Selasa, 21 April 2026
Beranda blog Halaman 12926

Rp 50 Miliar untuk TKI Bermasalah

0
Rombongan TKIB perempuan yang ikut dalam deportasi dari Malaysia tiba di Pelabuhan Sri Bintan Pura, beberapa waktu lalu. F: Dok Batam Pos.

batampos.co.id – Direktur Rehabilitasi Sosial, Kementerian Sosial (Kemensos), Sonny W Manalu mengatakan Tanjungpinang sudah memberikan pelayanan terbaik dalam menanangani pemulangan Tenaga Kerja Indonesia Bermasalah (TKI B). Bahkan tahun 2016 mencatatkan ada 20.000 TKI B yang dideportasi dari Malaysia lewat Tanjungpinang.

“Dari tiga jalur pemulangan, yakni Tanjungpinang, Entikong dan Aceh. Sepanjang 2016 lalu ada 20.000 TKBI yang singgah di Tanjungpinang,” ujar Sonny W Manalu, akhir pekan lalu disela-sela memberikan bantuan usaha bagi Orang Dengan HIV/Aids (ODHA) Kepri.

Menurutnya, pemulangan TKI B memang perlu penanganan ekstra. Karena menyangkut dengan persoalan rehabilitasi sosial mereka. Disebutkannya, untuk penanganan tersebut pada tahun lalu menelan anggaran negara sebesar Rp 50 miliar. Pihaknya juga memberikan apresiatif kepada Dinas Sosial (Dinsos) yang telah memberikan pelayanan terbaik serta membantu Kemensos dalam menangani pemulangan TKI B.

“Kami memang harus bekerja ekstra keras. Karena TKI B yang dideportasi juga mengalami banyak masalah,” paparnya.

Bahkan ada yang sakit dan sebagainya. Tentu perlu penanganan yang lebih khusus. Ditegaskannya, Kemensos berupaya untuk memberikan yang terbaik. Hanya saja kemampuan anggaran juga terbatas. Atas dasar itu, pihaknya juga meminta dukungan dari daerah.

“Pekerjaan kita yang terberat adalah dalam melakukan rehabilitasi sosial. Apalagi bagi mereka yang menjadi korban perdagangan manusia,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kepri, Doli Boniara mengatakan dalam penanganan TKI B di Tanjungpinang dilakukan secara khusus. Bahkan bagi perempuan akan ditempatkan di Rumah Perlindungan Trauma Centre (RPTC) yang ada di Senggarang, Tanjungpinang.

“Kita bedakan tempatnya. Meskipun dengan kemampuan yang terbatas, kami tetap berkomitmen untuk memberikan yang terbaik,” ujar Doli. (jpg)

Lagi, Ditemukan Pengguna Narkoba di Ruli Dam Muka Kuning

0

 

Sebanyak 57 orang yang terjaring razia diamankan oleh Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kepri, Senin (9/10/2017). Mereka dinyatak positi menggunakan narkoba dan menjalani pemeriksaan lebih lanjut di BNNP Kepri. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batamops.co.id – Polda Kepri, dan BNNP Kepri sudah beberapa kali menggerebek Ruli Dam Muka Kuning. Tak hanya menangkap dan mengamankan orang-orang yang positiv narkoba atau membawa narkotika. Tapi juga sering melakukan sosialisasi, tentang bahaya narkotika.

Tapi hal ini tak membuat oknum-oknum pengguna narkotika di daerah itu jera. Tetap saja Ruli Dam Muka Kuning, selalu dimasuki barang haram itu. Terbukti, Senin (9/10) BNNP Kepri bersama dengan TNI dan Polisi kembali mengamankan sebanyak 57 orang pecandu narkoba.

“Ini dalam rangka operasi bersinar,” kata Kepala BNN Kota Batam AKBP Darsono, Senin (9/10).

57 orang itu, kata Darsono terdiri dari 50 laki-laki dan 7 perempuan. Semuanya diangkut oleh tim gabungan ke kantor BNNP Kepri untuk menjalani assement. Semuanya meringkuk ketakutan saat dikumpulkan di lobi BNNP Kepri. “Positiv ada zat narkotika, tapi tak ada barang bukti yang kami temukan,” ucapnya.

Puluhan orang yang diamankan itu, masih dalam usia produktiv. Darsono menuturkan mereka nantinya akan dikelompok dalam berbagai kategori, ringan, sedang atau berat. Bila berat, maka akan menajalani rehabilitasi rawat inap di Loka Nongsa.

“Kalau sedang atau ringan, rawat jalan saja,” tuturnya.

