Jumat, 8 Mei 2026
Beranda blog Halaman 13274

Yusrizal Perkirakan KMP Paray Operasi Pekan Depan 

0
Suasana di Pelabuhan Jago sebagai salah satu Pelabuhan di Kabupaten Lingga yang paling aktif. F Wijaya Satria/Batam Pos

batampos.co.id -Yusrizal memperkirakan kapal Roll On Roll Off (Roro) KMP Paray dengan rute Dabo – Daik dan sebaliknya akan kembali beroperasi melayani masyarakat Bunda Tanah Melayu Minggu depan setelah menjalani perbaikan atau docking kapal.

“Biasanya kapal roro memerlukan waktu tiga minggu atau lebih untuk proses docking kapal. Kalau tidak salah Paray sudah dua pekan lebih menjalani proses docking,” ujar Yusrizal ketika dihubungi Batam Pos, Kamis (20/7) siang.
Ke depan, lanjut Yusrizal, KMP Paray akan melayani penyeberangan antar pulau yakni Pulau Singkep dan Pulau Lingga sebanyak dua kali dalam sehari. Dari Pelabuhan Jagoh ke Daik Lingga dan kembali lagi hingga dua kali pulang pergi (PP) dalam satu hari.
“Sampai hari ini, rute Roro Jagoh-Penarik masih tetap dua trip sehari. Kami minta ASDP mempertahankan kebijakan penambahan jam pelayaran pada rute ini,” tutupnya
Selain Docking, masih Yusrizal, tidak beroperasinya KMP Paray sekaligus untuk memperpanjang izin pelayaran yang telah habis pada 7 Juli tahun ini. Namun diperkirakan, KMP Paray akan beroperasi kembali setelah mengurus seluruh perizinan dan layak berlayar kembali.
“Walau KMP Paray termasuk kapal yang terbilang berumur tua namun perannya melayani masyarakat sangat membantu,” kata Yusrizal.
Hal tersebut telah terbukti saat momen libur panjang Idulfitri lalu, KMP Paray membuktikan peran pentingnya melayani kebutuhan masyarakat di dua pulau besar Kabupaten Lingga. Kapal terus-menerus disesaki penumpang meskipun pihak ASDP menambah trip pelayaran kapal itu menjadi dua trip setiap hari.
Selama tidak beroperasi KMP Paray, penumpang yang membutuhkan armada penyeberangan terpaksa menggunakan speed yang ada. Sehigga peran KMP Paray masih sangat dibutuhkan bagi masyarakat Kabupaten Lingga. (wsa)

Dua Investor Asing Lirik Pengelolaan Air Bersih di Batam

0
ilustrasi

batampos.co.id – Sejumlah investor beminat mengelola air bersih di Batam menyusul akan berakhirnya masa konsesi PT Adhya Tirta Batam (ATB) pada 2020 mendatang. Dari tujuh yang sudah menyatakan keinginannya, dua di antaranya merupakan investor asing dari Jepang dan Korea.

“Ada juga investor lokal yang datang dari Jakarta,” Deputi IV Badan Pengusahaan (BP) Batam, Purba Robert Sianipar, Kamis (20/7).

Robert menjelaskan, masa konsesi pengelolaan air bersih oleh ATB memang baru berakhir pada 2020 nanti. Namun pihak BP Batam sudah akan menggelar lelang konsesi pengelolaan air bersih itu pada akhir 2018 atau awal 2019. Sejauh ini, sudah ada tujuh investor dari dalam dan luar negeri yang menyatakan ketertarikannya untuk ikut lelang.

Sayangnya, Robert masih merahasiakan nama-nama perusahaan yang berminat menggantikan ATB tersebut. Ia hanya memastikan, proses lelang akan digelar secara terbuka dan transparan.

Semua pihak yang memenuhi kualifikasi bisa mengikuti lelang. Termasuk PT ATB, juga bisa menjadi peserta.

Ditanya soal peluang, Robert menyebut siapapun memiliki kesempatan yang sama untuk memenangkan lelang. Namun ia menyinggung soal peluang PT ATB yang masih terbuka lebar untuk melanjutkan konsesi pengelolaan air bersih di Batam.

“Mereka sudah punya pengalaman yang dibutuhkan untuk mengelola air di Batam,” jelasnya.

Robert juga memuji kinerja PT ATB yang sudah 22 tahun mengelola air bersih di Batam. Menurutnya, ATB sudah bekerja dengan sangat baik dengan tingkat distribusi air mencapai 98 persen dan tingkat kebocoran di bawah 15 persen.

“Memang pada awalnya pengelola air akan merugi nantinya. ATB saja merugi selama 8 tahun terlebih dahulu,” ungkapnya.

Sedangkan bagi investor asing yang berniat mengikuti lelang, mereka harus mengajak partner lokal sesuai dengan peraturan dari Badan Koordinasi Penanaman Modal untuk bisa berinvestasi di Indonesia.

