Sabtu, 9 Mei 2026
Beranda blog Halaman 13004

Mantan Tentara Diringkus Jualan Sabu

0

batampos.co.id – Mantan tentara berinisial S diringkus Satuan Reserse narkoba Polres Bintan, karena terlibat dalam perdagangan narkoba jenis sabu-sabu. Residivis kasus narkoba ini ditangkap saat hendak melakukan transaksi narkoba di Jalan Indunsuri Tanjunguban, Bintan Utara, Kamis (12/10).

Dari tangannya, disita 8 paket narkoba jenis sabu-sabu, timbangan digital serta sepeda motor Yamaha Vixion. Penangkapan S dilakukan setelah adanya informasi akan terjadi
transaksi sabu-sabu. Anggota polisi melakukan penyamaran dan mengintai di sekitar lokasi transaksi.

Saat pelaku datang ke lokasi yang ciri-cirinya sesuai target, anggota langsung menghentikan pelaku. Anggota langsung mengeledah saku celana pelaku dan ditemukan dua paket sabu-sabu. Tak lama kemudian, anggota mengiring pelaku ke rumahnya di Tanjunguban Kota. Di sana, anggota menemukan enam paket sabu, timbangan digital,
alat isap sabu atau bong dan plastik bening untuk membungkus sabu-sabu.

“Tersangka dan barang bukti sudah diamankan. Ada 8 paket yang diamankan,” ungkap Kapolres Bintan AKBP F Guntur Sunoto ketika dikonfirmasi, Minggu (15/10) kemarin.

Ia menyebutkan, penyidiknya sedang melengkapi berkas perkara pelaku supaya segera diajukan ke kejaksaan dan disidangkan di pengadilan. Atas perbuatannya, pelaku akan diganjar pasal 114 ayat 1 dan 112 ayat 1 undang undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman maksimal 20 tahun kurungan penjara.

Sementara itu, seorang warga Tanjunguban yang tidak mau dikorankan
membenarkan S adalah mantan tentara yang terakhir menyandang pangkat
Serka. S dipecat dari kesatuannya karena kasus narkoba. (cr21)

Warga Jalan Akasia Dihebohkan Penemuan Buaya

0
Petugas Rescue Damkar dan warga mengevakuasi buaya yang ditangkap di Jalan Akasia. F Osias De/Batam Pos.

batampos.co.id – Warga Jalan Akasia, RT 04, RW 04, Kelurahan Tanjungpinang Timur, Kecamatan Bukit Bestari, dihebohkan kemunculan seekor Buaya di bawah kolong rumah panggung dipemukiman tersebut, Sabtu (14/10) pagi.

Seekor Buaya dengan panjang 2,15 meter yang sempat menghebohkan warga sekitar Jalan Akasia RT4/RW4 Tanjungpinang akhirnya berhasil ditangkap warga bersama Tim Rescue Pemadam Kebakaran Kota Tanjungpinang, Sabtu (14/10/2017) pukul 12.00 WIB.

Informasi yang dihimpun, kemunculan buaya tersebut diketahui oleh salah seorang warga yang sebelumnya mendengar suara percikan dari bawah kolong rumah panggung yang ditempatinya. Kemudian warga tersebut mencari tau asal suara dan melihat seekor buaya dan melaporkan apa yang dilihatnya itu kepada warga lainnya.

Tim Rescue Pemadam Kebakaran pun langsung turun ke lokasi tersebut. Bersama sejumlah warga, personel Damkar pun berusaha menangkap buaya tersebut. Sempat kesulitan karena medan yang gelap dan lokasi yang sempit. Buaya yang panjangnya sekitar 2,5 meter tersebut akhirnya berhasil ditangkap.

“Sempat kewalahan kami, buaya itu bersembunyi di kolong rumah panggung yang lokasi nya gelap dan kondisi air laut pasang saat itu,” ujar Taufik.

Dikatakannya, sulitnya medan tempat persembunyian buaya itu. Warga pun kemudian memancing dengan memasang umpan tiga ekor ikan. Namun, cara tersebut tidak berhasil.

“Untung ada warga Kampung sebelah, yang mau turun dan berhasil menangkap buaya itu bersama tim Rescue,” katanya.

