Sabtu, 9 Mei 2026
Beranda blog Halaman 13312

Ada Potensi Rp 60 Miliar di Labuh Jangkar

0
batampos.co.id – Ada potensi sebesar Rp 60 miliar yang mengendap dari pungutan labuh jangkar yang selama ini dikelola Badan Pengusahaan (BP) Batam dan kini sudah beralih pengelolaannya ke Pemerintah Provinsi Kepri. Namun, untuk mencairkan dana yang kini berada di asosiasi tersebut perlu landasan hukum yang dibenarkan.
Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kepri, Hotman Hutapea menyebutkan, landasan hukum yang diperlukan bagi Pemprov Kepri adalah Peraturan Gubernur (Pergub). Namun hingga kini, pergub tersebut belum juga diteken Gubernur Nurdin Basirun.
“Karena itu pada paripurna terakhir sebelum reses kemarin, kami sudah mendesak agar Pak Gubernur bisa lekas meneken pergub tersebut,” ungkap Hotman, Kamis (13/7).
Dana sebesar itu, sambung Hotman, dapat menjadi penambahan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kepri tahun ini guna mengantisipasi defisit berdasarkan hitungan sisa anggaran tahun lalu yang bila merujuk laporan dari Badan Pemeriksa Keuangan terjadi defisit Rp 99 miliar.
Pada mulanya, ada rencana dana Rp 60 miliar itu dicairkan dengan mekanisme transfer langsung ke rekening Badan Usaha Pelabuhanan Kepri. Hanya saja, rupanya mekanisme semacam itu tidak dibenarkan lantaran secara hukum memang penambahan pendapatan daerah harus dimasukkan langsung ke rekening daerah.
Atas dasar itulah, kata Hotman, Gubernur harus lekas meneken pergub agar menjadi landasan hukum pencairan dana pungutan labuh jangkar tersebut. “Ya karena memang harus langsung ke rekening daerah. Dasarnya ya pergub itu yang akan dijadikan dasar penagihan dan transfer dana,” tegas politisi dari Partai Demokrat ini.
Diyakini Hotman, dana itu akan berdampak banyak pada penyusunan anggaran perubahan tahun ini. Tidak hanya itu saja, ke depannya juga diyakininya akan menjadi potensi strategis penambah pendapatan daerah. Karena itu, tidak boleh tidak bagi Gubernur Nurdin agar lekas meneken pergub yang menjadi dasar hukumnya.
“Itungan awal baru Rp 60 miliar. Ke depannya, kami yakin bisa bertambah dan menjadi lumbung baru pendapatan daerah,” pungkas Hotman. (aya)

Rida K Liamsi, Luncurkan Buku Mahmud Sang Pembangkang

0

batampos.co.id – Rida K Liamsi, Senin (17/7/2017) akan meluncurkan karya terbarunya  Mahmud Sang Pembangkang.

Peluncuran dilakukan tepat saat Rida berulangtahun, di Gedung perpustakaan Raja Muhammad Yusuf Al Ahmadi, Tanjungpinang, Ibukota Provinsi Kepri. Demikian seperti dilansir dari undangan yang diunggah oleh M Natsir Nahar dalam aku facebooknya.

Natsir sendiri ialah penulis pengantar pada buku ke 9 Ridak K Liamsi tersebut.

Dalam pengantarnya Natsir menulis, “…Mahmud dalam buku ini – juga seorang one man show – yang hidup antara tahun 1823 dan 1864 berada dalam spektrum sejarah di mana hampir semua peristiwa besar dalam kemaharajaan Melayu telah terjadi dan dia adalah bagian yang menanggung semua konsekuensi logisnya. Runtuhnya Dinasti Sang Sapurba dan dimulainya Dinasti Abdul Jalil Riayatsyah membawa efek domino yakni bergabungnya bangsawan Bugis dalam sistem pemerintahan kerajaan atas balas jasa karena bersedia membantu menggagalkan serangan balasan dari Raja Kecik (Sultan Abdul Jalil Syah dari Siak Sri Inderapura yang dibesarkan di Pagaruyung) sebagai zuriat Sultan Mahmudsyah II yang ditikam Megat Sri Rama.

