Jumat, 8 Mei 2026
Beranda blog Halaman 13254

Jalan Patimura Dilebarkan

0
Jalan Patimura akan dilebarkan dari 2,5 meter menjadi sekitar 5 meter. Pelebaran jalan ini menelan anggaran daerah Rp 1 miliar lebih. F.Syahid/Batam Pos.

batampos.co.id – Pemkab Kepulauan Anambas meningkatkan ruas jalan Patimura Tarempa. Peningkatan jalan kali ini yakni pelebaran jalan sekaligus menaikkan bangunan jalan dari yang sebelumnya.

Ruas jalan tersebut pada awalnya hanya sekitar 2,5 meter kini akan dilebarkan menjadi 5 meter dan dinaikkan sekitar 25 sentimeter dari yang sebelumnya.

Pelebaran jalan ini sekilas seperti mempersempit aliran sungai Sugi, tapi sejatinya justru dilebarkan sekitar 1,5 hingga 2 meter. Pasalnya jalan tersebut nantinya akan dibuat seperti pelantar sehingga di bawah jalan tersebut bisa dialiri air sungai.

“Bangunan batu miring pada jalan lama dibongkar supaya sungainya lebih lebar. Setelah di lebarkan sekitar 1,5 meter sampai 2 meter baru dibuat batu miring plus tiang penyangga jadi aliran sungainya lebih lebar,” ungkap kepala dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Kepulauan Anambas Effie Zjuhairi melalui staffnya Isa Hendra, Rabu (26/7).

Diakuinya meski ada pelebaran jalan. Namun pelabaran jalan itu diakuinya tidak bisa mengantisipasi banjir. Karena meski dilebarkan, jika air laut pasang, maka sungai tersebut akan tetap penuh.

“Pada dasarnya peningkatan jalan ini bukan mengantisipasi banjir tapi untuk peningkatan ruas jalan,” ungkap Isa.

Untuk membangun peningkatan ruas jalan tersebut cukup menguras uang daerah karena lebih dari Rp 1 miliar. “Pagunya Rp 1,3 miliar lebih sedangkan nilai kontraknya Rp 1,1 miliar,” jelasnya lagi.

Meski pekerjaan tersebut tergolong besar namun dirinya optimis pekerjaan tersebut bakalan rampung sebelum tahun berganti. Pasalnya saat ini kesiapan pemenang tender sudah bagus. Pekerjaan darat seperti rangka besi sudah siap tinggal pekerjaan di dalam air yakni pemasangan tiang bagian dalam sungai yang dilakukan pada saat air laut surut.

“Kalau air laut surut baru bisa dikerjakan. Kalau malam hari surut, maka malam harir itulah pekerjaan itu dikerjakan,” ungkapnya. (sya)

Para Pelaku UMKM Lirik RKB

0
Salah seorang pembeli saat berkunjung ke RKB, tepatnya di stan pelaku UMKM yang memajang aneka makanan seperti kerupuk ikan di Coastal Area. F. Tri Haryono /Batam Pos.

batampos.co.id – Rumah Kreatif BUMN (RKB) yang dibangun oleh BNI Cabang Tanjungbalai Karimun, salah satu BUMN, yang terletak di Coastal Area hall A sudah mulai terlihat hasilnya. Para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Karimun, sudah mulai melirik RKB tersebut sebagai tempat promosi berbagai produknya. Selain secara tradisional, yaitu menitipkan hasil produknya ke beberapa toko maupun mini market dan warung tradisional maupun jual secara langsung.

”Alhamdulillah, ada beberapa pelaku UMKM yang sudah memasukkan barang dagangannya melalui RKB. Dan rata-rata produk makanan olahan, serta hasil kerajinan,” jelas Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, UKM dan ESDM Karimun M Yosli, kemarin (26/7).

Lanjutnya, beberapa pelaku UMKM mengatakan keberadaan RKB tersebut cukup membantu dalam pemasaran produknya. Secara otomatis bisa menambah omzet penjualan, serta bisa meningkatkan produksi barang dagangan. Namun demikian, pihaknya tetap terus mengajak para pelaku UMKM agar memanfaatkan RKB sebagai tempat untuk promosi.

”Intinya sih, kita ingin mengajak para UMKM untuk memanfaatkan teknologi canggih yang sudah disediakan oleh BUMN,” tuturnya.

