Jumat, 1 Mei 2026
Beranda blog Halaman 13148

Finalis Putri Pariwisata Indonesia 2017

0

Dengan mengusung tema “Enjoying Indonesia’s Wonderful Culinary”, 38 wanita dari 34 provinsi yang ada di Indonesia siap bersaing memperebutkan Mahkota Putri Pariwisata Indonesia 2017. Semua bersaing menjadi yang terbaik hingga puncak acara yang akan digelar 25 Agustus 2017 di Smesco.

Deputi Pengembangan Pemsaran Pariwisata Nusantara Esthy Reko Astuti menyebut, putri terpilih nantinya akan menjadi duta pariwisata yang mempromosikan berbagai potensi wisata daerah di Indonesia. Dan pemenang PPI 2017 akan menjadi wakil Indonesia di ajang Miss Tourism International.

“Pemilihan tersebut bukan hanya mencari seorang putri berparas cantik, namun juga cerdas dan piawai dalam mempromosikan potensi pariwisata di Indonesia. Gali terus wawasan mengenai promosi dan pariwisata Indonesia, kemampuan promosi, pemahaman mengenai peluang dan investasi pariwisata, serta promosikan pesona Indonesia dan Wonderful Indonesia ke seluruh dunia dengan Go Digital,” ucap Esthy seusai Gala Dinner dan Jumpa Pers pemilihan Putri Pariwisata Indonesia di Balairung Soesilo Sudarman, Senin (14/8).

Esthy menjelaskan, setelah satu dekade sejak dimulainya tahun 2008 lalu, terdapat 16 (enam belas) gelar di luar 5 (lima) gelar utama yang diperebutkan. “Finalis Putri Pariwisata Indonesia 2017 juga sebagai Finalis Miss Coffee Indonesia 2017, dengan mekanisme selama 2 (dua) hari.

Di hari karantina PPI 2017 akan dilakukan pembekalan khusus kopi. Pemilihan Miss Coffee Indonesia tetap akan diumumkan juga pada 25 Agustus 2017, bersamaan dengan Grand Final Putri Pariwisata Indonesia 2017,” ujar Esthy.

Founder & Chairman Yayasan El John Indonesia Johnnie Sugiarto mengatakan, penyelenggaraan pemilihan putri pariwisata yang kesepuluh ini mengangkat tema Enjoying Indonesia’s Wonderful Culinary. Ini merupakan sebuah komitmen agar para finalis mampu memperkenalkan warisan budaya berupa kuliner yang belakangan semakin mendominasi kota-kota besar di Indonesia.

“Penyelenggaraan kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan Sumber Data Manusia (SDM) bagi generasi muda agar mendapatkan kesempatan fan pematangan pengetahuan yang lebih baik lagi terutama mengenai pariwisata khususnya kuliner,” kata Johnnie.

Menteri Pariwisata Arief Yahya memaparkan, seorang duta pariwisata sangat penting mempromosikan destinasi wisata dalam mengembangkan industri pariwisata.

“Kemajuan industri Pariwisata Indonesia salah satunya dari peran para endorser. Putri Pariwisata Indonesia terpilih, nantinya harus memiliki misi sama dengan Kementerian Pariwisata, mempromosikan Pesona Indonesia dan Wonderful Indonesia,” pungkas Arief Yahya Menteri Pariwisata RI. (*)

Rumah Riyanto Disatroni Maling

0

batampos.co.id – Nasib malang menimpa Riyanto, 40, warga Sungai Pasir, Kecamatan Meral, rumahnya menjadi korban pencurian Selasa (15/8). Kejadian berlangsung saat rumahnya kosong.

”Korban, mengetahui kalau rumahnya telah menjadi sasaran maling saat baru pulang dari rumah mertua di Wonosari. Setelah membuka pintu dan masuk ke dalam kamar, korban terkejut melihat kondisi dalam keadaan berantakan. Selanjutnya korban melakukan pengecekan terhadap barang berharga dan semuanya hilang,” ujar Kapolsek Meral, AKP Syaiful Badawi, Selasa (15/8).

Barang-barang yang hilang, kata Badawi, tujuh jam tangan berbagai merek dan tipe. Dua unit mesin pancing, dua parang panjang masing-masing berukuran 70 cm dan 30 cm. Kemudian, dua unit ponsel dan termasuk satu karton minuman ringan ikut disikat pelaku pencurian. Atas kejadian ini, setengah jam kemudian korban langsung membuat laporan tindak pidana pencurian.

Berdasarkan laporan yang dibuat korban ke polisi. Polisi kemudian melakukan pemeriksaan ke lokasi kejadian. Hasil dari keterangan saksi, akhirnya polisi berhasil menemukan pelaku pencurian hari itu juga.

“Saat dilakukan penangkapan, barang bukti masih utuh dan masih ada sama pelaku. Berdasarkan pengakuan pelaku, untuk bisa masuk ke dalam rumah korban dengan cara memanjat dari samping dan langsung masuk ke dalam rumah. Karena, kondisi rumah belum ada plafonnya,” paparnya.

