Kamis, 16 April 2026
Beranda blog Halaman 12927

Perda Zakat Tinggal Diparipurnakan

0

batampos.co.id – Tahapan-tahapan dalam pembentukan Peraturan Daerah (Perda) Zakat telah memasuki babak akhir. DPRD Kota Tanjungpinang, akan segera mengagendakan paripurna dalam waktu dekat agar Perda dapat segera diimplementasikan.

Perda inisiatif legislatif Tanjungpinang ini, dipastikan mampu mengoptimalisasi penyerapan zakat bagi Kota Tanjungpinang. Sehingga dapat membantu kalangan penerima zakat, dengan cakupan lebih luas lagi.

“Mengenai materi teknisnya nanti akan dibahas,” tutur Wakil Ketua DRD Tanjungpinang, Ade Angga, kemarin.

Pada prinsipnya, sambung Angga, perda ini merupakan upaya dalam meningkatkan perolehan dana zakat di Tanjungpinang.

Penerimaan zakat dengan implementasi perda ini nantinya, ditaksir Baznas mampu mencapai Rp 5 miliar per tahunnya. Yang mana pada tahun ini, baru dapat mencapai Rp 900 juta.

“Jadi perda ini akan memperkuat Baznas Kota Tanjungpinang,” terang Angga, lagi. (aya)

Di Batam, Jaminkan Sertifikat Wajib Lapor BP Batam

0

batampos.co.id – Badan Pengusahaan (BP) Batam kembali menerbitkan aturan kontroversial. Pengusaha atau pemilik lahan diwajibkan melapor ke BP Batam jika ingin menjaminkan sertifikat lahannya ke bank. Laporan ini guna mendapatkan persetujuan hak tanggungan sebelum proses di perbankan.

Aturan tersebut tertuang dalam pasal 30 Peraturan Kepala (Perka) BP Nomor 10 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Administrasi Lahan. Namun, aturan ini hanya berlaku untuk lahan dengan luas 600 meter persegi ke atas.

“Ini merupakan peraturan dari Menteri ATR/BPN yang menjelaskan bahwa penjaminan atas lahan yang merupakan milik dari si pemilik Hak Pengelola Lahan (HPL) yakni BP Batam,” ujar Deputi III BP Batam, Eko Santoso Budianto, Jumat (29/9).

Menurutnya, peraturan ini adalah peraturan lama yang merujuk kepada PP Nomor 40 Tahun 1996 tentang Hak Guna Usaha, Hak Guna Bangunan, dan Hak Pakai Atas Tanah. Namun sebelumnya peraturan ini tak dijalankan.

Menurut PP tersebut, hak peralihan dan hak tanggungan diperbolehkan jika ada izin dari pemilik HPL yakni BP Batam. “Ya, iyalah tanah punya BP Batam kok dijaminkan tanpa sepengetahuan kami,” ungkapnya.

Eko menegaskan bahwa seluruh masyarakat di Batam hanyalah penyewa tanah milik negara. Dan peraturan ini memang harus diterapkan untuk memberikan kepastian hukum.

Ada tiga peraturan penting dalam kebijakan ini. Pertama, pembebanan hak tanggungan atas lahan guna kepentingan penjaminan di bank atau lembaga pembiayaan lainnya, pengguna lahan wajib memperoleh izin hak tanggungan dari BP Batam.

Kedua, peraturan ini berlaku bagi pemilik lahan dengan luas 600 meter persegi ke atas yang telah membangun sesuai dengan peruntukan. Contoh lahan dengan luas 600 meter persegi adalah lahan milik developer dan lahan kawasan industri. Dengan kata lain, izin hak tanggungan ke BP Batam berlaku untuk penjaminan lahan maupun bangunan di atasnya sesuai dengan sertifikat HGB.

Dan ketiga, pembebanan hak tanggungan dapat dilakukan atas lahan dengan jangka waktu yang tidak melebihi masa pengalokasian lahan. Dengan kata lain, tempo pengembalian kredit tidak boleh melebihi sisa sewa lahan.

Dalam memberikan izin hak tanggungan nanti, Eko mengatakan, BP Batam akan menerapkan prosedur ketat. Jika benar-benar dengan tujuan bisnis, maka BP Batam akan memperbolehkannya tentu saja dengan melewati sejumlah verifikasi.

Namun, jika untuk bermain spekulasi, maka BP Batam tidak akan mengizinkan. “Ketika lahan tersebut dijaminkan, namun orang yang menjaminkan tak membayar kreditnya, maka ini jadi masalah. Tak ada kepastian hukum jadinya soalnya ini kan lahan negara,” ungkapnya.

Kemudian dalam proses verifikasi, BP Batam akan bekerja sama dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) agar tidak terjadi kekeliruan. Jika menyalahi aturan, BPN berhak untuk mencabut sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB)-nya.

Sebelumnya, memang banyak lahan yang sudah dijaminkan ke bank tapi terpaksa memperoleh status tidak jelas karena kreditur tak sanggup membayar pinjaman bank atau bahkan kabur. Selama ini, proses penjaminan itu tanpa sepengetahuan BP Batam. Sehingga menjadi kerugian besar bagi perbankan dan BP Batam sebagai pemilik HPL. “Ini yang tidak diatur, makanya bank jadi korban, begitu juga kami. Yang dijaminkan kan tanah negara yang dikelola BP Batam,” jelasnya.

Ia kemudian memberikan gambaran singkat. Ada seorang anak menjaminkan rumah milik ibunya untuk mendapat pinjaman. Namun ketika si anak tak sanggup melunasi kreditnya, maka bank menyita jaminan tersebut. Si ibu yang merupakan pemilik rumah asli tak bisa menuntut apa-apa karena pada kenyataannya ia juga menyetujui penjaminan tersebut.

“Ini bukan hanya untuk Batam saja. Di Jakarta juga begitu, contohnya di Pulo Gadung, Senayan dan lainnya,” cetusnya.

Namun sayangnya, meskipun sudah menerbitkan peraturan ini, BP Batam masih dalam tahap penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP)-nya. Eko memberikan gambaran singkat bahwa nantinya pengurusan hak tanggungan di BP Batam akan sama seperti proses pengurusan Izin Peralihan Hak (IPH).

