Kamis, 21 Mei 2026
Beranda blog Halaman 13018

Kemenpar Perkuat Penyediaan Informasi Pariwisata via Media Digital

0
ilustrasi

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) melalui Biro Hukum dan Komunikasi Publik Kemenpar menggelar kegiatan “Workshop Standardisasi Penyediaan Informasi Pariwisata”.

Mengusung tema “Keterbukan Informasi Publik Bidang Pariwisata di Era Digital”, workshop akan berlangsung selama empat hari mulai 30 Oktober hingga 2 November 2017 di Hotel Royal Tulip Gunung Geulis, Pasir Angin, Gadog, Jawa Barat.

Kegiatan ini akan diikuti lebih dari 60 peserta yang terdiri dari kepala dan staf Biro Hukum dan Komunikasi Publik Kemenpar, para kepala dinas pariwisata, direktur sekolah tinggi pariwisata, perwakilan Genpi, media, blogger dan lainnya.

Beragam pembicara ahli di bidangnya akan dihadirkan sehingga dapat menjadi masukan dan informasi dalam memaksimalkan dan meningkatkan kualitas layanan informasi publik.

Diantaranya adalah Staf Khusus Menteri Pariwisata Bidang Komunikasi Don Kardono yana akan membahas materi tentang “Penyebaran Informasi Bidang Pariwisata Menggunakan Media Digital.

Kemudian juga hadir Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Johan Budi yang akan membahas “Arah Kebijakan Pembangunan Pariwisata Pemerintahan Jokowi-JK”, Dirjen Informasi Komunikasi Publik Kemenkominfo Rosarita Niken Widiastuti akan menjadi pemateri ketiga yang akan membahas “Keberhasilan Pemanfaatan Sosial Media Sebagai Media Informasi Publik”.

Kepala Dinas Pariwisata Banyuwangi MY Bramuda akan membahas “Keberhasilan Pemanfaatan Sosial Media Sebagai Media Informasi Publik Khususnya di Bidang Pariwisata oleh Pemerintah Daerah”.

Tidak ketinggalan entrepreneur yang juga pendiri Helmy Yahya Broadcasting Academy, Helmy Yahya yang akan membahas “Perubahan Komunikasi Publik dari Konvensional ke Digital”, CEO Good News From Indonesia Wahyu Aji yang membahas “Etika dan Norma Standard Dunia Media Sosial dan Bagaimana Menghadapi Sentimen Negatif Publik/Serangan Hoax”.

Serta Praktisi Komunikasi dan Branding Rizanto Binol yang akan membahas “Tren Digital Tourism-Strategi Memenangkan Pasar Pariwisata Dunia”.

Sektretaris Kementerian Kemenpar Ukus Kuswara mengatakan, peralihan penggunaan media konvensional ke digital oleh publik untuk mencari informasi yang dibutuhkan semakin hari kian besar. Selain itu pembagian informasi di platform digital mencapai 70 persen dan penyajian informasi melalui media digital empat kali lebih efektif dibanding media konvensional.

“Sehingga di era teknologi saat ini diharapkan seluruh perangkat Humas mampu untuk berperan aktif menjaga informasi yang disediakan pada publik secara benar, tepat guna dan tersaji dengan komprehensif. Salah satu alatnya adalah melalui media digital,” ujar Ukus Kuswara.

Melalui kegiatan workshop ini diharapkan para peserta yang merupakan ujung tombak dalam penyebaran informasi dan promosi pariwisata, dapat meningkatkan pemahaman, pengelolaan, pelayanan informasi kehumasan baik untuk kebutuhan pubkik eksternal dan internal.

Kemudian juga terciptanya kualitas dan kuantitas informasi publik tentang kepariwisataan berbasis digital.

“Juga terpenuhinya transparansi informasi, program kerja dan kegiatan-kegiatan kementerian maupun dinas, untuk memperoleh dukungan masyarakat,” ujar Ukus Kuswara.

Melalui workshop ini pula diharapkan dapat menumbuhkembangkan image positif Kementerian Pariwisata maupun Dinas Pariwisata di daerah, sehingga informasi yang dihasilkan tersaji secara komprehensif, aktual, faktual dan mudah diakses.

“Tentunya mengoptimalkan penggunaan media digital dalam pelayanan informasi di bidang pariwisata,” jelas Ukus.

Dalam kegiatan akan dilakukan perencanaan, penyusunan, dan pembuatan informasi kehumasan yang nantinya akan disebarluaskan melalui media komunikasi digital. Melakukan koordinasi dan kerja sama dengan media atau komunitas lokal yang juga memiliki motivasi untuk kemajuan pariwisata lokal.

