Ada Potensi Rp 60 Miliar di Labuh Jangkar
Rida K Liamsi, Luncurkan Buku Mahmud Sang Pembangkang
batampos.co.id – Rida K Liamsi, Senin (17/7/2017) akan meluncurkan karya terbarunya Mahmud Sang Pembangkang.
Peluncuran dilakukan tepat saat Rida berulangtahun, di Gedung perpustakaan Raja Muhammad Yusuf Al Ahmadi, Tanjungpinang, Ibukota Provinsi Kepri. Demikian seperti dilansir dari undangan yang diunggah oleh M Natsir Nahar dalam aku facebooknya.
Natsir sendiri ialah penulis pengantar pada buku ke 9 Ridak K Liamsi tersebut.
Dalam pengantarnya Natsir menulis, “…Mahmud dalam buku ini – juga seorang one man show – yang hidup antara tahun 1823 dan 1864 berada dalam spektrum sejarah di mana hampir semua peristiwa besar dalam kemaharajaan Melayu telah terjadi dan dia adalah bagian yang menanggung semua konsekuensi logisnya. Runtuhnya Dinasti Sang Sapurba dan dimulainya Dinasti Abdul Jalil Riayatsyah membawa efek domino yakni bergabungnya bangsawan Bugis dalam sistem pemerintahan kerajaan atas balas jasa karena bersedia membantu menggagalkan serangan balasan dari Raja Kecik (Sultan Abdul Jalil Syah dari Siak Sri Inderapura yang dibesarkan di Pagaruyung) sebagai zuriat Sultan Mahmudsyah II yang ditikam Megat Sri Rama.
Peristiwa penting lainnya adalah Perang Riau (1782 – 1784), bangkrutnya VOC 31 Desember 1799 dan dimulainya kolonialisasi penuh Belanda, kemudian Traktat London (1824) yang membelah Kesultanan Melayu – di satu sisi tidak menguntungkan bagi Riau Lingga karena “didikan” Inggris yang cenderung kapitalisme (membangun) atas wilayah Singapura dan Tanah Semenanjung jauh lebih progresif ketimbang di bawah jajahan Belanda yang condong merkantilisme (menghisap negara jajahan)….”
Peluncuran ini ditaja oleh Yayasan Jembia Emas, sebuah yayasan yang mendedikasikan diri pada perkembangan kebudayaan.
Rida K Liamsi lahir di Bakong, Singkep, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepri 17 Juli 1943. Oleh Rida buku ini dipersembahkan untuk istri tercinta, Asmini Syukur.
“Dalam sakitnya begitu sabar memberi ruang bagiku untuk tetap menulis,” demikian tulis Rida dalam lembar awal buku tersebut. (ptt)
Kecelakaan Beruntun, 34 Pekerja Lobam Luka-luka

batampos.co.id– Kecelakaan beruntun di Jalan BCI Lobam Kecamatan Seri Kuala Lobam, Kamis (13/7) sekitar pukul 07.30 menyebabkan 34 orang pekerja di Kawasan Industri Bintan (KIB) Lobam luka-luka. Kecelakaan diduga, karena tangki solar bus pekerja PT Yoshikawa Electronic Bintan (YEB) bocor dan menetes di jalan.
Informasi yang didapat di lapangan, bus yang mengangkut pekerja bergerak dari arah pos 1 ke pos 2 Lobam, Kawasan Industri Bintan (KIB) Lobam. Diduga tangki bus yang bocor tidak diketahui sopir. Bus tetap bergerak meski solar menetes di jalan.
Kebetulan, puluhan pekerja yang mengendarai sepeda motor bergerak di belakang bus. Mereka banyak yang terpeleset karena jalan yang licin.
“Saya mengerem dan terpeleset, di depan sudah banyak motor yang bertabrakan dan terjatuh,” kata Lamta, seorang korban yang mengenakan seragam PT YEB, ditemui di UGD RSUD Kepri Tanjunguban.
Korban lainnya, Candra pekerja PT YEB pun mengaku terjatuh di lokasi jalan licin itu. “Saya pingsan. Lalu bangun dan membawa motor ke PT,” katanya.
Sekuriti PT Pertama Precesion Bintan (PPB) Lobam, Timbul mengatakan, kecelakaan beruntun itu diduga karena jalan licin setelah solar menetes dari tangki bus pekerja.
Jauhnya jarak kendaraan yang terjatuh katanya mulai dari simpang buangan sampah sampai ke jembatan BCI. “Jauhnya motor yang tabrakan hingga 500 meter sampai ke depan bengkel Ali, di sana paling banyak,” katanya.
Ia menambahkan, korbannya berasal dari berbagai perusahaan di Lobam. Dari PPB, terdapat 4 orang korban, salah satunya bernama Melda yang mengalami 31 jahitan. “Tadi kita rapat dengan sekuriti Bintan Inti. Jumlah korban sebanyak 34. 7 orang dirawat di RSUD Kepri Tanjunguban, 10 orang di Klinik Tiara Medika dan 7 orang di Klinik Ernest,” sebutnya.
Humas RSUD Kepri Tanjunguban, Iranti membenarkan sebanyak 17 orang dirawat di rumah sakit pelat merah tersebut. “11 pekerja Yoshikawa, 4 pekerja PPB dan 2 masyarakat biasanya. Mereka sudah ditangani,” katanya.
Sementara itu, polisi yang berada di lokasi, AKP Paino menduga ada tangki kendaraan yang bocor sehingga membuat jalan licin. Ia mengatakan, sudah ada anggota yang mengecek sumber minyak solar tersebut. “Diduga busnya Yoshikawa,” katanya.
Siang itu, pekerja dari Bintan Inti dan SBP langsung melakukan pembersihan minyak yang tumpah di jalan. Pekerja menggunakan deterjen membersihkan jalan yang licin karena tumpahan minyak solar. (cr21)
Siap-siap Siswa yang Masuk Sekolah sebab “Bayar” akan Dikeluarkan

