasi kedatangannya untuk menghibur kita,” ungkap Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Dibudparpora) Pelalawan, Andi Yuliandri, Minggu (1/10).

Selain Iyeth Bustami yang tampil 12 Oktober malam, setiap malamnya selama pelaksanaan Pelalawan Expo diisi berbagai kegiatan. Dari mulai perlombaan, karnaval budaya hingga pertandingan tarian, semua ada di Pelalawan Expo. Muaranya semua mengarah ke promosi destinasi wisata yang menjadi andalan Kabupaten Pelalawan yakni Sungai Bono.

“Ada perlombaan, karnaval budaya yang diisi oleh paguyuban yang ada di Pelalawan hingga pertandingan tarian. Ini juga sekaligus mempromosikan wisata Sungai Bono yang menjadi andalan,” kata Andi.

Bagi Andi, Bono memang sangat layak untuk terus dipromosikan. Alasan utamanya, Gelombang Bono sangat langka. Gelombang terbesarnya hanya ada dua di dunia. Pertama Kuala Sungai Amazon, Brasil. Satunya lagi di Kuala Sungai Kampar, Pelalawan, Riau. Tim ekspedisi Rip Curl bahkan sampai menjuluki ombak Bono di kuala Sungai Kampar dengan sebutan “may be unrivaled’, mungkin tak tertandingi. “Dan saat ini Bono sudah semakin dikenal oleh para pesurfer lokal maupun dunia,” tambah Andi.

Menteri Parwisata Arief Yahya selalu mengingatkan kepada daerah agar membuat event berkelas dunia. Menurutnya, wisata Sungai Bono sudah bisa dijual keluar sebagai destinasi yang menarik. “Bono sudah cocok dan gampang diingat dan dikenal serta sangat menjual,” kata Menpar Arief Yahya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mesyaratkan top-3 important message, yaitu gunakan standar event internasional, tetapkan kurator event, event harus sustainable, dan yang terpenting adalah CEO Commitment di daerah. “Bila sudah menetapkan pariwisata sebagai core economy daerah, maka keseriusan kepala daerah dalam mendukung sangat dituntut,” pungkas Menpar Arief Yahya. (*)

Festival dan Bursa Kopi, Cara Jitu Kenalkan Kopi Untuk Wisatawan

0

Kopi sudah menjadi tren utama bisnis sejumlah daerah di Jatim. Seperti Bondowoso, Jember dan Malang. Masing-masing mengemas kopi menjadi tema utama untuk diperkanalkan dengan berbagai pola pemasaran. Sejumlah daerah pun mengemas dengan tema wisata kuliner.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menyebut hari ini 1 Oktober adalah Hari Kopi Dunia, #PesonaCoffeeDay. Di Banten juga sedang ada Festival Industri Kreatif Kopi Indonesia ke-1 tahun 2017, yang oleh netizen dipopulerkan dengan #PesonaIKKIFest2017.

“Silakan gabung di 30 Sept – 08 Okt 2017 di The Breeze, BSD City, Tangerang Banten. Kopi Indonesia memang lagi ngetop, menjadi kekuatan atraksi pariwisata nasional. Dimana-mana punya kopi andalan, bukan hanya Toraja dan Gayo, tapi di semua tempat,” jelas Arief Yahya.

Yang bergabung dalam kegiatan di Banten ini adalah Gerakan Daerah Terbarukan (GDT) sebagai mitera Kemendes, TNI-AD melalu instrumen Sekopi (Kopi Tanah Air Kita) dan Dispar Banten. Juga didukung Kementerian Pariwisata, Kementerian Pemuda & Olah Raga. Acara ini dihadiri perwakilan duta besar Negara Sahabat, Pemda Kab/Kota, Penghasil Kopi, BUMN, Pengusaha Swasta, Asosiasi Kopi, Komunitas Kopi dan Perwakilan 70 Negara.

Di Lampung, kemarin juga ada #PesonaCoffeeDay, dan sukses mengundang orang penggemar kopi datang! Di Kabupaten Pasuruan, Jatum selama tiga pekan ini, mengemas wisata kulinernya dengan festival dan bursa kopi. Lokasinya di wisata alam dan kuliner Waroeng Daoen, yang berada di Desa Parelegi, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan.

