Jumat, 17 April 2026
Beranda blog Halaman 12973

Rakyat dan Pemerintah Kepri Ikut Bantu Korban Rohingya

0
Gubernur foto bersama di Masjid Agung Al Hikmah, Tanjungpinang usai menyerahkan bantuan untuk korban Rohingya. F. Humas Pemprov Kepri untuk Batam Pos.

batampos.co.id – Gubernur Kepulauan Riau Nurdin Basirun secara simbolis menyerahkan dana bantuan kemanusiaan untuk tragedi Rohingya, di Masjid Agung Al-Hikmah, Tanjungpinang, Ahad (17/9).

Nurdin mengatakan bahwa bantuan yang diserahkan ini merupakan upaya nyata masyarakat Kepulauan Riau untuk turut serta membantu meminimalisir beban yang didapat para pengungsi Rohingya.

“Banyak saudara-saudara kita disana yang menjadi imbas dari tragedi kemanusiaan tersebut, sebagai warga internasional kita harus turut andil dalam membantu meringankan beban mereka,” ujar Nurdin.

Nurdin melanjutkan banyak upaya yang dapat diberikan sebagai manusia jika menilik keadaan Rohingya saat ini. Jika tidak mampu turut serta kesana maka dengan bantuan fisik inilah yang menjadi jasa untuk mereka.

Tak lupa Gubernur berharap dari doa serta bantuan dari seluruh masyarakat Kepri ini dapat membantu meringankan Krisis dan tragedi Rohingya.

“Karena duka Rohingya adalah duka kita semua, mari kita berdoa agar warga rohingya segera dapat terlepas dari permasalahan ini,” lanjut Nurdin.

Nurdin mengapresiasi forum kemanusiaan yang mencetuskan diri untuk membantu menggalang dana di Kepri. Nurdin langsung meminta kepada Sekdaprov Kepri yang juga hadir pada kesempatan tersebut untuk membentuk tim panitia dari pemerintah untuk ikut serta membantu penggalangan dana di Kepri.

Dalam pada itu Ketua Forum Kemanusian Peduli Rohingya Provinsi Kepulauan Riau Ustaz Ahmad dalam laporannya mengatakan bahwa pengumpulan dana ini merupakan tahapan awal penyelenggaraan bantuan untuk Rohingya dan kedepan ada tahapan selanjutnya dan jika memungkinkan nantinya juga akan mengutus relawan-relawan dari Tanjungpinang yang bersedia untuk turun langsung ke lokasi di perbatasan Bangladesh.

“Sebagaimana kita ketahui bahwa keadaan pengungsi di perbatasan Bangladesh semakin hari bukan membaik malah buruk, sebanyak 420 Ribu jiwa pengungsi disana, untuk itu kami tidak menutup donasi dan akan tetap membuka jika masih ada yang ingin ikut menyumbang,” ujar Ahmad.

Dari data yang didapat, pengumpulan dana sendiri sudah dimulai sejak Dua Minggu lalu sehabis melaksanakan Shalat Ghaib di Lapangan Pamedan saat itu terkumpul dana sebesar 26 Juta dan hingga hari ini sudah terkumpul dana sebanyak 322 Juta, untuk tahap pertama ini penyaluran dana sebesar 280 Juta yang akan dikirimkan langsung pihak Forum Kemanusian Peduli Rohingya Provinsi Kepulauan Riau ke lokasi perbatasan di Bangladesh.

Perwakilan MUI Provinsi Kepri Bambang Maryono mengucapkan terimakasih atas kinerja tim penggalang dana yang hingga saat ini terus semangat dalam menggalang bantuan yang ditujukan untuk pengungsi Rohingya.

“Kita tahu bahwa uang bukanlah segalanya, namun mungkin dapat digunakan untuk membantu para pengungsi di Rohingya, selain itu kita juga membutuhkan niat yang tulus serta tidak lupa berdoa,” ujar Maryono.

Dalam pada itu Ketua LAM Abdul Razak bersyukur saat ini Indonesia dengan keberagamannya, namun masyarakat nya dapat memahami perbedaan tersebut, tentu jika melihat saudara seagama di tempat lain sedang mengalami musibah, saat inilah masyarakat Indonesia khususnya Kepri untuk ikut turun tangan membantu mereka.