Warga memanfaatkan tanah kosong di Sagulung untuk belajar menyetir mobil, Selasa (25/7). Di Batam ini banyak tanah kosng yang belum tidak dibangun. F. Dalil Harahap/Batam Pos

Ditentang Pengusaha

Kalangan pengusaha langsung protes atas Perka Nomor 10 Tahun 2017 tersebut. Kebijakan ini dianggap hanya menambah jalur birokrasi baru, memperlambat investasi, dan tidak sesuai dengan paket kebijakan ekonomi Presiden Jokowi yang menghendaki pemangkasan birokasi perizinan.

“Kebijakan ini memperlambat investasi dan membuat ketidakpastian. Hal-hal seperti inilah yang membuat Batam kalah saing,” ujar Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kepri, Achmad Makruf Maulana, Jumat (29/9).

Pengusaha, kata Makruf, sudah direpotkan dengan berbagai macam perizinan yang harus diurus baik itu ke BP Batam maupun Pemko Batam. Jumlahnya fantastis bisa mencapai 22 izin dan merupakan jumlah perizinan terbanyak di Indonesia.

“Mengapa semuanya harus seizin mereka. Mau jual beli harus urus IPH, mau jaminkan ke bank harus urus hak tanggungan. Sedangkan di daerah lain tak ada peraturan seperti itu banyaknya,” ungkapnya.

Jika tak mendapat izin dari BP Batam, maka perbankan akan menolak. Lalu saat ini, kata Makruf, prosedurnya pun belum disusun tapi peraturannya sudah terbit sehingga harus dijalankan.

“Ini menambah sesuatu yang tak perlu menjadi perlu. Menghambat karena ada birokrasi lagi. Mengurus IPH saja lamanya minta ampun apalagi dengan mengurus hak tanggungan ke BP Batam,” ujarnya.

Ditambah lagi faktor suka dan tidak suka. “Jika mereka tak suka sama kita, bisa saja tak dikasih izin,” jelasnya.

Senada dengan Makruf, Ketua Dewan Pertimbangan Asosiasi Pengembang Perumahan dan Perrmukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Kepri, Wirya Putra Silalahi, juga menilai kebijakan ini tak bijak dan tidak menguntungkan dunia usaha sama sekali.

“Saya lihat BP Batam sudah seperti bank, harus pakai jaminan segala. Ini akan membuat perputaran ekonomi melambat lagi,” ungkapnya.

Saat ini, kondisi ekonomi Batam tengah terpuruk. Kebijakan yang dikeluarkan seharusnya mempermudah investasi bukan menambah jalur birokrasi baru.

Praktisi hukum Batam, Ampuan Situmeang juga angkat bicara soal kebijakan baru ini. Ia menilai dari segi hukum, BP Batam pasti punya alasan yuridis mengapa menerbitkan Perka tersebut, meskipun dari sisi kebijakan publik patut dikritisi.

“Karena kebijakan ini menambah prosedur dan mempersulit semua pihak seolah-olah terkesan mau menang sendiri,” katanya.

Seandainya Otorita Batam (OB) yang menerapkan hal tersebut sangat wajar. Namun BP Batam yang tugasnya hanya mengatur lalu lintas barang sesuai PP Nomor 46 Tahun 2007 jelas tidak punya otoritas untuk menerapkannya.

“Kebijakan ini berlebihan dan terkesan mengada-ada,” timpalnya lagi.

Kewajiban untuk meminta izin itu, kata Ampuan, bukan amanah dari peraturan yang lebih tinggi, tapi merupakan peraturan turunan BP Batam sebagai pemegang HPL. “Artinya tanpa kewajiban itu pun tidak salah. Namun BP Batam nampak menggunakan haknya “pokoke”. Nah seharusnya jika ada pihak yang dirugikan, mekanismenya harus ada,” tegasnya.

Dengan lahirnya kebijakan baru ini, Ampuan melihat apa yang dilakukan BP Batam sangat bertentangan dengan keinginan Presiden yang ingin mempermudah perizinan berusaha.

“Dengan kebijakan ini, malah birokrasi perizinan semakin beranak pinak dan malah mempersulit situasi ekonomi yang sudah sulit. Kacau,” ungkapnya lagi.

Dari sektor perbankan juga mengkritisi kebijakan ini. Kepala Perhimpunan Perbankan Nasional (Perbanas) Kepri, Daniel Samzon, mengatakan pihaknya akan mempelajari hal ini lebih lanjut lagi mengenai dasar BP Batam menerapkan kebijakan baru ini.

“BP Batam dalam hal ini sudah terlalu melampaui. Karena proses IPH saja belum benar-benar bagus, apalagi kalau urus hak tanggungan, mau berapa lama lagi,” ujarnya.

Menurutnya, dunia perbankan akan selalu mengikuti peraturan yang ditetapkan oleh pemerintah, apapun itu. Tapi peraturan harus disesuaikan dengan kondisi di lapangan dulu. Jangan kebijakan yang baru malah jadi penghambat. “Sebelum mengeluarkan kebijakan, ya duduk bersama dulu, diskusi, dengar pendapat dulu supaya tahu imbasnya kemana,” tegasnya.

Ketidakjelasan prosedur ini membuat perbankan akan menjadi ragu. Karena ketika mengurus IPH saja prosesnya lama dan berbelit-belit, imbasnya adalah transaksi jual beli properti tidak berjalan. Sehingga kerugian harus ditanggung oleh perbankan sebagai pemberi kredit. Jumlah pemberian kredit menurun begitu juga dengan penjualan properti.

“Harus dijelaskan dulu berapa lama pengurusannya. Persetujuan kredit memiliki batas waktu sebulan. Jika mengurus hak tanggungan belum jelas waktunya, maka batas persetujuan kredit akan berakhir. Dan terpaksa si pemohon mengulang kembali. Sangat tidak efisien,” paparnya.

Kondisi ekonomi dalam sebulan saja belum bisa diprediksi, apalagi menunggu prosedur yang belum jelas. “Tak mungkin menunggu proses izin hak tanggungan yang belum jelas. Kondisi ekonomi kan berubah-ubah. Ini nanti jadi problem baru,” ungkapnya. (leo)

Bisnis Kuliner Batam Bertahan Ditengah Kelesuan

0

batampos.co.id – Lesunya kondisi ekonomi saat ini tak mampu membendung geliat bisnis kuliner di Batam. Bisnis kuliner tetap tumbuh lengkap dengan keunikan konsep dan kreasi masing-masing.

“Kalau sudah menyangkut urusan perut, bisa jadi urusan utama. Karena lapar tidak bisa dibiarkan lama-lama,” ungkap mahasiswi Uniba, Rita, saat menikmati santapan siangnya di sebuah kafe di Nagoya Hill Mall, Batam, Jumat (29/9).