Kronologis kejadian ini dituturkan oleh Darsono. Saat itu tim gabungan beranggotakan 70 orang, menyatroni Ruli Dam Muka Kuning. Begitu di depan gerbang ruli, yang lebih terkenal dengan nama Kampung Aceh itu. Para petugas dibagi dalam tiga kelompok. “Ada bagian di pintu masuk, bagian di belakang ruko, tim terakhir di dalam rusun,” ucapnya.

Walau waktu sudah menunjukan pukul 10.00. Kebanyakan penghuni ruli itu masih terlelap di rumahnya masing-masing.

“Mereka tak bisa apa-apa begitu petugas datang. Ada yang kami amankan saat sedang duduk-duduk,” ungkap Darsono.

Operasi yang hanya berlangsung dua jam ini, ternyata sangat efektiv. “Mereka kebanyakan mengkonsumsi narkoba jenis sabu dan ekstasi,” ucapnya.

Pengawasan di Dam Muka Kuning ini, kata Darsono akan dilakukan secara berkelanjutan. Agar tak ada lagi peredaran narkoba di kawasan itu.

Dari pantauan Batam Pos di BNNP Kepri, 57 orang ini hanya bisa tertunduk saat dicoba ditanya-tanya oleh wartawan. Tak ada satu jawabanpun keluar dari mulut para laki-laki yang berada di sayap kanan lobi BNNP Kepri. Hal yang sama juga terjadi, saat wartawan menanyakan perihal penangkapan ini dengan bagian kelompok perempuan. Tujuh orang perempuan ini memilih untuk menunduk, dan diam seribu bahasa. (ska)

 

Panlih Minta Petunjuk Mendagri

0

batampos.co.id – Panitia Pemilihan (Panlih) Wakil Gubernur Kepri bergerak cepat untuk mengantisipasi tidak lengkapnya Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Kepri. Yakni berencana meminta petunjuk Menteri Dalam Negeri (Kemendagri), Tjahyo Kumolo, Rabu (11/10) besok.

“Langkah ini adalah untuk mengantisipasi jika dalam perjalanannya nanti, salah satu dari dua calon wagub yang diusulkan oleh gubernur dikembalikan karena tidak melengkapi berkas,” ujar Ketua Panlih Wagub Kepri, Hotman Hutapea usai melakukan rapat evaluasi di Kantor DPRD Kepri, Tanjungpinang, Senin (9/10).

Menurut politisi Partai Demokrat tersebut, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Kemendagri untuk berkonsultasi dengan Mendagri. Kemendagri memberikan respon yang baik. Sehingga apabila tidak ada halangan, pertemuan dengan Mendagri akan dilakukan pada Rabu (11/10) sore.

Ketua Komisi II DPRD Kepri tersebut juga menjelaskan, selain bertemu Mendagri, Panlih secara simultan masih tetap menunggu kelengkapan berkas Agus Wibowo hingga Selasa (17/10) pekan depan. Apabila dalam waktu seminggu Agus tidak melengkapi berkas tersebut, maka berkas akan dikembalikan ke partai pengusung Sani-Nurdin (Sanur) melalui Gubernur.

“Tapi jika dalam seminggu ini ada perkembangan, akan saya sampaikan ke seluruh staf Panlih,” jelas Hotman.

Terpisah, Sekretaris Panlih Bukan Anggota, Hamidi dalam rapat menjelaskan bahwa bakal calon Wagub atas nama Isdianto telah melengkapi berkas pencalonan berdasarkan hasil verifikasi. Sementara satu calon lainnya memang masih belum ada datang untuk menyerahkan berkas pencalonannya.

“Pada hari Jumat (6/10) pukul 15.00 kami telah menyelesaikan pemeriksaan berkas dua bakal calon yang diusulkan Gubernur. Adapun berkas atas nama Isdianto sudah lengkap. Sedangkan berkas atas nama Agus Wibowo belum lengkap,” ujar Hamidi.

Adapun berkas yang sudah dilengkapi Isdianto antara lain surat-surat pernyataan umum yang terdiri setia terhadap NKRI, Pancasila, UUD 45. Selain itu, Isdianto juga sudah melampirkan surat keterangan sehat jasmani dan rohani dari RSAL Tanjungpinang, surat keterangan bebas narkotika dan sejenisnya yang dikeluarkan oleh BNN Provinsi.

Kepala Badan Pengelola Pajak dan Retrebusi Daerah (BP2RD) Kepri tersebut juga telah melengkapi surat keterangan tidak pernah dijatuhi pidana penjara dan surat keterangan tidak dicabut hak pilihnya yang dikeluarkan Pengadilan Negeri Batam.

