Jumat, 1 Mei 2026
Beranda blog Halaman 13149

Success Story Bintan Bius Rakor Crossborder di Bali

0

Rakor Crossborder di Bali, 14-15 Agustus 2017, tak hanya membahas persoalan-persoalan serius. Ada juga success story yang dikemas dengan sangat elegan. Success story itu diceritakan langsung oleh Kadispar Bintan, Luki Zaiman Prawira.

Gaya melukiskan success story event border tourism itu dikemas beda. Seluruh audience yang terdiri dari Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP), Biro Pusat Statistik (BPS), Dinas Pariwisata Daerah, Imigrasi, Direktorat Jenderal Anggaran Kemenkeu, Kepolisian, Dinas Pariwisata Provinsi Perbatasan dan 31 Dinas Pariwisata Kab/Kota di wilayah perbatasan, seperti diajak berpetualang ke Bintan. Kemegahan acara, kerumunan wisman dan wisnus, hingga destinasinya, tergambar secara mumpuni lewat tayangan video berdurasi 15 menit.

Seluruh peserta rakor dibuat terkesima. Semangat semua Kadispar seperti ikut dipompa. Maklum, even-even yang ditayangkan video berdurasi 15 menit itu seluruhnya kelas dunia.

Dari mulai Ironman, Bintan Triathlon, Tour de Bintan, Golf Asia Challenge, Moon Run Festival, hingga Reebok Spartan Race Bintan, semua dipertontonkan. Dan semuanya memperlihatkan crowd yang luar biasa. Wisman Singapore, Australia, Prancis, Thailand, Inggris dan belahan Eropa lainnya, semua berbaur jadi satu dengan wisnus.

Hasilnya, daerah dan stakeholder yang terkait border tourism makin pede memperkuat wisata perbatasan. Semua makin yakin bahwa crossborder tourism bisa memakmurkan masyarakat.

“Ini luar biasa. Kalau Bintan bisa, Sangihe di Sulawesi Utara yang berbatasan dengan Filipina juga pasti bisa,” ucap Kadis Pariwisata Kabupaten Kepulauan Sangihe, Jefri Tilaar, Selasa (15/8).

“Saya makin termotivasi. Ternyata selain Bali ada juga daerah yang mampu menyelenggarakan even kelas dunia. Saya jadi ingin belajar dari Bintan, studi banding ke sana supaya kesuksesannya bisa ikut ditularkan ke Bengkayang,” timpal Kepala Dinas Pariwisata Bengkayang, Made Putra.

Dalam tayangan yang diputar di Ballroom Grand Mega Resort and Spa itu, kisah sukses Bintan memang membuat banyak orang terkesima. Dari sisi apapun, semuanya terlihat wow. Pesertanya, atlet-atlet top dunia.

Dari mulai mantan pebalap Formula One (F1) Rio Haryanto, juara dunia Triathlon asal Swiss, Caroline Steffen, juara triathlon Australia Courtney Ogden, semua pernah tampil di even sport tourism Bintan.

Alamnya? Keren abis. Tayangan kawasan wisata Lagoi yang indah, pantainya yang berpasir putih, bukit-bukit, danau, bahari, lapangan golfnya, semua ditayangkan dalam berbagai angle.

“Bukan bermaksud menggurui, awalnya juga kami kesulitan mengembangkan crossborder tourism. Tapi kalau kerja smart dan pakai konsep yang jelas, saya kira daerah lain juga bisa membuat even keren yang didatangi banyak wisman seperti Bintan,” ucap Kadispar Bintan Luki Zaiman Prawira.

Tips-tipsnya tak segan di sharing ke floor. “Yang pertama, besarkan even yang sudah ada. Jangan sering ganti nama even karena itu adalah brand. Setelah itu jangan malu tanyakan even terbaik yang bisa dilaksanakan kepada profesional dan EO swasta,’ tambah Luki.

Bila masih sulit juga, Luki menyarankan untuk melakukan benchmarking dalam mencapai global best practices. Meniru, memodikasi even yang sudah sukses di daerah atau negara lain. Standarnya tentu harus global. Harus outward looking, selalu melihat ke dunia agar bisa berkibar ke level dunia.

“Dan jangan ragu mendukung yang dibuat swasta, komunitas, yang bisa mendatangkan wisman. Selain itu kita harus berani bikin even sendiri,” ucap Luki.

Menpar Arief Yahya ikut mengamini. Baginya, Bintan adalah salah satu contoh sukses crossborder tourism di Indonesia. Manmade, seperti sport tourism dan event tourism yang sudah sangat popular di Singapore, Malaysia, Australia bahkan benua biru Eropa, di create di Bintan. Semua digarap dengan profesional. Seluruh PNS dikerahkan, EO internasional juga tak ragu untuk digandeng.

“Hasilnya bisa dilihat dari Ironman, Bintan Triathlon, Tour de Bintan dan Golf Asia Challenge. Bisa juga Moon Run Festival dan Reebok Spartan Race Bintan. Itu adalah contoh konkret. Begitu ada event, maka kapasitas akomodasinya tidak cukup. Kalau mau sukses seperti Bintan cara gampangnya ya benchmark. Apa-apa yang sudah dilakukan Bintan, silakan amati, tiru dan modifikasi sesuai karakter wilayah masing-masing,” ujar Menpar Arief Yahya.(*)

Ribuan Atlet Bersiap Berlaga pada Ajang IRONMAN 70.3 Bintan 2017

0
foto:fatih/batampos

1.200 atlet amatir (rekreasional) baik lokal maupun mancanegara dan 20 atlet elite internasional serta dipastikan turut serta dalam kegiatan sport tourism bertaraf internasional IRONMAN 70.3 Bintan 2017, 20 Agustus mendatang.