“Menyiapkan draft SOP pelayanan informasi publik yang bisa diterapkan pada pelayanan yang berbasis digital dan juga menyiapkan etika pelayanan prima atau excellent service,” ujar Ukus.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menyambut baik kegiatan workshop yang turut melibatkan para kepala dinas, media dan juga blogger serta pihak terkait lainnya. Menpar menjelaskan, organisasi publik saat ini menghadapi sejumlah tantangan besar. Yaitu pertama, meningkatnya kebutuhan pelayanan informasi yang berbasis digital di organisasi. Baik pelayanan kepada publik internal maupun eksternal.

Kemudian selanjutnya meningkatnya target capaian organisasi yang juga berhubungan dengan kinerja organisasi terutama dari lingkungan eksternal yang menuntut tingkat partisipasi dan transparansi lebih besar dalam pengelolaan informasi publik.

Kemudian ketiga adalah semakin banyaknya pemberitaan negatif sehingga dibutuhkan management tertentu untuk menghadapinya. “Diharapkan dengan penyiapan draft SOP pelayanan informasi publik ini, setiap organisasi memiliki mekanisme atau SOP yang tepat guna,” ujar Menpar.

Inkonsistensi penyediaan informasi publik yang tidak seragam tentunya akan berdampak negatif terhadap citra positif pariwisata Indonesia. “Transformasi penggunaan media komunikasi berbasis digital di era saat ini perlu mendapatkan dukungan dari pemerintah pusat untuk memastikan perubahan yang sesuai arah yang baik dan benar,” kata Menpar Arief Yahya.

Kemenpar Perkuat Penyediaan Informasi Pariwisata via Media Digital

JAKARTA – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) terus melakukan penyempurnaan strategi promosi. Termasuk dalam pemanfaatannya menggunakan media digital. Berangkat dari hal tersebut, Kementerian di bawah komando Arief Yahya itu melalui Biro Hukum dan Komunikasi Publik Kemenpar menggelar kegiatan “Workshop Standardisasi Penyediaan Informasi Pariwisata”.

Mengusung tema “Keterbukan Informasi Publik Bidang Pariwisata di Era Digital”, workshop akan berlangsung selama empat hari mulai 30 Oktober hingga 2 November 2017 di Hotel Royal Tulip Gunung Geulis, Pasir Angin, Gadog, Jawa Barat.

Kegiatan ini akan diikuti lebih dari 60 peserta yang terdiri dari kepala dan staf Biro Hukum dan Komunikasi Publik Kemenpar, para kepala dinas pariwisata, direktur sekolah tinggi pariwisata, perwakilan Genpi, media, blogger dan lainnya.

Beragam pembicara ahli di bidangnya akan dihadirkan sehingga dapat menjadi masukan dan informasi dalam memaksimalkan dan meningkatkan kualitas layanan informasi publik.

Diantaranya adalah Staf Khusus Menteri Pariwisata Bidang Komunikasi Don Kardono yana akan membahas materi tentang “Penyebaran Informasi Bidang Pariwisata Menggunakan Media Digital.

Kemudian juga hadir Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Johan Budi yang akan membahas “Arah Kebijakan Pembangunan Pariwisata Pemerintahan Jokowi-JK”, Dirjen Informasi Komunikasi Publik Kemenkominfo Rosarita Niken Widiastuti akan menjadi pemateri ketiga yang akan membahas “Keberhasilan Pemanfaatan Sosial Media Sebagai Media Informasi Publik”.

Kepala Dinas Pariwisata Banyuwangi MY Bramuda akan membahas “Keberhasilan Pemanfaatan Sosial Media Sebagai Media Informasi Publik Khususnya di Bidang Pariwisata oleh Pemerintah Daerah”.

Tidak ketinggalan entrepreneur yang juga pendiri Helmy Yahya Broadcasting Academy, Helmy Yahya yang akan membahas “Perubahan Komunikasi Publik dari Konvensional ke Digital”, CEO Good News From Indonesia Wahyu Aji yang membahas “Etika dan Norma Standard Dunia Media Sosial dan Bagaimana Menghadapi Sentimen Negatif Publik/Serangan Hoax”.

Serta Praktisi Komunikasi dan Branding Rizanto Binol yang akan membahas “Tren Digital Tourism-Strategi Memenangkan Pasar Pariwisata Dunia”.

Sektretaris Kementerian Kemenpar Ukus Kuswara mengatakan, peralihan penggunaan media konvensional ke digital oleh publik untuk mencari informasi yang dibutuhkan semakin hari kian besar. Selain itu pembagian informasi di platform digital mencapai 70 persen dan penyajian informasi melalui media digital empat kali lebih efektif dibanding media konvensional.