Surat keterangan tidak pernah melakukan perbuatan tidak tercela yang dikeluarkan Dir Intelkam Polda Kepri, surat keterangan tidak sedang memiliki tanggungan utang oleh Pengadilan Negeri Batam. Isdianto juga sudah menyerahkan fotokopi KTP, daftar riwayat hidup, naskah pokok pikiran dan berkas usulan parpol dalam bentuk tanda tangan ketua dan sekretaris parpol pengusung.

“Artinya dari hasil verifikasi yang kita lakukan, Cawagub atas nama Isdianto sudah memenuhi segala persyaratan sesuai dengan ketentuan tata tertib (tatib) DPRD Kepri,” jelas Hamidi.(jpg)

Korupi Bansos, Irwan Divonis 18 Bulan

0
Irwan terdakwa kasus korupsi pembangunan rumah suku duane. F. Imam/ Batam Pos.

batampos.co.id – Irwan, 49, terdakwa korupsi dana bantuan sosial (bansos) dan hibah pembangunan rumah untuk Suku Duane, di desa Paya Togok, Tanjungbatu, Karimun, divonis 8 bulan penjara oleh majelis hakim dalam sidang di Pengadilan Tipikor Tanjungpinang, Senin (9/10).

Sidang dipimpin Ketua Majelis Hakim Corpioner didampingi dua Hakim Anggota Guntur Kurniawan dan Suherman. Dalam putusannya, majelis hakim menyatakan terdakwa yang merupakan mantan Kasi Tata Pemerintahan (Kasi Tapem) Kecamatan Kundur, terbukti bersalah melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yang dapat merugikan negara atau perekonomian negara.

“Melanggar Pasal 2 jo Pasal 18 Undang-undang nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tipikor,” ujar hakim.
Untuk itu atas perbuatannya yang telah terbukti, kata hakim, selain menghukum terdakwa satu tahun dan enam bulan penjara, terdakwa juga dikenakan denda Rp 50 juta subsider tiga bulan kurungan.

“Terdakwa juga dibebankan untuk membayar uang pengganti sebesar Rp 318 juta. Jika tidak dibayar dalam satu bulan, maka harta benda terdakwa akan disita dan dilelang untuk negara,” kata hakim.

Setelah harta benda dilelang dan hasilnya tidak cukup untuk membayar uang pengganti, lanjut hakim, maka dapat digantikan hukuman badan tiga bulan penjara.
Putusan yang dijatuhi majelis hakim untuk terdakwa lebih ringan dari tuntutan jaksa. Jaksa Penuntut Umum Fildan FD menuntut terdakwa Irwan dua tahun penjara dan denda Rp 50 juta subsider tiga bulan kurungan. Setelah mendengarkan putusan yang dibacakan hakim. Terdakwa yang duduk dikursi pesakitan, menyatakan menerima hukuman yang dijatuhi tersebut. “Saya terima yang mulia,” ujar terdakwa.

Seperti diketahui, terungkapnya dugaan korupsi ini dalam dakwaan JPU berawal dari perhatian serius pemerintah setempat terhadap suku laut yang memiliki kondisi sosial yang masih tertinggal. Pemprov Kepri menyarankan bantuan segera direalisasikan berupa tempat tinggal. Kemudian, perwakilan masyarakat Kundur melalui ketua pemuda Kundur membantu dan mengakomodir pembuatan administrasi permohonan pengajuan bantuan untuk kelompok masyarakat Suku Duane pada 2013 lalu. Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP) milik masyarakat Ikatan Keluarga Duane Kundur (IKDK) pun dibuatkan, dengan total 104 kepala keluarga (KK).

Terdakwa Irwan saat itu menjabat sebagai penasihat IKDK. Pada tahun itu, Pemprov Kepri membantu dana pembelian lahan dalam bentuk hibah. Lalu diikuti bantuan dana pembangunan rumah yang dikucurkan Pemprov Kepri pada 2015. PT Timah juga memberikan bantuan dalam bentuk Corporate Social Responsibility (CSR). Sedangkan Pemkab Karimun juga mengucurkan dana dalam bentuk bantuan sosial (bansos) pada 2014.