batampos.co.id – Praktik pungutan liar (pungli) yang mewarnai Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2017/2018, ternyata sampai juga ke telinga Wali Kota Batam, Muhammad Rudi. Menurutnya semua bentuk pungli harus dibuktikan kebenarannya.
“Pada siapa mereka kasih uang itu, coba kasih tahu saya,” kata Rudi, Kamis (13/7).
Pria yang pernah menjabat anggota DPRD Batam ini kuatir jika orangtua tertipu dengan calo yang menjanjikan satu kursi kepada anak-anak mereka. Untuk itu penambahan rasio kelas yang tengah dilakukan Dinas Pendidikan Kota Batam mengutamakan mereka yang masuk dalam bina lingkungan.
“Intinya jika ada mereka yang bina lingkungan (tinggal dekat sekolah, red) tidak diterima, ini pasti ada permainan,” ujarnya.
Untuk itu, saat memasuki masa sekolah nanti semua siswa dan orangtua yang masuk pada PPDB gelombang kedua akan dikumpulkan.
“Nanti semua ikut apel di masing-masing sekolah mereka, saya akan tugaskan OPD untuk turut memimpin apel tersebut. Saya akan tanya siapa yang bayar, kalau ada ya keluarkan saja dari sekolah,” ungkap pria yang pernah menjabat sebagai wakil walikota Batam ini.
Mengenai penambahan rasio yang telah diberitakan sebelumnya, menurut Rudi PPDB sudah terselesaikan. Satu kelas 40 siswa dinilai cukup untuk menampung jumlah siswa yang tidak tertampung paska PPDB, Senin (3/7) lalu.
“Selesainya itu sama Pak Muslim,” ujarnya.
Mengenai jumlah siswa yang berhasil ditampung paska PPDB, Rudi mengaku belum menerima informasi dari Kepada Dinas Pendidikan Kota Batam. “Saya belum tahu, Pak Muslim belum lapor lagi ke saya,” sebutnya.
Disinggung mengenai penambahan guru, dia menyebutkan belum mau berkomentar jauh, karena saat ini pihaknya masih menunggu hasil rasio yang tengah dikerjakan Dinas Pendidikan.
“Saya tak mau bicara soal penambahan guru dulu, kalau bisa satu kelas 40 siswa dan tidak ada penambahan kelas beartti jumlah guru masih cukuplah,” tutupnya.(cr17)
Pemko Batam Harap Dukungan DPRD Kepri untuk Membangun…

