Sabtu, 9 Mei 2026
Beranda blog Halaman 13005

Walikota Batam: Fasilitas Kesehatan Harus Diperbaiki

0

batampos.co.id – Wali Kota Batam Muhammad Rudi berharap fasilitas dan pelayanan kesehatan di Kota Batam bisa lebih ditingkatkan.
Hal itu sesuai dengan kondisi Batam yang akan dikembangkan menjadi kota pariwisata.

“Kalau Batam jadi kota pariwisata, fasilitas kesehatan harus diperbaiki. Karena dua hal itu saling berkaitan,” kata Rudi saat menghadiri seminar sehari RSBP Batam bersama IDI Batam dan Iluni Fak Kedokteran di Hotel Harmoni One, Batamcenter, Minggu (15/10).

Bahkan, Rudi menginginkan Batam bisa memiliki rumah sakit khusus dengan peralatan lengkap. Sehingga masyarakat ( baik dari Batam maupun luar Batam) tak perlu lagi berobat ke Malaysia dan Singapura. Sebab, rumah sakit khusus itu diharapkan bisa fokus menangani satu penyakit dari mulai yang kecil hingga besar.

“Saya ingin Batam bisa memiliki rumah sakit khusus. Selain untuk berwisata, masyarakat juga bisa berobat disini. Jadi tak perlu jauh-jauh keluar negeri lagi,” terang Rudi.

Rudi yakin kemampuan yang dimiliki oleh dokter di Indonesia jauh lebih hebat dibandingkan negara tetangga (Malaysia dan Singapura). Bahkan, untuk Batam sendiri bisa menyediakan peralatan rumah sakit secanggih di rumah sakit di Malaysia dan Singapura. Hanya saja cara pelayanan di rumah sakit harus bisa dibenahi, sehingga merubah keinginan masyarakat untuk berobat keluar.

“Kemampuan dokter apalagi alumni UI (Universitas Indonesia) tak perlu diragukan lagi. Karena itu menurut saya tepat rasanya jika di Batam dibangun rumah sakit khusus,” ujar mantan anggota DPRD Batam ini.

Hanya saja, Rudi masih bingung jenis rumah sakit khusus apa yang ada dibangun di Batam. Ia menginginkan rumah sakit khusus yang banyak dikeluhkan masyarakat Indonesia. Dimana, masyarakat rela untuk keluar negeri hanya untuk berobat penyakit tersebut.

“Kalau jantung kan sudah ada ditangani oleh BP Batam. Nah ini masih bingung rumah sakit khusus apa yang akan dikelola kami (Pemko). Nah mumpung disini banyak alumni UI, makanya saya tanya rumah sakit khusus apa yang bagus didirikan di Batam. Sebab, mereka lebih paham,” jelas Rudi.

Menurut dia, jika kedepannya rumah sakit khusus itu berdiri. Ia ingin sejumlah dokter spesialis siap ditempatkan disana. Jangan sampai, rumah sakit berdiri dengan alat yang canggih, namun dokternya tak ada.

“Saya mau menganggarkan dana yang besar untuk rumah sakit ini. Asal semuanya bisa serius. Dan mari bersama-sama berubah mainset masyarakat untuk berobat di Indonesia. Karena kita tak kalah hebat dari negara Malaysia atau Singapura,” imbuh Rudi.

Ketua Iluni Kedokteran Angkatan 1997, Herri Dadi, perlu adanya diskusi dengan sejumlah pihak untuk memastikan rumah sakit khusus apa yang bisa didirikan di Batam. Sebab, untuk mendirikan rumah sakit khusus harus ada survei dan keseriusan dari berbagai pihak.

“Saya belum bisa menjawab rumah sakit khusus apa yang cocok didirikan di Batam. Itu perlu didiskusikan,” terang Herri.

Menurut dia, pengobatan di rumah sakit Indonesia tak jauh berbeda dengan negara tetangga. Hanya saja, perlu adanya pembenahan pelayanan.

“Untuk pengobatan kita sama, bahkan lebih baik. Banyak dokter Indonesia yang bisa menyembuhkan penyakit yang tidak bisa disembuhkan di Malaysia. Dan hal ini kurang banyak diketahui masyakarat,” imbuh Herri.

ilustrasi Foto Cecep Mulyana/Batam Pos

Ketua IDI Cabang Batam, Soritua Sarumapet mengatakan saat ini di Batam terdapat sekitar 700 dokter, 200 diantaranya merupakan dokter spesialis.

“Kalau untuk kebutuhan dokter di Batam saya rasa cukup dengan jumlah penduduk. Namun, memang pelayanan yang harus ditingkatkan,” bebernya.