Hal ini diakui pemilik Waroeng Iga di Nagoya Hill Mall, Witak. Kata dia, bisnis kuliner menjadi sektor usaha yang sangat menjanjikan jika dikelola dan dikembangkan dengan baik.

“Dimana-mana orang butuh makan. Dari poin itu kita sudah punya kekuatan untuk mengembangkan usaha kuliner,” kata Witak saat ditemui di warungnya, kemarin.

Witak mengakui, terpuruknya ekonomi saat ini sedikit banyak turut berdampak pada bisnis kuliner. Yang paling terasa, jumlah pembeli menurun cukup signifikan. Namun menurut Witak, pelaku bisnis kulier seperti dirinya tetap yakin usahanya itu akan mampu bertahan bahkan tumbuh lagi.

“Artinya, kami tetap optimistis terus berkembang,” ujar Witak yang juga pemilik Waroeng Makmur di Kepri Mall Batam ini.

Pemilik Tok Ngah Pancake Durian, Andy, membenarkan hal ini. Meski kondisi perekonomian tengah lesu, usahanya yang kini sudah berkembang menjadi beberapa cabang itu masih tetap mampu bertahan.

“Masih tetap survivelah. Walaupun Batam yang paling terasa dampak melemahnya ekonomi ini, tapi untuk usaha kuliner masih bakal tetap hidup dan berkembang,” ucap Andy.

Namun di sisi lain, pihaknya mengharapkan agar pertumbuhan Batam bisa kembali bergairah seperti di era 90-an atau awal 2000-an silam. “Percaya pada pemerintah yang bekerja untuk masyarakat. Sama-sama mendukung agar Batam bangkit kembali untuk di semua lini,” ujarnya.

Sejumlah pengunjung menikmati kuliner di Food Street Nagoya Hill, Agustus lalu. Di tengah kelesuan ekonomi, salah satu yang bertahan dan berkembang adalah bisnis kuliner. F. Yusuf Hidayat/Batam Pos

Ikuti Tren Pasar

Sementara Penanggung Jawab Universe Cafe, Resto & Bar, Thien Pao, mengatakan saat ini persaingan bisnis kuliner di Batam semakin ketat. Untuk bisa memenangkan pasar, pengusaha kuliner harus mampu menyajikan keunikan tersendiri. Baik dari segi rasa maupun konsep lokasi usaha.

“Persaingan sekarang memang banyak, tapi itu tidak masalah. Karena masing-masing kita sudah ada marketnya,” ujar Thien Pao. Jumat (29/9).

Namun bukan sekedar unik dan enak, menu kuliner yang disajikan juga harus mengikuti tren pasar. “Misalkan tren sekarang anak muda suka makanan yang disajikan unik. Maka kita ikuti,” jelas Thien.

Ia mencontohkan menu Nasi Goreng Universe dan Chicken Dinamit yang disediakan kafenya. Menu ini memiliki ciri khas dengan rasa sedikit pedas yang disajikan dengan mangkok pangsit.

“Karena sajian dan rasanya unik, maka makanan ini menjadi favorit,” tutur Thien.

Selain itu, harga juga menjadi salah satu pertimbangan utama bagi pembeli. Karenanya, ia menyarankan agar pengelola kafe dan warung untuk memberikan harga yang kompetitif.

“Banyak masyarakat yang beranggapan makanan di kafe itu mahal. Tapi harga di sini sangat terjangkau dan kita menawarkan kenyamanan,” katanya. (opi/nji)

 

Dinas Perhubungan Minta Pembangunan Dermaga Jagoh Cepat Selesai

0
Perahu pancung menunggu penumpang di Pelabuhan Jagoh. F : Dok Batam Pos

batampos.co.id – Kepala Bidang Laut dan Udara Dinas Perhubungan Kabupaten Lingga Selamat memastikan pihaknya terus memantau proyek pembangunan dermaga di Jagoh agar dapat diselesaikan tepat waktu oleh perusahaan pemenang lelang yakni PT Diva Lingga. Dishub juga mengajak perusahaan agar dapat terus berkoordinasi supaya dapat mengatasi kendala yang ada.

“Kami telah memanggil kontraktor untuk menanyakan terkait pengerjaan dermaga Jagoh. Tujuannya supaya proyek itu cepat selesai dan dapat digunakan masyarakat,” kata Selamat yang menghubungi Batam Pos, Jumat (29/9) pagi.

Lebih lanjut Selamat mengatakan, saat ini kontraktor sedang melengkapi berkas untuk pengangkutan tiang pancang dari Batam ke Jagoh. Sehingga di lokasi pembangunan dermaga terlihat tidak ada pengerjaan. Namun, Selamat memastikan akan memanggil kontraktor kembali untuk mengetahui progres pekerjaan dermaga tersebut.

Selamat juga mengaku sedikit kesal dengan perusahaan PT Diva Lingga yang terkesan kurang terbuka dengan Dinas Perhubungan terkait pembangunan dermaga Jagoh. Menurut Selamat, semestinya pihak kontrkator dapat melakukan koordinasi yang baik dengan Dinas Perhubungan untuk mencari jalan keluar jika menemui hambatan.

“Walau waktu pengerjaan masih panjang hingga awal Desember tahun ini, tapi jika lebih cepat pengerjaan kan lebih baik. Dermaga dapat digunakan masyarakat,” kata Selamat.

Sekalai lagi, Selamat menegaskan, Dinas Perhubungan akan terus mengroscek baik di lapangan dan terkait alasan mereka apakah hambatan yang dialamai benar dan dapat diatasi mereka.

Proyek pembangunan dermaga Jagoh, menggunakan dana APBD Kabupaten Lingga dengan pagu anggaran sebesar Rp 1,2 milyar. Proyek tersebut dimenangkan PT Diva Lingga.

Pada tahun ini, Dinas Perhubungan mendapat tiga pembangunan dermaga yakni di Kecamatan Pancur, Batu Berlubang dan Jagoh. Dua pembangunan dermaga di Pancur dan Batu Berlubang menggunakan Dana Alokasi Khusus pusat, sedangkan pembangunan dermaga Jagoh menggunakan dana APBD Lingga. (wsa)

Pesona Balige Siap Pukau Peserta Toba Cross Run 2017

0

Keindahan Danau Toba kembali menarik wisatawan melalui event sport tourism Toba Cross Run (TCR) yang akan digelar Sabtu, 28 Oktober 2017. Para peserta akan melintas sambil menikmati keindahan danau kaldera terbesar di dunia.

