Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) Batam menggelar simulasi keselamatan penumpang di Pelabuhan Domestik Sekupang (PDS), Rabu (6/9).
Simulasi memperlihatan petugas yang berperan sebagai awak kapal, penumpang melakukan aksi penyelamatan mulai dari pemasangan lift jakect atau jaket pelampung, pelepasan life raft atau rakit keselamatan hingga menurunkan penumpang dari kapal menuju rakit keselamatan. (cr17)
batampos.co.id – Helmayanti, sebelumnya berprofesi sebagai asisten rumah tangga (ART) di rumah Neli alias Mey.
Ia kedapatan mengambil sejumlah barang milik majikannya.
Dalam sidang di Pengadilan Negeri Batam, Rabu (6/9), beragendakan pemeriksaan saksi korban, Mey mengatakan, terdakwa baru hitungan minggu bekerja di rumahnya yang berada di Sei Pancur, Seibeduk.
“Saya ketemu dia dari kenalan teman-teman juga. Karena butuh dan kelihatannya lugu, saya langsung percaya,” ujar saksi dihadapan majelis yang dipimpin Iman Budi Putra Noor.
Atas kepercayaan itu, saksi tidak lagi menutup ruang privasinya dengan terdakwa. Termasuk ruang privasi putrinya, Hanny.
“Barang-barang berharga saya maupun anak, memang terletak begitu saja di kamar. Dan terdakwa masih dengan leluasa masuk ke kamar kami,” terangnya.
Hingga sekira Juni lalu, Mey tidak berada di rumah melainkan hanya terdakwa dan Hanny. Seperti biasa, terdakwa kerap meminjam motor majikannya itu untuk membuang sampah di depan gerbang komplek perumahan. Saat itu Hanny sedang mandi.
“Dia pinjam motor mau buang sampah. Saya suruh ambil saja kunci di atas kasur. Pas saya selesai mandi, gak tahunya barang-barang saya sudah banyak hilang dan terdakwa juga kabur,” jelas Hanny.
ilustrasi
Ia menyebutkan, sejumlah barang yang hilang itu adalah 1 notebook Asus, 1 tab Samsung, tas ransel berisikan dompet, kalung, serta uang Rp 400 ribu, 1 ponsel Samsung, 1 ponsel Advan, dan pakaian longdress yang masih dalam bungkusan (baru) milik Hanny. Barang-barang itu dibawa terdakwa memakai koper yang juga milik Hanny dan pergi meninggalkan rumah menggunakan motor Hanny.
“Saya langsung lapor mama dan polisi. Untungnya terdakwa belum pergi jauh, jadi mudah ditemukan,” ungkap para saksi.
Dari keterangan saksi tersebut, terdakwa membenarkannya.
Sidang selanjutnya kembali dijadwalkan pekan depan dengan agenda pemeriksaan terdakwa. (nji)
Anak motor dengan umur masih usia remaja melakukan standing bersama kawan wanitanya di Jalan Marinacity, Tanjungriau, Sekupang, Minggu (4/9). F. Dalil Harahap/Batam Pos
batampos.co.id – Kapolda Kepri Irjen Pol Sam Budigusdian menaruh perhatian untuk pemberantasan balap liar dan geng motor. Sebab keberadaan balap liar atau geng motor sangat menganggu kamtibmas di Batam.
Selain itu balap luar juga merugikan bagi pengguna jalan lainnya. “Sudah menjadi atensi Polda Kepri dan jajaran. Untuk memberikan tindakan tegas,” kata Kapolda Kepri Irjen Pol Sam Budigusdian, Rabu (6/9).
Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Erlangga menambahkan bahwa penanganan geng motor, balap liar tidak bisa dilakukan secara parsial. Namun harus secara bersama-sama dengan stakeholder lainnya. “Penyelesaiannya ini secara komprehensif,” tuturnya.
Sebab bila mengandalkan pihak kepolisian, tanpa didukung pihak lainnya. Kejadian ini akan terus berulang setiap saat. Peranan Pemerintah daerah memberikan ruang publik yang layak, juga menjadi salah satu faktor mencegah aksi geng motor dan balap liar ini. Erlangga mencontohkan peran Pemerintah Daerah mengakomodir kegiatan otomotif seperti kejuaraan balap motor. Sehingga bakat-bakat anak-anak yang biasanya disalurkan melalui balap liar, bisa diarahkan ke kegaiatan tersebut.
