Kamis, 14 Mei 2026
Beranda blog Halaman 13212

Aceh International Halal Food Festival Makin Mendunia

0

Aceh International Halal Food Festival (AIHFF) 2017 sudah siap menerima kehadiran wisatawan mancanegara maupun wisatawan nusantara. Bertempat di Taman Sari Banda Aceh, perhelatan yang juga didukung Kementerian Pariwisata (Kemenpar) itu secara resmi telah dibuka oleh Walikota Banda Aceh Aminullah Usman didampingi Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Aceh, Reza Pahlevi.

Dalam acara tersebut, para pengunjung dihibur dengan penampilan tari kreasi oleh Sanggar Geunaseh, beberapa kata sambutan oleh Walikota serta Penyerahan Simbolis Sertifikat Halal kepada beberapa hotel dan industri di Aceh, 18 Agustus 2017.

”Selamat menikmati nikmatnya Kuliner Aceh, dan jadikan aceh sebagai destinasi halal di dunia. Namun jangan lupa, event ini harus terus konsisten untuk terus diviralkan agar mendunia, selain itu masyarakat juga menjaga kebersihan dengan membuang sampah pada tempatnya. Ini kita lakukan dalam rangka mensukseskan Aceh sebagai destinasi wisata halal terbaik dunia, karena kebersihan kita akan dilihat dunia,” kata Walikota.

Beberapa agenda menarik rencananya akan mengisi festival yang akan dilaksanakan dari tanggal 18 hibgga 20 Agustus mendatang.

Agenda tersebut diantaranya yaitu Khanduri Leumang, Halal Cook Competition, Merdeka Kita Ngopi-Ngopi Bareng Dirgahayu 72 RI, Food challenge (Lomba menghias bu leukat dengan tumpoe tingkat TK/Paud).

”Dan nanti di hari terakhir rencananya akan ada Khanduri Raya dan Pencatatan Rekor Muri untuk 1.000 pria pembawa Idang Talam, Khanduri sie reuboh dan sate matang,” ujar Reza Pahlevi. Reza Pahlevi menambahkan, Festival kuliner halal yang pertama digelar di Aceh ini menyediakan tenan kuliner tradisional Aceh, acara ini juga menghadirkan berbagai jajanan nusantara dan kuliner dari berbagai negara, seperti Malaysia, Jepang, Thailand, Turki, dan Italia.

Sebanyak 80 tenant akan mengisi acara. Termasuk didalamnya tenant dari TP PKK Aceh, IKABOGA Aceh, dan tenant dari LPPOM MPU Aceh sebagai pusat informasi sertifikasi Halal.

Selain rangkaian agenda ini juga akan ada penampilan musik dan seni di yang menghadirkan Sanggar Geunaseh, Seuramoe Reggae, HSP Accoustic, dan penampilan menghibur lainnya (lebih lengkap lihat grafis). Bagi yang suka dengan musik Soul dan R&B, jangan lewatkan penampilan Teddy Adhitya, musisi muda berbakat Indonesia pada Minggu malam disaat penutupan #AIHFF2017.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Esthy Reko Astuti didampingi Kepala Bidang Promosi Budaya Wawan Gunawan mengucapkan selamat dan sukses untuk acara kuliner tersebut. Kata Esthy, kuliner merupakan pintu masuk wisatawan untuk menyambangi Indonesia.

”Masakan Indonesia itu juara ! Bumbunya yang sangat terasa, harumnya pun menggoda. Sudah sangat tepat Aceh mengedepankan kuliner juga untuk menarik wisatawan mancanegara,” ujar Esthy yang juga diamini Kepala Sub Bidang Spa dan Kuliner Kemenpar Suheriyah.

Kata Esthy, Indonesia memiliki jumlah berlimpah makanan otentik, dengan lebih dari 5350 resep asli tradisional yang telah menjadi warisan bangsa Indonesia.Kata dia, dalam setiap piring makanan, mengandung sejarah yang kaya karena Indonesia adalah tempat pertemuan antara banyak budaya kuno. Masakan Indonesia adalah salah satu masakan terbaik di dunia, dengan sangat meriah, penuh warna dan cita rasa bumbu yang kuat.

Sebagai rumah selama lebih dari tiga ratus etnis, masakan Indonesia memiliki rentang yang sangat luas dari berbagai karakter. ”Kuliner itu adalah sebagai kultur diplomasi bangsa kita,” tambah Suheriyah.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, setiap negara mengedepankan kuliner sebagai pintu masuk ke negaranya, untuk memperkenalkan negaranya, meningkatkan country image negaranya, dan branding sebagai ciri khas setiap negara.

Sejauh ini, kata Menpar, ada tiga makanan khas Indonesia yang sudah menjadi country image di mata internasional yakni Nasi Goreng, Rendang dan Soto.