Kompetisi lari berskala internasional ini
memiliki tiga kategori lari dengan start yang berbeda dengan garis finish yang sama, yaitu di Taman Sipinsur. TCR 2017 melibatkan tiga kabupaten sebagai jalur lintasannya, salah satunya adalah Balige. Balige menjadi salah satu titik start peserta untuk rute 55K Toba Cross Run 2017, kategori dengan rute terpanjang di
TCR 2017.

“Titik start di kota Balige berada di salah satu gereja tertua yang semua material bangunannnya terbuat dari kayu. Bentuk bangunan gereja yang unik dan klasik bisa menjadi spot berfoto yang indah untuk peserta sambil menikmati pengalaman bermalam di camping ground (berkemah) di kawasan halaman gereja seluas 1,5 hektar menghadap langsung ke perbukitan kawasan Balige,” jelas Lexi Rohi selaku Ketua Pelaksana Toba Cross Run 2017, Jumat (29/9).

Kecamatan Balige terletak di tepi danau Toba dan berada sekitar 905-1.200 meter di atas permukaan laut. Balige sendiri merupakan kota yang mempunyai banyak nilai sejarah bagi masyarakat di pesisir danau Toba. Selain itu di Balige juga terdapat museum Batak T.B Silalahi yang terdapat banyak koleksi budaya Batak yang terawat hingga saat ini. Lexi mengatakan, peserta dan keluarga bisa mampir di pasar tradisional Balige dan membeli oleh-oleh kain Tenun Ulos khas Sumatera Utara dengan harga terjangkau.

“Kami telah merancang Toba Cross Run 2017 sebaik mungkin agar peserta lari dapat merasakan keindahan perbukitan Toba dengan aman dan nyaman. Peserta akan mendapatkan pengalaman berlari bernuansa alam yang bersih dan sejuk, tentu saja dengan latar belakang keindahan Danau Toba. Selain itu juga bisa berbelanja kerajinan khas Sumatera Utara seperti kain ulos dan sebagainya,” kata Lexi.

Bupati Kabupaten Toba Samosir Darwin Siagian mengungkapkan, perbukitan kawasan Balige selama ini banyak dilewatkan wisatawan yang ingin menikmati Danau Toba dari ketinggian. Padahal, hamparan sawah yang membentang hijau di Balige tampak seperti pemandangan di Ubud, Bali.

“Kami berharap, melalui Toba Cross Run ini, perbukitan kawasan Balige jadi dikenal dan menjadi destinasi wisata tersendiri mendukung Danau Toba,” ujar Darwin.

Melalui event internasional Toba Cross Run, lanjut Darwin, peserta tidak hanya bisa berolahraga lintas alam saja namun, kekayaan budaya dan kuliner khas Balige menjadi salah satu edukasi pariwisata baru untuk wisatawan khususnya para peserta Toba Cross Run 2017. Sambil menikmati pemandangan Danau Toba dari sisi lain di kota Balige, tidak ada salahnya menikmati kuliner khas daerah Balige.

“Salah satu yang menjadi andalan adalah Mie Gomak yang juga bisa dibeli di pasar Balige. Para peserta bisa menikmati beberapa olahan macam ikan air tawar yang berasal dari danau Toba dengan bumbu khas kota Balige,” tutur Darwin.

Darwin menambahkan, akses untuk dapat sampai di Balige sekarang bisa dilakukan dengan cepat. Bandara Silangit yang sudah beroperasi penuh memudahkan peserta Toba Cross Run dan wisatawan dalam maupun luar negeri, untuk mencapai Balige.

“Tidak perlu ragu untuk mengunjungi Danau Toba maupun ikut serta dalam Toba Cross Run, karena akses menuju Danau Toba jalanan sudah diaspal dan penerbangan bisa langsung ke Bandara Silangit, penginapan di daerah Balige juga tersedia lengkap dengan fasilitasnya,” pungkas Darwin.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menyebut, jika sport event itu direct impactnya kecil hanya 10%, tetepi media valuenya besar. Terlebih vanue nya ada di Danau Toba yang sudah ditetapkan menjadi menjadi 10 destinasi prioritas Kemenpar.

“Even ini memiliki medan yang cukup berat, tetapi bagi para runner dunia, ini sangat asyik dan penuh tantangan, serta media veluenya tinggi,” sebut Menpar Arief Yahya.

Menpar Arief Yahya mengajak netizen dan seluruh masyarakat untuk berpartisipasi di event Toba Cross Run 2017 ini. Treknya menantang, alamnya bagus, dan di even ini semua peserta bisa menyaksikan kombinasi antara langit biru dan pepohonan hijau di Danau Toba.

“Silakan ikut lari di Toba Cross Run 2017 ini. Ke sana juga sudah mudah karena Bandara Internasional Silangit sudah beroperasi penuh,” kata Menpar Arief Yahya. (*)

Festival Wonderful Indonesia Siap Menusuk ke Jantung Wisman Oman di Muscat

0

Kunjungan Raja Saudi, Salman bin Abdulazis Al Saud, ke Indonesia pada Maret silam masih menjadi ‘oase’ bagi pariwisata di Tanah Air. Pasalnya, setelah kunjungan kenegaraan berakhir, nama Indonesia terus mencuat di negeri Timur Tengah tersebut.

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya pun cepat membidik opportunity itu dengan terus mempromosikan kedatangan Raja Salman ke negara-negara Timur Tengah agar Wisman datang ke tanah air. Salah satunya melalui perhelatan Festival Wonderful Indonesia (FWI) di Oman yang akan digelar pada tanggal 2 hingga 6 Oktober 2017.

Deputi Pemasaran Pariwisata Mancanegara Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Profesor I Gde Pitana menjelaskan, selain dalam rangka upaya pencapaian target jumlah kunjungan wisatawan mancanegara sebanyak 20 juta pada tahun 2019, kegiatan ini juga memperkenalkan kekayaan budaya serta daya tarik keindahan alam destinasi Indonesia. Sehingga dapat memperkuat Branding Wonderful Indonesia dan mengikis citra negatif Indonesia sebagai negara penyedia tenaga kerja tidak profesional.

