Rabu, 29 April 2026
Beranda blog Halaman 12983

Gelar RIF 2017 di Padang, BKPM Tawarkan Destinasi Prioritas ke Investor

0

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menawarkan sejumlah destinasi pariwisata prioritas kepada para investor, baik asing maupun domestik dalam kegiatan Regional Investment Forum (RIF) 2017 di Padang, Sumatera Barat, 15-17 Oktober 2017 mendatang.

Forum promosi investasi tersebut digelar oleh BKPM, didukung Kementerian Pariwisata, Bank Indonesia (BI), dan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat.

Tema yang diangkat sangat seksi. Tajuk besarnya pariwisata. Semua potensi seputar tourism dipastikan muncul ke permukaan. Dan semuanya akan dibungkus dalam kemasan bertema Showcasing Investment Opportunities in the Indonesian Tourism Industry.

“RIF Padang 2017 ini merupakan salah satu inisiatif BKPM untuk mendukung upaya Pemerintahan Presiden Joko Widodo dalam mengembangkan sektor pariwisata. Dan destinasi pariwisata yang dipilih sangat prospektif untuk dikembangkan investor. Kami akan mengundang kurang lebih 300 investor, baik asing maupun pengusaha swasta nasional, yang memiliki kemampuan untuk melakukan investasi, terutama dalam mengembangkan infrastruktur pariwisata,” ujar Kepala BKPM Thomas Lembong, Selasa (3/10).

Pada RIF 2017 ini, enam dari 10 destinasi pariwisata prioritas pemerintah yakni Danau Toba (Sumatera Utara), Tanjung Kelayang (Bangka Belitung), Tanjung Lesung (Banten), Kepulauan Seribu & Kota Tua (DKI Jakarta), Borobudur (Jawa Tengah), dan Bromo-Tengger-Semeru (Jawa Timur) serta 2 kawasan pariwisata terpadu di Sumatera Barat yakni Mandeh dan Gunung Padang akan menjadi fokus utama yang ditawarkan.

“Sektor pariwisata sangat strategis untuk membangun pemerataan pembangunan, sehingga investasi yang dilakukan juga menyebar tidak hanya terpusat di Pulau Jawa,” kata Thomas Lembong.

Dijelaskannya, hingga tahun 2019, pemerintah menargetkan jumlah wisatawan mancanegara (wisman) mencapai 20 juta orang pertahun. Adapun target wisatawan nusantara (wisnus) berjumlah 275 juta orang.

“Dari sektor pariwisata ini, ditargetkan akan menghasilkan devisa hingga Rp 260 triliun. Pertumbuhan investasi di sektor pariwisata yang positif menunjukkan bahwa peluang investasi di sektor ini sangat prospektif,” papar Thomas Lembong.

Data BKPM menunjukkan, selama periode 2012-2016, realisasi investasi di sektor pariwisata tumbuh rata-rata 17 persen per tahun. Merujuk pada data realisasi investasi pariwisata pada semester I 2017, nilai realisasi investasi pariwisata mencapai 929,14 juta dollar AS atau Rp 12,4 triliun. Angka tersebut tumbuh 37 persen dari realisasi investasi pariwisata pada semester I tahun 2016.

“Top 3 PMA (Penanaman Modal Asing) yang menanamkan modalnya di sektor pariwisata Indonesia pada semester I tahun 2017 adalah Singapura 43 persen, China 29 persen, dan Malaysia 5 persen,” tutur Thomas Lembong.

Thomas Lembong menambahkan, dalam proses persiapan ini pemerintah akan memfasilitasi konsultan internasional serta menjajaki beberapa investor yang menyatakan ketertarikannya untuk menanamkan modalnya di Sumatera Barat.

“Regional Investment Forum di Padang ini akan dimanfaatkan untuk memaparkan peluang investasi dari destinasi wisata, dari kampanye 10 Bali baru oleh pemerintah,” ujarnya.

Sementara, Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno mengatakan, wilayah Sumatera Barat memiliki potensi pariwisata yang dapat menarik bagi investor asing yang tertarik menanamkan modalnya. Salah satunya adalah Pantai Mandeh yang menjadi salah satu ikon pariwisata Sumatera Barat.