Erlangga mengatakan pihak kepolisian akan memberikan penegakan hukum secara tegas. Dengan memberikan tilang, dan menegakan proses hukum pidana bila terkait aksi kejahatan seperti memiliki motor bodong diduga hasil curian. Tak hanya itu saja, Erlangga menuturkan pihak kepolisian akan melakukan tindakan preventif dengan meningkatkan frekuensi patroli di daerah dan jam-jam rawan terjadi kegiatan balap liar.
“Tindakan tegas akan kami tegakan,” ujarnya.
Semua penindakan dilakukan polisi akan sia-sia bila tak didukung juga peranan pihak lainnya. Peranan dari Dinas Pendidikan, melalui guru-gurunya memberikan pengarahan yang baik. Bila ada siswanya berperilaku mencurigakan mengarah ke geng motor, agar dapat dinasehati.
“Tapi semua ini tak akan terlaksana dengan baik, kalau peranan orang tua yang tak maksimal menjaga anaknya,” tuturnya.
Erlangga mengatakan bahwa orang tua harus lebih memperhatikan anaknya. Lalu juga mengawasi dan mengontrol anak-anaknya. Dan yang paling penting adalah, orang tua tidak memberikan kendaraan kepada anak-anak yang belum cukup umur. Karena itu tak hanya membahayakan orang lain, tapi juga anak itu sendiri.
“Sayang anak bukan dengan cara memberikan motor saat umurnya belum cukup. Dan juga tak memperbolehkan pulang larut malam. Peranan orang tua sangat vital dalam menjaga anak-anaknya tak terlibat tindakan yang berlawanan dengan hukum,” pungkasnya. (ska)
batampos.co.id – Dalam siaran pers Bank Indonesia terkait inflasi Agustus tahun ini, tercatat inflasi Agustus Kepri sebesar 0,04 persen (mtm) atau 3,60 persen (yoy). Tingkat inflasi tersebut lebih rendah dibanding rata-rata historisnya 3 tahun terakhir yakni, inflasi 0,26 persen (mtm).
Ketua II TPID Kepri Gusti Raizal Eka Putra mengatakan, inflasi Agustus tersebut terutama didorong kenaikan harga sejumlah komoditas inti antara lain, tarif tukang bukan mandor, tarif pulsa ponsel dan emas perhiasan. Namun laju inflasi tertahan dengan melambatnya laju kenaikan harga volatile food, dan deflasi kelompok administered price khususnya pada komoditas angkutan udara.
“Kelompok inti mencatatkan inflasi 0,54 persen (mtm), meningkat dibanding bulan sebelumnya dengan inflasi 0,38 persen (mtm),” ujar Gusti yang juga Kepala kantor perwakilan BI Kepri, Rabu (6/9).
Ia menjelaskan, andil terbesar inflasi bersumber dari kenaikan tarif tukang bukan mandor dengan inflasi 8,03 persen (mtm) yang diperkirakan dipengaruhi oleh meningkatnya kebutuhan pekerja bidang konstruksi, sejalan peningkatan aktivitas konstruksi yang tercermin dari pertumbuhan konsumsi semen Kepri pada Agustus sebesar 15,67 persen (yoy).
“Begitu juga dengan kenaikan harga emas yang dipengaruhi kenaikan harga emas global. Penyesuaian harga juga dicatatkan komoditas tarif pulsa ponsel, biaya keamanan dan tarif sekolah dasar,” paparnya.
Sementara dari kelompok komoditas volatile food mencatatkan inflasi 0,33 persen (mtm), lebih rendah dibanding inflasi bulan sebelumnya sebesar 0,65 persen (mtm).
“Kenaikan harga terutama dicatatkan komoditas bawang merah, ikan tongkol dan cabai merah,” sebut Gusti.
ilustrasi
Di tengah deflasi bawang merah secara nasional, Kepri justru mencatatkan inflasi diperkirakan karena proses distribusi hasil panen dari Jawa membutuhkan waktu yang relatif lebih panjang untuk sampai di Kepri. Puncak lonjakan harga bawang merah terjadi pada minggu kedua Agustus, namun seiring mulai meningkatnya pasokan karena panen, harga bawang merah perlahan mulai menurun.