“Kita buktikan bahwa Indonesia negara sangat potensial dan memilki keindahan berkelas dunia. Festival ini nantinya akan menggelar aktivitas industrial gathering (table top) tanggal 3 Oktober 2017 di Sheraton Muscat Hotel. Nanti di acara itu akan menjadi tempat terjadinya transaksi bisnis serta memperluas jaringan antara industri pariwisata asal Indonesia dengan industri pariwisata asal Oman,” ujar Pitana yang didampingi Asisten Deputi Promosi Pariwisata Eropa, Timur Tengah, Amerika, dan Afrika Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Nia Niscaya.

Saat ini, lanjut Nia, Indonesia tengah berupaya mengejar perolehan Malaysia yang sukses mendatangkan 300 ribu wisatawan Timur Tengah atau Thailand yang mampu mendatangkan 800 ribu wisatawan dari Timur Tengah.

“Pasar Timur Tengah masih besar, apalagi, pengeluaran mereka di atas rata-rata. Umumnya, durasi plesiran wisatawan Timur Tengah 8,5 hari dengan pengeluaran rata-rata per pengunjung 1.190 dolar AS. Di Oman, kami membidik wisatawan keluarga dari Timur Tengah yang bisa berlibur dua hingga tiga bulan selama musim panas, dengan mengajak seluruh anggota keluarga,” kata wanita yang terkenal supel tersebut.

Sementara itu, Nia juga memaparkan, Kemenpar menggandeng empat industri yaitu: Astadala Tour, PT Indonesia Tur Arabia / Go Indonesia, PT. Tambatan Hati Tour & Travel dan Travel In Style. Semua diberi misi menjual produk destinasi pariwisata Indonesia secara terintegrasi kepada calon wisatawan Timur Tengah.
Selain terdapat pameran, Kemenpar juga akan membawa tim kesenian sejumlah tujuh orang yang siap mengisi acara selama kegiatan FWI di Oman. Tim kesenian tersebut juga akan mengisi acara resepsi diplomatik yang akan diselenggarakan oleh KBRI di Oman pada tanggal 2 Oktober 2017. Tidak cukup sampai disitu, pertunjukan kesenian, pelayanan informasi, dan distribusi bahan-bahan promosi pariwisata Indonesia juga akan terus berlangsung pada tanggal 5 hingga 6 Oktober 2017 di Muscat Avenue Mall.

“Tarian yang akan disajikan mewakili Destinasi Bali, Jawa Barat, Sumatera barat dan Jakarta. Ada empat tarian yang dibawakan seperti Tari Bajidor (kolaborasi antara tari jaipong sunda dan tari Bali), lalu Tari Gebyar Bali yang merupakan tari kreasi baru yang menggambarkan keceriaan pemuda- pemudi Indonesia dalam sebuah pesta rakyat. Juga ada Tari Galenyek yang merupakan gubahan baru dari tradisional minang dan yang terakhir Tari Lenggang betawi, kita akan pukau mereka dengan kesenian kita,” beber Nia.

Menpar Arief Yahya mengingatkan jajarannya lebih banyak menggenjot penjualan, selain branding dan iklan. “Jalankan dengan optimal untuk membawa wisatawan mancanegara lebih banyak ke Tanah Air, termasuk Timur Tengah,” kata Menpar Arief Yahya.

Khusus untuk pasar Timur Tengah, Arief Yahya mengingatkan untuk memperkuat jualan ke destinasi-destinasi yang sudah menjadi jawara “World Best Halal Destination” dan yang sangat cocok dengan wisatawan asal Timur Tengah.

Kemenpar menargetkan bisa menarik kunjungan 5 juta Wisman di segmen wisata halal pada 2019. Kata Menpar, saat ini jumlah kunjungan Wisman di segmen wisata halal mencapai 2 juta hingga 3 juta wisatawan.

“Target kami di 2019 itu 5 juta atau dua kali lipat dari posisi sekarang,” ujarnya.Pria asli Banyuwangi ini menambahkan, untuk mendongkrak kunjungan, Kemenpar bakal gencar menggarap pasar Timur Tengah dengan mendorong pembukaan rute penerbangan langsung.

Sekadar informasi, berdasarkan laporan Global Muslim Travel Index (GMTI) jumlah wisatawan di segmen ini diperkirakan bakal menyentuh angka 168 juta dari posisi 2015 sebanyak 117 juta.Laporan GMTI juga melansir, Indonesia menempati peringkat keempat sebagai negara tujuan wisata halal paling diminati di antara negara-negara anggota Organisasi Konferensi Islam (OKI).(*)

 

Dari Laut ke Gunung, Hingga Pawai Mobil Hias, Ada di ITdBI

0

International Tour de Banyuwangi Ijen (ITdBI) 2017 memasuki etape ketiga, Jumat (29/9). Jika di etape sebelumnya para pembalap diajak untuk beradu sprint, kali ini pembalap dari 29 negara ditantang melahap berbagai tanjakan.

Pemandanganya pun berbeda. Semakin cantik. Dari laut ke gunung. Semua sangat oke. Etape ketiga ITdBI 2017 memulai dari Pelabuhan Ikan Muncar sebagai titik start dan finish di Paltuding, Kawah Ijen, yang memiliki ketinggian 1.880 meter.

Bagi sebagian pembalap, terutama dari negara-negara luar, ini menjadi pengalaman hal yang sangat unik. Karena menurut mereka, sangat jarang perlombaan balap sepeda mengambil titik start dari pelabuhan ikan. Mungkin hanya di Tour de Banyuwangi Ijen yang menyajikan hal demikian.

Belum lagi masyarakatnya yang sangat antusias memeriahkan balapan. Di setiap titik start atau finish, semua masyarakat berkumpul. Tidak jarang dari mereka yang memberikan semangat para pembalap.

Di Pelabuhan Ikan Muncar misalnya. Tadi pagi, kapal-kapal nelayan berjejer di sisi dermaga. Semuanya berbaris rapi. Kapal yang dihias warna-warni dan berbagai hiasan lainnya menambah kemeriahan perlombaan. Belum lagi suguhan kesenian yang ditampilkan jelang start dimulai. Menambah kemeriahan acara.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, penyelenggaraan event sport tourism ini memang berbeda dengan dibanding tahun-tahun sebelumnya. Titik start dipilih di tempat-tempat yang dekat dengan masyarakat.

“Karena Tour de Ijen ini bukan sekadar ajang sport tourism, tapi sebagai bagian dari alat konsolidasi merubah masyarakat. Salah satunya pariwisata,” kata Azwar Anas.