”Semakin banyak unggulan di makanan kita, semakin banyak pintu masuk ke negara kita, semakin banyak makanan yang dikenal oleh wisatawan, country image ke negara kita semakin baik. Kita harapkan kita bisa memperkenalan Indonesia melalui kuliner kita,” kata Mantan Dirut Telkom itu.(*)

Inilah rangkaian agenda Aceh International Halal Food Festival 2017

Jumat, 18 Agustus 2017 20.00 WIB Opening Ceremony 21.00 WIB Khanduri Leumang

Sabtu, 19 Agustus 2017 10.00 WIB IMTGT Coffee Meeting & Business Matching (Halal Food, Certification & Halal Tourism ; Insight from Indonesia, Malaysia & Thailand)

14.00 WIB Halal Cook Competition : Lomba Memasak Halal yang diikuti oleh peserta dari IKABOGA dan PKK Aceh

20.00 WIB Merdeka Kita Ngopi – Ngopi Bareng Dirgahayu 72RI, menyediakan kopi gratis untuk pengunjung.

Minggu, 20 Agustus 2017 08.00 WIB Food challenge (Lomba menghias bu leukat dengan tumpoe tingkat TK/Paud)

10.00 WIB Khanduri Raya dan Pencatatan Rekor Muri (1000 pria pembawa idang talam)

16.00 WIB Khanduri sie reuboh & sate matang

20.00 WIB Closing Ceremony & penyerahan hadiah aneka kategori lomba.

Jangan Lupa, Festival Pacu Jalur di Teluk Kuantan, Riau

0

Sudah pernah lihat balapan perahu berukuran sangat panjang? Perahu terbuat dari kayu pohon berukuran 25 sampai 40 meter, sangat panjang , jumlah pendayung bisa 50 sampai 60 setiap perahu? Lomba ini diikuti oleh ratusan perahu dan melibatkan ribuan atlet dayung!

Dahsyat dan seru! Lingkari tanggal mainnya, luangkan waktu untuk menikmati festival yang hanya bisa disaksikan di Provinsi Riau itu. Ya, namanya: Festival Pacu Jalur, digelar 23-26 Agustus 2017, di Tepian Narosa Teluk Kuantan, Kabupaten Kuantan Singingi, Kepulauan Riau.

“Festival Pacu Jalur tidak hanya sekadar perlombaan, tetapi merupakan budaya kebanggaan masyarakat Provinsi Riau, khususnya masyarakat Kuantan Singingi. Festival ini berupa kompetisi mendayung di sungai dengan menggunakan sebuah perahu panjang yang terbuat dari kayu pohon. Ini perpaduan antara unsur olahraga, seni dan olah batin,” kata Bupati Kuantan Singingi, Drs H Mursini.

Kenapa harus rayon? Mursini menambahkan, Peminat lomba pacu jalur ini semakin tahun menjadi sangat besar, peserta membeludak, bisa ribuan perahu, untuk itu harus dibagi per rayon, dan pelaksanaan iven pacu jalur tradisional tahun ini, baik pacu jalur rayon, pacu jalur mini maupun iven pacu jalur tingkat nasional ini dituangkan dalam Surat Keputusan Bupati Kuantan Singingi Nomor Kpts 126/V/2017 tertanggal 30 Mei 2017.

Untuk tingkat rayon, pelaksanaannya sydah dilakukan sejak awal Juli. “Terbagi dalam 4 rayon, 4 kecamatan, telah dilaksanakan dari 6 hingga 29 juli, selanjutnya, rangkaian pelaksanaan pacu jalur iven nasional untuk pacu jalur mini tradisional dihelat di Tepian Narosa Telukkuantan, 19-21 Agustus dan pacu jalur tradisional dihelat di Tepian Narosa Telukkuantan, 23-26 Agustus,” kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Parbud) Kuansing, Marwan SPd MM.

Peserta terbaik setiap rayon akan bergemu di Festival Pacu Jalur tardisional yang beranggotakan laki-laki dengan usia 15 sampai 40 tahun. Jumlah pendayung perahu sekitar 50 sampai 60 orang.

Kenapa jumlah pendayung berbeda-beda? Ini disesuaikan dengan panjang perahu. Tidak ada perbedaan kelas, jumlah antar tim tidak sama , bisa satu perahu 50 orang atau 60 orang. Ini uniknya, pendayung banyak belum tentu menang, karena menurut mitos yang ada di sana, kemenangan itu ditentukan dari kekuatan magis yang terdapat pada kayu perahu serta kesaktian sang pawang dalam mengendalikan perahu.

Dari 50 atau 60 pendayung, ada anggota tim disebut ‘anak pacu’ dengan beberapa tugas masing-masing dan sebutannya, seperti ‘tukang kayu’, ‘tukang concang’ yang menjadi komandan atau pemberi aba-aba, dan ‘tukang pinggang’ yang menjadi juru mudi.

Ada juga ‘tukang onjai’ yang bertugas memberi irama di bagian kemudi dengan cara menggoyang-goyangkan badannya, dan ‘tukang tari’ yang membantu ‘tukang onjai’ dalam memberi tekanan agar seimbang, agar perahu dapat berjungkat-jungkit secara teratur dan berirama.

Perlombaan Pacu Jalur menggunakan sistem gugur, sehingga peserta yang sudah kalah di awal tidak boleh ikut bermain lagi. Sedangkan pemenang-pemenangnya akan diadu kembali untuk mendapatkan pemenang utama.

Keunikan lain, di bibir sungai terlihat sebuah meriam. Untuk apa ? Festival akan dimulai dengan bunyi menggelegar meriam, sebuah tanda yang unik untuk memulai suatu perlombaan.

Kenapa harus menggunakan meriam dan bukan peluit saja? Karena jika menggunakan peluit, suaranya tidak akan dapat terdengar oleh semua peserta lomba. Ini disebabkan luasnya arena lomba dan keramaian ratusan ribu penonton yang menyaksikan perlombaan sepanjang sungai.