Peristiwa penting lainnya adalah Perang Riau (1782 – 1784), bangkrutnya VOC 31 Desember 1799 dan dimulainya kolonialisasi penuh Belanda, kemudian Traktat London (1824) yang membelah Kesultanan Melayu – di satu sisi tidak menguntungkan bagi Riau Lingga karena “didikan” Inggris yang cenderung kapitalisme (membangun) atas wilayah Singapura dan Tanah Semenanjung jauh lebih progresif ketimbang di bawah jajahan Belanda yang condong merkantilisme (menghisap negara jajahan)….”

Peluncuran ini ditaja oleh Yayasan Jembia Emas, sebuah yayasan yang mendedikasikan diri pada perkembangan kebudayaan.

Rida K Liamsi lahir di Bakong, Singkep, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepri 17 Juli 1943. Oleh Rida buku ini dipersembahkan untuk istri tercinta, Asmini Syukur.

“Dalam sakitnya begitu sabar memberi ruang bagiku untuk tetap menulis,” demikian tulis Rida dalam lembar awal buku tersebut. (ptt)

Kecelakaan Beruntun, 34 Pekerja Lobam Luka-luka

0
Pekerja membersihkan bekas tumpahan minyak di jalan BCI, Lobam, Kamis (13/7). Akibat tumpahan minyak ini puluhan orang luka-luka. F.Slamet/Batam Pos.

batampos.co.id– Kecelakaan beruntun di Jalan BCI Lobam Kecamatan Seri Kuala Lobam, Kamis (13/7) sekitar pukul 07.30 menyebabkan 34 orang pekerja di Kawasan Industri Bintan (KIB) Lobam luka-luka. Kecelakaan diduga, karena tangki solar bus pekerja PT Yoshikawa Electronic Bintan (YEB) bocor dan menetes di jalan.

Informasi yang didapat di lapangan, bus yang mengangkut pekerja bergerak dari arah pos 1 ke pos 2 Lobam, Kawasan Industri Bintan (KIB) Lobam. Diduga tangki bus yang bocor tidak diketahui sopir. Bus tetap bergerak meski solar menetes di jalan.
Kebetulan, puluhan pekerja yang mengendarai sepeda motor bergerak di belakang bus. Mereka banyak yang terpeleset karena jalan yang licin.

“Saya mengerem dan terpeleset, di depan sudah banyak motor yang bertabrakan dan terjatuh,” kata Lamta, seorang korban yang mengenakan seragam PT YEB, ditemui di UGD RSUD Kepri Tanjunguban.

Korban lainnya, Candra pekerja PT YEB pun mengaku terjatuh di lokasi jalan licin itu. “Saya pingsan. Lalu bangun dan membawa motor ke PT,” katanya.

Sekuriti PT Pertama Precesion Bintan (PPB) Lobam, Timbul mengatakan, kecelakaan beruntun itu diduga karena jalan licin setelah solar menetes dari tangki bus pekerja.

Jauhnya jarak kendaraan yang terjatuh katanya mulai dari simpang buangan sampah sampai ke jembatan BCI. “Jauhnya motor yang tabrakan hingga 500 meter sampai ke depan bengkel Ali, di sana paling banyak,” katanya.

Ia menambahkan, korbannya berasal dari berbagai perusahaan di Lobam. Dari PPB, terdapat 4 orang korban, salah satunya bernama Melda yang mengalami 31 jahitan. “Tadi kita rapat dengan sekuriti Bintan Inti. Jumlah korban sebanyak 34. 7 orang dirawat di RSUD Kepri Tanjunguban, 10 orang di Klinik Tiara Medika dan 7 orang di Klinik Ernest,” sebutnya.

Humas RSUD Kepri Tanjunguban, Iranti membenarkan sebanyak 17 orang dirawat di rumah sakit pelat merah tersebut. “11 pekerja Yoshikawa, 4 pekerja PPB dan 2 masyarakat biasanya. Mereka sudah ditangani,” katanya.