Letaknya yang strategis dan tempatnya juga banyak dikenali para wisatawan yang akan menuju Malang dari Surabaya, maka tak heran bila even Festival & Bursa kopi, yang dilaksanakan setiap hari Sabtu dan Minggu sejak tiga pekan ini menjadi pemandangan menarik bagi wisatawan yang kebetulan singgah di Waroeng Daoen.

Para wisatawan yang belum pernah mengenal kopi, diperkenalkan apa dan bagaimana jenis kopi itu. Ada pula cara membuat kopi. Menyeduhnya dan memasak kopi mulai yang tradisional sampai dengan menggunakan mesin pemasak kopi modern. Demikian pula peralatan kopi untuk menyeduhnya secara modern juga diperkenalkan pada even ini.

Menurut ketua Asosiasi Petani Kopi Indonesia (Apeki) Pasuruan, Abdul Karim, festival ini dimaksudkan untuk memperkenalkan kopi Pasuruan yang kini menjadi salah satu komoditas utama di Kabupaten Pasuruan. Selain itu juga memperkenalkan para buyers dengan para petani secara langsung. ‘’Sehingga para petani nantinya bisa transaksi langsung dengan buyers,’’ katanya, Sabtu (30/9).

Selain itu, lanjut Karim, even ini juga dikemas dengan destinasi wisata di kawasan Waroeng Daoen. Sehingga para wisatawan juga bisa mengenal secara langsung apa itu kopi dan bagaiman cara meracik kopi yang baik. ‘’Untuk itulah selama hampir sebulan, setiap hari Sabtu dan Minggu di tempat ini, selalu digelar berbagai acara yang berkaitan dengan kopi,’’ jelasnya.

Even yang digelar 16 September itu memang tidak melulu how to berbisnis kopi dengan petani Pasuruan. Tapi para wisatawan yang memang biasa wisata kuliner ke Waroeng Daoen juga mendapatkan pengetahuan menarik tentang perkopian.

Diantaranya, talk show tentang kopi, pengenalan kopi pada anak-anak, pengenalan peralatan kopi, kompetisi barista lokal (menyajikan) kopi. Lalu ada pula sarasehan yang telah digelar Sabtu dan Minggu pekan lalu.

Adapun Sabtu (30/9) dilaksanakan lomba roasting (memasak) kopi secara teradisional. Serta pelatihan barista (menyajikan) kopi. Sedangkan acara pada Minggu (1/10) pelatihan Late Art dan Peringatan Hari kopi internasional.

Tentu saja momentum menarik ini tak disia-siakan para wisatawan yang memang sudah menjadi langganan para pengunjung Waroeng Daoen apabila berwisata ke Malang. ‘’Even ini menarik, sekaligus untuk pengetahuan tentang kopi, dan cara memasaknya,’’ kata Hendro, salah seorang pengunjung Waroeng Daoen dari Surabaya yang kebetulan akan berlibur ke Kota Batu bersama keluarganya.

Even ini baru berakhir pada 7 Oktober mendatang dengan acara puncak lelang kopi yang selanjutnya ditutup oleh Pangdiv 2 Kostrad Malang pada hari Minggu (8/10). Kopi yang dilelang merupakan kopi robusta dan arabika. Kopi tersebut merupakan tanaman kopi petani Kabupaten Pasuruan.(*)

Anambas Perlu Dibangun SLB

0
ilustrasi.

batampos.co.id -Karena tidak tersedia pendidikan khusus seperti Sekolah Luar Biasa (SLB), sejumlah anak yang mengalami keterbelakangan mental di Anambas tidak tertangani dengan baik. Akibatnya mereka tidak bisa mengenyam pendidikan seperti pelajar pada umumnya.

Salah seorang warga Pasir Merah Kelurahan Tarempa Yana, mengatakan, jika keponakannya ada yang mengalami keterbelakangan mental. Sewaktu tinggal di Tanjungpinang, keluarganya bisa menyekolahkan keponakannya tersebut karena sekolahnya juga ada dari segala tingkatan mulai dari SD hingga ke tingkat selanjutnya.

Tapi setelah semua keluarganya pindah ke Anambas. Keponakannya tersebut tidak lagi bisa sekolah karena di Anambas tidak ada SLB. “Sewaktu belum pindah ke Anambas, anak itu ikut sekolah Slb di Tanjungpinang, tapi setelah pindah di Anambas keponakannya itu tidak bisa sekolah lagi karena tak ada sekolahnya,” ungkapnya kepada wartawan kemarin.