Saat dentuman meriam pertama kali, perahu-perahu yang telah ditentukan urutannya akan berjejer di garis start. Pada dentuman kedua, para peserta berada dalam posisi siap untuk mengayuh dayung. Dan pada saat wasit membunyikan meriam untuk yang ketiga kalinya, perlombaan pacu jalur pun dimulai. Semua tim akan mengerahkan seluruh tenaga dan kemampuannya untuk bisa mencapai garis finish.

Sebelum acara puncak Festival Pacu Jalur dimulai, semua penonton akan dihibur dengan penampilan tari-tarian serta nyanyian daerah.

Bagi Menpar Arief Yahya, Provinsi Riau memang sedang giat membangun atraksi. Berbagai event seperti festival budaya Pacu Jalur ini diseriusi dan dipromosikan besar-besaran.

Inilah cara terbaik yang bisa mendatangkan ratusan ribu wisatawan, selain Festival Bakar Tongkang, di Bagan Siapiapi. Sebuah tradisi yang telah berjalan seabad lebih, dan selalu mengundang banyak wisatawan termasuk wisman dari etnis Tionghoa yang mencapai 30 ribu wisman.

Potensi ini tinggal ditingkatkan dengan strategi pemasaran dan promosinya yang mengacu pada strategi yang dijalankan oleh Kemenpar dengan pendekatan DOT (Destination, Origin, dan Time) serta BAS (Brandidng/PR-ing, Advertising, dan Selling).

Rumus Menpar Arief dalam mengembangkan destinasi itu selalu 3A, Atraksi, Akses, Amenitas. Ketiga komponen itu harus komplit, jika ingin sustainable.

“Perhatikan tiga hal itu, maka Riau akan semakin berkualitas dan memiliki daya saing tinggi. Riau harus berani benchmark, menentukan siapa rival atau lawan tandingnya? Daerah mana yang cocok dijadikan lawan? Untuk maju, harus ada rival, sehingga ada ukuran sukses, yakni mengalahkan rivalnya iu,” kata Arief Yahya.(*)

Presiden Jokowi Puji Tari Jejer Kembang Menur Banyuwangi

0

Keragaman Budaya dan Persatuan. Dua kata inilah yang mewakili secara keseluruhan peringatan HUT RI ke-72 di Istana Negara, Kamis (17/8) kemarin. Indah dan menawannya budaya Indonesia ditopang rasa persatuan yang kuat, membuat detik-detik peringatan kemerdekaan semakin mengesankan.

Tentu, selain #PesonaBusanaNusantara yang sangat mewarnai peringatan HUT Kemerdekaan yang oleh netizen diberi hastag #Pesona17an dan #Pesona72 itu. Presiden Joko Widodo tak ragu mengungkapkan hal itu secara pribadi melalui akun Facebook miliknya.

“Ada pertunjukkan kesenian Tarian Jejer Kembang Menur dari Banyuwangi, nyanyian lagu-lagu perjuangan oleh Gita Bahana Nusantara, marching band dari TKI Kinderfield Duren Sawit, dan penampilan penyanyi Ari Lasso di tengah lapangan Istana Merdeka,” tulis Presiden seraya menunggah foto kebersamaanya dengan tiga mantan presiden Republik Indonesia yang mengenakan baju adatnya masing-masing.

Presiden menuliskan bahwa HUT Kemerdekaan ke-72 kemarin merupakan sebuah peringatan yang meriah dan menunjukkan kebesaran Indonesia.

“Tak ketinggalan adalah persembahan Busana Nasional Terbaik dari sejumlah provinsi yang semakin mengukuhkan Indonesia sebagai negara dengan kekayaan budaya,” tulis Presiden Joko Widodo.

“Saya sendiri, Ibu Negara dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, tiga mantan Presiden RI seperti di foto ini, juga para tamu undangan, kompak mengenakan pakaian tradisional,” kata Presiden lagi.

Tari Jejer Kembang Menur yang dibawakan 200 penari dari Banyuwangi kemarin memang menjadi satu yang mencuri perhatian. Mengenakan kostum Gandrung berwarna hitam dan merah dengan selendang merah dan kain panjang hitam serta membawa kipas merah putih ditambah hiasan mahkota emas di kepala, para penari membuka kirab peringatan HUT RI ke-72 di halaman Istana Negara.

Gerakan penari yang terlihat berdendang dan menari saling menggoda penuh keceriaan, begitu ritmis dengan iringan suara galeman yang mematuk hati.

Dalam kebudayaan masyarakat Banyuwangi, Tari Jejer Kembang Menur memang biasa digunakan sebagai pembuka satu acara atau pertunjukan yang melibatkan banyak orang.

Lalu siapa sebenarnya para penari-penari itu? Bagaimana mereka bisa menyajikan suguhan tarian yang begitu memesona?

Koordinator Tari Jejer Gandrung Kembang Menur, Suharji mengatakan, para penari adalah seluruhnya siswi dari sejumlah SMP dan SMA di Banyuwangi. Serta beberapa lainnya dari sanggar tari di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.

Sebelum tampil di hadapan Presiden di Istana Merdeka dan disaksikan langsung seluruh masyarakat tanah air melalui siaran langsung televisi, mereka harus mengikuti seleksi ketat. Sejumlah persyaratan harus dipenuhi para calon penari sebelumnya.

“Yakni tinggi badan minimum 150 centimeter. Sehat jasmani karena gerakan yang dibawakan dalam tari secara cekatan,” kata Suharji.

