Dua Kades di Bintan, Yusran dan Hamdan digiring petugas di Kantor Kejaksaan Negeri Tanjungpinang, Selasa (15/8). F.Yusnadi/Batam Pos
batampos.co.id – Pasca ditahannya Kepala Desa Penaga dan Kepala Desa Malang Rapat oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjungpinang, Sabtu (15/8) dugaan korupsi Alokasi Dana Desa (ADD).
Bupati Bintan, Apri Sujadi segera menunjuk Plt kades baru yang akan bertugas menjalankan roda pemerintahan di dua desa tersebut.
“Untuk menjalankan roda pemerintahan sementara, dalam waktu dekat ini kami akan menunjuk pelaksana tugas baru untuk desa Malang Rapat dan juga desa Penaga,” jelas Bupati Bintan, Apri Sujadi usai upacara HUT Kemerdekaan RI ke-72, di Lapangan Relief Antam, Kijang, Kamis (17/8).
Menurutnya dalam penunjukan Plt kades baru ini, tentunya akan dilakukan dengan mengikuti proses mekanisme sesuai aturan yang berlaku.
“Saat ini proses penunjukkan Plt ini sudah berjalan dan sedang ditelaah dulu oleh bagian hukum. Mudah-mudahan bisa secepatnya mengisi kekosongan yang ada, biar segala urusan mengenai desa juga bisa langsung dikerjakan,” terangnya.
Apri juga mengaku prihatin dengan ditahannya dua Kepala desa di Bintan tersebut. Namun, lanjutya di balik itu semua, tentunya juga ada berita menggembirakan bagi desa di Bintan, dimana salah satu desa di Bintan, masuk dalam tiga besar terbaik dalam perlombaan desa tingkat nasional.
“Dibalik itu semua tentu ada hikmanya. Kita berhasil meriah juara III desa terbaik tingkat nasional Regional wilayah I Sumatera tahun 2017. Ini tentunya prestasi yang luar biasa,” ungkapnya.
Tak lupa Apri juga mengimbau bagi seluruh perangkat desa, kecamatan, serta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Bintan, lainnya untuk lebih berhati-hati dan teliti dalam menggunakan anggaran yang ada, termasuk dana desa.
“Kita akan terus melakukan pembinaan melalui OPD dan para camat. Agar kejadian yang sama tidak akan terulang lagi. Terutama dalam melakukan penggunaan anggaran yang baik kedapnnya,” tuturnya.
“Mudah-mudahan pengganti pejabat desa sementara nanti mampu memberikan sebuah hasil kerja keras yang lebih nyata dalam membangun desa sesuai dengan harapan kita bersama untuk menuju Bintan Gemilang,” imbuhnya. (cr20)
Sejumlah anak anak berusaha memanjat batang pinang pada Pesta Rakyat di Makorem 033 WP, Kamis (17/8). Selain untuk memeriahkan HUT ke 72 RI, lomba panjat pinang ini juga bertujuan untuk menjalin kekompakan, saling bekerjasama serta memperkuat silahturahmi antar warga. F.Yusnadi/Batam Pos
batampos.co.id – Gubernur Kepri Nurdin Basirun menegaskan, jika bekerja sendiri-sendiri, tentu akan sulit mencapai tujuan pembangunan. Karena itu, pesan kemerdekaan tahun ini hendaklah terus menjadi pegangan agar tujuan mulia kemerdekaan, yaitu masyarakat adil dan makmur segera terwujud.
“Sesuai dengan tema kemerdekaan tahun ini yakni Indonesia kerja bersama, maka perlu kebersamaan dalam mewujudkan pembangunan Kepri kita ini,” kata Nurdin saat peringatan Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI yang ke-72 di Gedung Daerah, Tanjungpinang, Kamis (17/8) pagi.