Hadir pada kesempatan tersebut Sekretaris Daerah Provinsi Kepri H. TS. Arif Fadillah
Wakil Walikota Tanjungpinang Syahrul, Asisten III M. Hasbi dan Kadis Perdagangan Burhanuddin, serta masyarakat Tanjungpinang. (bni)

 

Coba Lafalkan Menu Saucijs Brood; Amandel en bitterballen; dan Heldere Tomatensoep met Balletjes Ini…

0
foto: tarasmulticulturaltable.com

Anda pernah mencicipi menu makanan tempo dulu? Makan Mini Saucijs Brood? Amandel en bitterballen? Soep tomat ala Oma Oen yang sangat terkenal bernama Heldere tomatensoep met balletjes?

Nah, bagi yang ingin bernostalgia dengan makanan tempo doeloe, segera langkahkan kaki ke Festival Kota Lama 2017. Even yang digelar di Area Retensi Tawang Kota Lama, Semarang itu siap menyapa 23-24 September 2017.

“Event Festival Kota Lama kembali menyapa. Tahun ini sudah berjalan keenam kalinya,” kata Partono, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang, Sabtu (16/9).

Bersama Oen’s Semarang Foundation (OSF), “AMBO” sebagai stakeholder Kota Lama, “Vrienden van Kota Lama”, masyarakat peduli Kota Lama yang berdomisili di Belanda, serta masyarakat dan komunitas peduli Kota Lama yang ada di Kota Semarang, sebuah even kuliner tempo doeloe pun coba dicreate. Agenda puncaknya, Gala Dinner yang menyediakan beragam makanan tempo dulu.

Bagi yang ingin bernostalgia, silakan langkahkan kaki Area Retensi Tawang Kota Lama, Semarang, 23-24 September 2017. Dengan menyiapkan dana Rp 200 ribu per orang, Anda sudah bisa mencicipi beragam makanan tempo doeloe.

Sekilas, harga yang dipatok panitia memang terlihat agak mahal. Tapi bila melihat menu yang dihidangkan dan bagaimana ini dikemas dengan berbagai hiburan, bujet Rp 200 ribu bakal terasa sangat murah.

Semua makanan tempo doeloe nantinya bisa dengan bebas dicicipi. Dari mulai Nostalgische snacks: mini socijsbrood, amandel en bitterballen, Heldere tomatensoep met balletjes, Garnalensalade-cocktail (koktail slada udang), Kip met champignonsaus, aardappels en groenten (steak ayam saos champignon dengan kentang goreng dan sayur), semua dipastikan siap disantap pengunjung.

Belum lagi nasi goreng Toko Oen, ice cream legendaris Toko Oen Tutti frutti ice cream met vruchten en kruimels dan Koffie/thee met koekjes (kopi/teh dengan kue kering buatan Toko Oen.

“Gala Dinner merupakan pembuka Festival Kota Lama 2017. Beragam agenda lainnya juga dikemas untuk memanjakan mata wisatawan. Pada Hari kedua, waktunya Car Free Day pindah ke Kota Lama. Setelah itu, Aerobik, Zumba dan lomba line Dance akan mengawali pembukaan Festival Kota Lama hari terakhirnya,” tambah Partono.

Kemeriahan acara juga masih dilanjutkan dengan talkshow tentang Kota Lama dan Kita. Acara ini masih dalam rangkaian Festival Kota Lama 2017 yang nantinya digelar di Gedung Samudra Indonesia mulai jam 3 sore. Pengisi pembicaranya berasal dari GenPi Jateng dan komunitas Instagram Semarang, Explore Semarang. Acara ini gratis untuk umum.

Malam harinya, digelar Fashion show dan Line dance yang akan dimulai dari jam 7 malam. Lokasinya berada di panggung Festival. Fashion Show dan Dance on the street berrsama House of Pinky dan LPTB Susan Budihardjo ini menampilkan kolaborasi tari Belanda dan Jawa bersama tamu – tamu dari Belanda.

“Selain itu Festival yang mengusung Sepanjang Jalan Kenangan juga ada acara walktour kota lama, Rally photo, Instagram competition dan acara menarik lainnya,” tambahnya

Beragam kemeriahan tadi ikut disorot Menpar Arief Yahya. Dia mengaku sangat happy lantaran Semarang mulai rajin membuat even kreatif yang bisa mendatangkan banyak wisatawan.

“Ini bagus sekali. Kota Lama Semarang sudah masuk dalam “tentative list” UNESCO, yaitu nominasi daerah yang berpotensi menjadi Warisan Dunia. Lewat even-even kreatif seperti itu, mata dunia akan terus mengarah pada Semarang,” kata Menpar Arief Yahya

Dengan rumus Pentahelix, Menteri Arief yakin, “tentative list” UNESCO tadi akan makin cepat mendorong Kota Lama sebagai daerah tujuan wisata internasional.