Dirinya berharap di Anambas bisa dibangun Slb sehingga keponakannya itu bisa ikut lagi sekolah seperti biasa. Dirinya yakin bukan hanya keponakannya saja yang mengalami keterbelakangan mental. Tapi pastinya masih ada anak-anak lain yang mengalami hal yang sama yang membutuhkan pendidikan yang sesuai. “Kalau ada sekolahnya, pasti banyak anak berkebutuhan khusus yang masuk sekolah,” ungkapnya.

Menanggapi hal ini Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Kepulauan Anambas Asiah, mengatakan, sebenarnya program pemerintah Provinsi Kepulauan Riau sudah memiliki program untuk membangun Slb di tujuan Kabupaten Kota yang ada. Pihak Provinsi beberapa waktu lalu sudah menyurati daerah agar menyiapkan lahan untuk pembangunan Slb.

“Itulah masalahnya, kita belum bisa membalas surat dari Provinsi karena memiliki kendala yang mendasar yakni belum ada lahan untuk pembangunan sekolah itu,” ungkap Asiah kemarin. (sya)

Ponpes Salafiyah Syafi’iyah Darul Quran Hadir di Kundur Utara

0
Wakil Bupati Karimun Anwar Hasyim tengah foto bersama sebelum peletakan batu pertama pembangunan ponpes Salafiyah Syafiiyah Darul Quran Kundur Utara. F. Imam Soekarno/Batam Pos.

batampos.co.id – Wakil bupati Karimun Anwar Hasyim Sabtu 30/9 kemarin meletakan batu pertama pembangunan gedung pondok pesantren Salafiyah Syafi’iyah Darul Quran di Kecamatan Kundur Utara. Kegiatan disejalankan dengan pengajian 10 Muharam yang dihadiri Kemenag Karimun Afrizal, pengurus Nahdtul Ulama (NU) Karimun Abdulrahman Nurani, Ka.KUA Kundur Utara Muhkrizal, anggota DPRD Kapri Jokonugroho, anggota DPRD Karimun Azmi, tokoh agama dan pemuka masyarakat.

Dalam keterangannya Anwar Hasyim mengharapkan dengan berdirinya pondok pesantren Salafiyah Syafiiyah Darul Quran di Kundur Utara menjadi tempat menempa generasi muda untuk menimba ilmu agama. Pemerintah sangat mengapresiasi dengan berdirinya pondok pesantren di Kundur Utara dibangun secara swadaya masyarakat. Kita harapkan kehadiran pondok pesantren dapat menciptakan generasi muda qurani di pulau Kundur dan sekitarnya.

“Masyarakat pulau Kundur harus bangga dan mendukung dengan hadirnya pondok pesantren Salafiyah Syafi’iyah Darul Quran di Kecamatan Kundur Utara. Kehadiran pondok pesantren di Kundur Utara diharapkan menjadi benteng sekaligus tempat untuk menimba ilmu agama bagi generasi muda sebagai bekal dalam kehidupan bermasyarakat,”terang Anwar Hasyim.

Sementara menurut keterangan kepala kantor urusan agama (ka.KUA) Kundur Utara Muhkrizal menyebutkan jika kehadiran pondok pesantren Salafiyah Syafiiyah Darul Quran untuk menjawab keinginan masyarakat yang sudah lama. Diakuinya saat ini sudah ada 13 orang santri yang diasuh ustaz Salman Al Hafiq di masjid besar Darul Al Furqon. Sesuai dengan perencanaan pondok pesantren akan dibangun dua tingkat lengkap dengan masjid serta sarana prasarana pendukung. Selanjutnya pondok pesantren juga akan dikembangkan dengan dua program yakni hafiz quran dan salafiyah pengerjaan gedungnya sedang dimulai. (ims)

 

Baznas Distribusikan Zakat Rp500 Juta

0

batampos.co.id – Badan Amil Zakar Nasional (Baznas) kabupaten Karimun, kembali melakukan pendistribusian dana umat yang ada di Baznas Karimun untuk periode ke III, Sabtu (30/9).

Dana umat Baznas Karimun yang didistribusikan ini, termasuk bantuan pendidikan bagi pelajar yang kurang mampu sebanyak 345 pelajar. Mulai dari tingkat SD, SLTP dan SLTA / sederajat, untuk SD sebanyak 87 pelajar dengan nilai total Rp13.050 Juta, kemudian SLTP sebanyak 150 pelajar dengan total Rp 30 Juta dan tingkat SLTA ada 108 pelajar dengan jumlah bantuan sebesar Rp 27 Juta.