Lebih jauh bupati mengatakan, konsolidasi juga menyentuh seluruh perangkat pemerintahan yang ada. Mulai dari tingkat kabupaten sampai desa. Mulai dari Babinsa hingga Kamtibmas. Semua, bersama masyarakat, dikerahkan untuk dapat terlibat andil lebih jauh dalam kegiatan ini. Mulai dari mengamankan jalan dan memeriahkan acara.

“Tak ayal akan selalu terlihat bagaimana antusiasme masyarakat,” ujar Bupati.

Keterlibatan masyarakat dan juga komunitas dalam International Tour de Banyuwangi Ijen tahun ini juga terlihat dari konvoi (cavalcade) mobil hias dengan beragam model dan bentuk.

Ada 14 mobil yang di bagian atasnya dipasang beragam hiasan. Mulai dari ikan raksasa, replika pembalap peserta dari berbagai mancanegara dan lainnya. Konvoi mobil ini dilakukan pada satu jam sebelum para pembalap adu cepat di lintasan.

Sehingga selain menjadi suguhan yang menarik, juga sebagai iring-iringan pembuka jalan yang akan dikintasi para pembalap.

Bupati mengatakan, ide menghadirkan cavalcade ini datang saat pihaknya diundang secara resmi untuk hadir di pembukaan atau start awal pada etape pertama Tour de France lalu. Hal tersebut tidak lepas dari nilai excellence yang didapat Tour de Banyuwangi oleh federasi balap sepeda internasional (UCI).

“Cavalcade ini menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari Tour de France. Sehingga juga menjadi suguhan yang menarik untuk dapat kami terapkan di Tour de Ijen,” kata Azwar Anas.

Cavalcade ini juga menjadi bagian promosi untuk memperkemalkan para pihak pendukung dalam International Tour de Banyuwangi Ijen 2017.

“Cavalcade ini juga masih akan mengiringi hingga etape terakhir nanti,” kata dia.

Menteri Pariwisata Arief Yahya memuji langkah yang dilakukan pemerintah kabupaten Banyuwangi serta pelaksana event yang selalu melakukan penyempurnaan event setiap tahunnya. Tidak hanya dari siai teknis perlombaan, tetapi juga pada kemasan acara.

Sehingga sebagai ajang sports tourism, ITdBI mampu menyuguhkan suasana kompetisi yang ketat dan juga suguhan menarik dan menjadi daya tarik wisata.

“Terlebih benchmarking-nya level internasional. Tour de France. Kalau ingin menjadi pemain dunia harus gunakan standar global. Tour de Ijwn sudah melakukanya. Kalau sudah demikian, makabpwngakuan internasional yang akan banyak didapat,” ujar Menpar Arief Yahya. (*)

Wayang Ajen Semarakkan Puncak Hari Jadi Kuningan ke-519

0

Pertunjukan Kolaborasi Wayang Ajen Spektakuler akan memeriahkan Hari Jadi Kuningan ke-519 di Lapangan Bola Desa Cijemit, Keca Ciniru, Kab Kuningan, Jawa Barat, Sabtu 30 September 2017. Dalam pertunjukannya, wayang yang sudah tampil di 50 negara itu akan bersinergi dengan berbagai unsur seni baik tradisi maupun modern.

“Banyak warna baru. Nanti akan ada perpaduan seni tradisi dan modern,” ujar Sekretaris Kementerian Pariwisata Ukus Kuswara, Jumat (29/9).

Sekretaris Kementerian Pariwisata Ukus Kuswara menjelaskan, kegiatan ini untuk memberikan kontribusi pada program Pesona Indonesia yang tahun ini menargetkan 260 juta perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) dan akan meningkat menjadi 275 juta wisnus pada 2019 dan 20 juta wisman di tahun 2019.

“Ini juga untuk mancapai target wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke Indonesia dengan motif wisata Budaya. Karena sebesar 12 juta orang dengan sekitar 5,4 juta wisman tersebut adalah untuk menikmati atraksi budaya. Ini akan menjadikan Indonesia sebagai destinasi wisata favorit di dunia yang berdaya saing,” tambah Ukus Kuswara yang diamini Kabid Promosi Wisata Budaya Wawan Gunawan.

Ukus menjelaskan, berbagai sumber daya yang unik dan langka dapat dijadikan sebagai objek daya tarik wisata yang atraktif, reaktif, imajinatif, edukatif, dan bahkan religius bagi para pengunjung wisata di Kabupaten Kuningan. Salah satu di antaranya adalah event peringatan Hari Jadi Kuningan.

“Peringatan Hari Jadi Kuningan ke-519 ini dikemas menjadi media promosi daerah untuk lebih mengenalkan Kabupaten Kuningan di kancah regional dan international, sehingga berdampak kepada kunjungan wisatawan ke Kabupaten Kuningan. Dampak lain adalah tumbuhnya beragam usaha ekonomi kreatif yang mendukung pariwisata daerah,” jelas Ukus Kuswara.

Bagi yang penasaran, silakan ke Kuningan. Di sana Anda bisa menyaksikan show spektakuler dari Wawan Gunawan, dalang yang telah mendapatkan apresiasi dari UNESCO 2010. Tema lakon yang diangkat juga sangat menarik. Nanti akan ada pesan moral dari berbagai arahan dan gagasan kreatif Menteri Pariwisata Arief Yahya tentang prioritas program Kementerian Pariwisata.

Itu artinya, Go digital, Homestay desa wisata, dan konektivitas udara bakal ikut diangkat. Dan semuanya, akan dibalut dengan jurus sakti Menteri Pariwisata yaitu 3A (Atraksi, Aksesibilitas, dan Amenitas), jurus 3S (Solid, Speed, dan Smart) yang dikemas dalam wujud monolog dan dialog tokoh wayang oleh Ki Dalang Wawan Ajen secara luwes, dan mudah dipahami penonton.

“Shownya juga menerapkan konsep pemanggungan dengan mengedepankan sentuhan teknologi modern dalam bentuk penataan panggung dan artistik, penataan sound system dan tata cahaya sesuai kebutuhan panggung. Itulah ciri khas Wayang Ajen dengan menunjukan derajat pertunjukan wayang lebih modern,” timpal Wawan Gunawan.