Setelah dilakukan pemeriksaan ternyata pelaku masih di bawah umur. Usia memang 16, tapi perbuatannya sungguh memprihatinkan. Untuk itu, sesuai dengan ketentuan yang berlaku, maka polisi akan melakukan diversi yang melibatkan balai pemasyarakatan (Bapas), Dinas Sosial, korban dan keluarga korban. Intinya, agar pelaku yang masih di bawah umur dapat pembinaan dan tidak mengulangi perbuatan kriminal di masa mendatang. (san)

Dapur Solo Co Branding Wonderful Indonesia

0

Menpar Arief Yahya menyebut nama GenPI (Generasi Pesona Indonesia) dan GenWI (Generasi Wonderful Indonesia) bakal menjadi andalan promosi pariwisata Indonesia.

“Mereka adalah anak-anak muda yang cinta Indonesia dan terus mempromosikan Wonderful Indonesia melalui media sosial,” kata Menteri Arief Yahya di depan mimbar.

Sekitar 100 pengusaha yang mewakili brand produk nasional pun terdiam. “Anak-anak muda itulah yang membuat trending topic di media sosial. Mereka juga akan mempromosikan bersama Co Branding Wonderful Indonesia dan Pesona Indonesia,” kata Arief Yahya di Balairung, 10 Agustus lalu.

Itu pula yang akan membuat media value Kementerian Pariwisata (Kemenpar) makin kuat. Termasuk dalam melakukan kolaborasi Co-Branding dengan Dapur Solo. “Spiritnya sama, Indonesia Incorporated,” ungkap Arief Yahya yang mencontohkan trending topic #CoBrandWonderfulIndonesia itu.

“Kuliner efektif sebagai sarana promosi. Selain itu juga, kuliner bisa menjadi pintu masuk yang bagus untuk pariwisata,” tambah Deputi Bidang Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenpar Esthy Reko Astuti. Kuliner ini dipilih menjadi alat promosi karena memiliki keragaman dan potensi besar yang dapat memikat wisatawan berlibur ke Indonesia.

“Indonesia potensial menjadi negara pusat kuliner karena mempertimbangkan berbagai potensi kuliner sekaligus bahan baku yang kita miliki di seluruh pelosok nusantara,”ujar Esthy yang juga diamini Plt Asdep Strategi Pemasaran Pariwisata Nusantara Hariyanto.

Founder Dapur Solo, Swan Kumarga mengaku sangat antusias sekali bisa bekerja sama dengan Kemenpar. Wanita berambut pendek itu juga akan menyandingkan brand Dapur Solo dengan Brand Pesona Indonesia atau Wonderful Indonesia disetiap box makanan, serta alam promosi lainnya yang diproduksi dapur Solo.
“Saya antusias sekali Pak Menteri, sebelum MoU (10/8) saya sudah mencetak disetiap kemasan Dapur Solo. Kuliner itu bagian dari pariwisata, dan saya sebagai pendiri Dapur Solo, walaupun belum begitu besar, saya yakin dengan melakukan kolaborasi bersama ini, Dapur Solo akan semakin besar,” ucap Swan.

Lebih lanjut Swan menjelaskan latar belakang berdirinya Dapur Solo yang sudah dirintisnya sekitar 30 tahun lalu. Sebagai seorang ibu rumah tangga yang harus mengurus anak yang masih kecil waktu itu, tidak memungkinkan saya untuk bekerja di luar rumah. Berkat saran suami untuk usaha di rumah akhirnya saya kemudian berjualan juice dan rujak, salah satu makanan kesukaan saya waktu itu.

“Dengan bermodalkan sebuah brosur sederhana tulisan tangan dan sebuah sepeda ontel milik kami waktu itu, saya menyebarkan selebaran tersebut ke rumah-rumah tetangga. Usaha yang sangat sederhana ini saya mulai di garasi rumah kami pada tahun 1988, pendapatan dari Rp. 3.000,-/ hari kian hari kian bertambah. Karena kecintaan saya akan kuliner Jawa terutama Solo asal kota kelahiran saya, saya kemudian menambahkan menu masakan rumah khas Solo,” katanya.
Kini, lanjut Swan, tanpa terasa telah 25 tahun berlalu, proses panjang yang tidak mudah telah saya lewati, berkat dukungan suami, usaha Kuliner kami berkembang pesat. Pada tahun 2006 usaha rumahan, kini telah menjadi sebuah restoran terkenal dengan merk terdaftar Dapur Solo.

“Dengan visi melestarikan budaya Indonesia terutama makanan tradisional Jawa khas Solo, kami berkomitmen akan terus mengembangkan kualitas produk kami melalui pelayanan yang prima oleh segenap sumber daya manusia kami yang berkarakter bangsa Indonesia,” ujarnya.

Beragam hidangan andalan Dapur Solo siap disajikan, dan menjadi andalan kuliner otenttik Indonesia. Terdapat juga beberapa hidangan khas yang didatangkan langsung dari Solo. Hidangan yang ditawarkan seperti Sosis Solo, Cabuk Rambak, Nasi Liwet, Tumpang Lethok, Brambang Asem, Selat Solo, Asem-asem Iga, Lontong Solo, Bubur Lemu, dan Pecel Ndeso Wijen Hitam. “Selain camilan dan hidangan utama, tersaji juga hidangan penutup yang manis dan legit. Seperti ketan bubuk juruh, meniran, gethuk, dan wedut. Tidak ketinggalan sajian hangat seperti Wedang Ronde, Kacang Tanah, dan Wedang Jahe Gepuk khas angkringan Solo,” ujarnya.

