Jumat, 22 Mei 2026
Beranda blog Halaman 13019

BRK dan Pemprov Kepri Sosialisasikan Transaksi Non Tunai

0
Penandatanganan MoU tentang pelaksanaan pembangunan transaksi non tunai dengan Bank Riau Kepri di Hotel Harmoni Batam, Jumat (27/10). F. Panitia untuk Batam Pos

batampos.co.id – Pemprov Kepri bekerjasama dengan Bank Riau Kepri (BRK) kembali melaksanakan sosialisasi program pembayaran non tunai dengan menghadirkan Dirjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri, Syarifuddin sebagai narasumber di Hotel Harmoni, Jumat (27/10) Batam. Kegiatan yang mendukung program Pemerintah Pusat terhadap pelaksanaan transaksi non tunai.

Untuk program non tunai ini, Provinsi Kepri selangkah sudah lebih maju dibanding provinsi lain. Provinsi Kepri sudah mengimplementasikan transaksi non tunai pada Bank Riau Kepri yaitu KASDA online, SKPD online, aplikasi pajak hotel dan restoran, dan penerimaan PBB Online. Selain Batam, Bintan, Anambas, Karimun, dan Tanjungpinang yang telah menerapkan KASDA online.

Asisten Bidang Ekonomi Sekdaprov Kepri, Syamsul Bahrum dalam sambutannya menyampaikan program non tunai ini sangat penting untuk mendukung sistem Good Governance. Syamsul menjelaskan, program transaksi non tunai ini sejalan dengan visi misi Gubernur Kepri dalam mengedepankan transparansi.

“Kami berharap seluruh OPD (Organisasi Perangkat Daerah) mendukung penuh program Pemerintah Pusat ini,” ungkapnya.

Program yang akan dilaksanakan 1 Januari 2018 mendatang ini meliputi penerimaan dan pengeluaran daerah. Dirjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri, Syarifuddin mengatakan transaksi non tunai dapat menciptakan akuntabilitas dan transparansi pengelolaan keuangan daerah. Peran perbankan dalam implementasi non tunai memiliki banyak dampak positif, seperti mempermudah pelayanan, meminimalisir resiko penyelewengan pembayaran dari sisi penerimaan daerah, dan peningkatan akurasi pendapatan daerah.

“Program non tunai sudah dilakukan di beberapa negara seperti Inggris, Perancis, Tiongkok, dan Belgia. Bahkan di Belgia, 93 persen pemerintahnya sudah melakukan transaksi non tunai,” jelasnya.

Hadir dalam acara tersebut Kepala Bank Indonesia Perwakilan Kepri Gusti Raizal Eka Putra, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kepri Iwan M. Ridwan, Dirut Bank Riau Kepri Irvandi Gustari, Direktur Operasional Denny Mulya Akbar, Komut HR. Mambang Mit, Komisaris Independen Taufiqqurahman, dan para Pemimpin Divisi terkait. (cca)

 

Dispora Gelar Kompetisi Musik Apresiasi Pemuda

0
Peserta Apresiasi Musik Pemuda menunjukan kemampuan bermusik di panggung rakyat Putri Kemuning Coastal Area, Karimun, pada kompetisi musik Apresiasi Musik Pemuda, Sabtu (28/10). F. Tri Haryono/Batam Pos.

batampos.co.id – Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Karimun, Sabtu (28/10) malam mengelar Apresiasi Musik Pemuda dalam rangka memperingati hari Sumpah Pemuda ke 89 bertempat di panggung rakyat Putri Kemuning Coastal Area. Peserta yang ikut dari kalangan pelajar hingga remaja.

”Tujuan kegiatan ini tidak lain untuk menyalurkan hobi dan bakat para pelajar maupun remaja dibidang musik. Terutama bagi yang telah menciptakan lagu bagi group musik itu sendiri,” jelas Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Karimun Yurial Mahyuddin.

Dengan diperingati sumpah pemuda setiap tahunnya, diharapkan para generasi muda harus bisa mengisi usia mudanya dengan mengukir prestasi dari berbagai bidang kesenian maupun bidang lainnya. Sehingga, bisa benar-benar menjadi generasi penerus yang siap menghadapi tantangan ke depan. Mengingat, tantangan kehidupan cukup berat yang harus bersaing dengan masyarakat dunia.