Dana-dana tersebut ditransfer ke rekening IKDK di Bank Riau Kepri cabang pembantu Tanjungbatu. Dana hibah, bansos dan CSR ini digunakan untuk pembelian lahan milik Said Husaini dengan luas sekitar 1.151,5 meter persegi pada 10 Desember 2013.
Lahan dibayar pada 21 Januari 2014 dan proses pembangunan dimulai. Target rumah yang dibangun sekitar 75 unit. Namun hingga 2017 rumah yang selesai hanya 55 unit. Dana yang seharusnya digunakan untuk pembangunan rumah bagi suku laut Duane dialihkan Irwan ke rekening pribadi, istri, dan anaknya. Berdasarkan laporan hasil audit, negara dirugikan sekitar Rp 213 juta. (ias)

Fun Trail Adventure, Uji Adrenalin Sekaligus Nikmati Keindahan Alam di Batam

0

 

Ratusan pencinta motor trail saat meninggalkan lapangan parkir DPRD Batam untuk mengikuti Fun Trail Adventure yang dilepas oleh Walikota Batama Muhammad Rudi, Minggu (8/10/2017). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Klub otomotif Trail Adventure Club (TAC) Batam merayakan Hari Perhubungan Nasional sekaligus peresmian komunitas trail Pemko Batam dengan mengadakan Fun Trail Adventure 2017 pada 7-8 Oktober 2017.

Kegiatan Fun Trail Adventure ini berjalan meriah yang diikuti ratusan crosser se-Kepri.

Crosser memulai penjelajahan Kota Batam dari halaman gedung DPRD Kota Batam. Hari Pertama, Sabtu (7/10), mereka menjelajahi Hutan Temiang Sekupang sampai Tanjungpinggir. Kemudian, pada Minggu (8/10), trek yang dilewati adalah kawasan hutan Bandara Hang Nadim Batam.

Ketua TAC Batam, Agus Rianto mengatakan, kegiatan tersebut digelar sebagai ajang silaturahmi antar pecinta motor trail dan sekaligus memperkenalkan objek wisata alam di Batam.

“Kegiatan ini kami gelar untuk membantu pemerintah dalam memperkenalkan objek wisata yang ada di Batam, terutama wisata alam,” kata Agus kepada Batam Pos, Senin (9/10).

Kegiatan tersebut langsung dibuka Walikota Batam, M Rudi yang sekaligus mengibarkan bendera start tanda dimulainya penyelenggaraan Fun Trail Adventure.

Rudi berjanji, ke depannya, Pemko Batam akan menyediakan lahan untuk dibuatkan sirkuit bagi para crosser di Batam.

“Event trail ini membantu pemerintah untuk mengenalkan wisata alam di Batam. Selain menguji adrenalin juga bisa melihat keindahan wisata alam di Batam,” ujar Rudi.

Dengan adanya komunitas trail di Kota Batam, Pemko Batam berencana akan menggelar kejuaraan trail yang memperebutkan piala bergilir.

“Mengingat banyaknya penggemar motor trail, tahun depan kami akan mengadakan kejuaraan trail pertama di Batam,” sambung Kepala Dinas Perhubungan Kota Batam, Yusfa Hendri.

Terpisah, Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kepri, Usep RS mengaku sangat mendukung adanya kegiatan ini.

“Tentu saja kami mendukung, karena berdasarkan agenda dari IMI Pusat bahwa semua kegiatan otomotif harus selalu berkaitan dengan pariwisata dan menggandeng dunia pariwisata di setiap daerah,” sebut Usep.

Terlebih wilayah Batam yang berdekatan dengan negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia, tentunya sektor ekonomi di bidang pariwisata Batam akan semakin terdongkrak dan bergairah. (cr16)

 

 

 

Muhammad Farhan dan Sadad Faisal Faiz Ikuti Kejurnas Panahan

0

 

Atlet panahan Batam yang berasal dari klub Batam Archery Center (BAC), Sadad Faishal Faiz merupakan atlet panahan andalan Batam dan Kepri. F. Octo Zainul Ahmad/Batam Pos

batampos.co.id – Cabang olahraga (cabor) panahan Batam semakin serius memajukan olahraga panahan di Batam. Dalam hal pembinaan atlet-atlet panahan di Kota Batam, mengadakan serta mengikuti kegiatan seperti turnamen dan kejuaraan yang digelar dinilai sangat penting untuk mengasah kemampuan atlet-atlet panahan.

Setelah untuk kali pertama tampil di Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) di Semarang beberapa waktu lalu, cabor panah Batam kembali mengirimkan wakilnya guna mengikuti Kejuaraan Nasional (Kejurnas) panahan di Aceh, 31 Oktober hingga 8 November 2017.

Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Batam mengikutsertakan dua atletnya, yakni Muhammad Farhan di kelas standar bow nasional 30 meter, 40 meter dan 50 meter serta Sadad Faisal Faiz di kelas FITA Recurve 70 meter.

Dua atlet tersebut merupakan atlet panahan terbaik yang dimiliki Batam saat ini.

