Sabtu, 2 Mei 2026
Beranda blog Halaman 13250

Kemenpar Pantau Pembangunan Pelabuhan ASDP Labuan Bajo NTT

0

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) meninjau langsung perkembangan pembangunan Kawasan Marina Wisata PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT) dan penutupan Tour de Flores, Selasa (18/7).  Penutupan Tour de Flores digelar pada tanggal 19 Juli 2017.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Esthy Reko Astuti, mewakili Menpar Arief Yahya, langsung menyambangi ASDP. Rencananya, Menpar Arief juga hadir ke Labuan Bajo, NTT, tetapi harus menghadiri Rapat Koordinasi dan Peluncuran Badan Otorita Borobudur (BOB) di panggung tertutup Sendratari Ramayana, kompleks Candi Prambanan, Jogja.

Esthy mengatakan, hal ini dilakukan Kemenpar agar semua yang berkaitan dengan rumus Menteri Pariwisata Arief Yahya dengan 3A (Akses, Amenitas, dan Atraksi) bisa terealisasi dengan baik.

Esthy juga mengatakan bahwa kunjungannya ini ingin melihat perkembangan proyek tersebut yang terdiri dari pelabuhan marina, peningkatan fasilitas dermaga penyeberangan, hotel, serta area komersial lainnya.

”Karena ini bagian dari percepatan 10 destinasi prioritas di Labuan Bajo. Hanya dengan semangat Indonesia Incorporated inilah Labuan Bajo akan semakin meningkat dan bertambah siap menyambut wisatawan mancanegara, semoga ini bisa terlaksana dengan baik dan rampung pada Desember 2018 nanti,” ujar Esthy.

Esthy juga menutup perhelatan Tour de Flores 2017 yang juga masuk dalam program yang didukung Kemenpar.

”Marina ASDP itu nantinya akan menjadi tempat bersandar kapal-kapal wisata berbagai jenis, phinisi maupun yacht, dan tentunya menjadi pintu masuk wisatawan mancanegara melalui laut. Selama ini semua kegiatan wisata laut masih bercampur aksesnya dengan kegiatan peti kemas, menjadi sulit untuk pengelolaan profesional. Ini salah satu upaya dari Pemerintah untuk mendorong penataan kawasan pelabuhan Labuan Bajo,”tambahnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, bahwa proyek ASDP dengan nilai total investasi sekitar Rp 400 miliar itu telah dilakukan pelaksanaan pemancangan tiang pertama (ground breaking) pada April 2017.

”Kami mendapatkan kabar up date bahwa Marina ASDP direncanakan rampung dan beroperasi pada Desember 2018. Jika ini sudah jadi, aksesibilitas Labuan Bajo melalui laut untuk wisatawan semakin terbuka lebar,” tambah Shana Fatina, PIC Pokja Percepatan Destinasi Labuan Bajo.

Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Faik Fahmi mengatakan, pembangunan dan pengembangan kawasan komersial Labuan Bajo ini sejalan dengan road map perusahaan yang telah disusun, yakni RE – ASDP.

Road map tersebut terdiri dari Re-formulation of Business Foundation (2016), Acceleration of Commercial (2017), Services to The Nation (2018), Drive to Excellent (2019) dan Performance to The Best (2020).

Proyek pembangunan kawasan komersial Labuan Bajo merupakan proyek sinergi Badan Usaha Milik Negara antara PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) dengan PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk dan PT Patra Jasa.

Kawasan komersial ini akan dikelola perusahaan patungan ketiga pihak tersebut, di mana PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menjadi pemegang saham mayoritas 51 persen karena pengembangan proyek berada di atas lahan milik ASDP (landlord), PT Patra Jasa sebesar 25 persen, dan PT Pembangunan Perumahan (Persero) sebesar 24 persen.