Lanjutnya, harga ikan tongkol dan beberapa komoditas ikan segar lainnya dipengaruhi faktor cuaca yaitu curah hujan dan angin kencang. Sedangkan kenaikan harga cabai merah dikarenakan terbatasnya pasokan dari daerah penghasil di Jawa maupun Sumatera, tercermin dari terjadinya kenaikan harga cabai secara nasional.
Sementara, di kelompok administered prices mencatatkan deflasi 1,41 persen (mtm), melanjutkan deflasi bulan sebelumnya sebesar 1,57 persen (mtm). “Seperti bulan sebelumnya, deflasi administered price Agustus juga disebabkan penurunan tarif angkutan udara sebesar 9,19 persen (mtm), sejalan kembali normalnya jumlah penumpang pasca arus balik Idul Fitri,” ujarnya.
Gusti menambahkan, memasuki September, inflasi diperkirakan tetap terjaga pada level rendah. Meski demikian, perlu diwaspadai beberapa risiko inflasi ke depan. “Pengendalian inflasi difokuskan untuk mitigasi risiko inflasi terutama menjelang akhir tahun dengan beberapa rekomendasi, diantaranya mengupayakan percepatan proses revitalisasi pasar induk Kota Batam untuk mendukung kelancaran monitoring dan distribusi pasokan,” tutupnya. (nji)
batampos.co.id – Petugas Bandara Internasional Hang Nadim Batam siap menyambut kelompok terbang (kloter) pertama Jamaah Debarkasi Batam, Jumat (8/9) pukul 23.00. Nantinya akan datang sebanyak 445 Jamaah Haji asal Kepulauan Riau.
“Kami telah menyiapkan sarana dan pra sarana yang ada,” kata General Manager Operasional Hang Nadim Batam Suwarso, Rabu (6/7).
Ia mengatakan pihaknya telah menyiapkan ruang tunggu khusus untuk menyambut Jamaah Haji yang akan datang tersebut. Karena datangnya malam hari, kata Suwarso tak akan menganggu penerbangan reguler. “Ruang tunggu 1 dan 2, telah kami siapakan ,” tuturnya.
Selain itu, Suwarso menuturkan pihaknya juga telah menyiapkan fasilitas pendukung lainnya. Seperti kursi roda, untuk Jamaah Haji yang yang kesulitan untuk berjalan. Nantinya pihak Hang Nadim juga berkoordinasi dengan berbagai pihak lainnya seperti Kantor Kesehatan Pelabuhan, Imigrasi, Kementrian Agama dan Pemprov Kepri.
Suwarso menuturkan KKP nanti akan melakukan pengecekan suhu tubuh. Untuk menganalisis Jamaah Haji yang sakit atau tidak.
“Kalau ada, nanti akan dicek secara detail sakitnya,” ujarnya.
Untuk menyambut kedatangan Jamaah Haji ini, Suwarso mengatakan berbagai pihak terkait itu akan menyelenggarakan rapat.
“Untuk membahas persiapan apa saja nantinya,” ungkapnya.
Jamaah Haji yang akan datang, akan berurutan saat seperti berangkat ke Mekah. Kloter pertama dari Kepri, lalu kloter 2 hingga 10 dari Riau, 11 hingga 16 dari Kalbar, 17 serta 18 dari Riau lagi, 19 asal Kepri, 20 sampai 26 dari Jambi dan kloter terakhir dari Kepri. (ska)
batampos.co.id – Jalan raya Marina City jadi fokus perhatian polisi saat ini. Maraknya aksi balap liar dan aksi kriminal jalanan yang dilakukan oleh kelompok remaja bersepeda motor membuat polisi geram. Tim gabungan dari Polresta Barelang, Polsek Sekupang dan Polsek Batuaji rutin mengawasi lokasi jalan tersebut.
Dua hari belakangan ini, polisi terlihat rutin mengawasi jalan tersebut. Bahkan Selasa (5/9) lalu, Satuan Sabhara Mapolresta Barelang juga turun mengawasi suasana jalan tersebut. Peningkatan pengawasan dari polisi itu membuat jalan jadi aman. Pengendara tak lagi dilanda perasaan was-was saat melintas di jalan tersebut.
Situasi tersebut disambut baik masyarakat pengguna jalan. Masyarakat berharap agar kedepannya tetap seperti itu sehingga aksi-aksi kriminal lainnya tidak lagi terjadi di sepanjang jalan itu.