“Kemampuan Farhan dan Faiz saat berlaga di Popnas berkembang pesat, semoga mereka mampu memperlihatkan penampilan maksimalnya guna meraih prestasi,” ujar Ketua Perpani Batam, Dedek Herman kepada Batam Pos, Senin (9/10).

Menurut Dedek, dengan mengikuti Kejurnas Aceh ini, merupakan persiapan cabor panahan Batam dalam mempersiapkan dan memetakan kekuatan lawan dalam perebutan tiket menuju PON 2020 Papua mendatang.

“Meski berat karena harus bertarung dengan pemanah nasional, tapi saya ingin memastikan dalam Pra PON nanti kami bisa sukses dan meraih tiket ke PON 2020 serta dapat mengharumkan nama Kepri di Papua,” ungkap Dedek.

Kejurnas panahan Aceh ini juga menjadi ajang seleksi tingkat nasional untuk tim nasional panahan Indonesia guna berlaga di Asian Games 2018 Indonesia.

Sementara itu, pada turnamen panahan yang dilangsungkan di lapangan Taman Rusa sekupang, 7-8 Oktober 2017, atlet-atlet panahan asal Batam mampu mendominasi.

Di kategori SD putra 15 meter, juara pertama diraih Hafidz Rafif asal klub Batam Archery Center (BAC), juara kedua didapat Muhammad Affa dari Perpani Siak.

Pada kategori SD putri 15 meter, juara pertama diraih Nadia Jasmine (BAC), juara kedua didapat Nada Salima (BAC) dan juara ketiga diperleh Mazaya Fitriazka dari Sekolah Ulil Albab.

Di kategori SMP putra 20 meter, juara pertama diraih Andre Hartanto BAC, juara kedua didapat Satria Nurwijaya (BAC) dan juara ketiga diperoleh Hafidz Rafif (BAC).

Pada kategori SMP putri 20 meter, juara pertama diraih Nada Salima (BAC), juara kedua didapat Jasmin Sayyidina (BAC) dan juara ketiga diperleh Nadia Jasmine (BAC).

Di kategori SMA atau umum putra 30 meter, juara pertama diraih Athallah Raka (BAC), juara kedua didapat Andre Hartanto (BAC) dan juara ketiga diperoleh Sugeng Haryono (BAC).

Pada kategori SMA atau umum putri 30 meter, juara pertama diraih Ananda Nurul (BAC), juara kedua didapat Fandra Wimaputri (BAC) dan juara ketiga diperleh Fidhniya Aaliyah (Bifza Archery Sport Club).

“Ini merupakan pertanda baik, bahwa bibit-bibit atlet pemanah Batam sudah bermunculan. Tinggal dipoles dan dilatih lagi, tingkat nasional kami bisa bersaing,” tutup Dedek. (cr16)

Hari ini, Adi Prihantara Dilantik

0
Adi Prihantara. F. Dok Batam Pos.

batampos.co.id – Bupati Bintan, Apri Sujadi akan melantik Adi Prihantara, sebagai Sekda definitif Bintan, di Aula Kantor Bupati Bintan, hari ini Selasa (10/10), pukul 10. 00 WIB.

“Besok (hari ini, red) pak Adi Prihantara dilantik sebagai Sekda. Undangannya sudah disebar ke seluruh dinas, termasuk ke saya,” ungkap Kepala Dinas Badan Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (BPMPTSP) Bintan, Hasfarizal Handra, Senin (9/10).

Adi Prihantara, saat ditemui di ruang kerjanya mengaku siap dilantik dan siap mengemban tugas sebagai Sekda Bintan.

Menurutnya jabatan Sekda ini merupakan amanah yang harus dijalankan dengan sebaik mungkin. “Saya siap menjalankan tugas sebagai Sekda, untuk membantu Bupati Bintan. Terlebih di bidang administrasi pemerintahan,” terangnya.

Tak hanya itu, lanjutnya dirinya juga akan berupaya semampu mungkin untuk bisa mengkoordinir antar kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Pemkab Bintan. Sebelumnya, ada tiga nama peserta yang lolos seleksi calon Sekda Bintan, yakni Adi Prihantara, Kepala Badan Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja, Hasfarizal Handra, serta Kadis Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Bintan, Juni Rianto. Namun, dari ketiga calon ini, Adi Prihantara yang dipilih Bupati Bintan, Apri Sujadi untuk dilantik menjadi Sekda Defenitif Bintan. (cr20)

Syahrul Verifikasi Partai ke KPU

0
Syahrul. F. Yusnadi/batampos

batampos.co.id – Wakilwali Kota Tanjungpinang, Syahrul sudah mendapatkan SK dari pengurus pusat Partai Gerindra bahwasanya ia akan menjabat sebagai Ketua DPW Gerindra Kepri. Syahrul menyebutkan, SK tersebut sudah diterima Jumat (6/10) lalu.