Sebelum lelang, BP Batam akan mempersiapkan tim evaluasi akhir kontrak kerja ATB. Tim tersebut terdiri dari BP Batam dan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. “Dan selanjutnya meminta Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk melakukan audit terhadap ATB. Tim ini sudah mulai bergerak,” jelasnya lagi.

Di ujung kontrak, seluruh aset ATB yang diperkirakan telah mencapai Rp 1 triliun akan kembali ke BP Batam. Aset-aset tersebut antara lain berupa pipa air, jaringan pipa baru, Water Treatmant Plant (WTP), dan sarana lainnya.

“Semua akan kembali ke BP Batam,” kata Robert.

Robert mengakui bahwa BP Batam tak bisa sepenuhnya mengelola air bersih karena tugas pokok dan fungsi utamanya adalah mempercepat investasi di Batam. “Kontrol tetap di BP Batam dan pengelolaan air dan distribusinya dipercayakan kepada pihak swasta yang akan berperan seperti sebuah Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) di Batam,” jelasnya.

Untuk diketahui, PT ATB memegang konsesi pengelolaan air bersih di Batam sejak 17 April 1995. Dengan masa konsesi 25 tahun, maka kontrak dengan BP Batam itu akan berakhir pada 17 April 2020 mendatang. PT ATB sendiri merupakan konsorsium yang terdiri dari Biwater Internasional, PT Bangun Cipta Kontraktor, dan PT Syabata Cemerlang.

Sementara Corporate Communication Manager ATB, Enriqo Moreno, mengaku optimistis bisa bersaing dengan peserla lelang konsesi pengelolaan air bersih Batam pada 2018 mendatang. Dia mengklaim, selama ini PT ATB berhasil mengelola dan mendistribusikan air bersih di Batam dengan cukup baik.

“Selain punya pengalaman, kami juga punya prestasi,” kata Enriqo, tadi malam.

Dia menyebut, standar pengelolaan air bersih oleh ATB tidak hanya diakui sebagai salah satu yang terbaik di dalam negeri. Bahkan di tingkat Asia Tenggara, ATB juga mencatatkan sederet capaian prestasi dalam mengelola air bersih.

Selain itu, lanjut Enriqo, ATB sudah cukup mengenal karakter Batam. Baik dari karakter pelanggan, karakter dan kualitas air baku, karakter alam, dan sebagainya. Sehingga PT ATB tidak kesulitan dalam mengelola air bersih.

Ditanya soal jangkauan distribusi, saat ini layanan ATB sudah mencapai 99,5 persen. Artinya, hampir semua wilayah di Batam telah dijangkau pipa air bersih ATB.

“Kami harus optimis, dan berharap masih mendapat kepercayaan melanjutkan konsesi,” katanya. (leo)

Kemenag Kepri Dipangkas Rp 5 M

0
Marwin Jamal. Foto:jailani/batampos
batampos.co.id – Kementerian Agama Wilayah Kepulauan
Riau terkena pemangkasan anggaran sebesar Rp 5 miliar pada
tahun ini. Hal ini merupakan imbas dari efisiensi belanja
Kementerian Agama RI yang disebutkan mencapai Rp 1,3
triliun.
Kepala Kanwil Kemenag Kepri, Marwin Jamal membenarkan
kabar tersebut. Ia tak menampik, pemangkasan ini merupakan
imbas dari putusan di pemerintah pusat. “Karena itu juga,
pasti akan berpengaruh ke daerah sampai ke tingkat
kabupaten/kota,” ungkap Marwin, Kamis (20/7) kemarin.
Marwin merincikan, pemangkasan Rp 5 miliar itu terdiri
dari Rp 2 miliar untuk lingkungan kerjanya dan Rp 3 miliar
hasil gabungan seluruh kabupaten kota. Tak pelak
pemangkasan ini juga berimbas pada kemampuan pembiyaan
belanja dan sejumlah agenda. Setidaknya ada enam agenda
yang dibatalkan. Mulai dari sosialisasi, pembinaan, serta
pengurangan anggaran belanja barang, kegiatan dan
pengadaan.
Kendati begitu, anggaran untuk rehabilitasi ruang kelas
belajar masih jadi prioritas. Sebab kebutuhan itu, kata
Marwin, terbilang mendesak dan tidak mungkin
ditunda-tunda.
“Kalau sosialisasi dan pembinaan masih bisalah ditunda. Tapi kalau ruang kelas bagaimana nanti anak-anak madrasah mau belajar,” tegas Marwin.
Sebelumnya, sebagaimana diberitakan Jawa Pos (Batam Pos
Group), Menteri Agama Lukman Syaifudin, menyatakan total
efisiensi anggaran Kemenag pada pertengahan tahun ini
mencapai Rp 1,3 triliun. Lukman meminta kepada seluruh
jajaran Kemenag di daerah agar pemangkasan hanya dilakukan
berkenaan kegiatan belanja dan pembinaan.
“Jadi tidak sampai berpengaruh pada masyarakat,” tegasnya.
(aya)

Pajak PJU Sumbang PAD Rp 8,66 Miliar

0
Seorang pekerja memperbaiki lampu jalan Dompak, beberapa waktu lalu. F.Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Tanjungpinang merilis pendapatan pajak terbesar tahun ini disumbangkan dari pajak Penerangan Jalan Umum (PJU). Mulai dari Januari-Mei, PJU yang tersebar di empat kecamatan mampu menyumbangkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp 8.665.098.185.