Ketua tim Rescue Damkar Kota Tanjungpinang, Beny, mengatakan buaya yang berhasil ditangkap tersebut dibawa kekantor Damkar Tanjungpinang terlebih dulu. Pihaknya pun menunggu instruksi dari pimpinannya untuk membawa buaya tersebut kemana.

“Tunggu perintah pimpinan buaya ini mau diketakkan dimana. Sekarang kami bawa ke kantor dulu,” ucapnya.(ias)

Ini Jadwal Sidang Praperadilan Kasus Korupsi Asuransi

0

batampos.co.id – Sidang Praperadilan atas penetapan tersangka kasus dugaan korupsi dana asuransi PNS Pemko Batam, yang diajukan pemohon M Nasihan, tak lama lagi akan digelar di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang.

Ketua PN Tanjungpinang, Jhoni, telah menunjuk hakim tunggal yakni Santonius Tambunan yang akan memeriksa berkas Praperadilan M Nasihan yang merupakan tersangka kasus dugaan korupsi tersebut melawan Kejati Kepri.

“Saya ditunjuk oleh ketua PN untuk memeriksa perkara nomor 2/Pid.Prap/2017/PN.Tpg,” ujarnya.

Dikatakan Santonius, pihaknya telah menetapkan jadwal sidang pertama perkara tersebut pada (20/10) mendatang. “Semua pihak sudah diberitahu jadwal sidang itu. Untuk itu mereka kami minta agar hadir dalam pelaksanaan sidang tersebut,” katanya.

Seperti diketahui sebelumnya, Pengacara PT BAJ, M Nasihan, yang ditetapkan sebagai tersangka atas kasus dugaan korupsi dana asuransi PNS, Honorer Pemko Batam, yang merugikan negara Rp 55 miliar, Mempraperadilankan Kejati Kepri.

Praperadilan diajukan Nasihan ke Pengadilan Negeri Tanjungpinang, melalui pengacaranya M Philipus Tarigan bersama pengacara lainnya. Gugatan praperadilan tersebut terdaftar di Panitera Pidana Umum (Panmud) PN Tanjungpinang dengan nomor perkara 2/Pid.Pra/2017/PN.Tpg yang didaftarkan tertanggal 4 Oktober 2017 lalu.(ias)

Gubernur Evaluasi Perizinan Tambang

0
Petugas Satpol PP Bintan saat meninjau lokasi yang diduga ada aktivitas pertambangan timah di Sekuning, Desa Sri Bintan, Beberapa waktu lalu. F. Dokumen Pemkab Bintan untuk Batam Pos.

batampos.co.id – Berpolemiknya Izin usaha Pertambangan (IUP) yang dikeluarkan Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Kepri, terutama terkait aktivitas ilegal PT Adi Karya dalam melakukan penambangan timah di Sekuning Desa Sri Bintan Kecamatan Teluk Sebong, Kabupaten Bintan.

“Kita akan evaluasi lagi terkait perizinan tambang yang sudah dikeluarkan. Apakah sesuai peruntukan atau tidak,” ujar Gubernur Kepri, Nurdin Basirun menjawab pertanyaan media, Jumat (13/10) lalu usai membuka Musrebang Perubahan RPJMD Kepri 2016-2021 di Aula Kantor Gubernur Kepri, Tanjungpinang.

Disinggung mengenai adanya indikasi “permainan” dalam penerbitan IUP yang dilakukan oleh PTSP Kepri. Mengenai hal itu, Gubernur dengan tegaskan mengatakan, visi dan misi Provinsi Kepri di RPJMD salah satunya menyatakan ramah lingkungan. Hal ini menjadi dasar dan pertimbangan dalam mengeluarkan segala bentuk perizinan.

“Kami tidak akan mengeluarkan izin yang berdampak pada lingkungan seperti IUP pertambangan di Kepri. Apalagi kita sudah menyusun Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi Kepri,” tegasnya.

Mantan Bupati Karimun tersebut menjelaskan, dengan potensi Kepri yang sangat baik, usaha tambang dan perambahan hutan, bukan menjadi prioritas dirinya dalam bekerja. Menurutnya banyak sektor lainnya yang bisa memberikan manfaat lebih baik pertumbuhan ekonomi Kepri.