Menteri Pariwisata mengapresiasi kolaborasi antara Wonderful Indonesia dan Dapur Solo untuk Co Branding. Menpar Arief Yahya, terus mendorong kuliner nusantara untuk tampil di pentas dunia. Sebab, Thailand, Vietnam dan Malaysia sudah lebih dahulu menggunakan teste makanan sebagai alat promosi dan diplomasi pariwisata.

“Potensi kita tidak kalah. Jenis makanan kita juga seabrek jumlahnya. Tinggal mengemas menjadi kekuatan yang memiliki commercial value, bukan hanya cultural value,” tutur Arief Yahya.(*)

 

Duo Mahadewi Bakal Hebohkan Tidung Festival 2017 Kepulauan Seribu

0

Anda bingung libur akhir pekan ini? Tidak usah jauh-jauh. Kementerian Pariwisata (kemenpar) mendukung perhelatan Tidung Festival 2017 yang dilaksanakan pada 19-20 Agustus 2017 di Kepulauan Seribu, Jakarta.

Berbagai kegiatan menarik dan seru akan tersaji di acara ini. Apalagi, acara ini akan dihebohkan artis Duo Mahadewi yang siap menghibur wisatawan di salah satu destinasi prioritas Kemenpar tersebut.

Hal tersebut dipaparkan oleh Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenpar Esthy Reko Astuti. Kata dia, Tidung Festival 2017 ini digelar dalam suasana hari kemerdekaan Indonesia di bulan Agustus 2017.

Hal itu akan tetap disemarakkan dengan serangkaian festival yang tak kalah menariknya dengan tahun-tahun sebelumnya. Sebut saja, imbuh esthy, festival musik, festival budaya, festival permainan tradisional dan festival kuliner, ditambah dengan berbagai macam kegiatan lomba dan aktifitas peduli lingkungan melalui menanam 1000 bibit mangrove dan aksi bersih pantai.

“Disamping menikmati rangkaian festival dan aktivitas peduli lingkungan, beragam lomba kreasi unik juga ikut meramaikan kegiatan Tidung Festival seperti lomba memasak, lomba vlog dan selfie, lomba fotografi, lomba tari betawi, lomba permainan tradisional, lomba kreasi warna homestay, lomba kreasi kapal dan parade sepeda hias, akan juga ada endorser Dua Mahadewi yang akan menghibur pengunjung,” ujar Esthy. Acara ini merupakan dukungan penuh Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara. Selain itu ada cat Avian dan Bank Indonesia.

Dia menambahkan, Pulau Tidung yang berada di kecamatan Kepulauan Seribu Selatan, juga telah ditetapkan oleh Kemenpar sebagai satu dari 10 Top Destinasi prioritas tanah air. Serta mendorong jumlah wisatawan yang datang ke Kepulauan Seribu untuk wisatawan nusantara (Wisnus) maupun Wisatawan Mancanegara (Wisman).

“Festival ini bertujuan memperkenalkan keistimewaan pulau Seribu sebagai wisata bahari unggulan ke masyarakat lokal maupun international. Ini yang akan kami explore di festival ini,” kata wanita murah senyum itu.

Menurut data dari Kemenpar, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara di Kepulauan Seribu memang naik drastis, dimana tercatat lebih dari 24 ribu wisatawan mancanegara berkunjung ke Kepulauan seribu selama tahun 2016 dibandingkan sebanyak 10 ribu wisatawan di tahun sebelumnya.

”Nah, kenaikan lebih 2 kali lipat ini tentunya menjadi motivasi sekaligus tantangan kita bersama untuk terus membenahi pariwisata di Kepulauan Seribu ini,” tambah Esthy.

Esthy juga menjelaskan, kegiatan ini mempunyai misi untuk, mendorong investasi yang signifikan dari pihak swasta untuk mengembangkan potensi wisata bahari Pulau Seribu. Serta menjadikan Kepulauan Seribu sebagai destinasi pariwisata nasional dan internasional yang memiliki kekayaan bahari dengan tetap memperhatikan keseimbangan ekosistem yang mampu menarik kunjungan wisatawan.

“Nantinya akan muncul kreasi baru, sehingga berbagai jenis wisata mulai dari wisata budaya, belanja, alam, olahraga, riset dan lainnya dapat berkembang secara variatif dan terus berkelanjutan, sehingga memunculkan budaya lokal yang mempunyai nilai untuk memperkaya dan memajukan pariwisata di Pulau Tidung dan menjadikan Pulau Tidung sebagai desa wisata andalan Kepulauan Seribu, untuk Wisman maupun Wisnus,” katanya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengapresiasi Tidung Festival 2017 yang ada dikawasan 10 Destinasi Prioritas Pariwisata. Menteri asal Banyuwangi itu menyebut, festival ini akan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui daya tarik utama Kepulauan Seribu yakni kegiatan yang berbasis Wisata Bahari.