“Sehingga di era teknologi saat ini diharapkan seluruh perangkat Humas mampu untuk berperan aktif menjaga informasi yang disediakan pada publik secara benar, tepat guna dan tersaji dengan komprehensif. Salah satu alatnya adalah melalui media digital,” ujar Ukus Kuswara.

Melalui kegiatan workshop ini diharapkan para peserta yang merupakan ujung tombak dalam penyebaran informasi dan promosi pariwisata, dapat meningkatkan pemahaman, pengelolaan, pelayanan informasi kehumasan baik untuk kebutuhan pubkik eksternal dan internal.

Kemudian juga terciptanya kualitas dan kuantitas informasi publik tentang kepariwisataan berbasis digital.

“Juga terpenuhinya transparansi informasi, program kerja dan kegiatan-kegiatan kementerian maupun dinas, untuk memperoleh dukungan masyarakat,” ujar Ukus Kuswara.

Melalui workshop ini pula diharapkan dapat menumbuhkembangkan image positif Kementerian Pariwisata maupun Dinas Pariwisata di daerah, sehingga informasi yang dihasilkan tersaji secara komprehensif, aktual, faktual dan mudah diakses.

“Tentunya mengoptimalkan penggunaan media digital dalam pelayanan informasi di bidang pariwisata,” jelas Ukus.

Dalam kegiatan akan dilakukan perencanaan, penyusunan, dan pembuatan informasi kehumasan yang nantinya akan disebarluaskan melalui media komunikasi digital. Melakukan koordinasi dan kerja sama dengan media atau komunitas lokal yang juga memiliki motivasi untuk kemajuan pariwisata lokal.

“Menyiapkan draft SOP pelayanan informasi publik yang bisa diterapkan pada pelayanan yang berbasis digital dan juga menyiapkan etika pelayanan prima atau excellent service,” ujar Ukus.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menyambut baik kegiatan workshop yang turut melibatkan para kepala dinas, media dan juga blogger serta pihak terkait lainnya. Menpar menjelaskan, organisasi publik saat ini menghadapi sejumlah tantangan besar. Yaitu pertama, meningkatnya kebutuhan pelayanan informasi yang berbasis digital di organisasi. Baik pelayanan kepada publik internal maupun eksternal.

Kemudian selanjutnya meningkatnya target capaian organisasi yang juga berhubungan dengan kinerja organisasi terutama dari lingkungan eksternal yang menuntut tingkat partisipasi dan transparansi lebih besar dalam pengelolaan informasi publik.

Kemudian ketiga adalah semakin banyaknya pemberitaan negatif sehingga dibutuhkan management tertentu untuk menghadapinya. “Diharapkan dengan penyiapan draft SOP pelayanan informasi publik ini, setiap organisasi memiliki mekanisme atau SOP yang tepat guna,” ujar Menpar.

Inkonsistensi penyediaan informasi publik yang tidak seragam tentunya akan berdampak negatif terhadap citra positif pariwisata Indonesia.

“Transformasi penggunaan media komunikasi berbasis digital di era saat ini perlu mendapatkan dukungan dari pemerintah pusat untuk memastikan perubahan yang sesuai arah yang baik dan benar,” kata Menpar Arief Yahya.(*)

Kemenpar Tebar Pesona di DEMA Show Orlando

0

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) akan ambil bagian dalam The Diving Equipment and Marketing Association (DEMA) Show di Orlando, Amerika Serikat (AS), 1-4 November 2017.

DEMA Show menjadi event tepat untuk menggaungkan pamor destinasi selam Indonesia ke tingkat global. Pasalnya, DEMA Show merupakan pameran internasional tahunan untuk industri selam, olahraga air, dan industri perjalanan.

Pameran itu sekaligus menjadi ajang reuni yang sangat dinantikan para diver dan instruktur divers dari seluruh dunia. Kemenpar memiliki misi besar dalam event itu. Yakni, meningkatkan jumlah kunjungan turis asal AS hingga 360 ribu orang.

Deputi Bidang Pengembangan dan Pemasaran Mancanegara I Gde Pitana mengatakan, timing pergelaran itu sangat pas. Sebab, puncak kedatangan wisatawan mancanegara (wisman) Amerika ke Indonesia adalah pada liburan musim dingin atau Desember.

“Biasanya, mereka pelesiran ke negara yang lebih hangat. Salah satunya kawasan Asia Tenggara. Nah, kebetulan momentum endorser Barack Obama (mantan presiden AS) datang ke Indonesia juga masih sangat terasa. Kami manfaatkan ini dengan maksimal,” ujar Pitana.

Sementara itu, Asisten Deputi Pengembangan Pasar Eropa, Timur Tengah, Amerika dan Afrika, Kementerian Pariwisata Nia Niscaya mengatakan, Kemenpar akan menempati Paviliun Kemenpar seluas 600 sqm.