“Boleh dicatat, kalau aktivitas dan operasional pertambangan tidak bermanfaat bagi masyarakat, Pemprov Provinsi Kepri tidak akan mengeluarkan Izin pada perusahaan yang memohon,” tegasnya lagi.

Masih kata Nurdin, pihaknya tidak ingin menyalahkan siapa-siapa atas adanya penerbitkan IUP serta Izin lainya di Kepri. Dirinya juga tidak menginginkan adanya manfaat sesat dari aktivitas dan operasional pertambangan di Kepri tetapi akan berakibat buruk dan kerusakan lingkungan dikemudiaan hari.

“Kalau ada izin dan IUP yang sebelumnya di keluarkan Badan Penananman Modal dan PTSP, akan tetap kami tinjau, demikian juga tindaklanjutnya,” tutup Nurdin.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pertmbangan dan Energi (Distamben) Kepri, Amjon mengatakan PT. Adi Karya hanya mengantongi surat izin untuk melakukan eksplorasi. Sehingga tidak punya kewenangan untuk melakukan aktivitas produksi tambang.

“Kita sudah minta untuk menghentikan aktivitas yang mereka lakukan. Karena memang ada indikasi mereka sudah melakukan penambangan, sesuai dengan fakta dilapangan,” ujar Amjon.(jpg)

Disdukcapil Terapkan Inovasi TKSK

0

batampos.co.id – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Bintan, berkomitmen terus melakukan pembenahan untuk meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat.

Salah satunya dengan menggesa inovasi di Bidang pelayanan akta kelahiran. Dimana, Disdukcapil Bintan akan bekerjasama dengan Dinas Sosial Kabupaten Bintan, guna menyiapkan Tenaga Kerja Sukarela Kecamatan (TKSK) sebanyak 40 orang.

TKSK ini nantinya akan bertugas turun langsung ke rumah warga untuk membantu menyiapkan berkas persyaratan pembuatan akta kelahiran.

“Kita bekerjasama dengan Dinas Sosial Kabupaten Bintan untuk menghimpun TKSK yang akan membantu masyarakat dalam menyiapkan berkas persyaratan pembuatan akta kelahiran langsung dari rumah ke rumah,” Jelas Kadisdukcapil Bintan, Yudha Inangsa, Minggu (15/10).

Menurutnya saat ini, akta kelahiran yang diterbitkan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bintan, berkisar 68 persen dari total jumlah penduduk secara keseluruhan.

Pemkab Bintan sendiri, mencanangkan agar pencapaian target bisa melebihi pencapaian rata-rata secara Nasional.

“Pencapaian rata-rata nasional berkisar 80 persen. Tentunya kita harapkan dapat melebihi pencapaian tersebut,” imbunya.

Penerapan inovasi ini tentunya juga sejalan dengan keinginan Bupati Bintan, Apri Sujadi, yang menginginkan agar peningkatan pelayanan terhadap masyarakat harus menjadi prioritas utama yang secepatnya dilakukan oleh seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Bintan.

Menurutnya, inovasi pelayanan harus terus menerus dilakukan, agar masyarakat dapat merasakan kehadiran setiap Program Pemerintah Daerah dengan baik.

“Inovasi itu sangat penting, utamanya pelayanan kepada masyarakat. Namun tentunya dengan menyesuaikan tata cara dan aturan yang berlaku. Hal ini agar masyarakat benar-benar merasakan setiap program pemerintah daerah,” jelas Apri.

Dirinya juga mengingatkan, agar dalam menjalankan program Pemerintah Daerah hendaknya setiap aparatur pemerintah daerah dapat memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan sebaik-baiknya. (cr20)

GenPI Kepri Sukses Gaet 331 Wisman ke Batam

0

GenPI Kepri menggiring wisman inbound. Bersama Kementerian Pariwisata, mereka sukses mendatangkan 331 wisman ke Batam lewat ‘Wonderful Malay Fiesta 2017’, Sabtu (14/10).

Wisman China, India, Myanmar, Inggris, Rusia, Singapore, Malaysia dan Filipina, sukses dihipnotis untuk melihat keragaman budaya Indonesia. Semua dibuat terpana dengan atraksi budaya Melayu tradisional, Dayak dan Melayu kreasi, yang ditampilkan.