Sementara itu, polisi yang berada di lokasi, AKP Paino menduga ada tangki kendaraan yang bocor sehingga membuat jalan licin. Ia mengatakan, sudah ada anggota yang mengecek sumber minyak solar tersebut. “Diduga busnya Yoshikawa,” katanya.

Siang itu, pekerja dari Bintan Inti dan SBP langsung melakukan pembersihan minyak yang tumpah di jalan. Pekerja menggunakan deterjen membersihkan jalan yang licin karena tumpahan minyak solar. (cr21)

Siap-siap Siswa yang Masuk Sekolah sebab “Bayar” akan Dikeluarkan

0
Calon siswa Sekolah Menengah Kejuruan antri saat daftar ulang Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di SMKN 2 Batam, Selasa (11/7). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Praktik pungutan liar (pungli) yang mewarnai Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2017/2018, ternyata sampai juga ke telinga Wali Kota Batam, Muhammad Rudi. Menurutnya semua bentuk pungli harus dibuktikan kebenarannya.

“Pada siapa mereka kasih uang itu, coba kasih tahu saya,” kata Rudi, Kamis (13/7).

Pria yang pernah menjabat anggota DPRD Batam ini kuatir jika orangtua tertipu dengan calo yang menjanjikan satu kursi kepada anak-anak mereka. Untuk itu penambahan rasio kelas yang tengah dilakukan Dinas Pendidikan Kota Batam mengutamakan mereka yang masuk dalam bina lingkungan.

“Intinya jika ada mereka yang bina lingkungan (tinggal dekat sekolah, red)  tidak diterima, ini pasti ada permainan,” ujarnya.

Untuk itu, saat memasuki masa sekolah nanti semua siswa dan orangtua yang masuk pada PPDB gelombang kedua akan dikumpulkan.

“Nanti semua ikut apel di masing-masing sekolah mereka, saya akan tugaskan OPD untuk turut memimpin apel tersebut. Saya akan tanya siapa yang bayar, kalau ada ya keluarkan saja dari sekolah,” ungkap pria yang pernah menjabat sebagai wakil walikota Batam ini.

Mengenai penambahan rasio yang telah diberitakan sebelumnya, menurut Rudi PPDB sudah terselesaikan. Satu kelas 40 siswa dinilai cukup untuk menampung jumlah siswa yang tidak tertampung paska PPDB, Senin (3/7) lalu.

“Selesainya itu sama Pak Muslim,” ujarnya.

Mengenai jumlah siswa yang berhasil ditampung paska PPDB, Rudi mengaku belum menerima informasi dari Kepada Dinas Pendidikan Kota Batam. “Saya belum tahu, Pak Muslim belum lapor lagi ke saya,” sebutnya.

Disinggung mengenai penambahan guru, dia menyebutkan belum mau berkomentar jauh, karena saat ini pihaknya masih menunggu hasil rasio yang tengah dikerjakan Dinas Pendidikan.

“Saya tak mau bicara soal penambahan guru dulu, kalau bisa satu kelas 40 siswa dan tidak ada penambahan kelas beartti jumlah guru masih cukuplah,” tutupnya.(cr17)

Pemko Batam Harap Dukungan DPRD Kepri untuk Membangun…

0
F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Pemerintah Kota (Pemko) Batam meminta dukungan dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kepri terkait pengembangan pembangunan yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kepri.

Beberapa yang prioritas yakni, pelebaran ruas jalan Laksamana Bintan  dari Terowongan Pelita-Simpang Frengki yang diperkirakan butuh anggaran Rp 50 miliar, lanjutan ruas jalan yang sama yang membentang dari Simpang Frengki-depan Panasonic yang butuh anggaran setidaknya Rp 7 miliar. Hal lain yang diminta oleh Pemko Batam yakni mengawal pengadaan lima alat berat yang akan digunakan untuk mengatasi banjir di Batam.