Sementara produk yang sudah ditawarkan secara digital yaitu kerupuk ikan, dodol rumput laut, deram-deram dan produk jeli dari bahan baku rumput laut. Sedangkan, hasil kerajinan tangan juga ada seperti bunga stoking, lukisan kayu, kerajinan koran bekas, cermin bingkai batok kelapa dan sebagainya.

”Di sini kita juga tetap, akan melakukan pelatihan-pelatihan terhadap UMKM melalui BUMN. Agar, UMKM nantinya benar-benar bisa mengembangkan usahanya melalui ekonomi digital,” kata Yosli lagi.

Terpisah salah seorang pelaku UMKM Bona mengungkapkan, dirinya merasa terbantu dengan adanya RKB dalam mempromosikan produknya. Sejak dipromosikan, permintaan produknya terus bertambah setiap bulannya dari berbagai daerah.

”Biasanya tetap setiap bulannya, kita produksi kerupuk ikan. Lumayanlah, produk kita sudah banyak di kenal di luar daerah Karimun,” singkatnya.

Sedangkan pantauan di RKB selain produk UMKM dipasarkan melalui internet, ada juga produk-produk UMKM yang dipajang langsung. ” Lumayan bang, sambil lewat saya disini beli makanan ringan di sini,” ucap salah seorang pengunjung. (tri)

Donasi Anda Ringankan Biaya Beban Sekolah

0
Direktur LAZ Masjid Raya Batam, Syarifuddin (tengah) menyerahkan simbolis bantuan kepada pelajar yang kurang mampu di Masjid Raya Batam, Batamcenter, Rabu (26/7). F-Wahyudin Nur/Batam Pos.

batampos.co.id – Lembaga Amil Zakat (LAZ) Masjid Raya Batam (MRB) menyerahkan bantuan Aku Bisa Sekolah kepada anak-anak yang kurang mampu bersekolah, di Masjid Raya Batam, Batam Center, Rabu (26/7).

Program ini merupakan rangkaian program Peduli Pendidikan yang diselenggarakan bertepatan setiap tahun ajaran baru sekolah. Sepanjang LAZ MRB berdiri, program ini telah membantu kurang lebih 300 penerima bantuan di setiap penyelenggaraannya.

Para penyerahan pertama ini, sebanyak 20 anak yang didampingi orangtuanya langsung mendapatkan bantuan uang tunai yang bersumber dari donasi Muzakki LAZ MRB, zakat, infaq dan donasi dari instansi lain.

“Tahun ini sudah ada 120 orang yang mengajukan diri untuk menerima bantuan ini. Kami masih membuka donasi dan penerima bantuannya,” kata Direktur LAZ Masjid Raya Batam, Syarifuddin.

Ia mengatakan untuk calon penerima bantuan cukup datang ke LAZ MRB dengan membawa fotocopy KTP, KK dan surat keterangan tidak mampu dari Mushala setempat. “Bagi masyarakat yang ingin mendonasikan hartanya juga bisa langsung ke LAZ MRB,” ucapnya.

Syarifuddin memaparkan tujuan program ini adalah meringankan beban biaya sekolah bagi warga yang kurang mampu. Meskipun tidak menyelesaikan masalah mereka, bantuan ini dapat digunakan untuk dana pendidikan, membeli seragam dan perlengkapan sekolah.

Bantuan ini tidak hanya disalurkan kepada anak yang bersekolah di swasta saja, namun juga yang bersekolah di negeri. “Namun nilainya yang berbeda, karena kita ketahui yang bersekolah swasta memiliki kebutuhan lebih banyak,” terangnya.

Masih dalam rangkaian program Peduli Pendidikan, LAZ MRB juga akan mengadakan safari mobil pintar ke sekolah-sekolah yang dinilai kurang memadai perpustakaannya. “Minggu depan akan kita gelar, kita harapkan pelajar bisa sedikit terfasilitasi pendidikannya dengna mobil pintar ini,” tutupnya. (cr18)

Hanya Ada Enam, CCTv di Jalan Perlu Ditambah

0

batampos.co.id – Polres Karimun bersama Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Karimun membentuk Forum Lalu lintas dan Angkutan Jalan (FLAJ) untuk membahas berbagai permasalahan lalu lintas dan angkutan. Sehingga, permasalahan tersebut bisa langsung diakomodir dan diselesaikan.