Pada peringatan HUT ke-72 Kemerdekaan RI, Gubernur Nurdin Basirun bertindak sebagai inspektur upacara. Gubernur didamping Istri Hj Noor Lizah Nurdin. Tampak hadir pada peringatan itu Sekretaris Daerah Provinsi Kepri TS. Arif Fadillah, Ketua DPRD Kepri Jumaga Nadeak, Kapolda Kepri Irjen Pol Sam Budigusdian, Kejati Kepri Yunan Harjaka, Danrem 033/Wira Pratama Brigjen TNI Fachri, Danlantamal IV Tanjungpinang Laksma TNI R. Eko Suyatno, Danlanud RHF Tanjungpinang Kol. Pnb. Ign. Wahyu Anggono, Kepala Bakamla Laksma TNI Prasetyo, Danguskamla Laksma TNI Bambang Irawanto, Kakanhan Kepri Laksma TNI Suwarno dan Kabinda Kepri Brigjen TNI Yulius Selvanus.
Menurut Nurdin, dengan kerja bersama, segala permasalahan di Kepri akan terselesaikan secepat mungkin. Termasuk menggairahkan kembali perekonomian Kepri yang dalam semester pertama tahun ini mengalami perlambatan.
“Seiring berjalannya waktu, dan kerja bersama semua pihak terkait, kita terus berupaya menyelesaikan permasalahan dan menaikan perekonomian di Kepri,” kata Nurdin.
Kerja bersama, Nurdin menambahkan selama ini menjadi sesuatu yang sering dilakukan masyarakat Kepri. Semangat gotong royong, harus kembali disemarakkan. Karena hal-hal itu menjadi sesuatu yang tergariskan dalam Pancasila.
Malah Nurdin juga mengajak masyarakat terus mempererat silaturahmi. Silaturahmi yang terbangun dengan baik, akan semakin memudahkan untuk kerja bersama seperti pesan kemerdekaan tahun ini.
“Fokus kita juga untuk terus mengeratkan tali silaturahmi dengan berbagai elemen. Tujuannya adalah untuk menjalankan pembangunan, agar hasil dari pembangunan dapat terlihat dan terselesaikan tepat waktu dan hasilnya dapat dirasakan oleh masyarakat banyak di Kepri ini,” ujar Nurdin.
Sepanjang Hari Kemerdekaan ini, Nurdin mengisi dengan berbagai kegiatan. Setelah peringatan Detik-detik Proklamasi, Nurdin menghadiri penyerahan remisi secara simbolis di Lapas Narkotika Kelas II A Km.18, Tanjungpinang. Sore harinya, Nurdin dan FKPD Provinsi Kepri juga menghadiri upacara penurunan bendera. Malam hari, dilaksanakan malam ramah tamah dan hiburan rakyat di Gedung Daerah Tanjungpinang.
Usai menghadiri pemberian remisi di Lapas Tanjungpinang, Gubernur dan rombongan selanjutnya mengunjungi Komplek Korem 033/WP Senggarang, Tanjungpinang. Kehadiran Nurdin untuk menyaksikan langsung permainan rakyat dalam menyambut Kemerdekaan RI ke-72 yang diselenggarakan Korem 033/WP.
Sesampainya di lokasi Gubernur berkesempatan membuka permainan perdana yakni panjat pinang, terdapat 7 buah pohon pinang yang berisikan berbagai hadiah yang dilombakan, Gubernur Nurdin langsung memberikan hadiah tambahan sebesar 1 Juta per pohon pinangnya. Selanjutnya Gubernur meninjau beberapa permainan lainnya yang tersaji seperti Tarik tambang, Lomba Lari karung, Gigit koin dan pukul guling. (bni)
Walikota Tanjungpinang Lis Darmansyah menyerahkan Bendera Merah Putih kepada Pasukan Pengibar Bendera saat memperingati Detik-detik Proklamasi di Kantor Walikota Tanjungpinang, Kamis (17/8). F.Yusnadi/Batam Pos
batampos.co.id – Upacara Peringatan Hut Proklamasi ke 72 Kemerdekaan Republik Indonesia dilaksanakan di halaman Kantor Walikota Tanjungpinang, Kamis (17/8). Bertindak sebagai inspektur upacara Walikota Tanjungpinang Lis Darmansyah.