Mereka akan kembali ‘melahap’ rute menantang yang ‘dibungkus’ dengan keindahan pemandangan alam di Pulau Bintan, Kepulauan Riau.

Lantas apa sih hebatnya IRONMAN 70.3 Bintan? Mengapa juga atlet-atlet top dunia dan ribuan atlet mancanegara mau menyiksa diri di Bintan? Mau melahap rute renang,sepeda dan lari yang tak mudah?

Soal ini, Bupati Bintan H. Apri Sujadi punya jawabannya. Magnet pertama, menurut dia, lomba di Bintan itu ada di posisi tiga dunia, berada di bawah penyelenggaraan seri kejuaraan di Jerman dan Prancis. Dan hal itu datang dari survei global IRONMAN 70.3.

Alasan berikutnya, even di Bintan itu merupakan salah satu kejuaraan Ironman 70.3 yang paling pesat perkembangannya di dunia. Perkembangannya menembus 60 persen sejak perhelatan pertama yang berlangsung pada 2015.“Bahkan pada penyelenggaraan tahun lalu (2016, Red), tingkat kepuasan atlet di lomba ini mencapai 95 persen,” ujar Apri Sujadi.

Lokasinya pun sangat strategis. Mudah dijangkau. Dari Singapura, Bintan bisa ditempuh dalam kurun waktu 45 menit. Dari Malaysia juga tak jauh. Via laut, waktu tempuhnya sekitar 60 menit. “Proxility itu sangat penting dalam menggelar suatu even. Semakin dekat, semakin besar peluang untuk mendapatkan jumlah wisman yang lebih banyak,” ucap Bupati.

Lalu apa lagi yang membuat para peserta rela mendaftar sejak jauh-jauh hari untuk bisa turut serta dalam perhelatan yang didukung Kementerian Pariwisata ini?

Faktor selanjutnya adalah rute lomba yang akan membawa para triathlete ke perjalanan tak terlupakan di Pulau Bintan. Para peserta akan memulai lomba pada pagi hari dengan berenang sejauh 1,9 kilometer dari titik start di Plaza Lagoi, pusat pengembangan pariwisata Teluk Lagoi di zona khusus Bintan Resort.

Selanjutnya para atlet akan bersepeda sejauh 90 kilometer di jalanan yang mulus dan lebar. Baik renang dan sepeda, masih mengambil rute yang sama dengan tahun lalu. Dimana rute tersebut dianugerahi sebagai “The Best Long Course” di Asia pada 2016 oleh Asia Tri.

Sementara untuk rute lari, telah dilakukan penyesuaian oleh Meta Sport selaku penyelenggara lomba. Dimana peserta akan menempuh jarak sejauh 21 kilometer dengan lintasan yang lebih memudahkan triathlete serta memiliki pemandangan lebih menarik dibanding penyelenggaraan tahun sebelumnya.

“Berbagai penyempurnaan dalam pelaksanaan lomba juga sudah dilakukan. Merchandise yang lebih banyak, expo area yang diubah menjadi lebih menarik. Serta tidak ketinggalan penutupan jalan dalam rute yang akan dilalui triathlete lebih baik dengan peta dan rambu terbaru serta penanganan dan tampilan aid stations yang lebih baik,” kata dia.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menyambut baik kembali digelarnya IRONMAN 70.3. Menurutnya kegiatan ini dapat menjadi andalan dalam memperkenalkan destinasi wisata crossborder. “Andai pariwisata itu celana, maka kantong kanan adalah Bali, kantong kiri Jakarta, kantong belakang Kepri yang punya Batam dan Bintan. Sangat potensial mendatangkan banyak wisman,” ucap Arief Yahya, Menteri Pariwisata RI.

Baginya, IRONMAN 70.3 adalah contoh konkret. Begitu ada event, ribuan wisman dan wisnus langsung bergerak ke Bintan. Semua ikut berpartisipasi. “IRONMAN 70.3 ini bisa mengangkat citra pariwisata Indonesia. Track-nya bagus, menantang dan juga indah sehingga bisa dinikmati. Levelnya juga sudah dunia. Silakan ke Lagoi, Bintan, untuk menikmati tantangan IRONMAN sekaligus menikmati alam di sana,” tambah Arief Yahya. (*)

 

Presiden Jokowi Cicipi Makanan Para Jawara LMIN 2017

0

Selasa (15/8/2017) halaman tengah Istana Merdeka disulap menjadi tempat 10 finalis Lomba Masak Ikan Nusantara (LMIN) 2017 unjuk gigi.

Istimewanya, makanan yang dimasak oleh para Koki Jawara itu langsung dicicipi orang nomor satu di Indonesia, Presiden Joko Widodo.

”Ini enak, enak banget,” ujar Jokowi –sapaan akrab Presiden Joko Widodo– sambil terus mencicipi makanan hasil masakan dari Juara 1 LMIN 2017 Abdul Kadir dari Pontianak dengan menyajikan menu Botok Ikan Masak Putih.