“Kami akan hadirkan 20 industri pariwisata, satu maskapai (Singapore Airlines) dan Pemerintah Kota Manado serta Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Papua Barat,” kata Nia.

Dia menambahkan, Papua Barat akan menyewa 25 booth dengan luas 234 sqm. “Kami bantu fasilitasi dekorasi serta meja dealing dan perlengkapannya,” imbuh Nia.
Nia menjelaskan, Kemenpar fokus mempromosikan sepuluh spot diving utama di Indonesia.

Yakni, Bali, Lombok, Komodo-Labuhan Bajo, Alor, Bunaken & Lembeh, Togean, Wakatobi, Derawan, Banda & Ambon, dan Raja Ampat.

Untuk mempromosikan pavilion Wonderful Indonesia di DEMA, Kemenpar melakukan pemasangan advertorial di media cetak (Orlando Sentinel) dan media online (official website DEMA) pada saat pre-event. Kemenpar juga sudah menyiapkan berbagai kegiatan menarik untuk memikat pengunjung.

Misalnya, penyebaran informasi, khususnya tentang wisata diving, kepada pengunjung.
Hal itu dilakukan dengan pemberian booklet diving, flyer, Indonesia tourism map , dan suvenir kepada pengunjung.

“Kami juga akan menyiapkan hadiah suvenir scarf batik dan spa corner berupa lima minutes hand or shoulder massage dengan kewajiban mengisi kuesioner terlebih dahulu,” tambah Nia.

Pada 2 November akan dilakukan function gathering yang menampilkan cultural performance, testimoni eks peserta FT diving dari AS, pengundian door prize, dan cocktail party.

Sementara itu, Menpar Arief Yahya mengatakan, pihaknya akan terus memperkenalkan potensi wisata bahari seperti diving (menyelam).

Indonesia sendiri memiliki 55 destinasi diving dan lebih dari 1.500 dive spots yang tersebar dari Aceh hingga Papua. Jumlah itu lebih banyak dibandingkan semua negara di dunia.

Hal ini menjadikan Indonesia memiliki potensi pariwisata bahari terbanyak di dunia. Indonesia memiliki diving spot yang merupakan surga bagi para divers.

“Diving atau wisata selam itu niche market atau luxury market, satu persen total dari populasi penduduk dunia. Sekitar 2,7 hingga 3, 5 juta penyelam scuba yang aktif ada di AS dan enam juta ada di seluruh dunia. Ini salah satu alasan kami ikut event DEMA dengan beberapa industri dan memperlihatkan kehebatan dan keindahan tanah air kita, terutama keindahan alam bawah laut kita,” kata Menpar Arief Yahya.

Selain DEMA Show, Kemenpar telah dan akan melakukan lima agenda kegiatan di AS selama 2017.

Yakni, mengikuti pameran New York Times Travel Show (umum), Los Angeles Travel and Adventure Show (umum), Seatrade Cruise Global (cruise), IMEX Amerika (MICE), dan Indonesia Sales Mission in USA atau misi penjualan pariwisata ke kota-kota besar sumber wisman di AS.

”Kami memang sudah fokus kepada selling. Nah, rangkaian kegiatan branding, advertising, dan selling ini semua diharapkan akan mampu menjadi trigger bagi wisman AS untuk memilih Indonesia sebagai destinasi wisata pilihan. Apalagi, setelah kedatangan Obama ke tanah air kita,” pungkas Arief Yahya. (*)

Wonderful Indonesia Menyapa Publik Selangor, Awal November

0

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) akan menggelar Wonderful Indonesia Travel Fair 2017 with AirAsia Tahap II di Melawati Mall, Taman Melawati, Selangor, 3 – 5 November 2017.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara Profesor I Gde Pitana mengatakan, pemilihan Melawati Mall bukan tanpa alasan. Ini adalah salah satu pusat perbelanjaan yang ramai dikunjungi warga Malaysia. Nantinya acara akan digelar di tempat yang paling strategis. Di tengah-tengah Melawati Mall di lantai dasar.

Tempatnya mencapai 3.400 meter per segi. Mall ini juga lokasinya strategis, terhubung oleh 5 jalan tol, populasi pengguna sekitar 740.000, dan lebih dari 10 sekolah internasional dan institusi pendidikan, serta terdapat lebih dari 30.000 usaha di sekitar mall dalam radius 5 km.

Kata Pitana, kegiatan ini merupakan bentuk promosi sekaligus upaya meningkatkan branding Wonderful Indonesia di Malaysia. “Mempromosikan destinasi Indonesia sesuai target dengan coverage penerbangan AirAsia, terutama di originasi Malaysia,” ujar Pitana yang juga diamini Asdep Pengembangan Pemasaran ASEAN, Rizki Handayani.