Dikatakan Lis, momentum kemerdekaan adalah sesuatu yang tidak ternilai bila diukur dari nilainya. Karena kemerdekan ialah sebuah pengorbanan dan perjuangan, yang menghasilkan sesuatu dan mencapai suatu tujuan yang diharapkan.
“Tentunya sekarang ini, pola memaknai kemerdekaan itu telah berbeda dengan dulunya. Jika dulu berjuang berkorban dengan darah, sekarang ini perjuangan dan pengorbanan kita lakukan dengan pemikiran dalam berpartisipasi aktif maupun pasif untuk membangun negara ini,” tutur Lis yang dijumpai usai pelaksanaan upacara kemarin.
Bersinergi antara pemerintah bersama masyarakat, baik moral spritual dan sumber daya, dirasa Lis menjadi hal yang paling utama yang bisa dilakukan dalam memaknai kemerdekaan dalam keseharian.
Di usia ke 72 tahun ini, lanjut Lis, tentunya pemerintah diharapkan untuk memberikan pelayanan masyarakat yang semakin baik ke depan.
“Memberikan layanan prima kepada masyarakat, merupakan salah satu cara pemerintah dalam memaknai kemerdekaan Indonesia,” pungkas dia. (aya)
Pasien mengantre di Poli RSUD Embung Fatimah, Batuaji, Selasa (16/8). Spesialis Poli di RSUD Embung Fatimah sudah buka normal pasca mogok dokternya Senin kemarin. F. Dalil Harahap/Batam Pos
batampos.co.id – Manajemen RSUD Embung Fatimah Batam akhirnya memberhentikan satu dokter spesialisnya, Nuhadi. Dokter spesialis bedah digest atau saluran pencernaan itu dipecat karena masa berlaku surat izin praktik (SIP)-nya sudah habis.
Sikap tegas RSUD Batam ini menyusul ribut-ribut tuntutan pembayaran uang jasa medis di rumah sakit tersebut, Senin (14/8) lalu. Kasus SIP mati ini menyebabkan tagihan klaim ke BPJS Kesehatan terhambat. Akibatnya, pembayaran uang jasa medis untuk 85 dokter dan para petugas medis RSUD Batam menunggak hampir satu tahun.
“Iya memang ada satu dokter yang SIP-nya sudah habis masa berlakunya. Tapi sudah dibekukan,” kata Direktur RSUD Embung Fatimah Batam, dr Gunawan Budi Santosa, Kamis (17/8).
Gunawan mengakui, jumlah dokter spesialis digest di Kepri memang sangat terbatas. Bahkan langka. Namun pihaknya tetap mengabil tindakan tegas karena semua dokter praktik harus memiliki SIP yang masih berlaku.
“Mau dokter langka atau bukan, kalau tak punya SIP tak bisa praktik,” katanya.
Seorang dokter di RSUD Batam membenarkan hal ini. Dokter yang enggan disebut namanya itu mengakui ada satu dokter spesialis digest yang SIP-nya mati. Namun, kata dia, dokter tersebut saat ini tak praktik lagi di RSUD Batam.
“Dokter konsultan dia. Agak langka memang dokter seperti dia di Kepri atau Batam,” kata dokter tersebut, kemarin.
Sementara Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Batam, dr Soritua Sarumapet SpPD, FINASIM menegaskan semua dokter yang ada di RSUD Embung Fatimah, baik itu spesialis maupun dokter umum, sudah mengantongi lisensi atau surat izin praktik (SIP).
“Termasuk dokter spesialis bedah digest atau saluran pencernaan itu,” ujar Soritua, Kamis (17/8).
Soritua menegaskan, di Batam sendiri jumlah dokter baik spesialis maupun dokter umum sudah lebih dari memadai dan cukup untuk menangani seluruh rumah sakit ataupun klinik yang ada. Menurut dia, sejauh ini belum ada dokter umum apalagi spesialis yang berpraktik di rumah sakit tanpa mengantongi SIP.