Kepala BPPRD Tanjungpinang, Adnan mengatakan ada 12 sektor penarikan pajak yang diunggulkan untuk bekontribusi ke PAD Tanjungpinang. Namun dari kesemuanya, hanya pajak PJU yang menonjol dan perolehannya sangat luar biasa.

“Selama lima bulan saja bisa mencapai Rp 8,66 miliar lebih. Bayangkan kalau sampai akhir tahun, capaiannya bisa belasan miliar. Pendapatannya sangat luar biasa kan,” ujar Adnan, Kamis (20/7).

Rincian pajak PJU ini, kata Adnan mulai dari Januari pendapatan mencapai Rp 1.741.753.523. Kemudian, Februari mencapai Rp 1.692.480.900, dan Maret mencapai Rp 1.741.836.348. Lalu, April pendapatannya mencapai Rp 1.694.943.452. Terakhir, Mei pajak yang terealisasi sebesar Rp 1.794.084.185.

Sedangkan 11 pajak lainnya, lanjut Adnan hanya mampu berkontribusi dibawah Rp 5 miliar. Diantaranya pajak hiburan, reklame, hotel, restoran, mineral bukan logam, serta sektor bantuan dari lainnya. Yaitu pajak PBB, BPHTB, tanah timbunan, parkir, sarang burung walet dan air tanah.

“Kami tak muluk-muluk, sampai akhir tahun ini ditargetkan pendapatan pajak bisa mencapai Rp 17 miliar. Itu hanya pendapatan PJU saja belum lainnya,” bebernya.

Terpisah, Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Pemukiman, Kebersihan dan Pertamanan (DPRKPKP) Tanjungpinang, Muhammad Yatim mengaku akan mendukung pendapatan pajak PJU. Dinasnya akan membuat jalanan di seluruh kota terang benderang.

“Kami mengalokasikan dana sebesar Rp 659 juta. Dana dari APBD 2017 itu untuk biaya pemeliharaan PJU diempat kecamatan selama setahun,” katanya.

Besaran dana itu, kata Yatim diperuntukan pemeliharaan PJU di Kecamatan Bukit Bestari sebesar Rp 146 juta, dan PJU di Kecamatan Tanjungpinang Kota dialokasikan Rp 171 juta.

Berikutnya, PJU di Kecamatan Tanjungpinang Barat dialokasikan Rp 171 juta dan PJU di Kecamatan Tanjungpinang Timur dikucurkan Rp 171 juta juga.

“Jadi mulai dari penerangan di jalan persimpangan, perkotaan sampai perkampungan harus terang benderang. Apabila ada yang rusak atau mati akan segera diperbaiki,” ungkapnya.(ary)

Menpar Arief Yahya Luncurkan Jember Fashion Carnaval 2017

0

Menteri Pariwisata Arief Yahya meluncurkan Jember Fashion Carnaval (JFC) 2017 di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona Jakarta, kantor Kemenpar, Kamis (20/7).

Hadir dalam Launching JFC 2017 ini, selain Menteri Pariwisata Arief Yahya, ada Bupati Jember Faida, Sekda Jember Mirfano, Kadispar Jember Arief Tjahyono, dan Presiden Jember Fashion Carnaval Dynand Fariz.

Selain itu juga hadir dua model JFC yang mewakili Indonesia Kezia Warouw, Puteri Indonesia 2016 yang mengenakan National Costume “Garuda Unity in Diversity” atau Bhinneka Tunggal Ika, karya Dynand Fariz dan masuk sebagai Top-5 National Costume di ajang Miss Universe 2017 di Filipina. Satunya lagi Dikna Faradiba, yang menyabet 4 Awards sekaligus saat mengenakan kostum karya Dynand Fariz : Best National Costume Miss Tourism International 2016, Miss Glowing Glojas Tourism International 2016, Most Prolific in Social Media, serta Miss Southeast Asia Tourism Ambassador 2016/2017. Dikna masuk top 5 juga dalam Miss Tourism International 2016, di Malaysia akhir tahun lalu.

Menpar Arief Yahya menyebut, karnaval ini sudah mengangkat kota Jember dan pantas menjadin Kota Karnaval Dunia dengan sederet prestasinya. Event tahunan JFC digelar untuk ke-16 kalinya pada tahun ini di Kota Jember, Jawa Timur, akan dihelat pada 9-13 Agustus 2017 dengan usungan tema “Victory Unity in Diversity”.

Menariknya, penyelenggaraan tahun ini sekaligus akan menjadi momen ditetapkannya Jember sebagai Kota Karnaval setaraf dengan kota-kota karnaval internasional lainnya seperti Rio de Janeiro, Brazil.