Kepala Sekolah SD di Kalikloso, Kecamatan Turi, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timut itu mengatakan, sebelumnya yang mendaftar untuk masuk ke tim penari di Istana Merdeka sebanyak 900 orang. Kemudian mereka mengikuti seleksi ketat hingga akhirnya terpilih 200 penari yang tampil memukau kemarin.

“Setelah terpilih pada satu bulan lalu, kemudian mereka langsung latihan intensif,” kata dia.

Gandrung merupakan salah satu jenis tarian asli dari Banyuwangi. Inspirasi tarian ini diambil dari kata “Gandrung” yang diartikan sebagai terpesonanya masyarakat Blambangan, julukan Banyuwangi, yang agraris kepada Dewi Sri. Atau Dewi Padi yang membawa kesejahteraan bagi masyarakat.

Tarian Gandrung awalnya dibawakan sebagai perwujudan rasa syukur masyarakat setiap habis panen. Namun kini Gandrung juga kerap dipentaskan pada berbagai acara, seperti perkawinan, patthik laut, dan acara-acara resmi maupun tak resmi lainnya.

“Tari Jejer Kembang Menur ini adalah tari yang dikembangkan dari Tari Gandrung yang dikreasi oleh seniman-seniman muda,” kata dia.

Bupati Banyuwangi Azwar Anas mengungkapkan rasa bangganya atas terpilihnya Tari Gandrung Banyuwangi yang tampil di Istana Negara dalam peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-72. Ia menilai hal ini sebagai bentuk penghormatan bagi seluruh warga dan kesenian Banyuwangi.

“Ini menjadi penguat bahwa keberagaman budaya daerah adalah pemersatu, bukan pemecah belah bangsa. Justru dalam perbedaan yang sangat banyak kita bisa saling menguatkan,” ujar Azwar Anas.

Menteri Pariwisata Arief Yahya turut mengapresiasi penampilan gemilang para penari Gandrung Jejer Kembang Menur. Indonesia dikatakanya memiliki ragam budaya yang tinggi yang dapat menjadi kekuatan pariwisata Indonesia.

Terbukti pada peringatan HUT Kemerdekaan ke-72 kemarin, semua orang terpukau dengan kekuatan budaya yang dihadirkan. Tidak hanya dari penampilan Tari Gandrung Jejer Kembang Menur, tapi juga mulai dari pakaian adat yang ia sebut sebagai busana nusantara dan banyak hal lainnya.

“Natural resources serta cultural resources and business travel kita merupakan dua kekuatan pariwisata kita. Selalu masuk top 25 dunia. Sehingga menjadi tugas kita bersama untuk menjaganya untuk kekuatan pariwisata Indonesia,” ujar Menteri Arief Yahya.

Berdasarkan data dari Travel and Tourism Competitiveness Index (TTCI) yang dikalibrasi oleh World Economic Forum (WEC), natural resources atau kekuatan alam Indonesia naik dari urutan ke-19 menjadi 14 besar dunia.

“Sedangkan cultural resources dan business travel naik ke peringkat 23 dari peringkat 25 besar dunia,” kata Arief Yahya.(*)

 

Festival Kota Tua Ampenan Lengkapi Wisata Lombok Sumbawa

0
ilustrasi

Anda yang sedang berada di Lombok, NTB, bisa langsung menikmati Bulan Pesona Lombok Sumbawa yang digelar mulai 18 Agustus – 16 September 2017. Beragam kolaborasi seni tradisional dan modern bisa dinikmati di sana. Salah satunya, Festival Budaya Kota Tua Ampenan.

“Festival ini digelar untuk mempromosikan kawasan wisata Kota Tua dan Pantai Ampenan dan juga sebagai sarana melestarikan kesenian dan kebudayaan Lombok yang mulai pudar,”kata Lalu Mohammad Faozal, Kadispar NTB, Jumat (18/8).

Nah, bagi yang penasaran, ingin menyimak agenda spesial tadi, segera kosongkan jadwal pada 25-27 Agustus 2017. Selama dua hari, wisatawan akan diajak menikmati keseruan dengan beragam acara yang digelar di Kota Tua Ampenan.

Berbagai atraksi seni budaya, musik, pameran industri kreatif, festival kopi, atraksi menarik, aneka macam kuliner, Pameran Foto Kota Tua Tempo Doeloe, Parade Lintas Ethnic, diapastikan siap menyambut setiap tamu yang datang. Begitu juga Senandung Pantai Ampenan, Sampan Racing, dan bazaar. Semua akan disuguhkan dalam balutan kota tua Ampenan yang merupakan salah satu icon wisata sejarah dan budaya di Lombok.

“Selain itu juga ada keseruan lain yaitu Peresean Exhibition dan Wayang Kulit sasak,” tambah Faozal.

Bagi yang masih belum puas, ada juga gladiator ala Lombok yang bisa disaksikan. Namanya, Peresean. Sampai sekarang tradisi itu masih dilakukan oleh pemuda Lombok. Dan budaya Peresean ini sangat disakralkan oleh masyarakat suku Sasak di Pulau Lombok

“Ini seni bela diri tradisional suku antara dua orang yang disebut pepadu. Dua orang menggunakan sebuah rotan sebagai pemukul yang disebut penjalin yang ujungnya dilapisi balutan aspal dan pecahan beling yang ditumbuk sangat halus. Petarung yang tampil juga menggunakan perisai sebagai pelindung yang disebut ende yang terbuat dari kulit sapi atau kulit kerbau. Para pepadu pun siap mengadu kejantanan, ketangkasan dan adu nyali di arena presean,” ujarnya.