Sementara Direktur RSBP Batam Sigit Riyanto mengatakan jika saat ini rumah sakit yang dipimpinnya sedang tahap pembenahan. Bahkan pihaknya ingin memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat Batam.

“Saat ini kami sedang berbenah dan memperbaiki kualitas pelayanan. Sehingga bisa bersaing dengan luar negeri. Dan saya harap rumah sakit swasta juga bisa berbenah, apalagi untuk pelayanan,” terang Sigit.

Menurut dia, RSBP juga ditunjuk sebagai rumah sakit pencegah jantung korener. Bahkan dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan mou tentang ketepatan waktu pelayanan di RSBP.

“Di RSBP kami memiliki 35 dokter umum dan 12 dokter spesialis. Bahkan tahun 2018 mendatang kami akan menguprade alat-alat medis dan operasional RSBP. Sehingga tahun 2019 bisa bersaing dengan Malaysia,” imbuhnya.

Disisi lain, Sigit juga menjelaskan tujuan seminar Ikatan alumni FK kedokteran UI adalah untuk berbagi pengetahuan ke sesama dokter dan masyarakat. Sehingga sistem pelayanan yang diberikan kepada masyarakat bisa lebih baik. (she)

 

 

Jalan Marina City Masih Diawasi Polisi

0
Personel Brimob bersama mobil patroli Polsek Batuaji melintas di Jalan Brigjen Katamso, Batuaji melakukan patroli tindak kejahatan berupa begal, curas, jambret dan kejahatan lainnya, Minggu (15/10). Patroli dilakukan di pasar-pasar, tempat ibadah dan jalanan. F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Jalan raya Marina City kembali diawasi polisi. Jalan tersebut belakangan memang kembali marak dengan aksi balap liar yang kerap mencelakai pengguna jalan lain. Padahal sebelumnya polisi sudah menertibkan lokasi jalan itu dari aksi balap liar ataupun pelaku kriminal jalan.

Pantauan di lapangan, dua pekan terakhir ini memang pengawasan dari polisi agak longgar sebab pengawasan fokus pada akhir pekan saja. Kesempatan itu kembali dimanfaatkan oleh kelompok remaja bersepeda motor untuk melakukan aksi balap liar di sepanjang jalan itu. Keluhan pengguna jalan kembali berdatang sehingga pihak kepolisian kembali fokus bertindak. Akhir pekan kemarin, puluhan personil gabungan dari Polsek Batuaji, Polsek Sekupang dan Sat Sabhara Polresta Barelang kembali mengawasi jalan itu. Selain patroli, polisi juga menempatkan anggota berseragam di sepanjang jalan tersebut.

“Semua turun, ini sifatnya antisipasi. Belakangan memang kembali berkeliar mereka (pelaku balap liar) makanya ini harus diawasi terus kedepannya,” ujar Kapolsek Batuaji.

Pengawasan bertujuan untuk menjamin keamanan dan kenyamanan pengendara di sepanjang jalan yang belakangan marak terjadi aksi kriminal jalanan seperti jaambret, begal dan penganiyaan lainnya.

“Kami juga peringatkan lagi kepada orangtua yang punya anak remaja agar perhatikan kegiatan anaknya di luar jam sekolah. Ini kalau ketangkap (melakukan tindakaan kriminal) akan ditindak tegas. Ini sudah atensi. Sekalipun masih kecil (dibawa umur) tapi ulah mereka meresahkan,” ujar Sujoko.

Respon dari aparat kepolisian itu disambut baik masyarakat pengguna jalan di Marina City. Masyarakat mendukung jika polisi setiap hari mengawasi jalan tersebut.

“Kalau hanya sekali-sekali saja nanti mereka (pelaku balap liar atau pelaku kriminal jalanan) kucing kaleng sama polisi. Kalau setiap hari ada polisi yang awasi jalan ini tentu mereka tak berani main lagi,” ujar Argadifan, warga Marina Raya.

Selain di lokasi jalan tersebut, titik jalan rawan lainnya seperti di Brigjen Katamso, Tanjunguncang, jalan depan Taman Makam Pahlawan Batuaji juga jadi fokus perhatian polisi. Titik jalan tersebut selama ini cukup rawan dengan aksi kriminal jalanan dan juga balap liar. (eja)

Keluh Kesah Warga Batam tentang Layanan Parkir

0

batampos.co.id – Pengelolaan parkir di Kota Batam kian meresahkan masyarakat. Petugas parkir kini semakin asal memberikan karcis kepada pemilik kendaraan. Karcis parkir yang seharusnya untuk mobil juga malah diberikan juga kepada sepeda motor.