Menpar Arief Yahya mengatakan, JFC sudah berkiprah selama 16 tahun dan menginspirasi banyak karnaval di Tanah Air serta memiliki sederet prestasi internasional sehingga sangat layak dipromosikan ke tingkat global. “Semua orang mengakui JFC berkelas dunia. Untuk mewujudkan itu, Kemenpar menetapkan Jember sebagai Kota Karnaval,” kata Arief Yahya.

Penetapan sebagai Kota Karnaval melalui Surat Keputusan (SK) Menpar itu dalam rangka mengangkat Jember go international. “Jika JFC ingin bersaing di level global harus menyatukan langkah dalam Indonesia Incorporated . Untuk ini, Kota Jember harus di-set menjadi Kota Karnaval berkelas dunia,” tambah Arief Yahya.

Dari sisi cultural value, menurut Arief Yahya, kreativitas JFC sudah layak dijadikan magnet untuk mendatangkan wisatawan mancanegara (wisman). Namun, dari commercial value atau financial value  masih belum terlalu menarik karena belum bisa dikapitalisasi dengan baik.

“Dengan menjadikan sebagai Kota Karnaval berkelas dunia, sisi commercial value atau financial value-nya dapat dinaikkan,” lugas  Arief Yahya.

Dari sisi cultural value, kreativitas JFC sudah diakui dunia. Hal ini terbukti dengan diraihnya sederet penghargaan internasional berupa best national costume dengan inspirasi dari berbagai daerah di Tanah Air. Di antaranya Bali (Best National Vostume Mister International 2010 di Indonesia), Toraja Karembau (Best National Costume Man Hunt International 2011 di Korea Selatan), Papua (Best National Costume Mister Universe Model di Republika Dominica), Borneo (Best National Costume Miss Supranational 2014 di Polandia).

Selain itu, Lampung (Best National Costume Miss International 2014 di Tokyo, Jepang dan Best National Costume Miss Grand International 2016 di Las vegas, USA), Toraja Tongkonan (Best National Costume Miss Supranational 2015 di Polandia), Borobudur (Best National Costume Miss Universe 2015 di Florida,USA), Betawi (Best National Costume Miss Tourism International 2016 di Malaysia), dan Garuda (Top 5 National Costume Miss Universe 2016 di Filipina).

Dalam sambutannya, Bupati Jember Faida mengatakan, berkat JFC selama ini, terbukti turut mendorong perekonomian di Jember. Bahkan, event ini juga telah menginspirasi berbagai kalangan masyarakat di Jember dan sekitarnya.

“Masyarakat antusias menyambut Jember Fashion Carnaval, mereka turut berkreatif dan terbukti ekonomi bergerak. Terima kasih pada panitia yang memberikan peluang pada masyarakat umum. Bahkan warga jember yang berkebutuhan khusus dan pasien operasi bibir sumbing turut terlibat dalam event ini. Mereka jadi lebih percaya diri,” ungkap Faida.

Founder sekaligus sebagai Presiden Jember Fashion Carnaval (JFC) Dynand Fariz mengatakan bahwa tema JFC ke-16 tahun ini, yakni “Victory Unity in Diversity”,  melambangkan kemenangan Indonesia. Kemenangan diraih dalam berbagai kompetisi dunia yang diikuti oleh 50 hingga 80 negara berupa best national costume male dan female peagant.

“Victory juga menggambarkan kemenangan atas keberhasilan bangsa Indonesia menyatukan berbagai perbedaan (Bhinneka Tunggal Ika) ke dalam bingkai NKRI,” kata Dynand Fariz yang juga sebagai Ketua Asosiasi Karnaval Indonesia (AKARI).

Selain itu, untuk mendukung Asian Games 2018 yang akan di helat di Palembang, Sumatera Selatan, dalam pembukaan JFC 2017 akan mengambil tema Sumatera Selatan Empire. “Tahun ini saya terinspirasi Sumatera Selatan Empire untuk pembukaan, kemegahan negeri Sriwijaya sungguh luar biasa,” kata Dynand.

Selama 16 tahun JFC berkiprah, menurut Dynand Fariz, telah diperoleh sekitar 12-13 penghargaan internasional. Di antaranya dalam ajang  International Carnaval de Victoria 2016 di Seychelles-Afrika yang hanya kalah dengan Notting Hill (USA) dan (Reunion) Prancis sekaligus sebagai satu-satunya negara di Asia yang berhasil masuk peringkat tiga besar.

Penyelenggaraan JFC ke-16 akan dimeriahkan dengan acara pembukaan berupa defile yang menampilkan antara lain para penari dan pemain gamelan Sriwijaya yang merupakan dukungan dari Pemprov Sumatera Selatan. Dilanjutkan dengan JFC International Exhibition, JFC International Conference, JFC Kids Carnival, JFC Artwear Carnival, Wonderful Archipelago Carnival Indonesia (WACI), dan ditutup dengan JFC Grand Carnival.(*)

Polisi dan Wartawan Perkuat Kerjasama

0
AKBP Ardiyanto. F.Yusnadi/Batam Pos.

batampos.co.id – Guna  memperkuat sinergitas serta hubungan harmonis sebagai mitra strategis polisi, sejumlah wartawan yang bertugas di Kota Tanjungpinang melakukan penandatanganan kerjasama di Mapolres Tanjungpinang, Kamis (20/7).