batampos.co.id – Pemerintah Kota (Pemko) Batam meminta dukungan dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kepri terkait pengembangan pembangunan yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kepri.
Beberapa yang prioritas yakni, pelebaran ruas jalan Laksamana Bintan dari Terowongan Pelita-Simpang Frengki yang diperkirakan butuh anggaran Rp 50 miliar, lanjutan ruas jalan yang sama yang membentang dari Simpang Frengki-depan Panasonic yang butuh anggaran setidaknya Rp 7 miliar. Hal lain yang diminta oleh Pemko Batam yakni mengawal pengadaan lima alat berat yang akan digunakan untuk mengatasi banjir di Batam.
“Soal jalan, kami minta provinsi juga harus masuk, supaya nyambung, jangan nanti masyarakat bertanya kenapa sebagiannya belum. Alat berat sudah ttidak bisa ditunda lagi, banjir satu jam saja tenggelam Batam ini,” kata Wali Kota Batam Muhammad Rudi saat reses DPRD Kepri di Kantor Wali Kota, Kamis (13/7).
Ia berharap, lima alat berat dapat dianggarkan melalui APBD Perubahan. Kata Rudi, terkait hal ini ia telah menyurati Gubernur Kepri Nurdin Basirun dan belum lama ini gubernur menyampaikan harapan yang sama dengan harapan pihak Pemko Batam. “Mudah-mudahan perubahan ini alatnya ada kata beliau (gubernur, red), dua hari lalu saat sosialisasi Perda Rencana Tata Ruang Wilayan (RTRW),” terangnya.
Kepala Dinas Bina Marga Batam Yumasnur mengatakan, pengadaan alat sejatinya adalah solusi jangka pendek mengingat pembangunan drainase permanen yang butuh anggaran yang tak sedikit. “Misalkan ada banjir bisa langsung kita normalisasi, supaya airnya lancar mengalir. Kalau mau adakan long arm satu unit sekitar 2 miliar, amphibi 4 miliar lebih,” kata dia.
Ia memaparkan, titik banjir di Batam kini bertambah dari yang semula 58 titik kini menjadi 67 titik, kenyataan inilah yang mendasari pengadaan alat adalah hal yang mendesak untuk diadakan. “Titik yang sekarang, baru 22 titik yang tuntas ditangani, 4 masih proses, yang belum ditangani ada 41 titik,” paparnya.
Menyikapi harapan Pemko Batam, Ketua DPRD Batam Jumaga Nadeak mengatakan tak ada alasan pihaknya untuk tidak mendukung program pengembangan infrastruktur maupun penanganan banjir, apalagi program tersebut bersentuhan langsung dengan hajat hidup masyarakat.
“Tergantung bagaimana kita dudukkan ini,” kata dia. (cr13)
Masih Ada Kesempatan Kerja di Batam

batampos.co.id – PT. Dynacast Indonesia, Batam merekrut karyawati untuk posisi operator produksi sebanyak 83 orang, Kamis (13/7).
Perekrutan langsung di gedung MPH Batamindo, Mukakuning, Seibeduk oleh HRD PT. Dynacast Indonesia. Penambahan karyawan baru ini untuk ditempatkan di lane baru sebab ada order baru yang diterima perusahaan.
Penerimaan karyawan berlangsung pukul 10.30 Wib sampai selesai dengan lamaran yang masuk sebanyak 150.
Perusahaan bidang alumanium ini nantinya akan terus menerima karyawan baru.
“Ini masih tahap pertama, nanti akan ada lagi, tunggu saja,” ujar HRD PT Dynacast Elvi di Gedung MPH Batamindo, Kamis (12/7).
Produksi PT Dynacast sebagian beredar di Batam, sebagain diekspor, utamanya ke Eropa.
Yati, 23, salah satu pelamar mengatakan, sudah tiga tahun menganggur.
“Sudah sering melamar tapi tak ada lowongan, ada lowongan pun tidak sesuai kriteria” ujarnya.
Beda lagi dengan Susiana, salah satu pelamar juga mengatakan, hanya tiga bulan dikontrak perusahaan.
“Bulan ini mau habis kontrak, makanya saya melamar ke Dynacast,” sebutnya kepada Batam Pos.
Risma, punay kisah beda, dengan berat hati menarik lamarannya yang sudah antri berjam jam dengan penuh kekecewaan karena lamarannya ditolak. (ali)
Sekali Lamar Dua Wanita Direngkuh, Kakak-Adik Pula, Alasannya …

batampos.co.id – Will Seaton melamar dua orang sekaligus. Yakni, sang pacar, Ashley Schaus, 23, plus adiknya, Hannah, 15.
Tujuannya mulia.
Hannah yang menderita down syndrome selama ini dirawat Ashley. Will melamarnya sekalian agar Hannah tak merasa ’’ditinggalkan’’.
’’Aku menikahi keduanya meski bukan secara harfiah. Istriku nanti ya jelas cuma Ashley. Tapi, kami tidak sampai hati kalau Hannah merasa diabaikan kalau aku hanya melamar kakaknya,’’ ungkap Will sebagaimana dikutip Daily Mail.
Kepada Ashley, pria 25 tahun itu menyematkan cincin berlian milik nenek buyutnya. Untuk calon adik ipar, Will memberikan cincin milik nenek ketika muda.
Ashley sangat terharu dengan tindakan Will. Acara lamaran dilaksanakan di sebuah padang bunga. Will menyewa fotografer untuk mengabadikan saat dia berlutut di kaki Ashley, lalu Hannah.
’’Kami berdua sama-sama bilang ’iya’. Kami sangat happy,’’ ujar Ashley, warga Santa Claus, India, AS. Di pernikahan nanti, Hannah menjadi best sister.
Ketika Hannah lahir, orangtua mereka meminta Ashley merawatnya dengan sangat baik. Ashley melaksanakan betul amanah tersebut. Alhasil, meski punya pacar, dia tak pernah meninggalkan Hannah. Mereka dinner bertiga, jalan-jalan bertiga, dan melakukan berbagai aktivitas lain bertiga. Kini lamaran pun bertiga. Asal, nanti malam pertamanya nggak bertiga juga ya… (adn/c14/na)
Tahun 2018, Batam Miliki Museum