“Alhamdulilah, semenjak polisi rutin patroli, anak-anak itu tak kelihatan lagi. Jalan jadi aman. Kalau sebelumnya memang tak nyaman. Lewat jalan ini selalu dilanda perasaan was-was, takut dibegal atau dijembret. Banyak anak-anak itu yang nongkrong dan balap liar di sepanjang jalan ini,” ujar Desi, warga perumahan Marina View, Rabu (6/9).
Pantauan dilapangan, suasana jalan di Marina City memang terlihat lengang. Jalan yang biasanya ramai dengan kelompok remaja bersepeda motor apalagi di sore hari, kini terpantau sepi. Aksi membahayakan para pelaku balap liar juga tak terlihat lagi. Pengendara yang lintas merasakan suasana jalan yang aman.
Anak motor dengan umur masih usia remaja melakukan standing di Jalan Marinacity, Tanjungriau, Sekupang, Minggu (4/9). F. Dalil Harahap/Batam Pos
Kapolsek Batuaji Kompol Sujoko mengakui jika jalan tersebut menjadi pusat perhatian polisi saat ini. Anggota Patroli Polsek Batuaji juga dikerahkan ke lokasi jalan tersebut untuk mengawasi para pelaku balap liar atau pelaku kriminal lainnya.
“Tim patroli kami juga fokus kesana. Kami sifatnya back up saja karena itu wilayah Polsek Sekupang,” ujar Sujoko.
Sesuai arahan dari Kapolresta Barelang Kombes Pol Hengki, selain fokus melakukan patroli, sambung Sujoko, pihaknya juga rutin melakukaan penindakan terhadap pelaku-pelaku kriminal jalanan termasuk kelompok geng motor yang kerap berbuat onar.
“Penindakan tetap dilakukan jika ada kejadian, tapi sementara fokus kami pencegahan dulu. Kami akan rutin awasi setiap lokasi jalan yang dianggap rutin,” katanya.
Untuk wilayah Batuaji selain di jalan Marina City, Taman Makan Pahlawan (TMP) Bulang Gebang Batuaji dan sepanjang jalan R Suprapto hingga jalan Brigjen Katamso, Tanjunguncang, juga menjadi perhatian tim patroli polsek Batuaji. (eja)
batampos.co.id – Polda Kepri masih menunggu hasil dari audit Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk penetapan tersangka atas dugaan kasus penggelembungan dana pengadaan barang dan jasa pada pekerjaan pengadaan program integrasi sistem akademik dan administrasi di Universitas Maritim Raja Ali Haji (Umrah).
“Penyelidikan masih berjalan. Nanti akan berkoordinasi dengan BPKP dulu,” kata Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Erlangga, Rabu (6/9).
Koordinasi ini, dijelaskan oleh Erlangga untuk menghitung kerugian negara atas dugaan tindakan pengelembungan itu. Nantinya setelah penghitungan kerugian negara ini selesai dilakukan. Pihak penyidik Polda Kepri akan segera melakukan gelar perkara, untuk memutuskan siapa tersangka atas kasus itu.
Ia menuturkan perkembangan terlahir dari kasus ini, pihak kepolisian telah memeriksa puluhan orang saksi. Baik orang yang mengetahui proses tender itu, hingga saksi ahli. “Itu didalamnya ada dosen, dan juga rektor Umrah. Kalau dihitung-hitung, ada 50an saksilah,” tuturnya.
Kasus dugaan korupsi Umrah ini dimulai sejak 20 Juli lalu, hal itu berdasarkan dari surat laporan polisinya. Satu minggu setelah laporan dibuat, keluarlah laporan penyidikan kasus ini.
Informasi yang didapat Batam Pos, korupsi UMRAH ini terkait dengan penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2015. Pihak UMRAH mengerjakan pengadaan program integrasi sistem akademik dan administrasi yang melibatkan PT JKP selaku rekanan.
Penghitungan harga perkiraan sendiri (HPS) tidak disusun oleh pejabat pembuat komitmen (PPK). Tapi disusun oleh Sh dari PT BY dan Sm dari pihak UNS. Polis menduga ada persekongkolan antara pihak yang ikut dalam proses HPS pengadaan barang dan jasa ini.