Profesor Pitana menambahkan, pengunjung nantinya akan diberikan informasi terkait berbagai destinasi di Indonesia. Dalam ajang promosi ini pula, pengunjung akan disuguhkan berbagai kesenian Indonesia. Seperti tari rampak gendang, tari bajidor kahot, tari ronggeng nyentrik, tari genjring party serta live music tradisional tehyan.

“Juga akan ada kegiatan-kegiatan menarik yang menjadi gimmick seperti prize wheel serta photo booth dengan hadiah-hadiah menarik,” kata Pitana.

Rizki menambahkan, selain ajang promosi, dalam travel fair ini tentunya juga akan dijual paket perjalanan ke berbagai destinasi di Indonesia yang melibatkan sejumlah travel agent dengan harga-harga menarik dengan potongan harga hingga 50 persen dari AirAsia.

“Sehingga dapat meningkatkan jumlah kunjunngan wisatawan mancanegara di originasi Malaysia melalui penjualan tiket AirAsia dan paket wisata,” ujar Rizki.

Rizki juga menyebutkan, Wonderful Indonesia Travel Fair 2017 with AirAsia merupakan bagian dari rangkaian kegiatan promosi bersama antara Kementerian Pariwisata Republik Indonesia dengan maskapai AirAsia.

“Selain di Malaysia, kerja sama ini juga dilakukan di negara pasar Singapura,” ujarnya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menyambut baik akan terselenggaranya Wonderful Indonesia Travel Fair 2017 with AirAsia Tahap II sebagai bagian dari mempromosikan pariwisata Tanah Air ke publik Malaysia. Menpar mengatakan, Wonderful Indonesia Travel Fair 2017 with AirAsia merupakan momentum potensial untuk dapat menjaring wisatawan untuk berkunjung ke Indonesia. Pada tahun ini Kemenpar menargetkan mampu menjaring wisatawan mancanegara (wisman) Malaysia sebesar 1.772.000 orang, dimana tahun 2016 sebanyak 1.225.458.

“Malaysia adalah pasar potensial bagi pariwisata Indonesia. Selain dekat secara geografis, Malaysia juga dekat secara budaya. Sama-sama rumpun Melayu,” kata Menpar Arief Yahya.(*)

 

300 Honorer Dinkes Pemko Batam Lulus Tes Tertulis

0
ilustrasi

batampos.co.id – Dinas Kesehatan Kota Batam akan segera melakukan tes psikologi kepada 300 calon honorer yang dinyatakan lulus tes tertulis. Di mana dalam tes beberapa minggu lalu, ada sekitar 4000 orang yang mendaftar.

“Mungkin Jumat dan Sabtu akan dilakukan tes psikologi. Itu untuk 300 orang yang dinyatakan lulus tes tertulis,” kata Kepala Dinas Kota Batam Didi Kusmarjadi, Jumat (27/10)

Ia mengatakan tes psikotes ini akan dilakukan Dinkes bekerja sama dengan ahli. Ia berharap yang terpilih nantinya benar-benar yang sudah teruji. Tidak hanya punya pengetahuan, tetapi harus bagus dari segi psikologinya.

“Kita benar-benar ingin mendapatkan calon yang bisa melayani masyarakat dengan mumpuni. Seperti yang diungkapkan kemarin, yang akan terpilih adalah 64 orang,” katanya.

Didi mengatakan tenaga honorer ini nantinya akan ditempatkan di beberapa Puskesmas di Batam. Akan diutamakan Puskesmas yang baru saja beroperasi seperti di Puskesma Kampung Jabi dan Rempang Cate.

“Puskesmas itu butuh SDM, tetapi kita juga tetap mengamati perkembangan tenaga di Puskesmas lainnya,” katanya.

Menurut Didi, penerimaan pegawai honorer Dinkes ini dilakukan transparan dan akuntable. Di mana nilai tertinggi dan yang layak akan dipastikan lulus.

Anggota komisi IV DPRD Kota Batam Marlon Brando berharap Disdik bisa mempercepat proses seleksi ini. Di mana menurutnya, puskesmas yang baru beroperasi tersebut membutuhkan SDM yang mumpuni.

“Dinkes harus gerak cepat. Tetapi perlu diingat, kualitas honorer harus diutamakan. Tahapan seleski harus objektif,” katanya.