Menpar Arief mengharapkan dengan diadakannya Festival ini tentunya dapat lebih mengenalkan Pulau Tidung dan menggiring wisatawan untuk datang ke destinasi prioritas tersebut. “Kalau dari sisi atraksi, budaya kita top, terus ekplore semua kekayaan alam yang ada di Pulau Seribu, dan jaga kebersihan destinasi,” harap Menpar Arief Yahya.(*)

Success Story Bintan Bius Rakor Crossborder di Bali

0

Rakor Crossborder di Bali, 14-15 Agustus 2017, tak hanya membahas persoalan-persoalan serius. Ada juga success story yang dikemas dengan sangat elegan. Success story itu diceritakan langsung oleh Kadispar Bintan, Luki Zaiman Prawira.

Gaya melukiskan success story event border tourism itu dikemas beda. Seluruh audience yang terdiri dari Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP), Biro Pusat Statistik (BPS), Dinas Pariwisata Daerah, Imigrasi, Direktorat Jenderal Anggaran Kemenkeu, Kepolisian, Dinas Pariwisata Provinsi Perbatasan dan 31 Dinas Pariwisata Kab/Kota di wilayah perbatasan, seperti diajak berpetualang ke Bintan. Kemegahan acara, kerumunan wisman dan wisnus, hingga destinasinya, tergambar secara mumpuni lewat tayangan video berdurasi 15 menit.

Seluruh peserta rakor dibuat terkesima. Semangat semua Kadispar seperti ikut dipompa. Maklum, even-even yang ditayangkan video berdurasi 15 menit itu seluruhnya kelas dunia.

Dari mulai Ironman, Bintan Triathlon, Tour de Bintan, Golf Asia Challenge, Moon Run Festival, hingga Reebok Spartan Race Bintan, semua dipertontonkan. Dan semuanya memperlihatkan crowd yang luar biasa. Wisman Singapore, Australia, Prancis, Thailand, Inggris dan belahan Eropa lainnya, semua berbaur jadi satu dengan wisnus.

Hasilnya, daerah dan stakeholder yang terkait border tourism makin pede memperkuat wisata perbatasan. Semua makin yakin bahwa crossborder tourism bisa memakmurkan masyarakat.

“Ini luar biasa. Kalau Bintan bisa, Sangihe di Sulawesi Utara yang berbatasan dengan Filipina juga pasti bisa,” ucap Kadis Pariwisata Kabupaten Kepulauan Sangihe, Jefri Tilaar, Selasa (15/8).

“Saya makin termotivasi. Ternyata selain Bali ada juga daerah yang mampu menyelenggarakan even kelas dunia. Saya jadi ingin belajar dari Bintan, studi banding ke sana supaya kesuksesannya bisa ikut ditularkan ke Bengkayang,” timpal Kepala Dinas Pariwisata Bengkayang, Made Putra.

Dalam tayangan yang diputar di Ballroom Grand Mega Resort and Spa itu, kisah sukses Bintan memang membuat banyak orang terkesima. Dari sisi apapun, semuanya terlihat wow. Pesertanya, atlet-atlet top dunia.

Dari mulai mantan pebalap Formula One (F1) Rio Haryanto, juara dunia Triathlon asal Swiss, Caroline Steffen, juara triathlon Australia Courtney Ogden, semua pernah tampil di even sport tourism Bintan.

Alamnya? Keren abis. Tayangan kawasan wisata Lagoi yang indah, pantainya yang berpasir putih, bukit-bukit, danau, bahari, lapangan golfnya, semua ditayangkan dalam berbagai angle.

“Bukan bermaksud menggurui, awalnya juga kami kesulitan mengembangkan crossborder tourism. Tapi kalau kerja smart dan pakai konsep yang jelas, saya kira daerah lain juga bisa membuat even keren yang didatangi banyak wisman seperti Bintan,” ucap Kadispar Bintan Luki Zaiman Prawira.

Tips-tipsnya tak segan di sharing ke floor. “Yang pertama, besarkan even yang sudah ada. Jangan sering ganti nama even karena itu adalah brand. Setelah itu jangan malu tanyakan even terbaik yang bisa dilaksanakan kepada profesional dan EO swasta,’ tambah Luki.

Bila masih sulit juga, Luki menyarankan untuk melakukan benchmarking dalam mencapai global best practices. Meniru, memodikasi even yang sudah sukses di daerah atau negara lain. Standarnya tentu harus global. Harus outward looking, selalu melihat ke dunia agar bisa berkibar ke level dunia.

“Dan jangan ragu mendukung yang dibuat swasta, komunitas, yang bisa mendatangkan wisman. Selain itu kita harus berani bikin even sendiri,” ucap Luki.

Menpar Arief Yahya ikut mengamini. Baginya, Bintan adalah salah satu contoh sukses crossborder tourism di Indonesia. Manmade, seperti sport tourism dan event tourism yang sudah sangat popular di Singapore, Malaysia, Australia bahkan benua biru Eropa, di create di Bintan. Semua digarap dengan profesional. Seluruh PNS dikerahkan, EO internasional juga tak ragu untuk digandeng.