Sebagai ketua baru, Syahrul sudah mendapat tanggung jawab pertamanya berupa amanah untuk mengurus dan mengawal proses verifikasi Gerindra ke KPU guna menjadi peserta pemilu legislatif dan presiden pada 2019 mendatang. Kerja ini, Syahrul diberi tenggat hingga 16 Oktober mendatang.

“Dan termasuk tugas besar kami yakni memenangkan Prabowo dalam pilpres mendatang,” kata Syahrul pada konferensi pers di Sekretariat Gerindra di Tanjungpinang, Senin (9/10).

Selain itu, Syahrul juga tetap melanjutkan kerja-kerja komunikasi politik ke partai lain. Termasuk juga koalisi #anakpinang yang santer memang akan mengusungnya pada pilkada tahun depan.

“Kalau komunikasi politik harus tetap jalan. Tapi soal bagaimana keputusannya nanti, ya ditunggu saja hasil kesepakatan sejauh ini,” ujarnya.

Sementara itu, Sekjen DPD Gerindra Kepri, Onward Siahaan menjelaskan belum ada pembicaraan secara transparan dan lebih matang mengenai urusan Pilkada. Namun satu yang pasti, tegas Onward, bahwasanya kader internal tetap yang akan diperjuangkan maju pada Pilkada Tanjungpinang tahun depan.

“Yang pasti kandidat dari internal kami,” pungkas Onward. (aya)

Mengawal Generasi Z

0

 

Zaman terus berubah. Regenerasi sudah pasti terjadi. Siapa yang tidak mendukung perubahan tergolong orang yang rugi.

Allah SWT dalam Surat Ar-Ra’du ayat 11 mendorong seluruh manusia untuk membuat perubahan. Bunyinya: “Innallaha la yughayyiru ma bi qoumin, hatta yughayyiru ma bi anfusihim (Artinya: Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan yang ada pada suatu kaum, hingga mereka mengubah apa-apa/keadaan yang ada pada diri mereka sendiri”.

Bicara soal perubahan, sepertinya kita tidak bisa mengesampingkan yang namanya Teori Generasi. Banyak ahli yang mengemukakan teorinya. Dari sosiolog Hungaria bernama Karl Mannheim dalam sebuah esai berjudul “The Problem of Generations” pada tahun 1923, hingga sejarawan Amerika Serikat bernama William Strauss-Neil Howe lewat bukunya: “Generations: The History of America’s Future, 1584 to 2069” pada tahun 1991. Dan masih banyak lagi.

Menurut Teori Generasi, ada lima generasi yang lahir dan hidup usai Perang Dunia II. Mereka dikelompokkan menurut tahun lahirnya. Karakteristiknya pun juga berbeda. Berikut pendefinisiannya.

Baby Boomer (lahir tahun 1946-1964)

Dalam Teori Generasi, kelompok ini diidentikkan dengan orang lama berbekal pengalaman hidup segudang. Mereka dikenal sebagai generasi pekerja keras karena hidup di masa ekonomi paling sulit setelah Perang Dunia II. Namun mereka memiliki dedikasi dan loyalitas kerja. Sehingga etos kerjanya patut diteladani.

Generasi X (1965-1980)

Di era inilah komputer, video game, televisi, hingga internet mulai dikenal. Banyak yang menilai jika Gen-X (sebutan Generasi X) inilah yang banyak ditemui di tempat kerja saat ini. Mereka diibaratkan sebagai pekerja bertipe skeptis, independen, dan menjaga keseimbangan antara pekerjaan-kehidupan pribadi. Pada umumnya mereka sosok yang fleksibel, mudah beradaptasi, dan memiliki problem solver baik.

Generasi Y (1981-1994)

Biasa dijuluki Generasi Millenial atau Milenium. Istilah Generasi Y mulai dipakai koran besar Amerika Serikat tahun 1993. Golongan ini dinilai memiliki rasa percaya diri tinggi, optimistis, ekspresif, bebas, dan suka tantangan. Selain itu juga doyan menciptakan sesuatu hal yang baru, suasana kerja yang santai, dan mampu mengerjakan beberapa hal secara bersamaan (multitasking). Namun, tidak sedikit yang bilang generasi ini gampang bosan, hobi melawan arus, egois, reaktif, dan arogan.