Jokowi datang menggunakan stelan jas hitam dengan dasi merah didampingi Ibu Negara, Iriana Jokowi yang sangat cantik dengan kebaya oranye. Ke-10 finalis yang di dalamnya termasuk 3 besar LNIM 2017 terlihat sangat sumringah.

Betapa tidak, selain dicicipi Jokowi, para koki ciamik itu juga hidangannya dinikmati oleh Menteri Kelautan dan Perikanan RI Susi Pudjiastuti, Menteri Kesehatan Nila Djuwita Moeloek, dan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi.

Ada beberapa Koki yang terlihat nyaris menangis. Matanya berkaca seperti tidak percaya bahwa makanannya dicicipi oleh para Menteri dan orang nomer satu di tanah air, semua meja dicicipi dan diberikan komentar oleh Presiden.

Perhelatan yang juga didukung oleh Kementerian Pariwisata (Kemenpar) yang dinahkodai Menteri Arief Yahya ini bertajuk Lomba Masak Ikan Nusantara 2017 Menuju Istana. Acara ini diselenggarakan oleh Sekretariat Negara (Kemensetneg), Kementerian Kesehatan(Kemenkes), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Kantor Staf Presiden (KSP), sertaKementerian Pariwisata (Kemenpar) bekerja sama dengan Femina Group (Primarasa.co.id) dan masaktv. Acara ini juga merupakan perhelatan yang baru pertama kali dilaksanakan di Indonesia.

Event ini untuk menjaring partisipasi Masyarakat dalam Kampanye Makan Ikan dan juga menjadi kuliner sebagai pintu masuk Pariwisata Indonesia.

“Laut kita sangat luas dan berpotensi dalam sumber daya laut, begitu juga dengan Ikannya. Ikan itu mempunyai nilai gizi yang sangat tinggi. Nanti tanya ke Menkes. Nilai gizi yang sangat tinggi ini perlu untuk keluarga, perlu untuk anak-anak,” kata Jokowi.

”Potensi ikan kita ini melimpah banyak. Sehingga perlu lagi dilompatkan agar konsumsi ikan itu naik secara signifikan,” kata Jokowi.

Jokowi mendorong kegiatan ini karena Indonesia harus memenangkan persaingan di tingkat global dan menjadi bangsa yang unggul. Karena itu maka usaha yang harus dilakukan adalah meningkatkan Nutrisi untuk mendapatkan sumber daya manusia yang cerdas, sehat dan kuat untuk berkompetisi dan Unggul.

Meningkatkan konsumsi ikan nasional. Sebagai negara maritime, ikan mestinya menjadi sumber utama protein hewani dan nelayan menjadi actor utama produksi ikan nasional.

”Selain murah, juga membuat kita sehat,” kata Jokowi singkat.

Menteri Kelautan dan Perikanan RI Susi Pudjiastuti juga menambahkan selain bisa menyehatkan bangsa, dengan memperkuat kuliner sebagai unggulan dan juga bisa menjadi ujung tombak Pariwisata Indonesia.

”Kuliner kita semakin terkenal dan enak, maka wisatawan juga akan mengingat terus masakan Indonesia,” kata Susi usai acara. Susi menambahkan, LMIN 2017 ini adalah bagian dari dukungan terhadap Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) dan Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan).

Audisi LMIN diselenggarakan di kota yang mewakili pulau besar Indonesia: Batam (Sumatra), Gorontalo (Sulawesi), Biak (Papua), Jakarta (Jawa), dan Pontianak (Kalimantan) sepanjang bulan Juli 2017, yang diramaikan dengan acara demo masak dan tips memasak.

Dari proses audisi, dewan juri memilih 10 Finalis yang ke Jakarta untuk Final Lomba Masak Ikan Nusantara pada gelaran Taste of Indonesia, Jakarta Selatan pada tanggal 11 Agustus 2017.

Kesepuluh Finalis adalah:

  • Abdul Kadir asal Pontianak (Botok Ikan Masak Putih),
  • Anita Attu asal Gorontalo (Iloni Burger),
  • Endang SN asal Batam (Es Datin),
  • Matelda F. Maryen asal Biak Numfor (Kerang Tumis Labu Kuning),
  • Narti Buo asal Gorontalo (Ikan Santan Goroho),
  • Non Lahibu asal Gorontalo (Woku Ikan Gabus Bambu Kuning),
  • Ruben Jeremia asal Jakarta (Gabus Pucung Sambal Pete),
  • Sri Ekowati asal Batam (Lontong Singkong Tongkol),
  • Sri Sudaryani asal Batam (Lawar Cumi), dan
  • Syamsudin asal Pontianak (Ikan Saos Kribang Daun Kesum Tabor Serundeng).

 

3 orang yang menjadi juara adalah:

  • Juara 1 yaitu Abdul Kadir dari Pontianak dengan menu Botok Ikan Masak Putih;
  • Juara 2 yaitu Ruben Jeremia dari Jakarta dengan menu Gabus Pucung Sambal Pete;
  • Juara 3 yaitu Narti Buo dari Gorontalo dengan menu Ikan Santan Goroho.

Selain itu, para peserta diberikan pembekalan berupa Workshop Dapur Istana pada tanggal 15 Agustus 2017.