Wali Kota Batam Muhammad Rudi akhirnya angkat bicara terkait pembayaran uang jasa medis RSUD Batam. Ia meminta BPJS Kesehatan segera membayar tagihan klaim supaya persoalan tersebut bisa segera diselesaikan.
“Kalau tagihan Rp 20 miliar ini dibayar ke kita, selesai ini,” kata Rudi, Kamis (17/8.
Rudi mengklaim pihaknya sudah berkomunikasi dengan BPJS Kesehatan. Bahkan Pemko Batam sudah mengirim surat. Namun dia mengakui, proses pembayaran klaim di BPJS Kesehatan membutuhkan proses.
“Harus terverifikasi,” katanya.
Di satu sisi, Rudi menyayangkan aksi mogok para dokter di RSUD Batam pada Senin (14/8) hingga Selasa (15/8) lalu. Karenanya, pada Rabu (16/8) lalu, ia memanggil para dokter RSUD Batam ke kantornya.
Menurut dia, aksi mogok kerja para dokter ini merugikan banyak pihak. Mulai dari masyarakat, pihak rumah sakit, Pemko Batam, dan akan membuat citra buruk bagi para dokter sendiri. Apalagi, kata Rudi, rumah sakit tidak dibenarkan menjadi lokasi demo.
“Saya minta aksi mogok ini yang pertama dan terakhir,” katanya. (eja/gas/cr13)
Foto bersama pimpinan PT BRC Lagoi. Group General Manager PT BRC Abdul Wahab, General Manager Administrasi PR BRC Aditya Laksamana, General Manager Operasional PT BRC Prakash Nair, dan Sekcam Teluk Sebong, Reza Pahlevi bersama paskibraka dari SMP Tunas Bangsa, Lagoi, Kamis (17/8).
batampos.co.id – Bintan Resorts Cakrawala (BRC) Lagoi menggelar upacara memperingati HUT ke 72 Republik Indonesia di lapangan bola kawasan
pariwisata terpadu Lagoi, Kamis (17/8) sekitar pukul 07.00 WIB.
Hadir di upacara tersebut, Group General Manager BRC Abdul Wahab, General
Manager (GM) Administrasi BRC Aditya Laksamana, General Manager (GM)
Operasional BRC Prakash Nair dan Senior Manager Administrasi BRC, Edi
Martha. Dari pemerintahan terlihat Sekretaris Camat Teluk Sebong Reza
Pahlevi.
Pantauan di lapangan, upacara peringatan HUT ke 72 RI berlangsung
khidmat. Para pasukan pengibar bendera (paskibra) dari SMP Tunas
Bangsa, Lagoi terlihat sigap saat menaikkan bendera Merah Putih di
upacara pagi itu. Upacara pagi itu juga diikuti pekerja yang berada
di Lagoi.
Group General Manager BRC, Abdul Wahab menyampaikan BRC Lagoi akan
berusaha merealisasikan visi Kementerian Pariwisata (Kemenpar) dalam
meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) 20 juta turis ke
Indonesia pada tahun 2019.
“Karena itu, kita sedang kerja keras agar di tahun 2019 bandara Bintan
Resort Airport selesai,” ucapnya.
Harapan lain di hari kemerdekaan ini, ia menyampaikan BRC komitmen
menghasilkan generasi muda yang berkualitas di bidang pendidikan
melalui Sahid Bintan Tourisem Institute dan lembaga pendidikan yang
dikembangkan BRC di Lagoi. Menurutnya, pendidikan adalah modal dan
tonggak sebuah bangsa bisa cemerlang di kemudian hari. “Kita berharap
semakin banyak pekerja lokal yang dipekerjakan di Lagoi,” harapnya.