Selain itu juga Pegelaran Wayang Kulit Sasak juga akan tampil sebagai pembeda dalam Festival Kota Tua ini. Wayang kulit Sasak merupakan kesenian wayang yang tumbuh di kalangan suku Sasak di Pulau Lombok, NTB, sudah sejak lama.

“Bisa dikategorikan sebagai seni pertunjukan teater minimalis, karena hanya dibutuhkan sekitar 10 personil, terdiri dari seorang dalang, dua orang pembantu dalang untuk menata wayang ( pengabih atau pengawit) serta tujuh orang penabuh gamelan. Pertunjukannya beda dengan wayang golek. Dan ceritanya mengambil cerita menak (Serat Menak), yakni cerita dengan tokoh utama Wong Agung Menak, beda dengan wayang kulit di Jawa yang bersumber dari Mahabarata dan Ramayana, dijamin menarik,” promosinya.

Sama seperti Kota Tua Jakarta, Kota Tua Ampenan memiliki puluhan bangunan bersejarah peninggalan era Hindia Belanda. Bukan Saja bangunan berasitektur Belanda, banyak gedung bernuansa Tiongkok yang masih berdiri. Ampenan juga memiliki beberapa kampung yang heterogen. Di antaranya, Kampung Tionghoa, Kampung Bugis, Kampung Melayu, Kampung Banjar, Kampung Arab, dan Kampung Bali.

Pada masa lalu, Ampenan merupakan salah satu pusat perekonomian dan perdagangan. Hal itu dapat dilihat dari sisa-sisa reruntuhan konstruksi armada di pinggiran Pantai Ampenan. Reruntuhan itu sudah menjadi salah satu destinasi wisata bagi pelancong.

Selama ini, Ampenan dinilai sebagai titik yang pas untuk menyeberang ke Bali. Dari Karang Asem ke Ampenan hanya butuh satu jam, sedangkan jika menyeberang dari Padang Bae ke Lembar butuh waktu hingga lima jam.

Rangkaian bulan pesona Lombok Sumbawa 2017 sendiri sudah dimulai dengan atraksi Sakeco asal Sumbawa.

Acara wisata budaya tersebut akan di konsentrasikan di beberapa wilayah. Selain Kota Tua Ampenan, juga akan diselenggarakan di Mandalika, Sembalun, hingga Gili Tramena Begawe.Kegiatan yang dilakukan adalah food street festival, rally wisata, pameran hasil bumi, musik holtikultura, seni dan atraksi Lombok, hingga coaching clinic tarian Lombok.

Menpar Arief Yahya mengapresiasi gelaran ini. Keativitasnya dinilai sudah sangat pas mengingat Lombok sudah menjadi destinasi nomor 9 Asia pilihan travellers di TripAdvisor 2017.

“Sebagai destinasi, pulau ini lengkap. Punya pantai-pantai bagus, pasir putih dan pasir pink. Lombok punya underwater yang istimewa. Punya Rinjani, dengan kaldera yang berkelas dunia. Punya pertanian yang subur dan bisa bertanam padi sepanjang tahun,” jelas Menpar Arief Yahya.

Ampenan, kata dia, juga akan melengkapi sebagai wisata berbasis heritage, sejarah dan kota pelabuhan yang lebih dekat menyeberang ke Bali. “Apalagi Wisata Bahari Indonesia sedang ngebut dengan berbagai marina atau pangkalan yacht, dan dermaga tempat cruise merapat. Festival Kota Tua ini akan lebih mengenalkan Kota Ampenan sesungguhnya. Ayo viralkan festival ini,” pungkasnya. (*)

Dewan Minta Tambahan Rp 23 Miliar

0

batampos.co.id – Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Pemprov Kepri masih berjibaku dengan Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kepri terkait pembahasan perubahan atas Hak Keuangan Pimpinan dan Anggota DPRD Kepri.

Kepala Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan (Barenlitbang) Kepri, Naharuddin mengatakan gambaran kebutuhannya adalah sekitar Rp 23 miliar.

“Terkait kebutuhan tambahan tersebut, saat masih dalam pembahasan antara TAPD Pemrov Kepri dengan Banggar Kepri,” ujar Naharuddin, Jumat (18/8) di Tanjungpinang.

Pria yang sudah malang melintang di sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kepri tersebut menjelaskan, tambahan sebesar Rp 23 miliar itu nanti adalah untuk kebutuhan 45 wakil rakyat yang ada di lingkungan DPRD Kepri. Yakni menyesuaikan dengan item-item yang ada di dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 18 Tahun 2017.

“Kebutuhan tersebut dihitung sejak disahkannya Peraturan Daerah (Perda) tentang Hak Administrasi dan Keuangan Pimpinan dan Anggota DPRD Kepri,” papar Nahar.

Mantan Kepala Dinas Pendapatan (Dispenda) Kepri itu, juga menjelaskan, alokasi tersebut adalah tambahan kebutuhan dari Agustus sampai Desember mendatang. Menurut Nahar, apabila APBD P Kepri disahkan pada September mendatang, maka pembayaran gaji dan tunjangan perubahan akan dirapel pada bulan September mendatang.