Dalam pertunjukan wayang spektakuler yang sudah melanglang ke 50 negara ini, Ki Dalang Wawan Ajen menyajikan lakon yang dikemas secara aktual. Tema cerita yang diangkat juga sangat kekinian. Selain isu pariwisata, Dalang Wawan juga akan mengangkat tatanan dan kesejahteraan daerah dan masyarakat. “Diperlukan penguatan diri melalui pendekatan agama, pendidikan serta keluarga. Tema tersebut dimunculkan dengan lugas dan penuh humor melalui tiap tokoh yang dihadirkan,” tambah Wawan.

Pesan Moral Menteri Pariwisata Arief Yahya yang akan disampaikan oleh Ki Dalang Wawan Ajen dalam pertunjukan Wayang Ajen adalah meningkatkan kreativitas garapan seni pertunjukan bercirikan budaya lokal dan meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap budaya Indonesia. Selain itu, menciptakan gelombang kreatif di daerah untuk bersaing di tingkat nasional.

“Juga menciptakan event yang menjadi Ikon kreatif sebagai ataraksi masyarakat sebagai daya tarik Pariwisata budaya. Melestarikan, mengembangkan, mempromosikan sehingga masyarakat sekitar khususnya mendapatkan manfaat banyak dari kegiatan ini,” papar Wawan.

Menpar Arief Yahya ikut merespon positif. Semua yang berbau budaya, menurutnya, punya daya tarik tinggi untuk menyedot banyak wisatawan ke daerah.

“Di berbagai kesempatan saya selalu konsisten berpesar agar selalu lestarikan adat dan budaya lokal. Inilah yang akan membawa Indonesia terbang di era cultural industry atau creative industry. Semakin dilestarikan semakin mensejahterakan,” katanya. (*)

Rebut Destination of The Year 2017 Asia Pasifik Menpar Arief Yahya Panen Pujian di Bangkok

0

Menpar Arief Yahya panen pujian di acara 28th Annual TTG Travel Awards 2017. Malam gala dinner di Hotel Grand Centara at CentralWorld, 28 September 2017 itu seolah-olah menjadi malam perayaan akan sukses Wonderful Indonesia.

Nama Wonderful Indonesia diulang-ulang, disebut-sebut oleh MC. Juga dibicarakan dari meja ke meja. Dan Menpar Arief Yahya seolah-olah menjadi host-nya.

Tiga “kebanggaan” mampir bersama kehadiran menteri kelahiran Banyuwangi, Jawa Timur itu ke Bangkok. Pertama, Indonesia ditetapkan sebagai penerima piala no 1, Destination of the Year 2017 Asia Pasifik. Posisi yang sejak 2010 selalu didudukki Thailand (3x) dan Singapore (2). “Terima kasih TTG, kami makin bangga dengan penghargaan ini,” kata Arief Yahya.

Bali sudah menjadi destinasi no 1 dunia versi Trip Advisor 2017. Kini Indonesia nomor 1 versi TTG, sebagai Destination of the Year 2017 Asia Pacific.

Kedua, begitu Menpar Arief turun stage, lima LED back drop acara di ballroom langsung diputar video juara kompetisi pariwisata UNWTO. David dan Widika tampil lagi di video terbaik dunia, yang berjudul The Journey of a Wonderful Worlds itu.

Selama 3 menit seluruh audience yang hampir semuanya berjas, dasi dan bergaun pesta itu dibuat terdiam. Tertegun dan seolah tak berkedip menunggu video itu berakhir. Begitu sampai di ujung voice Louis Armstrong dengan lagu What a Wonderful itu, sekitar 500 audience bertepuk tangan riuh.

Ketiga, sebagai tokoh pariwisata dunia, nama Arief Yahya bahkan mendapat kehormatan untuk memberikan piala kepada para jawara Kategori Travel Hall of Fame. Perusahaan yang sudah 10 kali juara. Ada 15 daftar travel hall of fame yang piala gold plate berdesain Hermes, pembawa pesan para dewa, dalam mithologi Romawi itu.

Para CEO dan GM perusahaan yang bergerak di bidang pariwisata di Asia pun bangga, yang menyerahkan penghargaan itu eksklusif langsung dan bersalaman dengan Menteri Pariwisata RI, Arief Yahya didampingi CEO TTG Darren Ng.

Dari pimpinan Singapore Airlines, Singapore Changi Airport, Hertz Asia Pacific, Royal Cliff Beach Resort, Star Cruises, Abacus International, Silk Air, Lotte Tour, Hongkong International Airport, Raffles Hotel, Regal Airport Hotel, Banyan Tree Spa, Qatar Airways, Thai Airways, Thailand Convention & Exhibition Bureau,

Malam Penghargaan the 28th Annual
TTG Travel Awards 2017 itu menjadi amat berkelas, berkesan, dan punya bobot. Sekitar 500 audience, yang semua berasal dari prlaku bisnis pariwisata, hadir di sana. Dari Indonesia yang mendapatkan penghargaan juga ada Panorama Tour untuk kategori best travel agency di Indonesia, dan Best City Hotel The Ritz Carlton Jakarta.

TTG adalah media yang khusus pariwisata dan eksis di setiap travel mart di seluruh dunia. Sebagai media, TTG tergolong sudah berusia senior. Media ini didirikan sebagai Travel Trade Gazette tahun 1953, dan bergerak di liputan pariwisata.

TTG Travel Awards adalah penghargaan bergengsi bagi industri travel se-Asia Pasifik sejak tahun 1989. Acara tahunan itu bertujuan untuk menghormati organisasi dan individu dalam 4 kategori.

Diantaranya, travel supplier, travel agency, outstandimg achievement and travel hall of famr. Acara ini digelar oleh TtG Asia dengan dukungan dari TTG India, TTg China, TTG Mice, TTg Associations, TTC BT Mice China dan TTG Asia Luxury.

Sejak pertama kali penghargaan dimulai, acara ini tumbuh secara signifikan dari industri dan jumlah penghargaan yang diberikan. Dari hanya 10 kategori tahun 1989, sekarang lebih dari 80 awards yang dibagi dalam 4 kategori.

Sistem pungutan suara atau voting dilakukan selama 2 bulan dari Mei sampai Juli 2017. Mereka meminta para profesional industri, termasuk pembaca TTG Asia, TTG Mice, TTg China, TTG India, TTG Bt Mice China, TTG associations dan TTG Asia Luxury untuk memberikan suaranya.

Ada dua sistem pemungutan suara, yakni Pertama, Travel Supplier Awards, suara yang diberikan oleh konsultan perjalanan, operator tour dan perusahaan pengelola perjalanan.