“Tahun ini merupakan waktu percepatan sisi komersial. Kami berharap, ASDP bisa lebih besar berperan buat negara, membangun konektivitas tanpa bergantung kepada pemerintah, serta dapat lebih memajukan pariwisata nasional dengan standar dunia. Karenanya, kami ingin mengembangkan Labuan Bajo,” kata Faik Fahmi dalam keterangannya beberapa waktu lalu.

Diketahui, Labuan Bajo ditetapkan pemerintahan Presiden Jokowi sebagai salah satu 10 Bali Baru bersama Danau Toba, Raja Ampat, Wakatobi dan lainnya. Labuan Bajo, ibukota Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Flores, Nusa Tenggara Timur menjadi salah satu destinasi pariwisata berbasis bahari yang lengkap, dan serius untuk dikembangkan.

Soal potensi alam, Labuan Bajo memang punya segalanya, mulai dari eksotisnya Pulau komodo, satu-satunya binatang purba yang masih tersisa di muka bumi, panorama Pulau Padar yang sangat indah, hingga sensasi tracking ala Jurrasic di Pulau Rinca.Pengakuan datang dari CNN Travel 2015 silam.

Saat itu, Labuan Bajo dinobatkan CNN sebagai snorkel site kedua terbaik di dunia. Nomor satunya Raja Ampat Papua dan nomor tiganya Kepulauan Galapagos di Amerika Selatan.

Faik menerangkan, seiring dengan pengembangan kawasan komersial dan sektor pariwisata di Labuan Bajo, maka direncanakan pembangunan proyek hotel di atas lahan seluas 8.000 meter persegi.

“Kami melihat prospek bisnis properti, khususnya hotel sangat bagus ke depannya. Keberadaan hotel ini akan sangat menunjang pariwisata, karena  lokasinya sangat strategis, berada di tepi pantai di Jalan Soekarno Hatta. Sehingga, untuk view hotel sangat indah dan sempurna, karena menghadap ke laut, ini penuh sensasi,” jelasnya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menegaskan bahwa Marina ASDP sangat strategis untuk pariwisata Indonesia karena menjadi integrasi kawasan bersandar kapal, Tempat Pelelangan Ikan, dan Kawasan Kuliner yang akan menjadi Icon kota Labuan Bajo. Diharapkan menjadi ruang publik masyarakat dengan wisatawan, sehingga wisatawan menjadi bagian dari komunitas Labuan Bajo.

“Tentunya Kemenpar mendukung pembangunan pariwisata dengan memperhatikan bentang alam dan kelestarian. Sesuai dengan prinsip kami, semakin dilestarikan, semakin mensejahterakan,” pungkas Menpar Arief Yahya.(*)

Ramah Lingkungan, Pemko Siap Gunakan Vakum Sewer

0
Gubernur Kepri Nurdin Basirun dan Walikota Tanjungpinang Lis Darmansyah menghadiri pembukaan Workshop Regional ke-7 tentang Managemen Pengelolaan Sumber Daya Terpadu Kota-kota di Asia yang di gelar di Hotel CK, Tanjungpinang, Rabu (19/7). F. Humas Pemprov Kepri untuk Batam Pos.

batampos.co.id – Walikota Tanjungpinang, Lis Darmansyah mengatakan Pemko Tanjungpinang tengah berupaya menjadi Ibu Kota Provinsi Kepri ramah dengan lingkungan.

Salah satu terobosannya adalah menggunakan Sistem Vakum Sewer atau pengolahan air buangan di kawasan pemukiman yang berada diatas laut.

“Sejak menjadi bagian Global Nexus, kita mempelajari banyak hal dari daerah-daerah yang ada di dalamnya,” ujar Walikota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, Rabu (19/7) saat menghadiri pembukaan Workshop Regional ke-7 tentang Manajemen Pengelolaan Sumberdaya Terpadu Kota-Kota di Asia yang digelar di Hotel CK, Tanjungpinang.

Pada kegiatan yang dibuka oleh Gubernur Kepri, Nurdin Basirun itu, Lis menjelaskan, Vakum Sewer adalah merupakan salah satu sistem pengelolaan limbah yang terintegrasi. Karena selama ini, limbah yang dibuang langsung ke laut. Sudah pasti akan mengotori laut. Selain itu akan berimbas pada kondisi lingkungan laut.