General Manager BRC Lagoi, Aditya Laksamana mengatakan, untuk bandara
Bintan Resort Airport sudah dilakukan pematangan lahan untuk landasan
dan terminal. BRC serius mengembangkan industri penerbangan. Di lahan
bandara itu, bakal juga dibangun MRO dari Sriwijaya. “Targetnya 2 tahun selesai, mungkin bisa bersamaan dengan MRO,” katanya. Jika
beroperasi, investasi senilai 150 juta US dollar itu akan mempekerjakan sekitar 10 ribu tenaga kerja tersebut. “Kita optimis terhadap dunia pariwisata, karena usaha yang kecil pengaruhnya terkena krisis. Pariwisata juga menjadi primadona
saat ini,” tukasnya. (cr21)
Dirut PT Timah (persero) Tbk Reza Pahlevi Tabrani menyerahkan bantuan bedah rumah pada veteran.. F. Imam Soekarno/Batam Pos.
batampos.co.id – Apel bendera memperingati HUT ke-72 RI, dilaksanakan segenap masyarakat seluruh Indonesia. Tidak ketinggalan PT Timah (Persero) Tbk. Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini, turut menggelar upacara bendera di lapangan tenis komplek PT Timah Prayun, Kamis (17/8) kemarin. Direktur utama (Dirut) PT Timah (persero) Tbk Reza Pahlevi Tabrani bertindak sebagai inspektur upacara.
Hadir dalam upara bendera Plt.Deputi Konstruksi Sarana dan Prasarana Perhubungan Kementrian BUMN Fadjar Yudisiawan, Dirut Persero Batam Teuku Afrizam, Dirut BKI Rudianto, Direktur keuangan PT.Timah Ermindra, unsur Muspika, PNS, serta karyawan PT Timah dan pelajar. Selesai upacara dilanjutkan dengan penyerahan bantuan secara simbolis bedah rumah kepada delapan veteran di Karimun dan pulau Kundur.
Dalam amanatnya Reza Pahlevi Tabrani mengatakan, sesuai dengan instruksi presiden RI Ir. Joko Widodo dalam sidang tahunan MPR RI pentingnya sinergi antar lembaga negara termasuk BUMN.
“Selayaknya kita berterimakasih kepada pahlawan yang telah berjuang mengorbankan jiwa dan raganya. Sekarang kita sebagai generasi penerus yang telah menikmati perjuangan pahlawan. Untuk itu mari kita lihat apa yang sudah kita perbuat untuk bangsa ini, sebagai keluarga besar BUMN PT Timah, PT BKI, PT persero Batam jalan karya yang kita pilih,” tegas Reza.
Sementara Plt. Deputi Konstruksi Sarana dan Prasarana Perhubungan Kementrian BUMN Fadjar Yudisiawan mengatakan upacara bendera 17 Agustus dilakukan secara umum oleh BUMN seluruh Indonesia di 34 provinsi. Dan PT Timah (persero) Tbk sebagai koordinator di provinsi Kepri melaksanakan upacara bendera dengan program BUMN hadir untuk negeri. “Kita utamakan untuk pulau terdepam, terluar dan tertinggal atau dengan istilah 3T,” katanya. (ims)
Bupati Karimun Aunur Rafiq menyerahkan surat tanda bebas kepada salah satu warga binaan yang mendapatkan remisi bebas, Kamis (17/8). F Tri Haryono/Batam Pos.
batampos.co.id – Salah satu yang ditunggu-tunggu oleh warga binaan yang sudah berstatus sebagai terpidana setiap HUT Kemerdekaan RI adalah mendapatkan remisi. Begitu juga dengan Dirgahayu ke 72 Kemerdekaan RI tahun ini sebanyak 188 orang mendapatkan remisi umum (RU) yang pengumumannya kemarin (17/8) dibacakan oleh Bupati Karimun. Dan, diantaranya terdapat tiga orang warga negara asing (WNA).