Kapolres Tanjungpinang, AKBP Ardiyanto Tedjo Baskoro mengatakan, pemantapan kerjasama tersebut sangat penting, terutama terkait dengan saling memberi informasi, juga menyuguhkan informasi yang benar dan positif kepada masyarakat.

“Hubungan antara Polres Tanjungpinang dan wartawan harus berjalan dengan baik, saling berkoordinasi, berinteraksi, dalam memberikan  informasi, kritik serta saran terkait kinerja polisi,” ujarnya.

Sebagai langkah dan tindak lanjut kerjasama, Polres Tanjungpinang akan menyiapkan Balai Wartawan yang berfungsi sebagai sarana dan prasarana penunjang kerja wartawan dalam membuat berita yang berkualitas.

“Kerjasama ini diharapkan mampu memberikan kontribusi yang positif bagi polisi, wartawan dan Kota Tanjungpinang,” katanya.

Ardiyanto menambahkan saat ini pihaknya juga tengah mengembangkan layanan publik berbasis android bernama Panic Button Tanjungpinang sebagai pengontrol kejadian atau tindak kejahatan yang terjadi ditengah masyarakat. Namun aplikasi tersebut belum berfungsi secara baik karena harus mendapatkan perbaikan.

“Kita masih menyempurnakan aplikasi tersebut, sebab aplikasi ini bersifat urgen, dengan mengklik, maka kita akan mengetahui kejadian yang ada di tengah masyarakat, jadi yang menggunakan aplikasi ini pun harus mencantumkan identitas resmi,” jelasnya.

Sementara itu, salah seorang perwakilan wartawan, Syaifullah menambahkan bahwa kerjasama tersebut bertujuan untuk memperjelas tugas dan fungsi masing-masing pihak, yakni Polres Tanjungpinang dan para wartawan sesuai Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.

“Kepolisian wajib memberikan informasi kepada masyarakat dan wartawan sebagai mitra kerja polisi tidak mengganggu proses penyidikan yang dilaksanakan pihak kepolisian, artinya kerjsama ini adalah mempererat hubungan antara Polres Tanjungpinang dengan wartawan,” pungkasnya. (odi)

Nias Selatan Gelar Surfing Contest di Pantai Sorake

0

Pemerintah Daerah (Pemda) Nias Selatan perkenalkan Pantai Sorake bersempena hari jadi Kabupaten Nias Selatan (Nisel) ke 14 untuk menarik kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara.

Dua even keren pun di create pada 25-28 Juli 2017. Satunya Nias Selatan Open Surfing Contest 2017 (NSOSC 2017). Satunya lagi Festival Lagu Daerah, Budaya, dan Tradisi Kabupaten Nias Selatan

Even-even keren tadi akan dilaksanakan di Pantai Sorake. Total hadiahnya, Rp 87 juta. Semua itu terselenggara atas kerjasama pemerintah daerah melalui Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Nias Selatan dengan Asosiasi Peselancar Nias Selatan (APNS) mengadakan Nias Selatan Open Surfing Contest (NSOSC) dan didukung Kementerian Pariwisata.

“Karena memang ombak lagi tinggi-tingginya, khususnya di Pantai Sorake, kami akan melaksanakan lomba selancar atau surfing yang terbuka bagi peselancar lokal dan mancanegara. Tentu, tujuan besarnya adalah meningkatkan jumlah kunjungan wisata, baik lokal maupun mancanegara, ke Nias Selatan,” ujar Plt Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga Nias Selatan Anggreani, Kamis (20/7).

Menurut Anggreani, kegiatan ini akan diadakan secara reguler setiap tahun sehingga para pencinta selancar serta wisatawan dari seluruh dunia bisa menikmati keindahan alam di Nias Selatan. Terakhir, lomba sejenis dilakukan tahun lalu pada pelaksanaan Pesta Ya’ahowu 2016.

Selain untuk memeriahkan peringatan hari jadi, NSOSC 2017 ini juga dimaksudkan guna menjaring bakat-bakat generasi muda Nias di bidang olahraga selancar sehingga mampu berkompetisi di tingkat nasional dan internasional pada masa mendatang.

“NSOSC 2017 akan dibagi dalam 3 divisi, yaitu Man Division (pria, 16 tahun keatas), Woman Division, dan Grommet (pria dan wanita),” sebut Anggreani.

Selain kegiatan NSOSC 2017, Pemkab Nias Selatan juga menggelar festival budaya dan tradisi, festival lagu daerah, dan adat istiadat Nias Selatan, seperti faluaya, famadaya harimao, lompat batu, tari moyo, dan fataelesa. Tradisi dan budaya ini adalah warisan leluhur Nias Selatan yang perlu terus dilestarikan.