Kebetulan saya lahir pada tanggal 30 Mei 1987. Kalau dilihat “silsilahnya”, masuk dalam kelompok ini. Semoga sifat jeleknya tidak menular. Hehehehehe

Generasi Z (1995-2010)

Disebut juga iGeneration, generasi net atau generasi internet. Sejak kecil mereka mengenal teknologi dan karib dengan gadget canggih yang memengaruhi kepribadian mereka. Generasi ini punya pemikiran yang terbuka (open-minded) dan spontan dalam mengungkapkan. Saat ini mereka adalah anak-anak muda yang masih mencari jati diri, namun diprediksikan memiliki kemampuan komunikasi yang sangat baik karena lahir di masa perkembangan teknologi yang sangat pesat.

Namun mereka akan menghadapi persaingan kerja yang jauh lebih ketat daripada generasi-generasi sebelumnya. Pada umumnya, Generasi Z lebih tertarik untuk menjadi pionir lewat wirausaha, tidak ragu belajar dan bekerja keras, dan mampu melakukan multitasking dengan sangat baik saat bekerja.

Generasi Alpha (2011-2025)

Mereka lahir sesudah generasi Z, lahir dari generasi X akhir dan Y. Mereka sangat terdidik karena masuk sekolah lebih awal dan banyak belajar. Saat ini, mereka masih kecil. Generasi ini diprediksi akan lebih materialistik dan fokus mereka adalah gaya hidup berteknologi tinggi. Karena mereka lahir di era kemajuan teknologi.

“(Generasi Alpha) merupakan anak generasi Y dan Z, yang lebih berkemampuan, dengan bilangan anak yang sedikit dan dengan pelbagai pilihan hiburan dan juga teknologi. Generasi ini merupakan generasi yang sangat materialistik,” ujar Mark McCrindle di dalam bukunya tentang generasi global berjudul “The ABC of XYZ”.

Kesan pertama yang didapat dari Teori Generasi adalah mengotak-ngotakkan. Namun yang berpikir seperti itu, menurut saya berpikiran dangkal. Karena tidak membaca seutuhnya. Bahkan tidak membacanya sampai selesai. Kalaupun membaca sampai selesai, tidak memaknainya.

Mayoritas perusahaan saat ini, diisi oleh hampir semua generasi. Kecuali Generasi Alpha yang masih anak-anak. Babby Boomer, Gen-X, Generasi Milenium, hingga Generasi Z sudah mengisi pos-pos yang ada di perusahaan.

Meski berada dalam satu atap, mereka punya karakteristik beda. Gaya kerjanya pun berbeda. Lebih-lebih sikap dan etos kerjanya. Namun, selama memiliki visi yang sama, hasilnya akan baik. Itulah yang dinamakan kombinasi.

Ya, kombinasi lintas generasi dalam sebuah perusahaan sangat baik. Selama itu dikelola dengan benar, perusahaan akan maju. Bahkan menjadi semakin besar. Walaupun terkadang intrik, egosentris, dan perbedaan pola pikir sering terjadi.

Beda pendapat, pandangan, dan sikap dalam mengambil keputusan adalah hal yang wajar. Karena setiap generasi punya perbedaan. Punya cara pandang sendiri-sendiri. Karena Baby Boomer, generasi X, Y, dan Z lahir di masa berbeda. Seperti yang saya jelaskan di atas.

Nah, persoalannya sekarang adalah, apakah kita semua mau menerima perubahan. Mau tidak mau, suka tidak suka regenerasi pasti terjadi. Setiap generasi ada masanya.
Beberapa perusahaan memang menerapkan kebijakan ekstrem. Tidak sedikit anak muda yang ditunjuk untuk memimpin perusahaan. Namun ada juga yang masih dipimpin orang-orang lama yang kaya akan pengalaman. Itu biasa. Tergantung kebutuhan perusahaan itu sendiri. Selama tujuannya baik bagi perusahaan, sah-sah saja.

Regenerasi harus dilakukan untuk menjaga eksistensi dan keberlangsungan perusahaan. Tidak hanya perusahaan, namun juga semua instansi. Baik itu pemerintahan, politik, dan lainnya. Saat regenerasi terjadi, sistem dan pola kerja sudah pasti berubah. Tergantung generasi mana yang melanjutkan estafet kepemimpinan.

Untuk itulah, tugas pemimpin tidak hanya memanajemen atau memimpin anak buahnya. Namun juga harus menyiapkan generasi penerus. Generasi yang akan memimpin perusahaan di masa mendatang.