“Hasilnya bisa dilihat dari Ironman, Bintan Triathlon, Tour de Bintan dan Golf Asia Challenge. Bisa juga Moon Run Festival dan Reebok Spartan Race Bintan. Itu adalah contoh konkret. Begitu ada event, maka kapasitas akomodasinya tidak cukup. Kalau mau sukses seperti Bintan cara gampangnya ya benchmark. Apa-apa yang sudah dilakukan Bintan, silakan amati, tiru dan modifikasi sesuai karakter wilayah masing-masing,” ujar Menpar Arief Yahya.(*)

Ribuan Atlet Bersiap Berlaga pada Ajang IRONMAN 70.3 Bintan 2017

0
foto:fatih/batampos

1.200 atlet amatir (rekreasional) baik lokal maupun mancanegara dan 20 atlet elite internasional serta dipastikan turut serta dalam kegiatan sport tourism bertaraf internasional IRONMAN 70.3 Bintan 2017, 20 Agustus mendatang.

Mereka akan kembali ‘melahap’ rute menantang yang ‘dibungkus’ dengan keindahan pemandangan alam di Pulau Bintan, Kepulauan Riau.

Lantas apa sih hebatnya IRONMAN 70.3 Bintan? Mengapa juga atlet-atlet top dunia dan ribuan atlet mancanegara mau menyiksa diri di Bintan? Mau melahap rute renang,sepeda dan lari yang tak mudah?

Soal ini, Bupati Bintan H. Apri Sujadi punya jawabannya. Magnet pertama, menurut dia, lomba di Bintan itu ada di posisi tiga dunia, berada di bawah penyelenggaraan seri kejuaraan di Jerman dan Prancis. Dan hal itu datang dari survei global IRONMAN 70.3.

Alasan berikutnya, even di Bintan itu merupakan salah satu kejuaraan Ironman 70.3 yang paling pesat perkembangannya di dunia. Perkembangannya menembus 60 persen sejak perhelatan pertama yang berlangsung pada 2015.“Bahkan pada penyelenggaraan tahun lalu (2016, Red), tingkat kepuasan atlet di lomba ini mencapai 95 persen,” ujar Apri Sujadi.

Lokasinya pun sangat strategis. Mudah dijangkau. Dari Singapura, Bintan bisa ditempuh dalam kurun waktu 45 menit. Dari Malaysia juga tak jauh. Via laut, waktu tempuhnya sekitar 60 menit. “Proxility itu sangat penting dalam menggelar suatu even. Semakin dekat, semakin besar peluang untuk mendapatkan jumlah wisman yang lebih banyak,” ucap Bupati.

Lalu apa lagi yang membuat para peserta rela mendaftar sejak jauh-jauh hari untuk bisa turut serta dalam perhelatan yang didukung Kementerian Pariwisata ini?

Faktor selanjutnya adalah rute lomba yang akan membawa para triathlete ke perjalanan tak terlupakan di Pulau Bintan. Para peserta akan memulai lomba pada pagi hari dengan berenang sejauh 1,9 kilometer dari titik start di Plaza Lagoi, pusat pengembangan pariwisata Teluk Lagoi di zona khusus Bintan Resort.

Selanjutnya para atlet akan bersepeda sejauh 90 kilometer di jalanan yang mulus dan lebar. Baik renang dan sepeda, masih mengambil rute yang sama dengan tahun lalu. Dimana rute tersebut dianugerahi sebagai “The Best Long Course” di Asia pada 2016 oleh Asia Tri.

Sementara untuk rute lari, telah dilakukan penyesuaian oleh Meta Sport selaku penyelenggara lomba. Dimana peserta akan menempuh jarak sejauh 21 kilometer dengan lintasan yang lebih memudahkan triathlete serta memiliki pemandangan lebih menarik dibanding penyelenggaraan tahun sebelumnya.

“Berbagai penyempurnaan dalam pelaksanaan lomba juga sudah dilakukan. Merchandise yang lebih banyak, expo area yang diubah menjadi lebih menarik. Serta tidak ketinggalan penutupan jalan dalam rute yang akan dilalui triathlete lebih baik dengan peta dan rambu terbaru serta penanganan dan tampilan aid stations yang lebih baik,” kata dia.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menyambut baik kembali digelarnya IRONMAN 70.3. Menurutnya kegiatan ini dapat menjadi andalan dalam memperkenalkan destinasi wisata crossborder. “Andai pariwisata itu celana, maka kantong kanan adalah Bali, kantong kiri Jakarta, kantong belakang Kepri yang punya Batam dan Bintan. Sangat potensial mendatangkan banyak wisman,” ucap Arief Yahya, Menteri Pariwisata RI.

Baginya, IRONMAN 70.3 adalah contoh konkret. Begitu ada event, ribuan wisman dan wisnus langsung bergerak ke Bintan. Semua ikut berpartisipasi. “IRONMAN 70.3 ini bisa mengangkat citra pariwisata Indonesia. Track-nya bagus, menantang dan juga indah sehingga bisa dinikmati. Levelnya juga sudah dunia. Silakan ke Lagoi, Bintan, untuk menikmati tantangan IRONMAN sekaligus menikmati alam di sana,” tambah Arief Yahya. (*)

 

Presiden Jokowi Cicipi Makanan Para Jawara LMIN 2017

0

Selasa (15/8/2017) halaman tengah Istana Merdeka disulap menjadi tempat 10 finalis Lomba Masak Ikan Nusantara (LMIN) 2017 unjuk gigi.