Workshop dibawakan oleh Dharmastuti Nugroho selaku Kepala Biro Pengelolaan Istana Sekretariat Presiden dan dr Hanrizal Satria Sp. OT (K)-Spine selaku Dandenkes Paspampres. Dua topik yang dibawakan dalam workshop adalah “Prosedur Pengecekan Keamanan Makanan Presiden” dan “Tata Cara Penyiapan Jamuan di Istana”.

Femina juga memberikan workshop mengenai tatacara memasak di dapur professional dan higienis masakan.

Dengan Workshop ini, diharapkan para Finalis dapat membawa bekal ilmu ke tempat asalnya dan mendorong kuliner di daerah masing-masing Dewan Juri yang bertugas memilih pemenang pada Penjurian Final adalah:

Vindex Tengker, Chef Garuda Indonesia (VP Inflight Service) sebagai Ketua Juri Final Lomba Masak Ikan Nusantara, didampingi Dharmastuti Nugroho (Kepala Biro Pengelolaan Istana Sekretariat Presiden), Johan Susmono (Ketua Pokja 3, Tim Penggerak PKK Pusat), Roy N. Mandey (Ketua Umum DPP APRINDO), dan Vita Datau (Ketua Tim Percepatan Pengembangan Wisata Kuliner dan Belanja Kementerian Pariwisata RI).

Koordinator Penjurian Chef Naldi Budhyarto (Editor Primarasa & Kepala Dapur Uji Femina).

”Dengan lomba masak ini maka tingkat partisipasi dan antusiasme masyarakat dalam kampanye potensi kuliner ikan terlihat cukup tinggi. Kesadaran akan kekayaan kuliner berbasis ikan juga menjadi sangat positif. Dampaknya adalah munculnya produk-produk kuliner dan oleh berbahan dasar utama ikan sebagai unggulan daerah untuk kemudian diangkat menjadi ikon kuliner dan oleh-oleh lokal. Juga kita mendapatkan resep-resep baru kuliner ikan yang kreatif menggunakan bahan dan bumbu lokal. Ini juga akan menjadi daya tarik bagi wisatawan mancanegara dan nusantara,” beber Vita Datau, Ketua Tim Percepatan Pengembangan Wisata Kuliner dan Belanja Kementerian Pariwisata RI.(*)

 

Gubernur Merayakan Idul Adha di Lingga

0

batampos.co.id – Gubernur Kepulauan Riau direncanakan melaksanakan salat Idul Adha di Dabo, Kabupaten Lingga pada Lebaran tahun ini. Pada tahun sebelumnya, Nurdin pun melakukan salat Idul Adha di luar Pusat Ibukota Kepri yakni di di Desa Penarah Kecamatan Belat Kabupaten Karimun.

Sekretaris Daerah Provinsi Kepri Arif TS Fadillah menyampaikan sejak awal Gubernur Nurdin memang sudah bertekad menunjukkan, Kepulauan Riau tidak hanya Tanjungpinang. Karenanya pada peringatan Idul Fitri maupun Idul Adha, orang nomor satu di Kepri ini berupaya menjalankan salat Id di luar Tanjungpinang.

“Seperti tahun ini, Bapak Gubernur rencananya akan melaksanakan salat Id di Masjid Az-Zulfa Dabo, Kabupaten Lingga. Pada prinsipnya, beliau ingin bisa ke daerah,” ujarnya Sekda saat memimpin Rapat Persiapan Hari Raya Idul Adha Tingkat Provinsi Kepulauan Riau Tahun 1438 H/ 2017 M di Dabo Singkep, Kabupaten Lingga di Ruang Rapat Lantai III, Kantor Gubernur Kepri, Pulau Dompak, Tanjungpinang, Selasa (15/8).

Tampak hadir pada acara ini, Ketua MUI Provinsi Kepri, Perwakilan Kemenag Provinsi Kepri dan Perwakilan OPD Provinsi Kepulauan Riau.

Pada rapat kali ini membahas berbagai persiapan rangkaian acara Hari Raya Idul Adha Tingkat Provinsi Kepulauan Riau Tahun 1438 H/ 2017 M di Dabo Singkep, Kabupaten Lingga diantaranya persiapan transportasi, persiapan akomodasi, tempat pelaksanaan Sholat Idul Adha, penyusunan perangkat petugas yang akan melaksanakan rangkaian kegiatan pelaksanaan Idul Adha 1438 H yang diawali dengan takbiran hingga shalat Idul Adha berjamaah, prosesi penyerahan hewan qurban, pelaksanaan open house, kegiatan ramah tamah dan hal-hal lain yang dianggap penting.

Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Riau menyampaikan setelah melaksanakan takbiran dan Sholat Ied di Az-Zulfa Dabo, Gubernur Kepulauan Riau akan melakukan penyerahan hewan qurban di beberapa titik di Kabupaten Lingga dan menghadiri acara Ramah Tamah dengan Masyarakat Kabupaten Lingga di Wisma Ria.

Arif berharap dengan adanya rapat persiapan ini, pelaksanaan kegiatan Idul Adha Gubernur Kepulauan Riau dapat berjalan dengan baik dibandingkan tahun sebelumnya.