“Awal konsepnya sebetulnya Melayu. Tapi setelah kami sodorkan konsep budaya-budaya lain di luar Melayu banyak yang antusias. Hasilnya ya seperti ini. Ratusan wisman langsung menyeberang dan menginap minimal satu malam di Batam,” tutur Syaban Al Buchari, Pelindung GenPI Kepri, Sabtu (14/10).

Lantas mengapa ratusan wisman tadi mau membeli paket wisata yang di create anak-anak GenPI Kepri? Kenapa juga mereka mau susah payah menyeberang demi menyaksikan even yang ikut disupport Kementerian Pariwisata itu?

“Karena kami memasarkannya dengan gaya masa kini. Via digital. Dari mulai produksi video hingga promosi di Singapura, dilakukan via sosial media. Semua anak-anak GenPI. Kreatornya Yosh. Dia punya 121 ribu follower di YouTube. Dan dalam produksinya, dia dibantu Deni dan Devit GenPI Kepri. Sementara pemasaran di negeri seberang saya. Hasilnya ya seperti ini,” tambahnya.

Dengan gaya anak muda, mereka coba merancang even dengan kemasan santai. Lokasi yang dipilih tentu saja spot yang eksotis. Semua wisman digiring ke Golden Prawn. Inilah life seafood restaurant teratas di Batam. Jadi selain menikmati suduhan budaya, ratusan wisman tadi diajak mencicipi lezatnya kuliner laut khas Batam.

Hasilnya? Suguhan kuliner ala Batam banyak dipuji wisman. Seafood dan Gonggong khas Batam dinilai juara. Dua makanan khas Batam itu dinilai sangat murah. Tapi soal rasa, boleh diadu dengan restoran bintang lima.

“Orang Singapura sangat doyan makan. Seafood dan Gonggong inilah yang memuaskan rasa lapar kami. Rasanya sangat lezat. Tak kalah dari sajian restoran bintang lima,” tutur Jemima Li Mi Tow, wisman asal Singapura.

“Rasa daging gonggong mirip dengan rasa cumi yang kenyal, gurih, dan enak. Sangat lezat,” sahut Yap Shwu Ling, wisman asal Malaysia.

Aktivitasnya tak berhenti sampai di situ. Setelah disuguhkan dengan culture menawan dan kuliner lezat, ratusan wisman tadi langsung digiring ke Kota Batam untuk berbelanja. Dari mulai barang kaki lima hingga produk branded, semua disisir habis.

Detak ekonomi Batam pun kian berdetak kencang lantaran masing-masing wisman diprediksi menghabiskan 200-500 Sing Dolar saat leisure di Batam. “Kalau masing-masing menghabiskan 250 Sing Dolar saja, sudah ada Rp 8 miliar lebih uang wisman yang beredar di Batam. Terimakasih GenPI Kepri atas inisiatifnya,” ujar Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenpar Esthy Reko Astuti yang didampingi Kepala Bidang Penguatan Jejaring Kemenpar, Hidayat.

Menpar Arief Yahya memang memberi ruang buat komunitas netizen untuk memasarkan pariwisata Indonesia. GenPI bisa menjadi meng-create bisnis baru yang berbasis digital dan konkret. Peran C (community) dalam Pentahelix yang melibatkan Academician, Business, Community, Government, Media, bisa menjadi model bisnis yang punya prospek ke depan.

“Terus ciptakan kreativitas! Bermedia sosial itu bisa menghasilkan commercial value yang bagus, jika dipikirkan dengan baik. Selain creative value atau cultural value-nya. Salam Pesona Indonesia!” kata Menpar Arief Yahya. (*)

 

354 Wisman dari 9 Negara Terpukau Nongsa Carnival 2017

0

Pemandangan berbeda terlihat di Turi Beach Resort, Nongsa, Batam, Kepulauan Riau, Sabtu (14/10) malam. Ratusan Wisatawan Mancanegara (Wisman) terpukau dengan pagelaran budaya serta parade Karnaval yang digelar dalam perhelatan 4rd Nongsa Carnival 2017.