”Pendistribusian dana zakat periode ke-3 ini tetap sama di periode kedua yaitu Rp 500 Juta. Dan, bantuan pendidikan tetap ada yang masing-masing pelajar mendapatkan berbeda sesuai tingkat sekolahnya,” jelas Ketua Baznas Karimun H Atan AS, di masjid Baitulkarimun, Sungai Lakam.

Dikatakan, untuk tingkat SD bantuan pendidikan per siswa sebesar Rp150 ribu, kemudian SLTP Rp200 ribu dan SLTA Rp250 ribu. Sedangkan, untuk fakir miskin di pulau Karimun yang meliputi 4 kecamatan yaitu kecamatan Karimun, Tebing, Meral, Meral Berat sebanyak 759 orang. Selanjutnya di kecamatan Moro dan Durai ada 107 orang, kemudian fisabillillah di pulau Karimun, Moro dan Durai ada 180 orang.

”Saya juga tidak bosan-bosannya menghimbau kepada umat muslim, agar menyisihkan penghasilannya untuk berzakat. Bisa melalui masjid maupun ke Baznas kabupaten Karimun, supaya saudara-saudara kita yang tidak mampu bisa terbantu. Terutama bagi anak-anak kita yang sedang menimba ilmu di sekolah, sangat membutuhkan biaya pendidikan,” ungkapnya.

Selain pendistribusian dana umat ke fakir miskin, fisabilillah pihaknya juga memberikan bantuan kesehatan berupa biaya pengobatan kepada 17 orang yang kurang mampu. Kemudian, bantuan bedah rumah juga diberikan bantuan untuk satu orang yang benar-benar sangat dibutuhkan dan tidak tercaver oleh Pemerintah.

”Total keseluruhan mencapai 1.409 orang yang kita distribusikan dana umat yang terkumpul di Baznas. Dan mudah-mudahan di periode terakhir nanti akan tercapai target yang telah ditetapkan Baznas Provinsi Kepri,” harapnya.

Sementara itu Wakil Bupati Karimun Anwar Hasyim memberikan apresiasi terhadap Baznas Karimun, yang hingga saat mampu mendistribusikan dana umat kepada masyarakat yang kurang mampu. Sehingga, setiap tahunnya terus ada peningkatkan dalam pengalangan dana umat yang ada di Baznas Karimun.

”Kalau dilihat dari data setiap tahunnya, terjadi pengurangan masyarakat yang menerima bantuan dana umat melalui Baznas Karimun. Ini sedikit demi sedikit bisa membantu mengentaskan kemiskinan di kabupaten Karimun,” tegasnya. Pantauan dilokasi pendistribusian zakat tersebut, terlihat para pelajar dengan wajah ceria mereka antri untuk mendapatkan bantuan dari pihak Baznas Karimun.

”Alhamdulillah, bang buat nambah biaya pendidikan. Maklum sekarang kurikulumnya berbeda, kami harus kreatif dalam menyesiasati pembelian buku pelajaran,” ucap salah seorang pelajar yang menerima bantuan. (tri)

HKTI Harus Mampu Majukan Pertanian

0
Gubernur Kepri, Nurdin Basirun didamping Bupati Karimun, Aunur Rafiq bersama seluruh pengurus HKTI karimun usai pelantikan HKTI Karimun periode 2017-2022, Sabtu (30/9). F. Tri Haryono/Batam Pos.

batampos.co.id – Gubernur Kepri Nurdin Basirun bersama Bupati Karimun Aunur Rafiq hadir dalam pelantikan Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Karimun terpilih, Hasbullah sekaligus pengurusannya periode 2017 – 2022. Pelantikannya dilakukan langsung oleh pengurus HKTI pusat, Erwin, Sabtu (30/9).

Kepada pengurus dan ketua HKTI Karimun Terpilih Nurdin berpesan agar bisa menjadikan motor penggerak petani yang ada di Karimun. Sehingga, kesejahteraan petani bisa meningkat serta dapat merubah cara bercocok tanam secara tradisional menjadi konvensional. Artinya, petani yang dulunya hanya bercocok tanam secara biasa, kedepannya harus bisa memanfaatkan teknologi yang ada.