“Investasi merupakan salah satu hal yang menjadi prioritas dalam pengembangan ekonomi di Sumatera Barat. Investasi yang diharapkan masuk adalah investasi di infrastruktur penunjang pariwisata seperti hotel dan bidang usaha lainnya,” kata Irwan.

Menteri Pariwisata Arief Yahya nantinya juga menjadi salah satu narasumber bersama dengan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Mirza Adityaswara serta Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno.

Selain itu, beberapa Duta Besar Indonesia untuk Australia dan Republik Vanuatu Kristiarto Legowo juga akan menjadi narasumber dalam gelaran promosi investasi tersebut.

“Dengan makin banyaknya wisatawan yang akan berkunjung dan melakukan perjalanan di Indonesia, maka kita harus mempersiapkan Atraksi, Amenitas (sarana dan prasarana), dan Aksesibilitas (3A) untuk memenuhi kebutuhan wisatawan selama berwisata di Indonesia,” kata Menpar Arief Yahya. (*)

Anggota DPRD Batam: Pungli Terbesar Ada pada Retribusi Parkir

0

batampos.co.id – Anggota Komisi III DPRD Batam, Muhammad Jefri Simanjuntak menyebutkan, pungutan liar yang menyebabkan loss pendapatan daerah terbesar ada di retribusi parkir. Hal ini semakin didukung dengan masih manualnya sistem pembukuan di Unit Pelaksana Teknis (UPT) parkir.

“Sampai detik ini masih manual. Oleh sebab itu setoran yang sudah dibayarkan tak langsung masuk ke kas daerah alias mengendap dulu di kas bendara UPT parkir,” kata Jefri.

Diakuinya, DPRD sudah meminta agar sistem ini diganti dengan komputerisasi. Sehingga jelas peredaran uang retribusi yang masuk ke kas daerah. Begitu juga setoran yang dibayarkan juru parkir (jukir), tak boleh lagi berdasarkan survey titik yang biasa diterapkan dishub.

“Retribusi jangan hanya ditentukan. Titik ini sekian, titik itu sekian. Berapa jumlah yang didapat jukir, diserahkan ke dishub untuk selanjutnya dibagi sesuai ketentuan,” tuturnya.

Bayangkan kata Jefri, jika satu titik saja jukir bisa mengutip Rp 400-Rp 500 ribu. Sementara yang disetorkan ke dishub hanya Rp 50 ribu saja. Berapa miliar loss potensi retribusi parkir setiap tahun. Maka tak heran jika target retribusi tak pernah tercapai.

“Ini sebenarnya harus dirubah dan diganti,” tambahnya.

Disinilah tentunya perlu pengawasan di lapangan sehingga jukir pun tidak bisa bermain.

“Selama ini kan tak pengawasan. Berapa lose pendapatan kita, UPT hanya tutup mata. Inspektorat harus audit masalah jukir ini, dan saya rasanya sudah maksimal menyampaikan. Ayo sama-sama kita awasi dan bongkar pungli dan loss potensi terbesar ini,” tegasnya.

Seorang juru parkir berseragam memungut uang parkir dari pengendara motor yang memakirkan kendaraannya di Pasar Penuin, Lubukbaja. F.Rezza Herdiyanto/Batam Pos

Ilegal, Parkir di Jembatan I Tak Masuk Titik Parkir Dishub

Pengelolaan parkir di Jembatan I Barelang, tepatnya di Dendang Melayu ternyata ilegal. Pasalnya, selain tidak termasuk dalam 500 titik parkir Dinas Perhubungan (Dishub) Batam, tarif parkir disana juga tak sesuai peraturan daerah (Perda) parkir Batam.

“Di perda tarifnya hanya Rp 1 ribu motor dan Rp 2 ribu mobil. Kalau sampai Rp 5 ribu itu sudah jelas melanggar perda,” kata Bustamin, anggota Komisi III DPRD Batam, Rabu (4/10).

Menurut dia, sampai saat ini belum ada pengajuan pengelolaan parkir di kawasan tersebut. Bahkan, ratusan titik parkir yang ditambah dishub beberapa waktu lalu tidak termasuk yang ada di Dendang Melayu. Sehingga praktis, pengelolaan parkir di kawasan itu tidak resmi.

“Setahu saya itu tidak termasuk. Karena penambahan titik parkir kemarin kebanyakan di Nongsa, Batamkota dan Lubukbaja,” tuturnya.