”Kami bersyukur total yang hadir adalah 354 Wisman dari 9 negara. Ini adalah hasil koordinasi intens kami, bekerjasama dengan Kementerian Pariwisata (Kemenpar,Red) dan 29 Tour Travel dan Tour Operators darin negara tetangga yang terus difokuskan oleh kita. Konsentrasi Kemenpar di Crossborder ini membuat industri pariwisata di negara lain sangat percaya dan respek dengan destinasi kita. Termasuk hasilnya ini, kedatangan mereka ke Nongsa,” ujar kata Sumantri Endang, General Manager Turi Beach Resort, Jumat (13/10).

Endang menambahkan, ke-29 Tour Travel dan Tour Operators (TA/TO) itu sukses membawa perwakilan Wisman dari 9 negara diantaranya adalah Filipina, Singapura, Belanda, Korea, Tiongkok, Jepang, Amerika, India dan Malaysia.

”Massifnya Kemenpar di perbatasan ini membawa imbas ke industri, mereka selalu tanya agenda-agenda di Batam dan selalu ingin datang di berbagai event di Batam,”ujar pria bertubuh tambun itu.

Parade Karnaval malam itu juga sangat menarik. Dengan paduan warna dan bentuk yang eksostis, karnaval yang didesain dan dipersembahkan oleh binaan Dinas Pariwisata Provinsi Batam itu tampil energik. Ratusan Wisman berfoto dan selfie tiada henti silih berganti.

”Karnaval ini sangat berbeda, karena ruang lingkup eklusif dan dia mau datang dengan membayar. Karnaval ini tidak gratis, namun tetap disukai. Ini akan terus menjadi agenda tahunan, dan kami bangga ini sudah yang keempat kalinya. Mengapa kami pilih karnaval ? karena ini membuat decak kagum,” ujar Endang.

Salah satu tamu yang hadir, Ching Shin Wen dari Malaysia mengatakan, dia sangat terhibur dan terpukau dengan acara yang digelar di pinggir pantai tersebut. Kata dia, hadir di acara 4rd Nongsa Carnival 2017 sama saja bisa melihat Indonesia secara utuh.

”Karena kalau saya ke Batam itu, perasaan saya seperti melihat Indonesia secara keseluruhan. Indonesia yang luas, jadi sangat simpel bagi kami, kalau ke Indonesia ya ke Batam saja. Itu lebih menarik bagi keluarga kami,” kata Ching.

Memang, acara yang didukung juga oleh Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Asdep Bisnis Pemerintah Bidang Penguatan Jejaring itu sangat meriah. Area kolam renang dan pantai Turi Beach Resort Nongsa disulap menjadi pusat kegiatan Nongsa Carnival. Atraksinya sangat unik.

Semua model memakai pakaian unik karnaval yang menonjolkan budaya Melayu dari Kepulauan Riau. Karnaval juga menampilkan tarian-tarian Indonesia. Selain parade karnaval, hal yang paling menarik adalah Malam Indonesia yang menyajikan Al Fresco Gala Dinner. Acaranya juga dihibur dengan musik keroncong.

Gala dinner tersebut menyajikan buffet 30 ikon kuliner terbaik Indonesia. Semua masakan lengkap dari makanan pembuka hingga penutup yang merupakan masakan otentik tradisional Indonesia.

Berbagai aktivitas orang dewasa dan anak-anak juga tersedia di tepi kolam renang dan pantai. Dari mulai permainan, lukisan wajah, tato, berbakat serta hiburan live musik akan berlangsung selama acara. Penutupannya, yaitu pesta kembang api yang disemburkan dari pinggir pantai.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Esthy Reko Astuti didampingi Kepala Bidang Penguatan Jejaring Hidayat mengatakan, pihaknya selalu berpegang teguh kepada apa yang diperintahkan Kemenpar melalui Menteri Pariwisata Arief Yahya. Kata Esthy, untuk menghidupkan cross border, atau dekat dengan negara tetangga harus memperbanyak event dan acara yang bisa dinikmati oleh tetangga negara kita.

“Jika tiap akhir pekan ada kegiatan rutin dan itu bisa menjadi tujuan orang Singapore dan Malaysia, akan sangat efektif sebagai border tourism yang bisa menaikkan jumlah wisman,”kata Esthy yang juga diamini Hidayat.

Menteri Pariwisata Arief Yahya memandang wilayah Batam dan Bintan di Provinsi Kepulauan Riau sudah sempurna sebagai destinasi wisata.”Batam dan Bintan untuk sebuah destinasi wisata itu perfect (sempurna),” kata Arief Yahya.