Agustina, salah seorang warga mengaku kesal oleh ulah juru parkir yang berada di Komplek Batam Centre Square. Ia yang tengah memarkirkan motornya di salah satu ruko disana dikenakan tarif parkir Rp 2.000 ribu. Padahal, sesuai aturan hanya seribu.

“Saya minta karcisnya. tapi begitu dilihat ternyata untuk mobil,” kata dia.

Menurut duia, kelakuan juru parkir ini bukan pertama kali. Hampir setiap kali parkir di daerah tersebut, mereka kerap kali berikan kertas parkir mobil. Meskipun yang parkir motor. Saat ditanya, mereka selalu beralasan kertas parkir motor habis.

“Masak tiap hari kertasnya habis. Lagian yang parkir disana kebanyakan mobil. Kenapa tak pernah habis karcisnya,” kata dia.

Hal senada juga dialami Indri. Ia sering kali mengalami tindakan juru parkir yang meminta tarif Rp 2.000.

“Dikasih karcis mobil, ya otomatis bayar Rp 2.000 lah. Pernah juga saya tanya kenapa kasih parkir mobil, malah mereka yang marah,” keluhnya.

Padahal retribusi parkir sendiri sebenarnya pelayanan. Bukan sekedar uang parkir yang ditarik dari masyarakat.

“Kami buka masalah tak rela. Tapi cara mereka narik uang parkir,” sesalnya.

Di Batuaji, masyarakat juga resah dengan ulah juru parkir yang tidak pernah memberikan karcis kepada pemilik kendaraan.

“Saat diminta tak pernah ada. Ini benar-benar masuk ke kas daerah atau kantong mereka,” kesal Andre, warga Putri Hijau.

ilustrasi . F.Rezza Herdiyanto/Batam Pos

Setahu dia, kertas parkir disediakan untuk bukti dan laporan berapa kali jumlah parkir ke Dinas Perhubungan.

“Kalau hanya narik-narik saja, penipuan dong. Masak setiap kali diminta karcisnya tak pernah ada,” sebut dia.

Jukir tanpa kertas parkir juga berkeliaran di pasar kaget. Saat diminta kertas parkir mereka malah marah-marah.

“Saya resmi disini. Mau lapor, lapor sekalian ke polisi. Tak takut saya,” tantang jukir tanpa atribut resmi Dishub Batam itu.

Anggota Komisi III DPRD Batam, Rohaizat menegaskan, bahwa tarif parkir tepi jalan umum hanya Rp seribu untuk motor dan Rp 2 ribu untuk mobil. Tarif parkir rumija ini sudah ditetapkan dan disahkan lewat peraturan daerah (perda) parkir Batam.

“Kalau sudah diperdakan otomatis wajib diterapkan,” tegasnya.

Ia menambahkan, petugas parkir juga berkewajiban memberikan kertas parkir yang sesuai dengan kendaraannya.

“Kertas inikan sebagai bukti. Bahwa retribusi yang dilakukan dishub. Jangan pula parkir motor bayar parkir mobil,” tuturnya. (rng)

Walikota Batam kembali Surati Pusat Terkait e-KTP

0
Ratih pegawai Kecamatan Batamkota sedang melakukan registrasi dan pencetakan KTP.F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Masyarakat Kota Batam yang telah merekam dan belum memiliki E-KTP masih harus besabar. Sebab, e-KTP di Kota kembali kosong pasca penambahan 4000 blanko oleh pemerintah pusat.

Wali Kota Batam, Muhammad Rudi kembali menerima laporan dari Kepala Dinas Kependudukan atas kekosongan blanko e-KTP. Bahkan, sejumlah masyarakat mengeluhkan belum memiliki e-KTP padahal sudah merekam.

“Blanko di Batam memang sedang kosong. Dan saya sudah mendapat laporan itu,” terang Rudi di Harmoni One Hotel, Batamcenter, Minggu (15/10).

Menurut dia, kekurangan blanko itu telah disampaikan kembali ke pemerintah pusat. Ia menyatakan jika Batam masih butuh sekitar 70 ribu blanko.

“Saya sudah surati beberapa hari lalu. Karena Batam butuh 70 ribu blanko dan masyarakat sudah banyak mengeluh,” terang Rudi.

Dikatakan Rudi, kebijakan penyediaan blanko ada di pemerintah pusat. Pemko Batam hanya bisa menunggu penyediaan blanko oleh pemerintah pusat.