”Paling penting ada kreativitas harus bisa tampil beda. Nah, ini sebagai tantangan para pelajar maupun remaja saat ini, silahkan berkreasi sesuai minat bakatnya,” pintanya.

Dari 15 grup yang lolos ke babak semi final dan masuk final ada 5 grup tampil pada malam lalu. Yaitu Doa Malaikat band, KBS band, Waterpass band, The Babe band dan Cuba band yang rata-rata dari kabupaten Karimun grup tersebut. Sesuai dengan penilaian dewan juri, maka keluar menjadi juara pertama adalah Doa malaikat Band, disusul posisi kedua KBS band. Sedangkan juara ketiga diraih group Waterpass band yang masing-masing mendapatkan juara berupa uang pembinaan dan piala serta tropy.

Selain itu juga terpilih pemain gitar led terbaik dari KBS band, pemian gitar rhythm Doa Malaikat band, basis terbaik Waterpass band, vokal terbaik The Babe band kemudian drumen terbaik Doa Malaikat band. Yang penyerahannya dilakukan oleh Wakapolres Karimun, Kompol I Ngurah Joni Mahardika didampingi Kadispora Karimun Yurial Mahyuddin.

”Selamat kepada pemenang ya. Teruslah ukir prestasi disaat remaja, kesempatan menjadi musisi terkenal sangat besar,” pesan Wakapolres Karimun. (tri)

PT Timah Sumbang 50 Tong Sampah

0
Tong sampah yang diserahkan PT Timah untuk objek wisata di Pantai Pongkar, Kecamatan Tebing. F. Tri Haryono/Batam Pos.

KARIMUN (BP) – PT (Persero) TIMAH Tbk Kundur, Sabtu (28/10) lalu melakukan bakti sosial sekaligus menyerahkan bantuan 50 tong sampah untuk ditempatkan di tiga objek wisata disekitar Desa Pongkar yaitu Pantai Pongkar, air terjun dan pantai Ketam.

”Ini sebagai bentuk kepedulian kita (PT Persero TIMAH Tbk Kundur-red), terhadap kebersihan di kabupaten Karimun yang disebut dengan TIPEKASIH (Timah Peduli Karimun Bersih). Dan nanti akan berlanjut dengan memberikan satu unit kendaraan truk sampah kepada Pemkab Karimun,” jelas Kabid Administrasi dan Keuangan PT TIMAH Tbk, Eko Yori Faruza didampingi Kabag Humas, Afriano.

Dengan 50 tong sampah yang diperuntukan untuk tiga objek wisata, diharapkan masyarakat bisa membuang sampah pada tempatnya. Sehingga, tempat objek wisata terutama di daerah Desa Pongkar terjaga kebersihannya.

”Semoga kabupaten Karimun tahun depan mendapatkan Adipura kembali,” tuturnya.

Sementara itu Kepala Desa Pongkar Zahir sangat berterimakasih atas sumbangsih dari salah satu perusahaan BUMN. Dengan demikian dapat dimanfaatkan, untuk menambah tempat pembuang sampah sementara atau tong sampah di titik-titik objek wisata. Dan mudah-mudahan, dengan adanya tong sampah di objek wisata yang cukup. Supaya masyarakat bisa membuang sampah pada tempatnya.

”Saya menghimbau juga kepada masyarakat, agar buanglah sampah pada tempatnya. Karena petugas nanti mudah mengangkut sampah yang sudah tersedia,” ungkapnya.

Pantauan di lapangan, usaha acara seremonial dilanjutkan dengan bakti sosial bersama salah satu universitas di Karimun yang sedang melaksanakan magang dengan mengecat. Selain itu membersihkan lokasi yang kotor, bersama-sama awak media yang sedang meliput. Hadir juga Sekcam Tebing dan tamu undangan serta tokoh masyarakat desa Pongkar.(tri)

BP Ajak Diskusi Pengusaha

0

lukityabatampos.co.id – Sesuai janjinya saat menginjakkan kaki pertama kali di Batam. Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Lukita Dinarsyah Tuwo akan mengajak diskusi para pelaku usaha mengenai berbagai permasalahan ekonomi dalam rapat tertutup di Lantai 8 Gedung BP Batam.