”Sesuai dengan amanat dari Menteri Hukum dan Hak Azasi Manusia (Menkum HAM) yang saya bacakan, bahwa pemberian remisi bukan merupakan bentuk kelonggaran agar terpidana segera bebas. Namun, lebih dari itu. Yakni, sebagai sebuah tanggungjawab untuk terus menerus memenuhi kewajiban untukm ikut dalam pelaksanaann program pembinaan,” ujar Bupati Karimun, Aunur Rafiq ketika menjadi pemimpin upacara di Rutan Kelas II Tanjungbalai Karimun dihadapan ratusan warga binaan.
Sementara itu, Kepala Rutan Kelas II Tanjungbalai Karimunb, Eri Erawan secara terpisah menyebutkan, tahun ini dari 188 orang warga binaan yang mendapatkan RU tiga orang diantaranya merupakan WNA dari Malaysia.
”Untuk tiga orang WNA tersebut tindak pidana yang dilakukannya berbeda-beda. Yakni, terkait kasus narkoba dan juga pelanggaran undang-undang pelayaran. Ketiganya pria. Kemudian, sisanya 185 orang terdiri dari 179 warna binaan pria dan 6 orang wanita. Jumlah RU yang diberikan mulai dari 1 bulan sampai dengan 4 bulan,” paparnya.
Sesuai dengan ketentuan yang berlaku, kata Eri, untuk bisa mendapatkan remisi atau pengurangan masa hukuman pidana penjara, warga binaan sudah bertstatus sebagai terpidana minimal 6 bulan. Selain itu, yang terpenting adalah berkelakuan baik selama menjalani hukuman. Jika salah satu dari syarat ini tidak terpenuhi, maka tidak akan bisa mendapatkan remisi.
”Untuk tahun ini juga, jumlah yang mendapatkan remikisi dan langsung bebas itu cukup banyak. Yakni, ada 13 orang yang langsung bebas. Dan, semuanya warga negara kita, tidak ada WNA. Kepada warga binaan yang sudah bebas, diharapkan tidak mengulangui lagi perbuatan tindak pidana yang da[pat berujung dengan hukuman pidana penjara. Selain itu, tentunya kita semua berharap mereka yang telah bebas dapat diterima di lingkungan masyarakatnya,” jelasnya. (san)
batampos.co.id – Nama Kepala Cabang Kejaksaan Negeri (Kacabjari) Natuna di Tarempa Muhammad Bayanullah, dicatut orang tak bertanggung jawab. Hal ini terungkap ketika ada sejumlah kepala desa yang ditelepon oleh orang yang tak dikenal yang mengatasnamakan Kacabjari Tarempa dengan meminta sejumlah uang.
Kepala Desa Tarempa Barat Kecamatan Siantan Asmarandi mengatakan, pihaknya ditelepon orang yang tak dikenal mengaku sebagai Kajari Anambas.
“Orang tersebut mengaku sedang berada di Natuna dan minta bantuan dana untuk turun ke lapangan. Karena saya kenal dengan Pak Kacab jadi saya minta bertemu, tapi orang tersebut mengelak dengan alasan tidak berada di tempat,” ungkapnya.
Kabid Pembinaan Desa Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Kepulauan Anambas Awalludin mengungkapkan, bahwa pihaknya juga mendapatkan laporan dari kepala desa yakni Kepala Desa Lidi Kecamatan Palmatak dan Kepala Desa Sri Tanjung Kecamatan Siantan.
“Beberapa Kades ditelepon orang tak bertanggung jawab mengaku sebagai Kacabjari Tarempa. Itu jelas penipuan karena pak kacab tidak mungkin melakukan hal tersebut,” jelasnya.
Menanggapi hal ini Kacabjari Tarempa Muhammad Bayanullah, dengan tegas membantah hal tersebut. “Saya tidak pernah menelepon kepala desa, itu hanya penipuan oleh orang yang tak bertanggung jawab. Jangan tertipu dengan modus penipuan seperti itu,” imbaunya. (sya)
batampos.co.id – Perlambatan ekonomi menyebabkan Non Performing Loan (NPL) atau tingkat kredit bermasalah perbankan di Kepri naik menjadi 2,70 persen pada triwulan kedua 2017. Sebelumnya, tingkat NPL masih stabil pada angka 1,91 persen.