“Tidak lagi menunggu siapa yang akan memulai, siapa yang berwenang, siapa yang memiliki tanggung jawab. Kuncinya Pentahelix, kerja bareng antara masyarakat, pemerintah, institusi pendidikan, media dan komunitas harus dimulai dari sekarang. Sinegisitas ini jadi kunci sukses,” pungkasnya. (*)

Ngopi Sepanjang Malam di Malioboro Coffee Night

0

Penggemar kopi wajib mencatat even ini. Namanya Malioboro Coffee Night. Di kegiatan ini, bakal ada 10.000 gelas kopi yang akan disuguhkan untuk pengunjung di kawasan wisata Malioboro, Jogjakarya, dari pukul 22.00 WIB sampai 06.00 WIB. Yang penasaran, silakan langkahkan kaki ke Jogjakarta pada 2 Oktober 2017

Mengambil tema Coffee, Culture and Industry, acara ini siap menghadirkan sesuatu yang istimewa kepada pengunjung. Komunitas Pencinta Kopi Nusantara Yogyakarta dengan Pemerintah Kota Jogja langsung bergandengan tangan membuat even kreatif. Agendanya dicreate spesial untuk menyambut Hari jadi Kota Jogja yang ke-261 pada 7 Oktober, dan International Coffee Day yang jatuh pada 1 Oktober.

Plt Kepala Dinas Pariwisata Kota Yogya, Yunianto Dwi Sutono mengatakan, Malioboro Coffee Night kali ini akan melibatkan lebih dari 40 tenant dari beberapa daerah di Indonesia. Jogja, Kulonprogo, Bandung, Jakarta, Cianjur, Aceh, Flores, Medan sampai Papua, ikut ambil bagian di even ini.

“Karakter utama yang dipilih dalam Malioboro Coffee Night kali ini adalah kopi tubruk nusantara. Mereka bukan hanya terdiri dari coffee shop tetapi juga petani kopi hingga industri kopi,” papar Yunianto, Minggu (17/9).

Tak lupa, sisi edukasi kepada masyarakat tentang kopi diselipkan juga dalam event ini. Dari mulai seluk beluk kopi Indonesia dengan kualitas terbaik, petani kopi, penggiat kopi dan industri yang terkait, semua dikemas dengan konsep berstandar global.

“Nanti akan ditampilkan beberapa teknik meracik kopi yang mudah diikuti atau dilakukan di rumah oleh para penikmat kopi ataupun masyarakat awam yang belum mengetahui teknik menikmati kopi yang sehat,” jelas Yunianto.

Malioboro Coffee Night juga melibatkan para seniman Jogja sebagai pengisi acara. Pentas musik jalanan, cartoon art dan seni patung mewarnai event sepanjang malam ini. Tak lupa photobooth dari Cafe 80 Bocor Alus akan menjadi daya tarik yang menyedot pengunjung untuk berselfie ria.

Yunianto menambahkan, dalam memperingati HUT Kota Jogja, selain festival kopi di Malioboro, juga disusul acara Sapa Jogja Street Sculpture, yaitu berupa aksi serempak pemasangan instalasi seni di kawasan Kotabaru Yogya pada 3 Oktober 2017.

“Sebanyak 17 kampung wisata yang sudah eksis di Yogya juga akan pameran dalam event Garebeg Pasar di kawasan XT Square sehari penuh pada 5 Oktober 2017,” ujar Yunianto.

Pemerintah Kota Yogya pun juga mengundang 25 walikota yang tergabung dalam Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonsesia untuk mengikuti event Jogja Fam Trip yang mempertemukan pemerintah kota dengan para pelaku biro perjalanan.

“Sebagai puncak acara peringatan HUT Kota Yogya akan digelar Wayang Jogja Night Karnival pada 7 Oktober 2017 mulai pukul 18.00 WIB. Event ini menjadi ruang baru setiap komunitas dan kecamatan di Yogya unjuk kreativitas bidang street art untuk dipamerkan ke publik melalui karnval dengan rute Jalan Jenderal Sudirman hingga Kleringan Yogya,” papar Yunianto.

Menteri Pariwisata Arief Yahya ikut angkat topi. Menurutnya, festival kopi menjadi salah satu program dan strategi Kementerian Pariwisata untuk menjadikan kopi sebagai daya tarik dalam meningkatkan kunjungan wisatawan Nusantara dan mancanegara ke Indonesia.

“Budaya minum kopi yang kuat di Jogja akan menarik pencinta kopi dari seluruh dunia. Apalagi di Malioboro juga ada kopi yang disajikan unik dimasukkan arang yang masih membara yang disebut kopi joss. Wisatawan juga harud tahu itu,” kata Menpar Arief Yahya.