“Prinsip kami dalam bekerja adalah koordinasi dulu dengan stakeholder sebelum keluarkan kebijakan. Bukan karena mau kompromi, tapi karena prinsip kebijakan memang harus komunikasi,” ungkapnya belum lama ini.

Diskusi tersebut akan dilakukan mulai pukul 13.00 hingga pukul 18.00 WIB. Dalam diskusi pertama, BP Batam mengundang pengusaha yang tergabung dalam Himpunan Kawasan Industri (HKI) Kepri, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Batam dan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kepri. Rapatnya dimulai sejak pukul 13.00 hingga 14.30 WIB.

Salah satu persoalan yang akan dibahas adalah mengenai Peraturan Kepala (Perka) 10 Tahun 2017 tentang sistem administrasi lahan. Lukita ingin meninjau kebijakan tersebut, namun ia juga harus mendapatkan masukan dari dunia usaha.

“Kami menyambut baik ajakan untuk berdiskusi tersebut. Dan kami akan memberi masukan kepada Pak Lukita bagaimana cara membantu industri di Batam supaya tumbuh,” ujar Wakil Ketua Koordinator HKI Kepri, Tjaw Hoeing, Senin (30/10).

Setelah itu, maka Lukita kemudian akan berdiskusi dengan pengusaha pelayaran yang tergabung dalam INSA Batam. Diskusi tersebut dimulai pada pukul 16.00 hingga 18.00 WIB.

Adapun persoalan yang akan dibahas adalah seputar persoalan pelabuhan dan tarif pelabuhan yang tertuang dalam Perka 17 Tahun 2016 silam. Pengusaha pelayaran dan dari galangan kapal menganggap bahwa tarif dalam Perka tersebut sangat memberatkan dan membuat Batam akan kesulitan bersaing dengan negara tetangga.

“Ya kami akan membahas itu. Kami sambut itikad baik dari Pak Lukita dan kami akan upayakan beri masukan yang terbaik,” kata Sekretaris II Insa Batam, Osman Hasyim.

Lalu setelah itu, BP Batam akan melakukan safari media dengan mengunjungi sejumlah kantor media terbesar di Batam. Dimulai dari Batam Pos pada hari Rabu (1/11). (leo)

TCC Dorong Roda Ekonomi Tanjungpinang

0
TCC Mall yang berada di Kawasan Dgreen City Tanjungpinang ini selalu memanjakan pengunjungnya dengan berbagai program unggulan. f Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Kehadiran Tanjungpinang City Center (TCC) selain ikut mendorong roda perekonomian Tanjungpinang juga menyerap tenaga kerja lokal. Pusat perbelanjaan modern yang beroperasi sejak Mei 2016 ini selalu ramai didatangi pengunjung.

Juru bicara TCC, Ani menuturkan di bulan Mei TCC dikunjungi sebanyak 291.674 orang, Juni 681.458, Juli 530.753, Agustus 477.337, dan September sebanyak 443.320 pengunjung.

Hal tersebut lanjut Ani, tak terlepas dari keberadaan fasilitas dan layanan yang disediakan TCC untuk aktivitas masyarakat setempat. Kehadiran para penyewa (tenant) lokal dan nasional pun ikut mendinamiskan gaya hidup warga kota. Pusat ritel modern yang memiliki areal luas gross floor area (GFA) 36.819 meter persegi (m2) ini punya segudang tenant kelas nasional.

Diantaranya bioskop XXI, Hypermart, Matahari Dept Store yang pertama dan satu-satunya ritel modern nasional yang ada di Pulau Bintan, termasuk wahana bermain anak-anak Amazone.

“Sejumlah program yang digulirkan TCC juga direspons antusias pengunjung. Program yang kami sediakan cukup beragam. Salah satunya BOOMBER (Boonus manis belanja Ruaaar biasa) di bulan November ini,” jelasnya.

Dalam program ini sambungnya, pengunjung TCC akan dapat voucher belanja setiap pembelian minimal Rp 500 ribu melalui toko yang dipromosikan. 20 pengunjung yang beruntung dapat melakukan reedem voucher dengan membawa struk belanja ke customer service.

“Acara entertainment lainnya juga hadir disetiap weekend, seperti lomba make up pengantin muslim, hip hop heroes untuk menyambut hari pahlawan, dan pemilihan primadona Kepri. Ada juga lomba mewarnai untuk anak-anak, lomba Car Race bersama Amazone, dan turnamen Wushu oleh Assosiasi Tionghoa Indonesia,” ungkapnya.