Diakui Bustamin, Dendang Melayu sendiri merupakan aset Pemko Batam, dan sudah seyogyanya juga pemko mengambil alih parkir tersebut. Apalagi melihat titik potensial kawasan Dendang Melayu yang menjadi objek wisata masyarakat Batam. Sangat rugi bila tidak dikelola pemko.

“Sayang kan pengelolaan parkir itu tidak berkontribusi kepada kas daerah. Dishub sendiri harusnya tegas, untuk segera ambil alih pengelolaan parkir di Dendang Melayu,” tegasnya.

Bagi masyarakat yang merasa dirugikan dengan mahalnya tarif parkir disana, Bustamin menghimbau untuk melapor di Komisi III DPRD Batam.

“Kalau sudah ada yang lapor tentu kita bisa panggil pengelolanya. Termasuk juga memanggil dishub langsung,” jelas Bustamin. (rng)

Joey Alexander Gelar Konser di Balairung Sapta Pesona dan ICE BSD, 11-12 November 2017

0
Joey Alexander. (foto: afp)

Pianis muda nominasi Grammy Awards 2016 dan 2017 Joey Alexander pulang ke Indonesia. Saat pulang kampung, dia berniat menggelar konser di Balairung Sapta Pesona, 11 November dan ICE BSD, Tangerang, 12 November 2017.

“Rencana lokasi konser Joey Alexander akan berlangsung di dua tempat. Yang pertama di Balairung Sapta Pesona Gedung Kemenpar, 11 November. Satunya lagi di ICE BSD, Tangerang pada 12 November 2017. Terakhir kali Joey tampildi tanah air pada tanggal 22 Mei 2016 yang lalu di JIExpo Kemayoran Jakarta,” kata Lucy Willar dari I Can Studio Live, Rabu (4/10) malam.

Harga tiket dari pertunjukan Joey Alexander di Indonesia ini akan segera diriis dalam waktu dekat. Sebelum tampil di Indonesia, Joey Alexander diagendakan tampil di Jepang, 4 November, Singapura, 7 November dan Hong Kong, 9-10 November.

Inilah konser tingkat dewa. Semua kemahiran Joey bermain piano akan ditampilkan di Indonesia. Dijamin Anda akan happy. Apalagi, bekal yang dia bawa sudah cukup mantap. Nominasi Best Improvised Jazz Solo untuk lagu “Giant Steps” dan Best Jazz Instrumental Album untuk “My Favorite Things” di Grammy Awards, menjadi modal kuat untuk memberikan suguhan terbaik bagi pecinta musik jazz yang akan menonton aksinya di Balairung Sapta Pesona dan ICE BSD.

Bagi yang penasaran dengan album Countdown, sebaiknya kosongkan jadwal pada 11-12 november 2017 nanti. Kedatangannya ke Indonesia medio November nanti, akan dibarengi dengan promo album Countdown miliknya.

Album Countdown ini sendiri berisikan sepuluh lagu. Tujuh lagu merupakan cover dan tiga lagu adalah komposisi orisinal. Lagu-lagu yang dibawakannya ulang adalah lagu “Countdown” dari John Coltrane, “Criss Cross” dari Thelonious Monk, “For Wee Folks” dari Wynton Marsalis, “Chelsea Bridge” dari Billy Strayhorn, “Freedom Jazz Dance” dari Eddie Harris, “Smile” dari Charlie Chaplin, dan “Maiden Voyage” dari Herbie Hancock. Tiga lagu orisinal adalah “City Lights” (sempat dibawakan singkat di Grammy), “Sunday Waltz”, dan “Soul Dreamer”.

Di album ini, Joey Alexander diiringi dua musisi yaitu Larry Grenadier (bassist untuk Pat Metheny dan Brad Mehldau) dan Ulysses Owens, Jr. (drum). Di track “Maiden Voyage” dan “Freedom Jazz Dance”, ia berkolaborasi dengan Chris Potter (saxophonist untuk Dave Douglas dan Dave Holland). Khusus di tiga lagu, ia mengajak pemain contrabass-nya ketika live yaitu Dan Chmielinsky.