”Ini sebagai tantangan bagi HKTI Karimun, bagaimana lahan pertanian yang terbatas saat ini dapat meningkatkan produksi pertanian. Selain itu, bagaimana memajukan para petani dengan bergandengan tangan bersama Pemerintah Kabupaten Karimun,” pesan mantan Bupati Karimun ini.

Sementara itu Bupati Karimun Aunur Rafiq berharap adanya wadah HKTI Karimun, bisa menyelesaikan persoalan-persoalan para petani di kabupaten Karimun. Terutama keterbatasan subsidi pupuk yang diberikan oleh Pemerintah Pusat, yang tidak sesuai dengan kebutuhan petani kabupaten Karimun. Dimana saat ini hanya 14 ton per tahun yang diterima, sedangkan kebutuhan 400 sampai 500 ton per tahunnya.

”Karena kewenangan ada di Pemerintah Provinsi, maka saya sampaikan kepada Pak Gubernur agar bisa menyampaikan ke Pemerintah Pusat kebutuhan pupuk subsidi untuk petani Karimun,” keluhnya.

Sedangkan Ketua HKTI Karimun Hasbullah ketika dikonfirmasi program awal HKTI Karimun yaitu, melakukan pendataan dan pemetaan para petani dan lahan yang ada termasuk lahan pertanian milik Pemkab Karimun. Agar dapat gambaran, sejauh mana lahan pertanian yang sudah digarap maupun belum digarap oleh petani itu sendiri.

Selanjutnya, mengidentifikasi jenis tanaman sesuai kebutuhan pasar, walaupun sekarang sudah banyak para petani yang mengembangkan pertaniannya dengan berbagai jenis tanaman. Selain itu melakukan koordinasi dengan Pemkab Karimun, dalam sinkronisasi program yang ada di HKTI Karimun untuk pengembangan pertanian kedepannya.

” Jadi kita akan bersinergi dengan Pemkab Karimun, dalam pengembangan pertanian dan meningkatkan produksi hasil tani itu sendiri. Mulai dari penamanan, panen hingga kepenampungan hasil panen itu. Semuanya harus bisa sinkron, supaya hasil produksi pertanian tidak mubazir atau jatuh harga jualnya,” ungkap Hasbullah.(tri)

Amankan 25 Warga Sipil, Delapan Diantaranya Waria

0

batampos.co.id – Tim gabungan dari Polisi Militer Angkatan Laut (Pomal), AD, AU dan Propam Polres Tanjungpinang, Satpol PP Kota Tanjungpinang serta Imigrasi Tanjungpinang, menggelar razia gabungan di sejumlah tempat hiburan malam, Sabtu (30/9) malam.

Hasilnya, tim gabungan yang menyisir THM seperti Dope, Ozon Pub dan Karaoke, KTV Cosmos, Galaxy Pub, KTV Rasa Yakin dan KTV CK Hotel, mengamankan 25 orang warga sipil yang berada ditempat hiburan malam tidak memiliki identitas diri berupa Kartu Tanda Penduduk.

Komandan Pomal Lantamal IV Tanjungpinang, Mayor Laut Didik Wahyudi, mengatakan kegiatan yang dilaksanakan tersebut hanyalah kegiatan rutin. Yang mana dalam operasi tersebut pihaknya mengamankan 25 orang warga Sipil.

“Mereka diamankan karena tidak memiliki KTP. Delapan orang diantaranya waria yang saat itu sedang berada di THM KTV Hotel CK,” ujar Didik.

Dikatakan Didik, operasi tersebut selain untuk warga sipil. Sebenarnya ditujukan terhadap anggota TNI dan Polri dan WNA untuk menegakkan kedisplinan. Sedangkan untuk WNA untuk tertib adminstrasi.

“Untuk prajurit TNI dan Polri nihil setelah kami data. Ada WNA yang saat kami razia ditemukan berada di THM dan saat diperiksa tidak membawa identitas. Namun, identitas mereka berada di penginapan. Mereka pun kami minta untuk menunjukkan identitasnya,” kata Didik.

Untuk itu, Didik, mengimbau, kepada masyarakat untuk selalu membawa identitas diri dan tertib adminstrasi berupa KTP ataupun identitas lainnya.

“Sedangkan untuk prajurit TNI dan Polri jelas dilarang memasuki THM,” pungkasnya.(ias)