Pada penutup tahun (Desember) lanjut Ani, akan digelar Midnite Sale menyambut Natal dan TCC Year end Sale. Lalu hadir program unggulan lainnya seperti BOOMBER, Christmas Market, Simfoni Natal, Meet Santa dan ditutup dengan New Year Celebration dengan pesta kembang api yang diiringi live music.

“Kesemua itu membuat kami (TCC, red) kian berkenan di hati pengunjung. Dan sudah tentu keberadaan TCC menjadi gaya hidup warga Tanjungpinang,” ujarnya.

Selain itu kata Ani, TCC selalu mengutamakan kualitas sumber daya manusia (SDM) sehingga pelayanan prima menjadi yang utama. Dalam perjalanannya sejak pertengahan Oktober 2017 lalu, TCC dengan tegas mengambil langkah pemecatan secara tidak hormat kepada tiga personel tingkat managemen yang terbukti melakukan penipuan, ilegal conspiracy dan juga pencurian.

“Inisial nama ketiga orang itu adalah SS selaku Central Manager TCC, HT selaku Regional Building Operation Manager, dan Am selaku Local Marketing Communication TCC,” tegasnya.

Menurut Ani, tindakan tegas (pemecatan) ini sebagai bukti konkret kalau TCC selalu berkomitmen untuk membuat perbaikan atau pembenahan di internal managemen.

“Kami berharap keputusan ini dapat memberikan kenyamanan secara internal di managemen TCC, sehingga kami dapat memberikan fasilitas dan servis yang lebih baik lagi kepada masyarakat Tanjungpinang,” pungkasnya. (cca)

500 Paket Sembako Diserahkan

0
Warga mengantri sembako di Pantai Sergang, Minggu pagi. F. Wijaya Satria/Batam Pos.

batampos.co.id – Sebanyak 500 paket sembako diserahkan bersempena dengan kegiatan Lingga Gathering 2017 di Pantai Sergang, Dabo Singkep. Panitian membagikan 500 paket berisikan beras, minyak goreng dan gula itu kepada seluruh masyarakat yang membutuhkan dengan dikoordinir oleh masing-masing kelurahan se Kecamatan Dabo Singkep.

“Penyerahan ini (paket sembako, red) sebagai kegiatan sosial dari seluruh rangkaian kegiatan Lingga Gathering. Bekerjasama IOF dan Polres Lingga,” kata Kapolres Lingga AKBP Ucok Lasdin Silalahi disela-sela acara di Pantai Sergang, Minggu (29/10) pagi.

Ucok menekankan, kegiatan Lingga Gathering ini, Off-Road Federation (IOF) dan Polres Lingga tidak hanya fokus pada acara offroad, berburu dan kegiatan lainnya namun juga melakukan kegiatan kemanusiaan dengan memberikan bantuan berupa binkisan sembako.

Ucok juga mengucapkan terimakasih kepada seluruh masyarakat Bunda Tanah Melayu yang telah turut serta mensukseskan kegiatan Lingga Gathering pada tahun ini. Yang tentunya Lingga dapat dilirik oleh masyarakat luar sebagai daerah yang menjunjung tinggi keamanan dan ketertiban.

“Selama kegiatan berlangsung, berjalan lancar dan antusia peserta juga semakin tinggi. Sebanyak 150 peserta off-road yang ikut kali ini,” ujar Ucok.

Sedangkan pada kegiatan di Pantai Sergang adalah salah satu rangkaian kegiatan Lingga Gathering. Dalam kegiatan kali ini, dimeriahkan dengan alunan musik akustik dan sejumlah stand yang ada menunjukkan sejumlah produk dan barang yang dipamerkan.

“Selain memberikan 500 paket sembako, ada juga kegiatan kemanusiaan lainnya yakni donor darah yang bekerjasama dengan Polres Lingga, IOF dan Dinas Kesehatan,” tutup Ucok. (wsa)

Konsolidasi Pengawas Pemilu se-Indonesia

0

batampos.co.id – Pemilihan Kepala Daerah Tanjungpinang 2018 akan segera memasuki tahapan. Baik Komisi Pemilihan Umum (KPU) maupun Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) juga akan segera mulai bekerja demi mewujudkan pelaksanaan pesta demokrasi lima tahunan pada pertengahan tahun depan itu.