“Soal jalan, kami minta provinsi juga harus masuk, supaya nyambung, jangan nanti masyarakat bertanya kenapa sebagiannya belum. Alat berat sudah ttidak bisa ditunda lagi, banjir satu jam saja tenggelam Batam ini,” kata Wali Kota Batam Muhammad Rudi saat reses DPRD Kepri di Kantor Wali Kota,  Kamis (13/7).

Ia berharap, lima alat berat dapat dianggarkan melalui APBD Perubahan. Kata Rudi, terkait hal ini ia telah menyurati Gubernur Kepri Nurdin Basirun dan belum lama ini gubernur menyampaikan harapan yang sama dengan harapan pihak Pemko Batam. “Mudah-mudahan perubahan ini alatnya ada kata beliau (gubernur, red), dua hari lalu saat sosialisasi Perda Rencana Tata Ruang Wilayan (RTRW),” terangnya.

Kepala Dinas Bina Marga Batam Yumasnur mengatakan, pengadaan alat sejatinya adalah solusi jangka pendek mengingat pembangunan drainase permanen yang butuh anggaran yang tak sedikit. “Misalkan ada banjir bisa langsung kita normalisasi, supaya airnya lancar mengalir. Kalau mau adakan long arm satu unit sekitar 2 miliar, amphibi 4 miliar lebih,” kata dia.

Ia memaparkan, titik banjir di Batam kini bertambah dari yang semula 58 titik kini menjadi 67 titik, kenyataan inilah yang mendasari pengadaan alat adalah hal yang mendesak untuk diadakan. “Titik yang sekarang, baru 22 titik yang tuntas ditangani, 4 masih proses, yang belum ditangani ada 41 titik,” paparnya.

Menyikapi harapan Pemko Batam, Ketua DPRD Batam Jumaga Nadeak mengatakan tak ada alasan pihaknya untuk tidak mendukung program pengembangan infrastruktur maupun penanganan banjir, apalagi program tersebut bersentuhan langsung dengan hajat hidup masyarakat.

“Tergantung bagaimana kita dudukkan ini,” kata dia. (cr13)

ATB Batam Eksis pada Ajang Indowater 2017

0

President Director PT Adhya Tirta Batam (ATB) Ir Benny Andrianto MM foto bersama bersama narasumber di ajang Indonesia water (Indowater) 2017 di Jakarta Rabu (12/7).

PT Adhya Tirta Batam (ATB) eksis pada ajang bergengsi bertajuk Indonesia Water (INDOWATER) 2017 Expo & Forum.

Acara yang digelar selama tiga hari mulai 12-14 juli 2017 di Hall A dan B Jakarta Convention Center Jakarta tersebut, diikuti 670 peserta dari 35 negara diantaranya Australia, Jepang, Malaysia hingga Singapura serta di perkirakan dihadiri 10.000 pengunjung.

Hadir pada kesempatan tersebut, President Director PT Adhya Tirta Batam (ATB) Ir Benny Andrianto MM yang juga Ketua Departemen Kemitraan DPP Perpamsi, Engineering Director ATB Paul Bennett serta Kepala Kantor Air dan Limbah BP Batam Binsar Tambunan serta para peserta diskusi dalam forum tersebut.

Dalam sesi diskusi bertajuk “Masa Depan Partisipasi Swasta : Pengalaman, Pembelajaran dan Harapan Kedepan” tersebut, Paul Bennett memaparkan keberhasilan ATB dalam mengelola air di Batam hingga permasalahan yang dihadapinya, seperti ketersediaan air baku hingga pertambahan jumlah penduduk di Batam yang tidak imbang dengan ketersediaan air baku.

“Batam itu sangat unik dan memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan daerah lainnya di Indonesia. Batam tidak memiliki sungai maupun air dari pegunungan, namun mengandalkan air hujan sebagai sumber air baku yang ditampung dalam lima waduk,” terangnya

Meski demikian, tambahnya, dari keterbatasan tersebut membuat ATB harus “memutar otak” agar bisa menyediakan air bersih yang layak bagi 260 ribu-an pelanggannya.