”Kita mengajak untuk membentuk FLAJ ini tidak lain untuk menciptakan situasi di jalan menjadi aman dan tertib bagi siapa saja yang menggunakannya. Untuk itu, setelah dibentuk kita langsung membahas apa hal-hal yang harus diselesaikan berkjaitan dengan jalan. Yakni, penambahan CCTV di beberapa titik ruas jalan yang ada di Tanjungbalai Karimun,” ujar Kapolres Karimun, AKBP Agus Fajaruddin kepada Batam Pos, Rabu (26/7).

Saat ini, kata Kapolres, CCTv termasuk salah satu sarana pendukung yang penting dan merupakan kebutuhan. Dengan menambah memasang CCTv yang tersambung dengan server yang sudah ditetapkan, selain bisa melakukan pemantauan terhadap kondisi lalu lintas, juga dapat membantu proses penyelidikan. Misalnya, terjadi Lakalantas atau tindak kriminal di jalan yang terekam CCTv.

Kepala Dishub Kabupaten Karimun, Fajar Horizon menyatakan, tujuan akhirnya melalui FLAJ ini menciptakan Tanjungbalai sebagai smart city.

”Dengan adanya forum ini dapat mempercepat proses untuk menyelesaikan permasalahan lalu lintas dan angkutan jalan dengan mengeluarkan rekomendasi untuk disampaikan ke Bupati Karimun. Misalnya, masalah CCTv, kemungkinan bisa ditambah secara bertahap dengan menyediakan anggaran,” ungkapnya. (san)

Kadis DKP Minta Mesin Pengolah Sampah Ditambah

0

batampos.co.id – Jumlah sampah yang dihasilkan dari rumah tangga, hotel dan restoran setiap harinya terus bertambah. Namun, mesin yang mengolah sampah di tempat pembuangan akhir (TPA) hanya ada satu unit. Sehingga, sampah yang dibawa ke TPA tidak menumpuk.

”Memang, jumlah sampah yang dihasilkan per hari tidak sebanyak pada saat Ramadan lalu. Jika pada Ramadan rata-rata per hari sampah mencapai 43 ton, tapi sekarang berkisar 39 ton sampai 40 ton saja. Meski demikian, untuk mempercepat proses pengolahan sampah di TPA memang diperlukan mesin pengolahan sampah lagi,” ujar Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kabupaten Karimun, Rosmawati, Rabu (26/7).

Komposter atau mesin pengolah sampah, kata Rosmawati, yang ada di TPA hanya ada satu unit dan itu merupakan mesin pertama sejak dibuka lahan TPA milik pemerintah. Sehingga, perlu ditambah satu lagi. Untuk itu, pihaknya sudah menyusun rencana untuk dimasukkan ke dalam APBD 2018 untuk menambah satu lagi mesin komposter. Sehingga, dalam sehari bisa mempercepat pengolahan sampah menjadi kompos.

Disinggung tentang banyaknya dump atau bak pengangkut sampah yang rusak, Rosmawati menjelaskan, pihaknya beberapa bulan lalu memang sudah ada laporan yang masuk kepada pihaknya, sehingga, pada saat itu langsung dianggarkan. ”Ada lima bak sampah baru yang sudah siap dan akan menggantikan bak sampah yang sudah rusak,” ungkapnya.

Dia juga berpesan agar masyarakat Karimun dapat selalu menjaga kebersihan. Tidak membuang sampah sembarangan. Gunakan tempat sampah yang ada sebagai tempat pembuangan. Yang terpenting lagi, dengan menjaga kebersihan, sudah tentu akan lebih memberikan kenyamanan dan kesehatan. (san)

DPRKPKP Akan Bangun Toilet Seharga Rp 185 Juta

0
Gedung Gonggong yang jadi ikon Tanjungpinang dilihat dari laut. Gedung ini kini menjadi magnit baru bagi warga dan wisatawan yang datang ke Tanjungpinang. Foto: Fatih Muftih / Batam Pos.

batampos.co.id – Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Pemukiman, Kebersihan dan Pertamanan (DPRKPKP) Tanjungpinang, Muhammad Yatim mengatakan akan membangun dua toilet umum di Laman Boenda, Tepi Laut. Pembangunan kedua toilet itu akan dilaksanakan mulai Agustus mendatang.

“Banyak warga atau wisatawan yang kesulitan buang air besar atau kecil saat berrekreasi disana. Maka untuk menjawab keluhan itu kami akan bangun dua unit toilet umum,” ujar Yatim, kemarin.