Demikian juga dengan penempatannya pun nantinya diharapkan harus benar-benar merata. Ia berharap pelayanan kesehatan untuk warga hinterlan harus maksimal. (ian)

Pemprov Kepri akan Memutasi Guru ke Hinterland, kalau Menolak……

0

batampos.co.id – Dinas Pendidikan Provinsi Kepri saat ini sedang menata keberadaan guru non PNS yang mengajar di SMA/SMK sederajat di Batam dan daerah lain. Akan dilakukan pemerataan dan perpindahan. Guru yang menolak untuk dipindahkan ke hinterland maka kontraknya akan diputus.

“Kalau ada yang menolak. Kita akan putus kontraknya. Kan sudah jelas di perjanjian, bahwa setia GTT atau pun guru non PNS bersedia ditempatkan di seluruh Kepri,” kata Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepri, Arifin Nasir, Jumat (27/10).

Ia mengatakan di Batam saat ini ada sekitar 300 pengajar Guru Tidak Tetap (GTT).Sebagian nantinya akan dikirim ke pulau, seperti ke Belakangpadang. Di mana provinsi sudah menyiapkan tiga angkutan gratis.

“Di Batam ini, paling ke Belakang Padang. Itu tidak terlalu jauh. Jadi kalau masih menolak, ya kita putus,” katanya.

Ia mengatakan saat ada beberapa sekolah di hinterland di Kepri yang banyak kekurangan guru. Ini menjadi perhatian serius dari pemerintah provinsi.

“Kalau saat ini memang masih ada kekurangan guru. Seperti yang saya sampaikan beberapa hari lalu, memang ada sekitar 200 guru kekurangan. Kita akan coba minta ke pak Gubernur nantinya,” katanya.

Sebelumnya, Onward Siahaan, anggota DPRD Provinsi Kepri dari Dapil Batam mengatakan dalam beberapa reses, ia mengaku masalah pendidikan ini memang selalu menjadi perhatian dari seluruh masyarakat. Harapannya, memang pendidikan di Batam harus andal dan berkualitas.

“Pendidikan ini memang harus merata. Jangan hanya dipusat kota saja yang banyak guru, tetapi di hinterland memang tertinggal. Harapan kita Pemprov harus membina dan menata ini sebaik mungkin,” katanya. (ian)

Walikota Batam: Apa yang Terjadi pada Dendi Mengejutkan

0
Kasubnit III Jatanras Polda Kepri AKBP Aris (kanan) bersama anggota Polda Kepri mengawal dua tersangka Dendi Purnomo yang diamankan pada operasi tangkap tangan saat ekpos di Mapolda Kepri, Selasa (24/10). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Walikota Batam, Muhammad Rudi menyebutkan tidak alasan khusus mengenai penunjukkan Herman Rozie sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam.

“Saya butuh orang yang tegas, dan cepat bertindak,” kata Rudi, Jumat (27/10).

Rudi menyebutkan semua yang terjadi belakangan yang menimpa Dendi Purnomo cukup mengejutkan. Namun demikian semua aktivitas yang berhubungan dengan DLH harus tetap berjalan. Seperti pelayanan dan perizinan yang menjadi kewenangan DLH.

“Tidak saja itu, kami juga harus memperhatikan kesejahteraan satgas kebersihan yang sehari-hari melayani pengangkutan sampah,” ungkapnya.

Ia menegaskan, seluruh kebijakan yang berada di DLH akan menjadi kewenangan dari Herman Rozie.

“Kami harus mengambil kebijakan dengan cepat, agar tidak menimbulkan permasalahan di intansi tersebut,” sebutnya.

Menurutnya, jabatan Plt ini tidak akan mengganggu jabatan lama Herman Rozie sebagai Kepala Dinas Perakimtan Kota Batam.

“Saya melihat beban kerja Herman tidak terlalu padat akhir-akhir ini, jadi saya rasa dia bisa membantu kami membenahi DLH,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Walikota Batam, Amsakar berharap Herman Rozi bisa menyelesaikan tugas yang ditinggalkan pejabat lama DLH.

“Silakan dirombak, dan di refresh apa yang salah dan tidak sesuai prosedur agar bisa diluruskan kembali,” terang Amsakar.

Ia mengungkapkan selama ini, tidak pernah menerima laporan khusus dari pejabat lama mengenai pengurusan perizinan yang dikeluarkan DLH.

“Belum ada selama ini, jadi saya tidak terlalu paham, apalagi teknis perizinan di DLH,” beber mantan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Batam ini.

Sebagai orang baru di DLH, Amsakar berharap pejabat yang baru ditunjuk ini bisa berkoordinasi dengan pegawai yang ada DLH.

“Ke depan tentu yang kami minta seluruh pengurusan lebih transparan, dan dalam waktu dekat Herman bisa melaporkan apa yang harus kami benahi bersama agar kejadian ini tidak terjadi kembali,” imbuh pria 49 tahun ini.