Menteri Pariwisata Arief Yahya pun semakin bangga pada Joey. “Anak muda ini membuat saya jatuh hati. Itu sebabnya kita gelar konser hari pertama pulang kampung di Kementerian Pariwisata. Joey benar benar endorser pariwisata Indonesia. kita akan terus dukung dan support,” kata Menpar Arief Yahya

Sebelumnya, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) melalui Visit Indonesia Tourism Officer (VITO) di Paris ikut mendukung musisi belia Indonesia Joey Alexander (14) tampil dalam konser Festival All Stars di New Morning, Paris, Perancis, pertengahan Juli yang lalu.

Predikat Joey sebagai publik figur dinilai mampu memikat para penggemarnya untuk lebih menyadari keindahan wisata yang dimiliki Wonderful Indonesia. “Aktivitas Joey di sosial media dapat membantu kita dalam mempromosikan suatu event. Jadi kalau ada satu event, dan ada endorser-nya, event itu nilainya akan jauh lebih tinggi, penontonnya pun akan jauh lebih banyak,” tutup Arief Yahya. (*)

 

Kemenpar Groundbreaking Poltekpar Lombok

0

Jurus mencetak SDM pariwisata kelas dunia mengarah ke Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Groundbreaking pembangunan Gedung Politeknik Negeri Pariwisata (Poltekpar) Lombok, Nusa Tenggara Barat, bahkan sudah mulai start, Senin (2/10).

“Iya. Groundbreakingnya sudah dilakukan Senin lalu,” ujar Deputi Bidang Pengembangan Kelembagaan Kepariwisataan Kemenpar Ahman Sya, Rabu (4/10).

Sebelumnya Kemenpar telah memiliki lima lembaga pendidikan, yakni STP Bandung, STP Nusa Dua Bali, Akpar Medan, Poltekpar Makassar dan Poltekpar Palembang. Dan untuk Poltekpar Lombok, konsentrasinya difokuskan ke pembanguan Gedung Kuliah I dan II.

“Pembangunan Polterkpar Lombok berada di atas tanah seluas 20 hektare. Rencananya jumlah gedung yang akan dibangun 9 zona. Politeknik Pariwisata Lombok saat ini masih menggunakan gedung BKD/BPSDM Pemerintah Provinsi NTB. Di 2017 ini sudah dimulai pembangunan kampus baru di Puyung Lombok Tengah dengan luas tanah hibah dari Pemerintah Provinsi,” ujar Deputi Bidang Pengembangan Kelembagaan Kepariwisataan
Kemenpar Ahman Sya.

Pendirian Poltekpar Palembang ini telah dimasukkan dalam kerangka pembangunan sejak tahun 2010. Hukum pendirian dianggarkan dan telah tersusun dalam RPJN.

“Dan pembagunannya juga dapat dukungan sepenuhnya dari Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat,” tambahnya.

Goal akhir dari pembangunan Poltekpar di Lombok mengarah ke pemenuhan kebutuha SDM Kepariwisataan. Dan penyelenggaraan kegiatan Akademik di Poltekpar Negeri Lombok sudah diatur dalam Peraturan Menteri Pariwisata RI Nomor 4 Tahun 2016 Tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pariwisata. Serta Peraturan Menteri Pariwisata RI Nomor 17 Tahun 2016 Tanggal 14 Oktober 2016 Tentang Statuta Politeknik Pariwisata Lombok.

“Total mahasiswa hinga saat ini mencapai 118 orang dengan jumlah tenaga pengajar sejumlah 25 orang. Target 2017/2018 adalah 400 orang mahasiswa baru,” katanya.

Poltekpar Lombok juga sudah menjalankan sebanyak 4 Program Studi (prodi). Mulai jenjang Diploma III hingga Diploma IV. Dari Prodi Pengaturan Perjalanan (D IV), Prodi Seni Kuliner (D III), Prodi Tata Hidangan (D III), serta Prodi Divisi Kamar (D III), ada di Poltekpar Lombok.

Pembangunan Poltekpar Lombok tadi ikut direspon Menteri Pariwisata Arief Yahya. Dia mengaku bangga pembangunan Poltekpar yang berada di Lombok dapat terealisasi.