“Kami tak bisa apa-apa karena ini wewenang pemerintah pusat. Jadi saya harap masyarakat besabar. Mudah-mudahan secepatnya dapat tambahan lagi,” pungkas Rudi. (she)

 

Hari Ini, Hari Terakhir bagi Parpol Daftar Pemilu

0
ilustrasi

batampos.co.id – Sehari menjelang penutupan pendaftaran partai politik peserta pemilihan umum 2019, Minggu (15/10), baru sembilan partai yang sudah menyerahkan persyaratan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Kepri di Tanjungpinang. Itu pun tidak semua berkas lengkap.

Ketua KPU Kepri, Said Sirajudin, yang dihubungi tadi malam mengatakan baru sembilan parpol yang mendaftar.

“Sampai hari ini (kemarin, red) baru ada sembilan parpol yang datang untuk menyerahkan syarat-syarat dibutuhkan untuk menjadi peserta pemilu 2019 mendatang,” ujar Said.

Ia menyebutkan, kesembilan parpol tersebut adalah Partai Persatuan Indonesia (Perindo), Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Partai Beringin Karya (Berkarya), Partai NasDem, Partai Keadilan Sejahtera, Partai Golkar, Partai Gerindra, Partai Amanat Nasional (PAN), dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Dijelaskan Said, jika dirinci per kabupaten/kota belum semua partai di atas datang ke KPU.

“Karena besok (hari ini, red) adalah batas terakhir untuk menyerahkan dan melengkapi berkas. Kita berharap parpol yang sudah mendaftar di tingkat nasional juga dapat merampungkan kewajibannya di daerah,” ujar Said.

Dokumen yang dibutuhkan untuk pendaftaran partai adalah Kartu Tanda Anggota (KTA), Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektonik pengurus, baik itu yang hard copy maupun soft copy. Lebih lanjut, katanya, setelah tahapan ini selesai akan dilanjutkan dengan pelaksanaan verifikaai faktual pada Desember mendatang.

“Kami di tingkat provinsi melakukan verifikasi kepengurusan parpol di tingkat provinsi. Seperti ketua, sekretaris, bendahara, alamat kantor, dan keterwakilan perempuan 30 persen dalam parpol tersebut,” jelasnya.

Sedangkan KPU di kabupaten/kota akan melakukan verifikasi faktual secara menyeluruh. Selain memverifikasi kepengurusan di tingkat kabupaten/kota, juga bertanggungjawab untuk memverifikasi masing-masing anggota yang sudah disampaikan pada tahapan sekarang ini.

“Bagaimana hasil besok (hari ini, red) tentu akan kami sampaikan ke KPU Pusat,” kata Said.

Di tingkat pusat, hingga kemarin, mayoritas parpol yang telah mengakses Sistem Informasi Partai Politik (Sipol) belum mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU). Dari total 31 parpol, baru tujuh yang sudah menyelesaikan syarat pendaftaran.

Berdasar data KPU, 14 parpol tercatat sudah menyerahkan berkas-berkas persyaratan pendaftaran. Berkas tujuh parpol dinyatakan lengkap dan diterima. Adapun empat berkas parpol lainnya dikembalikan karena kurang lengkap. Tujuh parpol yang berkasnya sudah lolos adalah Partai Perindo, PDIP, Gerindra, Nasdem, Hanura, PAN, dan PKS. Yang masih melakukan perbaikan adalah PSI, Partai Berkarya, Republik, dan PPP.

Sejumlah parpol juga tampak mendaftar kemarin. Mereka adalah Partai Golkar, Garuda, dan Partai Bhineka Indonesia. Hingga berita ini ditulis, berkas persyaratan ketiganya masih diteliti petugas KPU. Mengacu pada data pengakses Sipol, masih ada 17 partai yang belum mendaftar. Empat di antaranya merupakan partai peserta Pemilu 2014. Yakni, PKB, PKPI, PBB, dan Partai Demokrat.

Komisioner KPU RI, Wahyu Setiawan, mengatakan pihaknya enggan berspekulasi terkait dengan potensi banyaknya partai yang gugur di fase awal. ’’Ya, kita lihat sampai batas akhir tanggal 16 (hari ini pukul 24.00),’’ tuturnya di sela-sela pendaftaran di Kantor KPU RI, Jakarta.

Namun, dia menegskan bahwa KPU akan memberikan perlakuan yang sama pada semua partai politik. Tidak peduli partai besar maupun kecil. Jika sampai deadline nanti malam parpol belum menyelesaikan kewajibannya di Sipol dan pendaftaran, otomatis gugur.

Pria asal Banjarnegara itu menambahkan, pihaknya tidak memiliki rencana memperpanjang masa pendaftaran. Sebab, secara teknis tidak ada persoalan yang signifikan. Misalnya, terkait Sipol. Banyaknya partai yang telah menyelesaikan input data menunjukkan bahwa secara umum tidak ada persoalan selama partai memang siap.