Mengenai dua pegawai DLH yang diduga menerima aliran dana suap, Amsakar menegaskan semua sudah jelas dan diatur. Jika mereka terbukti tentu harus menerima konsekuensinya.

“Saya belum terima laporan mengenai kedua pegawai ini, informasinya mereka sudah tidak masuk kantor pasca OTT. Kita tunggu sajalah penyelidikkan dari pihak kepolisian,” tutup mantan Kepala Dinas KUKM Kota Batam ini.(cr17)

Baju Seken Aviari pun Dijual secara Online

0
Pengunjung memilih pakain bekas di toko Hani Pasar Aviari Seken Batuaji. Pedagang saat ini beralih penjual secara online karena pengunjung sepi datang yang belanja. F Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Melemahnya daya beli masyarakat mempengaruhi perputaran bisnis dalam segala aspek. Salah satunya adalah penjualan barang seken di Pasar Aviari, Batuaji yang menunjukkan grafik yang terus menurun.

Sejumlah pedagang yang menjajakan dagangannya di sana mengeluhkan kondisi ini. Mereka mengaku, sulitnya ekonomi berdampak pada nilai penjualan.

“Merosot hingga 70 persen,” ujar Leto, pedagang pakaian seken di Pasar Aviari, Jumat (27/10).

Meski demikian, mereka masih tetap mencoba bertahan untuk mengais rezeki. Salah satunya yakni dengan mencoba menjual secara online.

“Sambilan jualan online. Lumayan jika dibandingkan dengan jualan seperti ini,” kata Leto.

Menurut lelaki asal Medan ini pembeli semakin hari semakin sepi, sehingga, berjualan online merupakan cara terbaik ditengah sulitnya ekonomi. Pakaian bekas yang ia jual online cukup murah. Yakni kisaran 50 ribu hingga ratusan ribu.

“Pasarannya dari Batam hingga ke Papua,” sebutnya.

Rata-rata barang yang ia jual bermerek dan terbatas, seperti sepatu, topi, jaket, baju dan tas. Ia memasarkan jualannya di media sosial seperti Facebook dan grup Whatsapp.

“Karena hasil jualan online ini saya bisa bertahan, kalau nunggu jualan di sini (toko, red) tak bisa tahan karena sepi, ” jelasnya.

Senada yang dilakukan Hani, perempuan yang sudah berdagang pakaian seken selama tujuh tahun ini juga beralih berjualan online.

“Baru setahun ini saya berjualan online, ” katanya.

Menurutnya, dibandingkan dengan berjualan di toko, online lebih untung dan pakaian cepat laku. Dalam sehari ia dapat menjualkan sepuluh stel pakaian dengan rata-rata pendapatan sekitar Rp 500 ribu per hari.

“Kalau di toko, biasanya Rp 300 ribu saya dapat,” sebut wanita 43 tahun ini. (cr19)

 

 

 

Saudara-saudara se Batam, Presiden RI Berkenan Meresmikan Jalan Layang, Awal Desember

0
Sejumlah kendaraan melintas di bawah jalan jembatan layang di Simpangjam Baloi, Jumat (27/10). Rencana pembangunan jalan layang tersebut akan rampung tahun ini. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Walikota Batam, Muhammad Rudi mengatakan pengerjaan jalan layang Laluan Madani sudah hampir rampung. Sesuai dengan target pengerjaan, jembatan ini direncanakan sudah bisa digunakan akhir tahun 2017.

“Rencananya 5 Desember nanti kami akan resmikan langsung sama Pak Jokowi,” kata Rudi, Jumat (27/10).

Mantan anggota DPRD Kota Batam ini menjelaskan saat ini pengerjaan sudah memasuki tahap finalisasi. Pada dinding jalan layang juga terlihat ukiran khas melayu yang sudah terpasang.

“Ya, ini yang kami harapkan pengerjaan berjalan sesuai dengan waktu yang telah direncanakan,” ungkapnya.

Dia mengatakan pasca diresmikan, warga sudah bisa menikmati jalan layang senilai Rp 180 miliar.

Jalan layang di Simpang Jam memiliki dua jalur. Masing-masing jalur memiliki lebar 16,1 meter. Sedangkan panjang jalanan mencapai 460 meter dan titik tertinggi jalan layang sekitar sembilan meter dari permukaan tanah.

“Ini fly over pertama, dan kami harapkan usulan penambahan empat fly over bisa direalisasikan,” sebutnya.

Selain jalan layang, Rudi menambahkan dalam waktu bersamaan juga akan diresmikannya mal pelayanan publik oleh Menteri Aparatur Sipil Negara, Reformasi dan Birokrasi (Menpan-RB) Asman Abnur.