Satu diantara yang merupakan terobosan teranyar dari ATB adalah, mengurangi angka kebocoran hingga 15,11 persen melalui sistim SCADA yang sudah terintegrasi dengan baik.

“Sehingga air yang tadinya terbuang percuma bisa dihindari, itulah salah satu faktornya kenapa ATB sejak beberapa tahun terakhir tidak mengajukan kenaikkan tarif,” jelas Paul lagi

Sementara itu, Kepala Kantor Air dan Limbah BP Batam Binsar Tambunan mengatakan kiat-kiat yang sudah dilakukan oleh ATB dalam mengurangi angka kebocoran tersebut perlu di berikan apresiasi.

Mengingat, air yang telah diproduksi dan dialirkan ke pelanggan namun saat ditengah jalan mengalami kebocoran akan menimbulkan kerugian secara finansial jika di hitung dalam jangka waktu tertentu.

“Akan tetapi dengan adanya sistim SCADA ini, ATB bisa menekan budget lebih efisien dalam melakukan perbaikan ataupun mengganti jaringan pipa. Hal-hal itu merupakan sistim yang sangat bagus,”jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama President Director PT Adhya Tirta Batam (ATB) Benny Andrianto mengatakan forum diskusi yang digelar merupakan hal yang sangat positif.

Dimana salah satu topik dalam pembicaraan tersebut adalah adalah tentang Sharing knowledge tentang pengelolaan air minum oleh pihak swasta.

Oleh sebab itu, sejumlah narasumber dari berbagai pihak mulai dari Kementrian, Pemerintah, regulator serta para peserta maupun Investor terlihat hadir dalam forum diskusi tersebut.

“Even ini juga dihadiri oleh PDAM se-Indonesia sehingga mereka bisa mendapatkan kiat-kiat bagaimana seandainya pengembangan air minum di daerah harus bekerjasama dengan pihak swasta,” jelasnya.

Dan even ini, tambahnya, akan terus berlanjut hingga dengan isu-isu yang sangat berbeda seperti permasalahan teknis .

“Dan output dari ini semua adalah bagaimana membentuk manajemen air yang baik,” ujar Benny lagi.

Sudah Saatnya Swasta ‘Unjuk Gigi’

Forum diskusi dalam Indowater 2017 tersebut juga mendapatkan perhatian cukup serius bagi Sekretaris Umum PERPAMSI Erlan Hidayat. Ditemui  disela-sela diskusi Erlan menganggap pameran tahun ini terbilang bagus, besar dan menarik dengan berbagai topik.

Dimana air merupakan salah satu topik yang menjadi isu yang sangat penting dibicarakan diantara pameran dan Forum teknologi industri air dan air limbah, yang penyelenggaraannya bersamaan dengan pameran dan forum teknologi industri pengelolaan limbah, energi baru dan terbarukan, serta teknologi industri keamanan, proteksi kebakaran, SAR, penanggulangan bencana, K3, serta pameran dan forum teknologi industri pendukung pengembangan kota cerdas.

Dari poin tersebut, air adalah diskusi yang paling hangat dan banyak sekali materi yang disampaikan. Seperti menyangkut kerjasama antara pemerintah dan swasta.

“Intinya air bukan lagi bidang investasi tertutup untuk pihak swasta. Tinggal pengaturannya saja sehingga swasta bisa berperan. Dan ini sebagai wujud memperepat kebutuhan pelayanan masyarakat akan air bersih nantinya,” terang Erlan. (rilis)

Caption Foto
President Director PT Adhya Tirta Batam (ATB) Ir Benny Andrianto MM  foto bersama bersama narasumber di ajang Indonesia water (Indowater) 2017 di Jakarta Rabu (12/7).

Masih Ada Kesempatan Kerja di Batam

0
Pencari kerja mengantri saat melamar di PT. Dynacast Indonesia di MPH Batamindo, Mukakuning, Seibeduk, Kamis (13/7). PT Dynacast Indonesia membutuhkan 83 operator produksi, sementara lamaran yang masuk sebanyak 150 lamaran. F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – PT. Dynacast Indonesia, Batam merekrut karyawati untuk posisi operator produksi sebanyak 83 orang, Kamis (13/7).