Istimewanya, makanan yang dimasak oleh para Koki Jawara itu langsung dicicipi orang nomor satu di Indonesia, Presiden Joko Widodo.

”Ini enak, enak banget,” ujar Jokowi –sapaan akrab Presiden Joko Widodo– sambil terus mencicipi makanan hasil masakan dari Juara 1 LMIN 2017 Abdul Kadir dari Pontianak dengan menyajikan menu Botok Ikan Masak Putih.

Jokowi datang menggunakan stelan jas hitam dengan dasi merah didampingi Ibu Negara, Iriana Jokowi yang sangat cantik dengan kebaya oranye. Ke-10 finalis yang di dalamnya termasuk 3 besar LNIM 2017 terlihat sangat sumringah.

Betapa tidak, selain dicicipi Jokowi, para koki ciamik itu juga hidangannya dinikmati oleh Menteri Kelautan dan Perikanan RI Susi Pudjiastuti, Menteri Kesehatan Nila Djuwita Moeloek, dan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi.

Ada beberapa Koki yang terlihat nyaris menangis. Matanya berkaca seperti tidak percaya bahwa makanannya dicicipi oleh para Menteri dan orang nomer satu di tanah air, semua meja dicicipi dan diberikan komentar oleh Presiden.

Perhelatan yang juga didukung oleh Kementerian Pariwisata (Kemenpar) yang dinahkodai Menteri Arief Yahya ini bertajuk Lomba Masak Ikan Nusantara 2017 Menuju Istana. Acara ini diselenggarakan oleh Sekretariat Negara (Kemensetneg), Kementerian Kesehatan(Kemenkes), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Kantor Staf Presiden (KSP), sertaKementerian Pariwisata (Kemenpar) bekerja sama dengan Femina Group (Primarasa.co.id) dan masaktv. Acara ini juga merupakan perhelatan yang baru pertama kali dilaksanakan di Indonesia.

Event ini untuk menjaring partisipasi Masyarakat dalam Kampanye Makan Ikan dan juga menjadi kuliner sebagai pintu masuk Pariwisata Indonesia.

“Laut kita sangat luas dan berpotensi dalam sumber daya laut, begitu juga dengan Ikannya. Ikan itu mempunyai nilai gizi yang sangat tinggi. Nanti tanya ke Menkes. Nilai gizi yang sangat tinggi ini perlu untuk keluarga, perlu untuk anak-anak,” kata Jokowi.

”Potensi ikan kita ini melimpah banyak. Sehingga perlu lagi dilompatkan agar konsumsi ikan itu naik secara signifikan,” kata Jokowi.

Jokowi mendorong kegiatan ini karena Indonesia harus memenangkan persaingan di tingkat global dan menjadi bangsa yang unggul. Karena itu maka usaha yang harus dilakukan adalah meningkatkan Nutrisi untuk mendapatkan sumber daya manusia yang cerdas, sehat dan kuat untuk berkompetisi dan Unggul.

Meningkatkan konsumsi ikan nasional. Sebagai negara maritime, ikan mestinya menjadi sumber utama protein hewani dan nelayan menjadi actor utama produksi ikan nasional.

”Selain murah, juga membuat kita sehat,” kata Jokowi singkat.

Menteri Kelautan dan Perikanan RI Susi Pudjiastuti juga menambahkan selain bisa menyehatkan bangsa, dengan memperkuat kuliner sebagai unggulan dan juga bisa menjadi ujung tombak Pariwisata Indonesia.

”Kuliner kita semakin terkenal dan enak, maka wisatawan juga akan mengingat terus masakan Indonesia,” kata Susi usai acara. Susi menambahkan, LMIN 2017 ini adalah bagian dari dukungan terhadap Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) dan Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan).

Audisi LMIN diselenggarakan di kota yang mewakili pulau besar Indonesia: Batam (Sumatra), Gorontalo (Sulawesi), Biak (Papua), Jakarta (Jawa), dan Pontianak (Kalimantan) sepanjang bulan Juli 2017, yang diramaikan dengan acara demo masak dan tips memasak.

Dari proses audisi, dewan juri memilih 10 Finalis yang ke Jakarta untuk Final Lomba Masak Ikan Nusantara pada gelaran Taste of Indonesia, Jakarta Selatan pada tanggal 11 Agustus 2017.

Kesepuluh Finalis adalah:

  • Abdul Kadir asal Pontianak (Botok Ikan Masak Putih),
  • Anita Attu asal Gorontalo (Iloni Burger),
  • Endang SN asal Batam (Es Datin),
  • Matelda F. Maryen asal Biak Numfor (Kerang Tumis Labu Kuning),
  • Narti Buo asal Gorontalo (Ikan Santan Goroho),
  • Non Lahibu asal Gorontalo (Woku Ikan Gabus Bambu Kuning),
  • Ruben Jeremia asal Jakarta (Gabus Pucung Sambal Pete),
  • Sri Ekowati asal Batam (Lontong Singkong Tongkol),
  • Sri Sudaryani asal Batam (Lawar Cumi), dan
  • Syamsudin asal Pontianak (Ikan Saos Kribang Daun Kesum Tabor Serundeng).