Masih kata Lis, banyak hal lainnya yang diadopsi dari program yang ditaja oleh Urban Nexus ini. Seperti pengelolaan sampah lingkungan menjadi sumber energi. Akan tetapi, hal itu belum bisa diterapkan di Tanjungpinang untuk saat ini. Salah satu inovasi yang ideal adalah Vakum Sewer.

“Mudah-mudahan keinginan kita ini bisa terwujud. Karena memang menjadikan Tanjungpinang ramah lingkungan butuh waktu dan proses,” papar Lis.

Sementara itu, Kepala Badan Penelitian Perencanaan dan Pengembangan (Bappelitbang) Kota Tanjungpinang, Surjadi menambahkan, Pemerintah Kota sudah membuat kajian tentang penerapan vacum sewer bagi pemukiman di atas laut.

Dijelaskannya, sistem kerjanya teknologi tersebut adalah seperti toilet pesawat. Sehingga bisa meminimalisir penggunaan air.

“Untuk tahap pertama ini kita proyeksikan 308 rumah di Senggarang. Out putnya tidak hanya menjadi buangan, tetapi akan langsung diolah menjadi pupuk cair,” ujar Surjadi menambahkan.

Dijelaskan Surjadi, perhitungan sementara adalah membutuhkan anggaran sekitar Rp 28 miliar. Menurut Surjadi, keinginan ini sudah disampaikan ke Kementerian

Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera). Karena harus dilakukan kajian dan penilitian. Masih kata Surjadi, bisa saja angka tersebut berubah

“Konsekuensinya memang kita harus membeli alat-alat milik perusahaan GIZ, Jerman. Tetapi dari segi teknisnya, mereka akan memberikan pendampingan. Sehingga kita juga bisa belajar dari terobosan yang ada,” jelas Surjadi.

Adapun negara-negara yang hadir dalam acara tersebut berasal dari Anggota Urban Nexus yaitu China, India, Indonesia, Mongolia, Filipina, Thailand, dan Vietnam.
Sedangkan organisasi dunia yang hadir yaitu UNDP, UNEP, UN-HABITAT, USAID, FAO, World Bank, Rockerfeller, CITYNET, UCLG-ASPAC, Centre for Livable Cities, Singapore, Cities Development Initiative for Asia, Asian Development Bank, dan International Water Association.(jpg)

Pansus Cawagub Belajar ke Riau

0

batampos.co.id – Panitia Khusus Pemilihan Wakil Gubernur DPRD Kepri berencana akan terbang lagi ke Pekanbaru, Riau dalam waktu dekat ini. Keberangkatan ke provinsi jiran ini juga masih dalam agenda berkonsultasi tentang pelaksanaan pemilihan wakil gubernur yang sudah berlangsung di sana.

Ketua Pansus Pemilihan Wagub, Surya Makmur Nasution menyebutkan, pelaksanaan pemilihan wagub di Riau cukup unik. Pasalnya, kendati diusung secara tunggal oleh Partai Golkar, tapi tetap bisa terjadi dua putaran pemilihan. Hal ini yang coba dihindari agar tidak terjadi di Kepri karena bisa memakan waktu dan tenaga lebih.

“Kami juga ingin berkonsultasi, mengapa di Riau sampai dua putaran. Itu yang ingin kami ketahui, jangan sampai terulang di sini,” terang Surya, kemarin.

Sepulang dari Pekanbaru itu, sambung politisi Partai Demokrat ini, baru timnya akan terbang ke Jakarta, menemui Mendagri untuk menyerahkan draf tata tertib pemilihan untuk dapat disetujui. Pada tahapan akhir ini, Kemendagri akan memeriksa pasal demi pasal draf tatib yang diajukan panitia pimpinan Surya tersebut.