“Semoga pelaksanaan Idul Adha tahun ini dapat berlangsung dengan lebih baik, lebih siap dan lebih meriah dari tahun sebelumnya,” ujar Arif. (bni)

Cuaca Ekstrim, Penderita Ispa Mendominasi

0

batampos.co.id – Jumlah penderita Infeksi Saluran Pernapasan (ISPA) mengalami peningkatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bintan. Ini dikarenakan faktor pengaruh cuaca yang tidak menentu terjadi. Hal ini disampaikan Dokter Umum RSUD Bintan, dr Sigit.

Menurutnya hampir setiap harinya diperkirkan ada dua hingga tiga pasien penderita Ispa yang dirawat di RSUD Bintan.

“Rata-rata di sini bulan ini saja penderita Ispa bisa mencapai 70 hingga 90 orang perbulannya. Umumnya mayoritas penderita paling banyak anak-anak, dengan gejala awal seperti demam dan flu,” jelas Sigit, di RSUD Bintan.

Ia menjelaskan faktor utama gejala Ispa ini tentunya disebabkan karena pola makan yang tidak sehat, serta pengaruh cuaca ekstrim yang tidak menentu.

“Pola makan anak-anak yang sembarangan dengan membeli jajanan yang tidak higienis itu yang sangat berbahaya dan harus lebih diperhatikan lagi oleh orang tua,” terangnya.

Untuk itu, lanjutnya peran orang tua sangat penting dalam menjaga pola makan anak, termasuk jajanan yang setiap harinya dikonsumsi oleh anak-anak di sekolah.

“Yang tak kalah penting juga anak perlu diberi suplemen berupa vitamin yang bagus untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Sehingga tidak mudah terserang penyakit,” imbuhnya. (cr20)

Untuk Urusan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah Batam Terendah Ketiga Nasional

0
ilustrasi. Foto: cecep mulyana/batampos.co.id

batampos.co.id – Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad mengaku telah mengetahui informasi rendahnya peringkat penyelenggaraan pemerintah daerah oleh Pemerintah Kota (Pemko) Batam tahun 2015. Tahun tersebut, Batam menempati posisi tiga terendah nasional atau 89 dari 91 kota.

“Saya tahu informasi itu dua hari yang lalu,” kata Amsakar, Selasa (15/8/2017) sore.

Namun ia mengaku belum bisa menuturkan secara detail persoalan tersebut karena belum mempelajari keputusan tersebut, termasuk apa permasalahan sehingga Batam mendapat predikat yang rendah.

“Saya belum dalami ini, besok-besok ya,” ucapnya.

Ia menyampaikan, hal ini merupakan masukan bagi Pemko Batam, agar penyelenggaraan pemerintahan lebih baik ke depan. ‘Kami fokus untuk ini,” imbuh Amsakar, sembari berlalu.

Untuk diketahui, peringkat penyelenggaraan pemerintah daerah oleh Pemko Batam sangat rendah dibanding kota-kota lain. Tahun 2015, Batam berada pada posisi 89 dari 91 kota se Indonesia, dengan kata lain Batam berada pada posisi tiga terendah nasional.

Hal ini tertuang dalam Keputusan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Nomor 120-10421 Tahun 2016 tertanggal 30 Desember 2016 tentang penetapan peringkat dan status kinerja penyelengaraan pemda secara nasional tahun 2015. Menempati posisi ini, Batam hanya meraih skor 2,1875 dengan prestasi T (tinggi). Bandingkan dengan pemuncak urutan yakni Kota Makassar yang meraup skor 3,3992 dengan prestasi Sangat Tinggi (ST).

Capaian tersebut turun drastis dibanding tahun 2014. Tahun tersebut,Batam menduduki posisi 31 dengan skor 2,9108 prestasi T (tinggi), dari 93 kota se indonesia. Tertinggi, yakni Kota Surabaya dengan prestasi Sangat Tinggi (ST) dengan skor 3,2920.

Untuk capaian tahun tersebut, tertuang dalam Keputusan Mendagri nomor 800-35 tahun 2016 tertanggal 7 Januari 2016 tentang penetapan peringkat dan status kinerja penyelengaraan pemerintah daerah secara nasional tahun 2014. (cr13)

Verifikasi ulang GT Kapal Nelayan

0
Sejumlah kapal nelayan bersandar di pelabuhan Sei Enam Kijang, belum lama ini. F.Choky/Batam Pos

batampos.co.id – Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Kijang, melakukan pengecekan dan verifikasi Gros Tonage (GT) kapal nelayan, Selasa (15/8). Ini dilakukan untuk menjaga keselamatan kapal nelayan saat beroperasi di laut.

Kepala KSOP Kijang, Sanggam Simamora mengatakan dari 400 unit kapal nelayan yang ada di wilayah Kawal, Mantang, Numbing, dan juga Kijang, hampir 200 unitnya telah diverifikasi Gross Tonagenya.

Ia menuturkan verifikasi ini sudah sesuai dengan surat edaran dari Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Nomor UM.003/47/16/ DJPL-15 tanggal 10 Juli 2015 tentang verifikasi atau pengukuran ulang terhadap kapal penangkap ikan.

Menurutnya verifikasi ulang ini dilakukan agar GT kapal yang tertulis di surat ukur tidak berbeda dengan kondisi fisik kapal.