Kepolisian menduga ada tindakan pengelembungan anggaran proyek yang dikerjakan oleh UMRAH dan PT JKP. Pihak-pihak yang terkait ini melakukan hal yang bertentangan dengan Peraturan Presiden Republik Indonesia no 54 tahun 2010 tentang Pengadaan Barang dan Jasa, pasal 66 ayat 8.
Dalam pasal itu disebutkan penetapan HPS dilakukan oleh PPK. Bila tidak menggunakan PPK kegiatan diselengarakan itu berupa kontes atau sayembara. Pejabat pengadaan harus mengumumkan nilai total HPS. Dan nilai total HPS bersifat terbuka dan tidak rahasia.
HPS ini sebagai dasar untuk menentukan besaran kerugian negara. Penyusunannya harusnya berdasarkan harga setempat. Informasi penentuan HPS ini, haruslah mempertimbangkan dari harga satuan dari Badan Pusat Statistik dan asosiasi terkait.
Paling penting HPS ini disusun dengan memperhitungkan keuntungan dan overhead (biaya tidak langsung satuan barang atau jasa yang memengaruhi biaya perolehan, red) yang dianggap wajar. (ska)
PT Adhya Tirta Batam (ATB) akan melakukan pemasangan alat Pressure Reducing Valve (PRV) di Batamcentre pada Kamis (7/9/2017) mulai Pukul 20.00 hingga selesai. Karena hal tersebut, maka akan terjadi gangguan suplai air di wilayah Batamcentre.
“Dengan adanya pekerjaan ini, untuk pelanggan yang terkena dampak kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang akan dialami. Sebelum pekerjaan, kami sarankan pelanggan bisa mempersiapkan tampungan-tampungan air seperlunya,” ujar Corporate Communication Manager ATB, Enriqo Moreno, Selasa (5/9).
Enriqo mengatakan wilayah yang akan mengalami gangguan antara lain di
Duta Mas,
Plamo Garden,
Legenda Bali,
Legenda Malaka,
Mediterania,
Purimas 1 dan 2,
Beverlly,
Bona Vista,
Costarica,
Perkantoran Batam Center,
Eden Park.
Greend land,
Kawasan Industri Amtek,
Kawasan Industri Hijrah,
Puri Mustika,
Industri 2000,
Citra Batam,
Seruni,
Raflesia,
Oriana,
Regata,
Coastarina,
Anggrek Sari,
Anggrek Mas 3 dan sekitarnya.
Sedangkan Manager Project ATB, Muflikhin mengatakan pekerjaan tersebut dilakukan guna mengefisienkan suplai air dari produksi hingga rumah pelanggan.
“Beberapa PRV akan dipasang di dua lokasi tersebut. Sehingga dengan adanya alat ini sudah tidak khawatir lagi akan mengalami kebocoran oleh adanya pressure yang terlalu tinggi,” kata Muflikhin.
Ia juga mengatakan, selama pekerjaan dilakukan suplai air di daerah tertentu akan dihentikan untuk sementara waktu. Dan begitu pekerjaan telah selesai, suplai air akan kembali normal.
“Kami akan menghentikan sementara suplai air di sekitar lokasi pekerjaan pemasangan PRV untuk beberapa waktu. Namun demikian, ATB akan tetap menginformasikan terlebih dahulu kapan akan dilakukan penghentian air melalui pengumuman melalui media sosial maupun Broadcast ke nomor telepon pelanggan yang terhubung dengan ATB Mobile Apps,” terangnya.
Untuk itu, tambahnya, diharapkan masyarakat untuk bisa menampung air terlebih dahulu sebelum terjadi gangguan suplai akibat pekerjaan tersebut.
Sebagaimana diketahui, PRV adalah Pressure Regulating Valve. Merupakan suatu alat yang berfungsi untuk mengatur suatu sistem tekanan fluida cair dari sistem sumber tekanan yang tinggi sehingga menghasilkan tekanan yang lebih optimal sesuai kebutuhan suatu sistem.(leo)
Lokasi temuan fosil manusia Homo Sapiens di Goa Lidah Ajer, Sumatera Barat. (Fajar R Vesky/Padang Ekspres/JawaPos.com)
batampos.co.id – Homo sapiens atau manusia modern anatomi tertua di Asia Tenggara (ASEAN), ternyata pernah hidup di Sumatera Barat.
Lokasi persisnya di Goa Lida Ajer yang dikenal penduduk lokal sebagai Ngalau Lidah Aia.
