Calon penumpang Pesawat memadati pintu keberangkatan Bandara Hang Nadim Batam. Foto: Cecep Mulyana/batam Pos
batampos.co.id – Bandara Internasional Hang Nadim, Batam menjadi salah satu bandara tersibuk di tanah air jelang Idul Fitri tiap tahunnya. Sejak Minggu (11/6) lalu hingga Jumat (16/6) atau H-7 lebaran, tercatat sebanyak 49.090 orang yang telah mudik atau pulang kampung melalui bandara tersebut.
“Makin hari, makin padat,” ujar General Manager Operasional Hang Nadim Batam, Suwarso, Sabtu (17/6).
Disebutkan Suwarso, penumpang yang mudik melalui Hang Nadim pada Minggu (11/6) lalu sebanyak 7.024 orang. Sedangkan Senin (12/6) sebanyak 7.159 orang, Selasa (13/6) 8.062 orang, Rabu (14/6) 8.644 orang, Kamis (15/6) 8.744 orang dan Jumat (16/6) 9.457.
“Sedangkan yang datang ke Batam hanya 45.587 orang yakni Minggu (11/6) 6.894 orang, Senin (12/6) sebanyak 7.055 orang, Selasa (13/6) sebanyak 7.862 orang, Rabu (14/6) sebanyak 8.800 orang, Kamis (15/6) sebanyak 8.427 orang dan pada Jumat (16/6) hanya 6.549 orang,” beber Suwarso.
Suwarso memprediski arus mudik kemarin (17/6) lebih padat karena lebaran kian dekat.
Pihak bandara ikut meningkatkan pengamanan baik di pintu keberangkatan maupun kedatangan dengan menambah petugas keamanan.
“Kami tambah puluhan tenaga pengamanan,” katanya.
Selain penambahan petugas, pihaknya juga mendirikan posko-posko untuk melayani para pemudik. Posko ini berada di depan terinal keberangkatan dan di dalam terminal termasuk posko kesehatan. (ska)
batampos.co.id – Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Pemko Batam menggelar pasar murah di Kelurahan Tiban Indah, Sekupang, Sabtu (17/6). Pasar murah ini langsung diserbu warga sesaat setelah lapak dagangan dibuka.
Ketua TPID Kota Batam, Jefridin mengatakan pasar murah merupakan upaya pemerintah dalam mengintervensi harga di pasaran yang beberapa waktu lalu tinggi.
“Terbukti, setelah pasar murah yang pertama, harga di pasaran kembali normal, dan beberapa diantarnya malah turun jauh dari harga sebelumnya,” kata Jepridin.
Pria yang juga menjabat sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam ini mengungkapkan pasar murah ini untuk mengendalikan inflasi.
“Kami coba susun dan ajukan anggaran murni tahun depan khusus untuk pasar murah ini. Rencananya pasar murah ini akan dilaksanakan dua kali di bulan Ramadan, dan satu kali jelang Natal dan Tahun Baru,” jelasnya.
Bentuk intervensi yang dilakukan pemerintah ini ternyata sangat berdampak untuk harga di pasaran dimana bawang putih yang sempat melambung hingga Rp 55 per kilogram (kg) nya turun menjadi Rp 35 ribu per kg. Sedangkan di pasar murah warga bisa beli hanya Rp 20 ribu per kg.
“Jauh lebih murah, karena kami langsung menggandeng distributor dan tidak ada profit dalam kegiatan ini,” ujar pria yang pernah berprofesi sebagai guru ini.
Jepridin menambahkan, kondisi perekonomian Batam yang tengah lesu ini, setidaknya pasar murah bisa menjadi penyeimbang dan harga di pasaran kembali stabil.
Sementara itu, Kepala Bagian Perekonomian Pemko Batam, Zurniati mengatakan antusias warga untuk berbelanja di pasar murah sangat tinggi.
“Karena satu jam sebelum pasar dibuka mereka udah pada antre dan
menunggu,” ujarnya.