Pembangunan dua unit toilet umum itu, kata Yatim dari alokasi dana APBD 2017 sebesar Rp 185 juta. Jadi masing-masing toilet akan menelan anggaran sebesar Rp 92,5 juta.

Dalam toilet tersebut, lanjut Yatim memliki berbagai fasilitas lengkap. Seperti lampu yang terang benderang, air bersih yang terus mengucur selama 24 jam dan alat pendukung lainnya.

“Pelelangannya sudah. Jadi tinggal pengerjaannya saja. Semoga bisa rampung sesuai tenggat waktunya,” bebernya.

Yatim berharap dengan adanya toilet tersebut masyarakat tidak lagi buang air kecil sembarangan. Kemudian juga diminta menjaga kebersihan selama menggunakan toilet tersebut.

“Disana kami tempatkan petugas kebersihan juga. Sehingga toilet selalu bersih dan nyaman ketika pengunjung menggunakan,” ungkapnya. (ary)

Daftar Tunggu Haji di Bintan Capai 16 Tahun

0
Wabup Bintan Dalmasri Syam menyerahkan bingkisan secara simbolis dan memasang batik seragam bagi JCH di aula Kantor Bupati Bintan, Bintan Buyu, kemarin. F. Slamet/Batam Pos.

batampos.co.id – Ketua Pelaksana Pembekalan dan Pelepasan Jemaah Calon Haji (JCH) asal Kabupaten Bintan, Arusman Yusuf menuturkan, daftar tunggu JCH
di Kabupaten Bintan hingga tahun 2033 atau lamanya yang menunggu hingga
16 tahun. Kuota JCH yang dialokasikan dari Kementerian Agama (Kemenag) RI per tahun sekitar 70 Jemaah Calon Haji (JCH).

“Tinggal dikalikan. Kalau setahun sekitar 70 orang yang berangkat. Kalau 16 tahun?” kata Kabag Kesra Setdakab Bintan ini kepada Batam Pos usai Pembekalan dan Pelepasan JCH di Aula Kantor Bupati Bintan, Bintan Buyu, Rabu (26/7).

Arusman menjelaskan, daftar tunggu haji sesuai antrean sejak JCH mendaftar. Tidak ada JCH yang didahulukan keberangkatannya kecuali bila ada JCH yang membatalkan keberangkatan, mutasi ke daerah lainnya atau meninggal dunia. “Kalau di atasnya kosong, otomatis akan naik,” katanya.

Arusman menerangkan, masyarakat akan mendapatkan kursi setelah membayar uang pangkal sekitar Rp 25 juta dari total biaya haji saat ini sekitar Rp 32 juta. Setelah mendaftar, masyarakat akan langsung masuk di dalam daftar tunggu. Untuk biaya pelunasan haji dengan kekurangan sekitar Rp 7 juta masih kata Arusman biasanya dilakukan sebulan sebelum calon haji berangkat ke Tanah
Suci.

Ia menambahkan, sebenarnya biaya naik haji sekitar Rp 54 juta. Hanya yang dibayarkan seorang calon haji sebesar Rp 32 juta. Untuk sisanya disubsidi dari dana optimalisasi haji.
Tahun ini, Arusman menyampaikan, di Bintan awalnya ada sebanyak 73 jemaah calon haji yang akan berangkat. Hanya, 2 orang masuk di kursi cadangan dan tidak berangkat, 2 orang melakukan mutasi keberangkatan dari daerah lain, 1 orang meninggal dunia dan 2 orang lagi gagal berangkat. “Jadi tinggal 66 orang.

Itu sudah termasuk 1 orang tenaga pendamping haji,” tuturnya.
Wabup Bintan Dalmasri Syam berpesan agar CJH mempersiapkan mental, fisik dan kesehatan sebelum bertolak ke Batam dan bergabung dengan Jamaah Haji Kepri lainnya, Minggu (30/7).

“Laksanakan ibadah dengan ikhlas, semoga hal ini membawa keberkahan dan menjadi Haji yang Mabrur ” ujarnya.

Ketua Rombongan Iwan Mutaqim mengatakan, cuaca yang di atas 40 derajat celcius menjadi perhatian. Karena itu, jemaah calon haji harus membawa botol air dan selalu minum. “Per jam harus minum 100 mililiter,” katanya.