Goa ini berada di kawasan perbukitan Kojai, Nagari Tungkar, Kecamatan Situjuah Limo Nagari, Kabupaten Limapuluh Kota. Sekitar 20 kilometer dari arah selatan Kota Payakumbuh.
Hal ini terungkap dari hasil penelitian tim ilmuwan dari Australia, Amerika Serikat, Jerman, Inggris dan Belanda.
Hasil penelitian yang diberi judul “An early modern human presence in Sumatera 73.000-63.000 year ago” (Kehadiran manusia modern awal di Sumatera 73.000-63.000 tahun lalu) itu, dipublikasikan pertama kali di Nature: Jurnal Ilmiah Mingguan Internasional edisi 17 Agustus 2017.
Penelitian yang dipimpin K E Westaway dari Departemen Ilmu Lingkungan, Fakultas Sains dan Teknik, Universitas Macquarie, Australia tersebut, melibatkan beberapa arkeolog dari Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Pusat Penelitian Arkeologi Nasional (Puslit Arkenas), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Republik Indonesia (Kemendikbud RI).
“Iya, ada beberapa peneliti kita yang ikut membantu penelitian di Goa Lida Ajer. Salah satunya bernama Rokus Due Ewe. Sayang, beliau sudah meninggal, saat penelitian ini dipublikasikan di jurnal Nature edisi Agustus lalu,” kata Kepala Pusat Penelitian Arkeologi Nasional (Puslit Arkenas) Profesor Harry Truman Simanjuntak ketika dihubungi Padang Ekspres (Jawa Pos Grup), Senin (4/9).
Bagi Puslit Arkenas, hasil penelitian di Goa Lida Ajer yang dipublikasikan di jurnal ilmiah dunia tersebut merupakan sesuatu yang patut disyukuri bangsa ini.
“Jika tidak ada klaim-klaim keberatan dari ahli-ahli lain di dunia, seperti sudah berlangsung sejauh ini, maka fosil gigi manusia modern yang ditemukan di Goa Lida Ajer itu, akan menjadi fosil manusia modern tertua di ASEAN, setidaknya di Indonesia. Sebab, fosil gigi itu diperkirakan sudah berusia 67 ribu hingga 73 ribu tahun lalu,” kata Harry Truman.
Profesor Riset yang pernah meraih penghargaan Sarwono Award dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) itu menyebut, selama ini fosil homo sapiens tertua di ASEAN, diyakini adalah fosil yang ditemukan pada salah satu gua di Filipina. Usia fosil itu diperkirakan 67 ribu tahun.
“Hanya saja, penelitinya sendiri masih meragukan apakah fosil itu memang fosil homo sapiens atau tidak. Sebab, baru meneliti dari fosil giginya saja,” bebernya.
Selain fosil di Filipina, ada temuan kontemporer Puslit Arkenas pada satu atau dua titik lainnya di Pulau Jawa.
“Ada temuan kontemporer tentang fosil yang diperkirakan berusia 128 ribu tahun lalu. Tapi temuan kontemporer ini didasarkan pada fosil gigi saja. Para peneliti tidak terlalu concern dengan temuan itu karena terlalu tua untuk penyebararan homo sapiens di kawasan Asia Tenggara,” jelasnya.
Lelaki yang pernah menimba ilmu di Institut de Paleontologie Humaine, Paris, Perancis itu menjelaskan, hasil penelitian di Goa Lida Ajer meski masih mungkin bersifat catatan. Namun, seperti penelitian lainnya, selalu menemukan yang baru dan membuka perspektif baru.
“Apa yang ditemukan, memang memberikan data baru tentang keberadaan manusia sapiens tertua di Indonesia dan ASEAN,” imbuhnya.
Paling penting lagi, menurut Harry Truman, hasil penelitian di Goa Lida Ajer yang dipaparkan Westaway dkk, memperlihatkan pentingnya Pulau Sumatera dalam penelitian terkait manusia modern.
Selama ini, jagat ilmu pengetahuan seolah skeptis terhadap penyebaran manusia modern di Sumatera.