Ditanya apakah dengan adanya penambahan anggaran ini, terjadi rasionalisasi pada sejumlah kegiatan. Dipaparkannya, andaikan tidak ada perubahan pada struktur tunjangan DPRD Kepri. TAPD Pemprov Kepri juga terpaksa melakukan sedikit rasionaliasi untuk menyiasati kebutuhan yang timbul sekarang ini. Ditegaskan Nahar, nilai APBD Kepri yang dibahas sekarang ini adalah Rp3.3 triliun.

“Mudah-mudahan pembahasan antara TAPD Pemprov Kepri dengan Banggar DPRD Kepri segera selesai. Sehingga dilanjutkan pada tingkat komisi,” tutup Nahar.

Terpisah, Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Kepri, Hamidi mengatakan dari beberapa item yang menjadi sumber pendapatan dewan, persoalan yang belum seleai adalah terkait tunjangan perumahan. Disebutkannya, sekarang pihaknya juga bekerjasama dengan pihak Aprraisal untuk menakar berapa angka ideal, bagi ukuran tunjangan perumahan DPRD Kepri.

“Tanjungpinang adalah lokasi penilaiannya. Apabila sudah ada hasil dari tim appraisal tentu, pembahasan APBD akan cepat selesai,” ujar Hamidi, kemarin.

Sementara itu, Anggota Komisi II DPRD Kepri, yang merupakan Ketua Pansus Perda Hak Administrasi dan Keuangan Pimpinan dan Anggota DPRD Kepri tersebut mengatakan ambang batas bagi tunjangan perumahan DPRD Kepri adalah Rp 24 juta. Karena tunjangan perumahan DPR RI adalah Rp 25 juta.

“Nilai yang diputuskan nanti, juga menjadi parameter bagi tunjangan perumahan DPRD Kabupaten/Kota yang ada di Provinsi Kepri,” papar politisi Partai Hanura tersebut.

Seperti di ketahui, ruang lingkup tentang hak keuangan dan administratif pimpinan dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Kepulauan Riau secara normatif mengadopsi dan berpedoman pada Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2017 tentang Hak Keuangan dan Administratif Pimpinan dan Anggota DPRD.

Penghasilan Pimpinan dan Anggota DPRD adalah penghasilan yang pajaknya dibebankan pada APBD, yakni Uang Representasi, Tunjangan Keluarga, Tunjangan Beras, Uang Paket, Tunjangan Jabatan, Tunjangan Alat Kelengkapan, dan Tunjangan Alat Kelengkapan lainnya. Sedangkan penghasilan yang pajaknya dibebankan pada yang bersangkutan, meliputi Tunjangan Komunikasi Intensif dan Tunjangan Reses. (jpg)

Griya KDA Bandara, Uang Muka 10 Persen

0
Rumah tipe 48 di Griya KDA Bandara di Batamcenter. F.Fifi untuk Batam Pos

batampos.co.id – Developer PT Kurnia Djaja Makmur Abadi (KDA) memberikan promo selama pameran REI Expo 2017 di Atrium Timur Mega Mall. Konsumen cukup membayar uang muka sebesar 10 persen untuk pembelian hunian di Griya KDA Bandara, Nongsa.

“Selama pameran ini banyak bonus dan kemudahan yang kami berikan kepada konsumen. Salah satunya uang muka yang ringan,” ujar Marketing Eksekutif Griya KDA Bandara, Miftahul Afifi, Jumat (18/8).

Selain uang muka yang ringan, pembelian hunian ini juga dibebaskan biaya untuk pengurusan Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB), Akta Jual Beli (AJB), serta Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB). “Jadi hanya cukup membayar uang muka saja. Tidak ada biaya tambahan lagi,” terang Fifi.

Perumahan Griya KDA Bandara dibangun dengan total 120 unit, terdiri tipe 48/84 untuk rumah dan tipe 100/96 untuk town house dua lantai. Keunggulannya, hunian ini dibangun di lokasi yang strategis, yakni berdekatan dengan pusat pemerintahan, Bandara Internasional Hang Nadim, dan pelabuhan,

“Huniannya ada terdiri dari ready stock dan ada beberapa yang masih dalam tahap pembangunan,” terang Fifi.

Fifi menambahkan keunggulan lainnya, hunian ini berada di kawasan ramai. Berdekatan dengan pasar basah, sekolah, stasiun pengisian bahan bakar umu, dan rumah sakit. “Hunian ini sangat cocok untuk investasi,” tutur Fifi.

Untuk spesifikasi bangunan diantaranya menggunakan dinding bata merah, rangka atap baja ringan, plafon gipsum, kusen aluminium, atap genteng, lantai keramik, serta suplay air bersih Adhy Tirta Batam (ATB).

“Sekarang waktu yang tepat bagi konsumen untuk mendapatkan rumah atau berinvestasi,” kata Fifi. (opi)

Gubernur Tinjau Waduk Kawal

0
Gubernur Kepri Nurdin Basirun melihat rencana pembangunan Waduk Kawal, Bintan saat meninjau lokasi tersebut, Jumat (18/8). F. Humas Pemprov Kepri untuk Batam Pos.

batampos.co.id – Gubernur Kepri Nurdin Basirun meminta kepada instansi terkait pembangunan waduk di Kawal, Pulau Bintan, agar segera menyelesaikan segala kendala. Masalah pembebasan lahan harus cepat tuntas agar pengerjaan dapat segera digesa.