Menpar Arief Yahya menjelaskan bahwa festival kopi sangat membantu program Pesona Indonesia dalam rangka mencapai target kedatangan 15 juta turis mancanegara dan 260 juta wisatawan Nusantara di berbagai obyek wisata di Indonesia. Dan contoh riilnya bisa dilihat dari Thailand dan Vietnam.

“Lewat diplomasi kuliner dua negara itu berhasil mempengaruhi dunia. Kita juga bisa karena potensinya lebih hebat dari Thailand dan Vietnam,” ujar Menpar Arief Yahya. (*)

 

Swafoto Massal di Festival Payung Indonesia 2017

0

Festival Payung Indonesia (FPI) 2017 di Puro Mangkunegaran, Solo, Jawa Tengah, benar-benar menarik perhatian masyarakat. Kemeriahan langsung terasa sejak even itu dibuka, Jumat (15/9) malam dan berakhir pada 17 September 2017.

Kesan yang terasa, Festival Payung Indonesia 2017 benar-benar menjadi ikon wisata baru kota Solo.

Penyebabnya tidak lain adalah instalasi payung-payung tradisi yang tersebar di area Puro Mangkunegaran. Kombinasi deretan bambu dan lampu sorot yang bervariasi sukses mengubah Festival Payung Indonesia menjadi area foto yang mengasyikkan. Semuanya tumpah ruah. Mulai dari anak muda, remaja hingga keluarga. Semua tidak canggung dan justru semakin asyik mengeksplorasi seluruh sudut area festival. Swafoto massal!.

Rahma (22 tahun) misalnya. Ia yang datang bersama tiga orang temannya langsung terpukau meski baru menelusuri jalan menuju pintu gerbang Puro Mangkunegaran. Instalasi bambu yang menjulang tinggi dan saling bersilangan sudah membuat ia berhenti beberapa kali untuk berfoto.

“Tempatnya asyik, jadi keren. Apalagi kalau malam, dengan lampu-lampunya pasti jadi lebih bagus,” kata dia.

Tidak berhenti sampai di situ, di pelataran Puro Mangkunegaran juga terdapat satu spot foto yang oleh panitia disediakan berbagai pernak-pernik untuk menunjang foto. Tentunya semuanya tidak jauh dari payung.

Memasuki lebih jauh ke dalam Puro Mangkunegaran, deretan instalasi payung semakin banyak. Mulai dari payung rajut, payung lukis, payung rotan, payung lurik, payung batik dan lainnya.

“Instagrammable,” kata Rahma.

Lebih dekat lagi ke area utama Puro Mangkunegaran, di sudut-sudut pendopo menjadi lokasi para seniman payung dari berbagai daerah. Mereka menunjukkan keahlianya dalam membuat payung tradisi dan tidak segan untuk berbagi cerita dan kisah. Juga tidak ketinggalan, menjadi objek foto.

Ya, Festival Payung Indonesia 2017 memang tidak hanya menjadi lokasi untuk mengapresiasi keberadaan payung tradisional Indonesia yang notabene bagian penting dari kehidupan bermasyarakat, tapi juga menjadi daya tarik wisata.

“Yang kami harapkan tentunya melalui acara ini apresiasi terhadap payung tradisi terus berjalan, semakin meneguhkan desa-desa payung di berbagai daerah agar semakin maju dan berkembang di tengah tantangan yang berat. Saya pikir Desa Payung menjadi bagian penting dari kebudayaan Indonesia,” ujar Heru Mataya, inisiator sekaligus Ketua Pelaksana Festival Payung Indonesia.

Ia mengatakan, dengan apresiasi yang besar dari masyarakat dalam festival ini sekaligus menjadi daya tarik wisata, diharapkan desa-desa payung di Indonesia kembali bergeliat. Desa payung sebagai tempat para perajin hidup dan berkreasi melalui payung tradisi kembali menunjukkan gairahnya melalui festival ini.

“Sehingga mendorong mereka menghadirkan karya-karya terbaik di tengah tantangan yang memang luar biasa,” kata Heru.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menjelaskan, sudah tidak diragukan bahwa kekuatan unsur budaya dan alam di Indonesia sangatlah besar. Festival Payung Nusantara lagi-lagi menjadi bukti yang kuat. Bahwa potensi itu ada, apresiasinya pun besar.

“Karena itu Kementerian Pariwisata tidak pernah absen mendukung kegiatan-kegiatan yang memperkuat budaya dan pariwisata,” kata Menpar Arief Yahya.