“Kemarin kami juga sudah berkonsultasi dengan Mahkamah Konstitusi. Kami tidak ingin nantinya ada sengketa terhadap pasal-pasal yang ada di draf tatib ini,” jelasnya lagi.

Surya yakin, awal Agustus mendatang tatib pemilihan wagub sudah dapat disahkan dan kemudian dilanjutkan pembentukan panitia pemilih (Panlih)

“Kami juga sudah sepakat untuk mengundang gubernur bicara soal pemilihan wagub. Jadi semuanya bisa sepaham,” katanya. (aya)

Kepala Pertamina Tanjunguban Diperiksa

0

batampos.co.id – Penyidik Polres Bintan memeriksa Kepala Kantor Terminal I BBM Pertamina di Tanjunguban, Yardinal di Mapolres Bintan, Rabu (19/7) siang. Pemeriksaan sehubungan penyelidikan kasus dugaan pencurian solar sekitar 100 ton di kapal MT Trust Honor.

Kasat Reskrim Polres Bintan AKP Adi Kuasa Tarigan kepada Batam Pos kemarin membenarkan, OH (Office Head) Terminal I BBM Pertamina di Tanjunguban datang memenuhi panggilan pemeriksaan sebagai saksi kasus dugaan pencurian solar di lingkungan Pertamina di Tanjunguban.

“Masih diperiksa,” kata Adi Kuasa Tarigan. Menurut Adi Kuasa, keterangan Kepala Kantor Pertamina di Tanjunguban diperlukan untuk memaparkan standar operasional prosedur (SOP) pemindahan BBM dari tangki Pertamina ke kapal.

Ia juga mengatakan, kepolisian kesulitan menemukan nakhoda kapal
MT Trust Honor, yang sudah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Sebab, posisi nakhoda kapal terus berpindah-pindah daerah. “Hari ini di Medan, besok di Pontianak. Besoknya lagi di Jambi,” kata Adi Kuasa Tarigan.

Kapolres Bintan, AKBP Febrianto Guntur Sunoto kepada Batam Pos mengatakan, penyidik membutuhkan keterangan saksi ahli Pertamina untuk menyelesaikan kasus dugaan pencurian BBM di lingkungan Pertamina. Keterangan saksi ahli dari Pertamina menurut Kapolres bisa membantu jumlah pasti solar yang dicuri. Sementara itu, Kepala Pertamina Terminal I BBM Tanjunguban, Yardinal belum berhasil dihubungi.

Sebelumnya, kasus ini dilaporkan OH Pertamina ke polisi setelah aksi para pelaku terekam Cctv. Polisi kemudian mendatangi lokasi dan mengamankan enam orang pelaku yakni empat pekerja PT Pertamina Trans Continental, mualim kapal MT Trust Honor dan surveyor dari PT Surveyor Indonesia. (cr21)

Bupati Minta PT. Timah Prioritaskan Tenaga Lokal

0

batampos.co.id – Bupati Karimun Aunur Rafiq minta pihak PT.Timah (persero) Tbk memprioritaskan tenaga lokal dalam rekrutmen tenaga kerja. Mengingat tenaga kerja lokal juga memiliki kemampuan (skill) yang dapat dipekerjaan.

“Kalau ada lowongan pekerjaan tolong dulukanlah orang kami di sini sehingg tenaga kerja lokal dapat bekerja di kampungnya sendiri,” kata Aunur Rafiq.

Ungkapan itu disampaikan Bupati di hadapan Direktur Utama (Dirut) PT.Timah (Persero) Tbk serta jajaran direksi dan komisaris saat acara halal bi halal di Wisma Timah, Senin (17/7) malam lalu. Diharapkan keberadaan PT.Timah dapat memberikan kesejahteraan bagi masyarakat di Kabupaten Karimun. Dalam hal ini diminta masyarakat saling menjaga keberadaan PT.Timah agar ke depanya lebih memberikan kesejahteraan.