Ia juga mengingatkan kepada jemaah calon haji harus membawa obat-obatan agar ketika sakit sudah ada obatnya. “Di sana kemungkinan penyakit kan berbeda beda. Kalau pas sakit, jemaah calon haji setidaknya sudah tahu obatnya,” katanya. Di kesempatan itu, Dalmasri Syam secara simbolis menyerahkan bingkisan dan memasang Baju Batik Seragam bagi JCH. (cr21)

Gandeng KPKNL, Pemko Batam Nilaiulang 18 Aset yang Disewa Pihak Ketiga

0
Warga saat melintas di jembatan penyeberangan orang (JPO). Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos

batampos.co.id – Pemerintah Kota (Pemko) Batam menggandeng Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) akan menilai ulang 18 aset Pemko Batam yang kini dikelola pihak ketiga.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Batam Abdul Malik mengatakan penilaian aset ini dilakukan sebagai upaya menambah kas daerah.

“Kami nambah-nambah Kasda (Kas Daerah, red), dari sewa-sewaan (aset yang dikelola pihak ketiga, red) itu,” kata Malik.

Ia menyebutkan, aset-aset tersebut di antaranya, pemancar di atap Kantor Wali Kota Batam serta beberapa mesin ATM seperti yang berlokasi di RSUD Embung  Fatimah, kantor walikota Batam, kantor Dinas Pendidikan, juga mesin ATM di Gedung Bersama Batam Center.

“Kami manfaatkan juga Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Fanindo dan SP Plaza untuk pasang iklan. Sama tower yang di Tiban Asri kami nilai ulang juga,” ucapnya.

Ia menyampaikan, setelah penilaian ulang tersebut akan ada perjanjian baru dengan pihak pengelola yang selama ini menyewa aset tersebut.

“Kami perbaharui nilainya,” ucapnya.

Ditanya berapa kemungkinan berapa perubahan nilai sewa, Malik belum bisa memastikan. “Tarif yang lama juga saya lupa, nanti kami cek dulu,” ujarnya.

Sebelumnya, Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad berharap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mencari terobosan yang bisa mendongkrak pendapatan daerah. Harapan ini terkait perkiraan defisit yang hingga evaluasi terakhir mencapai Rp 242 miliar.

“Terutama untuk OPD penghasil,” kata Amsakar, Rabu (19/7) lalu. (cr13)

Terlantarkan Istri Termasuk KDRT

0

batampos.co.id – Kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) tercatat di Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) di Kabupaten Lingga ada dua kasus yang menonjol. Satu kasus di tahun lalu dan satu kasus lainnya pada Februari tahun ini dan dapat dimediasi oleh tim P2TP2A dan mencapai kata kesepakatan dengan perjanjian.

Kasus KDRT pada 2016, yakni terjadi di Tanah Sejuk, Kelurahan Dabo Lama. Kasus yang dikawal oleh P2TP2A akhirnya menjerat pelaku hingga menjalani hukuman tiga bulan 15 hari kurungan karena divonis bersalah.

Kasus KDRT ini terungkap dalam kegiatan sosialisasi UU penghapusan kekerasan dalam rumah tangga di Kecamatan Singkep yang digelar di Gedung Sanggar Praja, Selasa (25/7) pagi. Pada kesempatan itu hadir Ahmad Husaini sebagai pemateri.

Ahmad menjelaskan, KDRT adalah setiap perbuatan terhadap seseorang terutama perempuan yang berakibat timbulnya kesengsaraan atau penderitaan secara fisik, seksual, psikologis dan atau penelantaran rumah tangga termasuk ancaman untuk melakukan perbuatan, pemaksaan atau perampasan kemerdekaan secara melawan hukum dalam hidup rumah tangga.

“Hal tersebut tertera pada pasal 1 uu no 23 tahun 2004,” kata Ahmad.

Pada sosialisasi tersebut juga memberikan sesi tanyajawab kepada seluruh peserta yang hadir. Salah satu peserta bernama Lina menanyakan tentang mengatasi situasi yang dialami seorang istri yang banting tulang bekerja di rumah maupun di luar untuk mencukupi kebutuhan rumah tangga. Namun satu sisi suami hanya berpangku tangan.

Selain Lina, Suherman juga mengajukan pertanyaan apakah istri yang bekerja di luar rumah sedangkan suami hanya diam di rumah saja termasuk KDRT?