“Ini sangat penting untuk win the future customers. Karena itu sekolah perguruan tinggi pariwisata sudah sangat relevan. Kita harus memperkuat dan memperbanyak tenaga kerja di sektor pariwisata sekaligus menaikkan level kapasitas SDM pariwisata Indonesia yang siap bersaing di global standard,” ujar Menpar Arief Yahya. (*)

 

Ciletuh Gelar Festival Selancar Skala Dunia

0

Taman alam batuan tua Ciletuh , di Pelabuhan Ratu menghelat festival selancar berskala dunia selama dua hari, mulai dari 14 sampai 15 Oktober 2017. Gelaran ini bertajuk “Cimaja Geosurf Challenge, Our Amazing Adventure.”

Panitia sengaja menghelat gelaran ini di Ciletuh. Kawasan ini masuk dalam daftar Geopark Dunia dari UNESCO. Ciletuh taman alam batuan tua, membentang menyerupai amfiteater raksasa mirip seperti tapal kuda dan menghadap langsung ke Samudera Hindia .

Validasi Ciletuh-Palabuhan Ratu Geopark sudah berlangsung 1-4 Agustus 2017 oleh Asesor UNESCO, Alexandru Andrassanu dan Soojae Lee didampingi oleh observer Hanang Samodra. Hasil observasi tersebut menjadi topik bahasa dalam Asia Pacific Geopark Network Symposium ke 5 di China dan akan dilanjutkan ke sidang UNESCO April 2018. Sedangkan untuk penetapan, menunggu September 2018 bertepatan dengan UNESCO Global Geopark Symposium.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menjelaskan, atraksi surfing menjadi salah satu agenda wisata andalan untuk menjual Ciletuh ke dunia. Jurus 3A terdiri dari akses, atraksi, dan amenitas untuk membangun destinasi wisata harus terus bergulir. Tiga A itu, kata dia, saling terkait, saling terkoneksi satu dengan yang lain.

“Atraksi Ciletuh sebagai geopark, luar biasa! kelas dunia, tapi akses menuju ke Ciletuh masih susah, 6 jam dari Bandung, itu terlalu jauh dan lama waktu tempuhnya,” seru Arief.

“Bila ingin menjadi global player, selain akses harus dibenahi, juga dari sisi Amenitas. sekarang hotel, resort, homestay, ber bintang 4-5 masih belum siap. Sementara kalau ingin menjadi global player, harus siap menggunakan global standart,” papar mantan Direktur Utama PT Telkom ini..

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat Ida Hernida SH M.Si menjelaskan, Cimaja Geosurf Challenge, Our Amazing Adventure untuk mendorong promosi dan destinasi wisata di Ciletuh.

“Kami terus realisasikan dukungan terhadap komitmen pencapaian kepada UNESCO Global Geopark (UGG), di mana dengan kejuaraan surfing internasional ini akan lebih mendorong promosi dan kualitas wisata Ciletuh-Palabuhanratu sebagai kawasan geopark dunia,” papar Ida Hernida.

Peselancar dari Eropa, Amerika Serika, dan Asia ambil bagian dalam festival selancar ini. Indonesia sendiri mengirimkan 14 peselancar dari Bali, Banten, Bengkulu, DKI Jakarta, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Sumatra Barat, Sumatra Utara, Sumatera Selatan, samapi Yogyakarta. Bahkan, tuan rumah Jawa Barat mengikutsertaka 35 surfer advance mayoritas peselancar dari Kabupaten Sukabumi.

Ida melanjutkan, spot surfing di Ciletuh ini telah mendunia, memiliki daya tarik pantai eksotis berupa hamparan aluvial dengan batuan alam bulat-bulat lonjong di sepanjang pantai. Pantai Cimaja sekaligus ‘surga’ bagi para surfer lantaran memiliki ombak point break secara simultan sepanjang tahun.

Selain Pantai Cimaja, Indonesia memiliki spot surfing bertaraf dunia lain seperti di Pantai Ombak Tujuh,Cipaku (Ujung Genting), Loji Beach Break, Citepus, Karang Naya (Samudra Beach), Karang Papak (Sunset Beach), dan Karanghawu.

Sedangkan, pantai-pantai lain dengan ombak point break antara lain: Haurber Point (Ujunggenteng), Mama’s Point (Ujunggenteng), Turtle Beach (Ujunggenteng), Ombak Tujuh, Loji Point, Karang Sari, Cimaja, Indocator, Pajagan Point, dan Karang Haji.