Harga yang ditawarkan juga jauh lebih murah dibandingkan harga pasar diantaranya, daging sapi beku dijual Rp 76 ribu per kg, cabai merah Rp 18 ribu per kg, sayur kangkung Rp 6 ribu per kg, gula Rp 12 ribu per kg, beras Rp 45 ribu per 5 kg, minyak makan dua liter Rp 21.500, telur Rp 34 ribu per satu papan atau 30 butirnya.
“Lebih murah Rp 4-6 ribu bila dibandingkan dengan harga pasar,” ujarnya.
Di tempat berbeda, warga juga menyerbu keberadaan pasar murah yang digelar di Pasar Fanindo, Batuaji. Pasar yang dimulai pukul 13.00 WIB ini dimanfaatkan warga untuk berburu kebutuhan menjelang hari raya Idul Fitri.
“Saya tadi beli telur untuk buat kue lebaran, karena lebir murah saya beli dua papan sekaligus,” kata Asnah warga Aviari, Batuaji. (cr17)
batampos.co.id – Bank Indonesia dan beberapa bank konvensional lainnya kembali menggelar kas keliling untuk penukaran uang baru pecahan lebih kecil untuk kebutuhan hari raya Idul Fitri 1438 H, Sabtu (17/6). Kali ini, penukaran uang dipusatkan di Pasar Tibancenter dan di depan Giant, Express Batuaji.
Ribuan orang telah antre sejak pukul 06.00 WIB. Padahal pelayanan mulai dibuka pada pukul 09.00 WIB. Khusus di Batuaji karena animo masyarakat sangat tinggi, sempat terjadi kericuhan akibat pengunjung berdesakan dan saling sikut.
Pantauan di lapangan, warga yang tak sabar ingin menuka uang harus berdesak- desakkan dan tidak sedikit yang mencoba menerobos antrean, sehingga banyak anak-anak dan prempuan yang terjepit.
“Uang masih ada, jadi warga tak usah takut, harap tertib,” kata petugas Bank Indonesia.
Anggota Brimob yang tengah berjaga juga dibuat kewalahan karena ulah warga yang tidak mau sabar mengantre ini.
Nuraini, salah seorang warga mengaku telah mengantri sejak pukul 06.00 WIB. “Takut tak dapat, jadi datang pagi- pagi, ga taunya udah pada ramai di sini,” kata Nuraini.
Perempuan yang sehari- hai bekerja sebagai pedagang kelontong ini menukarkan uang untuk keperluan hari raya Idul Fitri yang tinggal menghitung hari.
“Untuk dibagi- bagi di kampung nanti, saya tukar Rp 1 juta saja,” ujarnya.
Pandangan berbeda terlihat di Pasar Tibancenter, penukaran uang berjalan dengan tertib. Warga terlihat sabar menunggu antrean untuk mendapatkan uang baru.
“Walaupun panas kami tetap sabar,” kata Eni, salah satu warga yang tengah mengantri di mobil BRI Syariah.
Sementara itu, Kepala Bank Indonesia Kepri, Gusti Raizal Putera mengatakan sebelumnya pelayanan kas keliling juga digelar di Botania dan Pasar Mega Legenda, Batamcenter.
ilustrasi
Jumlah uang yang ditukar di dua pasar itu sebanyak Rp 12,5 miliar. Sedangkan kemarin, Bank Indonesia dan bank lainnya menyiapkan sebanyak Rp 20 miliar untuk warga Batuaji dan Tiban.
“Kami sediakan uang baru mencapai Rp 20 miliar, jumlah ini jauh lebih banyak bila dibandingkan dengan tahap pertama yakni Rp 12,5 miliar,” kata Gusti.
Dia mengaku penukaran uang baru ini bertujuan untuk menjangkau seluruh lapisan masyarakat yang tidak sempat ke bank.