Rafiq juga menyampaikan berbagai program CSR dari PT.Timah sudah dapat dirasakan masyarakat dengan harapan ke depanya akan lebih banyak lagi. Dukungan dan bantuan yang diberikan dalam rangka meningkatkan pembangunan di Kabupaten Karimun. (ims)

Ditinju, Saraf Mata Sun Kia Rusak Permanen

0
mMata kiri korban NG Sun Kia yang lebam akibat pemukulan. F. ist

batampos.co.id – Ng Sun Kia, warga Tanjungbalai Karimun ini dipukul oleh Asiong di bagian mata kirinya di Selat Beliah Kundur Utara. Akibat pemukulan itu, sarat mata Sun Kia divonis dokter mengalami kerusakan hingga penglihatannya kabur.

Aksi pemukulan tersebut berawal saat Asiong meminta agar korban segera melunasi utang pembelian material bahan bangunan sebesar Rp 10 juta lebih.

Karena belum punya uang dan hanya mengantongi Rp 500 ribu saja, korban berniat mengangsur utangnya sebesar Rp 500 ribu. Namun Asiong menolak dan bersikeras tetap meminta utangnya dibayar lunas saat itu juga.

Korban kembali menjanjikan kalau utangnya akan dibayar lunas setelah kembali lagi nanti ke Selat Beliah. Jengkel karena korban tak juga bisa membayar lunas utangnya saat itu juga, Asiong yang emosi langsung mendaratkan pukulannya tepat mengenai dada korban. Pelaku kembali mendaratkan pukulannya tepat mengenai mata kiri korban hingga menyebabkan mata korban lebam.

Mendapat pukulan tepat di mata kirinya, korban jatuh tersungkur. Tahu korbannya terjatuh, bukannya menghentikan aksinya penganiayaannya, pelaku justru kembali memukuli korban. Aksi pelaku sempat ditahan oleh istrinya. Kesempatan tersebut digunakan korban untuk kabur dari toko pelaku.

Korban pergi dari toko pelaku menggunakan sepeda motor berboncengan dengan kawannya Rais bin Nur. Meski sempat dikejar pelaku, Sun Kia langsung kabur menuju ke Mapolsek Kundur Barat membuat laporan penganiayaan. Hingga kini korban masih berobat ke salah satu rumah sakit di Malaysia.

Kerusakan mata kiri Sun Kia cukup parah, bahkan bisa berujung pada kebutaan.

“Pemeriksaan hasil medisnya dilakukan di rumah sakit Malaysia. Kerusakan mata kiri bapak saya permanen karena sangat parah,” ujar salah astu anak Sun Kia, Meri, Rabu (19/7).

Meri tak terima dengan perlakuan Asiong kepada orangtuanya. Padahal Asiong sudah dianggap saudara. Karena kondisi mata korban parah, Meri meminta polisi mengusut kasus pemukulannya sebagaimanan yang dilaporkan korban saat kejadian.

Meski sudah dilaporkan oleh korbannya ke polisi, Asiong belum juga ditahan. Asiong sendiri sudah datang ke rumah korban meminta maaf. Tapi permintaan maaf pelaku ditolak korban. (enl)

Lima Oknum Polisi Bintan Terancam Dipecat

0
Kapolda Kepri Irjen Sam Budigusdian. Foto: Cecep Mulyana/Batampos

batampos.co.id – Lima orang oknum anggota reserse narkoba Polres Bintan terancam dipecat, akibat menjual barang bukti sabu seberat 5 ons. Namun penyelidikan tak hanya berhenti hingga oknum polisi bintara itu saja. Kapolda Kepri Irjen Pol Sam Budigusdian menyatakan akan mengusut tuntas, hingga siapa yang memerintahkan kelima oknum ini untuk menjual barang bukti tersebut.

“Yakinlah pada Polda Kepri. Soal narkoba, kami tidak pernah main-main. Contohnya saja, sudah 47 anggota polisi terlibat narkoba kami PTDH (Pemberhentian Tidak Dengan Hormat,red),” kata Irjen Pol Sam Budigusdian, Rabu (19/7).