Pertanyaan tersebut dijawab, “jika di dalam rumah tangga tersebut adanya tindak kekerasan baik fisik, psikis maupun hal lain itu sudah termasuk kekerasan tangga. Sedangkan dalam hal penelantaran kita lihat arahnya kemana jika penelantaran itu memang sudah berlebihan maka kita harus melaporkannya ke polisi,” kata Ahmad. (wsa)

Bacaan untuk Remaja, Tim Gabungan akan …

0
Anggota polisi berjaga-jaga di kantor Polsek Batuaji karena warga hendak mendemo Polsek tersebut, Senin (24/7). Didemonya Polsek tersebut karena salah satu dari mereka ditahan polisi. F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Menyikapi informasi dari masyarakat yang semakin resah dengan aksi kejahatan jalanan, polisi bersama dengan TNI, Ditpam dan Satpol PP menggelar operasi gabungan di sejumlah titik yang rawan dengan aksi kejahatan jalanan seperti begal dan jambret.

Kabag Ops Polresta Barelang Kompol Agus Joko mengatakan, patroli gabungan ini dilakukan untuk menindak lanjuti laporan dari masyarakat yang mengatakan bahwa kasus penjambretan dan begal semakin marak terjadi di Batam.

“Sejauh ini begal dan jambret dikatakan marak di Batam. Oleh karena itu, mulai malam ini dilakukan patroli gabungan dengan instansi terkait,” ujar Agus sebelum memimpin apel persiapan patroli, Selasa (25/7) malam.

Dijelaskan Agus, tujuan utama patroli gabungan ini adalah untuk menciptakan suasa yang aman dan nyaman bagi masyarakat Batam. Terutama bagi masyrakat yang masih melakukan aktivitas pada malam hari.

“Sasaran utama operasi kita adalah begal dan jambret. Kita ingin menciptakan keamanan dan kenyamanan kepada masyarakat di wilayah hukum Polresta Barelang dengan menutup kesempatan pelaku tindak pidana,” tuturnya.

Bagi pelaku kejahatan yang diamankan petugas, nantinya akan langsung dibawa ke Polresta Barelang untuk diproses selanjutnya.

“Akan langsung diamankan dan kita proses di Polres jika kedapatan,” ucapnya.

Pantauan Batam Pos, sebanyak 60 orang personil gabungan dilibatkan dalam operasi ini. Dari 60 personil itu, mereka dibagi menjadi dua tim. Tim pertama akan mengitari wilayah Nongsa dan Nagoya. Sementara, tim kedua akan mengitari wilayah Batuaji dan Sekupang.

Tim yang melewati Batuaji dan Sekupang, diharapkan untuk lebih meperhatikan sejumlah titik rawan. Diantaranya, tanjakan bukit Daeng, Piayu, Taman Makan Pahlawan (TMP) Bulang Gebang, Temiang hingga Tiban.

Sejumlah remaja yang kedapatan sedang ngumpul di Taman Makam Pahlawan (TMP) Bulang Gebang langsung dilakukan pemeriksaan oleh petugas. Satu per satu dari mereka tidak luput dari pemeriksaan. Mulai dari pemeriksaan badan, hingga pemeriksaan di bagasi sepeda motor.

Dikarenakan tidak ada ditemukan barang-barang mencurigan, selanjutnya mereka diminta untuk langsung pulang. Usai dari sana, selanjutnya petugas melanjutkan perjalanan menuju Sekupang dengan melewati jalur Temiang yang rawan dengan aksi begal dan jambret.

Di sepanjang jalan Temiang tampak sepi, terlihat hanya satu per satu kendaraan yang melewati jalanan ini. Tidak tampak pengendara yang mencurigan disana. Tim gabungan pun melanjutkan menyisir kawasan Sekupang. Mulai dari taman kolam Sekupang hingga kawasan Tiban.

Lagi-lagi, tim gabungan juga tidak menemukan sesuatu yang mencurigakan dan kembali lagi ke titik kumpul semula di Polresta Barelang.

“Karena wilayahnya luas, makanya kita bagi menjadi dua tim. Dari hasil patroli ini, tidak kita temukan adanya sesuatu yang mencurigan. Selanjutnya, patroli ini akan terus kita laksanakan sampai batas waktu yang tidak bisa ditentukan,” imbuh Agus Joko. (cr1)