“Kebetulan hari ini (kemarin,red) libur. Jadi warga bisa memanfaatkan kesempatan ini untuk menukarkan uang baru,” ujarnya. (cr17)
batampos.co.id – Ratusan masyarakat Teluk Mata Ikan menyerbu pasar murah yang digelar Polda Kepri di Pasar Teluk Mata Ikan, Jumat (16/6). 500 paket sembako murah ahbis ludes dibeli oleh masyarakat Telukmata ikan.
“Bertujuan untuk memberikan kesempatan pada masyarakat, membeli sembako murah,” kata Kapolda Kepri, Irjen Pol Sam Budigsudian, Jumat (16/6).
Ia mengatakan pasar murah ini digelar, agar dapat menekan harga sembako di pasaran. “Tapi sejauh ini kami memantau harga bahan pokok dipasaran cukup stabil, dan terjangkau oleh masyarakat,” ujarnya.
Pemilihan daerah Teluk Mata Ikan ini kata, Sam selain dekat dengan Mapolda Kepri juga disebabkan masih ada beberapa penduduk yang kurang mampu.
“Di sini kebanyakan mata pencaharian masyarakatnya adalah nelayan,” ujarnya.
Sam mengatakan satu paket Sembako ini dibeli dengan harga Rp 50 ribu. Dimana satu paket isinya gula, indomie 10 bungkus, mentega, tepung dan beras 5 kg.
Pasar murah ini bisa terlaksana berkat kerjasama dengan Hypermart, Lions Club, Bulog dan Bank Indonesia.
“Tak hanya sembako murah, BI (Bank Indonesia,red) juga ikut memberikan pelayanan penukaran uang baru,” ujar Sam.
Setelah dari peninjaun Pasar Murah, Kapolda Kepri Irjen Pol Sam Budigusdian membagikan takjil murah di Simpang Kepri Mall. Sebanyak 600 bungkus takjil diberikan kepada para pengendara sat berhenti menunggu lampu hijau.
Sembari memberikan takjil, Sam menghimbau masyarakat akan berkendara dengan baik dan selalu mematuhi aturan yang ada. “Selalu hati-hati, ingat sanak keluarga menunggu anda di rumah,” tuturnya. (ska)
Korban saat disalatkan. foto: yusuf hidayat / batam pos
batampos.co.id – Daffa, 14, tak pernah mengira akan berpisah dengan kedua sahabatnya, Yusuf Adjik, 14, dan Muhammad Rayhan Arrazi, 14.
Sabtu (17/6) subuh sehabis sahur dan salat Subuh ketiganya bersepeda santai dari rumah mereka di Legenda Bali, Batamkota menuju Jembatan Barelang. Tapi nahas, takdir memisahkan Daffa dengan kedua sahabatnya.
Yusuf dan Rayhan menjadi korban kecelakaan lalu lintas di dekat Mako Brimob Polda Kepri pada pukul 06.00 WIB.
“Kami berencana mau duduk-duduk di Jembatan Barelang,” kata Daffa saat ditemui di Pemakaman Taman Langgeng, Seipanas, Sabtu (17/6).
Daffa mengatakan selama perjalanan menuju ke Jembatan Barelang, tidak ada firasat akan terjadi hal yang buruk. Ketiganya menikmati udara pagi yang masih segar, sesekali mereka berhenti melepas penat.
Masih terekam jelas di ingatan Daffa, mereka bertiga sembari istirahat masih bercanda dan tertawa.
“Kami bersepeda di tepi-tepi saja,” ujarnya.
Begitu sesampai dekat Mako Brimob, tiada klakson ataupun teriakan. Tiba-tiba mobil jenis pick up menghantam ketiga sahabat ini.
“Saya tidak tahu, tiba-tiba sudah ditabrak,” tuturnya.