’’Kalau Sipol bermasalah, semua parpol pasti mengalami kesulitan. Buktinya, banyak parpol yang menggunakan dan bisa,’’ tambahnya. (jpg/far/c15/fat)

Kompak Lepas Sandal demi Berburu Belanjaan

0

batampos.co.id – Berbekal semangat berburu belanjaan, peserta Family Shopping (Famshop) Batam Pos, Junar Manurung mampu menyelesaikan belanjaannya dengan sempurna. Stiker bonus pun cepat didapatnya. Padahal waktu masih menyisakan beberapa menit.

Junar Manurung datang bersama istrinya, Erlida Pardede dan ketiga adik perempuannya, Melva Manurung, Resi Manurung serta Mega Sari, Sabtu (14/10) sore. Sebelum dimulai, Junar diarahkan panitia Family Shopping (famshop), Cindy dan Andri mengenai tata cara ikut program famshop yang digelar Batam Pos bekerjasama dengan BPR Sejahtera Batam (SB) tiap seminggu sekali ini.

Junar disarankan agar tak mengambil barang belanjaan di atas harga Rp 20 ribu. Peserta hanya diperbolehkan mengambil satu item barang pada produk yang sama. Panitia juga menjelaskan soal bonus Rp 250 ribu yang tersimpang di antara produk tertentu.

“Cari barang belanjaan sesuai yang disepakati, jangan melebihi harga yang kami tentukan, sembari mencari stiker bonus yang tertempel di salah satu produk. Bila waktu masih tersisa, lanjutkan berbelanja. Bila bonus didapat, total modal belanjanya Rp 750 ribu,” ujar Andri.

Usai mendapat pengarahan, Junar dibantu istri dan ketiga adik perempuannya diperbolehkan mensurvei terlebih dahulu tempat belanjaan di setiap sudut lorong rak barang Carrefour Kepri Mall.

Usai mensurvei, Junar kembali ke garis start yang ditentukan panitia famshop. Kali ini waktu yang diberikan peserta famshop untuk berbelanja lumayan panjang yakni 10 menit. Begitu semua siap, panitia famshop memberi aba-aba dimulainya famshop dengan membunyikan sirine toa.

Sebelum dimulai, Junar berkumpul dengan istri dan ketiga adik perempuannya, membicarakan strategi berburu belanjaan. Agar berburunya lebih cepat, dan berlarinya lebih ringan, Junar, istrinya dan ketiga adiknya memilih melepaskan sendalnya.

Begitu sirine berbunyi, Junar yang mendorong troli belanjaan. Sedangkan ketiga adik perempuannya, serta istri peserta, Erlida bertugas mencari barang belanjaan.

Rak barang yang pertama dimasuki adalah rak yang menyediakan aneka produk ikan olahan kemasan kaleng atau sarden . Di rak tersebut, Erlida dan Junar mencoba mengambil satu produk sarden.

Junar kembali mengarahkan troli menuju rak yang menyediakan aneka produk pelembut serta pewangi pakaian. Beberapa produk pewangi pakaian kembali dibolak-balikkan kemasannya sebelum satu produk dipilihnya untuk dimasukkan ke troli belanjaannya.

Berikutnya Junar mengarahkan trolinya menuju rak yang menyediakan aneka produk biskuit kemasan kaleng. Satu produk biskuit kemasan kaleng dimasukkannya ke dalam troli.

Berikutnya Junar memasuki rak yang menyediakan aneka jenis produk tisu. Satu produk tisu pun juga diambilnya.

Peserta kali ini semangat sekali. Ia memilih mendorong troli dengan berlari. Setelah barang yang dicarinya dimasukkan ke troli belanjaan, peserta kembali berlari menuju rak barang lainnya.

Berikutnya Junar memasuki lorong yang menyediakan aneka produk buah kemasan kaleng. Satu produk diambilnya, Junar kembali berlari memasuki lorong berikutnya yakni lorong aneka produk kecap manis dan saus sambal.

“Waktu sudah berjalan lima menit, masih tersisa lima menit lagi, masih panjang untuk berburu barang belanjaan dan mencari stiker bonusnya. Stiker bonus kami tempel di produk pembersih piring yakni Sunlight,” ujar panitia Famshop memberikan petunjuk ke peserta.

Begitu petunjuk disebutkan panitia, Junar bersama ketiga adik perempuannya dan istrinya langsung berlari ke lorong yang menyediakan aneka deterjen pembersih piring.