Selain lomba surfing, panitia menghelat kegiatan dengan melibatkan komunitas surfing, komunitas pencinta lingkungan, komunitas jeep, komunitas perahu, komunitas budaya, komunitas Balawista, asosiasi pariwisata, siswa dari sekolah umum maupun kejuruan pariwisata, PKK berupa kegiatan Etalase AGAT2017, Geoculture Show, Sinarresmi Geoculture Visit, Mangrove Conservation, Beach Clean Up Challenge, AGAT2017 Instagram Challenge, AGAT2017 Photo and Writing Challenge dan AGAT2017 Kids Activities Programs

Presiden Joko Widodo pernah berjanji mempercepat penyelesaian pembangunan jalan Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi) pada 2019, selain Tol Jakarta-Bogor-Palabuhanratu (Jagoratu) untuk memudahkan akses pengunjung asing atau lokal ke Ciletuh.

“Apabila Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi selesai, waktu tempuh menuju ke Sukabumi akan semakin pendek. Selain itu, rencana pembangunan bandara di Citarate atau Cikembar bisa direalisaikan, ini akan semakin membuat Gepark Ciletuh mendunia,” ujar Jokowi.(*)

Loka Rehab Isinya 80 Persen Luar Kepri

0

batampos.co.id – Masyarakat Kepri masih rendah kesadarannya untuk merehabilitasi keluarganya, dengan membawa ke Loka Rehab Batam di Batubesar, Nongsa. Saat ini menurut Kabid Rehabilitasi BNNP Kepri Ali Chosin, sebanyak 20 persen pasien berasal dari Kepri.

“Sedangkan 80 persennya dari luar Batam seperti Medan dan Jambi,” katanya, Rabu (10/4).

Pasien Loka Rehab Batam terdiri dari 86 orang pria dan 3 perempuan dewasa. “Tak hanya orang dewasa, juga ada anak-anak sebanyak 9 orang,” katanya, Rabu (4/10).

Ia mengatakan anak-anak yang kecanduan narkoba itu, berusia dibawa 18 tahun. Dan mereka diantarkan oleh keluarganya di Loka Rehab Batam.

“Porsinya hampir sama, 20 persen asal Kepri. 80 Persen asal dari Luar Kepri,” ungkapnya.

Anak-anak yang masuk Loka Rehab Batam, kata Ali masuk dalam pencandu kelas berat. Sehingga perlu diinapkan, untuk pemulihan.

“Lamanya sekitar 3 bulan, lalu masuk lagi pasca rehab,” ucapnya.

Terkait banyaknya orang luar Kepri yang rehab di Loka Rehab Batam, Ali menuturukan tak hanya karena rendahnya kesadaran masyarakat Kepri. Tapi karena ada rasa malu, untuk memasukan anak, keluarga ke Loka Rehab Batam.

“Banyak ke luar (Rehabilitasi, red),” tutur Ali.

Hal yang sebaliknya juga terjadi dengan masyarakat yang di Medan dan Jambi. “Tak mau rehab di daerah asal. Makanya ke Batam,” ujar Ali.

Ia mengatakan saat ini, Loka Rehab Batam masih bisa menampung pasien lainnya.

“Belum full, masih bisa. Datang saja, dan itu bebas biaya. Free, alias gratis. Dan datang ke sini tak ditangkap, tapi dipulihkan agar kembali sehat,” pungkasnya. (ska)

Banyak Potensi Parkir Tak Digarap, Parkir Mandiri hanya 98 Titik

0
Juru parkir memungut uang parkir di Alfamart di Bengkong, Sabtu (30/9). Sekarang ini Dishub menempatkan juru parkir di Alfamart dan Indomaret semenjak menunggaknya pembayaran uang parkir oleh Alfamart dan Indomaret kepada Dishub Kota Batam. F. Dalil Harahap/batam Pos

batampos.co.id – Dinas perhubungan Kota Batam menyebutkan bahwa titik parkir mandiri di Batam hanya 98 titik. Jumlah tersebut sangat jauh dari potensi yang ada di Batam. DPRD Kota Batam menyebut, jumlah tersebut sangat tidak masuk akal.

“Kalau sekarang ini ada 98 titik, tetapi untuk kedepannya mungkin akan bertambah,” kata kepala UPT Parkir Tongam.

Ia mengatakan titik parkir mandiri ini termasuk pertokoan, mini market dan pasar. Di mana tagihan uang parkirnya bervariasi tergantung letak dan tempatnya.