Adjik dan Rayhan terpental ke sisi kanan mobil, sedangkan Daffa terpental ke sisi kiri. Siswa yang tahun ini sudah duduk di kelas 9 SMPN 43 Batamkota ini mengatakan, sempat melihat kedua sahabatnya dihantam bagian depan mobil pick up tersebut. Sedangkan dirinya hanya kena serempet oleh kaca spion mobil pembawa sayur tersebut.
“Saya tidak lihat, karena mobilnya datang dari arah belakang kami, Batuaji menuju ke Barelang,” ujar Daffa.
Daffa masih sadar setelah ditabrak. Sedangkan kedua sahabatnya sudah tak sadarkan diri. Baik Daffa maupun Adjik dan Rayhan langsung dibawa oleh Brimob Polda Kepri ke RSUD Embung Fatimah.
Namun nyawa Adjik dan Rayhan tidak tertolong lagi. Sementara itu sopir yang menabrak ketiganya sempat kabur. Pada akhirnya diamankan anggota Brimob Polda Kepri.
Korban lakalantas saat mendapat pertolongan. foto: satbrimob untuk batampos.co.id
Pemakaman dua sahabat itu, dilaksanakan Sabtu (17/6) pukul 13.00. Pertama yang dikuburkan adalah Adjik, setelah itu baru Rayhan.
Saat bersepeda mereka saling bersisian, saat dikuburpun keduanya juga begitu. Sengatan terik matahari tak menyurutkan para pelayat datang ke Pemakanan Taman Langgeng. Orangtua, sanak keluarga, teman-teman Adjik dan Rayhan mengiringi keduanya ke tempat peristirahatan terakhir mereka.
Baik orangtua Adjik dan Rayhan, tak kuasa menahan tangisnya. Bapak Rayhan, Huzen mengatakan dirinya ikhlas dengan kepergian anaknya. Mengenai pengemudi pick up yang menabrak anaknya, Huzen mengaku belum memikirkannya.
“Belum ada terpikir apa pun, yang jelas mereka bisa diproses sesuai hukum yang ada,” tuturnya.
Kaden Gegan Polda Kepri AKBP Aji Bambang Pamungkas membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan anggotanya langsung turun, begitu melihat kejadian tersebut.
“Quick Respont kami dalam memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.
Sopir pick up maut tersebut, Imat Rohimat, 30, sudah diserahkan pihak Brimob Ke Satlantas Polresta Barelang, untuk diproses lebih lanjut.
“Penyidikan di Polresta, kami hanya membawa korban dan mengamankan pelaku saja,” ujarnya. (ska)
batampos.co.id – Sikap ugal-ugalan angkutan umum membuat masyarakat resah. Kepolisian dan pemerintah daerah dituntut untuk bersikap pro aktif dalam menertibkan angkutan yang nakal.
“Karena kurangnya kesadaran pengelola dan juga sopir yang hanya bisa tertib jika ada aparat maka diperlukan juga pengawasan dilapangan oleh Dinas Perhubungan,” kata akademisi sekaligus pengamat transportasi dari Universitas Internasional Batam (UIB), Atik Wahyuni, Sabtu (17/6).
Selain itu, perlu diberikan pembekalan untuk para supir angkutan umum mengenai keselamatan berlalu lintas.
“Hal tersebut sangat penting untuk memberikan pengetahuan pentingnya keselamatan dan keamanan dijalan,” ujarnya lagi.
Atik yakin jika pembekalan dilakukan, maka supir Bimbar tidak akan ugal-ugalan lagi.
“Namun jika tidak taat juga, maka bisa diberikan hukuman bagi pengelola dan juga supir,”imbuhnya.
Sanksi yang dimaksud adalah penangguhan izin operasional atau pencabutan SIM dan lainnya. Selain itu, pemerintah dituntut untuk lebih memperketat lagi uji laik jalan untuk angkutan umum.
“Hendaknya angkutan umum laik jalan diberi register bisa berupa stiker atau semacamnya,” jelasnya.