Berhenti di produk Sunlight, ketiga adiknya dengan sigap membongkar-bongkar kemasan Sunlight. Tak lama, stiker bonus ditemukannya dan satu deterjen Sunlight diambilnya. Mereka kembali berlari mencari-cari lagi barang yang hendak diincarnya.

“Ayo semangat lagi, waktu sudah berjalan enam menit, masih tersisa panjang, empat menit lagi. Tampaknya peserta kali ini troli belanjaannya sudah hampir penuh,” ujar panitia Famshop.

Kali ini waktu yang masih tersisa dua menit, peserta yang tadinya berlari, saat ini lebih santai bahkan menghentikan berburu belanjaanya.

“Santai dululah, stiker bonus sudah kami dapat, belanjaan di troli sudah hampir tak muat lagi,” ujar Junar.

Tak terasa waktu berburu belanja tinggal menyisakan beberapa detik lagi. .

“Stop, waktu berburu barang belanjaan sudah habis. Silakan peserta langsung menuju kasir di depan,” ujar panitia mengarahkan peserta untuk menghentikan perburuan belanjaannya.

Troli belanjaan didorong ke lorong kasir. Saat pengecekan dang menghitung jumlah harga barang oleh panitia dibantu kasir, tak satupun produk yang dilarang diambil, masuk dalam troli belanjaan Junar dan ketiga adiknya.

Setelah semua barang belanjaan dihitung, total barang yang diambil oleh Junar mencapai Rp 1.324.800. Kelebihan belanjaan sebanyakRp 574.800 harus dibayar dari koceknya sendiri oleh peserta.

“Puas banget. Baru pertama ini saya terpilih menjadi peserta berbelanja gratis. Makanya saya kumpulkan adik saya untuk membantu saya berburu belanjaan. Rasa capek itu serasa hilang langsung begitu mendapatkan stiker bonus,” terang Junar.

Junar sendiri sebelum berburu belanjaan sudah menginstruksikan ke adik dan istrinya agar memanfaatkan waktu secepat mungkin, biar lebih santai seandainya mencari stiker bonusnya.

Pada penutupan acara famshop, panitia menggelar kuis berhadiah ke pengunjung Carrefour Kepri Mall. Pertanyaan yang dilontarkan seputar produk Batam Pos atau BPR Sejahtera Batam.

Kali ini pengunjung Carrefour yang beruntung dari kuis Batam Pos adalah Tugiman, warga Komplek Bengkong Indah 3 dan berhak mendapatkan voucher gratis berlangganan Batam Pos selama sebulan penuh.

Sedangkan pemenang kuis BPR Sejahtera Batam ada dua yakni IIn dan Titi Febrianti, warga Rusun Muka Kuning. ***

 

KPR Fix Duo, Bunga Rendah Hadiah Melimpah

Seiring dengan banyaknya pembangunan rumah dan permintaan nasabah untuk bunga yang lebih murah, BPR Sejahtera Batam (SB) menghadirkan pinjaman yakni KPR Fix Duo dengan promo bunga mulai dari 6.88 persen untuk membantu nasabah yang ingin memiliki rumah dengan bunga yang murah dan angsuran yang ringan.

Selain program KPR Fix Duo, BPR SB juga memiliki fasilitas pinjaman seperti Kredit Serba Guna (KSG) dimana tujuan penggunaan adalah untuk biaya pernikahan, pendidikan anak, liburan, renovasi, pengobatan dan keperluan konsumtif lainnya.

Selain itu BPR SB juga memiliki produk Kredit Pembelian Mobil (KPM) untuk pembelian mobil, baik mobil baru ataupun bekas. Ada lagi produk Kredit Fleksibel Sejahtera (KFS) untuk para pengusaha yang membutuhkan modal kerja dan berbagai produk lainnya.

Jangan lupa, BPR SB juga menghadirkan SB Superboom periode Mei 2017 sampai Mei 2018 dengan total hadiah mencapai Rp 500 juta atau setengah miliar rupiah dengan hadiah utamanya berupa satu unit mobil Daihatsu Xenia dan berbagai hadiah menarik lainnya.

Ayo segera bergabung menjadi nasabah BPR SB. Menangkan dan rasakan ekstra kejutannya berkali-kali. Cukup dengan agunkan BPKB kendaraan anda, sertifikat rumah, ruko,gedung, emas antam, bilyet deposito SB ke BPR SB dan dapatkan kemudahan kredit serbaguna dan biaya murah.