 

3 orang yang menjadi juara adalah:

  • Juara 1 yaitu Abdul Kadir dari Pontianak dengan menu Botok Ikan Masak Putih;
  • Juara 2 yaitu Ruben Jeremia dari Jakarta dengan menu Gabus Pucung Sambal Pete;
  • Juara 3 yaitu Narti Buo dari Gorontalo dengan menu Ikan Santan Goroho.

Selain itu, para peserta diberikan pembekalan berupa Workshop Dapur Istana pada tanggal 15 Agustus 2017.

Workshop dibawakan oleh Dharmastuti Nugroho selaku Kepala Biro Pengelolaan Istana Sekretariat Presiden dan dr Hanrizal Satria Sp. OT (K)-Spine selaku Dandenkes Paspampres. Dua topik yang dibawakan dalam workshop adalah “Prosedur Pengecekan Keamanan Makanan Presiden” dan “Tata Cara Penyiapan Jamuan di Istana”.

Femina juga memberikan workshop mengenai tatacara memasak di dapur professional dan higienis masakan.

Dengan Workshop ini, diharapkan para Finalis dapat membawa bekal ilmu ke tempat asalnya dan mendorong kuliner di daerah masing-masing Dewan Juri yang bertugas memilih pemenang pada Penjurian Final adalah:

Vindex Tengker, Chef Garuda Indonesia (VP Inflight Service) sebagai Ketua Juri Final Lomba Masak Ikan Nusantara, didampingi Dharmastuti Nugroho (Kepala Biro Pengelolaan Istana Sekretariat Presiden), Johan Susmono (Ketua Pokja 3, Tim Penggerak PKK Pusat), Roy N. Mandey (Ketua Umum DPP APRINDO), dan Vita Datau (Ketua Tim Percepatan Pengembangan Wisata Kuliner dan Belanja Kementerian Pariwisata RI).

Koordinator Penjurian Chef Naldi Budhyarto (Editor Primarasa & Kepala Dapur Uji Femina).

”Dengan lomba masak ini maka tingkat partisipasi dan antusiasme masyarakat dalam kampanye potensi kuliner ikan terlihat cukup tinggi. Kesadaran akan kekayaan kuliner berbasis ikan juga menjadi sangat positif. Dampaknya adalah munculnya produk-produk kuliner dan oleh berbahan dasar utama ikan sebagai unggulan daerah untuk kemudian diangkat menjadi ikon kuliner dan oleh-oleh lokal. Juga kita mendapatkan resep-resep baru kuliner ikan yang kreatif menggunakan bahan dan bumbu lokal. Ini juga akan menjadi daya tarik bagi wisatawan mancanegara dan nusantara,” beber Vita Datau, Ketua Tim Percepatan Pengembangan Wisata Kuliner dan Belanja Kementerian Pariwisata RI.(*)

 

Gubernur Merayakan Idul Adha di Lingga

0

batampos.co.id – Gubernur Kepulauan Riau direncanakan melaksanakan salat Idul Adha di Dabo, Kabupaten Lingga pada Lebaran tahun ini. Pada tahun sebelumnya, Nurdin pun melakukan salat Idul Adha di luar Pusat Ibukota Kepri yakni di di Desa Penarah Kecamatan Belat Kabupaten Karimun.

Sekretaris Daerah Provinsi Kepri Arif TS Fadillah menyampaikan sejak awal Gubernur Nurdin memang sudah bertekad menunjukkan, Kepulauan Riau tidak hanya Tanjungpinang. Karenanya pada peringatan Idul Fitri maupun Idul Adha, orang nomor satu di Kepri ini berupaya menjalankan salat Id di luar Tanjungpinang.

“Seperti tahun ini, Bapak Gubernur rencananya akan melaksanakan salat Id di Masjid Az-Zulfa Dabo, Kabupaten Lingga. Pada prinsipnya, beliau ingin bisa ke daerah,” ujarnya Sekda saat memimpin Rapat Persiapan Hari Raya Idul Adha Tingkat Provinsi Kepulauan Riau Tahun 1438 H/ 2017 M di Dabo Singkep, Kabupaten Lingga di Ruang Rapat Lantai III, Kantor Gubernur Kepri, Pulau Dompak, Tanjungpinang, Selasa (15/8).

Tampak hadir pada acara ini, Ketua MUI Provinsi Kepri, Perwakilan Kemenag Provinsi Kepri dan Perwakilan OPD Provinsi Kepulauan Riau.