Pantai Sorake merupakan surganya bagi pecinta surfing (bermain selancar). Pantai ini juga masuk dalam 10 besar tempat surfing terbaik di dunia bahkan disebut-sebut nomor 2 di dunia setelah Hawai. Di bulan Juni-Juli Pantai Sorake sangat ramai dikunjungi turis asing untuk berselancar karena ketinggian ombaknya bisa mencapai 10-12 meter.

Selain tempat favorit untuk selancar, pantai sorake ini sangat unik karena tidak ditemukan pasir yang melandai dimana pantai pada umumnya, yang ada adalah batu karang yang bertebaran. Terumbu karang yang ada dipantai ini sangatlah indah untuk dipandang. Kemudian, di sekitar pantai sudah terdapat penginapan dan hotel sehingga tidak perlu repot lagi.

Untuk menuju Pulau Nias melalui jalan laut, jarak yang harus di tempuh adalah kurang lebih 85 mil perjalanan laut atau 12 jam perjalanan laut dengan mengunakan kapal feri dari Kota Sibolga, Sumatera Utara menuju dermaga kapal Gunung Sitoli. Gunung Sitoli adalah satu-satunya kota terbesar di Pulau Nias.

Dari Gunung Sitoli menuju Kota Teluk Dalam memerlukan waktu 4 jam perjalanan dengan menggunakan kendaraan roda empat. Sedangkan perjalanan ke Pulau Nias menggunakan pesawat udara berangkat dari Bandara Kuala Namu, Kota Medan, Sumatera Utara.

Seperti diketahui, Kemenpar gencar perkenalkan spot baru surfing yang terhitung world class di Indonesia. Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, ada tiga hal strategis, dukungan promosi Kemenpar di event ini.

Pertama, penggemar surfing ini adalah wisman yang kebanyakan berasal dari Australia. Mereka sudah menjadikan Bali sebagai the second home, karena surfing. Mereka sudah familiar berselancar di ombak Kuta Bali.

“Marketnya sudah jelas, mereka sudah ke Bali. Sekarang tinggal diperkenalkan spot baru itu ke negaranya,” kata Arief Yahya.

Kedua, prinsip dalam sport tourism juga harus dipakai. Di event-nya sendiri, mungkin tidak besar direct impact-nya, tetapi indirect-nya, atau media value-nya pasti jauh lebih tinggi.

“Dari media value itulah opportunity baru terbangun. Kalau wisman sudah jatuh cinta, mereka akan datang lagi bersama keluarga dan rombongannya. Rata-rata sport tourism itu 60% menjadi repeater,” ujar Menpar Arief Yahya. (*)

Bulog Siagakan 3.640 Ton Beras dan Gula

0

batampos.co.id – Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) Tanjungpinang menjamin stok beras dan gula di Gudang Bulog aman sampai akhir tahun ini. Dihimbau agar masyarakat tidak kawatir karena Bulog telah menyiagakan kedua komoditas kebutuhan pokok tersebut sebanyak 3.640 ton.

Kepala Bulog Tanjungpinang, Joko Santoso mengatakan saat ini stok beras yang ada di gudang hanya 2.600 ton sedangkan gula putih tersisa 40 ton. Namun dalam waktu dekat ini, Bulog akan menambah pasokan komoditas tersebut sebanyak 1000 ton.

“Kami akan tambahkan masing-masing komoditas. Yaitu untuk beras ditambah 500 ton dan gula putih 500 ton juga,” ujar Joko, kemarin.

Dengan ditambahkannya pasokan, kata Joko jumlah stok beras mencapi 3.100 ton dan gula putih sebanyak 540 ton.
Ketersediaan ini lebih dari cukup untuk memenuhi permintaan warga di pasaran maupun warga kurang mampu sampai  Desember mendatang.

Jika stok beras dan gula yang mencukupi, lanjut Joko dipastikannya seluruh harga kebutuhan pangan akan terus stabil. Namun, apabila masih ada pedagang yang mematok harga jual yang tinggi, perlu adanya pengawasan bersama.

“Stok beras dan gula aman karena sudah disiagakan 3.640 ton. Jika ada kenaikan harga kami harapkan kerjasama semua pihak untuk melakukan pengawasan diseluruh pasaran,” pintanya.

Ditanya penyaluran beras sejahtera (Rastra), Joko mengaku Bulog masih menunggu surat perintah pendistribusian dari pihak terkait. Apabila surat tersebut telah diterima maka Bulog segera mendistribusikannya kepada masyarakat.

“Begitu surat perintah alokasi dari Juli-Desember kami terima, akan segera kami distribusikan ke masyarakat,” ungkapnya.(ary)

Hangatnya Pantai Tropis di Potter’s Field Park, London

0
foto: londontown.com

Indonesia Weekend, itulah gelaran anyar Wonderful Indonesia yang digelar di Potter’s Field Park, London Inggris pada 22-23 Juli mendatang.