“Meskipun meningkat, tingkat NPL tersebut masih pada batas aman sebesar 5 persen,” ujar Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kepri, Gusti Raizal Eka Putra, Kamis (17/1).
Selain penguatan NPL, Dana Pihak Ketiga (DPK) juga mengalami penguatan. DPK menguat 6,83 persen (yoy) dibanding triwulan sebelumnya yang hanya 5,26 persen (yoy). Penguatan DPK khususnya pada jenis giro dan tabungan.
Hal tersebut mengindikasikan bahwa di tengah surplus pendapatan pada Lebaran lalu, masyarakat cenderung menghemat pengeluaran belanja dan menahan dana di perbankan. “Tujuan penahanan dana adalah untuk mengantisipasi kondisi perlambatan ekonomi dan keterbatasan lapangan pekerjaan,” kata Gusti.
Kondisi perlambatan ini juga menyebabkan Loan to Deposit Ration (LDR) atau kemampuan bank dalam menyediakan dana kepada debiturnya menurun. Berdasarkan data yang dihimpun BI Kepri, maka LDR turun dari 77,93 persen pada triwulan pertama menjadi 76,68 persen pada triwulan kedua.
Imbasnya adalah kredit bank umum tumbuh melambat 3,33 persen dibanding triwulan sebelumnya yang mencapai 5,26 persen. “Perlambatan dicatatkan di semua jenis kredit yaitu kredit modal kerja, kredit investasi, dan kredit konsumsi,” ungkapnya.
Sedangkan untuk Bank Perkreditan Rakyat (BPR), kondisi NPL jauh lebih buruk. Jumlah kredit bermasalah di BPR meningkat. Pada posisi Juni 2017 tingkat kredit macet sebesar 6,37 persen melewati batas aman yang ditentukan sebesar 5 persen.
“Begitu juga LDR turun dari 91,31 persen jadi 91,23 persen,” terang Gusti lagi.
Begitu juga dengan total pengajuan kredit. BPR mengalami perlambatan dari 11,57 persen pada triwulan pertama menjadi 10,20 persen pada triwulan kedua. Pelemahan terjadi pada seluruh kategori penggunaan kredit yaitu kredit konsumsi, modal kerja, dan investasi.
Terpisah, Kepala Perhimpunan Bank Swasta (Perbanas) Kepri, Daniel Samzon, menilai meningkatnya NPL terjadi karena menurunnya daya beli masyarakat akibat ekonomi lesu dan ketiadaan lapangan pekerjaan
“Banyak rumah dijual bahkan banyak yang masih menyicil rumah malah kabur pulang kampung karena tak bisa bayar cicilan,” jelasnya lagi.
Fenomena ini tentu mengganggu kinerja perbankan secara umum. Ketika rumah kredit ditinggal pergi pemiliknya, maka bank akan mengalami kesulitan dalam melelangnya karena daya beli masyarakat tengah menurun. “Belum lagi ada hambatan dalam pelayanan Izin Peralihan Hak (IPH),” ungkapnya.
Karena lambannya proses penerbitan IPH, maka perbankan memberikan solusi untuk melakukan proses akad Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dengan menerbitkan dokumen Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB) sebelum penandangatangan Akta Jual Beli (AJB). PPJB berfungsi sebagai pengganti IPH, namun fungsinya tidak mengikat secara hukum.
“PPHB belum punya kekuatan hukum. Sehingga ada apa-apa bakalan susah, sangat beresiko meskipun rekeningnya sudah ditahan,” imbuhnya.
Ilustrasi
Sedangkan penurunan tingkat pengajuan kredit memang benar adanya. Saat ini bank-bank konvensional bersikap konservatif dalam mengeluarkan kredit, begitu juga dengan masyarakat yang juga ikut-ikutan menahan diri untuk mengajukan kredit.