Sam mengencam tindakan kelima orang oknum polisi tersebut. Dimana mereka tak hanya menjual barang bukti, tapi juga mengganti barangbukti yang ada dengan tawas. Sehingga berat barang bukti yang diamankan tersebut tetap sama, saat di awal penggerebakan.

“Ini tindakan tercela. Walaupun memang tidak semuanya (barang bukti ditukar,red). Dari penyelidikan kami hingga sekarang ini, hanya 5 ons saja yang diganti tawas,” ujarnya.

Kelima orang tersebut, dipastikan Sam akan dihukum sesuai dengan undang-undang hukum pidana. Dan bila nantinya kelima orang tersebut dihukum penjara di atas 3 bulan, maka dipastikan akan dipecat dari kapolisian Republik Indonesia.

“Ini pasti pidana,” ucapnya.

Sam juga berjanji akan melakukan tindakan tegas, bila atasan dari kelima oknum polisi ini ikut terlibat dalam tindakan menjual barang bukti tersebut. “Siapapun yang terlibat di sini, akan ditindak,” kata Sam.

Saat ini untuk pemeriksaan kelima orang polisi ini, kata Sam sedang ditangani oleh pihak Polres Tanjungpinang untuk pidananya. Sedangkan kode etik kepolisianya, ditangani oleh Propam Polda Kepri.

Sebelumnya diberitakan Polres Tanjungpinang mengamankan bandar narkoba jenis sabu. Dari pengembangan yang dilakukan pihak kepolisian, bandar tersebut ternyata mendapatkan sabu tersebut dari oknum polisi di Polres Bintan. Sehingga pihak kepolisian melakukan penyelidikan, dan akhirnya diamankan lima orang oknum Polres Bintan.
Barang bukti yang diberikan oleh oknum Polres Bintan ini, hasil tangkapan dari Polres Bintan di Hotel Comfort pada beberapa waktu lalu. Dimana barang bukti yang disita dari penangkapan itu sebanyak 16 kg, lalu juga beberapa butir pil ektasi. (ska)

Ikan Karang Mulai Langka di Pasar

0
Aktivitas jual beli ikan di Pasar KUD Tanjungpinang, Sabtu (2/4). F.Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Dalam waktu beberapa hari terakhir, ikan karang sukar didapati di Pasar Tanjungpinang. Sejumlah pedagang mengaku, pasokan dari nelayan untuk ikan karang cukup rendah dalam beberapa pekan terakhir. Kalaupun ada, jangan heran jika harganya tidak seperti hari-hari biasa.

“Sekarang ini angin lagi kuat. Lagi pula, kata nelayan, sekarang juga sedang tidak musim ikan karang, jadi susah dapatnya,” ujar Joko, pedagang ikan di Pasar Bintan Center Tanjungpinang, Rabu (19/7).

Kondisi ini membuat penjual ikan segar seperti Joko dalam kondisi sulit. Jika menolak penjualan ikan dari nelayan, sudah bisa dipastikan nelayan akan kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Jika diterima, mau tidak mau,

Joko juga harus menjualnya dengan harga yang lebih tinggi untuk sekadar menutupi modal. “Biasanya cuma Rp 15 ribu-an sekilonya. Sekarang bisa Rp 20 – 35 ribu. Jadi tidak banyak juga masyarakat yang beli,” ungkapnya.

Lain halnya dengan ikan tongkol. Jika sebelumnya pada momen lebaran ikan ini harganya cukup tinggi, kini sudah tidak lagi. Tongkol putih, misalnya. Pada musim Lebaran lalu, harganya bisa mencapai Rp 40 ribu per kilogram.

“Tapi sekarang sudah Rp 28 ribu saja. Kalau tongkol merah lebih murah, per kilonya hanya Rp 23 ribu,” beber Joko. (aya)

Pemerintah Siapkan Insentif Pajak untuk Mobil Listrik

0

batampos.co.id – Pemerintah saat ini menyiapkan regulasi terkait dengan pemanfaatan mobil listrik. Di antara regulasi yang bakal diatur adalah insentif perpajakan terhadap teknologi transportasi ramah lingkungan tersebut.