Kepulauan Riau mempunyai potensi pariwisata yang sangat bagus dan relatif mudah dijual karena memenuhi semua kriteria 3A untuk sebuah destinasi wisata; Akses, Amenitas dan Atraksi. Jadi Kepulauan Riau mempunyai potensi yang bagus sekali dan relatif mudah dijual.

“Tinggal bagaimana ‘menjualnya’, dan mengemas atraksinya,”kata pria asli Banyuwangi ini.(*)

Walikota Batam: Fasilitas Kesehatan Harus Diperbaiki

0

batampos.co.id – Wali Kota Batam Muhammad Rudi berharap fasilitas dan pelayanan kesehatan di Kota Batam bisa lebih ditingkatkan.
Hal itu sesuai dengan kondisi Batam yang akan dikembangkan menjadi kota pariwisata.

“Kalau Batam jadi kota pariwisata, fasilitas kesehatan harus diperbaiki. Karena dua hal itu saling berkaitan,” kata Rudi saat menghadiri seminar sehari RSBP Batam bersama IDI Batam dan Iluni Fak Kedokteran di Hotel Harmoni One, Batamcenter, Minggu (15/10).

Bahkan, Rudi menginginkan Batam bisa memiliki rumah sakit khusus dengan peralatan lengkap. Sehingga masyarakat ( baik dari Batam maupun luar Batam) tak perlu lagi berobat ke Malaysia dan Singapura. Sebab, rumah sakit khusus itu diharapkan bisa fokus menangani satu penyakit dari mulai yang kecil hingga besar.

“Saya ingin Batam bisa memiliki rumah sakit khusus. Selain untuk berwisata, masyarakat juga bisa berobat disini. Jadi tak perlu jauh-jauh keluar negeri lagi,” terang Rudi.

Rudi yakin kemampuan yang dimiliki oleh dokter di Indonesia jauh lebih hebat dibandingkan negara tetangga (Malaysia dan Singapura). Bahkan, untuk Batam sendiri bisa menyediakan peralatan rumah sakit secanggih di rumah sakit di Malaysia dan Singapura. Hanya saja cara pelayanan di rumah sakit harus bisa dibenahi, sehingga merubah keinginan masyarakat untuk berobat keluar.

“Kemampuan dokter apalagi alumni UI (Universitas Indonesia) tak perlu diragukan lagi. Karena itu menurut saya tepat rasanya jika di Batam dibangun rumah sakit khusus,” ujar mantan anggota DPRD Batam ini.

Hanya saja, Rudi masih bingung jenis rumah sakit khusus apa yang ada dibangun di Batam. Ia menginginkan rumah sakit khusus yang banyak dikeluhkan masyarakat Indonesia. Dimana, masyarakat rela untuk keluar negeri hanya untuk berobat penyakit tersebut.

“Kalau jantung kan sudah ada ditangani oleh BP Batam. Nah ini masih bingung rumah sakit khusus apa yang akan dikelola kami (Pemko). Nah mumpung disini banyak alumni UI, makanya saya tanya rumah sakit khusus apa yang bagus didirikan di Batam. Sebab, mereka lebih paham,” jelas Rudi.

Menurut dia, jika kedepannya rumah sakit khusus itu berdiri. Ia ingin sejumlah dokter spesialis siap ditempatkan disana. Jangan sampai, rumah sakit berdiri dengan alat yang canggih, namun dokternya tak ada.

“Saya mau menganggarkan dana yang besar untuk rumah sakit ini. Asal semuanya bisa serius. Dan mari bersama-sama berubah mainset masyarakat untuk berobat di Indonesia. Karena kita tak kalah hebat dari negara Malaysia atau Singapura,” imbuh Rudi.

Ketua Iluni Kedokteran Angkatan 1997, Herri Dadi, perlu adanya diskusi dengan sejumlah pihak untuk memastikan rumah sakit khusus apa yang bisa didirikan di Batam. Sebab, untuk mendirikan rumah sakit khusus harus ada survei dan keseriusan dari berbagai pihak.

“Saya belum bisa menjawab rumah sakit khusus apa yang cocok didirikan di Batam. Itu perlu didiskusikan,” terang Herri.