Mengingat keselamatan dan keamanan kapal dalam melakukan operasi di laut menjadi faktor utama kelangsungan kapal. “Verifikasi GT kapal nelayan sudah dilaksanakan oleh KSOP kijang. Namun dalam pelaksanaanya ketika pemilik kapal akan memperpanjang dokumennya, disitulah kami langsung turun untuk mengkroscek kondisi fisik kapal. Apakah sesuai GT dengan dokumen kapal,” ungkapnya.

Dia juga menjamin kemudahan pengurusan verifikasi atau pengukuran kapal perikanan tidak dikenakan biaya. Nantinya, lanjut Sanggam penerbitan Surat Persetujuan Berlayar (SPB) dan dokumen kapal yang diterbitkan kembali, tentunya berdasarkan hasil pelaksanaan verifikasi atau pengukuran ulang kapal penangkap ikan yang dikenakan tarif sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 2016 tentang Jenis dan Tarif Atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang berlaku pada Kementerian Perhubungan.

“Kami juga memberikan kemudahan bagi pemilik kapal dalam proses pengukuran kapal, pengurusan dokumen kapal dan dokumen perizinan kapal hasil ukur ulang. Setelah membayar tarif PNBP ke bank, baru kita keluarkan SPB nya,” imbuhnya. (cr20)

Antisipasi Datangnya Musim Angin Utara

0
Pelabuhan bongkar muat barang dan penumpang penagi Natuna, saat ini kebutuhan sembako dan barang penting masih lancar meski cuaca mendekati musim angin Utara

batampos.co.id – Kepala Dinas Perhubungan Pemkab Natuna Iskandar DJ mengatakan, Pemerintah daerah mulai melakukan antisipasi datangnya musim angin utara. Kelancaran kapal barang dan penumpang menjadi perioritas.

“Pemerintah sudah mulai antisipasi datangnya musim angin Utara. Agar kelancaran sembako tetap stabil,” kata Iskandar DJ, Selasa (15/8).

Meski saat ini cuaca sudah sering hujan kata Iskandar, aktifitas kapal barang ke Natuna masih lancar. Terutama bongkar muat di Pelabuhan Penagi. Kapal swasta masih rutin merapat di pelabuhan dengan muatan berbagai kebutuhan masyarakat.

“Kapal barang masih normal. Kami terus monitor untuk hadapi musim angin Utara,” ujar Iskandar.

Saat ini sambungnya, selain kapal swasta. Kapal tol laut masih beroperasi dengan jadwal dua kali selama satu bulan. Membawa komoditi gula, beras dan lainnya. Namun komoditi tertentu tetap dipasok kapal swasta.

“Kapal perintis juga normal. Hanya satu kapalnya masih doking,” kata Iskandar.(arn)

Warga Lokalisasi Dinikahkan Massal

0
Petugas KUA Toapaya membimbing sepasang pengantin yang akan ijab kabul
saat mengikuti nikah massa di kantor KUA Toapaya, Selasa (15/8).

batampos.co.id – 8 pasangan warga lokalisasi Km 24 Toapaya
mengikuti nikah massal. Nikah massal yang diikuti 8 pasangan itu
berlangsung haru di aula Kantor Camat Toapaya, Selasa (15/8) pagi.
Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Toapaya, Rahmad menuturkan,
seharusnya ada 10 pasangan yang mengikuti nikah massal.

Namun, sepasang absen sehingga 9 pasangan saja yang mengucapkan ijab kabul di
kantor KUA Toapaya. Dari 9 pasangan yang mencatatkan pernikahannya secara sah di
buku nikah KUA, ia menyebut ada 8 pasangan yang merupakan warga lokalisasi Km 24. Menariknya, beberapa pasangan usianya sudah lanjut sehingga ada yang harus beberapa kali mengucap ikrar sehidup semati itu.

Bahkan, pasangan pertama Tuin Lia harus mengulang ijab kabul sebanyak
tiga kali. Adapun pasangan yang menikah di nikah massa itu, yakni
Tuin-Lia, Aco-Ani, Wawan-Hesti, Agus-Silvia, Zulfan-Yani, Ram-Fitri,
Iwan-Ami, Dani-Aam dan Nardi-Narsiah.

“Mereka yang ikut nikah massa ini sebenarnya sudah menikah, hanya
belum tercatat di buku KUA,” tukasnya.

Sementara itu, Ketua RW lokalisasi Km 24, Abdul Manaf mengatakan,
sebenarnya banyak pasangan di lokalisasi yang sudah menikah siri tapi
belum tercatat secara negara di buku nikah.

“Banyak yang tidak memenuhi syarat, jadi 8 pasangan saja yang ikut,”
katanya.

Bahkan, ia mengatakan, ada pasangan yang dinikahkan saat itu,
ada yang sudah memiliki 4 orang anak, seperti pasangan Aco dan Ani.
Ia mengakui, antusias warga lokalisasi untuk mengikuti nikah massal
sangat tinggi, karena nikah ini dilakukan gratis alias tanpa dipungut
biaya.

Sebelumnya, Kakanmenag Bintan, Erizal Abdullah mengatakan, dibentuknya
KUA Toapaya untuk meminimalisir pernikahan siri di daerah tersebut,
karena banyak pernikahan yang tidak terdata secara administrasi
sehingga petugas KUA sulit mengetahui sudah berapa kali mereka
menikah. (cr21)

Rp 327 Miliar APBD Ditangan Kontraktor

0

batampos.co.id – Kepala Biro Unit Layanan Pengadaan (ULP) Provinsi Kepri, Misbardi mengatakan sudah merampungkan proses lelang proyek APBD Kepri senilai Rp327 miliar. Jumlah tersebut, anggarannya tersebar di sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang ada di lingkungan Pemprov Kepri.