Menteri ESDM Ignasius Jonan menyatakan, Presiden Joko Widodo telah memberikan instruksi tertulis untuk menyiapkan regulasi itu. Insentif pajak diperlukan untuk mendorong pemanfaatan mobil listrik.

Tanpa adanya insentif, harga mobil listrik tidak akan terjangkau masyarakat luas.

”Mobil listrik Tesla yang Anda lihat di banyak tempat di Hongkong itu jika masuk Indonesia dengan kebijakan fiskal yang sama seperti saat ini, mungkin harganya mencapai Rp 2 miliar. Ya enggak ada yang beli,” jelas Jonan memberikan contoh.

Dia mengungkapkan, draf regulasi tersebut saat ini dibahas tim lintas kementerian yang beranggota Kementerian Keuangan, Kementerian Perindustrian, dan Kementerian ESDM.

”Kami nyusun dulu, kira-kira hampir final. Kami nanti konsultasikan kepada Bapak Presiden. Tahun ini regulasinya selesai,” katanya dalam acara Powering Indonesia 2017 di Hotel Mulia, Jakarta, kemarin (19/7).

Mantan Dirut PT KAI itu menuturkan, mobil listrik tidak diarahkan sebagai jenis energi baru dan terbarukan (EBT). Namun, dengan adanya mobil listrik, diharapkan timbul kesadaran masyarakat untuk mau menggunakan energi bersih.

Penggunaan mobil listrik juga diyakini dapat mengurangi dampak buruk terhadap lingkungan.

”Ini bukan proyek mobil listrik. Ini adalah tentang bagaimana negara ini menerima mobil listrik untuk mengurangi emisi karbon,” ungkapnya.

Pemerintah tetap ingin mewujudkan 23 persen energi terbarukan dalam bauran energi nasional.

”Dari sektor transportasi, kontribusinya cukup besar,” ucapnya.

Selo, salah satu mobil listrik karya anak bangsa.

Seperti diketahui, konsumsi minyak tercatat terus naik di tengah tren penurunan produksi minyak. BP Statistical Review mencatat tren konsumsi bahan bakar minyak yang terkerek naik. Pada 2005, konsumsi BBM berada di level 1,3 juta bph. Lima tahun kemudian, tepatnya pada 2010, konsumsi naik ke level 1,4 juta bph dan naik ke 1,6 juta bph pada 2015.

Data Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menunjukkan realisasi produksi siap jual (lifting) minyak dan gas bumi selama semester I 2017 menurun jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Capaian tersebut berada di tengah harga minyak yang masih rendah di bawah USD 50 per barel.

Lifting minyak sejak awal Januari hingga akhir Juni 2017 mencapai 802 ribu barel per hari (bph). Padahal, realisasi tahun lalu pada periode yang sama mencapai 817 ribu bph. Selain lebih rendah dibanding 2016, capaian tersebut masih berada di bawah target tahun ini.

Dalam APBN 2017, lifting minyak dipatok 815 ribu bph. Adapun dalam rencana kerja dan anggaran (RKA) yang sudah disetujui kontraktor dan SKK Migas, lifting ditarget 808 ribu bph.

Berdasar data PT Pertamina (Persero), impor minyak mentah diperkirakan menyentuh angka 140 juta barel sepanjang 2017 atau lebih tinggi 5 persen dari realisasi impor 2016 sebanyak 134 juta barel.

Impor minyak itu didatangkan dari beberapa negara seperti Arab Saudi (39 juta barel); Afrika (18 juta barel); Asia mencakup Malaysia, Thailand, dan Brunei Darussalam (60 juta barel); serta Mediterania (32 juta barel). (dee/c23/sof/jpgroup)

Biaya Hidup di Batam Termahal ke-5

0
ilustrasi

batampos.co.id – Hasil survei Badan Pusat Statistik (BPS) yang dilakukan lima tahun sekali menempatkan Batam sebagai kota dengan biaya hidup tertinggi kelima. Sebulan, warga Batam dengan satu istri dan dua anak paling tidak menghabiskan Rp 6,3 juta untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka.