batampos.co.id – Museum sejarah Batam yang menggunakan bangunan eks Astaka MTQ Nasional 2014 akan beroperasi pada 2018 mendatang.
“Interiornya sudah, tinggal konten atau isinya yang belum,” kata Kepala Dinas kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Batam Pebrialin.
Ia menyebutkan museum tersebut akan memuat sejarah Batam dari zaman kerajaan Riau Lingga, zaman penjajahan hingga kini Batam menjadi daerah otonom. Hal yang pasi, museum tersebut juga akan diisi dengan benda-benda sejarah, namun Pebrialin belum menyebutkan benda apa saja yang akan ditempatkan di museum ini
“Tak lupa gambaran Otorita Batam (OB) zaman Ibnu Sutowo dan pak Habibi,” katanya.
Menurut Pebrialin, Batam yang notabenenya daerah melayu yang kaya akan sejarah, cukup sayang jika tak memiliki museum sejarah. Keberadaan museum diharapkan memberi sumbangsih bagi kunjungan wisatawan ke Batam.
“Ini akan jadi ikon baru di Batam, wisatawan yang ingin tahu Batam bisa mendapat informasi di museum ini,” ujarnya.
Ia menambahkan, walau ditargetkan beroperasi tahun depan, museum ini belum diberi nama. Seiring berjalan waktu, pihaknya akan emmikirkan nama yang tepat puntuk museum ini. “Tentu namanya kami akan pikirkan,” imbuhnya.
Asisten Ekonomi dan Pembangunan Kota Batam, Gintoyono Batong mengatakan persiapan museum ini sudah dikerjakan oleh Dinas Cipta Karya, namun sayang ia mengaku lupa berapa anggaran persiapan museum ini, sementara biaya pembangunan astaka untuk keperluan MTQ dulu menelan biaya sedikitnya Rp 10 miliar.
“Udah dikerjakan oleh Cipta karya, tinggal di isi oleh (dinas) Pariwisata saja,” pungkasnya. (cr13)
Pendapatan BPHTB Anjlok, PAD Batam Ikut Melorot

batampos.co.id – Tersendatnya pendapatan sektor andalan yakni Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), mempengaruhi Pendapatan Daerah (PAD) secara umum.
Data Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD), PAD hingga semester pertama hanya 31,69 persen atau Rp 367,655 miliar dari target Rp 1,160 triliun.
“Selain BPHTB ini, sektor lain kami optimis tercapai,” keluh Kepala BP2RD Batam Raja Azmansyah.
Ia menyebutkan, per 11 Juli penerimaan sektor BPHTB baru mencapai 24,22 persen atau Rp 82,98 miliar dari target Rp 342,567 miliar. Alasannya tak lain adalah tersendatnya Izin Peralihan Hak (IPH) di Badan Pengusahaan (BP) Batam.
“Berkas yang masuk ke kita mayoritas transaksi yang kecil atau skala perorangan, sedang badan usaha masih minim,” katanya.
Adapun rincian pendapatan lain yakni, pajak hotel yang baru terealisasi 44,04 miliar dari target Rp 117,25 miliar, pajak restoran tercatat Rp 27,79 miliar dari Rp 67,15 miliar. Pajak hiburan target Rp 25,17 miliar baru terkumpul 11,62 miliar.
“Ini tiga sektor pariwisata, walau masih kurang biasanya tiap tahun naik pada Agustus hingga Desember, banyak kegiatan pariwisata,” terangnya.
Pendapatan lain, baru terkumpul Rp 3,18 miliar dari target Rp 8,03 miliar.
Pajak Penerangan Jalan Umum (PPJU) yang targetnya Rp 162,16 miliar baru terkumpul 69,55 miliar. Dari sektor pajak parkir yang ditargetkan Rp 12 miliar terkumpul Rp 3,22 miliar.
Pajak Bumi dan Bangunan Pedesaan dan Perkotaan (PBB P2) terkumpul Rp 27,88 miliar dari target Rp 131,57 miliar, sedangkan dari pajak mineral bukan logam dan batuan baru terkumpul Rp 1,5 miliar dan target Rp 8,4 miliar.
Azmansyah menperkirakan, target BPHTB akan tak tercapai hingga akhir tahun, bahkan ia menyebut capai kelak sekitar 50 persen.
“Kondisi ekonomi juga sedang lemah,” pungkasnya. (cr13)