“Itu bervariasi semua. Saya lupa berapa pastinya, masing-masing titik,” katanya.

Sementara itu kepala dinas perhubungan Kota Batam Yusfa Hendri tidak mau berkomentar mengenai masalah parkir di Batam. Ia mengaku tidak tahu pasti berapa jumlah titik parkir mandiri di Batam.

“Yang teknis saya tidak tahu. Yang tahu itu kepala UPT parkir,” katanya.

Sementara itu, anggota komisi III DPRD Kota Batam Werton Panggabean mengatakan jumlah titik parkir mandiri bisa lebih dari 300 titik. Artinya data dari Dishub sangat tidak akurat.

“Alfamart sama Indomaret saja sudah lebih dari 100 unit. Belum lagi minimarket. Jadi kalau dibilang hanya 98 titik, itu tidak masuk akal,” katanya.

Menurutnya, sangat banyak potensi parkir yang hilang jika memang Dishub hanya menyebut ada 98 titik parkir. Dan ia berharap Yusfa bisa berbenah dan benar-benar bekerja.

“Turunlah ke lapangan, jangan hanya di kantor saja. Termasuk tongam yang harus lebih aktif. Buatlah data yang masuk akal,” katanya.

Ia juga berharap Yusfa benar-benar bisa menertibkan Parkir sehingga tidak bertentangan dengan Perda parkir sehingga PAD dari parkir bisa dimaksimalkan. Menurutnya target parkir lebih dari Rp 30 parkir harusnya bisa tercapai di tahun mendatang.

“Banyak potensi yang belum tergarap. Dan ini harus digarap sebaik mungkin. Jangan realisasi parkir di 2018 mendatang jauh dari target seperti di tahun ini,” katanya. (ian)

Investasi 2018, Butuh 5.000 Tenaga Kerja

0
Gubernur Kepri Nurdin Basirun memperlihatankan perencanaan pengembangan Kawasan Galang Batang kepada tim KEK Lintas Kementerian Sabtu (29/7). F. Humas Pemprov Kepri untuk Batam Pos.

batampos.co.id – Dua investasi berskala besar akan menyerap ribuan tenaga kerja di Bintan. Dua investasi itu yakni Bandara Bintan Aviation Investment yang dibangun Group Gallant Venture Ltd di Desa Busung Kecamatan Seri Kuala Lobam dan Kawasan Ekonomi Khusus di Galang Batang, KecamatanGunung Kijang yang dikelola oleh PT Bintan Alumina Indonesia (BAI). Ini diungkapkan oleh Bupati Bintan Apri Sujadi di kantornya, Bandar
Seri Bentan, di Bintan Buyu, Rabu (4/10) kemarin.

Apri mengaku, dirinya sangat optimis akan dibukanya ribuan lapangan kerja melalui realisasi kedua investasi tersebut pada tahun 2018. Terlebih, saat ini draf PP Kawasan Ekonomi Khusus Galang Batang diakuinya sudah di meja Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan segera diteken. Bahkan katanya pemerintah daerah terus melakukan komunikasi dengan pemerintah pusat, supaya kedua investasi tersebut dapat segera terealisasi. “Sejauh ini, perkembangan keduanya berjalan baik,” katanya.

Bukan hanya itu, dirinya sudah meminta Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja Kabupaten Bintan, Hasfarizal Handra untuk memperhatikan regulasi penerimaan tenaga kerja khususnya dari kedua investasi tersebut. Sebab diperkirakan, lebih dari 5 ribu tenaga kerja akan terserap dari kedua investasi tersebut. Ia juga mengingatkan, supaya perusahaan yang nantinya akan
beroperasi agar memperhatikan tenaga kerja lokal. “Harus memprioritaskan pekerja lokal,” tegasnya.

Sementara itu, Gubernur Kepri Nurdin Basirun seusai perayaan sembahyang keselamatan di Vihara Dharma Shanti Tanjunguban, Selasa (3/10) lalu juga mengakui, draf PP KEK Galang Batang sudah di meja Presiden Joko Widodo. Ia berharap draf tersebut segera diteken oleh Presiden Joko Widodo, sehingga investasi di kawasan Galang Batang
segera terealisasi dan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi di
Kepri.