“Walau kita juga pernah menemukan fosil homo sapiens berusia 45 ribu tahun di Goa Harimau, Batu Raja, Sumatera Selatan. Namun, Pulau Sumatera itu dianggap tidak penting-penting amat dalam penyebaran manusia modern, karena Dubois (ahli anatomi berkebangsaan Belanda Eugune Dubois, red), pernah frustasi di Sumatera. Tapi kini, Sumatera yang malu-malu itu telah mengeluarkan datanya. Hasil penelitian di Goa Lida Ajer adalah penemuan besar,” tegas Harry Truman.
Temuan besar yang sejauh ini dianggap Harry Truman masih aman-aman saja, karena tidak ada klaim keberatan dari ahli lainnya, perlu ditindaklanjuti dengan penelitian susulan.
Misalnya, peneliti artefak atau peralatan yang pernah digunakan manusia modern yang mendiami Goa Lida Ajer.
“Pak Rokus Due Ewe pernah bilang pada saya, pernah menemukan artefak juga di Goa Lida Ajer. Waktu itu, saya belum begitu perhatian.Mestinya, perlu penelitian lagi,” katanya.
Penelitian ulang ataupun penelitian susulan tidak mesti dilakukan peneliti asing.
“Bangsa ini juga mampu. Kita punya banyak ahli. Seharusnya, temuan di Goa Lida Ajer ini memotivasi pemerintah kita, baik pusat atau daerah untuk melakukan penelitian susulan. Berapalah biayanya, tidak mahal-mahal amat. Dan, bangsa kita sebenarnya mampu loh untuk itu,” ulas Harry Truman dengan nada bergetar. (mam/jpg/JPC)
Pegawai Polsek Batuampar mengawal dua ibu-ibu yang diduga pelaku pencurian, Selasa (5/6). Pelaku dtangkap warga Batu Merah saat melakukan aksinya. Polisi juga mengamankan anak dari ppelaku yang masih dibawah umur. F Cecep Mulyana/Batam Pos
batampos.co.id – Ma, 38 dan La, 41 dua perempuan ini ditangkap warga Batumerah, Minggu (3/9) sekitar pukul 13.30 WIB. Kedua perempuan ini ditangkap setelah anak-anaknya kedapatan mencuri tas pemilik minimarket yang berisi uang Rp 4 juta serta satu ponsel xiaomi dan surat-surat.
“Kedua perempuan ini ditangkap setelah anak-anak mereka yang jumlahnya empat anak, kedapatan membawa lari tas pemilik minimarket, Fenny. Anak-anaknya yakni Lt, 16, Ys, 12, Af, 15, dan Dl yang masih berumur 10 tahun,” ujar Kanisreskrim Polsek Batuampar, Iptu Ferry, Selasa (5/9).
Karena keempat anaknya kabur membawa tas, kedua ibunya, Ma dan La yang masih di dalam minimarket oleh pemilik minimarket diteriki maling. Dari teriakan itulah, Ma dan La langsung ditangkap.
Dua perempuan dan empat anaknya ini sebelumnya sudah besekongkol hendak mencuri di salah satu minimarket di Batumerah.
“Orangtuanya bertugas menanya-nanya seolah hendak membeli spons untuk cuci piring ke pemilik minimarket. Begitu lengah, keempat anaknya langsung menyambar tas korban yang terletak di atas meja kasir. Keempat anak tersebut lari keluar dan kabur dengan naik ojek. Mereka kabur ke tempat kos orangtuanya di Windsor,” ujar Ferry.
Tak butuh waktu lama. Setelah kedua orangtua empat anak yangmencuri tas ini dibawa ke Mapolsek Batuampar, kedua orangtua anak-anak tersebut mengaku kalau anaknya bersembunyi ke tempat kosnya di Windsor.
“Saat itu juga kami jemput keempat anaknya di Windsor. Mereka ini lagi duduk di dalam tempat kos menghitung hasil curian di dalam tas milik korbannya,” kata Iptu Ferry.
Atas perbuatannya, orangtua keempat anak tersebut yakni La dan Ma dijerat pasal 362 tentang pencurian, meski yang mencuri adalah keempat anaknya. Namun aksi pencurian tersebut didalangi kedua orangtua perempuan ini.
“Untuk keempat anak, kita akan lakukan diversi (pengalihan penyelesaian perkara anak dari proses peradilan pidana ke proses di luar peradilan pidana), mengingat masih di bawah umur atau belum 17 tahun,” terang Iptu Ferry.
Kepada penyidik, La dan Ma mengaku memerintahkan anaknya mencuri karena kondisi ekonomi yang minim. (gas)