Koordinasi dan komunikasi sesama pemangku kebijakan di daerah penyelanggara pemilu jadi kunci di balik kesuseksan sebuah pelaksanaan pesta demokrasi.

“Masing-masing menunaikan tanggung jawabnya sesuai dengan wewenangnya dan saling berkoordinasi bisa jadi kunci sukses pemilu,” kata Komisioner Panwaslu Tanjungpinang, Zaini, usai mengikuti Rapat Konsolidasi dan Sosialisasi Pengawasan Pemilu 2018 dan 2019 yang diselenggarakan Bawaslu RI di Jakarta Pusat, kemarin.

Dijelaskan Zaini, kegiatan ini sebagai upaya Bawaslu RI mempersiapkan seluruh anggota pengawas pemilu dari tingkat nasional sampai tingkat kabupaten kota dalam mensukseskan Pilkada serentak 2018 dan Pileg Pilpres 2019.

“Sekaligus penjelasan UU No.7 Tahun 2017,” jelasnya.

Dituturkan Zaini, Ketua Bawaslu RI, Abhan, menjelaskan, bahwa Bawaslu RI secara umum sudah siap mensukseskan pemilu di Indoensia.

“Bawaslu siap mengawal demokrasi. Tapi tidak selalu dengan pendekatan hukum, dengan strategi partisipatif, melibatkan seluruh unsur masyarakat,” kata Abhan sebagaimana dituturkan Zaini.

Imbauan dari Abhan ini, sambung Zaini, juga termanifestasikan dalam kesiapan Panwaslu Tanjungpinang mengawal Pilkada 2018 mendatang. “Kami sudah siap mengawas dan mengawal persiapan, tahapan penyelengaraan, hingga pencoblosan 27 Juni 2018 dan Pileg Pilpres 4 April 2019,” tegas Zaini. (aya)

Ancaman Krisis Air Bersih 2020

0
Kondisi level air di Intake Waduk Duriangkang pada bulan Desember 2016 DOK/ATB

batampos.co.id – Di tengah polemik kenaikan pajak air yang berpotensi mengerek tarif air bersih ATB, Batam sejatinya sedang menghadapi ancaman yang tak kalah serius: krisis air bersih. Kondisi ini diperkirakan akan terjadi dua tahun mendatang.

“Jika sampai pada tahun 2020 tidak ada air tambahan. Maka, Batam diprediksi akan mengalami bencana krisis air,” ujar Corporate Communications Manager PT Adhya Tirta Batam (ATB), Enriqo Moreno Ginting, belum lama ini.

Hal ini jika menilik pasokan air baku di sejumlah waduk yang dikelola ATB yang terus menyusut. Bahkan di waduk Duriangkang yang selama ini menjadi sumber air baku utama bagi ATB.

Untuk mengatasi permasalahan ini, diperlukan waduk atau WTP yang baru. Biaya untuk membangun waduk atau WTP baru itu, dibutuhkan dana hingga mencapai Rp 60 miliar.

“Kemungkinan pembangunannya itu memakan waktu hingga satu tahun, baru bisa airnya diolah. Solusinya Dam di Tembesi harus segera digunakan,” katanya lagi.

Sementara Badan Pengusahaan (BP) Batam saat ini sudah menambah dam baru, yakni Dam Tembesi. Namun dam tersebut diperkirakan baru bisa beroperasi tahun depan. Jika sudah beroperasi, dam ini diperkirakan akan mampu memproduksi air baku sebesar 600 liter per detik.

Namun prediksi operasional Dam Tembesi ini diperkirakan akan molor. Sebab sampai saat ini belum dilakukan pengerukan dam karena anggaran yang terbatas.

Selain Dam Tembesi, pemerintah melalui Kementerian PU dan Perumahan Rakyat juga tengah membangun bendungan di Seigong, Kecamatan Galang, Batam. Pembangunan bendungan yang menelan dana Rp 238,44 miliar ini dipercaya bakal menambah pasokan air baku bagi Batam yang selama ini hanya mengandalkan air hujan.