Menurut dia, pengobatan di rumah sakit Indonesia tak jauh berbeda dengan negara tetangga. Hanya saja, perlu adanya pembenahan pelayanan.

“Untuk pengobatan kita sama, bahkan lebih baik. Banyak dokter Indonesia yang bisa menyembuhkan penyakit yang tidak bisa disembuhkan di Malaysia. Dan hal ini kurang banyak diketahui masyakarat,” imbuh Herri.

ilustrasi Foto Cecep Mulyana/Batam Pos

Ketua IDI Cabang Batam, Soritua Sarumapet mengatakan saat ini di Batam terdapat sekitar 700 dokter, 200 diantaranya merupakan dokter spesialis.

“Kalau untuk kebutuhan dokter di Batam saya rasa cukup dengan jumlah penduduk. Namun, memang pelayanan yang harus ditingkatkan,” bebernya.

Sementara Direktur RSBP Batam Sigit Riyanto mengatakan jika saat ini rumah sakit yang dipimpinnya sedang tahap pembenahan. Bahkan pihaknya ingin memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat Batam.

“Saat ini kami sedang berbenah dan memperbaiki kualitas pelayanan. Sehingga bisa bersaing dengan luar negeri. Dan saya harap rumah sakit swasta juga bisa berbenah, apalagi untuk pelayanan,” terang Sigit.

Menurut dia, RSBP juga ditunjuk sebagai rumah sakit pencegah jantung korener. Bahkan dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan mou tentang ketepatan waktu pelayanan di RSBP.

“Di RSBP kami memiliki 35 dokter umum dan 12 dokter spesialis. Bahkan tahun 2018 mendatang kami akan menguprade alat-alat medis dan operasional RSBP. Sehingga tahun 2019 bisa bersaing dengan Malaysia,” imbuhnya.

Disisi lain, Sigit juga menjelaskan tujuan seminar Ikatan alumni FK kedokteran UI adalah untuk berbagi pengetahuan ke sesama dokter dan masyarakat. Sehingga sistem pelayanan yang diberikan kepada masyarakat bisa lebih baik. (she)

 

 

Jalan Marina City Masih Diawasi Polisi

0
Personel Brimob bersama mobil patroli Polsek Batuaji melintas di Jalan Brigjen Katamso, Batuaji melakukan patroli tindak kejahatan berupa begal, curas, jambret dan kejahatan lainnya, Minggu (15/10). Patroli dilakukan di pasar-pasar, tempat ibadah dan jalanan. F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Jalan raya Marina City kembali diawasi polisi. Jalan tersebut belakangan memang kembali marak dengan aksi balap liar yang kerap mencelakai pengguna jalan lain. Padahal sebelumnya polisi sudah menertibkan lokasi jalan itu dari aksi balap liar ataupun pelaku kriminal jalan.

Pantauan di lapangan, dua pekan terakhir ini memang pengawasan dari polisi agak longgar sebab pengawasan fokus pada akhir pekan saja. Kesempatan itu kembali dimanfaatkan oleh kelompok remaja bersepeda motor untuk melakukan aksi balap liar di sepanjang jalan itu. Keluhan pengguna jalan kembali berdatang sehingga pihak kepolisian kembali fokus bertindak. Akhir pekan kemarin, puluhan personil gabungan dari Polsek Batuaji, Polsek Sekupang dan Sat Sabhara Polresta Barelang kembali mengawasi jalan itu. Selain patroli, polisi juga menempatkan anggota berseragam di sepanjang jalan tersebut.

“Semua turun, ini sifatnya antisipasi. Belakangan memang kembali berkeliar mereka (pelaku balap liar) makanya ini harus diawasi terus kedepannya,” ujar Kapolsek Batuaji.

Pengawasan bertujuan untuk menjamin keamanan dan kenyamanan pengendara di sepanjang jalan yang belakangan marak terjadi aksi kriminal jalanan seperti jaambret, begal dan penganiyaan lainnya.

“Kami juga peringatkan lagi kepada orangtua yang punya anak remaja agar perhatikan kegiatan anaknya di luar jam sekolah. Ini kalau ketangkap (melakukan tindakaan kriminal) akan ditindak tegas. Ini sudah atensi. Sekalipun masih kecil (dibawa umur) tapi ulah mereka meresahkan,” ujar Sujoko.