Perekrutan langsung di gedung MPH Batamindo, Mukakuning, Seibeduk oleh HRD PT. Dynacast Indonesia. Penambahan karyawan baru ini untuk ditempatkan di lane baru sebab ada order baru yang diterima perusahaan.

Penerimaan karyawan berlangsung pukul 10.30 Wib sampai selesai dengan lamaran yang masuk sebanyak 150.

Perusahaan bidang alumanium ini nantinya akan terus menerima karyawan baru.

“Ini masih tahap pertama, nanti akan ada lagi, tunggu saja,” ujar HRD PT Dynacast Elvi di Gedung MPH Batamindo, Kamis (12/7).

Produksi PT Dynacast sebagian beredar di Batam, sebagain diekspor, utamanya ke Eropa.

Yati, 23, salah satu pelamar mengatakan, sudah tiga tahun menganggur.

“Sudah sering melamar tapi tak ada lowongan, ada lowongan pun tidak sesuai kriteria” ujarnya.

Beda lagi dengan Susiana, salah satu pelamar juga mengatakan, hanya tiga bulan dikontrak perusahaan.

“Bulan ini mau habis kontrak, makanya saya melamar ke Dynacast,” sebutnya kepada Batam Pos.

Risma, punay kisah beda, dengan berat hati menarik lamarannya yang sudah antri berjam jam dengan penuh kekecewaan karena lamarannya ditolak. (ali)

Sekali Lamar Dua Wanita Direngkuh, Kakak-Adik Pula, Alasannya …

0
Will Seaton melamar dua orang sekaligus. Yakni, sang pacar, Ashley Schaus, 23, plus adiknya, Hannah. (ABCNews)

batampos.co.id – Will Seaton melamar dua orang sekaligus. Yakni, sang pacar, Ashley Schaus, 23, plus adiknya, Hannah, 15.

Tujuannya mulia.

Hannah yang menderita down syndrome selama ini dirawat Ashley. Will melamarnya sekalian agar Hannah tak merasa ’’ditinggalkan’’.

’’Aku menikahi keduanya meski bukan secara harfiah. Istriku nanti ya jelas cuma Ashley. Tapi, kami tidak sampai hati kalau Hannah merasa diabaikan kalau aku hanya melamar kakaknya,’’ ungkap Will sebagaimana dikutip Daily Mail.

Kepada Ashley, pria 25 tahun itu menyematkan cincin berlian milik nenek buyutnya. Untuk calon adik ipar, Will memberikan cincin milik nenek ketika muda.

Ashley sangat terharu dengan tindakan Will. Acara lamaran dilaksanakan di sebuah padang bunga. Will menyewa fotografer untuk mengabadikan saat dia berlutut di kaki Ashley, lalu Hannah.

’’Kami berdua sama-sama bilang ’iya’. Kami sangat happy,’’ ujar Ashley, warga Santa Claus, India, AS. Di pernikahan nanti, Hannah menjadi best sister.

Ketika Hannah lahir, orangtua mereka meminta Ashley merawatnya dengan sangat baik. Ashley melaksanakan betul amanah tersebut. Alhasil, meski punya pacar, dia tak pernah meninggalkan Hannah. Mereka dinner bertiga, jalan-jalan bertiga, dan melakukan berbagai aktivitas lain bertiga. Kini lamaran pun bertiga. Asal, nanti malam pertamanya nggak bertiga juga ya… (adn/c14/na)

Tahun 2018, Batam Miliki Museum

0
Di lokasi inilah museum Batam berada. F. Yusuf Hidayat/Batam Pos

batampos.co.id – Museum sejarah Batam yang  menggunakan bangunan eks Astaka MTQ Nasional 2014 akan beroperasi pada 2018 mendatang.

“Interiornya sudah, tinggal konten atau isinya yang belum,” kata Kepala Dinas kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Batam Pebrialin.