Ia pun berharap ajang ini dapat berlangsung setiap tahun dan penyelenggaraanya semakin baik dan besar.

“Semakin banyak lagi negara-negara yang diundang sehingga menjadi festival internasional,” kata Arief Yahya. (*)

Berkas Tersangka Korupsi KONI Dilimpahkan ke PN Tipikor

0
Yunan Harjaka. F. Yusnadi/Batam Pos.

batampos.co.id – Berkas dua tersangka kasus dugaan korupsi dana hibah KONI Natuna tahun anggran 2011 yang merugikan negara Rp 1,1 miliar dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Tanjungpinang, pada akhir pekan lalu.

Humas Pengadilan Tipikor, Santonius Tambunan, membenarkan bahwa pihaknya telah menerima berkas atas nama tersangka Wahyu Nugroho yang saat ini menjabat sebagai Kepala Dinas Kelautan Kabupaten Natuna dan Defri Edasa, Kasi Liputan dan Olahraga pada kantor LPPRRI Jakarta. Berkas tersebut terdaftar dengan nomor perkara 10/Pid Sus-Tpk/2017/PN atas nama Wahyu Nugroho dan nomor perkara 11/Pid Sus-Tpk/2017/PN Tpg atas nama Defri Edasa, yang telah diterima dari Kejaksaan Tinggi Kepri.

“Jumat (15/9) lalu kami terima pelimpahan berkasnya melalui Panitera terkait kasus dugaan korupsi Dana Hibah Kepada KONI Kabupaten Natuna,” ujar Santonius, kemarin.

Dikatakan Santonius, setelah menerima pelimpahan berkas tersebut. Ketua PN Tanjungpinang akan merapatkan terlebih dulu untuk menentukan majelis hakim yang menyidangkan perkara tersebut.

“Majelis hakim yang ditunjuk untuk menyidangkan perkara tersebut diketuai oleh Marolop Simamora didampingi dua hakim anggota Jhoni Gultom dan Purwaningsih. Sedangkan Panitera ditunjuk L Siregar. Untuk jadwalnya belum ditentukan” kata Santonius.

Seperti diketahui sebelumnya, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepri, menetapkan tersangka atas kasus dugaan korupsi. Kali ini, dua orang ditetapkan sebagai tersangka atas kasus dugaan korupsi dana hibah yang diterima KONI Natuna tahun anggaran 2010 yang merugikan negara Rp 1,1 miliar.

Mereka yang ditetapkan tersangka yakni mantan Pelaksana tugas BPKD, Ir Wahyunugroho yang saat ini menjabat sebagai Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) serta Defri Edasa mantan Ketua harian KONI Natuna masa bakti 2006 – 2010 yang saat ini menjabat sebagai Kasi Liputan dan Olahraga Pusat Pemberitaan pada kantor LPPRRI di Jakarta.

Penetapan tersangka terhadap kedua orang tersebut dilakukan setelah melalui serangkaian penyelidikan hingga penyidikan dan berkesimpulan untuk menetapkan tersangka.

Terjadinya dugaan korupsi dana hibah untuk KONI tersebut berawal ketika pengurus KONI masa bakti 2006 – 2010 mengajukan kepada Pemkab Natuna. Kemudian Pemkab Natuna mengalokasikan anggaran untuk kegiatan KONI itu.

“Proses pengajuan, pencarian, penggunaan dan pertanggungjawaban bantuan dana hibah tidak sesuai persyaratan dan prosedur bantuan hibah sehingga negara dalam hal ini Pemkab Natuna dirugikan Rp 1 miliar,”ujar Kepala Kejati Kepri, Yunan Harjaka, belum lama ini.

Untuk itu, terang Yunan, atas perbuatannya kedua orang tersebut dijerat dengan pasal 2 ayat (1) atau pasal 3 junto pasal 18 ayat (1) huruf b undang – undang RI nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) sebagaimana telah dirubah dan ditambah dengan undang undang RI nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas undang-undang RI nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan Tipikor junto pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHPidana.(ias)

Hari Ini, Panlih Panggil Cawagub

0

batampos.co.id – Panitia Pemilihan (Panlih) Wakil Gubernur (Wagub) Kepri dijadwalkan mengundang dua Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Kepri, Isdianto dan Agus Wibowo di Kantor DPRD Kepri, Tanjungpinang, hari ini, Senin (18/9). Masing-masing calon akan diberikan penjelasan terkait syarat-syarat yang belum mereka lengkapi.

“Sebenarnya jadwalnya adalah Jumat lalu. Akan tetapi, karena sesuatu hal baru dilakukan Senin (18/9) nanti,” ujar Ketua Panlih Cawagub, Hotman Hutapea menjawab pertanyaan Batam Pos, akhir pekan lalu.