“Dari 410 rencana kegiatan APBD senilai Rp515 miliar yang tayang di Sistem Rencana Umum Pengadaan (SIRUP). Kami sudah merampungkan proses lelang senilai Rp327 miliar,” ujar Misbardi, Selasa (15/8) di Tanjungpinang.

Menurut Misbardi, hitungan tersebut dilihat berdasarkan kegiatan yang sudah teken kontrak. Dijelaskannya, uang yang beredar sekarang ini ada dari Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang dan Pertahanan, Dinas Pendidikan, Dinas Perhubungan, dan sejumlah OPD strategis lainnya.

“Jumlah tersebut diluar dari belanja tidak langsung yang sudah diplot dalam APBD Kepri. Dari informasinya lebih Rp1 triliun APBD Kepri sudah beredar ditengah-tengah masyarakat,” Papar Misbardi.

Terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang dan Pertanahan, Pemprov Kepri, Abu Bakar mengatakan pihaknya sudah membuat maping tentang kegiatan-kegiatan fisik bagi tujuh kabupaten/kota di Provinsi Kepri. Dijelaskannya, pembagian tersebut berdasarkan skala kebutuhan disetiap daerah. Diakuinya, secara umum memang banyak kegiatan di Karimun, akan tetapi nilainya masih dibawah Tanjungpinang.

“Kalau dilihat dari jumlah kegiatan di Karimun memang ada 31 kegiatan fisik di sana. Tetapi, nilainya kecil-kecil,” ujar Abu Bakar, kemarin.

Masih kata Abu Bakar, secara rinci (lihat tabel,red) di Kabupaten Anambas, ada dua kegiatan peningkatan dan pembangunan jalan. Kemudian di Kota Batam ada 11 kegiatan.

Berikutnya adalah Kabupaten Natuna dengan empat kegiatan. Sedangkan untuk Ibu Kota Provinsi Kepri, Tanjungpinang kebagian lima kegiatan strategis.

Dikatakannya juga, untuk Kabupaten Lingga ada dua kegiatan. Sementara itu, Kabupaten Bintan mendapatkan satu kegiatan, yakni pembangunan jalan lanjutan. Ditegaskan Abu Bakar, pelaksanaan pembangunan yang dilakukan sekarang ini, sudah mendapatkan persetujuan dari DPRD Kepri.

“Tanpa ada persetujuan DPRD Kepri, tentu perencanaan yang kita buat tidak akan terlaksana. Pembangunan yang kita lakukan menyebar di kabupaten/kota. Makanya kurang terlihat progres fisiknya,” tutupnya.

Seperti diketahui, dari Rp1,761 triliun alokasi dana kegiatan yang dilaksanakan pada 41 OPD, Biro dan BLU Provinsi Kepri, dengan penyediaan atau lelang serta swakelola atau dengan Penunjungan langsung dari APBD 2017.

Anggaran tersebut diperuntukan bagi 2.947 kegiatan dengan nilai total Rp842 miliar yang di lelang. Sementara, 4.625 Kegiatan, dengan total nilai pagu Rp919 milliar dilaksanakan dengan swakelola atau penunjukan langsung.(jpg)

Kabupaten Anambas

  • Peningkatan Jalan Temburun – Pasir Peti Kabupaten Anambas Rp11.355.000.000
  • Pembangunan Jalan Letung – Bandara Letung Kabupaten Kepulauan Anambas Rp1.825.000.000

Kota Batam

  • Peningkatan Jalan Provinsi Simpang Marina City – Simpang Basecamp Kota Batam Rp1.917.000.000
  • Pekerjaan Bangunan Pelengkap dan Finishing Jembatan PulauTerong – Pulau Seberang Rp400.000.000
  • Peningkatan Jalan Provinsi Simpang Franky – Simpang Underpass Pelita Kota Batam Rp1.900.000.000
  • Normalisasi Saluran Sei Beduk Kota Batam Rp420.000.000
    Pembangunan Jalan Jalur Kedua Simpang Kalista – Simpang
  • Franky (Jl. Laksamana Bintan) Kota Batam Rp1.900.000.000
    Peningkatan Jalan S. Parman Sei Beduk (Lanjutan) Rp1.800.000.000
  • Peningkatan Jalan Bagan – Punggur Kota Batam Rp1.850.000.000
    Peningkatan Jalan Simpang KDA – Batam Center Kota Batam Rp2.250.000.000
  • Kegiatan Perbaikan Saluran Utama Kp. Melayu Sei Panas Kota Batam Rp188.649.000
  • Pembangunan Jalan Jalur Kedua Muka Kuning – Tanjung Piayu, Lanjutan Rp9.500.000.000
  • Normalisasi Sungai Sei Tering di Batu Ampar Rp362.649.000