Menanggapi hal ini, Pemerintah Kota Batam melalui Kepala Bagian Humas Ardiwinata mengatakan jika berkaitan dengan ranah tata krama di jalan merupakan tanggungjawab kepolisian.
“Namun jika urusan KIR, maka jika angkutan tidak lulus uji KIR, tidak boleh jalan,” tegas Ardi.(leo)
batampos.co.id – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk menyiapkan 528 titik lokasi penukaran uang tunai kecil guna memenuhi kebutuhan masyarakat akan uang tunai rupiah menjelang hari Raya Idul Fitri pada tahun ini.
Direktur Operasional Bank Mandiri, Ogi Prastomiyono mengungkapkan, dari 528 titik tersebut 328 titik titik diantaranya di kantor cabang Mandiri dan 200 lainnya di daerah terpencil pelosok Indonesia.
“Inisiatif ini bukan hal baru bagi Bank Mandiri karena tahun lalu Mandiri telah melaksanakan kegiatan serupa dengan nama Lembaran baru bersama Mandiri,” tuturnya, Jumat (16/6).
Namun bedanya dengan tahun lalu, pada tahun 2017 ini Bank Mandiri menambahkan kegiatan edukasi uang Rupiah emisi tahun 2016 kepada masyarakat daerah terpencil di kurang lebih 100 orang atau lokasi. Serta lokasi pelayanan yang lebih diperluas dimana tahun lalu hanya sebanyak 238 lokasi.
Edukasi mengenai uang rupiah baru emisi baru ini meliputi informasi tentang fitur keamanan, pengenalan variasi, dan praktik pendektesian manual keaslian uang rupiah emisi 2016.
Ia menjelaskan, pihaknya juga telah menyiapkan penukaran uang dalam bentuk mobil yang senantiasa berkeliling. Sebanyak 71 unit mandiri mobile dan 16 unit mobil mitra usaha dengan jumlah 200 titik lokasi layanan serta uang rupiah baru senilai Rp 34 miliar, pecahan Rp 10 ribu, Rp 5 ribu dan Rp 2 ribu.
Secara total Bank Mandiri menyiapkan uang kartal senilai total Rp 23,5 triliun atau Rp 1,1 triliun per hari untuk mengantisipasi kenaikan kebutuhan uang tunai pada bulan Ramadan dan idul fitri tahun ini.
Vice President Bank Mandiri Batam/Kepri, Brian A. Nugroho mengatakan, Bank Mandiri mendukung program cinta rupiah dengan mengadakan sosialisasi mengenal dan menukar uang emisi baru. Untuk di Batam, lanjutnya, ada dua lokasi yakni Tiban Centre dan Pasar Aviari, Batuaji.
Bagi masyarakat yang tidak membawa uang tunai, Mandiri juga memberi kemudahan dengan menyediakan ATM Mandiri Mobile.
“Jadi tak perlu jauh-jauh ke ATM lagi untuk mengambil uang,” tutur Brian.
Selain penukaran uang, pihaknya juga menyediakan program penukaran fiesta poin dengan parcel lebaran. Program dengan nama berjuta berkah ramadhan dengan fiesta poin tersebut disambut meriah oleh masyarakat.
“Setiap kali melakukan transaksi akan mendapatkan poin yang bisa ditukar dengan parcel lebaran,” jelasnya. (rng)
batampos.co.id – Marketing Branch Manager Kepri, Doni Indrawan mengungkapkan tahun 2016 PT Pertamina (Persero) telah membayar Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBB KB) sebesar Rp 280 miliar pada Pemerintah Provinsi Kepri.
“Kurang lebih besaran PBB-KB sebesar Rp 280 miliar,” katanya, Kamis (15/6) sore.
Menurutnya, jumlah tersebut sudah termasuk semua jenis bahan bakar, baik bahan bakar khusus (BBK) yang dikenakan pajak oleh pemerintah provinsi sebesar 10 persen dan bahan bakar umum seperti premium yang pajaknya 5 persen.