Respon dari aparat kepolisian itu disambut baik masyarakat pengguna jalan di Marina City. Masyarakat mendukung jika polisi setiap hari mengawasi jalan tersebut.

“Kalau hanya sekali-sekali saja nanti mereka (pelaku balap liar atau pelaku kriminal jalanan) kucing kaleng sama polisi. Kalau setiap hari ada polisi yang awasi jalan ini tentu mereka tak berani main lagi,” ujar Argadifan, warga Marina Raya.

Selain di lokasi jalan tersebut, titik jalan rawan lainnya seperti di Brigjen Katamso, Tanjunguncang, jalan depan Taman Makam Pahlawan Batuaji juga jadi fokus perhatian polisi. Titik jalan tersebut selama ini cukup rawan dengan aksi kriminal jalanan dan juga balap liar. (eja)

Keluh Kesah Warga Batam tentang Layanan Parkir

0

batampos.co.id – Pengelolaan parkir di Kota Batam kian meresahkan masyarakat. Petugas parkir kini semakin asal memberikan karcis kepada pemilik kendaraan. Karcis parkir yang seharusnya untuk mobil juga malah diberikan juga kepada sepeda motor.

Agustina, salah seorang warga mengaku kesal oleh ulah juru parkir yang berada di Komplek Batam Centre Square. Ia yang tengah memarkirkan motornya di salah satu ruko disana dikenakan tarif parkir Rp 2.000 ribu. Padahal, sesuai aturan hanya seribu.

“Saya minta karcisnya. tapi begitu dilihat ternyata untuk mobil,” kata dia.

Menurut duia, kelakuan juru parkir ini bukan pertama kali. Hampir setiap kali parkir di daerah tersebut, mereka kerap kali berikan kertas parkir mobil. Meskipun yang parkir motor. Saat ditanya, mereka selalu beralasan kertas parkir motor habis.

“Masak tiap hari kertasnya habis. Lagian yang parkir disana kebanyakan mobil. Kenapa tak pernah habis karcisnya,” kata dia.

Hal senada juga dialami Indri. Ia sering kali mengalami tindakan juru parkir yang meminta tarif Rp 2.000.

“Dikasih karcis mobil, ya otomatis bayar Rp 2.000 lah. Pernah juga saya tanya kenapa kasih parkir mobil, malah mereka yang marah,” keluhnya.

Padahal retribusi parkir sendiri sebenarnya pelayanan. Bukan sekedar uang parkir yang ditarik dari masyarakat.

“Kami buka masalah tak rela. Tapi cara mereka narik uang parkir,” sesalnya.

Di Batuaji, masyarakat juga resah dengan ulah juru parkir yang tidak pernah memberikan karcis kepada pemilik kendaraan.

“Saat diminta tak pernah ada. Ini benar-benar masuk ke kas daerah atau kantong mereka,” kesal Andre, warga Putri Hijau.

ilustrasi . F.Rezza Herdiyanto/Batam Pos

Setahu dia, kertas parkir disediakan untuk bukti dan laporan berapa kali jumlah parkir ke Dinas Perhubungan.

“Kalau hanya narik-narik saja, penipuan dong. Masak setiap kali diminta karcisnya tak pernah ada,” sebut dia.

Jukir tanpa kertas parkir juga berkeliaran di pasar kaget. Saat diminta kertas parkir mereka malah marah-marah.

“Saya resmi disini. Mau lapor, lapor sekalian ke polisi. Tak takut saya,” tantang jukir tanpa atribut resmi Dishub Batam itu.

Anggota Komisi III DPRD Batam, Rohaizat menegaskan, bahwa tarif parkir tepi jalan umum hanya Rp seribu untuk motor dan Rp 2 ribu untuk mobil. Tarif parkir rumija ini sudah ditetapkan dan disahkan lewat peraturan daerah (perda) parkir Batam.

“Kalau sudah diperdakan otomatis wajib diterapkan,” tegasnya.

Ia menambahkan, petugas parkir juga berkewajiban memberikan kertas parkir yang sesuai dengan kendaraannya.

“Kertas inikan sebagai bukti. Bahwa retribusi yang dilakukan dishub. Jangan pula parkir motor bayar parkir mobil,” tuturnya. (rng)