“Khususnya Pulau Batam dan sekitarnya ini, bendungan bukan untuk irigasi tapi untuk air baku, kebutuhannya saat ini adalah 3.250 liter per detik. Sekarang dengan 8 bendungan yang sudah ada di Pulau Batam, hanya bisa mensuplai sekitar 2.800 liter per detik jadi masih kurang 400 liter per detik,” kata Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, saat meresmikan pembangunan bendungan tersebut, akhir Maret lalu.

Bendungan Seigong memiliki luas area genangan 355,99 hektare dengan volume tampungan air sebanyak 11,8 juta meter kubik dan kapasitas 400 liter per detik. Kontrak pembangunannya telah dilakukan sejak akhir 2015 lalu dan ditarget rampung setidaknya pada akhir 2018 mendatang.

Selain bertujuan untuk memenuhi kebutuhan air baku, bendungan ini juga dibangun sebagai fungsi konservasi sumber daya air, pendidikan, dan diharapkan menjadi salah satu destinasi wisata di Kota Batam.

Saat ini Kementerian PUPR juga tengah mencari lokasi lain yang memiliki potensi untuk dibangun embung dan bendungan muara seperti Bendungan Seigong. (cr1/jpgroup)

 

Wakil Rektor Umrah Ditangkap

0

batampos.co.id – Pihak kampus Universitas Maritim Raja Ali Haji (Umrah) mengaku telah menerima informasi terkait penangkapan terhadap Wakil Rektor Bidang Umum, Perencanaan, Sistem Informasi dan Keuangan, Hery Suryadi, oleh penyidik Tipikor Polda Kepri, di hotel Ibis Taman Ismail Marzuki Jakarta, Sabtu (28/10) sore.

“Iya kami sudah dengar kabar diamankannya Wakil Rektor itu,” ujar Humas Umrah, Muharoni, Minggu (30/10).

Dikatakan Muharoni, informasi yang diterima pihaknya baru dari rekan media. Sedangkan informasi resmi dari Polda Kepri belum ada.

“Informasi resmi belum. Kita baru dapat info dari rekan media,” kata Roni.

Sementara saat ditanya apakah pihak kampus akan memberikan bantuan hukum terhadap pejabatnya tersebut, terang Muharoni, pihaknya belum bisa berbicara banyak. Terkait hal itu akan di rilis besok (hari ini).

InshAllah besok kami rilis informasi lanjutan terkait ini,” ucapnya.

Seperti diketahui, Heri Suryadi merupakan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dari proyek pengadaan program integrasi sistem akademik dan adminstrasi dari APBN senilai Rp 29 miliar tahun 2015. Ia ditetapkan tersangka bersama tiga orang lainnya yakni Direktur PT Jovan Karya Perkasa, HG bersma YS dan UZ dari perusahaan Distributor.(ias)

Berebut Hak Pengelolaan Air

0

batampos.co.id – Selain memungut tarif pajak air permukaan, Pemprov Kepri sepertinya juga berambisi mengambil alih konsesi pengelolaan air bersih di Batam. Sebab konsesi yang saat ini dipegang PT Adhya Tirta Batam (ATB) akan berakhir pada 2020 mendatang.

Wakil Ketua Komisi III DPRD Batam Surya Makmur Nasution mengatakan, Pemprov Kepri memiliki peluang besar untuk mengelola air bersih di Batam. “Ini sebuah keniscayaan,” katanya, Jumat pekan lalu.

Apalagi, kata Surya Makmur, Mahkamah Konstitusi (MK) telah mengabulkan gugatan Muhammadiyah dan sejumlah warga terkait Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air (SDA). MK mengembalikan pengelolaan sumber daya air ke negara, setelah selama ini banyak dikuasai asing.

Dalam putusannya, MK mengacu pada Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 33 yang menyatakan bahwa sumber daya alam dikuasai oleh negera dan digunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.

Tak hanya itu, Mahkamah Agung (MA) pada 10 Oktober 2017 lalu juga mengabulkan gugatan warga Jakarta untuk menghentikan swastanisasi air di Jakarta. Seperti diketahui PAM Jakarta bermitra dengan Paljaya dan Aetra yang notabene ada unsur asing di dalamnya.

“Bermitra dengan perusahaan asing saja tak boleh, apalagi dikelola penuh swasta plus asing,” ujar Surya.