“Itu semuanya, ada BBM dari SPBU hingga BBM Industri,” terangnya.
Ditanya rincian, Doni mengaku terlebih dahulu meminta izin ke Pemrintah Provinsi dalam hal ini Dinas Pendapatan Provinsi Kepri.
“Ada sebenarnya, tapi saya harus izin dulu Dispenda, di Dispenda punya itu (data rincian),” katanya.
Untuk tahun 2017, dia mengaku belum punya gambaran terkait besar atau tidak pajak yanga akan dibayar dibanding tahun 2016. Menurutnya, hal ini tergantung jumlah kendaraan yang ada di Kepri.
“Tahun 2017 masih berjalan. Kalau volume kendaraan meningkat, konsumsi BBM pasti meningkat. Otomatis pajak yang harus kami bayarkan meningkat juga,” tutupnya. (cr13)
batampos.co.id – Kenapa kok urus paspor gak perlu antre lagi?
Pasalnya, Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Batam akan menerapkan antrian paspor melalui aplikasi pesan WhatsApp, mulai Senin (19/6).
Hal ini untuk menjawab keluhan masyarakat di Batam, terkait dengan antrian manual yang dimanfaatkan pihak-pihak tak bertanggungjawab.
“Saya sudah perintahkan Kabid terkait masalah paspor untuk membuat inovasi pelayanan dan alhamdulillah, kita akan melakukan ujicoba mulai Senin (19/6) antrian via WA,” kata Kepala Kantor Imigrasi Kelas I khusus Batam, Teguh Prayitno, Jumat (16/6).
Ia mengatakan bila uji coba berhasil, maka tidak akan ada lagi antrian konvensional. Tetapi melalui aplikasi Whatsapp, yang diyakini hampir semua masyarakat memilikinya.
“Kami yakin ini akan memecahkan masalah yang selama ini berkembang di media-media sosial terkait antrian yang katanya harus datang dini hari. Serta banyaknya calo antrian yang menawarkan jasanya hingga dugaan penjualan nomor antrian” tuturnya .
Kepala Bidang Lalintuskim Feddy M.P, menambahkan layanan ini berlaku bagi semua pemohon paspor di Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Batam, kecuali untuk pengurusan penggantian paspor hilang, rusak atau ada perubahan data.
Feddy menjelaskan cara kerja sistem ini yakni pemohon mengirimkan pesan via Whatsapp ke nomor 0822 8886 2017 atau 0822 8882 2017 pada jam pelayanan yaitu pukul 07.30-10.00
“Pesan itu formatnya NAMA#TGL.LAHIR#ALAMAT + FOTO EKTP. Nanti sistem akan mengirimkan balasan mengenai nomor antrian, waktu serta dokumen apa saja yang harus dibawa,” ujar Feddy.
Setelah mendapatkan jawaban, pemohon datang ke Kantor Imigrasi 30 menit sebelum waktu yang ditentukan. Dengan memperlihatkan pesan jawaban yang telah diberikan kepada petugas keamanan.
Setelah itu menuju ke loket Pra Permohonan untuk dicek kelengkapan dokumennya. Pemohon diberikan formulir dan menunggu untuk proses wawancara.
Feddy meyakini proses ini sangat mudah dan cepat tanpa harus datang pada dini hari atau mengantri lama diluar kantor imigrasi BAM. Sistem diyakini bebas dari calo.
Bagaiman untuk yang sakit? Feddy menjelaskan untuk yang sakit atau lansia bisa datang langsung dan akan langsung di layani.
“Layanan ini adalah yang pertama di Indonesia dan untuk pendaftaran perdana dapat dilakukan pada hari Minggu, 18 Juni 2017, pukul 10.00 s/d 12.00wib,” ujar Feddy.
Ia meminta kepada masyarakat agar mengikuti jam pelayanan yang telah ditentukan agar dapat dilayani. (ska)