Menurut politisi Partai Demokrat tersebut, diundangnya kedua calon untuk memudahkan masing-masing kandidat dalam menyelesaikan syarat yang belum lengkap. Bahkan Panlih sudah membuat format surat pernyataan. Karena ada beberapa surat pernyataan yang harus diteken diatas materai.

“Ada banyak surat pernyataan yang harus dibuat. Tentu harus kita seragamkan formatnya,” papar Hotman.

Ditegaskannya, pihaknya memberikan kesempatan dan peluang yang sama kepada kedua calon. Masing-masing kandidat hanya punya dua kali kesempatan. Ketika dalam dua kali verifikasi dinyatakan tidak lengkap, maka Panlih akan mengembalikan nama yang tidak lengkap kepada Gubernur untuk diteruskan ke Partai pengusung Sani-Nurdin.

“Untuk melihat calon mana yang serius dan yang tidak serius. Kalau memang serius, mereka bisa memenuhi syarat yang sudah disepakati DPRD Kepri,” tutup Ketua Komisi II DPRD Kepri tersebut.

Adapun surat pernyataan yang harus diisi oleh para calon antara lain surat pernyataan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, Setia Kepada Pancasila dan UUD 1945. Surat kesediaan untuk dicalonkan menjadi Wagub dan tidak akan mengundurkan diri sebagai calon wagub.

Selain itu, para calon juga harus membuat surat pernyataan belum pernah menjabat sebagai gubernur/wakil gubernur selama dua kali masa jabatan yang sama, belum pernah menjadi Gubernur bagi calon wakil Gubernur dan tidak sedang menjabat sebagai penjabat Gubernur, Bupati, atau Wali kota.

Panlih juga meminta surat tidak memiliki konflik kepentingan dengan Gubernur Petahana, yaitu sebagai suami/istri/bapak/ibu dan hubungan saudara lainnya. Dan yang terakhir surat pernyataan mengundurkan diri sebagai anggota DPR,DPD,DPRD, anggota TNI, kepolisian dan PNS sejak mendaftarkan diri sebagai calon.

“Semua butuh proses memang, tapi kita berharap masing-masing calon bisa melengkapi berkasnya pada deadline waktu yang diberikan,” papar politisi Partai Demokrat tersebut.

Agus Temui Gubernur

Sementara itu, Calon Wakil Gubernur Kepri, Agus Wibowo dikabarkan menjalin komunikasi politik dengan Gubernur Kepri, Nurdin Basirun disela-sela kegiatan Safari Subuh Gubernur Kepri di Kijang, Bintan, Minggu (17/9). Gubernur Kepri membantah, tidak komunikasi politik saat pertemuan tersebut.

“Tidak komunikasi yang menjurus ke persoalan Cawagub. Hanya suliturahmi dalam kegiatan safari subuh,” ujar Gubernur, kemarin.

Menurut Gubernur, pembicaraan yang dilakukan terkait perkembangan pembangunan, perekonomian dan juga kesejahteraan masyarakat Kepri. Masih kata Gubernur, dalam kegiatannya itu juga hadir Walikota Tanjungpinang dan Bupati Bintan. Selain itu ada juga, Lembaga Adat Melayu (LAM) Kepri.

“Saya juga tidak punya kapasitas untuk intervensi soal cawagub. Karena sekarang ini menjadi ranahnya Panlih DPRD Kepri,” tegaa Gubernur Nurdin. (jpg)

Bidan Garda Terdepan Turunkan Angka Kematian Ibu dan Bayi

0

batampos.co.id – Kepala Dinas Kesehatan Karimun Rahmadi mengatakan, profesi seorang bidan sangat membantu dalam persalinan ibu dan bayi saat melahirkan. Sehingga, bisa menjadi garda terdepan dalam menurunkan angka kematian ibu dan bayi.

Sebab, saat ini angka kematian ibu saat melahirkan relatif cukup besar, pada tahun 2017 hingga bulan September ini sudah tercatat ada sembilan ibu yang melahirkan meninggal dunia. Sedangkan, bayi mencapai 45 orang yang meninggal dunia dari 120 angka kematian bayi tahun ini.

”Ya kalau bisa ibu dan bayi bisa ditekan angka kematiannya. Melalui organisasi IBI Karimun inilah, agar bidan bisa lebih profesional lagi,” jelas Kadinkes Karimun Rahmadi, Sabtu (17/9).