Sehingga, menurut Surya, sudah saatnya pemerintah mengambil alih hak konsesi itu. Ia bahkan memastikan kapasitas pemerintah untuk mengelola air bersih cukup baik.

“Kan hanya kepemilikan saja yang berubah, dari swasta plus asing ke Pemda. Soal SDM-nya ya tetap saja, termasuk pekerja asingnya kalau masih mau bertahan. Jadi tidak akan berpengaruh pada pelayanan,” ujarnya.

Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo belum bisa bicara banyak soal kemungkinan pengelolaan air bersih Batam diserahkan ke Pemprov Kepri berserta aset-asetnya atau dikelola oleh BP Batam sendiri. “Kami ketemu dulu dengan gubernur,” kata Lukita, beberapa waktu lalu.

Sekadar mengingatkan, riwayat pengelolaan air bersih di Batam hingga sampai ke tangan PT ATB. Sejak Batam ditetapkan sebagai kawasan industri di bawah kendali Otorita Batam pada 1971 sampai pertengahan 1990-an, pasokan air bersih terbilang minim. BP Batam yang saat itu bernama Otorita Batam mengelola air bersih sendiri hanya bisa menghasilkan sekitar 500 liter per detik. Padahal kapasitas air baku mencapai 850 liter per detik saat itu. Tak cuma jumlah yang minim, kualitas produknya pun tak memadai.

Pemandangan dari udara waduk Duriangkang. DOK/ATB

Otorita Batam kemudian melakukan studi kelayakan pengelolaan air di Pulau Batam. Lewat negosiasi yang panjang, Otorita menunjuk konsorsium PT Adhya Tirta Batam sebagai pengelola air. Konsorsium itu terdiri dari perusahaan Biwater International, PT Bangun Cipta Kontraktor, dan PT Syabata Cemerlang. Dalam konsorsium itu, Biwater dan Bangun Cipta masing-masing memiliki 45 persen saham, dan Syabata memiliki 10 persen saham.

Pada 17 April 1995, perjanjian konsesi antara Otorita Batam dengan konsorsium Biwater Internasional, PT Bangun Cipta Kontraktor, dan PT Syabata Cemerlang diteken. Ketiga perusahaan itu kemudian membentuk perusahaan pengelola dan penyedia air bersih PT Adhya Tirta Batam pada 3 Agustus 1995. Konsorsium itu menggelontorkan dana Rp 5,590 miliar yang menjadi modal ATB sebagai pengelola tunggal air minum di Batam.

Perjanjian konsesi berlangsung selama 25 tahun yang berakhir pada 17 April 2020. Dalam perjanjian itu, ATB antara lain wajib memenuhi kebutuhan air bersih konsumen, menyediakan pendanaan untuk menjalankan pelayanan, membangun instalasi pengelolaan air bersih dan menyalurkannya sesuai standar organisasi kesehatan dunia (WHO).

Pada perjalanannya, dinamika terjadi dalam kepemilikan saham ATB. Tahun 2001 lalu PT Syabata Cemerlang melepas 10 persen kepemilikan sahamnya, masing-masing lima persen pada Biwater dan Bangun Cipta Kontraktor. Biwater pun mengalami transformasi setelah diakuisisi Cascal dari Inggris. Tahun 2010, Cascal pun diakuisisi perusahaan asal Singapura Sembcorp.

Konsesi sendiri akan berakhir 17 April 2020. Sejumlah perusahaan termasuk ATB ikut mendaftar di BP Batam untuk mengelola kembali air bersih di Batam. Namun, melihat aturan yang ada, kecil peluang asing kembali ambil bagian dalam pengelolaan air bersih di Batam.

Manager Komunikasi dan Humas PT ATB Enriqo Moreno mengatakan, ATB saat ini memproduksi hingga 3.475 meter kubik per detik. Setahun, ATB bisa memproduksi air bersih 100 juta meter kubik untuk melayani 270 ribu pelanggan (data hingga September 2017).

Pelanggan ATB itu tersebar di delapan kecamatan mainland Batam. Angka tersebut 88,3 persen di antaranya pelanggan rumah tangga (RT), niaga 10,8 persen, dan industri 0,9 persen. Mengenai tarif, beban tarif air bersih RT Rp 2 ribu/meter kubik, sedangkan industri sebesar Rp 10 ribu/meter kubik. (nur/leo/cha)