Pada rapat kali ini membahas berbagai persiapan rangkaian acara Hari Raya Idul Adha Tingkat Provinsi Kepulauan Riau Tahun 1438 H/ 2017 M di Dabo Singkep, Kabupaten Lingga diantaranya persiapan transportasi, persiapan akomodasi, tempat pelaksanaan Sholat Idul Adha, penyusunan perangkat petugas yang akan melaksanakan rangkaian kegiatan pelaksanaan Idul Adha 1438 H yang diawali dengan takbiran hingga shalat Idul Adha berjamaah, prosesi penyerahan hewan qurban, pelaksanaan open house, kegiatan ramah tamah dan hal-hal lain yang dianggap penting.

Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Riau menyampaikan setelah melaksanakan takbiran dan Sholat Ied di Az-Zulfa Dabo, Gubernur Kepulauan Riau akan melakukan penyerahan hewan qurban di beberapa titik di Kabupaten Lingga dan menghadiri acara Ramah Tamah dengan Masyarakat Kabupaten Lingga di Wisma Ria.

Arif berharap dengan adanya rapat persiapan ini, pelaksanaan kegiatan Idul Adha Gubernur Kepulauan Riau dapat berjalan dengan baik dibandingkan tahun sebelumnya.

“Semoga pelaksanaan Idul Adha tahun ini dapat berlangsung dengan lebih baik, lebih siap dan lebih meriah dari tahun sebelumnya,” ujar Arif. (bni)

Cuaca Ekstrim, Penderita Ispa Mendominasi

0

batampos.co.id – Jumlah penderita Infeksi Saluran Pernapasan (ISPA) mengalami peningkatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bintan. Ini dikarenakan faktor pengaruh cuaca yang tidak menentu terjadi. Hal ini disampaikan Dokter Umum RSUD Bintan, dr Sigit.

Menurutnya hampir setiap harinya diperkirkan ada dua hingga tiga pasien penderita Ispa yang dirawat di RSUD Bintan.

“Rata-rata di sini bulan ini saja penderita Ispa bisa mencapai 70 hingga 90 orang perbulannya. Umumnya mayoritas penderita paling banyak anak-anak, dengan gejala awal seperti demam dan flu,” jelas Sigit, di RSUD Bintan.

Ia menjelaskan faktor utama gejala Ispa ini tentunya disebabkan karena pola makan yang tidak sehat, serta pengaruh cuaca ekstrim yang tidak menentu.

“Pola makan anak-anak yang sembarangan dengan membeli jajanan yang tidak higienis itu yang sangat berbahaya dan harus lebih diperhatikan lagi oleh orang tua,” terangnya.

Untuk itu, lanjutnya peran orang tua sangat penting dalam menjaga pola makan anak, termasuk jajanan yang setiap harinya dikonsumsi oleh anak-anak di sekolah.

“Yang tak kalah penting juga anak perlu diberi suplemen berupa vitamin yang bagus untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Sehingga tidak mudah terserang penyakit,” imbuhnya. (cr20)

Untuk Urusan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah Batam Terendah Ketiga Nasional

0
ilustrasi. Foto: cecep mulyana/batampos.co.id

batampos.co.id – Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad mengaku telah mengetahui informasi rendahnya peringkat penyelenggaraan pemerintah daerah oleh Pemerintah Kota (Pemko) Batam tahun 2015. Tahun tersebut, Batam menempati posisi tiga terendah nasional atau 89 dari 91 kota.

“Saya tahu informasi itu dua hari yang lalu,” kata Amsakar, Selasa (15/8/2017) sore.

Namun ia mengaku belum bisa menuturkan secara detail persoalan tersebut karena belum mempelajari keputusan tersebut, termasuk apa permasalahan sehingga Batam mendapat predikat yang rendah.

“Saya belum dalami ini, besok-besok ya,” ucapnya.

Ia menyampaikan, hal ini merupakan masukan bagi Pemko Batam, agar penyelenggaraan pemerintahan lebih baik ke depan. ‘Kami fokus untuk ini,” imbuh Amsakar, sembari berlalu.

Untuk diketahui, peringkat penyelenggaraan pemerintah daerah oleh Pemko Batam sangat rendah dibanding kota-kota lain. Tahun 2015, Batam berada pada posisi 89 dari 91 kota se Indonesia, dengan kata lain Batam berada pada posisi tiga terendah nasional.

Hal ini tertuang dalam Keputusan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Nomor 120-10421 Tahun 2016 tertanggal 30 Desember 2016 tentang penetapan peringkat dan status kinerja penyelengaraan pemda secara nasional tahun 2015. Menempati posisi ini, Batam hanya meraih skor 2,1875 dengan prestasi T (tinggi). Bandingkan dengan pemuncak urutan yakni Kota Makassar yang meraup skor 3,3992 dengan prestasi Sangat Tinggi (ST).

Capaian tersebut turun drastis dibanding tahun 2014. Tahun tersebut,Batam menduduki posisi 31 dengan skor 2,9108 prestasi T (tinggi), dari 93 kota se indonesia. Tertinggi, yakni Kota Surabaya dengan prestasi Sangat Tinggi (ST) dengan skor 3,2920.

Untuk capaian tahun tersebut, tertuang dalam Keputusan Mendagri nomor 800-35 tahun 2016 tertanggal 7 Januari 2016 tentang penetapan peringkat dan status kinerja penyelengaraan pemerintah daerah secara nasional tahun 2014. (cr13)