“Kalau bicara mengenai perusahaan, pengusaha mana yang sekarang berani ekspansi. Pengusaha sekarang sangat berhati-hati. Mereka saat ini hanya berpikir bagaimana cara melunasi kredit,” katanya lagi.
Saat ini, pola pikir pengusaha lebih tertuju bagaimana caranya bisa bertahan dan tetap eksis daripada mengajukan kredit yang akan menjadi beban baru perusahaan. Sehingga tingkat kredit modal kerja menurun drastis. “Untuk ekspansi sendiri juga gak bisa. Karena ekspansi butuh banyak biaya. Jadi pengusaha pun harus ngerem,” imbuhnya.
Sedangkan pada masyarakat, perilaku ekonomi berubah secara drastis. Sikap konservatif dan menahan keinginan dipilih mengingat gaji yang tak kunjung naik. “Masyarakat lebih memilih untuk menahan keinginan membeli sesuatu secara kredit,” jelasnya.
Sebenarnya tingkat perputaran kredit konsumsi cenderung meningkat, tetapi peningkatannya bukan berdasarkan tingkat pengajuan kredit baru. Contohnya masyarakat yang telah mengikat perjanjian KPR sekarang mulai mencari informasi mengenai perbankan yang memiliki tingkat suku bunga yang lebih rendah atau bisa dikatakan masyarakat mencari produk alternatif yang tepat sesuai kebutuhannya.
Setelah mendapat perbankan yang tepat dengan suku bunga rendah seperti yang diinginkan, masyarakat memindahkan uangnya ke bank tersebut. “Memang meningkat, tetapi itu seperti seolah-olah meningkat, padahal tingkat pengajuan kredit baru menurun,” ungkapnya.
Kondisi ekonomi lesu juga mempengaruhi tingkat konsumsi masyarakat. Hal itu tercermin dari pola konsumsinya. Menjelang datangnya Lebaran lalu, misalnya, tingkat konsumsi masyarakat meningkat drastis. Namun karena tahun ini masih bergelut dengan kesulitan ekonomi, masyarakat pun mulai mendamba produk alternatif yang lebih murah.
“Contohnya jika dulu sarapan pagi di kafe, karena ekonomi lesu, sekarang hanya bawa bekal dari rumah. Jika dulu bisa smartphone mahal, sekarang lebih memilih smartphone murah atau malah KW. Jika dulu belanja di supermarket sekarang memilih belanja di minimarket serba Rp 8 ribu,” ungkapnya. (leo)
Korban Azman ditemukan terimpa semen dalam gudang ini. F. Imam/Batam Pos.
batampos.co.id – Akibat tertimpa lima karung sak semen Azman alias Atan, 36 warga Kampung Lalang Desa Teluk Radang Kecamatan Kundur Utara diketahui meninggal dunia Rabu 16/8 kemarin.
Korban sempat dibawa ke klinik PT Timah Kundur oleh rekan kerjanya, sayang korban sudah meninggal. Korban mengalami luka serius di bagian kepala dan bibir selanjutnya jenazah korban diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan.
Kapolsek Kundur Utara/Barat AKP Emsas Mardenis saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. Lebih lanjut dikatakan hasil dari keterangan sejumlah saksi yang juga teman kerja menyebutkan kejadian kecelakaan kerja tersebut. Pada Rabu sekitar pukul 08. Wib korban bersama tiga orang rekanya mengangkat semen dari dalam gudang.
Semen tersebut dibawa ke mobil pic up di bawa ke pelabuhan dan dimasukan ke kapal kayu pompon. Sekitar pukul 11.00 Wib korban kembali ke gudang mengangkat semen tiba-tiba tumpukan semen dalam gudang jatuh dan mengenai korban.
“Saat itu korban Azman dalam posisi menunduk sehingga lima sak semen dalam tumpukan runtuh dan sebagian semen mengenai kepala korban. Menyebabkan korban terjatuh dalam posisi telungkup, hingga mulut korban banyak mengeluarkan darah,” terang Kapolsek. (ims)