“Saat ini pengerjaan terus berjalan, dan jika tidak ada halangan kedua ikon baru kota Batam itu akan diresmikan bersamaan,” ujarnya.

Pelayanan ini akan menjadi pusat pemerintahan, tidak saja pemko, karena pemerintahan itu ada vertikal dan lokal.

“Jadi seluruh perizinan akan dibuka di mal tersebut, Batam menjadi salah satu kota yang menjadi pilot project mal pelayanan publik ini,” tutup Rudi.(cr17)

Peralihan Aset BP Batam ke Pemko, (mungkin) Diikuti SDM

0
repro aerial key

batampos.co.id – Tim percepatan pengalihan aset internal Pemerintah Kota (Pemko) Batam kini mulai bekerja. Kelak tim ini akan melakukan penyesuaian dengan tim di Badan Pengusahaan (BP) Batam.

Sekretaris Daerah (Sekda) Batam Jefridin mengatakan, salah satu yang disusun kini yakni menjemput kemungkinan seiring peralihan aset, Sumber Daya Manusia (SDM) juga akan beralih instansi.

“Iya salah satunya tentang SDM-nya, kalau sisi pelayanan tidak menjadi kewenangan (BP Batam) mungkin (SDM) akan dilimpahkan ke kami (Pemko, red), maka ini akan susun,” ucap Jefridin, kemarin.

Terkait aset, kini pihaknya berharap peralihan aset akan segera selesai, karena sejak lama hal ini tak kunjung terealisasi.

“Lebih cepat lebih bagus,” imbuhnya.

Menurutnya, tim juga bertugas untuk menyusun aset mana yang perlaihannya diawal. Untuk itu, jadwal juga akan disusun.

“Kami tentukan yang mana yang prioritas,” ucapnya.

Adakah aset lain selain enam aset yang kini tengah diproses, yakni kantor Pemko Batam, kantor DPRD Batam, Masjid Raya Batam, MAsjid Baiturrahman Sekupang, TPA Punggur, Pasar Induk Jodoh.

“Ada, seperti jalan, (yang lain) sedang kami inventarisir juga,” paparnya.

Sebelumnya, Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo mengatakan Badan Pengusahaan (BP) Batam berkomitmen untuk segera mempercepat penyerahan sejumlah aset penting kepada Pemko Batam. Tujuannya agar BP Batam bisa memprioritaskan anggarannya untuk pembangunan infrastruktur dan pembenahan perizinan investasi dibanding untuk menganggarkannya untuk pemeliharaan aset.

“Kami akan fokus pada pertumbuhan ekonomi lewat investasi saja. Hal-hal yang jadi tugas Pemko Batam adalah pasar induk, jalan, TPU dan lainnya secara bertahap akan diselesaikan,” ujar Lukita. (cr13)

Pemko Batam Berjanji Menghitung Potensi Pendapatan lebih Cermat

0
ilustrasi

batampos.co.id – Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad, menyebutkan perhitungan pendapatan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2018 dipastikan lebih cermat dibanding tahun 2017 ini.

“Baru nanti disejalankan dengan besaran belanja kita,” ucap Amsakar di kantor walikota, Jumat (26/10).

Bukan tanpa alasan, ini dilakukan agar tak ada lagi defisit ke depannya. Untuk diketahui 2017 ini defisit tembus angka Rp 135 miliar. Namun Amsakar menampik jika tahun 2017 pihaknya tak cermat merencanakan APBD, semua terjadi di luar perkiraan.

“Kita tak mengestimasi ekskalasi yang terjadi, ada beberapa kebijakan kebijakan di sana (BP Batam) kemarin yang mendapat respon pasar, ini mempengaruhi pendapatan kita,” ungkap Amsakar.

Ia menyebutkan, kasus mandeknya Izin Peralihan Hak (IPH) di BP Batam tahun ini berdampak pada beberapa sektor utama penyumbang pendapatan, seperti Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), alhasil menyeret pendapatan lain seperti Izin Mendirikan Bangunan (IMB) juga Pajak Bumi dan Bangunan Kategori Pedesaan dan Perkotaan (PBB-P2).

“Kita sama-sama berharap ini membaik tahun depan, apalagi kini kita sedang bina komunikasi dengan BP Batam yang baru (era Lukita Dinarsyah Tuwo),” ujarnya.

Terkait defisit 2017, ia mau tidak mau memangkas belanaja pegawai, dari perjalanan dinas, bbelanja rapat hingga bahan bakar.

“Ini pun belum ideal, berat sebenarnya Tapi yang jelas yang berkaitan dengan masyarakat tak kami utak-atik,” imbuh Amsakar. (cr13)