Sebab, di Dinas Kesehatan Karimun sendiri, pegawai yang paling banyak adalah bidan mencapai 221 baik ASN maupun kontrak termasuk PTT dan bidan Desa. Sedangkan target untuk menekan angka kematian ibu maksimal 13, kemudian untuk bayi 120 di tahun ini. Kalau dilihat angka kematian bayi sesuai dengan standar Nasional 24 per 1000 kelahiran hidup, sedangkan di Karimun 18 per 1000 kelahiran hidup. Artinya, Karimun untuk menekan angka kematian bayi masih cukup baik.

”Faktor kematian ibu saat melahirkan salah satunya efek geografi,” jawabnya.

Sedangkan, kebutuhan bidan desa di kabupaten Karimun saat sudah mencukupi. Artinya, disetiap Desa sudah ada bidan yang dapat melayani ibu hamil maupun bayi. Dan tidak tertutup kemungkinan, ada penambahan bidan desa di kemudian hari nantinya. Karena, sesuai dengan aturan satu desa satu bidan.

”Bisa kita tambah bidan desa nantinya, karena pertimbangan geografi tertentu bisa ditambah. Sekarang, bidan desa sudah kita angkat menjadi ASN dan ditugaskan di Desa,” ungkapnya.

Sementara itu Ketua IBI Karimun Yeli memberikan tawaran kepada Pemkab Karimun agar membentuk Duta KB dan Duta Kespro dalam membantuk pelaksanaan kampung KB.

” Itu baru wacana. Paling penting adalah bagaimana meningkatkan pelayanan kesehatan kepada ibu hamil dan bayi bagi bidan-bidan yang bernaung di IBI Karimun,” ujarnya.

Dan ditahun 2017 ini jumlah bidan sudah mencapai 330 orang yang tersebar di 12 kecamatan di kabupaten Karimun. Salah satu untuk meningkatkan profesional bidan adalah melanjutkan sekolah minimal D4 yang telah diusulkan ke Pemkab Karimun.(tri)

 

Mahasiswa Curhat Beasiswa dan Asrama

0
Bupati silaturahmi dengan ikatan mahasiswa Karimun di Tanjungpinang. F.Humas Pemkab Karimun untuk Batam Pos.

batampos.co.id – Bupati Karimun Aunur Rafiq bersama rombongan, Sabtu (16/9) lalu melakukan silaturahmi dan celoteh dengan mahasiswa Karimun yang ada di kota Tanjungpinang bertempat di gedung Perpustakaan dan Arsip Kota Tanjungpinang. Hadir juga anggota DPRD Kepri asal Karimun Iskandarsyah dan rombongan OPD Pemkab Karimun.

Bupati Karimun saat berdialog dengan para mahasiswa, memberikan motivasi agar para mahasiswa yang ada di Tanjungpinang supaya benar-benar belajar sesuai bidang studi yang dipelajari selama melakukan perkuliahan. Sehingga, ketika lulus nantinya bisa mengimplementasikan ilmu yang didapat saat kuliah kepada masyarakat maupun di perusahaan.

”Zaman sudah berubah adik-adik, jadi harus benar-benar mempunyai mempersiapkan diri sejak sekarang, ketika sudah lulus harus bisa menciptakan lapangan kerja atau siap bersiang dengan lulusan dari luar Tanjungpinang,” pesan Rafiq.

Selain itu, dirinya berharap agar bisa menjaga nama baik Karimun di dunia pendidikan. Bahkan, kalau bisa dapat mengukir prestasi di tingkat provinsi maupun nasional dalam dunia perkuliahan. Supaya bisa menjadi kebanggaan, adik-adiknya yang saat ini sedang menimba ilmu di tingkat SMA/Sederajat.

”Ayo buktikan, adik-adik bisa dan mampu untuk mengukir prestasi. Agar, bisa menjadi contoh buat yang akan melanjutkan kuliah ditahun depan,” ungkapnya.

Sementara itu disaat tanya jawab, para mahasiswa berharap agar mendapat beasiswa pendidikan. Selain itu meminta fasilitas asrama di Tanjungpinang bisa ditambah. Dalam hal ini, Bupati Karimun menjawab untuk beasiswa agar dipersilahkan untuk mengajukan proposal kepada Pemkab Karimun. Sedangkan, untuk fasilitas asrama mahasiswa ia telah memerintahkan kepada OPD terkait agar segera melakukan pengecekan kebutuhan fasilitas asrama mahasiswa.