“Tujuan kita jelas untuk mendorong percepatan pembangunan kebutuhan dasar bagi masyarakat khususnya air bersih,” ujar Nurdin saat meninjau lokasi pembangunan waduk di kawasan kebun kelapa sawit di Kawal, Kecamatan Gunung Kijang, Bintan, Jumat (18/8).

Oleh karna itu Nurdin berpesan kepada instansi terkait dalam pengerjaan pembangunan waduk ini agar segera merampungkan berbagai permasalahan.

Seperti yang dituturkan Bhakti, Kepala Satuan Kerja (Kasatker) Kementrian PU Direktorat Sumber Daya Air Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera IV, bahwa proses pemetaan wilayah sudah terorganisir dengan baik namun beberapa kendala masih harus diselesaikan agar pengerjaan dapat segera dilaksanakan.

“Data Status hutan sudah jelas, sesuai SK MenLHK nomor 76 tahun 2016, namun masih ada kendala yakni pembebasan lahan antara lain seluas 16.3 Hektar milik PT. Tirta Madu dan lahan seluas 38.9 Hektar milik PT. Sunny Mas,” ujar Bhakti.

Waduk yang menggunakan dana APBN ini dibangun di atas lahan 220 hektare dengan debit air 400 liter per detik. Lama pengerjaannya sekitar 2 Tahun.

“Kita usahakan lepas lima hektare dulu untuk pembangunan di tahun 2017 ini, dan proses penyelesaian itu tinggal sedikit lagi akan rampung. Targetnya waduk dapat digunakan mulai tahun 2019 yang tujuan awalnya untuk menutupi defisit air di sebagian pulau Bintan dan sebagian Kota Tanjungpinang,” sambung Bhakti.

Bhakti menambahkan selain kendala tersebut, tidak ada kendala lain karna pembebasan pemukiman warga sudah diselesaikan. Hadir pula salah satu tokoh masyarakat setempat yakni Sayid yang mengatakan bahwa warga setempat sudah tidak memiliki permasalahan lagi.

“Karna memang belum banyak yang menempati lahan di sini. Kami sebagai warga siap mengawal setiap proses pembangunan dan sangat mendukung program dari pemerintah untuk menyelesaikan permasalahan air bersih di sini,” ujar Sayid.

Mendengar hal tersebut, Nurdin langsung merespon cepat dan mengistruksikan kepada perwakilan Badan Pertanahan Nasional (BPN) syafirman untuk membantu mengurus alokasi tanah yang diberikan kepada masyarakat yang lahannya dipakai.

“Kami akan menyediakan sertifikat tanah untuk ganti rugi warga yang lahannya digunakan, namun agar didata lebih rinci lagi berapa banyak jumlah tanah yang dibutuhkan dan kami akan menyediakan pula tiang-tiang lampu jalan agar jalur menuju waduk dapat penerangan untuk malam hari,” ujar Nurdin.

Meskipun medan yang dilalui untuk sampai ke lahan tempat pembangunan waduk tersebut harus melewati jalan sempit belum beraspal melalui perkebunan sawit sekitar hampir 1 jam itu Nurdin Optimis pembangunan waduk dapat segera berjalan dan lancar hingga selesai.

“Inilah bentuk kerja bersama seperti tema kemerdekaan tahun ini, Indonesia Kerja Bersama. Pemerintah daerah dan pusat dapat saling berkolaborasi, dana pembangunan waduk berasal dari pusat dan daerah akan menyiapkan dana untuk membangun infrastruktur penunjang lainnya di sekitar waduk. Juga instansi terkait tetap terus berkoordinasi dan tak lupa dukungan penuh masyarakat setempat, maka kita optimis kebutuhan dasar masyarakat ini terwujud segera,” tutup Nurdin.

Hadir bersama Gubernur pada peninjauan tersebut Asisten Perekonomian Syamsul Bahrum, dan Kepala Dinas PU Abu Bakar. (bni)

Tanamkan Semangat Bekerja Bagi Kaum Muda

0

batampos.co.id – Peringatan hari jadi Praja Muda Karana (Pramuka) ke-56 tingakt Provinsi Kepri dipusatkan di Gedung Daerah, Tanjungpinang, hari ini, Sabtu (19/8). Untuk memberikan warna, panitia sudah merancang berbagai kegiatan khusus.

“Sejatinya, peringatan Dirgahayu Pramuka ke-56 akan digelar pada 14 Agutus lalu. Akan tetapi, karena sesuatu hal kegiatannya baru digelar besok (hari ini,red),” ujar Wakil Ketua Bidang Bimbingan Masyarakat dan Humas, Kwarda Kepri, Sardison menjawab pertanyaan Batam Pos, Jumat (18/8) di Tanjungpinang.

Menurut Saridon, panggung peringatan hari Pramuka tahun 2017 ini, menjadi media berekpresi bagi kader-kader Pramuka Kepri. Disebutkannya, diusia ke 56 tahun sekarang ini, Pramuka mengusung semangat “Bekerja untuk Kaum Muda, Mewariskan yang Terbaik Bagi Bangsa.”

Dijelaskannya, generasi pramuka saat ini kebanyakan diisi oleh adik-adik generasi milenial atau generasi yang cara berpikirannya sangat berbeda dengan generasi sebelumnya. Lantaran mereka adalah generasi adaptif dengan kemajuan teknologi, generasi yang sangat kreatif dan inovatif.