Karena kebetulan saya berasal dari Generasi Y, maka sudah menjadi kewajiban bagi saya untuk mengawal dan mendampingi Generasi Z. Karena, di saat Baby Boomer, Generasi X, dan Y sudah pensiun, tongkat kepemimpinan sudah pasti akan dipegang oleh Generasi Z.
Saat ini, Generasi Z sedang semangat-semangatnya untuk bekerja. Mereka adalah anak-anak muda dengan kreativitas, kemampuan, dan keahlian tinggi.

Generasi Z digembleng oleh tiga generasi di atasnya sekaligus, Baby Boomer, X, dan Z. Makanya, saya berharap banyak terhadap generasi ini. Bahkan, saya tidak malu mengakui bahwa saya kalah cepat dan gesit dari Generasi Z. Soal ide pun saya masih ketinggalan.
Nantinya, ketika masanya Generasi Z memimpin, saya hanya bisa berpesan agar mereka mendampingi Generasi Alpha. Calon penerus Generasi Z. Insya Allah. ***

 

Guntur Marchista Sunan
General Manager Batam Pos

Jadi Endorser, Sekali Posting Syahrini Dibayar Rp 100 Juta

0

batampos.co.id – Ada fakta menarik yang disampaikan Syahrini. Sebagai endorser ia bisa meraup Rp 100 Juta untuk sekali posting.

Wow….

Pengakuan itu disampaikan Syahrini dalam pemeriksaan kedua terkait First Travel oleh Bareskrim, Senin (9/10/2017).

Dia menyatakan hanya membayar Rp 197 juta untuk umrah VVIP 11 anggota keluarganya. Sebelumnya, dalam pemeriksaan pertama pada 27 September lalu, dia mengaku kerabatnya membayar penuh.

Syahrini datang di kantor Bareskrim di gedung Kementerian Kelautan dan Perikanan sekitar pukul 11.50 WIB. Penyanyi berusia 35 tahun tersebut didampingi kuasa hukumnya, Hotman Paris Hutapea, dan adiknya, Aisyahrani.

Pemeriksaan lanjutan kemarin berlangsung cukup lama. Berakhir sekitar pukul 17.00 WIB. Pascamenjalani pemeriksaan,

Ia  menuturkan, dalam kerjasama itu ada kewajiban untuk memposting perjalanan umrah bersama FT sebanyak dua kali setiap harinya. ”Ini saling supportnya, saya kalau kerjasama all out,” tuturnya, kemarin.

Terkait adanya angka Rp 1 miliar itu, penyanyi bernama asli Rini Fatimah Jaelani itu menuturkan kemungkinan angka itu merupakan hitungan yang dilakukan pihak FT.

”Tapi, itu bukan urusan aku. Sebab, sebenarnya kalau profesional satu postingan itu nilainya Rp 100 juta. Angka totalnya bisa sampai Rp 2,4 miliar untuk 24 postingan selama 12 hari,” terangnya.

Namun begitu, Syahrini mengaku benar-benar tidak tahu FT menjalankan bisnisnya dengan diduga menipu para jamaah. Karenanya, Syahrini berjanji akan membantu sebagian korban FT.

”Iya, saya akan berangkatkan 10 orang korban,” tuturnya.

Kriterianya untuk 10 korban ini setidaknya yang sudah lama menunggu untuk bisa diberangkatan umrah. Serta, yang paling membutuhkan untuk berangkat umrah.
Sementara Hotman Paris menuturkan bahwa ada yang perlu diluruskan. Syahrini tidak pernah menerima uang Rp 1 miliar dari First Travel.

”Bahkan membayar Rp 197 juta, ditransfer dua kali, Rp 167 juta dan Rp 30 juta,” ujarnya sembari menunjukkan salinan bukti transfer.

Dengan pembayaran itu, Syahrini dan keluarganya mendapatkan kelas VVIP selama menjalani umrah.

”FT ini mengarahkan untuk bisa melakukan kerjasama dengan Syahrini. Dengan mendapatkan kelas VVIP tapi ada kewajiban tertentu,” ujarnya.

Terpisah, Kabagpenum Divhumas Polri Kombespol Martinus Sitompul menuturkan, pemeriksaan terhadap para artis ini untuk melengkapi berkas. Modus penipuan yang dilakukan FT ini harus tergambar dengan jelas.

”Termasuk yang mengajak artis untuk promosi,” jelasnya.

Kedepan ada satu artis lagi yang diperiksa, yakni Ria Irawan. Menurutnya, hingga saat ini belum ada panggilan terhadap Ria. Namun, kemungkinan pekan depan akan dilakukan pemeriksaan.

”Menunggu penyidik,” ujarnya. (idr/jpgroup)