Kedua Travel Agency Awards, suara yang diberikan oleh para pelaku bisnis perhotelan, staf penerbangan, penyewaan mobil, operator penyiaran, organisasi pariwisata nasional, perusahaan GDS dan semua profesional perjalanan lainnya.

Masih ada dua kategori lagi, yakni Outstanding Achivement Awards yang paling bergengsi. “Tahun lalu juaranya Thailand! Sejak 2010, Thailand juara 3 kali (2012, 2013, dan 2016). Lalu Singapore 2 kali (2010 dan 2011). Tahun ini Wonderful Indonesia yang bakal naik panggung,” kata Arief Yahya.

Kategori ke-4 adalah Travel Hall of Fame, bagi mereka yang sudah 10 kali juara. Ada 15 daftar travel hall of fame yang sudah tidak dipertandingkan lagi, karena konsisten juara.

“Terima kasih TTG, kami mendapatkan Destination of the Year 2017 untuk Asia Pasifik , itu penghargaan paling bergengsi dalam Outstanding Achievement Awards ini. Dengan award itu, semakin memperkuat 3C kita, Calibration, Confidence, dan Credibility,” jelas Arief Yahya.

Salah satu yang membuat Indonesia memperoleh penghargaan ini, karena dinilai bahwa pariwisata Indonesia sangat progresif, sangat pro aktif dan punya inisiatif kuat, dalam memajukan industri pariwisata.

Soal award TTG di Bangkok ini, Arief Yahya memang punya misi lain lagi. Dia penasaran, untuk mempelajari sukses Thailand dalam membangun pariwisatanya. “Kalau ibarat Indonesia, Thailand itu seperti Bali-nya. Ikon pariwisata ASEAN,” jelas Menpar Arief Yahya.

“Terus terang saja, bahasa jelasnya saya ingin belajar dari Thailand. Karena itu saya sudah meminta Pak Ahmad Rusdi, Dubes RI di Bangkok untuk mempelajari keunggulan Thailand dari sektor pariwisata. Kita benchmark, yang baik dan cocok buat Indonesia kita pakai, yang tidak ya tidak kita pakai,” jelas Arief Yahya.

Benchmark, kata Arief Yahya, adalah cara yang paling tepat, paling baik, paling cepat, untuk maju dan menjadi yang terbaik. Benchmark itu membandingkan dengan yang sudah hebat, sudah kuat, dengan kita sendiri, agar tahu kelemahan dan kelebihan kita.

“Itulah patokan untuk bergerak dan melangkah, benchmark! Yang ringan-ringan dulu yang bisa menjadi quick win. Soal Kuliner, Street Food, keamanan, kebersihan, dll. Saya mau belajar dari sukses Thailand mendatangkan 30 juta wisman 2016,” ungkap Arief Yahya. (*)

Menpar Arief Yahya “Mencuri Award” di Kandang Thailand

0

Malam Wonderful Indonesia Tourism Award 2017 pada puncak Rakornas III, 27 September 2017, sukses digelar di Bhirawa Assembly, Hotel Bidakara Jakarta. Pagi ini, 28 September 2017, Menpar Arief Yahya langsung terbang ke Bangkok Thailand.

Ada satu lagi, penghargaan yang siap disematkan ke pariwisata Indonesia. Kemenpar mendapat undangan khusus di Malam Penghargaan the 28th Annual
TTG Travel Awards 2017. “Kami sudah cek, media pemberi award ini adalah media spesialis pariwisata,” kata Menpar Arief Yahya.

TTG adalah tabloid khusus pariwisata yang selalu eksis di setiap travel mart di seluruh dunia. Sebagai media, TTG tergolong sudah berusia senior. Media ini didirikan sebagai Travel Trade Gazette tahun 1953, dan bergerak di liputan pariwisata.

TTG Travel Awards adalah penghargaan bergengsi bagi industri travel se-Asia Pasifik sejak tahun 1989. Acara tahunan itu bertujuan untuk menghormati organisasi dan individu dalam 4 kategori.

Diantaranya, travel supplier, travel agency, outstandimg achievement and travel hall of famr. Acara ini digelar oleh TtG Asia dengan dukungan dari TTG India, TTg China, TTG Mice, TTg Associations, TTC BT Mice China dan TTG Asia Luxury.

Sejak pertama kali penghargaan dimulai, acara ini tumbuh secara signifikan dari industri dan jumlah penghargaan yang diberikan. Dari hanya 10 kategori tahun 1989, sekarang lebih dari 80 awards yang dibagi dalam 4 kategori.

Sistem pungutan suara atau voting dilakukan selama 2 bulan dari Mei sampai Juli 2017. Mereka meminta para profesional industri, termasuk pembaca TTG Asia, TTG Mice, TTg China, TTG India, TTG Bt Mice China, TTG associations dan TTG Asia Luxury untuk memberikan suaranya.

Ada dua sistem pemungutan suara, yakni Pertama, Travel Supplier Awards, suara yang diberikan oleh konsultan perjalanan, operator tour dan perusahaan pengelola perjalanan.

Kedua Travel Agency Awards, suara yang diberikan oleh para prlaku bisnis perhotelan, staf penerbangan, penyewaan mobil, operator penyiaran, organisasi pariwisata nasional, perusahaan GDS dan semua profesional perjalanan lainnya.

Masih ada dua kategori lagi, yakni Outstanding Achivement Awards yang paling bergengsi. “Tahun lalu juaranya Thailand! Sejak 2010, Thailand juara 3 kali (2012, 2013, dan 2016). Lalu Singapore 2 kali (2010 dan 2011). Tahun ini Wonderful Indonesia yang bakal naik panggung,” kata Arief Yahya.

Kategori ke-4 adalah Travel Hall of Fame, bagi mereka yang sudah 10 kali juara. Ada 15 daftar travel hall of fame yang sudah tidak dipertandingkan lagi, karena konsisten juara.

Yakni, Singapore Airlines, Singapore Changi Airport, Hertz Asia Pacific, Royal Cliff Beach Resort, Star Cruises, Abacus International, Silk Air, Lotte Tour, Hongkong International Airport, Raffles Hotel, Regal Airport Hotel, Banyan Tree Spa, Qatar Airways, Thai Airways, Thailand Convention & Exhibition Bureau.

“Kita akan mendapatkan Destination of the Year, itu penghargaan paling bergengsi dari TTG untuk negara. Dengan award itu, semakin memperkuat 3C kita, Calibration, Confidence, dan Credibility,” jelas Arief Yahya.(*)