Sebagaimana diketahui, pembangunan smelter di lokasi lahan KEK (Kawasan Ekonomi Khusus) Galang Batang dengan luas sekitar 2.500 hektare ini sudah dikunjungi oleh Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) beberapa pekan waktu lalu dan hanya tinggal menunggu keputusan Presiden.

Sedangkan Bandara Busung yang menjadi bandara swasta di Indonesia dengan landasan pacu sekitar 3,8 Km ini, sudah mendapatkan proses perizinan dari pemerintah pusat. (cr21)

Lis Keluhkan Lambatnya Pembahasan APBDP

0

batampos.co.id – Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah mengeluhkan lambatnya pembahasan APBD Perubahan 2017 di tingkat DPRD Tanjungpinang. Karena menurut Lis, sudah cukup lama waktu yang menjeda sejak pembahasan kebijakan umum anggaran. Padahal, kata dia, biasanya tahapan ini hanya berlangsung seminggu saja.

Karena itu, dikhawatirkan terjadi keterlambatan pada pengesahan APBD Perubahan tahun ini. Jika terjadi, dapat berimbas pada keterlambatan pula pengerjaan program-program yang tersisa di triwulan akhir tahun ini. “Masalahnya kalau sampai terlambat, jangan Pemko yang disalahkan,” tegas Lis, Rabu (4/10).

Mengapa Pemko Tanjungpinang enggan disalahkan jikalau sampai terjadi keterlambatan, Lis menerangkan pihaknya sudah siap melakukan pembahasan lanjutan. Bahkan kalau perlu disejalankan dengan pembahasan rancangan APBD 2018 yang memang sudah lebih dahulu diajukan ketimbang APBD Perubahan tahun ini.

“Kalau juga tidak ada lanjutan dari DPRD, saya akan surati mereka untuk mempercepatnya,” tegas Lis.

Terpisah, anggota Badan Anggaran DPRD Tanjungpinang, Simon Awantoko menjelaskan bahwa DPRD Tanjungpinang sedang dalam pembahasan APBD Perubahan 2017 ini. “Sekarang sedang pembahasan APBD P, masih di KUA-PPAS. Belum masuk sampai pembahasan detail dengan OPD terkait. Kami masih membahas dengan TAPD dulu,” ujar Simon.

Pada postur APBD Perubahan tahun ini, Pemko Tanjungpinang mendapatkan kucuran dana tambahan dari Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp 29,99 miliar. Angka itu akan dialokasikan sesuai dengan kebutuhan yang sudah mendesak dan sudah diajukan pada tahap sebelumnya. Kenaikan DAK pada perubahan anggaran tahun ini juga menambal penurunan yang diterima Pemko dari penerimaan alokasi dana alokasi umum sebesar Rp 3,97 miliar. (aya)

Seragam Sekolah Segera Dibagikan

0
Tamsir. F. Dok Batam Pos.

batampos.co.id – Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bintan, Tamsir memastikan bantuan untuk kelengkapan sekolah bagi seluruh siswa baru tahun ajaran 2017/2018 akan diserahkan langsung pada pekan ketiga di bulan Oktober.

“Persiapan sudah mencapai 90 persen. Insyaallah, Jumat (20/10) mendatang, sudah mulai kita Bagikan,” jelas Tamsir, Rabu (4/10).

Penyerahan bantuan seragam sekolah gratis yang dianggarkan sebesar Rp 5 miliar, pada APBD 2017, ini lanjutnya akan dibagikan melalui sekolah masing-masing.

“Bantuan seragam yang diberikan diantaranya, baju osis, topi, dasi, seragam pramuka, baju melayu, baju olah raga, baju batik, tas, buku tulis, sepatu, serta kaos kaki,” terangnya.

Dirinya juga menyebutkan masing-masing siswa nantinya akan mendapatkan satu stel dari setiap seragam yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan belajar mengajar.

“Sebanyak 6.650 siswa nantinya yang akan menerima bantuan ini, sesuai dengan jumlah siswa baru yang terdaftar di Bintan,” sebutnya.

Tamsir berharap mudah-mudahan bantuan yang diberikan pemerintah daerah ini bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh siswa untuk mendukung proses belajar.

“Doakan saja semoga tidak ada halangan yang terjadi. Begitu selesai dibuat, sepatnya kita akan bagikan ke sekolah,” imbuhnya. (cr20)