Kabupaten Karimun

  • Pembangunan Jalan Batu Putih Kel. Gading Sari Kec. Kundur Kab. Karimun Rp950.000.000
  • Penggalian Sungai Sanglang Darat Desa Tanjung Berlian Barat Kab.Karimun Rp155.000.000
  • Pembangunan Pintu Air Paya Togok Kelurahan Tanjung BatuKecamatan Kundur Kab. Karimun Rp 165.000.000
  • Normalisasi Sungai RT 01/ RW 02 Desa Selat Mendaun Karimun Rp 155.000.000
    Pembangunan Tanggul Sawang Laut Kecamatan Kundur Barat Kab. Karimun Rp 120.000.000
  • Pembangunan Jalan Lingkar Pauh Kab. Karimun Rp950.000.000
  • Normalisasi Sungai RT 02/ RW 02 Desa Selat Mendaun Karimun Rp155.000.000
  • Penggalian Sungai Jelanga Kel. Sawang Kec. Kundur Barat Kab.Karimun Rp155.000.000
  • Normalisasi Sungai RT 01/ RW 01 Desa Parit Kab. Karimun Rp155.000.000
  • Normalisasi Sungai Kundur RW 02 Desa Kundur Kab.Karimun Rp155.000.000
  • Pembangunan Jembatan Pulau Parit – Pulau Lumut Tahap I Kab. Karimun Rp9.600.000.000
  • Pembangunan Tanggul Mukalimus Kelurahan Sawang KecamatanKundur Barat Kab. Karimun Rp75.000.000
  • Pembangunan Tanggul RT 02/ RW 05 Desa Tanjung Hutan Kab. Karimun Rp165.000.000
  • Pembangunan Tanggul Pulau Manda Desa Ngal. Kec. Ungar Kab. Karimun Rp 165.000.000
    Normalisasi Sungai Sengko Batu Putih Kel. Gading Sari Kab.Karimun Rp 155.000.000
  • Normalisasi Sungai Dabet/Paret Kongsi Desa Sawang SelatanKab.Karimun Rp 155.000.000
  • Normalisasi Sungai Panglong Batu 8 Kelurahan Tg. Batu Barat -Kec. Kundur Kab.Karimun Rp 155.000.000
  • Normalisasi Sungai Sawang Kec. Kundur Barat Kab.Karimun Rp 155.000.000
  • Normalisasi Sungai Sanglar Kec. Moro Kab.Karimun Rp 155.000.000
  • Pembangunan Tanggul Mengkuse Desa Sawang Selatan Kab. Karimun Rp 165.000.000
  • Normalisasi Sungai Mempelam Bawah RW 02 Dusun 1 Desa Sawang Laut Kab.Karimun Rp 155.000.000
  • Peningkatan Jalan Parit Tegak Kab. Karimun Rp 1.850.000.000
  • Pembangunan Tanggul Kampung Asam Desa Teluk Radang Kab. Karimun Rp165.000.000
  • Pembangunan Pintu Air Dabit Lubuk Kecamatan Kundur Kab. Karimun Rp165.000.000
  • Peningkatan Jalan Coastal Area Kabupaten Karimun Rp9.483.000.000
    Pembangunan Jalan Pulau Parit Kab. Karimun Rp1.850.000.000
  • Normalisasi Sungai Sawang Kec. Kundur Barat Kab.Karimun Rp155.000.000
  • Pembangunan Penahan Tanah Pada Tanggul di Pulau Kundur Kabupaten Karimun Rp400.000.000
  • Peningkatan Jalan Dabit Batu 9 Kab. Karimun Rp950.000.000 Pembangunan Tanggul RT 01/ RW 01 Desa Tanjung Hutan Kab. Karimun Rp165.000.000
  • Normalisasi Sungai RT 02/ RW 08 Desa Parit Kab. Karimun Rp155.000.000

Kabupaten Natuna

  • Peningkatan Jalan Trans Batubi – Kelarik Kecamatan Bunguran Barat Kabupaten Natuna Rp9.580.000.000
  • Peningkatan Jalan Trans Batubi – Tanjung Kudu Sedanau (Lanjutan) Kab. Natuna Rp8.500.000.000
  • Pembangunan Jalan Lemis – Pasir Marus Kec. Bunguran Barat Kab. Natuna (Lanjutan) Rp1.650.000.000
  • Penggantian Jembatan Sungai Tengah 1, Sungai Tengah 2 danSungai Curing Kab. Natuna Rp18.500.000.000

Kota Tanjungpinang

  • Pemeliharaan Rutin Normalisasi Saluran Pembuang/ DAS diKota Tanjungpinang Rp187.000.000
  • Penataan Bundaran 1 dan Jembatan 1 Pulau Dompak Kota Tanjungpinang Rp1.400.000.000
  • Peningkatan Jalan Menuju Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Kepulauan Riau di Pulau Dompak Rp14.350.000.000
  • Penataan Kawasan Pantai Gurindam 12 Kota Tanjungpinang Rp11.700.000.000
  • Penataan Pintu Masuk Pulau Dompak Kota Tanjungpinang Rp4.800.000.000
    Finishing dan Bangunan Pelengkap Jembatan I Pulau Bintan – Pulau Dompak Rp10.700.000.000

Kabupaten Lingga

  • Peningkatan Jalan Musai – Sp. Kerandin Kab. Lingga Rp5.000.000.000
  • Pembangunan Tanggul Penahan Gelombang Desa Tanjung Irat Kec. Singkep Barat Kab Lingga Rp102.649.000

Kabupaten Bintan

  • Pembangunan Jalan Lintas Barat Kabupaten Bintan (lanjutan) Rp9.525.000.000