Potters Field adalah sebuah taman seluas 6.200 meter persegi yang berlokasi tak jauh dari ikon wisata Inggris, Tower Bridge dan Tower of London. Lokasi tempat ajang ini digelar juga berada di tepi Sungai Thames dan berdekatan dengan kantor wali kota Inggris.

Ditegaskan Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya, bahwa hal ini menjadi salah satu strategi promosi pariwisata Indonesia di luar negeri.

“Potter’s Filed Park ini lokasi yang sangat strategis untuk promosi Wonderful Indonesia, diharapkan acara ini bisa menarik perhatian warga London, sebab di akhir pekan kawasan Potter Fields dilintasi sedikitnya 70.000 orang,” kata Menpar Arief Yahya, Selasa (18/7).

Jadi selain gencar promosi via “serangan udara” dengan digital campaigne dan media mainstream, Kemenpar juga menghadirkan sensasi di lapangan.

Menpar Arief Yahya menilai pariwisata  Indonesia  harus berpromosi di Potter’s Field dengan materi promosi yang menarik dan tampilan maksimal. Terlebih dalam penyelenggaraan Indonesia Weekendini sudah yang kedua kalinya ini, diharapkan dapat menjaring banyak peminat.

“Kita ulangi sukses IndonesianWeekend pada tahun lalu yang mampu menarik pengunjung sebanyak lebih dari 30.000 orang dimana 72,4 persen-nya adalah masyarakat Inggris, 24,7 persen non Inggris, dan 2,9 persen Indonesia.

Semaraknya Indonesian Weekend 2016 terlihat dari jumlah stand participants sebanyak 53 stand, lebih dari 6.000 tusuk sate terjual, dan 500 menit performance di panggung utama,” kata Menteri asal Banyuwangi itu.

Pada kesempatan yang sama, Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara Kementerian Pariwisata I Gde Pitana yang didampingi Asdep Pengembangan Pasar Eropa, Timur Tengah, Amerika dan Afrika Kementerian Pariwisata, Nia Niscaya menyampaikan, Kemenpar berencana akan membuka lahan pameran seluas 180 meter persegi dengan mengangkat tema “Indonesia sebagai Warm Destination”.

Pilihan tema, atraksi, dan pertunjukan yang ditampilkan pada Indonesian Weekend kali ini merupakan bagian dari upaya Kemenpar untuk terus mendorong wisatawan untuk mengenal dan meningkatkan minat masyarakat Inggris untuk berwisata ke Indonesiayang beyond Bali.

Indonesia memiliki 17.504 pulau dengan 223 juta penduduk dari 491 etnis dan suku berbeda, serta memiliki 726 bahasa yang berbeda pula. Identitas Indonesia adalah keberagaman destinasi, alam yang indah, pantai yang asri, dan kebudayaan yang berbeda satu sama lain namun menjadi satu dalam sebuah keharmonisan yang semuanya disajikan dalam atmosfer yang nyaman di tengah-tengah keramahan terbaik khas Indonesia.

“Tema ini dimunculkan dengan setting pesta pantai lengkap dengan 50 ton pantai berpasir putih, dekorasi bertema pantai seperti tiki hut yang menyajikan minuman tropis khas  Indonesia, banana boat, dan simulator surfing,” kata Pitana.

Selain keindahan alam berupa pantai, akan ditampilkan pula ragam kekayaan kuliner, musik, fashion, dan kesenian lainnya. Dari sisi daya tarik kuliner, Chef Degan Septoadji mantan juri Master Chef Indonesiaakan memberikan food demonstration dengan menu Rendang, Soto Betawi, dan Gado-gado.

“Ada juga pertunjukan musik yang akan dimeriahkan dengan lagu lagu Indonesia  dengan sentuhan modern yang dibawakan oleh DJ Allfy Rev, Jei Angklung, serta tarian Topeng dan Jaipong,” ujar Nia Niscaya.

Sedangkan untuk kegiatan fashion, Nia Niscaya menambahkan, akan ada koleksi busana dari Elzatta dan Dauqy by Elhijab dan Indonesian Fashion Chambers yang akan membuka pop up boutique dan peragaan busana. “Selain itu ada juga pertunjukan pencak silat yang dipadukan dengan hip hop, henna artist, dan seniman mural,” tambah Nia.

Berbagai aktivitas menarik itu diharapkannya mampu menarik perhatian pengunjung di Potter’s Field Park ini sehingga brand pariwisata Indonesia semakin dikenal khususnya di London Inggris.

Ia mengatakan, selama ini Inggris merupakan salah satu negara fokus pasar wisata utama yang potensinya masih sangat besar untuk dioptimalkan. Menurut data Kemenpar, jumlah wisatawan asal Uni Eropa yang berkunjung ke Indonesia sepanjang tahun lalu mencapai sekitar 1 juta orang.

“Dari 1 juta orang itu, Inggris tercatat sebagai penyumbang wisatawan terbesar yaitu mencapai 230.000 orang dan untuk tahun 2017 ini, pasar Inggris ditargetkan akan mampu mendatangkan 384.000 wisman. Sampai dengan bulan Mei 2017, angka kunjungan tercatat sebanyak 135.566 wisman atau 35,3% dari target,” katanya.