Ia menyebutkan museum tersebut akan memuat sejarah Batam dari zaman kerajaan Riau Lingga, zaman penjajahan hingga kini Batam menjadi daerah otonom. Hal yang pasi, museum tersebut juga akan diisi dengan benda-benda sejarah, namun Pebrialin belum menyebutkan benda apa saja yang akan ditempatkan di museum ini

“Tak lupa gambaran Otorita Batam (OB) zaman Ibnu Sutowo dan pak Habibi,” katanya.

Menurut Pebrialin, Batam yang notabenenya daerah melayu yang kaya akan sejarah, cukup sayang jika tak memiliki museum sejarah. Keberadaan museum diharapkan memberi sumbangsih bagi kunjungan wisatawan ke Batam.

“Ini akan jadi ikon baru di Batam, wisatawan yang ingin tahu Batam bisa mendapat informasi di museum ini,” ujarnya.

Ia menambahkan, walau ditargetkan beroperasi tahun depan, museum ini belum diberi nama. Seiring berjalan waktu, pihaknya akan emmikirkan nama yang tepat puntuk museum ini. “Tentu namanya kami akan pikirkan,” imbuhnya.

Asisten Ekonomi dan Pembangunan Kota Batam, Gintoyono Batong mengatakan persiapan museum ini sudah dikerjakan oleh Dinas Cipta Karya, namun sayang ia mengaku lupa berapa anggaran persiapan museum ini, sementara biaya pembangunan astaka untuk keperluan MTQ dulu menelan biaya sedikitnya Rp 10 miliar.

“Udah dikerjakan oleh Cipta karya, tinggal di isi oleh (dinas) Pariwisata saja,” pungkasnya. (cr13)

Pendapatan BPHTB Anjlok, PAD Batam Ikut Melorot

0
ilustrasi

batampos.co.id – Tersendatnya pendapatan sektor andalan yakni Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), mempengaruhi Pendapatan Daerah (PAD) secara umum.

Data Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD), PAD hingga semester pertama hanya 31,69 persen atau Rp 367,655 miliar dari target Rp 1,160 triliun.

“Selain BPHTB ini, sektor lain kami optimis tercapai,” keluh Kepala BP2RD Batam Raja Azmansyah.

Ia menyebutkan, per 11 Juli penerimaan sektor BPHTB baru mencapai 24,22 persen atau Rp 82,98 miliar dari target Rp 342,567 miliar. Alasannya tak lain adalah tersendatnya Izin Peralihan Hak (IPH) di Badan Pengusahaan (BP) Batam.

“Berkas yang masuk ke kita mayoritas transaksi yang kecil atau skala perorangan, sedang badan usaha masih minim,” katanya.

Adapun rincian pendapatan lain yakni, pajak hotel yang baru terealisasi 44,04 miliar dari target  Rp 117,25 miliar, pajak restoran tercatat Rp 27,79 miliar dari Rp 67,15 miliar. Pajak hiburan target Rp 25,17 miliar baru terkumpul 11,62 miliar.

“Ini tiga sektor pariwisata, walau masih kurang biasanya tiap tahun naik pada Agustus hingga Desember, banyak kegiatan pariwisata,” terangnya.

Pendapatan lain, baru terkumpul Rp 3,18 miliar dari target Rp 8,03 miliar.

Pajak Penerangan Jalan Umum (PPJU) yang targetnya Rp 162,16 miliar baru terkumpul 69,55 miliar. Dari sektor pajak parkir yang ditargetkan Rp 12 miliar  terkumpul Rp 3,22 miliar.

Pajak Bumi dan Bangunan Pedesaan dan Perkotaan (PBB P2) terkumpul Rp 27,88 miliar dari target Rp 131,57 miliar, sedangkan dari pajak mineral bukan logam dan batuan baru terkumpul Rp 1,5 miliar dan target Rp 8,4 miliar.

Azmansyah menperkirakan, target BPHTB akan tak tercapai hingga akhir tahun, bahkan ia menyebut capai kelak sekitar 50 persen.

“Kondisi ekonomi juga sedang lemah,” pungkasnya. (cr13)