Kunjungi segera kantor operasional BPR SB di berbagai wilayah di Batam seperti di Komplek Tanjungpantun Blok A Nomor 13-14 Jodoh, Komplek Pertokoan Aviari Pratama Blok A4 Nomor 8 Batuaji, Komplek Citra Mas Blok A Nomor 4 Penuin, Komplek Pertokoan Botania Garden Blok A1 Nomor 2 Batamkota, dan di Komplek Pertokoan Mitra Raya Blok A Nomor 1 Batamkota. (gas)

Bilik ATM Berpintu Kelambu

0

Pasti sudah sering datang ke anjungan tunai mandiri (ATM) kan?! ATM senantiasa ditempatkan di lokasi aman dan ramai. Bilik ATM pun kerap diberi pintu kaca.

Nah, foto diatas ialah sebuah bilik ATM i jalan Sudirman, Ranai, Kabupaten Natuna.

Satu bilik berdinding kaca nampun tiada pintu kaca, hanya sebuah tirai kain.

Diyakini lokasinya aman.

RSUD Batam Bukukan Pendapatan Rp 59 Miliar

0
Pasien melitasi lorong di Poli RSUD Embung Fatimah, Batuaji. F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Pasca diubah, target pendapatan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah tahun 2017 Rp 80 miliar. Target ini turun Rp 5 miliar dari penetapan semula Rp 85 miliar.

Plt RSUD Embung Fatimah, Didi Kusmarjadi, meyakini, target pendapatan akan tercapai akhir tahun.

“Per Juni saja, kita sudah dapat sekitar Rp 40 miliar lebih, ini diluar piutang Rp 19 miliar,” kata Didi, yang juga Kepala Dinas Kesehatan Batam ini.

Dengan demikian, ia optimis target Badan Layanan Usaha Daerah (BLUD) yang sementara ia pimpin pasca dr Gunawan mengundurkan diri tersebut akan tercapai.

“Masih ada beberapa bulan lagi, kemungkinan tercapai besar sekali,” sebutnya.

Namun ia tak menampik, kini RSUD Embung Fatimah mengalami penurunan pasien. Tak memiliki data pasti karena hari libur, ia memastikan jumlah pasien turun dibanding tahun 2016. “Yang 2017 ini persis tahun 2015,” katanya.

Ia mengatakan, penurunan pasien bukan karena RSUD Embung Fatimah tak diminati. Namun karena kebijakan rujukan berjenjang.

Pasien akan terlebih dahulu ke RS tipe C sebelum dirujuk ke RS yang tipenya lebih tinggi. Alhasil pasien yang berobat ke rumah sakit milik pemerintah seperti RSUD Embung Fatimah, menurun.

“Ini salah satunya. Yang panen sekarang kayak RS Harapan Bunda, RS Elisabeth, RS Casa Medica,” pungkasnya. (cr13)

Walikota Batam: Stok Sembako Cukup

0

batampos.co.id – Sembako jadi salah satu hal yang klasik yang mempengaruhi inflasi, tak hanya itu di Batam sendiri kenaikan tarif listrik sebesar 15 persen Oktober mendatang, juga dinilai akan turut menyumbang angka inflasi.

Terkait kenaikan tarif listrik, Wali Kota Batam Muhammad Rudi tak banyak berkomentar, menurutnya segala sesuatu yang berkenaan dengan hal tersebut merupakan kewenangan Gubernur Kepri, Nurdin Basirun.

“Itu semua gubernur. Kami antisipasinya ajak pak gubernur, ayo kita bicara yuk,” kata Rudi, Jumat (13/10)tanpa memebrikan penjelasan apa yang ia sampaikan ke Nurdin.

“Situasinya tak bagus, nggak usah ngomong dulu ya,” imbuhnya.

Sementara terkait sembako, Rudi menilai, tak ada yang perlu ditakutkan dengan ketersediaan sembako di Batam. Menurutnya, kini sembako terbilang cukup. Untuk diketahui, Bank Indonesia mencatat Inflasi Batam akan meningkat 4 persen jika Pemerintah Kota (Pemko) Batam tak merealisasikan kerjasama sembako dengan daerah terdekat Kepri.

“Bahan pokok tak kurang, mencukupi,” kata Rudi.

Ia mengatakan, pihaknya tak ingin buru-buru mendatangkan sembako dalam jumlah yang banyak. Karena, membludaknya sembako justru akan menimbulkan masalah lain, karean jika tak laku padahal jumlah cukup banyak pedagang akan rugi.

“Kita sambil jalan saja lagi. yang jelas sembako udah mencukupi, masuknya banyak dan tak laku tekor ini,” imbuhnya.