“Kita harus mendidik adik-adik pramuka bukan saja latihan baris berbaris, cara membangun tenda, atau membuat simpul tali saja,” papar Sardison.

Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa, Pendudukan dan Catatan Sipil (BPMD Dukcapil) tersebut mengatakan, Pramuka Kwarda Kepri punya tanggungjawab besar dalam memberikan edukasi , baik itu dalam hal disiplin menggunakan media sosial yang positif dan yang produktif.

Ditambahkan Sardison, gerakan Pramuka harus memakai cara-cara yang kreatif, cara-cara kekinian, cara-cara yang dekat dengan generasi milenial untuk menanamkan rasa bangga dan cinta tanah air di dalam diri setiap anggota pramuka.

“Kita harus meninggalkan pendekatan-pendekatan lama yang tidak pas digunakan untuk generasi saat ini. Sentuhlah rasa cinta, bangkitkan rasa bangga generasi muda pada tanah airnya sehingga benar-benar tertanam di dalam diri setiap anggota gerakan pramuka,” tutup Sardison.(jpg)

Pasien Rujukan Butuh Anggaran Transportasi

0

batampos.co.id – Persoalan di Kecamatan Pulau Laut Natuna yang berada di perbatasan laut tetangga tidak pernah usai. Jauhnya jarak menuju pusat Kabupaten menyebabkan Pulau Laut serba kekurangan.

Tidak hanya persoalan kebutuhan pokok, saat ini Pemerintah Kecamatan kesulitan membantu merujuk pasien Puskesmas untuk ditangani di RSUD.

Camat Pulau Laut Sudirman mengatakan, Pemerintah Kecamatan sangat memerlukan anggaran rujukan pasien. Sementara operasional untuk menyebrang ke RSUD cukup tinggi jika kondisi mendesak.

“Tidak jarang, kendala transportasi merujuk pasien ini menjadi keluhan warga, apalagi keluarga pasien dari kalangan tidak mampu,” ungkap Sudirman kemarin.

Memang sejauh ini katanya, Puskesmas Pulau Laut sendiri tidak memiliki anggaran khusus untuk transportasi penyebrangan pasien yang dirujuk ke RSUD. Semetara merujuk pasien Puskesmas ke RSUD adalah satu kewajiban jika tidak bisa ditangani.

“Persoalan lain di Pulau Laut adalah mengenai operasional rujukan berobat. Selama ini belum pernah ada anggaran untuk itu,” katanya.

Dikatakannya, pasien rujukan dari Pulau Laut perbulannya rata-rata ada 2 orang pasien yang harus dirujuk. Transportasi rujukan satu-satunya melalui jalur laut.

Sejauh ini jika ada pasien yang harus dirujuk, hanya bisa dirujuk menggunakan pompong dan operasional kecamatan karena Puskesmas tidak memiliki anggaran dan sarana.

“Kadang anggaran Kecamatan minus karena unntuk mengatasi kondisi kebutuhan masyarakat. Tidak mungkin pula kecamatan diam begitu saja bila masyarakat perlu bantuan dan harus dilakukan rujukan,” sebutnya.

Menurutnya, anggaran untuk itu rujukan itu harus dianggarkan, karena itu bagian dari keperluan dasar pelayananan masyarakat.

“Saya rasa di kecamatan lain juga mengalami hal yang sama terutama sekali kecamatan-kecamatan yang jauh dari RSUD. Untuk Pulau Laut paling tidak ada anggaran sekitar Rp 9 atau Rp 10 juta perbulan untuk hitungan rata-rata dua kali rujukan. Itu sudah cukup membantu. Kalaupun tidak terpakai, anggarannya bisa jadi Silpa,” ujarnya.(arn)

Cabjari Kuncur Diwacanakan Naik Status

0
Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Provinsi Kepri Yunan Harjaka SH.MH bersama ibu membuka selubung peresmian musala Al-Fajar di kantor Cabjari Kundur, Jumat (18/8) kemarin.

batampos.co.id – Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Provinsi Kepri Yunan Harjaka, SH.MH mengharapkan di Pulau Kundur ini nantinya ada kejaksaan negeri (Kajari) bukan cabang lagi.

Hal itu mengingat wilayah di pulau Kundur ini lebih luas jika dibandingkan di pulau Karimun. Untuk meningkatkan status Cabjari menjadi kejaksaan negeri pendapatan anggaran daerah (PAD) perlu ditingkatkan. Wacana ini akan dilaporkan pada kejaksaan agung agar dapat dipertimbangkan untuk kenaikan status tersebut.

“Saya berharap bukan hanya sarana saja yang dibangun di Kundur, tetapi statusnya juga harus ditingkatkan. Saya tadi sudah berbisik dengan bapak bupati kira-kira bagaimana kalau wilayah Kundur nantinya ada kejaksaan negeri,” Terang Yunan Harjaka di sela-sela kunjungan kerja (kunker) di kantor cabang kejaksaan negeri Tanjungbatu, Jumat (18/8) kemarin.

Pada kunjungan kerja Kajati ke Cabjari Kundur juga meresmikan Musala Al Fajar yang dibangun di komplek kantor Cabjari Kundur. Pembangunan musala Al Fajar merupakan dana hibah dari Kabupaten Karimun dan sarana pendukung dari PT.Timah (Persero) Tbk. Kajati juga mengapresiasi atas inisiatif Kacabjari untuk membangun mushala serta dukungan pemerintah Karimun atas dana hibahnya. (ims)

Play sound