Survei ini dilakukan di 82 kota, 49 kabupaten di 33 Provinsi dengan melibatkan 136.080 rumah tangga, masih menempatkan Jakarta sebagai kota dengan biaya hidup tertinggi, yakni Rp 7,5 juta per rumah tangga per bulan.

Biaya hidup tertinggi kedua dipegang Jayapura sebesar Rp 6,93 juta per rumah tangga per bulan. Menyusul Ternate Rp 6,4 juta, Depok Rp 6,3 juta, lalu Batam.

Di bawah Batam ada Monokwari Rp 6,2 juta, Banda Aceh Rp 6,1 juta, Surabaya Rp 6,0 juta, Pekanbaru Rp 5,8 juta, Makassar Rp 5,7 juta, Bekasi Rp 5,7 juta, dan Tanjungpinang ada di urutan ke-12 dengan biaya hidup 5,7 juta per bulan per rumah tangga dengan empat anggota keluarga.

Sementara untuk biaya hidup terendah adalah Banyuwangi, Jawa Timur hanya Rp 3 juta per bulannya.

Kepala Badan Pusat Statistik Kepulauan Riau, Panusunan Siregar mengatakan salah satu faktor terbesar yang menyebabkan Batam masuk lima besar kota dengan biaya hidup tertinggi karena faktor geografis. Sebagai daerah kepulauan, semua bahan logistik dibawa melalui jalur laut. Hal ini mempengaruhi harga yang dibayarkan masyarakat ikut tinggi.

“Ketika suplai terlambat, langsung harga melonjak. Inilah risiko daerah yang kondisi geografisnya kepulauan,” kata Panusunan, Rabu (19/7).

Ia mencontohkan, kenapa Papua masuk dua besar biaya tertinggi di Indonesia. Kondisi geografislah penyebabnya, hampir semua logistik dibawa melalui jalur udara, karena tidak adanya jalur darat yang memadai disana.

“Tak mengherankan ketika satu karung semen dijual Rp 1 jutaan, karena dibawa lewat pesawat,” tuturnya.

Ditambahkannya, sisi konsumsi sehari-hari juga menyebabkan Batam masuk masuk dalam kota dengan biaya hidup tertinggi. Hampir 95 persen kebutuhan masyarakat Batam didatangkan dari luar daerah.

“Sebagai kota industri, itu sebabnya harga manufaktur lebih rendah. Sedangkan kebutuhan lebih mahal dibanding daerah lain,” paparnya.

Selanjutnya kata Panusunan, Batam bukanlah daerah penghasil kebutuhan sembilan bahan pokok. Kebanyakan didatangkan dari luar daerah Batam dan ini membutuhkan biaya tambahan transportasi. Itulah mengapa harga sembako di Batam jauh lebih mahal dibanding daerah lain. Sementara kebutuhannya sendiri sangat tinggi.

“Yang paling dibutuhkan beras, memiliki andil 30 persen. Ketika beras langka dari luar daerah, harga menjadi tinggi,” ungkap Panusunan.

Selanjutnya rokok. Bagi daerah pinggiran di Batam, rokok lebih diutamakan dari biaya sekolah anaknya. Itulah mengapa ketika distribusi terganggu, harga melambung.

Panusunan sendiri tetap yakin posisi Batam dilima besar akan tetap kokoh pada survei 2017-2022 nanti. Sebab, survei lima tahun sebelumnya menjadi dasar penetapan inflasi hingga saat ini.

“Prediksi kita masih kategori tinggi. Itu makanya upah minimum kota (UMK) di Batam termasuk tinggi. Karena disesuaikan dengan biaya hidup yang juga tergolong tinggi,” katanya. (rng)