Ia mengatakan, pihaknya dalam mengambil kebijakan melihat berbagai sisi kemaslahatan, baik untuk masyarakat maupun pedagang. “Pedagang, ini harus pikirkan juga. Karena saya rasa cukup, kita pelan-pelan saja, tak bisa sekaligus masukan (sembako) baru, nanti akan goyang,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Disperidag (Dinas Perindustrian dan Perdagangan) Batam, Zarefriadi mengungkapkan kecukupan sembako terjadi sama semua komoditi utama, seperti beras maupun gula.

“Beras cukup untuk lima bulan ke depan, kalau gula lebih cukup lagi. Rata-rata cukup,” katanya.

Lalu bagaimana dengan komoditi yang kerap menyumbang inflasi seperti cabe? Zaref mengaku memang komoditi ini ketersediannya tak menentu, hal ini lah yang kerap menyebabkan komoditi pedas itu mahal.

“Cabe memang dinamis,” katanya.

Sebut saja, pekan lalu, harga cabe merah keriting dari dua pekan sebelumnya naik Rp 15 ribu, dari yang biasa Rp 35 ribu kini tembus Rp 50 ribu perkilogram.

“Ini tak hanya di Batam, di Sumatera juga naik. Ini seperti biasa, dinamis, tidak selamanya naik. Naik memang karena suplai kurang,” kata Zarefriadi, Minggu (8/10).

Namun demikian, ia mengatakan hal ini merupakan hal yang biasa terjadi dan merupakan keadaan pasar yang alami. “Ini seperti biasa, dinamis, tidak selamanya naik. Naik memang karena suplai kurang,” terangnya.

ilustrasi

Menurutnya, hasil panen petani adalah hal yang mempengaruhi berkurangnya pasokan di pasaran. Namun ia meyakini keadaan ini akan cepat berangsur pulih dan harga kemabli normal kembali. “Mudah-mudahan, seminggu dua minggu lagi akan selesai, dan harga normal lagi,” katanya.

Sementara itu untuk membantu kebutuhan akan cabe di Batam, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (KPP) Kota Batam, mengajak masyarakat ‘berkebun’ di rumah, yakni dengan memanfaataka pengarang rumah dengan menanam cabe atau apotek hidup lain.

“Satu rumah minimal lima polibag, tanamannya yang bernilai ekonomis,” kata Kepala KPP Batam Mardanis, tak lama ini.

Ia menilai, jika gerakan ini dilakukan serentak, kebutuhan akan cabe tidak akan menemui masalah lagi. “Kalau berhasil, bayangkan berapa sumbangsihnya,” ucapnya.

Bantuan ke masyarakat juga pihaknya lakukan, sebanyak lima ribu bibit cabe kepada warga yang tinggal di Perumahan Pondok Pratiwi, Sekupang. “Nama programnya Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) yaitu konsep pemanfaatan lingkungan rumah sebagai sumber pangan. Mudah-mudahan ini dapat membantu,” sebutnya.

Ke depan guna mensukseskan kegiatan ini pihaknya akan menambah bibit. Untuk kegiatan tahun 2018, pihaknya ingin tambah sekitar 100 ribu bibit.

“Jika 10 ribu perbibit, kalikan saja 100 ribu, itulah besar yang kita butuhkan,” ucapnya. (cr13)

BMKG Ingatkan Adanya Badai Tropis Khanun

0
Cuaca diselimuti awan mendung menyelimuti kawasan Batamcenter dan sekitaranya. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Hang Nadim Batam menginformasikan adanya badai tropis Khanun di sekitar Laut Tiongkok Selatan.

Badai Tropis Khanun termasuk badai tropis ke-20. Menurut prediksi BMKG, nantinya badai ini akan menyebabkan hujan lebat beberapa wilayah di Kepulauan Riau (Kepri).

“Adanya badai tropis Khanun menyebabkan banyak massa udara menuju daerah tersebut. Akibatnya, defisit uap air yang menumbuhkan banyak awan konvektif penyebab hujan,” ungkap Suratman, Kasidatin BMKG Hang Nadim Batam, Minggu (15/10).

Nilai kelembapan udara lapisan atas yang rendah juga berpotensi dalam pertumbuhan banyak awan. Secara umum kondisi cuaca esok hari diprakirakan cerah berawan hingga berawan namun masih ada potensi hujan ringan hingga deras yang sifatnya lokal.

“Kondisi ini masih kondusif untuk akivitas transportasi darat dan udara,” katanya.

Namun demikian untuk aktivitas transportasi laut, ia menghimbau, agar masyarakat lebih berhati-hati terhadap gelombang tinggi di sekitar perairan Natuna. Serta adanya arus laut yang kuat terutama di wilayah perairan Batam, Bintan, dan Natuna.

“Transportasi darat dan udara masih kondusif. Untuk laut dihimbau berhati-hati,” tutupnya. (rng)