Oleh karena itu, Kemenpar menganggap penting untuk lebih gencar menggarap pasar Inggris melalui berbagai promosi wisata di kota-kota potensial negara itu khususnya di London sebagai jantung utama Inggris.

Branding Wonderful Indonesia juga meningkat dengan terpasangnya poster di 27 main London Tube Stations, hashtag #IndonesianWeekend di media sosial, dan liputan di 200 media lokal Inggris dan nasional. Upaya ini untuk semakin mendorong minat kunjungan dan mempermudah calon wisatawan untuk mendapatkan informasi mengenai paket-paket wisata ke Indonesia.

“Dalam pameran ini, Kemenpar juga akan menggandeng 3 tour operator lokal yang menjual paket wisata ke Indonesia yaitu Kuoni Travel, Ethos Travel, dan Dive Worldwide. Selain itu di paviliun Indonesia akan menampilkan karnaval dari Malang Flower Carnival dan VR experience,” ujarnya. (*)

Polisi Ringkus Bandar Narkoba

0
Kapolres Tanjungpinang AKBP Ardiyanto Tedjo Baskoro memperlihatkan barang bukti ganja 2 Kg dan tersangka HS saat ekspos di Mapolres Tanjungpinang, Kamis (20/7). F.Yusnadi/Batam Pos
batampos.co.id – Dalam kurun waktu dua hari, Polres
Tanjungpinang berhasil meringkus satu bandar narkoba dan
tiga pelanggannya. Dari tangan tersangka polisi
mengamankan sejumlah barang bukti narkoba jenis sabu-sabu
sebanyak 0,78 gram dan ganja seberat 2,8 kilo gram.
“Keempat tersangka narkoba ini kita ringkus di tempat yang
berbeda. Mereka yang pertama ditangkap adalah para
pelanggan. Sedangkan yang ditangkap belakangan adalah
bandarnya,” ujar Kapolres Tanjungpinang, AKBP Ardyanto
Tedjo Baskoro dalam siaran pers di Mapolres Tanjungpinang,
Kamis (20/7).
Dijelaskannya, kronologis penangkapan yang dilakukan
Satres Narkoba Tanjungpinang dimulai dari laporan
masyarakat yang menyatakan ada rencana penggunaan narkoba
di salah satu kontrakan di kawasan Gudang Minyak,
Tanjungpinang 11 Juli lalu. Ditegaskannya sebagai
bentuk respon, pihaknya kemudian menindaklajuti laporan
tersebut.
“Ternyata benar laporan tersebut. Setelah kita melakukan
penggeledahan mendapati narkoba jenis sabu seberat 0,78
gram dalam lemari milik MY. Disaat yang sama MY
bersamaa dengan JW. Beberapa saat berselang tersangka
lain, R tiba dirumah MY. Dari tangan R kita juga mendapati
67,25 gram ganja dari dalam kantong jaket,” jelas
Kapolres.
Atas penangkapan tersebut, pihaknya melakukan penyelidikan
lebih lanjut. Sehingga terungkap barang haram tersebut
didapat para tersangka dari seseorang bernama HS yang
merupakan warga Kampung Bangun Sari, Tanjungpinang.
Berdasarkan keterangan para tersangka, Tim Satres Narkoba
Tanjungpinang memancing keluar HS, dengan membuat janji di
Sungaijang Tanjungpinang pada 12 Juli lalu.
“Setelah tersangka kita amankan, petugas melakukan
penggeledahan di kediaman HS. Dan mendapati 12 paket ganja
yang masih terbungkus rapi dengan lakban,” jelasnya lagi.
Menurut Kapolres, adapun barang bukti  berupa 12 paket
ganja tersebut seberatnya adalah 2,8 kilo gram atau
2863,56 gram.  Ditanya berapa kali tersangka sudah
melakukan transaksi. Mengenai hal itu, sejauh ini
tersangka baru melakukan tiga kali transaksi.
“Kita juga masih terus mendalami perkara ini. Karena
pengakuan tersangka barang harap tersebut didapat dari
Batam,” tegas Kapolres.
Dijelaskannya, antara pengguna dengan bandar dijerat
dengan pasal yang berbeda. Bagi tersangka MY, JW, dan R
dijerat pasal 114 ayat 1 juncto pasal 112 ayat 1 juncto
pasal 132 ayat 1 juncto pasal 111 ayat 1 Undang-Undang 35
Tahun 2009 tentang Narkotika. Yakni dengan ancaman minimal
4 tahun penjara dan maksimal 12 tahun penjara
“Khusus bagi tersangka HS melanggar pasal 114 ayat 2
juncto pasal 112 ayat 2, juncto 132 ayat 1 Undang-Undang
35 Tahun 2009. Hukuman minimal lima tahun penjara dan
maksimal 20 tahun penjara,” tutup Kapolres.(jpg)