”Silahkan ajukan proposalnya ya, untuk dibantu beasiswa adik-adik ku. Kalau untuk fasilitas asrama, kita cek dulu mana yang perlu di tambah dan akan dimasukkan dalam anggaran tahun depan,” ujarnya.(tri)

Dinkes Jamin PCC Tidak Beradar di Karimun

0
Rahmadi. F. Sandi/Batam Pos.

batampos.co.id – Dalam sepekan terakhir, muncul isu peredaran parasetamol caffein carisoprodol (PCC) di masyarakat. Karena, efek dari obat tersebut bisa menimbulkan bahaya bagi yang mengkonsumsinya. Untuk itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Karimun menjamin bahwa obat yang mengandung PCC tidak beredar di apotek dan toko obat yang ada di Kabupaten Karimun.

”Ketika saya mengetahui bahwa ada peredaran PCC di Indoensia, khususnya di Kendari, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang telah memberikan dampak negatif, maka saya menghubungi distributor dan farmasi yang mengedarkan dan memproduksi obat-obatan. Ternyata, yang beredar di NTT tersebut adalah ilegal. Sebab, sejak 2013 BPOM telah menarik izin edar dari tablet PCC dan sejenisnya,” ujar Kepala Dinkes Kabupaten Karimun, Rahmadi, Sabtu (16/9).

Dikatakan Rahmadi, sebelum ditarik izin edar tablet PCC dan sejenisnya, memang ada dua jenis yang beredar yang mengandung PCC. Yakni, somadril dan carnophen. Kedua jenis obat yang mengandung PCC ini sebenarnya digunakan untuk relaksasi otot-otot. Namun, dampak yang diberikan terlalu berlebihan pada otak dan membuat efek fly, maka empat tahun lalu resmi ditarik dan tidak boleh dijual lagi.

”Bukan hanya ditarik, di Indonesia sendiri PCC sudah tidak diproduksi lagi. Untuk itu, saya jamin bahwa di Karimun tidak ada apotek dan toko obat yang menjualnya. Kalau pun ada yang m,engedarkannya, maka peredarannya dipastikan ielgal dan bisa saja obat PCC itu palsu. Dan, tidak mungkin ada apotek atau toko obat resmi yang berani menjual obat tersebut. Karena, sanksinya izin apotek atau toko obat bisa dicabut,” tegasnya.

Meski dia menjamin tidak ada peredaran PCC atau obat kandungannya sejenis di Karimun, pihaknya tetap akan turun ke lapangan melakukan operasi untuk memastikannya. Dalam bulan ini pihaknya akan turun ke lapangan bersama BPOM, polisi dan Satol PP. Selain untuk mengecek keberadaan PCC, juga untuk melakukan pemeriksaan terhadap peredaran obat berbahaya yang tidak mendapatkan sertifikat dari BPOM dan Kemenkes. (san)

Polantas Bagi-bagi Bunga di Jalan

0
Seorang Polwan dari Satlantas Polres Karimun memberikan bunga kepada pengemudi sepeda motor. F. Sandi/Batam Pos.

batampos.co.id – Polisi lalu lintas (Polantas) dari Satlantas Polres Karimun, Sabtu (16/9) melakukan aksi simpatik di jalan dan bhakti sosial. Aksi simpatik di jalan yang dilakukan dengan cara memberikan bunga, pin dan sekaligus buku panduan tentang bagaimana tertib dalam berlalu lintas.

”Kita dari Satlantas tidak hanya melakukan operasi atau razia dalam bentuk memberikan surat teguran dan suratb tilang. Tapi, kita juga bisa melakukannya dalam bentuk memberikan bunga sebagai tanda kita peduli dengan keselamatan pengemudi sepeda motor. Selain itu, kita juga memberikan pin untuk selalu mengingatkan bahwa keselamatan dalam berlalu lintas adalah nomor satu,” ujar Kasat Lantas Polres Karimun, AKP Teuku Fazrial Kenedy kepada Batam Pos.

Selain bunga dan pin, kata Kenedy, jajarannya juga bagi-bagi buku panduan untuk 50 pengemudi sepeda motor. Buku yang diberikan isinya bagaimana mengemudikan kendaraan bermotor. Intinya, buku yang dibagi tersbeut mengajak pengemudi untuk tertib dalam segala hal ketika mengemudikan sepeda motor di jalan raya. Dengan tidak melanggar rambu dan tanda lalu lintas.

”Dengan selalu tertib di jalan raya ketika sedang membawa sepeda motor, maka dapat terhindar dari kecelakaan lalu lintas. Selain untuk menyelamatkan diri dari kecelakaan lalu lintas, juga bisa menghindari dari menyebabkan kerugian pada orang lain. Dengan tertib berlalu lintas, maka kelaancaran lalu lintas juga akan tercipta,” jelasnya. (san)